Anda di halaman 1dari 15

ANALISIS PENERAPAN PRODUKSI BERSIH

MENUJU INDUSTRI NATA DE COCO RAMAH LlNGKUNGAN

ABSTRAK

Penerapan produksi bersih pada industri !lata de coco dapat mengurangi


dampak negatif ke lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan
produksi bersih di salah satu industri nata de coco. Metode yang digunakan adalah
observasi, perhitungan dan wawancara.Hasil menunjukkan bahwa penerapan produksi
bersih yang dilakukan dapat memberikan manfaat positif dari sisi lingkungan dan
ekonomLManfaat ekonomi berupa penghematan biaya produksi dan peningkatan
keuntungan yang diperoJeh sebesar Rp 55.406.830,- per tahun. Sedangkan manfaat
lingkungan berupa pengurangan timbulan limbah cair sebesar 919.341,5 liter/ tahun
(pengurangan limbah cair sebesar 72,8%) dan pengurangan timbulan limbah padat
sebanyak 127.246 kgl tahun (terjadi pengurangan timbulan limbah padat sebesar
98,2%).Penerapan produksi bersih akan menurunkan persentase Keluaran Bukan
Produk (NPO) sebesar 6,95 %. Langkah penerapan produksi bersih akan mengurangi
dampak terhadap lingkungan menuju industri nata de coco yang lebih ramah
lingkungan.

Kata kunci:industri, lingkungan, nata de coco, produksi bersih

ABSTRACT

The Implementation of cleaner production In 11 :1uslryof natade CQv-O can reduce


the negative impact to the environment. This study aims to analyze slietnetive
implementation of cleaner production in industry nata de coco. The method used were
observation, calculation and interviews. The results showed that the implementation of
cleaner production can provide positive benefits in terms of the environment and the
economy. Economic benefits in the form of economies scale and increased profits
earned lOR 55.40683 mi1lion, - per year. Environmental benefits such as reduction of
waste generation at 919,341.5 liters! year (a reduction of 72.8% effluent), while the
reduction in solid waste generation as much as 127.246 kg/ year (a reduction of solid
waste generation by 98.2%). The impact on cleaner production application decreased
Non Product Output by 6.95%. Application of cleaner production would reduce the
impact on the environment toward nata de coco industry more environmentally friendly.

