Anda di halaman 1dari 20

LAPORAN PRAKTIKUM

STATISTIKA

DATA NON EKSPERIMENTAL

Oleh :
Nerissa Arviana Agustiani
A1H014022

KEMENTRIAN RISET TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI


UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS PERTANIAN
PURWOKERTO
2015
I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Statistika adalah ilmu atau seni pengembangan dan penerapan metode yang

paling efektif untuk kemungkinan salah dalam kesimpulan dan estimasi dapat

diperkirakan dengan menggunakan penalaran induktif berdasarkan matematika

probabilitas.

Dalam ilmu statistika dibutuhkan cara dalam menganalisis data. Analisis data

diartikan sebagai upaya mengolah data menjadi informasi, sehingga karakteristik

atau sifat-sifat data tersebut dapat dengan mudah dipahami dan bermanfaat untuk

menjawab masalah-masalah yang berkaitan dengan kegiatan penelitian. Sebelum

menganalisis data perlu pengumpulan data terlebih dahulu.

Tahap mengumpulkan data, dilakukan melalui instrumen pengumpulan data.

Tahap editing, yaitu memeriksa kejelasan dan kelengkapan pengisian instrumen

pengumpulan data. Tahap koding, yaitu proses identifikasi dan klasifikasi dari

setiap pertanyaan yang terdapat dalam instrumen pengumpulan data menurut

variabel-variabel yang diteliti. Tahap tabulasi data, yaitu mencatat atau entri data

ke dalam tabel induk penelitian. Tahap pengujian kualitas data, yaitu menguji

validitas dan realiabilitas instrumen pengumpulan data. Tahap mendeskripsikan

data, yaitu tabel frekuensi dan/atau diagram, serta berbagai ukuran tendensi sentral,

maupun ukuran dispersi. tujuannya memahami karakteristik data sampel penelitian.

Tahap pengujian hipotesis, yaitu tahap pengujian terhadap proposisi-proposisi yang


dibuat apakah proposisi tersebut ditolak atau diterima, serta bermakna atau tidak.

Atas dasar Pengujian hipotesis inilah selanjutnya keputusan dibuat. Dari adanya

hipotesis maka diharapkan dapat menganalisa data dengan baik.

B. Tujuan

a. Mengumpulkan dan menyajikan data non eksperimental

b. Menganalisis data non eksperimental menggunakan metode analisis yang

sesuai, dengan tahap-tahap yang sisitematis dan mampu menarik kesimpulan

dari hasil analisis data.


II. TINJAUAN PUSTAKA

Data adalah sesuatu yang belum mempunyai arti bagi penerimanya dan masih

memerlukan adanya suatu pengolahan. Data bisa berujut suatu keadaan, gambar,

suara, huruf, angka, matematika, bahasa ataupun simbol-simbol lainnya yang bisa

kita gunakan sebagai bahan untuk melihat lingkungan, obyek, kejadian ataupun

suatu konsep. (Edi, 2011)

Data merupakan bahan mentah yang jika diolah dengan baik melalui berbagai

analisis dapat melahirkan berbagai informasi. Dengan informasi tersebut, dapat

diambil suatu keputusan. Pengolahan data adalah proses untuk memperoleh data

atau angka ringkasan berdasarkan suatu kelompok data mentah, dengan

menggunakan rumus tertentu, seperti menghitung jumlah, rata-rata, proporsi/

persentase. Dalam stastistik, hipotesis dapat diartikan sebagai pernyataan statistik

tentang parameter populasi. Dengan kata lain hipotesis adalah taksiran terhadap

parameter populasi, melalui data-data sampel (Sugiyono,2005)

Pengolahan data adalah proses untuk memperoleh data atau angka ringkasan

berdasarkan suatu kelompok data mentah, dengan menggunakan rumus tertentu,

seperti menghitung jumlah, rata-rata, proporsi/ persentase. Dalam stastistik,

hipotesis dapat diartikan sebagai pernyataan statistik tentang parameter populasi.

