Anda di halaman 1dari 13

Analisis Data Kualitatif

I. Persiapan data untuk dianalisis


Tahap-tahapan penelitian kualitatif itu meliputi langkah-langkah sebagai berikut:

1. Persiapan (Pra-Lapangan)
a. Menyusun rancangan penelitian
Penelitian yang akan dilakukan berangkat dari permasalahan dalam lingkup
peristiwa yang sedang terus berlangsung dan bisa diamati serta diverifikasi secara nyata
pada saat berlangsungnya penelitian. Peristiwa-peristiwa yang diamati dalam konteks
kegiatan orang-orang/organisasi. Rancangan penelitian tergantung dari pendekatan yang
digunakan pada subjek penelitian yang berkaitan dengan eksistensi variabel yang diteliti.
Maksud eksistensi disini adalah variable yang akan diteliti dimunculkan secara sengaja
oleh peneliti dalam suatu eksperimen atau variabelyang diteliti sudah ada pada subjek
yang akan diteliti. 1
b. Memilih lapangan
Sesuai dengan permasalahan yang diangkat dalam penelitian, maka dipilih
lokasi penelitian yang digunakan sebagai sumber data, dengan mengasumsikan bahwa
dalam penelitian kualitatif, jumlah (informan) tidak terlalu berpengaruh dari pada
konteks. Juga dengan alasan-alasan pemilihan yang ditetapkan dan rekomendasi dari
pihak yang berhubungan langsung dengan lapangan, seperti dengan kualitas dan
keadaan sekolah (Dinas Pendidikan). Selain didasarkan pada rekomendasi-rekomendasi
dari pihak yang terkait juga melihat dari keragaman masyarakat yang berada di sekitar
tempat yang menempatkan perbedaan dan kemampuan potensi yang dimilikinya.
c. Mengurus perizinan
Mengurus berbagai hal yang diperlukan untuk kelancaran kegiatan penelitian.
Terutama kaitannya dengan metode yang digunakan yaitu kualitatif, maka perizinan dari
birokrasi yang bersangkutan biasanya dibutuhkan karena hal ini akan mempengaruhi
keadaan lingkungan dengan kehadiran seseorang yang tidak dikenal atau diketahui.
Dengan perizinan yang dikeluarkan akan mengurangi sedikitnya ketertutupan lapangan
atas kehadiran kita sebagai peneliti.
d. Menjajagi dan menilai keadaan lapangan
Setelah kelengkapan administrasi diperoleh sebagai bekal legalisasi kegiatan
kita, maka hal yang sangat perlu dilakukan adalah proses penjajagan lapangan dan
sosialisasi diri dengan keadaan, karena kitalah yang menjadi alat utamanya maka kitalah
yang akan menetukan apakah lapangan merasa terganggu sehingga banyak data yang
tidak dapat digali/tersembunyikan/disembunyikan, atau sebaliknya bahwa lapangan
menerima kita sebagai bagian dari anggota mereka sehingga data apapun dapat digali
karena mereka tidak merasa terganggu. Penjajajkn dan penelitian lapangan akan
berjalan dengan baik apabila peeliti sudah membaca terlebih dahulu dari kepustakaan
atau memgetahui melalui orang dalam tentang situasi dan kondisi daerah temapat
penelitian dilakukan. 2
e. Memilih dan memanfaatkan informan
Ketika kita menjajagi dan mensosialisasikan diri di lapangan, ada hal penting
lainnya yang perlu kita lakukan yaitu menentukan patner kerja sebagai mata kedua
kita yang dapat memberikan informasi banyak tentang keadaan lapangan. Informan yang
dipilih harus benar-benar orang yang independen dari orang lain dan kita, juga
independen secara kepentingan penelitian atau kepentingan karier.
f. Menyiapkan instrumen penelitian
Secara fungsional kegunaan instrument penelitian adalah untuk memperoleh data
yang diperlukan ketika peneliti sudah menginjak pada langkahpengumplan informassi
dilapangan.3 Dalam penelitian kualitatif, peneliti adalah ujung tombak sebagai pengumpul
data (instrumen). Peneliti terjun secara langsung ke lapangan untuk mengumpulkan
sejumlah informasi yang dibutuhkan. Peneliti sebagai intrumen utama dalam penelitian
kualitatif, meliputi ciri-ciri sebagai berikut :
1) Peneliti sebagai alat peka dan dapat bereaksi terhadap segala stimulus dan lingkungan
yang bermakna atau tidak dalam suatu penelitian
2) Peneliti sebagai alat dapat menyesuaikan diri dengan aspek keadaan yang dapat
mengumpulkan data yang beragam sekaligus
3) Tiap situasi adalah keseluruhan, tidak ada instrumen berupa test atau angket yang dapat
mengungkap keseluruhan secara utuh

