Anda di halaman 1dari 5

Definisi Tari : terkandung dalam tari ini ialah sepasang remaja yang sedang bermain

-Menurut drs. Soedarsono, tari adalah Ekspresi jiwa manusia yang dituangkan bersama. Kesesuaian gerak terhadap iringan serta ekspresi penari
melalui gerak ritmis yang indah. merupakan kesatuan yang dapat memunculkan keindahan dalam tari
-Menurut Lameri, tari adalah gerakan yang indah melalui efek gerak
tersebut.
-Pengertian tari secara umum adalah gerakan indah yang menggunakan
penjiwaan.
Tari Cipat cipit merupakan tari kreasi yang berasal dari kabupaten
Kesenian tari BANYUMAS
Banyumas. Tarian ini menggambarkan tentang sekelompok remaja
1. Tari Lengger
yang saling mempertahankan pertemanan dengan riang dan
Lengger atau disebut juga ronggeng adalah kesenian
gembira. Tari Cipat cipit tergolong ke dalam tari berpasangan,
asli Banyumas berupa tari tradisional yang dimainkan oleh 2 sampai 4
yang mana harus ada interaksi antara 2 penari yang menarikannya.
orang serupa wanita yang didandani dengan pakaian khas. Kesenian
Selaras dengan isi cerita tari Cipat cipit, iringan tari Cipat cipit
lengger Banyumasan ini diiringi oleh musik calung, gamelan yang
memiliki tempo yang sedang-cepat, menggambarkan suasana
terbuat dari bambu. Nama tarian ini pernah disebut dalam novel
senang dan ceria. Ekspresi senang dan ceria tergambar dalam olahan
trilogi Ronggeng dukuh Paruk karya sastrawan Ahmad Tohari.
gerak tari Cipat cipit yang diciptakan oleh Bagong Kussudiardja. Tari
ciptaan Bagong Kussudiardja ini berdurasi 6 menit 43 detik.
2. Tari Ebeg
Ebeg merupakan bentuk kesenian tari daerah Banyumas yang
Nilai estetis yang terkandung dalam tari Cipat cipit tidak hanya
menggunakan boneka kuda yang terbuat dari anyaman bambu dan
tertuang dalam materi gerak namun juga dalam iringan. Gending
kepalanya diberi ijuk sebagai rambut. Tarian Ebeg di daerah Banyumas
dalam tari Cipat cipit tercipta dari alunan gamelan jawa yang
menggambarkan prajurit perang yang sedang menunggang kuda. Gerak
meliputi; kendang, demung, saron, kempul, kenong, bonang barung,
tari yang menggambarkan kegagahan diperagakan oleh pemain Ebeg.
bonang penerus, peking atau saron penerus, slenthem dan sindhen.
Selain itu Ebeg dianggap sebagai seni budaya yang benar-benar asli
Dalam tari Cipat cipit terdapat tembang dengan logat Banyumas
dari Jawa Banyumasan mengingat didalamnya sama sekali tidak ada
yang dinyanyikan oleh sindhen, tembang tersebut dinyanyikan
pengaruh dari budaya lain.
berulang-ulang.
3. Tari Rumeksa
Lancaran eling-eling Banyumasan tersusun dari dua irama yaitu
Tari Rumeksa Banyumasan yaitu hasil kreasi inovasi tarian tradisional
irama I (irama dados) dan irama II (irama tanggung). Dalam kedua
yang tumbuh subur di wilayah sebaran budaya Banyumas. Tarian ini di
irama ini terdapat
peragakan oleh sejumlah penari wanita dengan menyajikan 5-100
perbedaan pada tempo dan suasana. Adapun pengalaman estetis
penari wanita dengan menyajikan gerakan khas gaya banyumasan,
melalui irama tari Cipat cipit adalah;
perpaduan antara Tari Lenggeran, Kiprahan dan Ebeg. Tari ini di iringi
1. Irama I
Calung yaitu perangkat musik khas Banyumas yang terbuat dari bambu
Menggambarkan suasana yang senang dan gembira ditandai dengan
wulung dengan lagu : Rumeksa. Perpaduan antara rumeksa dan calung
tempo yang cepat. Dalam tari Cipat cipit irama I terdapat pada awal
