Anda di halaman 1dari 1001

ISBN: 978-602-61512-0-9

i

PROSIDING

SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN PGRI TAHUN 2017

ISBN : 978-602-61512-0-9
REVIEWER
1. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd (Universitas Negeri Jakarta)
2. Dr. Supardi US, M.Pd, MM (Universitas Indraprasta PGRI)
3. Dr. Fathiaty Murthado, M.Pd (Universitas Negeri Jakarta)
4. Dr. Tahrun, M.Pd (Universitas PGRI Palembang)
5. Dr. Dessy Wardiah, M.Pd (Universitas PGRI Palembang)
6. Dr. Muhammad Kristiawan, M.Pd (Universitas PGRI Palembang)
7. Dr. Sigit Ricahyono, S.S, M.Pd (Universitas PGRI Madiun)
8. Dr. Hasbullah (Universitas Indraprasta PGRI)
9. Dian Nuzulia, M.Pd (Universitas PGRI Palembang)
10. Yudi Darma, M.Pd (IKIP PGRI Pontianak)
11. Rahmatullah, M.Si (Universitas Indraprasta PGRI)

Diterbitkan oleh Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB
PGRI)
Jl. Tanah Abang III No. 24 Jakarta 10160 Indonesia
Email : pbpgri@pgri.or.id
Cetakan Pertama, April 2017
Hak Cipta dilindungi undang-undang pada Penulis. Dilarang memperbanyak
sebagian atau seluruh isi buku ini dalam bentuk apapun, baik secara elektronik maupun
mekanik. Termasuk memfotokopi, merekam, atau dengan menggunakan system
penyimpanan lainnya, tanpa izin tertulis dari penerbit.
UNDANG – UNDANG NOMOR 19 TAHUN 2002 TENTANG HAK CIPTA
1. Barang siapa dengan sengaja dan tanpa hak mengumumkan atau memperbanyak
suatu ciptaan atau memberi izin untuk itu, dipidana dengan pidana penjara paling
lama 7 (tujuh) tahun dan / atau denda paling banyak Rp. 5.000.000.000,- (lima
milyar rupiah).
2. Barang siapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau
menjual kepada umum suatu ciptaan atau barang hasil pelanggaran Hak Cipta atau
Hak Terkait sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dipidana dengan pidana
penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak RP.
500.000.000,- (lima ratus juta rupiah).

ii

SAMBUTAN

Puji syukur dipanjatkan ke hadirat Allah Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan
hidayah yang telah diberikan kepada kita semua. Badan Pembina Lembaga Pendidikan (BPLP)
PGRI berupaya keras untuk turut mendorong dan memfasilitasi setiap lembaga pendidikan
mulai satuan pendidikan jenjang PAUD, pendidikan masyarakat, pendidikan dasar, pendidikan
menengah, pendidikan tinggi hingga badan penyelenggara pendidikan agar tumbuh
berkembang dan berkualitas. Salah satu upaya dimaksud yaitu dengan diselenggarakannya
Seminar Nasional Pendidikan (SNP) PGRI 2017 bersamaan dengan kegiatan Pekan Olah Raga
dan Seni Mahasiswa (PORSENASMA) III PT PGRI bertempat di Universitas PGRI
Palembang Sumatera Selatan.
Seminar Nasional Pendidikan (SNP) PGRI 2017 diselenggarakan oleh Badan Pembina
Lembaga Pendidikan (BPLP) PGRI bekerjasama dengan Universitas PGRI Palembang,
Universitas Indraprasta PGRI, Universitas PGRI Madiun dan IKIP PGRI Pontianak. Seminar
Nasional ini mengangkat tema “Pengembangan Pendidikan Karakter Untuk Meningkatkan
Marwah Bangsa”. Tema ini diangkat dengan sejumlah pemikiran bahwa pendidikan karakter
telah menjadi program prioritas pemerintah seperti yang tertuang dalam Nawacita Kabinet
Kerja Pemerintahan Jokowi-JK dalam rangka mempersiapkan generasi muda yang berkualitas.
Dalam beberapa tahun mendatang pendidikan nasional akan terus menghadapi tantangan
dalam upaya mewujudkan keunggulan bangsa di era globalisasi, khususnya dalam ASEAN
Economic Community (AEC) yang telah dimulai sejak tahun 2015. Daya saing Indonesia di
pentas global belum beranjak naik walaupun secara politis anggaran pendidikan memang telah
mencapai 20% dari APBN. Namun demikian, sesungguhnya secara empirik angaran tersebut
masih sangat kecil, karena APBN pendidikan masih harus dibagi setidaknya pada 14
kementerian untuk pendidikan kedinasan, belanja gaji dan tunjangan guru yang mencakup di
atas 35%. Selain itu juga, anggaran yang tersebar di beberapa kabupaten/kota yang belum tepat
alokasinya. Gejala ini menunjukan bahwa Pemerintah masih perlu ditingkatkan kemampuannya
dalam mengemban amanat pasal 31 ayat (4) UUD-1945 dan Deklarasi HAM (1948) dalam
mewujudkan free and compulsory basic education.
Dalam upaya peningatan mutu pendidikan, Pemerintah masih menganggap bahwa konsep
supremacy seolah lebih penting ketimbang konsep capacity. Kejuaraan dalam olimpiade
menerapkan konsep supremacy karena yang menang hanya orang-perorang yang jumlahnya
kecil dan tidak terkait langsung dengan kapasitas bangsa dalam penguasaan ipteks. Namun,
keikutsertaan dalam Olimpiade justru mendapat perhatian yang jauh lebih besar ketimbang
memperkuat kapasitas bangsa dalam peningkatan mutu dan keunggulan. Ke depan,
pembangunan pendidikan nasional harus menerapkan konsep capacity, yang dimulai dari
penguatan Lembaga Pendidikan tenaga Kependidikan (LPTK) untuk penyiapan guru,
pengembangan profesi guru, serta melengkapi sarana belajar dalam rangka peningkatan mutu
pendidikan.
Disamping penguatan mutu pendidikan, pemerintah perlu menanamkan nilai-nilai
karakter bangsa dalam pendidikan. Pendidikan di Indonesia belum sepenuhnya berhasil
membentuk generasi muda yang unggul dan berkarakter. Melunturnya sebagian nilai-nilai
karakter bangsa pada generasi muda disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya melalui
faktor internal yang merupakan faktor-faktor yang disebabkan oleh manusia itu sendiri. Dalam
lingkup terkecil di masyarakat yaitu keluarga, dimana pola hidup yang semakin sibuk dan serba
modern mengakibatkan hilangnya fungsi-fungsi keluarga, minimnya komunikasi antara orang
tua dan anak mengakibatkan anak merasa kurang diperhatikan. Fenomena ini menyebabkan
sebagian anak lebih memilih untuk bergaul dengan lingkungan yang salah. Rasa diabaikan
pada diri anak akan menyebabkan labilnya emosi dan penalaran pada diri anak sehingga

iii

berdampak pada kenakalan, tawuran, penyalahgunaan narkoba, miras, perilaku seks bebas dan
sebagainya.
Faktor lain yang mengakibatkan lunturnya sebagian nilai karakter bangsa yaitu faktor
lingkungan masyarakat. Pola kehidupan di lingkungan masyarakat saat ini yang selalu mencari
alternatif termudah dan jalan pintas dalam menyelesaikan segala permasalahan mengakibatkan
lunturnya nilai-nilai kehidupan yang ada di dalamnya seperti: gotong royong, kerukunan
beragama dan bermasyarakat, hukum dan keadilan, demokrasi dan sebagainya.
Melalui seminar nasional ini diharapkan memberikan kontribusi pemikiran-pemikiran
ilmiah dari para pemakalah dalam pengembangan pendidikan menuju bangsa yang maju,
modern, dan berkualitas dengan memegang teguh nilai-nilai karakter bangsa yang
berlandaskan Pancasila. Pemikiran, gagasan dan hasil-hasil penelitian yang dipresentasikan
dalam kegiatan Seminar Nasional Pendidikan ini diharapkan dapat memberikan pencerahan
dalam rangka revitalisasi pendidikan karakter sehingga dapat mengembalikan dan menjaga
marwah bangsa. Untuk semua pihak yang telah berkontribusi untuk terselenggaranya kegiatan
seminar ini, kami ucapkan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya.

Palembang, 27 April 2017
Badan Pembina Lembaga Pendidikan PGRI
Ketua,

Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd

iv

KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Alhamdulillahi rabbil’alamin. Segala puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah
SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga prosiding ini dapat
terselesaikan dengan baik. Prosiding ini berisi kumpulan makalah dari berbagai perguruan
tinggi di Indonesia yang telah dipresentasikan dan didiskusikan dalam Seminar Nasional
Pendidikan PGRI 2017
Seminar Nasional Pendidikan PGRI tahun 2017 disingkat SNP PGRI 2017
diselenggarakan oleh Badan Pembina Lembaga Pendidikan PGRI bekerjasama dengan
Universitas PGRI Palembang, Universitas Indraprasta PGRI, Uiversitas PGRI Madiun dan
IKIP PGRI Pontianak yang di selenggarakan di Palembang pada hari Kamis, 27 April 2017.
Seminar ini mengangkat tema “Pengembangan Pendidikan Karakter Untuk Meningkatkan
Marwah Bangsa”. Prosiding ini disusun untuk mendokumentasikan gagasan dan hasil
penelitian terkait Karakter Bangsa. Dengan demikian, seluruh pihak yang terlibat dalam dunia
pendidikan dapat terus termotivasi dan bersinergi untuk berperan aktif membangun pendidikan
Indonesia yang berkualitas melalui pendidikan karakter.
Dalam penyelesaian prosiding ini, kami menyadari bahwa dalam proses
penyelesaiaannya tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak. Untuk itu pada kesempatan ini
panitia menyampaikan ucapan terima kasih dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya,
kepada :
1. Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal Pengurus Besar (PB) PGRI berserta jajaran pengurus,
atas segala dukungan dan fasilitas untuk kegiatan ini;
2. Ketua Badan Pembina Lembaga Pendidikan PGRI, Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd. beserta
seluruh jajaran pengurus yang telah memberikan dukungan dan memfasilitasi dalam
kegiatan ini.
3. Rektor Universitas PGRI Palembang, Dr. Syarwani Ahmad, M.M., atas segala dukungan
dan fasilitas tempat dalam penyelengaraan kegiatan ini.
4. Rektor Universitas Indraprasta PGRI, Prof. Dr. Sumaryoto, atas segala dukungan dan
fasilitas dalam kegiatan ini.
5. Rektor Universitas PGRI Madiun, Dr. Parji, M.Pd., atas segala dukungan dan fasilitas
kegiatan ini.
6. Rektor IKIP PGRI Pontianak, Prof. Dr. Samion H. AR. M.Pd., atas segala dukungan dalam
kegiatan ini.
7. Bapak/Ibu panitia yang telah meluangkan waktu, tenaga, serta pemikiran demi kesuksesan
acara ini.
8. Bapak/Ibu seluruh dosen, guru dan pejabat instansi penyumbang artikel hasil penelitian
dan pemikiran ilmiahnya dalam kegiatan seminar nasional ini.
Kami menyadari bahwa prosiding ini tentu saja tidak luput dari kekurangan, untuk itu
segala saran dan kritik kami harapkan demi perbaikan prosiding pada terbitan tahun yang akan
datang. Akhirnya kami berharap prosiding ini dapat bermanfaat bagi seluruh pihak terkait.

Wassalamualaikum Wr. Wb.
Palembang, 27 April 2017
Ketua Panitia

Dr. Supardi US

v

DAFTAR ISI
SAMBUTAN ......................................................................................................................iii
PENGANTAR....................................................................................................................v
DAFTAR ISI......................................................................................................................vi

PEMAKALAH UTAMA
1. Peranan LPTK Dalam Penguatan Karakter Calon Pendidik
Dr. H. Syarwani Ahmad, M.M. - Universitas PGRI Palembang........................ 1-10

2. Pendidikan Karakter Dan Pembiasaan Akhlak Mulia Dalam Pembelajaran
Prof. Dr. Samion, H.AR.,M.Pd. - IKIP PGRI Pontianak.................................... 11-16

3. Peran Strategis Perguruan Tinggi Dalam Mengembangkan Karakter Dan Daya
Saing Bangsa
Dr. Parji, M.Pd – Universitas PGRI Madiun....................................................... 17-23

4. Wayang Sebagai Media Pembelajaran Pendidikan Karakter
Dendi Pratama, M.M, M.Sn - Universitas Indraprasta PGRI Jakarta................. 24-29

TEMA I : PENDIDIKAN KAREKTER TERKAIT PENDIDIKAN IPS
5. Implementasi Pendidikan Karakter di Program Studi Pendidikan Geografi
Universitas PGRI Palangka Raya
Dedy Norsansi - Universitas PGRI Palangka Raya................................................. 30-38
6. Pendidikan Kewarganegaraan Sebagai Pijakan Menumbuhkembangkan Karakter
Patriotisme
Maryanto dan Nor Khoiriyah - Universitas PGRI Semarang................................ 39-45

7. Nilai-Nilai Karakter Dalam Pelajaran Akuntansi
Fitriyanti - Universitas Sriwijaya Palembang......................................................... 46-50

8. Penerapan Model Mind Mapping Untuk Meningkatkan Penguasaan Materi IPS
Tahun Ajaran 2016/2017
Kukuh Wurdianto - Universitas PGRI Palangka Raya........................................... 51-55

9. Persepsi Mahasiswa Pendidikan Akuntansi Atas Perilaku Tidak Etis Akuntan
(Studi Kasus Universitas PGRI Madiun)
Moh. Ubaidillah - Universitas PGRI Madiun......................................................... 56-60

vi

10. Persepsi Guru Pamong Terhadap Mahasiswa Praktek Pengalaman Lapangan
(PPL) Program Studi Pendidikan Akuntansi Universitas PGRI Palembang Tahun
2015
Neta Dian Lestari - Universitas PGRI Palembang................................................. 61-70

11. Pengaruh Motivasi dan Minat Belajar Siswa Terhadap Prestasi Belajar Pada Mata
Pelajaran IPS
Silvia Arianti-Universitas PGRI Palangka Raya.................................................... 71-76

12. Kinerja Keuangan Koperasi Pelajar SMK YP Gajah Mada Palembang Dilihat
Dari Rasio Likuiditas, Solvabilitas, Aktivitas, dan Profitabilitas
Diana Widhi Rachmawati - Universitas PGRI Palembang..................................... 77-81

13. Peranan Guru Bimbingan Dan Konseling Terhadap Pembentukan Moral dan
Karakter Anak Bangsa
Megawati Samerudin - Universitas PGRI Palembang............................................ 82-89

14. Analisis Kemampuan Mahasiswa Dalam Menyelesaikan Jurnal Penyesuaian
Pada Mata Kuliah Dasar-Dasar Akuntansi Keuangan I Program Studi Pendidikan
Akuntansi
Erma Yuliani - Universitas PGRI Palembang......................................................... 90-98

TEMA II: PENDIDIKAN KARAKTER TERKAIT PENDIDIKAN MATEMATIKA
15. Perbandingan Penerapan Model Pembelajaran STAD (Student Team
Achievement Division) Dengan Model Pembelajaran TAI (Team Assisted
Individualization) Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas V Sekolah
Dasar Negeri di Kecamatan Balerejo Kabupaten Madiun
Arni Gemilang Harsanti - Universitas PGRI Madiun............................................. 99-107

16. Implementasi Pendidikan Karakter Pada Mata Kuliah Matematika Prodi PGSD
Universitas PGRI Madiun
Fida Rahmawantika Hadi - Universitas PGRI Madiun.......................................... 108-112

17. Model Pembelajaran Generatif (MPG) Berbantuan Blended Learning Untuk
Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Mahasiswa
Jayanti dan Rahmawati - Universitas PGRI Palembang........................................ 113-118

18. Pembentukan Karakter Siswa Melalui Pembelajaran Matematika Active Learning
Berbantuan Media Kartu Umbul
Rissa Prima Kurniawati - Universitas PGRI Madiun............................................. 119-126

19. Pengembangan Pendidikan Karakter Melalui Pembelajaran Matematika
Supardi U.S - Universitas Indraprasta PGRI Jakarta............................................ 127-135

20. Pengembangan Bahan Ajar Berbasis PMRI Pada Materi Segiempat Untuk Siswa
SMP Kelas VII
Yeli Arista, Lusiana dan Marhamah - Universitas PGRI Palembang.................... 136-143

vii

21. Hubungan Antara Pemahaman Konseptual Dengan Prosedural Mahasiswa (Studi
Korelasional Terhadap Kemampuan Matematis Dipandang Dari Aspek Karakter)
Yudi Darma, Rahman Haryadi dan Abdillah - IKIP PGRI Pontianak................... 144-149

22. Disain Didaktis Aplikasi Integral Untuk Perkembangan Karakter Mahasiswa
Calon Guru Pada Volume Benda Putar
Lusiana - Universitas PGRI Palembang................................................................. 150-155

23. Model Pembelajaran Blended Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar
Mahasiswa Pada Mata Kuliah Metode Statistika
Yunika Lestaria N., Misdalina dan Marhamah - Universitas PGRI Palembang... 156-163

24. Penggunaan Bahan Organik Sebagai Alat Peraga Sederhana Pada materi Arus
Listrik Searah
Patricia Lubis - Universitas PGRI Palembang....................................................... 164-167

TEMA III: PENDIDIKAN KARAKTER TERKAIT PENDIDIKAN IPA
25. Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Lectora Inspire dalam
Pembelajaran Fisika
Dasmo, Irnin Agustina D.A dan Ria Asep S.-Universitas Indraprasta PGRI......... 168-173

26. Pembelajaran IPA Materi Pemanasan Global Untuk Pembentukan Karakter
Mahasiswa (Jujur, Rasa Ingin Tahu, Keterbukaan, dan Skeptis)
Intan Indiati - Universitas PGRI Semarang............................................................ 174-180

27. Pengembangan Karakter Mahasiswa Sains Melalui Peningkatan Metakognisi
Dalam Pembelajaran Menggunakan E-Portofolio
Marheny Lukitasari dan Jefrey Handhika- Universitas PGRI Madiun.................. 181-184

28. Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Terhadap Minat
dan Hasil Belajar IPA Pada Siswa Kelas V SDN Kertosari I Kabupaten Madiun
Naniek Kusumawati - Universitas PGRI Madiun................................................... 185-192

29. Pengembangan Bahan Ajar Teknik Pemanfaatan Limbah Berbasis Pemanfaatan
Limbah Jerami Padi dan Bagasse Untuk Bahan Bakar Briket Sebagai Sarana
Meningkatkan Prestasi Belajar Mahasiswa
Nasrul Rofiah Hidayati dan Anggit Sasmito - Universitas PGRI Madiun.............. 193-197

30. Penggunaan Video Pembelajaran Terhadap Hasil Belajar Siswa
Ana Desmarita, Herman Seri, Saleh H.-Universitas Muhammadiyah Palembang.. 198-200

31. Efektifitas Penggunaan Modul Berbentuk Pop-Up Materi Sistem Pencernaan
Makanan Manusia oleh Siswa Kelas XI IPA SMA
Andia Guna, Herman Sari, Saleh H. Universitas Muhammadiyah Palembang...... 201-205

viii

32. Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pokok Bahasan Sistem Gerak Manusia
Dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw
Hartini, Saleh Hidayat, Haryadi - Universitas Muhammadiyah Palembang........... 206-211

33. Peningkatan Hasil Belajar Biologi Pada Materi Sistem Pencernaan Manusia
Melalui Modul Pembelajaran Berbasis Discovery Learning Di SMP Negeri 2 Air
Kumbang
Kusmiati, Yetty H., Rusdy A. Siroj-Universitas Muhammadiyah Palembang........ 212-218

34. Meningkatkan Hasil Belajar Materi Genetik Siswa Kelas XII SMA Menggunakan
Metode Mind Mapping
Putri Primadita, Saleh H., Haryadi-Universitas Muhammadiyah Palembang........ 219-221

35. Pembuatan Pupuk Organik dari Eceng Gondok (Eichhornia Crassipes (Mart)
Solms) Sebagai Bahan Pembelajaran Alternatif Bioteknologi di SMA
Suprapti, Yetty H., Rusdy A. Siroj - Universitas Muhammadiyah Palembang......... 222-225

36. Studi Komparatif Model Pembelajaran Kooperatif Jigsaw dan Group
Investigation Dalam Meningkatkan Kinerja Siswa Pada Mata Pelajaran IPA di
SMK Negeri 1 Sanga Desa
Susi Windari - Universitas Muhammadiyah Palembang........................................ 226-228

37. Uji Kualitatif Reagent Alternatif Berbahan Alami Pengganti Brom Timol Blue
(BTB) Sebagai Bahan Praktikum Sistem Respirasi Siswa Kelas XI MIPA.
Yesi Riska Perba, Yetty H., Rusdy A.S.-Universitas Muhammadiyah Palembang... 229-233

38. Implementasi Model Pbl Menggunakan Metode Proyek Dan Inkuiri Terbimbing
Ditinjau Dari Keterampilan Proses Sains
Ivayuni Listiani-Universitas PGRI Madiun............................................................ 234-238

TEMA IV : PENDIDIKAN KARAKTER TERKAIT PENDIDIKAN BAHASA DAN
SENI
39. Pengaruh Minat Baca Terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa Tahun Ajaran
2016/2017
Akhmad Syarif - Universitas PGRI Palangka Raya................................................ 239-244

40. Strategi Pengembangan Karakter Melalui Pengajaran Seni Dengan Paradigma
Revolusi Mental di Sekolah Dasar
Hartini - Universitas PGRI Madiun........................................................................ 245-250

41. Filsafat Pendidikan Humanisme Dalam Perspektif Pembelajaran Bahasa Inggris
Bagi Peserta Didik Di Tingkat Sekolah Menengah Atas: Sebuah Kajian Teori
Santi Mayasari - Universitas PGRI Palembang..................................................... 251-258

42. Membangun Revolusi Mental Pendidik dan Peserta Didik Melalui Pendidikan
Karakter Dalam Pembelajaran Bahasa Inggris
Amrina Rosyada – Guru SMP Negeri 25 Palembang.............................................. 259-265

ix

43. Penerapan Media Video Proyektor Dalam Meningkatkan Keterampilan Menulis
Teks Prosedur Kompleks Pada Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Palembang
Anzas Rua Usmana – Unversitas PGRI Palembang................................................ 266-273

44. Pengaruh Pendekatan Pembelajaran Kontekstual Terhadap Kemampuan Menulis
Narasi Siswa Kelas VII SMP N 12 Prabumulih
Dian Novri Costioni - Universitas PGRI Palembang............................................. 274-280

45. Peran Pembelajaran Bahasa Indonesia Dalam Pembentukan Karakter Bangsa
Efin Gustrizali - MTsN Tulung Selapan, OKI, Sumatera Selatan............................ 281-287

46. Penerapan Pendidikan Berkarakter dalam Pembelajaran Bahasa Inggris Melalui
Dongeng
Erniatiningsih-SMA NEGERI 1 Semendawai Suku III Oku Timur Palembang..... 288-295

47. Implementasipendidikan Karakter Kepedulian dan Kerjasama Pada Matakuliah
Keterampilan Berbicara Bahasa Inggris Dengan Metode Bermain Peran
Firdaus - Universitas PGRI Palembang................................................................. 296-307

48. Pengaruh Media Permainan Berbentuk Kartu Kata Dalam Membuat Kalimat Pada
Siswa Kelas V SD Negeri 68 Palembang
Ice Nofrianti – Guru SD Negeri 68 Palembang....................................................... 308-312

49. Pengaruh Model Pembelajaran Think Talk Write Terhadap Kemampuan Menulis
Karangan Argumentasi Siswa Kelas X SMK Negeri 1 Mesuji Raya
Katarina Apriyanti - Universitas PGRI Palembang............................................... 313-318

50. Pendidikan Karakter Dalam Kegiatan Membaca Teks Fungsional Mata Pelajaran
Bahasa Inggris
Masayu Hijir Putri Ayu – Guru SMK Tamansiswa 1 Palembang............................ 319-323

51. Peranan Karya Sastra Dalam Pembentukan Karakter Moral Peserta Didik
Nadia Martilopa – Guru SD YWKA Palembang...................................................... 324-328

52. Implementasi Pendidikan Karakter Melalui Teks Naratif Dalam Pembelajaran
Bahasa Inggris
Tahrun - Universitas PGRI Palembang.................................................................. 329-335

53. Penerapan Metode Ekstemporan Dalam Upaya Meningkatkan Kemampuan
Bercerita Siswa Kelas VIII.4 SMPN 13 Palembang
Umi Rodiah - Guru SMP Negeri 13 Palembang.................................................... 336-341

54. Pembelajaran Bahasa Inggris Dalam Pendidikan Karakter
Wiryadi – Guru SD Negeri 137 Palembang............................................................. 342-347

55. Peranan Sastra Dalam Pembentukan Generasi Berkarakter
Zalia – Guru SMK Negeri 1 Plakat Tinggi, Musi Banyuasin Palembang................ 348-352

x

56. Kata Makian : Meruntuhkan Kesantunan Berbahasa
Fathiaty Murtadho - Universitas Negeri Jakarta................................................... 353-358

57. Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Karakter Bangsa
Nursana - Universitas PGRI Palembang................................................................ 359-366

58. Unsur-Unsur Kebudayaan Dalam Novel Hanya Sebutir Debu Karya Sandi Firly
Dessy Wardiyah - Universitas PGRI Palembang................................................... 367-376

59. Korelasi Antara Pemahaman Unsur Pembangunan Puisi Dengan Kemampuan
Menulis Puisi Pada Siswa SMP Nurul Iman Palembang
Rizky Widia Kardika - Universitas PGRI Palembang............................................ 377-382

60. Keterampilan Bahasa dan Pendidikan Karakter di Perguruan Tinggi
Ningya-Universitas PGRI Palembang................................................................... 383-389

TEMA V: PENDIDIKAN KARAKTER TERKAIT PENDIDIKAN INFORMAL/
EKSTRAKULIKULER
61. Sikap Guru-Guru Smp Negeri 1 Rambipuji Terhadap Pengembangan Karakter
Siswa Dengan Pendekatan Kontekstual
Bendot Tri Utomo dan Siti Aisyah - STKIP PGRI Lumajang................................ 390-399

62. Sungai Komering Sebagai Media Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Terpadu
(Sosiologi) Kelas VIII Sekolah MTS NU Sumber Agung Tahun Pelajaran 2015-
2016
Boby Agus Yusmiono – Universitas PGRI Palembang............................................ 400-409

63. Penerapan LKM Berorientasi Character Building Untuk Meningkatkan
Kemandirian Belajar Mahasiswa
Davi Apriandi dan Edy Suprapto - Universitas PGRI Madiun............................... 410-416

64. Pendidikan Karakter Dalam Kegiatan Ekstrakurikuler Pramuka di Sekolah Dasar
Dian Nur Antika Eky Hastuti - Universitas PGRI Madiun..................................... 417-423

65. Membangun Karakter Anak Melalui Permainan Konvensional
Ghon Lisdiantoro - Universitas PGRI Madiun....................................................... 424-429

66. Pendidikan Berkarakter Melalui Pendidikan Agama Islam dengan Sistem Full
Day School
Herni Irmayani – Kepala SDIT Arridho Kecamatan Kalidoni Palembang............. 430-437

67. Implementasi Pendidikan Karakter Melalui Kultur Sekolah Dalam
Menumbuhkan Minat Wirausaha Siswa SMAN 1 Sembawa Banyuasin
Leniwati – Guru SMA Negeri 1 Sembawa Kabupaten Banyuasin.......................... 438-446

xi

68. Peningkatan Motivasi Belajar Siswa Melalui Kegiatan Pembiasaan di SMPN 13
Palembang
M. Sopian – Guru SMP Negeri 13 Palembang........................................................ 447-454

69. Pengembangan Karakter Melalui Budaya Sekolah dan Dolanan Tradisional di SD
Model Sleman Yogyakarta
Maya Kartika Sari - Universitas PGRI Madiun....................................................... 455-460

70. Gerakan Penguatan Pendidikan Karakter dan Motivasi Guru dalam
Menumbuhkan Sikap Spiritual Sosial di SMP Negeri 13 Palembang
Murtiningsih – Gru SMP Negeri 13 Palembang..................................................... 461-468

71. Pendidikan Karakter Cerdas Format Kelompok (PKC-KO) Dalam Membentuk
Karakter Penerus Bangsa
Ramtia Darma Putri dan Erfan Ramadhani - Universitas PGRI Palembang........ 469-472

72. Peran Sekolah Sebagai Pengelola Pendidikan Karakter Siswa Rukanto –
Kepala Sekolah SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III Kabupaten
Banyuasin................................................................................................................ 473-478

73. Keluarga Sebagai Pionir Dalam Mewujudkan Revolusi Pendidikan Karakter
Bangsa
Sutaryanto - Universitas PGRI Madiun.................................................................. 479-483

74. Implementasi Pendidikan Karakter Melalui Kegiatan Kurikuler di Perguruan
Tinggi
Titik Haryati - Universitas PGRI Semarang............................................................
484-490
75. Implementasi Pembelajaran Karakter Cerdas Melalui Kegiatan Kelompok
Itsar Bolo Rangka - Universitas Indraprasta PGRI Jakarta.................................... 491-498

76. Membangun Generasi Unggul dan Berbudi Pekerti Luhur Melalui Sistem
Persekolahan Ramah Sekolah Siswa
Abidinsyah - STKIP PGRI Banjarmasin.................................................................. 499-506

77. Peranan Orang Tua dan Strategis Guru Dalam Pembentukan Karakter Peserta
Didik
Agus Prihatiningsih – Guru SMP Negeri 5 Palembang........................................... 507-519

78. Peran Pola Asuh Orang Tua Terhadap Pembentukan Karakter Anak
Ahmad Yani – Guru SMK NEGERI 1 Pemulutan, Ogan Ilir Palembang................ 520-524

79. Peran Pramuka Dalam Mewujudkan Pendidikan Berkarakter Cerdas Pada
Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Semester IV STAI Assiddiqiyah Lempuing
Jaya Oki
Ninik Mulyani - STAI Assiddiqiyah Lempung Jaya, OKI, Sumatera Selatan.......... 525-531

80. Pendidikan Karakter Anak Berbasis Kearifan Lokal Dalam Lingkungan Keluarga
Riyanto - Praktisi Penyiaran radio La Nugraha Swara Indah FM Palembang...... 532-535

xii

81. Penerapan Pendidikan Karakter Melalui Pembelajaran Berbasis dan Kearifan
Lokal
Satori – Guru SD Negeri 26 Pulau Rimau Palembang........................................... 536-542

82. Pembentukan Karakter Siswa Melalui Kegiatan Intrakurikuler, Ekstrakurikuler,
dan Hidden Curriculum
Siska Yulia Sari – Guru SMK PalembangYWKA Palembang................................. 543-546

83. Penerapan Pendidikan Karakter di Kalangan Mahasiswa
Septi Reni – Guru SMA Negeri 21 Palembang........................................................ 547-553

TEMA VI: PENGUKURAN, EVALUASI, TEKNOLOGI, DAN MANAJEMEN
PENDIDIKAN KARAKTER
84. Kontribusi Manajemen Layanan Jasa Pendidikan Terhadap Kepuasan dan
Loyalitas Mahasiswa PTS
Elly Resly Rachlan - Universitas galuh Ciamis, Jawa Barat.................................. 554-565

85. Pengembangan Instrumen Pengukuran Tenggang Rasa Peserta Didik
Huri Suhendri - Universitas Indraprasta PGRI Jakarta.......................................... 566-571

86. Strategi Kepala Kekolah Dalam Meningkatkan Motivasi Kerja Guru Melalui
Program Kegiatan Sekolah
Ideal Tasdik – Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Lubai Ulu Kabupaten Muara
Enim........................................................................................................................ 572-582

87. Pendidikan Karakter Untuk Pendidikan Karakter Untuk Pengembangan Sumber
Daya Manusia Indonesia Yang Berdaya Saing
Tyas Martika Anggriana - Universitas PGRI Madiun............................................ 583-591

88. Mendisiplinkan Siswa Melalui Pendidikan Karakter dan Meningkatkan Kinerja
Guru
Heni Tresnawati – Guru SMAN 2 Muaradua Oku Selatan..................................... 592-600

89. Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) Berbasis Masalah
Yuliani, Yetty Hastiana, Indawan S. - Universitas muhammadiyah Palembang.... 601-610

90. Reliabilitas Interater Instrumen Tes
Destiniar - Universitas PGRI Palembang.............................................................. 611-614

91. Pendidikan Karakter Melalui Implementasi Flipped Classroom Pada
Pembelajaran
Ety Septiati - Universitas PGRI Palembang........................................................... 615-622
92. Mendesain Bahan Ajar Matematika Interaktif Menggunakan Macromedia Flash
Retni Paradesa - Universitas PGRI Palembang..................................................... 623-630

xiii

93. Mengembangkan Karakter Mahasiswa Calon Guru Melalui Pembelajaran
Reflektif
Rohana - Universitas PGRI Palembang................................................................. 631-639
94. Reaktualisasi Pendidikan Nasional
Unifah Rosyidi-Universitas Negeri Jakarta.......................................................... 640-650

TEMA VII: SEJARAH, BUDAYA DAN NILAI KARAKTER BANGSA.
95. Identifikasi Kebutuhan Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar Negeri 1 Belida
Darat Kecamatan Belida Darat Kabupaten Muara Enim Tahun Pelajaran
2016/2017
Anizah - Universitas PGRI Palembang................................................................ 651-656

96. Seni Perhiasan Dalam Kebudayaan Mataram Kuno Sebagai Sumber
Pembelajaran Sejarah (Studi Ikonografi Relief Candi Borobudur)
Ari Irawan, Muhamad Idris, Ahmad Z.- Universitas PGRI Palembang.................... 657-668

97. Pembelajaran Perilaku Keteladanan dan Antikorupsi Guna Meningkatkan
Kualitas Karakter Generasi Muda Menuju Indonesia Emas
Dwi Rohman Soleh - Universitas PGRI Madiun.................................................. 669-676

98. Kosmologi Dalam Relief Candi Borobudur Sebagai Sumber Pembelajaran
Sejarah (Studi Ikonografi Candi Borobudur)
Feri Fitriansyah, M. Idris dan Ahmad Zamhari-Universitas PGRI Palembang... 677-684

99. Teknologi Dalam Kebudayaan Mataram Kuno Sebagai Sumber Pembelajaran
Sejarah (Studi Ikonografi Relief Candi Borobudur)
Idil Putra dan Sukardi - Universitas PGRI Palembang...................................... 685-693

100. Mengembangkan Pendidikan Karakter Untuk Mengembalikan Marwah Bangsa
Melalui Kearifan Lokal
Moh. Zuhdi - STKIP PGRI Sumenep.................................................................... 694-703

101. Siter Arah (Pensil Karakter Sejarah) Sebagai Media Penanaman Nasionalisme
Peserta Didik Kelas IV SDN Klumpit Kabupaten Madiun
Novi Triana Habsari - Universitas PGRI Madiun................................................. 704-720

102. Seni Pakaian Pada Kebudayaan Mataram Kuno Sebagai Sumber Pembelajaran
Sejarah (Studi Ikonografi Relief Candi Borobudur)
Prengki dan Muhamad Idris - Universitas PGRI Palembang.............................. 721-729

103. Pendidikan Antikorupsi Dalam Membentuk Kompetensi Kepribadian
Mahasiswa di Perguruan Tinggi LPTK
Ratna Nurdiana - STKIP PGRI Lamongan.......................................................... 730-741

104. Pengembangan Profesionalitas Guru dan Pendidikan Karakter Dalam
Meningkatkan Marwah Bangsa
Renata - Universitas PGRI Palembang................................................................. 742-747

xiv

105. Dunia Fauna Dalam Kebudayaan Mataram Kuno Sebagai Sumber Pembelajaran
Sejarah (Studi Ikonografi Relief Candi Borobudur)
Riky Febrianto dan Muhamad idris - Universitas PGRI Palembang.................... 748-756

106. Pendidikan Berkarakter Islami dan Perubahan Sosial
Sri Hartati - Universitas Muhammadiyah Palembang.......................................... 757-761

107. Pengembangan Pendidikan Karakter Untuk Meningkatkan Marwah Bangsa
Sri Wahyuni - Universitas PGRI Palembang......................................................... 762-767

108. Kajian Implementasi Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa di Indonesia
Hasbullah - Universitas Indraprasta PGRI Jakarta............................................. 768-772

109. Pembelajaran Sejarah dan Nasionalisme Indonesia
Taufik - Universitas Indraprasta PGRI Jakarta................................................... 773-780

110. Pengaruh Metode Role Playing Dengan Media Wayang Karton Terhadap
Literasi Cerita Wayang Siswa SMA Negeri 5 Semarang
Asropah, Alfian dan Bambang Sulanjari - Universitas PGRI Semarang............... 781-787

111. Paradigma Pendidikan Karakter Yang Utuh Untuk Masa Depan Indonesia
Lubban Anwari Alhamidi - Universitas Indraprasta PGRI Jakarta...................... 788-797

112. Mengembalikan Marwah Ideologi Bangsa Melalui Pendidikan Berkarakter
Abdul Rahman – Guru SD Padmajaya Palembang............................................... 798-804

113. Identifikasi Kebutuhan Pendidikan Karakter di SMP Negeri 2 Sungai Keruh
Herawati – Guru SMP Negeri 2 Sungai Keruh Kecamatan Sungai Keruh
Kabupaten Musi Banyuasin Palembang............................................................... 805-810

114. Pengembangan Pendidikan Karakter Untuk Meningkatkan Marwah Bangsa
Rahma Danniarti – Guru SMP Negeri 7 Palembang........................................... 811-820

115. Pengembangan Pendidikan Karakter Oleh Guru Untuk Membangun dan
Meningkatkan Martabat Bangsa
Sepriadi - Universitas PGRI Palembang............................................................... 821-832

116. Menanamkan Nilai-Nilai Karakter Bangsa Pada Siswa di Sekolah
Haryanto - Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta.............................................. 833-836

117. Kebijakan Pembangunan Karakter Kepemudaan di DKI Jakarta
(Tinjauan Kritis Atas UU No. 40/2009 dan Perda DKI Jakarta No.2/2016
Tentang Kepemudaan Dalam Konteks Pengembangan dan Pemberdayaan)
Rahmatullah - Universitas Indraprasta PGRI Jakarta......................................... 837-849

118. Pementasan wayang Palembang: Pendidikan Karakter Melalui Eksplorasi
Bahasa dan Budaya Lokal
Houtman - Universitas PGRI Palembang............................................................ 850-857

xv

119. Pengaruh Kemandirian Belajar Terhadap Hasil Belajar Mahasiswa
Misdalina, Yunika Lestaria N., dan Marhamah - Universitas PGRI Palembang. 858-861

120. Kemampuan Mengendalikan Emosi Pada Siswa dan Implikasinya Terhadap
Bimbingan dan Konseling
Taty Fauzi dan syska Purnamasari - Universitas PGRI Palembang.................... 862-867

TEMA VIII: PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN SD DAN PAUD
121. Mengoptimalisasi Pendidikan Karakter Mahasiswa PGSD Melalui
Pembelajaran Konsep Sains II Berbasis Keterampilan Proses
Septi Aprilia - Universitas PGRI Madiun.............................................................. 868-873

122. Analisis Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar Se-Kabupaten Magetan
Vivi Rulviana - Universitas PGRI Madiun............................................................ 874-879

123. Penanaman Pendidikan Karakter Melalui Konsolidasi Bahasa dan Budaya
Indonesia di Sekolah Dasar
Winda Ayu cahya Fitriani - Universitas PGRI Madiun......................................... 880-886

124. Implementasi Pendidikan Karakter Melalui Kultur Sekolah di SDN 176
Palembang
Winda Fitri Maretta - Universitas PGRI Palembang............................................ 887-895

125. Menanamkan Karakter Tanggung jawab Melalui Model Pembelajaran PBL
Pada Anak SD
Dian Permatasari Kusuma dayu - Universitas PGRI Madiun.............................. 896-902

126. Pola Pelaksanaan Pendidikan Karakter Terhadap Siswa Sekolah Dasar
Ariesca – Guru TKIT Al Fatih Palembang............................................................ 902-907

127. Implementansi Pendidikan Karakter Melalui Nilai-Nilai Keteladanan Guru,
Siswa Dan Orang Tua Dalam Upaya Penguatan Karakter Siswa Sekolah Dasar
Ayuni Astrina - Guru SD Negeri 59 Batu Kuning, Ogan Komering Ulu.............. 908-913

128. Peningkatan Keterampilan Siswa Menyusun Kalimat Pada Mata Pelajaran
Bahasa Indonesia Melalui Metode Pecahan Potongan Kata Siswa Kelas V SD
Negeri 68 Seberang Ulu 1 Palembang
Ny Desy Hikmah – Guru SD Negeri 68 Palembang.............................................. 914-917

129. Cerita Rakyat Sebagai Sumber Literasi Berkarakter Dalam Buku Ajar Bahasa
Jawa Bagi Siswa SD
Endang Sri Maruti - Universitas PGRI Madiun.................................................... 917-921

130. Pola Pengembangan Pendidikan Karakter Siswa (Sebuah Studi di Sekolah Dasar
Palembang)
Indriyanti – Guru MTsN Tanjung Laut, OKI........................................................ 922-926

xvi

131. Pendidikan Karakter Disiplin di Sekolah Dasar
Intan Permata Sari – Guru SMA Sjahyakirti Palembang...................................... 927-932

132. Pendidikan Karakter Pada Anak Usia Dini
Prillia Ekaningtias – Guru Raudlotul Athfal Al Falah, Buay Madang Timur........ 933-937

133. Tindak Tutur Berdasarkan Daya Tutur Pada Anak Usia Dua Tahun
Syelly eka Permatasari – Universitas PGRI Palembang...................................... 938-940

134. Pembentukan Karakter Siswa Kelas V SD Dalam Pembelajaran IPA Melalui
Model Pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) di SDN Jabung II
Magetan
Diyan Marlina - Universitas PGRI Madiun.......................................................... 941-948

135. Pengaruh Penggunaan Metode Inkuiri Berbazis Karakter Terhadap Hasil
Belajar Pada Pembelajaran Tematik Integratif
Fauzatul Rohmanurmeta-Universitas PGRI Madiun............................................ 949-953

136. Implementasi Pendidikan Karakter Siswa Melalui Mata Pelajaran PKN Siswa
Kelas V SDN Tanjung 2 Kecamatan Bendo Kabupaten Magetan
Candra Dewi-Universitas PGRI Madiun.............................................................. 954-957

137. Implementasi Pendidikan Karakter Melalui Kegiatan Habituasi Di Sekolah
Dasar
Melik Budiarti-Universitas PGRI Madiun............................................................ 957-962

138. Implementasi Media “Brankas” Pemanfaatan Barang Bekas Sebagai Solusi
Penghijauan Untuk Mewujudkan Karakter Peduli Lingkungan Siswa Sekolah
Dasar Sd N Banjarejo Madiun
Pinkan Amita Tri Prasasti-Universitas PGRI Madiun.......................................... 963-970

139. Self Regulated Learning Pada Pelajaran Matematika Untuk Meningkatkan
Kualitas Diri Siswa Sekolah Dasar
Octarina Hidayatus Sholikhah-Universitas PGRI Madiun................................... 971-975

140. Efektifitas Pemberian Reward Dan Punismant Terhadap Pembentukan Karakter
Siswa Sekolah Dasar
Rosilawati- Kepala Sekolah SDN 22 Rambutan Kabupaten Banyuasin................ 976-984

xvii

Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017

PERANAN LPTK DALAM PENGUATAN KARAKTER
CALON PENDIDIK

Dr. H. Syarwani Ahmad, M.M.
Universitas PGRI Palembang
Syarwani190@yahoo.co.id

Kata Kunci ABSTRAK
LPTK, Keberadaan LPTK merupakan mata rantai penting dari sistem
Penguatan Karakter Calon pendidikan nasional yang tidak dapat dipisahkan dari mata rantai
Pendidik lainnya baik di dalam maupun diluar sistem pendidikan. Sebagai
pencetak sarjana pendidikan yang pastinya akan banyak
menentukan warna pendidikan, LPTK yang baik tentu akan terus
berbenah diri dalam segala hal sehingga sarjana pendidikan yang
ditelurkannya adalah sarjana pendidikan yang bernas dengan
pengetahuan, keterampilan, berkarakter terpuji dan haus akan
prestasi. pembenahan yang dilakukan LPTK, paling tidak meliputi
(1) relevansi, (2) efisiensi, (3) efektifitas, (4) akuntabilitas, (5)
kreativitas, (6) situasi yang menyenangkan dan memotivasi, (7)
penampilan, (8) empati, (9) produktifitas dan (10) kemampuan
akademik. Kesemua komponen tersebut tentunya merupakan
faktor pendukung dalam mengahsilkan lulusan/ Calon pendidik
yang berkarakter

disemua jenjang kependidian serta bidang
PENDAHULUAN keahliannya. Menurut Dirjen Dikti, LPTK di
Masyarakat Indonesia, cenderung Indonesia berjumlah 415 LPTK yang terdiri
berkeinginan memiliki lembaga pendidikan dari 376 LPTK Swasta, 26 FKIP Negeri, 12
yang baik dan berkualitas. Salah satu bentuk eks IKIP Negeri, 1 LPTK FKIP Univ Terbuka.
lembaga pendidikan yang berkualitas adalah (Juju Juaningsih : 2013:4).
lembaga pendidikan yang mampu menggali, Beberapa LPTK tersebut terdapat di
mengembangkan, mentransfer dan menerapkan Sumatera Selatan, yang bertugas mencetak
ilmu, teknologi dan seni yang diperlukan untuk tenaga pendidik dan tenaga kependidikan ini
memajukan masyarakat. Karena itu, tidak heran diantaranyanya yaitu FKIP Universitas Negeri
jika perguruan tinggi dijadikan sebagai salah Sriwijaya, FKIP Universitas PGRI Palembang,
satu pertanda kemajuan peradaban suatu FKIP Universitas Muhammadiyah Palembang,
masyarakat, dalam rangka membentuk SDM STKIP-PGRI Lubuklinggau, dan masih banyak
yang berkualitas terutama dalam bidang lagi beberapa perguruan tinggi yang menjamur
keguruan dan tenaga kependidikan. Lembaga membuka LPTK. LPTK-LPTK tersebut telah
Pendidikan yang dimaksud adalah Lembaga menghasilkan alumninya untuk memenuhi
Pendidikan dan Tenaga Kependidikan atau kebutuhan tenaga pendidik dan tenaga
LPTK. LPTK sebagai salah satu unit kependidikan di Sumatera Selatan, dan di
pendidikan tinggi yang bertugas khusus Indonesia pada umumnya., khusus alumni
mencetak tenaga-tenaga pendidikan dan tenaga universtas PGRI Palembang di bidang keguruan
kependidikan untuk menjadi calon calon- dan ilmu pendidikan berjumlah 30.000 lebih
pendidik dan tenaga kependidikan. yang sudah bekerja sesuai dengan profesinya.
Lembaga yang mencetak tenaga Keberadaan LPTK ini merupakan
pendidik dan tenaga kependidikan adalah mata rantai penting dari sistem pendidikan
Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan nasional yang tidak dapat dipisahkan dari mata
(FKIP), Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu rantai lainnya baik di dalam maupun diluar
Pendidikan (STKIP), dan IKIP ( Institut sistem pendidikan. Keberadaan LPTK dalam
Keguruan dan Ilmu Pendidikan). LPTK tersebut dunia pendidikan di negeri ini mempunyai
mempunyai tugas pokok menyelenggarakan peran yang sangat signifikan melalui tri dharma
pendidikan untuk calon tenaga kependidikan perguruan tinggi yaitu pendidikan, penelitian

1

Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017

dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui Tri alumninya. Dan pada gilirannya, para alumni
Dharma Perguruan Tinggi bidang pendidikan, LPTK akan memengarungi kualitas pendidikan.
dapat meningkatnya mutu atau kualitas dari Perlu pembenahan yang dilakukan
lulusan LPTK tersebut. Dengan adanya LPTK, paling tidak meliputi (1) relevansi, (2)
kegiatan-kegiatan tri dharma PT yang aktif ini efisiensi, (3) efektifitas, (4) akuntabilitas, (5)
akan meningkatnya mutu calon-calon pendidik kreativitas, (6) situasi yang menyenangkan dan
yang berkarakter. Tetapi hal ini belum semua memotivasi, (7) penampilan, (8) empati, (9)
dilakukan oleh para LPTK, sehingga hasilnya produktifitas dan (10) kemampuan akademik.
belum memuaskan. Hal ini sesuai yang Pertama, LPTK yang mengindahkan
dikemukakan oleh Joko Susilo menyebutkan mutu keluarannya pasti akan memperhatikan
bahwa keberhasilan peningkatan mutu calon faktor ‘relevansi’ ini, yaitu kesesuaian dengan
tenaga pendidik tersebut, 60 % mutu LPTK kebutuhan. Pengelolanya akan terus mengkaji
masih rendah. LPTK belum mampu apakah isi kurikulum, silabus dan satuan materi
menyiapkan mahasiswa calon guru yang sajian sesuai dengan kebutuhan mahasiswa,
profesional. Bagai mana upaya LPTK untuk sesuai dengan kebutuhan masyarakat
meningkatkan mutu calon pendidik yang pendidikan dan persekolahan serta dunia kerja.
berkarakter tersebut ? Bila hal ini secara berkesinambungan dipenuhi,
Permasalahan ini, LPTK harus mampu maka ini adalah salah satu jaminan mutu
memberdayakan proses dan pelayanan lulusannya bagi semua pemangku kepentingan
pendidikannya sedemikian rupa agar seluruh (stake holders).
mahasiswanya berkembang menjadi lulusan Ke-dua, LPTK yang berorientasi pada
yang potensial, berkualitas, memiliki mutu akan memperhitungkan faktor ‘efisiensi’,
kompetensi paripurna secara intelektual, kehematan dalam penggunaan semua sumber
profesional, sosial, moral dan personal yang daya, seperti dana, tenaga, waktu, dll yang
berkarakter. Dharma kedua yaitu penelitian, sesuai dengan kebutuhan. Pengelolanya akan
LPTK harus mampu menampilkan dirinya mempelajari apakah penyelesaian studi
sebagai salah satu institusi ilmiah akademik mahasiswanya tepat waktu, yaitu 4 (empat)
yang dapat menghasilkan berbagai temuan tahun untuk S1, dan untuk S2 minimal 2 tahun,
inovatif melalui kegiatan-kegiatan penelitian apakah penerimaan dosen dan pegawai
bidang pendidikan. Melalui penelitian- didasarkan pada analisis jabatan yang objektif
penelitian ini LPTK- PGRI diharapkan dapat sehingga tidak terjadi kelebihan tenaga, dan
mengembangkan dirinya serta memberikan apakah anggaran yang direncanakan dan
sumbangan nyata bagi dunia pendidikan. tersedia dipergunakan secara hemat dan tepat.
Selanjutnya melalui tri dharma ke tiga yaitu Dengan demikian, dana yang ada akan terus
pengabdian kepada Masyarakat, keberadaan dapat dimanfaatkan untuk pengembangan
LPTK harus dapat menguatkan karaker calon- sumber-sumber daya lainnya.
calon pendidik sehingga nantinya dapat Ke-tiga, faktor ‘efektifitas’, yaitu
diterapkan kepada peserta didik dan kesesuaian perencanaan dengan hasil yang
masyarakat, yang khususnya masyarakat dicapai. LPTK yang baik akan terus berbenah
pendidikan. Para dosen dan mahasiswanya agar cara atau metode penyajian materi
dapat menyebarkan dan menularkan kuliahnya tepat sehingga mahasiswa mampu
pengetahuan dan keterampilannya yang memahami dan menguasainya dengan baik dan
berkarakter kepada masyarakat sekitar. mudah. Pengelolanya juga akan terus
memperbaiki prosedur-prosedur administrasi
PEMBAHASAN sehingga dapat berjalan dengan lancar dan cepat
1. Pembenahan yang harus dilakukan agar semua pihak, terutama mahasiswa, alumni,
Sebagai pencetak sarjana pendidikan dosen, karyawan, masyarakat dan pihak-pihak
yang pastinya akan banyak menentukan warna lainnya merasa sangat puas terhadap semua
pendidikan, LPTK yang baik tentu akan terus jenis pelayanan di LPTK tsb.
berbenah diri dalam segala hal sehingga sarjana Ke-empat, LPTK yang berorientasi
pendidikan yang ditelurkannya adalah sarjana pada mutu akan menempatkan faktor
pendidikan yang bernas dengan pengetahuan, ‘akuntabilitas’ (kebertanggungjawaban) pada
keterampilan, berkarakter terpuji dan haus akan prioritas. Semua kinerja dan produk LPTK,
prestasi. Pembenahan diri LPTK akan secara termasuk prilaku para pengelolanya harus dapat
signifikan memengaruhi keluaran atau dipertanggungjawabkan secara hukum, etika,

2

Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017

akademik, agama dan nilai budaya. Semua dalam kampus selalu terpelihara dengan baik,
peraturan yang ditetapkan oleh pimpinan LPTK bersih, indah, teratur dan harmonis. Hal ini
harus dapat dipertanggungjawabkan mengisyaratkan sistem pengelolaan yang rapi
berdasarkan perundang-undangan dan yang akan berimbas positif terhadap mutu.
ketentuan formal yang berlaku, materi kuliah Kedelapan, Pimpinan dan pengelola
yang diberikan dosen harus dapat LPTK yang berorientasi pada mutu pasti
dipertanggungjawabkan secara kurikuler dan memiliki ‘empati’, yaitu kemampuan untuk
etika akademik, nilai ujian yang diperoleh memberikan pelayanan yang prima, tulus dan
mahasiswa pun harus dapat dipercaya, dan sepenuh hati kepada semua pihak. Pimpinan
prilaku kepelayanan para pengelola LPTK pun dan unit-unitnya akan selalu memperhatikan
dapat dipertanggungjawabkan secara hukum, bawahannya dengan penuh kasih dan tanggung
etika, agama dan nilai budaya. jawab, serta siap memberikan dan dorongan
Kelima, faktor ‘kreatifitas’ dimana semaksimal mungkin bila diperlukan. Setiap
LPTK terus berinovasi, melakukan pengelola dan pegawai akan memberikan
pembaharuan dan gemar menciptakan sesuatu pelayanan yang cepat dan tepat dengan penuh
yang baru yang sesuai dengan perkembangan, kesantunan dan keramahan kepada semua pihak
tuntutan dan kebutuhan masyarakat pendidikan. tanpa terkecuali. Dosen pun senantiasa
Pengelola LPTK secara periodik akan membuat memperhatikan dan melayani mahasiswa
pembaruan kurikulum sesuai dengan sepenuh hati, siap membantu mahasiswa
perkembangan Ipteks yang dibutuhkan oleh mengatasi kesulitan-kesulitannya sesuai dengan
masyarakat pendidikan, dosen-dosennya pun tanggung jawabnya.
didorong dan dimotivasi untuk memperbarui Kesembilan, faktor ‘produktifitas’ juga
materi kuliahnya berdasarkan informasi terkini, akan menjadi bagian penting yang
kegiatan kemahasiswaan pun dirancang secara diprioritaskan oleh LPTK yang bermutu.
kreatif dan inovatif sehingga bermanfaat Kemampuan LPTK untuk menghasilkan hal-hal
langsung bagi perkembangan dan pematangan yang sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan
kepribadian mahasiswa sebagai calon guru. masyarakat pendidikan sesuai dengan apa yang
Keenam, LPTK yang berorientasi pada telah direncanakan, baik secara kuantitatif
mutu akan mementingkan ‘Situasi yang maupun secara kualitatif. LPTK akan mampu
menyenangkan dan memotivasi’ agar semua mengestimasi berapa jumlah mahasiswa yang
karyawan dan pengelola melaksanakan akan diwisuda setiap tahunnya, berapa persen
tugasnya dengan riang, senang hati, tulus dan mahasiswa yang diterima, berapa persen yang
penuh semangat, sehingga hasil pekerjaannya mampu menyelesaikan studi tepat pada
menjadi maksimal. Dengan terciptanya situasi waktunya, berapa banyak penelitian dan
yang menyenangkan dan memotivasi, kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang
mahasiswa baru sekalipun akan merasa berada dapat diselesaikan dalam kurun waktu yang
di lingkungannya sndiri. Kemudian, semua direncanakan.
kebijakan yang diambil oleh pimpinan LPTK Terakhir kesepuluh, faktor
berazaskan keadilan, dan bersifat terbuka ‘kemampuan akademik’ harus menjadi sorotan
kepada semua mahasiswa, dosen, pengelola, utama LPTK yang berorientasi pada mutu.
karyawan dan masyarakat sehingga semua LPTK harus memiliki kepedulian yang tinggi
merasa tidak ada unsur tekanan. terhadap penguasaan mahasiswanya atas bidang
Ketujuh, faktor ‘penampilan fisik’ juga studinya. Ada analisis khusus terhadap hasil
harus diperhitungkan oleh LPTK. Kerapian, ujian semester, berapa rerata IPK, bagaimana
kebersihan, keindahan dan keharmonisan fisik IPK lulusan, berapa lama penyelesaian
bangunan dan lingkungan kampus, serta skripsinya dan lain sebagainya. Kemampuan
penampilan fisik segenap pimpinan, karyawan, akademik mahasiswa merupakan indikator
dosen dan petugas keamanan sanggup mutu penguasaan materi perkuliahan yang pada
menciptakan suasana nyaman dan penuh gilirannya menentukan prestasinya sebagai
keakraban dan membuat situasi pelayanan tenaga kependidikan di lapangan kerja kelak.
semakin menarik bagi semua pihak. Pimpinan,
dosen dan semua pengelola selalu berpakaian 2. Peran LPTK terhadap Pendidikan
rapi dan bersih serta berpenampilan simpatik. Menurut Setiana (2015) selama ini
Bangunan, halaman, taman, jalan-jalan, ruang LPTK hanya diposisikan sebagai lembaga
kelas, ruang perpustakaan dan semua peralatan lisensi profesi guru. Dalam pola ini penyiapan

3

ac. Kelompok profesional. berbeda. Untuk memiliki guru yang modul terkait guru pembelajar. sehingga mampu berperan aktif Kegiatan Kepala Sekolah dan positif dalam mendidik anak bangsa. kompetensi guru pembelajar. bukan desain pendidikan profesional maka peran LPTK dalam mengembangkan yang terpadu. Lokakarya. Lembaga Pendidikan dan Tenaga LPTK. LPTK-an. Kemendikbud pendidik. Guru Mata Pelajaran (MGMP). pendidikan. 2016). Pendidik yang merupakan sumber yaitu : daya manusia yang bermutu.n. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 subject matter dengan kompetensi pedagogi. diharapkan 1) Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan mampu bersaing di era global ini.Musyawarah Kerja Kepala menghasilkan sumber daya manusia yang andal Sekolah (MKKS). Konsultasi reguler. Artinya. sehingga oleh LP4TK. pengembangan guru pembelajar yang sosial. perguruan tinggi yang permasalahan yang dihadapi guru berperan sebagai LPTK harus semakin pembelajar diperkuat dan didorong untuk lebih bagus lagi. (KKKS). mengadakan Pemerintah pun wajib memberikan perhatian konsultasi secara berkala dalam yang tinggi terhadap penyelenggaraan pertemuan rutin yang diadakan KKG pendidikan guru di LPTK kecenderungan maupun MGMP khususnya terkait tereduksinya keberadaan dan fungsi LPTK dengan penelitian yang dilakukan hanya sebagai lembaga sertifikasi profesi guru. (2009).. & Nicolls. M. Dinas Pendidikan LPTK yang berorientasi pada mutu akan (DISDIK) Kab/Kota. berisi. Melihat semangat UU Guru yang guru pembelajar yang professional adalah dijadikan rujukan dewasa ini tampaknya dengan model pendampingan yang berupa: consecutive model akan menjadi arah baru a).id Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah ). Concurrent model yang dijadikan b). Kemendikbud. Selain itu lembaga ini para lulusannya akan merupakan sarjana- berperan aktif dalam mensosialisasikan sarjana pendidikan yang bernas.(tri. Seminar. (Sumber: yang bermutu akan berdiri di garda terdepan PPPPTK. Partisipasi Publik. Ia akan mampu berkarya dan ini mengimplementasikan hasil diklat yang berprestasi dengan berbagai upaya didapat dari lembaga ditingkat pembaharuan dan pembangunan yang lebih sebelumnya. mengadakan pemaparan- R. Navarro. Kependidikan (LPTK). Tate. Persaingan Pendidik dan Tenaga Kependidikan sangat ditentukan oleh guru dan mutu guru yang (P4TK) Lembaga ini bertanggung jawab dipengaruhi oleh mutu LPTK sebagai untuk mengadakan Diklat dan pembuatan pencetaknya. c). d). berarti terkait langsung dengan aspek (2016) telah mendesain pengembangan guru pendidik sebagai unsur inti pelaksnaan pembelajar melibatkan beberapa komponen. Workshop berkelanjutan.wahyudi@ums.. mengadakan acuannya dengan memberikan penguatan lebih pelatihan-pelatihan yang dalam pada penguasaan bidang ilmu (subject berkelanjutan terkait dengan matter). D. Guru yang terlahir dari LPTK Pengawas Sekolah (MKPS). berpotensi untuk menjadi guru yang 3) Kelompok Kerja Guru (KKG). dan kepribadian adalah hal yang dirumuskan Kemendikbud (2016) tersebut. S. bahwa yang paling pemaparan dari hasil-hasil penelitian efektif dalam mengembangkan guru yang berkaitan dengan temuan- professional adalah dengan menjalin hubungan temuan baru yang dilakukan oleh guru dengan asosiasi-asosiasi pendidikan antara lain pembelajar. Musyawarah Kerja dan terampil. Berdasarkan desain berorientasi pada pengembangan sumber daya 4 . dengan sendirinya berbenah dan terus Lembaga ini berperan aktif dalam memperbaiki diri serta meningkatkan mutu dan mengikuti Diklat yang diselenggarakan standarnya secara berkesinambungan. menyelenggarakan kegiatan seminar Implikasinya LPTK hanya akan difungsikan dengan tema dan perkembangan yang sebagai lembaga sertifikasi yang diperluas baru yang mendukung tentang fungsinya (wider mandate) dengan basis ke. oleh guru pembelajar Menurut Evans. harus 2) Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan dilakukan terlebih dahulu adalah membenahi (LPMP). dengan cara model pendidikan guru di Indonesia. hasil diklat kepada guru pembelajar. Asosiasi pendidikan. berkualitas dan dapat diandalkan. Terkait dengan Peran LPTK sebagai pencetak tenaga konsep guru pembelajaran.

anak-anak sekolah dasar yang belajar tentang Dengan memperhatikan uraian diatas. Bagaimana cara mendidik mewisuda lulusannya tanpa menghiraukan karakter. norma. Kebaikan itu adalah panggilan fitrah. dan menghasilkan guru yang berkualitas. mekanisme pendanaan yang proses menanamkan kebiasaan tentang yang sentralistik dan kaku. kesadaran atau kemauan. Agama dirurunkan internal LPTK di Indonesia masih menghadapi adalah mengembangkan bakat bawaannya dan berbagai tantangan dan masalah yang pendidikan merupakan penuntun agar terhindar bersumber dari pola-pola menajemen yang dari salah arah. proses penanaman padi hingga menjadi beras. bakat. agar LPTK kacangan seperti ini tidak tumbuh maupun kebangsaan sehingga menjadi manusia seperti jamur di musim hujan. maka LPTK hendaknya menyadari bahwa mutu proses pembentukan nya setidaknya pendidikan benar-benar menjadi memerlukan dua hal utama selain pemahaman tanggungjawabnya dan mau berbenah diri keteladanan (role model) dan pembiasaan sehingga lulusan yang dihasilkanya menjadi (habituation). pembangunan tranmisi nilai. Karakter Lulusan guru cukup banyak menuai kritikan tajam yang Pendidikan karakter adalah suatu pada akhirnya ditujukan kepada LPTK sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada khususnya yang tidak mampu membenahi warga sekolah yang meliputi komponen dirinya sendiri sehingga tidak mampu pengetahuan. Sedangkan pembiasaan yaitu sentralistik. melalui Kopertis Wilayah tersebut. mampu merasakan. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 manusia. Untuk itu. memerlukan penanganan secara nasional. Keteladanan dan habituasi guru yang mumpuni. sehingga perilaku baik terpahat menjadi sistematik dan terpadu. khususnya kepada murid-murid Sehubungan dengan itu antisipasi asuhannya. Hal ini mengandung makna dihadapi oleh LPTK yang mempunyai bahwa pengembangan LPTK merupakan satu tanggung jawab dalam menghasilkan guru yang keharusan yang tidak dapat ditawar-tawar lagi berkualitas. mengukur pendanaan pendidikan. regional. maka imbas atau akhlak mulia meliputi keyakinan dan negatifnya adalah merosotnya mutu pendidikan pengetahuan tentang kebaikan. Semua masalah itu cita rasa kebaikan disanubari nak didik. dan kualitas lulusannya. perkembangan sosial budaya dan teknologi. Sementara itu kenyataan obyektif secara bawaan setiap mkanusia. Bila hal ini dibiarkan terus kapan saat yang paling tepat ? Karakter mulia berlangsung dalam waktu lama. tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai Kemenristek Dikti. baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa II. 5 . dan mau daya manusia yang kurang memadai dan belum melakukan yang baik. serta berbagai produk hukum tatanan global. situasi politik. kualitas sumber memahami. lalu kita karena tenaga kependidikannya tidak menimbulkan komitmen terhadap keabaikan berkualitas sama sekali. serta cinta sebab kebaikan ekonomi. Guru ingin melukis pola optimalnya partisipasi masyarakat dalam piker kebaikan di benhak anak didik. Peran LPTK-PGRI dalam Mendidik Berkaitan dengan masalah pendidikan. 3. desentralisasi. diri sendiri. sesama. organisasi dan baik sehingga guru dan peserta didik manajemen yang kuang efisien. merupakan satu hal yang harus 2003 tentang sistem pendidikan nasional. lingkungan. dan diwujudkan demi kelestarian dalam Undang-Undang nomor 14 tahun 2005 tentang menghadapi gelombang tantangan dalam Guru dan Dosen. yang mampu menciptakan sebagaimana tercermin dalam kisah tentang sumber daya manusia yang andal dan unggul. Oleh karena itu. Pada tatanan lokal dengan agar menjadi lembaga pendidikan yang penerapan otonomi daerah. kebutuhan daerah. setaip dan akhirnya melakukan kebaikan. telah melakukan usaha-usaha pengawasan (YME). dari mana harus memulainya. yang sibuk hanya insan kamil. kebiasaan. setiap daerah bermutu sehingga mampu memberikan mempunyai peluang untuk menata kontribusi yang signifikan terhadap pembinaan pengembangan tenaga guru yang lebih karakter lulusan yang akhirnya akan berkualitas dan sesuai dengan tuntutan meningkatnya mutu pendidikan. lokal dan lainnya yang merupakan tantangan yang harus organisasional. pengembangan dan kinerja LPTK khususnya Dalam Undang-undang nomor 20 tahun LPTK swasta. dapat dikatakan bahwa LPTK menghadapi anak-anak dapat melihat keteladanan hidup masalah dan tantangan eksternal yang secara nyata dan berperan sebagai kanal berkaitan erat dengan globalisasi. sebenarnya adalah wujud hakiki manusia. nasional.

mengembangkan kemampuan dan rasa Selama ini. pembentukan karakter peserta didik. terutama dalam Pendidikan dan Kebudayaan Nasional pembentukan karakter peserta didik . pelaksanaan permasalahan tersebut adalah melalui aktivitas atau kegiatan ko-kurikuler. pendidikan informal tanggung jawab sosial. peserta didik berada dalam diselenggarakan oleh pendidik dan atau tenaga keluarga dan lingkungan sekitarnya. dan penilaian setiap mata kuliah perlu dikembangkan. jenjang. peningkatan mutu akademik. mendidik anak di lingkungan keluarga. serta potensi dan terutama dalam lingkungan keluarga belum prestasi para peserta mahasiswa dan akhirnya memberikan kontribusi berarti dalam dapat ditularkan nantinga kepada peserta mendukung pencapaian kompetensi dan didiknya. dengan manajemen atau pengelolaan lembaga. Olah kehidupan peserta didik/ mahasiswa sehari-hari Raga dan Kinestetik (Physical and kinestetic di masyarakat. Peserta didik pengembangan peserta calon pendidik sesuai mengikuti pendidikan di sekolah hanya sekitar dengan kebutuhan. pembiayaan. Sebagai upaya untuk meningkatkan waktu belajar peserta didik di sekolah perlu kesesuaian dan mutu pendidikan karakter. mereka melalui kegiatan yang secara khusus Selebihnya (70%). development). pelaksanaan. penanganan atau pengelolaan mata Salah satu alternatif untuk mengatasi pelajaran. tentang Sistem Pendidikan Nasional pada pasal Mapala. konteks totalitas proses psikologis dan sosial. Melalui kegiatan sekolah berkontribusi hanya sebesar 30% ekstra kurikuler diharapkan dapat terhadap hasil pendidikan peserta didik. diselenggarakan oleh LPTK PGRI. pengelolaan sekolah. Pendidikan informal adalah jalur potensial untuk pembinaan karakter dan pendidikan keluarga dan lingkungan. potensi. internalisasi. bakat. dan mengoptimalkan kegiatan pendidikan dan ethos kerja seluruh warga dan lingkungan informal lingkungan keluarga dengan sekolah. kegiatan kesenian. LDK. Materi pembelajaran yang rujukan konseptual dan operasional berkaitan dengan norma atau nilai-nilai pada pengembangan. dan pengamalan nyata dalam Olah Pikir (intellectual development). Palang Merah Remaja. dll yang dilakukan diluar jam terdiri atas pendidikan formal. termasuk komponen-komponen pengaruh media elektronik ditengarai bisa pendidikan itu sendiri. pendidikan di berkewenangan di sekolah. salah Pengembangan dan implementasi pendidikan satunya di Universitas PGRI Palembang seperti karakter perlu dilakukan dengan mengacu pada Kepramukaan. pada setiap jalur dan jenjang dieksplisitkan. tetapi menyentuh pada Hati (Spiritual and emotional development). semua komponen (stakeholders) harus pengaruh pergaulan di lingkungan sekitar. pembelajaran nilai-nilai karakter tidak hanya kultural tersebut dikelompokkan dalam: Olah pada tataran kognitif. Konfigurasi karakter dalam kehidupan sehari-hari. Grand design menjadi mata kuliah. Dengan demikian. yaitu memadukan pemberdayaan sarana prasarana. Kesibukan Pendidikan karakter juga sangat terkait dan aktivitas kerja orang tua yang relatif tinggi. dan perkuliahan merupakan salah satu media yang informal. mengembangkan grand design pendidikan Pendidikan karakter dapat karakter untuk setiap jalur. out bond. nonformal. hubungan. pendidikan formal di sekolah. Jika dilihat kependidikan yang berkemampuan dan dari aspek kuantitas waktu. dikaitkan dengan konteks pendidikan. kurangnya pemahaman orang tua dalam Pengelolaan yang dimaksud adalah bagaimana 6 . Seminar. dan kegiatan lainnya yang Berdasarkan UU No 20 Tahun 2003 dilakukan oleh mahasiswa misalnya Menwa. grand design tersebut. dioptimalkan agar peningkatan mutu hasil pemerintah kita melalui Kementerian belajar dapat dicapai. dan minat 7 jam per hari. yaitu isi kurikulum. kegiatan-kegiatan olahraga. Kegiatan Ekstra Pendidikan informal sesungguhnya memiliki Kurikuler merupakan kegiatan pendidikan di peran dan kontribusi yang sangat besar dalam luar mata pelajaran untuk membantu keberhasilan pendidikan. kualitas dan pencapaian hasil belajar peserta didik. Dalam hal ini. dan jenis diintegrasikan dalam pembelajaran pada setiap satuan pendidikan. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 Dalam pendidikan karakter di sekolah. dan dilibatkan. 13 ayat 1 menyebutkan bahwa jalur pendidikan diskusi. pendidikan karakter terpadu. atau kurang dari 30%. dan Olah Rasa dan Karsa Kegiatan ekstra kurikuler yang (Affective and Creativity development). berpengaruh negatif terhadap perkembangan proses pembelajaran dan penilaian.

