Anda di halaman 1dari 18

KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN

B. Pengkajian
1. DATA SUBYEKTIF
a. Identitas
Nama Ibu : Nama Suami :
Umur : Wanita yang menopause Umur :
secara alami diatas 52 tahun 2,4 kali lebih beresiko jika dibandingkan sebelum usia 49 tahun.
Suku /bangsa :
Agama :
Pendidikan : Pendidikan dan status social ekonomi diatas rata-rata
meningkatkan risiko terjadinya kanker endometrium akibat konsumsi terapi pengganti
estrogen dan rendahnya paritas.
Pekerjaan : Pekerjaan :
Alamat : Alamat :
No Telp : No Telp :

b. Keluhan Utama
Keluhan utama yang dirasakan pasien kanker endometrium adalah perdarahan pasca
menopause bagi pasien yang telah menopause dan perdarahan intermenstruasi bagi pasien
yang belum menopause. Keluhan keputihan merupakan keluhan yang paling banyak
menyertai keluhan utama.

c. Status Kesehatan
1. Riwayat Menstruasi
a. Menarche : Usia menarch dini (<12 tahun) berkaitan dengan meningkatnya risiko kanker endometrium
walaupun tidak selalu konsisten.
b. Siklus : dapat mengalami perdarahan diluar siklus haid dan lebih panjang
(banyak atau bercak)
c. Jumlah : lebih banyak
d. Lamanya : dapat memanjang
e. Sifat Darah : encer atau bergumpal
f. Teratur / tidak : mengalami perubahan
g. Dismenorhea : dapat terjadi
h. Fluor albus : berlebihan, berbau, purulen, bercampur darah
i. HPHT :
2. Riwayat Penyakit yang lalu:
Menggali riwayat penyakit yang pernah dan sedang diderita oleh ibu khususnya penyakit
ginekologi,diabetes dan hipertensi.
3. Riwayat penyakit keluarga
Menggali riwayat penyakit keluarga, karena kanker endometrium berisiko pada wanita yang
memiliki riwayat genetik.
4. Riwayat Sosial Budaya
a. Status Emosional :
Menggali kondisi emosional ibu yang berkaitan dengan penyakitnya.
b. Tradisi :
Menggali kebiasaan-kebiasaan terhadap penyakitnya (merokok atau perokok pasif),
sirkumsisi.
5. Riwayat Penyakit Sekarang:
Masalah yang mungkin terjadi ketidaknyamanan yang berkaitan dengan perubahan pola
menstruasi (perdarahan banyak), nyeri, adanya keputihan, keluhan lain yang disebabkan oleh
penekanan tumor pada vesika urinaria, uretra, ureter, rectum, pembuluh darah dan limfe.

