Anda di halaman 1dari 5

FIQIH DIGITAL

FIQIH DIGITAL

PENGANTAR

Segala Puji bagi Allah, tuhan semesta alam. Shalawat serta salam semoga selalu tercurahkan
kepada rosulo yang diutus sebagai rahmat seisi alam; Muhammad SAW. Beserta keluarga, para
sahabat, dan orang-orang yang mengikuti jejak langkah mereka hingga akhir zaman.
Salah satu bukti keagungan syariat Islam yang cemerlang ialah bahwa Syaria’at Islam
Mampu menjawab berbagai problematika hidup, sampaipun kedetail-detail problematika krusial
yang terkini, melalui kaidah-kaidah utamanya yang kompetitif, asas-asas hukumnya yang
universal, dan dalil-dalil terapannya yang mampu menjawab problematika-
problematika.kontemporer serta menjelaskan posisi hukumnya, baik dengan menggunakan nash
langsung maupun melalui istinbath (upaya pengambilan hukum dari nash)
Hal ini dikarenakan Syari’at Islam memang bersumber dari Dzat yang maha bijaksanan dan
Maha Mengetahui.
Allah AWT. Berfirman:
Apakah Allah yang menciptakan itu tidak mengetahui(yang kamu rahasiakan dan kamu
lahirkan), padahal Dia Mahahalus Lagi Maha mengetahui. (QS Al-Mulk [67]: 14)

Allah menurunkan Syaria’at Islam dengan ilmu-Nya agar syari’at-Nya tetap abadi hingga
hari kiamat, dan agar menjadi rahmat bagi seisi alam. Di manapun dan kapan pun.
Berpijak dari hal diatas, penulis hadirkan kajian ini, kajian mengenai persoalan hukum
dalam melaksanakan akad (akad transaksi: ijab dan Qabul) mengunakan sarana-sarana teknologi
komunikasi modern ditinjau dari nash-nash umum, dalil-dalil fiqh yang mu’tabar, (dapat
dijadikan sandaran) dan pendapat para fuqoha’(ahli fiqih) seputar peristiwa-peristiwa yang
serupa dan hamper sama dengan hal ini untuk memperoleh kepastian hukum yang lebih
mendekati kenenaran tentu dengan izin Allah Swt.
Dalam kajian ini, secara ringkas akan dipaparkan perihal alat-alat komunikasi modern,
kemudian masuk ke pembahasan tentang hukum transaksi (ber-akad) menggunakan alat-alat
tersebut; tanpa membahas mengenai sarana untuk mengekspresikan kehendak atau maksud hati,
yang sudah umum diketahui, kecuali hanya dalam kepentingan untuk mendukung kajian.
Perlu disebutkan disini bahwa alat-alat komunikasi ini – telepon, telegram, teleks, faksimail,
dan sebagainya – bukanlah merupakan sarana-sarana tambahan untuk mengekspresikan maksud

1
FIQIH DIGITAL

hati sesorang. Alat-alat tersebut hanyalah sarana-sarana atau cara-cara baru untuk berhubungan
semata, tidaklah berubah atau bertambah. Sarana pengekspresikan maksud hati tersebut adalah
ucapan, perbuatan yaitu dengan saling memberi dan menerima isyarat, tulisan dan diam sebagai
tanda setuju.
Oleh karena itu, pembahasan tentang hukum melaksanakan transaksi (akad) melalui (alat-
alat komunikasi ini sebetulnya tindaklah membahas sesuatu yang baru sama sekali. Pembahasan
ini hanya berkisar pada sejauh mana alat-alat modern itu dapat dikategorikan kedalam sarana-
sarana/media yang dapat dipergunakan untuk melaksanakan transaksi. Begitu pula sejauh mana
alat-alat tersebut memiliki persamaan atau perbedaan satu dengan lainnya. Sebagai sarana
mengekspresikan kehendak atau maksud hati.
Telepon, misalnya, termasuk kedalam kategori kata-kata atau ucapan. Namun, tak dapat
disangkal bahwa memang ada beberapa perbedaan dalam aspek tempat (majlis) atau aspek
lainnya antara bertransaksi dengan telepon dengan transaksi melalui alat lainnya. Demikian pun
halnya dengan alat-alat komunikasi modern lainnya. Karena itu, komisi yang bertugas merevisi
majalah hukum Al- Adliyah yang dibentuk bulan September 1921 tidak ragu-ragu untuk
menetapkan penambahan pasal berikut dalam majalah tersebut, yaitu: “Ijab-Qabul juga dapat
dilakukan menggunakan telepon atau telegram”.
Oleh karena itu, penulis tidak menemui kesulitan ketika mencari khazanah fiqh klasik untuk
menemukan kasuk-kasus fiqhiyah yang memiliki kemiripan dengan masalah lain, kemudian
mencari perbedaan prinsip, dan barulah setelah itu memberikan keputusan hukum tentang
penggunaan alat-alat modern tersebut berdasarkan metode tarjih atas dalil disertai pembuatan
pedoman dan criteria bila hal itu diperlukan.

Penulis

2
FIQIH DIGITAL

3
FIQIH DIGITAL

DAFTAR ISI

PENGANTAR v
DAFTAR ISI x

BAB I
ALAT ALAT KOMUNIKASI MODERN MENGGUNAKAN DAN
TANPA KABEL 1

BAB II
ALAT-ALAT KOMUNIKASI MODERN YANG BERTUMPU PADA
PEMINDAHAN KATA-KATA (UCAPAN) 8

A. Alat-alat Komunikasi yang mentransformasikan Ucapan Secara Langsung 9


1. Akad (transaksi) melalui telepon 9
a. Majlis akad melalui telepon 14
b. Penentuan majlis dan khiyar dalam akad menggunakan telepon 18
c. Kesimpulan 31
2. Akad menggunakan Radio dan Televisi 37
3. Akad menggunakan Alat Komunikasi Tanpa Kabel 41
B. Alat Komunikasi yang dapat mentransformasikan ucapan

secara tidak langsung 42


C. Hal-hal yang harus diperhatikan 44
D. Tinjauan Undang-undang Perdata 48

BAB III

4
FIQIH DIGITAL

ALAT-ALAT KOMUNIKASI MODERN YAMNG BERTUMPU


PADA PEMINDAHAN TULISAN SECARA LANGSUNG 56
A. Akad menggunakan Tulisan 58
B. Dalil-Dalil, Analisis, dan Tarjih 60
C. Kendala-kendala Teknis Melakukan Akad Menggunakan Telegrap,

Teleks, dan Faksimili 66


1. Majlis Akad dalm Akad Menggunakan Telegrap, Teleks, dan Faksimili 70
2. Waktu Sempurna (Sah)-nya Akad 72
3. Majelis Khiyar pada Majlis Akad Menggunakan Telegrap,
Teleks, dan Faksimili 74
D. Keberatan dan tanggapan 78
E. Kekhususan di Dalam Akad Nikah 84
F. Akad Menggunakan Jaringan Komputer 94

BAB IV
RINGKASAN DAN KESIMPULAN 103