Anda di halaman 1dari 10

Topik: Ketuban Pecah Dini

Tanggal (kasus): 12 Juni 2017 Presentan: dr. Reisa Maulidya Tazami

Tanggal presentasi: Pendamping: dr. Desy Anita

Tempat Presentasi: Rumah Sakit TK II dr. AK Gani

Obyek Presentasi:

Keilmuan Keterampilan Tinjauan Pustaka Penyegaran

Diagnostik Manajemen Masalah Istimewa

Neonatus Bayi Anak Remaja Dewasa Lansia Bumil

Deskripsi: Perempuan usia 30 tahun, hamil 37 minggu datang ke RS dengan keluhan mau melahirkan disertai
keluar air-air berwarna bening yang mengalir dari jalan lahir sejak 45 menit SMRS, keluar lendir darah,
nyeri perut menjalar sampai pinggang.
Tujuan: Mendiagnosis, melakukan tatalaksana dengan tepat.

Bahan-bahasan: Tinjauan Riset Kasus Audit


Pustaka

Cara Membahas: Diskusi Presentasi dan diskusi Email Pos

Data Pasien: Nama: Ny. P NomorRegistrasi: 369167

Nama Rumah Sakit: Rumah Sakit TK II dr. AK Telp: Terdaftar Sejak:


Gani
Data utama untuk bahan diskusi:

1. Diagnostik/ Gambaran Klinis:


Autoanamnesa dilakukan pada ruang VK (tanggal 12 Juni 2017)

1
Keluhan Utama : Mau melahirkan disertai keluar air-air dari jalan lahir.
RPS :
Pasien datang ke RS dengan keluhan mau melahirkan disertai keluar air-air berwarna bening yang
mengalir dari jalan lahir sejak 45 menit SMRS. Cairan keluar secara tiba-tiba saat tidur dan dirasakan
terus merembes. Pasien juga mengeluh mules-mules yang hilang timbul dan keluar darah lendir
beberapa saat setelah keluar air-air. Pasien mengaku hamil cukup bulan dan gerakan janin masih
dirasakan sampai sekarang.
Riwayat keputihan saat hamil, warna kekuningan dan agak bau. Riwayat terjatuh maupun
trauma disangkal, riwayat demam disangkal, riwayat perdarahan disangkal, riwayat berhubungan
terakhir 2 minggu SMRS. BAB dan BAK tidak ada keluhan selama kehamilan. Pasien tidak
merokok dan minum alkohol. Aktivitas sehari-hari sebagai IRT, mengerjakan pekerjaan rumah tangga
sendiri.
2. Riwayat Menstruasi
Pasien menstruasi pertama kali pada usia 14 tahun siklus 28-29 hari teratur. Lama menstruasi 7 hari,
mengganti pembalut 2-3 kali/hari dan nyeri biasanya dirasakan 2 3 hari pertama menstruasi
HPHT : 20 September 2016
TP : 27 Juni 2017
3. Status Pernikahan
Pasien menikah 1 kali tahun 2010 pada usia 23 tahun dan suami usia 25 tahun
4. Riwayat Obstetri
G3P2A0 Hamil 37 minggu
- Anak pertama: laki-laki / 6 tahun 6 bulan / lahir di RS / persalinan normal / ditolong oleh bidan /
BBL 2,5 kg / Penyulit tidak ada
- Anak kedua: laki-laki/ 3 tahun 2 bulan / lahir di bidan / persalinan normal / BBL 2,8 kg / Penyulit
tidak ada
5. Riwayat Kehamilan
Pasien mulai memeriksakan kehamilannya ke bidan mulai usia kandungan 7 bulan, 2-4 minggu sekali
(TB 155 cm, BB terakhir 64 kg, BB sebelum hamil 50 kg)
Pasien pernah USG, pasien mengaku dokter mengatakan posisi janin tertutup.
Pasien belum mendapat suntikan TT selama kehamilan ini.
Kehamilan Muda Mual (+) , Muntah (+) , Perdarahan(-) , Hipertensi (-)
Kehamilan Tua Mual (-) , Muntah (-) , Perdarahan (-) , Hipertensi (-)
6. Riwayat KB

