Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PRAKTIKUM

ILMU FAAL

TEKANAN DARAH DAN DENYUT NADI

KELOMPOK I

Nama Kelompok :

Jenita Triastika 101611233006


Kartini 101611233007
Tia Eka Novianti 101611233008
Mohammad Fahmi Rasyidi 101611233009
Amelliya Nur Heriyana 101611233011

S1 ILMU GIZI

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT

UNIVERSITAS AIRLANGGA
PENDAHULUAN
Denyut nadi dan tekanan darah merupakan hal yang amat penting dalam bidang
kesehatan pada umumnya dan kedokteran di bidang khususnya, karena denyut nadi maupun
tekanan darah merupakan faktor-faktor yang dipakai sebagai indikator untuk menilai sistem
kardiovaskuler seseorang.

Beberapa parameter yang dilakukan pada pemeriksaan nadi adalah frekuensi nadi
(beberapa denyut/menit), kuat angkat denyut (kuat atau lemah) dan irama (reguler atau
irreguler). Pembuluh darah yang bisa digunakan untuk pengukuran denyut nadi adalah arteri
yang terletak di daerah superfisial dan di bantalan tulang. Arteri-arteri tersebut misalnya
arteri radialis, brachialis, temporalis, carotis, tibialis posterior, dan poplitea.

Tekanan darah adalah gaya yang ditimbulkan oleh darah terhadap satuan luas dinding
pembuluh darah (arteri). Tekanan sistol adalah tekanan puncak yang ditimbulkan di arteri
sewaktu darah dipompa ke dalam pembuluh darah tersebut selama kontraksi ventrikel.
Sedangkan tekanan diastol adalah tekanan terendah yang terjadi di arteri sewaktu darah
mengalir keluar ke pembuluh-pembuluh hilir sewaktu relaksasi ventrikel. Tekanan arteri ini
akan berubah tergantung pada volume darah dalam pembuluh dan daya regang dinding
pembuluh darah.

Pengukuran tekanan darah dapat dilakukan dengan dua cara yaitu secara langsung dan
tidak langsung. Secara langsung dengan memasukan kanula ke dalam pembuluh darah arteri
dan dimonitori dengan alat pendeteksi tekanan darahnya. Cara ini tidak lazim digunakan
karena tidak mudah pelaksanaanya. Cara tidak langsung dengan menggunakan alat
spigmomanometer, yang lebih nyaman dan mudah dilakukan setiap saat.

Denyut nadi dan tekanan darah seseorang dipengaruhi oleh berbagai faktor
diantaranya adalah perubahan posisi tubuh dan aktifitas fisik. Dengan mengamati serta
mempelajari hasil pengaruh perubahan posisi tubuh dan aktifitas fisik terhadap denyut nadi
dan tekanan darah, kita akan memperoleh sebagian gambaran mengenai sistem
kardiovaskuler seseorang.
TUJUAN
1. Mengamati dan mempelajari pengaruh posisi tubuh terhadap denyut nadi dan tekanan
darah.
2. Mengamati dan mempelajari pengaruh latian fisik terhadap denyut nadi dan tekanan
darah.

SARANA
1. Meja periksa / tempat tidur
2. Stopwatch / arloji (jam)
3. Spigmomanometer (Tensimeter), terdiri dari :
- Manometer air raksa + klep pembuka penutup
- Manset udara
- Selang karet
- Pompa udara dari karet + sekrup pembuka penutup
4. Stetoskop
5. Bangku untuk latihan fisik (dengan naik-turun bangku)
6. Metronom

TATA KERJA
1. MENGAMATI DAN MEMPELAJARI PENGARUH POSISI TUBUH
TERHADAP DENYUT NADI DAN TEKANAN DARAH

1. a. Pilih satu mahasiswa relawan (MR-1)


b. Pilih satu mahasiswa yang bertugas memeriksa denyut nadi MR-1 pada
arteri radialis sinistra selama praktikum point D.1.
c. Pilih satu mahasiswa yang bertugas mengukur tekanan darah MR-1 pada
lengan kanan secara auskultasi selama praktikum point D.1.
d. Pilih satu mahasiswa untuk mencatat data
2. MR-1 berbaring terlentang tenang selama 2-3 menit, kemudian :
Tentukan frekuensi dan irama denyut arteria radialis sinistra serta tekanan
darah pada lengan kanan secara palpasi dan auskultasi (masing-masing diukur
tiga kali berturut-turut) selanjutnya hitung nilai rata-ratanya.
3. MR-1 duduk tenang selama 2-3 menit, kemudian :
Tentukan frekuensi dan irama denyut arteria radialis sinistra serta tekanan
darah pada lengan kanan secara auskultasi (masing-masing diukur tiga kali
berturut-turut) selanjutnya hitung nilai rata-ratanya.
4. MR-1 berdiri tenang dengan sikap anatomis selama 2-3 menit, kemudian :
Tentukan frekuensi dan irama denyut arteria radialis sinistra serta tekanan
darah pada lengan kanan secara palpasi dan auskultasi (masing-masing diukur
tiga kali berturut-turut) selanjutnya hitung nilai rata-ratanya.
CATATAN :
Bila didalam tiga kali pengukuran secara berturut-turut terdapat perbedaan yang
besar, gunakan interval waktu 2 menit

