Anda di halaman 1dari 13

Mekanisme pertahanan gonokok terhadap sistem imun lokal host adalah :

A. Cryptic plasmid
B. Cathepsin G
C. OPA (transparent)
D. Sialisasi
E. Antibodi antipilus

Gambaran klinis infeksi Trichomonas vaginalis :


A. Duh tubuh vagina berwarna kuning kehijauan karena mengandung banyak limfosit
B. Konsentrasi T.vaginalis pada pria yang terinfeksi lebih kecil dibanding wanita karena kadar
zing dan substansi aktivitas antitrikomonas yang rendah dalam sekret prostat
C. Predileksi pada pria di kelenjar prostat
D. Terjadi edema epitel skuamosa ektoserviks, deskuamasi, dan eksudasi
E. Gambaran strawberry cervix terjadi akibat distensi pembuluh darah dan
ekstravasasi setempat

Faktor yang mempengaruhi risiko transmisi HIV pada ulkus sifilis adalah :
A. Jumlah CD4 yang rendah
B. Penurunan jumlah makrofag dan sel T yang mempunyai reseptor terhadap HIV
C. Sitokin yang diproduksi makrofag meningkatkan replikasi virus HIV
D. Tingginya frekuensi sifilis sekunder ulserasi
E. Invasi treponema ke susunan saraf pusat

Infeksi Chlamydia trachomatis pada wanita :


A. Disebabkan oleh C. Trachomatis serovar A, B, C
B. Prevalensi lebih rendah pada wanita dengan ektopik serviks
C. Papsmear menjadi indikator sensitif dan spesifik untuk infeksi di serviks
D. Komplikasi salfingitis menyebabkan menoragi dan metroragi
E. Kontrasepsi oral meningkatkan risiko infeksi C. Trachomatis pada wanita dengan
ektopik serviks

Reaksi Jarisch Herxheimer :


A. Termasuk endotoxin like reaction akibat pelepasan konstituen treponema
B. Awitan terjadi 24 jam setelah pemberian penisilin, menghilang dalam 4 6 jam
C. Terjadi pada sifilis laten
D. Merupakan salah satu manifestasi klinis alergi penisilin
E. Indikasi penghentian terapi sifilis

Mekanisme infeksi herpes genital adalah:


A. Infeksi HSV-1 genital memberikan proteksi lengkap terhadap kemungkinan terinfeksi HSV-2
genital
B. Infeksi HSV-1 orolabial sebelumnya melindungi terjadinya infeksi HSV-1 genital
C. Infeksi HSV-1 sebelumnya tidak mempengaruhi keparahan herpes genital episode pertama
D. Infeksi HSV-1 sebelumnya mengubah kekerapan kejadian rekurensi HSV-2 genital
E. Rekurensi infeksi HSV-1 sebanding HSV-2

Seorang laki-laki, 50 tahun, ABK kapal ikan dengan nyeri beberapa sendi sejak beberapa hari yang lalu,
bercak-bercak di penis dan telapak kaki, disertai mata merah. Dua minggu sebelumnya, nyeri kencing dan
keluar cairan dari uretra. Pasien sering berganti-ganti pasangan seks dalam 6 bulan terakhir. Selama 1
bulan ini pasien berhubungan dengan 3 wanita penjaja seks. Pemeriksaan fisis ditemukan artritis sendi
lutut dan pergelangan kaki; pada penis tampak balanitis sirsinata dengan gambaran dermatitis geografika
serpiginosa, tidak nyeri. Terdapat keratoderma blenoragik di plantar pedis ; dan konjungtivitis.
Kemungkinan haplotype yang terkait dengan kasus ini :

