Anda di halaman 1dari 5

Pertemuan II (Minggu, 14 Februari 2016

)

Tema : Keselamatan

Sub Tema : Maksud Dari Iman atau Percaya Kepada Allah

Bacaan Alkitab : Yakobus 3;2, Roma 10:17, Yakobus 2:17-26, Ibrani 11:1, Ibrani 11:10

Opening
Iman adalah pokok pengajaran yang penting sebab bertalian dengan keselamatan. Iman sering
dipahami sebagai kata benda dari kata kerja percaya atau beriman. Pada dasarnya iman sama
artinya dengan kepercayaan. Percaya kepada Tuhan sama artinya dengan beriman kepada Tuhan.

Jika dalam Alkitab dikatakan bahwa Iman dapat menyelamatkan diri kita. Seperti apakah iman
itu? Dan apakah saat ini kita sudah memiliki iman yang dimaksudkan? Dengan pemberitaan
Firman Tuhan hari ini, teman-teman diharapkan dapat mengerti dan membedakan apa itu iman
yang benar dan bagaimana menggapainya, setiap kita akhirnya pun diselamatkan.

Body
Di dalam Alkitab ada sekiranya tiga jenis Iman yang dapat kita pelajari.

Yang pertama, Iman Keyakinan akan Kuasa Allah.

Iman ini dapat kita temukan dalam Matius 9:27-29 mengenai kisah orang buta yang benar-benar
meyakini bahwa Tuhan Yesus dapat mencelikkan mata mereka untuk dapat melihat kembali.

Kisah lain kita bisa temukan dalam Matius 9:20-22 yang bercerita tentang Janda yang mengalami
pendarahan selama 12 tahun. Janda ini ditengah kerumunan banyak orang yang mengikuti Tuhan
Yesus, berusaha menarik atau menjamah jubah yang dikenakan Tuhan Yesus. Luar biasanya,
Tuhan Yesus mengatakan bahwa iman janda tersebutlah yang telah menyelamatkannya.

Iman jenis ini juga dapat kita temukan dalam Matius 8:5-10 mengenai kisah hamba dari perwira
yang sakit di Kapernaum. Hamba perwira ini begitu yakin bahwa Tuhan Yesus sanggup hanya

Teman-teman pernah merasa pada level iman seperti ini? Mungkin pernah ketemu dengan orang masih pada level ini? Jangan merendahkan yah! Mereka masih perlu dibimbing untuk naik ke tahap selanjutnya.memerintahkan perwira untuk sembuh maka pasti akan sembuh. Bisa saja Tuhan mengizinkan lewat KKR kesembuhan ilahi dan mujizat-mujizat yang spektakuler sehingga orang pun percaya dan menerima Tuhan Yesus dalam hidupnya. berpusat kepentingan dirinya sendiri. semua yang berada pada level iman seperti ini adalah orang-orang yang belum memiliki pengenalan dan kedewasaan yang mendalam akan Tuhan Yesus. . Namun jangan salah. hanya bermodal iman yang cetek ini tidak akan bisa menyelamatkan manusia. Ingat keselamatan didefinisikan sebagai restitution imaginis dei atau pemulihan gambar Allah dalam diri Manusia sehingga mampu memiliki kesucian Ilahi dan kekudusan Allah. Banyak dari mereka hanya mengerti bahwa Tuhan adalah sosok yang penuh kuasa dan dapat membantu memuaskan kepentingan manusia semata-mata. Baik itu demi kesehatan. dan kesuksesan dari diri sendiri. Exploitation. Newbie. Tuhan bisa menggunakan kuasa dan mujizat sebagai sarana untuk tujuan yang lebih penting dan utama. Penekanan yang berlebihan pada iman yang seperti ini dapat mengesankan bahwa Tuhan dapat diperdaya untuk kepentingan-kepentingan manusia. Teman-teman. keluarga. dan lain sebagainya. Alkitab mencatat Tuhan begitu kagum dengan iman hamba ini. mereka yang memiliki iman pada level ini. kebaikan. kemapanan. Apa sih ciri iman ini? Mans Centered. yaitu keselamatan orang itu sendiri.

Yang meninggal dan bangkit pada hari ketiga. Jikalau Yesus manusia biasa. iman itu pada dasarnya kosong dan tak berarti. yaitu Iman Persetujuan Pikiran. Tanpa persetujuan dari diri orang untuk mengenal Tuhan Yesus. Permasalahan yang kemudian muncul. Yang mati di kayu salib menebus dosa seluruh umat manusia. Di dalam ayat kedua dikatakan bahwa Nikodemus meyakini Yesus berasal dari Allah sendiri. Iman seperti ini dapat kita temukan salah satunya dari kisa percakapan seorang Farisi dan pemimpin agama Yahudi. Yang kini terangkat ke sorga dan akan menjemput kita orang percaya diakhir zaman. . Tapi tidak cukup dengan meyakini dan percaya akan fakta diatas dapat menyelamatkan kita.Masuk dalam jenis iman yang kedua. Tanpa perbuatan yang menyertai iman. Dalam Ibrani 11:8-19 dikatakan dengan jelas perjalanan Abraham untuk meninggalkan kenyamanan Ur-Kasdim. Hanya yakin atas fakta diatas tidak akan merubah kepastian keselamatan atas orang percaya. Ia tidak akan mampu mengadakan hal-hal spektakuler di tengah-tengah bangsa Israel waktu itu. Nikodemus yang datang kepada Tuhan Yesus pada malam hari dalam Yohanes 3:1-21. Ini fakta yang tak terbantahkan dan benar-benar telah dan akan terjadi. lalu perbuatan seperti apakah yang harus menyertai dan membuktikan iman yang kita miliki? Iman yang ketiga akan menjawabnya. Iman yang ketiga dan terakhir adalah Iman Keselamatan Tidak usah bingung-bingung mencari contohnya. Iman seperti ini adalah checkpoint awal seseorang untuk mengenal Tuhan Yesus lebih dalam lagi. tidak akan terjadi proses keselamatan dalam hidupnya. Justru Iman yang benar dikatakan dalam Yakobus 2:17-26 ini harus juga menyertakan dengan perbuatan. pelajari saja kisah hidup Abraham. Semua orang Kristen pada umumnya mengakui bahwa Yesus adalah Allah Anak yang turun menjadi Juruselamat semua manusia. Di dalam Yakobus 2:17-26 benar-benar diulas dengan jelas bahwa iman yang menyelamatkan tidak boleh hanya berhenti sekedar dalam pikiran kita.

