Anda di halaman 1dari 9

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan rahmat
dan karunia-Nya kami dapat menyajikan laporan tugas karya tulis tentang PEMANASAN
GLOBAL atau global warming.
Seperti yang kita ketahui, bahwa panasnya cuaca makin banyak bencana alam dan
fenomena-fenomena alam yang cenderung semakin tidak terkendali. Mulai dan banjir,
angin puting beliung, semburan gas, hingga curah hujan yang tidak menentu dan tahun ke
tahun.
Sadarilah bahwa hal itu semua adalah dampak negatif dan pemanasan global yang
menunjukan bahwa planet kita tercinta sedang mengalami proses kerusakan yang menuju
pada kehancuran. Dan semua hal tersebut, sudah sepantasnya kita menjaga alam yang
merupakan titipan Tuhan Yang Maha Esa mi dengan cara mencegah dan berupaya
mengurangi faktor pemanasan global. Dan kami berharap dengan adanya buku karya tulis
mi, kita dapat mengenal lebih luas tentang pemanasan global.
Terakhir, kemi penulis mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah
membantu tersusunnya karya tulis mi. Sehingga dapat menambah wawasan yang jauh lebih
luas tentang dampak pemanasan global dan dapat bermanfaat bagi siapa saja yang
membacanya.

Pahauman, Mei 2017

Penulis

1
DAFTAR ISI

KATA PETANTAR .i
DAFTAR ISI . ii
BAB I PENDAHULUAN
1. Latar Belakang .1
2. Permasalahan 1
3. Tujuan . 1
4. Metode Penelitian ..
1
5. Kegunaan Penelitian
2
6. Sistematika Penulisan ..
2

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Pemanasan Global
3
2.2 Penyebab Pemanasan Global ..
3
2.3 Dampak Terhadap Alam . 4
2.4 Dampak Sosial dan Budaya .
5
2.5 Pengendalian Pemanasan Global .
5
2.6. Cara Menghilangkan Karbon .
6

BAB Ill PENUTUP


Kesimpulan ..
7

2
BABI
PENDAHULUAN

1. LatarBelakang
Pemanasan global merupakan peningkatan suhu rata rata di bumi. Seperti,
peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut dan daratan bumi. Pemanasan global disebabkan
oleh efek gas-gas rumah kaca yang dihasilkan oleh aktifitas manusia.
Karena adanya pemanasan global suhu di planet bumi menjadi semakin panas,
makin banyaknya bencan alam dan berbagai fenomena-fenomena alam yang cenderung
semakin tidak terkendali.

2. Permasalahan
Didalam isi karya tulis yang kami susun mi telah kami ambil beberapa masalah,
yaitu kami ingin mengatahui dampak pemanasan global secara mendasar. Masalah tersebut
kami rangkum dalam beberapa hal yaitu :
2.1 apa yang dimaksud pemanasan global?
2.2 Apa penyebab terjadinya pemanasan global?
2.3 Apa dampak dan pemanasan global terhadap alam?
2.4 Apa dampak dan pemanasan global pada bidang sosial dan politik?
2.5 Bagaimana cara pengendalian pemanasan global?

3. Tujuan
Tujuan kami membuat karya tulis mi bukan hanya untuk memenuhi salah satu tugas
Mata Pelajaran Bahasa Indonesia, tetapi masih banyak tujuan lain dan pembuatan karya
tulis mi, diantaranya:
a. Dapat menambah wawasan yang lebth luas tentang pemanasan global.
b. Agar kami dan para pembaca pada umumnya dapat mengenal lebih dalam tentang
keadaan alam tempat hidupnya.
c. Agar menjadi motivasi bagi kami dan para pembaca untuk menjaga dan menumbuhkan
rasa cintanya terhadap alam semesta.
d. Dapat menambah pengetahuan disamping pelajaran yang diterima di sekolah

4. Metode Penelitian
Pengumpulan data penting dan dibutuhkan dalam pembuatan karya tulis. Tanpa
adanya data-data yang lengkap tentang pemanasan global, kami tentunya tidak akan bisa
membuat karya tulis ini. Untuk dapat mengumpulkan data dan informasi tentang
pemanasan global, kami menggunakan satu cara yaitu:

3
a. Melalui internet.
Internet merupakan salah satu fasilitas mendunia yang dapat menampilkan informasi dan
data-data yang akurat tentang pemanasan global. Dalam pembuatan karya tulis ini kami
memilih cara melalui internet, karena lebih mudah dan cepat informasinya pun dapat
dipercaya untuk lebih memperjelas sumber tentang pemanasan global.

