Anda di halaman 1dari 10

PENDAHULUAN

Air merupakan sebatian kimia yang berada dalam bentuk cecair ada tekanan biasa dan
ada suhu bilik. Air meliputi 70% daripada permukaan bumi. Setiap kehidupan di bumi ini
memerlukan air untuk terus hidup.

Air juga mampu wujud dalam 3 bentuk :

Ais (pepejal) Air (cecair) Wap (gas)

Di muka bumi ini, air merupakan bahan yang paling kerap ditemui terutama dalam
bentuk cecair. Walau bagaimanapun, terdapat juga kuantiti air yang besar yang wujud dalam
bentuk gas (wap) di atmosfer dan dalam bentuk pepejal (ais dan salji).

Penyerapan air bisa dikatakan sebagai absorbsi. Absorbs atau penyerapan, dalam kimia adalah
suatu fenomena fisik atau kimiawi atau suatu proses sewaktu atom, molekul, atau ion memasuki fase
limbak (bilk) lain yang bisa berupa gas, cairan, ataupun padatan.

Absorbsi merupakan proses penyeraan air dan unsure hara oleh tanaman berupa ion-ion dari
tanah ke dalam sel-sel akar, yang selanjutnya ditranslokasikan melalui jaringan xylem ke seluruh bagian
tumbuhan.

Proses penyerapan pada tanaman terjadi karena adanya proses difusi, osmosis, transport aktif
dan imbibisi sebagai sistem transport air, mineral dan hasil metabolisme.Imbibisi merupakan
proses penyerapan air dan mineral ke dalam ruang antar dinding sel sehingga dinding sel akan
mengembang, proses ini berdasar pada gaya tarik menarik antar molekul. Dinding sel yang
mengembang ini merupakan akibat masuknya air, proses masuknya air dan mineral ini karena adanya
perbedaan tekanan antara lingkungan koloid pada tanah dan perakaran tanah. Konsentrasi koloid tanah
lebih tinggi dibanding konsentrasi pada daerah akar sehingga air dan mineral mengalir pada daerah
perakaran. Selain itu, air masuk ke perakaran akibat adanya daya tarik keatas hasil dari proses
transpirasi
RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang diatas dapat kami ambil rumusan masalah sebagai berikut:
1. Bagaimana proses penyerapan Air dan mineral oleh akar?
2. Apa faktor yang mempengaruhi penyerapan air?
3. Apa organ yang berperan dalam penyerapan air?
PEMBAHASAN

Suatu proses pergerakan air melewati pembuluh xilem dari sistem perakaran ke bagian
tajuk tanaman, khususnya daun. Ada beberapa teori yang dikenal: teori vital, teori tekanan akar,
dan teori kekuatan fisika. Teori kekuatan fisika: teori tarikan transpirasi, tekanan kohesi, teori
kapiler, teori tekanan atmosfer

Faktor yang mempengaruhi penyerapan :

1. Daya Hisap Daun (Tarikan Transpirasi)

Pada organ daun terdapat proses penguapan air melalui mulut


daun (stomata ) yang dikenal sebagai proses transpirasi.
Proses ini menyebabkan sel daun kehilanagan air dan timbul
tarikan terhadap air yang ada pada sel sel di bawahnya dan
tarikan ini akan diteruskan molekul demi molekul, menuju ke
bawah sampai ke seluruh kolom air pada xilem sehingga
menyebabkan air tertarik ke atas dari akar menuju ke daun.
Dengan adanya transpirasi membantu tumbuhan dalam proses
penyerapan dan transportasi air di dalam tumbuhan.

Adapun transpirasi itu sendiri merupakan mekanisme


pengaturan fisiologis yan g herhubungan dengan proses adaptasi
tumbuhan terhadap lingkungan

2 . Kapilaritas Batang


Pengangkutan air melalui pembuluh kayu (xilem), terjadi
karena pembuluh kayu (xilem) tersusun seperti rangkaian
pipa-pipa kapiler.

Dengan kata lain, pengangkutan air melalui xilem mengikuti


prinsip kapilaritas.
Daya kapilaritas disebabkan karena adanya kohesi antara
molekul air dengan air dan adhesi antara molekul air dengan
dinding pembuluh xilem.
Baik kohesi maupun adhesi ini menimbulkan tarikan terhadap
molekul air dari akal sampai ke daun secara bersambungan.
3. Tekanan Akar

Akar tumbuhan menyerap air dan taram mineral baik siang


maupun malam.
Pada malam hari, ketika transpirasi sangat rendah atau
bahkan nol, sel-sel akar masih tetap menggunakan energi
untuk memompa ion ion mineral ke dalam xilem.
Endodermis yang mengelilingi stele akar tersebut membantu
mencegah kebocoran ion ion ini keluar dari stele.

Akumulasi mineral di dalam stele akan menurunkan potensial


air.
Air akan mengalir masuk dari korteks akar, menghasilkan
suatu tekanan positif yang memaksa cairan naik ke xilem.
Dorongan getah xilem ke arah atas ini disebut tekanan akar
(roof pressure).
Tekanan akar juga menyebabkan tumbuhan mengalami gutasi,
yaitu keluarnya air yang berlebih pada malam hari melalui
katup pelepasan (hidatoda) pada daun.