Keywords: cleaner production, environment, industry, nata de coco

1
PENDAHULUAN
Industri pengolahan nata de mereduksi dampak produk terhadap
coco merupakan salah satu lingkungan dar; siklus hidup produk
agroindustri yang dalam proses dengan rancangan yang ramah
produksinya menghasilkan limbah lingkungan, namun efektif dari segi
baik itu berupa limbah cair, maupun biaya (Indrasti & Fauzi, 2009).
limbah padat. Limbah yang Penerapan konsep produksi bersih
dihasilkan dari industri nata de coco ini akan memberikan keuntungan
dapat berpotensi menimbulkan bagi perusahaan dan mengurangi
pencemaran Iingkungan apabila aktivitas penanganan limbah
tidak ditangani dengan benar seperti (Hakimi & Budiman, 2006).Prinsip-
timbulnya bau yang dapat prinsip pokok dalam strategi
mengganggu lingkungan sekitarnya produksi bersih dalam Kebijakan
dan pencemaran air. Sesuai dengan Nasional Produksi Bersih (KLH,
Undang-Undang Nomor 32 tahun 2003) dituangkan dalam 5R (Re-
2009 tentang Perlindungan dan think, Re-use, Reduce, Recovery
Pengelolaan Lingkungan Hidup, and Recycle).
maka setiap usaha disamping Konsep ekoefisiensi dan
mendapatkan keuntunganl profit produksi bersih hampir serupa.
hendaknya juga menjaga Menurut Purwanto (2000),
kelestarian lingkungan dengan perbedaan yang jelas diantara
meminimasi timbulan limbah bahkan keduanya adalah ekoefisiensi
mengolah lirnbah hingga menjadi bermula dari isu efisiensi ekonomi
produk yang bemilai. yang mempunyai manfaat
Produksi bersih bertujuan lingkungan positif, sedangkan
untuk meningkatkan produktivitas produksi bersih bermula dari isu
dengan memberikan tingkat efisiensi Iingkungan yang
efisiensi yang lebih baik pada mempunyai manfaat ekonomi
penggunaan bahan mentah, energi, positif. Menurut World Business
dan air, mendorong performansi Council for Sustainable
Iingkungan yang lebih baik melalui Development (2000), Ecological
pengurangan sumber-sumber Economic Efficiency atau
pembangkit limbah dan emisi serta ekoefisiensi merupakan filosofi
2
manajemen yang mendorong suatu berkembang (studi kasus di negara
usaha atau perusahaan untuk Filipina) berhubungan secara
mencari perbaikan lingkungan dan signifikan terhadap kinerja
dapat menghasilkan manfaat lingkungan industri.Alternatif
ekonomi secara parallel.Penerapan penerapan produksi bersih pada
ekoefisiensi membantu bisnis di industri kerupuk dapat berupa good
Jepang dalam proses produksi dan housekeeping, recycle, reduce dan
konsumsi menuju keberlanjutan reuse(Probowati & Burhan,
bisnis(Burritt & Saka, 2011).Penelitian sebelumnya dari
2006).ekoefisiensi juga diterapkan Hakimi &Budiman (2006),
pada proses produksi keju di menyebutkan opsi produksi bersih
Belanda (van Middelaar et al.. pada penanganan limbah nata de
2011). Menurut Park & Behera coco di Kota Bogor adalah
(2014), penggunaan indikator pemanfaatan kotoran haslt
ekoefisiensi untuk simbiosis jaringan penyaringan, perebusan dan
industri berdasarkan World pembersihan kulit untuk pembuatan
Business Council for Sustainable pupuk.
Development (WBCSD) berupa Pemanfaatan limbah
indikator ekonomi dan tiga indikator pengolahan kelapa berupa air
lingkungan yaitu penggunaan kelapa merupakan cara
bahan, konsumsi energi dan emisi mengoptimalkan pemanfaatan buah
C02. kelapa. Limbah air kelapa cukup
Produksi bersih atau baik digunakan untuk substrat
ekoefisiensi dapat diterapkan di pembuatan nata de coco.Oalam air
semua sektor industri kecil dan kelapa terdapat berbagai nutrisi
menengah seperti hasil penelitian yang bisa dimanfaatkan bakteri
Femandez-Vlne et al" (2010)di penghasil nata de coco. Air kelapa
Venezuela untuk produk ramah mempunyai potensi yang baik untuk
lingkungan. Rao dkk (2006), dibuat menjadi minuman fermentasi,
menyatakan bahwa indikator- karena kandungan zat gizinya, kaya
indikator lingkungan yaitu bahan akan nutrisi yaitu gula, protein,
baku, energi, air dan limbah pada lemak dan relatif lengkap sehingga
industri kecil menengah di negara sangat baik untuk pertumbuhan
3
bakteri penghasil produk menganalisis penerapan produksi
pangan(Pambayun, 2002). bersih di salah satu industri nata de
Agroindustri nata de coco cocoberdasarkan kelayakan secara
berpotensi untuk dikembangkan di lingkungan, teknis,dan ekonomi.
daerah pesisir seperti di daerah
Yogyakarta karena dekat dengan METODOlOGI
sumber bahan baku kelapa yang Penelitian ini bersifat deskriptif
banyak ditemui. Proses produksi kuantitatif dengan obyek penelitian
nata de coco terdiri dari yang diamati adalah sebuah industri
penyaringan, perebusan, kecil nata de coco di daerah
penempatan dalam wadah Yogyakarta pada bulan Juni
fermentasi, pendinginan, 2014.Data primer berupa hasil
penambahan starter, fermentasi wawancara, pengamatan langsung
(pemeraman) selama 7 hari pada di lapangan, pengukuran yang
suhu kamar, pemanenan, digabung dengan data sekunder
pembersihan kulit, dan pemotongan. yang telah dianalisis. Tahapan
Potensi limbah cair yang banyak penelitian terdiri dari 3 tahap yaitu
dihasilkan berupa air bekas melakukan pengamatan dan
pencucian dan perendaman nata, identifikasiterhadap proses produksi
air bekas pencucian alat serta nata de coco, penggunaan bahan,
cairan sisa fermentasi, sedangkan air dan energi serta Non Product
potensi limbah padat yang Output (NPO) dengan metode mind
dihasilkan dari nata de coco tidak mapp;ng, dan analisis hasil
sempurna (reject) yang dibuang, penerapan alternatif produksi
koran bekas, kulit ari dari bersih. Analisis data diiakukan
pembersihan nata, serta kotoran perhitungan terhadap data hasil
hasil penyaringan. Sejauh ini belum pengamatan dan pengukuran
ada pengelolaan lingkungan pada ditambah dengan data sekunder
industri kecil tersebut karena belum dar; industri.
mempunyai IPAL sehingga limbah
langsung dibuang ke lingkungan HASIL DAN PEMBAHASAN
tanpa proses terlebih dahulu. Proses Pengolahan Nata de coco
Tujuan penelitian ini adalah untuk

