Anda di halaman 1dari 7

Semua sel hidup memerlukan energi untuk melakukan kerja, seperti misalnya

menghasilkan molekul-molekul baru, tumbuh dan melakukan pembelahan. Bagi


kebanyakan sel, molekul gula (C6H12O6) merupakan sumber energi yang paling
umum. Glukosa diperoleh dari karbohidrat dalam diet atau dari pengubahan asam-
asam amino (rangka bangun protein) menjadi glukosa. Karbohidrat komplek (tepung)
dicerna menjadi molekul glukosa dalam usus halus. Molekul glukosa ditransport ke
dalam darah dan kemudian dikirimkan ke semua sel di seluruh tubuh. Hati dan sel-sel
otot mengambil glukosa dan menyimpannya sebagai molekul besar yang disebut
glikogen yang serupa dengan tepung. Pembentukan glikogen disebut glikogenesis
(genesis berasal dari bahasa Yunani yang artinya dilahirkan). Molekul glikogen bisa
mengandung hingga sejuta molekul glukosa. Glikogen dapat menyusun hingga 10 %
dari berat total hati. Saat tubuh memerlukan glukosa, hati memecah glikogen menjadi
kostituen molekul glukosa melalui suatu proses yang disebut glikogenesis (lysis dari
kata Yunani yang artinya memecah atau mengurai. Molekul glukosa dibebaskan ke
peredaran darah dan berbagi dengan seluruh tubuh. Sel-sel otot juga melakukan
glikogenolisis namun tidak membebaskan glukosa. Jumlah glukosa dalam darah
dipelihara sekitar 90 mg/100 ml darah, namun nilai yang bervariasi antara 70 dan 105
mg/100 ml masih dianggap normal bagi orang diusia antara 2 dan 50 tahun (glukosa
dalam darah sering diukur dalam mg/dl yang artinya mg/100 ml). Kadar glukosa
darah utamanya dipelihara oleh dua macam hormon yakni glukagon dan insulin. Dua
hormon ini kerjanya meningkatkan kadar glukosa darah. Beberapa hormon lain juga
mempengaruhui kadar glukosa namun tak secara langsung atau tak sepenting
glukagon dan insulin.

Insulin merupakan hormon yang terdiri dari rangkaian asam amino, dihasilkan
oleh sel beta kelenjar pankreas. Dalam keadaan normal, bila ada rangsangan pada sel
beta, insulin disintesis dan kemudian disekresikan kedalam darah sesuai kebutuhan
tubuh untuk keperluan regulasi glukosa darah. Secara fisiologis, regulasi glukosa
darah yang baik diatur bersama dengan hormone glukagon yang disekresikan oleh sel
alfa kelenjar pankreas.
Sintesis insulin dimulai dalam bentuk preproinsulin (precursor hormon insulin)
pada retikulum endoplasma sel beta. Dengan bantuan enzim peptidase, preproinsulin
mengalami pemecahan sehingga terbentuk proinsulin, yang kemudian dihimpun
dalam gelembung-gelembung (secretory vesicles) dalam sel tersebut. Di sini, sekali
lagi dengan bantuan enzim peptidase, proinsulin diurai menjadi insulin dan peptida-C
(C-peptide) yang keduanya sudah siap untuk disekresikan secara bersamaan melalui
membran sel.
Mekanism diatas diperlukan bagi berlangsungnya proses metabolisme secara
normal, karena fungsi insulin memang sangat dibutuhkan dalam proses utilisasi
glukosa yang ada dalam darah. Kadar glukosa darah yang meningkat, merupakan
komponen utama yang memberi rangsangan terhadap sel beta dalam memproduksi
insulin. Disamping glukosa, beberapa jenis asam amino dan obat-obatan, dapat pula
memiliki efek yang sama dalam rangsangan terhadap sel beta. Mengenai bagaimana
mekanisme sesungguhnya dari sintesis dan sekresi insulin setelah adanya rangsangan
tersebut, merupakan hal yang cukup rumit dan belum sepenuhnya dapat dipahami
secara jelas.
Diketahui ada beberapa tahapan dalam proses sekresi insulin, setelah adanya
rangsangan oleh molekul glukosa. Tahap pertama adalah proses glukosa melewati
membrane sel. Untuk dapat melewati membran sel beta dibutuhkan bantuan senyawa
lain. Glucose transporter (GLUT) adalah senyawa asam amino yang terdapat di
dalam berbagai sel yang berperan dalam proses metabolisme glukosa. Fungsinya
sebagai kendaraan pengangkut glukosa masuk dari luar kedalam sel jaringan tubuh.
Glucose transporter 2 (GLUT 2) yang terdapat dalam sel beta misalnya, diperlukan
dalam proses masuknya glukosa dari dalam darah, melewati membran, ke dalam sel.
Proses ini penting bagi tahapan selanjutnya yakni molekul glukosa akan mengalami
proses glikolisis dan fosforilasi didalam sel dan kemudian membebaskan molekul
ATP. Molekul ATP yang terbentuk, dibutuhkan untuk tahap selanjutnya yakni proses
mengaktifkan penutupan K channel pada membran sel. Penutupan ini berakibat
terhambatnya pengeluaran ion K dari dalam sel yang menyebabkan terjadinya tahap
depolarisasi membran sel, yang diikuti kemudian oleh tahap pembukaan Ca channel.
Keadaan inilah yang memungkinkan masuknya ion Ca sehingga menyebabkan
peningkatan kadar ion Ca intrasel. Suasana ini dibutuhkan bagi proses sekresi insulin
melalui mekanisme yang cukup rumit dan belum seutuhnya dapat dijelaskan.
( Gambar 1 )
Seperti disinggung di atas, terjadinya aktivasi penutupan K channel tidak
hanya disebabkan oleh rangsangan ATP hasil proses fosforilasi glukosa intrasel, tapi
juga dapat oleh pengaruh beberapa faktor lain termasuk obat-obatan. Namun senyawa
obat-obatan tersebut, misalnya obat anti diabetes sulfonil urea, bekerja pada reseptor
tersendiri, tidak pada reseptor yang sama dengan glukosa, yang disebut
sulphonylurea receptor (SUR) pada membran sel beta.

