Anda di halaman 1dari 9

DOKTRIN MENGENAI SORGA 8 – DINAMIKA MASYARAKAT KERAJAAN SORGA (2) (By Dr.

Erastus
Sabdono)

Berulang-ulang dinyatakan dalam Injil bahwa di Sorga ada pemerintahan. Mengapa di Sorga
ada pemerintahan? Hal ini mengesankan bahwa di Sorga masih dibutuhkan usaha untuk menertibkan
suatu masyarakat dan adanya pengaturan untuk menyelenggarakan suatu kehidupan bersama.

Sebenarnya memang demikian adanya. Sorga adalah suatu kehidupan masyarakat yang perlu
pengaturan dan pembenahan terus menerus. Di dalamnya termasuk pengelolaan alam semesta yang
menyimpan berjuta misteri. Pola Tuhan mempercayakan hasil ciptaan-Nya kepada manusia di kitab
kejadian akan terulang di langit baru dan bumi yang baru nanti.

Dalam berbagai kesempatan Tuhan Yesus menyampaikan bahwa orang percaya akan duduk
bersama dengan Dia dalam pemerintahan kerajaan Sorga (Mat 19:28; 20:23; Luk 22:30 dan lain-lain).
Juga dalam bagian lain dalam Alkitab (Rom 8:17; Wah 5:10; 22:1-5 dan lain-lain). Secara khusus dalam
Lukas 22:30 Tuhan Yesus menyatakan bahwa orang percaya yang bersama-sama dengan Tuhan dalam
segala pencobaan akan makan dan minum semeja dengan Tuhan di dalam kerajaan-Nya dan akan duduk
di atas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel.

Menghakimi di sini bukan dalam pengertian “penghakiman untuk menetapkan seseorang
selamat atau tidak”, tetapi pengaturan masyarakat seperti pada jaman hakim-hakim di Israel sebelum
jaman raja-raja. Hakim-hakim di Israel adalah tokoh-tokoh yang mengatur dan memimpin masyarakat
yang berazaskan theokrasi (pemerintah di tangan Allah). Sistim pemerintahan dalam Kerajaan Sorga
nanti adalah sistim pemerintahan Kerajaan-Theokrasi.

Mengapa di Sorga masih ada pemerintahan, suatu usaha untuk menyelenggarakan ketertiban
untuk hidup bersama? Harus diingat bahwa ketika seseorang meninggal, banyak mereka yang tidak atau
belum sempurna, tetapi mereka diperkenan masuk dunia yang akan datang. Jadi kondisi mental mereka
sebelum meninggal itulah kualitas jiwa mereka yang pada hari kebangkitan memperoleh tubuh baru.
Dengan kondisi yang seperti itu, mereka masih harus ditertibkan.

Jadi, masyarakat dunia yang akan datang adalah masyarakat yang belum sempurna, jadi
kemungkinan melakukan suatu tindakan yang tidak tepat atau tidak sempurna bukan sesuatu yang tidak
mungkin. Tentu saja bukan pelanggaran seperti manusia berdosa di bumi kita hari ini. Pelanggaran itu
juga bukan dosa atau kejahatan yang membahayakan orang lain, sebab orang yang tinggal disana adalah
orang-orang yang sudah menunjukan kasih kepada sesamanya (Mat 25:31-46). Ketidak-tepatan tersebut
bukan sesuatu yang fatal, bisa saja karena keadaan mereka yang tidak sempurna atau kebodohan
mereka. Bisa dibayangkan kalau mereka yang masuk dunia yang akan datang ketika lahir di dunia pada