4
Proses produksi dan neraca
massa nata de coco dapat dilihat
pada Gambar 1.

5
INPUT _ __ ~PROSES OUTPUT
---
Air kelapa
Air kelapa : 1200 L ..v Air kelapa bersih : 1188 L
Listrik : 0,187 kWh Kotoran (1%) : 12 L
Emisi listrik : l,46.E-04 C02e

Air kelapa bersih : 1188 L Air kelapa rebus: 1182,06 L


Kayu bakar: 192,3 kg Uap air (0,5%) : 5,94 L
Grajen . 10 kg Abu kayu bakar (2%) : 3,85 kg
Emisi GHG : 4,88E-07 C02e

Air kelapa rebus: 1182,06 L Larutan air ketapa : 1223,94 L


=
Gula : 30 kg 30,99 L Losses (0,5%) . 6,15 L
Asam cuka : 6 L
ZA: 6 kg = 11,04 L
Larutan air kelapa dalam
Larutan air kelapa . nampan: 1217,82 L
1223,94 L Losses (0,5%) : 6,12 L

Larutan air kelapa : Larutan air kelapa dingin :


1217,82 L 1217,82 L

Larutan air kelapa :1217,82L Larutan air kelapa + starter:


Larutan starter: 121,7 L 1339,52 L

Larutan air kelapa + starter: Lembaran nata + sisa cairan :


1339,52 L 1339,52L

Lembaran nata: 1346,16 Kg Lembaran nata: 1108,03 kg


Sisa cairan fermentasi (0,5%) Sisa cairan ferm (0,5%): 6,69 L
: 6,69 L Nata reject (17,69%) : 238,13
Air perendam : 600 L kg
Sisa air perendam : 540 L
Losses air perendam (10%) :
60 L
Koran bekas : 7,8 kg

Lembaran nata: 1108,03 kg Lembaran nata bersih :


Air pencucian : 2380 L Pembersihan kulit 1052,63 kg
Lapisan kulit (5%) : 55,40 kg
Sisa air pencucian : 2142 L
Losses (10%) : 238 L

Lembaran nata bersih : Potongan nata de coco:


1052,63 kg 1000 kg
Air perendam : 600 L Sisa potongan (5%) : 52,63 kg
Listrik: 3.]5 kWh Sisa air perendam : 540 L
Losses (10%) : 60 L
Emisi listrik : 2,93 E-03 C02e
Nata de coco
potong

Gambar 1. Diagram A1irProses Produksi Nata de coco potong per hari

6
Proses produksi nata de coco karena adanya penghematan biaya
dalam sehari ada tiga kali pemakaian bahan,air, dan energi
perebusan air kelapa masing- serta mengurangi aktivitas
masing sebanyak 400 Liter. penanganan limbah (Hakimi &

Tahapan proses yang paling banyak Budiman, 2006).