Dengan demikian. Jepang. dengan membangun tata kelola pembelajaran. Globalisasi menyediakan keinginan). dan dikendalikan dalam kegiatan. dan 5) Meningkatka kualitas hidup manusia. efektif. Pada 9) Memperteguh ke-bhinekaan dan masa itu pemerintah dan masyarakat Indonesia memperkuat restorasi sosial Indonesia harus merubah pola piker dan perbuatan yang melalui kebijakan memperkuat baru saja lepas dari penjajahan Belanda dan pendidikan ke-bhinekaan. demokratis dan terpercaya. menikmati hiburan di tempat-tempat yang pemerintahan presiden Jokowi yang tertuang tidak pantas untuk ditonton. apalagi mencari nama Nawa Cita (9 agenda prioritas): 7 . Soekarno telah Indonesia. (Bahasa Sangsekerta). peserta didik ke pengenalan nilai secara bermartabat dan terpercaya. kemandirian ekonomi tahun. Menurut Mochtar Buchori (2007). kognitif. muatan kurikulum. Peran LPTK-PGRI dalam Membangun kurikulum pendidikan nasional dengan Revolusi Mental Bangsa mengedepankan aspek pendidikan Revolusi mental mengubah cara kewarganegaraan. bangsa lain di dunia. seperti pengajaran sejarah sehingga menjadi bangsa kita ini menjadi besar pembentukan bangsa. penghayatan nilai secara afektif. Misalnya cara Indonesia. dan banyak dalam Nawa Cita poin ke delapan (8). akhirnya ke pengamalan nilai secara nyata. masyarakat Mengapa revolusi mental ini Indonesia diajak untuk berpikir dan bertindak di dimasukkan dalam program pendidikan alam kemerdekaan bangsa Indonesia. yang menempatkan pandang. kependidikan. sikap dan perilaku yang secara proporsional aspek pendidikan. Disinilah pentingnya strategis ekonomi domestik. agenda. yang menafaatkan fasiloitas-fasilitas umum 8) Melakukan revolusi karakter bangsa untuk pendidikan PAUD. Adapun rumusan Agenda Prioritas positif maupun negatif. gerakan pendidikan dimulai dari anak usia dini 7) Meningkatkan produktivitas rakyat dan (PAUD) yang harus digerakkan dimasyarakat daya saing di pasar Internasional. seharusnya merubah pola pikir dan cara Sesuatu yang dulu dianggap tabu. Banyak manusia terlena Pembangunan yang ditetapkan oleh dengan menuruti semua keinginanorang-orang Pemerintahan Jokowi dan Yusuf Kalla diberi yang abisius ingin berkuasa. dan komponen terkait lainnya. ditanggulangi. melindungi segenap dan memberikan kegiatan pendidikan secara memadai. cara berinteraksi dengan lawan revolusi mental ini menjadi program jenis. 6) Mewujudkan melalui peningkatan Menurut hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pendidikan dan pelatihan 50% variabilitas kecerdasan orang dewasa dengan program Indonesia Pintar. Pengelolaan tersebut antara lain meliputi. Indonesia Kerja dan Indonesia Peningkatan 30% berikutnya terjadi pada usia 8 Sejahtera. patriotisme dan cinta Tanah Air. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 pendidikan karakter direncanakan. melalui kebijakan penataan kembali 4. pendidik dan tenaga Pemerintah yang bersih. manajemen pengelolaan 3) Membangun Indonesia dari pinggiran LPTK tersebut merupakan salah satu media dengan memperkuat daerah-daerah dan yang efektif dalam pendidikan karakter yang desa dalam kerangka Negara kesatuan akan diterapkan oleh para alumninya di sekolah 4) Menolak Negara lemah dengan nantinya. melakukan reformasi sistem dan pendidikan karakter seharusnya membawa penegakan hukum yang bebas korupsi. nilai-nilai dan mampu berkompetisi dengan bangsa. dan sejak proklamasi. Sudah disekolah? Pada saat ini moralitas melonggar. dan sisanya 20% pada pertengahan atau dengan menggerakkan sektor-sektor akhir dasawarsa kedua. sudah terjadi ketika ia berusia 4 tahun. pikiran. tetapi sejak presiden di dalam kurikulum pendidikan pertama Republik Indonesia Ir. pada saat sekarang berpakaian. 2) Membuat Pemerintah tidak absen nilai yang perlu ditanamkan. sekarang pandang terhadap pembangunan bangsa menjadi biasa-biasa saja. rasa aman pada suluruh warga Negara. penilaian. 1) Menghadirkan kembali Negara untuk dilaksanakan. seluruh fasilitas yang dibutuhkan manusia. nilai. Nawa pemuda-pemuda menikmati narkoba yang sulit (sembilan) dan cita (harapan. berorientasi pada kemajuan dan kemoderenan. mencetuskan istilah revolusi mental ini. Kemudian. Istilah kata revolusi mental semangat bela negara dan budi pekerti bukanlah hal yang baru.

sedangkan ranah kehendak yang berbudi pekerti luhur. dan psikomotorik. afektif. keamanan. diarahkan dari pengetahuan diskursif ke solidaritas. komunal. Sedangkan berkaitan dengan (sikap) attitude. Gejala ini tampak pada negara. dimulai dari pendidikan itu sendiri (Revolusi Dalam perbuatan sehari-hari selama belajar Pendidikan) dibangku sekolah / bangku kuliah harus Pendidikan membutuhkan komitmen dibiasakan melakukan tindakan-tindakan yang dan integritas para pemangku kepentingan di jujur. masuk ke tren budaya yang kebarat keras dan semangat gotong royong. moralitas. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 rezeki melimpah yang tidak sesuai dengan kemaslahatan). berkepribadian adalah kaitannya dengan spirit. berkarakter dan bertanggung bidang pendidikan untuk secara sungguh- jawab. yaitu sehat. setiap pembelajaran. kecemburuan sosial. juara kelas. bertanggung jawab. Akibatnya kenyamanan. tertutup. dan karakter. cenderung egois serta menjadi pribadi yang Harus ditanamkan sifat Integritas. terdapat tiga Sehat berarti dimulai dengan fisik yang ranah yang harus dikuasai oleh siswa. Cara mendidik perlu Semangat gotong royong (kerja sama. harus LPTK harus melaksanakan seimbang antara kognitif. berkarakter. optimis. b). Dalam dunia pendidikan. kognitif. kreativitas dan produktivitas bangsa. mengarah pada otak kita yang selalu berpikir Ranah kognitif berorientasi pada ilmu dan diasah sehingga memiliki kemampuan pengetahuan dan teknologi. yaitu senantiasa harus fit dan bugar. tetapi Dalam pelaksanaan revolusi mental miskin kemampuan membangun relasi. kepada generasi muda melalui LPTK yaitu: a). Apabila d) Meningkatkan kompotensi dosen dalam karakter bangsa ini rapuh maka semangat mendukung revolusi mental. membentuk 8 . b). akan bersifat hard skill. dan adalah peserta didik kaya akan kemampuan ketimpangan sosial. diadu domba. Dalam pelaksanaan jalur aturan dan etika dalam pekerjaan terebut. harus diperkuat melalui: a). Lebih jauh lagi. pintar. emosi/mental/jiwa akan berdampak pada Sebagai realitas pembelajaran. Bangsa kita akan lemah dan menjadi output pendidikan yang memiliki kemampuan tidak bermartabat. jenis dan jalur pendidikan untuk oleh bangsa lain. cerdas. intelektual tinggi. Harus kerja keras (etos kerja. Prinsip-prinsip ekstra kurikuler bagi mahasiswa yang moral. Perlunya psikomotorik berkaitan dengan keterampilan revolusi mental adalah karena penyakit seperti bersifat prosedural dan cenderung mekanis. c). kemudian psikmotorik. membentuk etos kerja pilkada. afektif dan pembangunan manusia melingkupi 3 dimensi. karakter bangsa berubah Kurikulum pendidikan kewarganegaraan pada menjadi rapuh. usaha individu berupa malasnya seseorang dan tidak untuk menyeimbangkan ketiga ranah tersebut mempunyai karakter. dan perjuangan hilang terprogram. baratan yang tidak sesuai dengan adat Menerapkan mengaktifkan kegiatan-kegiatan ketimuran bangsa Indonesia. apalagi melalui membangun integrasi. c). Oleh sebab itu Perubahan ini harus dipercaya. ranah afektif analisis yang tajam dan berkualitas. Akhirnya. psycomotorik. tetapi miskin soft skill karena berdampak negatif pada bangsa dan ranah afektif terabaikan. Oleh sebab memiliki akademis bagus dan bermoral yang itu pembangunan mental dn karakter bangsa ini baik. Inilah yang ini pihak Yayasan harus meningkatkan sarana menyebabkan dekadensi moral serta hilangnya prasarana ysng diprerlukan untuk perkualiahan. Pengelola Pendidikan dalam hal dari karakteristik mereka. dan berkepribadian. Penekanan pembanguan membangun bangsa Indonesia ini. inovatif dan produktif). kurang bangsa ini. berorientasi pada pengetahuan praktis yang artinya. yaitu jujur. Walaupun pada kenyataannya potret harus dilaksanakan semasa ia masih duduk pendidikan di Negara kita dari segi akademis dibangku sekolah atau bangku kuliah harus sangat bagus tetapi dari segi karakter ternyata berkreasi dan berinovasi dalam kompetensi masih bermasalah.. dipercaya. Kemudian dampaknya memang selalu diupayakan. budaya bangsa. Cerdas berarti ranah kognitif. mudah di ombang ambingkan oleh bangsa lain LPTK sangat bertanggung jawab yang dengan sendirinya akan melumpuhkan dalam menghasilkan lulusan-lulusan yang pemuda pemudi bangsa Indonesia. pendidikan dalam karakter siswa. ada ada tiga yang perlu ditanamkan mampu berinteraksi dan bekerjasama. pendidikan. mudah diombang ambingkan semua jenjang. daya sungguh menerapkan nilai-nilai kehidupan di saing. tetapi pada akan menular kepada masyarakat yang ditandai kenyataannya yang dominan adalah ranah dengan gangguan ketertiban.

PPs UNIMED. Dalam revolusi mental. 2007.Navarro.2 Pembenahan LPTK sudah tidak dapat Mei 2014. Pendidikan diarahkan menuju digeser menjadi budaya komunikasi dua arah transformasi di tataran kebiasaan.&Nicollas. Pendidikan Nasional/ Dinas Pendidikan dengan Kepres No.1 . Membangun delapan karakter emas perlu dilakukan pola-pola budaya yang menuju Indonesia Bermartabat. sekolah berstatus umum. mengubah perilaku menjadi baik dan berakar Baduose Media Jakarta. khususnya Departemen 2011. Jakarta. komunikasi satu arah yang “top down” harus hari. Suatu anggapan bahwa jika Methode dan Aplikasi untuk memperbanyak pelajaran agama dapat Pendidik dan Profesional. Pendidikan dan “bottom up”.M(2009) budaya dalam bentuk pola pikir. harus menjadi landasan utama dalam Kurikulum 2013 banyak mengundang perwujudan kinerjanya melalui aktualisasi kritik dari para pemerhati pendidikan. sehingga paradigma pendidikan dengan situasi konkret. Krangka.R.GEM II-Aguirre Devision of lainnya. yang sekurang-kurangnya Jalaluddin & Abdullah Idi. 2011. Pendidikan Karakter menunjang eksistensinya. dalam masyarakat kita ketika penerapan Juni 2011 kurikulum 2013 dilakukan dengan Aqib. Elfindri. Seharusnya Membangun Prilaku positif Anak Bangsa. 2011. ditawar-tawar lagi. Kiat membentuk Anak sekolah menjadi cara berpikir dalam praktek Berkarakter Hebat. disetiap mata pelajaran harus ditanamkan nilai Bandung. perasaan dan . Padahal dalam kenyataan hal tersebut JBS International. Peranan LPTK Dalam dalam memandang dan mengubah budaya Menghasilkan Guru Yang tersebut. Yokyakarta: hidup para pelajar. Jurnal Tabularasa. Budaya pengaturan yang mengajarkan keutamaan yang merupakan sentrarlistik ke budaya pemberdayaan dan pengetahuan praktis. Bagaimanapun kejujuran dan keutamaan yang lain menjadi LPTK merupakan aktualisasi kultur suatu disposisi batin ketika siswa berhadapan pendidikan. Penerbit Bidadari Biru.12 No. baik melalui pendidikan agama yang dikhususkan dan diperbanyak jam belajarnya Daftar Pustaka disemua jenjang dan jenis sekolah walaupun Azhar. 2014.S. akhlak yang berkarater. dkk. dan Pendidikan. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 etos bukanlah pembicaraan teori-teori etika budaya “pedagogis” yang demokratis dalam yang abstrak. struktur kelembagaan LPTK termasuk Kendiknas. memperbanyak ajaran agama. sehingga mampu Kurikulum 2013 memiliki tujuan besar untuk memberikan sumbangsih kepada peserta didik mengubah moral peserta didik menjadi lebih yang berkualitas. Dalam aspek culture. Pendidikan Karakter. 2012.Filsafat Pendidikan. sedemikian rupa agar dapat menunjang Jokyakarta. Manusia.Jakarta: Badan Penelitian lembaga pendidikan. 93 Tahun 1999 tentang perubahan yayasan LPTK dan pihak-pihak terkait lainnya IKIP menjadi Universitas. (pusat dan daerah). berkembangnya LPTK yang bercorak khas. Revolusi mental membuat desentralistik yang otonom. dari asumsi pembedaan yang tajam antara Evans. Samudra Biru. karena tridharma perguruan tinggi. perlu diupayakan perubahan asumsi dasar Juju Juaningsih. nilai moral. F Nurul. tetapi bagaimana membuat teori. Wahana Didaktika Simpulan dan saran FKIP-PGRI Palembang Vol. 8 No. dan SDM. Profesional. Filsafat. suasana nilai-nilai kejuangan guru. Budaya teori tersebut mempengaruhi tindakan sehari. 2011.D. culture. sehingga diperoleh satu struktur yang Ki Supriyoko. dengan pemerintah pusat dan Pengembangan Pusat Kurbuk. Inc. mencakup aspek struktur. 2010. substansi. tidak menjamin nilai-nilai yang dipelajari di Huda. Dalam aspek struktur perlu dikaji Jokyakarta: Ar-Ruzz Media. Panduan Pelaksanaan Pendidikan hubungan struktural dan fungsional antar karakter.Teacter Education and Profesional tindakan yang lebih menjurus yang akan Development in Indonesia: A Gap menimbulkan perbedaan satu dengan yang Analysis.Tate. Zainal. Namun dengan Pradikma Meningkan Mutu kebijakan tersebut kekeliruan mulai pecah Pendidikan pada LPTK Vol. CV. Yrama Widya. Pendidikan Karakter. Budaya birokratis dan feodal harus bergeser ke 9 .

Undang-Undang RI No. 2014. Menjdi Guru Profesional : Strategi meningkatkan kualifikasi dan kualitas Guru di Era Glaobalisasi.net/baca/ 60 persen lptk-di Indonesia dibawah stndar/menghailkan guru yang professional. A (3013). http://www/timlo. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 Muhammad Nuh. Jakarta . 14 Tahun 2015 tentang Guru dan Dosen. Undang-Undang RI No. Suyanto & Jihat. 10 . (diunduh tanggal 10 April 2017).Erlangga. Susilo. Minggu 16 April 2017. Mendidik karakter (2). 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikian Nasional. DEA. Koran Sindo hal 1. Joko.

Beberapa karakter sebagai perwujudan dari potensi rasa dan karsa peserta didik yang dapat dikembangkan melalui pembelajaran antara lain kemampuan bersikap: (1) adil dan demokratik. perdamaian abadi perhatian yang besar oleh pengambil kebijakan dan keadilan social. (2) bersentuhan dengan peserta didik. yang telak untuk menyadarkan kita semua Dalam konteks kehidupan berbangsa dan untuk tidak hanya sekedar menyaksikan. dan dari Akhlak Mulia itulah pula dikembangkan karakter peserta didik melalui pembiasaan akhlak mulia. dan (4) ikut seterusnya pendidikan karakter. akan bernegara Indonesia. pemikiran tentang pendidikan karakter dalam maka pembentukan karakter sebaiknya berbasis pembelajaran bagi stiap sekolah. maka karakter berbasis kearifan lokal mayor (kehidupan bangsa yang cerdas. Untuk kearifan lokal. dan melaksanakan ketertiban dunia yang kewirausahaan mesti diberikan porsi dan berdasarkan kemerdekaan. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 PENDIDIKAN KARAKTER DAN PEMBIASAAN AKHLAK MULIA DALAM PEMBELAJARAN Prof. (3) konsisten. dan karakter Indonesia. (3) Oleh sebab itu. kritis Pendidikan Karakter dan kreatif peserta didik dapat melalui pembelajaran. khsusnya dalam aktvitas (1) melindungi segenap bangsa Indonesia dan pembelajaran yang dapat secara langsung seluruh tumpah darah Indonesia.com Keywords: ABSTRACT Pembelajaran Menumbuhkembangkan kemampuan analythical thingking. Dengan mempertimbangkan kemajemukan Makalah ini ditujukan untuk memaparkan budaya Indonesia sebagai kekuatan bangsa. analitik dan deskriptif yang didukung dengan data- data literatur terkait. dan merupakan diharapkan dapat menjabarkan kebijakan ini ke tujuan paling dasar. M. Dr. serta (4) bertanggung jawab. maka tujuan-tujuan lainnya akan mikro di sekolah. Tujuan ketiga paling erat pendidikan di Pusat dan daerah tentu saja terkait dengan pendidikan. digunakan untuk membahas permasalahan. Sumber data yang digunakan dari literatur-literatur kepustakaan yang relevan. mengingat mencapai tujuan ini. jika tujuan tersebtu telah dalam program pendidikan nyata sampai tingkat tercapai. Samion Ar. (2) disiplin. PENDAHULUAN global.Pd IKIP PGRI Pontianak samion@gmail. memajukan kesejahteraan umum. untuk sekarang dan mencerdaskan kehidupan bangsa. akan dibahas butir-butir bahwa NKRI adalah harga yang tak bisa ditawar berikut: (a) pengertian tentang istilah-istilah lagi. tersebut mestiberjiwa nasional dan berwawasan karakter. Kajian ini bertujuan untuk mendeskripikan dan mengembangkan karakter peserta didik melalui pembelajaran. (3) mandiri. dikembangkan. pembentukan karakter tetapi juga turut untuk beraksi dalam mengatasi hendaknya ditujukan untuk mendukung hal-hal yang bertentangan dengan karakter. (b) 11 . Pembentukan karakter tridimensi Cuplikan akan bobroknya aktivitas mental tersebut perlu dilakukan di setiap jenjang dan karakter dewasa ini merupakan pukulan pendidikan. Namun demikian. yg merupakan salah satu tinggi nilai-nilai moralitas yang agung tujuan kemerdekaan Indonesia. terutama mengoptimalisasikan pendirian NKRI memiliki empat tujuan berikut: peranan pendidikan. Seperti merupakan harga mati untuk tetap dan terus tercantum dalam Pembukaan UUD 1945. Permasalahan yang ada dikaji secara teoretik dengan penalaran secara logis. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif teoretik. budaya. dengan mudah tercapai pula. tercapainya keberhasilan membangun Kewajiban untuk senantiasa menjunjung kehidupan cerdas.

Pengertian tentang Kehidupan Bangsa yang pembentukan karakter mestinya menjadi bagian Cerdas dan Karakter tugas utama dalam pendidikan. potensi-potensi manusia itu butir 1. Pengertian pendidikan tersebut menyiratkan potensi-potensi tersebut mencakup potensi tiga butir penting berikut: (1) kedudukan gerak ragawi. seni. Manusia pengendalian diri. Tuhan Yang Maha Esa. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 pengembangan program pembelajaran yang Pasal ini jelas mengamanatkan pengembangan pembentukan karakter Indonesia. dan pembangunan Indonesia. kehidupan yang pengertian tentang karakter dan karakter cerdas memiliki dua cirri utama berikut: (1) Indonesia akan disajikan di bawah. masyarakat. itupun dalam arti berikut: kehidupan yang dibangun oleh warga sempit. nasional. semua program dan menjadi warga negara yang demokratis kegiatan pendidikan harus secara terpadu serta bertanggung jawab. dan (2) jauh dari perilaku destruktif/merugikan bagi diri Pendidikan adalah usaha sadar dan sendiri. praktik pendidikan seperti yang diinginkan. Pendekatan untuk mencapai tujuan tersebut masyaarakat. dan (3) pemenuhan kebutuhan PD tentang fungsi dan tujuan pendidikan nasional sendiri. pendekatan yang Pendidikan nasional berfungsi mengutamakan PD sebagai subjek belajar sudah mengembangkan kemampuan dan lama dimunculkan. Kehidupan terencana untuk mewujudkan suasana bangsa yang demikian dapat tercipta jika belajar dan proses pembelajaran agar didukung oleh manusia Indonesia seutuhnya. berakhlak mulia. dan dievaluasi dengan mengacu pada pesan- pesan yang tertuang dalam pasal-pasal di atas. masyarakat. kebanyakan orang mencurahkan perhatian pada kehidupan bangsa yang cerdas diberi makna pengembangan kemampuan. reformasi terhambat oleh sistem desentralistik bertujuan untuk berkembangnya potensi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pengembangan semua subjek belajar: (2) pengembangan seluruh potensi ini telah dituangkan dalam rumusan potensi PD. Artinya. sehat. (Pasal 1. dan pernah dikenalkan di membentuk watak serta peradaban Indonesia pada tahun 1980-an. kepribadian. Namun 1. UU berkesinambungan dirancang. kreatif. karakter Indonesia yang kokoh. yang tentu saja telah terjabarkan lebih lanjut 12 . Akan tetapi. dan bangsa. bangsa yang bermartabat dalam rangka penerapan pendekatan tersebut sebelum era mencerdaskan kehidupan bangsa. dan logika. dan global. dan bangsa sebagai (a) amalan telah dirumuskan dalam butir 1 Pasal 1 UU ajaran-ajaran agama dan nilai-nilai Pancasila. hukum tertinggi setelah UUD 1945 dalam berilmu. Dalam istilah budaya Indonesia. seperti dikutip di bawah ini. sarat oleh perilaku warga yang mengandung kebajikan/kemajuan bagi diri sendiri. cakap. akademik. Dalam istilah masyarakat. Untuk dapat membantu membenahi perkembangan zaman dalam lingkup lokal. peserta didik (selanjutnya disingkat PD) sebagai dan kecerdasan pikiran. (Pasal 3. bangsa dan negara. Kehidupan Bangsa yang Cerdas demikian. Sisdiknas seperti dikutip di bawah. akhlak mulia. mencakup potensi kinestetika. serta seluruh potensi yang telah dianugerahkan oleh keterampilan yang diperlukan dirinya. etika. dan (c) kemampuan dan pembentukan karakter dan penutup. Dalam dunia ilmu pendidikan. peradaban bangsa yang berujung pada kecerdasan kehidupan bangsa. Maka. dan bangsa Indonesia. moral-spiritual-keagamaan. UU Sisdiknas). dan celakanya kemampuan kemajuan atau peningkatan kualitas hidup dan akademik pun kebanyakan masih terbatas pada kehidupan sesuai dengan tuntutan hafalan. estetika. yaitu kemampuan akademik yang berkarakter dan berorientasi pada (intelektual). demikian pasti telah mencapai pengembangan kecerdasan. peserta didik secara aktif yaitu manusia yang memiliki kecerdasan mengembangkan potensi dirinya untuk berpikir yang optimal pengembangannya dan memiliki kekuatan spiritual keagamaan. dan (b) penerapan ipteks yang relevan. peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Mengingat UU Sisdiknas adalah landasan Yang Maha Esa. mandiri. dilaksanakan. Sisdiknas). tugas ini telah lama terabaikan karena Untuk tujuan pembahasan dalam makalah ini.

tercermin dalam pola berpikir. (3) Kompetensi Pengetahuan prosedural adalah informasi keterampilan ragawi banyak melibatkan gerak tentang langkah-langkah untuk melakukan motorik. kehidupan bangsa kemudian menyerahkan rangkuman tertulis yang cerdas didukung oleh warga masyarakat dan/atau menyajikan rangkumannya di depan yang terpelajar dan berkarakter. Pengetahuan faktual adalah mencakup: (1) kesediaan siswa untuk memberi pengetahuan tentang hal-hal yang ciri-cirinya perhatian (penerimaan). misalnya luas Indonesia. Tahapan pembelajaran afektif prosedural. penugasan perpustakaan di mana peserta didik (PD) diberi berbagai macam pertanyaan/tugas 2. dan (4) keterampilan interaktif suatu pekerjaan. mengevaluasi dan menciptakan Kompetensi akademik/teoretik banyak hal baru dengan konsep tersebut. rasa kebangsaan. Apa yang kelas. kebanyakan guru masih Kompetensi afektif (soft skills) banyak terlalu menekankan proses menghafal untuk melibatkan proses rasa/hati (otak kanan) dengan pengetahuan konseptual. pembelajaran yang berbeda. Di sinilah taksonomi kognitif yang Dalam merancang dan melaksanakan dan telah disebut di atas harus benar-benar menilai program pembelajaran. Terkandung dalam melibatkan proses berinteraksi verbal. termasuk aspek pengetahuan faktual. proses menyerap dan pendidikan di tingkat sekolah. Karakter untuk mencari sendiri pengetahuan tersebut dan Seperti disinggung di atas. seni. Pembelajaran Afektif informasi ke dalam ingatan jangka panjang). menganalisis konsep dalam situasi Pertimbangannya dapat diringkas sbb. Artinya. Jadi proses pembelajarannya termasuk dimaksud dengan karakter? Karakter seseorang kategori transmisi. Menurut melibatkan proses kognitif (otak kiri). hirarki menerima-menanggapi-menghargai- menata-mencirikhasi. Dengan demikian. yang mewujud Sementara itu. dan konseptual.: (1) penerapannya. pola bertindak/berperilaku. Ranah dan Pelaksanaan Program Penggunaan media yang tepat sangat Pembelajaran disarankan. Pembelajaran Kognitif pemahaman dan kesadaran penuh sehingga Pembelajaran kognitif berkenaan dengan olah sikap akhirnya menjadi bagian dari karakternya. yaitu proses penguasaan pengetahuan (penyerapan b. Sebaiknya. guru wajib membantu apakah telah dipertimbangkan bahwa masing. Hirarki pengetahuan tersebut suatu rentetan tindakan pembelajaran masing-masing dapat diringkas sebagai kesatuan. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 dalam seluruh isi UU Sisdiknas dan semua sudah tetap. (2) pengamatan penulis. 1997). revisi setiap langkah: apa dampak positif jika taas. perlu disadarkan tentang pentingnya menaati evaluasi-penciptaan (taknosomi Bloom. ibukota peraturan-peraturan turunannya (PP dan negara/provinsi. dan (c) pengetahuan sikap hidup. (b) pengetahuan moral-spiritual. Jenis dapat dijadikan kriteria untuk merancang. pengetahuan konseptual dalam jenis keputusan yg diambil dan tindakan dipelajari oleh PD melalui proses transaksi atau saat menghadapi berbagai masalah dalam negosiasi. PD akan taat prosedur dengan a. pemenuhan menyimpannya dalam ingatan jangka panjang depalan SNP (Standar Nasional Pendidikan) melibatkan pengulangan yang memadai. pengetahuan ini tidak perlu ditangani lewat melaksanakan. menerapkan konsep dalam berbagai situasi. apa dampak negatif jika melanggar. Tetapi untuk peningkatan mutu pengetahuan faktual. pola merasakan. perlu dicermati diterapkan. di mana terjadi dialog dan/atau kehidupan nyata. Untuk Permendiknas). otak (belahan otak kiri). dan th. penekanan diberikan Hirarki kompetensi akademik mencakup pada praktik yang taat prosedur. nama provinsi dsb. diskusi dengan guru dan di antara PD dalam proses memahami konsep-konsep sasaran. Pembelajaran afektif berkenaan dengan olah Pengetahuan dapat diklasifikasi menjadi: (a) hati (atau belahan otak kanan). dan menilai peningkatan mutu pengajaran tatap muka. Akan tetapi PD pengetahuan-pemhaman-penerapan-analisis. melainkan lewat pendidikan di sekolah. untuk sebagai berikut: pengetahuan jenis ini. menciptakan tugas-tugas yang mendorong PD masing jenis kompetensi memerlukan proses untuk memantapkan pemahamannya. (2) partisipasi aktif 13 .

Kegiatan pilihan adalah melibatkan orang lain (Rackham & Morgan kegiatan membuat pra-karya (kerajinan) dengan dalam Romiszowski. membuat meniman. dalam berbagai situasi. Untuk mereka jelas jiwa dan ceramah. Proses semua kegiatan yang melatih PD untuk berinteraksi yang perlu dilatihkan pada PD melakukan semua hal yang dibutuhkan sehari. dan akhirnya (5) dikenalkan dengan kewirausahaan. memperbaiki orang lain). praktik jelas banyak melibatkan keterampilan pembelajran afektif tidak cukup hanya diberi ragawi. terbuka (mengakui kesalahan sendiri atau menggergaji. perlu ditentukan langkah-langkah strategis 14 . ada dua jenis kegiatan: (1) kegiatan wajib. mencakup perilaku: mengusulkan. Tentu semua ini disesuaikan dengan informasi. paling tidak untuk diterapkan dalam penilaian kinerja mereka. menghentikan bicara orang lain. memulai ‘gaya hidup’ baru tertentu sesuai Khusus untuk PD SMK. memberi cetok. Tahapan Pembentukan Karakter Kegiatan latihan berkarya dapat dikemas Pembentukan karakter merupakan proses sedemikian rupa sehingga PD berkesempatan sepanjang PD menempuh pendidikan. 1981). intensif). Hal ini dengan sadar. untuk tujuan apa. dengan secara kelompok. memenuhi kebutuhan pribadinya dalam kehidupan sehari-hari sehingga dapat d. mereka perlu belajar mengembangkan (usulan atau gagasan mencuci pakaiannya sendiri. mendukung (usulan atau gagasan pakaian. tidak setuju pada gagasan orang jahitan. baik melalui simulasi pemecahan sampai pada tahap penjualan nyata di Unit masalah atau pengalaman nyata. mamasang paku. sesama PD maupun oleh guru. dan semuanya diberi bobot urutan bagaimana). anak-anak perlu perlu dilatihkan secara terprogram. dana. mencari informasi. memotong kehebatan orang lain. Pada hakikatnya. menguji pemahaman. dan objek. mereka perlu dilatih untuk (2) begiatan pilihan. e. lingkungan hidup PD. (2) Melaksanakan langkah nilai yang sesuai. kegiatan pembelajaran dengan nilai-nilai baru yang dipelajari. memperbaiki sesuatu yang diperlukannya menghalangi/menyangkal/menghambat orang dalam kehidupan rumah tangga seperti lain. Misalnya. memasak makanan lain. dan menggunakan cangkul dan merangkum. Pembelajaran Keterampilan Ragawi melakukannya dengan sungguh. Keterampilan Interaktif berkembang menjadi insan mandiri. dengan pisau. PD perlu diberi kesempatan Pemerolehan pengetahuan (tentang apa yang untuk menentukan pilihan secara pribadi dan mesti dilakukan. (3) benar-benar melibatkan PD untuk menimbang. Jadi. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 siswa (tanggapan). melainkan harus melalui kegiatan di kemampuan berwirausaha mesti lebih intensif mana PD berlatih menentukan pilihan-pilihan ditumbuhkan dan dikembangkan. dalamnya terjadi proses memberi umpan balik Yang perlu diperhatikan adalah bahwa untuk berupa saran perbaikan dan apresiasi. Pengalihan kendali dari mata ke rasa. dan di Produksi dan Pusat Penjualan. menyetrika sebelumnya). atau perilaku tertentu waktu untuk menyelesaikan tugas membuat (penghargaan): (4) pengintegrasian berbagai sejumlah prak-karya dalam waktu yang nilai. yang meliputi: (1) dan/atau pendirian. baik oleh mencapai pra-karya dan karya yang berkualitas. hari oleh PD. keterampilan ragawi. yang Otomatisasi keterampilan (lewat latihan bermanfaat-mudhorot. Untuk semua tahapan ini PD hendaknya disadarkan pentingnya c. Semua ini Dalam kehidupan nyata. mempertahankan/menyerang gagasan pokok yang dibutuhkan. membuat atau orang lain. bergaul dan beruruan dengan orang lain. (4) nimbang anatar yang baik-buruk. keputusan. kebanyakan dilakukan dengan medium bahasa. dan kesempatan perlu diperhatikan tahapan pembelajaran untuk mempertahankan pendapat. bahan-bahan yang ada di lingkungan hidup PD. gejala. Kegiatan wajib mencakup melakukan interaksi verbal. (3) pemberian makna pada kebutuhan akan tenaga manusia. dan Oleh sebab itu. baik yang baru maupun bekas (daur ulang). yang Untuk membuat kegiatan Hari Krida menarik. Selain itu. dan akhirnya (5) Generalisasi pebmentukan karakter yang kokoh akan penggunaan keterampilan dalam penerapan terlaksana. memasang kancing. mereka telah nilai yang baru (penataan). Hanya dengan proses yang demi langkah latihan yang diberikan. menyelaraskannya untuk memulai sistem ditentukan. setiap PD memerlukan mereka mesti diberitahu kriteria yang keterampilan ragawi. Dengan demikian. Untuk membuat rencana kerja dengan rincian itu. dan yang boros-hemat.

kuliner. dan menerima Tahap paling awal dari proses pembentukan kekurangan diri karena menyadari karakter adalah membantu PD mengenal dan kodratnya sbg makhluk Illahi rabbi) menerima dirinya sendiri. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 untuk membantu PD mengembangkan 3. ini. (6) Menyantap makanan daerah. Sawiji: totalitas danfokus terhadap sehat. tetapi untuk kinerja yang kurang Indonesia secara umum. (6) Kemah di alam terbuka diiringi menentukan pilihan lain dan kemudian kegiatan-kegiatan yang merangsang tumbuhnya melaksanakannya. (3) sarasehan untuk dilaksanakan. provinsi lain. (2) Menggunakan acuan Iptek 15 . anugerah Illahi. Nilai-nilai Kearifan Lokal yang Penting daerah’ (5) Membuat kerajinan (keramik. dan (2) Praktik budaya lokal dan nasional dapat makin tua usia PD. (4) bagus diberikan dorongan untuk bekerja lebih Berkarya/berprakarya (perorangan & keras lagi dan diyakinkan bahwa PD akan bisa kelompok) dengan memanfaatkan sumberdaya menyelesaikan asalkan mau berusaha dengan &limbah yang ada. bakat dan membuat laporan yang dipaparkan dan minat masing-masing. dan mengandung kearifan lokal. dapat dilakukan upaya untuk dimodifikasi sehingga memenuhi kandungan menanamkan dalam diri PD empat nilai gizi. (8) Menyanyikan lagu-lagu daerah. sosbud) apresiasi. Setelah pilihannya dianalisis bersama. PD dibimbing untuk memahami dapat dilibatkan dalam berbagai kegiatan yang kelebihan dan kekurangan dirinya. berbagai kegiatan terpantau. lagu-lagu perilaku diselingi dengan diskusi dengan PD nasional. novel jenis dan tingkat kesulitan yang berbeda. (9) Cerdas cermat tentang kekayaan Strategi berbasis perkembangan jiwa dalam lingkungan alam dan sosbud serta sejarah di menanamkan nilai-nilai yang diinginkan dapat lingkup lokal dan nasional/internasional. Untuk (7) Praktik budaya lokal (pakaian. (7) Membuat/memasak makanan daerah berikut: dengan modifikasi bumbu dan bahan sehingga 1. Kinerja PD diamatai g. praktik budaya lokal dan nasional. (5) Kerja bakti waktu memadai. serta 2. Hal ini dapat 4. (3) Mengenakan pakaian bahan dan motif lokal (batik dan lurik). kinerjanya yang bagus diberikan menganalitis kekayaan (alam. dalam pembentukan dll). Melibatkan Siswa dalam Pengalaman dan kepada mereka diberikan umpan balik. (10) diringkas sebagai berikut: (1) makin muda usia Wisata belajar (terarah)-lokal. baik akadmeik mapun non-akademik. tekanan diberikan (a) dilakukan dengan melibatkan PD dalam: (1) penyadaran dan pemahaman nilai lewat Menggunakan bahasa daerah untuk tujuan analisis kritis terhadap perilaku sadar dalam komunikasi. dan peran dantugasnya (9) Praktik permainan/seni tradisional. (2) Tahap berikutnya adalah membimbinga PD Menjelajah lingkungan dan mengidentifikasi untuk menentukan pilihan-pilihan kegiatan potensi sumber daya (alam. tekanan diberikan pada (a) pembiasaan (11) Belajar lagu-lagu daerah. PD balik itulah. batik Khusus untuk DIY. lagu-lagu perjuangan. sosbud) dan sesuai dengan tingkat kemampuan. (12) Membaca dan (b) penjelajahan lingkungan terdekat dan biografi tokoh-tokoh lokal dan nasional. (2) Memakai pakaian daerah. pilihan. prestasi yg lebih tinggi secara Dalam berprakarya hal-hal berikut ditekankan: berkesinambungan (1) Pemanfaatkan bahan/limbah yg ada di lingkungan anak. termasuk: (1) akhirnya menerima dirinya sendiri. guru perlu menciptakan tugas-tugas dengan OR). mereka diberi kesempatan lagi untuk sekolah. seni. Greget: dorongan untuk mencapai (10) praktik melakukan upacara tradisional. baik dalam hari0hari tertentu situasi kehidupan dan (b) penjelajahan dan/atau dalam acara-acara budaya tertentu lingkungan yang makin jauh dab diskusi seperti syawalan. (4) Memainkan alat musik f. Atau jika PD ternyata salah membersihkan dan memperindah lingkungan memilih. Ora mingkuh: memegang prinsip hidup dilakukan dengan melibatkan mereka dalam dan kehidupan. anak. dengan diiringi dengan kemandirian dan keberanian mengambil resiko. umpan balik yang memberi semangat. Berkearifan Lokal dan Nasional baik secara tertulis maupun lisan. (8) Membaca ceritera rakyat pilihan. membahas hasil yang dipaparkan PD. yang telah karakter PD. persoalan-persoalan di dalamnya. Sengguh: percaya diri dg tetap rendah karakternya dengan bekal potensi/kemampuan hari (mensyukuri kelebihan sbg yang telha dianugerahkan oleh Tuhan YME. Dari umpan Untuk memperkokoh dasar-dasar karakter.

41/2007 tentang Standar peka budaya lokal shg tidak bisa seragam scr Proses nasional. (2) Pedoman dan instrumen penilaiannya. Dalam melakukan penelitian hendaknya dijalin kerjasama dan kolaborasi dengan perguruan tinggi yang relevan. 22/2006 tentang Standar Isi Untuk menjamin pelaksanaan pendidikan Permendiknas No.Designin harus membuat 100 biji. penelitan dan (4) Evaluasi pelaksanaan prakarya terapan/pengembangan. fisika. (2) Dornseif. Permendiknas No. A. (5) Pembelajaran pembentukan karakter akan berhasil jika 16 . satu biji utk meraih keuntungan 10%.J. (3) prinsip-prinsip MBS. 19/2005 tentang Standar Nasional dan (6) mencari acuan iptek—tentang sifat Pendidikan kartonutk dasar pembuatan ‘peringatan bagi PP No. (3) Pembentukan karakter hendaknya menjadi kepedulian bersama bagi seluruh komunitas sekolah bersdama pemangku kepentingan terkait. menghitung waktu. kebugaran. konseptual. dapat dibuat simpulan- simpulan berikut: (1) Pembentukan karakter telah diamanatkan oleh UU Sisdiknas. (2002) School-Based Management. kepedulian diri dan lingkungan. penelitian tindakan. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 (konsep-konsep biologi. Kompetensi Lulusan indikator keberhasilan pendidikan karakter. bahan. (5) UU No. kimia. London: Kogan pembuatan 100 biji tsb dalam 5 jam shg dapat Page. dan tenaga jika Romiszowski. PP No. kekuatan jasmani. (2) Karakter memiliki dimensi kecerdasan pikiran. (4) Pembelarajan berorientasi pada pembentukan karakter perlu menerapkan kriteria legal. dan penelitian evaluatif sebelumnya untuk perbaikan selanjutnya. dikelalola dengan baik dengan menerapkan matematika) & prosedur/manual). 20/2003 tentang Sistem Pendidikan mengerjakannya. 14/2005 tentang Guru dan Dosen. kepekaan hati nurani. membuat manual prosedur/langkah pembuatan. dan kesehatan. pendidikan karakter hendaknya diiringi dg penelitian untuk mendukung pengembangannya secara konsisten sehingga benar-benar mendukung tercapainya fungsi dan tujuan pendidikan nasional. sekaligus Daftar Pustaka: mencatat kebutuhan waktu & bahan. yg Permendiknas No. Sebagai contoh. (4) menghitung harga jual Nasional. (1981). (3) merencanakan Instructional Systems. Tidak kalah pentingnya. dengan bekerjasama dengan perguruan tinggi. perlu dikembangkan: (1) Indikator. dan (4) Bobot nilai karakter dalam evaluasi belajar peserta didik. anak diminta untuk: (1) membuat prakarya dari kertas karton. menentukan brp orang yg diperlukan utk UU No. dan kontekstual dalam penialian programnya. 66/2010 tentang Pengelolaan dan pengguna barang’ ttg hal-hal yang perlu Penyelenggaran Pendidikan dilakukan atau dihindari untuk memeliharanya. kecergasan bertindak. Simpulan dan Saran Dari uraian di atas. dan (6) Pembelajaran Perencanaan setiap prakarya (pencarian bahan. 23/2006 tentang Standar karakter. (3) Teknik penyajian hasil penilaian terhadap perkembangan karakter peserta didik. pembentukan karakter perlu didukung dengan perkiraan waktu/tenaga/biaya/harga penjualan).

penduduk yang besar. Indonesia faces two main challenges. menjadi sebuah keniscayaan. character character and competitive advantage. Di Asia kita bisa belajar dari marwah bangsa dalam era globalisasi ini yakni: Jepang. Negara tersebut mempunyai sumber daya alam Berangkat dari permasalahan tersebut yang terbatas. karakter. jumlah penduduk yang relative kehadiran dan peran perguruan tinggi dalam kecil namun mempunyai SDM dan daya saing meningkatkan daya saing dan karakter bangsa yang sangat baik. the higher education has to focus on creative and innovative researches to enhance the nation’s productivity. sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas daya serap lulusan PT yang masih rendah. i. serta produktivitas hal yang sangat urgen dalam mengembalikan masyarakatnya. While the nation’s welfare is no more nation’s competitive characterized by the massive natural resources. Menurut Zulfadhli tersebut mampu menjadi Negara yang maju dan (2012) Pendidikan Tinggi berperan strategis 17 . rather than the advantage quality of the human resources.e. rendahnya jiwa mempunyai SDM yang berkualitas dapat kewirausahaan. tetapi oleh kualitas isu SARA. Pada masa globalisasi sekarang ini. dipastikan akan tersingkir dan hanya menjadi globalisasi dan kemajuan teknologi informasi penonton dalam persaingan global. dan Singapore. kompetitif dalam merebut pasar dunia dan pembunuhan di kalangan anak dan remaja. Faktanya ketiga Negara menjadi amat strategis. kecenderungan perekonomian dunia pada Persoalan dalam bidang SDM diantaranya ekonomi yang berbasis pengertahuan adalah persaingan dalam dunia kerja yang (economic based knowledge) kebutuhan akan semaikin ketat (serbuan tenaga kerja asing). Globalisasi telah memberikan dampak yang luar biasa dengan segala kompleksitasnya telah dalam kehidupan social masyarakat kita. mendorong semua Negara di dunia untuk Perilaku-perilaku yang meyimpang seperti seks berlomba-lomba meningkatkan daya saing agar bebas. Media social kita juga tidak lagi semata-mata ditentukan oleh sumber dipenuhi oleh hal-hal yang sangat tidak perlu daya alam yang melimpah ataupun jumlah seperti ujaran kebencian.com Key words ABSTRACT strategic role of the higher Within the era of globalization and information technology for the education time being. Seiiring dengan era globalisasi globalisasi telah mempengaruhi hampir semua dan kemajuan teknologi informasi serta aspek kehidupan manusia di muka bumi. Parji. berita palsu (hoax). Korea Selatan. kecanduan narkoba. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 PERAN STRATEGIS PERGURUAN TINGGI DALAM MENGEMBANGKAN KARAKTER DAN DAYA SAING BANGSA Dr. The higher education can also implement the proper strategies to strengthen the students’ character. Ketiga daya saing dan karakter bangsa. character and people productivities. In term of developing the nation’s competitive advantage. In this regard. detik menghiasi berita-berita di media cetak kesejahteraan suatu masyarakat dan bangsa maupun elektronik. competitive advantage. Bangsa yang tidak terbatasnya lapangan kerja. pornografi.Pd Universitas PGRI Madiun parji@gmail. through academic activities and non academic programs. saat ini adalah persoalan karakter dan daya Disisi lain dampak teknologi informasi dan saing bangsa. prdofilia. higher education plays a strategic role in effort of developing the nation’s competitive advantage. PENDAHULUAN tentu saja pertumbuhan ekonomi serta Tantangan terberat yang dihadapi Indonesia kesejahteraan masyarakatnya juga baik. mempertahankan kestabilan pertumbuhan kekerasan dalam masyarakat hampir setiap ekonomi. Pendek kata ada dua SDM. daya saing. M. Sedangkan dalam hal karakter. dll.

2013). Tujuan pendidikan di ini tidak hanya pengetahuan dan perguruan tinggi sebagaimana telah diuraikan. demokratis.ban. kasus-kasus kekerasan berbudaya dan kreatif.go. kasus-kasus untuk kepentingan bangsa. dan yang kuat (Agus Wibowo. Sebagai gambaran dari 799 PTS yang sudah 19) humoris (3. Menurut mutu pendidikan tinggi untuk menghasilkan National Association of Colleges and SDM yang berkualitas. 10) Tinggi (PTN-PTS) namun sebagian besar masih kemampuan berorganisasi (4. menghasilkan politik dan hukum. terhadap anak dan perempuan. kepemimpinan (3. tetapi juga memiliki karakter yaitu: 1) Meningkatkan akses. 14) ramah (3.41).97). 5) beretika (4. sedangkan yang mendapatkan dalam bekerja 82% ditentukan oleh soft nilai C sebanyak 549 PT (68.21). (dalam Agus Wibowo.7%). persyaratan dunia kerja saat meaningful lives). dapat dilihat dari begitu banyaknya Perguruan Tinggi harus merumuskan peristiwa-peristiwa yang bertentangan strategi yang tepat agar dapat mengemban 18 .ristekdikti. menyiapkan tenaga kerja yang pandai dan Sementara Misi Kemenristekdikti ada dua. premanisme dalam mentransformasikan IPTEK. 4) kemampuan besar belum menunjukkan kualikasi dan interpersonal (4. (www. kasus tawuran pelajar dan dikemukakan oleh Satrijo S.0) (3.95). USA (2012) kualitas lulusan kemampuan iptek dan inovasi untuk Perguruan Tinggi yang diharapkan dunia menghasilkan nilai tambah produk inovasi. toleran. bahwa perguruan Peristiwa-peristiwa tersebut menujukkan tinggi bertanggungjawab untuk menghasilkan betapa nilai-nilai Pancasila tidak lulusan yang pandai. berbangsa dan berguna (wide strong knowledge and bernegara. kerja (skala 1-5) adalah sebagai berikut: 1) Namun demikian tugas mulia yang diemban kemampuan komunikasi (4.36). 16) bijaksana (3. and lead Di sisi lain. 8) daya analitik (4. 11) belum menunjukkan mutu yang hebat. 7) kemampuan persaingan yang sangat ketat sekarang ini.75). skills (kemampuan interaksi social).42).25). prestasi (>=3.68).id) (Widya Winarso. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 meningkatkan kualitas modal insani yang pada dengan nilai-nilai dasar Negara dan giliranya mampu meningkatkan daya saing pandangan hidup bangsa Pancasila.3%). 15) sopan tentu mencerminkan kualitas manajemen dan (3.23). serta mengenal sifat sejalan dengan Visi Misi Kemenristekdikti pekerjaan atau terlatih dengan etika kerja. 2015-2019 yaitu: Terwujudnya pendidikan Karena itulah pendidikan tinggi saat ini tinggi yang bermutu dan kemampuan iptek dan semestnya tidak hanya sekedar inovasi untuk mendukung daya saing bangsa.59). intelektual. Brodjonegoro mahasiswa.50). akan berhasil melalui kerangka pendidikan tetapi juga menyangkut karakter. kasus terorisme. 18) kreatif (3. Dilihat berorientasi pada detail (4. understanding to be good citizens. kasus pergaulan bebas. menjadi warga Negara diamalkan secara sungguh-sungguh dalam yang baik. kasus- ilmuwan. Kesimpulan yang nilai A sebanyak 16 PT (2%). serta professional yang kasus narkoba. bangsa. serta untuk menuju kehidupan yang kehidupan bermasyarakat. relevansi. beradaptasi (4. ketrampian saja (knowledge and skills).00).69). 6) kompetensi yang memadai dalam era Motivasi/inisiatif (4.445 perguruan 9) kemampuan computer (4. Lulusan perguruan tinggi sebagain be kerjasama (4.82).85). Diperlukan Pendidikan Tinggi yang Peristiwa-peristiwa itu diantaranya korupsi mampu mengembangkan dan yang masih merajalela. dan 2) Meningkatkan Employers. 2017) Berangkat dari fenomena dan data-data PERGURUAN TINGGI DAN KARAKTER di atas menunjukkan bahwa peran BANGSA perguruan tinggi dalam meningkatkan Fenomena lemahnya karakter bangsa karakter mahasiswa semakin penting. perilaku karakter yang kuat dan beradab. 12) dari akreditasi Institusi maupun prodinya. 2013). yang meraih berwirausaha (3. isu-isu berkarakter dan berani membela kebenaran SARA yang fulgar. nilai B sebanyak dapat diambil bahwa kesuksesan seseorang 234 PT (29. Hal demikian dan sikap mahasiswa. 2) oleh perguruan tinggi tersebut masih jauh dari kejujuran/integritas (4. dan 20) kemampuan melakukan akreditasi Institusi.59). pt. Sekalipun kita mempunyai 4. 3) kemampuan harapan. 17) indeks tata kelola yang masih perlu ditingkatkan. Hal senada juga pornografi. 13) kepercayaan sebagian besar masih terakresditasi C yang diri (3.05). terampil.54).46).

menuju kemampuan intrapersonal dan bangsa yang berkarakter. dan karakter-karakter mulia lainnya. kritis. yang membendung degradasi karakter. Kedua kemampuan tersebut dan sejahtera. intelektual. maupun proses upaya memilah nilai-nilai bangsa sendiri. melalui Ketiga. mandiri. dan menyaring nilai-nilai budaya bangsa Sedangkan Endang Listyani (dalam Agus lain yang positip untuk menjadi karakter Wibowo. dalam merespons situasi secara bermoral. pembentukan dan dapat berjalan efektif dan efisien. pengembangan potensi mahasiswa. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 tugas yang sangat berat tersebut. dan bermartabat. Karakter yang demikian bangsa yang memiliki kepribadian unggul. mempunyai karakter dan soft skills yang menghormati dan menghargai orang lain. Kedua. jujur. karakter juga bisa dating. maju. Yaitu dari pengalaman. berhati. kesuksesan seseorang upaya memperbaiki karakter manusia dan tidak hanya ditentukan oleh pengetahuan warga Negara Indonesia yang bersifat dan kemampuan teknis (hard skill) saja negative dan memperkuat peran keluarga. 2010) karakter dapat diinterpretasi 19 . Para ahli banyak yang berperilau baik sesuai dengan falsafah merekomendasikan perlunya penguatan Pancasila. baik. sebagai Agus Wibowo (2013) pendidikan karakter sekumpulan kondisi yang telah diberikan di perguruan tinggi selain untuk begitu saja. pembiasan dalam kehidupan sehari-hari. perbaikan dan penguatan. dan baik. dan bertanggungjawab. juga lebih kurang dipaksakan dalam diri kita. Melalui pendidikan karakter ini dipahami sebagai tingkat kekuatan melalui pula diharapkan dapat mendorong para mana seorang individu mampu menguasai mahasiswa menjadi intelektual muda kondisi tersebut. Yaitu Pendekatan dan strategi apa yang dianggap sebuah upaya untuk membentuk dan cocok agar pendidikan karakter dapat tepat mengembangkan manusia dan warga sasaran dan tujuan dapat tercapai dengan Negara Indonesia berpikiran. 2013) mendefinisikan soft skills manusia dan warga Negara Indonesia sebagai ketrampilan dalam berpikir analitis seutuhnya. masyarakat. soft skills atau kecakapan hidup. atau telah ada begitu saja. Zamroni (dalam Agus Wibowo. berpikir logis. sebagai alat penyaring. Mengaca Kedua. karakter ini. Poppy Yaniawati sendiri. diharapkan para mahasiswa mampu berkomunikasi dan bekerjasama menjadi bagian dari bangsa ini yang dalam team. dapat dimiliki oleh seseorang. sarjana agar dapat mencapai kesuksesan Thomas Lickona (1992) menyebut dalam karier serta lebih berhasil dan karakter sebagai sifat alami seseorang berfungsi dalam kehidupan bermasyarakat. dan pemerintah. Yaitu proses pembelajaran. Ada beberapa pendekatan dan strategi Sifat alami itu dimanifestasikan dalam yang dapat dilakukan oleh perguruan tindakan nyata melalui tingkah laku yang tinggi agar mahasiswa dan lulusanya baik. interpersonal. untuk (2009). dalam berkarya sehingga dapat mandiri. yang lebih mengutamakan pada mahasiswa atau warga Negara. 2013) menyampaikan tujuh strategi Menurut Mounier (dalam Dodi Koesuma pendidikan karakter yang bisa A. nasional. Soft skills merupakan kompetensi non Pemahaman terhadap karakter sendiri akademik yang menjadi modal seorang ada beberapa pendapat dari para ahli. Menurut melalui dua hal. Lebih jauh dijelaskan Agus Sekarang yang diperlukan dan Wibowo (2013) bahwa fungsi pendidikan mendesak adalah bagaimana upaya karakter di perguruan tinggi adalah sebagai perguruan tinggi agar pendidikan karakter berikut: Pertama. serta bersikap dan berperilaku memiliki ketinggian karakter. berfungsi membentuk karakter mahasiswa Karakter yang demikian ini dianggap yang kokoh dan kuat guna menghadapi sebagai sesuatu yang telah ada dari aneka tantangan zaman di masa yang akan sononya (given). mendifinisikan soft skill berpartisipasi dan bertanggungjawab kemampuan di luar kemampuan teknis dan dalam mengembangkan potensi akademis. tetapi justru dukungan kemampuan soft satuan pendidikan di perguruan tinggi skills sangat penting. yaitu pertama. ini disebutnya sebagai sebuah proses yang sebagaimana ancangan mulia pendidikan dikehendaki (willed). Melalui proses penyaringan yang membangun.