Dengan kata lain hipotesis adalah taksiran terhadap parameter populasi, melalui

data-data sampel (Sugiyono, 2005).

Hipotesis berasal dari bahasa Yunani (Hupo) berarti Lemah atau kurang atau

di bawah (Thesis) berarti teori, proposisi atau pernyataan yang disajikan sebagai
bukti Sehingga dapat diartikan sebagai Pernyataan yang masih lemah kebenarannya

dan perlu dibuktikan atau dugaan yang sifatnya masih sementara. Pengujian

Hipotesis adalah suatu prosedur yang dilakukan dengan tujuan memutuskan apakah

menerima atau menolak hipotesis mengenai parameter populasi . (Ledhyane, 2012)

Hipotesis dapat dijelaskan dari berbagai sudut pandang, misalnya secara

etimologis, teknis, statistik, dst.

a) Secara etimologis, hipotesis berasal dari dua kata hypo yang berarti kurang

dari dan thesis yang berarti pendapat. Jadi hipotesis merupakan suatu pendapat

atau kesimpulan yang belum final, yang harus diuji kebenarannya

b) Hipotesis merupakan suatu pernyataan sementara yang diajukan untuk

memecahkan suatu masalah, atau untuk menerangkan suatu gejala

c) Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap masalah penelitian yang

kebenarannya harus diuji secara empiris

d) Secara teknis, hipotesis merupakan pernyataan mengenai keadaan populasi

yang akan diuji kebenarannya berdasarkan data yang diperoleh dari sampel

penelitian

e) Secara statistik, hipotesis merupakan pernyataan mengenai keadaan parameter

yang akan diuji melalui statistik sample

f) Ditinjau dalam hubungannya dengan variabel, hipotesis merupakan pernyataan

tentang keterkaitan antara variabel-variabel (hubugan atau perbedaan antara dua

variabel atau lebih).

g) Ditinjau dalam hubungannya dengan teori ilmiah, hipotesis

merupakan deduksi dari teori ilmiah (pada penelitian kuantitatif) dan


kesimpulan sementara sebagai hasil observasi untuk menghasilkan teori baru

(pada penelitian kualitatif).

Hipotesis statistik adalah pernyataan atau dugaan mengenai keadaan populasi

yang sifatnya masih sementra atau lemah kebenarannya. Hipotesis statistik akan

diterima jika hasil pengujian membenarkan pernyataannya dan akan ditolah ika

terjadi penyangkalan dari pernyataannya. Dalam pengujian hipotesis, keputusan

yang dibuat mengandung ketidakpastian, artinya keputusan bisa benar atau salah,

sehingga menimbulkan resiko. Besar kecilnya resiko dinyatakan dalam bentuk

probabilitas.

Menguji hipotesis asosiatif berarti menguji hubungan antar dua variabel atau

lebih yang ada pada sampel untuk diberlakukan pada seluruh populasi dimana

sampel tersebut diambil.

Terdapat tiga macam hubungan antar variabel, yaitu :

1. Hubungan simetris

2. Hubungan sebab akibat

3. Hubungan interaktif/resiprocal (saling mempengaruhi)

Alat uji yang dapat dipergunakan dalam penelitian ini adalah :

1. Koefisien Kontingensi

Alat uji ini dipergunakan untuk menghitung hubungan antara variabel bila

datanya Nominal.

2. Korelasi Spearman Rank


Korelasi Rank Spearman dipergunakan untuk mencari hubungan atau untuk

menguji signifikansi hipotesis asosiatif bila masing-masing variabel yang

dihubungkan berbentuk ordinal dan sampelnya kecil.