menghasilkan limbah cair pada
pencucian dan pembersihan kulit Analisis Penerapan Tindakan
nata serta atat-atat produksi karena Produksi Bersih
banyak menggunakan sumber daya Analisis kelayakan langkah
air, sedangkan limbah padat produksi bersih yang diterapkan
terbanyak dihasilkan pada pada industri nata de coco
pemanenan berupa nata yang gagal mencakup kelayakan secara
panen (reject) kemungkinan lingkungan, teknis, dan ekonomi
dikarenakan ruang fermentasi yang (Purwanto, 2013).lndustri nata de
tidak higienis atau pekerja yang coco menghasilkan 1000 kg nata de
kurang higienis sehingga terjadi coco potong setiap hari.Peluang
kontaminasi jamur pada saat penerapan tindakan produksi bersih
fermentasi larutan kelapa.Potensi pada agroindustri nata de coco
timbulan limbah cair selama berdasarkan strategi 1E4R
setahun sebesar 1.261.715 liter, (Elimination, Reduce, Reuse,
sedangkan potensi limbah padat Recycle, Recovery) .Analisis
dar; industri nata de coco selama kelayakan peluang penerapan
satu tahun sebesar 129.475,5 produksi bersih dihitung per tahun.
kg.Dari identifikasi titik-titik a. Pemanfaatan kotoran hasil
penghasil limbah atau keluaran penyaringan, pembersihan kulit
bukan produk (KBP) terbanyak nata dan nata reject untuk
tersebut, peluang tindakan produksi pembuatan pupuk
bersih dapat diterapkan sehingga Untuk pembuatan pupuk dari
dapat mengurangi timbulan limbah padat industri nata de ooco,
limbah.Pada penerapan produksi total limbah sebesar 7881,38 kg per
bersih di industri nata de coco bulan dikumpulkan dalam wadah
Kabupaten Bogor memberikan kemudian ditambahkan kapur tohor
keuntungan bagi perusahaan untuk menetralkan pH bahan
7
pupuk.Dalam 100 kg Iimbah padat investasi usaha pembuatan gas bio
ditambahkan 10 kg kapur tohor, layak untuk dilakukan.
setelah tercampur rata maka pupuk b. Penggunaan kembali (reuse) air
sudah siap untuk digunakan bekas sisa perendaman nata,
(Warisno,2004).Total investasi yang air pembersihan nata dan air
diperlukan untuk pembelian bekas pencucian botol serla
baskom, saringan, gayung dan nampan
pengaduk sebesar Rp, 554.000,-. Langkah ini memerlukan
Langkah ini memerlukan 1 orang peralatan tambahan berupa drum
tenaga kerja tambahan yang penyaringan dan penampung air
bertugas untuk mengumpulkan dengan total investasi Rp 215.000,-
limbah padat untuk dicampurkan Limbah cair yang dihasilkan
dengan kapur tohor dengan upah sebanyak 68.120 LI bulan dapat
harian Rp 20.000,- tetapi secara dipakai kembali untuk menghemat
ekonomi meningkatkan keuntungan pemakaian air.Dan segi lingkungan
perusahaan sebesar Rp 2.632.590,- terjadi pengurangan potensi
per bulan dengan payback peflod pencemaran perairan akibat limbah
6,3 hari atau total Rp 31.591.080,- cair sebesar 917.000 liter per
per tahun.Manfaat dari segi tahun.Secara teknis relatif mudah
lingkungan adalah berkurangnya untuk dilaksanakan dengan biaya
limbah padat yang dihasilkan sedikit (/owcost).Bahan pengisi bak
sebanyak 106.095,5 kg per penyaring secara berurutan berupa
tahun. Secara teknis langkah ini batu bata, kerikil,arang kelapa, batu
relatif mudah untuk dilaksanakan zeolite, ijuk, pasir dan ijuk (Hakimi
dengan biaya investasi rendah (low dkk, 2008). Penilaian ekonomi
cost).Alternatif lain adalah dengan memberikan penghematan biaya
mengolah limbah industri nata de pemakaian air bersih sebesar Rp
coco menjadi biogas. Menurut 252.702 per bulan atau Rp
Zaitun (2004), pemanfaatan limbah 3.032.424 per tahun.
padat nata de coco sebagai energi c. Penjualan koran bekas penutup
alternatif menjadi gas bio dengan nampan fennentasi kepada
perlakuan 25% limbah padat nata pihak ketiga
de coco + 75% kotoran sapi dan
8
