Anda di halaman 1dari 8

Proceeding, Seminar Ilmiah Nasional Komputer dan Sistem Intelijen (KOMMIT 2008)

Auditorium Universitas Gunadarma, Depok, 20-21 Agustus 2008 ISSN : 1411-6286

PERANCANGAN MESIN PENCACAH SAMPAH TYPE CRUSHER


1
Mohamad Yamin
2
Dita Satyadarma
3
Pulungan Naipospos
1,2,3
Center for Automotive Research, Universitas Gunadarma
Jl. Margonda Raya 100 Depok 16424
mohay@staff.gunadarma.ac.id

ABSTRAK

Permasalahan sampah menjadi polemik yang dapat mengganggu lingkungan.


Perancangan mesin pencacah sampah dilakukan dengan harapan mampu
mengurangi permasalahan sampah tersebut. Mesin pencacah ini berfungsi untuk
mencacah sampah khususnya sampah organik yang digerakkan oleh motor.
Analisis menggunakan perangkat lunak CATIA V5. Setelah proses analisis
dilakukan maka diperoleh data tegangan Von Mises maksimum sebesar 199 MPa
untuk rangka dudukan mesin pencacah, sedangkan pada poros pencacah
diperoleh tegangan Von Mises maksimum sebesar 102 MPa.

Kata Kunci: sampah, perancangan mesin pencacah, CATIA V5

1. PENDAHULUAN Reuse (menggunakan kembali), Recycle


Dari masa ke masa, negeri ini (mendaur ulang), Replace (mengganti
selalu ingin mengubah dirinya untuk barang berpotensi sampah ke arah bahan
menjadi lebih bersih dan indah. Akan recycle). Untuk menunjang langkah tersebut
tetapi, keseriusan ini hanya ditanggapi maka dibuat suatu perancangan mesin untuk
oleh segelintir orang saja. Sebagian mengolah sampah. Permasalahan mengenai
besar pihak merasa tidak peduli akan pengolahan sampah telah menunjang
persoalan ini. Mereka hanya sibuk timbulnya banyak inovasi-inovasi teknologi
dengan apa yang harus mereka kerjakan yang bertujuan untuk mengurangi
sehari-hari. Mereka tidak mau pencemaran lingkungan. Pengolahan
menemukan inovasi-inovasi baru untuk sampah ini dimaksudkan untuk memproses
membuat negeri ini menjadi lebih bersih sampah menjadi sesuatu yang dapat
dan indah. Kita hampir mustahil untuk bermanfaat dan mengurangi dampak buruk
mengatakan bahwa kita bisa terhadap lingkungan.
menemukan suatu tempat di negeri ini
di mana tidak tampak sampah-sampah 2. MESIN PENCACAH
yang berserakan. Kalaupun kita bisa SAMPAH
menemukannya, barangkali tempat- Rangkaian proses pengolahan
tempat tersebut adalah kawasan- sampah diawali dengan pengumpulan
kawasan mewah atau tempat-tempat sampah dari tiap rumah atau sumber
yang belum pernah sama sekali sampah. Sampah yang telah dikumpulkan
terjamah oleh tangan manusia. mengalami proses pemilahan di conveyor
Pengolahan dan pengelolaan table untuk memisahkan sampah organik
sampah hendaknya menerapkan proses- dan sampah anorganik. Pemilahan ini
proses, seperti Reduce (mengurangi), dilakukan karena pencacah sampah dari

Perancangan Mesin 41
(Mohamad Yamin)
Proceeding, Seminar Ilmiah Nasional Komputer dan Sistem Intelijen (KOMMIT 2008)
Auditorium Universitas Gunadarma, Depok, 20-21 Agustus 2008 ISSN : 1411-6286

rumah tangga adalah sampah basah terlewat yang tidak bisa dicacah oleh
dengan jenis organik dan anorganik. mesin penghancur.
Proses ini dilakukan secara manual oleh Memilah atau memisahkan sampah-
pekerja untuk memisahkan bahan-bahan sampah plastik, kertas, atau logam.
yang tidak dapat dicacah oleh mesin. Memilah plastik bening, kaleng, dan
Secara skematik proses ini ditunjukkan botol-botol.
pada gambar 1. Pekerjaan yang harus Memilah sampah-sampah yang masih
dilakukan oleh pemilah sampah adalah: terbungkus sehingga memudahkan
Mengatur volume sampah dan proses pencacahan oleh mesin.
mengumpulkan material yang

