Anda di halaman 1dari 1

SUNDAY BIBLE TEACHING

MALL ARTHA GADING
KHOTBAH DI BUKIT
MATIUS 5:13-16 : MENJADI GARAM DAN TERANG DUNIA

GARAM - MATIUS 5:13
Garam berbicara sebuah kekuatan rasa. Kaitannya dengan hidup kita, kita harus memiliki pengaruh besar untuk mewarnai dunia
sekitar. Harus benar-benar menyengat dan dirasa beda sama orang lain.
Ketika orang berhadapan dan bergaul dengan diri kita, orang lain merasa disentuh oleh ketulusan, kesucian, dan arah hidup kita.
Kita harus sampai menggores dalam jiwa banyak pribadi.

TERANG DUNIA - MATIUS 5:14
Hidup kita harus sampai menunjuk kepada dimensi lain yang orang lain ngga kenal. Inilah dimensi Sorga. Orang melihat perbuatan
dan gaya hidup kita, orang sampai melihat tujuan hidup yang kita tuju. Melihat seperti ini, kita dituntut untuk memiliki perbuatan
yang SUPER DUPER BAIK! Kalau hanya kebaikan standar oleh orang umum, orang ngga bakalan lihat sorga. Orang ngga bakal
merasa di touch sama pribadi Kristus dalam diri kita.

Penting banget kalau orang yang mau seperti ini, harus berani untuk tidak hidup bagi dirinya sendiri. Harus cukup bagi diri sendiri
dan mau jadi “Anggur tercurah dan roti terpecah”. Berani membagi hidup, dan berkorban habis-habisan. Pengorbanan waktu,
tenaga, uang, pikiran dan perasaan harus benar-benar disiapkan. Jangan bisanya ngomong doang, jago khotbah, dan rajin pelayanan
di gereja. DO SOMETHING!!

Banyak orang di luar gereja, bahkan mungkin sanak saudara dan keluarga besar yang perlu di touch sama Kasih Kristus dalam diri
kita. Berani punya hidup untuk dirasa oleh orang lain. Oleh karena itu, tidak boleh ada kebaikan yang menuntut balasan dan upah.
Ini baru kebaikan yang murni. Tidak ada kebaikan tanpa pengorbanan.

Soal harta yang kita miliki, siapakah yang harus kita prioritaskan?

1. Orang Tua; balas budi kebaikan orang tua terlebih dahulu.
2. Mandiri; usahakan diri sendiri atau keluarga sendiri tidak membebankan orang lain dengan berusaha dan bekerja.
3. Keluarga besar; sanak saudara, dan kerabat keluarga yang memang sedang kesusahan dan memang perlu dibantu, kita harus
berani turun tangan.
4. Lingkungan sekitar; meliputi pembantu, sopir, satpam dan tetangga sekitar. Jadilah berkat bagi mereka yang patut dibantu.
5. Gereja; tidak diprioritaskan paling utama. Disarankan untuk berperan dalam mendukung pelayanan dalam Gereja.

KAKI DIAN - MATIUS 5:15
Bagi hidup orang percaya yang bisa sampai mewarnai dengan luarbiasa PLUS memancarkan semangat arah hidup ke Sorga, Tuhan
akan menjanjikan PROMOSI bagi hidup kita. Tuhan beri kesempatan diri kita dibawa ke “tempat yang lebih tinggi”, untuk
mewarnai dan menerangi “seluruh isi di dalam rumah”. Makin tinggi, semakin kuat pengaruhnya, semakin luas menyengat baunya
tercium.

MENULAR – MATIUS 5:16
Segenap tingkah laku orang percaya harus sampai membuat orang lain “ikut memuliakan Bapa di Sorga”. Bukan berarti hanya
membuat orang lain yang melihat perbuatan kita terkagum-kagum akan ke-Kristenan. Malahan harus bisa membuat orang lain pun
ikut memilih untuk memiliki hidup yang kita miliki, yaitu gaya hidup yang benar-benar memuliakan Bapa di Sorga.

Dari satu pribadi kita yang menjadi terang dan garam, kita menunjukkan ke dunia dan mengajak orang lain, sampai melahirkan
lebih banyak pribadi lagi untuk menjadi terang dan garam.

Melihat target yang harus dicapai seperti ini, masih bisa santai-santai?