Anda di halaman 1dari 14

Mesin Bubut Konvensional (Conventional

Lathe Machine)
Posted by bagasanjar on December 31, 2013
Posted in: Technical Education. Leave a comment

Kerja Bubut Konvensional (Conventional Lathe Work), adalah kegiatan praktik kerja yang dilakukan
seorang engineer dengan menggunakan mesin bubut konvensional (conventional lathe machine).
Pada umumnya, produk yang dihasilkan dari proses bubut adalah benda-benda yang berbentuk
silindris.

Prinsip kerja mesin bubut adalah, material benda kerja berputar & tercekam pada alat pencekam,
dan alat potong / pahat bergerak memotong material benda kerja hingga menjadi bentukan sesuai
dengan tuntutan gambar kerja.

Bagian-bagian mesin bubut :

conventional lathe machine

1. Kepala Tetap (Head Stock)


Pada bagian ini didalamnya terdiri dari beberapa komponen utama pada mesin bubut diantaranya
adalah :

Spindle (H4) : Sebagai tempat berputarnya material benda kerja. Pada bagian ini pula tinggi
sumbu mesin bubut ditentukan.

Spindle Gearbox (H1) : Rangkaian roda gigi sebagai transmisi putaran dari motor mesin, putaran
motor mesin di transmisikan menuju ke spindle untuk memutar benda kerja.

Feed Gearbox (H6) : Rangkaian roda gigi sebagai transmisi dari puritan dari spindle gearboxuntuk
memutar feed shaft & lead screw yang berfungsi sebagai penggerak otomatis dari eretan(carriage).

Tuas pemindah RPM dan feeding (H2, H3, H5): Tuas-tuas yang berfungsi untuk mengatur besar
putaran spindle maupun feeding.

2. Eretan (Carriage)
Sebagai tempat untuk melakukan pemakanan terhadap material benda kerja.

Terdapat beberapa bagian pada eretan :

Eretan memanjang (Hand Wheel) (5a) : Untuk menggerakkan eretan searah sumbu mesin, ke
arah kanan / ke arah kiri dari operator. Digunakan untuk proses pembubutan memanjang
(pembuatan diameter).

Eretan melintang (Cross Slide) (3b) : Untuk menggerakkan eretan tegak lurus sumbu mesin,
menjauhi / mendekati operator. Digunakan untuk proses pembubutan melintang (pembubutan muka)

Eretan atas (Compound Slide) (2a) : Untuk melakukan proses pembubutan tirus.

Tool Post (1) : Sebagai tempat kedudukan pahat / alat potong.

Switch Bar : Tuas untuk memutar spindle.

Screw Bar (5b) : Tuas untuk melakukan pembubutan ulir (threading).

Apron (5) : Sebagai penopang seluruh bagian dari eretan.

3. Kepala Lepas (Tail Stock)

Bagian ini berfungsi untuk menopang material benda kerja yang panjang, berfungsi juga digunakan
untuk proses pengeboran (drilling) maupun reaming. Tinggi sumbu pada kepala lepas sama dengan
tinggi sumbu pada kepala tetap.
T1 = Handwheel.

T2 = Tuas pengunci Handwheel.

T3 = Badan kepala lepas.

T4 = Kaki kepala lepas.

T5 = Tempat aksesoris bubut. (live center, drill chuck, sleeve)

T6 = Tuas pengunci kepala lepas.

4. Alas Mesin (Machine Bed)

Begian ini berfungsi sebagai tempat kedudukan eretan dan kepala lepas. Bagian ini juga merupakan
rangka mesin.

5. Poros Pemakanan (Feed Shaft)


Poros ini berfungsi untuk membantu dalam melakukan pembubutan memanjang ataupun melintang
secara otomatis. (ditunjukkan pada gambar dengan note H7)

6. Poros Ulir (Lead Screw)

Poros ini berfungsi untuk membantu dalam melakukan pembubutan ulir. (ditunjukkan pada gambar
dengan note H8)

Sedikit tentang conventional lathe machine. Thanks for reading.