d. Pola Fungsi kesehatan Gordon


1. Pemeliharaan dan persepsi kesehatan.
Kanker endometrium dapat diakibatkan oleh higiene yang kurang baik pada daerah
kewanitaan. Kebiasaan menggunakan bahan pembersih vagina yang mengandung zat zat
kimia juga dapat mempengaruhi terjadinya kanker endometrium.
2. Pola istirahat dan tidur.
Pola istirahat dan tidur pasien dapat terganggu akibat dari nyeri akibat progresivitas
dari kanker endometrium gangguan pola tidur juga dapat terjadi akibat dari depresi yang
dialami oleh pasien.
3. Pola Nutrisi.
Perbedaan pola demografi kanker endometrium diperkirakan oleh peran nutrisi,
terutama tingginya kandungan lemak hewani dalam diet. Konsumsi sereal, kacang-kacangan,
sayuran dan buah terutama yang tinggi lutein, menurunkan risiko kanker yang memproteksi
melalui pitoestrogen.
4. Pola Eliminasi.
Pola eliminasi yang dialami oleh ibu. Apakah ibu mengalami obstipasi, retensi urine, poliuri
yang dapat disebabkan metastase sel kanker.
5. Pola kognitif perseptual
Pada klien dengan kanker endometrium biasanya tidak terjadi gangguan pada pada panca
indra meliputi penglihatan, pendengaran, penciuman, perabaan, pengecap.
6. Pola persepsi dan konsep diri
Pasien kadang merasa malu terhadap orang sekitar karena mempunyai penyakit kanker
endometrium, akibat dari persepsi yang salah dari masyarakat. Meskipun penyakit ini tidak
disebabkan dari berganti ganti pasangan.
7. Pola aktivitas dan latihan.
Kaji apakah penyakit serta kehamilan pasien mempengaruhi pola aktivitas dan latihan.
Dengan skor kemampuan perawatan diri (0= mandiri, 1= alat bantu, 2= dibantu orang lain, 3=
dibantu orang lain dan alat, 4= tergantung total).
Pasien dengan kanker endometrium wajar jika mengalami perasaan sedikit lemas akibat dari
asupan nutrisi yang berkurang akibat dari terapi yang dijalaninya, selain itu pasien juga akan
merasa sangat lemah terutama pada bagian ekstremitas bawah dan tidak dapat melakukan
aktivitasnya dengan baik akibat dari progresivitas kanker endometrium sehingga harus
beristirahat total.
8. Pola seksualitas dan reproduksi
Kaji apakah terdapat perubahan pola seksulitas dan reproduksi pasien selama pasien
menderita penyakit ini. Pada pola seksualitas pasien akan terganggu akibat dari rasa nyeri
yang selalu dirasakan pada saat melakukan hubungan seksual (dispareuni) serta adanya
perdarahan setelah berhubungan. Serta keluar cairan encer (keputihan) yang berbau busuk
dari vagina. Kaji Riwayat penggunana kontrasepsi Menggali jenis dan lama kontasepsi yang
digunakan (pemakaian KB suntik 3 bulan lebih dari 6 tahun, KB IUD).
9. Pola manajemen koping stress
Kaji bagaimana pasien mengatasi masalah-masalahnya. Bagaimana manajemen koping
pasien. Apakah pasien dapat menerima kondisinya setelah sakit.

10. Pola peran - hubungan


Bagaimana pola peran hubungan pasien dengan keluarga atau lingkungan sekitarnya. Apakah
penyakit ini dapat mempengaruhi pola peran dan hubungannya. Pasien dengan kanker
endometrium harus mendapatkan dukungan dari suami serta orang orang terdekatnya
karena itu akan mempengaruhi kondisi kesehatan pasien. Biasanya koping keluarga akan
melemah ketika dalam anggota keluarganya ada yang menderita penyakit kanker
endometrium.
11. Pola keyakinan dan nilai
Kaji apakah penyakit pasien mempengaruhi pola keyakinan dan nilai yang diyakini.
2. DATA OBYEKTIF
1. PEMERIKSAAN UMUM
a. KU :
b. Tekanan darah : Hipertensi menjadi factor risiko pada wanita pancamenopause dengan
obesitas.
c. Denyut nadi :
d. Pernapasan :
e. Suhu :
f. Berat Badan : Obesitas meningkatkan risiko terkena kanker endometrium. Kelebihan
13-22 kg BB ideal akan meningkatkan risiko sampai 3 x lipat. Sedangkan kelebihan di atas
23 kg akan meningkatkan risiko sampai 10x lipat.
1. PEMERIKSAAN FISIK
a. Muka
Pucat jika mengalami gangguan pola menstruasi
b. Dada
Pemeriksaan ginekologi sadaris (ada tidaknya penyebaran).
c. Abdomen
Pemeriksaan nyeri tekan. Adanya masa.
d. Genetalia
Terdapat sekret pervaginam (banyak, kekuning-kuningan, berbau amis atau busuk, dapat
bercampur darah, purulent), perdarahan.
Terdapat lesi, erosi, tukak kecil, tumor papiller, tumor eksofitik
e. Ekstremitas
Bisa terdapat oedema pada ekstremitas atas dan bawah