3. Korelasi Kendall Tau.

Koefisien Korelasi Kendall Tau dipergunakan untuk mencari hubungan dua

atau lebih variabel dengan data ordinal dan sampelnya besar (>=30). (Anwar H,

2012)

Analisis data disebut juga pengolahan data dan penafsiran data. Analisi data

adalah rangkaian kegiatan penelaahan, pengelompokan, sistematisasi, penafsiran

dan verivikasi data agar sebuah fenomena memiliki nilai social, akademis dan

ilmiah. Kegiatan dalam analisis data adalah : mengelompokan data berdasarkan

variabel dan jenis responden, mentabulasi data berdasarkan variabel dan seluruh

responden, menyajikan data tiap variabel yang diteliti, melakukan perhitungan

untuk menjawab rumusan masalah dan melakukan perhitungan untuk menguji

hipotesis, langkah terakhir tidak dilakukan.

Dalam proses menganalisa data seringkali menggunakan statistika karena

memang salah satu fungsi statistika adalah menyederhanakan data. Proses analisa

data tidak hanya sampai disini. Analisa data belum dapat menjawab pertanyaan-

pertanyaan penelitian. Setelah data dianalisa dan diperoleh informasi yang lebih

sederhana, hasil analisa terus harus diinterpetasi untuk mencari makna yang lebih

luas dan impilkasi hasil-hasil analisa. (Ams, 2011)


III. METODOLOGI

A. Alat dan Bahan

1. Alat tulis
2. Kertas A4
3. Lima jenis makanan

B. Prosedur Kerja

1. Siapkan lima jenis makanan untuk dinilai oleh dua orang mahasiswa.

2. Kedua mahasiswa memberi penilaian terhadapa rasa dari kelima makanan

dengan skor 1-5.

3. Nilai kelima yang disebutkan oleh kedua mahasiswa dimasukkan ke dalam tabel

Tabel No. 1 Mengenai Penilaian

No Nilai Mahasiswa 1 (Xi) Nilai Mahasiswa 2 (Y1)

5
Jumlah

4. Analisis Data

Lakukan analisis data dengan metode yang tepat sesuai dengan jenis hipotesis

asosiatif untuk data di atas (Korelasi Spearman Rank)

Prosedur analisis data :

a. Tuliskan hipotesis asosiatif untuk data di atas

b. Lakukan pengujian hipotesis menggunakan spearman rank

Data diperoleh dari sumber yang berbeda yaitu mahasiswa A dan mahasiswa B.

Karena sumber datanya berbeda maka untuk menganalisis digunakan Korelasi

Spearman Rank dengan rumus:


=
( )

p = koefisien Korelasi Spearman Rank

bi = selisih ranking oleh penilai pertama dan kedua pada satu obyek

penilaian

Korelasi Spearman Rank bekerja pada data ordinal, maka data ratio tersebut harus

dirubah terlebih dahulu menjadi data ordinal dalam bentuk ranking.

Tabel No. 2 analisis KSR


Nilai dari Nilai dari
Nomor Rangking Rangking
mahasiswa mahasiswa b1 b12
makanan (X1) (Y1)
1 (X1) 2 (Y1)


Jumlah
b12

a. Nilai bi2 selanjutnya dimasukkan ke dalam rumus Korelasi Spearman Rank

sehingga diperoleh nilai P.

b. Untuk dapat mebuat keputusan tentang hipotesis yang diajukan diterima atau

ditolak, maka nilai P dibandingkan dengan tabel niali-nilai rho pada taraf

kesalahan () = 5%.

c. Tuliskan kesimpulan dan saran


IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil

Data Terlampir

B. Pembahasan

Korelasi Rank Spearman digunakan untuk mencari hubungan atau untuk

menguji signifikansi hipotesis asosiatif bila masing-masing variabel yang

dihubungkan berbentuk Ordinal. orelasi Spearman merupakan alat uji statistik yang

digunakan untuk menguji hipotesis asosiatif dua variabel bila datanya berskala

ordinal (ranking). Nilai korelasi ini disimbolkan dengan (dibaca: rho). Karena

digunakan pada data beskala ordinal, untuk itu sebelum dilakukan pengelolahan

data, data kuantitatif yang akan dianalisis perlu disusun dalam bentuk ranking.