Share this:

Twitter

PraktikumMesinBubut| 25
BAB IVJAWABAN PERTANYAAN
1. Gambarkan skema mesin bubut, tuliskan bagian-bagiannya sertaapa
kegunaannyadanceritakancarakerjanya.Jawab:
Gambarskemamesinbubutadalah:Bagian-bagianmesinbubutdankegunaannya:a. Bed-mesin (alasan/landasan
)
digunakansebagai alas yang di ataskerangkatersebuteretandankepalalepasbertumpu
danbergerak.b. Kepala tetap digunakan untuk memindahkan pc. Kepala lepas digunakan sebagai penyangga
benda kerja yangpanjang, mengebordanmeluaskanlubang (reamer
)
.d. Eretan digunakanuntuk memegang erat perkakas bubut danmemberikankepadanyagerakan yang
diperlukan (gerakankekiri/kekanandangerakanmelintang
)

Alat dan Bahan


1. Mesin bubut2. Benda kerja3. Jangka sorong4. Pahat bubut5. Pendingin pahat6. Kaca mata7.Kuas
8
. Minyak nabati
C. Langkah Kerja
1. Pasang benda kerja pada cakra penjepit.2. Pasang pahat
bubut pada sadel/pelana pada eretan.3. Pastikan ujung pahat senter.4. Nyalakan mesin bubut.5. Lakukan bu
but rata muka.6. Lakukan bubut memanjang sepanjang 121.4 mm 20.2 mmmenjadi 17.
8
mm.7. Lakukan bubut kartel sepanjang 51.4 mm.
8
. Finishing
9
. Matikanmesindan ambil bendakerjadari cakra penjepit
Maksud dan Tujuan
1. Mengenal bagian-
bagian mesin bubut beserta fungsinya.2. Mengetahui cara kerja mesin bubut.3. Jenis-jenis pahat
potong yang digunakan untuk melakukan bubutdangaya-gaya yang terjadisaat
pemotongan.4. Mengetahui alatbantu yang digunakan pada pembubutan khusus.5. Mengetahui m
acam-macam proses pada mesin bubut.

PraktikumMesinBubut| 7
Untukharga a dan f yang
tetapmakasudutinimenentukanbesarnyalebarpemotongandantebalgeramsebelumterpotongadalah
sebagaiberikut:
y
Lebarpemotongan : b = a/sin
G
r
[mm
]
...................................... (7
)

y
Tebalgeramsebelumterpotong : h = f.sin
G
r
[mm
]
.................. (
8)
Dengandemikianpenampanggeramsebelumterpotongdapatdituliskansebagaiberikut: A = f.a = b.h
[mm
2
]
......................................................................... (
9
)

D. Jenis-jenis Mesin Bubut


Padagarisbesarnyamesinbubutdilihatdaridimensinyadapatdiklasifikasikandalam 4 (empat
)
kelompok, yaitu:1. Mesin Bubut RinganMesinbubutinidimaksudkanuntuklatihandanpekerjaanringa
n,bentukperalatannyakecildansederhana. Dipergunakanuntukmengerjakanbenda-bendakerja yang
berukurankecil.Mesinbubutinidibagiatasmesinbubutbangkudanmesinbubutlantai,konstruksinyam
erupakangambaranmsinbubut yang besar
danberat.2. Mesin Bubut SedangKonstruksimesinbubutinilebihcermatdandilengkapidenganpengg
abunganperalatnkhusus, olehkarenaitumesininidipergunakanuntukpekerjaan yang
lebihbanyakvariasinyadanlebihteliti.Fungsiutamaadalahuntukmenghasilkan/memperbaikiperkakas
secara produksi.3. Mesin Bubut Standar Mesininidibuatlebihberat,
dayakudanyalebihbesardandigunakanuntukpekerjaan yang lebihbesardaripadadikerjakan

PraktikumMesinBubut| 8
mesinbubutringandansedang. Mesininimerupakanstandar dalampembuatanmesin-
mesinbubutpada
umumnya.4. Mesin Bubut Beralas PanjangMesinbubutinitermasukmesinbubutindustri yang
dipergunakanuntukmengerjakanpekerjaan yang panjangdanbesar, misalnyamembuatporos-
poroskapal, porostransmisi yang panjangdanbesar, bahanrodagigi da lain-lain.Secaraprinsip lain
mesinbubutdapatdibedakanmenjadibeberapa jenis, antara lain adalah:1. Mesin bubut horizontal
Gambar 7.Mesinbubut horizontal

