Anda di halaman 1dari 19

MAKALAH UNIT OPERASI 2

FILTRASI

Disusun oleh:
Anindita Dyah Ayu C. 21030115130163 Muhammad Ainul Yaqin 21030115130111
M Faisal El Hakim 21030115120015 Aulia Rahmanita 21030115120073
Satrio Priambodo 21030115140160 Agnes Juliana Pakpahan 21030115120031
Ruti Pusakawati 21030115130198 Virginia Feren Luthfiani 21030115120026
Naila Luthfi Muna 21030115120085 Anna Kristin P. 21030115120102
Luli Nur Irmalasari 21030115120067 Rahma Wulan Maulida 21030115120093
Lisa Ayu Wulandari 21030115120070 Yulius Harmawan S. P. 21030115130135
Afriyanti 21030115120002 Valeria Irma Christiani 21030115130152
Faiha F. Salsabila 21030115120080

Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik


Universitas Diponegoro
Semarang
2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur dipanjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmat-Nya
sehingga Makalah Unit Operasi 2 berjudul Filtrasi ini dapat diselesaikan.
Makalah ini disusun dengan tujuan untuk menambah wawasan serta informasi kepada
masyarakat luas yang membaca, juga sebagai salah satu syarat tugas mata kuliah Unit Operasi 2
tahun 2017.
Proses pembuatan makalah ini tak luput dari bantuan banyak pihak antara lain:
1. Ir. Slamet Priyanto, MS selaku dosen Unit Operasi 2 Jurusan Teknik Kimia Fakultas
Teknik Universitas Diponegoro Semarang yang telah memberikan bimbingan dan
pengarahan dalam pembuatan makalah ini.
2. Orang tua yang telah memberikan dorongan, semangat, fasilitas yang memadai untuk
menyelesaikan makalah ini.
3. Semua pihak yang telah membantu secara langsung maupun tidak langsung selama
penyusunan makalah ini.
Tiada gading yang tak retak seperti kata pepatah, makalah ini tak luput dari banyak
kesalahan. Besar harapan adanya saran dan kritik dari pembaca untuk semakin membangun dan
lebih baiknya makalah ini.

Semarang, 25 April 2017

Penyusun

ii
DAFTAR ISI

Halaman judul.......................................................................................................................... i

Kata Pengantar ........................................................................................................................ ii

Daftar isi ................................................................................................................................... iii

Daftar gambar .......................................................................................................................... iv

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang ..................................................................................................................... 1


1.2 Rumusan Masalah ................................................................................................................ 1
1.3 Tujuan Penulisan .................................................................................................................. 1
1.4 Manfaat Penulisan ................................................................................................................ 2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Filtrasi .................................................................................................................................. 3


2.2 Alat Filtrasi dan Prinsip Kerja Alat Filtrasi ......................................................................... 3
2.3 Aplikasi Filtrasi di Industri .................................................................................................. 10
BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan .......................................................................................................................... 13


DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................................... 14

iii
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Diagram Filtrasi ....................................................................................................... 3


Gambar 2. Gravity Filter ........................................................................................................... 5
Gambar 3. Penyaring Vakum ..................................................................................................... 6
Gambar 4. Penyaring Tekanan ................................................................................................... 7
Gambar 5. Plate and Frame Filter ............................................................................................ 7