2
Pasien menggunakan KB pil, terakhir 1 tahun yang lalu.

7. Riwayat Pengobatan
Pasien belum pernah menjalani pengobatan lama sebelumnya
8. Riwayat Operasi
Pasien belum pernah menjalani operasi sebelumnya
9. Riwayat Kesehatan/Penyakit
Riwayat keluhan seperti ini di kehamilan sebelumnya disangkal
Riwayat Asma disangkal
Riwayat Kencing Manis disangkal
Riwayat Darah Tinggi disangkal
10. Riwayat Keluarga
Riwayat keluhan yang sama disangkal
Riwayat Asma disangkal
Riwayat Kencing Manis disangkal
Riwayat Darah Tinggi disangkal
11. RIwayat Pekerjaan
Ibu Rumah Tangga
Daftar Pustaka:
1. Manuaba IBG. Penghantar kuliah obstetri. Jakarta: Penerbit EGC;2007.h.456-605.
2. Prawirohardjo S. Ilmu kebidanan. Jakarta: Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo;2011.h.677-81.
3. Current diagnosis and treatment obstetrics and gynecology. In editor: Edmoson K, Sydor AM. United
Stated of America: McGraw-Hill;2007.p.279-81.
4. Norwitz ER, Schorge JO. At a glance obstetri dan ginekologi. Edisi 2. Jakarta: Penerbit
Erlangga;2008.h.118-9.
5. Bickley, Lynn S. Buku ajar pemeriksaan fisik dan riwayat kesehatan Bates. Edisi 8. Jakarta: Penerbit
EGC;2009.h.421-35.

Hasil Pembahasan:

1. Diagnosa KPD
2. Tatalaksana KPD
3. Pencegahan KPD

3
Rangkuman hasil pembahasan portofolio:

1. Subyektif:
Pasien datang ke RS dengan keluhan mau melahirkan disertai keluar air-air berwarna
bening yang mengalir dari jalan lahir sejak 45 menit SMRS. Cairan keluar secara tiba-tiba saat
tidur dan dirasakan terus merembes. Pasien juga mengeluh mules-mules dan keluar darah lendir
beberapa saat setelah keluar air-air. Pasien mengaku hamil cukup bulan dan gerakan janin masih
dirasakan sampai sekarang.
Riwayat keputihan saat hamil, warna kekuningan dan agak bau. Riwayat terjatuh maupun
trauma disangkal, riwayat demam disangkal, riwayat perdarahan disangkal, riwayat berhubungan
terakhir 2 minggu SMRS. BAB dan BAK tidak ada keluhan selama kehamilan. Pasien tidak
merokok dan minum alkohol. Aktivitas sehari-hari sebagai IRT, mengerjakan pekerjaan rumah
tangga sendiri.

2. Objektif:
12 Juni 2017 (02:00 WIB)
Pada pemeriksaan tanda vital didapatkan kesadaran compos mentis, tekanan darah 120/80 mmHg,
Nadi 88x/menit, Pernafasan 18x/menit, Suhu 36,1 C, keadaan umum sakit sedang, keadaan gizi
cukup (BB 64 kg, TB 155 cm). Pada pemeriksaan fisik tidak ditemukan adanya konjungtiva
anemis dan tidak ditemukan adanya edema ekstrimitas. Pada pemeriksaan leopold didapatkan
tinggi fundus 3 JBPX (30 cm), presentasi kepala, punggung kanan, bagian terbesar kepala janin
belum memasuki PAP, detak jantung janin 130x/menit, his jarang. Pada pemeriksaan dalam
didapatkan pembukaan 2 cm, portio tebal, ketuban (-) jernih, letak kepala janin tinggi.

12 Juni 2017 (06:30 WIB)


Pada pemeriksaan tanda vital didapatkan kesadaran compos mentis, tekanan darah 130/80 mmHg,
Nadi 82x/menit, Pernafasan 22x/menit, Suhu 36,2 C, keadaan umum sakit sedang. Pada
pemeriksaan leopold didapatkan tinggi fundus 3 JBPX (30 cm), presentasi kepala, punggung
kanan, bagian terbesar kepala janin belum memasuki PAP, detak jantung janin 120x/menit, his
jarang. Pada pemeriksaan dalam didapatkan pembukaan 2 cm, portio tebal, ketuban (-) jernih,
letak kepala janin tinggi (Hodge I).

12 Juni 2017 (09:40 WIB)

4
Pada pemeriksaan tanda vital didapatkan kesadaran compos mentis, tekanan darah 130/80 mmHg,
Nadi 88x/menit, Pernafasan 20x/menit, Suhu 36,2 C, keadaan umum sakit sedang. Pada
pemeriksaan Leopold didapatkan tinggi fundus 3 JBPX (30 cm), presentasi kepala, punggung
kanan, bagian terbesar kepala janin belum memasuki PAP, detak jantung janin 68x/menit, his
jarang. Pada pemeriksaan dalam didapatkan pembukaan 3 cm, portio tebal, ketuban (-) jernih,
letak kepala janin tinggi (Hodge II).

