Anda di halaman 1dari 3

Berbahagialah orang yang suci hatinya

Suci = kataroi spotless, bebas dari campuran tak bernoda

/ hagios keberbedaan dari yang lain

Kataroi, keadaan hati yang tidak dipengaruhi oleh dunia. Hati yang terpelihara dari kejahatan dan
perasaan negatif (dendam cemburu, tidak mengingini hal yang bukan milik, tidak mengampuni) kesucian
batiniah, bukan sekadar tidak berdosa, namun tidak ada unsur-unsur yang menyebabkan seseorang
dapat berbuat dosa. Keadaan hati yang tidak terpancing untuk melakukan kesalahan atau pelanggaran.
Tidak punya bahan untuk itu.

Bagaimana menghilangkan unsur-bahan-landasan melakukan dosa? Proses menghilangkan pangkalan
(topon) pijakan iblis supaya tidak melakukan dosa yang sering kamu lakukan. Semua pangkalan
membuat kita berbuat dosa. Supaya kita memusnahkan semua potensi melakukan kesalahan.

Dosa bukan hanya pelanggaran moral, melainkan kemelesetan dari ketepatan. Potensi “suka-suka
sendiri” diganti “suka suka Tuhan”. Kalau pangkalan beruka pelanggaran moral, masih lebih mudah di
hancurkan. Bukan hanya melanggar hokum, tatapi semua tindakan yang secara moral umum tidak
dipandang salah, melainkan di mata Tuhan salah.

Orang yang sampai membuang semua pangkalan untuk suka-suka sendiri hingga suka suka TUhan =
orang yang melihat Allah. Horao bisa mengerti pikiran perasaan Tuhan.

Jadi hatinya mau selalu memuaskan hati TUhan. Jadi moral umumnya harus bener dulu! Sembari
berjalan seiring. Tapi ngga mungkin moral umum berantakan, tapi bisa lebih peka hati TUhan ngga
mungkin. Melakukan hukum pastinya melakukan kehendak Tuhan.

Kesucian = keadaan hati yang tidak berpotensi melakukan dosa (melanggar hukum dan kehendak Tuhan)
bersih dari potensi melakukan yang tuhan tidak ingini. Hanya ingin makanan ku melakukan kehendak
bapa = jadi belahan jiwa Tuhan.

Untuk bersih total tambah mantap.

Ini sesuai rencanaMu tidak? Ini Tuhan suka ngga?

Melihat Allah (horao) melihat dengan hati bukan dengan mata.

Jika punya hati yang suci, maka otomatis akan selalu melakukan kehendak Allah. Melihat – Horao –
Blepo – Theoreo. Kepekaan menangkap rencana dan kehendakNya secara sensitif.

Otomatis hati bisa mengerti pikiran perasaan Tuhan.

Tuhan sering membidik apa yang kita cintai lebih dari Tuhan. Kita liciki Tuhan dengan menutupi hatinya.

1 Pet 1:14 ada waktu waktu kita bodoh. bukan hanya mengerti kehendakNya. Kita minimize kesalahan kita. Sebab kan setiap kesalahan pasti ada someone yang tersakiti. tapi di dunia sekitar. Benar benar bisa berpikir seperti TUhanBerpikir. aku akan minta ampun ke tuhan ga yah? Blepo dengan mata theoreo dengan mata teliti horao dengan hati . Orang harus betul-betul mengalami Tuhan. Kataroi = keadaan hati yang tidak berpotensi untuk melakukan apa yang bertentangan dengan kehendak Allah. dan harus didewasakan sampai pada level berkodrat ilahi. 70 tahun di dunia ini hanya untuk proses itu. Disitu lah kita berperang.Sampai mengalami Tuhan dengan nyata. sehingga apa yang dikatakan itu terus menggiring kepada Tuhan. Kalau saya buat ini. kasus-kasus. Semakin belajar kebenaran maka akan semakin pintar. berbohong. Setiap hari kita punya keputusan-keputusan. Setiap orang punya nurani. Mendengar Tuhan berbicara. tapi juga makin menghayati kehadiranNya. pada waktu kita terdesak oleh masalah. Bertumbuh dalam kesucian. Orang lahir baru itu orang yang mengembangkan kodrat ilahi. mencuri. Orang percaya harus jadi kudus. kita menindas. Hendaklah menjadi kudus. Justru yang tempat kita dilatih itu bukan di gereja. bertahan dalam integritas aku harus menjadi manusia Allah. Apa lebih nya kita disbanding agama lain? Kita bisa mengembangkan kodrat ilahi. Hagios = berbeda dari yang lain. Hidup berani diluar kewajaran. maka semakin kudus. tidak bisa dipersekutukan dengan kegelapan. Allah adalah kudus. Selalu berpotensi melakukan kehendak Allah. Itu sebabnya murka thd Israel selalu ada saat mereka berdosa. Kita tidak boleh hidup sama dengan orang lain. dan sekolah. Mencapai level selalu sesuai dengan kehendak Allah. Kondisi hati yang berpotensi selalu sesuai dalam melakukan kehendak Tuhan. Ini potensi batin seseorang. “Kamu harus mencapai apa yang Aku ingini”. kampus. Roh manusia itu pelita Tuhan = nurani (neshamah).

Melihat Allah Horao. Inilah harta abadi. Menyatu dalam nurani kita. Potensi mengerti apa yang menjadi pikiran perasaan Tuhan. .