iv
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dalam memenuhi kebutuhan produksi suatu industri yang semakin bertambah dan
berkembang pesat diperlukan suatu sistem yang dapat menunjang kebutuhan produksi tersebut.
Salah satu proses yang biasanya dilakukan dalam suatu industri yaitu proses pemurnian atau
pemisahan dalam pengolahan untuk menghasilkan suatu produk. Secara mendasar, proses
pemisahan dapat diterangkan sebagai proses perpindahan massa. Proses pemisahan sendiri
dapat diklasifikasikan menjadi proses pemisahan secara mekanis atau kimiawi. Pemilihan jenis
proses pemisahan yang digunakan bergantung pada kondisi yang dihadapi.
Pemisahan secara mekanis dilakukan kapanpun memungkinkan karena biaya operasinya
lebih murah dari pemisahan secara kimiawi. Untuk campuran yang tidak dapat dipisahkan
melalui proses pemisahan mekanis (seperti pemisahan minyak bumi), proses pemisahan
kimiawi harus dilakukan. Proses pemisahan suatu campuran dapat dilakukan dengan berbagai
metode. Metode pemisahan yang dipilih bergantung pada fasa komponen penyusun campuran.
Suatu campuran dapat berupa campuran homogen (satu fasa) atau campuran heterogen (lebih
dari satu fasa). Suatu campuran heterogen dapat mengandung dua atau lebih fasa: padat- padat,
padat-cair, padat-gas, cair-cair, cair-gas, gas-gas, campuran padat-cair-gas, dan sebagainya.
Pada berbagai kasus, dua atau lebih proses pemisahan harus dikombinasikan untuk
mendapatkan hasil pemisahan yang diinginkan
.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa pengertian dari filtrasi dan mengapa filtrasi masuk dalam pembahasan mekanika
fluida?
2. Apa saja contoh dan alat dari filtrasi dan bagaimana prinsip kerja alat filtrasi?
3. Apa aplikasi filtrasi di dunia industri?
1.3 Tujuan Penulisan
1. Menjelaskan pengertian filtrasi dan alasan mengapa filtrasi masuk ke dalam pembahasan
mekanika fluida.
2. Menyebutkan contoh-contoh dari alat filtrasi serta menjelaskan prinsip kerja alat filtrasi.

1
3. Mengetahui aplikasi filtrasi di dunia industri.
1.4 Manfaat
1. Pembaca dapat mengetahui pengertian dari filtrasi dan apa saja alat yang digunakan
dalam filtrasi.
2. Pembaca dapat mengetahui cara kerja dari alat filtrasi.
3. Pembaca dapat memenuhi wawasan mengenai aplikasi filtrasi di dunia industri.

2
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Filtrasi
Filtrasi adalah proses pemisahan solid-liquid dengan cara melewatkan liquid melalui
media berpori atau bahan-bahan berpori untuk menyisihkan atau menghilangkan sebanyak-
banyaknya butiran-butiran halus zat pada tersuspensi dari liquid (Sei Widyastuti dan Antik
Sepdian, 2011).
Sementara menurut Anita Pinalla (2011), filtrasi adalah operasi pemisahan campuran
yang heterogen antara fluida dan partikel partikel padatan oleh media filter yang meloloskan
fluida tetapi menahan partikel partikel padatan, dengan cara melewatkan fluida melalui suatu
media penyaring atau septum yang dapat menahan zat padat.

Gambar 1. Diagram filtrasi


Sumber: www.wikipedia,com
Filtrasi termasuk proses mekanis, karena filtrasi dapat terjadi karena adanya gaya dorong,
misalnya: gravitasi, tekanan dan gaya sentrifugal. Pada beberapa proses media filter
membantu balok berpori (cake) untuk menahan partikel-partikel padatan di dalam suspensi
sehingga terbentuk lapisan berturut turut pada balok sebagai filtrat yang melewati balok dan
media tersebut.
Dalam industri, filtrasi ini meliputi beragam operasi mulai dari penapisan sederhana
sampai separasi yang amat rumit. Fluidanya mungkin berupa zat cair atau gas, arus yang
berharga mungkin fluidanya, tetapi bisa pula zat padatnya, atau bahkan kedua-duanya.
Terkadang tidak ada diantara keduanya yang berharga, sepertI limbah padat yang harus
dipisahkan dari limbah cair sebelum dibuang. Dalam filtrasi industri, kandungan zat padat