Nilai korelasi Spearman berada diantara -1 < < 1. Bila nilai = 0, berarti tidak

ada korelasi atau tidak ada hubungannya antara variabel independen dan dependen.

Nilai = +1 berarti terdapat hubungan yang positif antara variabel independen dan

dependen. Nilai = -1 berarti terdapat hubungan yang negatif antara variabel

independen dan dependen. Dengan kata lain, tanda + dan - menunjukkan arah

hubungan di antara variabel yang sedang dioperasikan.

Rumus yang digunakan :

6 d i2
1
n(n 2 1)
P = koefisien korelasi Spearman

(baca rho)

d = selisih ranking X danY

n = jumlah sampel

Uji signifikansi Spearman menggunakan uji Z karena distribusinya mendekati

distribusi normal. Kekuatan hubungan antara variabel ditunjukkan melalui nilai

korelasi.

Langkah-langkah Uji Rank Spearman :

1. Berikan peringkat pada nilai-nilai variabel x dari 1 sampai n. Jika terdapat

angka-angka sama, peringkat yang diberikan adalah peringkat rata-rata dari

angka-angka yang sama.

2. Berikan peringkat pada nilai-nilai variabel y dari 1 sampai n. Jika terdapat

angka-angka sama, peringkat yang diberikan adalah peringkat rata-rata dari

angka-angka yang sama.

3. Hitung di untuk tiap-tiap sampel (di=peringkat xi - peringkat yi)

4. Kuadratkan masing-masing di dan jumlahkan semua di2

5. Hitung Koefisien Korelasi Rank Spearman () baca rho

6. Bila terdapat angka-angka sama. Nilai-nilai pengamatan dengan angka sama

diberi ranking rata-rata.

Aturan mengambil keputusan

No Parameter Nilai Interpretasi


1. hitung dan tabel. tabel hitung Ho ditolak

dapat dilihat pada Tabel J tabel

(Tabel Uji Rank Spearman)


hitung < Ho gagal ditolak
yang memuat tabel, pada
tabel
berbagai n dan tingkat

kemaknaan

2. Kekuatan korelasi hitung 0.000-0.199 Sangat Lemah

0.200-0.399 Lemah

0.400-0.599 Sedang

0.600-0.799 Kuat

0.800-1.000 Sangat kuat

3. Arah Korelasi hitung + (positif) Searah, semakin besar

nilai xi semakin besar

pula nilai yi

- (negatif) Berlawanan arah,

semakin besar nilai xi

semakin kecil nilai yi,

dan sebaliknya
Analisis Asosiatif adalah sebuah analisis yang melihat hubungan antar variabel.

Ada beberapa jenis hubungan antar variabel, yaitu :

1. Analisis Regresi, yaitu sebuah analisis yang melihat hubungan fungsional antar

variabel. Disebut hubungan fungsional karena hubungannya berupa sebuah

fungsi, dimana bisa di hitung besarnya pengaruh kenaikan/penurunan sebuah

variabel terhadap kenaikan/penurunan variabel yang lain.

2. Analisis Korelasi, yaitu sebuah analisis yang melihat tingkat kekuatan

hubungan antar variabel

3. Analisis Determinasi, yaitu sebuah analisis yang melihat kontribusi/peranan

kenaikan/penurunan sebuah variabel terhadap kenaikan/penurunan variabel

yang lain.

Hubungan antar variabel bisa di gambarkan sebagai berikut :

y y y

x x x

Terdapat hubungan Teterdapat hubungan Tidak ada

Positif negatifnegatif hubungan

Tabel 1

No Nama Tempat Wisata di Nilai dari Nilai dari

Baturaden Mahasiswa (xi) Mahasiswi (Yi)


1 Curug Telu 3 3

2 Pancuran Pitu 5 3

3 Telaga Sunyi 2 4

4 Curug Ceheng 3 5

5 Pancuran Telu 4 4

5 = sangat bagus

4 = bagus

3 = agak bagus

2 = kurang bagus

1 = tidak bagus

Hipotesis

Ho : tidak terdapat kesesuaian antara dua responden dalam memberikan

penilaian terhadap tempat wisata di Baturaden.