2
Lexy J. Moleong, Metode Penelitian Kualitatif, (Bandung:Remaja Rosdakarya, 1996), hlm. 85-88
3
Sukardi, Metodologi Penelitian Pendidikan Kompetensi dan Praktiknya, (Jakarta:Bumi Aksara, 2012),
hlm. 75
4) Suatu interaksi yang melibatkan interaksi manusia, tidak dapat difahami oleh
pengetahuan semata-mata
5) Peneliti sebagai instrumen dapat segera menganalisis data yang diperoleh
6) Hanya manusia sebagai instrumen dapat mengambil kesimpulan dari data yang diperoleh
7) Dengan manusia sebagai instrumen respon yang aneh akan mendapat perhatian yang
seksama.
Dalam rangka kepentingan pengumpulan data, teknik yang digunakan dapat berupa
kegiatan:
1) Observasi
Observasi adalah teknik pengumpulan data dengan melakukan pengamatan
terhadap subjek (partner penelitian), baik secara langsung maupun tidak langsung
4
Pemanfaatan teknologi informasi menjadi ujung tombak kegiatan observasi yang
dilaksanakan, seperti pemanfaatan Tape Recorder dan Handy Camera.
2) Wawancara
Wawancara adalah bentuk komunikasi antara dua orang, melibatkan seseorang
yang ingin memperoleh informasi dari seseorang lainya denagn mengajukan
5
pertanyaan-pertanyaa, berasarkan tujuan tertentu. Wawancara yang dilakukan
dalampenelitian ini adalah untuk memperoleh makna yang rasional, maka observasi
perlu dikuatkan dengan wawancara. Dalam proses wawancara ini didokumentasikan
dalam bentuk catatan tertulis dan Audio Visual, hal ini dilakukan untuk meningkatkan
kebernilaian dari data yang diperoleh. Dalam wawancara seorang pewancara tidak
berhak membuat orang yang diwwwancarainya kebingungan dengan keharusan
menjawab masalah peneliti. 6
3) Studi Dokumentasi
Selain sumber manusia (human resources) melalui observasi dan wawancara
sumber lainnya sebagai pendukung yaitu dokumen-dokumen tertulis yang resmi
ataupun tidak resmi

