Anda di halaman 1dari 5

CERPEN PERSAHABATAN

Disusun untuk melengkapi tugas Bahasa Indonesia semester ganjil

Oleh :
Anggih Prasetyas Ningrum
XII IPS 4
No : 30

DINAS PENDIDIKAN NASIONAL


SMAN 1 MOJOSARI
Jalan Pemuda no 55 MOJOSARI MOJOKERTO
TAHUN AJARAN 2008 - 2009
PERSAHABATAN

Rasa capek dan senang menyelimuti dalam diri saya. Cuaca yang sangat
mendukung dengan diiringi awan yang tampak cerah, saya kenakan sepeda kecil
dengan ayunan kaki. Berulang kali saya berusaha keras agar dapat berjalan cepat,
namun dengan langkah yang tergesa gesa, ban sepeda meletus. Namun harapan
putus asa sangatlah sedikit karena apa yang akan kita lakukan apabila diimbangi
dengan semangat tentulah membuahkan hasil. Keinginan dan harapan keras
menjadikan suatu semangat kita untuk melangkah ke depan.
Nama saya Anggih, lahir di keluarga yang kental dengan tradisi dan ritual
yang masih sangat selektif dengan dunia luar yang akan masuk di keluarga saya.
Sekarang saya study di SMAN 1 MOJOSARI, sudah sekitar satu tahun saya
menetap di sini. Banyak sekali hal hal yang baru yang menantang saya untuk
masuk ke dalamnya, baik hal yang negatif maupun yang positif. Sayapun aktif
dalam kegiatan kegiatan organisasi di sekolah. Begitu juga dengan orang
orang di sekitar saya, saya bersyukur mendapatkan teman teman yang rasa
solidaritasnya tinggi dan tidak menilai dari asal maupun golongan seseorang. Saya
sadar bahwa itu semua yang akan membangun jati diri saya menjadi manusia
seutuhnya.
Hingga suatu hari saya mengenal seseorang yang berbeda dari teman
teman saya sebelumnya. Dia baik, lucu, selalu tersenyum, pintar dan penuh
semangat untuk menjalani hidup. Saya mulai mengenalnya dan semakin hari saya
semakin akrab dengannya. Parasnya nan lembut hati membuat saya nyaman
melihatnya, tidak ada rasa jenuh memandang wajahnya. Banyak waktu yang
sudah saya lewatkan dengannya. Meskipun saya tahu dia dari keluarga yang bisa
dibilang sederhana. Rasa yang saya rasakan dalam jiwa raganya membuat saya
ingin untuk merasakan arti kehidupan, bukan sebagai memerhati kehidupan.
Menikmati indahnya hidup dan bersahabat dengannya itu adalah harapan saya
yang kekal abadi menjadikan persahabatan itu menjadi persahabatan sejati .
Dia benar benar bisa menyenangkan bagi orang yang bersahabat dengannya.
Keselarasan dan keserasian bersahabat dengannya dapat saya rasakan dengan
nyata, penuh harapan bagi saya untuk hidup lebih lama dengannya sampai ajal
menjemput kita. Ada kalanya bersahabat dengannya mendatangkan hal hal yang
tidak saya inginkan, penuh rasa kecewa yang tertanam dalam hatinya. Sulit bagi
saya untuk membangun hatinya yang telah saya cemari dengan kesedihan,
kesakitan amat menyakitkan yang tiada akhir juga tiada maaf bagi saya untuk
kembali bersahabat dengannya. Tiap hari saya termenung terdiam diri menyesali
hal hal yang telah merusak hubugan persahabatan kami, berangan angan pada
yang di atas supaya saya bisa kembali bersahabat dengannya sampai terjadi
persahabatan itu sebagai persahabatan yang sejati. Setelah hati ini benar benar
tidak kuasa lagi untuk mengadu, saya simpuhkan diri dan menghadap sang Maha
Cinta, sang Maha Pemberi segala ketenangan jiwa. Lama saya bertasakkur hingga
semua beban di hati terobati jua. Oh Tuhan terima kasih, terima kasih atas segala
cinta dan kasih sayang yang engkau berikan pada setiap hambaMu.
Sang surya telah tersenyum tegar menatap pagi ini, menanti dan menemani