Siapakah mereka mereka yang masuk dunia yang akan datang adalah orang yang belum sempurna? Untuk memperjelas hal ini. Ia adalah Allah yang Adil semua jiwa berharga di mata-Nya. Dengan demikian kematian Tuhan Yesus di kayu salib bukan hanya untuk orang Kristen atau orang Yahudi. Juga orang-orang yang hidup di pedesaan yang jauh dari peradaban modern oleh karenanya masyarakat tersebut membutuhkan penertiban dalam pemerintahan. Darah domba tidak dapat menyucikan dosa manusia. Mereka perlu dididik dan diajar masuk dunia yang lebih beradab. Dia adalah Allah yang mengasihi semua orang bahkan orang-orang non Yahudi. Dalam Alkitab Perjanjian Lama sudah diisyaratkan bahwa semua manusia berharga di mata Allah. Ini adalah harga mati. . sebab tidak ada sarana pengampunan sama sekali. bukan untuk sebagian orang apalagi hanya bagi yang ditentukan untuk menerima pengorbanan-Nya. maka tetaplah dosa mereka. Alkitab menyatakan: “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia. lebih dari manusia lain maka ia bukan Allah yang adil. Tidak ada agama. Lebih baik seseorang tidak pernah mendengar Injil tetapi memiliki perbuatan baik. Menegaskan tema keselamatan di luar orang Kristen untuk melengkapi pembahasan ini. Tetapi dengan pengorbanan-Nya maka bisa diadakan penghakiman. Baik mereka yang mendengar Injil maupun yang tidak mendengar Injil. Hanya darah Tuhan Yesus yang bisa menebus dosa manusia dan menyucikan hati manusia. Tuhan mempertahankan keselamatan orang Niniwe dan lain sebagainya. dari pada mendengar Injil tetapi melawan Tuhan Yesus. Itulah sebabnya orang- orang Yahudi tidak mendapat pengampunan sama sekali ketika mereka mendengar Injil tetapi melawan Mesias yang benar yaitu Tuhan Yesus Kristus (Yoh 9:41). yaitu siapa manusia yang dilayakkan masuk ke kehidupan yang akan datang. maka perlu ada penjelasan yang harus dikemukakan agar tidak terjadi salah pengertian terhadap paparan yang terdahulu. mereka masih berkesempatan masuk dunia yang akan datang.jaman batu. dari manusia pertama Adam sampai manusia terakhir (Yoh 1:29. 36). Di Perjanjian Lama. darah domba yang disembelih hanyalah voucher dari darah sesungguhnya yang dapat menghapus kesalahan. maka semua manusia tanpa penghakiman akan dengan sendirinya terbuang kedalam lautan api. Tuhan Yesus Kristuslah yang memikul semua dosa manusia. yaitu mereka yang tidak bernasib sebagai orang Yahudi. Nilai jiwa manusia sama di mata-Nya. ajaran etika dan segala kepercayaan yang dapat membuat orang selamat atau diperkenankan masuk dunia yang akan datang tanpa pengorbanan Tuhan Yesus Kristus. Kalau kita berpikir orang Yahudi atau manusia dari suku lain lebih berharga dimata Tuhan. tidak bisa tidak harus membahas terlebih secara jelas mengenai siapa yang diperkenankan masuk dunia yang akan datang. sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan” (Kis 4:12). tetapi untuk semua orang. Tuhan mengasihi semua manusia sebelum jaman Abraham. Satu hal yang paling mutlak harus ditegaskan adalah bahwa tidak ada keselamatan di luar Tuhan Yesus Kristus. Dari pernyataan ini jelaslah bahwa Tuhan Yesus mati untuk semua orang. Kalau Tuhan Yesus tidak dapat ke dunia.