ini menghasilkan garap seni pertunjukan yang kreatif, inovatif, dinamis
dan akhir gending dengan ragam gerak jalan putar.
dan menarik yang menggambarkan kedinamisan masyarakat Banyumas
2. Irama II
Pada irama II menggambarkan suasana senang namun dengan tempo
4. Tari Baladewa
sedang atau lebih lambat dibanding dengan irama I. Ragam gerak II
Tari Baladewa adalah tari tunggal putra yang berasal dari Banyumas.
sampai ragam gerak XII pada tari Cipat cipit diiringi dengan irama II,
Biasa
karena terdapat syair eling-elingBanyumasan yang dinyanyikan
ditarikan oleh penari putra, namun ini bisa dibawakan oleh penari putri.
secara berulang-ulang oleh sindhen. Syair yang terdiri dari dua
Jenisnya adalah tari tunggal, namun bisa di bawakan secara massal.
bait diulang-ulang dengan urutan bait 1 dinyanyikan 3 kali kemudian
Tari ini adalah jenis tari kepahlawanan.
bait 2 dinyanyikan satu kali kembali ke bait 1 dinyanyikan satu kali
dilanjutkan bait 2 dua kali dan bait 1 satu kali. Adanya tembangan
5. Tari Cipat-Cipit
ini menjadi salah satu pengingat dalam melakukan pergantian gerak
Tari Cipat Cipit Banyumasan merupakan salah satu seni budaya tari dari
bagi siswa tunagrahi ta.
daerah Banyumas Jawa Tengah Indonesia. Tari ini merupakan tari
Seperti pada saat gerak penghubung selalu dilakukan pada saat syair
bersama atau tari pergaulan. Umumnya tari ini dipertunjukkan dalam
mung sawiji mung sawiji.... atau kadingaren kadingaren.. jadi tidak
ritual bersih desa, ritual panen, dan acara lain-lain. Biasanya setelah
hanya ketukan dalam iringan yang menjadi pedoman namun syair
menari, para penari menarik penonton untuk menari bersama.
juga menjadi pengingat dalam melakukan gerakan. dapat melakukan
Seperti pada tari Cipat cipit terdiri dari dua irama yaitu
semua ragam gerak dalam tari Cipat cipit pada irama II dengan
irama lambat dan irama cepat. Selain itu ekspresi penari harus
tepat iringan, yang bermakna siswa dapat menyelaraskan gerak ke
menghayati cerita dalam tari. Seperti pada tari Cipat cipit, dalam
dalam iringan dengan baik sehingga nilai estetis dapat terbaca
gerak, iringan dan ekspresi merujuk pada isi cerita tari. Cerita yang
Perpindahan tempo dar i irama I ke irama II yang berbeda dapat dengan
benar dan sesuai ketukan.
Pengalaman melalui tempo dalam iringan tari Cipat cipit
Tempo merupakan cepat atau lambatnya suatu ketukan dalam suatu irama. Dalam gerak tari ada yang bersifat dinamis (lincah) dan ada pula yang
mengalun mengikuti tempo yang ada. Sesuai dengan karakter bentuk iringan tari Cipat cipit yaitu lancaran yang memiliki tempo sedang-cepat, ragam
gerak Cipat cipit juga ada yang mengalun dan dinamis. kita mampu menyesuaikan gerak dengan tempo yang terdapat dalam iringan Cipat cipit. Pada
ragam gerak jalan putar, siswa dapat membawakannya dengan dinamis/lincah karena tempo iringannya cepat sedangkan pada gerak salaman,
siswa melakukan gerakan dengan mengalun sesuai tempo. Terlebih pada saat ragam gerak tangan wolak-walik yang sudah diolah dengan pola lantai,
siswa dapat segera berpindah dari pola horisontal menjadi vertikal lengkap dengan level. kita mampu menyesuaikan diri dengan cepat sehingga
tidak lepas ketukan pada ragam gerak tersebut. Hal yang dapat menunjukkan nilai estetis ialah kesesuaian gerak yang dilakukan siswa dengan
tempo iringan, sehingga dapat disimpulkan bahwa siswa sudah memiliki rasa estetika dalam tari Cipat cipit.