A. HLA B10
B. HLA B27
C. HLA B50
D. HLA CW2
E. HLA CW11
Tentang Sifilis sebagai berikut, KECUALI :
A. Disebabkan oleh Treponema Pallidum
B. Bersifat kronik dan sistemik
C. Disebabkan oleh Treponema Pertenue.
D. Mempunyai masa laten
E. Dapat ditularkan dari ibu ke janin
Sinonim Granuloma Inguinale, KECUALI:
A. Granulomatosis
B. Granulovenereum
C. Granuloma donovani
D. Ulcerating granuloma
E. Candidosis Inguinal.
Gejala utama Sifilis stadium II, KECUALI :
A. Lesi kulit tidak gatal
B. Pembesaran kelenjar limfe generalisata
C. Kondiloma lata
D. Lesi pada mukosa kulit
E. Alopesia areata.
Tentang Uretritis Gonorhhea, KECUALI :
A. Pada pemeriksaan terlihat orificium urethrae eksterna kemerahan
B. Disebabkan oleh N-gonorhhea
C. Masa inkubasi 1-5 minggu.
D. Gejala klinis berupa disuria, polakisuria, dan nyeri sewaktu ereksi
E. Perikarditis dan meningitis merupakan komplikasi yang dapat timbul
Sifat ulkus pada ulkus mole, KECUALI :
A. Lunak pada perabaan, nyeri
B. Ulkus granulomatosa, bulat menimbul seperti beludru.
C. Batas tegas, tepi tidak rata
D. Dikelilingi eritema ringan
E. Indurasi negative
Manifestasi klinis Servisitis Gonorhhea biasanya :
A. Disuria
B. Polakisuria
C. Dispareunia
D. Asimtomatik.
E. Gatal
Pernyataan yang benar mengenai Sifilis dibawah ini, adalah :
A. Mempunyai masa laten, ulkus nekrotik, nyeri positif
B. Mempunyai masa laten, tepi ulkus tidak rata, ulkus nekrotik
C. Mempunyai masa laten, indurasi positif, nyeri negatif.
D. Tidak mempunyai masa laten, dasar ulkus bersih, ulkus tunggal
E. Ulkus multipel, indikasi negatif, bersifat sistemik
Seorang wanita dengan keluhan duh tubuh berbau tidak enak (amis), bau menusuk
setelah senggama, gatal, rasa terbakar merupakan gejala klinis dari penyakit :
A. Servisitis gonorhhea
B. Vaginosis bakterial.
C. Sifilis
D. Herpes genitalis
E. Trikomoniasis vaginalis
Masa inkubasi granuloma inguinale :
A. 1-8 minggu
B. 10-14 hari
C. 1-12 minggu.
D. 3-7 hari
E. 4-7 hari
Seorang ibu datang dengan keluhan rasa sakit setiap kali berhubungan intim, dan dari
anamnesa terdapat duh vagina berupa gumpalan keju. Diagnosanya :
A. Sifilis
B. Herpes genital
C. Ulkus genital
D. Kandidosis vulvo vaginalis.
E. Infeksi trikomoniasis
Yang merupakan penyakit infeksi genitalia akut yang disebabkan oleh haemophillus
ducreyi adalah :
A. Herpes genitalia
B. Sifilis
C. Ulkus mole.
D. HIV AIDS
E. Herpes simpleks
Tentang gambaran klinis limfogranuloma venereum :
A. Pada stadium dini terjadi lesi primer genital.
B. Adanya infeksi rekuren
C. Terjadi penurunan sel CD positif
D. Terjadinya kelainan kulit di area intertriginosa
E. Dapat soliter atau multipel
Tentang ulkus granuloma inguinale, KECUALI :
A. Bentuknya bulat
B. Mudah menimbul
