Anda di halaman 1dari 7

ACARA I

KARAKTERISTIK STATIK SENSOR

A. PELAKSANAAN PRAKTIKUM
1. Tujuan Praktikum
Mempelajari karakteristik statik sensor (Fungsi Transfer dan Sensitivitas) dari
pengukuran berat.
2. Waktu Praktikum
Sabtu, 3 Juni 2017
3. Tempat Praktikum
Lantai II, Laboratorium Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,
Universitas Mataram.

B. ALAT DAN BAHAN PRAKTIKUM


1. Alat Praktikum
a. Analog Digital Trainer
b. Kabel jumper
c. IC Op-Amp
d. Multimeter digital
e. Sensor FSR406
2. Bahan Praktikum
a. Resistor 10 K
b. Resistor 30 K
c. Beban dengan ukuran berbeda

C. LANDASAN TEORI
Sensor adalah jenis tranduser yang digunakan untuk mengubah besaran mekanis,
magnetis, panas, sinar dan kimia menjadi tegangan dan arus listrik. Sensor sering digunakan
untuk pendeteksian pada saat melakukan pengukuran dan pengendalian. Tujuan dari sebuah
sensor adalah merespon sejenis masukan dan mengubah masukan tersebut menjadi sinyal
listrik. Keluaran output dari sensor dapat berupa arus atau beda potensial. Setiap sensor pada
prinsipnya adalah mengubah energy (energy converter) (Fraden, 2003 : 64).
Karakterisasi sensor dilakukan untuk mengetahui performancedari sensor yang
telah dirancang. Karakteristik sensor ada dua, karakteristik statik dan karakteristik dinamik.
Karakteristik statik ditentukan oleh sifat sensor yang perubahannya tidak berubah terhadap
waktu dan karakteristik dinamik yang perubahannya berubah terhadap waktu. Pada
penelitian ini digunakan karakteristik statik, dikarenakan hasil penelitian tidak dipengaruhi
oleh waktu. Beberapa hal termasuk dalam karakteristik statik sensor meliputi : Fungsi
Transfer, koefisien korelasi, sensitivitas, ripitabilitas dan akurasi (Eni, 2015: 2).
Aplikasi sensor getaran, pengukuran getaran dilakukan dengan cara menempatkan
sensor fluxgate dekat dengan objek yang bergetar. Posisi sensor ini tidak bersentuhan
dengan objek yang bergetar. Karakteristik statik sensor diukur pada jarak 15 sampai 50 mm,
parameter amplitudo dan frekuensi diukur dengan multimeter digital HP34401A dan display
frekuensi yang terukur diamati dengan labview 8. Sensor Fluxgate yang dikembangkan
dapat mendeteksi getaran objek pada rentangan 55 Hz sampai 360 Hz, rentangan frekuensi
ini diperoleh pada jarak statik 30 mm (Mitra, 2011 : 34).

D. PROSEDUR PERCOBAAN
1. Merangkai alat seperti gambar berikut dengan RM = 10 K

2. Mengukur tegangan output menggunakan multimeter tanpa beban.


3. Menaruh beban kemudian diukur tegangan dan hasil diliht pada multimeter.
4. Mengulangi sebnayak 3 kai dengan RM = 30 K
5. Mencatat hasil percobaan tersebut
E. HASIL PENGAMATAN
1. Untuk R = 10 K
NO BERAT (gr) Output (volt)
1 50 1,76
2 75 2,18
3 100 2,33
4 125 2,51
5 135 2,56
6 145 2,65
7 155 2,70
8 160 2,73
9 165 2,75
10 170 2,77

2. Untuk R = 30 K
NO BERAT (gr) Output (volt)
1 50 2,50
2 75 3,21
3 100 3,47
4 125 3,61
5 135 3,65
6 145 3,70
7 155 3,74
8 160 3,76
9 165 3,78
10 170 3,79