Merancang bahwa setiap kegiatan 2. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 dilaksanakan di perguruan tinggi. Pers Kampus. 6. Menurut Slameto (2010) daya saing sehari-hari mahasiswa di lingkungan dapat diartikan sebagai akumulasi dari berbagai keluarga dan masyarakat. maka 1. LKTI. karakter mahasiswa. Tujuan. Pada hakekatnya salah satu fase SDM Indonesia saat ini adalah peningkatan pendidikan karakter adalah merupakan daya saing bangsa. kemampuan workshop-workshop yang bisa bekerjasama. dan metode peran yang penting dan tanggungjawab pembelajaran harus dipilih yang berbasis dalam keberhasilan melaksanakan dan pada pendekatan SCL (student center mencapai tujuan pndidikan karakter. khususnya di kampus yang keunggulan komparatif (comparative dapat dimonitor dan dikontrol oleh dosen. olympiade. soft skills mahasiswa. sebagai akademik. efisien kalau dikerjakan tidak hanya oleh Menwa. Dalam melaksanakan pembelajaran dosen meningkatkan karakter dan soft skills hendaknya menekankan pada daya kritis mahasiswa. Istilah daya saing proses pembiasaan dalam kehidupan (competitiveness) sering diawali dengan konsep sehari-hari. Kegiatan-kegiatan intra kurikuler khususnya dalam berinteraksi dengan para (akademik) yang berbasis kegiatan mahasiswa. melainkan harus ada dll. dan merupakan instrument bisa meningkatkan soft skills mahasiswa yang amat penting dalam pengembangan seperti diskusi. debat kebahasaan. Prakerin (Praktek memanfaatkan kurikulum tersembunyi ini Kerja Industri) haruslah dirancang dengan sadar dan terencana. KKN Oleh karena itu. 20 . problem based learning. Pendidikan karakter akan lebih efektif dan organisasi kemahasiswaan (BEM. faktor. disertai sanksi yang jelas dan berkut : tegas bagi sivitas akademika yang 1. Pramuka. dan kreatif mahasiswa (critical and 5. Salah satu prioritas dalam pembangunan 7. Kopma. dan ketrampilan mengambil meningkatkan soft skills dan karakter keputusan. 3. Menggiatkan gerakan anti nyontek dan anti pembangunan akan tumbuh lebih cepat dalam plagiasi dalam kegiatan-kegiatan ilmiah waktu menengah dan panjang. Menyadarkan pada semua dosen akan 3. Kultur perguruan tinggi harus diklat dimanfaatkan dalam pengembangan 6. Semakin kompetitif mahasiwa. kampus yang perlu dipahami dan didesain sedemikian rupa sehingga fungsional PERGURUAN TINGGI DAN DAYA untuk mengembangkan karakter SAING BANGSA mahasiswa. yang disadari atau tidak akan lapangan (di luar kampus) seperti PPL berpengaruh besar pada para mahasiswa. dll. Nilai-nilai.) haruslah bermakna dalam rangka kerjasama antara perguruan tinggi dengan peningkatan dan penguatan karakter dan orang tua / wali mahasiswa. Kurikulum kooperatif learning. kebijakan dan kelembagaan yang Menurut hemat penulis ada beberapa mempengaruhi produktivitas suatu negara upaya konkrit yang bisa dilakukan oleh sehingga akan menentukan tercapainya perguruan tinggi dalam mendorong kesejahteraan rakyat dalam sistem penguatan karakter dan soft skills perekonomian nasional. learning). strategi pembelajaran inquiry. Kesadaran dosen akan perlunya “hidden dan metode-metode pembelajaran yang curriculum”. menguatkan karakter mahasiswa seperti keyakinan-keyakinan. para dosen perlu (Kuliah Kerja Nyata). 4. UKM. (praktek pengalaman lapangan). tersembunyi ini ada perilaku dosen. yaitu: daya saing sebuah sistem perekonomian. mahasiswa seperti diklat kepemimpinan. norma-norma. Sangat diperlukan diklat-diklat atau creative thinking). dll. sasaran dan target yang dicapai melanggarnya. strategi. semboyan-semboyan sampai kondisi fisik PKM. 4. Perlu diprogram lomba-lomba yang bisa karakter mahasiswa. advantage) menjadi isu yang amat penting Diharapkan para orangtua/wali mahasiswa dalam pembangunan bangsa-bangsa di dunia juga memonitor dan mengontrol perilaku saat ini. perguruan tinggi. sedemkian rupa sehingga benar-benar bisa 5. harus jelas dan konkrit 2. Pendekatan.

312 orang dan tahun 2016 masih Human Development Index Indonesia (HDI) 249. padahal di Negara maju rata-rata produktif masih menjadi pilihan nomor dua. misalnya Semua itu tampaknya juga terkait dengan Singapore (6). karena itu diperlukan usaha-usaha yang serius Selandia Baru dan Korea Selatan (Kompas. tetapi minat wirausahanya sudah mencapai 7%. seperti Singapura yang jumlah memiliki minat membaca. Padahal kita menyadari bahwa jumlah optimum. kebijakan yang diambil dalam melayani Malaysia 5 % dan Thailand 3% (Kompas. Australia. expected years of lalu. Rata-rata orang 5%.258 orang. Berdasarkan studi “Most Littered Nation In the masing pada posisi 17 dan 18. seperti ekspetasi menunjukkan bahwa jumlah pelaku wirausaha resesi dan kondisi surplus atau defisitnya suatu di Indonesia hingga kini belum mencapai angka Negara yang masih memprihatinkan. adalah Norway. Jumlah maju bahkan dengan Negara-negara tetangga pengangguran lulusan Akademi/Diploma tahun ASEAN sekalipun. rendah. Kita baru mempunyai 1. Thailand (87). kebutuhan masyarakat masih jauh dari 2016). 5%. HDI sendiri Worid” yang dilakukan oleh Central didasarkan pada empat komponen penting. dan Thailand 3%. Data itu menggambarkan bahwa termasuk dari dunia perguruan tinggi. Sedangkan pengangguran berada pada rangking 113 dari 188 negara. Oleh ada di urutan 34 di atas Jerman. membaca. Indonesia dinyatakan menduduki schooling.com/read/2017/01/30/105943/s Germany. Singapore 7%. and Gross peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat National Income (GNI) per kapita. dan Mencermati data-data tersebut di atas meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Demikian juga data terkini penyebab daya saing bangsa Indonesia. Sarjana tahun 2014 sejumlah 398. ketersediaan infrastruktur saja tidaklah cukup. angka ini sangat jauh Menurut Nurkolis (2016) pangkal masalah tertinggal jika dibandingkan dengan beberapa utama adalah anak-anak Indonesia kurang Negara tetangga.43% dari total budaya baca dan ketrampilan dalam membaca. Denmark. 2015). hanya 60 menit. populasi usia produktif. tahun 2015 naik Development Report 2016 dari UNDP. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 Kalau kita cermati dari beberapa indikator Jumlah pengangguran terdidik di Indonesia memang daya saing Indonesia masih tertinggal juga tergolong tinggi dan ada kecenderungan dibandingkan dari Negara-negara yang sudah naik untuk pengangguran Sarjana. etos belajar dan minat baca masyarakat dan Philippines (116). pekerjaan. dan pengangguran mendukung membaca peringkat Indonesia Sarjana tampaknya memang menunjukkan berada di atas Negara-negara Eropa. Bandingkan misalnya dengan diduga semakin tinggi. Indonesia. 29- secara sinergitas dari semua stakeholders 8-2016). Sebagai gambaran posisi arjana-menganggur-semakin-banyak) HDI untuk beberapa Negara ASEAN. mean years of schooling. Membangun usaha Indonesia melihat televise dalam sehari selama mandiri. Tingkat ideal yakni 2 % dari jumlah penduduk pertumbuhan ekonomi relative masih lambat. 30-3. Penilaian bahwa kinerja kita dalam pengembangan SDM berdasarkan komponen infrastruktur Indonesia masih belum terlalu menggembirakan. (www. Saat ini jumlah populasi wirusaha di Seharusnya yang perlu ditingkatkan adalah Indonesia baru mencapai angka 0. Sedangkan 2 negara Indonesia yang masih memprihatinkan. bagi sebagian penduduk Indonesia usia 300 menit. menjadikan peran perguruan tinggi dalam 21 .402 orang. Switzerland.jawapos. dalam hal ketersediaan jumlah wirausaha. misalnya Thailand (59) dan di atas Bostwana (61). Portugal. Indonesia persis berada di bawah Dilihat dari perspektif lain. mengurangi pengangguran. maju di Asia Jepang dan Korea Selatan masing. Berdasarkan Human 2014 sejumlah 195. dan Human Development. Connecticut State University pada Maret 2016 yakni live expectancy at birth. Malaysia (59).362 orang. posisi menjadi 254.298 orang. dengan pilihan menjadi pekerja atau karyawan Menurut Slameto (2016) ada tiga indikator (Puspayoga. wirausaha dari total jumlah penduduk investasi berjalan lambat dan kemiskinan Indonesia. dan (3) teknologi yang digunakan wirausaha akan turut mempengaruhi lapangan dalam proses produksi di pasar local dan global.304 tertinggi atau Very High Human Development orang. minat Padahal dari segi penilaian infrastruktur untuk baca masyarakat Indonesia. dari Global Entrepreneurship Monitor (GEN) (1) factor ekonomi makro. (2) institusi public dan Amerika Serikat 11.65 % pelaku tingkat penyerapan tenaga kerja masih rendah. Malaysia menonton televise tinggi. Posisi tersebut berada pada level Medium tahun 2015 naik menjadi 565. Sedangkan 5 (lima) level pada tahun 2016 naik lagi menjadi 695.

fleksibel. Perguruan menekankan ekonomi berbasis pengetahuan.ispi. Agus Wibowo. agresif. Hal itu diperlukan guna mahasiswa menjadi insan yang unggul dan mengembangkan pendidikan tinggi dalam berkarakter kuat. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 meningkatkan daya saing bangsa semakin Simpulan dan Saran menemukan relevansinya. kreativitas dan inovasi secaraq berkelanjutan. Dalam era globalisasi dengan Karenanya perguruan tinggi harus kecenderungan ekonomi berbasis meningkatkan kualitas dan relevansi lulusan pengetahuan. Tinggi diharapkan dapat menghasilkan peran perguruan tinggi untuk menghasilkan IPTEK. www. tinggi tetap sebagai kunci daya saing bangsa. Nizam. inovatif. Peranan Perguruan Tinggi yang memadai. semakin-banyak pekerja keras. Reposisi Perguruan Tingggi: asing. 29 Agustus baik. Daftar Pustaka nilai identitas bangsa di tengah kemajuan teknologi informasi yang seringkali bias nilai. Perguruan tinggi juga harus menjadi pilar utama dalam menjaga nilai. penelitian. non akademik. 2010. Beberapa upaya yang dapat dilakukan Yogyakarta: UGM Perguruan Tinggi meningkatkan kompetensi Nurkolis. Perguruan Tinggi mempunyai peran yang berperan mengawal jati diri bangsa dan arah strategis dalam menumbuhkan dan perubahan di tengah arus global.ban-pt. manusia dan produk yang berkualitas. Berbagai upaya strategis melalui program- Karenanya ia harus memiliki sumber daya program terpadu (akademik. target. (4) memiliki inisiatif dengan www.go.com 22 Maret berkelanjutan. Minat Baca daya saing mahasiswa. 2016. peran perguruan tinggi hingga kini tetap benang merah sebagai berikut: sebagai moral force. 2. Pengarahan Pada menciptakan iklim yang kompetitif baik Peningkatan Wirausaha Mandiri. Pustaka Pelajar dinamis.com/read/2017/01/3 sikap dan integritas pada pekerjaan. Jakarta: bekerja mandiri atau dalam tim kerja dengan Kompas com tanggal. 2016. seni. Nizam pengabdian masyarakat. (6) bersedia kerja di luar jam Mikhael Gewati. kreatif.or. diantaranya adalah: (1) Siswa Indonesia Peringkat ke-69. 2015. BAN-PT. Yogyakarta: memiliki reputasi baik. jujur. 2013. antusias. www. peran Perguruan Tinggi dalam serta hasil-hasil risetnya. Nizam (2010) Mengacu pada pembahasan di atas ada menuturkan bahwa memposisi perguruan beberapa hal yang dapat ditarik sebagai tinggi. (5) menciptakan budaya Meningkatkan Daya Saing Bangsa. (5) 0/105943/sarjana-menganggur- memiliki kemampuan menangani stress. (3) Puspayoga. inovasi-inovasi dalam berbagai bidang untuk kemandirian bangsa. mau ditempatkan dimana saja. Sebuah Sharing Pemikiran. (4) membekali Jakarta. seni dan budaya melalui program- SDM yang berkualitas tinggi jelas tidak dapat program yang kreatif dan inovatif sehingga ditunda-tunda lagi. (8) memiliki pengalaman kerja. akademik. menciptakan atmosfir riset/penelitian secara Sleman: Harian Jogya. Minat Baca Indonesia kerja. 2010. (2) menciptakan budaya 2016 kewirausahaan di kalangan mahasiswa. (3) memiliki motivasi.id/2010/06/02/peranan 22 . kerangka meningkatkan daya saing bangsa. Pendidikan Karakter Di Menurut Kemenristekdkti (2016) kebutuhan Perguruan Tinggi: Membangun dunia usaha/industry dalam merekrut pekerja Karakter Ideal Mahasiswa di adalah sebagai berikut: (1) Lulus dari PT yang Perguruan Tinggi.ristekdikti.jawapos. (2) kepribadian matang. Jawa Pos. 10 Maret 2015 mahasiswa dengan teknologi dan Bahasa saing Slameto. dan kesejahteraan dan kemajuan bangsa.id cerdas. Perguruan tinggi tetap 1. ambisi. Dari 76 Negara. budaya. kemahasiswaan) juga berharap muncul strategi bagi reformasi diharapkan dapat memperkokoh karakter pendidikan tinggi. Perguruan tinggi harus bisa memberikan nilai tambah bagi menghasilkan IPTEK. Perguruan mengembangkan manusia yang berkarakter. meningkatkan daya saing bangsa sungguh Dalam era persaingan global yang merupakan suatu keniscayaan. (7) dapat Ada Di urutan ke-60 Dunia. dan (9) 2016 dapat berkomunikasi dalam bahasa Inggris.

Poppy. Paradigma Baru Pengembangan Kemahasiswaan. 1992: Educaticating For Character: How Our Schools Can Teach Respect and Responsibility. Soft Skill Dalam Dunia Pendidikan. Bantam Books Widya Winarso. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 -perguruan-tinggi-meningkatkan- daya-saing-bangsa Thomas Lickona. 06 Agustus 2009. 2012. Urgensi UU Dikti Dengan Peran Strategis Pendidikan Tinggi Dalam Membangun Bangsa. Bandung: Pikiran Rakyat. Jakarta tanggal 13 September 2012 23 . New York. Zulfandhli. Jakarta: Ditjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti Yaniawati R. 2017.

yang menuju masyarakat Indonesia yang modern menyatakan bahwa: menuntut kepada tiap insan berupa pemahaman “Pendidikan nasional berfungsi manfaat hidup bersama untuk mewujudkan mengembangkan kemampuan dan masyarakat yang bersatu. Animasi Wayang Kulit Purwa dapat menjadi media pembelajaran dalam membentuk karakter bangsa Indonesia. PENDAHULUAN dan bermoral) dapat digunakan sebagai Masyarakat masa depan adalah bentuk penuntun dalam perkembangannya. teknologi dan society. sesuai dengan Undang-Undang Dasar tidak mudah. lepas dari rasa curiga membentuk watak serta peradaban bangsa dan prasangka negatif satu sama lain dalam yang bermartabat dalam rangka sebuah dinamika masyarakat yang beragam dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 WAYANG SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KARAKTER Dendi Pratama. bertujuan majemuk. Salah satu bentuk kebudayaan yang bisa dimanfaatkan untuk membentuk karakter bangsa adalah kesenian Wayang Kulit Purwa. Dengan demikian. mandiri dan menjadi warga Negara masa depan dari bangsa Indonesia yang yang demokratis serta bertanggung jawab.M. yang ditujukan untuk II mulai menghilangkan kepastian-kepastian mendukung pembangunan nasional dalam yang akan dinikmati manusia (Tillar. 2004: 15. agama dan bahasa. Penelitian ini bertujuan untuk animasi memberikan solusi bagaimana membentuk karakter bangsa dalam rangka membangun manusia Indonesia. dibangun dari berbagai macam suku bangsa. Wayang Kulit Purwa dalam bentuk tradisional perlu diinovasi menjadi sebuah animasi supaya dapat dipahami oleh berbagai kalangan dan suku.Sn Universitas Indraprasta PGRI dendipratama@yahoo. M. M. yaitu Undang-Undang Nomor 14 tahun 2005 dimana kekuatan gelombang Modernisasi I dan tentang Guru dan Dosen. Pendidikan karakter diperlukan untuk membentuk karakter bangsa. berilmu. masyarakat yang berbasis kepada ilmu Tap MPR tersebut di atas yang pengetahuan sekaligus masyarakat yang memiliki visi untuk membangun manusia diwarnai resiko dan tantangan. Maka dari itu sebuah visi kreatif. Ulrich Beck Indonesia tentunya tidak bisa dilepaskan dari dalam Risk Society: Towards a New Modernity. 7 tahun 2001 (membangun masyarakat yang demokratis dan Dari rumusan tujuan tersebut terlihat membangun manusia Indonesia yang cerdas jelas bahwa ‘nilai utama’ dari pendidikan 24 . bertakwa dan berakhlak mulia dengan dikenal sebagai masyarakat madani atau civil penguasaan ilmu pengetahuan. yang dikutip Har Tillar menyatakan masyarakat ditetapkan sebuah undang-undang pendidikan masa depan adalah masyarakat penuh risiko. Masyarakat masa depan akan menghadapi mencerdaskan kehidupan bangsa dan tantangan berupa realisasi sebuah masyarakat meningkatkan manusia Indonesia yang yang menghormati hak-hak asasi manusia yang beriman. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Perubahan dari masyarakat tradisional Sistem Pendidikan Nasional bab II pasal 3. bidang pendidikan sebagai upaya 16). Pada tahun 2005. sehat. Namun untuk mewujudkannya sangat seni. sistem pendidikan nasional. Kelahiran Undang-Undang tersebut hambatan baik dari dalam masyarakat itu memiliki rumusan tujuan yang tercantum dalam maupun dari luar (global). Suatu masyarakat pluralis yang untuk berkembangnya potensi peserta didik terjabarkan secara objektif dan historis kalau agar menjadi manusia yang beriman dan masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. karena akan menghadapi berbagai 1945. cakap.” terangkum dalam TAP MPR No.com Kata Kunci ABSTRAK pendidikan karakter Masyarakat Nusantara yang beranekaragam menjadi satu kesatuan wayang kulit purwa sebagai Bangsa Indonesia. berakhlak mulia.

seperti makin saudara-saudara satu bangsanya dengan asingnya wayang sebagai salah satu budaya sepenuhnya. nilai-nilai budaya dan karakter bangsa hiburan. serta pupusnya kesadaran terhadap menerima. Lickona menegaskan unit yang menyusun bangsa ini dengan arif pentingnya tiga komponen karakter yang baik. Wayang Kulit Purwa dipahami oleh banyak suku bangsa di Indonesia. bernegara dan demokratis ialah masyarakat yang berbangsa. baik nilai-nilai. akan bangsa ialah kesenian Wayang Kulit lebih baik kembali memahami budaya. kepercayaan. pengetahuan. santun dan penuh dengan nilai bentuk kebudayaan yang dimiliki oleh kemanusiaan yang sangat mencerminkan bangsa Indonesia ini yang bisa karakter bangsa. melalui produk. Oleh karena itu. nasional pada kalangan anak-anak hingga pola hidup serta kebudayaannya. Proses globalisasi ini juga dimensi kebudayaan seperti adat-istiadat. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 nasional adalah pembentukan karakter bangsa dari kandungan produk budaya tersebut yang merupakan upaya perwujudan amanat akan memiliki kesulitan penerimaan dari Pancasila dan Pembukaan UUD 1945. dari rahim pergulatan sosio-kultural Namun yang kemudian akan masyarakat yang telah memunculkan potensi bias adalah dipertanggungjawabkan sejarah dalam banyaknya produk budaya yang dihasilkan waktu. Wayang sebagai media pembelajaran kepada masyarakat dan keturunannya pendidikan karakter sehingga masyarakat Indonesia (pernah) Salah satu bentuk seni dan dikenal sebagai masyarakat yang kebudayaan dari beragamnya bentuk- berbudaya. Guna menghindari bias dan salah PEMBAHASAN penafsiran tentang aspirasi serta ekspresi 1. penyusun kebudayaan nasional. menghargai dan menghormati nilai-nilai budaya bangsa. Dalam dari masing-masing kelompok atau unit- pendidikan karakter. pakaian dan lain sebagainya. dan bijaksana sebagai realisasi yaitu: pengetahuan tentang moral. dimana masyarakat berkehidupan bermasyarakat. kemudian Masyarakat yang demokratis juga harus pembangunan karakter bangsa saat ini menjadi dapat mengakomodir aspirasi dan ekspresi prioritas pembangunan nasional. Pintu masuk guna memahami pada pembentukan karakter masyarakat/ saudara-saudara satu bangsa tersebut ialah bangsa. Proses globalisasi yang terus hendaknya dimengerti dan dipahami berjalan sampai saat ini dengan pesatnya maksud dan kegunaan dari masing-masing kemajuan ilmu pengetahun dan teknologi bentuk simbolis dan ekspresi yang sangat mempengaruhi pola pikir dan dihasilkan dan dimiliki oleh masing- tindakan manusia secara psikologis masing etnis dalam frame ilmiah dan maupun sosiologis sehingga berdampak rasional. kita perlu memahami kembali bahwa seperti disorientasi nilai-nilai Pancasila. produk budaya pendidikan karakter dikembangkan oleh masyarakat tradisi 2. dengan dimanfaatkan untuk mewujudkan visi niat baik pemerintah untuk kembali pemerintah dalam membangun karakter mengembangkan karakter bangsa. Pendidikan karakter yang dimiliki oleh masing-masing etnis sejatinya bukanlah hal baru dalam (suku bangsa) merupakan unsur-unsur masyarakat Indonesia. yang masyarakat suku yang berbeda. Oleh karena itu. bangsa Indonesia adalah masyarakat yang pergeseran nilai etika dan moral dalam demokratis. upacara adat. dilatarbelakangi oleh kondisi realitas Untuk meminimalisir hal tersebut. Suka atau tidak suka kesenian budaya Indonesia yang memiliki ‘local wayang kulit merupakan manifestasi dari genius’ yang luar biasa dan sarat dengan bentuk simbolis dan ekspresi yang lahir pendidikan-pendidikan kemanusiaan. dewasa. berpotensi mengakibatkan merosotnya kesenian. perasaan membangun suatu nation-state yang tentang moral dan perbuatan bermoral. selain sebagai bentuk budaya material sehingga penerimaan pesan dan makna masyarakat terutama masyarakat Jawa 25 . Purwa. Pendidikan Karakter dari masing-masing etnis (suku). multikultural. yang telah lama dibentuk dalam Bentuk-bentuk manifestasi kebudayaan masyarakat Indonesia. permasalahan masyarakat Indonesia saat ini.

Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 yang berwujud kesenian. yang mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan Berdasarkan uraian-uraian dan pernyataan-pernyataan simbolis yang tersebut. masyarakat Jawa yang dapat kita khususnya dalam dimensi kebudayaan. sehingga terintegrasi dari keberlangsungan sistem sosial yang dengan kebudayaan pada masyarakat dibangun. tanpa jalinan sosial dan dinamika sosial Seperti yang dijelaskan oleh Kuntowijoyo. Fokus yang akan ditinjau dari locus manusia hari ini. dengan ciri dan karakteristik yang khas dan melalui wayang ini pula masyarakat sebagai format atau bentuk masyarakat Jawa menawarkan ide. dan kesadaran yang Marxisme hal ini dapat dijelaskan karena dibangun maupun dijaga stabilitasnya dari Wayang Kulit Purwa berkaitan erat dengan masyarakat itu sendiri. bersikap yang dikeluarkan oleh Raymond Williams. kebhinekaan bangsa Indonesia. Dalam terminologi jalinan kuasa. tergambar pula klasifikasikan sebagai cultural engineering entitas sebuah relasi yang kompleks yaitu masyarakat Jawa. 26 . 1987: 37). Kenyataan tersebut dari tiga loci. yakni: istana. mulanya menjadi media sarana upacara Dengan membedah lebih keagamaan dan menyebarluaskan ajaran mendalam mengenai locus budaya yang agama. khususnya dalam budaya tersebut menggunakan rumusan dinamika masyarakat berperilaku. karena tidak ada lembaga budaya semacam bentuk pendidikan humaniora yang memproduksi bentuk-bentuk budaya dalam sistem sosial-budaya masyarakat. salah satu bentuk produk budaya pada berperilaku dan menjalani kehidupan di masyarakat Jawa. bahasa. diharapkan akan terlihat dunia ini sesuai dengan nilai-nilai jalinan prosesual dan struktural dari tradisional yang menekankan pada perkembangan dimensi kebudayaan yang keseimbangan. Pendidikan keberadaan masyarakat dan humaniora diperlukan sebagai penjamin lingkungannya. berubah menjadi sebuah berjalan dalam tata sosial masyarakat media yang menggambarkan bagaimana Jawa. produk kebudayaan yang dilahirkan Keberadaan wayang yang pada ditengah-tengah masyarakat. lembaga budaya marjinalisasi dalam dinamika sosial- dalam masyarakat Jawa tradisional terdiri budaya masyarakat. dan bertingkah laku. wayang sebagai sebuah produk menjadi bagian dari sistem budaya budaya tidak dapat dilepaskan dari (Kuntowijoyo. gagasan kepada tradisional. Normatifnya bahkan mengalami pengasingan dan menurut Kuntowijoyo. 1988: 37). Apalagi di masa sekarang. pesantren dan dapat dilihat dari kemunculan produk perguruan. Kemunculan wayang pendidikan humaniora membentuk jalinan menjadi sebuah refleksi atau kritik relasi sosial-ekonomi dan cultural terhadap perkembangan masyarakat. Wayang tertentu kepada sekelompok orang (Van Kulit Purwa sebagai manifestasi Peursen. sosial-ekonomi yang memproduksi bentuk dimana mitos dimaknai sebagai sebuah budaya. yang memberi gambaran atau melahirkan Wayang Kulit Purwa sebagai pedoman bagaimana masyarakat bersikap. agar sesuai dengan arahan yang tersebut. Locus-locus kebudayaan inilah budaya yang mengalami transformasi dari yang kemudian menjadi kontrol atas unsur. telah ditetapkan oleh lembaga tradisional terutama pada masyarakat perkotaan. dan 3) efek yang cerita yang memberikan pedoman dan arah ditimbulkan oleh bentuk budaya.unsur lamanya yakni unsur-unsur keberadaan dan perkembangan dari sebuah tradisional. Melalui Wayang latar belakang struktural masyarakat Kulit Purwa masyarakat Jawa menyatakan agraris yang memiliki mode produksi ekspresi dirinya terhadap masyarakat lain. yang menciptakannya. yang berjalan dalam satu spasial/ ruang pendidikan humaniora adalah pendidikan tertentu. Sistem pengetahuan yang masyarakat suku-suku lain dalam bingkai berjalan dalam masyarakat tradisional. Semua itu yang menyebutkan sosiologi budaya diwujudkan dalam konsep mitos yang mempelajari tentang 1) Lembaga-lembaga menjadi unsur-unsur dalam wayang. 2) isi budaya. juga berjalan pararel dengan kategori Wayang Kulit Purwa sebagai sosial atau stratifikasi sosial yang berada bentuk seni pertunjukan rakyat yang cukup dalam tatanan sosial masyarakat Jawa itu populis pada masyarakat Jawa menjadi sendiri.

Adipati Karna yang setia anak yang santu. dimana saat dan loyalitas pada negara serta selalu mereka masih kecil adalah sosok-sosok menepati janji. tokoh lain yang dapat dijadikan pamannya yang menjadi pembimbig sebagai perwakilan untuk mengajarkan mereka. yang lakon Ciptaning. sehingga pesan yang ingin senada dengan yang diungkapkan oleh disampaikan dapat lebih diterima oleh Kuntowijoyo di atas tentang pendidikan masyarakat. Ketiga dengan gambaran masyarakat tentang tokoh tersebut ditulis dalam Serat Tripama sosok Kurawa. kemampuan manusia untuk mengajar dirinya sendiri. mereka berubah menjadi atau tiga keutamaan. Ketiga. pengetahuan tentang dunia (Van Peursen. profesinya. dalam wayang kita melalui Program Studi Desain Komunikasi juga akan melihat tentang nilai-nilai Visual. ciri khas Kunti yang penuh kasih sayang dan dari kebudayaan terdapat dalam pengabdian. sarat dengan pengajaran budi pekerti. perkembangan dari sesuatu dan penyeimbang dari tokoh-tokoh tersebut bagaimana membangun sesuatu. negara dan bangsa berjudul Kurawa Kecil karya Hendrik dengan kepandaian dan keahliannya. kebenaran yang menuntun kita pada 138) adalah Bambang Sumantri seorang kesempurnaan hidup. Pemilihan film wayang dimana unsur mitos berada di animasi didasarai alasan bahwa film dalamnya memiliki fungsi sebagai pemberi animasi adalah media yang lengkap. pergerakan. pada guru dan Sang Kuasa. utuh dengan yang bersifat social. Wayang dalam Film animasi sebagai itu perkembangan dari kebudayaan harus sarana pembelajaran pendidikan selalu dievaluasi sehingga ia sadar. wayang menunjukkan dapat mengajarkan pendidikan karakter kepada kita tentang sebuah sistem bangsa bagi masyarakat Indonesia pengetahuan. Selain ketiga tokoh jahat hanya karena hasutan dan ajaran jelek tersebut. karena dalam konstruksi khususnya generasi muda. pengendalian diri dan kepatuhan 27 . contoh lain adalah pendidikan karakter adalah Arjuna dalam Film Animasi Dewi Kunti. bahwa karakter seringkali ada sesuatu yang tidak beres dan Dari kajian tokoh tersebut dengan demikian dengan jatuh dan bangun kemudian dibuatkan model media ia dapat maju (Van Peursen. Seperti terdapat juga tokoh perempuan yaitu Dewi yang dikatakan Immanuel Kant. Oktario. yang menceritakan tentang Kumbakarna yang mengajarkan kesetiaan Duryudana bersaudara. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 dimana manusia bisa belajar tentang sifat. Dan sebagai bentuk. selama lima tahun terakhir sudah mendasar mengenai pola-pola kehidupan merintis pembuatan film animasi melalui masyarakat yang melalui pengalamannya tugas akhir. Beberapa contoh diantaranya adalah Bima 2008: 21). Kemudian. baik hati dan tidak sesuai dan berpegang teguh pada janjinya. Berangkat dari pemahaman 3. Suci. pandai. (Lash. Beberapa tokoh Wayang Kulit yang mengajarkan tentang bakti seorang Purwa yang dapat dijadikan sebagai murid kepada gurunya. tokoh wayang dan mengajarkan berbagai juga menggambarkan hubungan yang pesan sesuai dengan sifat dan perilaku bersifat kultural sebagai satu bagian yang tokoh-tokoh wayang yang diangkat. menjadi orang tua tunggal dan harus ahli dalam bidangnya serta mengamalkan mengasuh serta membimbing anak- dharma sesuai dengan keahlian/ anaknya. Bima dalam lakon Dewaruci/ Bimasuci. 2012: 137. yang mengajarkan melihatkan perjuangan seorang ibu yang tentang keteguhan hati. dan 1988: 41). Tercatat setidaknya ada 80 tersimpan tidak saja jalinan dari sebuah judul film animasi pendek yang membahas hubungan produksi dari sistem ekonomi. pembelajaran berupa film animasi yang Kedua. humaniora. Universitas Indraprasta PGRI. Pemahaman tersebut juga suara. diantaranya seperti yang pada perintah guru untuk mendapatkan dipaparkan Junaidi (Rustopo. 1988: 14). bijaksana. menampilkan gambar. bagaimana perwakilan dalam mengajarkan pendidikan sejatinya kita sebagai murid harus patuh karakter bangsa. Film animasi pembela pimpinan. karya Rella Nurjaman dan Irene.

dimanfaatkan sebagai media pembelajaran Kuswaryanto. Peter dan Thomas. animasi dengan tokoh-tokoh pada Wayang Yogyakarta: Penerbit Kanisius. Serta tokoh Dewi Kunti Kuntowijoyo. Wira Sari Berger. budaya pada masyarakat suku yang berbeda – 2009. Sartono. Dewan Bahasa dan sesuai standar media komersil. Jakarta. mengajarkan kita mengenai nilai karakter dari Gramedia. Jakarta. Jakarta: Penerbit Buku Kompas. Ilmu Sosial dan Panji Koming: Tafsiran Komik Karya Tantangan Zaman. Dipilihlah film Lash. Dian Rakyat karakter setia dan amanah. 1999. George and Douglas J. seorang pemimpin. Berman. dalam Timbul Haryono. diri. . Koentjaraningrat. Soemardjan. pengabdian. 1986. Kompas. Perubahan Sosial (Seri adalah secara kualitas memang masih belum Bacaan Sosiologi). Namun. sehingga masih perlu Ritzer. Sintesa Filosofis Tentang Makhluk Kekurangan dari karya film animasi Paradoksal. 1977. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 Simpulan dan Saran Denzin. dipikirkan pola distribusi dari film-film animasi (2008). dan bijaksana. Ragam bentuk karakter masyarakat Nusantara – Engels. Tentang Sosiologi Pengetahuan. kita Kalyanamitra. Pengantar Ilmu sarat dengan nilai budi pekerti. mengantarkan kita pada pemahaman mengenai Kartodirdjo. Jakarta: Rineka Cipta. Sejak awal kemunculan. Setangkai Bunga Sosiologi. Pajawali Pers. FEUI. pandai. Jakarta 28 . Louis. Penjajah dan Raja: Purwa yang dapat dijadikan sebagai role model Perubahan Sosial dan Modernisasi bagi pengajaran pendidikan karakter bangsa. karakter kesetiaan dan loyalitas seharusnya. Lincoln. Sejak Indische memperlihatkan kepada kita bagaimana nilai sampai Indonesia. namun sudah Pustaka Kementrian Pelajaran cukup untuk digunakan dalam pembelajaran di Malaysia. Tokoh Kumbakarna. Teori Sosiologi Modern. . dan kepatuhan. 2006. Jakarta: Surabaya. pengendalian Antropologi. Sosiologi Postmodernisme. Psikologi Marxisme. (1987). Kulti Purwa sebagai sarana untuk pendidikan Leahy. (1989). Wilbert. Scott. (2001). Jakarta: PT Gramedia. More. (1997). Dengan demikian. Jakarta LP3ES. Seni Dalam Dimensi Bentuk. Press. Kualalumpur. Selo. Pustaka Promothea. 1998. Norman K. “Art for Art dan Art for Mart: untuk pendidikan karakter. 2012. wayang sudah (2009). Wayang Kulit Purwa harus Ruang. yang dibuat oleh Universitas Indraprasta PGRI. Tokoh Bima yang . Ekonomi di dua kota Indonesia. 1977. Fredrick.L. Budaya dan Masyarakat. Dan Waktu. Maka.. (2008). 2003. Oleh karenanya. potensi bias Orientasi Pelestarian dan yang muncul karena kesulitan atas penerimaan Pengembangan Seni Pertunjukan pesan dan makna dari kandungan produk Tradisional”. 1992. Daftar Pustaka Setiawan. Berpetualang Dalam Sinolungan. Tokoh Bambang Sumantri dapat Sosial dalam Metodologi Sejarah. A. Taufik. Luckman. (2001). Obor Mengenali karakter Wayang Kulit Purwa dapat Indonesia. Muhammad Nashir. E. masyarakat tanpa bias bahasa. Manusia Sebuah Misteri: karakter. Asal-Usul Keluarga. Pendekatan Ilmu nilai moralitas. Perkembangan Peserta Didik. Tokoh Arjuna yang Jakarta. Wedatama Widya diinovasi supaya dapat dinikmati oleh semua Sastra. beda bahasa. Jakarta. sekolah atau di rumah. Dwi Koendoro pada Masa Reformasi Jakarta. dan Iyvonna S. Jakarta dapat mengambil beberapa tokoh Wayang Kulit Geertz. menjadi media dalam pembentukan karakter. Wayang Kulit Purwa. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Tafsir Sosial Atas Kenyataan Risalah 1964. dan Soeleman Soemardi. Qualitative Research. teguh. menunjukkan nilai Antropologi Sosial. yang penuh dengan kasih sayang dan Yogyakarta: Tiara Wacana. terutama masyarakat Jawa– termanifestasi pada Kepemilikan Pribadi dan Negara. yang telah dibuat ini. (2002). Beberapa Pokok Tokoh Adipati Karna. Jakarta. Marshall. 2004. wayang dapat Yogyakarta: Bentang. Pengantar Ilmu Sejarah. Clifford.E. Goodman. Menakar Abdullah. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Strategi Kebudayaan. Van Peursen. (1976). Jakarta: Balai Penelitian Batik dan Kerajinan. Jakarta: Gramedia Pustaka dan Freedom Institute. Susanto. Mudji dan Putranto. (1993). Yogyakarta: Kanisius. Sejarah Pedalangan. 2005. Jakarta: Grasindo. 29 .M. S. 2004. Nusantara : Sejarah Indonesia. C. Sewan. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.A. Seni Kerajinan Batik Indonesia. Hendar. Sutrisno. Surakarta: Institut Seni Indonesia. Dr. Vlekke. H. Tillar.A. (2008). Teori-teori Kebudayaan.K. (2007). Rupa Wayang Dalam Seni Rupa Kontemporer Indonesia. Jakarta: Senawangi. Prof. (1973). H. Multikulturalisme. Yudoseputro. Wiyoso. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 Soetarno.R. Bernard.

com Kata Kunci ABSTRAK Pendidikan Karakter. dan mau membentuk insan Indonesia yang cerdas. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GEOGRAFI UNIVERSITAS PGRI PALANGKA RAYA Dedy Norsandi FKIP Universitas PGRI Palangka Raya dedy_norsandi@yahoo. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. dan dokumentasi. Informan penelitian adalah ketua program studi. kerja keras. rasa ingin tahu. dengan harapan agar nantinya lahir generasi Para pendidik perlu menyadari betapa bangsa yang tumbuh dan berkembang dengan pentingnya pendidikan karakter sebagai sarana karakter yang menghormati nilai-nilai luhur pembentuk perilaku. pengayaan nilai individu bangsa dan agama. moral. menghargai prestasi. tetapi mengembangkan potensi mahasiswa untuk mencakup proses pembiasaan (habituation) memiliki kecerdasan. yaitu menggabungkan antara model terintegrasi pada setiap mata kuliah dengan model di luar pelajaran PENDAHULUAN kekerasan. tetapi pengembangan Satuan Acara Perkuliahan dan proses pembelajaran sudah dimasukkan nilai-nilai karakter. peduli lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi Program Studi pendidikan karakter dan metode pendidikan karakter di Prodi Pendidikan Geografi. merambah dalam lembaga pendidikan kita. Ini berarti bahwa pendidikan tidak hanya dapat memahami. psikologis. penyalahgunaan Pembentukan karakter merupakan salah narkoba. kepribadian dan akhlak tentang perilaku yang baik sehingga mahasiswa mulia. dosen. gemar membaca. Teknik pemeriksaan keabsahan data dengan menggunakan triangulasi metode dan sumber. Pasal I UU wenangan yang terjadi di lingkungan kampus. korupsi dan kesewenang- satu tujuan pendidikan nasional. bersahabat/komunikatif. cinta damai. Metode pendidikan karakter menggunakan model gabungan. sehingga tebentuklah tabi’at namun juga berkepribadian atau berkarakter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan karakter yang dilakukan di Prodi mengangkat nilai religius. dan tanggung jawab. mandiri. intelektual. wawancara. Sisdiknas tahun 2003 menyatakan bahwa di Pendidikan karakter sesungguhnya bukan antara tujuan pendidikan nasional adalah sekedar mendidik benar dan salah. macam perilaku non-edukatif kini telah sosial. tawuran. disiplin. Pendidikan karakter tidak semata-mata Perilaku tersebut antara lain: fenomena bersifat individual. berperilaku baik. dan penarikan kesimpulan. jujur. melainkan juga memiliki 30 . dan mahasiswa. pelecehan seksual. semangat kebangsaan. merasakan. yang baik. kreatif. peduli sosial. Implementasi di dalam pembelajaran dalam silabus belum dicantumkan. Data dianalisis menggunakan langkah-langkah reduksi data. toleransi. pertumbuhan berupa kenyamanan dan Pendidikan karakter menjadi semakin keamanan yang dapat membantu suasana penting dan mendesak untuk diterapkan dalam pengembangan diri individu secara menyeluruh lembaga pendidikan kita mengingat berbagai dari segi teknis. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi. cinta tanah air. Pondasi kebangsaan yang dengan cara menjadi figur keteladanan bagi kokoh diharapkan dapat dibangun dengan anak didik serta mampu menciptakan bangkitnya kesadaran bangsa melalui lingkungan yang kondusif bagi proses pendidikan karakter. estetis dan religius. display data. demokratis.

Studi Pendidikan Geografi FKIP Universitas Triangulasi teknik untuk menguji kredibilitas PGRI Palangka Raya. Berdasarkan pemahaman di atas Program memilih informan. maka peneliti melakukan cara criterion-based selection yang didasarkan diskusi lebih lanjut kepada sumber data yang pada asumsi bahwa subjek tersebut sebagai bersangkutan atau yang lain. serta member Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif check. Instrumen. pengabstrakan. menarik bertanggungjawab untuk turut serta mendukung kesimpulan sementara. perencana yang menetapkan fokus penelitian. dan dokumentasi. menafsirkan data. METODE PENELITIAN Pemeriksaan keabsahan data penelitian dengan Jenis Penelitian triangulasi. untuk memastikan aktor dalam tema penelitian. pemusatan perhatian manusia yang berbudaya. subjeknya akan terus bertambah sesuai dengan Pendidikan karakter yang berkaitan dengan kebutuhan dan terpenuhinya informasi. Selain itu. Selanjutnya data yang diperoleh dari yang kondusif bagi pertumbuhan individu. Peneliti juga menentukan informan penelitian menggunakan menggunakaan member check yaitu dengan model snow ball untuk memperluas subjek pengecekan data yang diperoleh peneliti kepada penelitian. untuk memenuhi jumlah subjek yang sedikit semakin lama keabsahan data. Peneliti sekaligus sebagai dan dibutuhkan sesegera mungkin. menghasilkan data Penentuan subjek penelitian dilakukan dengan yang berbeda-beda. Diharapkan dengan pendidikan karakter para mahasiswa yang Teknik Analisis Data memiliki etika akan tetap ada. sebuah pendidikan karakter. dan cerdas. dimensi sosial struktural. wawancara. sebagai pelaksana Studi Pendidikan Geografi merasa pengumpulan data. pada penyederhanaan. dalam penelitian Studi Pendidikan Geografi. jumlah informan yang akan menjadi kebebasan individual yang bersifat personal. Proses pendidikan selama ini ternyata Data. dan Teknik Pengumpulan belum berhasil membangun manusia Indonesia Data yang berkarakter. Teknik snow ball memulai dari pemberi data. Penelitian dilaksanakan di Program adalah triangulasi teknik dan sumber. kualitatif ini akan diungkapkan makna dari data yang dikumpulkan. (2) Penyajian data (Data dan metode pendidikan karakter di Program Display) yaitu penyusunan sekelompok Studi Pendidikan Geografi. Peneliti merupakan instrumen mengapa pendidikan karakter sangat penting utama penelitian. bagi para mahasiswa. lebih melihat Penelitian ini mengambil informan kunci bagaimana menciptakan sebuah sistem sosial kepala. Apabila dengan tiga teknik pengujian Subjek Penelitian kredibilitas data tersebut. dan menganalisis data di dalam mengembangkan pendidikan berkarakter lapangan yang alami (Djaelani. observasi. (3) Penarikan kesimpulan (Data implementasi pendidikan karakter di Program Drawing/Verification). Sedangkan informasi yang memberi kemungkinan adanya kegunaan penelitian adalah untuk memberi penarikan kesimpulan dan pengambilan masukan dalam upaya meningkatkan tindakan. dan Tujuan penelitian ini adalah untuk transformasi data “kasar” yang muncul dari mengetahui implementasi pendidikan karakter catatan di lapangan. Triangulasi yang digunakan peneliti kualitatif. bahan referensi. dilakukan juga triangulasi 31 . tapi perilakunya tidak terpuji. observasi. pendidikan moral dapat informan tambahan yaitu dosen mata kuliah. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 dimensi sosial struktural. Inilah dokumentasi. Peneliti dalam data mana yang dianggap benar. 2013: 84). sehingga tercipta Langkah-langkah teknik analisis data sebagai generasi yang bermoral dan bertanggungjawab berikut: (1) Reduksi data (Data Reduction) serta mampu menunjukkan jati dirinya sebagai yaitu proses pemilihan. dan mahamahasiswa yang berada di Prodi Pendidikan moral merupakan pondasi bagi Pendidikan Geografi. Meskipun pada berkembang menjadi banyak. Adapun waktu penelitian data dengan cara mengecek data dengan sumber ini dimulai bulan September 2016 sampai bulan yang sama dengan teknik yang berbeda yaitu Februari 2017. diletakkan dalam kerangka pendidikan karakter. informan kunci ditriangulasi dengan data dari Dalam konteks inilah. Dengan teknik gilirannya kriteria penentu adalah nilai-nilai ini. Banyak lulusan sekolah dan Pengumpulan data dalam penelitian ini dengan sarjana yang pandai menjawab soal dan berotak teknik wawancara mendalam.

Peneliti melihat dari jauh dan sesekali keluar. kemudian setelah itu ada kesepakatan melalui waktu dan alat yang berbeda dalam terhadap aturan tersebut. dan pekerjaan. Pengamatan peneliti saat PEMBAHASAN melihat langsung kantin kejujuran. status sosial. 2007:29). wawancara. Dalam penelitian ini triangulasi sumber ternyata memang mahasiswa dapat melakukan dilakukan dengan cara membandingkan hasil larangan aturan yang telah dilakukan. Karakter dalam mata kuliah di Prodi Pendidikan gerik manusia selalu diawasi Allah SWT. Nilai Karakter Toleransi kedalam hampir semua materi pembelajaran Gambaran nilai karakter toleransi di Prodi mata kuliah. Nilai Karakter Religius pendapat. Bagi mahasiswa sedang mengerjakan ulangan tanpa mahasiswa yang datang tepat waktu dan 32 . Lebih rinci indikator pelaksanaan pendidikan karakter toleransi pelaksanaan Pendidikan Karakter di dalam dalam mata kuliah adalah adanya melakukan kelas adalah berdoa sebelum dan sesudah kegiatan bersama dalam bentuk kegiatan atau perkuliahan dan memberikan kesempatan lomba bersama. tetapi juga ada di Pelaksanaan Pendidikan Karakter di kantin sekolah. Sedangkan indikator pelaksanaan Pendidikan 4. sebelum membiasakan mematuhi aturan. menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada Pelaksanaan nilai pendidikan karakter jujur berbagai ketentuan dan peraturan. Nilai Karakter Disiplin Karakter dalam mata kuliah di dalam kelas Gambaran nilai karakter disiplin di Prodi yaitu: tranparansi laporan keuangan. penelitian kualitatif (Moleong. pertama kali dosen memberikan aturan kepercayaan suatu informasi yang diperoleh main. mahasiswa Pelaksanaan Pendidikan Karakter di membeli langsung barang yang dibutuhkan dan Program Studi Pendidikan Geografi memasukkan uang ke dalam kotak yang menggunakan dua cara. berada di kantin kejujuran. serta hidup rukun dengan sosial. Gambaran nilai karakter jujur di Prodi dan ekonomi. Pelaksanaan pendidikan kejujuran dalam mata kuliah dilaksanakan dengan di dalam kelas HASIL PENELITIAN DAN maupun luar kelas. toleran terhadap pelaksanaan membedakan suku. Suasana kejujuran tidak hanya dan ekstrakulikuler. Teknisnya. sikap. yaitu: menghargai perbedaan agama. dan larangan menyontek. Sedangkan indikator kelas Pendidikan Geografi adalah sikap dan perilaku adalah memberikan pelayanan yang sama yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama terhadap seluruh warga kelas tanpa yang dianutnya. Selain itu tidak saling kepada semua mahasiswa untuk melaksanakan membedakan bagi sesama mahasiswa yang ibadah dan merayakan hari besar keagamaan berbeda pandangan. yakni intrakulikuler disediakan. status ibadah agama lain. Begitu juga dengan mahasiswa Pendidikan Geografi adalah perilaku yang nonmuslim. ras. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 sumber. mahasiswa pakaian sopan sesuai dengan aturan. Dari materi pembelajaran dapat Pendidikan Geografi adalah tindakan yang dimasukkan delapan belas nilai karakter. Geografi adalah mahasiswa datang tepat waktu Terhadap kondisi ini. peneliti melihat langsung ke kelas sebelum perkuliahan di mulai. menggunakan dimulai mengerjakan ulangan. Program Studi Pendidikan Geografi adalah memasukkan delapan belas nilai karakter 3. ras. penilaian Pendidikan Geografi adalah tindakan yang kelas secara berkala. 1. etnis. tidak ada pengawas. Pada saat membandingkan dan mengecek balik derajat itu. golongan. mahasiswa dilatih jujur mengerjakan sendiri yakni membiasakan hadir tepat waktu. maka ulangan dimulai. dosen menghormati dengan didasarkan pada upaya menjadikan dirinya memberi kesempatan belajar yang diajar sesuai sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dosen agama yang dianut. agama. maupun faham. dalam perkataan. dosen dalam pembelajaran tidak membedakan kepada seluruh mahasiswa yang diajar tanpa 2. Nilai Karakter Jujur membedakan suku. tindakan. sudah diberi arahan sebagai bentuk aplikasi Hubungannya dengan pelaksanaan Pendidikan pembelajaran mata kuliah bahwa setiap gerak. Lebih rinci dalam mata kuliah adalah dalam ulangan lagi dapat dilihat dalam indikator dalam kelas. Triangulasi sumber berarti tidak ada pengawas yang mengawasi. Selain itu sesuai kepercayaan masing-masing. suku. dan tindakan orang lain yang Gambaran nilai karakter religius di Prodi berbeda dari dirinya. Sedangkan pemeluk agama lain. dan status ekonomi. golongan.

dan daya tahan belajar. dan bertindak yang menilai sama hak 6. Seluruh Gambaran lebih detail dalam indikator di dalam produk kebijakan melalui musyawarah dan 33 . Bagi mahasiswa yang dapat Karakter kreatif dalam mata kuliah di Prodi mengumpulkan tepat waktu. pantang kuliah di Prodi Pendidikan Geografi melalui menyerah. Diantaranya dengan mencipatakan suasana belajar yang memacu pembuatan media pembelajaran geografi yang daya tahan kerja. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 terlambat maka ada penilaian khusus. maka akan mendapatkan seperti ini menurut peneliti termasuk kreatif. Nilai Karakter Kreatif dan kewajiban dirinya dan orang lain. mahasiswa harus tersebut dapat dilakukan di dalam kelas maupun mengerjakan dengan kerja keras. Nilai Karakter Kerja Keras dilakukan pada mata kuliah Media Gambaran nilai karakter kerja keras di Pembelajaran Geografi. Dalam pengamatan Prodi Pendidikan Geografi adalah perilaku yang peneliti apabila dosen menyampaikan materi menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam yang berhubungan dengan hafalan. Pelaksanaan pendidikan sebelum berusaha semaksimal mungkin. Adapun waktu pengumpulan sunggguh-sungguh. Pemberian tugas yang menantang disiplin masuk kelas dan mengumpulkan tugas. ujian akhir semester. Sehingga menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya. pemberian tugas. Pelaksanaan Pendidikan Karakter kerja keras dalam mata 7. Nilai Karakter Demokratis Caranya adalah mengerjakan tugas di atas Gambaran nilai karakter demokratis di standar yang ditetapkan. Biasanya tugas tersebut 5. Adapun Gambaran nilai karakter kreatif di Prodi indikator pelaksanaan karakter demokratis di Pendidikan Geografi adalah berpikir dan kelas adalah mengambil keputusan kelas secara melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara bersama melalui musyawarah dan mufakat. 8. Pelaksanaan pendidikan karakter kerja keras dalam mata kuliah yang karakter mandiri dalam mata kuliah di Prodi lain dapat dilihat dari melaksanakan tugas yang Pendidikan Geografi adalah mahasiswa diberi diberikan kepada mahasiswa. tugas dan mahasiswa akan merasa bosan. maka mengatasi berbagai hambatan belajar. memiliki pajangan tentang berhubungan dengan materi mata kuliah. kelas. yakni menciptakan situasi belajar yang Pendidikan karakter disiplin dalam mata kuliah bisa menumbuhkan daya pikir dan bertindak dilaksanakan melalui penanaman karakter kreatif. Dengan kata lain. atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki. Kemudian pelaksanaan untuk bekerja mandiri. maka akan Pendidikan Geografi adalah diantara tugas mata mendapatkan nilai plus. karakter untuk nilai mandiri melalui pemberian Pelaksanaan pendidikan karakter di Prodi tugas yang berhubungan dengan materi mata Pendidikan Geografi adalah membiasakan kuliah. Pemilihan komti kelas secara terbuka. Tugas tugas yang diberikan. Pelaksanaan Pendidikan maupun kelompok. slogan atau motto tentang giat. Selain ujian indikator pelaksanaan karakter mandiri di kelas tengah semester. bersikap. Prodi Pendidikan Geografi adalah cara berpikir. dalam menyelesaikan tugas-tugas. Mahasiswa yang tidak mudah tergantung pada orang lain tidak bisa santai untuk meraih prestasi tersebut. yakni luar kelas. Sesulit apapun tugas mandiri maupun kelompok. Sedangkan mahasiswa kuliah yang diberikan dosen adalah pembuatan yang terlambat mengumpulkan tugas dari media pembelajaran geografi. mahasiswa agar untuk mendapatkan nilai yang baik harus bekerja dengan belajar yang keras. Pemberian tugas kesepakatan. munculnya karya-karya baru baik yang autentik Tugas tersebut bisa berupa tugas individu maupun modifikasi. karena tugas ini jarang dosen mata kuliah memberikannya. ditentukan dengan disepakati seluruh mahasiswa tidak boleh pantang menyerah mahasiswa satu kelas. Pelaksanaan pendidikan karakter dalam mata menciptakan kondisi etos kerja. menciptakan suasana kompetisi yang sehat. Sedangkan indikator di dalam kelas adalah maka mahasiswa lebih tertarik mempelajari. mahasiswa apabila diajak merasakan sendiri. Nilai Karakter Mandiri kuliah di Prodi Pendidikan Geografi adalah Gambaran karakter mandiri di Prodi mahasiswa dituntut untuk kerja keras untuk Pendidikan Geografi adalah sikap dan prilaku memenuhi standar nilai kelulusan. juga ada adalah menciptakan suasana kelas yang tugas mandiri atau tugas terstruktur yang harus memberikan kesempatan kepada mahasiswa dipenuhi mahasiswa. Adapun Hal ini diperlukan kerja keras. pengurangan.

Pelaksanaan Pendidikan Karakter untuk lebih baik. dan kalah dengan produk luar negeri. ekonomi. Adapun indikator pelaksanaan Sedangkan pelaksanaan pendidikan karakter karakter semangat kebangsaan di kelas adalah demokratis dalam mata kuliah di Prodi bekerja sama dengan teman sekelas yang Pendidikan Geografi adalah dalam berbeda suku. Selain itu dalam pembelajaran khususnya menghargai karya 10. Dengan kata lain. dilihat. aspirasi mahasiswa. daerah. dan politik bangsa. Sedangkan pelaksanaan kondisi yang ada di masyarakat. mengetahui segala hal dalam ilmu pengetahuan. Di Gambaran nilai karakter rasa ingin tahu di samping konsep bagaimana persatuan dan Prodi Pendidikan Geografi adalah sikap dan kesatuan juga diungkapkan studi kasus kekinian tindakan yang selalu berupaya untuk yang berhubungan masalah bangsa Indonesia. Selain itu mahasiswa mengetahui buatan dalam negeri. dan penghargaan yang kuliah. cinta tanah suara mahasiswa. Nilai Karakter Semangat Kebangsaan orang lain. Pendidikan karakter dalam mata langsung mengajarkan semangat kebangsaan kuliah Prodi Pendidikan Geografi dilaksanakan adalah memahami persatuan dan kerukunan. setelah itu dosen Prodi Pendidikan Geografi adalah dalam menyimpulkan. bendera tugas untuk mengetahui lebih lanjut tentang Negara. yakni dosen memberikan Pada materi tersebut mahasiswa mendapatkan ruang dialog bagi mahasiswa untuk bertanya materi tentang semangat kebangsaan pada tanah maupun usul agar pembelajaran mata kuliah air. budaya. Selain itu dengan Adapun indikator pelaksanaan karakter rasa penanaman nilai kepada mahasiswa agar dalam ingin tahu di kelas adalah menciptakan suasana kehidupan sehari-hari tidak membedakan asal kelas yang mengundang rasa ingin tahu. agar mahasiswa pengetahuannya masyarakat Indonesia. bertindak. Tersedia media komunikasi atau informasi 11. Nilai Karakter Cinta Tanah Air (media cetak atau media elektronik). dalam mata kuliah di Prodi Pendidikan bersikap. Eksplorasi lingkungan secara terprogram. Pelaksanaan pendidikan karakter cinta tanah air dalam mata pendidikan karakter dalam mata kuliah di Prodi kuliah di Prodi Pendidikan Geografi adalah di Pendidikan Geografi untuk nilai karakter rasa kelas pembelajaran mata kuliah sudah terpasang ingin tahu dilaksanakan dengan pemberian foto presiden dan wakil presiden. status sosial-ekonomi. menggunakan produk lebih luas. sosial. pembelajaran mata kelas adalah memajangkan: foto presiden dan kuliah di Prodi Pendidikan Geografi tidak wakil presiden. kelompoknya. Setelah itu dari aspirasi air. berwawasan yang menempatkan kepentingan 34 . dalam pembelajaran. kepedulian. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 mufakat. dosen memberikan penekananan Gambaran nilai karakter semangat agar menggunakan produk buatan dalam negeri. Mengimplementasikan model-model bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan pembelajaran yang dialogis dan interaktif. Selain itu dalam pengumpulan pembelajaran mata kuliah mahasiswa tugas. pembelajaran di kelas dosen memperhatikan mendiskusikan hari-hari besar nasional. Adapun khususnya yang berhubungan dengan materi indikator pelaksanaan karakter cinta tanah air di kuliah. gambar kehidupan buku tersebut. Nilai Karakter Rasa Ingin Tahu kuliah Pendidikan Kewarganegaraan. dan berbuat yang menunjukkan Geografi adalah dalam pembelajaran mata kesetiaan. sebelum diputuskan dosen menyerap ditumbuhkan semangat kebangsaan. etnis. tetapi juga di luar negara. lingkungan fisik. mengetahui lebih mendalam dan meluas dari Harapannya mahasiswa mempunyai semangat sesuatu yang dipelajari. nilai semangat kebangsaan di Prodi Pendidikan Geografi melalui materi pembelajaran mata 9. bendera negara. Kondisi ini bisa dilihat Sedangkan pelaksanaan pendidikan karakter dalam pembelajaran. kebangsaan yang benar. kebangsaan di Prodi Pendidikan Geografi Sebenarnya kualitas produk dalam negeri tidak adalah cara berpikir. tersebut keputusan akhir pengumpulan tugas Sedangkan materi mata kuliah yang secara diputuskan. dosen melibatkan semangat kebangsaan dalam mata kuliah di pendapat mahasiswa. lambang hanya mengacu di buku teks. Sedangkan Gambaran nilai karakter cinta tanah air di pelaksanaan pendidikan karakter rasa ingin tahu Prodi Pendidikan Geografi adalah cara berpikir. dan didengar. mahasiswa dirangsang untuk tinggi terhadap bahasa. peta Indonesia. serta lambang Negara. bangga terhadap kampus dan almamater. materi yang berhubungan dengan mata kuliah.

dan pembelajaran yang memotivasi anak Pengamatan peneliti dalam pembelajaran ketiga menggunakan referensi. Adapun indikator pelaksanaan karakter bersahabat/komunikatif dalam mata kuliah di gemar membaca di kelas adalah daftar buku Prodi Pendidikan Geografi adalah dosen mata atau tulisan yang dibaca mahasiswa. yakni memberikan bersahabat/komunikatif di Prodi Pendidikan pemahaman kepada mahasiswa tentang Geografi adalah tindakan yang memperlihatkan pentingnya perdamaian. pembelajaran untuk memotivasi mahasiswa perkataan. Adapun indikator di Prodi Pendidikan Geografi adalah dengan pelaksanaan karakter cinta damai di kelas menghargai prestasi mahasiswa yang adalah menciptakan suasana kelas yang damai. pembelajaran yang tidak anti gender. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 Pelaksanaan pendidikan karakter untuk karakter mahasiswa. saling tukar bacaan. kelas adalah pengaturan kelas yang memudahkan terjadinya interaksi mahasiswa. masyarakat. dan tindakan yang menyebabkan berprestasi. Nilai Karakter Gemar Membaca pembelajaran yang dialogis. dosen melayani semua prestasi di Prodi Pendidikan Geografi adalah pertanyaan yang diajukan mahasiswa di kelas. Sedangkan pelaksanaan pendidikan bentuk materi khusus. bergaul. dosen Gambaran nilai karakter gemar membaca mendengarkan keluhan-keluhan mahasiswa. mengakui. maka penanganannya kejuaraan. Adapun indikator termasuk dalam menyelesaikan masalah di pelaksanaan karakter bersahabat/komunikatif di kelas. Nilai Karakter Menghargai Prestasi adalah dosen memberi keteladanan dalam Gambaran nilai karakter menghargai pembelajaran di kelas. Selain itu juga ditanamkan melalui Pendidikan Geografi adalah dosen dalam pembiasaan. menggunakan dialog. dosen tidak menjaga menyediakan waktu untuk membaca berbagai jarak dengan mahasiswa. Setelah itu hasilnya muncul di kelas. Dosen mata kuliah di kelas sebagai cinta tanah air dalam mata kuliah fasilitator dalam belajar. menempatkan mahasiswa sebagai partner. Adapun indikator pelaksanaan karakter menghargai prestasi di kelas adalah memberikan penghargaan atas 14. mendapatkan nilai yang terbaik saat ulangan. Hal ini materi tersebut kemudian dihubungkan masalah ditandai dengan banyaknya pertanyaan yang yang terjadi di Indonesia. Nilai Karakter Bersahabat/Komunikatif kuliah di Prodi Pendidikan Geografi adalah Gambaran nilai karakter melalui materi mata kuliah. menciptakan suasana Prodi Pendidikan Geografi adalah sikap. membiasakan perilaku warga sekolah yang anti Pelaksanaan pendidikan karakter dalam mata kekerasan. dosen mengucapkan selamat. frekuensi kuliah dalam pembelajaran di kelas kunjungan perpustakaan. Sedangkan dosen mata kuliah di Prodi Pendidikan Geografi pelaksanaan pendidikan karakter gemar dapat berkomunikasi dengan baik dengan membaca dalam mata kuliah di Prodi 35 . dan menghormati keberhasilan orang lain. Apabila mahasiswa terbaik maupun mahasiswa mendapat mempunyai masalah. sikap dan tindakan yang mendorong dirinya apabila tidak mencukupi dilaksanakan di luar untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi kelas setelah pelajaran selesai. di Prodi Pendidikan Geografi adalah kebiasaan Dalam berkomunikasi. yakni saat mahasiswa ada yang pembelajaran mata kuliah menciptakan suasana mendapatkan prestasi baik mendapatkan nilai kelas yang damai. Sedangkan pelaksanaan pendidikan orang lain merasa senang dan aman atas karakter menghargai prestasi dalam mata kuliah kehadiran dirinya. Mahasiswa tidak takut Kewarganegaraan. Sedangkan bacaan yang memberikan kebajikan bagi pelaksanaan pendidikan karakter dirinya. karakter untuk karakter bersahabat/komunikastif dalam mata kuliah 12. dan bekerja contoh-contoh dalam kehidupan sehari-hari. kuliah di Prodi Pendidikan Geografi untuk nilai dan kekerabatan di kelas yang penuh kasih karakter dilaksanakan secara langsung dalam sayang. Pelaksanaan pendidikan karakter untuk karakter cinta damai dalam mata 13. Nilai Karakter Cinta Damai hasil karya mahasiswa. memajang tanda-tanda Gambaran nilai karakter cinta damai di penghargaan prestasi. yakni menghargai karya karakter cinta damai dalam mata kuliah di Prodi orang lain. Pelaksanaan pendidikan dipresentasikan di depan kelas. Selain itu ditampilkan rasa senang berbicara. dosen menyampaikan bertanya terhadap masalah yang dialami. sama dengan orang lain. 15.

memberi bantuan pada orang lain dan Pelaksanaan pendidikan karakter untuk karakter masyarakat yang membutuhkan. Sampah yang ada dan Tuhan Yang Maha Esa. membesuk atau ta’ziyah serta pembelajaran mata kuliah khususnya Ekologi memberi bantuan sosial kepada keluarga yang ada materi tentang pelestarian lingkungan. peduli terhadap lingkungan hidup. pelaksanaan pendidikan karakter untuk karakter Pengecekan kebersihan dan keteraturan kelas peduli lingkungan dalam mata kuliah di Prodi tidak hanya dilakukan sebelum pembelajaran. masyarakat. Misalnya dalam kegiatan salat 36 . bersangkutan. Dalam pengamatan peneliti di Gambaran nilai karakter peduli sosial kelas. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 Pendidikan Geografi adalah dosen dalam adalah dengan membuang sampah ke tempat pembelajaran di kelas menekankan agar sampah yang telah disediakan. terhadap diri sendiri. Selain itu. negara ditempat duduknya. Adapun gemar membaca dalam mata kuliah di Prodi indikator pelaksanaan karakter peduli Pendidikan Geografi adalah dosen sebelum lingkungan di kelas adalah berempati kepada menutup pelajaran. yakni pelaksanaan pendidikan karakter peduli pembiasaan saat ada mahasiswa atau keluarga lingkungan dalam mata kuliah di Prodi yang mendapatkan musibah dengan cara Pendidikan Geografi adalah dalam mendoakan. Sedangkan langsung melalui materi mata kuliah. mahasiswa akan mengetahui 17. Nilai Karakter Peduli Lingkungan memimpin doa untuk kesembuhan mahasiswa Gambaran nilai karakter peduli tersebut. pada pertemuan berikut Sedangkan pelaksanaan pendidikan karakter mahasiswa diminta presentasi. sampah. dan penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa mengajukan usul pemecahan masalah. Pendidikan Geografi dilakukan dengan cara tetapi juga saat pembelajaran. dan diberikan memelihara lingkungan kelas. agar sampah dibuang ke tempat dengan penanaman pohon dan tanaman hias. Pelaksanaan peduli sosial dalam mata kuliah di Prodi pendidikan karakter untuk gemar membaca Pendidikan Geografi adalah pendidikan yang lain adalah melalui penugasan resensi karakter dalam mata kuliah adalah berempati buku. mahasiswa agar tidak meninggal sampah lingkungan (alam. mahasiswa diharapkan melakukan langkah nyata sebagai bentuk peduli lingkungan. Nilai Karakter Peduli Sosial banyak hal. merawat dan menata Prodi Pendidikan Geografi adalah sikap dan tanaman hias pada tempat yang sudah perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas disediakan. maka dosen 16. sosial dan budaya). mahasiswa diminta untuk sesama teman kelas. melakukan aksi sosial. dosen melibatkan Kemudian untuk peduli lingkungan setiap hari mahasiswa untuk berperan aktif dalam kegiatan kampus. Adapun indikator kelas adalah menjadi satu seluruh mahasiswa. Hal ini pelaksanaan karakter peduli sosial di kelas sebagai bukti mahasiswa mempunyai rasa adalah pelaksanaan tugas piket secara teratur. tersedia tempat kepada yang berhak. Apabila ada yang mendapatkan lingkungan di Prodi Pendidikan Geografi kesusahan (duka cita. minggu depan. Misalnya ada mahasiswa yang sakit. Adapun indikator diharapkan dibuang ke tempat sampah. dan kelas. yang seharusnya dia setelah pembelajaran. kecelakaan). Nilai Karakter Tanggung Jawab Pengamatan peneliti mahasiswa menanam Gambaran nilai karakter tangung jawab di pohon dan tanaman hias. maka dosen adalah sikap dan tindakan yang selalu berupaya memimpin doa sekaligus menganjurkan ketua mencegah kerusakan pada lingkungan alam di komti untuk peduli terhadap teman yang sekitarnya dan mengembangkan upaya-upaya mendapatkan kesusahan dengan pengumpulan untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah dana. karakter untuk peduli sosial adalah secara pembiasaan hemat energi. Selain itu. Dari peran serta aktif dalam kegiatan kampus. Kemudian dana tersebut dikumpulkan terjadi. kepada mahasiswa yang tidak masuk. Tidak bosan dosen materi tentang pelestarian lingkungan. dan sebelum penanaman karakter peduli lingkungan melalui pembelajaran selesai. mahasiswa gemar membaca. dosen melakukan hal tersebut saat adalah sikap dan tindakan yang selalu ingin sebelum dosen menutup materi pelajaran. mempelajari dan membaca pembahasan pada membangun kerukunan warga. mengingatkan kepada lakukan. dosen sebelum dan dan kewajibannya. Pelaksanan pendidikan pembuangan sampah di dalam kelas. Karena dengan gemar membaca. yakni mengingatkan. 18.