3. DIAGNOSA KEPERAWATAN
Pre Penanganan
1. Nyeri kronis berhubungan dengan nekrosis jaringan akibat kanker endometrium.
2. PK Anemia
3. Gangguan citra tubuh berhubungan dengan perubahan penampilan akibat proses penyakit.
4. Disfungsi seksual berhubungan dengan koitus yang nyeri akibat nekrosis jaringan akibat
kanker endometrium.
Post Penanganan Operasi, Radiasi, Chemoterapi
1) Mual berhubungan dengan iritasi gastrointestinal akibat kemoterapi
2) Gangguan citra tubuh berhubungan dengan perubahan penampilan sekunder akibat
kemoterapi
3) PK Anemia
4) Ketidakefektifan kinerja peran berhubungan dengan kehilangan fungsi peran sebagai wanita
akibat tindakan operatif pengangkatan rahim.

4. DIAGNOSA PRIORITAS
1. Nyeri kronis berhubungan dengan nekrosis jaringan akibat kanker endometrium.
2. Nausea berhubungan dengan iritasi gastrointestinal akibat kemoterapi
3. Gangguan citra tubuh berhubungan dengan perubahan penampilan sekunder akibat
kemoterapi
No Diagnosa Tujuan Intervensi
1 Nyeri kronis Setelah diberikan NIC Label >> Pain management
berhubungan asuhan keperawatan Lakukan pengkajian yang komprehensif
dengan selama x jam terhadap nyeri, meliputi lokasi, karasteristik,
nekrosis diharapkan nyeri onset/durasi, frekuensi, kualitas, intensitas nyeri,
jaringan akibat berkurang atau serta faktor-faktor yang dapat memicu nyeri.
Observasi tanda-tanda non verbal atau isyarat
kanker terkontrol, dengan
dari ketidaknyamanan.
endometrium. kriteria hasil:
Gunakan strategi komunikasi terapeutik dalam
NOC Label >>
mengkaji pengalaman nyeri dan menyampaikan
Discomfort level
penerimaan terhadap respon klien terhadap nyeri.
Klien tidak mengeluh Kaji tanda-tanda vital klien.
Kaji pengetahuan dan pengalaman klien
nyeri
Klien tidak merintih terhadap nyeri klien.
Diskusikan bersama klien mengenai faktor-
kesakitan
Klien tidak gelisah faktor yang dapat memperburuk nyeri klien.
Wajah klien tampak Evaluasi bersama klien dan tim medis mengenai
relaks riwayat keefektifan intervensi nyeri yang pernah
NOC Label >> Pain diberikan pada klien.
Kontrol faktor lingkungan yang dapat
level
Klien tidak melaporkan menyebabkan ketidaknyamanan, seperti suhu
adanya nyeri ruangan, pencahayaan, kebisingan).
Klien tidak merintih Ajarkan prinsip-prinsip manajemen nyeri non
ataupun menangis farmakologi, (mis: teknik terapi musik, distraksi,
Klien tidak
guided imagery, masase dll).
menunjukkan ekspresi Kolaborasi dalam pemberian analgetik sesuai
wajah terhadap nyeri indikasi.
RR dalam batas normal
(16-20 kali/menit)
Nadi dalam batas
normal (60-100
kali/menit)
NOC Label >> Pain
control
Klien dapat mengenali
onset nyeri
Klien dapat
mendeskripsikan faktor-
faktor penyebab nyeri
Klien dapat
mengontrol nyerinya
dengan menggunakan
teknik manajemen nyeri
non farmakologis
Klien menggunakan
analgesik sesuai
rekomendasi.
Klien melaporkan
nyeri terkontrol.