5. Kegunaan Penelitian
Dengan adanya karya tulis ini, kami dapat lebih mengenal luas tentang keadaan
alam ini akibat adanya pemanasan global. Selain itu juga karya tulis mi mendorong kami
untuk lebth berfikir aktif secara luas dan positif. Serta menjadi motivasi sebagai penerus
bangsa supaya tetap menjaga keutuhan alam tercinta, yaitu planet bumi.

6. Sistematika Penulisan
Karya tulis mi disusun sesuai dengan sistematika pembahasan dengan perincian
susunannya sebagai berikut:

II. PEMBAHASAN
Pengertian Pemanasan Global
Penyebab Pemanasan Global
Dampak terhadap alam
Dampak terhadap
sosial dan politik
Pengendalian Pemanasan Global
III. PENUTUP
Kesimpulan
Saran

4
BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Pemanasan Global


Pemanasan global adalah suatu proses meningkatnya suhu rata-rata atmosfir, laut,
dan daratan bumi. Suhu rata-rata global pada permukaan bumi telah meningkat 0,74
O,180C (1,33 0,320F) selama ratusan terakh!11 Intergovernmental Panel on Climfte
Change (IPCC) menyimpulkan bahwa Sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global
sejak pertengahan abad ke 20. Kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya
konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia melalui efek rumah kaca.
Kesimpulan dasar mi telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik
termasuk semua akademik sains nasional dan negara-negara G8. Akan tetapi masih banyak
beberapa ilmuwan yang tidak setuju dengan beberapa tidak setuju dengan beberapa
kesimpulan yang dikemukakan IPCC tersebut. Model iklim yang dijadikan acuan oleh
Proyek IPCC meunjukan suhu permukaan global akan meningkat 1,1 hingga 6,40C (2,0
11,50F) antara tahun 2020 dan 2140.
Perbedaan angka perkiraan itu disebabkan oleh penggunaan skenarios kenario
berbeda mengeani emisi gas- gas rumah kaca pada masa mendatang. Serta model-model
sensitifitas iklim yang berbeda. Walaupun sebagaian besar penelitian terfokus pada periode
sehingga tahun 2000. Pemanasan dan kenaikan muka air laut diperkirakan akan terus
berlanjut selama lebih dan 1000 tahun. Walaupun tingkat emisi gas rumah kaca tidak stabil
ini mencerminkan besarnya kapasitas kalor lautan. Meningkatnya suhu global diperkitakan
akan menyebabkan perubahan-perubahan lain, seperti naiknyapermukaan air laut,
meningkatnya intensitas cuaca yang ekstrim serta perubahan jumlah dan pola presipitasi.
Akiabat-akibt1 pemanasan global yang laina adalah terpengaruhnya hasil pertanian,
hilangnya gletser dan punahnya berbagai jenis hewan.

2.2. Penyebab Pemanasan Global Efek Rumah Kaca


Segala sumber energi yang terdapat di bumi berasal dan matahari, sebagaian besar
berbentuk radiasi gelombang pendek. Ketika energi mi tiba di permukaan bumi, ia akan
berubah dan cahaya menjadi panas. Permukaan bumi, akan menyerap sebagian panas dan
memantulkan kembali. Sisanya sebagian dan panas mi berwujud radiasi infra merah,
gelombang panjang ke angkasa luar. Namun sebagian panas tetap terperangkap di atmosfir
akibat menumpuknya gas-gas rumah kaca, antara lain: uap air, karbondioksida,
sulfurdioksida, dan metana yang menajadi perangkap gelombang radiasi mi. Jika keadaan
ini terjadi terus menerus akan mengakibatkan suhu rata-rata tahunan terus meningkat.
Dengan semakin meningkatkanya konsentrasi gas-gas mi di atmosfir, semakian
banyak panas yang terperangkap di bawahnya. Bumi sebenarnya telah lebih panas 330C
(590F) dan suhu semulanya. Jika tidak ada efek rumah kaca suhu bumi hanya