g. Persoalan etika dalam penelitian

4
Mahmud, Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung:Pustaka Setia, 2011), hlm. 168
5
Deddy Mulyana, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2006),hlm. 180
6
Kasmadi dan Nia Siti Sunariah, Panduan Modern Penelitian Kuantitatif,( Bandung:ALFEBETA, 2013),
hlm. 72
Peneliti akan berhubungan dengan orang-orang, baik secara perorangan
maupun secara kelompok atau masyarakat, akan bergaul, hidup, dan merasakan serta
menghayati bersama tatacara dan tatahidup dalam suatu latar penelitian. Persoalan etika
akan muncul apabila peneliti tidak menghormati, mematuhi dan mengindahkan nilai-
nilai masyarakat dan pribadi yang ada. Dalam menghadapi persoalan tersebut peneliti
hendaknya mempersiapkan diri baik secara fisik, psikologis maupun mental.
2. Lapangan
a. Memahami dan memasuki lapangan
Memahami latar penelitian; latar terbuka; dimana secara terbuka orang
berinteraksi sehingga peneliti hanya mengamati, latar terttutup dimana peneliti
berinteraksi secara langsung dengan orang. Penampilan, Menyesuaikan penampilan
dengan kebiasaan, adat, tata cara, dan budaya latar penelitian.
Pengenalan hubungan peneliti di lapangan, berindak netral dengan peranserta dalam
kegiatan dan hubungan akrab dengan subjek. Jumlah waktu studi, pembatasan waktu
melalui keterpenuhan informasi yang dibutuhkan.
b. Aktif dalam kegiatan (pengumpulan data)
Dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan deskriptif dengan melakukan observasi
7
umum, dan mencata semua dalam catatn lapangan. Pendekatan kualitatif yang
dipergunakan beranjak dari bahwa hasil yang diperoleh dapat dilihat dari proses secara
utuh, untuk memenuhi hasil yang akurat maka pendekatan ini menempatkan peneliti
adalah instrumen utama dalam penggalian dan pengolahan data-data kualitatif yang
diperoleh. Berbeda dengan pendekatan kuantitatif yang menafsirkan data-data kuantitatif
(angka-angka) dari alat yang berupa angket, penelitian kualitatif atau sering disebut
dengan metode naturalistik memiliki karakteristik sebagai berikut :
1) Data diambil langsung dari setting alami
2) Penentuan sampel secara purposif
3) Peneliti sebagai instrumen pokok
4) Lebih menekankan pada proses dari pada produk, sehingga bersifat deskriptif analitik
5) Analisa data secara induktif atau interpretasi bersifat idiografik, dan;
6) Menggunakan makna dibalik data
3. Pengolahan Data
a. Reduksi Data

7
Burhan Bungin, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Jakarta:PT Raja Grafindo Persada, 2001), hlm. 90
Data yang diperoleh ditulis dalam bentuk laporan atau data yang terperinci.
Laporan yang disusun berdasarkan data yang diperoleh direduksi, dirangkum, dipilih
hal-hal yang pokok, difokuskan pada hal-hal yang penting. Data hasil mengihtiarkan
dan memilah-milah berdasarkan satuan konsep, tema, dan kategori tertentu akan
memberikan gambaran yang lebih tajam tentang hasil pengamatan juga mempermudah
peneliti untuk mencari kembali data sebagai tambahan atas data sebelumnya yang
diperoleh jika diperlukan.
b. Display Data
Penyajian data adalah proses pemberian sebuah informasi yang telah disusun
sedemikian rupa sehingga memungkinkan peneliti menarik kesimpulan dan
8
mengambil tindakan. Data yang diperoleh dikategorisasikan menurut pokok
permasalahan dan dibuat dalam bentuk matriks sehingga memudahkan peneliti untuk
melihat pola-pola hubungan satu data dengan data lainnya.
c. Analisis Data
Contoh analisis data yang dipergunakan seperti model Content Analisis, yang
mencakup kegiatan klarifikasi lambang-lambang yang dipakai dalam komunikasi,
menggunakan kriteria-kriteria dalam klarifikasi, dan menggunakan teknik analisis
dalam memprediksikan. Adapun kegiatan yang dijalankan dalam proses analisis ini
meliputi :
1) menetapkan lambang-lambang tertentu
2) klasifikasi data berdasarkan lambang/simbol dan,
3) melakukan prediksi atas data. 9
d. Mengambil Kesimpulan dan Verifikasi
Dari kegiatan-kegiatan sebelumnya, langkah selanjutnya adalah menyimpulkan
dan melakukan verifikasi atas data-data yang sudah diproses atau ditransfer kedalam
bentuk-bentuk yang sesuai dengan pola pemecahan permasalahan yang dilakukan

e. Meningkatkan Keabsahan Hasil


1) Kredibilitas (Validitas Internal)
a) Keabsahan atas hasil-hasil penelitian dilakukan melalui