2 Nausea Setelah diberikan NIC Label >> nausea management


Berikan pasien untuk memonitor pengalaman
berhubungan asuhan keperawatn
nauseanya
dengan iritasi selama x24 jam
Ajarkan pasien strategi untuk mengatur rasa
gastrointestinal diharapkan nausea
mualnya
akibat pasien teratasi, dengan Lakukan pengkajian lengkap rasa mual
kemoterapi criteria hasil: termasuk frekuensi, durasi, tingkat mual, dan
NOC Label >> Nausea faktor yang menyebabkan pasien mual.
and Vomiting Control Kurangi faktor personal yang menyebabkan
Klien menyadari onset atau meningkatkan mual (cemas, takut,
dari nausea secara kelelahan, dan kurang informasi)
Berikan istirahat dan tidur yang adekuat untuk
teratur
Klien dapat mengurangi mual
Berikan terapi farmakologi pada mual yang
menghindari faktor
tidak dapat ditoleransi
penyebab nausea
Anjurkan klien mengurangi jumlah makanan
dengan baik
yang bisa menimbulkan mual.
Klien melakukan
NIC Label >> Fluid Management
tindakan pencegahan
Pencatatan intake output secara akurat
nausea dengan teratur
Monitor status nutrisi
Klien dapat
Monitor status hidrasi (Kelembaban membran
melaporkan mual,
mukosa, vital sign adekuat)
muntah, dan dapat dapat Batasi minum 1 jam sebelum, 1 jam sesudah
mengontrol muntahnya dan selama makan
dengan baik
NOC Label >> hidrasi
Status hidrasi: hidrasi
kulit membran mukosa
baik, tidak ada rasa haus
yang abnormal, urin
output normal
3 Gangguan Setelah diberikan NIC label >>Active Listening
citra tubuh asuhan keperawatan Tentukan tujuan interaksi.
Tunjukan rasa tertarik pada pasien.
berhubungan 3x24 jam diharapkan:
Fokus interkasi, seperti tidak menjudge.
dengan NOC >> Adaptation to Gunakan interaksi berseri atau kontinu kepada
perubahan Physical Disability pasien.
penampilan Mengungkapkan secara NIC label >> Body Image Enhancement
akibat proses verbal untuk mengatur Jelaskan ekspektasi citra tubuh pasien
penyakit. ketidakmampuan (skala berdasarkan stase perkembangan.
Gunakan pedoman antisipasi untuk prediksi
5)
Mampu beradaptasi perubahan pada citra tubuh.
dari ketebatasan fungsi NIC label >> Coping Enhancement
tubuh (skala 5) Gunakan pendekatan yang tenang.
Mampu menggunakan Sediakan atmosfer penerimaan.
Bantu pasien untuk identifikasi informasi yang
strategi untuk didapat padanya.
Kurangi stimulasi lingkungan yang dapat
mengurangi stress yang
mengakibatkan misinterpretasi perawatan.
berhubungan dengan
Evaluasi kemampuan pasien dalam mengambil
ketidakmampuan (skala
keputusan.
5)
NIC label >> Emotional Support
Mampu menggunakan
Diskusi dengan pasien tentang pengalaman
sumber komunitas yang
emosinya.
ada (skala 5)
Buat pernyataan suportif dan empati.
NOC label >> Body Identifikasi kemarahan dan frustasi pasien.
Sediakan asisten dalam membuat keputusan.
Image
Mampu menjelaskan
gambaran internal diri
(skala 5)
Sikap mampu
menyentuh bagian tubuh
yang berpengaruh pada
citra tubuh (skala 5)
Sikap mampu
menggunakan strategi
untuk pengingkatan
fungsi (skala 5)
Peningkatan hak
perubahan tubuh untuk
aging (skala 5)
NOC label >> Coping
Mampu
mengidentifikasi pola
koping yang efektif
(skala 5)
Mampu
mengidentifikasi pola
koping yang tidak
efektif (skala 5)
Melaporkan penurunan
stress (skala 5)
Melaporkan penurunan
perasaan negative (skala
5)
Melaporkan
peningkatan
kenyamanan psikologi
(skala 5)