Deskripsi Gerakan Tari Cipat Cipit

NO HITUNGAN GERAKAN POLA LANTAI


Laki-Laki Perempuan Proses Jadi
1. 3x8 Kepala geleng-geleng. Kepala : mengikuti gerakan tangan.
(3 putaran) Tangan diayunkan bergantian. Tangan : diayunkan ke kanan dan kiri bergantian. Ketika menghadap ke
Kaki jalan cepat dengan pasangannya, tangan kanan diatas dan tangan kiri dibawah sambil
dihentakkan. kepalanya dimaju-mundurkan.
Kepala dimaju-mundurkan. Kaki : srisig, mendak.
Tangan kanan di atas tangan
kiri.
2. 5x gerakan pertama. Kepala mengikuti arah tangan. Gerakan pertama
3xgerakankedua. Tangan bergerak bergelombang Kepala mengikuti gerakan tangan.
dari atas ke bawah. Tangan bergerak bergelombang dari atas kebawah. Lalu naik
Kaki diangkat mengikuti arah perlahan secara kaku 5 kali
tangan. Tangan dipinggang melenggak-lenggok 3 kali
5 kali gerakan pertama. Gerakan kedua :
3 kali gerakan kedua. Kepala mengikuti gerakan tangan
Tangan bergerak bergelombang dari atas kebawah. Lalu naik
perlahan secara kaku 3 kali
Tangan dipinggang melenggak-lenggok 5 kali
3. 2x8 Maju ke depan Kepala : mengikuti gerakan kaki
Tangan kanan ditegakka ke atas Tangan: (seblak sampur) smelebar lalu menyempit. Tangan kanan
Tangan kiri di depan dada menyebrakkan selendang, tangan kiri lurus kedepan
dengan lengan menekuk dan Kaki : maju ke depan lalu kebelakang lagi.
posisi sejajar dengan pundak

4. 5x seblak Kepala: mengikuti arah tangan Kepala: mengikuti arah tangan sambil geleng-geleng ke kanan lalu ke
3x seblak sambil geleng-geleng ke kanan kiri.
2x seblak lalu ke kiri. Tangan: diangkat kesalah satu arah kanan dan kiri secara bergantian
Tangan: diangkat kesalah satu sambil diangguk-anggukan
arah kanan dan kiri secara Tangan dipinggang
bergantian sambil diangguk-
anggukan
Tangan dipinggang
5. 2x8 Maju ke depan Kepala : mengikuti gerakan kaki
Tangan kanan ditegakka ke atas Tangan: smelebar lalu menyempit. Tangan kanan seblak, tangan
Tangan kiri di depan dada kiri lurus kedepan dan tanjak kiri
dengan lengan menekuk dan Kaki : maju ke depan, gejug, lalu kebelakang lagi.
posisi sejajar dengan pundak

6. 5x seblak Kepala:tidak bergerak, Kepala : tidak bergerak, menghadap ke depan.


3x seblak menghadap ke depan. Tangan: tangan kanan lurus kedepan, tangan kiri dipinggang, bahu
2x seblak Tangan: tangan kiri lurus digerakkan ke kanan dan kiri.
kedepan, tangan kanan Kaki : tanjak kanan
dipinggang, bahu digerakkan ke
kanan dan kiri.
Kaki : tanjak kanan
7. 2x8 Maju ke depan Kepala : mengikuti gerakan kaki
Tangan kanan ditegakka ke atas Tangan: smelebar lalu menyempit. Tangan kanan seblak, tangan
Tangan kiri di depan dada kiri lurus kedepan dan tanjak kiri
dengan lengan menekuk dan Kaki : maju ke depan, gejug, lalu kebelakang lagi.
posisi sejajar dengan pundak

8. 5x seblak Kepala : menoleh ke arah Kepala : menoleh ke arah pasangan sewaktu seblak
3x seblak pasangan sewaktu seblak Tangan: membolak-balikan tangan (depan belakang) lalu ditaruh di
2x seblak Tangan: membolak-balikan depan perut dan seblak kiri, lakukan lagi dari awal lalu seblak kanan,
tangan (depan belakang) lalu dan seterusnya
ditaruh di depan perut dan
seblak kiri, lakukan lagi dari
awal lalu seblak kanan, dan
seterusnya
Kaki: selang-seling bergesr ke Kaki: selang-seling bergesr ke kanan kiri
kanan kiri
9. 2x8 Maju ke depan Kepala : mengikuti gerakan kaki
Tangan kanan ditegakka ke atas Tangan: smelebar lalu menyempit. Tangan kanan seblak, tangan
Tangan kiri di depan dada kiri lurus kedepan dan tanjak kiri
dengan lengan menekuk dan Kaki : maju ke depan, gejug, lalu kebelakang lagi.
posisi sejajar dengan pundak