8
Mulyadi, Metodologi Penelitian Pendidikan, ( Pekanbaru: Diktat, 2011), hlm. 56
9
Burhan Bungin, Analisis Data Penelitian Kualitatif ; Pemahaman Filosofis dan Metodologis kearah
Penguasaan Model Aplikasi, (Jakarta : PT. RajaGrafindopersada, 2003), hlm 10
b) Meningkatkan kualitas keterlibatan peneliti dalam kegiatan di lapangan
c) Pengamatan secara terus menerus
d) Trianggulasi, baik metode, dan sumber untuk mencek kebenaran data dengan
membandingkannya dengan data yang diperoleh sumber lain, dilakukan, untuk
mempertajam tilikan kita terhadap hubungan sejumlah data
e) Pelibatan teman sejawat untuk berdiskusi, memberikan masukan dan kritik
dalam proses penelitian
f) Menggunakan bahan referensi untuk meningkatkan nilai kepercayaan akan
kebenaran data yang diperoleh, dalam bentuk rekaman, tulisan, copy-an , dll
g) Membercheck, data yang terkumpul lalu dicatat dan dibuat dalam bentuk
laporan. Hasilnya dikemukakan untuk di cek kebenaranya, agar hasil
penelitiannya sahih. 10
2) Transferabilitas
Bahwa hasil penelitian yang didapatkan dapat diaplikasikan oleh pemakai
penelitian, penelitian ini memperoleh tingkat yang tinggi bila para pembaca laporan
memperoleh gambaran dan pemahaman yang jelas tentang konteks dan fokus
penelitian.
3) Dependabilitas dan Conformabilitas
Dilakukan dengan audit trail berupa komunikasi dengan pembimbing dan dengan
pakar lain dalam bidangnya guna membicarakan permasalahan-permasalahan yang
dihadapi dalam penelitian berkaitan dengan data yang harus dikumpulkan.
f. Narasi Hasil Analisis
Pembahasan dalam penelitian kualitatif menyajikan informasi dalam bentuk
teks tertulis atau bentuk-bentuk gambar mati atau hidup seperti foto dan video dan
lain-lain. Dalam menarasikan data kualitatif ada beberap hal yang perlu diperhatikan
yaitu:
1) Tentukan bentuk (form) yang akan digunakan dalam menarasikan data
2) Hubungkan bagiamana hasil yang berbentuk narasi itu menunjukan tipe/bentuk
keluaran yang sudah di disain sebelumnya
3) Jelaskan bagimana keluaran yang berupa narasi itu mengkoparasikan antara teori
dan literasi-literasi lainnya yang mendukung topik.
B. Pola Analisa Kualitataif

10
Beni Ahmad Saebani, Metode Penelitian, (Bandung:Pustaka Setia, 2008), hlm. 94
Ada banyak strategi analisis kualitatif. Ada empat pola analisa utama yang lebih
tepat sasaran, sistematis, dan distandardisasi, dan pada ekstremum lain adalah satu model
yang lebih yang intuitif, hubungan, dan interpretive. empat prototypical model-model yang
mereka uraikan adalah sebagai berikut:
1. Model Quasi-statistical
Peneliti menggunakan statistik secara khas mulai dengan pertimbangan analisa,
dan menggunakan ide-ide untuk memilih jenis data. Pendekatan ini adalah kadang
dikenal sebagai analysis peneliti meninjau ulang isi dari data naratif, mencari-cari tema
atau kata tertentu yang telah ditetapkan dalam suatu codebook. Hasil pencarian adalah
informasi yang dapat digerakkan secara statistik dan disebut Quasi statistik. Sebagai
contoh, analis dapat menghitung frekwensi kejadian dari tema-tema spesifik. Model ini
adalah serupa dengan pendekatan kwantitatif tradisional sampai melakukan analisa isi.
2. Model Analisa Template
Di model ini, peneliti mengkembangkan analisa cetakan untuk data naratif yang
digunakan. Unit-unit template adalah secara khas perilaku-perilaku, kejadian, dan
ungkapan ilmu bahasa. Template lebih mengalir dan dapat menyesuaikan diri dibanding
suatu codebook di dalam model Quasi statistik. Peneliti dapat mulai dengan template
bersifat elementer sebelum mengumpulkan data, template mengalami revisi tetap
sebanyak data dikumpulkan. Analisa menghasilkan data. Model jenis ini adalah bisa
dipastikan diadopsi oleh peneliti yang biasa meneliti etnografi, etologi, analisa ceramah,
dan ethnoscience.
3. Model Analisa Editing
Peneliti menggunakan model editing bertindak sebagai interpreter yang membaca
sampai habis data mencari segmen-segmen penuh arti dan unit-unit. Suatu ketika segmen
ini dikenali dan ditinjau, interpreter dikembangkan satu rencana pengelompokan dan
kode-kode sesuai yang dapat digunakan untuk memilih jenis dan mengorganisir data.
Peneliti kemudian mencari-cari struktur dan pola-pola yang menghubungkan kategori-
kategori pokok. Pendekatan teori yang khas menyertakan model ini. Peneliti-peneliti
yang biasa meneliti fenomenologi, hermeneutics, dan ethnomethodology menggunakan
prosedur pola analisa editing.