Ca2+
Glucose Channel Insulin
K+ channel
GLUT-2 Opens Release
shut


Glucose K+
Cleavage
Insulin + C peptide
Glucose-6-phosphate
Depolarization enzymes

ATP Proinsulin
of membrane
Glucose signaling
preproinsulin
Preproinsulin
Gb.1 Mekanisme sekresi insulin pada sel beta akibat stimulasi
B. cell Insulin Synthesis
Glukosa ( Kramer,95 )

Dinamika sekresi insulin


Glukagon adalah suatu hormon protein yang dikeluarkan oleh sel alfa pulau
langerhans sebagai respon terhadap kadar glukosa darah yang rendah dan
peningkatan asam amino plasma. Glukagon adalah hormon utama stadium pasca
absortif pencernaan, yang terjadi selama periode puasa di antara waktu makan. Fungsi
hormon ini terutama adalah katabolik (penguraian). Sebagai contoh, glokagon bekerja
sebagai antagonis insulin dengan menghambat perpindahan glukosa ke dalam sel.
Glukagon juga menstimulusi glukoneogenesis hati dan menyababkan
penguraian simpana glikogen untuk digunakan sebagai sumber energi selain glukosa.
Glukagon menstimulus penguraian lemak dan pelepasan asam lemak bebas ke dalam
aliran darah, untuk digunakan sebagai sumber energi selain glukosa. Fungsi-fungsi
tersebut bekerja untuk meningkatkan kadar glukosa darah.
Struktur Hormon Glukagon
1. merupakan polipeptida rantai tunggal terdiri dari 29 asam amino disintesis di
dalam sel A pulau Langerhans pankreas
2. Disintesis dari molekul prekursor proglukagon yang berukuran jauh lebih
besar
3. Glukagon beredar dalam plasma dalam bentuk bebas, tidak terikat dengan
protein pengangkut.
4. Karena tidak terikat dengan protein pengangkut maka usia paruh glukagon
dalam plasma singkat (sekitar 5 menit)
5. Glukagon diinaktifkan di hati yang mempunyai enzim yang memecah 2 asam
amino pertama dari ujung terminal amino.
Sekresi hormon glukagon
1. Diperkirakan glukosa menghambat sekresi glukagon, mungkin juga
diperantarai oleh insulin karena hormon ini menghambat langsung pelepasan
glukagon.
2. Faktor lain yang mempengaruhi sekresi glukagon antara lain asam amino,
asam lemak, serta keton, hormon traktus gastrointestinal dan neurotransmiter.
Mekanisme kerja hormone glukagon
1. secara umum glukagon melawan kerja insulin
2. glukagon merangsang glikogenolisis dan lipolisis
3. Hati merupakan sasaran utama kerja glukagon. Glukagon terikat dengan
reseptor spesifik dalam membran plasma sel hati. Peristiwa ini mengaktifkan
enzim adenilil siklase menghasilkan cAMP. Molekul cAMP yang dihasilkan
mengaktifkan enzim fosforilase yang meningkatkan laju penguraian dan
menghambat kerja enzim glikogen sintase sehingga pembentukan glikogen
terhambat.
4. kenaikan kadar cAMP merangsang konversi asam amino menjadi glukosa
dengan menginduksi sejumlah enzim yang terlibat dalam lintasan
glukoneogenik.
Glukagon Reseptor Spesifik Hati

Enzim adenilil
Siklase

Peningkatan
cAMP
kadar gula darah

Enzim Fosforilase

Pembentukan Enzim glikogen


glikogen berhenti Sintase

Pengaturan kadar glukosa darah

Insulin dan glukagon dihasilkan dalam pankreas oleh sekelompok sel yang
disebut pulau-pulau langerhans atau pulau-pulau pankreas. Pankreas mengandung
sekitar satu juta pulau yang menyusun kira-kira 1 % dari berat pankreas. Ada dua
macam sel pulau : sel-sel a (alfa), yang mensekresikan glukagon, dan sel-sel B (beta)
yang mensekresikan insulin. Karena protein tak bisa melewati membran sel, maka
reseptor bagi insulin dan glukagon harus berada pada membran selnya sendiri. Saat
insulin dan glukagon berikatan dengan reseptor protein pada permukaan sel target,
mereka akan mengisiasi kerja di dalam sel.