10. 5x Kepala : kepala menggangguk Kepala : kepala menggangguk mengikuti gerakan tangan
mengikuti gerakan tangan Tangan : jari jempol dan telunjuk setengah ditekuk, tangan selang-
Tangan : jari jempol dan telunjuk seling diangkat
setengah ditekuk, tangan Kaki : kengsreh ke kanan, diselingi dengan gerakan tangan dan kepala,
selang-seling diangkat lalu kekiri dan kembali diselingi gerakan tangan dan kepala
Kaki : kengsreh ke kanan,
diselingi dengan gerakan
tangan dan kepala, lalu kekiri
dan kembali diselingi gerakan
tangan dan kepala
11. 2x8 Maju ke depan Kepala : mengikuti gerakan kaki
Tangan kanan ditegakkan ke Tangan: smelebar lalu menyempit. Tangan kanan seblak, tangan
atas kiri lurus kedepan dan tanjak kiri
Tangan kiri di depan dada Kaki : maju ke depan, gejug, lalu kebelakang lagi.
dengan lengan menekuk dan
posisi sejajar dengan pundak

12. 5x Kepala : mengahadap ke depan, Kepala : mengahadap ke depan, lalu tengok kanan dan kiri secara
lalu tengok kanan dan kiri bergantian (tengok kanan kirinya dengan lemah lembut).
secara bergantian (tengok
kanan kirinya dengan lemah
lembut).

Tangan : tangan
kanan lurus ke depan, tangan Tangan : tangan kanan lurus ke
kiri diletakan di samping depan, tangan kiri diletakan di samping pinggul. Jari telunjuk kiri
pinggul. Jari telunjuk kiri memegang di samping hidung sambil menggerakan kepala ke kanan
memegang di samping hidung dan kiri secara bergantian.
sambil menggerakan kepala ke Kaki : lari lari kecil sambil memutari tempat (dibelakang pasangan).
kanan dan kiri secara
bergantian.
Kaki : lari lari kecil sambil
memutari tempat (dibelakang
pasangan).
13. 2x8 Maju ke depan Kepala : mengikuti gerakan kaki
Tangan kanan ditegakkan ke Tangan: smelebar lalu menyempit. Tangan kanan seblak, tangan
atas kiri lurus kedepan dan tanjak kiri
Tangan kiri di depan dada Kaki : maju ke depan, gejug, lalu kebelakang lagi.
dengan lengan menekuk dan
posisi sejajar dengan pundak
14. 3x Kepala : menggeleng-gelengkan Kepala : menggeleng-gelengkan kepala
kepala Tangan : tangan kiri diletakan di samping pinggul, tangan kanan
Tangan : tangan kiri diletakan di berada disamping telinga sambil memutar-mutarkan pergelangan
samping pinggul, tangan kanan tangan, lalu bergantian tangan. Seblak kiri lalu kanan, dan sebaliknya.
berada disamping telinga Kaki : lari kecil - kecil lalu menghadap ke pasangannya.
sambil memutar-mutarkan
pergelangan tangan, lalu
bergantian tangan. Seblak kiri
lalu kanan, dan sebaliknya.
Kaki : lari kecil - kecil lalu
menghadap ke pasangannya.