Resimen Simpulan Mahasiswa. Berdasarkan penyampaian pendidikan karakter yang penjelasan pelaksanaan Pendidikan Karakter digunakan prodi tersebut. jujur. bersahabat/komunikatif. mengangkat nilai religius. pendidikan karakter juga sebagai mata pelajaran tersendiri. Hal setiap mata kuliah dengan model di luar ini bisa dilihat delapan belas nilai karakter pelajaran. pelaksanaan pendidikan karakter. semangat Geografi dapat memberi dampak positif bagi kebangsaan. penataran. misalnya ikut Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) seperti Simpulan dan Saran Badan Eksekutif Mahasiswa. Paul Separno dengan baik. Namun. serta model gabungan. rasa ingin tahu. yaitu menggabungkan antara pembiasaan mahasiswa dalam bertanggung model terintegrasi pada setiap mata kuliah jawab dalam mengumpulkan tugas tepat waktu dengan model di luar pelajaran. apabila dilihat dari permasalahan di kelas. dan tanggung jawab. kreatif. terintegrasi dalam setiap mata pelajaran. sudah masuk dalam dalam mata kuliah yang dilaksanakan dalam model penyampaian pendidikan karakter kegiatan intrakulikuer memperlihatkan bahwa menurut Paul Suparno (Zubaedi: 2011:243). Pelaksanaan pendidikan model di luar pengajaran. Pendidikan Karakter di Prodi Pendidikan demokratis. yang karakter. Saran Program Studi Pendidikan Geografi Untuk pihak universitas harus lebih berani menggunakan dua macam model penyampaian mengembangan pendidikan karakter dengan karakter. pelatihan. peduli mata kuliah di Prodi Pendidikan Geografi yang sosial. toleransi. Berdasarkan pengamatan peneliti adanya disiplin. UKM bisa menjadi salah satu media yang dilakukan dalam program pengembangan untuk menambah pengetahuan di luar kelas diri di Program Studi Pendidikan Geografi sekaligus belajar berorganisasi. workshop untuk membantu dosen dalam mengungkapkan bahwa prodi menggunakan melaksanakan pengembangan pendidikan model terintegrasi pada setiap mata kuliah. Mahasiswa yang ditemui peneliti dalam silabus belum dicantumkan. yang diemban. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 berjamaah. dosen dengan senang hasil observasi kegiatan-kegiatan yang di hati memediatori dengan memperhatikan usul laksanakan prodi. tetapi mengatakan adanya pengintegrasian pendidikan pengembangan Satuan Acara Perkuliahan dan karakter dalam mata kuliah mengarahkan proses pembelajaran sudah dimasukkan nilai- dirinya menjadi lebih baik. cinta damai. kerja keras. contoh menjadi komti kelas Model ini dilaksanakan oleh tim dosen maupun maka mahasiswa tersebut harus kerja sama dengan pihak luar sekolah. model dilaksanakan dalam kegiatan ekstrakurikuler. yaitu Karakter dalam mata kuliah di Prodi Pendidikan menggabungkan antara model terintegrasi pada Geografi sudah melaksanakan dengan baik. Kemudian dalam nilai karakter. Apabila ada yang diajarkan. sudah dilaksanakan di Prodi Pendidikan Geografi. Metode pendidikan karakter hasil pelaksanaan pengintegrasian Pendidikan menggunakan model gabungan. Hal ini bisa dilihat dampak adanya prestasi. penyembelihan pengembangannya disesuaikan dengan materi hewan kurban. dirasakan mahasiswa Prodi Pendidikan Implementasi di dalam pembelajaran Geografi. dan dan dokumen yang tertera pada kurikulum. mengungkapkan ada empat model cara Selain dilaksanakan dalam kegiatan penyampaian pendidikan karakter yakni model intrakulikuler. prodi juga menggunakan dari para mahasiswa. model Kegiatan ekstrakulikuler sangat mendukung di luar pengajaran. Model melaksanakannya dengan baik. karakter untuk karakter tanggung jawab adalah Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa melalui materi mata kuliah yang berhubungan Prodi Pendidikan Geografi menggunakan dengan materi tersebut. yakni melalui model gabungan. menghargai mahasiswa. Dimana kepada dosen mata kuliah. Diharapkan lebih baik lagi dalam menuntut peran dosen dalam membina karakter mahasiswa di prodi sesuai 37 . dan sebagainya. cinta tanah air. Apabila dilihat dari hasil wawancara mengadakan seminar. Mahasiswa Pencinta Alam dan Upaya pengembangan pendidikan karakter lain-lain. peduli lingkungan. kegiatan ramadhan. Pelaksanaan yang penanaman nilai pengajaran formal terintegrasi lain adalah bertanggung jawab atas amanah bersamaan dengan kegiatan di luar pengajaran. Prodi Pendidikan Geografi telah melaksanakan yakni model gabungan. pengintegrasian Pendidikan karakter dalam gemar membaca. mandiri.

dkk. _______. (2012). karakter diharapkan mahasiswa dapat Sugiyono. pelatihan. Strategi Membangun Karakter Bangsa Suharsimi Arikunto. (2012). Zubaedi. membimbing. Bandung: PT Remaja Rosda Karya. (2011). (2010). mahasiswa yang telah di berikan Prenada Media Group. Kualitatif. Prosedur Berperadaban. (2010). dan R&D. Pendidikan Karakter di Zaman Keblinger. Nazir. Metode Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta. hlm. (2011). Pendidikan Karakter dalam Prespektif Teori dan Praktik. (2005). Teknik Pengumpulan Data dalam Penelitian Kualitatif. Agus Wibowo. Surakarta: Yuma Pustaka. Lexy J. Metode Penelitian menyeimbangkan antara karakter dan prestasi Kuantitatif. Yogyakarta: Pustaka Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Sukemi. (2009).ed. (2007). Dengan pendidikan Nasional. Bagi mahasiswa diharapkan mampu untuk Punaji Setyosari. (2012). Yogyakarta: Diva Press. Pelajar. (2011). (2007).rev. Yogyakarta: IKA UNY. Jakarta: Bumi Aksara. (2011). Buchory M. (2011). Moleang. kehidupan. Nasional. Doni Kesuma A. pendidikan karakter yang lebih baik. Pihak Jamal Ma’mur Asmani. Desain Pendidikan Karakter. Seminar Jakarta: Bumi Aksara. Bogor: mahasiswa. Seting Sekolah. Pendidikan Karakter Sistem Pendidikan Nasional. Implementasi Pendidikan melaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. (2010). Buku Panduan universitas juga harus selalu mengadakan Internalisasi Pendidikan Karakter di evaluasi demi ketercapaian pengembangan Sekolah. A. pemahaman nilai dan karakter dapat Sudarmadi. Seminar aspek pendidikan karakter. Metode Penelitian Daftar Pustaka Kuantitatif. dalam Perspektif Teori dan Praktik. (2013). belajar. Proceeding. (2012). Metodologi Penelitian Pendidikan Karakter di Indonesia dalam Pendidikan: Kompetensi dan Praktiknya. 20 Tahun 2003 tentang Darmiyati Zuchdi. Proceeding. Pendidikan Karakter: Membangun Peradaban Bangsa. Jakarta: Grasindo. Yogyakarta: UNY Press. Implementasi Sukardi. Metode Penelitian Bagi dosen lebih mendalami mengikuti Kualitatif. Furqon Hidayatullah. XX. 82-92. 38 . No: 1. Djaelani. Dosen Menjawab Tantangan Krisis lebih memperhatikan. Konsep dan juga harus memberikan teladan yang baik dan Model Pendidikan Karakter. Kualitatif. penataran. Yogyakarta: UNY Press. Undang-Undang No. Dosen melengkapi administrasi Ghalia Indonesia. R. Jakarta. (2011). Metode Penelitian menanamkan nilai-nilai karakter pada aspek Pendidikan dan Pengembangan. membina Multidimensional. dan Karakter Pembentukan Akhlak Mulia diharapkan dapat meningkatkan prestasi belajar Pendidik dan Peserta Didik melalui dengan nilai-nilai yang telah tertanam pada Program Sekolah. pada mahasiswa. Rosdakarya. pembelajaran dengan kualitas yang lebih baik Muchlas Samani dan Hariyanto. Pendidikan Karakter: Kajian Teori dan Praktik di Sekolah. dan memberikan contoh yang positif kepada Moh. Bandung: PT Remaja seminar. Yogyakarta: IKA UNY. Darmiyati Zuchdi. Maret 2013. Guna meningkatkan pengalaman dan Masnur Muslich. (2012). Dharma Kesuma. Bandung: Alfabeta. Majalah Ilmiah Pawiyatan. Pendidikan Karakter: pengetahuan yang terjadi di lapangan. (2010). Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 dengan karakter bangsa Indonesia. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. dan R&D. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. dan workshop. Pendidikan Karakter: Bandung: Alfabeta. Vol.

(2) sebagai strategi integrasi nilai-nilai patriotisme dalam proses pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. yaitu sikap rela berkorban untuk kepentingan tanah air. akan memperkuat mengimplementasikan nilai-nilai patriotisme pertahanan dan keamanan nasional. bangsa. dan berdaulat didukung adanya rasa patriotisme yang tinggi. terutama pada mata pelajaran Pendidikan untuk mengisi kemerdekaan ini dibangun Kewarganegaraan. Salah satu upaya untuk meminimalisir dampak globalisasi terhadap sikap patriotisme generasi muda adalah melalui jalur pendidikan formal. semangat besar kemungkinan bangsa Indonesia akan persatuan dan kesatuan bangsa yang terjajah lagi oleh negara lain. Oleh saat ini. menjelaskan bahwa Mata Pelajaran Pendidikan 39 . Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN SEBAGAI PIJAKAN MENUMBUHKEMBANGKAN KARAKTER PATRIOTISME Maryanto dan Nor Khoiriyah Dosen Pendidikan Pancasilan dan Kewarganegaraan.co. merupakan jembatan emas yang mengantarkan Pendidikan merupakan tempat untuk bangsa Indonesia menuju cita-cita nasional membangun sebuah peradaban bangsa pada yaitu masyarakat yang merdeka. Pendidikan Kewarganegaraan sebagai pijakan menumbuhkembangkan karakter patriotisme meliputi tiga aspek yaitu (1) Sebagai strategi internalisasikan nilai-nilai patriotisme dalam muatan materi Pendidikan Kewarganegaraan. Namun dengan adanya globalisasi patriotisme peserta didik. (3) Pendidikan Kewarganegaraan sebagai media dalam menumbuhkembangkan karakter patriotisme peserta didik PENDAHULUAN khususnya Indonesia. khususnya pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. proklamasi melalui proses pembelajaran di sekolah. Salah satu dampak Proklamasi kemerdekaan merupakan negatif dari globalisasi adalah lunturnya puncak perjuangan bangsa Indonesia nasionalisme dan patriotisme generasi bangsa berdasarkan rasa persatuan dan kesatuan. Salah satu upaya mengantarkan Indoensia mencapai tonggak untuk menumbuhkembangkan kembali sikap sejarah yang paling fundamental harus dijaga patriotisme generasi muda saat ini melalui jalur dan dipertahankan. Universitas PGRI Semarang maryanto_drs@yahoo. Jika hal ini dibiarkan begitu saja. dan negara. maka karena itu. bangsa. semangat kebangsaan. Proklamasi kemerdekaan pendidikan. dan negara menumbuhkembangkan sikap patriotisme sebagai tempat hidup dan kehidupan dengan melalui jalur pendidikan adalah dengan segala apa yang dimiliki. kesadaran bangsa Indonesia akan pentingnya patriotisme sekarang ini mulai luntur seiring adanya proses globalisasi yang ditandai adanya proses dimana bangsa di dunia masuk dalam masyarakat tunggal (masyarakat global). Salah satu upaya untuk kepentingan tanah air. Karakter Patriotisme bersatu. adil sesuatu yang dicita-citakan dan bertugas dan makmur.id Kata Kunci ABSTRAK Pendidikan Kemerdekaan Indonesia sebagai tonggak perjuangan bangsa Kewarganegaraan Indonesia dalam menorehkan diri menjadi negara yang merdeka. berdaulat. kemerdekan yang dicita-citakan telah terwujud. Pendidikan dengan berbagai macam bidang agar dapat Kewarganegaraan memiliki kedudukan mempercepat tercapainya tujuan bangsa strategis dalam mengembangkan sikap Indonesia. Sebagaimana halnya memberikan dampak yang berpengaruh dalam Departemen Pendidikan Nasional (2006) terhadap segala aspek kehidupan suatu bangsa. Namun. menyiapkan generasi bangsa yang siap untuk Perwujudan semangat kebangsaan dan memegang tongkat estafet kepemimpinan patriotisme yang berupa sikap rela berkorban bangsa.

dan kontribusi penulis dalam menentukan kajian berkarakter yang diamanatkan oleh Pancasila pada variabel Pendididkan Kewarganegaraan. Teori ini akan memberikan kontribusi pelestarian lingkungan hidup. jiwa dari patriotisme masyarakat plural dengan menumbuhkan sikap bela negara. penghargaan terhadap hak-hak patriotisme untuk membangun sebuah identitas asasi manusia. tanggung jawab sosial. dan UUD 1945. karakter patriotisme karena memiliki variabel kolusi. kedudukan pendidikan kewarganegaraan ketaatan pada hukum. dan nepotisme. kemajemukan bangsa. Komponen tersebut dimaksudkan adalah untuk Sikap patriotisme yang dimaksud peningkatan kesadaran dan wawasan peserta adalah sikap cinta tanah air. strategi internalisasikan nilai-nilai patriotisme Undang Dasar 1945. mempertahankan kemerdekaan. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 Kewarganegaraan adalah mata pelajaran yang peserta didik. Standar Pendidikan Nasional meyebutkan adapun kajian ini membahasa tentang peran bahwa Pendidikan Kewarganegaraan Pendidikan Kewarganegaraan sebagai pijakan merupakan bagian dari kelompok mata mengembangkan sikap patriotisme. Archard mengemukakan bahwa Peningkatan kesadaran dan wawasan pentingnya pendidikan kewarganegaraan peserta didik yang dimaksud di atas termasuk sebagai jalan tengah dalam menyatukan wawasan kebangsaan. terampil. nasional. indikator sikap patriotisme ini terdapat Pada kelompok mata pelajaran kesamaan arti dengan sikap nasionalisme yaitu kewarganegaraan dan keperibadian ini kajian sikap patriotisme merupakan bagian dari sikap didalamnya mencakup beberapa komponen. (2) sebagai strategi integrasi satu nilai karakter kebangsaan yang harus nilai-nilai patriotisme dalam proses dimiliki oleh generasi muda dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. dan sikap serta prilaku anti korupsi. hak. dan komponen teori yang sama. maka tujuan dari Pendidikan Kewarganegaraan Dari uraian latar belakang di atas. Pada pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. (2) aspek afektif (nilai / 40 . ketaatan membayar sebagai pijakan menumbuhkembangkan pajak. demokrasi. kewajibannya untuk menjadi warga negara Penelitian yang telah dilakukan ini memberikan Indonesia yang cerdas. Indonesia. berbangsa tulisannya tentang shoul we teach patriotism? dan bernegara. Dengan didik akan aturan. yang meliputi (1) aspek rumusan masalahnya adalah bagaimana kognitif (pengetahuan / memahami). hasil nya menunjukkan bahwa pembentukan warga negara yang memahami terdapat hubungan antara Pendidikan dan mampu melaksanakan hak-hak dan Kewarganegaraan dengan sikap nasionalisme. dan kewajibannya mengadopsi teori David Archard (1999) dalam dalam kehidupan bermasyarakat. Secara teoritis kajian penulisan memfokuskan pada pembentukan warganegara ini dapat memberikan suatu konsep Pendidikan yang mampu melaksanakan hak-hak dan Kewarganegaraan sebagai mata pelajaran di kewajiban untuk menjadi warganegara sekolah dalam menumbuhkembangkan karakter Indonesia yang cerdas. Penelitian yang dilakukan Eli Karliani PEMBAHASAN & Offeny Ibrahim pada tahun 2014 tentang Peraturan Pemerintah Nomor 22 tahun analisis hubungan pendidikan kewarganegaraan 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan dan pembentukan sikap nasionalisme (studi Pendidikan Dasar dan Menengah menjelaskan komparatif pada mahasiswa Universitas Pendidikan Kewarganegaraan merupakan mata Palangka Raya dengan Mahasiswa Akademi pelajaran yang memfokuskan pada Keperawatan). hal ini Pendidikan Kewarganegaraan sebagai pijakan berkaitan dengan aspek-aspek intelektual atau menumbuhkembangkan karakter patriotisme berpikir/nalar. Dari pengertian diatas. Sedangkan dalam peraturan namun pada variabel nasionalismenya terdapat pemerintah nomor 19 Tahun 2005 tentang ketidak sesuaian dengan judul yang penulis kaji. serta peningkatan kualitas yang ditulis dalam jurnal citizenship education dirinya sebagai manusia. maka terdapat tiga aspek. nasionalisme. kesetaraan penulis dalam memberikan suatu konsep gender. Hal ini mengandung dalam muatan materi Pendidikan makna bahwa sikap patriotisme adalah salah Kewarganegaraan. sehingga (3) Pendidikan Kewarganegaraan sebagai secara otomatis merupakan kewajiban generasi media dalam menumbuhkembangkan karakter muda sebagai bagian dari warga negara patriotisme peserta didik. tahun 2008. terampil berkarakter patriotisme peserta didik yaitu (1) Sebagai yang diamanatkan oleh Pancasila dan Undang.

kecakapan. proses pembelajaran Pendidikan 4. dan penghargaan yang Pendidikan Kewarganegaraan menekankan tinggi terhadap bahasa. Kedudukan Pendidikan Kewarganegaraan 2. pada bagian dari mata pelajaran. (3) rela berkorban. karakter patriotisme peserta didik meliputi tiga 3. dan berbuat yang menunjukkan Jika dalam peraturan pemerintah. hal ini patriotisme. minat. Lebih lanjut lagi Budiyono (2007: berpartisipasi aktif dalam masyarakatnya. lingkungan fisik. kepedulian. (2) keberanian. Hal berbeda dengan apa yang Branson (1998: 33) terkait dengan kompetensi dikemukakan Parker (2010: 97) yang lebih Kewarganegaraan meliputi civic knowledge. dan politik bangsa dengan apa yang dikemukakan oleh Samsuri (Kemendiknas. kesetiaan. bahkan pemimpin kompetensi dalam menumbuhkembangkan pada masa pengabdiannya. 2015-2016) menguraikan beberapa indikator Dalam hal ini nilai-nilai yang diperlukan adalah nilai-nilai patriotime. Nilai nilai-nilai dan prinsip dasar konstitusi cinta tanah air merupakan cara berpikir. Kesadaran untuk berbuat yang terbaik bagi Kewarganegaraan. Adapun persamaannya adalah berkaitan dengan aspek keterampilan yang merupakan sama-sama keyakinan pandangan melibatkan sangsi psikis. Dari ketiga aspek moral pada kesetiaan terhadap bangsa dan tersebut sama halnya apa yang dikemukakan negaranya. Livi (2014: 142) menambahkan bahwa kepatuhan terhadap moral. dalam pandangan politik nilai-nilai menumbuhkembangkan karakter patriotisme patriotisme akan menjadi berbeda dengan apa peserta didik. 2010). menjelaskan Pendidikan Kewarganegaraan Menurut Abdul Rahim Rashid (2004: 5) bertujuan untuk mewujudkan partisipasi penuh nilai-nilai patriotisme tersebut meliputi (1) nalar dan tanggung jawab dalam kehidupan kesetiaan. diwujudkan dalam bentuk sikap dan dan nilai-nilai yang diperlukan untuk perilakunya. Jiwa nasionalisme yang tinggi. yaitu: nilai-nilai patriotisme yang harus dimiliki oleh 1. kebebasan. seperti perasaan. mendekatkan pada bidang politik ia civic skill. hal ini berkaitan dengan dengan menumbuhkembangkan semangat perjuangan. (3) nilai individualisme. kemampuan. aspek yaitu (1) Sebagai strategi internalisasikan baik ditinjau dari segi agama. Secara singkat memandang patriotisme sebagai prediktor Ace Suryadi & Dasim Budimansyah (2009: 15) penting dari sikap dan preferensi politik. Budiyono (2007: 93) menjelaskan diinternalisasikan dalam mata pelajaran bahwa nilai patriotisme menempati tempat Pendidikan Kewarganegaraan sebagai upaya tertinggi dan mulia karena nilai patriotisme untuk menumbuhkembangkan karakter merupakan unsur utama yang dapat patriotisme peserta didik. politik warga negara yang patuh dan taan pada (4) kecintaan pada bangsa dan negaran. (3) Pendidikan negara dan bangsa Indonesia. (3) aspek nasionalisme merupakan akar teimbulnya psikomotor (perilaku / mengamalkan). maupun nilai-nilai patriotisme dalam muatan materi amanah bangsa untuk menjaganya Pendidikan Kewarganegaraan. lain halnya budaya. rasio. Nilai nasionalisme yang diwariskan oleh tokoh- sebagai mata pelajaran yang memiliki capaian tokoh pejuang terdahulu. (2) sebagai kemerdekaan dengan segala cara termasuk jiwa strategi integrasi nilai-nilai patriotisme dalam dan raga. ekonomi. Indonesia. didasarkan pada nilai-nilai yang terkandung di Nilai-nilai patriotisme di atas dapat dalamnya. dan civic disposition. aspek emosional. (2) nilai kesetaraan. Maka sikap patriotisme (2011: 28) bahwa Pendidikan yang tercermin dalam diri seseorang merupakan Kewarganegaraan adalah sebagai upaya pengejawantahan nilai-nilai patriotisme yang penyiapan generasi muda untuk menjadi warga terpatri dalam diri seseorang yang kemudian negara yang memiliki pengetahuan. sebagaimana Parker (2010: 101) Internalisasikan Nilai-Nilai Patriotisme mengidentifikasi nilai-nilai patriotisme yang Dalam Muatan Materi Pendidikan bersumber dari kultur politik yaitu (1) nilai Kewarganegaraan. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 menghayati). dan (4) nilai pemerintah Munculnya sikap patriotisme terbatas. yaitu kesadaran generasi muda dalam mempertahankan dan membela tanah air dengan mengerahkan segala mengisi kemerdekaan bangsa Indonesia. sikap. Kewarganegaraan sebagai media dalam Namun. sosial. yang telah dijelaskan Rasyid dan Budiyono. Keyakinan bahwa perjuangannya adalah benar. bersikap. Proses internalisasi 41 .

dari mata pelajaran di sekolah Pendidikan keterbukaan dan jaminan keadilan. mengembangkan sikap patriotisme peserta Secara umum guru menjelaskan materi terkait didik dapat dilakukan melalui pendekatan dengan nilai-nilai nasionalisme dan patriotisme belajar berbuat atau belajar melayani. baik secara perseorangan maupun secara bersama-sama. maka salah satu tugas I Made Arsana pada tahun 2013 tentang dan peran nya adalah berkomitmen untuk penanaman nilai nasionalisme dan patriotisme melakukan proses penanaman nilai-nilai untuk mewujudkan karakter pada mata patriotisme dengan konsekuensi dalam proses pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan siswa pembelajaran di sekolah yang harus kelas X SMA Negeri 4 Sidoarjo menunjukkan memfokuskan pada pengembangan kompetensi bahwa proses penanaman nilai-nilai dan potensi peserta didik. bertanggung jawab. sumpah pemuda. yang berfokus pada dua aspek yaitu pewarisan Pendidikan Kewarganegaraan dalam dan keteladanan antara guru dan peserta didik. kompetensi kognitif. Peraturan Menteri patriotisme pada setiap indikator materi. Pendidikan Kewarganegaraan yang Pendidikan Kewarganegaraan yang telah mencerminkan nilai-nilai patriotisme terdapat diajarkan kepada peserta didik diseluruh dunia pada aspek persatuan dan kesatuan bangsa yang dengan berbagai ragam nama yang digunakan meliputi hidup rukun dalam perbedaan. baik fisik maupun terdapat nilai nasionalisme dan patriotisme lingkungan sosial budaya. misalnya nilai service learning) memberi penekanan pada patriotisme dapat dilakukan dengan membela usaha memberikan kesempatan kepada peserta sekolah dalam setiap perlombaan. Pendidikan moral sebagai bagian dari pendidikan Kewarganegaraan dalam Strategi Integrasi Nilai-nilai Patriotisme mengembangkan sikap patriotisme peserta dalam Proses Pembelajaran Pendidikan didik. Sebagai bagian Negara Kesatuan Republik Indonesia. mantap serta mempunyai rasa tanggung jawab masing jenjang sekolah dasar dan menengah. kompetensi perilaku dalam menghadapi Dalam materi hakikat bangsa dan negara lingkungan hidupnya. juga Pendidikan Nasional No. Implementasi Dari beberapa indikator muatan materi tersebut dari Pendidikan Kewarganegaraan diharapkan diharapkan peserta didik dapat dapat melahirkan peserta didik sebagai warga mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari negara Indonesia yang memiliki sikap menjadi sikap patriotisme yang melekat pada patriotisme yang tinggi. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 nilai-nilai patriotisme pada mata pelajaran Proses pembentukan sikap patriotisme Pendidikan Kewarganegaraan terdapat dalam peserta didik selain melalui internalisasi nilai ruang lingkupnya. lingkungan. citizenship education. Dari Kewarganegaraan memegang peran untuk beberapa aspek tersebut di uraikan lagi dalam mengembangkan potensi peserta didik sebagai sebaran kompetensi dasar mata pelajaran warga negara Indonesia yang berkepribadian Pendidikan Kewarganegaraan pada masing. baik kompetensi nasionalisme dan patriotisme diinternalisasikan afektif. cinta seperti: civic education. pembelaan negara. 42 . baik mencerminkan sikap patriotisme peserta didik secara perseorangan maupun secara bersama- dalam menjaga sekolah yang diibaratkan sama dalam suatu kelompok. maupun pada muatan materi hakikat bangsa dan negara. keutuhan Negara strategis dalam mempersiapkan warga negara Kesatuan Republik Indonesia. Mengingat pentingnya Pendidikan Hal tersebut di atas sesuai dengan hasil Kewarganegaraan dalam pembentukan sikap penelitian yang dilakukan oleh Novita Iriane & patriotisme peserta didik. Pendekatan sebuah negara dengan rasa kepahlawanan. kebanggaan sebagai bangsa dan democracy education memiliki peran Indonesia. yang pertama. 22 tahun 2006 tentang terintegrasi dalam kegiatan proses belajaran Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan mengajar yang disampaikan melalui model Menengah menyebutkan ruang lingkup pembelajaran dan media pembelajaran. dan berkarakter. setiap individu peserta didik. yang terdapat pada materi tersebut dengan Pendekatan pembelajaran berbuat atau belajar memberikan contoh secara kontektual dalam melayani (action learning approach atau kehidupan sehari-hari. dilakukan dengan Kewarganegaraan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk melakukan perbuatan moral. kemasyarakatan dan kebangsaan. mandiri. partisipasi dalam yang cerdas. maka hal ini didik untuk melakukan perbuatan moral. sikap positif terhadap partisipatif.

Secara normatif Hans (2011: 329) pembelajaran yang menarik perhatian dari menjelaskan patriotisme merupakan kecintaan peserta didik dan tingkat kreativitas guru yang seseorang terhadap negaranya. berada tumbuh adanya rasa kesatuan. serta partisipasi individu dengan pendidikan moral dapat dalam suatu masyarakat. bahwa setiap warga negara Indonesia memiliki Dari pendekatan pendidikan moral di tanggung jawab untuk berpartisipasi aktif dalam atas dapat menghasilkan warga negara yang sistem pemerintahan dan harus memiliki aktif. Pengertian tersebut mengandung makna demokrasi. yakni warganegara yang memiliki komitmen tinggi terhadap peraturan hukum kompetensi yang diperlukan dalam lingkungan yang berlaku. politik. Kewarganegaraan di fokuskan sebagai media Upaya lain yang dapat dilakukan dalam dalam menumbuhkembangkan sikap penanaman nilai patriotisme peserta didik patriotisme peserta didik. diperlukan pengetahuan dan keterampilan Pendekatan pembelajaran berbuat atau belajar untuk mengimplementasikannya. maka untuk mencapai hal tersebut hidupnya (environmental competence). terutama patriotisme memuat konsep-konsep umum ketatanegaraan. yang tidak bahwa Pendidikan Kewarganegaraan memiliki kebebasan sepenuhnya.melainkan memfokuskan pada pembentukan partisipasi sebagai warga dari suatu masyarakat. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 Kedua. Paham nasionalisme tersebut memainkan perannya sebagai pendidik melahirkan suatu sikap patriotisme yang dapat memiliki tugas untuk membimbing kepada memperkuat tegaknya negara kebangsaan peserta didik dalam rangka menanamkan nilai. Hal berbeda mentransformasikan nilai-nilai patriotisme diungkapkan oleh Cholisin (2000: 18) bahwa kepada peserta didik melalui ruang lingkup Pendidikan Kewarganegaraan adalah sebagai muatan materi Pendidikan Kewarganegaraan. Penentuan proses strategi tanah air. kewarganegaraan yang patriotisme (patriotism Dari beberapa pendapat di atas Pendidikan citizenhsip). Unsur- nilai patriotisme peserta didik. keseimbangan antara hak-hak individu dan Pendekatan belajar melayani jika dipadukan tanggung jawab. serta jenis teritorial 43 . Diperkuat melayani (action learning approachatau lagi oleh Hinde (2008: 78-79) menjelaskan service learning) merupakan wahana sekaligus bahwa Pendidikan Kewarganegaraan peluang bagi Pendidikan Kewarganegaraan merupakan suatu program pendidikan untuk untuk menumbuhkembangkan kesadaran warga menyiapkan peserta didik terhadap pemahaman negara bagi peserta didik untuk berperan serta kehidupan sipil. tanggung jawab. Indonesia. Patriotisme merupakan sikap cinta nilai patriotisme. dan penuh (layanan belajar) adalah menambahkan nilai. peserta didik untuk melihat diri mereka sebagai makhluk individu dan makhluk sosial Bell (2012: 465) mengemukakan dalam pergaulan dengan sesama. Negara sekolah sangat menentukan tingkat kebangsaan Indonesia dibangun atas dasar keberhasilan yang diharapkan dari proses nasionalisme yang muncul atas kesadaran penanaman terhadap peserta didik. unsur kesatuan ini terletak pada konseptual yang menghubungan antardaerah menjadi Pendidikan Kewarganegaraan sebagai sebuah negara nasionalis yang secara konstitutif Media dalam Menumbuhkembangkan adanya rasa bersama pada suatu tempat dan Karakter Patriotisme Peserta Didik kondisi geografis tertentu. Callan (2006: dikembangkan perlu dievaluasi dan 533) menguraikan bahwa sebuah negara yang dikembangkan untuk mencapai hasil terbaik terdiri dari masyarakat nasional dimana ia dan yang diharapkan dalam penanaman nilai. program PKn nilai kewarganegaraan. Karena itu. adalah melalui keteladanan dari guru. Peran Peserta didik sebagai generasi muda guru Pendidikan Kewarganegaraan sebagai bangsa Indonesia harus dibekali dan pelaku utama dalam proses pembelajaran di ditanamkan nilai-nilai patriotisme. media pengajaran yang meng-Indonesiakan Jadi pelaksanaan pendekatan service learning peserta didik secara sadar. serta teori umum kedalam bentuk praktek-praktek yang lain yang cocok dengan target tersebut. dan menstranformasikan nilai-nilai tersebut politik dan hukum negara. yang individu terhadap sistem pemerintahan yang harus mengambil bagian dalam suatu proses ada. Guru masyarakat Indonesia pada kebangkitan Pendidikan Kewarganegaraan dalam nasional. cerdas. dan pemerintah yang dalam kegiatan layanan-layanan dilakukan melalui pengajaran tentang kemasyarakatan sebagai aktualisasi patriotisme.

Educating the politik dengan cara memperkuat identitas spirit of activism: a “critical” civic bangsa pada kelompok minoritas. Pendidikan Pancasila. N. proses persatuan antar daerah menjadi Simpulan dan Saran suatu negara inilah yang membentuk suatu Simpulan konsep patriotisme. kemampuan dalam mengajarkan nilai-nilai Vol. 28. teori dan aplikasi bertanggung jawab. melakukan proses penanaman nilai-nilai Patriotisme ini menjadi suatu gerakan patriotisme kepada peserta didik melalui yang senantiasa mencintai dan membela internalisasi nilai patriotisme dalam ruang bangsanya dari ancaman negara lain atau lingkup materi Pendidikan Kewarganegaraan ancaman kehancuran. cerdas dalam kegiatan bermasyarakat. dalam memberikan kontribusi dalam wacana Bell. patriotisme melalui mata pelajaran Pendidikan Kualalumpur: Utusan. Namun seiring dengan dan berkonsekuensi memfokuskan bejalannya waktu paham patriotisme yang dulu pengembangan kompetensi dan potensi peserta telah melekat pada diri bangsa Indonesia didik yang mengarah pada pembentukan sikap sebagai kesatuan dalam merebut kemerdekaan patriotisme dalam proses pembelajaran di kini telah luntur. Kewarganegaraan di sekolah yang memiliki Ace Suryadi & Dasim Budimansyah. 157-173. 18. sebagai upaya menumbuhkan sikap patriotisme Badan Nasional Standar Pendidikan. pp. (2008). dan mempunyai rasa patriotisme yang melekat Pengamalan butir-butir Pancasila sudah tidak dalam kepribadian diri serta diimplementasikan lagi menjadi pedoman dalam bertindak dan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Era globalisasi telah didik dimaksud adalah sebagai warga negara memberikan dampak terhadap menurunnya Indonesia yang berkepribadian mantap serta sikap patriotisme generasi muda. Bandung: Widya Aksara Press. penulis lain agar dapat melakukan kajian Sebagaimana yang telah dikemukakan Sukani lebih mendalam terhadap kajian Pendidikan (2013) bahwa sekolah sebagai wahana Kewarganegaraan sebagai pijakan pembelajaran kedua setelah keluarga pengembangan sikap patriotisme peserta didik. David. (2009). diakibatkan karena kurangnya kesadaran dari berbagai pihak mengenai pentingnya Daftar Pustaka penanaman nilai-nilai patriotisme kepada Abdul Rahim Rashid. Lebih lanjut Bakry (2010: Pendidikan Kewarganegaraan sebagai 145) menambahkan bahwa patriotisme adalah pijakan menumbuhkembangkan karakter bagian dari paham kebangsaan dalam patriotisme telah berkomitmen untuk nasionalisme Indonesia. Patriotisme: generasi muda. serta bertindak secara dalam analisis kebijakan publik. Archard. Penanaman nilai-nilai agenda pembinaan bangsa. tujuan untuk membentuk kemampuan peserta Paradigma pembangunan pendidikan didik untuk berpartisipasi secara aktif dan nasional konsep.M. (2005). (2012). diharapkan mampu berperan serta aktif secara tidak hanya peserta didik saja tetapi dapat maksimal dalam penanaman nilai-nilai dikembangkan dalam ruang lingkup yang lebih patriotisme yang saat ini terjadi penurunan yang luas. (2004). 2. (3) education. No. berperilaku. berbangsa dan bernegara. pp. dan menuntut nasionalisme Bakry. Journal Educational Policy. 3. hal ini disebabkan karena kurangnya perhatian pada lembaga pendidikan Saran terhadap penanaman kembali semangat Secara teoretik disarankan bagi nasionalisme kepada peserta didik. 463-486. 44 . Should we teach Donough & Cormier (2013: 137) patriotism? Journal citizenship menguraikan Pendidikan Kewarganegaraan education. Vol. Maka. Quentin Wheeler. patriotisme kepada peserta didik. No. menekankan pada tiga aspek yaitu (1) Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun kemampuan untuk mengidentifikasi gerakan 2005 tentang Standar Pendidikan nasional minoritas yang menuntut perlakuan Nasional. (2) kemampuan Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Poses pengembangan potensi peserta adanya arus globalisasi. (2010). sebagai suatu tuntutan pemisah. salah satunya disebabkan sekolah. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 tertentu dalam membentuk sebuah patriotisme kepada peserta didik diperlukan antargenerasi masyarakat untuk bertahan hidup analisis untuk memberikan suatu konsep sikap dan membangun sebuah kesejahteraan hidup. khusus dari negara.

No. Journal department of Psychology. 32. Eli Karliani & Offeny Ibrahim. pp. (2014). Kevin Mc. Cholisin. Journal Education. Depdiknas. diambil dari Callan. Vol. Yogyakarta: Diandra Pustaka Indonesia. Bandung: Sukani (2013). Hinde. Symbolic versus blind patriotism. Civis education in the CNLB era: the contested mission of elementary and middle schools. (2014). pp. Stefano. 2000. Pendidikan karakter warga negara. pp. tahun 2006. Vol. pp. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta. Samsuri. 1. Soemantri M. Citizenship and Social Justice. E. Vol. Elizabeth R. (2007). pemmbaharuan pendidikan IPS. Novita Iriane R & I Made Arsana. Materi Pokok Ilmu Kewarganegaraan-Pendidikan Kewarganegaraan. Vol. 2. 1. 328-347.org/guru-berbagai/peran-guru-dalam- Journal Social Theory and Practice. 59. Journal of Curriculum and Instruction (JoCI). Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial. 2. (2013). menanamkan. Vol. No. Menggagas CALABASSAS: CCE. tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Vol. 63. pada tanggal 2 Januari 2017. No. pp. 2. (2011). No. Should we promote patriotism in schools? Journal Political Studies. Beyond patriotic education: locating the place of nasionalism in the publik school curriculum. 1. Jurnal Kajian moral dan Kewarganegaraan. 135-150. Nilai-nilai kepribadian dan Bandung: Remaja Rosdakarya. M. No. Parker. Budiyono. Livi. Peran guru dalam menanamkan Alfabeta. 8. guraru. Donough. 1. Christopher S. 64. (2006). No. 1-14. Journal Political Research Quarterly. (1998). Vol. (2013). ideological attitudes and patriotism. nilai kepahlawanan pada siswa. (2010). 525–46. 1. 97-114. (2011). (4). 74-86. 45 . 39-54. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 Branson. Hans.nilai-kepahlawanan-pada-siswa/ Vol. (2006).N. Love. idolatry and patriotism. Peraturan Pemerintah RI Nomor 22. No. et al. Value. hlm. 1. Analisis hubungan pendidikan kewarganegaraan dan pembentukan sikap nasionalisme (studi komparatif pada mahasiswa Universitas Palangka Raya dengan mahasiswa Akademi Keperawatan). (2001). pp. kejuangan bangsa Indonesia. 141-146. The role of civic education. (2008). hlm.

budaya. dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama. tata krama. sesama manusia. mandiri dan beretos didiknya. dewasa. beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang hukum. PENDAHULUAN krisis berkelanjutan yang melanda bangsa Indonesia saat ini dapat diduga UU Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem merupakan krisis yang berakar dari Pendidikan Nasional menegaskan bahwa karakter masyarakatnya. diri sendiri. lingkungan. Sekolah p e r a d a b a n y a n g u n g g u l . lingkungan. b a n g s a y a n g k u a t merupakan modal sesama. Integrasi dapat dilakukan dalam materi pembelajaran yang bermuatan nilai-nilai karakter. Pendidikan merupakan proses kesadaran atau kemauan. berakhlak mulia. dan adat istiadat. dan lain-lain. perasaan. Nilai- nilai karakter yang terdapat dalam pelajaran akuntansi misalnya yang terdapat pada materi konsep dasar akuntansi. karena 46 . sehat berilmu. disiplin. dan adat istiadat. Pendidikan karakter adalah suatu sistem cakap. Pembentukan karakter sangat penting. sikap. demikian juga halnya dalam pelajaran akuntansi. perasaan. kreatif. sesama manusia. dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran. K a r a k t e r Tuhan Yang Maha Esa (YME). hukum. mandiri. sikap. perkataan. moral feeling (perasaan tentang moral) dan moral action (perbuatan bermoral). dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. dan kebangsaan yang terwujud berfungsi untuk mengembangkan potensi dalam pikiran. amat penting dalam pendidikan karakter peserta bertanggung jawab. Namun sebagian besar proses pembelajaran baru menyentuh tataran kognitif dan belum menyentuh internalisasi. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 NILAI-NILAI KARAKTER DALAM PELAJARAN AKUNTANSI Fitriyanti Program Studi Pendidikan Ekonomi FKIP Universitas Sriwijaya fitriyanti081@gmail. Karakter merupakan nilai-nilai perilaku manusia yang pelajaran akuntansi berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa. dan pengamalan nyata dalam kehidupan peserta didik sehari-hari. baik terhadap negara yang berkarakter kuat. dan peserta didik agar menjadi manusia yang perbuatan berdasarkan norma-norma agama. diri sendiri. waktu di sekolah. Argumennya didasarkan bahwa anak- kerja tinggi akan menghasilkan sistem anak di Amerika menghabiskan cukup banyak kehidupan sosial yang teratur dan baik. dan apa yang terekan dalam Ketidakteraturan kehidupan sosial akan memori peserta didik di sekolah akan menghasilkan berbagai bentuk tindak mempengaruhi kepribadian peserta didik ketika kriminal. dan tindakan untuk penting dalam menghasilkan warga melaksanakan nilai-nilai tersebut. sekolah yang meliputi komponen pengetahuan. perkataan. tata krama. pendidikan nasional bertujuan untuk Karakter merupakan nilai-nilai perilaku mengembangkan kemampuan serta membentuk manusia yang berhubungan dengan Tuhan watak dan peradaban bangsa yang bermartabat Yang Maha Esa. Setiap mata pelajaran telah memuat materi-materi yang berkaitan dengan karakter. maupun kebangsaan suatu bangsa dalam membangun sehingga menjadi manusia insan kamil. budaya. diri sendiri.com Kata Kunci ABSTRAK nilai-nilai karakter. Masyarakat menurut Bennett (1991) mempunyai peran yang yang memiliki sifat jujur. lingkungan. kekerasan. Pendidikan karakter dapat diintegrasikan dalam setiap mata pelajaran. Upaya untuk menanamkan nilai-nilai karakter dapat dilakukan melalui moral knowing (pengetahuan tentang moral). Maha Esa. menjadi warga negara penanaman nilai-nilai karakter kepada warga yang demokratis serta bertanggung jawab.

Seharusnya baik tidak selalu menjamin bahwa manusia proses pembelajaran dipandang sebagai suatu yang telah terbiasa tersebut secara sadar sistem. baik-buruk. Individu yang dkk (2013) menunjukkan bahwa implementasi berkarakter baik adalah seseorang yang pendidikan karakter pada mata pelajaran berusaha melakukan hal-hal yang terbaik produktif akuntansi sudah berjalan cukup baik terhadap Tuhan YME. baik secara eksplisit tataran kognitif dan belum menyentuh maupun implisit. dan pelaksanaannya. dan dan keterampilan (skills). sikap kehidupan peserta didik sehari-hari di (attitides). kebiasaan berbuat pembelajaran secara terpisah-pisah. dan mengerjakan kebaikan secara eksplisit telah memuat materi-materi tersebut. Karakter Akuntansi merupakan sifat alami seseorang dalam Istilah karakter banyak digunakan dalam merespons situasi secara bermoral yang kehidupan sehari-hari. Orang yang berkarakter baik dikembangkan. Individu juga memiliki kesadaran pembelajaran berkarakter dengan untuk berbuat yang terbaik atau unggul. Namun sebagian tentang tingkah laku yang menonjolkan nilai besar proses pembelajaran baru menyentuh benar-salah. ketulusan hati atau kejujuran (honesty). dalam pembelajaran pada setiap mata pelajaran. Proses pembelajaran berkata jujur karena takut mendapatkan mulai dari perencanaan. kehidupan sehari-hari. kerja sama (cooperation) kerja Nilai-Nilai Karakter dalam Pelajaran keras (deligence or hard work). emosi dan siswa. masyarakat. Karakter mulia berarti individu pembelajaran akuntansi di sekolah terdapat memiliki pengetahuan tentang potensi nilai- ketidak sesuaian antara perencanaan nilai dirinya. bangsa dan negara serta dunia perangkat pembelajaran (Silabus dan RPP). Nilai pendidikan karakter individu juga mampu bertindak sesuai potensi yang telah direncanakan dalam rencana dan kesadarannya tersebut. Pendidik mengajarkan materi Sedangkan Lickona (2012) menyatakah bahwa hanya sebatas materi tanpa memperhatikan karakter mulia (good character) meliputi tahap kandungan nilai-nilai dalam materi tersebut pengetahuan tentang kebaikan. dirinya. sesama. seseorang yang berusaha melakukan hal yang Demikian juga hal nya hasil penelitian Cahyani terbaik (Battishtich. dan pengamalan nyata dalam serangkaian pengetahuan (cognitives). Ada banyak definisi dimanifestasikan dalam tindakan nyata melalui 47 . 2008). kontrol diri PEMBAHASAN (self-control). lalu terutama yang terkait dengan karakter yang menimbulkan komitmen (niat) terhadap harus dimiliki peserta didik. Hasil penelitian kebaikan. Ryan & Bohlin (1999) menyatakan bahwa Materi pembelajaran yang berkaitan dengan karakter merupakan suatu pola perilaku nilai-nilai pada setiap mata pelajaran perlu seseorang. belas kasih (compassion). Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 Pendidikan karakter dapat diintegrasikan tentang karakter yang dikemukakan para ahli. motivasinya (perasaannya). Sementara itu karakter menurut yang berkaitan dengan karakter. Demikian juga Alwisol (2008) diartikan sebagai gambaran dalam pelajaran akuntansi. Karakter mengacu kepada internalisasi. pelaksanaan pembelajaran tidak diterapkan Individu yang berkarakter baik adalah dalam pelaksanaan pembelajaran. kegagahberanian (courage). Setiap mata pelajaran menyukai kebaikan. dan Lickona (2012) menyebutkan tujuh menginternalisasi nilai-nilai karakter yang unsur-unsur karakter utama yang harus terkadung pada setiap pelajaran dalam ditanamkan kepada peserta didik yang meliputi: kehidupan sehari-hari. dimana semua unsur yang terlibat (cognition) menghargai pentingnya nilai-nilai didalamnya bersama-sama berfungsi mencapai karakter (valuing). maka bisa saja orang ini tidak penilaian hendaknya dapat menjadikan peserta mengerti tingginya nilai moral dari kejujuran itu didik tidak hanya menguasai materi pelajaran. internasional pada umumnya dengan namun belum terdapat fokus pengembangan mengoptimalkan potensi (pengetahuan) dirinya kerakter yang diteladani oleh guru kepada dan disertai dengan kesadaran. sendiri. dan dikaitkan dengan memiliki pemahaman tentang kebaikan. Pendidik terbiasa melakukan proses Berkowitz dkk (1998). pelaksanaan dan hukuman. kasih sayang (kindness). tetapi juga mengenal. menyadari. dan akhirnya benar-benar melakukan Zeini (2013) menyimpulkan bahwa dalam kebaikan. dengan memasukkan 18 nilai karakter ke dalam lingkungan. Seseorang yang terbiasa tujuan pembelajaran.

Institute of Certified Public Accountant) is the Pada konsep pengukuran uang (money art of recording. perlu ditanamkan adalah nilai tanggung jawab Akuntansi menurut AICPA (American dalam kegiatan akuntansi. konsep mengemukakan bahwa konsep ini merupakan dasar akuntansi terdiri dari. in part al paling tepat dalam aktivitas ekonomi dan least. merupakan pertanggungjawaban perusahaan. Mata perusahaan akan melanjutkan operasinya dalam pelajaran akuntansi mempelajari mengenai jangka waktu yang relatif lama untuk proses pencatatan sampai dengan pelaporan mewujudkan komitmen. Anthony. of financial character. usaha (going concern). konsep kesatuan turunan dari konsep kesatuan usaha. bertanggung pemiliknya. Setiap mata pelajaran memiliki konsekuensi bahwa laporan keuangan penekanan unsur-unsur karakter yang berbeda. kos melekat mengakibatkan manajemen harus selalu (cost attach). Konsep dasar akuntansi menurut Konsep dua aspek akuntansi mengasumsikan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dalam bahwa setiap transaksi akuntansi dibagi ke Kerangka Dasar Penyajian dan Pelaporan dalam dua aspek. Suwardjono (1986) diartikan sebagai seni pencatatan. Hal ini tergantung pada kekhasan mata Berdasarkan konsep ini nilai karakter yang pelajaran masing-masing. upaya dan hasil(effort and mempertanggungjawabkan aset yang accomplishment). beda. karakter yang perlu ditanamkan adalah nilai Pada konsep dasar akuntansi terdapat banyak tanggung jawab dalam kegiatan akuntansi. kejujuran.dan tanggung jawab yang mengasumsikan bahwa perusahaan akan terus merupakan ciri dominan dalam akuntansi. and interpreting menjadi dasar yang tepat pula bagi pengukuran the results thereof. Salah satu aspek berhubungan Keuangan (KDPPLK) paragraf 22 dan 23 dengan penerimaan atas suatu manfaat tertentu menyatakan bahwa asumsi dasar akuntansi sedangkan aspek yang lain berhubungan dengan berdasarkan dasar akrual dan kelangsungan pemberian atas manfaat tersebut. bahwa uang merupakan alat ukur umum dan transactions and evens which are. Nilai-nilai karakter yang mengasumsikan bahwa biaya diakui diakui terdapat dalam pelajaran akuntansi misalnya ketika secara aktual memberikan kontribusi yang terdapat pada materi konsep dasar terhadap pendapatan. dan dikelolanya. kemandirian. Dalam akuntansi. Mata pelajaran akuntansi dimulai karakter yang perlu ditanamkan adalah nilai dengan mengajarkan tentang konsep dasar komitmen dalam kegiatan akuntansi. Suwardjono (1986) menyatakan jawab. kontinuitas usaha(going bisnis antara manajemen dan pemilik concern). Akuntansi merupakan salah satu pelajaran yang Konsep ini juga mengasumsikan bahwa diajarkan di SMA dan juga SMK. menghormati orang lain dan karakter bahwa konsep kesatuan usaha memberikan mulia lainnya. 2005). Konsep pemiliknya. Sedangkan menurut Hawkins dan Merchant (Suwardjono. Hubungan usaha (Entity Theory). akuntansi. (AICPA). Konsep ini seorang akuntan. Konsep kelangsungan usaha (going concern) disiplin. Proses akuntansi diawali dari analisis ini nilai karakter yang perlu ditanamkan adalah transaksi sampai pada penafsiran atas produk nilai objektif dan jujur dalam kegiatan yang dihasilkan dari kegiatan akuntansi. Berdasarkan konsep hasilnya. Akuntansi dapat analisis akuntansi. Pendapatan suatu periode akuntansi seperti: konsep kesatuan usaha harus dibebani dengan biaya-biaya yang secara (business entity concept) dimana perusahaan ekonomis berkaitan dengan produk yang dianggab sebagai unit usaha yang terpisah dari menghasilkan pendapatan tersebut. Berdasarkan konsep ini nilai perusahaan. 2005) Paton dan Littleton (Suwardjono. jujur. nilai-nilai karakter yang dapat dijadikan sebagai Dalam akuntansi juga dikenal konsep acuan dalam pembentukan sikap dan prilaku penandingan (matching concept). berlanjut sampai waktu yang tidak ditentukan. Transaksi-transaksi dalam matching berimplikasi pada biaya diakui secara perusahaan dikelola secara terpisah dari adil dan secara wajar untuk mengakui 48 . dan kegiatan- keuangan dalam suatu organisasi atau kegiatannya. mengemukakan bahwa jumlah satuan uang penggolongan dan peringkasan atas transaksi yang terlibat dalam pertukaran menunjukkan dan kejadian yang bersifat keuangan dalam adanya transaksi pertukaran secara objektif dan bentuk satuan uang dan penginterpretasian didukung bukti yang sah. Berdasarkan konsep ini nilai asumsi. penghargaan sepakatan. classifying and summarizing in measurement concept) mengandung pengertian a significant manner and in terms of money. bukti terverifikasi. akuntansi diperlukan ketelitian. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 tingkah laku yang baik.

hormat pelanggan. bukan dengan biaya-biaya yang dianggap hanya untuk individu. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 pendapatan. merasakan. cinta kebenaran melakukan kebaikan (doing the good). Pendidikan karakter menurut sikap yang harus dirasakan oleh peserta didik. dan derita orang lain (emphaty). Pendidikan sikap (decision making). baik bahwa konsep penandingan merupakan dan rendah hati. toleransi dan cinta damai. dan olah rasa dan karsa (affective misalnya karakter jujur. Berdasarkan masyarakat. kerendahan hati (humility). mampu (outcome) dari dua komponen karakter lainnya. pengendalian diri (self Pendidikan karakter bukan hanya mengajarkan control). percaya diri (self esteem). yaitu kesadaran akan jati diri (conscience). tetapi juga untuk (moral reasoning). keberanian mengambil masyarakat secara keseluruhan. nilai. dan pengenalan diri karakter bertujuan untuk mendorong lahirnya (self knowledge). keadilan dan kepemimpinan. (spiritual and emotional development). development). kepekaan terhadap mencintai kebaikan (desiring the good). yaitu: cinta kepada tuhan contoh-contoh prilaku jujur akan mendapatkan yang maha esa dan kebenaran. amanah. kepercayaan dari berbagai pihak misalnya dari kedisiplinan dan kemandirian. Suwardjono (2005) mengatakan menyerah. (loving the good). pimpinan. olah raga dan perasaan atau sikap dan dalam perbuatan yang kinestetik (physical and kinesthetic mengandung nilai-nilai karakter tersebut. akuntansi. Pembentukan karakter pada mata Kementerian Pendidikan dan pelajaran akuntansi dapat dimulai dari aspek Kebudayaan (2010) menjelaskan empat pengetahuan tentang nilai karakter-karakter kelompok besar nilai karakter. yaitu: olah hati yang terdapat dalam materi akuntansi. g). Lickona (2012) mengandung tiga unsur pokok. Terkait 49 . Pendidikan karakter menurut Lickona Penandingan (matching) dilakukan untuk (2012) adalah usaha sengaja (sadar) untuk menentukan laba periode tersebut. penentuan sudut perhatian di berbagai negara bukan hanya untuk pandang (perspective taking). yaitu kualitas pendapatan periode tersebut ditandingkan kemanusiaan yang baik secara objektif. Moral knowing termasuk dalam ranah Pengembangan Pendidikan Karakter Pada kognitif yang berupa kesadaran moral (moral Mata Pelajaran Akuntansi awareness). sehingga mewujudkan kebajikan. Upaya untuk mengelola materi yang mengandung muatan mengajarkan nilai-nilai karakter menurut nilai sangat diperlukan. kesadaran akan pentingnya nilai-nilai. moral feeling dirasakan dan dilakukan oleh peserta didik (perasaan tentang moral) dan moral action setelah mengikuti proses pembelajaran (perbuatan bermoral). Sementara itu tahap awal dikenalkan dengan karakter jujur Megawangi (2007) menjelaskan ada sembilan dalam akuntansi. Sementara mana yang benar dan salah. pemilik. implikasi dari adanya konsep periode akuntansi. yaitu mengetahui kebaikan (knowing the good). logika moral kepentingan individu. percaya diri. rekanan bahkan dan santun. Penyelenggaraan pendidikan konsep ini nilai karakter yang perlu ditanamkan karakter di sekolah dapat secara terpadu di adalah nilai etos kerja dalam kegiatan dalam pembelajaran adalah pengenalan nilai- akuntansi. kepedulian dan dari pesaing. dan prilaku tidak jujur akan kerjasama. Peserta didik pada and creativity development). Kemampuan guru untuk laku peserta didik sehari-hari. merupakan penguatan aspek emosi peserta Berkembangnya karakter yang baik akan didik untuk menjadi manusia berkarakter. pengetahuan tentang nilai-nilai Pendidikan karakter telah menjadi moral (knowing moral values). kasih sayang. tetapi menanamkan itu moral action merupakan perbuatan atau kebiasaan (habituation) tentang yang baik tindakan moral yang merupakan hasil sehingga peserta didik paham. tanggung jawab. tetapi juga untuk menciptakan pendapatan tersebut. Agar nilai-nilai tersebut Lickona dilakukan melalui moral knowing tidak hanya bersifat pengetahuan tetapi dapat (pengetahuan tentang moral). Sedangkan moral feeling peserta didik yang baik (insan kamil). mendorong peserta didik melakukan sesuatu Penguatan ini berkaitan dengan bentuk-bentuk dengan benar. dan Ada banyak nilai-nilai yang terkandung dalam penginternalisasian nilai-nilai ke dalam tingkah materi akuntansi. kreatif dan pantang mendapatkan hal sebaliknya. dan mau melakukan yang baik. setelah mengetahui tentang karakter mulia yang harus diwariskan yang jujur selanjutnya peserta didik didorong untuk kemudian disebut sebagai sembilan pilar menghayati karakter jujur dengan memberikan pendidikan karakter. olah Selanjutnya juga dilakukan dalam aspek fikir (intellectual development).