Orang-orang inilah yang dimaksud oleh Roma 8:20 sebagai “seluruh makhluk”. Jelas sekali disini bahwa makhluk itu adalah manusia yaitu mereka yang di luar kemauan dan pengertian mereka terlahir sebagai orang-orang yang turut memikul dosa akibat Adam dan Hawa. Hal ini juga akan memicu kita sebagai anak-anak Tuhan untuk menemukan panggilan kita sebagai anak-anak Allah. Juga dikemukakan pula oleh Tuhan Yesus orang yang di masukan ke tempat siksaan karena tidak memiliki kasih (Luk 16:19-31). yaitu melakukan perbuatan baik atau tindakan kasih. mengeluh (Rom 8:22). Hal ini ditunjukkan bahwa mereka memiliki kerinduan untuk menantikan sesuatu (Rom 8:19). Kalau ada orang Kristen yang walaupun mengaku sebagai Kristen tetapi tidak memperlakukan saudaranya dengan benar. tetapi kesempatan untuk memasuki dunia yang akan datang. Makhluk dalam Roma 8 bukanlah binatang sebab makhluk yang disebut dalam Roma 8 tersebut memberi indikasi sebagai manusia. Keselamatan adalah usaha Tuhan mengembalikan manusia kepada rancangan-Nya. Oleh sebab itu keselamatan orang-orang di luar orang percaya tidak disebut sebagai keselamatan. Walaupun Tuhan Yesus mati untuk semua orang tetapi hal ini tidak membuat mereka yang ada di luar Kristen dapat otomatis masuk Sorga. . maka pengorbanan Tuhan Yesus menjadi lebih bernilai atau ditempatkan pada nilai yang orisinil. Mereka bisa menjadi warga masyarakat langit baru dan bumi yang baru. mereka masih harus memiliki tanggung jawab. Ini sangat penting. merekapun tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Sorga. Memang mereka tidak menjadi anak-anak Allah seperti orang percaya tetapi sesungguhnya mereka juga merindukan suatu kehidupan yang lebih baik di dunia lain. Bila kita menerima pemahaman bahwa Tuhan Yesus mati untuk semua manusia. Hal inilah yang membuat mereka diperkenan Tuhan. perbuatan mereka akan menjadi ukuran apakah mereka diperkenankan masuk dunia yang akan datang atau tidak. Harus dibedakan antara keselamatan yang dialami orang percaya dan keselamatan mereka di luar orang percaya. Dalam Alkitab kita menjumpai penjelasan Tuhan yesus mengenai orang-orang yang diperkenankan masuk ke dalam dunia yang akan datang berdasarkan perbuatan baik (Mat 25:14-46). Keselamatan mereka yang ada di luar Kristen tidaklah sama dengan keselamatan yang diterima orang Kristen yang sungguh-sungguh menerima Tuhan Yesus dan mengikut Dia dengan benar. Dalam Matius 25:14-46 dikemukakan sangat jelas sekali bahwa kesempatan untuk ikut menikmati kemuliaan dunia yang akan datang berdasarkan perbuatan baik. dianggap sebagai perlakuan mereka terhadap Tuhan sendiri. Apa yang mereka lakukan terhadap saudara yang membutuhkan pertolongan. dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan (Rom 8:21). memiliki kehendak (Rom 8:20). bahwa pengorbanan Tuhan Yesus Kristus bukan hanya menyelesaikan dosa Adam dan Hawa bagi kita tetapi juga menebus kita dari cara hidup kita yang sia-sia yang kita warisi dari nenek moyang (1 Pet 1:18-19).

Fasilitas yang digunakan juga adalah alam semesta yang sama ini. Pengulangan dunia baru ini bukan hanya milik orang-orang Kristen tetapi juga milik orang-orang yang dihakimi menurut perbuatan dan yang diperkenan masuk ke dalamnya. dunia yang akan datang adalah pengulangan dunia yang pernah dirancang Tuhan. jadi. menyamakan keselamatan bagi umat pilihan sama dengan keselamatan bagi mereka yang bukan umat pilihan. Berkenaan dengan hal tersebut perlu dijelaskan apakah Sorga itu. Mereka diperkenankan hidup di dunia yang akan datang bukan sebagai anggota kerajaan. untuk hidup secara luar biasa (Mat 5:20). Sorga bukanlah alam roh. Harus diingat kalau Alkitab menyatakan bahwa apa yang diciptakan Tuhan semula adalah format yang terbaik (Kej 1:31). Mereka diperkenankan masuk di dunia yang akan datang (langit dan bumi yang baru). Pengajaran mengenai keselamatan menjadi kacau dan orang percaya tidak menemukan tanggung jawab dan panggilannya untuk menjadi umat pilihan yang dipanggil. Hendaknya kita tidak beranggapan bahwa semua orang di luar orang Kristen pasti terbuang ke dalam kegelapan abadi dan tidak diperkenan masuk dunia yang akan datang. Hendaknya kita tidak berpikir salah. yang sering dipahami sebagai Sorga. Tetapi mereka hanya menjadi anggota masyarakat bukan memerintah bersama dengan Kristus yang adalah Rajanya. tetapi alam fisik seperti yang kita kenal sekarang ini. Oleh sebab itu sebagai orang percaya yang memiliki karunia sulung roh kita harus sungguh-sungguh mendahulukan kerajaan Allah. Kesalahan ini mengakibatkan sesuatu yang sangat fatal. maka berarti tidak ada format yang lebih baik dari itu. Dalam hal ini perbuatan baik merupakan ukuran keselamatan mereka. dipersiapkan menjadi anak-anak kerajaan atau mempelai Tuhan Yesus yang layak dipermuliakan bersama-sama dengan Dia. . Mereka ikut menikmati kemuliaan yang diterima anak-anak Allah pada waktu anak-anak Allah dinyatakan (tentu mereka menjadi anggota masyarakat bukan pejabat). Sesuai dengan Roma 8 semua makhluk itu juga memperoleh kesempatan masuk dunia yang akan datang. dimana kehidupan yang pernah dirancang oleh Tuhan pada penciptaan semula (Kej 1-2) akan direalisasi. Kesalahan banyak orang Kristen selama ini adalah memahami keselamatan secara tidak tepat.Itulah sebabnya di hampir semua agama dan keyakinan selalu ada pengharapan kehidupan di balik kubur. seolah-olah hanya orang Kristen yang dapat memperoleh kesempatan tinggal dalam dunia yang akan datang. ini tidak tepat. tetapi keselamatan mereka tidak seperti keselamatan yang dimiliki oleh orang percaya. Inilah orang-orang yang memiliki karunia sulung roh (Rom 8:23). Mereka akan dimerdekakan dari kebinasaan artinya mereka tidak turut terbuang kedalam lautan api. Sorga adalah dunia yang baru (langit dan bumi yang baru). Anak-anak yang menjadi anggota kerajaan adalah orang percaya yang menderita bersama-sama dengan Tuhan Yesus sehingga merekapun juga dipermuliakan dan memerintah bersama-sama dengan Tuhan Yesus (Rom 8:17). Selama ini banyak orang Kristen berpikir bahwa semua orang di luar kristen pasti masuk neraka.