6. EVALUASI

No DIAGNOSA EVALUASI
1 Nyeri kronis berhubungan dengan Setelah diberikan asuhan keperawatan
nekrosis jaringan akibat kanker selama x jam diharapkan nyeri
endometrium. berkurang atau terkontrol, dengan kriteria
hasil:
NOC Label >> Discomfort level
Klien tidak mengeluh nyeri telah tercapai

Klien tidak merintih kesakitan telah


tercapai
Klien tidak gelisah telah tercapai
Wajah klien tampak relaks telah tercapai
NOC Label >> Pain level
Klien tidak melaporkan adanya nyeri telah
tercapai
Klien tidak merintih ataupun menangis
telah tercapai
Klien tidak menunjukkan ekspresi wajah
terhadap nyeri telah tercapai
RR dalam batas normal (16-20 kali/menit)
telah tercapai
Nadi dalam batas normal (60-100
kali/menit) telah tercapai
NOC Label >> Pain control
Klien dapat mengenali onset nyeri telah
tercapai
Klien dapat mendeskripsikan faktor-faktor
penyebab nyeri telah tercapai
Klien dapat mengontrol nyerinya dengan
menggunakan teknik manajemen nyeri non
farmakologis telah tercapai
Klien menggunakan analgesik sesuai
rekomendasi telah tercapai
Klien melaporkan nyeri terkontrol telah
tercapai
2 Nausea berhubungan dengan iritasi Setelah diberikan asuhan keperawatn
gastrointestinal akibat kemoterapi
selama x24 jam diharapkan nausea pasien
teratasi, dengan criteria hasil:
1. NOC Label >> Nausea and Vomiting
Control
Klien menyadari onset dari nausea secara
teratur tercapai
Klien dapat menghindari faktor penyebab
nausea dengan baik tercapai
Klien melakukan tindakan pencegahan
nausea dengan teratur tercapai
Klien dapat melaporkan mual, muntah, dan
dapat dapat mengontrol muntahnya dengan
baik tercapai
2. NOC Label >> hidrasi
Status hidrasi: hidrasi kulit membran
mukosa baik, tidak ada rasa haus yang
abnormal, urin output normal tercapai
3 Gangguan citra tubuh berhubungan Setelah diberikan asuhan keperawatan 3x24
dengan perubahan penampilan akibat jam diharapkan:
proses penyakit. NOC>> Adaptation to Physical Disability
Mengungkapkan secara verbal untuk
mengatur ketidakmampuan (skala 5)
tercapai
Mampu beradaptasi dari ketebatasan
fungsi tubuh (skala 5) tercapai
Mampu menggunakan strategi untuk
mengurangi stress yang berhubungan
dengan ketidakmampuan (skala 5) tercapai
Mampu menggunakan sumber komunitas
yang ada (skala 5) tercapai
NOC label >> Body Image
Mampu menjelaskan gambaran internal
diri (skala 5) tercapai
Sikap mampu menyentuh bagian tubuh
yang berpengaruh pada citra tubuh (skala 5)
tercapai
Sikap mampu menggunakan strategi untuk
pengingkatan fungsi (skala 5) tercapai
Peningkatan hak perubahan tubuh untuk
aging (skala 5) tercapai
NOC label >> Coping
Mampu mengidentifikasi pola koping yang
efektif (skala 5) tercapai
Mampu mengidentifikasi pola koping yang
tidak efektif (skala 5) tercapai
Melaporkan penurunan stress (skala 5)
tercapai
Melaporkan penurunan perasaan negative
(skala 5) tercapai
Melaporkan peningkatan kenyamanan
psikologi (skala 5) tercapai