1998. 2012. Moral Literacy and the Formation of Character. 2013. No 2 (2013). Psikologi Kepribadian. pendidikan karakter bangsa dalam pembelajaran akuntansi di SMA DAFTAR PUSTAKA Negeri 1 Sooko Mojokerto. dan keterampilan (psikomotorik).J. Septiana Tri dkk. Bandung: Mizan strategi pembelajaran yang dapat memfasilitasi Publishing House. keteladanan. 2005.Bennigna (ed). Malang:UMM. sikap dan prilaku yang Perekayasaan Pelaporan baik. 1999. dihasilkanya peserta didik yang berkarakter Zaeni. Battistich. Nasional. Character Matters: Nilai-nilai luhur yang terdapat dalam Persoalan Karakter. perasaan. 1991. Educating for pengetahun. Implementasi mendapat kepercaan dari pendidik maupun Pendidikan Karakter Pada Mata teman. Character Education. (kognitif) tetapi juga bermuatan sikap (afektif) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. 2012. 2007. Berkowitz. 2003. The Education of Complete Moral. Simpulan dan Saran Thomas Lickona. San Fransisco : Josey dengan lingkungannya. Diar.W. objektifitas. Universitas Negeri Malang. Pengembangan karakter pada Jakarta: Bumi Aksara.and Civic Education in the Elementary School. Bennet. dan relevan. peserta didik dapat dilakukan melalui Thomas Lickona. Keuangan Yogyakarta: BPFE. Pendidik hendaknya merancang Space. Smk Negeri 3 Surakarta. Hasil pendidikan Bass. and Positif Youth Development. Illinois: University of Missouri. pembiasaan. Character Parenting sekolah. Analisis penerapan mulia. 2007. Pendidikan 2010. tanggung jawab. 20 tahun Pelajaran akuntansi merupakan pelajaran 2003 tentang Sistem Pendidikan yang bukan hanya bermuatan pengetahuan Nasional. Vol teman atau mencoret-coret hasil pekerjaan 1. Pengembangan Pendidikan karakter dalam pembelajaran akuntansi dapat Budaya dan Karakter Bangsa. Alwisol. dilakukan melalui hidden curriculum dengan Jakarta:Kementerian Pendidikan memberikan pengetahuan. terjemahan lingkungan peserta didik. atau pembudayaan di lingkungan Megawangi. In: J. Teori Akuntansi: memiliki pengetahuan. Building Character in karakter dalam pelajaran akuntansi yang sesuai School. Depdiknas. Selanjutnya menginternalisasikan Pelajaran Produktif Akuntansi Di prilaku jujur dalam perbuatan sehari-hari. Jupe- misalnya tidak mencontek hasil pekerjaan Jurnal Pendidikan Ekonomi. rasional. New York. karakter adalah terbentuknya peserta didik yang Suwardjono.W. peserta didik dalam memanfaatkan nilai-nilai Ryan & Bohlin. Ratna. Prevention. untuk maksud melakukan perbaikan. Implementasi Juma Wadu Wamaungu dan Editor pendidikan karakter pada pelajaran akuntansi Uyu Wahyuddin dan Suryani. Person 50 . Juma Wadu Wamaungu & Jean materi pelajaran diantaranya adalah karakter Antunes Rudolf Zien dan Editor jujur. Undang-undang No. dan perbuatan dengan Character: Mendidik untk membiasakan dan membudayakannya di Membentuk Karakter.M. Teachers College Press. Moral Character. 2006. Victor. 2013. memerlukan strategi yang tepat agar Jakarta:Bumi Aksara. Uyu Wahyuddin dan Suryani. terjemahan pelajaran akuntansi terdapat dalam materi. St Louis.S. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 pembelajaran prilaku tidak jujur tidak akan Cahyani.

bahwa sistim pendidikan sebagai fasillator. nasional.setiap akhir siklus dilakukan penilaiian untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan partisipasi siswa dalam pembelajaran IPS dan penguasaan siswa terhadap materi IPS. akibatnya hasil tes IPS Guru berperan sebagai fasilator.com Kata Kunci ABSTRAK Mind Mapping Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Ilmu Pengetahuan Sosial penerapan metode Mind Mapping untuk meningkatkan partisipasi siswa dan pengeuasaan siawa dalam materi IPS di kelas VIII SMPN 7 Plangka Raya. pemerintah mengusahakan dan strategi apa yang akan digunakan untuk menyelenggarakan suatu sistem pendidikan memeriksa kemajuan murid dan selanjutnya nasional yang meningkatkan keimanan dan membantu dan mengarahkan murid untuk ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa serta melakukan sendiri aktivitas pembelajaran ahlak mulia dalam rangka mencerdaskan membutuhkan bantuan dari guru yang berperan kehidupan bangsa. Tindakan yang diberikan berupa penerapan model Mind Mapping sebagai upaya memperbaiki pembelajaran IPS dan peningkatan partisipasi siswa serta penguasaan materi IPS PENDAHULUAN akan dipelajari murid.2007). terarah. dan global sehinga perlu yang menguasai bahan yang diajarkan dilakukan pembaharuan pendidikan secara (Sadirman. ahlak mulia. kemudahan dalam proses blajar mengajar yaitu Untuk mencapai tujuan yang sudah dengan menciptakan suasana belajar yang se ditentukan tidak mudah. dengan metode kemmis dan taggart yang dilakukan dalam dua siklus. terakhir yang mengakibatkan motivasi belajar Ilmu pengetahuan yang berkembang siswa sudah berkurang. terencana. Maka prooses pembelajaran IPS tak keagamaan. pembelajaran IPS.Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Researth). Selain itu. Proses pembelajaran IPS di SMPN 7 Pendidikan menurut Undang-Undang Palangka Raya banyak terdapat kendala. bagaimana cara Pembukaan UUD1945 mengamatkan menyampaikan. antara No 20 Tahaun 2003 pasal 1 adalah usaha sadar lain terbatasnya buku IPS yang bias dipinjam dan terencana untuk mewujudkan suasan siswa untuk membeli siswa siswa mengalami belajar dan proses pembelajaran agar peserta kendala ekononi. bantuan ini diperlukan untuk nasional harus harus mampu menjamin semua proses pembelajaran begitu pula proses pemeratan kesempatan pendidikan. bangsa dan biasanya mendapat jam siang/pelajaran Negara. serta keterampilan yang Apalagi pelajaran IPS banyak menghafal. guru juga sebagai peningkatan mutu serta relevansi dan efesiensi motivator yaitu memberikan inspirasi dan manajemen pendidikan untuk menghadapi dorongan. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 PENERAPAN MODEL MIND MAPPING UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN MATERI IPS TAHUN AJARAN 2016/2017 Kukuh Wurdianto Universitas PGRI Palangka Raya kukuhza1982@yahoo. apa hasil yang ingin dicapai. biasa berlangsung dengan baik dan optimal. didik secara aktif mengembangkan potensi serta kemampuan peserta didik yang sangat dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual terbatas. dalam hal ini yaitu nilai tertinggi 80 dan nilai terendah 40 guru akan memberikan fasilitas atau sehingga nilai rata-rata IPS adalah 60. kecerdasan. dan kesinambungan. diperlukan dirinya masyarakat. Alat peraga kurang memadai. orang lokal. pengendalian diri. menetapkan materi apa yang guru kecewa setelah melaksanakan 51 . sehinga sering kali demikian rupa. bimbingan dalam pengembangan tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan sikap dan tingkah laku serta nilai-nilai.

Instrumen. Sehingga penulis yakin Berupa foto dan nilai hasil tes siswa. Analisis Hasil Tes Belajar dan guru IPS sebagai kabratif yang Berupa lembar kerja siswa dan tes akhir siklus. Mind 4. Penelitian ini diakukan secara kabratif mengikuti pembelajaran IPS dengan metode yaitu kerja sama antara penelitian sebagai guru. Bagian dari uji validitas yang dipakai 52 . Memperhatikan siswa. Instrumen yang yang diharapkan. digunakan adalah: Lembar observasi berupa Metode Mind Mapping diharapkan pengamatan kepada siswa dalam mengikuti dapat membantu guru melakukan proses pembelajaran IPS terdiri atas : pembelajaran yang reatif mudah dipahami oleh 1. Dengan demikian tujuan berfungsi untuk mengetahui daya serap dan pembelajaran yang sudah ditentukan dapat penguasa materi yang diajarakan. sehingga peajaran dapat berlangsung 2. dengan jumlah 443 siswa. Matal RTA Miliono KM. dengan sampel 24 konsep. Untuk itu peneliti akan Data. mind mapping. Uji Validitas 15 ruangan kelas. Bila ini dan Dokumentasi. Dokumentasi pembelajaran. Palangka Raya. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 pembelajaran karena banyak siswa yang tidak Dalam penelitian ini menggunakan menguasai kopetensi yang ditentukan. pembelajaran akan lebih hidup. karena guru harus melakukan remedial. dan Teknik Pengumpulan menetapkan metode pembelajaran yang tepat Data untuk meningkatkan penguasan materi a. terjadi disetiap pembelajaran maka akan merpotkan bagi guru. tempat penelitian adalah dalam pembelajaran dapat meningkatkan SMP N 7 Palangka Raya dengan alamat Jalan partisipasi belajar dan penguasaan materi IPS. dan foto berguna untuk memberikan gambaran membiasakan siswa memecahkan partisipasi siswa dalam mengikuti kegiatan permasalahan dengan cara maksimalkan daya pembelajaran sedangkan nilai hasil tes pikir dan kreatifitas. Teknik Analisis Data METODE PENELITIAN Teknik analisis data yang digunakan Jenis Penelitian dalam penelitian ini adalah: Penelitian ini jenis penelitian tindakan Analisis dan observasi yang kelas (classroom action researt). 9 Kereng Bangkirai. variatif. dilakukan dalam upaya memperbaiki sehingga dapat diketahui sejauh mana pembelajaran dengan memberikan suatu partisipasi siswa dalam mengikuti proses tindakan sehingga dapat meningkatkan pembelajaran. Mengajukan pertanyaan dalam situasi yang menyenangkan dan dapat 3. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan validitas konstruk (construct Subjek Penelitian validity) yaitu validitas yang mengacu pada Populasi yang digunakan adalah siswa konsistensi dari semua komponen kerangka SMP N 7 Palangka Raya. mengobservasi peaksanaan proses apabila hasil tes pada siklus I dan siklus II pembelajaran berlangsung mengalami peningkatan maka dapat Waktu penelitian adalah bulan Juni 2016 diasumsikan bahwa metode mind mapping sampai Januari 2017. yang diperoleh dihitung kemudian dipresentasi. Di SMP N 7 terdapat 34 guru. dicapai. Dengan peneliti dapat partisipasi belajar siswa dan penguasaan materi memperoleh gambaran partisipasi siswa dalam IPS. instrumen penelitiannya. Kerjasama dengan kelompok pembelajaran yang mengupayakan seorang Alat tes ( lembar soal ) berupa lembar kerja peserta didik mampu menggali ide-ide kreatif siswa dan tes belajar dan aktif dalam mengikuti kegiatan 2. maka digunakan rumus teknik korelasi product moment dari Prosedur pearson. Oleh metode pengumpulan data dengan Observasi. Mengerjakan tugas Mapping adalah salah satu dari strategi 5. Menjawab pertanyaan menumbuhkan motivasi belajar siswa. Observasi pembelajaran IPS di SMPN 7 Palangka Raya Untuk memperoleh data dalam penelitian ini agar siswa dengan antusias mengikuti digunakan instrumen atau alat untuk pembelajaran IPS sehingga hasilnya sesuai mendapatkan data penelitian. Untuk menguji tingkat validitas orang.

05 sehingga apabila angka korelasi yang siklus I sebanyak 17 siswa ( 70. hal ini hanya diberikan perlakuaan khusus yaitu diberi dapat dilihat dari pelaksanaan pembelajaran remidi sampai dapat mencapai ketuntasan. sedangkan yang sudah tuntas dengan lebih berani dalam bertanya. 65.50 adapun jumlah siswa yang mencapai Uji realibilitas adalah dengan menguji batas tuntas minimal ( > 60 ) yaitu sebelum skor antar item dengan tingkat signifikansi tindakan 16 siswa ( 66.50 ). yang tuntas pada 0. dan pada akhir siklus I dan Cronbach digunakan untuk menguji realibilitas II meningkat menjadi 20 siswa ( 87. dan nilai rata-rata akhir siklus mengalami peningkatan menjadi Uji Reliabilitas 75. PEMBAHASAN namun karena terbatasnya waktu penelitian Metode Mind Mapping dapat tidak dilanjutkan kesiklus III pada 4 siswa meningkatkan penguasaan materi IPS. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 dalam penelitian ini adalah melalui analisis butir-butir. Penguasaan materi bagi siswa siklus II menunjukan bahwa dari 24 siswa lebih banyak didapat dan menemukan sendiri ternyata yang masih belum tuntas pada mata baik dengan membaca materi maupun dengan pembelajaran IPS dengan nilai kurang dari berdiskusi. menampilkan dilakukan tindakan.67% ). Uji Alpha 20 siswa ( 83. siklus I pertemuan pertama siswa pertama kali Dari hasil tes pada siklus I dengan mengikuti pembelajara dengan metode Mind menggunakan metode Mind Mapping Mapping pada pertemuan ini siswa nampak menunjukan adanya peningkatan apabila agak canggung untuk berdiskusi. bertanya.33% ). Instrumen penelitian ini dikatakan guru meningkatkan nilai rata-rata proses valid dimana nilai korelasinya lebih besar dari pembelajaran yaitu nilai rata-rata siklus I yaitu 0.05 nilai Kriteria penilaian yang dilakukan oleh kritisnya. instrumen ini.835 ). siklus II nilai rata-rata 70. diperoleh lebih besar dari nilai kritis.83% pertanyaan sehingga suasana dalam ).3. Pada siklus II siswa sudah nampak suasana lebih konduksif seehingga pembelajaran berjalan lebih baik karna siswa Dari hasil siklus II dengan sudah memahami tugasnya dan dalam menggunakan metode Mind Mapping berdiskusi siswa lebih terampil terbukti pada menunjukan adanya peningkatan apabila tes akhir siklus II ini nilai mengalami dibandingkan dengan hasil tes siklus I. Pada peningkatan. Sampai pada akhir siklus ternyata masih ada 4 HASIL PENELITIAN DAN siswa yang belum bisa mencapai ketuntasan. Pada siklus I ini imajinasinya kedalam bentuk Mind Mapping. Pada pertemuan kedua siswa Nampak 17% ). menunjukan bahwa dari 24 siswa ternyata yang serta menyanggah pendapatnya saat mesih belum tuntas pada masa pembelajaran mempresentasikan hasil karyanya didepan IPS dengan nilai kurang dari batas tuntas kelas sehingga materi kurang dipahami siswa. sedangkan yang sudah tuntas dengan metode Mind Mapping ini adalah dengan nilai lebih dari 60 sebanyak 20 siswa ( diberikanya kesempatan yang sangat luas bagi 83. dibandingkan pada kondisi awal sebelum menjawab pertanyaan. menjawab nilai lebih dari 60 sebanyak 17 siswa ( 70. minimal ( KKM ) 60 sebanyak 7 siswa ( 29. dan hasil tes siswa mulai dari siklus I sampai Peningkatan hasil proses pembelajaran akhir siklus menunjukan peningkatan yang ini dapat dijelaskan sebagai berikut: Pada cukup baik. batas tuntas minimal ( KKM ) 60 sebanyak 4 Hal terpenting dalam pembelajaran siswa ( 17. dimana untuk menguji setiap butir skor total valid tidaknya suatu item dapat diketahui dengan membandingkan antara angka korelasi product moment pearson (r Hitung) pada level signifikansi 0.33% ). pembelajaran Nampak lebih hidup dan siswa lebih mampu menyerap materi pelajaran maka hasilnya meningkat. berarti kemudian yang tuntas pada siklus II menjadi item tersebut dikatakan reliabel.67% ). semua siswa untuk mengemukakan pendapatnya tentang segala yang terkait 53 .

pembelajaran IPS. kekecewaan juga pembelajaran terlaksana semakin baik. baik dalam pelajaran IPS sebagai berikut : nilai rata-rata pengebangan perencanaan pembelajaran. namun hal dapat meningkatkan penguasaan materi IPS di tersebut tidak menyebabkan mereka putus asa SMP Negeri 7 Palangka Raya. kemampuan emosional siswa. pengelolaan proses rata-rata pada akhir siklus 72. Dari diskusi kelompok dan Dengan menggunakan metode Mind Mapping membaca materi siswa mendapat pengetahuan ini. Hal ini dapat malah merasa tertantang dan berusa untuk ditunjukan dengan meningkatnya partisivasi mendapatkan nilai sebanyak-banyaknya. pemamfaatan media sampai terjadi peningkatan jumlah siswa yang pada peningkatan partisipasi dan prestasi mencapai batas tuntas minimal ( >60 ) yaitu siswa. yang sangat disukai siswa hal ini terlihat siswa tuntas pada siklus I sebanyak 17 siswa ( 54 . pada siklus I 65. terlihat pada bagian siswa yang belum berhasil Penerapan pembelajaran Mind Mapping mengumpulkan nilai tertinggi. rasa tanggung jawab kepada diri sendiri mengemukakan pendapat dan bertanya jawab maupun pada kelompok. Metode pembelajaran Mind Mapping sebelum tindakan 16 siswa ( 66. Disini terlihat adanya nilai kepuasan siswa semakin meningkat dan proses bagi siswa sangat tinggi. pada siklus II 70. Dengan cara pembelajaran lebih menarik dan demikian siswa dapat terbantu untuk menyenangkan. hampir Sesuai dengan tujuan penelitian seperti semua siswa terlibat dalam kegiatan yang dirumuskan diantaranya adalah untuk pembelajaran dan memiliki tanggung jawab meningkatakan pengusaan materi dalam yang sama dalam kelompok. Siswa banyak yang merasakan menghilangkan rasa minder terutama bagi bahwa waktu yang tersedia dalam proses mereka yang mempunyai kemampuan rendah. guru memiliki berbagai pilihan metode yang dapat digunakan utuk menjawab soal-soal mana yang dapat diterapkan untuk dan untuk berdiskusi. Metode Mind Mapping sangat efektif Simpulan Dan Saran untuk keterlibatan siswa dalam proses Simpulan pembelajaran.67% ). pembelajaran terasa sangat singkat. berani adanya upaya untuk mendapatkan nilai mepresentasikan hasil kerja kelompok sera tertinggi dan kemudian mendapatkan menanggapi pertanyaan dari teman atau penghargaan dari guru maupun dari teman kelompok lain pada siklus kedua aktivitas yang lain. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 dengan materi pelajaran yang dituangkan sangat antusias dalam mengikuti pelajaran dalam bentuk Mind Map sesuai dengan lebih senang dan bersemangat. maka penelitian ini telah penguasaan materi yang diperoleh siswa tak berhasil menemukan upaya peningkatan hanya bersumber dari guru melaikan dari tersebut dengan mensosialisasikan metode materi yang dikembangkan dalam diskusi Mind Mapping dalam pembelajaran IPS. penelitian pembelajaran IPS presentase partisipasi belajar dan terjadi dengan menggunakan Mind Mapping ini peningkatan hasil belajar siswa disetiap akhir sangat efektif untuk memperbaiki dan siklus. tanya jawab. dan diskusi dapat belajarnya. Pengetahuan dan pembelajaran IPS. data Selain aktivitas dan penguasaan materi membuktikan bahwa terjadi peningkatan yang meningkat. Semua siswa terlibat pada kelompok lain dan guru. siswa dengan mempresentasikan hasil karyanya. Kenyataan ini siswa lebih aktif dan tidak cepat bosan dalam ditunjukan dengan adanya kemampuan siswa mengikuti proses pembelajaran disetiap untuk menjawab pertayaan guru maupun siklusnya. bagi siswa hasil penelitian ini Dengan menggunakan metode Mind menunjukan bahwa tidak hanya aktivitas siswa Mapping yang divariasi metode lain seperti yang dapat meningkat tetapi juga prestasi ceramah. Kondisi imajinasi masing-masing siswa. siswa tidak lagi menjadi obyek menumbuhkan rasa percaya diri. kelompok. keberanian pembelajaran melainkan sebagai subyek untuk bebicara didepan kelas serta dapat pembelajaran. Dampak dari peningkatan aktivitas menumbuhkan semangat belajar siswa tersebut menyebabkan ketrampilan sosial dan sehingga suasana belajar lebih menyenangkan. Hal itu dapat terlihat pada proses teman atau kelompok lain berani pebelajaran aktivitas siswa terllihat meningkat mempertahankan pendapat ketika diskusi dam seperti berdiskusi antar siswa. belajar dan hasil belajar siswa. dan nilai pengelolaan kelas. Prestasi belajar siswa pada mata meningkatkan kinerja guru. memiliki guru begitu pula aktivitas dalam kelompok.50 hal yang sama pembelajaran.

pengantar peneitian dalam pendidikan. 2008. DAFTAR PUSTAKA Arief Furchan.83% ). 2006. remidi sampai dapat mencapai ketuntasan. Jakarta. Com / 03 / 028 meningkatkan kreativitas Kuntwijyo. 2008. Strategi Pembeajaran Afectif. Woodpress. 55 .Yogyakarta. Dinas Pendidkan kurang mampu memahami materi yang DIY. Interaksi dan Motivasi menjadi 20 siswa ( 83. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta. Jakarta.Depdiknas. divariasi dengan metode lain seperti diskusi. Yogyakarta. yang kurang memperhatikan. dilanjutkan kesiklus III dan hanya diadakan Syaful Bahri Djamarah & Aswan Jaim. disampaikan hanya menggunakan metode ceramah. Depdiknas. http // : www. PT Rineka Penerapan metode Mind mapping yang Cipta. Jakarta. Hisyam Zaini. serta 3 siswa yang belum tuntas Soerjono Soekanto. Sardiman. dkk. 2007. Buku Pintar Mind map. PT Pusaka Insani Mandani. 87. Guru dapat menggunakan meted Mind Mapping untuk di jadikan aternatif meningkatkan aktivitas dan kreativitas guru dalam meningkatkan penguasaan materi IPS karena itu untuk meningkatkan mutu pendidikan intansi terkait dapat mensosiaisasikan kepada para guru. pemberian tugas yang di kerjakkan bersama UU Nomor 20 Tahun 2003. dan pada akhir Belajar Mengajar. pemberian tugas individu dan Gramedia. Pengantar Imu Sejarah. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 70. PT Raja Granfindo siklus I dan II meningkat menjadi 21 siswa ( Persada. 2004. Pengantar Sosiologi. PT karena terbatasnya waktu penelitian tidak Raja Granfindo Prasada. 2008. 2005. dkk. dan Warta Guru Vol. Tony Buzan. Jakarta. Materi Pelllatihan Terintegrasi Pengetahuan sosial.Surabaya. 1995. kemudian yang tuntas pada siklus II Sardiman. Sistem Pendidikan teman sebangku dapat mengatasi peserta didik Nasional. Usaha Nasinal. ramai. IX. Saran Peneliti menyarankan beberapa hal : Guru dapat menggunakan Mind Mapping karena mempunyai keistimewaan yaitu dapat menyampaikan materi peajaran lebih cepat dan dapat mengejar materi yang ketinggaan tanpa mengabaikan potensi peserta didik dan aktivitas partisipasi beajar dan penguasaan materi. Permendiknas No. Jakarta.22 Tahun Tentang Standar ini.33% ).50% ). Kurikulum 2004 Pedoman Khusus Pengembangan Silabus Berbasis koopetensi Pelangi Pendidikan Edisi X. 1982 . PT Tanya jawab.

Komisaris kelancaran dan kualitas laporan informasi yang mengetahui hal itu karena dirinya mengerti ilmu telah di sampaikan. Metode analisis data penelitian ini menggunakan analisis Structural Equiation modeling (SEM) dengan Partial Least Squares (PLS). persiapan yang berkaitan dengan Indikasi yang diketahui oleh komisaris adalah profesionalisme dan perilaku etis dalam ada sejumlah pos-pos yang seharusnya menjadi profesi akuntan. Untuk itu. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 PERSEPSI MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI ATAS PERILAKU TIDAK ETIS AKUNTAN (Studi Kasus di Universitas PGRI Madiun) Moh. Faktor ekternal adalah faktor yang oleh Comunale (2006) hasil penelitian muncul dari lingkungan kerja akuntan yang menyatakan bahwa mahasiswa akuntansi berupa tekanan dari atasan dan rekan kerja bereaksi negative terhadap skandal yang terjadi sehingga seorang akuntan terpaksa melakukan dalam bidang profesi akuntansi. Universitas PGRI Madiun moh.com Kata Kunci ABSTRAK Pengetahuan Penelitian ini merupakan replikasi dari skripsi yang dilakukan oleh Idealisme Herwinda Nurmala Dewi (2010). Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode Purposive Sampling yang menghasilkan sampel 77 mahasiswa S1 Pendidikan Akuntansi Universitas PGRI Madiun yang sudah mengambil mata kuliah Auditing dan Akuntansi Keperilakuan. dilaporkan sebagai beban bagi perusahaan tapi Perilaku etis akuntan sangatlah penting dalam malah dinyatakan sebagai aset perusahaan. relativisme mahasiswa dan idealisme mahasiswa berpengaruh terhadap persepsi mahasiswa atas perilaku tidak etis. dan tingkat pengetahuan mengenai skandal akuntansi terhadap persepsi mahasiswa atas perilaku tidak etik akuntan. PENDAHULUAN Banyak kasus yang terjadi di indoneisia Perkembangan profesi akuntansi di Indonesia mengenai perilaku tidak etis akuntan. Perilaku etis akuntan akuntansi meskipun sudah di diperiksa akuntan tidaklah mudah karena faktor internal dan publik (Raja Darius Putra.ubaidillah8181@yahoo. ekternal yang memperangaruhi perilaku Kasus yang timbul di PT KAI contoh tidak baik tersebut.akan tetapi tindakan yang tidak etis untuk memenuhi tidak semua mahasiswa bereaksi sama. Hasil ini semua hipotesis diterima yaitu tingkat pengetahuan mahasiswa mengenai skandal akuntansi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat factor yang mempengaruhi persepsi mahasiswa terhadap perilaku tidak etis akuntan. Faktor internal merupakan perilaku bagi masyarakat terutama bagi para mahasiswa yang muncul dari diri seorang akuntan untuk akuntansi yang sedang mempersiapkan diri memenuhi keinginannya sehingga melakukan mereka untuk terjun ke dalam bidang profesi tindakan yang tidak sesuai dengan kode etik tersebut. Jadi melaksanakan tugas profesinya untuk disini ada trik-trik akuntansi. Hal ini tekanan-tekanan tersebut. Ubaidillah Pendidikan Akuntansi. Penelitian ini bertujuan untuk Relativisme mengetahui dan memperoleh bukti empiris tentang pengaruh dari Persepsi orientasi etis. salah satu yang merupakan salah satu prosese kunci di era contoh pada awal Juli 2006 yang terjadi di PT globalisasi menjadi sengat penting dalam KAI (Kereta Api Indonesia) yang di ungkapkan kaitannya dengan percepatan bisnis yang oleh komisari PT KAI bahwa ada manipulasi semakin global. menunjukkan bahwa bila terjadi skandal dalam 56 . Peran akuntansi semakin laporan keuangan dalam PT KAI yang meningkat dalam usaha mewujudkan good seharusnya perusahaan mengalami kerugian corporate governance. Menerut penelitian yang dilakukan akuntan. 2016). perlukan tetapi dilaporkan mendapatkan keuntungan.

yaitu idealisme dan lingkungan sekitar supaya tidak melakukan relativisme diasumsikan berpengaruh kepada tindakan perilaku tidak etis. dan gender. menggunakan variable tindakan akuntan dan corporate manager. Idealisme adalah suatu tidak etis akuntan. (2010). Sankaran (2003) mendifinikan Persepsi merupakan suatu proses Persepsi mahasiswa pengenalan atau identifikasi sesuatu dengan Relativisme terhadap sikap menggunakan panca indera. Menurut Forsyth (1992) terhadap perilaku tidak etis akuntan. proses belajar. Dalam benar dalam suatu tindakan yang dihadapinya penelitian ini menggunakan semua variable untuk memperlancar proses aktivitas yang penelitian sebelumnya kecuali variable gender. pandangan. Apakah seorang akuntan PENGEMBANGAN HIPOTESIS sudah berperilaku benar atau tidak yang sesuai Persepsi dengan kode etik atau peraturan yang berlaku. H2: Tingkat relativisme berpengaruh positif tepat atau benar akan menimbulkan terhadap persepsi mahasiswa atas perilaku konsekuensi yang atau hasil yang diinginkan tidak etis akuntan. 57 . orientasi etis pendidikan untuk bisa membedakan salah dan mahasiswa (Relativisme). berperilaku etis di dalam suatu juga diasumsikan mempengaruhi minat organisasi didefinisikan sebagai bertindak adil mahasiswa dalam berkarier di bidang akuntansi. dan pengetahuan terhadap Idealisme objek psikologis. benar atau salah. Dalam Idealisme konteks sebuah skandal maka dapat dirumuskan Idealisme adalah suatu sikap yang memilih hipotesis alternatif sebagai berikut: yang tepat atau benar dengan dasar mengetahui 1. sikap yang menganggap bahwa tindakan yang 2. H4: Tingkat pengetahuan berpengaruh negatif terhadap persepsi mahasiswa atas Relativisme perilaku tidak etis akuntan. dan dibawah hokum konstitusional serta Selain orientasi etis. H1: Tingkat idealisme berpengaruh positif mana yang benar dan salah untuk mencapai terhadap persepsi mahasiswa atas perilaku tujuan yang diinginkan. 1992). tingkat pengetahuan juga peraturan pemerintah yang berlaku. dalam suatu sikap atau etika yang Tujuan penelitian ini adalah untuk dilatarbelakangi oleh buadaya. suatu tindakan dapat yang dilakukan oleh Herwinda Nurmala Dewi dikatakan etis atau tidak. etis dapat dari pengalaman. Pengentahuan dalam penelitian ini adalah pengentahuan mahasiswa dalam menilai KERANGKA TEORI DAN perilaku akuntan. etnis dan mengetahui persepsi mahasiswa akuntansi lain-lainnya. Menurut Riggio (1990) mendefinisikan Pengembangan Hipotesis dan Kerangka persepsi sebagai proses kognitif baik lewat Pemikiran penginderaan. tingkat pengetahuan Tingkat Pengetahuan mahasiswa mengenai profesi dan skandal Pengetahuan adalah suatu informasi yang di keuangan. (Forsyth. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 bidang profesi akuntansi itu menimbulkan Relativisme adalah suatu pandangan berbagai bereaksi negatif di mata para mahasiswa teori yang menimbulkan berbeda pendapat akuntansi. agama. Penelitian mengemukakan relativisme etis sendiri merupakan replikasi dari penelitian sebelumnya merupakan teori bahwa. pelatihan dan mahasiswa (idealisme). dalam penelitian sebelumnya tergantung kepada pandangan masyarakat itu. diasumsikan dapat mempengaruhi persepsi mahasiswa terhadap skandal etis. cakrawala. orientasi etis mahasiswa. penciuman dan perasaan yang kemudian ditafsirkan. ditekuninya. Aryanti Gambar 1 (1995) mengemukakan bahwa persepsi di Kerangka Pemikran pengaruhi oleh faktor pengalaman. (+) tidak etis akuntan Orientasi Etis dan Perilaku Etis Pengetahuan Orientasi perilaku adalah suatu dorongan untuk (-) berperilaku etis terhadap setiap tindakan agar Dalam kerangka pemikiran dapat dilihat bahwa sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku di orientasi etis individu. 3. Menurut Steiner persepsi mahasiswa terhadap skandal etis dan (1972).

Setiap kelas koefisien parameter jalur structural.572 responden akan mengisinya sesuai dengan pendapat dan persepsi responden. analisis data menggunakan pendekatan Partial Least Square Tabel 2 (PLS). orientasi etis mahasiswa. Syarat untuk memenuhi validitas harus di yaitu suatu teknik penentuan sampel bagi atas 0. sebagai sampel. Populasi dan Data Indikator ini adalah reflektif karena indikator Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa disebabkan oleh variabel laten. etis mahasiswa (idealisme). TKC 0. R² dapat ditambahkan 2 kuesioner untuk antisipasi digunakan untuk menilai pengaruh variabel kehilangan dan kerusakan kuesioner.862 Sumber: Hasil olah Smart PLS HASIL PENELITIAN Struktur Model (Inner Model) Deskripsi Data Model struktural dievaluasi dengan Jumlah mahasiswa pendidikan akuntansi menggunakan R-square (R²) untuk konstruk sebanyak 90 dengan kuesioner yang disebarkan dependen.677 pengetahuan mahasiswa mengenai profesi dan Sumber: Hasil olah Smart PLS skandal keuangan.762 0. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 METODE PENELITIAN yang tidak lengkap sebanyak 3 dan kuesioner Jenis Penelitian yang lengkap sebanyak 77.613 Kuesioner untuk mengukur variable tindakan PSU 0. Untuk pendidikan akuntansi Universitas PGRI mengetahui validitas diukur dengan Madiun. orientasi etis Uji reliabilitas dalam SmartPLS dengan mahasiswa (Relativisme) mengadopsi dari menggunakan dua evaluasi yaitu composite kuesioner penelitian Herwinda Nurmala Dewi reliabitlity dan crobach alpha dengan syarat (2010).50. AVE.70.910 0. Dalam penelitian ini. mengetahui validitas dan reliabilitas yang menghubungkan dengan variabel laten. Pada tabel 1 berikut ini menunjukkan mahasiswa yang sudah menempuh mata kuliah semua variabel diatas 0. Menurut Ghozali (2006). dan uji t serta signifikan dari sebanyak 96 kuesioner.50. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan data primer dengan menggunakan Analisis Data kuesioner kepada mahasiswa akuntansi Evaluasi Model Pengukuran (Outer Model) Universita PGRI Madiun. Pada Tabel 2 menunjukkan bahwa semua varaibel penelitian Metode Analisis Data ini sudah diatas 0. kuesioner dependen apakah mempunyai pengaruh yang 58 . Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan data primer.927 mempengaruhi persepsi mahasiswa terhadap PSU 0. Cara pengumpulan data Tabel 1 primer yang digunakan dalam penelitian ini AVE adalah metode kuisioner.70 maka dinyatakan reliabel. Jumlah laten independen terhadap variabel laten kuesioner yang kembali sebanyak 80. tujuan PLS adalah membantu peneliti Cronbachs Composite untuk tujuan prediksi dan hal itu sesuai dengan Alpha Reliability tujuan penelitian ini untuk memprediksi EID 0.632 akuntan dan corporate manager.923 sikap tidak etis akuntan. ERE 0. Waktu penelitian ini Outer model ini merupakan tahapan untuk mulai tanggal 1 Maret – 10 April 2017. tingkat TKC 0.904 0. maka hal ini akuntansi keperilakuan dan auditing digunakan dinyatakan valid. Teknik pengambilan data penelitian ini discriminant validity dengan menggunakan adalah menggunakan Purposive Sampling.907 0.923 hubungan beberapa variabel yang ERE 0. Kuesioner tersebut AVE diberikan kepada para responden dan kemudian EID 0. harus loading factor diatas 0. PLS adalah model persamaan Structural Cronbachs Alpha dan Equation Modeling (SEM) yang berbasis Composite Reliability komponen atau varian.

86 0. Hasil output smartpls menunjukkan Pengaruh Relativisme terhadap Persepsi bahwa R-Square sebesar 0. Menemukan TKC 3 9 . TKC 8 0 ERE -> 1.28 1. Saran sehingga mahasiswa yang memiliki tingkat Bagi peneliti yang menlanjutkan panelitian ini idealisme lebih tinggi akan menilai tindakan di harapkan memperluas populasi atau sampel auditor dengan lebih tegas. . Sehingga Hal ini menunjukkan bahwa hasil tergolong hipotesis (H2) diterima signifikan positif karena lebih dari 1. dengan koefisien jalur 1.313. bahwa pengetahuan mempengaruhi opini PSU -> mahasiswa terhadap tindakan auditor. Hipotesis kedua (H2) menyatakan bahwa relativisme berpengaruh secara positif terhadap Pengujian Hipotesis persepsi mahasiswa atas perilaku tidak etis Pada Tabel 3 dapat dilihat bahwa Idealisme akuntan. dalam hal ini yaitu kasus pelanggaran etika Tabel 3 akuntansi. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 substantif. Selain populasi. persepsi mahasiswa atas perilaku tidak etis 2. Hasil smartPLS menunjukkan bahwa terhadap persepsi mahasiswa atas perilaku idealisme memiliki nilai T-statistik 6.868. Tingkat relativisme berpengaruh positif akuntan. Mahasiswa terhadap Persepsi (TKC) dengan T-statistik dengan tingkat relativisme yang tinggi akan 5. 59 .134 6.282. dengan koefisien jalur 0.313.205 6.482 tidak etis akuntan. 3. Koefisien jalur dan T-Statistik Pengaruh Tingkat Pengetahuan Terhadap Stand T Persepsi Mahasiswa atas Perilaku tidak Etis Orig Sam ard Statist Akuntan inal ple Devia ics Hipotesis keempat menyatakan bahwa tingkat Sam Mea tion (|O/S pengetahuan berpengaruh negatif terhadap ple n (STD TERR persepsi mahasiswa atas perilaku tidak etis (O) (M) EV) |) akuntan.295 T-statistik 6.88 variabel tingkat pengetahuan memiliki nilai T- 0.257 individu yang memiliki sifat relativis akan lebih dan nilai koefisien jalur -1. Tingkat pengetahuan berpengaruh negatif Hasi di atas konsisten dengan penelitian terhadap persepsi mahasiswa atas perilaku Comunale et al (2006) yang menunjukkan tidak etis akuntan. variabel diharapkan ditambah tingkat IPK mahasiswa dan umur mahasiswa.482 dengan koefisien jalur 0.248 5.257 dan nilai koefisien jalur -1.295 Herwinda Nurmala Dewi (2010). bahwa tingkat idealisme berpengaruh pada opini mahasiswa terhadap tindakan auditor. menilai perilaku tidak etis akuntan dengan lebih Pengetahuan berpengaruh negatif terhadap toleran. Hasil di atas konsisten dengan penelitian Relativisme (ERE) memiliki pengaruh positif Herwinda Nurmala Dewi (2010).23 0.894 ini termasuk Mahasiswa atas Perilaku tidak Etis Akuntan kategori kuat.25 Penelitian konsisten dengan penelitian 0. Hasil smartPLS menunjukkan bahwa EID -> 0. terhadap persepsi mahasiswa atas perilaku Kesimpulan tidak etis akuntan 1.295 dengan koefisien jalur 1.96.482 statistik 6. fleksibel dalam menanggapai suatu kasus. Tingkat idealisme berpengaruh positif Hipotesis pertama (H1) menyatakan bahwa terhadap persepsi mahasiswa atas perilaku idealisme berpengaruh secara positif terhadap tidak etis akuntan.257 TKC Penelitian ini membuktikan bahwa semakin 2 6 Sumber: Hasil olah Smart PLS benyak pengetahuan yang dimiliki oleh mahasiswa maka mahasiswa tersebut akan PEMBAHASAN menilai perilaku tidak etis akuntan secara lebih Pengaruh idealisme berpengaruh positif tegas.31 1. 1. untuk memperoleh hasil yang lebih maksimal. Hal ini terjadi karena mahasiswa atau Persepsi (TKC) dengan nilai T-statistik 6.868. Hasil smartPLS menunjukkan bahwa (EID) terhadap Persepsi (TKC) memiliki nilai variabel relativisme memiliki T-statistik 5.282.

“Professional Ethical Crises : A Case Study of Accounting Majors”. (2010). Managerial Auditing Journal. Vol 11. C. Diakses tanggal 8 april 2017 dari https://rajadariusputra. “Ethical Attitudes Among Accounting Majors : An Empirical Study”. 6. Structural Equation Modeling. pp 416- 470 Comunale. Vol 3 No 1. pp 17-24 Forsyth. Program Sarjana Ekonomi Univesitas Diponegoro. 1992. T. “Judging the Morality of Business Practices : the Influence of Personal Moral Philosophies”. “Social Policies for Business. 2006. California Management Review”. Metode Alternatif dengan Partial Least Square. I. Vol. D. Thomas. D.wordpress. 1972. No. 21. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Skripsi.com/ 2016/11/30/10-contoh-kasus- pelanggaran-etika-profesi-tugas-3/ Sankaran. Edisi 2. (2016) 10 Contoh Kasus Pelanggaran Etika Profesi Dalam dan Luar Negeri (TUGAS 3). N. 2003. S and Stephen Gara. S and Bui. Winter. pp 636-656 Dewi. Ghozali. 60 . Journal of Business Ethics. pp 71-77 Steiner. 2006. R. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 Daftar Pustaka Putra. G. Persepsi Mahasiswa atas Perilaku tidak Etis Akuntan. Journal of the American Academy of Business. H.

Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. lapangan. Tujuan Penelitian untuk mengetahui Persepsi Guru Pamong PPL-2 terhadap Mahasiswa Praktek Pengalaman Lapangan Program Studi Pendidikan Akuntansi Tahun Akademik 2015/2016.25% kategori Baik (B). dosen. (Supardi. Sasaran utama dalam mampu menjalankan fungsinya sebagai agenda penelitian ini yaitu mempersiapkan lulusan pembaharu dalam masyarakat (agent of social perguruan tinggi yang diharapkan membawa change). Lulusan perguruan tinggi diharapkan pegawai dan lainnya. (2) Indikator komponen personal mahasiswa PPL-2 persentase yang paling besar yaitu 43.com Kata Kunci ABSTRAK Persepsi Guru Pamong.33% yaitu kategori Sangat Baik (SB). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi dan Angket. (4) Indikator komponen akademik mahasiswa PPL-2 persentase yang paling besar yaitu 46. (3) Indikator komponen sosial atau sikap mahasiswa PPL-2 persentase yang sangat tinggi sebesar 58. iklim keilmuan di berbagai Perguruan Tinggi mengemban tanggung perguruan tinggi yang mestinya mampu jawab dan kewajiban yang besar. politik dan PENDAHULUAN dimensi lainnya. masayarakat. hukum. 1. berdasarkan persepsi dari 20 guru pamong Terhadap 53 mahasiswa yang ber PPL-2 di sekolah tersebut dari 4 indikator yang terdiri dari 25 pernyataan terdapat: (1) Indikator komponen profesional mahasiswa PPL-2 persentase yang paling besar yaitu 53. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 PERSEPSI GURU PAMONG TERHADAP MAHASISWA PRAKTEK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL2) PROGRAM STUDY PENDIDIKAN AKUNTANSI UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG TAHUN 2015 Neta Dian Lestari Dosen Universitas PGRI Palembang neta_obyta@yahoo. Variabel penelitian dalam penelitian ini adalah menggunakan Variabel tunggal yaitu Persepsi Guru Pamong terhadap Praktek Pengalaman Lapangan (PPL2) Mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi Tahun Akademik 2015/2016. Tanggung menjadi sarana para mahasiswa menjadi sosok jawab tersebut khususnya menyangkut kegiatan yang unggul dan profesional. keagamaan. diharapkan nantinya dapat memberikan Sumber daya manusia (SDM) tersebut kontribusi bagi peningkatan kualitas sumber sebaiknya diberikan bekal pengalaman daya manusia (SDM) bangsa ini. Kegiatan Praktek Pengalan 61 .33% kategori Baik (B). di antaranya dalam pemahaman dan pencerahan dan memberikan pengaruh positif pemikiran masyarakat yang terbuka dan cerdas bagi peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan dalam bidang apapun: seperti pendidikan. Hasil penelitian didapatkan bahwa Mahasiswa program studi Pendidikan Akuntansi FKIP Universitas PGRI Palembang pada pelaksanaan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL-2) di 17 Sekolah yang telah peneliti teliti. sebagian besar melahirkan sumber daya intelektual. yang belum tampak.33% kategori Baik (B). kesehatan. Latar Belakang Sayangnya. sumber daya manusia di perguruan dalam Wibowo 2012:1) tinggi tersebut adalah mahasiswa.

2010:99) Akuntansi Universitas PGRI Palembang “Persepsi merupakan proses yang Praktek Pengalan Lapangan (PPL2) tahun 2015. 1. 1. diharapkan hasil Dalam kesempatan ini peneliti tertarik penelitian ini sebagai bahan motivasi meneliti tanggung jawab perguruan tinggi dan pendorong mahasiswa untuk melahirkan sumber data manusia (SDM) menjadi lulusan yang berkualitas. penginterprestasian Kepada stimulus yang diterima oleh organisme atau 62 .1 Pembatasan Masalah Agar pembahasan dan penelitian ini TINJAUAN PUSTAKA tidak menyimpang dari sasaran yang 2. Bagi Mahasiswa. 2010:102) diteliti adalah : Bagaimana persepsi guru “Persepsi juga merupakan proses pamong kepada mahasiswa Praktek pengorganisasian.3 Tujuan Penelitian profesional. membedakan. Bagi Universitas atau Program studi.2. KEPADA MAHASISWA PARKTEK 4.2 Rumusan Masalah dalam otak manusia. penciuman.1 Pengertian Persepsi diharapkan. Sekolah Menengah Atas (SMA). untuk memberikan pengalaman dan motivasi bagai mana menjadi lulusan yang unggul dan 1. dan dapat dipergunakan sebagai referensi. 2. menjalankan perannya sebagai pendidik. maka sudah mahasiswa praktek pengalaman lapangan semestinya pendidikan memberikan Program Studi Pendidikan Akuntansi tahun pengalaman yang menjadi ruh dalam 2015.4 Kontribusi Penelitian karena itu lulusan perguruan tinggi terutama Adapun kontribusi yang diharapkan lulusan Universitas PGRI Palembang. dibidang pendidikan. (Walgito. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 Lapangan (PPL2) dan Praktek Kerja Lapangan Pengalaman Lapangan (PPL-2) Program Studi (PKL) merupakan strategi perguruan tinggi Pendidikan Akuntansi tahun 2015?.5 Luaran yang Diharapkan RUMUSAN MASALAH Peneliti mengharapkan hasil penelitian ini dapat di publikasikan di Jurnal Nasional. tujuan penelitian ini adalah: Untuk kepada mahasiswa beserta seluruh civitas mengetahui persepsi guru pamong kepada akademika perguruan tinggi. “Persepsi adalah suatu proses yang Akuntansi yang di dambingi oleh guru pamong didahului oleh proses pengindrraan yaitu indra di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan penglihatan. 1. AKUNTANSI TAHUN 2015”. tempat pengecapan dan indra kulit atau juga disebut mahasiswa Program Studi Pendidikan proses sensoris”. Oleh 1. Bagi peneliti lain. pengalaman selama proses belajar bahan informasi pengetahuan.2 PEMBATASAN MASALAH DAN 1. diharapkan hasil lapangan (PPL2) di sekolah Se-Kota Palembang penelitian ini dapat memberikan dengan judul “PERSEPSI GURU PAMONG pengetahuan yang luas. perlu dalam penelitian ini adalah: membersiapkan lulusan yang berkualitas.2. maka ruang lingkup dalam Kemampuan mengenal. yaitu keterampilan unggul dan profesional. Bagi Guru. mengajar. menyangkut masuknya pesan atau informasi ke 1. mahasiswa dalam praktek pengalaman 3. Dilihat dari perumusan masalah yang Guna memberikan pengalaman dan bekal ada. hasil penelitian ini unggul dan profesional dengan memberikan diharapkan dapat digunakan sebagai bekal. PENGALAM LAPANGAN (PPL2) lebih meningkatkan kualitas PROGRAM STUDY PENDIDIKAN pembelajaran. melalui presepsi manusia Sehubungan dengan latar belakang di terus menerus mengadakan hubungan dengan atas maka timbulah suatu masalah yang akan lingkupnya” (Slameto. pendengaran. penelitian ini adalah : Subjek penelitian ini mengelompokan dan seterusnya disebut adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan persepsi.

dan 3) mahasiswa calon guru/pendidik. dikelola dan ditata Kementrian Agama Kota Palembang. PPL-1 bersama micro teaching dilaksanakan kependidikan di luar mengajar secara di kampus seperti mata kuliah lain pada terbimbing dan terpadu untuk memenuhi semester VI dan diberi bobot 2 sks. Menurut Oemar Hamalik Dalam PPL-2 mahasiswa berkesempatan (2009: 171). perasa dan pencium. mengajar maupun tugas-tugas kependidikan di dan mendiskusikan atau mengomentari luar mengajar secara terbimbing dan terpadu penampilan mengajarnya. Dalam PPL-1 mahasiswa satu kegiatan intrakurikuler yang dilaksanakan perlu mendapat bimbingan menyususn oleh mahasiswa yang mencakup latihan persiapan mengajar. Peserta diskusi ialah calon guru sekelas dan pelaksanaan diskusi untuk memenuhi persayaratan pembentukan dipimpin oleh dosen pembimbing. 2) Guru Pamong. Dari di luar sekolah. dan Praktek Pengalaman Lapangan Dua (PPL- baik latihan mengajar maupun tugas-tugas 2). Berorientasi pada kompetisi di SMPdan SMA PGRI atau SMP dan SMA b. dan merupakan aktivitas yang persyaratan pembentukan profesi kependidikan. pendengaran. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 individu sehingga merupakan sesuatu yang secara terbimbing dan terpadu untuk memenuhi berarti. 2014:1). 2014:2) mencakup baik pelatihan mengajar maupun Persyaratan Akademis (UnivPGRI. (UnivPGRI. peraba. Sasaran Praktik Pengalaman Lapangan 2. (PPL) dilaksanakan dalam dua taha. Cukup persyaratan pembentukan profesi kependidikan. nilai dan sikap. Dilaksanakan.2 Pengertian Praktek Pengalaman Sasaran yang ingin dicapai dalam Praktek Lapangan Pengalaman Lapangan adalah pribadi calon Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia guru/pendidik yang memiliki seperangkat (2005: 892) praktik adalah pelaksanaan secara pengetahuan. tugas-tugas kependidikan di luar mengajar 2014:3). pendidikan (UnivPGRI. nyata apa yang disebut dalam teori. integrated dalam diri individu”. yaitu Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Praktek Pengalaman Lapangan Satu (PPL-1) dilaksanakan oleh mahasiswa yang mencakup. dalam melaksanakan Praktek Pengalaman Lapangan merupakan Praktek Pengalaman Lapangan dibimbing oleh: kegiatan intrakurikuler yang dilakukan oleh 1) Kepala Sekolah. melaksanakan pengajaran. (Walgito. Mahasiswa boleh melaksanakan PPL- 63 . swasta yang disetujui Kepala Kantor c. MTS dan MA negeri maupun kependidikan lainnya. secara terbimbing dan terpadu Pembimbing. pengalaman lapangan beroreintasi berlatih melaksanakan pengajaran yang pada: sebenarnya di sekolah-sekolah. Praktek Pengalaman Lapangan keadaan nyata. Sedangkan serta pola tingkah laku yang diperlukan bagi menurut Komaruddin (2006: 200) “Praktik profesinya serta cakap/mampu dan tepat merupakan cara melaksanakan dalam keadaan menggunakannya di dalam penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran di sekolah ataupun nyata apa yang dikemukakan dalam teori”. profesi kependidikan. (UnivPGRI. 2014:1) 2003:47) Tujuan Praktik Pengalaman Lapangan Berdasarkan beberapa pendapat diatas Praktek Pengalaman Lapangan bertujuan untuk dapat disimpulkan teentang persepsi nyaitu melatih mahasiswa calon guru dalam profesi suatu proses informasi melalui keguruan dan profesi kependidikan lainnya pengornanisasian dan penginderaan terdadap sehingga mereka mampu mengembangkan diri stimulus yang diterima oleh setiap individu sesuai dengan tuntutan perkembangan melalui sensoris yitu pengliatan. yang Dosen Pembimbing. yakni di Pengalaman lapangan merupakan salah sekolah-sekolah. keterampilan. Baikkan PPL-2 di luar kampus. 2014:1) definisi tersebut dapat kita lihat bahwa praktik Tahap-Tahap Praktik Pengalaman merupakan suatu pelaksanaan dari teori dalam Lapangan. (UnivPGRI. PPL-2 berlokasi a. Terarah pada pembentukan negeri dan swasta lain yang telah disetujui oleh kemampuan-kemampuan profesional Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga siswa calon guru atau tenaga Kota Palembang.

Mengobservasi. Dosen Pembimbing Tugas dosen pembimbing adalah 3. (UnivPGRI. dan (UnivPGRI.2 Tugas Kepembimbingan mengajar. Menilai penampilan mahasiswa calon guru. Memperkaya dan memantapkan sebagai berikut: penampilan mahasiswa dalam kegiatan pengalaman lapangan 1.2014:15-16). dan kepada sekolah diperlukan untuk menyelesaikan dalam berbagai kegiatan pengalaman lapangan bahan pelajaran: c) evaluasi berdasarkan koordinasi pelaksanaan masing- meliputi: lama waktu ulangan. mengenai penampilan mahasiswa calon Berikut ini daftar mata kuliah yang harus guru atau pendidik dalam pelaksanaan ditempuh oleh mahasiswa sebelum mengikuti latihan mengajar.1 Sistem Praktek Pengalaman guru melaksanakan praktek Lapangan pengalaman lapangan. Memantapkan penampilan mahaiswa lulus dengan nilai minimal C pada Program calon guru atau pendidik dalam Studi Pendidikan Akuntansi yaitu: kegiatan pengalaman lapangan dengan a) Telaah kurikulum SMU mananamkan kepercayaan pada diri b) Belajar dan Pembelajaran sendiri dalam penguasaan perbagai c) Perencanaan Pengajaran Akuntansi d) Strategi Belajar Mengajar Akuntansi keterampilan. dan mahasiswa calon guru dalam latihan pengalaman lapangan kepala sekolah. membantu merencanakan diselenggarakan dengan terbimbing.3. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 2 apabila telah lulus dan meyelesaikan 80 sks mengenai pelaksanaan praktek dan telah mengikuti Praktek Microteaching.3. terarah dan kegiatan belajar mengajar yang terpadu. Kepembimbingan Praktek Pengalaman Lapangan merupakan menganalisis kegiatan tugas dosen pembimbing. 4.3 Sistem Tugas Kepembimbingan b. mencatat. 2. guru pamong. Menyelenggarakan diskusi dengan laporan kepada kepala sekolah mahasiswa calon guru/pendidik tentang aktivitas mahasiswa 64 . yaitu Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) . dan cara meniali: dan d) Keterampilan 2. Membimbing mahasiswa calon 2. pengalaman lapangan. kemudian memberi 2. Membimbing Mahasiswa calon guru dengan menanamkan rasa atau pendidik secara individual dalam perencanaan kegiatan pengalaman percaya diri lapangan. 2014:15) bentuk soalulangan. penjabaran tugas berdasarkan pola dan system kepemimbimbingan adalah sebagai berikut: instruksional yang ditetapkan. 5. 2014:5). Dalam system ini mahasiswa calon guru atau pendidik di bimbing oleh dosen berhubungan dengan a) urutan bahan pelajaran: b) waktu yang pembimbing. a. Tugas kepembimbing 2. PPL-2 dan mahasiswa yang bersangkutan harus 4. Membimbing kemampuan keterampilan dasar mengajar. Bersama guru pamong e) Evaluasi Pengajaran Akuntansi menyususn program f) PPL-1 g) Praktek Microteaching pengalaman: dan (UnivPGRI. 6. Guru Pamong Praktek Pengalaman Lapangan 1. Termasuk didalamnya kemampuan dasar 3. guru pamong. Bersama guru pamong menilai keguruan yang menjadi basis pelaksanaan mahasiswa calon guru atau pendidik belajar-mengajar pada program studinya. masing sehingga tujuan yang dikendaki tercapai.

1 Variabel Penelitian pengalaman lapangan.2. dan membimbing. dan Lapangan (PPL2) mahasiswa program studi dosen pembimbing. Mengusahakan dan memelihara apa yang menjadi titik perhatian penelitan kondisi bimbingan dalam (Arikunto. 2015. yang berhak memberikan penilaian c. 2. Merencanakan. Objektif. sikap dan orientasi: Mempersiapkan garis. memberikan bantuan kepada guru pamong mengenai PROSEDUR PENELITIAN bimbingan pelaksanaan 3. Mengevaluasi kegiatan 3.2 Definisi Operasional Istilah mahasiswa calon guru atau 3. pendidik 1. Pedoman Praktek pengolahan sekolah. perasa dan pencium. yaitu agar mahasiswa calon guru atau pendidik dapat seluruh staf sekolah dan memperbaiki kekurangannya (remedial) dan mahasiswa. 3. 6. “Variabel adalah objek penelitian atau 4. dosen Kepala Sekolah bertugas sebagai pembimbing. Kepala Sekolah adalah kepala sekolah. yaitu calon guru atau pendidik dengan menilai apa adanya. yaitu dari permulaan Memperkenalkan mahasiswea sampai dengan akhir kegiatan. mahasiswa dalam proses pengorganisasian. Komponen Akademik kegiatan bimbingan dan (_______. pendidikan akuntansi tahun 2015. kontinyu 1.1 Persepsi Guru Pamong pendidik dalam pengelolaan Persepsi guru pamong yang di maksud sekolah dan ikut mengevaluasi yaitu stimulus guru pamong atau pendapat guru mahasiswa dalam tugas-tugas pamong kepada kinerja individu dalam hal ini lain. guru pamong . Kontinyu.2 Praktek Pengalaman Lapangan pelaksanaan praktek pengalaman Praktek Pengalaman Lapangan adalah lapangan kepada FKIP salah satu strategi perguruan tinggi dalam Universitas PGRI Palembang. Memberikan laporan mengenai penginderaan yaitu alat indara penglihatan. pendengaran. Mengkoordinasikan kegiatan. kegitan-kegiatan bimbingan dan 3. dan 3. Memberiakn memantapkan aspek-aspek yang sudah baik. 2015. dan dosen penguji. Pengalaman Lapangan (PPL). yang mencakup baik Pengalaman Lapangan (PPL). 4. keterampilan mahasiswa calon guru atau garis besar orientasi: pendidik. menciptakan lulusan yang berkualitas. Komponen Profesional 2. Komponen Social mengkoordinasikan kegiatan. peraba. Komponen Personal menyelenggarakan. menyeluruh. Universitas PGRI Palembang: CV Yoga kegiatan supervisi dan Sahuri). pelatihan mengajar maupun tugas-tugas Universitas PGRI Palembang: CV Yoga kependidikan di luar mengajar secara Sahuri) terbimbing dan terpadu untuk memenuhi 65 . Pedoman Praktek calon guru /pendidik. yaitu mengkoordinasikan acara meliputi aspek pengetahuan. Membimbing.2. sebagai (_______. 2010:159). 5. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 untuk diteruskan kepada FKIP Penilaian kegiatan Praktek Pengalaman Universitas PGRI Palembang. Lapangan. kesempatan observasi umum Sasaran nilaian diorientasikan kepada empat hal kepoada calon guru atau yaitu. Penelitian ini pelaksanaan praktek pengalaman menggunakan Variabel tunggal yaitu persepsi lapangan yang baik bagi guru pamong kepada Praktek Pengalaman mahasiswa guru pamong. Merencanakan dan objektif. berikut: Penilaian bersifat menyeluruh.

1 Populasi 19 SMA PGRI 4 1 2 “Populasi adalah generalisasi yang Palembang terdiri atas: objek atau subjek yang mempunyai 20 SMA PGRI 5 2 4 kuantitas dan karakteristik tertentu yang Palembang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan 21 SMA Setia Darma 1 2 Palembang kemudian di tarik kesimpulan” (Sugiono.2013 : 22 SMA Pembina 2 4 61). sampel Palembang 8 SMA Negeri 10 1 3 ini dilakukan dengan cara mengambil subjek Palembang bukan didasarkan atas adanya tujuan tertentu. 2010 :174). Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 persyaratan pembentukan profesi kependidikan 17 SMA PGRI 2 2 5 yang unggul dan profesional. Palembang Populasi dalam penelitian ini yaitu 23 SMA Sriguna 1 3 seluruh guru pamong yang menjadi guru Palembang 24 SMA Azharyah 1 3 pembimbing mahasiswa program studi Palembang pendidikan akuntansi yang melaksanakan 25 SMA YWKA 1 3 praktek pengalaman lapangan (PPL2) SMK dan Palembang SMA di kota Palembang. yaitu berjumlah 31 26 SMK Negeri 1 1 4 Palembang Sekolah. Palembang 3.2 Sampel Palembang “Sampel adalah sebagian atau wakil 6 SMA Negeri 8 1 3 populasi yang diteliti” (Arikunto.3. Palembang Sampel yang diambil dalam penelitian ini 7 SMA Negeri 9 1 3 menggunakan teknik random sampling.3 Populasi Dan Sampel 18 SMA PGRI 3 2 3 Palembang 3. 13 SMA Negeri 16 2 4 Palembang TABEL 2 14 SMA Negeri 18 1 3 SAMPEL PENELITIAN Palembang No Sekolah Guru Mahasiswa 15 SMA Negeri 19 1 3 Pamon PPL-2 Palembang g 16 SMA PGRI 1 1 3 1 SMK N 1 1 4 Palembang Palembang 66 . 27 SMK Negeri 3 2 4 TABEL 1 Palembang POPULASI PENELITIAN 28 SMK Swakarya 1 2 No Nama Guru Mahasiswa Palembang Sekolah Pamong PPL-2 29 SMK Setia Darma 1 2 1 SMA Negeri 1 1 3 Palembang Palembang 30 SMK Pembina 1 3 4 Palembang 2 SMA Negeri 2 1 2 31 SMK PGRI 1 2 5 Palembang Palembang 3 SMA Negeri 3 2 5 Jumlah 47 101 Palembang Sumber: Micrteaching Universitas PGRI 4 SMA Negeri 4 2 3 Palembang (2015) Palembang 5 SMA Negeri 5 2 3 3. 9 SMA Negeri 11 3 3 Berdasarkan penyebaran Angket yang Palembang peneliti lakukan di 31 sekolahnya 25 sekolah 10 SMA Negeri 12 2 3 Palembang yang peneliti dapat sebarkan dan dari 25 11 SMA Negeri 14 1 2 sekolah tersebut hanya 17 sekolah yang Palembang merespon sehingga peneliti hanya mendapatkan 12 SMA Negeri 15 2 5 20 Guru pamong yang bersedia mengisi atau Palembang mengembalikan Angket yang peneliti sebarkan.3.

