Anda di halaman 1dari 5

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI CANADA

Oleh : Asep Sutisna Putra, M.Pd.

Istilah

Pendidikan Kewarganegaraan di Kanada tidak memiliki istilah tersendiri, tapi


dalam pelaksanaannya terintegrasi dengan Social Studies yang memuat misi
pendidikan kewarganegaraan yang demokratis pada pendidikan dasar dan
menengah

Sejarah

Pada awal perkembangan Gagasan kewarganegaraan di Kanada didasarkan pada


konsep keanggotaan budaya yang homogen dan memfokuskan tugas pada hal-hal
yang bersinggungan dengan kesejahateraan kelompok.

Pada pertengahan abad ke-19, pendidikan kewarganegaraan (sebagai tanggung


jawab pemerintah) diberikan terbatas hanya pada orang-orang yang berperan
penting dalam pengambilan keputusan. Pada 1848 berkembang lagi dengan
memberikan Pendidikan Kewarganegaraan kepada sebagian dari pengawas
sekolah di Kanada Barat, dimana pada waktu itu Pendidikan Kewarganegaraan
dipandang sebagai state education as a means of encouraging a sense of national
identity.
Pada 1950an, kewarganegaraan telah menjadi sebuah konsep dalam sejarah di
Kanada, dan menjadi suatu gabungan dari empat unsur-unsur: unsur sipil, yang
terkait dengan hak-hak (yang) penting bagi kebebasan-kebebasan yang individu
yang dasar; unsur yang politis, menemani hak untuk mengambil bagian di dalam
kegiatan politik; hak-hak sosial, berkenaan dengan standar-standar kesejahteraan
dan keamanan, ekonomi, dan aspek moral, yang ditandakan oleh istilah "citizen”
Di tahun terakhir, kewarganegaraan telah diakui menjadi sebuah konsep
Pendidikan kewarganegaraa. Beberapa usaha-usaha sedang diciptakan menurut
lingkaran-lingkaran yang akademis di dalam negeri ini untuk mengembangkan
suatu konsensus yang baru tentang kewarganegaraan, dan satu pendekatan yang

Halaman | 1
perbaharui dalam pendidikan kewarganegaraan. The Canadian Association for the
Social Studies (CASS) has formed a Committee for Effective Canadian
Citizenship Education, yang akan bekerja bersama berbagai kelompok-kelompok
untuk mengembangkan suatu konsep yang lebih luas dan untuk membantu
pemikiran-pemikira dalam bidang pendidikan di provinsi dan pemerintah pusat.

Tujuan
Tujuan diberikannya Pendidikan Kewarganegaraan di Kanada adalah :
Memberikan pengetahuan tentang kewarganegaraan;
Mengembangkan ketrampilan yang diperlukan tentang kewarganegaraan;
Mengeksplorasi kepercayaan-kepercayaan berbeda, nilai-nilai, dan keadilan
sosial;
Partisipasi warganegara.