3
dapat mencapai jumlah yang sangat tinggi. Kadang-kadang umpan itu dimodifikasi dengan
sesuatu cara perlakuan pendahuluan untuk meningkatkan laju filtrasi, misalnya dengan
pemanasan, rekristalisasi, atau dengan menambahkan bahan penolong filtrasi (filter aid),
seperti selulosa, kapur giling, atau tanah diatomea. Selain dapat membantu melancarkan
proses penyaringan atau meningkatkan laju filtrasi, filter aid juga dapat dapat mempertinggi
umur (life time) medium filter dan menghilangkan zat warna dan bau yang terdapat dalam
cairan.
Fluida mengalir melalui medium filter oleh karena adanya perbedaan tekanan yang
melintas pada medium itu. Oleh karena itu, ada filter yang beroperasi pada tekanan yang lebih
tinggi dari tekanan atmosfer di sebelah hulu medium filter, dan ada yang beroperasi dengan
tekanan atmosfer di sebelah hulu dan vakum di sebelah hilir. Tekanan di atas tekanan atmosfer
dapat disebabkan oleh gaya gravitasi yang bekerja pada suatu kolom zat cair, oleh pompa atau
blower, atau oleh gaya sentrifugal.
Kebanyakan filter industri adalah filter tekanan atau filter vakum. Alat itu ada yang
kontiniu dan ada pula yang tidak kontiniu, ,bergantung pada cara mengeluarkan zat padatnya,
stedi atau terputus-putus. Pada filter tak kontiniu, aliran zat cair yang melalui piranti itu adalah
kontiniu pada sebagian besar siklusnya, tetapi aliran itu harus diputus-putuskan secara
periodic guna memungkinkan zat padat yang terkumpul itu dikeluarkan. Dalam filter kontiniu,
pengeluaran zat padat maupun zat cair berlangsung secara kontiniu tanpa terputus selama alat
itu beroperasi (Mungkin, 2016).

2.2 Alat Filtrasi dan Prinsip Kerja Alat Filtrasi

Untuk semua proses filtrasi, umpan mengalir disebabkan adanya tenaga dorong berupa
beda tekanan, sebagai contoh adalah akibat gravitasi atau tenaga putar. Secara umum filtrasi
dilakukan bila jumlah padatan dalam suspensi relatif lebih kecil dibandingkan zat cairnya.
Dasar dasar pemilihan alat filtrasi
Jenis campuran
Jumlah bahan yang lolos dan tertahan
Semakin tinggi jumlah bahan maka semakin besar daya filtrasi
Tekanan Filtrasi
Jenis operasi
Sifat bahan yang difiltrasi

4
Sifat filtrasi

Variabel yang berpengaruh pada filtrasi:

1. Debit Filtrasi (semakin tinggi debit maka fungsi filter semakin tak efisien)
2. Konsentrasi kekeruhan (semakin tinggi konsentrasi kkeruhan ,lubang pori media
tersumbat)
3. Temperatur
4. Kedalaman media,ukuran ,dan material
5. Tinggi muka air diatas media

Fluida mengalir melalui media penyaring karena adanya perbedaan tekanan yang melalui
media tersebut.penyaring dilakukan agar dapat beroperasi pada:
1. Tekanan di atas atmosfer pada bagian atas media penyaring.
2. Tekanan operasi pada bagian atas media penyaring.
3. Vakum pada bagian bawah.
Tekanan di atas atmosfer dapat dilakukan dengan gaya gravitasi pada cairan dalam suatu
kolom, dengan menggunakan pompa atau blower,atau dengan gaya sentrifugal. Dalam suatu
penyaring gravitasi media penyaring bias jadi tidak lebih baik daripada saringan (screen) kasar
atau dengan menggunakan partikel kasar seperti pasir.

Menurut prinsip kerjanya filtrasi dapat dibedakan atas beberapa cara, yaitu:
a. Pressure Filtration
Filtrasi yang dilakukan dengan menggunakan tekanan.
b. Gravity Filtration
Filtrasi yang cairannya mengalir karena gaya berat.
c. Vacum Filtration
Filtrasi dengan cairan yang mengalir karena prinsip hampa udara (penghisapan).

5
Gravity Filter

Gambar 2. Gravity filter


Sumber: napier-reid.com
Filter ini digunakan untuk proses fluida dengan kuantitas yang besar dan mengandung
sedikit padatan. Contohnya : pada pemurnian air sebelum deionisasi dan destilasi..