12 Juni 2017 (10:10 WIB)


Pada pemeriksaan tanda vital didapatkan kesadaran compos mentis, tekanan darah 120/80 mmHg,
Nadi 88x/menit, Pernafasan 22x/menit, Suhu 36,2 C, keadaan umum sakit sedang. Pada
pemeriksaan Leopold didapatkan tinggi fundus 3 JBPX (30 cm), presentasi kepala, punggung
kanan, bagian terbesar kepala janin belum memasuki PAP, detak jantung janin 170x/menit, his
jarang. Pada pemeriksaan dalam didapatkan pembukaan 3 cm, portio tebal, ketuban (-) jernih,
letak kepala janin masih tinggi (Hodge II).

Pada pemeriksaan laboraturium didapatkan Hb 11.0 gr%, Leukosit 15.100/mm3 dan Trombosit
263.000/mm3, Ht 31%, gol. Darah O, CT 7, BT 2.

3. Asessment:
Teori:
Kasus: Keluhan keluar air-air dari jalan lahir yang dirasakan merembes merupakan gejala dari
ketuban pecah dini, mules-mules disertai keluar darah lendir merupakan gejala penyerta yang
disebabkan oleh kontraksi uterus karena pelepasan oksitosin pada keadaan inpartu yang
mengawali pecahnya ketuban.

Fakor risiko terjadinya KPD pada pasien ini untuk menunjang diagnosis. Didapatkan faktor risiko
pada pasien ini diantaranya multigravida (hamil anak ke-3) dan kemungkinan kurangnya
higienitas organ reproduksi yang dapat memicu terjadinya infeksi dimana pasien masih rutin
berhubungan (terakhir sekitar dua minggu yang lalu). Diagnosis KPD diperkuat dengan
pemeriksaan nitrazin yang positif, dimana ketuban yang bersifat basa bereaksi dengan kertas
lakmus sehingga warnanya menjadi biru. Setelah diketahui adanya KPD, maka perlu dilakukan
pemeriksaan kesehatan ibu dan janin. Pemeriksaan tanda-tanda vital didapatkan tanda vital ibu
masih stabil, namun nilai leukosit di atas normal menggambarkan persalinan ini disertai
komplikasi infeksi maternal. Pada pemeriksaan leopold didapatkan bayi tunggal, hidup, namun

5
mengalami fetal distress (DJJ 68 x/m kemudian terkompensasi menjadi 170 x/menit) selain
itu, dari pemeriksaan dalam (VT) maupun pemantauan kontraksi menggambarkan persalinan
pervaginam belum memungkinkan (penurunan bagian terbawah janin dan pembukaan belum
cukup serta his belum adekuat) sehingga perlu dilakukan tindakan terminasi kehamilan
perabdominam.

4. Plan:
Diagnosis:
G3 P2 A0 Hamil 37 minggu dengan KPSW inpartu kala I fase laten Janin tunggal hidup
intrauterine preskep + Fetal Distress + Gagal induksi

Pengobatan:
12 Juni 2017 (02:00 WIB)
S : mules-mules, air-air masih merembes
O: KU sakit sedang Sens CM
TD 120/80 RR 18 x/m T 36,1 C N 82 x/m
DJJ 130 x/m
PL : TFU 3 jbpx (30 cm)
I : teraba bagian lunak tidak melenting
II: teraba bagian-bagian kecil di perut sebelah kiri, bagian memanjang sebelah kanan
III: teraba bagian keras melenting
IV: bagian terbesar kepala belum masuk PAP
VT : pembukaan 2 cm, U, ketuban (-) jernih
A: G3 P2 A0 Hamil 37 minggu dengan KPSW inpartu kala I fase laten Janin tunggal hidup
intrauterine preskep
P:
IVFD RL gtt XXV /menit
Injeksi Ceftriaxone 2 x 1 gram i.v (st)
Observasi tanda vital, djj, dan kemajuan persalinan
Pemeriksaan laboratorium

12 Juni 2017 (06:30 WIB)


S : mules-mules, air-air masih merembes
O: KU sakit sedang Sens CM

6
TD 130/80 RR 22 x/m T 36,2 C N 82 x/m
DJJ 120 x/m
PL : TFU 3 jbpx (30 cm)
I : teraba bagian lunak tidak melenting
II: teraba bagian-bagian kecil di perut sebelah kiri, bagian memanjang sebelah kanan
III: teraba bagian keras melenting
IV: bagian terbesar kepala belum masuk PAP
VT : pembukaan 2 cm, U, ketuban (-) jernih
A: G3 P2 A0 Hamil 37 minggu dengan KPSW inpartu kala I fase laten Janin tunggal hidup
intrauterine preskep
P:
Drip oksitosin 5 IU dalam RL gtt XX / menit
Injeksi Ceftriaxone 2 x 1 gram i.v
Observasi tanda vital, djj, dan kemajuan persalinan