Motor

Pencacah
sampah

Belt

Gambar 1. Proses skematik pemilahan sampah

Volume sampah yang masuk masuk dengan adanya pisau pencacah yang
dari belt conveyor menuju mesin megancurkan sampah menjadi partikel kecil.
pencacah juga harus diatur agar tidak Dengan sistem pencacahan ini,
berlebihan karena dapat menyebabkan maka sampah-sampah organik dihancurkan
tumpukan sampah yang terlalu banyak. menjadi partikel-partikel yang berukuran
Akibatnya putaran mesin pencacah akan kecil. Sampah yang dicrusher menjadi lebih
tidak maksimal atau mengalami beban padat dan mengurangi volume dari sampah
yang berlebihan. Putaran mesin asal dan lebih mempercepat terjadinya
pencacah itu sendiri dihasilkan oleh proses menjadi tanah kembali karena
mesin diesel yang dihubungkan dengan partikel lebih kecil, sehingga proses
menggunakan transmisi sabuk. Jadi fermentasi menjadi lebih cepat. Proses
putaran mesin diesel diteruskan ke hancurnya sampah yang masuk disebabkan
pencacah dan mencacah sampah yang karena pisau yang tajam mencacah sampah

42 Perancangan Mesin
(Mohamad Yamin)
Proceeding, Seminar Ilmiah Nasional Komputer dan Sistem Intelijen (KOMMIT 2008)
Auditorium Universitas Gunadarma, Depok, 20-21 Agustus 2008 ISSN : 1411-6286

pada putaran tinggi dengan proses digerakkan oleh motor penggerak. Data
pemotongan sampah yang masuk berikutnya berupa kapasitas pencacahan.
menjadi ukuran yang lebih kecil. Dalam pencacahan sampah ini perlu
Dengan mengecilnya volume, maka diketahui seberapa besar kapasitas pencacah
transportasi dan tempat yang digunakan sampah dalam mengolah sampah. Hal ini
untuk pengolahan sampah juga tergantung dari seberapa besar jumlah
mengecil (reduce cost). Sampah- sampah yang akan diolah. Secara umum
sampah yang telah tercacah oleh mesin perancangan pencacah sampah dan
akhirnya dikumpulkan untuk diolah transmisi daya diperlihatkan dalam gambar
kembali menjadi kompos ataupun hasil 2 berikut:
akhir lainnya.

3. METODE PENELITIAN
Dalam perancangan mesin
pencacah sampah ada beberapa tahapan
yang dilakukan yakni: Tahap pertama
dilakukan survey di sekitar kota depok,
Survey ini dilakukan untuk
mendapatkan gambaran lengkap tentang
sampah dan pengolahannya. Keluaran
tahapan ini berupa data perancangan
yang berupa: metode pencacahan
sampah. Pencacahan sampah dilakukan
oleh mesin pencacah dengan
menggunakan pisau yang dipasang
didalam tabung pencacah dan

Pulley Sampah
Bearin

Poros
Pencacah sampah

Motor Poros input

Pulley input
Gambar 2. Skematik rancangan pencacah sampah dan transmisi dayanya.

Perancangan Mesin 43
(Mohamad Yamin)
Proceeding, Seminar Ilmiah Nasional Komputer dan Sistem Intelijen (KOMMIT 2008)
Auditorium Universitas Gunadarma, Depok, 20-21 Agustus 2008 ISSN : 1411-6286

Tahapan berikutnya adalah perancangan kemudahan operasi dan ketersediaan


transmisi daya. Beberapa alternatif dipasaran dan relatif lebih murah. Setelah
perancangan untuk transmisi daya tahapan tersebut selesai tahap berikutnya
tersedia di banyak literatur. Pada adalah pemodelan 3-D komponen-
makalah ini dipilih perancangan komponen mekanikal dengan menggunakan
transmisi satu tingkat dengan software perangkat lunak CATIA V5 dan
menggunakan sabuk-V, untuk dilakukan analisis terhadap komponennya.

