Anda di halaman 1dari 4

Proses Pelaksanaan Konstruksi

Proses konstruksi merupakan tindak lanjut dari proses perancangan dan


pengadaan yang merealisasikan apa yang ada dalam gambar desain menjadi
bentuk nyata. Pada proyek Pembangunan PLTBg proses konstruksi diawali
dengan diterimanya gambar desain yang telah disetujui oleh owner proyek. Dari
gambar yang telah disetujui, dibuatlah metode pelaksanaan konstruksi, MTO, dan
Requisition.

Sebelum diterapkan di lapangan, metode konstruksi harus terlebih dahulu


mendapat persetujuan supervisor. Setelah disetujui supervisor, kebutuhan
material tambahan dicantumkan ke dalam MTO pekerjaan. Dari MTO dan metode
konstruksi, dibuat Requisiton Document untuk mengadakan material atau sub
kontraktor pekerjaan. Setelah didapat material atau sub kontraktor dari
procurement, pekerjaan kemudian dieksekusi.

Untuk pekerjaan yang dilakukan oleh sub kontraktor, metode konstruksi dibuat
oleh sub kontraktor pekerjaan tersebut. Metode konstruksi tersebut kemudian
diajukan untuk memperoleh persetujuan penggunaannya. Pengadaan material
pekerjaan pun bergantung pada kesepakatan awal dengan sub kontraktor.
Selanjutnya, material dikirim ke lapangan dibawah tanggung jawab divisi logistik
kontraktor. Flow chart kegiatan pengadaan ditunjukkan pada gambar berikut.
Bagan Alir proses pelaksanaan konstruksi proyek EPC
Quality Control dan Quality Assurance

Dalam pelaksanaan konstruksi proyek terdapat suatu program yang bertujuan


untuk menjamin kualitas produk konstruksi, program tersebut dinamakan
dengan Quality Assurance dan Quality Control (QA/QC). QA merupakan
pengontrolan kualitas dari material yang digunakan dalam konstruksi.
Pelaksanaannya dilakukan sebelum pendirian bangunan. QA dilakukan terhadap
spesifikasi material yang dipesan.

Selama pelaksanaan konstruksi terkadang terjadi kesalahan akibat faktor


kelalaian manusia maupun sistem. Untuk mengatasi ketidaksesuaian produk
dengan rencana pertema dilakukan pengecekan kondisi eksisting terhadap
spesifikasi yang dibutuhkan. Apabila ketidak sesuaian ini masih dapat ditolerir
maka konstruksi tetap dilanjutkan dengan catatan pada laporan untuk ketidak
sesuaian tersebut. Namun bila ketidaksesuaian tersebut berbahaya terhadap
spesifikasi maka perlu dicari solusinya. Penyusunan solusi dilakukan bersama
antara pihak QC, Kontraktor dan Engineer. Penentuan solusi harus didasarkan
pada data empirik. Namun apabila terdapat kondisi yang tidak mungkin dicari
solusinya maka terkadang perlu dilakukan pembongkaran dan konstruksi ulang.
Hal tersebut diusahakan tidak terjadi selama pelaksanaan proyek.

Presentasi metode konstruksi dilakukan untuk setiap metode yang akan


dilakukan oleh kontraktor. Hal ini bertujuan untuk mempelajari kemungkinan
ketidak sesuian metode terhadap spesifikasi gambar.

Dalam melaksanakan quality control dan quality assurance Kontraktor membuat


Inspection Test Plan (ITP Field). ITP ini merupakan rencana inspeksi dan test yang
akan dilakukan pada pekerjaan-pekerjaan dan hal-hal yang mendukungnya
selama proyek berjalan. Pada ITP ini terdapat informasi mengenai jenis
pemeriksaan, metode pemeriksaan, referensi dan verifikasi dokumen, frekuensi
pemeriksaan, dan pihak-pihak yang bertanggung jawab. Berikut ini flowchart
proses QA/QC.
Bagan alir proses QC/QA pada proyek EPC