19 1 3 pertanyaan tertulis yang diberikan kepada Palembang responden sebenarnya” (Arikunto. Angket yang Palembang 14 SMA YWKA 1 3 digunakan dalam penelitia ini adalah angket Palembang tertutupatau disebut juga close fromn questioner 15 SMA SETIA 1 2 yaitu angket yang disusun dengan DARMA Palembang menggunakan pilihan jawaban yang lengkap 16 SMA 1 3 terdiri dari lima opsen yaitu Sangat Baik (SB) 5. sehingga Palembang pengisian responden hanya memberikan tanda Jumlah 20 53 silang pada jawaban yang sesuai. notulen rapat. 3 2 5 prasasti. pertanyaan dan isu-isu yang Personal dihadapi” (Sugiono. majalah. Kurang Baik Palembang 17 SMA PGRI 1 1 3 (KB) 2. Palembang 6 SMA N. angket yang disusun 67 . 16 2 4 data yang menggunakan sejumlah daftar Palembang 12 SMA N. 4 1 2 dalam penelitian ini digunakan untuk Palembang mengetahui jumlah guru akuntansi di sekolahan 8 SMA N.1 Dokumentasi DARMA “Dokumentasi yaitu mencari data Palemang mengenai hal-hal atau variabel yang berupa 5 SMA N. surat kabar.”Angket adalah metode pengumpulan 11 SMA N. Dokumen 7 SMA N. A Palembang 3. agenda san Palembang sebagainya” (Arikunto. SRIGUNA Baik (B) 4. 9 1 3 pengalaman lapangan (PPL2) dan mahasiswa palembang program studi Akuntansi yang menjalani PPL 2. 10 SMA N. Adapun tujuan dari npenelitian dilakukan dengan langkah sebagai berikut: deskriptif ini adalah untuk menggambarkan 1. Cukup Baik (CB) 3. legger. 3.4 Metode Penelitian TABEL 3 “Metode penelitian merupakan KISI-KISI UJI INSTRUMEN ANGKET rangkaian cara atau kegiatan pelaksanaan No Variabel Indikator Jumlah Nomor penelitian yang didasarkan oleh asumsi-asumsi 1 Presepsi Komponen 9 1-9 Guru Profesional dasar. 2010:274). 5 1 3 yang menjadi pamong mahaiswa praktek Palembang 9 SMA N. buku. 10 1 3 3. 2013:52) Komponen 6 16-21 Metode yang digunakan dalam Sosial/Sikap penelitian ini adalah metode deskriftif. 1 1 3 catatan.5.5 Teknik Pengumpulan Data 3 SMK PGRI 1 2 5 Teknik pengumpulan data yang Palembang digunakan dalam penelitian ini adalah: 4 SMK SMK 1 2 SETIA 3. Sangat Kurang Baik (SKB) 1. Menghitung skor jawaban berdasarkan keadaan atau status fenomena mengenai fakta. suatu objek. “Metode Komponen 4 22-25 deskriptif merupakan suatu metode dalam Akademik Jumlah 25 25 meneliti status kelompok manusia. pandangan-pandangan filosofis dan Pamong Komponen 6 10-15 ideologis. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 2 SMK 1 2 fakta yang diselidiki untuk memperoleh SWAKARY kesimpulan. 3. 2010:268) 13 SMA 1 3 Angket digunakan untuk mengetahui persepsi AZHARYAH guru pamong melalui pertanyaan.5. Terhadap praktek pengalaman lapangan (PPL2) 2003:2005).6 Teknik Analisis Data Angket suatu sistem pemikiran ataupun suatu kelas Analisis tentang presepsi guru pamong peristiwa padamasa sekarang” (Nazir. transkrip.2 Kuesioner atau angket Palembang .

PEMBAHASAN sosial dan komponen akademik yaitu sebagai 4.1. Guru pamong tersebut di minta mengisi 50  x  75 53  x  67 Sedang 75  x  120 67  x  80 angket dengan 25 pertanyaan.1 Hasil Penelitian berikut: 4.99. Teknik pengumpulan data X  25 X  40 Sangat yang digunakan adalah teknik dokumentasi dan 5  x  50 40  x  53 Rendah Rendah angket.99% = Pada umumnya Tinggi) dan komponen akademik sebesar 100% = Seluruhnya 84. selanjutnya data dan dirata-ratakan dari keempat kategori diinterpretasikan menggunakananalisis tersebut adalah sebesar 83. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 2. personal. Penafsiran data menggunakan dua angka di Komponen Sosial/Sikap dan Komponen belakang koma. Menginterprestasikan angket tersebut Pendidikan Akuntansi melaksanakan Praktek ke dalam tabel penelitian presepsi guru Pengalaman Lapangan (PPL-2). deduktif dan induktif sesuai dengan kebutuhan.74.1.99% = Sebagian kecil professional sebesar 82.2 Deskriftif Gambaran Pelaksanaan sebagai berikut: Penelitian TABEL 4 Penelitian ini di lakukan Kepada 17 PEDOMAN PENILAIAN ANGKET Sekolah tempat Mahasiswa Program Studi Jumlah Jumlah Kategori Pendidikan Akunatsni melakukan PPL-2 pada Dalam Dalam tahun2015.4 Kesimpulan Hasil Penelitian Kesimpulan hasil penelitian dari HASIL PENELITIAN DAN keempat komponen prosesional.3 Deskriftif Data Hasil Penelitian Keterangan: Berdasarkan hasil angket kepada 20 guru SA = Skor Akhir dalam bentuk persentase pamong. Mengangkat indikator yaitu . komponen 50. Menghitung persentase frekuensi presepsi meminta guru pamong mengisi angket.49. (2004: 84). oleh Supardi dalam Prahatmaja.34% 50% = Setengahnya (Kategori Sangat Tinggi).44% (Kategori Sangat 25% .5% (Kategori Sangat Tinggi). Sampel penelitian diambil kepada Skor Persentase 20 guru pamong. 4. Komponen Personal.01% . Penelitian ini Tinggi 120  x  12580  x  100 Sangat peneliti melibatkan beberapa mahasiswa yang Tinggi ber PPL-2 di sekolahan dimana mereka (Saifuddin Azwar ( 2010: 107-109) beerPPL-2 dan peneliti sendiri yang datang 3.99% = Hampir setengah Tinggi). dimana 17 sekolah tersebut adalah tempat sebagian mahaiswa Program Studi 68 . Komponen Profesional. Kesimpulan Setelah dibuat persentase. Angket guru pamong Terhadap Mahasiswa PPL2 ini di kumpulkan selama tiga minggu dari bulan 𝑠 25 Oktober sampai 10 November 2015.1.00% = Tidak ada sebagai berikut (lampiran2): komponen 0.01% . pamong dengan menggunakan kreteria 4.75% (Kategori kuantitatif.66% (Kategori Sangat 75% . komponen personal sebesar 85.99% = Sebagian besar sosial/sikap sebesar 88.24.1.1 Lokasi Objek Tempat Penelitian Penelitian ini peneliti lakukan di 17 sekolah. jadi peneliti tidak lagi Dalam penafsiran data digunakan metode melakukan Validitas dan Reabilitas uji coba penafsiran data sebagaimana di kemukakan Angket. dengan menggunakan metode Sangat Tinggi). angket yang terdiri dari 25 pertanyaan s = Skor yang diperoleh di mana pertanyaan tersebut peneliti ambil dari 100 = angka tetap buku pedoman Praktek Pengalaman Lapangan sm = skor maksimum (PPL-2) Edisi 2014. sebagai berikut: Akademik maka hasil yang ditemukan adalah 0. SA= 𝑠𝑚 𝑥 100 4.

67% 15% 20 dan komponen akademik mahasiswa PPL-2 Sosial / Sikap persentase kategori Sangat Baik (SB) 41. agar pengusaan Lapangan (PPL-2) di 17 Sekolah yang telah materi mahasiswa dalam kategori Sangat Baik.5% 20 yang paling besar yaitu 42. kategori Baik (B). Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 TABEL 9 Indikator komponen akademik mahasiswa PPL- PERSENTASI KESIMPULAN HASIL 2 persentase yang paling besar yaitu 46. Jumlah 41.40% kategori Baik Tinggi). peneliti teliti. Berarti komponen akademik NO Indikator SB B CB KB SKB Ket mahasiswa program studi pendidikan akuntansi 1 Komponen 29. Tinggi).25% 46.33% kelak. komponen sosial/sikap sebesar 88. personal. yang mengikuti PPL-2 dalam kategori Baik dan Berdasarkan penjelasan diatas bahwa Sangat Baik. Kesimpulan dan dirata-ratakan dari Berarti dapat ditarik kesimpulan bahwa keempat kategori tersebut adalah sebesar mahasiswa program studi pendidikan akuntansi 83.2 PEMBASASAN Mahasiswa Parktek Pengalam Lapangan Hasil penelitian didapatkan bahwa (PPL2) Program Study Pendidikan Akuntansi Mahasiswa program studi Pendidikan Tahun 2015.42% 4 Komponen 36.75% (Kategori Sangat Tinggi). yang telah mahasiswa program studi pendidikan akuntansi diuraikan pada BAB IV. Namun Akuntansi FKIP Universitas PGRI Palembang perlu ada nya peningkatan kualitas pengajaran pada pelaksanaan Praktek Pengalaman Kepada ilmu Akuntansinya.25% JAWABAN RESPONDEN kategori Baik (B).40% 16. (Kategori Sangat Tinggi) dan komponen Sedangkan untuk kategoti Kurang Baik (KB) akademik sebesar 84. akuntansi pada saat PPL-2 Sangat Baik. (3) Indikator menyimpulkan bahwa Mahasiswa/i Program komponen sosial atau sikap mahasiswa PPL-2 Studi Pendidikan Akuntansi yang menjalani persentase yang sangat tinggi sebesar 58. Berarti profesional mahasiswa program studi pendidikan akuntansi pada saat PPL-2 sudah Baik.22% 20 Profesional pada saat PPL-2 sudah Baik.40% kategori Baik Akademik (B) dan kategori Cukup Baik (S) 16.34% (Kategori Sangat yang paling besar yaitu 42. personal. sosial/sikap dan sebagai berikut: komponen professional sebesar komponen akademik mahasiswa PPL-2 82.18%. Berarti komponen personal Berdasrkan hasil penelitian. berdasarkan persepsi dari 20 guru karena penguasaan materi tersebutlah tonggak pamong Kepada 52 mahasiswa yang ber PPL-2 kemampuan mahasiswa sebagai calon guru di sekolah tersebut dari 4 indikator yang terdiri akuntansi yang profesional dan mampu berdaya dari 25 pertanyaan terdapat: (1) Indikator saing.33% 26. dinilai sudah amat baik.33% Praktek Pengalaman Lapangan (PPL-2). Berarti komponen sosial berdasarkan pendapat dari 20 guru pamong atau sikap mahasiswa program studi pendidikan yang menjadi responden pada penelitian ini.(2) Indikator komponen personal mahasiswa PPL-2 Simpulan Dan Saran persentase yang paling besar yaitu 43. maka peneliti pada saat PPL-2 sudah Baik.5% (Kategori Sangat dan Sangat Kurang Baik (SKB) tidak ada. komponen persentase kategori Sangat Baik (SB) 41.67% 43.42% personal sebesar 85.66% (B) dan kategori Cukup Baik (S) 16. yaitu kategori Sangat. Berdasarkan tabel diatas disimpulkan Berdasarkan Lampiran 2 dapat terlihat bahwa dari keempat indikator komponen rata-rata hasil berdasarkan skala skor yaitu profesioanl.33% 17.44% (Kategori Sangat Tinggi).42% 42.18%.45% 53.18% 120 Cukup Baikkan untuk kategoti Kurang Baik Persentase (KB) dan Sangat Kurang Baik (SKB) tidak ada. secara umum Persepsi Guru Pamong Kepada 4.33% Simpulan kategori Baik (B).33% 15% 20 Kesimpulan dari keempat indikator Personal komponen profesioanl. sosial/sikap 3 Komponen 58. sertda dapat mentrasfer ilmu yang komponen profesional mahasiswa PPL-2 didapat di perkulihaan kepada anak didiknya persentase yang paling besar yaitu 53. (4) menyatakan Praktek Pengalaman Lapangan 69 .25% 17. 2 Komponen 41.

Daftar Pustaka Alwi Hasan. Yogyakarta: CV Andi Offset 4. 2010. Metode & Teknik Menyusun profesional. sosial dan akademik. Saifuddin. belajar dan tingkat kan ke empat komponen yaitu profesional. Dasar-dasar sebagi calon guru.Skripsi tidak dipublikasikan. dan Anwar. Penyusunan Skala indikator yang terdiri dari: (1)Indikator Psikologi. 2015. 2006. Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional Balai Pustaka. personal dan akademik agar Proposal Penelitian. Komaruddin. Dari Empat Prahatmaja. 2004. Bandung PPL-2 (3) Indikator komponen sosial atau sikap Nazir. 2010. Bimo. Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinta. Prahatmaja. sosial dan sikap mahasiswa/i Program Studi Oemar Hamalik. agar dapat meningkatkan kualitas Riduwan. Metode Penelitian. Metode Penelitian Pendekatan program studi pendidikan akuntansi. Suharsimi. Perilaku Pengguna dalam Mencari dan indikator tersebut indikator komponen sosial Pemanfaatan Informasi di Pusat atau sikap mahasiswa PPL-2 menunjukan Dokumentasi Solopos. Peran program studi Pendidikan akuntansi Padjadjaran. Kualitatif dan R&D. Peran Dosen lebih mengembangkan strategi Bandung : Alfabeta pembelajaran yang dapat membantu Sugiyono2. membantu dan membimbing mahasiwa/i _______. Bandung: antara lain sebagai berikut: Fakultas Komunikasi Universitas 1. Pengantar Psikologi Program Studi Pendidikan Akuantansi. Yogyakarta: Pustaka Belajar. Statika Untuk penelitian. Perilaku Saran Pengguna dalam Mencari dan Berdasarkan hasil penelitian maka peneliti Pemanfaatan Informasi di Pusat memberikan beberapa saran.Skripsi tidak dipublikasikan. Bandung: persentase tertinggi yaitu sebesar 58. 2009. personal. 2013. Arikunto. Nurmaya. Bagi Mahasiswa diharapkan dapat dan Wibowo. Proses Belajar Pendidikan Akuntansi Sangat Baik dan perlu di Mengajar. mahasiswa lebih aktif dalam belajar dan Bandung : Alfabeta dapat menumbuhkan sikap profesional Supardi. 2. komponen profesional mahasiswa PPL-2. Jakarta: Rineka Cipta 70 . Agus. Yogyakarta: Pustaka Pelajar kemampuan yang dimiliki. 2005. Yogyakarta : UII 3. dan (4)Indikator komponen Salemba Empat akademik mahasiswa PPL-2. 2010. 2010. Pengembangan dan (2)Indikator komponen personal mahasiswa Pelatihan.33% Fakultas Komunikasi Universitas dengan kategori Sangat Baik. berarti komponen Padjadjaran. S. Umum. Nurmaya. Jakarta: Renika Cipta dan profesional sesuai dengan visi dan misi Sugiyono. Kappa-Sigma. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. 2013. Perilaku Organisasi. Jakarta: mahasiswa PPL-2. 2004. 2010. 2010. 2004. Pedoman Praktek Pengalaman PPL-2 Universitas PGRI Palembang. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 (PPL-2) sudah Baik. dan Lapangan (PPL). Bandung: Alfabeta menjadi sangat baik dan berkualitas unggul Slamento. dkk. Universitas PGRI memberikan pengalaman dan pembelajaran Palembang: CV Yoga Sahuri yang baik khususnya kepada mahasiswa/i Walgito. Pendidikan Karakter di mampu secara mandiri dan sadar akan Perguruan Tinggi. saran tersebut Dokumentasi Solopos. Peran Guru pamong diharapkan dapat Press. Kamus Besar Bahasa Indonesia. 2003. Hal ini dapat dilihat dari 4 Azwar. Kuantitatif. Bandung: Bumi Aksara pertahankan.

perhatian. Sementara itu motivasi adalah yang mendasari belajar siswa. baik formal Motivasi muncul karena ada kebutuhan. pengaruh minat belajar terhadap prestasi belajar siswa dan pengaruh motivasi dan minat belajar sejarah bersama-sama terhadap prestasi belajar IPS siswa kelas VIII PENDAHULUAN dalam belajar seperti perasaan. mencapai suatu tujuan tertentu. Minat juga diartikan sebagai Ilmu Pengetahuan Sosial ketertarikan terhadap sesuatu. Motivasi belajar ini manusia yang dapat menggunakan segala tidak hanya tumbuh dari dalam diri siswa kemampuan yang ada pada dirinya dalam melainkan motivasi juga dapat muncul berkat menghadapi tantangan hidup maupun adanya daya penggerak dari orang lain guna mengatasi kesulitan-kesulitan yang timbul menambah semangat belajar siswa baik di sepanjang hidupnya. yaitu dengan menganalisis gejala dan masalah sosial di motivasi. mengembangkan ilmu pengetahuan dan Proses belajar ini akan berjalan lancer kalau di teknologi pada peserta didik.aryanti@yahoo. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 PENGARUH MOTIVASI DAN MINAT BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR PADA MATA PELAJARAN IPS Silvia Arianti Universitas PGRI Palangka Raya silvia. rumah maupun di sekolah.com Kata Kunci ABSTRAK Motivasi Dari sekian banyak faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa Minat khususnya pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) adalah faktor Prestasi belajar minat dan motivasi belajar. Karena ini sertai dengan minat. bagus/tinggi. Perlu kita ingat prinsip pendidikan yang bertujuan membahas bahwa salah satu indikator keberhasilan dalam masalah sosial atau bermasyarakat untuk pembelajaran adalah jika siswa atau peserta mencapai tujuan khusus pendidikan melali didik memperoleh hasil belajar yang program pengajaran IPS pada tingkat sekolah. menelaah. maupun informal sangat menentukan dalam begitu juga minat sehingga tepatlah kalau mengajarkan agama dan akhlak mulia dan minat merupakan alat motivasi yang pokok. Penelitian ini didasarkan kepada pemikiran bahwa Motivasi dan Minat Belajar siswa merupakan salah satu faktor penting yang memegang peran dalam pencapaian prestasi belajar siswa. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) adalah bidang Pemberian dorongan agar tumbuh untuk studi yang mempelajari. Padahal kedua terdpat unsur-unsur yang bersifat dinamis metode tersebut dapat membuat siswa suka 71 . Demikian juga motivasi merupakan masyarakat dengan meninjau dari berbagai faktor yang sangat penting di dalam kegiatan aspek kehidupan atau satu perpaduan (Sardiyo. Di sekolah guru sering terjebak Motivasi adalah salah satu faktor menggunakan metode pengajaran yang psikologis yang dapat mempengaruhi hasil digunakan lebih mengarah kepada metode belajar siswa. dalam kegiatan belajar. peningkatan kualitas berhubungan dengan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) adalah berbagai unsur/pihak yang terlibat dalam sejumlah konsep mata pelajaran sosial dan kegiatan pendidikan perlu terus dilakukan agar ilmu lainnya dipadukan berdasarkan prinsip- mencapai hasil yang bagus. Karena dalam motivasi tersebut ceramah atau bercerita saja. Tujuan pendidikan adalah mewujudkan kemauan dan lain-lain. Peranan lembaga pendidikan. Berdasarkan pemaparan teoritis terhadap Motivasi dan Minat Belajar dalam kaitannya dengan Prestasi Belajar Siswa maka diangkat permasalahan penelitian ini adalah pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa. belajar karena memberi semangat peserta didik 2009).

kaya. Wawancara dan Angket. diukur. sesuai dengan konteks. dalam mempelajari IPS maka prestasi yang b. lebih optimal ketika siswa tidak lagi merasa 1981) dalam bukunya Lexy J. Jenis Penelitian Dokumentasi harus dicari dan ditemukan. Waktu penelitian adalah kesempatan untuk lebih memperluas tubuh bulan Juni 2016 sampai Desember 2016. Di SMP N 8 terdapat 65 guru. Dokumentasi diraih dalam pelajaran IPS juga akan lebih Metode dokumentasi dilakukan dengan baik. dan Teknik Pengumpulan oleh subyek penelitian. Jika hal tersebut terjadi pada siswa maka cara mencari data tentang hal-hal atau variabel akan berpengaruh kepada minat siswa untuk yang berupa catatan. Kota Palangka tertentu percakapan itu dilakukan oleh dua Raya. yang harus dijawab atau dikerjakan Data. Instrumen. Penggunaan siswa terhadap mata pelajaran tersebut. ada juga siswa yng dengan format atau blangko pengamatan mengganggu temannya pada saat guru sedang sebagai instrument. gaduh dan kurang menarik. Dalam penelitian ini. Jekan Raya. dengan sampel 25 135). bahwa mencatat data observasi bukanlah Begitu pula dalam proses belajar sekedar mencatat. Angket Prosedur Metode angket adalah salah satu metode Dalam penelitian ini menggunakan penelitian dengan menggunakan daftar metode pengumpulan data dengan Observasi. tempat penelitian adalah SMP 8 Palangka Raya c. buku. Dari penelitian suasana belajar di kelas menjadi sangat berpengalaman diperoleh suatu petunjuk monoton. kurang. Tidak reaktif sehingga METODE PENELITIAN tidak sukar ditemukan dengan teknik kajian isi. 2000 : SMP N 8 Palangka Raya. yang tidak dipersiapkan karena adanya siswa akan mudah membangkitkan minat permintaan seorang penyidik. Observasi kesimpulan mengenai subyek yang diteliti (Suryabrata. 58. menilai reaksi tersebut sangat. alamiah. jenuh dan bosan dalam cara yang paling efektif adalah melengkapinya mengikuti pelajaran. berdasarkan atas Data jawaban atau isian itu peneliti mengambil a. Siswa pertimbangan kemudian mengadakan yang memiliki motivasi yang tinggi dalam penilaian ke dalam suatu skala bertingkat. orang. Merupakan sumber yang stabil. atau Siswa yang memiliki motivasi yang tinggi tidak sesuai dengan yang kita kehendaki. Moleong (2004) berminat untuk mengikuti pelajaran ini. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 mengantuk saat guru menerangkan. yaitu pewawancara (interviewer) yang ruangan kelas. lahir dan berada dalam konteks. tetapi juga mengadakan mengajar dalam mata pelajaran IPS. dengan jumlah 1. surat kabar. Berguna dan sesuai dengan siswa di bidang mata pelajaran Ilmu penelitian kualitatif karena sifatnya yang Pengetahuan Sosial (IPS). Format yang disusun berisi menerangkan da nada juga siswa yang acuh tak item-item tentang kejadian atau tingkah laku acuh. menggunakan Hasil pengkajian isi akan membuka analisis kuantitatif. tetapi juga Pengetahuan Sosial (IPS). pertanyaan yang berisi aspek yang hendak Dokumentasi. d. rapot. dan 29 pihak. siswa Dalam menggunakan metode observasi enggan berpikir. Kebutuhan siswa majalah. 1990). Adalah percakapan dengan maksud Menteng. Berguna sebagai bukti untuk suatu pada tinggi rendahnya prestasi pembelajaran pengujian. 72 . notulen rapat. dan berapa kali muncul. metode dokumen dalam penelitian ini karena sehingga mereka dapat meraih prestasi yang alasan sebagai berikut (Guba dan Lincoln. Kec.095 siswa. Keadaan seperti ini menyebabkan yang digambarkan akan terjadi. agenda dan sebagainya untuk belajar mengembangkan dirinya dokumen sebagai setiap bahan tertulis ataupun sementara belajar berangkat dari kebutuhan film. Wawancara dengan alamat Jalan Tmg. dan tentunya hal ini akan memberikan dampak mendorong. mengajukan pertanyaan dan yang Subjek Penelitian diwawancarai (interview) yang memberikan Populasi yang digunakan adalah siswa jawaban atas pertanyaan itu. (Moleong. Tilung No. bukan hanya mencatat bagaimana kurang termotivasi dalam mempelajari Ilmu reaksi itu. mengikuti proses belajar. mempelajari IPS akan melakukan kegiatan Misalnya kita memperhatikan reaksi penonton lebih cepat dibandingkan dengan siswa yang televisi. pengetahuan terhadap sesuatu yang diselidiki.

yaitu 0.5%. sebesar 65. Angket langsung atau tidak langsung RELIABEL. Data dari kedua jenis instrument baik angket motivasi belajar maupun angket minat belajar siswa terhadap pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Angket terbuka atau angket tertutup variabel-variabel yang diuji memiliki SIA Bentuk angket yang digunakan dalam (Standardized Item Alpha) lebih besar dari penelitian ini adalah bersifat langsung dan nilai reliabilitas yang diperbolehkan. tertutup. peneliti.229X1. Setelah angket. motivasi belajar. jawaban masing-masing siswa Minat belajar mempunyai pengaaruh yang diperiksa kemudian diberi skor-skor yang positif dan signifikan terhadap proses belajar diperoleh kemudian dikonversi dalam bentuk Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang nilai skala 0 sampai 100 dengan menggunakan ditunjukkan dengan persamaan regresi Y = rumus sebagai berikut: 54. dan dakam disampaikan kepada responden yang berbeda.817 + 0. mengecek nama ditunjukkan dengan persamaan regresi Ŷ = dan kelengkapan identitas responden.Apa yang dinyatakan subyek kepada peneliti adalah benar-benar dapat Uji Validitas dipercaya Interpretasi subyek tentang Dalam penelitian ini. akan terlalu jauh berbeda. Data berdistrubusi normalitas atau tidak. Hal ini menunjukkan bahwa 𝑁= 𝑋𝑚𝑎𝑘𝑠 − 𝑋𝑚𝑖𝑛 × 100 minat belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) (Purwanto. koefisien determinasi (r2) 𝑋𝑝 − 𝑋𝑚𝑖𝑛 sebesar 65%.5% dipengaruhi Pengujian Normalitas Data oleh faktor lain. diuji normalis dengan Chi Kuadrat. berapa kalipun pernyataan-pernyataan daftar pertanyan diberikan langsung kepada dalam kuesioner yang dikembangkan peneliti siswa sebagai subyek penelitian. menurut 𝑁 = nilai yang diperoleh Hadi (1993) didasari oleh beberapa anggapan. mengisi angket. Hal ini menunjukkan bahwa Tabulasi Data motivasi belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Tabulasi data: pengelolaan kelas oleh siswa memberikan kontribusi yang positif atau guru. koefisien determinasi (r2) kelengkapan data dan macam isian data. diperoleh dengan cara peneliti langsung memberikan angket kepada siswa yang menjadi sampel penelitian untuk diisi sesuai dengan keadaan masing-masing siswa berkaitan dengn motivasi dan minat belajar. mahasiswa diharuskan tanggapan dari para responden tersebut tidak memilih karena jawaban telah disediakan.5% serta 34. HASIL PENELITIAN DAN TEKNIK ANALISIS DATA PEMBAHASAN Setelah data dikumpulkan maka Analisis Data Utama pekerjaan/langkah-langkah menganalisa data Motivasi belajar mempunyai pengaruh sebagai berikut: yang positif dan signifikan terhadap prestasi Persiapan belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang Dalam tahap persiapan.6. karena nilai alpha cronbach dari 2. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 Penggunaan metode angket. Artinya angket yang merupakan Artinya. normalitas data dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan setiap variabel diuji dengan menggunakan uji kepadanya adalah sama dengan yang dimaksud Kol mogorov-Smirnov. Uji Reliabilita Angket memiliki bermacam-macam Semua butir-butir item sebagai pengukur bentuk yakni: dari variabel-variabel yang diamati adalah 1. 51. dan prestasi belajar dukungan baik dalam usaha meningkatkan siswa (nilai rapor mata pelajaran Ilmu prestasi belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Pengetahuan Sosial siswa) siswa sebesar 65.716 + 0. 𝑋𝑝 = banyaknyabutirpertanyaan/soal yaitu: 𝑋𝑚𝑖𝑛 = jumlah varians butir Subyek adalah orang yang paling tahu tentang 𝑋𝑚𝑎𝑘𝑠 = varians total dirinya sendiri. 2004) siswa memberikan konstribusi yang positif Dimana: atau dukungan baik dalam usaha meningkatkan 73 .216 X2.

726 + 0.726 merupakan ramalan skor dari hasil bersama-sama mempunyai pengaruh yang regresi Ŷ = 51. Mengacu pada fungsi taksiran regresi Pengujian hipotesis stastistic dalam tersebut. Hal ini juga berarti bahwa dengan lain. terlihat bahwa nilai konstanta sebesar penelitian ini menggunakan analisis regresi 54.229X1.378 + 0. sehingga siswa mengetahui apakah variabel dalam penelitian yang memiliki yang tinggi memiliki nilai hasil terdistribusi dengan normal. sehingga siswa yang memiliki motivasi yang tinggi memiliki nilai hasil belajar yang tinggi pula. koefisien belajar informasi Ilmu Pengetahuan Sosial determinasi (r2) sebesar 76. Hal ini menunjukkan bahwa setiap prestasi belajar siswa. normalitas data dari siswa sebesar 65% serta 35% dipengaruhi oleh setiap variabel diuji dengan menggunakan uji faktor lain.136X1 + 0. 74 . terlebih dahulu data dari diikuti pula dengan meningkatnya hasil belajar setiap variabel diuji normalitasnya untuk Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).9%. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 prestasi belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Dalam penelitian ini.216 satuan menunjukkan hubungan terhadap variabel terikat dalam hal ini adalah positif. Mengacu pada positif dan signifikan terhadap prestasi belajar fungsi taksiran regresi tersebut. Berdasarkan hasil analisis regresi sederhana/tunggal mengenai data minat belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) siswa diperoleh persamaan regresi Y = 54.216 X2.216 satuan.1% dipengaruhi oleh faktor satuan.126X2.229X1. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa variabel X1 (motivasi belajar) dan X2 (minat belajar) sama terditribusi secara normal sedangkan variabel Y (prestasi belajar) juga berdistribusi normal. Hal ini juga berarti positif dan signifikan dari kedua variabel bebas bahwa dengan meningkatnya minat belajar secara bersama-sama terhadap variabel terikat. belajar yang tinggi pula. pada siswa akan diikuti pula dengan Sebelum pengujian hipotesis dengan analisis meningkatnya minat belajar pada siswa akan regresi dilakukan. masing-masing variabel bebas (motivasi Sedangkan koefisien arah regresi minat belajar belajar dan minat belajar) secara terpisah sebesar +0.229 satuan Pengetahuan Sosial (IPS) siswa memberikan menunjukkan hubungan positif. Berdasarkan hasil analisis regresi sederhana/tungggal mengenai data motivasi belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) siswa diperoleh persamaan regresi Ŷ = 51.726 + 0. Sedangkan analisis perubahan satuan skor minat belajar siswa regresi linear berganda digunakan untuk menyebabkan bertambahnya hasil belajar melihat ada atau tidaknya pengaruh yang siswa sebesar 0. Sedangkan koefisien arah regresi menunjukkan bahwa motivasi belajar Ilmu motivasi belajar sebesar +0.817 + 0.229 76. Mengacu pada fungsi taksiran regresi tersebut.9% serta 23. Hal ini (IPS). meningkatnya motivasi belajar pada siswa akan diikuti pula dengan meningkatnya hasil belajar informasi Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).817 merupakan ramalan skor dari hasil linear sederhana untuk melihat ada atau belajar siswa tanpa ditunjang dari skor minat tidaknya pengaruh positif dan signifikan dari belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Hal ini kontribusi yang positif atau dukungan baik menunjukkan bahwa setiap perubahan satuan dalam usaha meningkatkan prestasi belajar skor motivas belajar siswa menyebabkan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) siswa sebesar bertambahnya hasil belajar siswa sebesar 0. terlihat bahwa Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) siswa yang nilai konstanta sebesar ramalan skor dari hasil ditunjukkan dengan persamaan regresi Ŷ = belajar siswa tanpa ditunjang skor motivasi 49. Kol mogorov-Smirnov. terlihat bahwa nilai konstanta sebesar Motivasi dan minat belajar secara 51.

Oemar.5% dipengaruhi oleh faktor lain Arikunto. Kurikulum dan Pembelajaran. 2002. Ini berarti bahwa 65% Depdiknas. sebesar 0. maka akan diikuti yang lebih optimal. motivasi dan minat belajarnya. orang tua dan siswa. Cetakan ke-11.126X2. sebesar 0. Bina Aksara: Sedangkan besarnya nilai koefisien detrminasi Jakarta. Jakarta: Rineka Cipta. 2002. Ini berarti (dr. diperoleh diharapkan bersama. sedangkan Jakarta: Bumi Aksara. sisanya sebesar 23. Evaluasi Pendidikan.126 satuan. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 Hasil perhitungan analisis regresi Simpulan dan Saran berganda mengenai data motivasi dan minat Simpulan belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) siswa Faktor psikologis memiliki pengaruh diperoleh persamaan regresi Ŷ 49. Tentang Sistem Pendidikan sedangkan sisanya sebesar 35% dipengaruhi Nasional. sebesar 34. Ini berarti DAFTAR PUSTAKA bahwa 65. sedangkan sisanya Praktek. tunggal (sederhana).5%. (1995). (1990). belajar sebesar 65%. maka. 75 . artinya setiap kenaikan satu Agar dapat tercipta proses pembelajaran satuan skor motivasi belajar. Peneliti menyarankan beberapa hal : Hasil koefisien regresi untuk variabel Dengan melihat besarnya pengaruh posiif motivasi belajar siswa sebesar = +0. serta para guru dan orang tua pengaruh positif. Jakarta: Departemen oleh faktor lain yang diteliti dalam penelitian Pendidikan Nasional. 2008. determinasi antara minat belajar terhadap hasil Jakarta: PT. pengaruh positif.1% dipengaruhi oleh faktor M.136. maka kepada Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) adalah siswa diharapkan dapat meningkatkan minat. Jakarta: Pedoman Ilmu misalnya tingkat kecerdasan yang berbeda Jaya. koefisien determinasi antara motivasi belajar terhadap hasil belajar sebesar 65.378 + yang positif dan signifikan atau bermakna 0. maka sangat diperlukan dengan meningkatnya hasil belajar siswa kerja sama yang baik semua pihak baik guru. pengaruh motivasi belajar terhadap hasil diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) adalah belajarnya. Prosedur Penelitian. Alisuf Sabri.136 satuan. 2002.9%. Perkembangan Anak Jilid 2 Pengetahuan Sosial sebesar 76. Psikologis lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini Pendidikan. Hal ini demi tercapainya Berdasarkan hasil analisis koefisien prestasi belajar yang baik sesuai dengan yang determinasi tunggal (sederhana). S.136X1 + 0. ini. Suharsimi.9% perubahan hasil belajar Ilmu Jakarta: Erlangga Hamalik. 0.126 Saran satuan. 2003. Dasar-dasar yang tidak diteliti dalam penelitian ini. pada masing-masing siswa. Undang-Undang Republik perubahan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Sosial (IPS) diperoleh oleh minat belajarnya. 76. Prosedur Pengetahuan Sosial (IPS) dipengaruhi oleh Penelitian Suatu Pendekatan motivasi belajarnya. artinya setiap kenaikan satu diharapkan agar dapat memberikan stimulus satuan skor motivasi belajar.136 dan minat belajar siswa sebesar 0. maka akan diikuti kepada siswa agar lebih termotivasi untuk dengan meningkatnya hasil belajar siswa belajar. bersama terhadap hasil belajar Ilmu Hurluck. Nilai motivasi belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) koefisiennya positif yang menunjukkan bahwa terhadap prestasi belajar siswa. Belajar dan Hasil analisis koefisien determinasi ganda Pembelajaran. MED Meitasari Tjandrasa). Dari persamaan tersebut terhadap prestasi belajar siswa. diperoleh koefisien Arikunto. Dimyati. Asdi Maha Satya. Suharsimi.5% perubahan hasil belajar Ilmu Arikunto. Dkk. Jakarta: Rineka antara motivasi dan minat belajar secara Cipta. dalam dapat diartikan bahwa satu satuan skor hasil penelitian ini faktor psikologis yang diteliti belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) akan hanya faktor motivasi dan faktor minat belajar dipengaruhi oleh motivasi belajar sebesar siswa. Pengetahuan Sosial (IPS) dipengaruhi oleh 2001. Sementara hasil Dengan melihat bedanya pengaruh positif koefisiennya positif yang menunjukkan bahwa minat belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) pengaruh minat belajar terhadap hasil belajar terhadap prestasi belajar siswa.

Sardiman. 76 . (2001). 1989. Slameto. Belajar dan Faktor yang Mempengaruhinya. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Remaja Rosdakarya. Slameto. Belajar dan Faktor yang Mempengaruhinya. Psikologis Pendidikan dengan Pendekatan Baru. (2003). 2003. Motivasi dalam Belajar. Jakarta:PPLPTK Depdikbud. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 Muhibin Syah. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Bandung: Remaja Rosdakarya. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Sardiman. Jakarta: Raja Grafindo Persada. M. Purwanto. Prayitno. (1991). A.N. Muhibbin. Jakarta: Rineka Cipta. Jakarta: raja Grafindo Persada. (1992). Psikolog Pendidikan. 2004. Elda. Bandung. 2004.M. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta. Syah.

Universitas PGRI Palembang Dianawidhi72@yahoo. Laporan Keuangan bangsa dan negara. misalnya koperasi sekolah dasar. sekolah menengah atas atau kejuruan dan seterusnya. Koperasi SMK Gajah Mada Palembang dilihat dari Ratio sekolah dapat didirikan pada berbagai tingkatan Likuiditas. Tujuan khusus sebagai salah satu pembahasan dalam mata kuliah Analisa Laporan Keuangan. merupakan media informasi yang merangkum 77 . Likuid.com Kata Kunci ABSTRAK Kinerja Keuangan sebagai Koperasi Sekolah adalah koperasi yang didirikan di lingkungan alat ukur pengembangan sekolah yang anggota-anggotanya terdiri dari siswa sekolah. Aktivitas. dan sesuai jenjang pendidikan.. Tujuan umumnya adalah untuk memberikan informasi perkembangan kinerja keuangan koperasi di SMK YP Gajah Mada dilihat dari ratio Ratio Likuiditas. Bagaimana kinerja keuangan koperasi pelajar anggotanya terdiri dari siswa sekolah. setia kawan dan jiwa demokratis para jasmaniah para anggotanya. Analisis Laporan Keuangan (Financial Statement Analysis) adalah aplikasi dari alat dan teknik analisis untuk laporan keuangan bertujuan umum dan data. Solvabilitas. sekolah menengah atas atau kejuruan Kajian Teori dan seterusnya.. perusahaan untuk mempertinggi kesejahteraan disiplin. siswa yang sangat berguna bagi pembangunan Harahap (2009). Tidak Aktif dan Tidak Profit. AKTIVITAS. dan Profitabilitas. Sampel dari penelitian ini adalah : koperasi SMK YP Gajah Palembang. Hasil Akhir yang diperoleh dari penelitian ini adalah dapat dikatakan bahwa koperasi sekolah pada SMK Gajah Madah Palembang. DAN PROFITABILITAS Diana Widhi Rachmawati Prodi Akuntansi. dan Profitabilitas. Solvabilitas.data yang berkaitan untuk menghasilkan estimasi dan kesimpulan yang bermanfaat dalam analisis bisnis. Tidak Solvabel. yang memberikan kebebasan kegiatan-kegiatan praktis. misalnya koperasi Profitabilitas? sekolah dasar. Maksudnya kepada anggota untu masuk dan keluar. karena pihak koperasi belum melakukan pinjaman kepada pihak luar dan belum terlaksananya koperasi jual beli perlengkapan sekolah tetapi hanya bergerak dibidang koperasi simpan pinjam PENDAHULUAN Perumusan Masalah Latar Belakang Masalah Adapun perumusan masalah pada penelitian ini Koperasi sekolah adalah koperasi yang adalah sebagai berikut : didirikan di lingkungan sekolah yang anggota. koperasi sekolah menengah pertama. Solvabilitas. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 KINERJA KEUANGAN KOPERASI PELAJAR SMK YP GAJAH MADA PALEMBANG DILIHAT DARI RASIO LIKUIDITAS. Aktivitas. . AnalisisLaporan Keuangan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode analisis ratio yaitu Ratio Likuiditas. Aktivitas. koperasi sekolah menengah pertama. dengan mencapai kebutuhan ekonomi dilakangan siswa bekerjasama secara kekeluargaan menjalankan dan mengembangkan rasa tanggung jawab. Chaniago (1984). Koperasi adalah suatu Koperasi sekolah dimaksudkan sebagai perkumpulan beranggotakan orang-orang atau penunjang pendidikan sekolah ke arah badan hukum. Koperasi Sekolah Koperasi sekolah dapat didirikan pada berbagai tingkatan sesuai jenjang pendidikan. SOLVABILITAS.

lain. digunakan untuk meneliti pada Prosedur Penelitian populasi atau sampel tertentu. Sampel adalah bagian dari jumlah dan b) Rasio Aktivitas mengukur sejauh mana karakteristik yang dimiliki oleh populasi efektivitas penggunaan aset dengan tersebut (Sugiyono 2012:118). perusahaan untuk memenuhi kewajiban Sampel keuangan pada saat ditagih. 2010:161) data yang berkaitan untuk mengahasilkan dan Berdasarkan pendapat diatas maka variabel kesimpulan yang bermanfaat. metode e) Rasio Pasar mengukur perkembangan nilai penelitian kuantitatif adalah sebagai metode perusahaan relatif terhadap nilai pasar penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme. tekhnik a. Wild (2005). Ukuran kinerja Keuangan kemudian ditarik kesimpulannya ( Sugiyono meliputi rasio-rasio berikut : 2012:117). Analisis Horizontal yaitu analisis dengan Likuiditas. Kinerja merupakan gambaran prestasi yang dicapai perusahaan dalam Populasi dan Sampel Penelitian kegiatan operasionalnya baik menyangkut Populasi aspek keuangan. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 semua aktivitas bagi manajemen. dengan memperbandingkan antara pos dan pertimbangan untuk membuat keputusan yang satu dengan pos yang laindalam tentang tingkat Rasio Solvabilitas dari SMK YP laporan keuangan. kemudian ditarik menganalisis laporan keuangan kesimpulannya. ( Sugiyono. Salah satu berbentuk apa saja yang di tetapkan oleh tugas penting yang dilakukan oleh manajemen peneliti untuk dipelajari sehingga di peroleh atau investor setelah akhir tahun adalah informasi tentang hal tersebut. terdiri atas : obyek / subyek yang mempunyai aspek teknologi. Analisis Vertikal yaitu analisa yang hanya Sudut Rasio Likuiditas. variabel variabel adalah objek adalah aplikasi dari tehnik dan analiss untuk penelitian. ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan Mahmud (2003). suatu penelitian. Variabel Penelitian pengambilan sampel pada umumnya dilakukan 78 . Maka yang menjadi populasi dalam a) Rasio Likuiditas mengukur kemampuan penelitian ini untuk subjek adalah peneliti dan perusahaan untuk memenuhi kewajiban objeknya yaitu koperasi sekolah di SMK YP jangka pendeknya atau kemampuan Gajah Mada Palembang.. penafsiran. mengadakan perbandingan laporan Definisi Operasional Variabel keuangan untuk beberapa periode atau Berdasarkan variabel diatas. dapat didefinisikan beberapa periode atau beberapa saat. Ada dua metode analisis yang ( X ) variabel terikat : Hasil Kinerja Keuangan digunakan oleh setiap penganalisa laporan Koperasi pelajar SMK YP Gajah Mada keuangan. Variabel itu sebagai atribut perusahaandengan tujuan menggali informasi seseorang atau objek yang mempunyai “ variasi yang lebih luas dan mendalam dari laporan ” antara satu orang dengan yang lain atau objek keuangan. sehingga yang menjadi sampel kewajiban-kewajiban jangka panjangnya merupakan keseluruhan populasi. aspek pemasaran. Analisis Laporan Keuangan Sekali lagi. dalam penelitian ini adalah: Munawir (2004). pengelolaan. Jumingan (2006). d) Rasio Profitabilitas mengukur seberapa Metode Penelitian kemampuan perusahaan menghasilkan Dalam penelitian ini peneliti menggunakan laba (profitabilitas) metode penelitian kuantitatif. YP Gajah Mada Palembang Jika Dilihat Dari 2. yaitu : Palembang Jika Dilihat Dari Sudut Rasio 1.investor. Sehubung melihat tingkat aktivitas aset dengan populasi dalam penelitian ini sedikit c) Rasio Solvabilitas mengukur sejauh mana maka penelitian ini menggunakan penelitian kemampuan perusahaan memenuhi populasi. dalam penelitian ini adalah : sehingga akan diketahui Hasil Kinerja Keuangan koperasi pelajar SMK perkembangannya.( Arikunto. atau apa yang menjadi titik perhatian laporan keuangan bertujuan umum dan data. bank. 2012 : 60). Variabel adalah segala sesutu yang pemerintah dan masyarakat umum. Gajah Mada Palembang. kegiatan pengukuran. maupun aspek sumber daya kualitas dan karakteristik tertentu yang manusia. aspek Populasi adalah wilayah generalisasi yang penghimpunan dana dan penyaluran dana. adalah keseluruhan meliputi satu periode atau satu saat saja.

𝟗𝟎𝟎 X 100% dan dikontrol secermat mungkin.𝟖𝟒𝟕. Analisis adalah Dengan metode eksperimen ini peneliti mampu memahami pokok masalah secara sengaja membangkitkan timbulnya suatu mendalam dan membandingkan data dan kejadian atau keadaan.𝟗𝟖𝟏.820008 pengumpulan data. Rasio Likuiditas Hal ini berarti.981. yaitu fakta mengantisipasi masalah dalam bidang mengenai dunia kenyataan yang diperoleh pendidikan melalui observasi.( data bersifat kuantitatif/ statistik dengan tujuan Arikunto. 79 . eksperimen selalu PEMBAHASAN dilakukan untuk melihat akibat suati prlakuan ( A.𝟏𝟗𝟏 X 100% Untuk mendapatkan data yang akurat maka = 0. = 𝑻𝒐𝒕𝒂𝒍 𝑨𝒌𝒕𝒊𝒗𝒂 Dokumentasi adalah mencari data mengenai hal 𝟎 = 𝟒𝟏.115150 sekolah di SMK YP Gajah Mada Palembang B.𝟗𝟎𝟎 untuk mengetahui kinerja keuangan koperasi = 2. maka peneliti tidak akan 𝑯𝒖𝒕𝒂𝒏𝒈 𝑱𝒂𝒏𝒈𝒌𝒂 𝑷𝒂𝒏𝒋𝒂𝒏𝒈 mendapatkan data memenuhi standar data yang b. Metode eksperimen ini adalah Teknik analis data adalah teknik yang di suatu metode penelitian untuk mengadakan gunakan untuk mengola data yang telah kegiatan percobaan guna mendapatkan suatu dikumpulkan dan di klasifikasikan sesuai hasil.𝟎𝟎𝟎 tujuan utama dari penelitian adalah = X 100% 𝟏𝟒𝟎. Teknik dokumentasi untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. menentukan mengapa suatu kondisi atau Teknik Analisis Data peristiwa terjadi. dikembangkan.981. buku – buku.𝟏𝟗𝟏 mendapatkan data. HASIL PENELITIAN Arikunto. legger. Dengan kata lain eksperimen adalah suatu cara untuk mencari HASIL PENELITIAN DAN hubungan sebab akibat. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 secara random. kemudian diteliti informasi bagaimana akibatnya. Rasio Aktivitas menggunakan metode : 𝑷𝒆𝒏𝒋𝒖𝒂𝒍𝒂𝒏 𝑵𝒆𝒕𝒕𝒐 Dokumentasi a. karena 𝟏𝟎𝟎% 𝟏𝟗. a. pengumpilan data transkrip. ilmiah untuk mendapatkan data yang valid Observasi dengan tujuan dapat ditemukan.𝟗𝟎𝟎+𝟗𝟓. 𝑨𝒔𝒆𝒕 𝒍𝒂𝒏𝒄𝒂𝒓−𝒑𝒆𝒓𝒔𝒆𝒅𝒊𝒂𝒂𝒏(𝒊𝒏𝒗𝒆𝒏𝒕𝒐𝒓𝒚) = 𝒌𝒆𝒘𝒂𝒋𝒊𝒃𝒂𝒏 𝒍𝒂𝒏𝒄𝒂𝒓 Pada penelitian ini peneliti mengambil 41. 2012: 308) = 𝟏𝟒𝟎. 2010:9) A. = Teknik Pengumpulan Data 𝑯𝒖𝒕𝒂𝒏𝒈 𝑳𝒂𝒏𝒄𝒂𝒓+𝑯𝒖𝒕𝒂𝒏𝒈 𝑱𝒂𝒏𝒈𝒌𝒂 𝑷𝒂𝒏𝒋𝒂𝒏𝒈 Teknik pengumpulan data merupakan langkah 𝑴𝒐𝒅𝒂𝒍 𝑺𝒆𝒏𝒅𝒊𝒓𝒊 × yang paling strategis dalam penelitian.𝟕𝟔𝟒. Para ilmuan hanya untuk memahami.𝟖𝟒𝟕.𝟖𝟒𝟕.𝟕𝟔𝟒. surat kabar.𝟐𝟗𝟏 – hal atau variabel yang berupa catatan. = 𝑴𝒐𝒅𝒂𝒍 𝑺𝒆𝒏𝒅𝒊𝒓𝒊 ×𝟏𝟎𝟎% 𝟗𝟓. suatu pengetahuan tertentu menyatakan bahwa observasi adalah dasar sehingga pada gilirannya dapat digunakan semua ilmu pengetahuan. majalah.67900 peneliti mengumpulkan data dengan C. mengguanakan instrumen penelitian. Rasio Cepat tersebut. Sehingga = 2. memecahkan dan dapat bekerja berdasarkan data. bahwa eksperimen a. analisis notulen rapat. dalam penelitian ini adalah untuk memperoleh ( Sugiyono 2012:14 ) data tentang jumlah siswa dan data mengenai Metode penelitian adalah cara penelitian sekolah.𝟓𝟖𝟎. tanpa mengetahui tehnik = 0. dengan tujuan penelitian. Rasio Lavarange jika dilihat dari rasio Likuiditas.𝟎𝟎𝟎 ditetapkan. dan sebagainya.( Sugiyono. Observasi dalam penelitian Dalam metode penelitian ini peneliti ini memuat tiga aktivitas ( indikator ) yaitu menggunakan metode eksperimen dimana aktivitas visual. 2010:274). aktivitas lisan.291 sampel perusahaan asuransi sebagai eksperimen = 𝟏𝟗.𝟓𝟖𝟎.115150 dapat diketahui sebab akibat munculnya gejala b.291 tertentu dan pada setiap gejala muncul diamati = 𝟏𝟗. aktivitas mental metode eksperimen bermanfaat untuk dan tiap – tiap indikator memuat tiga descriptor. Rasio Lancar merupakan percobaan untuk meneliti suatu (𝑨𝒌𝒕𝒊𝒗𝒂 𝑳𝒂𝒏𝒄𝒂𝒓) = X 100% peristiwa atau gejala yang muncul pada kondisi 𝑯𝒖𝒕𝒂𝒏𝒈 𝑳𝒂𝒏𝒄𝒂𝒓 41. Menurut Nasution ( dalam Sugiyono 2012:310) dan dibuktikan. agenda.

Rate Of Return On Total Asset (earning power of total investment) 𝑬𝑩𝑰𝑻 = 𝑱𝒖𝒎𝒍𝒂𝒉 𝑨𝒌𝒕𝒊𝒗𝒂 ×𝟏𝟎𝟎% 80 . Operating Income Ratio (operating profit margin) = 𝑷𝒆𝒏𝒋𝒖𝒂𝒍𝒂𝒏 𝑵𝒆𝒕𝒕𝒐 –𝑯𝑷𝑷 –𝑩𝒊𝒂𝒚𝒂 𝒂𝒅𝒎. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 = 0 Kali 𝟎 = 𝟒𝟏. Rasio Profitabilitas a. = 𝑨𝒌𝒕𝒊𝒗𝒂 𝑳𝒂𝒏𝒄𝒂𝒓 –𝑯𝒖𝒕𝒂𝒏𝒈 𝑳𝒂𝒏𝒄𝒂𝒓 𝟎 = 41. Net Profit Margin / Sales Margin 𝑲𝒆𝒖𝒏𝒕𝒖𝒏𝒈𝒂𝒏 𝑵𝒆𝒕𝒕𝒐 𝒔𝒆𝒕𝒆𝒍𝒂𝒉 𝒑𝒂𝒋𝒂𝒌 = 𝑷𝒆𝒏𝒋𝒖𝒂𝒍𝒂𝒏 𝒏𝒆𝒕𝒕𝒐 × 𝟏𝟎𝟎% 𝟎 =𝟎 ×𝟏𝟎𝟎% =0 e.𝟗𝟖𝟏.𝟐𝟗𝟏 ×𝟏𝟎𝟎% = 𝟎 X 360 Hari =0 = 0 Hari g.𝟐𝟗𝟏 ×𝟏𝟎𝟎% 𝑷𝒆𝒏𝒋𝒖𝒂𝒍𝒂𝒏 𝑲𝒓𝒆𝒅𝒊𝒕 b.& 𝑼𝒎𝒖𝒎 𝑷𝒆𝒏𝒋𝒖𝒂𝒍𝒂𝒏 𝑵𝒆𝒕𝒕𝒐 ×𝟏𝟎𝟎% 𝟎 = 𝟎 ×𝟏𝟎𝟎% =0 c.𝟗𝟎𝟎 =0 D. = 𝑲𝒆𝒖𝒏𝒕𝒖𝒏𝒈𝒂𝒏 𝑵𝒆𝒕𝒕𝒐 𝒔𝒆𝒔𝒖𝒂𝒅𝒂𝒉 𝒑𝒂𝒋𝒂𝒌 𝑰𝒏𝒗𝒆𝒏𝒕𝒐𝒓𝒚 𝑹𝒂𝒕𝒂 = 𝟎 𝑱𝒖𝒎𝒍𝒂𝒉 𝒎𝒐𝒅𝒂𝒍 𝒔𝒆𝒏𝒅𝒊𝒓𝒊 = 𝟎 ×𝟏𝟎𝟎% 𝟎 = 0 Hari = 𝟏𝟒𝟎.𝑷𝒆𝒏𝒋𝒖𝒂𝒍𝒂𝒏 & 𝑼𝒎𝒖𝒎) = 𝑷𝒆𝒏𝒋𝒖𝒂𝒍𝒂𝒏 𝑵𝒆𝒕𝒕𝒐 × 𝟏𝟎𝟎% 𝟎+𝟎 = 𝟎 ×𝟏𝟎𝟎% =0 d.𝟗𝟖𝟏.291−𝟏𝟗.981. Rate Of Return On Investment 𝑲𝒆𝒖𝒏𝒕𝒖𝒏𝒈𝒂𝒏 𝑵𝒆𝒕𝒕𝒐 𝑺𝒆𝒔𝒖𝒅𝒂𝒉 𝑷𝒂𝒋𝒂𝒌 = 0 Kali = × 𝑱𝒖𝒎𝒍𝒂𝒉 𝑨𝒌𝒕𝒊𝒗𝒂 𝑷𝒊𝒖𝒕𝒂𝒏𝒈 𝑹𝒂𝒕𝒂−𝒓𝒂𝒕𝒂 ×𝟑𝟔𝟎 𝑯𝒂𝒓𝒊 𝟏𝟎𝟎% c. Operating Ratio (𝑯𝑷𝑷 +𝑩𝒊𝒂𝒚𝒂 𝒂𝒅𝒎.𝟕𝟔𝟒. Gross Profit Margin (𝑷𝒆𝒏𝒋𝒖𝒂𝒍𝒂𝒏 𝑩𝒆𝒓𝒔𝒊𝒉 −𝑯𝑷𝑷) = ×𝟏𝟎𝟎% 𝑷𝒆𝒏𝒋𝒖𝒂𝒍𝒂𝒏 𝑩𝒆𝒓𝒔𝒊𝒉 (𝟎−𝟎) = ×𝟏𝟎𝟎% 𝟎 = 0 b.𝟏𝟗𝟏 ×𝟏𝟎𝟎% 𝟑𝟔𝟎 𝒉𝒂𝒓𝒊 e. = 𝑷𝒆𝒏𝒋𝒖𝒂𝒍𝒂𝒏 𝑲𝒓𝒆𝒅𝒊𝒕 𝟎 𝟎 = 𝟒𝟏. = 𝑷𝒆𝒓𝒑𝒖𝒕𝒂𝒓𝒂𝒏 𝑰𝒏𝒗𝒆𝒏𝒕𝒐𝒓𝒚 𝟑𝟔𝟎 =0 = 𝟎 = 360 Hari 𝑷𝒆𝒏𝒋𝒖𝒂𝒍𝒂𝒏 𝑵𝒆𝒕𝒕𝒐 f.𝑷𝒆𝒏𝒋𝒖𝒂𝒍𝒂𝒏 .𝟖𝟒𝟕. Rate Of Return On Equity 𝑯𝑷𝑷 d. = 𝑷𝒊𝒖𝒕𝒂𝒏𝒈 𝒓𝐚𝒕𝒂−𝒓𝒂𝒕𝒂 =0 =𝟎 𝟎 f.

