Anda di halaman 1dari 7

Sensor suhu adalah adalah komponen yang dipakai untuk merubah besaran

panas jadi listrik dan sangat gampang untuk dianalisa besarannya. Pembuatan

sensor ini bisa memakai sejumlah metode, dimana salah satu caranya adalah

dengan cara memakai material yang terhadap suatu arus elektrik akan mengubah

hambatannya tergantung dari suhunya.

Sensor suhu LM35 adalah komponen elektronika yang memiliki fungsi

untuk mengubah besaran suhu menjadi besaran listrik dalam bentuk tegangan.

(Allo Desmon, dkk. 2013)

Sensor suhu LM35 adalah komponen elektronika yang memiliki fungsi

untuk mengubah besaran suhu menjadi besaran listrik dalam bentuk tegangan.

LM35 memiliki keakuratan tinggi dan kemudahan perancangan jika dibandingkan

dengan sensor suhu yang lain. LM35 juga mempunyai keluaran impedansi yang

rendah dan linieritas yang tinggi sehingga dapat dengan mudah dihubungkan

dengan rangkaian kendali khusus serta tidak memerlukan penyetelan lanjutan

(Blocher 2003)

Sensor LM35 adalah sensor temperatur paling banyak digunakan untuk

praktek, karena selain harganya cukup murah, linearitasnya bagus. LM35 tidak

membutuhkan kalibrasi eksternal yang menyediakan akurasi C pada

temperature ruangan dan C pada kisaran -55 C sampai +150 C. LM35

dimaksudkan untuk beroperasi pada -55 C hingga +150 C, sedangkan LM35C

pada -40 C hingga +110 C, dan LM35D pada kisran 0-100C. (Tanudjaja 2007)

Berikut ini adalah karakteristik dari sensor suhu LM35 :


1. Memiliki sensitivitas suhu, dengan faktor skala linier antara tegangan dan

suhu 10 mVolt/C, sehingga dapat dikalibrasi langsung dalam celcius. Sensor

LM35 akan mengalami kenaikkan tegangan sebesar 10 mVolt untuk setiap

kenaikan 1 C suhunya.

2. Memiliki ketepatan atau akurasi kalibrasi yaitu 0,5C pada suhu 25 C. Agar

didapatkan keakuratan pengukuran hambatan, maka sebaiknya sensor

diberikan suhu lingkungan yang berkisar antara 0,5C - 25 C.

3. Memiliki jangkauan maksimal operasi suhu antara -55 C sampai +150 C.

Sensor LM35 masih dapat beoperasi antara suhu -55 C sampai +150 C,

namun keakuratan anatara kisaran suhu tersebut kurang. Dan apabila diluar

kisaran suhu tersebut, sensor LM35 tidak dapat beroperasi.

4. Bekerja pada tegangan 4 sampai 30 volt.

5. Memiliki arus rendah yaitu kurang dari 60 A. Memiliki arus rendah

sehingga tidak berbahaya untuk dipegang oleh tangan kosong pada saat

beroperasi.

6. Memiliki pemanasan sendiri yang rendah (low-heating) yaitu kurang dari 0,1

C pada udara diam. Tanpa dihubungkan dengan sumber listrikpun atau tidak

saat beoperasi, sensor LM35 memiliki suhu sebesar 0,1 C pada udara diam.

Namun nilai suhu akan naik ketika, udara bergerak membawa suhu panas.

7. Memiliki impedansi keluaran yang rendah yaitu 0,1 W untuk beban 1 mA.

8. Memiliki ketidaklinieran hanya sekitar C.

Selain LM 35 masih banyak lagi beberapa macam sensor suhu lainnya,

meliputi:
1. Sensor suhu Termokopel (termocouple)

Termokopel adalah sensor suhu yang terdiri dari 2 jenis kawat logam

konduktor yang digabung pada ujungnya sebagai ujung pengukuran. Konduktor

ini kemudian akan mengalami gradiasi suhu dan dari perbedaan suhu antara ujung

termokopel/ujung pengukuran dengan ujung kedua kawat logam konduktor yang

terpisah, akan menghasilkan tegangan listrik karena terjadinya efek termo elektrik.