Banyaknya koran bekas dari buih.Kekeruhan yang tidak merata
penutup nampan pada proses menandakan bibit mungkin
pemanenan nata dapat menambah terkontaminasi oleh spora jamur,
keuntungan pihak industri karena sedangkan terbentuknya buih
masih dapat dijual kembali ke menunjukkan adanya gas seperti
pengumpul barang bekas daripada CO2 atau NH3 yang terbentuk akibat
hanya dibakar saja dengan potensi adanya mikrobia kontaminan.Agar
pemasukan sebesar Rp 2.730.000,- dihasilkan bibit yang berkualitas
per tahun. Sebulan total limbah baik harus dipastikan nutrisi yang
koran bekas sebanyak 202,8 kg dan dibutuhkan oleh bakteri A. xylinum
dihargai Rp 1000 perkilo. Dar! sisi tereukupi (Pambayun, 2002). Total
lingkungan akan memperpanjang limbah sisa cairan fermentasi
masa pakai kertas koran dan sebanyak 173,94 liter/ bulan. Dari
mengurangi tim bulan limbah padat sisi lingkungan, langkah ini
dengan mengurangi timbulan limbah mengurangi potensi peneemaran
padat sebanyak 2.730 kg per tahun. perairan akibat limbah cair sisa
Seeara teknis sangat mudah eairan fermentasi sebesar 2.341,5
dilaksanakan dan tanpa biaya liter per tahun.Secara teknis
investasi (no cost), hanya perlu langkah ini sulit untuk dilakukan
jejaring komunikasi untuk meneari karena membutuhkan ketelatenan
pihak ketiga seperti perajin barang dan ketelitian dalam prosesnya
bekas yang mau memanfaatkan berhubungan dengan bibit nata
kembali. yang mempengaruhi produk
d. Pemanfaatan kembaJi sise akhir.dan secara ekonomis akan
cairan fermentasi untuk menghemat biaya pembuatan
pembuatan starter starter sebesar Rp 2.436.000,-
Bibit nata (starter) rawan untuk 3.480 botol setahun.
terkontaminasi dan rusak sehingga e. Penjualan sisa potongan nata
penanganan sebaiknya dalam kepada pedagang minuman jelly
kondisi higienis.lndikator kualitas drink
bibit yang baik dan dapat dipakai Sisa potongan nata yang
adalah kekeruhan yang timbul masih tertinggal di mesin atau bak
seeara merata, dan tidak terbentuk penampung sebanyak 52,63 kg/ hari
9
masih dapat dimanfaatkan kembali Langkah perbaikan untuk
dengan menjualnya ke pihak ketiga meningkatkan efisiensi di tiap
yaitu pedagang minuman natal jelly tahapan proses produksi dan
drink untuk diolah terlebih dahulu mengurangi timbulan NPO menuju
dengan pencucian dan perebusan industri nata de coco lebih ramah
dalam air gula atau sirup untuk lingkungan dengan cara
mereka jual kembali sehingga menerapkan tindakan produksi
memperpanjang umur bersfh dan good housekeeping (tata
produk.Langkah ini akan berdampak kelola yang baik), yaitu:
positif terhadap lingkungan dengan 1. Membuat standar operasi
pengurangan limbah padat sisa proses produksi untuk
potongan nata sebanyak 18.420,5 mengontrol jalannya proses
kg per tahun. Secara teknis juga produksi nata de coco sehingga
mudah dilaksanakan serta tanpa meminimalisir terjadinya
biaya investasi (no cost). Dengan kesalahan prosedur.
harga juar Rp 1000,-1 kg untuk sisa 2. Melengkapi ala! pehndung diri
potongan nata, rnaka keuntungan untuk kesehatan dan
yang diperoleh mencapai Rp keselamatan pegawai seperti
18.420.500,- per tahun. pemakaian masker, sarung
Analisa perhitungan biaya tangan, sepatu karet, serta
produk dan keluaran bukan produk penutup kepala untuk
(NPO) pada industri nata de coco menghindari kecelakaan kerja.
sebelum penerapan produksi bersih 3. Melakukan pemisahan limbah
menghasilkan NPO sebesar 7,03 %, padat, dan cair untuk
sedangkan setelah penerapan memudahkan dalam proses
produksi bersih terjadi penurunan pemanfaatan atau
persentase NPO menjadi 0,08 %. pembuangannya.
Penurunan ini menunjukkan bahwa 4. Menghindari terjadinya
penerapan langkah produksi bersih tumpahanl ceceran bahan -