Sungguh luar biasa. ketika kita punya keinginan. Tidak perlu meragukan dan kecewa jika Tuhan ternyata tidak menolong mereka. aku berserah kepada Engkau.sampai harus menurut ketika Tuhan meminta Ishak. Ada lagi contoh bagus dari Sadrach Mesakh Abednego dari Daniel 3:16-18. Harus meyakini bahwa segala sesuatu yang Tuhan ijinkan terjadi (baik yang menyenangkan atau tidak ) berguna untuk keselamatan kita. Ini berarti bersedia menjadikan Yesus sebagai Raja dan pemilik atas segala kehidupan kita. anaknya yang sangat Ia kasihi untuk di korbankan. Mereka pun tetap dalam pendiriannya memilih tidak menyembah kepada apapun selain kepada Allah yang Benar. Orang yang punya iman seperti ini tidak memaksakan kehendak dan ambisi nya agar Tuhan penuhi. Raja itu marah dan akan menghukum mereka bertiga jikalau mereka bersikeras tidak mau menyembah patung yang Raja buat. melainkan menuruti apapun yang Tuhan ingin kita lakukan. bukan hanya sekedar mengakui bahwa Yesus berasal dari Allah. cita-cita. semoga saja yang kita idam-idamkan Tuhan kabulkan. Iman kepada Tuhan bukan berdasarkan atas segala yang Tuhan lakukan sesuai dengan kesukaan dan selera kita. Mereka tetap beriman terlepas Tuhan akan menolong mereka atau tidak dari penghukuman perapian. Jadi. dan ambisi. Mari kita lihat ciri-ciri iman ini? Surrendered & Unconditional = Iman adalah penurutan akan kehendak Allah. dengan . Ya sudah. Pelajari hidup Tuhan Yesus deh. Lagi pula fokus dari iman yang menyelamatkan haruslah berpusat Tuhan itu sendiri. Contoh lain. Dia sosok yang mampu menampilkan iman yang benar. hendaknya kita benar-benar rela semuanya itu disaring oleh filternya Tuhan. Dalam Filipi 2:5-11 menegaskan penurutan Tuhan Yesus yang rela merendahkan diri demi memenuhi kehendak Bapa di Surga. melainkan juga bersedia untuk menuruti kehendakNya. Jujur kita lebih sering mempercayai dan menyerahkan kepada Tuhan dengan maksud-maksud terselubung. Tokoh iman ini tidak mau menyembah patung yang dibuat oleh Raja Nebukadnezar dari Babel.

Bukan hanya mendambakan tempatnya. tapi juga kebersamaan menjadi hulubalangnya Tuhan di kerajaanNya. Di akhir sejarah dunia nanti. dirinya akan merindukan untuk perwujudan Langit dan Bumi baru yang akan datang. sebagai pribadi yang kita tuju dan kita kasihi. Semakin iman orang tersebut didewasakan. Rindukah kita memiliki iman yang benar itu? Siapkah kita untuk diselamatkan? Seberapa harga yang kamu berani bayar untuk memiliki iman seperti itu? Ingatlah. semakin orang memiliki iman yang yang benar ini. Tentu ini akan menjadi suatu kebanggaan tersendiri. Masih ngga sih kamu put Trust on Him? Masihkah kamu mempercayakan diri kamu sama Tuhan? Atau malahan kecewa dan take control of your life? Focused on The New Upcoming World = Tidak bisa dipungkiri. Suatu lokasi fisik dimana tidak ada dosa dan ketidakadilan. Pertanyaannya.sedikit berharap harapan kita terkabul. Ini negeri yang didambakan oleh Abraham dan segenap orang percaya. jika seandainya Tuhan berlaku sebaliknya. perjuangan dan komitmen kita menggapai iman yang benar akan terbayar ketika Tuhan menemukan diri kita layak untuk berada di sampingNya. Di sanalah kita orang percaya yang memiliki iman yang benar akan bersama-sama memerintah dimana Tuhan Yesus akan menjadi Rajanya. Tuhan akan menemukan dan mengenali kita sebagai pribadi yang layak di samping Tuhan memerintah menjadi Anggota Keluarga Kerajaan Allah. . Amin. yang menyakiti dan mengecewakan kamu. maka penundukkan diri terhadap kehendak Allah akan semakin nampak. Ini harus menjadi achievement utama dalam hidup ini. Closing Perjalanan dalam proses keselamatan tidak lepas dari pertumbuhan iman kita hingga menjadi dewasa menuju kesempurnaan. Kerinduannya berkenan untuk dilayakkan bersama-sama dengan Tuhan di KerajaanNya nanti akan semakin tercium. malah terjadi hal-hal yang kamu ngga duga.