6
Penyaring Vakum

Gambar 3. Penyaring vakum

Sumber: tsffaundsoed2010.wordpress.com

Filtrasi vakum adalah teknik untuk memisahkan produk yang solid dari campuran reaksi
pelarut atau cair. Campuran padat dan cair dituangkan melalui kertas filter dalam corong
Buchner. Padat yang terperangkap oleh filter dan cairan tersebut ditarik melalui corong ke
dalam labu di bawah ini, dengan ruang hampa.

Proses pemisahan dengan teknik ini sangat tepat dilakukan, jika jumlah partikel
padatnya lebih besar dibandingkan dengan cairannya. Penyaring vakum dipakai untuk suatu
ukuran besar, jarang digunakan untuk pengumpulan endapan-endapan Kristal atau penyaring
steril.

7
Penyaring Tekanan

Gambar 4. Penyaring tekanan

Sumber: tsffpunsoed.wordpress.com

Tekanan penyaring kerangka dan penyaring lempeng merupakan yang paling sederhana dari
semua penyaring tekanan, dan paling banyak digunakan. Filter ini terdiri dari seperangkat
lempengan yang dirancang untuk member sederetan kompartemen untuk pengumpulan zat
padat. Lempengan tersebut ditutup dengan medium filter seperti kanvas. Slurry umpan masuk
ke dalam masing-masing lempengan dan medium filternya dengan tekanan, cairannya lewat
melalui kanvas dan keluar melalui pipa keluaran dan meninggalkan zat padat basah di antara
lempengan tersebut.

Plate And Frame Filter

Gambar 5. Plate and frame filter press


Sumber: medicinescomplete.com

8
Alat ini akan bekerja berdasarkan driving force, yaitu perbedaan, tekan. Alat ini dilengkapi
dengan kain penyaring yang disebut filter cloth, yang terletak pada tiap sisi platenya. Plate
and frame filter digunakan untuk memisahkan padatan cairan dengan media berpori yang
meneruskan cairannya dan menahan padatannya. Secara umum filtrasi, dilakukan bila jumlah
padatan dalam suspense relatif kecil dibandingkan zat cairnya.
1. Open Delivery Filter press
Saluran untuk slurry dan wash(pencuci) melalui satu saluran masuk dan tiap plate untuk
saluran cairannya.
2. Closed Delivery Filter Press
Memiliki beberapa saluran slurry dan wash water. Umpan slurry masuk melalui lubang
saluran masuk.Filter cloth terletak di setiap sisi frame. Tekanan diberikan terhadap slurry
agar melewati filter cloth untuk dapat masuk ke dalam plate and frame filter kemudian
keluar melalui lubang plate sebagai filtrat. Padatan akan terakumulasi atau tertinggal dan
menempel pada cloth. Setelah beberapa lama maka ruang antara plate akan tertumpuk oleh
slurry dan lama kelamaan umpan akan berhenti mengalir. Jika hal ini terjadi maka cloth
harus segera dicuci.Pencucian ini dilakukan dengan menyalurkan air bersih ke dalam plate
dan keluar melalui frame. Hal ini merupakan kebaikan dari proses filtrasi (Closed
delivery).Berdasarkan kompresibilitasnya cake (slurry yang menempel pada cloth) dibagi
menjadi dua, yakni :
a. Compressible cake
Cake akan mengalami perubahan struktur apabila mengalami tekanan sehingga ruang
kosong dalam cake semakin kecil akibatnya proses penahan semakin besar dan proses
filtrasi semakin sulit.
b. Incompressible cake
Cake yang tidak mengalami perubahan jika terjadi perubahan tekanan. Pada
kenyataanya kelompok ini emper tidak ada.Tetapi tekanan yang digunakan kecil
maka cake dapat dianggap incompressible cake. Untuk proses filtrasi umumnya terjadi
pada beda tekanan tetap. Jika medium filter primer telah dilapisi cake dan emperat
telah jenuh maka tekanan akan bertambah sampai maksimum. Diperlukan waktu yang
optimum untuk melakukan satu kali siklus.Waktu filtrasi optimum adalah waktu
filtrasi yang diperlukan agar jumlah volume emperat per satuan waktu maksimum,