4. Model Immersion/crystallisasi
Model ini melibatkan pembaptisan total analis di dalam dan cerminan bahan-
bahan teks, menghasilkan satu kristalisasi data yang intuitif. Terjemahan yang
interpretive dan subjektif dicontohkan dalam laporan kasus pribadi dari semi anekdot dan
jumlah sedikit ditemui di dalam literatur riset dibanding tiga model yang lain
C. Model Analisis Kualitatif
Analisis Data Kualitatif adalah upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan
data, mengorganisasikan data, memilah-milahnya menjadi satuan yang dapat dikelola,
mensintesiskannya, mencari dan menemukan pola, menemukan apa yang penting dan apa
yang dipelajari, dan memutuskan apa yang dapat diceriterakan kepada orang lain
1. Analisis Sebelum di Lapangan
Penelitian kualitatif telah melakukan analisis data sebelum peneliti memasuki
lapangan. Analisis dilakukan terhadap data hasil studi pendahuluan atau data skunder,
yang akan digunakan untuk menentukan fokus penelitian. Namun demikian fokus
penelitian ini masih bersifat sementara, dan akan berkembang setelah peneliti masuk dan
selama dilapangan.
2. Analisis Selama di Lapangan
a. Model Miles and Huberman
Miles and Huberman mengemukakan bahwa aktivitas dalam analisis data
kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai
jenuh. Aktifitas dalam analisis data, yaitu data reduction, data display dan conclusion
drawing/ferification.
1) Data reduction (reduksi data)
Data yang diperoleh di lapangan jumlahnya cukup banyak, untuk itu perlu
dicatat secara teliti dan rinci. Seperti telah dikemukakan makin lama peneliti di
lapangan, maka jumlah data akan makin banyak, kompleks dan rumit. Untuk itu
perlu segers dilakuakan analissi data melalui reduksi data. Mereduksi data berarti
merangkum , memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal- hal yang
penting, dicari tema dan polanya dan memebuang yang tidak perlu. Dengan
demikian data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas,
dan memepermudah peneliti untuk melakuakan pengumpulan data selanjutnya, dan
mencarinyan bila diperlukan.

2) Data display (penyajian data)


Dengan mendisplaykan data maka akan memudahkan untuk memahami
apa yang terjadi, merencanakan kerja selanjutnya berdasarkan apa yang telah
dipahami tersebut.
3) Conclusion Drawing/verification
Langkah ketiga dalam analisis data kulitatif menurut Miles and Huberman
adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan awal yang dikemukakan
masih bersifat sementara, dan berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat
yang mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya. Tetapi apabila data
kesimpulan data yang dikemukakan pada tahap awal, didukung oleh kembali bukti-
bukti yang valid dan konsisten saat peneliti kembali kelapangan mengumpulkan
data, maka kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang kredibel.
Temuan dapat berupa diskripsi atau gambaran suatu obyek yang sebelumnya masih
remang-remang atau gelap sehingga setelah diteliti menjadi jelas, dapat berupa
hubungan kasual atau interaktif, hipotesis atau teori.11
b. Analisis Model Spradley
Spradley membagi analisis data dalam penelitian, berdasarkan tahapan dalam penelitian
kualitatif.
1) Analisis domain
Pada umumnya dilakukan untuk memperoleh gambaran yang umum dan
menyeluruh tentang situasi social yang diteliti atau obyek penelitian. Data diperoleh
dari grand tour dan minitour question. Hasilnya berupa gambaran umum tentang
obyek yang diteliti, yang sebelumnya belum pernah diketahui. Dalam analisis ini
informasi yang diperoleh belum mendalam, masih dipermukaan, namun sudah
menentukan domain-domain atau kategori dari situasi social yang diteliti.
2) Analisis Taksonomi
Domain yang dipilih tersebut selanjutnya dijabarkan menjadilebih rinci, untuk
mengetahui struktur internalnya dilakukan dengan observasi terfokus