12 Juni 2017 (09:40 WIB)


S : mules-mules, air-air masih merembes
O: KU sakit sedang Sens CM
TD 120/80 RR 20 x/m T 36,2 C N 88 x/m
DJJ 68 x/m
PL : TFU 3 jbpx (30 cm)
I : teraba bagian lunak tidak melenting
II: teraba bagian-bagian kecil di perut sebelah kiri, bagian memanjang sebelah kanan
III: teraba bagian keras melenting
IV: bagian terbesar kepala belum masuk PAP
VT : pembukaan 3 cm, U, ketuban (-) jernih
A: G3 P2 A0 Hamil 37 minggu dengan KPSW inpartu kala I fase laten Janin tunggal hidup
intrauterine preskep + Fetal Distress
P:
O2 3 l/m, lateroposisi DJJ 140 x/m
Drip oksitosin 5 IU dalam RL gtt XX / menit
Injeksi Ceftriaxone 2 x 1 gram i.v
Observasi tanda vital, djj, dan kemajuan persalinan

7
12 Juni 2017 (10:10 WIB)
S : mules-mules, air-air masih merembes
O: KU sakit sedang Sens CM
TD 120/80 RR 20 x/m T 36,2 C N 88 x/m
DJJ: 170 x/m
PL : TFU 3 jbpx (30 cm)
I : teraba bagian lunak tidak melenting
II: teraba bagian-bagian kecil di perut sebelah kiri, bagian memanjang sebelah kanan
III: teraba bagian keras melenting
IV: bagian terbesar kepala belum masuk PAP
VT : pembukaan 3 cm, U, ketuban (-) jernih
A: G3 P2 A0 Hamil 37 minggu dengan KPSW inpartu kala I fase laten Janin tunggal hidup
intrauterine preskep + Fetal Distress + Gagal induksi
P:
Resusitasi: O2 3 l/m, lateroposisi
IVFD RL gtt XX / menit
Drip oksitosin dihentikan
Informed consent
Persiapan tindakan SC cito

12 Juni 2017 (11:30 WIB) Post SC


IVFD RL + 20 IU oksitosin gtt XXV / menit
Injeksi ceftriaxone 2x1 gr i.v
Injeksi metronidazole 3x500 mg i.v
Injeksi asam traneksamat 3x500 mg i.v
Pronalges supp 3x1
Immobilisasi 24 jam
Diet MBTKTP
Kateter menetap 24 jam

Follow Up:
13 Juni 2017
S : nyeri bekas operasi berkurang
O: KU baik Sens CM

8
TD 110/70 RR 22 x/m T 36,1 C N 82 x/m
TFU 2 JBP Lochea rubra (+)
A: P3A0 post SCTP a/i fetal distress
P: Diet MBTKTP
IVFD RL : Futrolit = 1:1 gtt XX /menit
Inj. Ceftriaxone 2x1 gr i.v
Inj. Asam tranexamat 3x500 mg i.v
Inj. Metronidazole 3x500 mg i.v
Pronalges supp 3x1
Edukasi mobilisasi

14 Juni 2017
S : nyeri bekas operasi semakin berkurang
O: KU baik Sens CM
TD 110/70 RR 20 x/m T 36,5 C N 80 x/m
TFU 2 JBP Lochea rubra (+)
A: P3A0 post SCTP a/i fetal distress
P: IVFD RL : Futrolit = 1:1 gtt XX /menit
Inj. Ceftriaxone 2x1 gr i.v
Inj. Asam tranexamat 3x500 mg i.v
Inj. Metronidazole 3x500 mg i.v
Pronalges supp 3x1

15 Juni 2017
S : nyeri bekas operasi semakin berkurang
O: KU baik Sens CM
TD 110/80 RR 22 x/m T 36,9 C N 82 x/m
Lochea rubra (+)
A: P3A0 post SCTP a/i fetal distress
P: Cefadroxil 2x1
Asam mefenamat 3x1
Metronidazol 3x1
Prenamia 1x1

9
Pendidikan: Edukasi kepada pasien dan keluarga mengenai keadaan pasien dan berbagai
penyulit dalam kehamilannya. Menjelaskan kepada pasien bahwa pemeriksaan kehamilan
sebaiknya dimulai sejak dini dan teratur. Pasien disarankan untuk meminta penjelasan kepada
dokter atau bidan tentang kondisi kehamilan bila pasien merasa kurang paham, serta menjaga
kesehatan dan kebersihan tubuh maupun organ reproduksi terutama saat hamil.
Konsultasi: Konsultasi dengan dokter spesialis obsgyn untuk rencana terminasi kehamilan.

10