PraktikumMesinBubut| 9
2. Mesin bubut turet vertikal
Gambar 8.Mesinbubutturetvertikal
3. Mesin bubut kepala
Gambar 9.Mesinbubutkepala
4. Mesin bubut otomatis
Gambar 10.Mesinbubutotomatis
PraktikumMesinBubut| 1
BAB IPENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Praktikummesinbubutadalahpraktikumteknikdasaryangharusdikuasaidalammengerjakanproduk
yang
dibuatdenganmenggunakanmesinbubutpadaduniateknikproduksi.Pekerjaanmembubutyaitumemb
uatkontruksidenganmenggunakanmesinbubut.Persyaratankualitasbendakerjaterletakkepadapema
hamanseseorangdalampraktekmenggunakanmesinbubutdanpelaksanaannya di tempatkerja yang
meliputitingkatketerampilandasarpenguasaaanmesinbubut, tingkatkesulitanproduk yang
dibuat,tingkatkepresisianhasilkarya. Praktikuminidapatmenerapkan K3dalam
bekerjasertadapatjugamenerapkandasar-dasarpengukuranmenggunakanjangkasorong,
micrometer sekrup, sertamistarbaja.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana langkah-langkah menggunakan mesin bubut sehinggadidapatkan produk yang
sesuai2. Apa yang menjadipenyebabataukendalaselamaprosespraktikummesinbubutberlangsung
C. Tujuan Penulisan
1. Mahasiswadapatmembuatsuatuproduk manufakturdenganmenggunakanmesin bubut.2.
Mahasiswadapatmengetahuilangkah-langkahmenggunakanmesinbubutdenganbaikdan
benar.3. Mahasiswa dapatmengetahuipenyebab dan kendala yang terjadiselama proses
praktikummembuatprodukdenganmenggunakanmesinbubut.

PengertianMesinBubutKonvensional
Mesinbubut (turning machine) adalahsuatujenismesinperkakas yang dalam proses
kerjanyabergerakmemutarbendakerjadanmenggunakanmatapotongpahat (tools)
sebagaialatuntukmenyayatbendakerjatersebut. Mesinbubutmerupakansalahsatumesin proses produksi
yang dipakaiuntukmembentukbendakerja yang berbentuksilindris.
Padaprosesnyabendakerjaterlebihdahuludipasangpada chuck (pencekam) yang
terpasangpadaspindelmesin, kemudianspindeldanbendakerjadiputardengankecepatansesuaiperhitungan.
Alatpotong (pahat) yang dipakaiuntukmembentukbendakerjaakandisayatkanpadabendakerja yang
berputar. Umumnyapahatbubutdalamkeadaandiam, padaperkembangannyaadajenismesinbubut yang
berputaralatpotongnynya, sedangkanbendakerjanya diam. Dalamkecepatanputarsesuaiperhitungan,
alatpotongakanmudahmemotongbendakerjasehinggabendakerjamudahdibentuksesuai yang diinginkan.
Dikatakankonvensionalkarenauntukmembedakandenganmesin-mesin yang
dikontroldengankomputer (Computer Numerically Controlled) ataupunkontrolnumerik (Numerical Control)
dankarenajenismesinkonvensionalmutlakdiperlukanketerampilan manual
darioperatornya.Padakelompokmesinbubutkonvensionaljugaterdapatbagian-
bagianotomatisdalampergerakkannya bahkan jugaada yang
dilengkapidenganlayanansistimotomasibaik yang dilayanidengansistimhidraulik,
pneumatikataupunelektrik. Ukuranmesinnyapuntidaksemata-
matakecilkarenatidaksedikitmesinbubutkonvensional yang
dipergunakanuntukmengerjakanpekerjaanbesarseperti yang
dipergunakanpadaindustriperkapalandalammembuatataumerawatporos baling-baling kapal yang
diameternyamencapai 1000 mm.
JenisJenisMesinBubutKonvensional
Dilihatdarisegidimensinya, mesinbubutkonvensionaldibagidalambeberapakategori, yaitu
:mesinbubutringan, mesinbubutsedang, mesinbubutstandar, danmesinbubutberat.
Mesinbubutberatdigunakanuntukpembuatanbendakerja yang berdimensibesar,
terbagiatasmesinbubutberalaspanjang, mesinbubutlantai, mesinbubuttegak.
a. MesinBubutRingan
Mesinbubutringan (Gambar 5) dapatdiletakan di atasmeja,
danmudahdipindahkansesuaidengankebutuhan, Benda kerjanyaberdimensikecil
(mini).Jenisiniumumnyadigunakanuntukmembubutbenda-
bendakecildanbiasanyadipergunakanuntukindustrirumahtangga (home
industri).Panjangnyamesinumumnyatidaklebih dari,1200 mm,
dankarenabebanyaringandapatdiangkatolehsatu orang.
JenisJenisMesinBubutKonvensional
Dilihatdarisegidimensinya, mesinbubutkonvensionaldibagidalambeberapakategori, yaitu
:mesinbubutringan, mesinbubutsedang, mesinbubutstandar, danmesinbubutberat.
Mesinbubutberatdigunakanuntukpembuatanbendakerja yang berdimensibesar,
terbagiatasmesinbubutberalaspanjang, mesinbubutlantai, mesinbubuttegak.
a. MesinBubutRingan
Mesinbubutringan (Gambar 5) dapatdiletakan di atasmeja,
danmudahdipindahkansesuaidengankebutuhan, Benda kerjanyaberdimensikecil
(mini).Jenisiniumumnyadigunakanuntukmembubutbenda-
bendakecildanbiasanyadipergunakanuntukindustrirumahtangga (home
industri).Panjangnyamesinumumnyatidaklebih dari,1200 mm,
dankarenabebanyaringandapatdiangkatolehsatu orang.