Pada akhir jaman nanti semua mata akan terbuka dan menyadari bahwa hanya Yesus Kristus adalah Juru Selamat yang membawa manusia kepada keselamatan. Mereka tidak dipermuliakan bersama dengan Kristus. bukan menurut imannya. Inilah Injil itu. Sedangkan keselamatan bagi orang yang bukan umat pilihan hanyalah kesempatan untuk masuk dunia yang akan datang setelah dihakimi. Harus dicatat bahwa tidak ada keselamatan di luar Kristen sebab hanya darah Tuhan Yesuslah yang menghapus dosa dunia (Yoh 1:29). tetapi bukan keselamatan seperti yang dimiliki umat pilihan. Jika tidak ada pengorbanan darah Tuhan Yesus Kristus maka tidak akan ada keselamatan sama sekali. Mereka hanya masyarakat atau rakyat. Orang beriman pasti selamat. sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama . kabar baik. Wah 19:11). Sebab yang tertulis dalam kitab kehidupan Anak Domba hanyalah mereka yang menjadi umat pilihan Allah dan yang menang artinya mengikuti jejak Tuhan Yesus (Wah 13:8. Mereka dipermuliakan bersama dengan Kristus. Mereka akan dihakimi menurut perbuatannya”. Mereka yang menolak Kristus sudah di bawah hukum (Yoh 3:16-18). Dalam kenyataan hidup ini ada pula orang-orang yang tidak menolak tetapi juga tidak menerima. Justru karena adanya salib itulah makanya penghakiman bisa digelar. Penghakiman terhadap mereka yang tidak mendengarkan Injil dan yang tidak menerima Kristus itu tidak berdasarkan iman tetapi perbuatan. Nama mereka bisa tertulis dalam kitab kehidupan tetapi bukan kita kehidupan Anak Domba (Wah 20:12. itulah dikatakan bahwa keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia. Itulah sebabnya dalam Alkitab berulang-ulang ditulis bahwa semua orang akan dihakimi menurut perbuatannya. tetapi juga bagi bangsa Israel yang menyembelih domba sebagai lambangnya dan semua manusia yang tidak pernah mendengar Injil (Ibr 9:13. Mereka tidak menjadi pejabat dalam kerajaan Tuhan Yesus Kristus. Itulah sebabnya di luar agama kristen ada keselamatan. Untuk mereka Tuhan Yesus berkata: “Siapa yang tidak melawan kamu di pihak kamu (Luk 9:50). hanya sebagai lambang atau voucher (Ibr 10:4). Tetapi sejatinya darah binatang tidak bisa menyucikan. 15). Penebusan dosa itu bukan hanya berlaku bagi orang Kristen. Tanpa salib Kristus maka semua manusia tanpa penghakiman langsung dibuang ke dalam lautan api. Dengan kesempurnaan karakter tersebut orang diperkenankan untuk memerintah bersama dengan Kristus. Itulah sebabnya hanya nama Yesus yang bisa menyelamatkan. 21:27). pasti binasa. Injil yang sebenarnya menyelamatkan mereka (Rom 2:6-16). 19). tidak ada lagi penghakiman atasnya. Hanya darah Yesus yang menyelamatkan. sebagai anggota keluarga Raja atau bangsawan yang memerintah. tetapi orang yang menolak Injil secara terang-terangan dan sengaja memiliki reaksi menentang Injil walau sudah mendengar Injil. Dalam hal ini yang berhak menghakimi mereka adalah Tuhan Yesus Kristus sebab Tuhan Yesus Kristus telah mati bagi semua orang (Yoh 8:16. sebaik apapun orang itu.

