Anda di halaman 1dari 3

Panduan
Praktis
Berbahasa
 1


Mengenal Kata Serapan

Datum 1 Agustus 2010, 00:56 WIB, saya mendapatkan ada


1,510,000 laman hasil dengan kata kunci ‘Otonomi’; 296,000
laman dengan kata kunci ‘Otoriter’, dan 213,000 laman dengan
kata kunci ‘Rekonsiliasi’ dalam jaringan internet, kebetulan saya
menggunakan mesin pencari Google, dengan aplikasi penelusur
Flock.
Saya mencoba mencari ketiga kata di atas karena masih
berhubungan dengan lema sebelumnya, yaitu ‘kata serapan’. Saya
mendapatkan “Kata otonomi, otoriter, dan rekonsiliasi” di laman
Petunjuk Praktis – Pusat Bahasa. Berikut di bawah ini adalah
salinan artikel yang saya kutip di laman Pusat Bahasa:

Otonomi, Otoriter, dan Rekonsiliasi

Kata otonomi merupakan bentuk serapan, melalui penyesuaian


ejaan, tanpa mengabaikan lafal, dari kata bahasa Belanda
autonomie dengan pengertian 'pemerintahan sendiri'.

Jika dipasangkan dengan kata daerah, terbentuklah istilah baru


otonomi daerah. Gabungan kata otonomi daerah menyiratkan
makna 'hak, wewenang, dan kewajiban daerah untuk mengatur
dan mengurus rumah tangga sendiri sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku'.

http://babang‐juwanto.blogspot.com/2010/08/kata‐serapan‐
otonomi‐otoriter‐dan.html
1
Panduan
Praktis
Berbahasa
 2


Otoriter berarti 'berkuasa sendiri atau sewenang-wenang dengan


tidak mengindahkan hak orang lain’.

Rekonsiliasi adalah 'perbuatan memulihkan pada keadaan semula


atau perbuatan memperbarui seperti semula'.
(Dikutip dari Petunjuk Praktis – Laman Pusat Bahasa)
Penjelasan singkat dan padat tentang Otonomi daerah di
Indonesia, saya dapatkan di laman Wikipedia; begitu juga dengan
Otoriter dan Rekonsiliasi. Ketiganya dijelaskan ‘dalam jaringan’
Wikipedia secara jelas. Saya ingat, gara-gara ‘Otonomi’ inilah,
saya bisa kuliah, saya bisa sekolah tinggi seperti kebanyakan
anak-anak karyawan dan pegawai negara itu. Mungkin, saya
adalah anak pesisir yang beruntung bisa sampai sejauh ini belajar
di sekolah formal. Bagaimana dengan sahabat-sahabat kampung
saya yang lain? Saban harinya mencari tempat untuk
menggantungkan bajunya.
Karena saya tidak paham teori ilmu pemerintahan, jadi
saya tidak bisa berbuat apa-apa ketika provinsi Kep. Bangka
Belitung ‘karut-marut’, dan tidak bisa menganalisa apa-apa
seperti kebanyakan media, tidak masuk dalam lingkaran yang
layak memahami segalanya, walaupun dalam sedikit hal saya
ingin peduli akan hal menyangkut kampung pesisir saya itu.
Karena saya tidak cukup pandai, saat ini tidak bisa membantu

http://babang‐juwanto.blogspot.com/2010/08/kata‐serapan‐
otonomi‐otoriter‐dan.html
2
Panduan
Praktis
Berbahasa
 3


secara langsung bagaimana membangun provinsi saya itu, saya


yakin suatu hari nanti. Saya bisa

http://babang‐juwanto.blogspot.com/2010/08/kata‐serapan‐
otonomi‐otoriter‐dan.html
3