Anda di halaman 1dari 6

MINGGU PAGI YANG CERAH

Minggu pagi yang cerah. Aku terbangun dari tidurku yang begitu lelap. Aku

pun membuka jendela kamarku. Dan burung burung disana mulai

terdengar kicauannya. Ketengok kebelakang dan kulihat seorang pemuda

tertidur lelap diranjangku. Akupun duduk disampingnya. Kemudian ia mulai

menyadari keberadaan ku. Dia pun menyapaku dengan senyumnya yang

khas, seperti saat pertama kali aku bertemu dengannya.

Sayang, bangun udah pagi lho

Iya ma, aku udah bangun kok, bentar lagi aku mau mandi

Sejak dulu mamaku selalu membangunkanku dari tidurku yang

panjang. Dan hari ini adalah hari pertama aku mulai masuk disekolahku

yang baru. Dengan gayaku yang khas akupun merapikan rambutku sambil

tersenyum menatap diriku didepan cermin. Setelah aku merasa siap akupun

turun kebawah

Pagi Ma, Pagi Pa ! Mmmm hari ini aku nggak usah diantar sopir

ya? Soalnya Rasha ntar pulangnya agak telat.

Emangnya mau kemana sich sayang ?

Rashya mau ngumpul ma temen temen. Abis udah lama nggak ketemu.

Ya udah, tapi pulangnya jangan malam malam ya !

Ok, ma !

Debar jantungku tak dapat terhenti sejak aku mengendari mobil

sampai aku tiba di sekolah pertamaku. Aku tak tau kenapa bisa seperti ini

Bruukkk.

Oh tuhan apa yang terjadi pada diriku. Kenapa dihari pertamaku udah

kacau seperti ini.


Maaf kak aku nggak sengaja ?

Kamu murid baru disini ?

Mmmm. Iya kak

Ya sudah lain kali hati hati yac kalau jalan !

Makasih ya kak .

Eh, Tunggu

OSPEK dimulai 15 menit lagi.

Uuhhh.. capek banget gue hari ini.

Loe kenapa sich Sha ? Dari tadi kok nggak bersemangat.

Hari ini nyebelin banget.

Emangnya kenapa ?

Masa baru nyampe depan sekolah, aku tuch da nabrak kakak kelas.

Trus, dia marah ma loe ?

Untung aja dia nggak sampai marah ma gue.

Trus ?

Ah udalah nggak usah dibahas. Gue tambah BETE tau nggak.

Akupun menghabiskan waktuku bersama dengan teman temanku

sepanjang sore ini. Dan ketika aku sampai diistanaku, aku pun langsung

merebahkan diri dan menenggelamkan diriku dalam selimut. Dan tertidur

pulas hingga mentari kembali tersenyum menyapaku. Pagi ini berbeda

dengan pagi biasanya. Pangeranku pagi ini akan datang untuk menjemputku

dan mengajakku jalan jalan.

Rashya Dimas udah datang tuch !

Iya ma bentar lagi Rashya turun kok.

Akupun menuruni tangga dengan perasaan yang berkecamuk. Entalah

perasaanku hari ini benar benar tak seperti biasanya. Sepertinya akan
ada kejadian yang akan membuatku kecewa. Tapi itu hanya pikiranku saja.

Dan entalah apa yang akan terjadi.

Gimana kamu udah siap ?

Emangnya kita mau kemana sich Dim ?

Yac jalan jalan. Pokoknya hari ini special dech buat kamu.

Akupun tersenyum dan mengikuti langkahnya. Kemudian dalam

perjalanan HP Dimas berbunyi. Dan aku pun hanya diam saja. Tapi

kemudian Dimas menyuruhku untuk membaca pesan yang tertera

dilayarnya. Awalnya aku enggan, tapi Dimas terus memaksaku. Akhirnya

aku pun membukanya. Dan..

Dim

Kamu perginya lama nggak sama cewek kamu

Aku udah kangen banget ma kamu

Jangan lama lama yac sayang !

Miss U

Seketika itu aku serasa ingin terbang jauh dan meninggalkan Dimas.

Dan sepertinya Dimas menyadari perubahan raut mukaku.

Kenapa Sha ?

Turunin aku disini, Dim

Kamu kenapa sich Sha ?

Kamu tuch yang kenapa ?

Ada apa sich Sha ? kamu kok jadi gini.