Tuhan yang akan menghakimi seseorang berdasarkan pengertian tentang apa yang baik dan apa yang buruk yang dimiliki masing-masing individu. Ironisnya tidak sedikit orang Kristen yang mestinya mengerti bagaimana mempraktekkan kasih tetapi ternyata tidak memperlakukan sesamanya dengan baik. bahwa bagi orang non Yahudi dosa berarti pelanggaran terhadap hati nurani. Dalam hal ini. Tentu suara hati mereka terekspresi dalam tindakan konkrit.lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan (Kis 4:12). Walaupun mereka tidak menerima Yesus tetapi mereka memperlakukan sesamanya secara benar. yaitu torat Tuhan (Rom 2:12-15). Pengertian mengenai kebaikan dan kejahatan disimpulkan sebagai banyak kitab yang menjadi ukuran penghakiman nanti (Wahyu 20:12). . sebab hati nurani seseorang terbentuk melalui pengalaman hidup dari lingkungannya. Walaupun manusia jatuh dalam dosa tetapi Tuhan masih menulis hukum-Nya di dalam hati manusia. Mereka akan diperkenan masuk dunia yang akan datang. Suatu tindakan yang dinilai baik atas seseorang belum tentu bisa menjadi ukuran kebaikan untuk yang lain. perbuatan baik adalah ciri atau tanda seseorang memberi diri untuk diperkenankan masuk dunia yang akan datang (Mat 25:31-46). Hukum torat yang ditulis dalam hati mereka inilah yang disebut sebagai hati nurani. Sebab penghakiman ini berdasarkan suara hati nurani mereka (Rom 2:16). Dalam teks tersebut disinggung oleh Paulus bahwa orang yang tidak memiliki hukum torat yang tertulis harafiah. mereka tidak melawan Injil. sifatnya sangat batiniah. Di dalam kitab-kitab itu tertulis hukum-hukum. bukan umat yang terpilih). Orang percaya bukan saja dipanggil untuk berbuat baik tetapi melakukan kehendak Bapa atau menjadi “berkenan kepada Bapa” Paulus mengemukakan kebenaran dalam Roma 2:12-16. Hukum-hukum tersebut adalah pengertian mengenai apa yang baik dan buruk menurut pengertian masing-masing individu dan komunitas. Penghakiman Tuhan ini sangat rahasia dan misteri kepada masing-masing individu. Sedangkan suatu tindakan yang yang dinilai buruk atau salah belum tentu bisa menjadi ukuran keburukan bagi yang lain. Bagi orang yang tidak mengenal Injil atau tidak mendengar Injil dengan benar. Tuhan yang menulisnya. Namun harus dicatat bahwa tindakan atau prilaku yang kelihatan bukanlah ukuran untuk umum tetapi tergantung pengertian seseorang terhadap kebenaran moral. Ini berarti mereka mendengar hati nurani mereka dan melakukan apa yang tertulis dalam hati nurani mereka. mereka memiliki hukum di dalam hati mereka. Oleh sebab itu kita harus menjadi saksi agar nama Tuhan Yesus dikenal semua orang dan mereka menjadi percaya (karena banyak faktor. Jadi. Berbicara mengenai hati nurani ukurannya sangat relatif.