9
dalam filtrasi yang disebut waktu siklus adalah waktu keseluruhan yang diperlukan
untuk melakukan proses filtrasi, yang merupakan :
ts= tf + t w + tp
dengan:
ts = waktu siklus
tf = waktu filtrasi sesungguhnya
tw = waktu pencucian
tp = waktu bongkar pasang

Pencucian/Washing
Optimasi jumlah air pencuci yang digunakan ke dalam slurry ditambahkan zat warna yang
mempunyai sifat tidak berikatan secara permanen/kuat dengan padatannya, sehingga mudah
dihanyutkan oleh air pencuci. Kadar zat warna dalam air cucian yang keluar dari filter
dianalisa untuk mengetahui seberapa jauh operasi pencucian dilakukan. Pencucian dihentikan
jika kadar warna dalam air cucian sudah mulai konstan. Jumlah air pencuci dicatat sebagai
volume optimum.

Rotary Disk Vacum Filter


Rotary disk emper filter ini digunakan operasi dalam skala besar serta proses kontinu. Media
filter dapat berupa kain (cloth), kertas, media poros dan lain-lain. Pemiliham media filter ini
didasarkan atas kemampuan untuk memisahkan padatan, memiliki kekuatan, inert terhadap
bahan kimia dan juga dari segi ekonominya.

Prinsip kerja
Slurry yang akan disaring menempati suatu tempat (basin). Leaf dicelupkan ke slurry dan
mengumpulkan cake-nya pada premukaan leaf ( emperat tidak).Filtrat keluar melalui saluran
keluar utama.Cake dibawa sampai ke bagian atas. Beberapa jenis lainnya:
1. Horizontal rotary vacuum filter
2. Horizontal leaf filter
3. Vertical leaf filter

10
Hal yang paling utama dalam filtrasi adalah mengalirkan fluida melalui media berpori. Filtrasi
dapat terjadi karena adanya gaya dorong, misalnya ; gravitasi, tekanan dan gaya sentrifugal.
Pada beberapa proses media filter membantu balok berpori (cake) untuk menahan partikel-
partikel padatan di dalam emperat sehingga terbentuk lapisan berturut turut pada balok
sebagai emperat yang melewati balok dan media tersebut.

2.4 Aplikasi Filtrasi di Dunia Industri


1. Peran Filtrasi Di Bidang Farmasi
Selain itu dalam teknologi farmasi penyaringan (filtrasi) juga banyak dimanfaatkan untuk
membersihkan air dari sampah pada pengolahan air, menjernihkan preparat kimia di
laboratorium, menghilangkan pirogen (pengotor) pada air suntik injeksi dan obatobat
injeksi, dan membersihkan sirup dari kotoran yang ada pada gula dan untuk memurnikan
bahan-bahan obat dari partikel dan bahan yang tidak diinginkan sehingga dapat menjamin
hasil akhir dari suatu produk obat yang berkualitas dan sesuia syarat yang ditentukan.
2. Filtrasi dalam Pengolahan Air
Dalam Water Treatment Plant (WTP) atau Instalasi Pengolahan Air (IPA) proses filtrasi,
sesuai dengan namanya bertujuan untuk penyaringan. Teknologi membran bisa dilakukan
pada proses ini, selain bisa juga menggunakan media lainnya seperti pasir dan lainnya.
Dalam teknologi emperat proses filtrasi emperat ada beberapa jenis, yaitu: Multi Media
Filter, UF (Ultrafiltration) System, NF (Nanofiltration) System, MF (Microfiltration)
System, RO (Reverse Osmosis) System.
3. Alat alat yang digunakan dalam filtrasi limbah udara yang berupa debu partikulat antara
lain :
d) Settling chamber
Alat ini merupakan teknologi penanganan debu yang telah diterapkan sejak lama. Prinsip
dari alat ini adalah pengendapan berdasarkan gaya gravitasi. Alat ini terdiri dari sebuah
chamber (kamar/ruang) besar yang terintegrasi dalam aliran pipa gas pertambangan yang
mengandung partikel debu yang akan dipisahkan. Keberadaan ruang tersebut akan
mengurangi kecepatan gas yang melewatinya sehingga partikel debu yang cukup besar
akan terendapkan di dasar chamber tersebut. Partikel debu yang dapat dipisahkan oleh alat
ini berukuran lebih besar dari 60 mm.