15. 2x8 Maju ke depan Kepala : mengikuti gerakan kaki


Tangan kanan ditegakkan ke Tangan: smelebar lalu menyempit. Tangan kanan seblak, tangan
atas kiri lurus kedepan dan tanjak kiri
Tangan kiri di depan dada Kaki : maju ke depan, gejug, lalu kebelakang lagi.
dengan lengan menekuk dan
posisi sejajar dengan pundak

16. 5x seblak Kepala : menoleh ke arah Kepala : menoleh ke arah pasangan sewaktu seblak.
3x seblak pasangan sewaktu seblak. Tangan: membolak-balikan tangan (depan belakang) lalu ditaruh di
2x seblak Tangan: membolak-balikan depan perut dan seblak kanan, lakukan lagi dari awal lalu seblak kiri,
tangan (depan belakang) lalu dan seterusnya
ditaruh di depan perut dan Kaki: selang-seling bergeser ke kanan kiri
seblak kanan, lakukan lagi dari
awal lalu seblak kiri, dan
seterusnya
Kaki: selang-seling bergeser ke
kanan kiri

17. 2x8 Maju ke depan Kepala : mengikuti gerakan kaki


Tangan kanan ditegakka ke atas Tangan: smelebar lalu menyempit. Tangan kanan seblak, tangan
Tangan kiri di depan dada kiri lurus kedepan dan tanjak kiri
dengan lengan menekuk dan
posisi sejajar dengan pundak Kaki : maju ke depan, gejug, lalu kebelakang lagi.
Kaki : maju ke depan,
gejug, lalu kebelakang lagi.

18. 3x8 Kepala : mengikuti gerakan Kepala : mengikuti gerakan tangan.


tangan. Tangan: direntangkan ke samping, lama-lama ke bawah, tangan diukel
Tangan: direntangkan ke ke depan sambil menyelempangkan sampur di lengan tangan. Naik
samping, lama-lama ke bawah, kembali ke atas lalu diseblakkan ke depan, tangan kanan diatas dan
tangan diukel ke depan sambil tangan kiri dibawah.
menyelempangkan sampur di
lengan tangan. Naik kembali ke
atas lalu diseblakkan ke depan,
tangan kanan diatas dan tangan
kiri dibawah.
19. 3x8 Kepala geleng-geleng. Kepala : mengikuti gerakan tangan.
(3 putaran) Tangan diayunkan bergantian. Tangan : diayunkan ke kanan dan kiri bergantian. Ketika menghadap
Kaki jalan cepat dengan ke pasangannya, tangan kanan diatas dan tangan kiri dibawah sambil
dihentakkan. kepalanya dimaju-mundurkan.
Kepala dimaju-mundurkan. z
Tangan kanan di atas tangan
kiri.

Kaki : srisig, mendak.


