Anda di halaman 1dari 13

PRE PLANNING DIET HIPERTENSI DAN SENAM ANTIHIPERTENSI

DISUSUN OLEH :
NIROTA ZURIGA PURWANTO
163.0044

PROGRAM STUDI S1 KEPERWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN HANG TUAH SURABAYA
2016/2017
KEPERAWATAN KOMUNITAS PROGRAM PROFESI NERS
STIKES HANG TUAH SURABAYA

PRE PLANING HIPERTENSI


STIKES HANG TUAH SURABAYA

Pokok Bahasan : Penyuluhan Hipertensi


Sub Bahasan : Pengertian Hipertensi
Macam-Macam Hipertensi
Penyebab Hipertensi
Faktor Resiko Hipertensi
Tanda Dan Gejala Hipertensi
Komplikasi Hipertensi
Cara Pencegahan dan Perawatan Hipertensi
Diet Sehat Hipertensi
Cara Senam Anti Hipertensi
Sasaran : Warga RT 04 RW 02 Kelurahan Kedung Cowek
Kecamatan Bulak
Metode : Ceramah, Diskusi dan Tanya Jawab
Media : Leaflet
Waktu : 30 menit
Tempat : Rumah warga
Hari dan tanggal : Jumat, 5 November 2016
Pukul : 15.00 WIB

1. Latar Belakang
Dewasa ini, penyakit hipertensi merupakan penyakit yang sering kita
jumpai di Indonesia. Diperkirakan sekitar 80% kenaikan kasus hipertensi
teruatama di negara berekmbang tahun 2025 dari sejumlah 639 juta kasus di tahun
200, diperkirakan menjadi 1,15 milyar kasus di tahun 2025. Prediksi ini
didasarkan pada angka penderita hipertensi saat ini dan pertambahan penduduk
saat ini. Selain itu, survai penyakit jantung yang dilaksanakan Boedhi Darmojo,
menemukan prevalensi hipertensi tanpa atau dengan tanda penyakit jantung
hipertensi sebesar 33,3% ( 81 orang dari 243 orang tua 50 tahun ke atas ). Dari
hasil studi kasus, didapatkan 68,4% termasuk hipertensi ringan ( diastolik 95
104 mmHg ), 28,1% hipertensi sedang ( diastolik 105 129 mmHg ) dan hanya
3,5% dengan hipertensi berat ( diastolik sama atau lebih besar dengan 130 mmHg.
Berdasarkan hasil survei pendahuluan yang dilakukan tanggal 11 oktober 2016
pada warga RT 04 RW 02 yang ditemukan pada 1 dasawisma terdapat 8 lansia
(100%) dan yang mengalami hipertensi sebanyak 2 lansia (25%) pada RT 04 RW
02.
Hipertensi merupakan penyakit berbahaya yang membunuh secara diam
diam karena tanda dan gejalanya adanya parameter yang pasti tentang penyakit
ini. Umumnya gejala dan tanda nya sering dialami oleh orang yang tidak beresiko
tau tidak menderita penyakit ini. Orang menganggap ada banyak keluhan dan
tanda peringatan hipertensi, padahal tidak demikian. Hipertensi tidak memiliki
keluhan dan tanda khas, oleh karena itu hipertensi disebut silent killer. Hasil studi
menunujukkan, satu dari empat penderita hipertensi tidak tahu dirinya memiliki
tekanan darah tinggi ( lebih dari atau sama dengan 140 / 90 mmHg ) dan kondisi
ini dapat mengancam jiwa.

2. Tujuan Intruksional Umum (TIU)


Setelah dilaksanakan penyuluhan diharapkan warga RT 04 RW 02
Kelurahan Kedung Cowek Kecamatan Bulak dapat mengerti dan
memahami tentang diet dan senam antihipertensi.