4. HASIL DAN PEMBAHASAN


Perancangan awal pencacah asumsi kapasitas untuk 1 kali pencacahan
sampah diperuntukkan bagi perumahan sebesar 5 kg dengan panjang pencacah 0.6m
kecil dengan asumsi 100 kepala maka torsi yang dibutuhkan sebesar 29.4
keluarga. Jika setiap keluarga Nm. Sehingga daya motor yang
menghasilkan 1 kg sampah per harinya diperlukan adalah 5 KW. Dengan demikian
maka untuk didapatkan sampah demikian dipilih motor penggerak diesel
sebanyak 100 kg perharinya. Dengan dengan spesifikasi sebagai berikut:

Daya (P) = 5 KW
Putaran mesin (n1) = 2000 Rpm
Diameter standar poros penggerak (ds1) = 30 mm
Diameter poros pencacah (ds2) = 50 mm
Putaran pencacah (n2) = 1500 Rpm

Pencacah sampah ini diharapkan kali operasi. Gambar pencacah sampah


untuk bekerja selama 3-5 jam untuk satu ditunjukkan dalam gambar 3 berikut:

Gambar 4. Mesin pencacah sampah

44 Perancangan Mesin
(Mohamad Yamin)
Proceeding, Seminar Ilmiah Nasional Komputer dan Sistem Intelijen (KOMMIT 2008)
Auditorium Universitas Gunadarma, Depok, 20-21 Agustus 2008 ISSN : 1411-6286

Material yang digunakan pada disebabkan karena pada umumnya berupa


mesin pencacah sampah ini dipilih baja yang dikil. Baja macam ini jika diberi
material baja konstruksi jenis AISI 1045. perlakuan panas secara tepat dapat menjadi
Material jenis ini dipilih karena material bahan poros yang sangat baik. Selain itu,
tersebut merupakan baja dengan kadar bahan yang akan dicacah adalah sampah
karbon sedang yang dapat digunakan jenis organik. Dimana kandungan sampah
untuk perancangan konstruksi ini akan memberikan sifat korosi terhadap
pembebanan yang lebih berat dan logam. Oleh karena itu, material yang
memerlukan kekuatan serta kekerasan digunakan harus tahan terhadap karat.
tinggi.Material yang digunakan pada Berikut ini adalah gambar rancangan dari
pisau pencacah adalah jenis baja karbon pisau pencacah dengan material yang telah
untuk konstruksi AISI 1045. dipilih:
Penggunaan material ini lebih

Gambar 5. Pisau pencacah sampah


Hasil Analisis Tegangan rangka sebesar 199 Mpa, dengan tegangan
Analisis tegangan kemudian luluh material sebesar 505 Mpa, maka
dilakukan pada bagian-bagian elemen faktor keamanannya sebesar 2.53.
seperti pada rangka untuk mendapatkan Sementara vektor peralihan maksimum
faktor keamanan yang cukup agar sebesar 0.31 mm masih dalam range yang
stuktur tidak mengalami kegagalan. dapat dipertanggungjawabkan. Dengan
Dalam hal ini beban yang terjadi adalah demikian konstruksi rangka cukup aman
massa pencacah berikut pisaunya dan untuk digunakan. Analisis yang sama pada
sampah 5 kg, dengan total 140 N. pisau diperlihatkan dalam gambar 8 untuk
Gambar 6 dan 7 menunjukkan distribusi tegangan dan gambar 9 untuk
distribusi tegangan Von Mises dan vcektor peralihan sebagai berikut:
Vektor peralihan akibat pembebanan.
Tegangan maksimum yang terjadi pada

Perancangan Mesin 45
(Mohamad Yamin)
Proceeding, Seminar Ilmiah Nasional Komputer dan Sistem Intelijen (KOMMIT 2008)
Auditorium Universitas Gunadarma, Depok, 20-21 Agustus 2008 ISSN : 1411-6286