manusia berkreasi pagi ini. Sayapun terbangun dan saya rasakan hati ini benar
benar siap untuk menghadapi semua, termasuk dengan sahabat saya. Semakin hari
hubungan perasaan kita semakin erat, saya sangat bahagia mempunyai sahabat
yang tidak pernah memandang apa kekurangan dan kelebihan orang itu. Setiap
kali saya melangkah saya teringat saat kita bersama, sungguhpun dia sangat
berarti bagi saya. Dia sudah seperti power dalam hidup saya bagaimana saya bisa
hidup tanpa senyumannya, canda tawanya serta kasih sayangnya sebagai sahabat
sejati saya. Kami sudah lama menjalin hubungan ini, entah perasaan saja atau
memang rasa ini yang telah terpahat di hati. Tidak henti henti perasaan bimbang
ini merasuki dalam jiwa hingga saya tidak dapat tidur, sepertinya ada suatu
pertanyaan yang terus berputar putar di kepala saya apakah saya jatuh cinta? .
Tapi hati saya sesungguhnya tidak menginginkan yang namanya cinta, saya
menginginkan persahabatan yang sejati. Bisa bertukar pikiran dari hati ke hati,
bercanda tawa, bisa menyelesaikan masalah bersama dan menambah bila ada
kekurangan dalam segala sikap apapun serta segala hal apapun demi kebaikan
kebersamaan persahabatan saya.
Hari hari telah terlewati, banyak kenangan indah yang terjadi setelah hari
hari yang dulu telah mengalami kesedihan yang begitu menyakitkan.
Kebersamaan saya dengan sahabat sejati saya sudah sangat menyenangkankan dan
begitu berartiya bagi saya, sehingga saya sulit untuk melupakan kenangan
kenangan yang indah bersamanya. Saya bersyukur dengan apa yang telah Tuhan
berikan kepada saya, yang mana saya telah mendapatkan sahabat sejati yang
membuat diri saya mendapatkan kebahagiaan yang tidak ada batasnya.
Kebahagiaan baik dalam diri saya juga sahabat sejati saya merupakan anugrah
yang tidak ternilai harganya. Saya serta sahabat sejati saya merasa inilah
persahabatan yang sesungguhnya, yang tiada taranya. Baru bersahabat dengan
sahabat sejati saya, saya merasakan kenyamanan baik jiwa maupun raga. Saya
juga beranggapan bahwa ada orang lain yang sama merasakan arti persahabatan
yang sejati seperti saya dengan sahabat sejati saya yang kami alami sekarang ini
dimanapun itu tempatnya, dalam keadaan apa, juga dalam hal apapun itu pasti
akan ada. Mereka pasti juga merasakan hal hal seperti yang telah saya rasakan
dengan sahabat sejati saya sekarang. Semuanya memang sudah diatur oleh yang di
atas dan sudah ada perjalanannya masing - masing. Tapi saya ingin hidup ini jadi
lebih berarti dengan adanya persahabatan sejati.
Kehidupan ini dipenuhi dengan seribu macam kemanisan, tetapi untuk
mencapainya perlu seribu macam pengorbanan. Sekali saya jatuh, saya tidak akan
jatuh untuk kesekian kalinya. Persahabatan adalah penunjang bagi saya untuk
menghadapi segala persoalan, kekurangan dan ketidak berdayaan saya dalam
menjalani hidup yang sulit ini. Dalam persahabatan tidak ada lisan suci yang tidak
mempunyai masa lampau dan tidak ada lisan berdosa yang tidak mempunyai masa
depan. Saya harus menguasai diri sendiri juga rahasia sahabat saya yang sudah
terjalin. Berfikir sejenak merenungi masa lalu adalah permulaan yang baik untuk
bertindak. Kata kata yang lembut dalam jalinan persahabatan akan dapat
melembutkan hati yang lebih keras dari batu dan bila sebaliknya dalam
persahabatan jika berkata kasar maka akan dapat mengasarkan hati sahabat saya
yang lunak seperti sutera. persahabatan sejati pasti ada .