Alat inipun kemudian difungsikan sebagai pembersih awal (preliminary cleaners) gas dari
sistem penanganan debu yang ada. Alat ini dapat dipasang sejumlah tray pada tiap sisi
chamber untuk mempersingkat waktu pengendapan partikel debu yang akan dipisahkan
sehingga efisiensi pemisahan dan pengumpulan debu menjadi lebih besar. Settling
chamber ini memiliki biaya instalasi dan operasi yang murah, namun juga memiliki

11
efisiensi pengumpulan debu overall yang cukup rendah. Berikut ini adalah skema operasi
settling chamber yang pada umumnya digunakan oleh industri pertambangan.

b) Cyclone (siklon)
Alat ini menggunakan gaya sentrifugal sebagai driving force pemisahan debu dari gas yang
akan dihasilkan kegiatan pertambangan. Alat ini memiliki biaya instalasi dan operasi yang
rendah, serta memiliki dimensi yang emperat kecil untuk mendukung efisiensinya.
Keuntungan tersebut membuat siklon banyak digunakan industri pertambangan untuk
mengumpulkan partikel debu yang akan menimbulkan pencemaran udara.
Siklon yang berdiameter kecil akan memberikan gaya sentrifugal sampai 2500 kali
dibandingkan dengan gaya gravitasi pada settling chamber. Efisiensi siklon dapat
ditingkatkan dengan pengurangan diameter, penambahan panjang siklon, dan penambahan
rasio siklon terhadap diameter keluaran gas. Contoh industri yang menggunakan siklon ini
adalah Ampol Lytton, industri petroleum refinery di Brisbane, Queensland, dan Alcoa,
industri refinery bauksit di Kwinana, Western Australia.

Selanjutnya, partikel debu berukuran lebih kecil dan tidak dapat dipisahkan pada tahap
awal akan ditangani pada tahap akhir. Tahap ini dapat menangani partikel debu berukuran
diameter kurang dari 5 mm. Alat atau metode yang pada umumnya digunakan pada tahap
ini adalah electrostatic precipitator, fabric filter (bag-house), dan wet collector (scrubber).
Berikut ini adalah penjelasan mengenai metode tersebut.
d. Electrostatic precipitation
Alat ini memiliki teknik pemisahan partikel padat dan tetesan kecil cairan dari gas terpolusi
yang paling efisien. Gas yang mengandung partikel debu dilewatkan melalui daerah yang
dialiri listrik bertegangan 50.000 Volt antara dua elektroda dengan polaritas berlawanan.
Efesiensi alat ini dipengaruhi oleh laju alir gas yang melalui sistem elekroda, emperature
gas, konsentrasi debu, dan ukuran partikel. Alat ini mampu memisahkan partikel
berdiameter di bawah 10 nm dengan efisiensi mencapai 99,5%.

Walaupun biaya instalasi dan pemeliharaan alat ini cukup mahal, namun biaya operasinya
murah karena menggunakan konsumsi energi yang rendah. Rasio kebutuhan energi untuk
electrostatic precipitator mendekati 50% apabila dibandingkan dengan sistem wet
scrubbing dan 25% apabila dibandingkan dengan sistem bag filter. Electrostatic
precipitation ini digunakan di pertambangan emas Kalgoorlie Consolidated, Australia
Barat (gas mengalir melalui electrostatic precipitation sebelum dilepaskan ke atmosfer), di
pabrik refinery alumina Alcoa di Kwinana, Australia Barat, dan sejumlah daerah
internasional lainnya. Prinsip pemisahan alat ini dapat digambarkan sebagai berikut.