Biasanya air yang keluar dapat kita lihat pada pagi hari berupa
tetesan atau butiran air pada ujung-ujung helai daun rumput
atau pinggir daun kecil herba (tumbuhan tak berkayu) dikotil.
Organ-organ yang menyerap air yaitu akar. Akar merupakan organ tanaman yang aktif
menyerap air. Rambut akar paling cepat menyerap air, jumlahnya sedikit, jumlah air yang
diserap sedikit. Sel gabus lambat dalam menyerap air, jumlahnya banyak, air yang diserap
banyak.

Mekanisme penyerapan air merupakan proses dari pergerakan air. Mekanisme penyerapan
air dibagi menjadi dua yaitu penyerapan aktif dan pasif:

1. Aktif: aktif osmotik dan aktif non osmotik

2. Pasif: tarikan transpirasi (penggeraknya transpirasi)


Aktif osmotik

Aktif non osmotik : Mekanisme respirasi sel akar, sebagai sumber tenaga penggerak penyerapan
air.
Penyeraan pasif : Tenaga penggeraknya: tarikan transpirasi daun.

Perbandingan peranan penyerapan aktif dan penyerapan pasif yaitu : Penyerapan secara pasif
lebih penting dibanding aktif, alasannya: penyerapan aktif mempunyai banyak kelemahan yaitu :

1. Pada beberapa jenis tanaman (gymnospermae) tekanan akar yang merupakan pendukung
penyerapan aktif tidak terjadi
2. Tekanan akar juga tidak terjadi pada tanaman yang transpirasinya berlangsung cepat

3. Air eksudasi yang keluar dari ujung batang yang dipotong tajuknya (murni hasil
penyerapan aktif) hanya 5% dari total transpirasi

4. Tanaman yang utuh menyerap air lebih banyak daripada yang dipotong tajuknya

5. Tumbuhan hidrofit yang tubuhnya tenggelam, menyerap air dari seluruh tubuhnya

Jalur penyerapan air

Larutan tanah - sel-sel epidermis akar (rambut akar) korteks endodermis xylem akar

Pemasukan air dari tanah ke sel-sel tanaman melalui mekanisme Difusi, osmosis &
Imbibisi . Air berdifusi dari larutan yg encer ke larutan yg pekat. Hal ini terjadi pd tanah,
dimana larutan tanah memiliki konsentrasi yg lebih rendah di banding konsentrasi di dalam sel
tanaman (akar). Nilai osmosis di dalam tanah & di dlm sel akar berlaku timbal balik. Jika tanah
cukup mengandung air maka nilai osmosis di dlm sel akar menurun begitu sebaliknya. Ada dua
roses yang menyebabkan air dapat terkirim sampai ke daun, yaitu tekanan akar dan tarikan
transpirasi. Saat partikel mineral banyak yang berkumpul dibagian stele, potensial air akan turun
sehingga banyak air yang masuk (terosmosis) ke stele. Banyaknya air yang mengalir dari korteks
ke stele ini menghasilkan suatu dorongan besar yang memaksa cairan masuk dan naik di dalam
xylem. Peristiwa ini yang dimaksud sebagai tekanan akar. Adanya pengeluaran air pada bidang
potongan batang yang di potong dekat tanah memberikan kesan kepada kita, bahwa seolah-olah
di dalam akar ada suatu tenaga penggerak air. Tenaga ini tidak lebih dari 2 atmosfer.
Persangkaan bahwa sel-sel endodermis mempunyai aktivitas sebagai pompa sangatlah sukar
untuk di selidiki.

Saat siang hari, udara di luar daun lebih kering. Artinya, kandungan air lebih rendah
dibanding kandungan air dalam daun. Akibatnya, air dalam daun akan terdifusi keluar melalui
stomata. Proses ini disebut sebagai transpirasi. Proses transpirasi menyebabkan tumbuhan
kehilang air. Adanya gaya adhesi dan kohesi yang terjadi antara air dengan sel-sel jaringan
mesofil daun maka jaringan ini menarik air dari jaringan dibawahnya untuk memenuhi
kebutuhan air dalam daun yang hilang karena transpirasi. Gaya tarik itu menyebabkan air yang
terangkut akar (pada proses tekanan akar) akan mengisi xylem batang dan terus naik ke daun.
Proses aliran air dari potensial tinggi ke potensial rendah karena tarikan transpirasi terjadi terus
menerus sehingga air dapat sampai ke daun. Pengangkutan air dan mineral diluar berkas
pembuluh disebut pengangkutan ekstra vascular. Pada pengangkutan ekstravaskular, setelah
sampai di sel epidermis akar, air akan bergerak di antara sel-sel korteks. Untuk memasuki
silinder pusat (stele), air harus melewati sitoplasma sel-sel endodermis dan setelah sampai di
stele, air akan bergerak bebas diantara sel-sel. Pengangkutan ekstravaskular dapat terjadi secara
apoplas dan simplas.
DAFTAR PUSTAKA

Sumber : ms.m.wikipedia.org/wiki/Air

Sumber : id.m.wikipedia.org/wiki/Absorbsi

Sumber : gyotinusu.blogspot.com/2011/10/absorbs-dan-transpirasi.html?m=1

Feryanto, Indra. 2011. Panduan Praktikum Fisiologi Tumbuhan. Fakultas Pertanian Perikanan dan
Biologi Universitas Bangka Belitung.

Iriawati. 2009. Jaringan Pembuluh. http://www.sith.itb.ac.id

Lakitan, Benyamin. 2012. Dasar-dasar Fisiologi Tumbuhan. Jakarta. Rajawali Pers