Jenis mesin bubut berdasarkan ukurannya secara garis besar di bedakan menjadi:
1. Mesin Bubut Ringan

Mesin bubut ringan dapat diletakan di atas meja, dan mudah dipindahkan sesuai dengan
kebutuhan, Benda kerjanya berdimensi kecil (mini). Jenis ini umumnya digunakan untuk
membubut benda-benda kecil dan biasanya dipergunakan untuk industri rumah tangga (home
industri). Panjangnya mesin umumnya tidak lebih dari 1200 mm, dan karena bebanya ringan
dapat diangkat oleh satu orang.
2. Mesin Bubut Sedang (Medium Lathe)

Jenis mesin bubut sedang dapat membubut diameter benda kerja sampai dengan 200 mm dan
panjang sampai dengan 100 mm cocok untuk industri kecil atau bengkel-bengkel perawatan dan
pembuatan komponen. Umumnya digunakan pada dunia pendidikan atau pusat pelatihan, karena
harganya terjangkau dan mudah dioperasikan.

3. Mesin Bubut Standar (Standart Lathe)

Jenis mesin bubut mesin bubut standar disebut sebagai mesin bubut standar karena di samping
memiliki komponen seperti pada mesin ringan dan sedang juga telah dilengkapi berbagai
kelengkapan tambahan yaitu keran pendingin, lampu kerja, bak penampung beram dan rem
untuk menghentikan mesin dalam keadaan darurat
4. Mesin Bubut Meja Panjang (Long Bed Lathe)

Mesin ini termasuk mesin bubut industri yang digunakan untuk mengerjakan pekerjaan-
pekerjaan panjang dan besar, bahan roda gigi dan lainnya.

Sedangkan jenis mesin bubut berdasarkan ukurannya secara garis besar di bedakan menjadi:

1. Mesin bubut centre lathe


Mesin bubut ini dirancang utnuk berbagai macam bentuk dan yang paling umum digunakan, cara
kerjanya benda kerja dipegang (dicekam) pada poros spindle dengan bantuan chuck yang memiliki rahang
pada salah satu ujungnya, yaitu pada pusat sumbu putarnya, sementara ujung lainnya dapat ditumpu dengan
center lain
2. Mesin Bubut Sabuk
Poros spindel akan memutar benda kerja melalui piringan pembawa sehingga memutar roda gigi yang
digerakkan sabuk atau puli pada poros spindel. Melalui roda gigi penghubung, putaran akan disampaikan ke
roda gigi poros ulir. Oleh klem berulir, putaran poros ulir tersebut diubah menjadi gerak translasi pada eretan
yang membawa pahat. Akibatnya pada benda kerja akan terjadi sayatan yang berbentuk ulir.
3. Mesin bubut vertical turning and boring milling
Mesin ini bekerja secara otomatis, pada pembuatan benda kerja yang dibubut dari tangan, pekerjaan
yang tidak dilakukan secara otomatis hanyalah pemasangan batang-batang yang baru dan menyalurkan
produk-produk yang telah dikerjakan, oleh sebab itu satu pekerja dapat mengawasi beberapa buah mesin
otomatis dengan mudah
4. Mesin bubut facing lathe
Sebuah mesin bubut terutama digunakan untuk membubut benda kerja berbentuk piringan yang besar.
Benda-benda kerjanya dikencangkan dengan cakar-cakar yang dapat disetting pada sebuah pelat penyeting
yang besar, tidak terdapat kepala lepas
5. Mesin Bubut Turret

Mesin bubut turret mempunyai ciri khusus terutama menyesuaikan terhadap produksi. Ketrampilan
pekerja dibuat pada mesin ini sehingga memungkinkan bagi operator yang tidak berpengalaman
untuk memproduksi kembali suku cadang yang identik. Kebalikannya, pembubut mesin memerlukan
operator yang sangat terampil dan mengambil waktu yang lebih lama untuk memproduksi kembali
beberapa suku cadang yang dimensinya sama.
Karakteristik utama dari mesin bubut jenis ini adalah bahwa pahat untuk operasi berurutan
dapat disetting dalam kesiagaan untuk penggunaaan dalam urutan yang sesuai. Meskipun
diperlukan keterampilan yang sangat tinggi untuk mengunci dan mengatur pahat dengan tepat tapi
satu kali sudah benar maka hanya sedikit keterampilan untuk mengoperasikannya dan banyak suku
cadang dapat diproduksi sebelum pensettingan dilakukan atau diperlukan kembali.