3) Analisis Komponensial

11
Emzir, Op Cit., hlm. 129-133
Mencari ciri spesifik pada setiap struktur internal dengan cara
mengkontraskan antar elemen. Dilakukan melalui observasi dan wawancara
terseleksi dengan pertanyaan yang mengkontraskan.
4) Analisis Tema Budaya
Mencari hubungan diantara domain, dan bagaimana hubunan dengan
keseluruhan dan selanjutnya dinyatakan ke dalam tema/judul penelitian.12
c. Model Strauss dan corbin (grounded theory)
Menurut strauss dan corbin analisis data kualitatif khususnya dalam penelitian
grounded theory terdiri dari tiga jenis pencodean utama yaitu pengodean terbuka
(opening coding), pengodean berporos (axial coding), dan pengodean selekti (selective
coding). Mereka menekankan bahwa garis diantara masing masing jenis pengkodean
adalah artifisial. Perbedaan jenis tidak harus mengambil tempat di dalam tahap-tahap.
Dalam suatu sesi pengkodean tunggal anda dapat secara cepat dan tampa sadar diri
bergerak diantara suatu bentuk pengkodean dan yang lain, khususnya antara
pengkodean terbuka dan pengkodean berporos. 13
Pengodean terbuka adalah bagian analisis yang berhubungan khususnya dengan
penamaan dan pengategorian fenomena melalui pengujian data secara teliti. Selama
proses pengodean terbuka, data dipecah ke dalam bagian-bagian yang terpisah, diuji
secara cermat, dibandingkan untuk persamaan dan perbedaannya, dan pertanyaan-
pertanyaan diajukan tentang fenomena sebagaimana tercermin dalam data
Pengodean berporos adalah pelacakan hubungan diantara elemen-elemen data yang
terkodekan. Teori substantif muncul melalui pengujian adanya persamaan dan
perbedaan dalam tata hubungan, diantara kategori atau subkategori, dan diantara
kategori dan propertisnya. Pengodean berporos harus menguji elemen seperti keadaan
kalimat, interaksi diantara subyek, strategi, taktik dan konsekuensi.
Pengodean selektif adalah proses mengintegrasikan dan menyaring kategori
sehingga semua kategori terkait dengan kategori inti, sebagai dasar GT. Kategori inti
yaitu kategori yang dikembangkan dan mencoba variasi terbanyak dari pola perilaku.
Beberapa langkah yang digunakan dalam pengodean selektif:

1) Melibatkan penjelasan alur cerita (story line)

12
Ibid., hlm. 209-210
13
Ibid., hlm. 137
2) Menghubungkan kategori-kategori tambahan di sekitar kategori inti dengan
menggunakan paradigma.
3) Melibatkan menghubungkan kategori-kategori pada level dimensional.
4) Menyertakan validasi hubungan-hubungan ini dengan data.
5) Memasukkan ke dalam kategori-kategori yang mungkin memerlukan pembersihan
dan/atau pengembangan lebih lanjut.
d. Analisis Isi Model Philipp Mayring
Analisis isi merupakan suatu analisis mendalam yang dapat menggunakan teknik
kuantitatif maupun kualitatif terhadap pesan-pesan menggunakan metode ilmiah dan
tidak terbatas pada jenis-jenis variable yang dapat diukur atau konteks tempat pesan-
pesan diciptakan atau disajikan. Melakukan 600 wawancara terbuka dan menerima
lebih dari 20.000 halaman transkrip yang harus dianalisis dalam suatu cara yang
berorientasi kualitaitf. Objek dari analisis kualitatif dapat berupa semua jenis
komunikasi yang direkam ( transkrip wawancara, wacana, protocol observasi, video
tape, dokumen dll). Analisis isi tidak hanya menganalisis isi materi yang kelihatan.
Sebagaimana penjelasan Becker dan Lissmann (1973) membedakan level isi; tema dan
ide pokok dari teks sebagai isi utama; informai kontek sebagai isi yang tersembunyi.
14