Insulin dan glukagon mempengaruhi metabolisme karbohidrat, lemak, dan


protein diseluruh tubuh, akan tetapi target utamanya adalah sel-sel hati, otot dan sel
adiposa (lemak). Insulin merupakan hormon unik sebab merupakan satu-satunya
hormon yang efek bersihnya adalah hipoglisemia (hypo berasal dari kata Yunani yang
artinya dibawah atau kurang, yakni menurunkan kadar glukosa dalam darah.
Glukagon umumnya memiliki efek yang berlawanan yakni hiperglisemia. Setelah
seseorang mengkonsumsi karbohidrat (gula dan tepung) maka kadar glukosa dalam
darahnya akan meningkat. Sel-sel B akan distimulasi secara langsung oleh glukosa
untuk membebaskan insulin ke dalam darah. Selanjutnya insulin akan beredar di
seluruh tubuh, meningkatkan transport glukosa ke sel-sel utamanya sel-sel lemak dan
otot. Insulin mempengaruhi sel-sel lemak dengan mieningkatkan asupan dan
penggunaan glukosa, dengan demikian meningkatkan sintesis lemak.

Efek ini berlawanan dengan hormon pertumbuhan dan epinefrin yang


meningkatkan pemecahan lemak. Sel-sel otot juga meningkatkan asupan glukosa
sehingga meningkatkan sintesis glikogen. Insulin tampaknya juga meningkatkan
transport asam amino dan menstimulasi sintesis protein. Sel-sel hati juga diransang
untuk mengubah glukosa menjadi glikogen. Ini secara tak lansung akan
meningkatkan transport glukosa ke sel-sel namun peningkatan transport glukosa ini
buka merupakan aksi primer insulin pada sel-sel hati. Insulin juga meningkatkan
asupan asam amino dan sintesis protein lebih lanjut oleh sel-sel hati. Secara singkat
insulin menstimulasi penggunaan glukosa untuk menjadi glikogen (glikogenesis),
sintesis lemak (lipogenesis), dan sintesis protein (proteogenesis). Saat kadar glukosa
darah menurun, sekresi insulin secara perlahan juga menurun hingga kadar glukosa
darah mencapai sekitar 80-85 mg/100 ml darah.

Sebaliknya, saat kadar glukosa darah menurun hingga mencapai sekitar 50


mg/100 ml, sel alfa pulau-pulau akan mulai mensekresikan glukagon. Glukagon
menstimulasi sel-sel hati memulai glikogenolisis, segera akan meningkatkan kadar
glukosa darah meningkatkan kadar glukosa darah. Protein di dalam hati dan sel-sel
otot dipecah menjadi asam amino yang dibebaskan ke dalam darah dan dikirimkan ke
hati dimana glukagon merangsang konversi asam-asam amino menjadi glukosa, suatu
proses yang disebut glukoneogenesis. Sel-sel liver dan sel-sel lemak mulai
memobilisir pemecahan molekul lemak. Kadar kalim dalam darah juga meningkat,
mungkin sebagai efek samping glikogenolisis. Glukagon juga menstimulasi sel-sel
Beta secara langsung, menyebabkannya membebaskan insulin yang dapat
meningkatkan kemampuan sel tubuh menggunakan glukosa yang baru saja
dibebaskan. Efek bersih insulin dan glukagon adalah menjaga kadar glukosa darah
dalam batas yang sangat sempit. Kadar glukosa meningkat, pembebasan insulin akan
distimulasi, dan pembebasan glukagon akan menghambatnya. Glukosa meninggalkan
darah dan dipakai oleh sel-sel tubuh utamanya sel hati, sel lemak dan sel otot. Saat
kadar glukosa darah menurun, glukagon disekresikan menyebabkan pemecahan
glikogen dalam liver menjadi glukosa yang akan dibebaskan ke dalam darah, dengan
demikian akan meningkatkan kadar glukosa darah. Saat seseorang mengkonsumsi
diet yang banyak mengandung protein dan rendah karbohidrat, insulin dan glukagon
akan dibebaskan secara simultan, tampaknya karena ada asam-asam amino tertentu
yang memiliki efek stimulatori pada kedua hormon ini. Glukogon berkonsentasi
dengan stimulasi insulin dalam sintesis lemak. Aksi ini sebagian disebabkan
secepatnya kehilangan berat yang terjadi dengan diet yang kaya protein. Hormon
insulin dan glukagon secara bersamaan memelihara homeostasis glukosa.