C. Erosinya dangkal.
D. Mudah berdarah
E. Lokasinya di dapat pada genitalia eksternA
Penyebab tersering non-spesifik Gonorhhea :
1. Ureaplasma urealyticum
2. Bakteri anaerob
3. Mikoplasma kominis
4. Chlamydia trachomatis.
Tipe gambaran klinis pada granuloma inguinalis yang dapat menimbulkan reaksi
proliferatif dan membentuk masa vegetatif yang besar merupakan tipe :
1. Tipe nodular
2. Tipe ulsero-vegetatif
3. Tipe sikatrisial
4. Tipe hipertrofik.
Herpes genitalis pada kehamilan dapat mengakibatkan kelainan pada bayi, KECUALI
:
A. Ensefalitis
B. Keratokonjungtitis
C. Hepatitis
D. BBLR.
E. Lesi pada kulit
Masa tunas Trikominiasis adalah sebagai berikut :
A. 4 hari sampai 3 minggu.
B. 1-5 hari
C. 6 minggu
D. 10 hari
E. 6 bulan
Penyebab Kondiloma akuiminata HPV tipe :
A. 6 dan 11
B. 16 dan 18
C. 21 dan 23
D. 13 dan 15
E. 11 dan 22
Strawberry appearance pada dinding vagina merupakan tanda dari penyakit
A. Sifilis
B. Trikominiasis.
C. Ulkus mole
D. Gonorhhea
E. Herpes genitali
Seorang Wanita datang dengan keluhan keputihan yang berbau amis, nyeri dan sakit
pada vagina saat berhubungan seksual dan pada saat buang air kecil, gatal pada vagina.
Setelah dilakukan pemeriksaan didapatkan pH vagina 4,5 5,5. Diagnose kasus diatas
:
A. Servitis Gonore
B. Trikomoniasis vaginalis
C. Ulkus mole
D. Vaginosis Bakterial.
E. Non-spesifik genital infection
Komplikasi diseminata dari Gonorhhea yang bisa terjadi pada pria dan wanita adalah,
KECUALI :
A. Atritis
B. Miokarditis
C. Perikarditis
D. dermatitis
E. Proktitis.
Komplikasi local Gonorhhea pada pria :
1. Tisonitis.
2. Parauretritis.
3. Litritis.
4. Bartolinitis
Tentang kondiloma akuminata :
1. STS stadium II (+), lesi tidak gatal
2. Ditularkan lewat hubungan seksual.
3. Pengobatan dengan penisilin G : 4,8 juta unit
4. Disebabkan oleh HPV 6,11.
Terapi episodik ulkus genital adalah sebagai berikut :
1. Valasiklovir 2 x 500 mg, oral 5 hari.
2. Asiklovir 3 4 x 200 mg / hari
3. Asiklovir 5 x 200 mg, oral 5 hari.
4. Valasiklovir 1 x 500 mg / hari
Termasuk stadium lanjut limfogranuloma venereum adalah :
1. Sindroma genital.
2. Sindroma anorektal.
3. Sindroma uretral.
4. Sindroma inguinal
Gejala klinik yang khas pada ulkus mole :
1. Nyeri pada tempat inokulasi.
2. Ulkus yang multipel.
3. Ulkus kelenjar getah bening regional.
4. Pada dinding vagina kemerahan dan sembab.
Kelainan akibat hubungan seksual non genito-genital dari servisitis Gonorhhea yaitu :
1. Orofaringitis.
2. Konjungitivitis
3. Proktitis.
4. Dermatitis
Gambaran klinis Sifilis stadium I :
1. Ulkus tunggal.
2. Dasar bersih.
3. Indurasi positif.
4. Pembesaran KGB regional.
Tentang ulkus mole :
1. Masa inkubasi antara 1 14 hari, umumnya < 7 hari.
2. Ada papul, vesiko pustule, cepat pecah jadi ulkus.