e. Analisis Data Melalui Program Komputer


Dalam hal ini menggunakan suatu perangkat lunak analisis data kualitatif generassi
baru yaitu NVivo. Perangkat ini dapat digunakan untuk menganalisis hasil wawancara,
catatan lapangan, sumber-sumber tekstual, dan jenis-jenis data kualitatif lainya atau
data berbasis teks. NVivo tersedia untuk umum pada computer yang dirancang dalam
ruang baca the Social Sciences Resourse Center ( SSRC) dalam the Bing Wing of Green
Library. Untuk menggunakan computer umum di kampus, kita harus memiliki sebuah
SUNet ID (Stanford University Identifier). Kalau kita tidak mempunyai SUNet ID,
maka kita dapat mengakse web pada www.stanford.edu/services/sunetid untuk
informasi selengkapnya. 15

14
Ibid., hlm. 283-285
15
Ibid., hlm. 295
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Tahap-tahapan dalam penelitian kualitatif mengikuti langkah-langkah sebagai berikut;
1. Pra-Lapangan
a. Menyusun rancangan
b. Memilih lapangan
c. Mengurus perijinan
d. Menjajagi dan menilai keadaan
e. Memilih dan memanfaatkan infoirman
f. Menyiapkan instrumen
g. Persoalan etika dalam lapangan
2. Lapangan
a. Memahami dan memasuki lapangan
b. Pengumpulan data
3. Pengolahan Data
a. Reduksi data
b. Display data
c. Analisis
d. Mengambil kesimpulan dan verifikasi
e. Meningkatkan keabsahan
f. Narasi hasil
Model analisis kualitatif ada pra lapangan dan ada analisis pada lapangan.

B. Saran
Makalah yang penulis buat ini jauh dari kesempurnaan baik dari segi buku reperensi,
penulisan apalagi kata-kata yang tidak terurai dengan baik. Penulis mengharap kritikan dan
masukan dari pembaca untuk perbaikan makalah ini kedepanya.
DAFTAR PUSTAKA

Burhan Bungin, Metodologi Penelitian Kualitatif, Jakarta:PT Raja Grafindo Persada,


2001
_________, Analisis Data Penelitian Kualitatif ; Pemahaman Filosofis dan
Metodologis Kearah Penguasaan Model Aplikasi, Jakarta : PT.
RajaGrafindopersada, 2003
Beni Ahmad Saebani, Metode Penelitian, Bandung: Pustaka Setia, 2008
Deddy Mulyana, Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung: PT Remaja Rosdakarya,
2006
Emzir, Metodologi Peneletian Kualitataif: Analisis Data, ( Jakarta:PT Raja Grafindo
Persada, 2010
Huberman A. Maichel, Analisis Data Kualitatif ; Buku Sumber Tentang Metode-metode
Baru terj. Tjetjep Rohendi Rohidi, Jakarta : UI-PRESS, 1992
Kasmadi dan Nia Siti Sunariah, Panduan Modern Penelitian Kuantitatif, Bandung:
ALFEBETA, 2013
Jhon W. Creswell, Penelitian Kualitataif dalam Bidang Pendidikan, terj. Muhammad
Diah, Pekanbaru:UMRI Press, 2011
Lexy J. Moleong, Metode Penelitian Kualitatif, Bandung:Remaja Rosdakarya, 1996
Mahmud, Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung:Pustaka Setia, 2011
Mulyadi, Metodologi Penelitian Pendidikan, Pekanbaru: Diktat, 2011
Nyoman Dantes, Metode Penelitian, Yogyakarta: Andi Offset, 2012
Riduwan, Metode dan Teknik Menyusun Tesis, Bandung:ALFABETA, 2013
Sumardi Suryabrata, Metodologi Penelitian, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 1995
Sukardi, Metodologi Penelitian Pendidikan Kompetensi dan Praktiknya, Jakarta:Bumi
Aksara, 2012