Kesimpulan dari penjelasan diatas ini adalah bahwa Tuhan mengasihi semua orang sama dan sejajar secara individu. Tuhan tidak mungkin mengasihi orang Yahudi secara individu lebih dari bangsa lain. Menurut para ahli ia hidup sebelum jaman Abraham. Kita tidak tahu ritual apakah yang digunakan oleh Ayub. Ayub selalu mempersembahkan korban bakaran dan memohon ampun atas kesalahan anak-anaknya. Dalam hal ini nampaklah bahwa nilai umat pilihan secara jasmani (bangsa Israel) bukan hanya terletak pada kenyataan bahwa mereka adalah keturunan Abraham. Jika kita perhatikan apa yang ditulis Paulus dalam Roma 2:12-15. Dari kisah kehidupan Ayub ditemukan bahwa Tuhan mengasihi semua manusia individu per individu secara adil. Ayub seorang yang saleh dan jujur. Nuh dan lain sebagainya bukanlah orang Yahudi. bahwa sebelum jaman Abraham semua tokoh-tokoh yang saleh di Alkitab yang menjadi kekasih-kekasih Tuhan termasuk Set. Tetapi keselamatan bukan monopoli milik orang Yahudi. Perlu dicatat pula sebagai bahan renungan. Justru sebaliknya sebagian besar bangsa Israel telah menolak Mesias yang sebenarnya mereka sedang nantikan. Allah bukanlah Allah yang diskriminatif. Salah satunya adalah Ayub. Itulah sebabnya Alkitab menyatakan bahwa mengenai Injil mereka adalah seteru Allah oleh karena orang percaya. ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. tetapi mengenai pilihan mereka adalah kekasih Allah oleh karena nenek moyang (Rom 11:28). tetapi apakah mereka melakukan hukum torat atau tidak. Bangsa Yahudi disebut sebagai bangsa atau umat pilihan sebab dari bangsa itu lahir Mesias. Dengan demikian kita tidak mudah menjatuhkan vonis bahwa orang yang hidup di luar bangsa pilihan Allah yaitu orang Israel dan Kristen pasti tidak diperkenan untuk masuk ke dalam kehidupan yang akan datang. Sebab sekalipun seseorang bukan keturunan Abraham tetapi kalau melakukan hukum torat. Walaupun bangsa non Yahudi tidak memiliki torat yang tertulis tetapi melakukan torat yang tertulis di hati mereka maka perbuatannya tersebut yang membenarkan dia. Individu per individu artinya secara pribadi masing-masing orang. bukan secara komunitas suatu bangsa atau kelompok. Allah Anak akan datang ke dunia melalui bangsa itu dan memberitakan Injil pertama-tama kepada bangsa itu. Sebenarnya Tuhan berurusan dengan semua manusia ciptaan secara serius. Tetapi mereka pun juga sangat diperhatikan oleh Allah. Hal ini penting sekali untuk diperhatikan. Henokh. Ia bukan orang Yahudi tetapi ia seorang yang saleh menjauhi kejahatan dan bisa dikatakan berkenan di hadapan Tuhan dibanding manusia pada jamannya (Ayub 1:1-5). Juru Selamat dunia. Keselamatan adalah milik semua manusia di muka bumi ini. . Hal ini ditunjukkan oleh kisah kehidupan Ayub sebagai orang non Yahudi. Yang diakui sebagai orang yang berhak memiliki hukum torat bukanlah Yahudi oleh karena darah yang mengalir di dagingnya tetapi perbuatan dalam melakukan torat. menunjukan bahwa Tuhan tidak diskriminatif. Namun demikian Tuhan begitu sangat mengasihi Ayub. Ayub bukanlah orang Yahudi. misalnya orang Cina. Tuhan memproses Ayub untuk menjadi manusia yang cemerlang di mata Allah untuk ukuran manusia Perjanjian Lama. maka ia pun berharga di mata Tuhan. Dalam hal ini kita harus memahami apa yang dimaksud dengan umat atau bangsa pilihan Allah.