F. ANALISIS DATA
Grafik hubungan antara berat dengan tegangan untuk RM = 10k
3
y = 0.0077x + 1.5175

Output (V)
2.5 R = 0.9541

1.5
50 70 90 110 130 150 170
Berat (gr)

Tabel
x Y xy X2 (x)2
50 1.76 88 2500 1638400
75 2.18 163.5 5625
100 2.38 238 10000
125 2.51 313.75 15625
135 2.56 345.6 18225
145 2.65 384.25 21025
155 2.7 418.5 24025
160 2.73 436.8 25600
165 2.75 453.75 27225
170 2.77 470.9 28900
x = xy =
1280 y = 24.99 3313.1 x2 = 178750
x
=
1280
= 10

= 128
y
=
24.99
= 10

= 2.49
()() ()()
b= ()( 2 ) ()2
(10)(3313.1) (1280)(24.99)
= (10)(178750) (1638400)

= 0.0076
a = ( )
= 2.49 (0.0076)( 128)
= 1.517
Y = a + bx
= 1.517 + 0.0076x
Grafik hubungan antara berat dengan tegangan untuk RM = 30k

3.9
3.7
3.5
Output (V)

3.3
3.1 y = 0.0091x + 2.3563
R = 0.8556
2.9
2.7
2.5
50 70 90 110 130 150 170 190
Berat (gram)

Tabel
x y Xy X2 (x)2
50 2.5 125 2500 1638400
75 3.21 240.75 5625
100 3.47 347 10000
125 3.61 451.25 15625
135 3.65 492.75 18225
145 3.7 536.5 21025
155 3.74 579.7 24025
160 3.76 601.6 25600
165 3.78 623.7 27225
170 3.79 644.3 28900
= y = xy = x2 =
1280 35.21 4642.6 178750
x
=

1280
= 10

= 128
y
=
35.21
= 10

= 3.521
()() ()()
b= ()( 2 ) ()2
(10)(4642.6) (1280)(3.521)
= (10)(178750) (1638400)

= 0.009
a = ( )
= 3.521 (0.009)( 128)
= 2.356
Y = a + bX
= 2.356 + 0.009x

G. PEMBAHASAN
Pada praktikum kali ini, bertujuan untuk mempelajari karakteristik statik sensor
(Fungsi Transfer dan Sensitivitas) dari pengukuran berat. Fungsi transfer dapat dinyatakan
dalam beberapa bentuk persamaan yaitu linier, eksponensial, dan polinimial. Sensitivitas
sebagai kepekaan sensor terhadap kuantitas yang diukur, yaitu perbandingan perubahan
masukan atau respon instrumens terhadap perubahan variabel yang diukur.
Pada hasil praktikum menggunakan sensor FSR406, yang diberikan penambahan
beban diperoleh nilai fungsi transfer kerika RM = 10 k adalah Y = 1,517 + 0,0076X dengan
nilai sensitivitasnya adalah 0,0076. Untuk RM = 30 k nilai fungsi transfer yang diperoleh
adalah Y = 2,356 + 0,009X, dengan nilai sensitivitasnya adalah 0,009. Sehingga dapat
dikatakan kedua hasil data yang diperoleh hampir mendekati linier.

H. KESIMPULAN
Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa nilai fungsi transfer pada RM
= 10k diperoleh Y= 1,517 + 0,0076X dan pada saat RM = 30k diperoleh nilai fungsi transfer
adalah Y = 2,356 + 0,009X.
DAFTAR PUSTAKA

Antoni, Lafian. 2016. Prototipe Alat Bantu Parkir Mobil Berbasis Sensor Ultrasonik Ping Dan
Mikrokontroler Arduino Uno. Yogyakarta : UIN Sunan Kalijaga.

Djamal, Mitra dkk. 2011. Sensor, Teknologi dan Aplikasinya. Bandung : ITB.

Yuliza, Eni dkk. 2015. Alat Keamanan Pintu Brankas Berbasis Sensor Sidik Jari
Dan Passoword Digital Dengan Menggunakan Mikrokontroler Atmega 16. Bengkulu :
Universitas Dehasen.