Anda di halaman 1dari 3

1.

Tablet Oral
- Tablet biasa yaitu tablet yang dicetak, tidak disalut diabsorpsi disaluran cerna dan pelepasan obatnya
cepat untuk segera memberikan efek terapi.
Contoh: tablet parasetamol
- Tablet Kunyah, dikunyah dulu baru ditelan.
Contoh: Antasida.
2.Tablet penggunaannya melalui rongga mulut
- Tablet Bukal, disisipkan diantara gusi dan pipi.
Contoh: Tablet Progesteron
- Tablet Sublingual, diletakkan dibawah lidah. Tablet ini cepat
melarut dan bahan obatnya cepat diabsorpsi
Contoh: Tablet Isosorbit dinitrat
- Tablet Hisap = Troches = LozengsTablet dihisap dan obatnya
terlarut sedikit demi sedikit dan diserap di rongga mulut
Contoh: Antiseptika dan Local anestesi.
3.Tablet penggunaannya di bawah kulit
- Tablet Implantasi, ditanamkan didalam jaringan di bawah kulit.
Tujuannya untuk pemakaian tempo lama.
Contoh: Tablet Hormon KB
- Tablet Hipodermik, tablet ini sebelum digunakan dilarutkan dulu
dalam pelarutnya.Contah: Atropin Sulfat
4.Tablet Everfessen, tablet ini dilarutkan dulu dalam air kemudian diminum.
Contoh: Tablet Ca Sandoz
5. Tablet Vagina, pemakaiannya melalui vagina. Bentuknya pipih oval
ujungnya lebih kecil. Tablet ini mengandung antibiotika dan antibakteri
(Ansel.H.C, 1989).

2.Golongan tablet yang dihantarkan ke rongga mulut


-Tablet kunyah
Tablet kunyah dimaksudkan untuk dikunyah, memberikan residu dengan rasa enak dalam rongga mulut,
mudah ditelan dan tidak meninggalkan rasa pahit atau tidak enak.
-Tablet bukal dan tablet sublingual
Kedua jenis tablet ini dimaksudkan untuk ditahan dalam mulut, tablet bukal ditempatkan di antara pipi
dan gusi, sedangkan tablet sublingual ditempatkan di bawah lidah, sehingga zat aktif diserap secara
langsung.
-Tablet hisap
Tablet hisap adalah tablet yang dibuat dari zat aktif dan zat pemberi aroma dan rasa yang menyenangkan,
serta dimaksudkan terdisolusi lambat dalam mulut.
3.Golongan tablet untuk komponen sediaan racikan obat resep
-Tablet triturat
Tablet triturat adalah tablet yang berbentuk kecil, umunya silindris, digunakan untuk menyediakan jumlah
zat aktif yang tepat dalam peracikan obat. Tablet ini biasanya mengandung zat aktif yang toksik atau
berkhasiat keras.
4.Golongan tablet yang dilarutkan terlebih dahulu dalam air kemudian diminum
-Tablet efervesen
Tablet efervesen adalah tablet yang dibuat dengan cara dikempa dan berbuih (pelepasan karbon dioksida)
jika berkontak dengan air. Tablet harus dibiarkan terlarut baik dalam air sebelum diminum.
5.Golongan tablet yang ditanam
-Tablet implantasi
Tablet implantasi adalah tablet yang didesain dan dibuat secara aseptik untuk implantasi subkutan pada
hewan atau manusia. Kegunaannya ialah memberi efek zat aktif yang diperlama yaitu sekitar satu bulan
sampai setahun.
6.Golongan tablet yang dihantarkan ke rongga tubuh lainnya
-Tablet vaginal
Tablet vaginal adalah tablet sisipan yang didesain untuk terdisolusi dalam rongga vagina. Tablet ini
berbentuk telur untuk memudahkan penahanan dalam vagina.
7.Golongan tablet untuk disuntikkan setelah dilarutkan dalam pembawa
-Tablet hipodermik
Tablet hipodermik adalah tablet yang dibuat dari bahan yang mudah larut atau larut sempurna dalam air.
Tablet ini umumnya digunakan untuk membuat sediaan parenteral dengan cara melarutkan tablet dalam
air steril
Nomor 2
Tablet kempa
dibuat dengan memberikan tekanan tinggi pada serbuk atau granul menggunakan cetakan baja. Umumnya
tablet kempa mengandung zat aktif, bahan pengisi, bahan pengikat, desintegran, dan lubrikan, tetapi dapat
juga mengandung bahan pewarna dan lak (pewarna yang diabsorpsikan pada aluminium hidroksida yang
tidak larut) yang diizinkan, bahan pengaroma, dan bahan pemanis.

Tablet Kempa Multi atau Kempa Ganda


Adalah tablet konvensional yang dikompresi lebih dari satu siklus kompresi tunggal sehingga tablet akhir
tersebut terdiri atas dua atau lebih lapisan. Disebut juga sebagai tablet berlapis. Keuntungannya dapat
memisahkan zat aktif yang inkompatibel (tidak tersatukan).

Tablet salut kempa adalah tablet yang disalut secara kempa cetak dengan massa granulat yang terdiri
dari laktosa, kalsium fosfat dan zat lain yang cocok. Mula-mula dibuat tablet inti, kemudian dicetak
kembali bersama granulat kelompok lain sehingga terbentuk tablet berlapis ( multi layer tablet )

Tablet lepas cepat / Immediated release


Bentuk sediaan yang dirancang untuk melepaskan obatnya segera setelah digunakan.
contoh: obat yang berfungsi sebagai analgesik (anti nyeri) contohnya Antalgin, obat asma, dan obat
jantung

Tablet lepas lambat, atau tablet dengan efek diperpanjang, yang dibuat sedemikian rupa sehingga zat
aktif akan tetap tersedia selama jangka waktu tertentu setelah obat diberikan.

Tablet salut enteric (enteric-coated tablet), atau lepas tunda, yakni jika obat dapat rusak atau menjadi
tidak aktif akibat cairan lambung atau dapat mengiritasi mukosa lambung, maka diperlukan penyalut
enterik yang bertujuan untuk menunda pelepasan obat sampai tablet melewati lambung.

Tablet salut gula adalah tablet yang disalut dengan lapisan tipis larutan gula berwarna atau tidak
berwarna. Guna penyalutan adalah untuk melindungi zat aktif, menutupi zat aktif yang beraroma atau
berasa tidak menyenangkan dan menyempurnakan penampilan tablet.