DAFTAR PUSTAKA

Brunner and Suddarth. 1996. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah, Volume 3. Jakarta : EGC
Corwin, Elizabeth. 1996. Buku Saku Patofisiologi. Jakarta : EGC
Doengoes, Marylynn, dkk. 1999. Rencana Asuhan Keperawatan Edisi 3. Jakarta : EGC
Guyton and Hall. 2005. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran, Edisi 11. Jakarta : EGC
Hamilton, Persis. 1995. Dasar - Dasar Keperawatan Maternitas, Edisi 6. Jakarta : EGC
Hidayat. 2009. Askep Ginekologi. http://hidayat2.wordpress.com/2009/04/08/askep-ginekologi/.
[Akses : Maret 2011]
Isdaryanto. 2010. Tanda-Tanda Kanker Endometrium | Gejala Kanker Mulut Rahim.
http://www.isdaryanto.com/cara-mencegah-kanker-endometrium. [Akses : 7 Juli 2013]
Mansjoer, Arif dkk. 1999. Kapita Selekta Kedokteran, Jilid 1. Jakarta : Media Ausculapius
NANDA Internasional. 2012. Diagnosis Keperawatan Definisi dan Klasifikasi 2012-2014. Jakarta:
EGC.
Moorhed, Sue, Marion Jhonson, Meridean L. Mass, dan Elizabeth Swanson. 2008. Nursing
Outcames Classification (NOC) Fourth Edition. Missouri: Mosby Elsevier.
Dochterman, Joanne M, Gloria N. Bulecheck. 2004. Nursing Interventions Classification (NIC)
Fourth Edition. Missouri: Mosby Elsevier.
Price, Sylvia. 2002. Patofisiologi Konsep Klinis Proses - Proses Penyakit, Edisi 6, Volume 2.
Jakarta : EGC
Robbins. 1999. Dasar Patologi Penyakit Edisi 5. Jakarta : EGC
Santosa, Budi. 2005. Panduan Diagnosa Keperawatan NANDA. Jakarta : Prima Medika
Sjaifoellah Noer. 1996. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid 2. Jakarta : FKUI
Wiknjosastro, Hanifa. 2005. Ilmu Kandungan, Edisi Kedua. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka
Sarwono Prawirohardjo.
INGIN PATHWAY ?
SILAHKAN kirim email ke aditanaya24@gmail.com
Diposkan oleh adi tanaya di 23.25
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: ASKEP MATERNITAS