3. Tujuan Instruksional Khusus (TIK)


Setelah dilaksanakan penyuluhan selama 1x30 menit tentang diet
dan senam antihipertensi di RT 04 RW 02 Kelurahan Kedung Cowek
Kecamatan Bulak diharapkan warga mampu :
a. Memahami dan menjelaskan pengertian hipertensi
b. Memahami dan menjelaskan macam-macam hipertensi
c. Memahami dan menjelaskan tentang penyebab hipertensi
d. Memahami dan menjelaskan tentang faktor resiko hipertensi
e. Memahami dan menjelaskan tentang tanda dan gejala hipertensi
f. Memahami dan menjelaskan tentang komplikasi hipertensi
g. Memahami dan menjelaskan tentang cara pencegahan dan perawatan
hipertensi
h. Memahami dan menjelaskan diet hipertensi
i. Memahami dan mempraktekkan cara senam anti hipertensi
4. Sasaran
Warga RT 04 RW 02 Kelurahan Kedung Cowek Kecamatan Bulak
5. Materi (Terlampir)
6. Metode
a. Ceramah
b. Diskusi
c. Tanya jawab
7. Media
Leaflet
8. Kriteria Evaluasi
a. Kriteria Struktur :
1) Lansia dapat hadir, minimal 10 orang
2) Penyelenggara penyuluhan dilakukan di warga RT 04 RW 02
Kelurahan Kedung Cowek Kecamatan Bulak
3) Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilakukan
sebelum dan saat penyuluhan.
a. Kriteria Proses :
1) Peserta antusias terhadap materi penyuluhan.
2) Peserta konsentrasi mendengarkan penyuluhan.
3) Paserta mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan
secara benar.
b. Kriteria Hasil :
1) Peserta hadir minimal 10 orang.
2) Peserta kooperatif dalam acara penyuluhan.
3) Peserta bertanya dan mampu menjawab pertanyaan dari
penyaji.
4) Peserta mampu memahami materi penyuluhan yang telah
disampaikan.
9. Pelaksanaan Kegiatan
No Waktu Kegiatan penyuluhan Kegiatan Audience
1 5 Menit Pembukaan
1. Penyuluh memulai 1. Menjawab salam
penyuluhan dengan
mengucapkan salam
2. Memperkenalkan diri 2. Memperhatikan
3. Menjelaskan tujuan 3. Memperhatikan
penyuluhan
4. Menyebutkan materi yang 4. Memperhatikan
akan diberikan
5. Menunjukkan Leaflet 5. Memperhatikan
2 10 Menit Pelaksanaan
1. Menjelaskan pengertian 1. Memperhatikan
hipertensi
2. Menjelaskan macam-macam 2. Memperhatikan
hipertensi
3. Menjelaskan penyebab 3. Memperhatikan
hipertensi
4. Menjelaskan faktor resiko 4. Memperhatikan
hipertensi
5. Menjelaskan tanda dan 5. Memperhatikan
gejala hipertensi
6. Menjelaskan komplikasi 6. Memperhatikan
hipertensi
7. Menjelaskan cara 7. Memperhatikan
pencegahan dan perawatan
hipertensi
8. Menjelaskan diet hipertensi 8. Memperhatikan
9. Mempraktekkan cara senam 9. Memperhatikan dan
anti hipertensi mengikuti
3 10 Menit Evaluasi :
1. Meminta audience 1. Menjelaskan
menjelaskan pengertian pengertian hipertensi
hipertensi
2. Meminta audience 2. Menyebutkan macam-
menyebutkan macam- macam hipertensi
macam hipertensi
3. Meminta audience 3. Menjelaskan
menjelaskan penyebab penyebab hipertensi
hipertensi
4. Meminta audience 4. Menyebutkan faktor
menyebutkan faktor resiko resiko hipertensi
hipertensi
5. Meminta audience 5. Menjelaskan tanda
menjelaskan tanda dan dan gejala hipertensi
gejala hipertensi
6. Meminta audience 6. Menyebutkan
menyebutkan komplikasi komplikasi hipertensi
hipertensi
7. Meminta audience 7. Menyebutkan cara
menyebutkan cara pencegahan dan
pencegahan dan perawatan perawatan hipertensi
hipertensi
8. Meminta audience
menyebutkan diet hipertensi 8. Menyebutkan diet
9. Meminta audience hipertensi
mempraktekkan cara senam 9. Mempraktekkan cara
anti hipertensi senam anti hipertensi
4 5 Menit Terminasi
1. Mengucapkan terima kasih 1. Memperhatikan
atas perhatian yang
diberikan
2. Mengucapkan salam 2. Membalas salam
penutup