Kurikulum
Empat inti kurikulum di Canada adalah:
Pendidikan sekitar sasaran sosial, tujuan-tujuan publik, biaya-biaya, manfaat-
manfaat dan etika kewarganegaraan untuk memungkinkan seseorang untuk
menilai keadaan tindakan-tindakannya.
kapasitas untuk menganalisa identitas diri sendiri melalui studi lingkungan,
agama, filsafat, dan literatur.
Beberapa praktek di dalam negosiasi dunia nyata, di dalam psikologi
konsultasi dan berupa kepemimpinan di dalam lingkungan pengetahuan.
perspektif global dan satu sikap dari tanggung jawab pribadi untuk hasil yang
umum tentang kehidupan secara umum
Materi
Bahan kajian Pendidikan Kewarganegaraan di Kanada tercakup dalam mata
pelajaran Social Studies dengan kedudukan dalam program pendidikan tidak
wajib yang dikemas dalam bentuk program terintegrasi.
Karena di Kanada kebijakan pendidikan lebih ditekankan pada otonomi sekolah,
maka beban belajar Pendidikan Kewarganegaraan pun tidak ditentukan oleh
pemerintah, tapi diserahkan sepenuhnya kepada sekolah. Materi-materi yang
diberikan di sekolah meliputi social studies, sejarah, hukum, ilmu politik dan
ekonomi
Semua provinsi di Kanada, Social studies memprogramkan sebagai tujuan
utamanya yaitu membekali para siswa "dengan pengetahuan, ketrampilan-
ketrampilan, nilai-nilai dan memikirkan proses-proses yang memungkinkan
mereka untuk mengambil bagian secara efektif dan bertanggung jawab di dalam
lingkungan yang berubah terus menerus dari msyarakat, negara dan dunia.
Unsur-unsur yang terdapat dalam materi pendidikan kewarganegaraan di Kananda
meliputi :
kesadaran atau identitas nasional. Pendidikan kewarganegaraan mengarahkan
untuk menghasilkan warganegara nasional.
Melek politik, suatu pengetahuan tentang dan kesanggupan untuk lembaga;
institusi politis, sosial dan hukum negara.
ketaatan/ibadat akan hak-hak dan tugas-tugasnya. Warganegara diarahkan
untuk memahami dan menyenangi hak-hak kewarganegaraan, dan
melaksanakannya dengan sepenuh hati, memberikan pemahaman
bagaimana warganegara berhubungan dengan konflik dan menghadapinya.
Nilai-nilai yang tergambar dalam konstitusi atau hak asasi manusia.
Peran Negara.
Pemerintah-pemerintah provinsi dan pemerintah pusat di Canada memainkan
peranan penting sebagai facilitator dari program-program dengan pendidikan
kewarganegaraan, meski pendidikan adalah sebagian besar masalah yurisdiksi
provinsi, pemerintah pusat dilibatkan di dalam banyak hal, baik secara langsung
maupun tidak langsung.
Peran dari Pemerintah Pusat di Canada
Peran pemerintah pusat dalam pendidikan kewarganegaraan di Kanada adalah
bagaimana penduduk Kanada baru (imigran) menjadi bagian terintegrasi
dengan orang-orang Kanada dengan cara mempromosikan melek huruf,
menghapuskan perbedaan ras (rasisme) dengan mendidik publik tentang hak-
hak dan tanggung jawab mereka sebagai warganegara Kanada yang
mendukung Hak Asasi Manusia.

Halaman | 3
Peran Pemerintah Provinsi

Masalah pendidikan adalah tanggung jawab provinsial dan penguasa provinsi,


oleh karena itu, pemerintah provinsi mempunyai suatu peran yang utama
dalam perumusan dan ketetapan pendidikan kewarganegaraan.

Kebijakan-kebijakan pendidikan kewarganegaraan di dalam sekolah-sekolah


dipimpin kementrian pendidikan dengan variasi pendekatan yang berbeda,
namun sasaran persiapan untuk kewarganegaraan telah ditujukan oleh semua
sistem sekolah negeri di Kanada. Seperti di Kanada bagian Barat sistem
persekolahan sudah menekankan bagaimana mempersiapkan siswa untuk
menjadi warganegara yang baik.

Pelaksanaan Penilaian
Penilaian yang digunakan guru dalam memberikan penilaian terhadap siswa
dalam pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan adalah :
Paper and pencil berupa pilihan ganda, essei berstruktur atau uraia bebas,
menjodohkan, betul - salah
Tes performance (tes kinerja) seperti skala pengharkatan berbasis ukuran-
ukuran, rubrik-rubrik penilaian, penilaian diri sendiri (self assesment)
DAFTAR PUSTAKA

Judith Torney-Purta, Rainey Lehmann (2001). Citizenship and education in


twenty-eight countries : Civic Knowledge and Engagement at age
Fourteen. Amsterdam : IEA Secretariat.

Kerr, David (1999). Citizenship Education : an International Comparison.


London : National Foundation for Educational Research - NFER

Mark Evans, Oise (2006). Characterizations of Citizenship


Education Pedagogy in Canada and England:
Implications for Teacher Education. Toronto :
CITIZED

Osbone, Kenneth (1999). Citizenship Education : an Introduction to Citizenship


Education. Manitoba : The Centre for Canadian Studies at Mount
Allison University. Tersedia di : http://dsp-
psd.pwgSc.gc.ca/Collection-R/LoPBdP/BP/b326-e.htm

Selman, Gordon. Citizenship and the Adult Education Movement in Canada.


Centre for Continuing Education, University of British Columbia,
Vancouver, 1991

Winataputra, Udin S., Budimansyah, Dasim (2007). Civic Education : Konteks,


Landasan, Bahan ajar, dan Kultur Kelas. Bandung : SPs UPI
Bandung.

Halaman | 5