3. Lesi multipel, di daerah genital.
4. Gejala sistemik hanya demam dan malaise ringan.
Tentang Sifilis
1. RPR (+), TPHA titer tinggi.
2. Indurasi (+) , KGB (+).
3. Nyeri (-).
4. Terdapat kondiloma lata pada stadium I.
Bentuk klinis ulkus mole :
1. Dwarf chanchroid.
2. Tipe serpiginosa.
3. Giant chanchroid.
4. Skrofuloderma
Komplikasi lokal servisitis Gonorhhea :
1. Cow peritis
2. Parauretritis.
3. Prostatitis
4. Bartolinitis.
Sindrom uretral pada L.G.V :
1. Flour albus
2. Stigma of groove
3. Estiomen
4. Fish mouth urethra.
Gejala klinis vaginosis bakterial :
1. Duh tubuh dari vaginal yang ringan dan bau tidak enak (amis).
2. Iritasi daerah vagina (gatal dan rasa terbakar).
3. 1/3 penderita timbul kemerahan dan edema pada vulva.
4. Terbentuk abses kecil pada dinding vagina dan serviks
Pada granuloma inguinale, terdapat lesi permukaan pada :
1. Paha.
2. Lipatan paha.
3. Perineum.
4. Tangan
Terapi pilihan dari Sifilis :
1. Cefixim 400 mg oral
2. Siprofloksasin 500 mg oral.
3. Tiamfenikol 3,5 g oral
4. Benzatin penisilin G.
Pada wanita, lokasi tempat terkena granuloma inguinale :
1. Labia minora.
2. Mons veneris.
3. Fourchette.
4. Labia mayora
Komplikasi diseminata pada servitis gonorhhea :
1. Arthritis
2. Dermatitis
3. Meningitis
4. Perikarditis
Yang perlu ditanyakan pada anamnesa penyakit infeksi menular seksual :
1. Kontak seksual.
2. Frekuensi kontak dan jenisnya.
3. Pengobatan yang telah diberikan.
4. Inspeksi dan palpasi
Pembantu diagnosa pada limfogranuloma venerum :
1. Tes Frei.
2. Tes serologi.
3. Kultur jaringan.
4. Lesi primer genital
Pemeriksaan laboratorium pada vaginosis bakterial :
1. Sediaan basah diambil dari duh tubuh ditetesi garam faali
2. Tes amin (1 tetes larutan KOH 10 % pada secret vagina-positif bila tercium
bau amis)
3. Hasil positif pergerakan aktif flagella dibawah mikroskop
4. pH vagina 4,5-5,5
Penyakit yang termasuk dalam IMS pada pria, yang disebabkan oleh bakteri :
1. gonorhhea
2. kondiloma akuminata
3. infeksi genital non-spesifik
4. herpes genitalia
Yang termasuk IMS pada pria yang disebabkan oleh virus :
1. Kondiloma akuminata
2. Herpes genitalis
3. Infeksi HIV AIDS
4. Vaginosis bacterial
IMS pada wanita yang disebabkan oleh bakteri :
1. Servitis gonorhhea
2. Infeksi genital non-spesifik
3. Vaginosis bacterial
4. Kandidosis vulvo-vaginalis
Komplikasi diseminata yang terdapat pada pria dan wanita dapat berupa :
1. Arthritis
2. Mio karditis
3. Endokarditis
4. Perikarditis
Seorang laki-laki berumur 30 tahun datang ke dokter SpKK dengan keluhan sakit
waktu kencing pada daerah OUE disertai dengan rasa gatal dan panas disekitar OUE.
Berdasarkan anamnesa hal ini sudah terjadi sekitar 3 hari yang lalu dan nyeri bila