9. Setting Tempat

Keterangan :
1 : Audience

2 : Penanggung Jawab

10. Pengorganisasian
Penanggung Jawab : Nirota Zuriga Purwanto, S.Kep

Surabaya, 5 Nopember 2016


Mengetahui,
Mahasiswa Pembimbing Lahan

( ) ( )
Pembimbing Institusi

( )
Lampiran 1

MATERI PENYULUHAN

A. Pengertian Hipertensi
Hipertensi menurut Manjoer dkk (2010) hipertensi adalah tekanan
sistolik 140 mmHg dan tekanan darah diastolic 90 mmHg atau bila
pasien memakai obat anti hipertensi. Hipertensi menurut Brunner &
Suddarth (2008) merupakan gejala penyakit yang ditandai dengan
peningkatan tekanan darah persisten dimana tekanan sistoliknya 140
mmHg dan diastoliknya 90 mmHg.

B. Macam-Macam Hipertensi
Kategori Tekanan darah Tekanan Darah

sistolik Diastolik
Normal Dibawah 130 mmHg Dibawah 85 mmHg
Normal tinggi 130-139 mmHg 85-89 mmHg
Stadium I (hipertensi 140-159 mmHg 90-99 mmhg

ringan)
Stadium 2 (hipertensi 160-179 mmHg 100-109 mmHg

sedang)
Stadium 3 (hipertensi 180-209 mmHg 110-119 mmHg

berat)
Stadium 4 (hipertensi 210 mmHg atau lebih 120 mmHg atau lebih

maligna)

C. Penyebab Hipertensi
1. Faktor Keturunan.
2. Faktor Usia.
3. Faktor Makanan (Tinggi garam dan lemak,alkohol).
4. Faktor Emosi atau Ketegangan (Stress).
D. Faktor Resiko Hipertensi
1. Kegemukan

2. Kurang olah raga

3. Stres

4. Merokok

5. Minum Alkohol

B. Tanda dan Gejala Hipertensi


1. Sakit kepala / pusing.
2. Susah tidur.
3. Rasa berat pada tengkuk.
4. Cepat marah.
5. Jantung berdebar-debar.
6. Mata berkunang-kunang.
7. Sesak nafas saat beraktivitas.
8. Telinga berdengung.
9. Cepat merasa lelah.

C. Komplikasi Hipertensi
1. Gagal Jantung.
2. Stroke.
3. Gagal Ginjal.
4. Gangguan penglihatan.
5. Gangguan gerak dan keseimbangan.

D. Cara Pencegahan dan Perawatan pada Hipertensi

1) Menurunkan berat badan bagi yang gemuk.

2) Diet rendah garam dan lemak.

3) Merubah gaya hidup yang tidak sehat dan olahraga secara teratur.
4) Istirahat cukup dan menghindari kelelahan.

5) Kurangi stress dan emosional.

6) Pemberian obat-obatan anti hipertensi.

7) Memeriksakan kesehatan seperti tekanan darah dan EKG secara teratur.

Diet Makanan :
1) Pada saat makan tidak menempatkan garam di atas meja makan.
2) Tidak mengkonsumsi makanan yang asin.
3) Jenis makanan yang harus dihindari seperti : kecap asin, ikan asin, telur
asin, sardines, biskuit, coklat, daging sapi, daging kambing, kacang
tanah, dan mentega.
4) Jenis makanan yang diperbolehkan seperti : beras, kentang, tempe, tahu,
wortel, apel, semangka, pisang, pepaya, tomat. (Proverawati, 2011).