Termokopel dapat mengukur temperatur dalam jangkauan suhu yang cukup luas

dengan batas kesalahan pengukuran kurang dari 1 C.

2. Sensor RTD (Resistance Temperature Detector )

RTD adalah sensor suhu yang pengukurannya menggunakan prinsip

perubahan resistansi atau hambatan listrik logam yang dipengaruhi oleh

perubahan suhu. Dimana ketika suhu meningkat, maka resistansi elemen RTD

juga akan meningkat. Dengan kata lain, kenaikan suhu logam yang menjadi

elemen resistor RTD berbanding lurus dengan resistansinya. RTD adalah salah

satu sensor suhu yang paling banyak digunakan dalam otomatisasi dan proses

kontrol.

3. Sensor Termistor (Thermistor)

Termistor (thermistor) adalah komponen semikonduktor yang memiliki

tahanan (resistansi) yang dapat berubah dengan suhu/temperature. Thermistor

merupakan singkatan dari thermally sensitive resistor, yang berarti resistor yang

peka atau sensitif terhadap suhu. Ada dua jenis termistor, yaitu: PTC (Positive

Temperature Coefficient) dan NTC (Negative Temperature Coefficient). Termistor

PTC adalah jenis termistor yang nilai resistansinya meningkat dengan


meningkatnya suhu. Sedangkan, termistor NTC adalah jenis termistor yang

tahanannya atau resistansinya menurun ketika suhu meningkat.

4. Sensor infrared pyrometer

Pirometer inframerah (Infrared pyrometer) adalah sensor suhu yang dapat

mengukur suhu dari jarak jauh tanpa melakukan kontak langsung dengan objek

yang akan diukur. Infrared pyrometer merupakan device pengukur suhu yang juga

biasa disebut sebagai termometer radiasi termal. Sensor ini menggunakan cahaya

inframerah untuk mengukur atau mendeteksi radiasi panas (thermal) benda. jadi

bisa dikatakan, infrared pyrometer adalah sensor yang digunakan untuk mengukur

suhu tanpa kontak ketika sensor tipe probe atau sensor dengan kontak langsung,

seperti termokopel, RTD, dan lain sebagainya, tidak bisa digunakan atau tidak

bisa menghasilkan data yang akurat karena berbagai alasan.

5. Sensor suhu IC (IC temperature sensor)

Sensor suhu IC merupakan sensor temperatur yang prinsip kerjanya

didasarkan pada sifat atau perilaku PN junction silikon terhadap suhu/ temperatur.

Dimana tegangan maju PN junction akan menurun dengan meningkatnya suhu,

sehingga pada beberapa sensor suhu IC akan menghasilkan sinyal output

(tegangan, arus) yang berbanding lurus dengan suhu atau temperatur.

6. Sensor Bimetal

Bimetal adalah sensor temperatur yang sangat populer digunakan karena

kesederhanaan yang dimilikinya. Bimetal biasa dijumpai pada alat strika listrik

dan lampu kelap-kelip (dimmer). Bimetal adalah sensor suhu yang terbuat dari

dua buah lempengan logam yang berbeda koefisien muainya () yang direkatkan
menjadi satu. karena perbedaan reaksi muai tersebut maka bimetal akan

melengkung kearah logam yang muainya lebih rendah. Dalam aplikasinya bimetal

dapat dibentuk menjadi saklar Normally Closed (NC) atau Normally Open (NO).

