Anda di halaman 1dari 7

Evidence Based Medicine

Critical Appraisal

Comparison of Glucose Lowering Effect of Metformin and Acarbose in


Type 2 Diabetes Mellitus: A Meta-Analysis

Disusun Oleh :
Rizkie Arianti Putri Noor
1102010254

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kedokteran Komunitas


Fakultas Kedokteran
Universitas Yarsi
2016

1
SKENARIO
Wanita, umur 65 tahun datang ke Puskesmas Kecamatan Gambir dengan keluhan
utama cepat lelah dalam beraktivitas, sering buang air kecil terutama saat malam hari
selama beberapa malam ini. Pasien belum pernah mendapatkan terapi farmakologis,
karena pasien hanya merasa butuh perbaikan dari pola gaya hidup. Pada anamnesis
riwayat keluarga, didapatkan riwayat keluarga dengan obesitas, dan diabetes melitus. Pada
pemeriksaan fisik didapatkan BB = 75 kg, TB = 153 cm, TD = 120/90 mmHg.
Pemeriksaan laboratorium didapatkan GDS = 241 mg/dL, GDP = 157 mg/dL.. Dari
pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratorium, dokter mendiagnosis pasien sebagai
Diabetes Mellitus Tipe 2. Dokter memiliki dua pilihan obat yaitu acarbose dan metformin.
Dokter ingin mengetahui obat manakah yang lebih baik untuk menurunkan kadar gula
darah.

PERTANYAAN
Apakah penggunaan obat Acarbose lebih baik dari Metformin dalam menurunkan kadar
glukosa dalam darah?

PICO
P : wanita umur 65 tahun di diagnosis diabetes mellitus tipe 2.

I : Metformin
C : Acarbose
O : kadar glukosa darah turun/stabil

Pencarian bukti ilmiah


Alamat website : web.ebscohost.com
Kata kunci : diabetes type 2 AND acarbose AND metformin
Limitasi : 2011-2016
Hasil Pencarian : 24 artikel

Artikel yang dipilih :


Gu S, Shi J, Tang Z, Sawhney M, Hu H, Shi L, et al. (2015) Comparison of Glucose
Lowering Effect of Metformin and Acarbose in Type 2 Diabetes Mellitus: A Meta-
Analysis. PLoS ONE 10(5): e0126704. doi:10.1371/journal.pone.0126704

2
REVIEW JURNAL

ABSTRACT

Background Metformin is the first-line oral hypoglycemic agent for type 2 diabetes
mellitus recommended by international guidelines. However, little information exists
comparing it with acarbose which is also commonly used in China. This study expanded
knowledge by combining direct and indirect evidence to ascertain the glucose lowering
effects of both drugs.

Methods PubMed (1980- December 2013) and China National Knowledge Infrastructure
databases (1994-January 2014) were systematically searched for eligible randomized
controlled trials from Chinese and English literatures. Meta-analysis was conducted to
estimate the glucose lowering effects of metformin vs. acarbose, or either of them vs.
common comparators (placebo or sulphonylureas), using random- and fixed-effect models.
Bucher method with indirect treatment comparison calculator was applied to convert the
summary estimates from the meta-analyses into weighted-mean-difference (WMD) and
95% confidence intervals (CIs) to represent the comparative efficacy between metformin
and acarbose.

Results A total of 75 studies were included in the analysis. In direct comparison (8 trials),
metformin reduced glycosylated hemoglobin (HbA1c) by 0.06% more than acarbose, with
no significant difference (WMD,-0.06%; 95% CI, -0.32% to 0.20%). In indirect
comparisons (67 trials), by using placebo and sulphonylureas as common comparators,
metformin achieved significant HbA1c reduction than acarbose, by -0.38% (WMD,-
0.38%, 95% CI, -0.736% to -0.024%) and -0.34% (WMD, -0.34%, 95% CI, -0.651% to
-0.029%) respectively.

Conclusion The glucose lowering effects of metformin monotherapy and acarbose


monotherapy are the same by direct comparison, while metformin is a little better by
indirect comparison. This implies that the effect of metformin is at least as good as
acarbose's.

3
Critical Appraisal: ARTIKEL TERAPI

Comparison of Glucose Lowering Effect of Metformin and Acarbose in


Type 2 Diabetes Mellitus: A Meta-Analysis

1. VALIDITAS
1.1 MENENTUKAN ADA ATAU TIDAKNYA RANDOMISASI DALAM
KELOMPOK DAN TEKNIK RANDOMISASI YANG DIGUNAKAN

1.2 MENENTUKAN ADA TIDAKNYA PERTIMBANGAN DAN PENYERTAAN


SEMUA PASIEN DALAM PEMBUATAN KESIMPULAN
a. MENGIDENTIFIKASI LENGKAP TIDAK NYA FOLLOW-UP

b. MENGIDENTIFIKASI ADA TIDAKNYA ANALISIS PASIEN PADA


KELOMPOK RANDOMISASI SEMULA

4
1.3 MENGIDENTIFIKASI ADA TIDAKNYA BLINDING PADA PASIEN,
KLINISI DAN PENELITI

1.4 MENENTUKAN ADA ATAU TIDAKNYA PERSAMAAN PADA KEDUA


KELOMPOK DI AWAL PENELITIAN

5
1.5 MENENTUKAN ADA TIDAKNYA PERSAMAAN PERLAKUAN PADA
KEDUA KELOMPOK SELAIN PERLAKUAN EKSPERIMEN

TIDAK ADA

2. IMPORTANCE
2.1 MENENTUKAN BESAR EFEK TERAPI

6
2.2 MENENTUKAN PRESISI ESTIMASI EFEK TERAPI

3. APPLICABILITY
3.1 MENENTUKAN KEMUNGKINAN PENERAPAN PADA PASIEN
(SPEKTRUM PASIEN DAN SETTING)

3.2 MENENTUKAN POTENSI KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN BAGI


PASIEN