Anda di halaman 1dari 10

PROSES PENGECORAN BLOK SILINDER

TUGAS PROSES PRODUKSI

OLEH:
TARSISIUS RONI TAMAN
15042000004

FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK MESIN
UNIVERSITAS MERDEKA MALANG
2015

1
1. Definisi Blok Silinder
Blok ( cylinder block ) merupakan bentuk dasar dari pada suatu mesin.
dan pada blok silinder ini terdapat beberapa buah silinder. Blok silinder
biasanya terbuat dari Cast Iron, tetapi belakangan ini banyak juga yang
terbuat dari paduan alumunium dengan maksud mengurangi berat Mesin itu
sendiri, serta Proses Pendinginan yang lebih baik.

Fungsi Utama dari silinder blok :

Sebagai kedudukan silinder dan Kepala Silinder ( Cylinder Head )


Sebagai rumah mekanisme engkol (poros engkol, connecting rod, piston
dll)
Tempat terjadinya proses langkah langkah pembakaran
Didalamnya terdapat silinder yang berfungsi sebagai tempat piston naik
turun untuk menghasilkan langkah usaha.

2
2. Jenis Konstruksi Berdasarkan Silinder

Berdasarkan Susunan Silinder :

a) Sebaris
Dengan konfigurasi seperti ini, mesin cukup menggunakan satu poros
engkol dan satu garis kepala silinder. Kelebihan dari konfigurasi mesin ini
yaitu mudah dipasang dan mudah diservis. Namun kelemahannya adalah
mesin jenis ini memiliki tinggi yang cukup tinggi dan tenaga yang
dihasilkan tidak sebesar mesin berkonfigurasi V. Mesin sejajar 4 atau
segaris 4 adalah sebuah mesin pembakaran dalam dengan empat silinder
lurus dalam satu baris.

b) Bentuk V

Jenis Bentuk V adalah konfigurasi umum untuk sebuah mesin


pembakaran internal. Piston yang susunannya diatur sedemikian rupa
sehingga membentuk huruf V membuat mesin ini disebut mesin V.

Silinder disusun ke dalam 2 bentuk, bentuk bersudut 60 atau 90


derajat. Mesin ini menggunakan satu poros engkol. Masing-masing jurnal
poros engkol digunakan untuk memasang 2 batang piston. Di karenakan
memiliki 2 buah blok mesin, mesin jenis ini memiliki dua kepala silinder.

3
Keuntungan jenis ini, yaitu memiliki Daya yang lebih besar dibandingkan
dengan jenis silinder sebaris namun kerugiannya adalah boros Bahan bakar.

c) Boxer ( Tidur )

Tipe Boxer (juga dikenal dengan mesin berlawnaan horisontal), dimana


piston-piston yang bersesuaian dihubungkan pada pin engkol yang berbeda
dan mencapai TMA secara simultan. Konsep ini berbeda dengan mesin
dengan piston berlawanan.
Mesin V 180, dimana piston yang bersesuaian dihubungkan pada satu pin
engkol

4
3. Sifat-Sifat yang di Butuhkan Blok silinder

Kaku, pembebanan tekan tidak boleh mengakibatkan perubahan elatisitas


pada bentuknya.
Ringan dan kuat
Konstruksi blok dan silinder harus memperoleh pendinginan yang merata
memiliki sifat luncur yang baik, sehingga tahan aus.
Tidak mudah berubah bentuk.

4. Material yang Digunakan dalam Pembuatan Engine Block

Material yang banyak digunakan adalah cast iron dan aluminum alloy.
Cast iron dipilih karena memiliki mechanical properties yang baik, murah,
dan ketersediaannya cukup banyak. Aluminum alloys memiliki sebagian
besar sifat-sifat cast iron dengan berat yang lebih rendah. Selain itu,
aluminum alloy juga memberikan surface finish yang baik dan juga
machinability yang lebih tinggi daripada cast iron. Seiring dengan
perkembangan teknologi, material baru pun ditemukan yaitu graphite cast
iron yang lebih ringan dan kuat dibandingkan dengan grey cast iron.

Grey cast iron Alloys


Grey cast iron Alloys adalah material pertama dan paling banyak
digunakan dalam pembuatan engine blocks. Meskipun aluminum alloy juga
memiliki banyak persamaan dan lebih ringan daripada gray cast iron,
material ini tetap digunakan dalam pembuatan engine blocks pada mesin
diesel karena ketahanan stress internalnya lebih tinggi. Grey cast iron
mengandung 2.5% 4 % karbon, 1-3% silicon, 0,2 1% mangan, 0,02
0,25% sulfur, dan 0,02-1% fosfor. Material ini memiliki penyerapan getar
yang sangat baik, bagitu pula dengan ketahanan pakai dan ketahanan
termalnya, serta mudah dalam pemrosesan dan harganya yang cukup murah
karena ketersediaan yang melimpah.

Aluminum Alloys
Aluminum alloy sangat popular digunakan karena massanya yang
ringan, hal ini membuat massa mesin juga berkurang secara signifikan.