Hi : terdapat kesesuaian antara dua responden dalam memberikan penilaian

terhadap tempat wisata di Baturaden.

Tabel 2

Nomor Nilai Nilai Rank Rank bi bi2


Responden Mahasiswa Mahasiswi (Xi) (Yi)
(Xi) (Yi)
1 3(3) 3(4) 3,5 4,5 -1,5 2,25
2 5 (1) 3(5) 1 4,5 -3,5 12,25

3 2(5) 4(2) 5 2,5 2,5 6,25

4 3(4) 5(1) 3,5 1 2,5 6,25

5 4(2) 4(3) 2 2,5 -0,5 0,25

Jumlah 17 19 15 15 -0,5 27,5


6bi2
P hitung = 1-
n(n2 1)

6x27,5
= 1-
5(52 1)

= -0,375

P 5% = 1,00

P 5% > P hitung

P 5% > -0,375 Ho diterima

Sehingga tidak terdapat kesesuaian antara dua responden dalam memberikan

penilaian terhadap tempat wisata di Baturaden.

Pada praktikum stastitika acara ke 4 ini dengan bahasan data non eksperimental

yang menggunakkan analisis asosiatif telah dilakkukan praktikan dengan cara

pengumpulan 5 jenis makanan berbeda, diantaranya yaitu taro, beng-beng, nabati,

Cheetos dan oreo. 5 makanan tersebut dibagikan kepada setiap mahasiswa dan

mahasiswi untuk diuji dan dinilai. Penilaian dari setiap makanan diberikan skor 1-

5. Skor 1 untuk rasa tidak enak, skor 2 untuk rasa kurang enak, skor 3 untuk rasa

agak enak, skor 4 untuk rasa enak dan skor 5 untuk rasa sangat enak.

Penilaian tersebut berdasarkan dari cita rasa makanan dan sampel untuk menilai

makanan tersebut diantaranya 5 orang mahasiswa dan 5 orang mahasiswi.


Berdasarkan hasil dari data yang diperoleh, nilai yang diperoleh dari 5 mahasiswa

yaitu 4,5,4,3,5 dan nilai yang diperoleh dari 5 mahasiswi yaitu 4,4,3,2,5 dari data

yang sudah didapat kan kemudian dibuat tabel hasil pengamatannya. Setelah tabel

dibuat kemudian ditulis hipotesisnya. Untuk :

Ho : tidak terdapat kesesuaian antara dua responden dalam memberikan

penilaian terhadap makanan

Hi : terdapat kesesuaian antara dua responden dalam memberikan penilaian

terhadap makanan.

Berdasarkan data yang sudah di dapat langkah pertama yaitu membuat tabel

analisis Korelasi Spearman Rank, dengan menentukan ranking (peringkat)

pengamatan Xi dan Yi. Xi adalah nilai terhadap rasa makanan yang diperoleh dari

mahasiswa, sedangkan Yi adalah nilai terhadap rasa makanan diperoleh dari

mahasiswi. Selanjutnya Ranking (Xi) ditentukan, dengan mengurutkan penilaian

dari mahasiswa yang terbesar sampai terkecil lalu dituliskan ranking dari data

tersebut. Penentuan Ranking (Yi) juga ditentukan dengan cara yang sama seperti

Rangking 1, namun dari penilaian mahasiswi. Dan didapatlah ranking dari lima

jenis makanan tersebut berurut untuk Rank (xi) yaitu 4(3), 5(1), 4(4), 3(5), 5(2).

Untuk rank dari (Yi) yaitu 4(2), 4(3), 3(4), 2(5), 5(1). Setelah itu menentukan nilai

dari bi. bi merupakan selisih rank dari mahasiwa dan mahasiswi atau rumusnya

adalah (xi-Yi). Berdasarkan nilai bi yang diperoleh antara lain yaitu 1, -1, -0,5, 0,

dan 0,5. Maka nilai dari bi dapat ditentukan. bi merupakan total kuadrat dari

selisih rank dari mahasiswa dan. Maka didapatkanlah nilai dari bi 1, 1, 0,25, 0, dan

0,25 dengan total jumlah bi sebesar 2,5.