12
c) Fabric filters
Alat ini sering digunakan sebagai unit tahap akhir filtrasi partikel debu. Lapisan kain atau
tenun yang digunakan pada alat ini berfungsi untuk menahan partikel debu yang masih
terkandung didalam gas. Walaupun memiliki efisiensi cukup tinggi, alat ini memiliki
beberapa kekurangan, di antaranya dapat menyebabkan terjadinya penurunan tekanan gas
yang melewati medium filtrasi ini dan terbentuknya lapisan partikel debu di permukaan
filter yang akan mempengaruhi proses filtrasi akibat sifat bahan filter tersebut.

d) Wet collector (scrubber)


Venturi Scrubber menghilangkan partikel debu dan kontaminan gas tertentu dari gas aliran
dengan memaksanya melewati aliran cair, menghasilkan cairan yang teratomisasi. Tinggi
kecepatan diferensial di antara gas kotor dan cairan droplets menyebabkan partikel
bertumbukan, kemudian akan berkelompok untuk membentuk tetesan yang lebih besar.
Terakhir, tetesan cair tersebut dilemparkan pada dinding alat pemisah dan gas bersih pun
dikeluarkan melalui puncak scrubber. Sebelum gas kotor dilepaskan ke dalam scrubber,
suhu harus direndahkan di bawah 1000C, dan gas bersih harus dipanaskan kembali sebelum
dikeluarkan .

Air dipompakan kembali melewati sistem ketika scrubber tidak mampu lagi menahan
partikel debu dan bahan yang terlarut. Proses ini beroperasi dengan efisiensi 85% untuk
pemidahan sulfur dioksida (SO2), 30% untuk pe Proses ini membedah efisiensi sebanyak
sekitar 85% untuk pemisahan dioksida belerang, 30% untuk pemisahan nitrogen oksida
(NO), dan 99% untuk pemisahan debu/partikulat. Skema operasi alat ini ditunjukkan dalam
gambar berikut.

Sejauh ini, teknologi untuk mengontrol pencemaran sebagian besar didesain unuk
memisahkan partikel debu dari emisi gas. Pemisahan polutan gas yang lain pun penting
dilakukan dengan teknologi yang spesifik. Misalnya pada pemisahan sulfur oksida (SO2),
injeksi batu kapur sangat umum digunakan. Proses tersebut dilakukan di mana batu kapur
digiling dengan batubara dan dimasukkan ke dalam tungku perapian. Gas polutan
dipanaskan terlebih dahulu dan dimasukkan ke dalam tungku perapian, dimana batu kapur
akan bereaksi dengan belerang dioksida (SO2) dan oksigen (O2)untuk menghasilkan
kalsium sulfat (CaSO4 atau gips).
Proses ini dapat memisahkan sekitar 20-30% sulfur oksida. Senyawa sulfat, abu terbang,
dan kapur yang tidak bereaksi mengalir melalui pre-heater sebelum memasuki wet
scrubber, agar senyawa tersebut dapat mengalami kontak dengan air. Efisiensi pemisahan
yang dapat tercapai adalah sebesar 80% untuk SO2 dan 98% untuk zat partikulat.

13
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
1. Filtrasi adalah proses pemisahan solid-liquid dengan cara melewatkan liquid melalui
media berpori atau bahan-bahan berpori untuk menyisihkan atau menghilangkan
sebanyak-banyaknya butiran-butiran halus zat pada tersuspensi dari liquid.
2. Alat filtrasi contohnya adalah gravity filter, penyaring vakum, penyaring tekanan, dan
plate and frame filter press.
3. Aplikasi filtrasi di industri contohnya di bidang farmasi, pengolahan air, dan filtrasi
limbah udara.

14
DAFTAR PUSTAKA

M., Mungkin. 2016. Filtrasi Jeruk Nipis Yang Ditambahkan NaCl + Na-Edta Sebagai Elektrolit
Baterai Dengan Charger Solar Cell. Diakses dari www.repository.usu.ac.id.
Pinalla, Anita. 2011. Kajian Metode Filtrasi Gravitasi dan Filtrasi Sistem Vakum untuk Proses
Penyempurnaan Rekristalisasi Amonium Perklorat. Diakses dari jurnal.lapan.go.id.
Ramdani, Bagus Rizki. 2010. Filtrasi: Mekanika Fluida dan Partikel. Diakses dari scrib.com.

15