Buah Pepaya :
Jurnal penelitian Yuliza, (2013) didapatkan hasil ada perbedaan yang
signifikan antara tekanan darah sebelum dan sesudah diberikan intervensi kepada
kelompok eksperimen, sehingga dapat disimpulkan bahwa mengkonsumsi buah
papaya dapat membantu menurunkan tekanan darah. Hasil tersebut didukung
dengan teori yang dikemukakan oleh Milind (2012) bahwa pepaya memiliki
kandungan diuretik, antihipertensi hipolipidemik, penyembuhan luka, anti jamur,
anti bakteri, anti tumor, dan radikal bebas.
Caranya : Ambil satu atau dua buah pepaya yang sudah dibersihkan
kemudian diparut, disaring dan ambil airnya, lalu siap untuk
diminum, atau bisa dimakan langsung.

E. Cara Senam Anti Hipertensi


Kondisi penderita hipertensi secara medis berbeda dengan orang sehat.
Untuk itu, perlu senam yang juga dilakukan secara khusus. Latihannya
harus bertahap dan tidak boleh memaksakan diri. Gerakan dengan
intensitas ringan dapat dilakukan perlahan sesuai dengan kemmpuan.
Menurut Niniek Soetini SSTs Ft, Fisioterapis Siloam Hospital Surabaya,
contoh latihan yang bisa diterapkan setiap hari adalah sebagai berikut:
1. Pemanasan
a. Tekuk kepala ke samping, lalu tahan dengan tangan pada
sisi yang sama dengan arah kepala. Tahan dengan hitungan
8 10, lalu bergantian dengan sisi lain.
b. Tautkan jari-jari kedua tangan dan angkat lurus keatas
kepala dengan posisi kedua kaki dibuka selebar bahu.
Tahan dengan 8 10 hitungan. Rasakan tarikan bahu dan
punggung
2. Inti
a. Gerakan-gerakan tangan
1) Mengangkat tangan ke depan, ke atas, ke samping,
ke belakang.
2) Gerakan tangan membuka dan menyilang
3) Mendorong dan memompa ke depan, ke atas dan ke
samping.
4) Gerakan tangan meninju ke depan, ke samping, ke
atas, ke bawah dan menyilang
5) Menepuk paha
b. Gerakan-gerakan kaki
1) Berjalan di tempat
2) Melangkah satu atau dua langkah
3. Pendinginan
a. Kedua kaki di buka selebar bahu, lingkarkan satu tangan
ke leher dan tahan dengan tangan lainnya. Hitungan 8 10
kali dan lakukan pada sisi lainnya.
b. Posisi tetap, tautkan kedua tangan lalu gerakan ke
samping dengan gerakan setengah putaran. Tahan 8 10
kali hitungan lalu arahkan tangan kesisi lainnya dan tahan
dengan hitungan yang sama.
DAFTAR PUSTAKA

Brunner & Suddarth. (2008). Buku Ajar : Keperawatan Medikal Bedah Vol 2,
Jakarta, EGC.

Smeltzer, Suzanne; and Benda G Bare. (2008), Buku Saku Ajar


Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta: EGC

Dep Kes RI, 2010. Diet Rendah garam, Pozi Pusat Dep Kes RI, Jakarta

Mansjoer Arief. 2010. Kapita Selekta Kedokteran, edisi 4. Jakarta : Media

AesculapiusMaryam, dkk. 2008. Mengenal Usia Lanjut dan


perawatannya. Jakarta: Salemba Medika

Soeparman dkk, 2007, Ilmu Penyakit dalam, Jilid 1, edisi 2. UI Press,


Jakarta
DAFTAR HADIR MAHASISWA/MAHASISWI STIKES HANG TUAH

DAFTAR HADIR PENYULUHAN HIPERTENSI

Tanggal : 5 November 2016


Pukul : 15.00 WIB
No. Nama Tanda Tangan