TARI BANYUMASAN Jumlah penari lengger antara 2 sampai 4 orang, mereka harus berdandan
Tari Banyumasan adalah salah satu gaya tari di Jawa Tengah yang masih tetap sedemikian rupa sehingga kelihatan sangat menarik, rambut kepala disanggul,
berkembang hingga saat ini. Tari gaya Banyumasan telah memiliki tempat di leher sampai dada bagian atas biasanya terbuka, sampur atau selendang
kalangan seniman dan para penikmat seni di wilayah Surakarta terutama di biasanya dikalungkan dibahu, mengenakan kain/jarit dan
lingkungan ISI Surakarta. stagen. Lengger menari mengikuti irama khas Banyumasan yang lincah dan
dinamis dengan didominasi oleh gerakan pinggul.
Tari Banyumasan sendiri sampai saat ini belum dikemas menjadi suatu paket
tari yang dapat diajarkan kepada masyarakat luas baik seniman maupun Peralatan gamelan calung terdiri dari gambang barung, gambang penerus,
masyarakat umum yang ingin mempelajari tari gaya Banyumasan Agar dhendhem, kenong dan gong yang semuanya terbuat dari bambu wulung
masyarakat dapat mempelajari tari gaya Banyumasan dengan mudah dan (hitam), sedangkan kendang atau gendang sama seperti gendang biasa. Dalam
masyarakat luas dapat mempelajari ragam tari banyumasan sehingga penyajiannya calung diiringi vokalis yang lebih dikenal sebagai sinden. Satu
garapan tari paket ini dibuat dengan kemasan yang baru dan dengan grup calung minimal memerlukan 7 orang anggota terdiri dari penabuh
perkembangan vokabuler gerak tari tanpa meninggalkan identitas gerak gamelan dan penari/lengger.
banyumasan itu sendiri.
3. BALADEWA
MACAM MACAM TARI BANYUMASAN Baladewan diambil dari salah satu babak tari Tari dari daerah Banyumas yang
1. LENGGER GUNUNG SARI menceritakan tentang semangat prajurit yang gagah, berani maju dalam
Gunung sari adalah nama tempat, dimana penari lengger yang terkenal pada medan perang. Tari ini dapat ditarikan baik oleh Perempuan maupun Laki-laki.
jaman itu, lahir dan dimakamkan. Tepatnya di wilayah kecamatan Wangon, di
kelurahan Bantar, kabupaten Banyumas. Penari itu meninggal di daerah 4. SENGGOT
sokaraja, karena terbawa arus kali. Sampai di desa Kebagoran. Meninggalnya Senggot merupakan sebuah lancaran dari Brebes yang ditirukan dalam
penari itu membuat tokoh lengger dari pesawahan (Rawalo), merasa lancaran Banyumasan dengan media alat musik bambu ( Calung ). Kata Senggot
kehilangan lalu untuk mengenangnya, dijadikanya geguritan gunungsari, juga terdapat pada bahasa lokal Banyumas yang berarti gayung / siwur yang
dinamai Kalibagoran. Nama yang disesuai dengan meninggalnya penari lengger terbuat dari bathok (tempurung) kelapa yang berpangkal panjang, Kata ini
waktu itu di kali di desa Kebagoran. Sedangkan makamnya di desa bantar, terdapat dalam parikan Bahasa Banyumas yang berarti senggot, atau ngegot
disalah satu bukit. Bukit itu dinamai Gunungsari. (sebuah gerak pinggul). Tari secara visualisasi menggambarkan para waniya
yang lincah dan perkasa, vokabuler gerak merupakan pengembangan dari
Dengan meninggalnya penari itu ada salah satu kerabatnya yang bernama pak vokabuler gerak tradisi Banyumasan dan Pasundan.
Samin hendak meneruskan. Dia lahir di desa Bantar, dia mengikuti jejak
saudaranya sebagai penari lengger. Walaupun dia seorang pria tetapi setelah 5. KEMBANG LENGGER
dia sudah berganti busana lengger tidak ada yang tau kalau dia adalah seorang Sebuah tarian yang diilhami dari sebuah Novel karya Ahmad Tohari yang
pria. Karena bentuk tubuh, suara dan wajah sudah berganti seperti wanita, pak berjudul Ronggeng Dukuh Paruk. Tari ini menggambarkan penari lengger
Saminpun laris manggung bahkan terkenal sampai di kabupaten Banjar, yang menjadi primadona desa yang banyak digandrungi laki-laki. Tari ini
Kebumen, Purbalingga, Cilacap dan Brebes. Pak Samin adalah penari pria didominasi dengan gerak yang Erotis.
pertama yang memerankan diri menjadi lengger. Dia meninggal di desa Bonjok.
Oleh karena itu di desa Bonjok sampai sekarang tidak diperbolehkan ada penari
lengger wanita manggung disitu, kecuali lengger lanang/banci.

Seiring berkembangnya jaman nama pak Samin penari lengger lanangpun


hilang begitu aja, akan tetapi Mbah Tamiarji adalah salah satu tokoh/sesepuh
lengger di desa Pemancangan, mengembangkan dan meneruskan jejak pak min
dan saudaranya itu, dia merasa hal itu adalah hal yang sakral, maka pada
setiap satu tahun sekali diadakan pementasan lengger lanang, untuk acara
selamatan tanam padi. dengan iringan ketawang puspowarno minggah
lancaran gunung sari diteruskan gunungsari geguritan atau yang dikenal
sekarang gunung sari kali bagoran.

2. LENGGER CALUNG
Kesenian tradisional lengger-calung tumbuh dan berkembang di wilayah
banyumas. Sesuai namanya, tarian lengger-calung terdiri dari lengger
(penari) dan calung (gamelan bambu), gerakan tariannya sangat dinamis dan
lincah mengikuti irama calung. Di antara gerakan khas tarian lengger antara
lain gerakan geyol, gedheg dan lempar sampur.
Dulu penari lengger adalah pria yang berdandan seperti wanita, kini penarinya
umumnya wanita cantik sedangkan penari prianya hanyalah sebagai badut
pelengkap yang berfungsi untuk memeriahkan suasana, badut biasanya hadir
pada pertengahan pertunjukan.