Ayub berkata: karena ia tahu jalan hidupku. bukan kekuatan anak Tuhan. Dengan penjelasan ini maka kita tidak lagi memandang bangsa Israel atau orang Yahudi per individu secara eksklusif. Semua orang yang jatuh dalam dosa adalah orang yang tidak bisa berbuat baik sama sekali. adalah mereka yang mengekspresikan torat itu dalam berbagai prilaku dan ritual atau ceremonial ibadah. Kita tidak boleh menyoroti ritual mereka dengan kacamata torat Yahudi apalagi kacamata iman Kristen.sebab pada waktu itu belum ada torat. Dengan demikian Tuhan juga memproses orang-orang di luar Yahudi dan Kristen untuk memiliki kelayakan di hadapan Tuhan (tentu dengan ukuran manusia Perjanjian Lama). Dunia yang akan datang adalah milik Tuhan yang diperuntukkan bagi semua manusia yang tertulis dalam kitab kehidupan. Tidak eksklusifnya bangsa itu juga diisyarakatkan oleh fakta bahwa raja-raja Yehuda dan nenek moyang Mesias juga berasal dari keturunan non Yahudi yaitu Rut orang Moab (Mat 1:5). ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan (Ayub 1:1). Tentu setiap bangsa memiliki cara sendiri-sendiri untuk mengekspresikan torat yang tertulis di dalam nurani mereka. Sebagai anak-anak Allah yang Maha Tinggi kita rela orang non Kristen bisa masuk dunia yang akan datang. Orang saleh seperti Ayub sebagi kekasih Tuhan mustahil tidak masuk Sorga atau dunia yang akan datang. Terpenting yang kita harus pahami adalah mereka yang tidak memiliki torat yang tertulis diatas loh batu dan kitab. Eksklusifitas bangsa itu hanya terletak pada komunitas mereka sebagai pewaris pengenalan akan Allah dan bangsa dari mana Mesias dilahirkan. Tetapi Ayub memiliki kesalehan yang lebih dari orang lain pada jamannya. sehingga dunia yang akan datang bukanlah monopoli orang percaya. Tuhan meningkatkan kualitas hidup Ayub. Selama ini banyak orang Kristen berpendirian bahwa orang-orang yang tidak menjadi umat pilihan Allah baik orang Yahudi umat pilihan Allah secara jasmani dan umat pilihan Allah secara rohani tidak bisa berbuat baik. Itulah sebabnya dalam 1 Korintus 10:13 dikatakan bahwa pencobaan-pencobaan yang kita alami ialah pencobaan-pencobaan biasa. Apakah kita dapat membantah pernyataan Alkitab bahwa Ayub seorang yang saleh dan jujur. Misalnya adalah bagaimana setiap individu memperlakukan sesamanya di tengah segala pergumulan hidupnya. Dari pengalaman hidup Ayub dapatlah disimpulkan bahwa Allah semesta alam juga mengupayakan kecemerlangan hidup orang-orang non Yahudi dan non Kristen. aku akan timbul seperti emas (Ayub 23:10). Pandangan ini sangat naïf dan picik. sebab kenyataannya Ayub bukan orang Yahudi dan bukan orang Kristen. Namun satu hal yang kita tahu bahwa Allah menulis torat-Nya di dalam nurani setiap insan (Rom 2:112-15). seandainya ia menguji aku. . yang tidak melebihi kekuatan manusia. Hal ini menunjukan bahwa semua manusia juga mengalami pencobaan. Perhatikanlah kalimat “kekuatan manusia”. Hal ini penting untuk menyoroti hal keselamatan di luar bangsa Yahudi dan non Kristen. Hal ini terbukti dalam kehidupan manusia di sekitar kita. Tentu masih banyak Ayub lainnya di dunia ini yang juga akan dimungkinkan masuk dunia yang akan datang. Pada kenyataanya semua manusia juga mengalami berbagai permasalahan hidup yang disebut sebagai pencobaan. Melalui segala pencobaan berat yang dialami oleh Ayub.

sebab kita yang akan memerintah dan mengatur mereka di Kerajaan Tuhan kita Yesus Kristus. Perbandingan yang dipaparkan di penjelasan terdahulu hanya ingin membandingkan kehidupan orang Kristen yang sejati dengan mereka yang hidup di luar Injil. yaitu mereka yang belum sempurna. mereka yang tidak mengenal Injil menerima kesempatan masuk dunia yang akan datang. maka kita harus memiliki kualitas hidup yang jauh lebih tinggi dari kualitas hidup mereka dan semua orang di luar orang percaya. . sebab mereka harus sempurna seperti Bapa di Sorga (Mat 5:48). Kita dituntut untuk memiliki iman yang sempurna agar layak menjadi pejabat-Nya. Dengan perbuatan baik yaitu dalam kasih yang terbatas. terlebih kita yang menjadi anggota kerajaan. kita mengerti betapa sulitnya menjadi orang Kristen yang sejati. Kalau Ayub dan orang-orang Perjanjian Lama bisa mencapai kesalehan hidup sedemikian tingginya. Jadi. Dengan hal ini maka nampaklah betapa tinggi tuntutan yang dikenakan kepada semua orang percaya. Kita pasti berbeda dengan mereka yang tidak mengenal Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juru selamat.