2. MENGAMATI DAN MEMPELAJARI PENGARUH AKTIVITAS FISIK


TERHADAP DENYUT NADI DAN TEKANAN DARAH
1. a. Pilih satu mahasiswa relawan 2 (MR-2)
MR-2 boleh sama dengan MR-1 atau mahasiswa lain dalam kelompok yang
bersangkutan.
b. Pilih satu mahasiswa yang bertugas memeriksa denyut nadi MR-1 pada
arteri radialis sinistra selama praktikum point D.2.
c. Pilih satu mahasiswa yang bertugas mengukur tekanan darah MR-1 pada
lengan kanan secara auskultasi selama praktikum point D.2.
d. Pilih satu mahasiswa untuk mencatat data
2. MR-2 duduk tenang selama 2-3 menit, kemudian :
Periksa frekuensi dan irama denyut arteria radialis sinistra serta tekanan darah
pada lengan kanan secara auskultasi (masing-masing diukur tiga kali berturut-
turut). Catat frekuensi dan irama denyut arteri radialis sinistra serta tekanan
sistolik dan diastolik, selanjutnya hitung nilai rata-ratanya
3. Dengan manset tetap terpasang pada lengan atas kanan (hubungan manset
dengan skala manometer dilepas), MR-2 melakukan latihan fisik dengan cara
STEP TEST yaitu dengan NAIK-TURUN BANGKU 20 kali/menit selama
dua menit dengan dipandu oleh irama metronom pada frekuensi 80 ketukan
per menit.
4. Setelah step test berakhir, MR-2 segera duduk, periksalah frekuensi denyut
arteri radialis sinistra dan tekanan darahnya masing-masing satu kali. Data ini
diharapkan tercatat tepat 1 menit setelah step test berakhir.
5. Teruskan memeriksa frekuensi denyut arteri radialis sinistra dan tekanan darah
dengan interval 2 menit (menit ke 3... menit ke 5...menit ke 7... dstnya) sampai
nilai nya kembali seperti keadaan sebelum latihan.

CATATAN :

Untuk setiap saat/interval, pengukuran frekuensi denyut arteri radialis sinistra dan
tekanan darah hanya diukur satu kali
HASIL
Tabel E.1. : Data pengaruh posisi tubuh terhadap denyut nadi dan tekanan darah

POSISI DENYUT NADI TEKANAN SISTOLIK TEKANAN


TUBUH Auskultasi (mmHg) DIASTOLIK
Auskultasi (mmHg)

1. 66/menit Palpasi / Auskultasi Auskultasi


BERBARING 2. 69/menit 1. 120 / 120 1. 70
TERLENTANG 3. 67/menit 2. 120 / 124 2. 65
Rerata = 67,33 3. 116 / 120 3. 65
Rerata = 118,67 / 121,33 Rerata = 66,67
1. 75/menit 1. 115 / 120 1. 80
DUDUK 2. 74/menit 2. 118 / 120 2. 70
3. 71/menit 3. 118 / 120 3. 70
Rerata = 73,33 Rerata = 117 / 120 Rerata = 73,33
1. 77/menit 1. 110 / 120 1. 70
BERDIRI 2. 66/menit 2. 120 / 120 2. 70
3. 72/menit 3. 118 / 120 3. 80
Rerata = 71,67 Rerata = 116 / 120 Rerata = 70

Grafik Tabel E.1.


140

120

100

80 Denyut nadi
Tekanan sistolik (palpasi)
60 Tekanan sistolik (auskultasi)
Tekanan diastolik
40

20

0
Berbaring Duduk Berdiri
Tabel E.2. : Pengaruh aktifitas fisik terhadap denyut nadi dan tekanan darah

WAKTU DENYUT NADI TEKANAN TEKANAN


(...x/menit) SISTOLIK DIASTOLIK
Auskultasi (mmHg) Auskultasi (mmHg)
1. 79 1. 100 1. 70
PRA LATIHAN 2. 72 2. 100 2. 65
3. 76 3. 90 3. 70
Rerata = 75,67 Rerata = 96,67 Rerata = 68,33

Menit 82 110 60
P ke-1
A
S
C Menit 79 110 65
A ke-3

A
Menit 78 90 65
K
ke-5
T
I
F Menit 75 90 65
ke-7

Grafik Tabel E.2.


120

100

80

60 Denyut nadi (..kali/menit)


Tekanan sistolik
40
Tekanan diastolik

20

0
Pra Latihan Pasca Aktif Pasca Aktif Pasca Aktif Pasca Aktif
(Menit ke- (Menit ke- (Menit ke- (Menit ke-
1) 3) 5) 7)
D. PEMBAHASAN

Posisi tubuh dan aktivitas fisik mempengaruhi denyut nadi dan tekanan darah seseorang.
Posisi terlentang mempunyai denyut nadi dan tekanan darah yang lebih rendah dari posisi
duduk dan berdiri. Begitu juga aktivitas fisik yang lebih tinggi berpengaruh pada tekanan
darah dan denyut nadi yang lebih tinggi juga.