Gambar 6. Von Mises Stress analysis

Gambar 7. Displacement analys

Gambar 8. Von Mises Stress analysis pada pisau

46 Perancangan Mesin
(Mohamad Yamin)
Proceeding, Seminar Ilmiah Nasional Komputer dan Sistem Intelijen (KOMMIT 2008)
Auditorium Universitas Gunadarma, Depok, 20-21 Agustus 2008 ISSN : 1411-6286

Hasil analysis memperlihatkan 4.95. Hal ini menujukkan konstruksi pisau


tegangan maksimum pada pisau masih aman. Pada gambar 9 (pada halaman
sebesar 102 MPa dan terjadi pada posisi berikutnya) diperlihatkan vektor peralihan
tengah tengah poros. Hal ini akibat pembebanan pada pisau. Vektor
menunjukkan titik kritis berada didaerah peralihan yang terjadi maksimum sebesar
tersebut. Faktor keamaan berdasarkan 0.358 yang terjadi pada daerah titik tengah
kriteria tegangan luluh akibat tegangan poros pisau.
yang terjadi didapatkan nilai sebesar

Gambar 9 Displacement analysis


Hasil Perancangan Reduksi Satu 5. KESIMPULAN
Tingkat Dengan proses perancangan yang
Putaran yang diperlukan untuk sudah dibuat maka didapatkan suatu
mencacah sampah adalah sebesar 1500 kesimpulan bahwa :
rpm, sedangkan putaran mesin diesel 2. Mesin pencacah sampah ini berfungsi
dengan daya 5 KW sebesar 2000 rpm. untuk mencacah sampah khususnya
Oleh karenanya diperlukan reduksi jenis sampah organik.
kecepatan sehingga tercapai kecepatan 3. Mesin pencacah ini digerakkan oleh
pada pencacah sebesar 1500 rpm. motor daya 5 KW dan putaran outpunya
Berikut adalah hasil rancangan dengan sebesar 2000 rpm dan dihubungkan
menggunakan sabuk-V, menggunakan dengan transmisi sabuk V, dimana :
flowchart pada gambar 3 diperoleh: Diameter puli kecil dan besar adalah
Diameter puli kecil dan besar 95 mm dan 126 mm.
adalah 95 mm dan 126 mm. Jarak sumbu poros adalah 325 mm.
Jarak sumbu poros adalah 325 Panjang keliling sabuk adalah 660
mm. mm.
Panjang keliling sabuk adalah Jumlah dan kecepatan sabuk adalah
660 mm. 1 buah dan 9,94 m/s.
Jumlah dan kecepatan sabuk Jarak penyetelan sumbu poros
adalah 1 buah dan 9,94 m/s. adalah 20 mm (ke sebelah kanan).25
Jarak penyetelan sumbu poros mm (ke sebelah kiri).
adalah 20 mm (ke sebelah 4. Dalam proses analisa pembebanan statik
kanan). 25 mm (ke sebelah kiri). yang dilakukan pada rangka pencacah
didapatkan tegangan Von misses
maksimum sebesar 199 MPa.

Perancangan Mesin 47
(Mohamad Yamin)
Proceeding, Seminar Ilmiah Nasional Komputer dan Sistem Intelijen (KOMMIT 2008)
Auditorium Universitas Gunadarma, Depok, 20-21 Agustus 2008 ISSN : 1411-6286

5. Sedangkan untuk pembebanan statik Harsono, Teknologi Pengelasan Logam,


pada poros pencacah didapatkan Pradnya Paramita, Jakarta, 2000.
tegangan Von misses maksimum Joseph E. Shigley & Larry D. Mitchell,
sebesar 102MPa. Terjemahan Gandhi Harahap M. Eng,
Perencanaan Teknik mesin, Edisis
keempat, Erlangga, Jakarta, 1986.
6. DAFTAR PUSTAKA Sularso, Dasar Perencanaan dan Pemilihan
Aboejoewono, A, Pengelolaan Sampah Elemen Mesin, Pradnya Paramita,
menuju ke sanitasi lingkungan dan Jakarta, 1983.
permasalahannya, Sarana Perkasa, www.efunda.com.
Jakarta, 1985.Wiryosumarto, www.mitrainsan.com.

48 Perancangan Mesin
(Mohamad Yamin)