http://bajakaskep.blogspot.co.id/2013/11/ca-endometrium.html

2013

Pre Operasi

DIANGOSA
NO TUJUAN (NOC) INTERVENSI (NIC)
KEPERAWATAN
1. Nyeri akut b.d agen Setelah dilakukan Pain Management
injuri biologi asuhan keperawatan
Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif
selama 3x24 jam termasuk lokasi, karakteristik, durasi,
diharapkan nyeri frekuensi, kualitas dan faktor presipitasi
pasien berkurang Observasi reaksi nonverbal dari
NOC : ketidaknyamanan
Pain Level, Gunakan teknik komunikasi terapeutik untuk
Pain control, mengetahui pengalaman nyeri pasien
Comfort level Kaji kultur yang mempengaruhi respon nyeri
Kriteria Hasil :
Evaluasi pengalaman nyeri masa lampau
Mampu mengontrol nyeri
Evaluasi bersama pasien dan tim kesehatan lain
(tahu penyebab nyeri, tentang ketidakefektifan kontrol nyeri masa
mampu menggunakan lampau
tehnik nonfarmakologi
Bantu pasien dan keluarga untuk mencari dan
untuk mengurangi menemukan dukungan
nyeri, mencari Kontrol lingkungan yang dapat
bantuan) mempengaruhi nyeri seperti suhu ruangan,
Melaporkan bahwa pencahayaan dan kebisingan
nyeri berkurang Kurangi faktor presipitasi nyeri
dengan menggunakan Pilih dan lakukan penanganan nyeri
manajemen nyeri (farmakologi, non farmakologi dan inter
Mampu mengenali nyeri personal)
(skala, intensitas,Kaji tipe dan sumber nyeri untuk menentukan
frekuensi dan tanda intervensi
nyeri) Ajarkan tentang teknik non farmakologi
Menyatakan rasa nyamanBerikan analgetik untuk mengurangi nyeri
setelah nyeri
Evaluasi keefektifan kontrol nyeri
berkurang Tingkatkan istirahat
Tanda vital dalam rentang
Kolaborasikan dengan dokter jika ada keluhan
normal dan tindakan nyeri tidak berhasil
2. Kecemasan bd Setelah dilakukan NIC :
diagnosis dan asuhan keperawatan Anxiety Reduction (penurunan
pembedahan selama 3x 24 jam kecemasan)
diharapakan cemasiGunakan pendekatan yang menenangkan
terkontrol Nyatakan dengan jelas harapan terhadap
NOC : pelaku pasien
Anxiety control Jelaskan semua prosedur dan apa yang
Coping dirasakan selama prosedur
Kriteria Hasil : Temani pasien untuk memberikan keamanan
Klien mampu dan mengurangi takut
mengidentifikasi danBerikan informasi faktual mengenai diagnosis,
mengungkapkan tindakan prognosis
gejala cemas Dorong keluarga untuk menemani anak
Mengidentifikasi, Lakukan back / neck rub
mengungkapkan danDengarkan dengan penuh perhatian
menunjukkan tehnikIdentifikasi tingkat kecemasan
untuk mengontol Bantu pasien mengenal situasi yang
cemas menimbulkan kecemasan
Vital sign dalam batas Dorong pasien untuk mengungkapkan
normal perasaan, ketakutan, persepsi
Postur tubuh, ekspresi Instruksikan pasien menggunakan teknik
wajah, bahasa tubuh relaksasi
dan tingkat aktivitas Barikan obat untuk mengurangi kecemasan
menunjukkan
berkurangnya
kecemasan
3. PK: Perdarahan Setelah dilakukan Monitor tanda-tanda perdarahan gastrointestinal
asuhan keperawatan Awasi petheciae, ekimosis, perdarahan dari
selama 3x24 jam suatu tempat
diharapakan pasien Monitor vital sign
menunjukkan Catat perubahan mental
perdarahan dapat Hindari aspirin
diminimalkan Awasi HB dan factor pembekuan
Berikan vitamin tambahan dan pelunan feses

