Anda di halaman 1dari 12

BAB 1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Supervisi merupakan upaya untuk memebantu pembinaan dan peningkatan agar
mereka dapat melaksanakan kemampuan pihak yang disupervisi agar meteka dapat
melaksanakan yang telah ditetapkan secara efisisne dan efektif ( Sudjana D, 2004) .
Arief ( 1987) merumuskan supervisi sebagi suatu proses kegiatan dalam upaya
meningkatkan kamampuan dan ketrampilan tenaga pelaksana program sehingga
program itu dapat terlaksana sesuai dengan proses dan hasil yang diharapkan. Supervisi
keperawatan adalah kegiatan pengawasan dan pembinaan yang dilakukan secara
berkesinambungan oleh supervisor pelayanan keperawatan , masalah ketenagaan dan
peralatan agar pasien mendapat pelayanan yang bermutu setiap saat (Depkes, 2000).

B. Tujuan
a. Tujuan Umum
Memberikan bantuan kepada bawahan secara langsung sehingga bawahan memiliki
bekal yang cukup untuk dapat melaksanakan tugas/pekerjaan dengan hasil yang
baik.
b. Tujuan Khusus
a) Menjamin bahwa kegiatan dilaksanakan sesuai dengan tujuan yang telah
ditetapkan.
b) Memungkinkan pengawas menyadari kekurangan-kekurangan para petugas
kesehatan dalam hal kemampuan, pengetahuan dan pemahaman.
c) Melatih para pengawas mengenali dan memeberikan penghargaan atas
pekerjaan bawahan.
c. Manfaat
a) Meningkatkan aktivitas kerja
b) Meningkatkan efisisensi kerja.
c) Terlaksananya pengawasan dan pengelolaan ruangan dengan baik.
BAB II
PENGKAJIAN DATA

A. Pengertian supervisi
Secara teori, supervisi keperawatan adalah salah satu fungsi pokok manajer
berupa proses pemberian sumber-sumber yang dibutuhkan perawat dalam
menyelesaikan tugas tugasnya untuk pencapaian tujuan, meliputi:
Langkah-langkah supervisi
a) Prinsip supervisi
b) Peran dan fungsi supervisi
c) Tugas supervisi, dan
d) Teknik supervisi.
Langkah-langkah Supervisi :
a) Pra-supervisi
1. Supervisor menetapkan kegiatan yang akan di supervisi
2. Supervisor menetapkan tujuan
b) Pelaksanaan supervisi
1. Supervisor menilai kinerja perawat berdasarkan alat ukur atau instrumen
yang telah disediakan
2. Supervisor mendapat beberapa hal yang memerlukan pembinaan
3. Supervisor memanggil katim dan anggota untuk mengadakan pembinaan
dan klasifikasi permasalahan.
4. Pelaksanaan supervisi dengan inspeksi, wawancara, dan memvalidasi data
sekunder.
5. Supervisor mengklarifikasi permasalahan yang ada.
6. Supervisor melakukan tanya jawab dengan perawat.
c) Pasca-supervisi-3F
1. Supervisor memberikan penilaian supervisi (F-fair).
2. Supervisor memberikan feedback dan klarifikasi (F-feedback)
3. Supervisor memberikan reinforcement dan follow up perbaikan (F-follow
up)

B. Prinsip Supervisi
a) Supervisi dilakukan sesuai struktur organisasi
b) Supervisi memerlukan pengetahuan dan ketrampilan dasar manajemen,
kemampuan menerapkan prinsip manajemen dan kepemimpinan
c) Fungsi supervisi diuraikan dengan jelas, terorganisir dan sesuai standart
d) Supervisi merupakan proses kerjasama yang demokrasi antara supervisor dan
perawat pelaksana
e) Supervisi menerapkan visi, misi, falsafah, tujuan dan rencana yang spesifik
f) Supervisi menciptakan lingkungan yang kondusif, komunikasi efektif,
kreativitas dan motivasi
g) Supervisi mempunyai tujuan yang berhasil guna dan berdaya guna dalam
pelayanan keperawatan yang memberi kepuasan klien, perawat dan manajer.

C. Fungsi dan peran supervisor

Fungsi dan peran supervisor khususnya dalam supervisi keperawatan


mempertahankan keseimbangan manajemen pelayanan keperawatan, manajemen
sumber daya, dan manajemen anggaran yang tersedia.
Manajemen pelayanan keperawatan meliputi : mendukung pelayanan
keperawatan, rencana program keperawatan, implementasi dan evaluasi
keperawatan.

D. Tugas supervisor
a) Mempertahankan standart praktek keperawatan.
b) Menilai kualitas asuhan keperawatan yang diberikan.
c) Mengembangkan peraturan dan prosedur pelayanan keperawatan, bekerja
sama dengan tenaga kesehatan lainnya.
d) Memantapkan kemampuan perawat.
e) Memastikan asuhan keperawatan profesional dilaksanakan.