5
-180C hingga es akan menutupi seluruh permukaan bumi. Akan tetapi sebaiknya, apabila
gas-gas tersebut berlebihan di atmosfir, akan menghangatkan pemanasan global. Umpan
Balik dihasilkannya pada saat penguapan air. Pada kasuspemanasan akibat
bertambahnya gas-gas rumah kaca, seperti CO2. Pemanasan pada walnya akan
menyebabkan lebih banyaknya uap air yang menguap ke atmosfir. Karena uapm air sendiri
merupakan gas rumah kaca. Pemanasan akan terus berlanjut dan menambah junflah air di
udara sampai tercapainya siuatu keseimbangan konsentrasi uap air. Umpan balik
meningkatkan kandungan air di udara namunkelembaban relatif di udara hampir konstan
atau agak menurun, karena udara menjadi menghangat. Umpan bhallk hanya berdampak
secara perlahan dan bawah, awan akan memantulkan kembali radiasi infra merah ke
permukaan, sehingga akan meningkatkan efek pemanasan. Sebaliknya jika dilihat dan atas
awan tersebut akan memantulkan sinar matahari dan radiasi infra merah ke
angkasa, sehingga meningkatkan efek pendingin. Variasi Matahari yang dihasilkan dan
matahari dengan kemungkinan diperkuat oleh umpan balik dan awan. Variasi matahari
akan memanaskan stratosfer. Fenomena variasi matahari dikombinasikan dengan aktivitas
gunung berapi, mungkin telah memberikan efek pemanasan di masa pra industri hingga
tahun 1950.
Menurut perkiraan Duke University bahwa matahari mungkin telah berkontribusi
terhadap 45-50% peningkatan suhu rata-rata selama periode 1900-2000 dan sebar 25-
35% antara tahun 1980 dan 2000. Menurut beberapa peneliti, bahwa variasi matahari
hanra membawa pengaruh kecil terhadap pemanasan global, yaitu sekitar 0,07%.

2.3. Dampak Terhadap Alam Iklim Mulai Tidak Stabil


Selama pemanasan global, daerah bagian utama dan belahan bumi utara akan
memanas lebih dan daerah daerah lain. Akibatnya gunung gunung es akan mencair Musim
tnam akan lebih panjang di beberapa area. Suhu pada musim dingin dan malam han akan
cendrung meningkat. Daerah hangat akan menjadi lembab karena lebih banayak air yang
menguap dan lautan. Kelembapan yang tinggi akan meningkatkan cuaca huj Badai akan
menjadi lebih serirL, air akan lebih cepat menguap dan tanah yang akan dapat
mengakibatkan beberapa daerah menjadi kering. Selain itu juga, angin akan bertiup
kencang dan cuaca menjadi tidak terprediksi dan lebth ekstrim.
Peningkatan Permukan Laut Ketika atmosfer menghangat, lapisan permukaan laut
juga akan menghangat, sehingga volumenya akan membesar dan menaikan permukaan
laut. Tinggi permukaan laut diseluruh dunia telah meningkat 10-25cm (9-10 inchi) selama
abad ke 20 dan ilmuan IPCC memprecliksi peningkatan lebih lanjut 9-88cm (4-35inchi)
pada abad ke 21. Perubahan tinggi laut akan sangat mempengaruhi kehidupan di daerah
pantai dan dapat menenggewlamkan beberapa negara. Suhu Global Cendrung Meningkat
Bagian selatan kanada, sebagai contoh mungkin akan mendapat keuntungan dan lebih
tingginya curah hujan dan lebih lamanya masa tanam. Dilain pihak, lahan pertanian ropis
semi kering di beberapa bagian Afrika mungkin tidak dapat tumbuh. Daerah pertanian

6
gurun yang menggunakan air irigasi dan gunung-gunung yang jauh dapat menderita jika
snowpack (kumpulan saiju) musim dingin, yang berfungsi sebagai reservoir alami, akan
mencair sebelum puncak musim bulan-bulan masa tanam. Tanaman pangan dan hutan
dapat mengalami serangan serangga dan penyakit yang lebih hebat. Gangguan Ekologi
Hewan tumbuhan menjadi makhluk hidup yang sulit menghidari dan efek pemanasan mi,
karena sebagaian besar lahan telah dikuasai oleh manusia. Dalam pemanasan global,
henwan cenderung untuk bermigrasi ke arah kutub atau ke atas pegunungan. Tumbuhan
akan mengubah arah pertumbuhannya, mencari daerah baru karena habitat lamanya
menjadi terlalu hangat. Akan tetapi, pembangunan manusia akan menghalangi
perpindahan mi. Spesies-spesies yang bermigrasi ke utara atau ke selatan yang terhalangi
oleh kota-kota atau lahan-lahan pertanian mungkin akan mati. Beberapa tipe spesies yang
tidak mampu secara cepat berpindah menuju kutub mungkin juga akan musnah.