5
Tetapi, kelemahan utamanya adalah harganya yang lebih mahal
dibandingkan grey cast iron. Aluminum alloys memiliki machinability yang
lebih baik daripada gray cast iron. Terdapat dua jenis aluminum alloys yang
biasa digunakan dalam produksi engine blocks, yaitu 319 dan A356.
Aluminum alloy 319 mengandung 85,8 91,5 % aluminum, 5,5 6,5 %
silicon, 3 4% copper, 0,35% nikel, 0.25% titanium, 0,5% mangan, 1%
iron, 0,2% magnesium, dan 1% zinc. Campuran logam ini baik untuk proses
casting, tahan korosi, dan memiliki konduktivitas termal yang baik. Di
bawah proses heat treatment T5, diperoleh kekuatan dan kekakuan yang
tinggi untuk engine block.
Alumunium alloy A356 mengandung 91.1 - 93.3 % aluminum, 6.5 - 7.5
% silicon, 0.25 - 0.45 % magnesium, 0.2% copper, 0.2% of titanium, 0.2%
iron, and 0.1% zinc. Meskipun memiliki sifat mekanis yang sama dengan
319, jika A356 berada dalam heat treatment T6 akan diperoleh kekuatan
yang lebih tinggi daripada 319. Tetapi modulus elastisitasnya (72.4 GPa)
lebih rendah dibandingkan dengan 319 (74 GPa).
Compacted Graphite Cast Iron
Compacted graphite cast iron memiliki tensile strength dan modulus
elastisitas yang lebih tinggi daripada gray cast iron. Hal ini karena compact
graphite yang ditemukan dalam mikrostruktur dari CGI. Material ini
memiliki tingkat penyerapan getaran yang sebaik gray cast iron namun
machinability-nya rendah.

5. Proses Pembuatan Engine Block


Proses pembuatan engine block sama seperti proses pembuatan
barang-barang lain yang dibuat melalui sand casting. Pertama dibuat mold
dari campuran pasir, silica clay, dan air. Mold tersebut adalah beberapa core
yang disatukan melalui pemanasan dan kompresi. Untuk bentuk bagian
dalam mold cavity yang rumit, digunakan pattern yang terbuat biasanya dari
kayu. Setelah mold siap digunakan, barulah logam bahan baku dielehkan
pada pada tungku khusus. Untuk melelehkan alumunium alloy dibutuhkan

6
suhu hingga 948 derajat Celsius. Temperatur yang digunakan berbeda beda
untuk material berbeda.

Lelehan material tersebut kemudian dialirkan ke dalam mold untuk


dibiarkan mengalami proses solidifikasi. Riser mengambil peranan yang
sangat penting dalam proses ini sehingga peletakan dan ukurannya harus
sangan diperhatikan. Riser yang baik harus memadat paling akhir setelah
seluruh bagian molten material memadat.

7
Setelah memadat sempurna, mold dimasukkan ke dalam mesin pemanas
yang melelehkan rekatan silica clay sehingga pasir yang menjadi bahan
dasar mold terlepas. Pemanasan ini juga meningkatkan kekuatan engine
block. Namun, hasil yang diperoleh masih harus diproses kembali untuk
menghilangkan sisa riser dan juga menghaluskan permukaan. Proses
finishing ini akan menghasilkan engine block yang siap digunakan untuk
proses perakitan mesin selanjutnya.

6. Faktor-Faktor yang Harus Diperhatikan selama Proses Produksi


Ada berbagai faktor yang sangat mempengaruhi kualitas akhir dari
engine block. Faktor-faktor tersebut yaitu

8
1. Pasir yang digunakan harus memiliki kekuatan tinggi untuk
mempertahankan bentuk yang kaku.
2. Semakin tinggi tingkat permeabilitas pasir akan menurunkan porositas
mold, permeabilitas yang lebih lendah akan menghasilkan permukaan
akhir yang bagus.
3. Stabilitas Temperatur yang harus dipertahankan untuk menghindari
kerusakan selama proses solidifikasi seperti cracking.
4. Pasir harus memiliki kemampuan kompresi yang baik sehingga tidak
terjadi cracking pada proses solidifikasi.
5. Riser harus ditempatkan pada lokasi yang tepat agar tidak mengalami
solidifikasi sebelm bagian lain memadat.
6. Presisi ukuran dalam engine block harus sesuai standar agak mesin dapat
bekerja dengan baik saat digunakan.
7. Cooling rate harus sesuai standar agar output yang dihasilkan memiliki
sifat-sifat yang diinginkan

7.Cacat selama Proses Produksi


Setiap cacat pada engine block akan menurunkan kekuatannya. Seiring
dengan kerjanya pada temperature tinggi, cacat kecil dapat menjadi sumber
kegagalan mesin.
Jika pasir yang digunakan saat casti memiliki permeabilitas yang tinggi,
kekuatan dan surface finish dari hasil cetakan dapat menurun.
Jika pasir yang digunakan memiliki stabilitas yang rendah, cetakan dapat
mengalami retak.
Jika pasir yang digunakan memiliki kompresi yang rendah, casting tidak
akan mampu menyusut dan berakhir dengan cracking.
Jika riser memadat sebelum bagian casting lainnya, kekuatan engine block
akan menjadi lebih rendah
Jika molten alloy tidak memenuhi standar, mesin akan mengalami
kegagalan saat kondisi mesin sedang bekerja cepat

9
Jika ukuran cylinder bores, crank, dan came bearings tidak sesuai standar,
gesekan mesin saat dijlankan dapat meningkat atau bahkan menurun
(kinerja mesin tidak sesuai yang diharapkan).

10