Kemudian setelah dibuat tabel analisis Korelasi Spearman Rank, dilakukan

perhitungan P hitung berikut rumus untuk mencarinya:

6
P = 1 (2 1)

Dari perhitungan nilai P yang diperoleh dari tabel korelasi spearman rank

sebesar 0,875. Untuk dapat membuat keputusan tentang hipotesis yang diajukan

diterima atau ditolak, maka nilai P 5% dibandingkan dengan P hitung. Nilai tabel

P 5% bernilai 1,00. Dengan demikian, nilai P 5% dibandingkan dengan nilai P

hitung. Dari data perhitungan tersebut nilai P 5% lebih besar dari P hitung dengan

nilai 1,00 lebih besar daripada 0,875

Dari perbandingan yang diperoleh maka hipotesis yang diperoleh yaitu Ho

diterima dan Hi ditolak. Sehingga tidak terdapat kesesuaian antara dua responden

dalam memberikan penilaian terhadap makanan.

Rekomendasi untuk praktikum acara kali ini perhitungan dari tabel korelasi

Rank Spearman harus diperhatikan dengan benar karena apabila cara perhitungan

tidak diperhatikan dengan cermat maka perhitungan akhirpun juga ikut salah.
V. KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

1. Korelasi Rank Spearman digunakan untuk mencari hubungan atau untuk

menguji signifikansi hipotesis asosiatif bila masing-masing variabel yang

dihubungkan berbentuk Ordinal.

2. Analisis Asosiatif adalah sebuah analisis yang melihat hubungan antar variable

3. Dari hasil praktikum maka diperoleh P 5% lebih besar dari P hitung, dengan

nilai 1,00 > 0,875 sehingga Ho diterima dan kesimpulannya tidak terdapat

kesesuaian antara dua responden dalam memberikan penilaian terhadap

makanan.

B. Saran

Untuk praktikum acara terakhir ini seharusnya tidak diberitahukan secara

mendadak, dan harusnya diinfokan secara langsung kepada praktikan bukan

diinfokan melalui media social yang belum tentu semua praktikan punya media

social tersebut. Dari pemberitahuan yang mendadak persiapan untuk membawa alat

yang dibutuhkan untuk praktikum pun menjadi tidak siap.


DAFTAR PUSTAKA

Ams. 2011. Analisis Data Penelitian Kuantitatif Analisis Data. (On-Line)


www.academia.edu/.../ANALISIS_DATA_PENELITIAN_KUANTITAT
diakses 29 Mei 2015
Edi. 2011. Pengertian Data dan Informasi. (On-Line) http://kuliah.dinus.ac.id/edi-
nur/sb1-7.html diakses 19 Mei 2015
Firawati, I. 2014. Konsep Dasar Pengujian Hipotesis. (On-Line) http://penalaran-
unm.org/artikel/penelitian/379-konsep-dasar-pengujian-hipotesis.html
diakses 29 Mei 2015
Hidayat, A. 2012. Uji Statistik. (On-Line)
http://www.statistikian.com/2012/10/hipotesis.html diakses 29 Mei 2015
http://www.statistikian.com/2012/05/uji-asosiatif-non-parametris.html
diakses 4 Juni 2015
Ledhyane. 2012. Uji Hipotesis. (On-Line)
http://syarifahsari.lecture.ub.ac.id/files/2014/10/PENGUJIAN-
HIPOTESIS.pdf diakses 29 Mei 2015
Sugiyono. 2005. Statistika untuk Penelitian. Bandung: CV Alfabeta
Tim Dosen dan asisten statistika teknik. 2015. Modul Praktikum Statistika Teknik.
Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Purwokerto