melakukan ereksi. Pada pemeriksaan organ genitalia didapatkan kemerahan pada
OUE, edema yang disertai dengan ektropion. Berdasarkan anamnesa dan pemeriksaan
diagnosis yang tepat adalah :
1. Infeksi genital non-spesifik
2. Sifilis
3. Ulkus mole
4. Gonorhhea.
Penyakit menular seksual disebabkan oleh virus adalah :
1. Herpes simpleks
2. Kondiloma akuinata
3. AIDS
4. Ulkus mole
Etiologi vaginosis bacterial adalah :
1. Gardnerella vaginalis
2. Bakteri anaerob
3. Mikoplasma hominis
4. Klamidia trachomatis
Infeksi menular seksual pada wanita yang disebabkan oleh bakteri kecuali :
1. Servisitis gonorhhea.
2. Trikomoniasis
3. Vaginosis bacterial.
4. Kandidosis vulvovaginalis
Pada uretra pria yang termasuk uretra posterior adalah :
1. Pars prostatika
2. Pars spongiosa
3. Pars membranosa
4. Corpus cavernosum
Di antara penyakit menular seksual dibawah ini, manakah yang disebabkan oleh
bakteri :
1. Gonorhhea
2. Kandidosis vulvovaginalis
3. Granuloma inguinale
4. Trikomoniasis
Ciri uretra pada wanita, diantaranya :
1. Terletak di antara ostium uretra internum dan ostium urethra eksternum
2. Panjang uretra 5 cm
3. Epitel transisional di bagian distal
4. Epitel transisional di bagian proksimal
Dibawah ini yang merupakan gejala mayor HIV AIDS :
1. Diare kronis > 1 bulan
2. Batuk > 1 bulan
3. Penurunan BB > 10 % BB
4. Demam < 1 tahun
Pemberian pengobatan alternative tetrasiklin diberikan pada penyakit :
1. Infeksi genital non-spesifik
2. Ulkus mole
3. Sifilis
4. Gonorhhea
seorang ibu rumah tangga datang dengan sekret vagina kekuningan, setelah 2 minggu
lalu berhubungan. Pada pemeriksaan klinis ditemukan hipertrofi pada serviks, mudah
berdarah dan terjadi erosi. Pada pemeriksaan laboratorium secret serviks leukosit PMN
> 30/lpb. Diagnosis yang mungkin diderita oleh :
1. Vaginosis Bacterial
2. Kandidosis Vulvovaginalis
3. Trikomoniasis
4. IGNS
Seorang wanita berumur 25 tahun, bekerja sebagai PSK datang ke dokter dengan
keluhan utama vagina mengeluarkan cairan berwarna kuning hijau, berbau tidak enak
dan berbusa. Keluhan timbul pertama kali 3 hari sebelum dating ke dokter, terakhir
melakukan hubungan seks seminggu terakhir. Pada pemeriksaan dinding vagina dan
serviks terdapat abses kecil, bergranul berwarna merah. Kemungkinan diagnose dari
wanita ini ialah :
A. Gonorhhea
B. Sifilis
C. Trikomoniasis
D. Limphogranuloma venerum
E. Vaginitis bacterial
Trikomoniasis dapat terjadi pada wanita menopause SEBAB penularan trikomoniasis
selain melalui hubungan seks dapat juga melalui pakaian, handuk dan berenang
BUSCHKE-Loewenstein tumor ditandai dengan kondolima yang besar , invasive
local, destruktif, tidak metastase SEBAB BUSCHKE Loewenstein klinisnya berat
tetapi histology jinak