Adapun aplikasi penggunaan sensor LM35 dalam bidang keteknikan

pertanian adalah sebagai berikut:

a. Untuk mengukur suhu tanah.

b. Dapat digunakan di pabrik-pabrik pembuatan alat perntanian untuk mengatur

proses pembuatan alat sesuai dengan besar suhu yang telah ditentukan.

c. Dapat digunakan sebagai pengukur kematangan buah dilihat dari besar

suhunya.

d. Mesin pengering gabah yang dilakukan dengan cara mengukur suhu mula-

mula kemudian memberikan udara panas melalui kipas dan lampu yang

mengeluarkan panas sehingga kandungan air dalam gabah terbuang melalui

uap air. Suhu pemanas diukur menggunakan LM35 yang dibandingkan

dengan suhu gabah pada saat proses pengeringan suhu dan kelembapan

dikontrol melalui lcd yang menampilkan suhu dan kelembapan gabah.

(Nugroho, A.S. 1996.).

Data dari hasil pengukuran tersebut dapat disajikan dalam bentuk grafik,

untuk mengetahui linieritas hubungan antara suhu dengan nilai keluaran LM35.

Adapun gravik tersebut adalah sebagai berikut :


Hubungan nilai luaran sensor suhu
LM35 terhap waktu
1.4
1.2 y = 0.0054x + 0.2427
1 R = 0.9878
Hubungan Nilai Luaran
Axis Title

0.8 Sensor suhu LM35


0.6 terhap waktu
0.4 Linear (Hubungan Nilai
0.2 Luaran Sensor suhu
0 LM35 terhap waktu)
0 50 100 150 200
Axis Title

Gambar 7. Grafik hubungan antara nilai luaran sensor suhu LM35 terhadap waktu

Berdasarkan grafik di atas, persamaan yang dihasilkan sensor pada saat

praktikum adalah y = 0,4914x + 17,881R = 0,9111. Persamaan tersebut

menunjukan bahwa sensor akan terus naik tegangannya jika waktu semakin lama.

Karena semakin lama panas yang berasal dari solder akan menambah nilai

tegangan yang ditampilkan pada multimeter. Namun, pada kenyataannya ada nilai

tegangan yang kadang naik dan kadang turun. Hal ini pasti diakibatkan oleh

beberapa faktor, salah satunya penggunaan termometer yang seadanya, yang

dipegang oleh tangan praktikan pada saat percobaan praktikum. Hal itu akan

mempengaruhi suhu yang terbaca oleh termometer, sehingga dapat mengurangi

keakuratan dari operasi sensor suhu LM35.


DAFTAR PUSTAKA

Aditya. 2007. Tahapan Pembuatan Sensor Suhu Sederhana LM35.


http://aditya0707.wordpress.com/2Tahapan-sensor-suhu-sederhana. Diakses
pada 13 Maret 2014 pukul 19.32 WIB.
Allo, Desmon K. dkk. 2013. Rancang Bangun Alat Ukur Temperatur Untuk
Mengukur Selisih Dua Keadaan. Jurnal Teknik Elektro dan Komputer Vol 1
No. 01.
Dennis Roody, J. Coolen. 1986. Komunikasi Elektronika. Erlangga: Jakarta.
D. Sharon, dkk.1982. Principles of Analysis Chemistry. New York : Harcourt.
Erwin, Robert M. 1986. Pengantar Telekomunikasi. Elex Media Komputindo:
Jakarta.
Harlianto, Tanudjaja dan Ir. M.Kom. 2007. Pengolahan Sinyal Digital dan Sistem
Pemrosesan Sinyal.Yogyakarta: Andi.
Hayt, Wiliam dkk. 1998. Rangkaian Listrik. Jakarta: Erlangga.
Lister. 1988. Mesin dan Pengkajian Listrik. Jakarta: Erlangga.
Richard, Blocher. 2003. Dasar Elektronika. Yogyakarta: Andi
Tim Asisten. 2017. Modul Praktikum Elektronika dan instrumentasi. Purwokerto:
Universitas Jenderal Soedirman.

Yoga Setiando dkk. 2011. Thermal Sensor LM35. Jurusan Teknik Elektro
Fakultas Teknik Universitas Kristen Maranatha. Bandung.
Zuhal. 2000. Dasar Teknik Tenaga Listrik dan Elektronika Daya. PT Gramedia
Pustaka Utama: Jakarta.

Beri Nilai