E. Teknik supervisi
a) Secara langsung
Supervisi dilakukan secara langsung pada kegiatan yang sedang
berjalan. Supervisor terlibat dalam kegiatan, memberikan reward dan
perbaikan.
Prosesnya :
1. Katim melakukan secara mandiri suatu tindakan keperawatan didampingi
supervisor
2. Selama proses, supervisor memberi dukungan, reinforcement dan
petunjuk
3. Supervisor dan perawat pelaksana melakukan diskusi setelah kegiatan
selesai, yang bertujuan untuk menguatkan cara yang telah sesuai dan
memperbaiki kekurangan dan reinforcement positif dari supervisor.
b) Secara tidak langsung
Supervisi dilakukan melalui laporan tertulis maupun maupun lisan.
Supervisor tidak terlibat atau melihat langsung apa yang terjadi di lapangan,
seingga mungkin terjadi kesenjangan fakta. Umpan balik dapat diberikan
secara tertu.
F. Alur supervisi

Ka.bid perawatan

Kasi perawatan

Ka. Per IRNA

Menetapkan kegiatan dan


tujuan serta instrument / alat
ukur
KARU

Menilai kinerja perawat


supervisi

TIM A TIM B
Feed back
Koreksi atau pemecahan
Masalah
P.A P.A
Reward / reinforcement

Kualitas pelayanan meningkat


G. Pengkajian data

STRENGTH WEAKNESS OPPORTUNITY THREATENED


(KEKUATAN) (KELEMAHAN) (KESEMPATAN) (ANCAMAN)
Terdapat struktur Belum optimalnya Adanya Belum
organisasi ruang supervise mahasiswa S1 seluruhnya
sedap malam dilakukan, seperti yang praktek perawat
Adanya sebagian besar Ada jadwal memahami
`sosialisasi perawat tidak supervisi dari fungsi supervisi
tentang uraian mengetahui dari bagian
tugas, peran dan jadwal supervisi supervisi
fungsi kepala Hasil dari Terbukanya
ruangan, wakil supervisi tidak kesempatan bagi
kepala ruangan ditindak lanjuti supervisor untuk
dan perawat Persepsi yang menanyakan /
pelaksana salah tentang menyusun
Kepala ruangan pelaksanaan petunjuk
sudah supervise pelaksanaan
mendapatkan supervisor di
pelatihan ruangan
manajemen
Adanya misi dan
visi rumah sakit

H. Rumusan Masalah
Setalah dianalisa dengan pendekatan SWOT maka dapat dirumuskan
pernyataan masalah sebagai berikut:
a) Supervisi telah dilaksanakan tetapi belum optimal
b) Hasil supervisi belum ditindaklanjuti dengan baik.
BAB III
KEGIATAN SUPERVISI

A. Pelaksanaan
Topik : Supervisi
Hari/tanggal : Kamis,28 Juli 2016
Waktu : 11.00 WIB
Tempat :
Materi :

B. Metode
a. Observasi
b. Diskusi dan Tanya jawab

C. Instrumen
a. Status klien
b. Instrument supervise
c. Alat alat

D. Struktur pengorganisasian
Kepala ruangan :
Katua tim :
Perawat pelaksana :

E. Tahap kerja
Tahap Kegiatan Waktu Tempat
kegiatan
Pra Pembukaan : 5 Nurse station
pelaksanaan 1. Katim mengucapkan salam dan
melaporkan bahwa bahwa hari ini aka nada
supervisi. Karu menyetujui PP untuk
melakukan supervisi
2. Karu menanyakan cek persiapan supervise
3. Katim menyebutkan hal-hal yang perlu
dipersiapkan
4. Karu memeriksa kelengkapan supervisi
meliputi alat-alat yang disiapkan
5. Kontrak waktu dengan pasien dan keluarga
Pelaksanaan 1. Karu, Katim dan PP menuju ke bed pasien 15 Bed pasien
melaksanakan supervise
2. Karu member salam kepada klien atau
keluarga dan mempersiapkan Katim untuk
menjelaskan supervise
3. Menjelaskan kepada pasien dan keluarga
tentang prosedur tindakan
4. Mendelegasikan kepada PP untuk
membantu melakukan tindakan
5. Melakukan langkah-langkah tindakan
Post 1. Dokumentasi hasil supervise 5 Bed
pelaksanaan 2. Salam penutup oleh kepala ruangan
3. Melakukan evaluasi terhadap tindakan
4. Karu menyampaikan evaluasi kepada Katim

F. Evaluasi
a. Evaluasi struktur
Menyiapkan proposal dan berlatih untuk melakukan roll play.
b. Evaluasi proses
Kegiatan role play supervisi keperawatan dilaksanakan pada hari Kamis tanggal
28 Juli 2016 pukul 11.00 WIB, yang dilaksanakan oleh Mia Audina
Ibrahim.,S.Kep, Eko Budi Prasetyo.,S.Kep, Dita Puspita Sari.,S.Kep,. Kegiatan
supervisi berjalan dengan lancar dan sesuai dengan alur supervisi.
c. Evaluasi hasil
Kegiatan supervisi yang dilakukan oleh kepala ruangan yang berperan sebagai
supervisor pada dasarnya telah sesuai dengan BSC yang telah disusun. Supervisor
melakukan evaluasi dari hasil kegiatan, namun kurang maksimal pada
pelaksanaan 3F yaitu supervisor kurang memberikan reinforsement positif dan
feedback terhadap perawat primer dan perawat assosiate.

DAFTAR PUSTAKA
Nursalam, 2007. Manajemen Keperawatan : Aplikasi Dalam Praktik
Keperawatan Profesional. Edisi Kedua. Jakarta:Salemba Medika