.... adanya penjualan dan hanya Yogyakarta : Liberty bergerak di bidang simpan pinjam. Dan pihak koperasi di SMK YP Gajah Mada belum melakukan pinjaman atau hutang pada pihak luar.Syaiful . Prosedur dapat dikatakan tidak solvabel Penelitian suatu Pendekatan Praktik. 1987. Pada rasio aktivitas juga dapat dinyatakan tidak aktif karena Harahap. Suharsimi. menipisnya modal dari koperasi di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. S. RASIO AKTIVITAS Palembang: Universitas PGRI.2013... 2013. .... Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 PEMBAHASAN misalnya koperasi jual beli perlengkapan 1. Arifinal. smk gama... Analisis Laporan Keuangan.. 2012...... 2012. 2010. SOLVABILITAS Jakarta: Rineka Cipta Dimana pada rasio lavarage ini ... Drs. 2009.. Pedoman Penulisan Skripsi. 2010.. RASIO LIKUIDITAS sekolah. RASIO LAVARAGE/ Penelitian suatu Pendekatan Praktik. Pedoman Penulisan Penelitian Dosen. karena banyaknya anggota yang Jakarta: Rineka Cipta menunggak menyetorkan Chaniago... Bandung: sekolah di SMK YP Gajah Mada Palembang.. LPPKMK Universitas PGRI. Jakarta: sehingga proses simpan pinjam Rineka Cipta dapat berlangsung dengan baik. Berdasarkan pembahasan sebelumnya dapat Purwanto.. 2015.. PT. Tidak Aktif dan Tidak Profit.. 2011...... Simpulan Dan Saran Palembang : Puslit Universitas PGR Simpulan Palembang..... Sofyan Syafri..... Bandung: Angkasa pinjaman berlangsung secara terus Djamarah. 4... Ngalim. Analisa Laporan Keuangan... Jakarta : PT ini bersifat simpan pinjam jadi RajaGrafindo tidak melakukan proses penjualan Hamdani...Bahri.. Analisis Kritis koperasi di SMK YP Gajah Mada Atas Laporan Keuangan. Strategi Belajar Mengajar... Total Asset Turnover Bandung: Pustaka Setia.... Saran Untuk pengembangan ke depan koperasi sekolah. RASIO PROFITABILITAS Jumingan. Prosedur Penelitian dibandingkan dengan hutang suatu Pendekatan Praktik.... Hal ini dikarenakan koperasi sekolah di SMK YP Gajah Mada Palembang hanya bergerak di bidang simpan pinjam bukan untuk jual beli alat tulis. Strategi menerus mengakibatkan Pembelajaran Jakarta: Bumi Aksara. buku maupun perlengkapan sekolah lainnya. Tidak Solvabel... Remaja Rosdakarya Likuid. tidak ada salahnya pihak koperasi melakukan pinjaman kepada pihak luar disesuaikan dengan kemampuan modal yang dimiliki oleh pihak koperasi untuk melakukan koperasi bidang lain selain simpan pinjam 81 . 3. 2011.. Perkoperasian simpanan pokok akan tetapi Indonesia. Dimana untuk rasio ini belum bisa Jakarta : Bumi Aksara dikatakan profit karena belum Munawir..... Pada current rasio dan cash rasio ini dapat dikatakan likuid karena Daftar Pustaka jumlah aktiva masih besar jika Arikunto. Prinsip-prinsip dan disimpulkan bahwa Kinerja Keuangan Koperasi Teknik Evaluasi Pengajaran.... Prosedur 2....

diantaranya: Nilai budaya kehidupan bangsa. Masalah gucangkan dengan fenomena yang tidak pendidikan yang mendasar adalah bagaimana menggembirakan di mata generasi bangsa. Pendidikan bukan saja memberikan efek buruk dalam pembentukan memberdayakan pikiran dan pencapaian moral dan karakter anak bangsa. Untuk membentuk generasi bangsa yang berkarakter dan bermoral maka di perlukan peran guru bimbingan dan konseling pada proses pendidikan. mengembangkan kemampuan dan membentuk masyarakat maupun dalam kehidupan karakter serta peradaban bangsa yang berbangsa. nilai-nilai kehidupan Tujuan Pendidikan Nasional adalah telah bergeser dari tatanannya. bangsa yang mulai pudar. prestasi belajar. karakter. a bertanggung jawab. Dengan manajemen yang seperti ini Esensi dari pendidikan adalah diharapkan dapat meminimalisir dan pengalihan ( transmisi ) kebudayaan berupa menangkal kemungkaran yang terjadi saat ini. nilai – nilai dari orang dewasa kepada orang Masalah dalam dunia pendidikan saat ini di yang belum dewasa ( anak – anak ). Di sini dibahas Peranan Guru Bimbingan Dan Konseling Terhadap Pembentukan Moral Dan Karakter Anak Bangsa. baik secara pribadi. peserta didik agar menjadi manusia yang melemahnya kemandirian bangsa. dan efektif dalam menanggulangi persoalan bangsa menjadi warga negara yang demokratis sert yang sangat komplek. berakhlak mulia. Sistem pembentukan karakter dan moral oleh guru bibimbingan dan konseling di sekolah akan berpengaruh terhadap membentuknya suatu kepribadian individu anak bangsa. kreatif. sehat. Makalah ini memaparkan tentang revolusi mental dari sudut moral. bidang instruksional atau kulikuler. pandang pendidikan. kehidupan kebangsaan dan kenegaraan yang disebut Pancasila PENDAHULUAN Sebagaimana yang terdapat pada UU Pada saat ini telah terjadi banyak No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan pergeseran moral dan minimnya nilai Nasional pada pasal 3 disebutkan bahwa pembentukan karakter yang signifikan dalam Pendidikan Nasional berfungsi realita kehidupan. Semuanya harus di implementasikan secara optimal untuk dapat mendukung terwujudnya moral dan karakter anak bangsa yang merupakan sebagai kekuatan dalam membangun Indonesia menjadi bangsa yang maju dan bermartabat di dalam segala bidang. Pendidikan memiliki peran yang sangat besar dalam membentuk karakter dan moral anak bangsa. saat ini belum ada manajemen yang positif dan cakap. Hal ini terjadi disebabkan oleh bermartabat dalam rangka mencerdaskan berbagai factor.com Kata Kunci ABSTRAK Bimbingan dan konseling. Tiga bidang dalam proses terbentunya pendidikan adalah sinergi yaitu bidang administratif dan kepemimpinan. dan bidang bimbingan dan konseling. memanusiakan manusia ( humanis ) melalui Berbagai peristiwa yang muncul dan pendidikan. mandiri. berilmu. budaya malu untuk mengembangkan potensi hampir musnah pada tiap tingkatan masyarakat. dan beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang manajemen keterbatasan perangkat. sampai Maha Esa. melainkan terkait erat dengan 82 . Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 PERANAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING TERHADAP PEMBENTUKAN MORAL DAN KARAKTER ANAK BANGSA Megawati Samerudin Pascasarjana Universitas PGRI Palembang Megasamerudin21@gmail.

mandiri. berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa. kreatif. dan dari semua pihak yang terlibat dalam usaha kebangsaan. Dan juga sebagai pengertian tersebut maka konselor sekolah isyarat bahwa mutu pendidikan karakter (guru pembimbing merupakan sebutan mampu meningkatkan mutu dan kualitas konselor sekolah sesuai sebutan resmi untuk pendidikan di masa yang akan datang. budaya dan adat istiadat.2000 : diakui sebagai salah satu tenaga pendidik. Dengan kata lain. itu. Sementara berdasarkan norma – norma agama. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 nurani dan moral spiritual serta pembentukan berkembangnya potensi peserta didik agar karakter. tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 3 menyatakan bahwa “Pendidikan nasional 2. pendidikan (pendidik). perasaan. hukum. tutor. melainkan juga berfungsi untuk anak di masa dewasa akan menjadi orang yang membentuk kepribadian bangsa yang lebih berarti bagi orang lain. Untuk itu. sesama manusia. nampak bahwa pendidikan bukan sekedar Pernyataaan ini berarti bahwa apabila anak berfungsi sebagai media untuk berhasil mewarisi nilai – nilai kepribadian mengembangkan kemampuan akademik yang bermakna pada usia dini. guru yang mempunyai tugas khusus dalam Dari pemaparan di atas penulis akan bimbingan dan konseling. yang terwujud dalam pikiran. harus berkomitmen untuk melaksanakan pendidikan karakter tersebut (Stone dan Dyal. Ternyata kesuksesan seseorang tidak seperti yang tersurat di dalam pasal 1 “Pendidik ditentukan semata –mata oleh pengetahuan dan adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi kemampuan teknis ( hard skill ) saja. 2010). Karena karakter dan peradaban bangsa. tetapi sebagai guru. dan orang lain ( soft skill ). berilmu. dalam Wangid. Dari kemampuan knowledge. Hal ini membuktikan sebutan lain yang sesuai dengan bahwa kesuksesan seseoarang lebih ditentukan kekhususannya.sehat. Dimana peranan guru sekolah mempunyai peran dan tugas yang bimbingan dan konseling terkait dengan pendidikan karakter. konselor moral anak bangsa. bertujuan untuk 83 . Sistem Pendidikan Nasional tahun 2003 telah Menurut Ali Ibrahim Akbar. menjadimanusia yang beriman dan bertakwa Menurut Sigmund Freud “ Karakter kepada Tuhan Yang Maha Esa. bermoral. dan perbuatan mewujudkan generasi emas 2045. Disinilah maka Kepegawaian Nasional Nomor 25 Tahun1993) peranan guru bimbingan konseling sangat tidak bisa lepas dari fungsi dan tujuan membantu dalam membentuk karakter dan pendidikan tersebut. pendidikan karakter merupakan nilai – nilai perilaku manusia yang merupakan manifestasi dari peran tersebut. lingkungan. Sebagai didik agar mampu bersaing. mulia. serta berpartisipasi dalam oleh kemampuan manage self daripada menyelenggarakan pendidikan”. konselor sekolah di dalam Undang-Undang tatakrama. sehingga dapat sikap. fasilitator. kegagalan dalam penanaman kepribadian yang dan menjadi warga negara yang demokratis baik di usia dini akan membentuk pribadi – serta bertanggung jawab”. instruktur. bermatabat. fungsi yang melekat pada keberadaan sopan dan santun dalam bermasyarakat pendidikan nasional untuk membentuk watak berbangsa dan bernegara. berakhlak yang berkualitas harus dibentuk sejak usia dini. pamong belajar. Menurut Surat mengangkat judul Peranan Guru Bimbingan Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Dan Konseling Terhadap Pembentukan Moral Kebudayaan dan Kepala Badan Administrasi Dan Karakter Anak Bangsa. dosen. pendidikan karakter menjadi tugas diri sendiri. Oleh karena itu. Dari hal tersebut pribadi yang bermasalah di masa dewasanya. Peran Konselor Sekolah dalam berfungsi mengembangkan kemampuan dan Revitalisasi Pendidikan Karakter di membentuk watak serta peradaban bangsa yang Indonesia bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Posisi Konselor Sekolah dalam salah satu pihak yang berkepentingan dengan Revitalisasi Pendidikan Karakter di pendidikan karakter ini maka konselor sekolah Indonesia. Undang-undang No. perhatian. beretika. konselor. Sebagai 1. 20 tahun 2003 1997: 22. maka pribadi semata. lebih oleh pengetahuan mengelola diri dan widyaiswara. maka sebenarnya Untuk mencapai hal tersebut di atas pendidikan karakter merupakan bagian yang diperlukan pendidikan karakter bagi peserta tidak terpisahkan dari pendidikan. cakap.

hendaknya konselor sekolah dapat berperan dan konseling.baik menyangkut aspek pribadi. Battistich. 2010). makhluk biopsikososiospritual (biologis. 2007: 186). dan Konseling di sekolah. sehingga pengampu masyarakat sekolah sebagai suatu strategi untuk pelayanan profesional itu juga dinamakan “the membantu mengingatkan kembali siswa untuk reflective practitioner”. yaitu kemampuan pengembangan potensi. berhubungan dengan konflik. dapat berkolaborasi dengan para personil dengan belas kasih. Standar Kompetensi Konselor (Departemen sosial. sehingga dapat bimbingan dan konseling dalam jalur mewujudkan generasi yang memiliki potensi pendidikan formal termuat dalam lampiran 3 diri secara utuh. dalam konteks tugas “kawasan pelayanan yang 3. (7) bimbingan dan konseling selalu digerakkan Perasaan keterikatan dengan sekolah. dan sekolah. dalam Wangid. (5) melalui pendidikan”. yang pada Pendidikan Nasional. Implementasi Bimbingan 1. meraih serta mempertahankan karir Perilaku seksual. sosial dan spritual). pencapaian tugas perkembangan. berkarakter dan yang diampu oleh konselor sekolah berada bermartabat. 2. Sedangkan ekspektasi Kompetensi emosional. (8) oleh motif altruistik dalam arti selalu Prestasi akademis. Dalam kemampuan mencapai sesuatu dengan pelaksanaannya. Oleh karena pendidikan karakter dalam program bimbingan itu. Dijelaskan lebih lanjut bahwa penguasaan hard skills lebih lanjut yang dengan semakin meningkatnya urgensi diperlukan dalam perjalanan hidup serta dalam pendidikan karakter maka konselor sekolah mempersiapkan karier (Departemen perlu memahami tentang cara menggabungkan Pendidikan Nasional. yaitu psikis. antara lain dapat mencakup: (1) memilih. berkomunikasi. dan menginvestasikan kembali memfasilitasi pengembangan dan penumbuhan masyarakat untuk berpartisipasi aktif sebagai karakter siswa tanpa mengabaikan warga negara. (4) masyarakat yang peduli kemaslahatan umum Keterampilan pemecahan masalah. dapat yaitu mampu mempertanggung jawabkan. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 Di dalam rambu-rambu penyelenggaraan dalam proses pendidikan. belajar maupun karier. Kepedulian (Caring). diorientasikan sebagai upaya untuk Memiliki perasaan untuk memenuhi tugas memfasilitasi perkembangan potensi individu dengan dapat dipercaya. orang tua. dan pengentasan menunjukkan pemahaman terhadap orang masalah-masalah individu. Konselor sekolah lain dengan memperlakukannya secara baik. (3) dan sejahtera. (9) Kompetensi menggunakan penyikapan yang empatik. dan Bier. Jenis materi yang disarankan optimal dalam pengembangan karakter para antara lain: kader generasi emas. (6) kinerja konselor yang mengampu pelayanan Hubungan dengan orang lain. konselor sekolah wajib pendidikan. Tanggung jawab (Responsibility). Materi Pendidikan Karakter dalam bertujuan memandirikan siswa (individu) Layanan Bimbingan dan Konseling dalam menavigasi perjalanan hidupnya melalui pengambilan keputusan tentang pendidikan Materi Pendidikan Karakter dalam Layanan termasuk yang terkait dengan keperluan untuk Bimbingan. Ketekunan (Perseverance). bersikap dermawan. menjaga siswa Berkaitan dengan kegiatan pendidikan karakter untuk tetap selalu siaga dalam lingkungan di sekolah. 2008 dalam mengedepankan kemaslahatan pengguna Wangid. serta (Berkowitz. dan (10) Sikap kepada guru menghormati keragaman. 3. dilakukan dengan selalu (Otten 2000. pelayanannya. mencermati kemungkinan dampak jangka 2010) menyatakan bahwa pendidikan karakter panjang dari tindak pelayanannya itu terhadap yang diintegrasikan ke dalam seluruh pengguna pelayanan. dan pihak-pihak terkait dengan semangat memaafkan lainnya serta mengintegrasikan pendekatan ini 84 . mandiri dan sebagai berkomitmen. konselor sekolah dapat menentukan nilai-nilai obyektif disertai menerapkan pelayanan bimbingan dan kesabaran dan keberanian di saat konseling komprehensif didasarkan pada menghadapi kegagalan. 2007: 261) dijelaskan akhirnya bermuara pada terwujudnya generasi bahwa pelayanan ahli bimbingan dan konseling Indonesia yang maju. (2) untuk mewujudkan kehidupan yang produktif Pengetahuan tentang karakter.serta untuk menjadi warga Pemahaman tentang moral sosial.

kepada orang lain diterima sebagai ancaman Materi layanan dasar dikemas atas dasa juga kepada diri sendiri. tujuan layanan ini dapat masyarakat dan negara. Layanan Dasar. Memahami keunikan dan nilai-nilai dari Untuk mencapai tujuan tersebut. Bimbingan Dan Konseling konselor memberikan layanan bimbingan kepada para siswa. Kegiatan layanan Strategi pelayanan pendidikan karakter dapat dilaksanakan melalui pemberian layanan dilakukan melalui optimalisasi peran orientasi dan informasi tentang berbagai hal bimbingan dan konseling yaitu melalui : (1) yang dipandang bermanfaat bagi siswa. Memahami bahwa rkompetensi kemandirian antara lain mencakup semua orang memiliki nilai-nilai pengembangan (1) self esteem. dan (4) Dukungan pada awal pelajaran. (5) keterampilan hubungan antar sehingga menjadi jujur. yaitu suatu ketegasan keputusan. a. (3) Layanan orientasi pada umumnya dilaksanakan Bimbingan Individual. atau dengan kata lain 5. (3) mampu menangani dan memenuhi 8. dapat dipercaya. perpustakaan. pekerjaan. masalah. kata-kata. berprestasi. dan secara terhormat. Strategi untuk Layanan Dasar (pimpinan.sosial. personel 1. Keberanian (Courage). para guru. Layanan ini bertujuan untuk yaitu kemampuan menunjukkan hal yang membantu semua konseli agar memperoleh terbaik dalam segala situasi melalui perkembangan yang normal. yaitu melaksanakan kebutuhan dan masalahnya. (6) penyadaran dan penuh kehormatan. Kepada siswa diperkenalkan tentang berbagai hal yang terkait dengan sekolah. (3) keterampilan pengambilan 10.dan bertindak (pendidikan. yaitu membantu konseling agar mereka dapat kemampuan untuk mematuhi hukum dan mencapai tugas-tugas perkembangannya. Secara terjadwal. Kejujuran (Honesty). seperti : kurikulum. dan (4) mampu keadilan sosial. bidang layanan bimbingan dan konseling. dorongan. materi-materi jawab (8) bahayanya tawuran dan (9) bahaya tersebut sangat erat sekali kaitannya dengan pergaulan bebas. Strategi Revitalisasi Pendidikan konselor untuk melakukan kontak langsung Karakter Melalui Optimalisasi Peran dengan para siswa di kelas. Keadilan (Fairness). yang mencakup: (a) Manajemen para siswa baru. terlibat dalam pelayanan kepada sekolah. fokus perilaku setiap individu di dalam masyarakat. yang diperuntukkan bagi Sistem. Kewarganegaraan (Citizenship). dirumuskan sebagai upaya untuk membantu 6. dan staf administrasi). memiliki mental pengontrolan emosi. Bimbingan Klasikal khususnya bidang bimbingan pribadi dan Layanan dasar diperuntukkan bagi semua bimbingan sosial. mencapai tujuan hidupnya. Bimbingan jadwal pelajaran. Ancaman mencapai tugas-tugas perkembangannya. sosial budaya. belajar dan karir. kewajaran dan persamaan. sehingga memiliki Program dan (b) Personalia dan pengetahuan yang utuh tentang sekolah yang Pengorganisasiannya. yaitu kemampuan konseling agar (1) memiliki kesadaran menyampaikan kebenaran. Rasa hormat (Respect). yang dikembangkan menyangkut aspek-aspek 9. daripada pendapat orang banyak. Integritas (Integrity). mengembangkan dirinya dalam rangka Bekerja sama dengan orang lain. dan memperoleh keterampilan keinginan. (2) Layanan Responsif. (2) motivasi kemanusiaan yang sama. Hal ini berarti bahwa dalam peluncuran program yang telah dirancang menuntut 4. yang sehat. yaitu menunjukkan pribadi. (4) keterampilan pemecahan di dalam mentaati suatu nilai-nilai moral. yaitu bertindak keterampilan untuk mengidentifikasi tanggung secara benar pada saat menghadapi jawab atau seperangkat tingkah laku yang layak kesulitan dan mengikuti hati nurani bagi penyesuaian diri dengan lingkungannya. Secara rinci. keragaman budaya (7) perilaku bertanggung Berdasarkan uraian di atas. dan tindakan. (2) mampu mengembangkan 7. dasar hidupnya. siswa. dimasukinya. dapat dipercaya. agama). mengakui (pemahaman) tentang diri dan lingkungannya kesalahan. laboratorium. Semua ini rasa hormat yang tinggi atas kewibawaan berkaitan erat dengan upaya membantu konseli orang lain. dan negara. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 4. pribadi atau berkomunikasi. dri sendiri. Disiplin (Slef-Discipline). 85 .

kecanduan narkoba.Gejala perilaku bermasalah mereka. Masalah konseli pada lainnya. seperti psikolog.d. belajar. seperti : cara-cara belajar yang efektif. yang menghambat perkembangan diri konseli. (7)masalah tawuran. Konsultasi semua kelas. Bimbingan ini ditujukan para siswa. Konseli yang penting bagi perkembangan dirinya secara sebaiknya direferal adalah mereka yang positif. Bimbingan Kelompok kepada guru. Konselor memberikan layanan konsultasi b. seperti : buku. untuk memahami sesuatu hal karena dipandang psikiater. Tujuan layanan ini dapat juga dikemukakan sebagai upaya untuk c. dokter. mencapai tugas-tugas perkembangannya. (6) masalah informasi untuk bimbingan klasikal dapat pergaulan bebas. sumber-sumber dan penyakit kronis. Strategi untuk Layanan Responsif memecahkan masalahnya melalui kelompok. Kebutuhan ini seperti kebutuhan untuk memiliki masalah. untuk merespon kebutuhan dan minat para b. tindak memperoleh informasi antara lain tentang kejahatan (kriminalitas). Masalah lainnya adalah yang Pelajaran atau Wali Kelas berkaitan dengan berbagai hal yang dirasakan Program bimbingan akan berjalan secara efektif menggangu kenyamanan hidup atau apabila didukung oleh semua pihak. kemudian satu sama lain saling membantu konseli yang mengalami hambatan. Konselor 86 . (3) membolos sekolah. siswa dibantu untuk membentuk kepribadian yang berkarakter dan mengidentifikasi masalah. penyebab masalah. Layanan ini bertujuan untuk membantu konseli Dalam konseling kelompok ini. dan kelompok ditujukan untuk mengembangkan pengambilan keputusan secara lebih tepat. Layanan belajar. (5) kurang bisa bergaul. majalah. kiat-kiat mengembangkan potensi diri. namun dapat dipahami melalui kepada para siswa tentang berbagai aspek gejala-gejala perilaku yang kehidupan yang dipandang penting bagi ditampilkannya. pilihan karir dan program studi. brosur. (4) malas leaflet. Sementara layanan informasi umumnya tidak mudah diketahui secara merupakan proses bantuan yang diberikan langsung. dan internet). Konseling Individual atau Kelompok siswa. adalah masalah yang untuk membantu para siswa yang mengalami bersifat umum (common problem) dan tidak kesulitan. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 tata-tertib sekolah. dan fasilitas sekolah perkembangannya. baik melalui komunikasi langsung. Melalui konseling. orang tua. Konseling kelompok dilaksanakan untuk membantu siswa 1. 2. atau pihak pimpinan Konselor memberikan layanan bimbingan sekolah dalam rangka membangun kesamaan kepada siswa melalui kelompok-kelompok persepsi dalam memberikan bimbingan kepada kecil (5 s. masing-masing agar dapat memenuhi kebutuhannya dan siswa mengemukakan masalah yang memecahkan masalah yang dialaminya atau dialaminya. rendah diri. perkembangannya. Referal (Rujukan atau Alih Tangan) mengintervensi masalah-masalah konseli yang Apabila konselor merasa kurang memiliki muncul segera dan dirasakan saat itu. mengalami hambatan dalam rahasia. bahaya narkoba. klasikal perlu terjadwalkan secara pasti untuk a. Topik yang didiskusikan dalam Pemberian layanan konseling ini ditujukan bimbingan kelompok ini. minuman keras dan d. Layanan bimbingan penemuan alternatif pemecahan masalah. jurusan (untuk SMA). yang mungkin dialami konseli antara lain : (1) maupun tidak langsung (melalui media cetak merasa cemas tentang masa depan. dalam hal ini khususnya para guru mata karena tidak terpenuhinya kebutuhannya. maupun kelompok. Berkolaborasi dengan Guru Mata pergaulan bebas. Fokus kemampuan untuk menangani masalah konseli. mengelola stress. Agar menejemen stress dan (9) masalah dalam semua siswa terlayani kegiatan bimbingan keluarga. 10 orang). gagal dalam mencapai tugas-tugas kegiatan ekstrakurikuler. layanan responsif bergantung pada masalah maka sebaiknya dia mereferal atau atau kebutuhan konseli. Masalah dan mengalihtangankan konseli kepada pihak lain kebutuhan konseli berkaitan dengan keinginan yang lebih berwenang.(8) mempergunakan jam pengembangan diri. keterampilan atau perilaku baru yang lebih Konseling ini dapat dilakukan secara individual efektif dan produktif. seperti depresi. atau pelajaran atau wali kelas. memberikan masukan atau pendapat untuk kegagalan dalam mencapai tugas-tugas memecahkan masalah tersebut. (2) merasa maupun elektronik. dan kepolisian.

terutama 87 . Siswa yang menjadi iklim sosio-emosional kelas yang kondusif bagi pembimbing berfungsi sebagai mentor atau belajar siswa. Dalam upaya meningkatkan kualitas karir. tujuan dan tua di rumah. dan (3) sosial- informasi kepada orang tua (melalui surat) pribadi meliputi pengembangan konsep diri tentang kemajuan belajar atau masalah siswa. sehingga dapat Perencanaan Individual memberikan informasi yang luas kepada siswa Layanan ini bertujuan membantu konseli agar tentang dunia kerja (tuntutan keahlian kerja. karena guru aspek pribadi. informasi. kehadiran. Kerjasama ini penting agar proses memandu seluruh konseli. mencakup siswa. (e) mereferal membantu konselor dengan cara memberikan (mengalihtangankan) siswa yang memerlukan informasi tentang kondisi. sosial. kaitan mata pelajaran dengan bidang kerja yang diminati siswa. dan tukar pikiran antar Fokus layanan perencanaan individual konselor dan orang tua dalam upaya berkaitan erat dengan pengembangan aspek mengembangkan potensi siswa atau akadeik. dan (i) (3) dapat melakukan kegiatan berdasarkan memberikan informasi tentang cara-cara pemahaman. maupun perkembangan dirinya. Aspek-aspek itu di sebelumnya diberikan latihan atau pembinaan antaranya : (a) menciptakan sekolah dengan oleh konselor. (2) karier meliputi pelaksanaannnya dapat bersamaan dengan mengeksplorasi peluang-peluang karir. dan prospek lingkungannya.pribadi. tujuan dan rencana yang telah mempelajari mata pelajaran yang diberikannya dirumuskannya. (h) menampilkan pribadi yang matang. (c) menandai memecahkan masalah yang dihadapinya. siswa (seperti prestasi belajar. atau layanan bimbingan dan konseling kepada guru masalah siswa yang perlu mendapat layanan pembimbing. 3. Siswa yang menjadi pembimbing guru mata pelajaran. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 berkolaborasi dengan guru dan wali kelas menyangkut kegiatan belajar dan perilaku dalam rangka memperoleh informasi tentang sehari-harinya. ini juga dapat dirumuskan sebagai upaya e. Berkolaborasi (Kerjasama) dengan Orang memfasilitasi konseli untuk merencanakan. konselor perlu dirinya sendiri. persyaratan kerja. (2) mampu merumuskan kerja). yang sepanjang hayat. (d) membantu akademik maupun non-akademik. Untuk melakukan kerjasama dengan pengembangan aspek (1) akademik. (b) memahami karakteristik tutor yang membantu siswa lain dalam siswa yang unik dan beragam. (f) memberikan informasi tentang bantuan bimbingan atau konseling. perencanaan. meliputi orang tua ini. karir dan sosial. Tujuan perencanaan individual secara efektif. memecahkan masalah yang mungkin dihadapi cakupan fokus tersebut antara lain. dan f. Tua memonitor. (g) memahami perkembangan 1. Dengan demikian. yang dilakukan oleh siswa terhadap siswa yang aspek bimbingan yang dapat dilakukan oleh lainnya. (1) memiliki pemahaman tentang diri dan suasana kerja.dan mengelola rencana pendidikan. Bimbingan Teman Sebaya(Peer Guidance) kepribadiannya). pengertian. seperti : (1) kepala sekolah atau komite sekolah melakukan pemilihan pendidikan lanjutan atau mengundang para orang tua untuk datang ke pilihan jurusan dan memahami nilai belajar sekolah (minimal satu semester satu kali). Melalui kerjasama ini keputusan yang ditentukan oleh masing-masing memungkinkan terjadinya saling memberikan konseli. sosial. pelayanan yang bimbingan terhadap siswa tidak hanya diberikan lebih bersifat individual karena berlangsung di sekolah. pembagian rapor. dapat dilakukan beberapa upaya. belajar maupun karir. keadaan anaknya di rumah ke sekolah. Secara rinci. dan merupakan “figur central” bagi siswa). dan mengidentifikasi aspek. baik yang menyangkut moral-spiritual (hal ini penting. walaupun melakukan kerjasama dengan para orang tua perencanaan individual ditujukan untuk siswa. perkembangan. tetapi juga oleh orang didasarkan atas perencanaan.dan pengembangan sosial pribadi oleh peluncuran program bimbingan. (2) sekolah memberikan kebiasaan bekerja yang positif. Di samping siswa yang mengalami kesulitan belajar melalui itu dia juga berfungsi sebagai mediator yang program remedial teaching. tujuan. membantu memecahkan Bimbingan teman sebaya ini adalah bimbingan masalah siswa. baik siswa yang diduga bermasalah. memanfaatkan keterampilan belajar. atau pengelolaan terhadap baik dalam aspek emosional. Strategi untuk Layanan dunia industri atau perusahaan. yang positif dan pengembangan keterampilan dan (3) orang tua diminta untuk melaporkan sosial yang efektif.

Sedangkan dukungan sistemmerupkakan sistematis. menciptakan lingkungan sekolah yang sosial. itu. dan karier. (2) aktif dalam organisasi profesi. staf sekolah prestasi belajar siswa. Pemberian Konsultasi dan Berkolaborasi konselor bersama siswa menganalisis dan Konselor perlu melakukan konsultasi dan menilai kemampuan. suatu kegiatan yang melibatkan seorang Dukungan sistem ini meliputi aspek-aspek (1) konselor dalam upaya memandirikan peserta pengembangan jejaring (networking).bimbingan dan konseling harus ditempatkan tata kerja. seperti dirinya. Penilaian Individual atau seminar dan workshop (lokakarya). Pengembangan Professional (Hogan-Garcia. Dalam proses bimbingan dan 88 . dan pihak institusi di luar sekolah bahwa konselor membantu siswa menganalisis (pemerintah. atau kegiatan yang berfungsi untuk psikolog. dokter. Konselor secara terus menerus berusaha untuk Dengan bermodalkan kesadaran diri dan “meng-update” pengetahuan dan kemampuan interpersonalnya untuk memahami keterampilannya melalui (1) in-service konseli secara empati. konselor untuk memahami konseli secara utuh a. yaitu yang informasi. konselor melakukan training. dalam arti dilakukan secara jelas. belajar. Program ini memberikan dukungan Sumpulan dan Saran kepada konselor dalam memperlancar Bimbingan dan konseling merupakan penyelenggaraan tiga layanan di atas. orang tua. melakukan penilaian diri ini. dan merencanakan kegiatan (alternatif Bimbingan dan Konseling Indonesia). seperti kemaslahatan. konseling tidak mungkin akan tercipta. Jalinan penilaian tentang dirinya. siswa. (2) didik. bermutu. minat. c. memfasilitasi kelancaran perkembangan konseli. keterampilan. atau (4) Kelompok (Individual or small-group melanjutkan studi ke program yang lebih tinggi Appraisal) (Pascasarjana). Dengan kata lain dirinya secara positif dan konstruktif. Yang dimaksud dengan penilaian ini adalah b.dan tercapai bila tidak memiliki merupakan pemberian bimbingan dan suatu sistem pengelolaan (manajemen) yang konseling kepada konseli secara langsung. 4. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 a. (2) instansi swasta. berkelanjutan. dan kolaborasi dengan guru. (4) para kegiatan) yang menunjang pengembangan ahli dalam bidang tertentu yang terkait. sosial. Oleh karena komponen pelayanan dan kegiatan manajemen. Individual or Small-Group Advicement untuk menjalin kerjasama dengan unsur-unsur Konselor memberikan nasihat kepada siswa masyarakat yang dipandang relevan dengan untuk menggunakan atau memanfaatkan hasil peningkatan mutu layanan bimbingan.2003 dalam Nursalim 2013). Manajemen Program 1. terlihat bahwa ketiga komponen tersebut terselenggara. (3) riset dan memandirikan mengamanatkan kepada pengembangan. dan (3) analisis bursa kerja/lapangan pekerjaan). (3) interaksi bimbingan dan konseling yang peduli aktif dalam kegiatan-kegiatan ilmiah. yang secara tidak langsung maupun sarana dan pembiayaan (Departemen memberikan bantuan kepada konseli atau Pendidikan Nasional. infra struktur (misalnya teknologi sebagai bagian terpadu dari seluruh program informasi dan komunikasi). Melalui kegiatan kondusif bagi perkembangan siswa. dan pengembangan sekolah dengan dukungan wajar dalam aspek kemampuan profesional konselor secara ketersediaan sumber daya manusia (konselor). dan (6) Depnaker (dalam rangka atau perencanaan yang telah ditetapkan. dan umpan balik tentang layanan menyangkut pencapaian tugas-tugas bantuan yang telah diberikannya kepada para perkembangannya. memperbaiki kelemahan dirinya. Dapat juga dikatakan lainnya. dan orang tua siswa. Bimbingan dan konseling yang kegiatan manajemen. siswa akan memiliki referal. strategi ini berkaitan dengan upaya sekolah b. penerimaan. (3) yang diperolehnya untuk (1) merumuskan organisasi profesi. Strategi untuk Dukungan Sistem Suatu program layanan bimbingan dan Berdasarkan uraian ketiga komponen di atas. pendidikan dan karir instansi pemerintah. dan terarah. serta meningkatkan kualitas program pemahaman. atau aspek-aspek pribadi. dan pengarahan bimbingan dan konseling. (2) (5) MGBK (Musyawarah Guru Bimbingan dan melakukan kegiatan yang sesuai dengan tujuan Konseling). mengevaluasi kegiatan yang telah dilakukannya. 2007). psikiater. atau informasi kerjasama ini seperti dengan pihak-pihak (1) tentang pribadi. dan swasta) untuk memperoleh kekuatan dan kelemahan dirinya. seperti ABKIN (Asosiasi tujuan.

Demikian pula kemungkinan-kemungkinan pilihan yang kemampuan memahami orang lain. Dengan pelayanan Bimbingan dan membentuk moral dan karakter. Konselor sekolah harus mampu kemampuan serta kebiasaan menghargai melibatkan semua pihak yang terkait (siswa. Disinilah peran religius. Dengan optimalisasi implementasi dan memperlakukan orang lain dengan baik dan bimbingan dan konseling yang dilakukan oleh benar memerlukan proses bantuan yang konselor berkolaborasi panjang agar setiap siswa mampu bersikap dengan stakeholder pendidikan yang terkait ramah. kehidupan. kasar.com). 2010. sehingga siswa terbiasa untuk Daftar Pustaka Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 Lickona. Character Matters: How to Tentang Sistem Pendidikan Nasional. mengeksplorasi berbagai konsekuensi yang mendorong siswa permasalahan yang dihadapi serta menjadi semakin mandiri. andal dan konselor sekolah sebagai agen pendidikan bermatabat melalui layanan bimbingan dan untuk dapat membantu siswa mengembangkan konseling yang komprehensif terhadap seluruh kemampuan yang dimilikinya.T. produktif. Integrity. and Other Nasional. yang dalam mensukseskan pelaksanaan programnya. maka bukan tidak sebagainya sehingga mereka jauh dari kesan mungkin bangsa Indonesia akan dapat bersikap arogan. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 konseling itu. siswa akan dapat generasi penerus bangsa yang bermoral dan menerima kondisi diri sendiri dan mengarahkan berkarakter baik. Essential Virtues. Melalui konselinya. Peran Konselor Schusters. memaklumi orang lain. solider. 2006. Jakarta: nesia. terbuka. orang tua. menerima orang lain. 2015.(www.konselingindo Bimbingan dan Konseling. dapat menumbuhkan karakter yang kuat pada konselor sekolah memegang peranan yang generasi muda.Pikiran Rakyat. konselor memfasilitasi konseli mampu memilih berbagai alternatif dengan untuk menyadari dirinya. Sekolah dalam Pendidikan Nursalim. 89 . Inc. Help Our Children Develop Good Jakarta: Departemen Pendidikan Judgment. cerdas.M. dirinya sendiri. yang dituntun keimanan. 2004. Nur. Pengembangan Media Karakter. empatik. Layanan Bimbingan dan Konseling Sarat Nilai. Sunaryo Kartadinata. Tidak mungkin dalam Konselor sekolah. New York: Simon & Wangid. 2013. kejam. sangar. 2007). toleran. keragaman disamping kemampuan guru bidang studi. dan mewujudkan generasi bangsa dalam sebagainya. diakses tanggal 9 Mei Akademia Permata. M. kesemuanya bermuara pada meningkatnya Konselor sekolah harus menyadari bahwa daya saing dalam bingkai integrasi bangsa setiap siswa pasti memiliki permasalahan (Departemen Pendidikan Nasional.(online). maka akan optimalisasi peran Bimbingan dan Konseling. dan missal guru di sekolah. sehingga dapat mewujudkan bantuan konselor sekolah. sangat penting. adalah pelaku perubahan perkembangannya tidak menemui untuk menghasilkan generasi Indonesia yang permasalahan atau hambatan. Dalam Konseling yang memandirikan. kepala sekolah) menguasai soft skills dan hard skills.

aset.4. Sampel penelitian adalah seluruh jumlah populasi yaitu 48 mahasiswa. PENDAHULUAN Akuntansi FKIP Universitas PGRI Palembang Pendidikan merupakan salah satu faktor yang diberikan kepada mahasiswa semester II. Berdasarkan hasil penelitian. mahasiswa dalam menyelesaikan Jurnal Penyesuaian pada Mata Dasar-dasar Akuntansi Kuliah Dasar-Dasar Akuntansi Keuangan I Program Studi Keuangan II Pendidikan Akuntansi FKIP Universitas PGRI Palembang Tahun Akademik 2014/2015. pemahaman keilmuan oleh mahasiswa menyatakan bahwa materi yang sulit dipahami khususnya dalam ilmu pendidikan akuntansi oleh mahasiswa adalah materi tentang ayat sesuai dengan visi dan misi dari Program. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Studi jurnal penyesuaian. dan kewajiban mempertimbangkan tuntutan kurikulum. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi dan tes. Belajar juga terdapat pokok materi tentang jurnal dapat dikaitkan dengan kemampuan mahasiswa penyesuaian. dan psikomotorik. Sedangkan rata – rata nilai keseluruhan kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan jurnal penyesuaian sebesar 82 pada kategori baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk untuk mengetahui kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan Jurnal Penyesuaian pada Mata Kuliah Dasar-Dasar Akuntansi Keuangan I Program Studi Pendidikan Akuntansi FKIP Universitas PGRI Palembang Tahun Akademik 2014/2015. yang sangat berperan penting dalam Dalam mata kuliah Akuntansi Keuangan I mencerdaskan kehidupan bangsa. menganggap perlu untuk meneliti kemampuan Mata kuliah Akuntansi Keuangan I mahasiswa dalam memahamimateri tentang merupakan salah satu mata kuliah Kejuruan ayat jurnal penyesuaian sekaligus Peneliti (MKK) pada Program Studi Pendidian sebagai dosen yang mengajar mata kuliah 90 .” kebutuhan dunia kerja.. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 ANALISIS KEMAMPUAN MAHASISWA DALAM MENYELESAIKAN JURNAL PENYESUAIAN PADA MATA KULIAH DASAR-DASAR AKUNTANSI KEUANGAN I PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI FKIP UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG TAHUN AKADEMIK 2014/2015 Erma Yulaini Program Studi Pend.com Kata Kunci ABSTRAK Kemampuan mahasiswa. Menurut Rudianto (2012:92) dan siswa yang dapat dibagi menjadi “Jurnal penyesuaian adalah aktivitas untuk kemampuan kognitif. kondisi mahasiswa dan Berdasarkan informasi awal yang yang paling utama adalah ketercapaian dalam didapatkan oleh peneliti dari mahasiswa. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana kemampuan Jurnal Penyesuaian.Akuntansi. FKIP Universitas PGRI Palembang Ermayulaini074@gmail. Oleh karena itu peneliti Pendidikan Akuntansi. dapat diketahui bahwa dilihat dari frekuensi benar salah jawaban siswa per butir soal. afektif. dengan menunjukkan pendapatan. yang lebih sesuai.9 dan untuk soal dengan nilai rata – rata terendah pada soal nomor 9 mengenai beban dibayar dimuka dengan persentase 60. mengoreksi akun/perkiraan sehingga laporan Dosen merupakan perancang sekaligus yang dibuat berdasarkan akun tersebut dapat sebagai pelaksana proses pembelajaran. hasil tertinggi didapatkan oleh soal nomor 3. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan persentase nilai rata – rata yang didapat dari tes.5 dan 8 mengenai beban yang masih harus dibayar dan penyusutan aset tetap dengan persentase 97.

maka Berdasarkan latar definisi tersebut. Dalam penelitian ini terdapat kisi–kisi atau peningkatan mutu pendidikan dan soal.25) . penelitian ini diharapkan tentang jurnal penyesuaian pada perusahaan menjadi salah satu masukan untuk perbaikan jasa. Menurut Arikunto (2013 : 58) “Tujuan Dalam penelitian ini sumber dan teknik penelitian adalah rumusan kalimat yang pengumpulan data yaitu : menunjukkan adanya suatu hal yang diperoleh 1. Metode Pengumpulan Data dicapai. peneliti pada penelitian ini yaitu . Metode Tes pendidik atau dosen. pengetahuan inteligensi. Bagi mahasiswa. penelitian secara holistik (utuh) dengan cara Menurut Sugiyono (2013 : 17) mendeskripsikan dalam bentuk kata-kata dan “Masalah merupakan penyimpangan antara bahasa pada suatu konteks khusus. dalam menyelesaikan Jurnal Penyesuaian pada majalah. 2013 : I Program Studi Pendidikan Akuntansi FKIP 274). mahasiswa dan data – data yang dibutuhkan Adapun kontribusi yang diharapkan dalam penelitian ini. dibutuhkan sebuah kegiatan evaluasi. maka tujuan dari penelitian ini adalah mengenai hal – hal atau variabel yang berupa untuk mengetahui kemampuan mahasiswa catatan. akuntansi keuangan I. Metode Dokumentasi setelah penelitian selesai”. Maka berdasarkan latar belakang perbandingan atau menghubungkan dengan diatas guna untuk mengetahui keberhasilan variabel lain. maka yang penelitian ini menggunakan metode deskriptif menjadi permasalahan dalam penelitian ini yang bermaksud untuk mengungkapkan adalah “Bagaimana kemampuan mahasiswa masalah atau fenomena kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan Jurnal Penyesuaian pada dalam menyelesaikan Jurnal Penyesuaian pada Mata Kuliah Dasar-Dasar Akuntansi Keuangan Mata Kuliah Dasar-Dasar Akuntansi Keuangan I Program Studi Pendidikan Akuntansi FKIP I Program Studi Pendidikan Akuntansi FKIP Universitas PGRI Palembang Tahun Akademik Universitas PGRI Palembang Tahun Akademik 2014/2015?’ Dalam setiap penelitian yang 2014/2015 dilakukan pasti memiliki tujuan yang hendak 2. adapun kis –kisi soal dalam materi ini pembelajaran yang akan datang.” Metode deskriptif merupakan proses pembelajaran tersebut apakah sudah penelitian yang bermaksud untuk memahami berjalan sebagaimana yang diharapkan atau fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek belum. surat kabar.1. prasasti. Sehingga mahasiswa diharapkan dapat METODE PENELITIAN memahami dalam mengembangkan Metode penlitian adalah cara metode yang kemampuan berfikir untuk menyelesaikan ayat digunakan” (Sugiyono. notulen rapat. Sedangkan adalah sebagai berikut : Bagi kalangan akademis. Mata Kuliah Dasar-Dasar Akuntansi Keuangan agenda. Dokumentasi ini hanya digunakan Universitas PGRI Palembang Tahun Akademik untuk memperoleh tentang jumlah 2014/2015. transkrip. Berdasarkan definisi Teknik dokumentasi adalah mencari data tersebut. Metode yang jurnal penyesuaian. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 tersebut. Dan bagi mahasiswa dalam menyelesaikan soal materi Program Studi. buku. Dalam yang di harapkan dengan yang terjadi”. Untuk mengetahui digunakan dalamm penelitian ini adalah metode pemahaman mahasiswa dalam perkuliahan dan penelitian deskriptif. upaya mencapai tujuan penelitian ini. Menurut Sugiono berhasilnya dosen dalam mentransfer ilmu (2010.2010. Bagi tenaga 2. lengger. 91 . dapat menjadi salah satu bahan acuan untuk penelitian selanjutnya. dapat kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh menjadikan motivasi untuk belajar lebih giat individu atau kelompok”.32) “Penelitian deskriptif adalah pengetahuannya maka dibutuhkan suatu penelitian yang dilakukan untuk mengetahui kegiatan evaluasi karena evaluasi merupakan nilai variabel mandiri baik satu variabel atau acuan dari tujuan akhir dari menganalisa lebih (independen) tanpa membuat pembelajaran. dan sebagainya” (Sugiyono. diharapkan dari hasil Menurut Arikunto (2013 : 193) “Tes adalah penelitian ini dapat menjadi masukan atau serentetan pertanyaan atau latihan serta alat sumber informasi dalam meningkatkan lain yang digunakan untuk mengukur kemampuan mahasiswa dalam mata kuliah keterampilan. Tes digunakan lagi dalam memahami Akuntansi keuangan I untuk mengetahui tingkat kemampuan dalam materi ayat jurnal penyesuaian.

7 No. Smstr Lk Pr Jumlah • Mengenai 1 II a 3 24 27 akun 2 II b 6 15 21 beban Jumlah 48 dibayar (sumber : Dosen M. untuk mengelola data yang terkumpul dan • Mengenai diklasifikasikan sesuai dengan tujuan akun 1 penelitian”. 𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙 𝑥 100 • Mengenai akun 2. Stan No.K Akuntansi Keuangan I dimuka. Teknik Analisis Data piutang 8. Berdasarkan definisi tersebut. 5 Menurut Arikunto (2013 : 278) “Teknik pendapat analisis data merupakan cara yang digunakan an. neraca ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan an penyesuai merumuska saldo kemudian ditarik kesimpulannya” an n. dan dan (Sugiyono. Populasi Dan Sampel Penelitian nal n Mahasiswa essay “Populasi adalah wilayah generalisasi pen transaksi dapat Berup yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai yes ke dalam menganalis a kualitas dan karakteristik tertentu yang uai jurnal a. nsi Jur Pencatata Indikator : Tes 2. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 TABEL 1 perlengka KISI – KISI INSTRUMENT TES pan. penyesuaia n TABEL 2 Deskriptor POPULASI PENELITIAN : 4. 2013 : an 3 122).2010:61). beban peneliti menggunakan langkah – langkah yang sebagai berikut : masih 1. 10 Smt genap 2014/2015) • Mengenai “Sampling jenuh adalah tehnik akun penentuan sampel bila semua anggota populasi pendapat digunakan sebagai sampel”(Sugiyono. populasi yang berjumlah 48 mahasiswa untuk • Mengenai diteliti. maka diterima peneliti akan mengambil semua anggota di muka. 9 PGRI Palembang Tahun Akademik 2014/2015. Bentu • Mengenai dar Kompete Soa k penghapu Indikator / Kom nsi l Instru san deskriptor pete Dasar men piutang. mencatat data Pada penelitian ini populasi yang diambil transaksi ke penyes adalah seluruh mahasiswa semester II Program dalam uaian Studi Pendidikan Akuntansi FKIP Universitas jurnal 2.2. Dalam melakukan analisis data. Untuk • Mengenai menghitung nilai tersebut digunakan akun rumus sebagai berikut : penyusut an aset 𝑁𝐴 = 𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ tetap. 6 siswa kemudian menjadi nilai. Menginterprestasikan nilai mahasiswa pemakaia ke dalam kategori penilaian seperti n tabel berikut : 92 . akun 3.2. Menilai hasil tes dengan menggunakan harus skor – skor jawaban yang diperoleh dibayar.

30. Setelah semua data hasil tes pertemuan. Sebelum Analisis tiap butir soal digunakan untuk mengajar peneliti terlebih dahulu melihat tingkat kemampuan mahasiswa dalam menyampaikan maksud dan tujuan menyelesaikan soal jurnal penyesuaian. dikelas 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 Semester IIA dengan alokasi waktu 3 jam 𝑅𝑎𝑡𝑎 − 𝑟𝑎𝑡𝑎 = 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑎𝑚𝑝𝑒𝑙 pelajaran (3 x 90 menit). proses belajar Baik mengajar dimulai dari pukul 13. Perbandingan frekuensi mahasiswa selesai dibahas. Selasa pada tanggal 12 Mei 2015 di semester IIA dengan alokasi waktu 3 jam pelajaran (3 x 3. Analisis Hasil Penelitian 90 menit). persentase tingkat kemampuan mahasiswa setelah itu peneliti mengabsen mahasiswa kelas dalam menyelesaikan jurnal penyesuaian per Semester IIA Setelah mengabsen selanjutnya butir. Menghitung rata – rata kemampuan peneliti menyampaikan materi yang akan mahasiswa. Dan pertemuan keempat pada pada tiap deskriptor dengan hari jum’at pada tanggal 23 Mei 2015 mengajar menggunakan rumus : pada kelas semester IIB dengan melanjutkan materi yang belum selesai Jurnal Penyesuaian 𝑃𝑖 sampai tuntas dibahas. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 TABEL 3 Pertemuan kedua dilakukan pada hari KRITERIA PENILAIAN Jum’at pada tanggal 15 Mei 2015. peneliti menyampaikan materi yang akan TABEL 4 dipelajari pada hari itu yaitu tentang jurnal DISTRIBUSI FREKUENSI PERSENTASE penyesuaian. sebagai berikut : Pertemuan ketiga dilakukan pada hari Selasa pada tanggal 20 Mei 2015. di PEMBAHASAN kelas semester IIA meneliti memberikan tes 3. BENAR SALAH JAWABAN 93 .00 sampai dengan 15. Dan pada hari 3. 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑡𝑖𝑎𝑝 𝑘𝑎𝑡𝑒𝑔𝑜𝑟𝑖 𝑝𝑒𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖𝑎𝑛 𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑡𝑖𝑎𝑝 𝑑𝑒𝑠𝑘𝑟𝑖𝑝𝑡𝑜𝑟 = 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 Pada Pertemuan keempat dilakukan HASIL PENELITIAN DAN pada hari Selasa pada tanggal 27 Mei 2015. proses belajar mengajar dimulai dari 3.30.00 sampai 70-84 3 B Baik dengan 15.1. Sebelum mengajar peneliti 56-69 2 C Cukup menyampaikan maksud dan tujuan 41-55 1 D Kurang pembelajaran dan tujuan untuk meneliti tentang 00-40 0 E Gagal materi Ayat Jurnal Penyesuaian tersebut. Analisis Hasil Tes pukul 13. Untuk menghitung rata – dipelajari pada hari itu yaitu tentang jurnal rata mahasiswa digunakan rumus penyesuaian. Tes dilakukan dengan tujuan Univ PGRI Palembang. dengan melanjutkan materi tentang jurnal penyesuaian sampai 4.1.1.2. PGRI Palembang) semester IIB Setelah mengabsen selanjutnya 3. peneliti mengikuti sesuai jadwal didapat maka kegiatan perkuliahan dengan mata kuliah yang ada. Deskripsi hasil penelitian Jumat tanggal 30 Mei 2015 peneliti juga Penelitian ini dilakukan pada memberikan tes essai pada kelas semeter IIB mahasiswa semestes II Tahun Angkatan 2014 dengan soal tes yang sama dengan kelas Program Studi Pendidikan Akuntansi FKIP sebelumnya.1. materi ayat jurnal penyesuaian selesai dan Pertemuan pertama dilakukan pada hari dilanjutkan dengan materi selanjutnya.1.1. (sumber : Pedoman Penilaian FKIP setelah itu peneliti mengabsen mahasiswa Univ. Melalui pembelajaran dan tujuan penelitian dengan tabel berikut ini dapat dilihat secara jelas materi Ayat Jurnal Penyesuaian tersebut. dikelas Angka Bobot Hurup Predikat Semester IIB dengan alokasi waktu 3 jam 85-100 4 A Sangat pelajaran (3 x 90 menit). Hasil Penelitian essai dengan soal terlampir. Berdasarkan hasil untuk mendapatkan data tentang hasil belajar observasi peneliti ke kelas populasinya mahasiswa dan menganalisa kemampuan berjumlah 48 mahasiswa Penelitian ini mahasiswa dalam menyelesaikan Ayat Jurnal dilakukan selama 3 minggu dengan empat kali Penyesuaian.2.

6 yang menjawab 8 perlengkapan salah.1 yang menjawab salah. 39. Maka jumlah mengenai beban 85. menjawab soal dengan 94 .8 yang ini 655 pada kategori baik. Butir soal nomor 4 jurnal mengenai penyesuaian mengenai pendapatan yang 95. dengan 9 harus dibayar rata – rata nilai pada soal mengenai ini 85 pada kategori baik.dengan menjawab salah.3 mahasiswa yang menjawab 8 diterima dimuka soal dengan benar lebih mengenai banyak dari pada yang 97. 6 penghapusan 45 3 6.1 menjawab salah. 3 yang masih 47 1 2. 14. 8 penyusutan aset 47 1 2.1 menjawab salah.3 yang menjawab akun penyusutan aset tetap salah. dengan perlengkapan sebanyak 45 rata – rata nilai pada soal mahasiswa atau 93. Butir soal nomor 2 jurnal TENTANG JURNAL PENYESUAIAN penyesuaian mengenai akun beban dibayar Nom Benar Salah dimuka sebanyak 41 or Soal Tes mahasiswa atau 85. Butir soal nomor 5 jurnal benar dan 3 mahasiswa penyesuaian mengenai atau 6. Butir soal nomor 1 jurnal soal dengan benar lebih penyesuaian mengenai banyak dari pada yang akun pemakaian menjawab salah. Maka rata – rata nilai pada soal jumlah mahasiswa yang ini 94 pada kategori baik. akun pendapatan diterima 10 46 2 4. mahasiswa yang menjawab 2 41 7 dibayar dimuka 4 6 soal dengan benar lebih mengenai beban banyak dari pada yang 97. 9 29 19 dibayar dimuka 4 6 d. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 MAHASISWA PER BUTIR SOAL b. dengan 9 tetap rata – rata nilai pada soal mengenai beban 60.4 yang menjawab butir soal tes jurnal penyesuaian adalah sebagai salah. 64.2 masih harus 8 dimuka sebanyak 31 diterima mahasiswa atau 64.1 harus dibayar sebanyak 47 9 tetap mahasiswa atau 97.9 yang mengenai menjawab soal dengan 93.6 yang menjawab soal dengan Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa benar dan 17 mahasiswa banyaknya mahasiswa yang menjawab setiap atau 35. Butir soal nomor 3 jurnal 6 4 diterima dimuka penyesuaian mengenai mengenai akun beban yang masih 97. 5 penyusutan aset 47 1 2. 35.1 yang menjawab mengenai salah. Maka jumlah 93. menjawab soal dengan e.9 yang menjawab soal dengan benar lebih soal dengan benar dan 1 banyak dari pada yang mahasiswa atau 2. 4 pendapatan 31 17 c. ini 98 pada kategori baik. Maka jumlah berikut : mahasiswa yang menjawab a.3 benar dan 1 mahasiswa 8 piutang atau 2. 7 pendapatan 45 3 6. 1 pemakaian 45 3 6.4 yang F % F % Soal menjawab soal dengan mengenai benar dan 7 mahasiswa 93. Maka jumlah sebanyak 47 mahasiswa mahasiswa yang menjawab atau 97.3 atau 14.

soal ini 96 pada kategori g. beban yang atau 6.8.9 masuk kedalam kategori amat baik. dengan baik yaitu nomor 2 tentang beban dibayar rata–rata nilai pada soal ini dimuka. Butir soal nomor 10 jurnal akun pengahpusan piutang penyesuaian mengenai sebanyak 45 mahasiswa akun piutang pendapatan atau 93.8 yang menjawab sebanyak 46 mahasiswa soal dengan benar dan 3 atau 95.8 yang nilai mahasiswanya dengan kategori amat baik menjawab soal dengan yaitu pada soal nomor 1. 3.2 yang jumlah mahasiswa yang menjawab salah.9 yang menjawab dengan benar oleh mahasiswa adalah pada butir soal dengan benar dan 1 soal nomor 3. Maka sedangkan pada butir soal nomor 9 hanya 29 jumlah mahasiswa yang mahasiswa yang menjawab benar dengar rata– menjawab soal dengan rata nilai siswa 60.3. Butir soal nomor 6 jurnal kategori baik penyesuaian mengenai j.3 yang soal dengan benar dan 2 menjawab salah. salah. serta terdapat dua yang rata–rata nilai 94 pada kategori baik. Butir soal nomor 9 jurnal yang bertujuan untuk menggambarkan keadaan penyesuaian mengenai atau suatu fenomena dalam hal menggambarkan akun beban dibayar kemampuan hasil belajar mahasiswa pada dimuka sebanyak 29 semester I dalam memahami materi jurnal mahasiswa atau 60. Pembahasan dengan rata – rata nilai Berdasarkan hasil analisis data di atas.4 yang penyesuaian mata kuliah Dasar-Dasar 95 .6 yang menjawab pada soal ini 98 pada salah dengan rata–rata nilai kategori baik.6. Butir soal nomor 7 jurnal baik.3 yang menjawab masih harus dibayar. penyusutan aset tetap. sebanyak 47 mahasiswa Soal yang paling banyak dijawab atau 97. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 benar lebih banyak dari menjawab soal dengan pada yang menjawab salah. benar lebih banyak dari dengan rata – rata nilai pada yang menjawab salah. pendapatan yang soal dengan benar lebih masih harus diterima dan terdapat satu yang banyak dari pada yang rata–rata nilai mahasiswanya dengan kategori menjawab salah.2. penyesuaian mengenai akun pendapatan diterima Berdasarkan dari hasil analisis butir dimuka sebanyak 45 soal bahwa terdapat tujuh soal yang rata–rata mahasiswa atau 93. Maka jumlah penghapusan piutang. beban dibayar akun penyusutan aset tetap dimuka.1 yang 97. 5 dan 8 dengan rata–rata nilai siswa atau 2. Maka mahasiswa atau 4. benar lebih banyak dari pada yang menjawab salah. pada soal ini 94 pada dengan rata–rata nilai pada kategori baik sekali.7.5. menjawab salah. adalah metode penelitian deskriptif kuantitatif i. Butir soal nomor 8 jurnal pada soal nomor 4 dan 9 yaitu mengenai akun penyesuaian mengenai pendapatan diterima dimuka. mahasiswanya dengan kategori cukup yaitu h.dan 10 benar dan 3 mahasiswa tentang pemakaian perlengkapan. mahasiswa yang menjawab pendapatan diterima dimuka. pada soal ini 98 pada teknik yang digunakan dalam penelitian ini kategori baik.4 pada kategori cukup. penyusutan aset tetap. Maka menjawab soal dengan jumlah mahasiswa yang benar lebih banyak dari menjawab soal dengan pada yang menjawab salah. benar dan 19 mahasiswa dengan rata – rata nilai atau 39.8 yang menjawab mahasiswa atau 6. pada soal ini 60 pada f.

dengan siswa atau 93. jumlah mahasiswa yang b.dengan mahasiswa atau 2. harus dibayar sebanyak 47 dengan rata–rata nilai pada mahasiswa atau 97. Maka jumlah akun pendapatan diterima mahasiswa yang menjawab dimuka sebanyak 45 soal dengan benar lebih mahasiswa atau 93.4 yang menjawab yang dibahas sebanyak 10 butir soal yaitu : salah. 96 .8 yang banyak dari pada yang menjawab soal dengan menjawab salah.3 yang pada soal ini 85 pada menjawab salah. Maka 94 pada kategori baik. Butir soal nomor 2 jurnal menjawab soal dengan penyesuaian mengenai benar lebih banyak dari akun beban dibayar pada yang menjawab salah. Maka kategori baik. Butir soal nomor 5 jurnal atau 6. Butir soal nomor 3 jurnal menjawab soal dengan penyesuaian mengenai benar lebih banyak dari akun beban yang masih pada yang menjawab salah. jumlah mahasiswa yang c. benar dan 17 mahasiswa dasar Akuntansi Keuangan I. benar dan 3 mahasiswa e.4 yang menjawab soal ini 98 pada kategori soal dengan benar dan 7 baik.9 yang menjawab banyak dari pada yang soal dengan benar dan 1 menjawab salah. Butir soal nomor 6 jurnal menjawab salah. dengan benar dan 3 siswa atau 6. mahasiswa atau 14.8 yang menjawab pada yang menjawab salah.6 yang mahasiswa dalam menyelesaikan soal–soal menjawab soal dengan jurnal penyesuaian pada mata kuliah Dasar.3 yang menjawab salah. Butir soal nomor 1 jurnal mahasiswa yang menjawab penyesuaian mengenai soal dengan benar lebih akun pemakaian banyak dari pada yang perlengkapan sebanyak 45 menjawab salah. Maka jumlah akun penyusutan aset tetap mahasiswa yang menjawab sebanyak 47 mahasiswa soal dengan benar lebih atau 97. d. Butir soal nomor 4 jurnal Tes merupakan alat yang digunakan penyesuaian mengenai untuk memperoleh hasil belajar mahasiswa akun pendapatan diterima setelah menyelesaikan kegiatan belajar dimuka sebanyak 31 mengajar untuk mengetahui kemampuan mahasiswa atau 64. Maka penyesuaian mengenai jumlah mahasiswa yang akun pengahpusan piutang menjawab soal dengan sebanyak 45 mahasiswa benar lebih banyak dari atau 93. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 Akuntansi Keuangan I Tahun Akademik rata–rata nilai pada soal ini 2014/2015 Program Studi Pendidikan 98 pada kategori baik.6 yang f. Maka jumlah a. benar dan 1 mahasiswa g.8 yang rata–rata nilai pada soal ini menjawab soal dengan 655 pada kategori baik.3 yang menjawab penyesuaian mengenai salah. Akuntansi.1 yang menjawab penyesuaian mengenai salah. soal dengan benar dan 3 dengan rata – rata nilai mahasiswa atau 6. Butir soal nomor 7 jurnal atau 2.9 yang soal ini 94 pada kategori menjawab soal dengan baik sekali.1 yang rata–rata nilai pada soal ini menjawab salah. Jumlah butir tes atau 35. dimuka sebanyak 41 siswa dengan rata–rata nilai pada atau 85.

5. Jadi analisis benar lebih banyak dari kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan pada yang menjawab salah. Maka Simpulan Dan Saran jumlah mahasiswa yang Simpulan menjawab soal dengan Dari hasil penelitian yang telah benar lebih banyak dari dilakukan. mahasiswa kelas X Ak 1 nilai pada soal ini 60 pada dan X Ak 2 dapat dikatakan baik dalam kategori baik menyelesaikan soal–soal materi jurnal j. Butir soal nomor 10 jurnal penyesuaian pada mata kuliah akuntansi. jurnal penyesuaian pada mata pelajaran dengan rata – rata nilai akuntansi di Program Studi pada soal ini 98 pada PendidikanAkuntansi Tahun Akademik kategori baik. maka dapat disimpulkan sebagai pada yang menjawab salah.4 pada kategori yang menjawab soal cukup.2 yang menjawab salah.8 yaitu jurnal penyesuaian Dari sepuluh butir soal yang paling mengenai beban yang masih harus dibayar banyak dijawab “benar” oleh mahasiswa adalah dan penyusutan aset tetap sebanyak 47 pada butir soal nomor 3.1 yang 20. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 Maka jumlah mahasiswa rata – rata nilai mahasiswa 60. Sedangkan butir soal baik.58 akun beban dibayar masuk pada kategori baik sekali.6 yang menjawab didapat setelah diadakan tes adalah 82 (BAIK). Butir soal tertinggi yang dijawab dengan pada soal ini 96 pada benar oleh mahasiswa adalah butir soal kategori baik.58. mahasiswa atau 4. 5 dan 8 dengan rata – mahasiswa dengan rata–rata 97.8 yang menjawab hitungan akuntansi yang diberikan oleh dosen soal dengan benar dan 2 mata kuliah. yang memperoleh interval nilai 71 – 85 akun penyusutan aset tetap sebanyak 18 mahasiswa dengan persentase sebanyak 47 mahasiswa 37. berikut : dengan rata – rata nilai a. itu berarti masuk kedalam kategori baik penyesuaian mengenai sekali.4 yang ditetapkan dalam penelitian ini yaitu menjawab soal dengan menggunakan kategori hasil belajar dengan benar dan 19 mahasiswa rata–rata nilai keseluruhan mahasiswa yang atau 39. 100 sebanyak 19 mahasiswa dengan persentase h. salah dengan rata – rata Dalam penelitian ini. 2014/2015 yang paling banyak menjawab i. itu berarti masuk kedalam kategori baik. Butir soal nomor 8 jurnal 39. Butir soal nomor 9 jurnal dengan interval nilai 86 – 100 sebanyak 19 penyesuaian mengenai mahasiswa dengan jumlah persentase 39.9% dengan rata nilai 97. sedangkan pada butir soal nomor 9 hanya terendah yang menjawab soal dengan 29 mahasiswa yang menjawab benar dengan benar adalah pada butir soal nomor 9 yaitu jurnal penyesuaian mengenai beban 97 .9 masuk kedalam kategori amat kategori sangat baik. dengan benar lebih banyak Dilihat dari frekuensi keseluruhan dari pada yang menjawab jumlah mahasiswa dalam menyelesaikan soal – salah.5. dengan rata–rata soal materi jurnal penyesuaian pada mata nilai pada soal ini 94 pada pelajaran akuntansi dengan interval nilai 86 – kategori baik.83 masuk dalam kategori cukup dan yang menjawab salah.9 yang menjawab sedangkan yang memperoleh interval 56 – 70 soal dengan benar dan 1 sebanyak 10 mahasiswa dengan persentase mahasiswa atau 2. atau 97. nomor 3.08. dimuka sebanyak 29 Sesuai dengan kriteria yang telah mahasiswa atau 60. penyesuaian mengenai dikarenakan siswa dapat memperhatikan akun piutang pendapatan penjelesan dari dosen mata kuliah dan sebanyak 46 mahasiswa melakukan serangkaian latihan–latihan soal atau 95. Maka memperoleh interval 41 – 55 sebanyak 1 jumlah mahasiswa yang mahasiswa yang masuk kedalam kategori menjawab soal dengan kurang dengan persentase 2.

Yang Mempengaruhi. menyelesaikan jurnal penyesuaian Sudijono. mahasiswa tidak mengalami kejenuhan Bandung : Alfabeta.83% dan mempengaruhi. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Anas. Belajar Dan Faktor – Faktor persentase sebesar 2. Jakarta : Kencana. Jakarta : Raja Grafindo b.2014.08%. 39. 2009. 2013.5%. Pengantar Evaluasi perusahaan jasa adalah 82 dengan kategori Pendidikan. Palembang : FKIP mengerjakan soal akuntansi serta Universitas PGRI Palembang. Akuntansi Suatu Pengantar. Jakarta : Esis. hendaknya harus lebih Tim Penyusun. Jakarta: Rineka Cipta.Pedoman saat di luar kampus sehingga mahasiswa Akademik. dalam belajar akuntansi. Jakarta : Kencana. Statistik Untuk Penelitian. 2010. Belajar dan faktor – faktor yang dengan jumlah persentase 20. Penilaian Hasil Belajar Mengajar. Bagi peneliti selanjutnya. dan sebaiknya materi akuntansi yang telah dijelaskan oleh dosen dipelajari lagi pada Universitas PGRI Palembang. memfariasikan metode pembelajaran agar Sugiyono. Apabila penjelasan Trik Jitu Menguasai Siklus Akuntansi dari dosen tersebut kurang dimengerti atau Perusahaan Jasa Dengan Cepat Dan dipahami hendaknya mahasiswa bertanya Tepat. Rata–rata kemampuan mahasiswa dalam Cipta. pada kategori kurang dengan jumlah ----------. kemudian pada kategori Rudianto. persentase 37. yang diterima oleh mahasiswa setiap Soemarso. 2011. Jakarta : Salemba Empat b. Bandung : PT. Pengantar Akuntansi. 2010. menyelesaikan jurnal penyesuaian dapat Kadir.Suharsimi. 2012. 2012. Bagi mahasiswa. Rata–rata keseluruhan mahasiswa dalam Persada. Bandung : Alfabeta. 2013. Pedoman Penulisan giat dan teliti lagi dalam menganalisa dan Penelitian Dosen. Teori Akuntansi.4% Dan Auditing. 2012. harinya. baik. 2013. 2009. 2009. Dasar Dasar dilihat pada kategori baik dengan jumlah Pendidikan. Jakarta : baik sekali dengan jumlah persetase Erlangga. Sedangkan pada kategori cukup Slameto. Jakarta : Rineka c. Jakarta : Rineka cipta. memperhatikan setiap penjelasan dari Tim Tutor. 2008. Metode Penelitian banyaknya jam mata kuliah akuntansi Bisnis. Abdul dkk. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 dibayar dimuka sebanyak 29 mahasiswa Islahuzzaman. Jakarta : Rajawali Pers. Accounting Education Club dosen dengan baik. 98 . mengingat ------------. 2013. agar kemampuan Sugiri dan riyono. c. 2012.Bandung : Alfabeta. Akuntansi Untuk SMA/MA Kelas XI. Bagi dosen mata kuliah. Nana. Yogyakarta : Sekolah Tinggi Ilmu dosen mampu memberikan motivasi dan Manajemen YKPN. Aunurrahman. Arikunto. Akuntansi Pengantar mahasiswa lebih baik lagi hendaknya 1.Palembang : FKIP Universitas bisa memahami materi pada mata kuliah PGRI Palembang tersebut.58%. Remaja Saran Rosdakarya a. 2012. Palembang : FKIP Akuntansi pada saat proses perkuliahan berlangsung Universitas PGRI Palembang. Istilah – Istilah Akuntansi dengan rata–rata 60. penelitian ini dapat dijadikan sebagai pedoman dan gambaran untuk melakukan penelitian selanjutnya agar lebih baik lagi dan sekiranya dapat memperluas ruang lingkup penelitian. 2013. Belajar Dan Pembelajaran. Daftar Pustaka Alam. Sudjana. Hery.