2.4. Dampak Sosial dan Budaya


Perubahan cuaca dan lautan dapat mengakibatkan munculnya penyakit-penyakit
yang berhubungan dengan panas dan kematian. Temperatur yang panas juga dapat
menyebabkan gagal panen sehingga akan muncul kelaparan dan malnutrisi. Perubahan
cuaca yang ekstrim dan peningkatan permukaan air laut akibat mencairnya es di kutub
utara dapat menyebabkan penyakit dengan bencana alam (banjir, badai, dan kebakaran)
dan kematian akibat trauma. Timbulnya bencana alam biasanya disertai denga
perpindahan penduduk ke tempatt empat pengungsian, chmana sering muncul penyakit
diare, malnutrisi, difisiensi mikronutrien, trauma psikologis, penyakit kulit dan lain-lain.
Pergeseran ekosistem dapat memberi dampak pada penyebaran penyakit melalui air.
Seperti meningkatnya kejadian demam berdarah karena munculnya ruang
(ekosistem) baru untuk berkembang biak. Dengan adanya perubahan iklim mi, maka
munculah spesies vektor penyakit (eq. Aedes Agipty). Virus, bakteri, plasmodium menjadi
lebih resisten terhadap obat tertentu yang targetnya adalah organisme tersebut.
Selain itu bisa diprediksi bahwa ada beberapa spesies yang akan punah karena perubahan
ekosistem. Gradasi lingkungan yang disebabkan oleh pencemaran limbah pada sungai juga
berkontribusi pada waterborne diseases dan vektor-vektor diseases. Ditambah pula dengan
polusi udara hash emisi gas-gas pabrik yang tidak terkontrol, akan berkontribusi terhadap
penyakit-penyakit saluran pernapasan, seperti asma, alergi, coccidiodomicosys, penyakit
jantung dan paru kronis, dan lain-lain.

2.5. Pengendalian Pemanasan Global


Pengendalian dilakukan dengan cara mengatasi epek yang dilakukan sambil melakukan
langkah-langkah untuk mencegah semakin berubahnya iklim pada masa depan. Kerusakan
yang pernah dapat diatasi dengan berbagai cara, misalnya:
a. Daerah pantai dapat dilindungi dengan dinding dan penghalang untuk mencegah
masuknya air laut.

7
b. Pemerintah dapat membantu populasi di pantai
untuk pindah ke daerah yang lebih tinggi. Adapun dua cara pendekatan utama untuk
memperlambat semakin bertambahnya gas rumah kaca:
1. Mencegah karbon dioksida dilepas ke atmosfir dengan menyimpan gas tersebut atau
komponen karbonnya di tempat lain.
2. Mengurangi produksi gas rumah kaca.

2.6. Cara Menghilangkan Karbon


Cara yang paling mudah unt c menghilangkan karbondioksida adala dengan
memeithara pepohonan dan menanam pohon lebth banyak lagi terutama yang muda dan
cepat. Gas karbon dioksida juga dapat dihilangkan secara langsung. Caranya dengan
menyuntikan gas tersebut ke sumur-sumur minyak untuk mendorong agar minyak bumi
keluar dan perut bumi.

8
BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Pemanasan global adalah peningkatan suhu rata-rata atmosfir, laut dan daratan
bumi. Penyebab terbesar pemanasan global adalah efek gas-gas rumah kaca akibat aktifitas
manusia melalui efek rumah kaca. Pemanasan global sangat berdampak
negatif bagi alam semesta ini. seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas
fenomena cuaca yang ekstrim, perubahan jumlah dan pola presipitasi, berpengaruhnya
hash pertanian, hilangnya gletser, punahnya berbagai jenis hewan dan munculnya berbagai
penyakit.
Pemanasan global hanya dapat dikendalikan dengan cara mengatasi efek yang
ditimbulkan sambil melakukan langkah-langkah pencegahan, diantaranya: menghilangkan
karbondioksida di atmosfir dengan cara menanam dan memelihara pepohonan lebih
banyak lagi dan mengurangi produksi gas rumah kaca.