BERHENTI

Dimas pun menatapku dengan memelas, tapi aku enggan

memperdulikannya. Dan ketika mobil Dimaspun berhenti, aku langsung

turun tanpa memperdulikannya lagi. Dan aku tak tau kemana kakiku akan
menuntunku. Aku hanya tak ingin lagi bersamanya. Akhirnya aku

memutuskan untuk pergi ketaman bunga, dan disana kulihat seorang

pemuda yang tak asing lagi bagiku. Dan diapun menoleh sambil

melemparkan senyumnya padaku.

Sedang apa kamu disini ?

Mmm. Aku Cuma mengikuti kakiku melangkah aja.

Kenapa Begitu ?

Entalah, tiba tiba aku merasa tertarik dengan tempat ini.

Kamu tau nggak, kalau kamu sangat beruntung menemukan

tempat ini ?

Memangnya kenapa ?

Katanya seseorang yang berhasil menemukan tempat ini dan dapat

melihat bintang jatuh pada malam harinya, maka impiannya akan terkabul.

Kamu kira aku percaya dengan apa yang kamu katakan !

Terserah !

Setelah beberapa lama kami terdiam, akhirnya aku mulai membuka

pembicaraan.

Mmm. Kakak pernah nggak diduain cewek ?

Kenapa kamu tiba tiba bertanya seperti itu ?

Mmm. Kalau kakak nggak mau jawab ya nggak apa-apa.

Kalau secara langsung sich nggak.

Maksudnya ?

Permaisyuriku waktu itu mencintai sahabat karibku. Dan mereka sering

jalan bareng, walau tanpa status. Jadi akhirnya aku menyingkir saja dari

kehidupan mereka.

Kenapa kakak nggak mencoba untuk mempertahankannya?

Buat apa kita mempertahankan seseorang yang udah nggak

mencintai kita lagi ?


Jadi menurut kakak itu adalah cara terbaik.

Sebenarnya itu semua tergantung bagaimana cara kita menyikapinya.

Kami berduapun berbincang bincang sampai larut malam. Dan

akhirnya aku memutuskan untuk kembali kerumah setelah perasaanku mulai

membaik.

Sha, kamu darimana aja sich ? Trus mana Dimas ?

Udalah Rasha capek ma.

Sebenarnya aku tau kalau Mama sangat mengkhawatirkan aku.

Tapi saat ini belum saatnya aku menceritakan keadaan yang nantinya akan

membuat dadaku semakin sesak.

Pagi ini mentari kembali tersenyum menyapaku. Tapi perasaanku hari

ini tak menentu.

Pagi Sha !

Pagi juga kak..

Arya !

Oh nama kakak Arya !

Yupz

Ya udah yach aku kekelas dulu.

Sha tunggu

Oopsss.. ada apa yac kak ?

Nanti sepulang sekolah kamu ada acara ?

nggak sich kak, memangnya ada apa ?

Kamu bisa nggak nemenin aku nyari kado buat sepupuku.

Mmmm.. gimana yac ?!?!?!


Kenapa ? kamu ada acara ? kalau kamu sibuk yac udah dech nggak

apa 2

Kita liat ntar aja yac kak !. Sekarang aku kekelas dulu. Ok !

Tanpa menunggu jawaban Arya aku langsung pergi meninggalkan ia

seorang diri dan berlari menuju kelasku. Dan sejak pertemuanku dengan

Arya, aku merasa dia adalah pemuda yang begitu baik. Dan kuputuskan

untuk menemaninya mencari kado untuk sepupunya. Tapi kejadian buruk

kembali datang kepadaku.

Sha kamu kenapa ?

aku ngga apa-apa kok kak !

ngga mungkin kamu menangis tanpa sebab

Cukup kak, jangan campuri lagi urusanku !

Akupun berlari meninggalkan kak Arya, tapi kak Arya tak

membiarkanku pergi begitu aja, dia mengejarku dan meraih tanganku. Dan

dia membawaku masuk kedalam mobil. Dan kak Arya mengajakku ketempat

yang sering ia kunjungi. Dan diasana juga adalah tempat pertemuanku dan

dia.

maaf kalau kamu merasa aku selalu mencampuri urusanmu. Tapi aku

tak bisa membiarkan seorang gadis yang sedang bersamaku tiba tiba

menangis, tanpa aku tau apa alasannya.

Akupun menatap kak Arya dengan sebuah tatapan yang tak seperti

biasnya. Ok, sha kalau kamu emang ngga mau cerita. Aku paham, mungkin

aku emang bukan apa apa kamu. Apalagi pertemuan kita juga masih

singkat.

di mal tadi lagi lagi Dimas menamparku , , , Kak Arya menoleh dengan

reaut muka tak percaya.

Yach memang sich dia tak menamparku secara langsung, tapi , , ,