secara efektif meminimalisir limbah bahan pembuat nata de coco
yang dihasilkan dari proses dengan memberikan
pengolahan nata de coco. pengarahan dan pelatihan pada
karyawan di bagian produksi.
10
5. Menghindari terjadinya berupa pengurangan timbulan
pemborosan penggunaan air limbah cair sebesar 919.341,5
dengan menutup kebocoran liter! tahun (72,8%), dan
selang air serta penggunaan pengurangan timbulan limbah
spray di ujung selang untuk padat sebanyak 127.246 kg/
mengurangi debit air yang tahun (98,2%).
keluar. 2. Pelaksanaan produksi bersih
6. Menjaga kebersihan dan menurunkan persentase
kelembaban ruang produksi keluaran bukan produk (NPO)
terutama ruangan fermentasi dari proses produksi nata de
karena dapat mempengaruhi coco sebesar 6,95 %.
keberhasilan proses fermentasi
dengan pengendalian suhu DAFTAR PUSTAKA
ruangan pada kisaran suhu Buku
28C-32C (Pambayun, 2002). Indrasti, N & Fauzi, A, 2009,
7. Melaksanakan material handling Produks; Bersih, Bogor: IPB
yang balk dalam penyimpanan Press.
dan penggunaan bahan. Pambayun, R, 2002, Tekno/ogi
Pengo/ahan Nata De Coco,
KESIMPULAN Yogyakarta: Kanisius.
Dari penelitian ini dapat Purwanto, 2013, Teknologi Produksi
ditarik kesimpulan bahwa Bers;h, Cetakan Pertama,
1. Penerapan produksi bersih di Badan Penerbit Universitas
industri nata de coco akan Oiponegoro, Semarang.
memberikan manfaat ekonomi Warisno, 2004, Mudah dan Praktis
penghematan biaya produksi Membuat Nata de COGO I,
dari segi penggunaan bahan Jakarta: Agromedia Pustaka.
baku, bahan penunjang, dan
penggunaan air serta Jurnal
peningkatan keuntungan yang Burritt Rl, & Saka C, 2006,
diperoleh sebesar Rp Environmental Management
55.406.830,- per tahun. Accounting Applications and
Sedangkan manfaat Iingkungan Eco-efficiency: Case Studies
11
From Japan,Joumal of Gleaner for Small and Medium
Production, 14, pp.1262-1275. Enterprises in The Philippines:
Fernandez-Vine, MB, G6mez- An Empirical Research, Journal
Navarro, T, & Capuz-Rizo, SF, of Gleaner Production, (14),
2010, Eco-efficiency In The pp.505-515.
SMEs Of Venezuela, Current Van Middelaar, CE, Berentsen
Status And Future PBMDoiman, Ma de Boer, IJM,
Perspectives,Joumal of Gleaner 2011, Eco-Efficiency In The
Production, 18(8), pp.736-746. Production Chain Of Dutch
Hakimi, R& Budiman 0, 2006, Semi-Hard Cheese, Livestock
Aplikasi Produksi Bersih Science, 139(1-2), pp.91-99.
(Cleaner Production) Pada Zaitun, 2004.Penge/olaan Limbah
Industri Nata De Coco,Jurnal Padat Industri Kecil Nata de
Teknik Mesin, 3(2), pp.89-98. Coco Me/alui Teknologi
Hakimi, R, Mutiara, V.I, Budiman, 0, Produksi Gas Bio dan
2008, Penerapan Produksi Pemanfaatannya Sebagai
Bersih (Cleaner Production) Pupuk Organik Gair.Thesis.
pada Industri Nata de Coco di Sekolah Pasca Sarjana. Institut
Kota Padang (Ipteks). Pertanian Bogor.
Park, HS,& Behera SK, 2014,
Methodological Aspects Of Dokumen online
Applying Eco-Efficiency Purwanto, 2000, Pengukuran
Indicators To Industrial Kinerja Lingkungan, Available
Symbiosis Networks,Joumal of at: http://andietrUripod.com,
Cleaner Production, 64, diakses tgl 27 Oktober 2014.
pp.478-485. WBCSD, 2000, Eco-
Probowati, BO, Burhan, 2011, Studi EfficiencY,http.llwww wbcsd chi
Penerapan Produksi Bersih ecoeff1 htm,diakses tgl10
Untuk Industri September 2013.
Kerupuk,Agrointek, Volume 5,
No 1, pp. 74-81. Peraturan
Rao, P Castillo, 0, Intal P, Sajid A, Kementerian Lingkungan Hidup
2006, Environmental Indicators (KLH) Republik Indonesia,
12
2003, Panduan Produksi Bersih
dan Sistem Manajemen
Lingkungan untuk Usaha/
fndustri Keeif dan Menengah,
Jakarta.
Undang-Undang Nomor 32 Tahun
2009 tentang Perlindungan dan
Pengelolaan Lingkungan Hidup,
Jakarta.