Post Operasi

DIANGOSA
NO TUJUAN (NOC) INTERVENSI (NIC)
KEPERAWATAN
1. Nyeri akut b.d agen Setelah dilakukan asuhan Pain Management
injuri fisik keperawatan selama 3x24 jam Lakukan pengkajian nyeri secara
diharapkan nyeri pasien komprehensif termasuk lokasi,
berkurang karakteristik, durasi, frekuensi,
NOC : kualitas dan faktor presipitasi
Pain Level, Observasi reaksi nonverbal dari
Pain control, ketidaknyamanan
Comfort level Gunakan teknik komunikasi terapeutik
Kriteria Hasil : untuk mengetahui pengalaman nyeri
Mampu mengontrol nyeri (tahu pasien
penyebab nyeri, mampu Kaji kultur yang mempengaruhi respon
menggunakan tehnik nyeri
nonfarmakologi untuk
mengurangi nyeri, mencari Evaluasi pengalaman nyeri masa lampau
bantuan) Evaluasi bersama pasien dan tim
Melaporkan bahwa nyeri kesehatan lain tentang
berkurang dengan ketidakefektifan kontrol nyeri masa
menggunakan manajemen lampau
nyeri Bantu pasien dan keluarga untuk mencari
Mampu mengenali nyeri (skala, dan menemukan dukungan
intensitas, frekuensi dan tanda Kontrol lingkungan yang dapat
nyeri) mempengaruhi nyeri seperti suhu
Menyatakan rasa nyaman ruangan, pencahayaan dan
setelah nyeri berkurang kebisingan
Tanda vital dalam rentang normal Kurangi faktor presipitasi nyeri
Pilih dan lakukan penanganan nyeri
(farmakologi, non farmakologi dan
inter personal)
Kaji tipe dan sumber nyeri untuk
menentukan intervensi
Ajarkan tentang teknik non farmakologi
Berikan analgetik untuk mengurangi
nyeri
Evaluasi keefektifan kontrol nyeri
Tingkatkan istirahat
Kolaborasikan dengan dokter jika ada
keluhan dan tindakan nyeri tidak
berhasil
2. Resiko infeksi b.d Setelah dilakukan asuhan Infection Control (Kontrol infeksi)
penurunan keperawatan selama 3x 24 jam Bersihkan lingkungan setelah dipakai
pertahanan primer diharapakan infeksi terkontrol pasien lain
NOC : Pertahankan teknik isolasi
Immune Status Batasi pengunjung bila perlu
Knowledge : Infection control Instruksikan pada pengunjung untuk
Risk control mencuci tangan saat berkunjung dan
Kriteria Hasil : setelah berkunjung meninggalkan
Klien bebas dari tanda dan gejala pasien
infeksi Gunakan sabun antimikrobia untuk cuci
Mendeskripsikan proses penularan tangan
penyakit, factor yang Cuci tangan setiap sebelum dan sesudah
mempengaruhi penularan serta tindakan kperawtan
penatalaksanaannya, Gunakan baju, sarung tangan sebagai
Menunjukkan kemampuan untuk alat pelindung
mencegah timbulnya infeksi Pertahankan lingkungan aseptik selama
Jumlah leukosit dalam batas pemasangan alat
normal Ganti letak IV perifer dan line central
Menunjukkan perilaku hidup sehat dan dressing sesuai dengan petunjuk
umum
Gunakan kateter intermiten untuk
menurunkan infeksi kandung kencing
Tingktkan intake nutrisi
Berikan terapi antibiotik bila perlu

Infection Protection (proteksi


terhadap infeksi)
Monitor tanda dan gejala infeksi
sistemik dan lokal
Monitor hitung granulosit, WBC
Monitor kerentanan terhadap infeksi
Batasi pengunjung
Saring pengunjung terhadap penyakit
menular
Partahankan teknik aspesis pada pasien
yang beresiko
Pertahankan teknik isolasi k/p
Berikan perawatan kulit pada area
epidema
Inspeksi kulit dan membran mukosa
terhadap kemerahan, panas, drainase
Ispeksi kondisi luka / insisi bedah
Dorong masukkan nutrisi yang cukup
Dorong masukan cairan
Dorong istirahat
Instruksikan pasien untuk minum
antibiotik sesuai resep
Ajarkan pasien dan keluarga tanda dan
gejala infeksi
Ajarkan cara menghindari infeksi
Laporkan kecurigaan infeksi
Laporkan kultur positif
3. Deficit personal Setelah dilakukan asuhan Personal hyegene managemen
hyegene b.d keperawatan selama 3x24 jam Kaji keterbatasan pasien dalam
imobilitas (nyeri diharapakan pasien perawatan diri
pembedahan) menunjukkan kebersihan diri Berikan kenyamanan pada pasien
NOC : dengan membersihkan tubuh pasien
Kowlwdge : disease process (oral,tubuh,genital)
Kowledge : health Behavior Ajarkan kepada pasien pentingnya
Kriteria Hasil : menjaga kebersihan diri
Pasien bebas dari bau Ajarkan kepada keluarga pasien dalam
Pasien tampak menunjukkan menjaga kebersihan pasien
kebersihan
Pasien nyaman