Setelah stadium II, pada penyakit sifilis dapat terjadi masa dimana tidak Nampak
gejala klinis SEBAB setelah stadium II dapat terjadi infeksi laten yang hanya diketahui
dengan pemeriksaan STS

Ulkus mole dan sifilis menunjukkan gejala klinis yang berbeda SEBAB pada sifilis
terjadi indurasi tanpa rasa nyeri, sedangkan pada ulkus mole tidak terdapat indurasi
tetapi menimbulkan rasa nyeri.

Sifilis merupakan IMS yang dapat menyerang berbagai organ tubuh diantara
meningitis dan dermatosis SEBAB sifilis termasuk dalam penyakit infeksi sistemik

Servisitis vaginalis sulit diketahui pada lesi awal SEBAB penyakit ini bersifat
asimtomatis

Gonorhhea dan sifilis merupakan penyakit IMS pada pria SEBAB gonorhhea dan
sifilis tidak dapat mengenai wanita

Pada pemeriksaan gonorhhea akan dilakukan pengambilan duh tubuh mukopurulen


SEBAB manifestasi klinisnya ditemukan di tubuh

Pada sindroma ulkus genital, tes serologi yang digunakan adalah tes ELISA SEBAB
pada tes ELISA tes sensitivitas pemeriksaan ulkus adalah 60-80 %
Ulkus mole sering disertai pernanahan KGB regional SEBAB ulkus mole khas
ditemukan, ulkus nekrotik dan nyeri pada tempat inokulasi

Sifilis merupakan IMS yang bersifat sangat kronis SEBAB penyakit ini disebabkan
oleh Neisseria gonorhhea

Gejala klinis dini pada sifilis akuisita pada stadium II, antara stadium II dini dan
stadium II lanjut tidak terdapat perbedaan SEBAB pada stadium II dini dan stadium II
lanjut terdapat kelainan kulit generalisata, simetrik dan lebih cepat hilang

Trikomoniasis adalah infeksi saluran urogenital yang bersifat akut dan kronis SEBAB
trikomoniasis vaginalis dapat menimbulkan peradangan pada saluran urogenital
dengan cara invasi

Pada stadium I sifilis dapat ditemukan adanya kondiloma lata SEBAB sifilis
merupakan infeksi oleh Treponema Pallidum

Timbul lesi rekuren (rekurasi) pada ulkus genital SEBAB adanya pencetus berupa
demam, kelemahan, stress, kurang tidur, hubungan seks dan haid
Pseudo bulbo pada granuloma inguinale merupakan sebuah granuloma subkutan
SEBAB pseudo bulbo pada granuloma inguinale adalah pembengkakan di daerah
inguinal yang dapat timbul menyertai lesi genital

Proses ulserasi pada granuloma inguinale kadang-kadang dapat meluas ke genitalia


wanita dan mengenai serviks uteri SEBAB pada wanita dengan granuloma inguinale
lesi menyebar dengan cara ekstensi langsung atau auto-inokulasi

Pada granuloma inguinale pengobatan topikal tidak ada faedahnya SEBAB granuloma
inguinale adalah proses granulomatosa yang bersifat kronik dan progresif

Gambaran patognomonik granuloma inguinale adalah sel mononuklear besar yang


berisi banyak kista intra sitoplasmik yang diisi oleh badan-badan donovan SEBAB
badan renovan ini dapat dilihat dengan pewarnaan Giemsa dan perak

Seorang wanita berumur 30 tahun datang ke poli kulit RSUD Jayapura dengan keluhan
keputihan. Sejak 7 hari yang lalu. Keputihan disertai gatal, nyeri waktu koitus. Pada
pemeriksaan keputihan warna abu-abu, bau amis, pada pemeriksaan genetalia tidak
ditemukan kemerahan pada vagina.
Kasus diatas diagnose mengarah ke :
A. Trikomoniasis vaginalis
B. Kandilosis vulvo vaginalis
C. Bacterial vaginosis
D. Servisitis gonorrhea
E. Infeksi genital non spesifik
pada kasus nomor 89 diatas untuk diagnosa pasti dilakukan pemeriksaan laboratorium
sederhana. Pemeriksaan sederhana dibawah ini, kecuali :
A. gram
B. tzank test
C. KOH
D. pemeriksaan langsung dengan NaCl 0,9 %
E. pemeriksaan giemsa
Pengobatan kasus diatas dengan :
A. Metronidazol
B. Ketonokazol
C. Asimklovir
D. Golongan sulfat
E. Golongan penicillin
Seorang laki-laki berumur 40 tahun berobat di poli kulit RSUD Jayapura dengan
keluhan luka pada penis. Pada pemeriksaan luka tersebut tidak gatal, tidak sakit, ada
indurasi dan tepi teratur, dasar bersih. Diagnosa kasus ini adalah :
A. Sifilis
B. Herpes genital
C. Ulkus mole
D. LGB
E. Ulkus durum