13
,.----. -_- - -_-_ - .

~4Kementerian JlJRNAL RISET TEKNOLO GI PENCEGAHAN


$i1I Perindustrian PENCEMARAN I NOUSTRI
:.~.< RS'...~L!Kl'e",'Nr:hlf'.
(JOlJRNAL OF L~l>UST RIAL POLLUTION
BBTPPI PREVENTION l'EC HNOLOGy)
. ---_ - .--.'

FORM PENILAIAN MAKAL AH


{Diisi oleh Redaksi Pelaksana]

No. Registrasi
Tgl, Pengiri man 1 :
Tgl Penern naan 1 :
Kode Penyunting :
Tgl. Pengiri mann 2 :
Kategori/bidang :
TgJ. Peneri maan 2:
-_.

[udul :

-_. ---
KATEGORl SOBOT PENILAIAN KE
- PENETAPAN HASIL
PENllAlAN lSI 1 2
1--
1. [udul 5
.. o Diterlma(76 -100)
I-- -- -- - r--- . - - I-- .- o Perlu pcrbaikan LSI - 75)
2. Abstrak 10 o Ditolak (!> 50)
3. Pendahuluan 10 t

4. Metode Penelitian 15 PARAF PENYUNTING


~ . . -
5. Hasil dan pembahasan 20
Penilaian ke 1 .
6. Kesirnpulan dan Saran 5
-
7. Daftar pustaka 5
.-
-.
8.
1---. --
Bahasa 5
I Penllaian ke 2 .

9. Proporsi lsi dan Format Tulisan 5


- - - r-r- . -
10. Nilai Manfaat dan Kebaruan 20
..
Iumlah Nilai 100
Catalan,
- --.- ---_.
1) Berikan penilaian dalarn angka 1 (tcrendah] sarnpai dengan 5 (tertinggi)
2) Nilai akhir merupakan perkalian antara bobot dengan nilai
3) Perbaikan dibcrikan jika unsur 10, sekurang-kurangnya bemilai 3
4) Diharapkan setiap penilaian makalah dapat diselesalkan dalam waktu 2 [dua) minggu
sejak makalah diterima

Diisi oleh Redaksi Pelaksana


.-- .-
[ RANGKUMAN NItAI AKHrR - DlSPOSJSIKETUA DEWAN PENYUNTING Tanggal Paraf

! Penyunting I
r--
oDiproses untuk pencrbitan
-

i Penyunting II DDitolak
I ..-

.$
--------- ------ _-- ---- ----
f ..;Kementerian
~ Perindustrian JURNAL RISET TEKNOLOGI PENCEGAHAN
PENCEMARAN INnUSTRI
(JOURNAlJ OF INDUSTRIAL POLLUTION
BBTPPI PREVENTION TECHNOLOGY)

FORM PENILAIAN MAKALAH


iou oleh Redaksi Pelaksana]
No. Registrasi Tgl. Pengiriman 1 :
Tgl, Penerimaan 1 :
Kode Pcnyunting :
Tgl, Pengrnmana 2 :
Katcgori/bidang :
Tgl. Penerlmaan 2 :
1----------. -----------
Judul:

--
KATEGORJ
-- ---
BOBOT
----
PENILAIAN KE
PENILAIAN lSI
--
1 2 p.
ENETAPAN KASIL

1. [udul 5
o Dlterima (76 _ 100)
--- -- -_.. - I-
4 Ef Pcrlu perbaikan (51- 75)
2. Abstrak 10 o
. 1 Ditolak ts SO)
3. Pcndahuluan 10
.- .- } t-
4. Mctode Penelitian 15 pARAF PENVUNTING
a.
5. Hasil dan pembahasan
.
20
-- I-
\t;
6. Kesimpulan dan Saran
.- Pe nilaian ke 1 .~
5
7. Daftar pustaka 5 3
._--
8. Bahasa 5 Pc nilaian kc 2 .
_
..
- it
9. Proporsi lsi dan Format Tulisan 5
10 Nilai Manfaat dan Kebaruan
-
20
-~
\.:L
[urnlah Nilai 100
'1~1 --- .... --
Catatan;

1) -Bct ihan penilaiilR ElalefRaHgl(tI J (tgrentiah) sam~ai tiengan 5 (tel tiIlggit-


2) Nilai akhir merupakan perkalian antara bobotdcngan nilai
3) Pcrbaikan dibcrikan jika unsur 10, sekurang-kurangnya bcrnilai 3
4) Diharapkan setiap penilaian makalah dapat diselesaikan dalam waktu 2 (dua) minggu
sejak makalah diterima

Diisi oleh Redaksi Pelaksana

I RANGKlJMAN NILAI AKHIR I DISPOSISI KETUA DEWAN PENYUNTING TanggaJ paraf-l


I o Drproses untuk penerbitan
J
Penyunling I

~enYUntingII J DDitoJak
,