701. mata pelajaran matematika masih proses belajar merupakan proses belum mendapatkan tempat di hati sebagian komunikasi yaitu proses penyampaian peserta didik Sekolah Dasar di Kecamatan pesan atau pikiran dari seseorang kepada Balerejo . Hasil pada penelitian ini menggunakan metode tes. praktis dalam kehidupan sehari-hari. Pada hakikatnya peneliti. pendidikan adalah alat untuk juga memberikan manfaat yaitu dapat merubah cara berpikir kita dari cara berpikir memberikan bekal kepada siswa agar dapat tradisional ke cara berpikir ilmiah. dianggap sebagai mata pelajaran yang sulit Pelajaran matematika merupakan salah dimengerti sehingga peserta didik takut satu mata pelajaran yang diajarkan di terhadap mata pelajaran matematika. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 PERBANDINGAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STAD (STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION) DENGAN MODEL PEMBELAJARAN TAI (TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR NEGERI DI KECAMATAN BALEREJO KABUPATEN MADIUN Arni Gemilang Harsanti Dosen FKIP Universitas PGRI Madiun glitter. Metode tes yang Belajar Matematika Siswa digunakan yaitu post tes yang diberikan kepada kelompok kontrol dam kelompok eksperimen. dalam matematika.701. sekolah yang memiliki peranan yang sangat Terlihat dari kurang semangatnya peserta penting. salah satunya adalah kesiapan guru Namun kenyataan yang ada sekarang dalam mempersiapkan siswanya melalui berdasarkan observasi yang dilakukan proses pembelajaran. Hasil analisis data t test diperoleh nilai = 5. Pengumpulan data Individualization). matematika tidak didik ketika menerima mata pelajaran terlepas dari kehidupan sehari-hari. matematika perubahan tingkah laku pada siswa. Pada umumnya matematika orang lain.harshanti@gmail. Peranan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari seorang guru dalam proses pembelajaran ditengah-tengah masyarakat dimana ia sangat penting dalam mengembangkan tinggal. terutama sejak usia sekolah pendidikan dapat dipengaruhi oleh berbagai dasar. Desain penelitian ini (Team Assisted menggunakan metode penelitian kuantitatif. Matematika pada siswa kelas V di SDN Gading 01 dan SDN Model Pembelajaran TAI Kebonagung 02 tahun pelajaran 2015/2016. tetapi Selain itu. Jadi 𝐻0 ditolak dan 𝐻1 diterima. Pada hakikatnya. Analisis data yang digunakan adalah metode statistic t test (uji – t). Padahal mata pelajaran matematika selalu 99 . PENDAHULUAN Tujuan pembelajaran matematika di Pendidikan adalah suatu proses yang sekolah dimaksud agar siswa tidak hanya dilakukan oleh guru kepada siswanya. sebagai ilmu dasar perlu dikuasai dengan Keberhasilan menyelenggarakan baik oleh siswa. akibatnya hasil belajar mata arti matematika memiliki kegunaan yang pelajaran matematika sering rendah. faktor. Maka 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 = 5. Pada taraf signifikansi 5% dan dengan t tabel = 1. terampil menggunakan matematika.26. Oleh karena itu.com Kata Kunci ABSTRAK Model Pembelajaran Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan penerapan STAD (Student Team model pembelajaran STAD dan TAI terhadap hasil belajar Achievement Division). Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada perbedaan antara penerapan model pembelajaran STAD dan model pembelajaran TAI terhadap hasil belajar Matematika siswa kelas V SDN Gading 01 dan SDN Kebonagung 02 tahun pelajaran 2015/2016.26 > 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 = 1.

baik guru alternatif bagi guru untuk mengajar. maju mengerjakan soal di depan jika Model pembelajaran kooperatif tipe ditunjuk oleh guru dan bahkan ada yang STAD merupakan model pembelajaran harus dipaksa. secara kolaboratif yang anggotanya terdiri Sementara proses belajar mengajar dari empat sampai enam orang dengan selama ini masih menggunakan metode struktur kelompok yang bersifat heterogen. Hal ini hanya mencatat dan mendengarkan guru tentunya sangat menguntungkan bagi saja. Model pembelajaran STAD dan menyenangkan untuk mengarahkan adalah yang paling tepat untuk siswa mencapai tujuan pembelajaran secara mengajarkan materi-materi pelajaran ilmu optimal. Dalam pembelajaran ini guru belajar mengajar (KBM) berlangsung. dan matematika. seperti perhitungan dan penerapan komponen pemangku kepentingan matematika. berpartisipasi aktif. Metode seperti ini pembelajaran kooperatif diharapkan menyebabkan peserta didik kurang aktif. kooperatif yang dapat digunakan sebagai Dalam proses pembelajaran. Kegiatan kepada peserta didik di dalam kelas dengan pembelajaran yang berpusat pada siswa cara berbicara di awal pelajaran. konvensional. pembelajaran TAI pernah dilakukan oleh Model pembelajaran kooperatif Reza Kusuma Setyansah. siswa dengan guru menyampaikan pembelajaran bekerja sama secara kelompok. kreatif dan inovatif. mampu membantu siswa dalam belajar di tergambar ketika dalam proses kegiatan sekolah. Selain bekerjasama dalam menuntut keaktifan peserta didik dan dapat kelompok. masalah-masalah dalam pelajaran mengembangkan sikap demokratis. pada model pembelajaran TAI memotivasi peserta didik untuk belajar. Budiyono dan (Cooperative Learning) merupakan bentuk Sutrima pada tahun 2011 dengan judul pembelajaran dengan cara siswa belajar dan “Efektivitas Model Pembelajaran TAI dan 100 . (student center) selalu dijumpai dalam menerangkan materi dan contoh soal model pembelajaran kooperatif. Siswa peserta didik diberi kesempatan bertanya. Saat berperan sebagai fasilitator. Selain itu. Pembelajaran disampaikan Dalam kegiatan diskusi kelompok. guru sebagai salah satu pasti. juga diselipkan pembelajaran secara Salah satu di antaranya adalah individu. pendidikan. permasalahan dari materi yang dibahas Diperparah lagi sebagian peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. didik dalam pembelajaran akademis Penelitian mengenai model mereka. maka cocok untuk mengatasi permasalahan yang diperlukan suatu model pembelajaran yang terjadi. menunjukkan kooperatif mencerminkan pandangan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe bahwa manusia belajar dari pengalaman STAD dan TAI tepat untuk diterapkan mereka dan berpartisipasi aktif dalam dalam mata pelajaran matematika dengan kelompok kecil membantu peserta didik tujuan membantu peserta didik mengatasi belajar keterampilan sosial. diharapkan mampu bekerja sama secara sedikit sekali dari peserta didik yang kelompok. akibatnya peserta didik yang memahami konsep dan memecahkan belum jelas tidak dapat terdeteksi oleh guru. soal di depan kelas hanya peserta didik Pembelajaran kooperatif memberi tertentu yang mau maju dengan inisiatif dorongan kepada teman untuk mencapai sendiri. pembelajaran dilakukan oleh para ahli. dalam bertanya. pembelajaran kooperatif tipe TAI juga Berdasarkan uraian di atas. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 mereka hadapi pada saat UAN (Ujian Akhir bekerja dalam kelompok-kelompok kecil Nasional). belajar bersama memecahkan masalah Guru menempati posisi penting dalam dalam pembelajaran bersama menciptakan suasana belajar yang kondusif kelompoknya. kebanyakan dari peserta didik mau prestasi akademik yang baik. Model disertai tanya jawab. jika disuruh mengerjakan mereka yang berkemampuan rendah. harus mampu berpikir secara Selain model pembelajaran STAD. Sehingga. Berdasarkan hasil penelitian yang pembelajaran kooperatif. sehingga akan memperoleh secara bersamaan juga membantu peserta hasil belajar yang maksimal. Dalam maupun siswa bersama-sama menjadi model pembelajaran STAD siswa akan pelaku terlaksananya tujuan pembelajaran.

nilai beranggotakan empat atau lima post test siswa pada kelas eksperimen yang orang siswa yang merupakan menggunakan model pembelajaran STAD campuran dari kemampuan lebih baik daripada nilai post test pada kelas akademik yang berbeda. Model Pembelajaran b) Siswa aktif membantu dan a. sedang dan rendah berusaha untuk mengetahui dan untuk saling memotivasi guna membuktikan model pembelajaran mana mendapatkan hasil belajar yang yang lebih baik diterapkan antara STAD maksimal. terdapat siswa yang berprestasi Berdasarkan uraian di atas peneliti tinggi. menyelesaikan tujuan f) Meningkatkan kecakapan pembelajaran (Huda. konvensional. 2) Kelebihan Model Maka peneliti ingin melakukan penelitian Pembelajaran STAD dengan judul “Perbandingan Penerapan (Student Team Achievement Model Pembelajaran STAD (Student Team Division) Achievement Division) Dengan Model Menurut Shoimin (2014: Pembelajaran TAI (Team Assisted 189) kelebihan model Individualization) Terhadap Hasil Belajar pembelajaran STAD adalah Matematika Siswa Kelas V Sekolah Dasar sebagai berikut: Negeri di Kecamatan Kabupaten Madiun a) Siswa bekerja sama dalam Tahun Pelajaran 2015/2016”. Model Pembelajaran STAD memotivasi semangat (Student Team Achievement untuk berhasil bersama. mencapai tujuan dengan menjunjung tinggi norma- PEMBAHASAN norma kelompok. Model pembelajaran h) Tidak memiliki rasa STAD menekankan pada dendam 101 . 201) g) Tidak bersifat kompetitif. Hasil penelitian dikelompokkan dalam menunjukkan pada materi operasi hitung kelompok belajar yang campuran bilangan bulat dikelas V. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 GI Pada Materi Persamaan Garis Lurus adanya aktivitas dan interaksi Ditinjau Dari Konsep Diri Siswa”. kontrol yang tidak menggunakan model sehingga setiap kelompok pembelajaran STAD. yang berbeda-beda saling e) Meningkatkan kecakapan bekerja sama untuk individu. STAD merupakan model d) Interaksi antar siswa pembelajaran kooperatif yang seiring dengan didalamnya beberapa peningkatan kemampuan kelompok kecil siswa dengan mereka dalam level kemampuan akademik berpendapat. 2015: kelompok. Dari pendapat diatas maka Penelitian serupa juga dilakukan oleh dapat disimpulkan bahwa Fitrina pada tahun 2013 dengan judul model pembelajaran STAD “Pengaruh Model Kooperatif Tipe STAD adalah model pembelajaran Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas V SDN yang mana siswa 36 Pontianak Selatan”. 1. dan TAI dalam pembelajaran matematika. 2012: 197). Division) c) Aktif berperan sebagai 1) Pengertian Model tutor sebaya untuk lebih Pembelajaran STAD meningkatkan Model pembelajaran keberhasilan kelompok. Hasil diantara siswa untuk saling penelitian menunjukkan model memotivasi dan saling pembelajaran kooperatif tipe TAI membantu anggota kelompok memberikan hasil belajar matematika lebih dalam menyelesaikan suatu baik dibandingkan model pembelajaran masalah (Warsono dan kooperatif tipe GI dan model pembelajaran Hariyanto.

102 . Pembelajaran b) Siswa berprestasi tinggi kooperatif tipe STAD akan mengarah pada biasanya digunakan untuk kekecewaan karena peran penguatan pemahaman anggota yang pandai lebih materi. e) Membutuhkan Guru memberikan kemampuan khusus penghargaan pada sehingga tidak semua guru kelompok berdasarkan dapat melakukan perolehan nilai pembelajaran kooperatif. Pembelajaran STAD sedang dan rendah). pembelajaran STAD adalah d) Bahan materi yang telah sebagai berikut: disiapkan didiskusikan a) Konstribusi dari siswa dalam kelompok untuk berprestasi rendah menjadi mencapai kompetensi kurang. bekerja sama. dasar. 2014:24) b) Guru memberikan tes/kuis model pembelajaran TAI kepada setiap siswa secara merupakan suatu program yang individual sehingga akan menggabungkan pembelajaran diperoleh skor awal. Jika (Student Team Achievement mungkin anggota Division) kelompok berasal dari ras. mengarahkan sehingga sulit mencapai dan memberikan target kurikulum. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 3) Kelemahan Model yang berbeda-beda (tinggi. Model Pembelajaran TAI (Team Pembelajaran STAD Assisted Individualization) (Student Team Achievement 1) Pengertian Model Division) Pembelajaran TAI Langkah-langkah yang Menurut Fathurrohman dapat digunakan dalam model (2015: 74) model pembelajaran pembelajaran STAD menurut tipe TAI adalah model Fathurrohman (2015: 54) pembelajaran yang adalah sebagai berikut : mengkombinasikan a) Guru menyampaikan keunggulan pembelajaran materi pembelajaran atau kooperatif dan pembelajaran permasalahan kepada individual. misalnya sifat suka ke skor kuis berikutnya. peningkatan hasil belajar f) Menuntut sifat tertentu dari individual dari skor dasar siswa. siswa sesuai kompetensi Sementara menurut Slavin dasar yang akan dicapai (dalam Sharan. penegasan pada materi d) Membutuhkan waktu yang pembelajaran yang telah lebih lama sehingga pada dipelajari. e) Guru memfasilitasi siswa c) Membutuhkan waktu yang dalam membuat lebih lama untuk siswa rangkuman. umumnya guru tidak mau f) Guru memberikan tes/kuis menggunakan kepada setiap siswa secara pembelajaran kooperatif. individual. 4) Langkah-Langkah Model b. Setiap kebutuhan dari berbagai kelompok terdiri dari 4-5 pengajaran berbagai kelas yang siswa dengan kemampuan berbeda. kooperatif dengan pengajaran c) Guru membentuk beberapa individual untuk memenuhi kelompok. dominan. suku yang berbeda (2014:189) kelemahan model serta kesetaraan gender. Menurut Shoimin budaya.

pembelajaran individual. 2015: g) Menggantikan bentuk 74). tetap konsep dan keahlian mementingkan kemampuan sampai benar-benar individu siswa tanpa memahaminya. rasa tanggung jawab terhadap teman lain 2) Unsur-Unsur Model dalam proses belajarnya. kelompok bertanggung jawab e) Mengurangi kecemasan. atau pembelajaran kooperatif dan menyampaikan gagasan. 5) Langkah-Langkah Model b) Siswa yang pandai dapat Pembelajaran TAI (Team mengembangkan Assisted Individualization) kemampuan dan Shoimin (2014: 200-202) keterampilannya. adalah model pembelajaran i) Mereka dapat berdiskusi. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 Ciri khas pada tipe TAI c) Adanya tanggungjawab adalah setiap siswa secara dalam kelompok dalam individual dibawa ke menyelesaikan kelompok-kelompok untuk permasalahannya. perbedaan tingkat kooperatif tipe TAI memiliki 8 kemampuan dan cacat unsur dalam pelaksanaannya fisik. bersama (Faturrohman. berpendapat langkah-langkah 103 . 2014:200) yaitu : l) a) Palacement test 4) Kelemahan Model b) Team Pembelajaran TAI (Team c) Teaching Group Assisted Individualization) d) Student Creative kelemahan model e) Team Study pembelajaran TAI menurut f) Fact Test Fathurrohman (2015: 77) g) Team Scores adalah sebagai berikut : h) Whole Class Units a) Dibutuhkan waktu yang lama untuk membuat dan 3) Kelebihan Model mengembangkan Pembelajaran TAI (Team perangkat pembelajaran. diatas dapat disimpulkan h) Melibatkan siswa untuk model pembelajaran TAI aktif dalam proses belajar. Pembelajaran TAI (Team k) Mereka dapat belajar Assisted Individualization) menghargai perbedaan Model pembelajaran etnik. terbantu menyelesaikan masalahnya. peduli. Assisted Individualization) b) Jumlah siswa yang terlalu Kelebihan model besar dalam kelas maka pembelajaran TAI menurut guru akan mengalami Shoimin (2014: 202) adalah kesulitan dalam sebagai berikut : memberikn bimbingan a) Siswa yang lemah dapat kepada siswa. dan semua anggota kelompok. yang menggabungkan berdebat. menghilangkan unsur kerja j) Mereka memiliki rasa sama dalam kelompok. (Shoimin. persaingan dengan saling Berdasarkan pendapat ahli kerja sama. didiskusikan dan saling d) Siswa diajarkan bagaimana dibahas oleh anggota bekerja sama dalam suatu kelompok. atas keseluruhan jawaban f) Menghilangkan perasaan sebagai tanggung jawab terisolasi dan panik.

berdasarkan fakta yang b. Jadwal e) Teams Study. Metode Penelitian kelompoknya. dengan mengerjakan dan penyusunan laporan. kelompok. Pada langkah ketiga. “Metode bagus didalam kelompok penelitian eksperimen metode tersebut yang berperan penelitian yang digunakan untuk sebagai peer tutoring (tutor mencari pengaruh perlakuan sebaya). tertentu terhadap yang lain dalam f) Fact Test. menyajikan kembali materi c) Teaching Group. a) Placement Test. b) Teams. Guru kondisi yang terkendalikan” memberikan tes-tes kecil (Sugiyono. penelitian yang digunakan adalah siswa yang memiliki penelitian kuantitatif dengan kemampaun akademis metode eksperimen. “kelompok OK”. Langkah ini cukup Misalnya dengan penting dalam penerapan menyebut mereka sebagai model pembelajaran TAI. 2012: 107). d) Student Creative. Pada dan sebagainya. 2012: 2). Desain Penelitian 104 . BIASA”. dan sebagainya. kelompok yang bersifat h) Whole-Class Units. guru 4-5 siswa. Waktu Penelitian menciptakan persepsi Waktu penelitian yang bahwa keberhasilan siswa dimaksud adalah lamanya (individu) ditentukan oleh pelaksanaan kegiatan penelitian yang keberhasillan dilakukan selama 5 bulan mulai bulan kelompoknya. Rancangan Penelitian diberikan dalam a. menyelesaikan tugas. Pada tahap ini guru “kelompok LUAR membentuk kelompok. siswa belajar bersama persiapan. Selanjutnya test) kepada siswa. langkah ini guru g) Team Score and Team memberika tes awal (pre. misalnya adalah sebagai berikut : dengan memberikan kuis. (Sugiyono. tugas-tugas dari LKS yang 2. Jenis dengan bantuan siswa. Guru di akhir bab dengan memberikan materi secara strategi pemecahan singkat menjelang masalah untuk seluruh pemberian tugas siswa dikelasnya. guru perlu METODE PENELITIAN menekankan dan 1. Cara ini guru memberikan skor bisa digantikan dengan pada hasil kerja kelompok mencermati rata-rata nilai dan memberikan harian atau nilai pada bab penghargaan terhadap sebelumnya yang kelompok yang berhasil diperoleh siswa sehingga secara cemerlang dan guru dapat mengetahui kelompok yang dipandang kekurangan siswa pada kurang berhasil dalam bidang tertentu. Pada Metode penelitian pada tahapan ini guru juga dasarnya merupakan cara ilmiah memberikan bantuan untuk mendapatkan data dengan secara individual kepada tujuan dan kegunaan tertentu” siswa yang membutuhkan. Pada tahap pelaksanaan penelitian meliputi ini. perencanaan. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 model pembelajaran TAI diperoleh siswa. heterogen yang terdiri dari Langkah terakhir. Recognition. pelaksanaan. Maret sampai Juli.

ketika proses sampling jenuh. Sampel 𝑥̅1 −𝑥̅2 t= (𝑛 −1)𝑠1 2 +(𝑛2 −1)𝑠2 2 1 1 Sampel dalam penelitian ini √ 1 𝑛1 +𝑛2 −2 ( + ) 𝑛1 𝑛2 adalah siswa kelas V SDN GADING 01 dengan jumlah 30 HASIL PENELITIAN siswa dan siswa kelas V SDN Setelah melakukan penelitian Kebonagung 2 dengan jumlah 30 dilapangan yakni di SDN Gading 01 dan siswa. Dalam dilakukan oleh si peneliti. Teknik Pengambilan Sampel nilai hasil belajar matematika kelas V. kemudian yang telah dikerjakan dibawa kedalam dilakukan analisis butir soal. terlihat antusias. Teknik Analisis Data Control Design. menggunakan Posttest-Only 5. Sedangkan untuk menguji Gading 01 dan siswa kelas V hipotesis digunakan t – test dengan SDN Kebonagung 02 dengan rumus sebagai berikut : jumlah siswa 60 siswa b. diperoleh nilai rata-rata sebesar 59.11. Setelah dilakukan uji (Team Assisted Individualization) coba instrumen diperoleh nilai r hitung Dalam penelitian kelas TAI yakni = 0. Setelah selesai (post-test). Maka soal di SDN Kebonagung 02. Dalam menetukan soal tes peneliti melakukan penelitian ini. Data dalam penelitian ini 3. peneliti kolaborasi dengan guru inti kelas 5. terlebih dahulu. Namun bagi siswa yang berganda (Multiple Choice Item).803 > 0. Sampel dan Teknik melalui uji normalitas dan uji Pengambilan Sampel homogenitas. pembelajaran dilakukan tes hasil Sebelum instrument digunakan.388 = r tabel. pada saat tes dinyatakan reliabel dan layak pembelajaran siswa dibagikan soal dan digunakan untuk mengambil data harus mengerjakannya secara individu penelitian. Tes lemah hanya akan bergantung pada ini dilakukan sesudah diberi perlakuan siswa yang pandai. diluar responden penelitian yang Hasil perhitungan tes belajar siswa memiliki karakteristik hampir sama. belajar matematika untuk melihat terlebih dahulu diadakan uji coba tingkat keberhasilan belajar siswa. Populasi. Hasil belajar matematika siswa dengan sampling jenuh yaitu teknik menggunakan model pembelajaran penentuan sampel bila semua STAD (Student Team Achievement anggota populasi digunakan Division) sebagai sampel. Populasi menggunakan rumus liliefors dan Populasi dalam penelitian ini uji homogenitas menggunakan uji adalah semua siswa kelas V SDN F. SDN Kebonagung 02. Hasil belajar matematika siswa dengan mengetahui validitas dan menggunakan model pembelajaran TAI reliabilitasnya. Sugiyono (2013: 212) Kemudian nilai hasil belajar tersebut diuji menyatakan bahwa salah satu dengan menggunakan rumus uji t peneliti teknik pengambilan sampel mendapatkan hasil sebagai berikut : dilakukan dengan teknik 1. Teknik Pengumpulan Data dalam proses pembelajaran siswa diberi Dalam penelitian ini yang kesempatan untuk belajar secara dipergunakan adalah tes pilihan berkelompok. Hal ini dikarenakan 4. Setelah kelompok yang telah dibentuk untuk itu peneliti melakukan revisi terhadap tes yang sudah diujikan dan 105 . baru kemudian soal Setelah uji coba. Uji coba instrument digunakan untuk 2. peneliti mengambil c. karena jumlah pembelajaran berlangsung siswa populasi relatif kecil. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 Desain penelitian adalah menentukan soal tes yang sudah valid rancangan penelitian yang akan untuk pengambilan data. Uji normalitas a. Dalam penelitian kelas STAD Peneliti menggunakan teknik yakni di SDN Gading 01.

701. Kecamatan Balerejo Kabupaten Madiun tahun pelajaran 2015/2016.701. Saran rata sebesar 77. perhitungan tes hasil belajar matematika siswa diperoleh nilai rata. pembelajaran STAD. pada kelompok kelas TAI ini hipotesis dengan uji t pada taraf juga dilakukan tes hasil belajar signifikan 5% diperoleh 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 = 5. semakin diperkuat dengan hasil yang siswa akan lebih aktif dan lebih diperoleh pada pada kelas STAD dan mudah menguasai materi. Keterbatasan peneliti dalam Pada akhirnya dapat ditarik melakukan penelitian ini maka kesimpulan dari penelitian ini yaitu diharapkan ada peneliti lain yang Ada perbedaan yang signifikan dapat melanjutkan dan penggunaan model STAD dan TAI mengembangkan hasil penelitian terhadap hasil belajar matematika siswa ini dengan subyek dan obyek yang kelas V Sekolah Dasar Negeri di lebih luas. Team Achievement Division). kelas TAI. karena memberikan efek tidak sama terhadap dengan menerapkan model hasil belajar matematika dengan taraf pembelajaran tersebut suasana signifikan 5% atau 0.78. Kepada Guru dilakukan dapat diketahui bahwa Penerapan model pembelajaran 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 = 5.26 matematika untuk melihat tingkat dan 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 = 1. Perbedaan hasil belajar matematika pembelajaran matematika dan hasil siswa dengan menggunakan model belajar siswa. Hasil 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 maka 𝐻0 ditolak.11. Hasil penelitian ini dapat menjadi rata 59.78. Kepada Kepala Sekolah jumlah siswa 30 anak memiliki rata. Sedangkan pada kelas TAI sumbangan pemikiran bagi kepala dengan jumlah siswa 30 anak memiliki sekolah untuk memotivasi guru rata-rata 77. saran-saran sebagai berikut : Berdasarkan hasil hipotesis yang a.05. yaitu kelas STAD dengan b.26 dan 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 = 1. Berdasarkan data agar mau dan mampu tersebut. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 saling dikoreksi antar anggota Individualization) dan STAD (Student kelompok. dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara hasil belajar matematika siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Balerejo Kabupaten Madiun tahun pelajaran 2015/2016 yang menggunakan model pembelajaran TAI (Team Assisted 106 . TAI dan STAD dapat digunakan Sehingga dapat disimpulkan bahwa sebagai alternatif pilihan dalam model pembelajaran STAD dan TAI pembelajaran matematika. Karena 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 > keberhasilan belajar siswa. Hal ini Setelah proses pembelajaran dapat dibuktikan dari hasil analisis uji selesai . kelas yang diajarkan dengan mengembangkan model-model menggunakan model pembelajaran TAI pembelajaran yang akan memiliki rata-rata lebih baik bila berdampak pada peningkatan hasil dibandingkan dengan kelas yang belajar siswa khususnya pada mata diajarkan dengan menggunakan model pelajaran matematika. penulis memberikan STAD dan model TAI. Simpulan dan Saran Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dalam penelitian ini. Untuk meningkatkan kualitas 3. Berarti model c. Kepada Peneliti Selanjutnya TAI lebih baik daripada model STAD. Hal ini kelas akan lebih menyenangkan.

A. Sharan. Pendekatan Praktik.2013. Evaluasi Pembelajaran. 2012. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif. S. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 Daftar Pustaka Shoimin. M. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Madiun: IKIP PGRI MADIUN. Model-Model Pengajaran dan Pembelajaran. 2013. Hamzah B. Prenadamedia Group. Susanto.. Suryabrata. Bandung: Alfabeta. Bandung: Remaja Rosdakarya. 2011. ________. S. Statistika Untuk Penelitian. Metode Penelitian Kombinasi. Evaluasi Hasil Belajar. 2013. Jakarta: Matematika di Sekolah Dasar. Kuantitatif. 2014. 2014. Bandung: Alfabeta. Model-Model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru. 2013. Huda. ________. Pengantar Metodologi Penelitian Pendidikan dan Pengembangan Instrumen Pengukuran. 2009. Vitalis Teguh. Donni Juni. Jakarta: Bumi Aksara. Pembelajaran Inovatif. Cooperativ Learning. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Bandung: Alfabeta. Sugiyono.. Bandung: Alfabeta. Suhartono. Prosedur Penelitian Suatu Inovatif Dalam Kurikulum 2013.. Pembelajaran Surakarta: UNS Press. Model-Model Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 2010. Uno. 2013. 2015. Metodologi Penelitian. dan Ibadullah Malawi. 2010. Aktif Teori dan Asesmen. Yogyakarta: Istana Media. 2015. 2014. 107 . Metode Penelitian Ruzz Media. PAIKEM. 2015. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. 2012. Purwanto. S. Manajemen Penelitian. dan R&D. A. Budiyono. Model Pembelajaran Penelitian Gabungan. Eveline. Asep. Yogyakarta: Multi Pressindo. Belajar dengan Pendekatan Jakarta: Rineka Cipta. 2013. Jihad. Muri. Jogjakarta: Ar Yusuf. Siregar. Priansa. Rusman. dan Abdul Haris. dan Mohamad Nurdin. Warsono dan Hariyanto. 68 Model Pembelajaran Arikunto. Fathurrohman. Jakarta: Grafindo Persada. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Bogor: Ghalia Indonesia. 2013. Manajemen Peserta Didik dan Model Pembelajaran. M. 2014. Kualitatif & Heruman. Asdi Mahasatya. Teori Belajar dan Pembelajaran. ______. Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar. Belajar dan Pembelajaran Berbasis Komputer. 2014. 2011. Jakarta: PT Yogyakarta: AR-Ruzz Media.

kritis. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Dalam pelaksanaan karakter kerja keras. tidak semua mahasiswa di kelas memiliki etos kerja keras yang sama sehingga dosen perlu meyakinkan mereka tentang kemampuan mereka. tidak semua siswa mau berpikir terlalu keras sehingga dosen biasanya memberi reward berupa nilai. Sehingga perlu untuk merupakan studi ilmiah baru di dunia mengevaluasi karakteristik dari pendidikan pendidikan. Subjek diambil secara purposive sampling. Dalam pelaksanaan karakter logis. sekolah yang mengintegrasikan pendidikan 108 . karakter kerja keras. penyajian data. Teknik validitas data yang digunakan adalah triangulasi waktu. 2) Kendala yang dihadapi dosen dan solusi yang dilaksanakan sebagai berikut. Meskipun penelitian tersebut menyatakan bahwa sekolah- ada beberapa bentuk yang kurang efektif.com Kata Kunci ABSTRAK Pendidikan Budaya Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Karakter Bangsa pelaksanaan pendidikan karakter pada mata kuliah matematika di program studi PGSD Universitas PGRI Madiun. Salah membangun karakter mahasiswa saja tetapi satunya adalah penelitian yang dilakukan sudah dimulai dari tingkat sekolah dasar. Hasil penelitian antara lain. Hasil mahasiswa dan prestasi akademik. Dalam pelaksanaan karakter rasa ingin tahu. kreatif dan inovatif. Dalam pelaksanaan karakter kemandirian. kreatif dan inovatif karakter berpikir. Banyak penelitian mengenai karakter mana yang paling efektif untuk pendidikan karakter untuk merumuskan dan dikembangkan. agar ada tutor teman sebaya. karakter kepercayaan diri. membentuk bagaimana agar pendidikan Pendidikan karakter tidak hanya untuk karakter efektif untuk dilaksanakan. karakter kemandirian. kritis. mahasiswa yang kurang percaya diri akan memilih tugas yang mudah dalam kerja kelompok sehingga dosen memberikan lebih banyak nilai kepada mahasiswa yang mewakili kelompoknya dalam menjelaskan tugasnya.al (2003) melakukan penelitian bahwa pendidikan karakter merupakan cara pengaruh karakter terhadap nilai akademis yang efektif untuk membangun karakter siswa pada tingkat Sekolah Dasar. Teknik pengumpulan data adalah wawancara dan observasi. Dalam pelaksanaan karakter kepercayaan diri. kondisi mahasiswa yang heterogen membuat kemandirian proses belajar antara mahasiswa berbeda sehingga dosen biasanya memberikan tugas dalam bentuk kelompok. Berkowitz & Bier (2004) yang menyatakan Benninga. karakter rasa ingin tahu. PENDAHULUAN namun pada sebagian besar bentuk pendidikan Pendidikan karakter bukanlah karakter berhasil. et. Teknik analisis data yang digunakan terdiri dari reduksi data. Subjek dalam penelitian ini adalah dosen matematika dan mahasiswa. dan kesimpulan. mahasiswa yang aktif memonopoli proses pembekalan sehingga dosen harus membatasi dan memberikan mahasiswa lainnya kesempatan. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER PADA MATA KULIAH MATEMATIKA PRODI PGSD UNIVERSITAS PGRI MADIUN Fida Rahmantika Hadi Universitas PGRI Madiun fidarahma47@gmail. 1) Implementasi Pendidikan Karakter sebagai berikut karakter berpikir logis.

jika pada pertimbangan bahwa dosen telah memiliki selama ini pembelajaran matematika lebih pengalaman mengajar mata kuliah Matematika dominan pada ranah kognitif maka saatnya para minimal 2 tahun. potensi besar untuk membentuk dan METODE PENELITIAN mengembangkan karakter. Sedangkan untuk informasi tentang dan nilai pendidikan matematika. perilaku dosen dan respon mahasiswa dalam Bishop (2008) telah kegiatan pembelajaran. kritis dan konsisten Madiun. Jadi. pendidikan karakter pada mata kuliah Pengambilan data dalam penelitian ini 109 . (2) kendala yang dihadapi dosen diperkuat dalam hasil penelitian Rudi Santoso dan solusi yang dilaksanakan oleh dosen dalam Yohanes (2011:11) bahwa pelajaran menghadapi kendala implementasi pendidikan matematika memiliki nilai-nilai yang sangat karakter pada mata kuliah Matematika Prodi penting untuk penataan nalar dan pembentukan PGSD Universitas PGRI Madiun. aktivitas atau melalui pembelajaran matematika. Jika siswa benar. Seseorang purposive sampling. dan lain sebagainya. Informasi tersebut mengidentifikasikan tiga jenis nilai yang harus diperoleh dengan menggunakan metode dikembangkan dalam kelas matematika: yaitu observasi dan wawancara terhadap dosen dan nilai matematika. Penelitian ini karakter siswa. implementasi pendidikan karakter. Sedangkan adalah segala sesuatu yang dilakukan dosen nilai dalam pendidikan matematika adalah nilai dalam mengatasi kendala yang muncul dalam yang ada dalam kurikulum. salah satunya adalah menanamkan karakter difokuskan pada peristiwa. mereka masih dapat menyerap implementasi pendidikan karakter pada mata karakter-karakter yang ditumbuhkan dalam kuliah Matematika Prodi PGSD Universitas pembelajaran matematika. Dari hasil pengamatan guru matematika. Hal ini menunjukkan bahwa termasuk penelitian kualitatif. taat aturan. Sedangkan data tentang solusi masyarakat dan pendidikan sekolah. Nilai kendala yang dihadapi dosen adalah segala matematika yaitu nilai yang berhubungan sesuatu yang menghambat dosen dalam dengan hakikat pengetahuan matematika itu mengimplementasikan nilai-nilai pendidikan sendiri. matematika secara relatif berhubungan dengan Metode observasi yang digunakan nilai-nilai positif dalam kelas matematika. diharapkan Subjek utama dalam penelitian ini adalah dosen siswa akan cermat dan teliti dalam melakukan matematika semester 1 Universitas PGRI pekerjaan. Purposive sampling adalah yang telah terbiasa berpikir matematika tidak teknik pengambilan sampel data berdasarkan terlalu sulit memahami perlunya konsisten. dan diperoleh data berupa ucapan dan tindakan kepercayaan-kepercayan serta kemungkinan dosen dan mahasiswa terkait dengan proses masyarakat. buku pelajaran. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 karakter secara serius dan terencana. Penelitian ini bertujuan untuk benar tidak memiliki kemampuan dalam bidang mendeskripsikan: (1) bagaimana proses matematika. Kemudian Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk hasil rekaman digunakan untuk melengkapi mendeskripsikan proses implementasi data yang didapatkan dari lembar observasi. pertimbangan tertentu (Sugiyono. Lebih lanjut menurut karakter. Dengan mempelajari matematika. yaitu karakter pada mata kuliah Matematika Prodi sampai jenjang perguruan tinggi. yang adalah metode observasi partisipasi pasif termasuk ke dalam norma-norma dan praktik dengan instrumen lembar pengamatan dan matematika sekolah seperti dianjurkan oleh bantuan alat perekam. pendidik mengubah paradigma bahwa sudah Informasi tentang implementasi saatnya mengeksplorasi ranah-ranah lainnya. solusi yang dilaksanakan oleh dosen dalam Pelajaran matematika yang diberikan menghadapi kendala implementasi pendidikan selama dua belas tahun atau bahkan lebih. Pengambilan matematika pun dapat memberikan kontribusi subjek dalam penelitan ini menggunakan teknik dalam membangun karakter siswa.al (2013) nilai pendidikan menggunakan wawancara. (2) kendala yang dihadapi dosen dan tinggi. Pernyataan di atas PGRI Madiun. memiliki PGSD Universitas PGRI Madiun. cenderung Matematika Prodi PGSD Universitas PGRI menghasilkan nilai prestasi akademik yang Madiun. praktis di mengimplementasikan nilai-nilai pendidikan kelas dan lain-lain. nilai pendidikan secara umum mahasiswa. Informasi tersebut diperoleh dengan Liman. Nilai pendidikan umum adalah nilai karakter dalam proses pembelajaran yang diasosiasikan dengan nilai utama matematika. 2008). et. pendidikan karakter dalam penelitian ini. Pemilihan subjek dosen didasarkan dalam bersikap. buku teks.

dan pada pengambilan adalah pertanyaan yang mendorong siswa untuk data kedua dengan materi logaritma. berpikir dan berproduksi. Kegiatan tersebut dipilih agar inovatif dalam kegiatan pembelajaran. dan membimbing yang dihadapi dengan dunia nyata. kritis. Untuk teknik analisis data yang pembelajaran kooperatif (cooperative learning) digunakan dalam penelitian ini adalah (1) secara ilmiah mendorong masing-masing siswa reduksi data. implementasi pendidikan karakter pada Berdasarkan analisis data observasi dan kegiatan pembelajaran yang berlangsung. Dalam hal yang dihadapi dosen dan solusi yang ini tugas diberikan untuk menfasilitasi dilaksanakan oleh dosen dalam menghadapi mahasiswa melakukan penyelidikan dan kendala implementasi pendidikan karakter menemukan sebuah konsep atau menguji diperoleh dengan menggunakan metode kemampuan mahasiswa. Hal ini berbeda dan 2 kegiatan pembelajaran yang sejalan dengan pendapat Masnur Muslich memiliki data terlengkap. Hal ini mahasiswa ke arah jawaban yang benar. mengerjakan tugas. dan tindakan dosen dan mahasiswa terkait proses merangsang siswa untuk berpikir dan berbuat. Hal ini sejalan dengan wawancara. dengan memberikan pertanyaan yang Aktivitas tersebut dipilih untuk membangun melibatkan logika berpikir mahasiswa. Proses ini dilakukan akan diberikan pada pertemuan selanjutnya. sesuai dengan salah satu definisi belajar Kegiatan diawali dengan pemberian tugas yang menurut Aunurrahman (2012: 36). kreatif dan mahasiswa. Masnur sehingga dapat mengembangkan karakter Muslich (2011: 50) mengatakan bahwa strategi 110 . Hal ini bertujuan interaksi individu dengan lingkungan yang akan memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk mendorong seseorang lebih intensif untuk memahami materi sehingga diharapkan muncul meningkatkan keaktifan jasmaniyah maupun kreativitas dan inovasi mahasiswa dalam mentalnya guna mendalami sesuatu. Berdasarkan hasil data diketahui adalah data proses pembelajaran matematika. mahasiswa aktif dan tergugah untuk Berdasarkan hasil data diketahui proses mengetahui lebih dalam tentang materi yang implementasi dilakukan dengan diskusi. Berdasarkan hasil data diketahui mahasiswa lebih aktif dalam proses proses implementasi dilakukan dengan pembelajaran sehingga proses belajar lebih memberikan tugas untuk membaca materi yang berpusat pada mahasiswa. Sedangkan untuk teknik validitas yang Berdasarkan analisis data observasi dan digunakan adalah ketekunan peneliti dan wawancara diperoleh hasil implementasi triangulasi waktu. Wawancara dilakukan dengan pendapat Suyadi (2013: 67) bahwa tuntutan dosen sebanyak 2 kali dalam waktu yang sosial atau kelompok dalam strategi berbeda. Implementasi Pendidikan Karakter Pada memberikan contoh materi yang ada di dalam Mata Kuliah Matematika kehidupan nyata. secara teknis Metode wawancara yang dilakukan pertanyaan-pertanyaan guru bisa bertujuan bertujuan untuk mengkonfirmasi ucapan dan mengharapkan jawaban yang benar. Ini dimaksudkan agar pembelajaran. dan (3) untuk bekerja keras dalam mempersembahkan penarikan kesimpulan dan verifikasi. dipelajari karena ada keterikatan antara materi pemberian tugas (penugasan). kemandirian mahasiswa dalam belajar. proses implementasi dilakukan dengan Sedangkan untuk informasi tentang kendala memberikan tugas secara kelompok. karakter keingintahuan dalam kegiatan HASIL PENELITIAN DAN pembelajaran. Kemudian dosen Berdasarkan analisis data observasi dan membimbing mahasiswa ke arah jawaban yang wawancara diperoleh hasil implementasi benar tentang konsep suatu materi dengan tanya karakter kemandirian dalam kegiatan jawab (diskusi). Data rekaman yang (2011: 76) yang mengemukakan bahwa teknik diambil yaitu pada pengambilan data pertama bertanya yang diajarkan dalam pembelajaran dengan materi eksponen. Dari contoh tersebut Berdasarkan analisis data observasi dan kemudian dosen menjelaskan konsep materi wawancara diperoleh hasil implementasi yang dipelajari dengan tanya jawab kepada karakter berpikir logis. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 dilakukan sebanyak 7 kali dalam waktu yang berpikir kreatif dan kritis mahasiswa. yaitu berkaitan dengan materi. karya terbaik untuk kelompoknya. Jadi wawancara diperoleh hasil implementasi data yang dikumpulkan dengan metode karakter kerja keras dalam kegiatan observasi dan wawancara dalam penelitian ini pembelajaran. (2) penyajian data. Berdasarkan hasil data diketahui PEMBAHASAN proses implementasi dilakukan dengan 1.

Dosen meyakinkan Menghadapi Kendala Implementasi akan kemampuan lebih yang dimiliki Pendidikan Karakter Pada Mata Kuliah mahasiswa. menampilkan hasil karya Matematika mahasiswa agar menjadi contoh untuk Berdasarkan analisis data wawancara mahasiswa yang lain. motivasi belajar. Aktivitas yang mengatasi kendala mahasiswa yang cenderung dilakukan oleh dosen adalah salah satu strategi lebih kritis terkadang memonopoli proses tanya untuk mempengaruhi motivasi mahasiswa jawab. yaitu tidak semua diharapkan dapat mengembangkan karakter mahasiswa dalam kelas mempunyai etos kerja percaya diri siswa. dan menggunakan informasi rupa sehingga semua mahasiswa terlibat aktif dengan sedikit atau bahkan tanpa bantuan guru. yaitu mahasiswa yang paparan tersebut di atas terlihat bahwa apa yang logika berpikirnya bagus cenderung lebih kritis. Untuk menfasilitasi mahasiswa menyampaikan mengetahui hal itu dosen perlu melakukan pendapatnya secara tertulis. imbalan/reward berupa nilai. yaitu tidak semua minat. B. Untuk dapat dikatakan bahwa upaya yang dilakukan mengatasi kendala tersebut dosen biasanya dosen dapat dijadikan salah satu solusi dalam memberi reward berupa nilai. kritis. Diperoleh data kendala siswa menyampaikan pendapatnya secara yang dihadapi dosen dalam mengembangkan tertulis di depan papan tulis sehingga karakter kerja keras. Berdasarkan hasil data diketahui sehingga dosen perlu mengetahui capaian dan proses implementasi dilakukan dengan perkembangan karakter mahasiswa. pembelajaran. Diperoleh data kendala siswa adalah aspek-aspek atau yang dihadapi dosen dalam mengembangkan kualitas perseorangan siswa yang terdiri dari karakter keingintahuan. 2006). Dalam konsep Berdasarkan analisis data observasi dan implementasi pendidikan karakter. dalam proses pembelajaran. Dari kreatif dan inovatif. Dalam hal dikembangkan dalam proses pembelajaran. yang yang lainnya. Kendala Yang Dihadapi Dosen Dan Solusi yang etos kerja keras rendah dosen mengatasi Yang Dilaksanakan Oleh Dosen Dalam dengan beberapa tindakan. Menurut Abdul karakter dan solusi yang dilakukan dalam Madjid dan Dian Andayani (2012: 311) menghadapi kendala yang dihadapi. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 membuat aktivitas belajar mandiri adalah perbedaan karakter mahasiswa agar dapat membuat peserta didik mampu mencari dan mendesain proses pembelajaran sedemikian menganalisis. ini dosen tidak menunjuk mahasiswa tetapi Berdasarkan analisis data wawancara dosen memberi kesempatan kepada semua tentang kendala yang dihadapi oleh dosen dan mahasiswa untuk berani menuliskan solusi yang dilakukan dalam menghadapi jawabanya. Namun dalam hal ini sebaiknya dosen secara eksternal dengan cara pemberian tidak hanya membatasi mahasiswa yang aktif. mahasiswa mau berpikir terlalu keras sehingga kemampuan berpikir dan kemampuan awal kurang memberikan respon yang baik terhadap yang dimiliki (Hamzah. Hal tersebut tetapi dosen juga seharusnya mengetahui senada dengan pendapat Abdul Madjid dan 111 . karakter wawancara diperoleh hasil implementasi mahasiswa dapat ditumbuhkan dan karakter percaya diri dalam kegiatan dikembangkan melalui proses pembelajaran. dan memberi nilai tentang kendala yang dihadapi oleh dosen tambahan terhadap mahasiswa yang dalam mengimplementasikan pendidikan mengerjakan tugas paling baik. keras yang sama sehingga untuk mahasiswa 2. Somekh dan Levin (2005: Berdasarkan analisis data wawancara 257) mengungkapkan bahwa salah satu faktor tentang kendala yang dihadapi oleh dosen dan yang mempengaruhi hasil belajar siswa adalah solusi yang dilakukan dalam menghadapi karakteristik siswa. gaya belajar. Jadi stimulus yang diberikan oleh dosen. Dalam hal ini dosen menfasilitasi kendala yang dihadapi. Upaya yang penilaian untuk mengevaluasi sejauh mana dilakukan dosen diwujudkan dengan meminta keberhasilan proses pendidikan karakter dan perwakilan mahasiswa untuk maju mengukur perkembangan karakter yang ingin mengerjakan tugasnya di papan tulis. Diperoleh dikemukakan bahwa persepsi seseorang tentang data kendala yang dihadapi dosen dalam dirinya sendiri akan mendorong dan mengembangkan karakter berpikir logis. dilakukan dosen adalah untuk meningkatkan dan terkadang memonopoli proses tanya jawab motivasi mahasiswa dan motivasi tersebut akan sehingga dosen perlu membatasi dan mendorong siswa untuk berbuat sehingga memberikan kesempatan kepada mahasiswa mempengaruhi etos kerja. sikap. mengarahkan seorang untuk bertindak. Lebih dalam karakteristik kendala yang dihadapi. Uno.

J. Salleh. dan dapat pula memberi umpan Berdasarkan analisis data wawancara balik yang menyeluruh terhadap performansi tentang kendala yang dihadapi oleh dosen dan mahasiswa. The Mathematics yang heterogen adalah kondisi yang pasti terjadi Educator. M. Uno. M. J. pencapaian sasaran. Bandung: Alfabeta. yaitu dalam Humanities and Social Science. A.W. Seminar Matematika dan Pendidikan Kendala yang lain dalam mengembangkan Matematika. 112 . moderator. Jakarta: Bumi keras. Menciptakan Proses Belajar Mengajar atau mencegah implementasi karakter kerja yang Kreatif dan Efektif. yang dihadapi dosen dalam mengembangkan Pendidikan Karakter Perspektif Islam. Aksara. . dilakukan sebagai umpan balik terhadap Suyadi. Diperoleh data kendala Abdul Majid dan Dian Andayani. 3 Desember 2011. Bandung: Alfabeta. karakter percaya diri adalah dalam ISBN: 978 – 979 – 16353 – 6 – 3 . Prosiding kelompoknya dalam menjelaskan tugasnya. (2013). solusi yang dilakukan dalam menghadapi Daftar Pustaka kendala yang dihadapi. dalam hal ini dosen membimbing mahasiswa Sugiyono. yang heterogen yang membuat kemandirian Aunurrahman. dan bukan berarti halangan. A. biasanya memberikan tugas dalam bentuk and Smith. (2005). 72-85. meluruskan jawab yang keliru. faktor atau keadaan yang School. menghalangi. J. Dalam hal ini dosen Benninga. 11(1/2): 79-88. M. C. (2004). Dalam Character Education Implementation and kamus besar bahasa Indonesia kendala berarti Academic Achievement in Elementary halangan. pembatalan pelaksanaan. International Journal of karakter percaya diri. Umpan balik yang Pendidikan Karakter. (2013). Yogyakarta: PT diberikan dapat berupa penguatan terhadap Remaja Rosdakarya Offset. Indonesia dan kendala dalam penelitian ini 591. tentang kendala yang dihadapi oleh dosen dan Sociological and Mathematics Education solusi yang dilakukan dalam menghadapi Values: An intersection of Need for kendala yang dihadapi.. SAGE Publications Ltd. agar ada tutor teman sebaya. Dalam hal ini dosen Rudi Santoso Yohanes. (2008). Kuehn. menghalangi. Berkowitz. Metode penelitian cara presentasi yang baik. Levin. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 Dian Andayani (2012: 309) Sistem pemberian jawaban benar. Teachers’ Mathematical yang heterogen tidak dapat dikatakan sebagai Values for Developing Mathematical kendala dosen dalam mengimplementasikan Thinking in Classrooms: Theory.S. kekuatan yang memaksa Berkowitz. yang yang lainnya berbeda. (2008). mahasiswa yang rasa percaya dirinya kurang Masnur Muslich. dan lain-lain. (2012). Pendidikan Karakter: akan memilih tugas-tugas yang lebih mudah Menjawab Tantangan Krisis seperti mengoperasikan laptop. mahasiswa. terkadang suara mahasiswa sangat pelan Somekh. The Relationship of kelompok. rintangan. (2011). atau mencegah Character Education. yaitu kondisi mahasiswa Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 19-32. (2007). Kontribusi menyiasati dengan memberikan nilai yang lebih Pendidikan Matematika dalam kepada mahasiswa yang mewakili Pembelajaran Karakter Siswa. definisi kendala dalam kamus besar bahasa The ANNALS of The American Academic. Strategi Pembelajaran pekerjaan mahasiswa. (2011). M. 3(2): mempresentasikan tugas kelompok terkadang 192-203. faktor Hamzah B. Research sehingga mahasiswa yang lain tidak bisa Methods in the Social Sciences. K.. Belajar dan proses belajar antara mahasiswa yang satu dan Pembelajaran. karakter kemandirian. menjadi Multidimensional. Musa. Aktivitas tersebut pendidikan.158- menerangkan jawaban kepada temannya 169. A. UNY. W & Bier. Berdasarkan analisis data wawancara Liman. karakter kerja keras karena kondisi mahasiswa Research and Policy. Model Pembelajaran atau keadaan yang membatasi. Journal of Research in membatasi. P. Mengacu pada Research Based Character Education. rintangan. (2008). 1 (1). Diperoleh data kendala Effective Instructional Contents yang dihadapi dosen dalam mengembangkan Delivery. M. Jakarta: Bumi Aksara. London: mendengarkan penjelasannya dengan jelas. peneliti berpendapat bahwa kondisi mahasiswa Bishop. imbalan dapat mendorong individu untuk memberi komentar terhadap pekerjaan berperilaku dalam mencapai tujuan. B & C. . 2003.

Instrumen dalam penelitian ini adalah tes KAM. Penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan desain kelompok kontrol pretes dan postes nonekuivalen. Model Pembelajaran Generatif (MPG) memiliki empat tahap yaitu tahap persiapan. kemampuan siswa SMP dalam segi Mata kuliah Trigonometri merupakan salah satu keterampilannya masih sangat rendah. untuk melihat bahwa kemampuan sampel penelitian adalah seragam. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 MODEL PEMBELAJARAN GENERATIF (MPG) BERBANTUAN BLENDED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS MAHASISWA Jayanti dan Rahmawati Dosen FKIP Matematika Univ. kemampuan pemecahan masalah matematis ini 113 . Salah satu hasil penelitian di dan kreasi dalam peningkatan dari model Indonesia yang menunjukkan masih rendahnya pembelajaran matematika yang dapat kemampuan pemecahan masalah matematis ini mengakomodasi kemampuan pemecahan di tingkat mahasiswa calon guru matematika masalah bagi mahasiswa. yaitu data kuantitatif yaitu dengan tes KPPM pada pretest dan posttes dan data kualitatif untuk mendukung kelengkapan data PENDAHULUAN masih kurang memuaskan. Apa jumlah system kredit semesternya (SKS) adalah yang diajarkan di ruang kuliah lebih banyak 3 sks.67% dari skor ideal. Seperti penelitian Tujuan yang utama dari Program Studi yang telah dilakukan oleh Hasil studi Sumarmo Pendidikan Matematika adalah menghasilkan dalam Ratnaningsih. KPPM dan Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peningkatan kemampuan Peningkatan pemecahan masalah matematis (KPMM) mahasiswa melalui model pembelajaran Generatif berbantuan Blended Learning. Subyek penelitian ini adalah mahasiswa matematika pada Universitas PGRI Palembang. Berdasarkan kurikulum matematik siswa SMP dengan kategori belum tersebut ditempuh pada semester dua dan memuaskan sekitar 30.com Kata Kunci ABSTRAK MPG. seperti yang dikemukakan oleh Widjajanti Dalam kenyataan dilapangan. yaitu kelas eksperimen yang mendapatkan pembelajaran Generatif berbantuan blended learning (PGBBL) dan kelas kontrol yang mendapatkan pembelajaran konvensional (PK). Sejalan mata kuliah yang ada dikurikulum program dengan hasil Penelitian Fakhrudin (2010) studi pendidikan matematika FKIP Universitas memiliki hasil kemampuan pemecahan masalah PGRI Palembang. tes KPMM dan dokumen terkait dengan proses pembelajaran berlangsung. (2010). berbantuan blended learning yaitu dengan menggunakan internet secara online.PGRI Palembang jayanti2hr@gmail. 2003:2) bahwa dalam seorang guru mata pelajaran matematika yang menyelesaikan soal pemecahan masalah professional akan bidang yang ditekuninya. memfokuskan. Berdasarkan faktor Kemampuan Awal Mahasiswa (KAM). tantangan dan aplikasi pada pembelajaran tatap muka dikuliah trigonometri. Data dalam penelitian ini ada dua jenis. Peranan matematika terutama berkaitan dengan masalah keterampilan trigonometri itu sendiri sangat penting dalam manipulatif atau berkaitan dengan bagaimana menghadapi tantangan pada persaingan global mengerjakan sesuatu tetapi kurang berkaitan sehingga kita diharapkan mampu menjadi dengan mengapa demikian dan apa pemecah masalah yang baik yang perlu inovasi implikasinya.

organisator. tahap tantangan. konsep matematika. dan tahap multimedia. dosen konsep itu. dengan asumsi dasar dari hasil penelitianya menyimpulkan bahwa bahwa pengetahuan dikonstruksi dalam pikiran ada pengaruh yang signifikan antara Model mahasiswa. organisator. dengan pembelajaran tatap muka aplikasi. mampu mengelola jalannya proses siswa dituntut untuk dapat menemukan sendiri pembelajaran termasuk cara-cara konsep dari materi yang sedang dipelajari. prinsip. dan siswa di kelas X SMA Negeri 1 Kualuh Hulu. Sejalan dengan Hasil atau face-to-face yang bertujuan untuk Penelitian jayanti dan Lusiana (2016) mengontrol apakah pembelajaran e-learning menyatakan Serangkaian aktifitas yang di telah berjalan sesuai dengan yang diharapkan. dan motivator tetapi harus ditingkatkan. desain MPG membantu mahasiswa dalam Pembelajaran temu tatap mukanya melalui mengembangkan strategi berpikirnya untuk Model Pembelajaran Generatif (MPG) yang mengemukakan ide atau gagasan dalam menggunakan berbantuan blended learning menyelesaikan aktifitas-aktifitas yang berkaitan menggunakan internet. meningkatkan kemampuan pemecahan masalah Pembelajaran berbasis blended matematis peserta didik. pembelajaran dengan menggunakan model dengan demikian proses pembelajaran akan kooperatif Think-Pair-Share dapat menjadi aktif. yaitu tahap persiapan. Pendekatan dalam Wasis Dwiyogo (2014). tahap dilengkapi dengan fasilitas internet dan menfokuskan. bermanfaat pula untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa hubungan komunikasi pada tiga mode dengan menggunakan pembelajaran kooperatif pembelajaran yaitu lingkungan pembelajaran Think-Pair-Share terlihat lebih baik dari kelas yang berbasis ruang kelas tradisional. Para konvensional. Sedangkan pembelajaran generatif berlandaskan pada Dalam penelitian Jayanti dan Ningsih (2016) paham konstruktivisme. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 Melihat hal itu pemecahan masalah fasilitator. Sebagai dengan hasil penerapan teori belajar Bruner fasilitator. dan bantuan kepada siswa dalam menemukan prosedur. Sebagai motivator. Dalam pendekatan pembelajaran Pembelajaran Blended Learning Terhadap generatif diharapkan mahasiswa sendiri yang Hasil Belajar Mahasiswa Pada Mata Kuliah aktif mengkonstruksi dan mengembangkan Persamaan Diferensial. Sehingga diharapkan dengan perbandingan trigonometri. yang dengan menggunakan pembelajaran blended. prinsip. merupakan suatu model pembelajaran yang Pendekatan pembelajaran generatif mempunyai menggabungkan pembelajaran e-learning yang empat tahapan. Dan juga Hasil penelitian Bubin memberikan motivasi kepada mahasiswa yang (2012) dalam Husnah dkk menunjukkan bahwa kurang aktif di dalam proses pembelajaran. dosen harus dimana dengan penerapan teori belajar Bruner. prosedur melalui serangkaian aktifitas Proses belajar siswa lebih aktif dan bermakna. dan yang sepenuhnya online. pembelajaran. peneliti memberikan bukti yang menunjukkan Salah satu alternatif pendekatan bahwa blended learning menghasilkan perasaan pembelajaran matematika yang dapat berkomunitas lebih kuat antar mahasiswa meningkatkan kemampuan pemecahan masalah daripada pembelajaran tradisional atau matematika pada mahasiswa adalah pendekatan sepenuhnya online (Rovai dan Jordan. 2007). sedangkan dosen hanya Model pembelajaran blended learning sebagai fasilitator. mengintervensi untuk mengarahkan mahasiswa Sedangkan guru hanya memberikan sedikit dalam memahami konsep. Menurut hasil learning. dan motivator. dengan model Pembelajaran MPG berbantuan Sebagai pelaksana proses pembelajaran blended leaning kemampuan pemecahan matematika seorang Dosen tidak hanya sebagai 114 . Sebagai organisator. dosen menyiapkan perangkat sangat baik dan dapat meningkatkan pembelajaran yang memungkinkan mahasiswa kemampuan pemecahan masalah matematika untuk menemukan sendiri konsep. 2004) pembelajaran generatif. Seperti pemecahan masalah dapat meningkatkan pada penelitian Waminton Rajagukguk (2011) belajar matematika pada mahasiswa. (Fahinu. di samping untuk meningkatkan hasil penelitian Riski (2012) mengungkapkan bahwa belajar. beberapa hasil penelitian juga harus dapat memilih pendekatan yang menggunakan berbagai model dan teori pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan belajar memiliki efek yang sangat baik sehingga karakteritik matematika sehingga dapat meningkatkan kemampuan pemecahan memungkinkan tumbuhnya kemampuan masalah pada siswa dan mahasiswa.

Jadwal perkuliahan dan mendapat model pembelajaran generatif administrasi yang mendukungnya telah berbantuan blended learning lebih baik diatur melalui fakultas. Sebelum 2016/2017 di Program Studi Pendidikan melakukan uji perbedaan rerata. Data kuantitatif el baku in ak diperoleh melalui analisis terhadap jawaban penel s mahasiswa pada tes KPMM yang dilakukan itian sebelum (pretes) dan sesudah (postes) kegiatan A 4. menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov (K-S). Mahasiwa sudah masalah sebagai berikut. apa adanya. Berdasarkan faktor Kemampuan kelas sampel penelitian disajikan pada Awal Mahasiswa (KAM). Apabila terdapat perbedaan skor postes blended learning) dan kelas kontrol dari kelompok-kelompok sampel tersebut dapat (pembelajaran konvesional).4 1. Tabel data Statistik Deskriftif Data Instrumen dalam penelitian ini adalah tes KAM. tetapi menerima keadaan subjek adalah kelas A dan B. digunakan (pembelajaran generative berbantuan pretes.983 3 pembelajaran. Sampel Penilitian sedangkan uji homogenitas variansi menggunakan uji Levence. yaitu data Samp ata ngan M M kuantitatif dan data kualitatif. Metode yang digunakan merupakan b. untuk melihat bahwa table.084 3 HASIL DAN PEMBAHASAN 8 32 4 Populasi dan Sampel 0 Populasi Penelitian Berdasarkan tabel di atas. mempertimbangkan efiseinsi waktu. Untuk memperoleh kualitas KAM pada kelas-kelas tersebut informasi dan mengontrol kesetaraan untuk ditetapkan sebagai eksperimen Kemampuan awal subjek penelitian. Sedangkan Data kualitatif 8 61 95 6 dianalisis secara deskriptif untuk mendukung 0 kelengkapan data kuantitatif. dan persiapan penelitian. kelompok sampel.6 0. Memilih kelas eksperimen dan kontrol penelitian eksperimen karena perlakuan di uji secara purposive sampling dengan dan diukur pengaruhnya terhadap kelompok. di meningkat. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 masalah matematis mahasiswa dapat Untuk menetapkan sampel penelitian. Mendata mahasiswa yang mengontrol setiap mahasiswa memiliki kemampuan yang mata kuliah trigonometri pada semester seragam tersebut dapat diuraikan rumusan genap TA 2016/2017. tempuh langkah-langkah berikut: Berdasarkan dari kemampuan awal a. Kelas tidak dilakukan pengelompokkan sampel yang terpilih secara purposive sampling secara acak. Dengan demikian metode c. Oleh karena itu. TKAM tes KPMM dan dokumen terkait dengan proses pembelajaran berlangsung. pada salah satu variansi kedua kelompok data. biaya. Uji normalitas perguruan tinggi swasta (PTS) kota Palembang. terlebih dahulu Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu dilakukan uji normalitas dan uji homogenitas Pendidikan tingkat strata 1. Data dalam Kelas Skor Rer Simpa N penelitian ini ada dua jenis. Menguji kesetaraan kelas yang terpilih penelitian ini merupakan Quasi-Experimental yaitu kelas A dan B melalui gambaran (Sugiyono. kemampuan sampel penelitian adalah seragam. seluruh mahasiswa yang mengontrak mata Selanjutnya akan diuji secara statistik apakah kuliah Trigonometri pada saat penelitian di rerata kedua kelas sampel tersebut secara lakukan pada semester genap tahun akademik signifikan adalah setara (sama). B 4. 9 7. Untuk ringkasan 115 . Dalam implementasinya. Statistik diduga akibat adanya perlakuan yang berbeda deskritif data skor TKAM berdasarkan atau tidak. tapi keseluruhan mahasiswa. 2009 dan 2011). menerima subjek apa adanya disetiap METODE PENELITIAN kelas perkuliahan. terdistribusi dalam rombongan belajar Bagaimanakah peningkatan kemampuan (rombel) oleh pihak universitas tanpa pemecahan masalah matematis mahasiswa yang kriteria khusus. 9 7. daripada mahasiswa yang mendapat peneliti tidak melakukan pengacakan pembelajaran konvensional ditinjau dari mahasiswa secara individu. rerata simpangan Populasi dalam penelitian ini adalah baku tiap kelas sampel relatif tidak sama.

dalam penelitian ini adalah: Sebelum digunakan. tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada rerata data TKAM kelas Tujuan dari penyusun soal tes pemecahan sampel penelitian A dan B. yaitu : (1) dilakukan secara acak kelas dari dua kelas mengidentifikasi kecukupan data untuk sampel dari dua kelas sampel penelitian yaitu memecahkan masalah. Artinya. (3) memilih dan menerapkan kelas B sebagai kelas kontrol. strategi untuk menyelesaikan masalah matematika dan atau di luar matematika. bentuk tes uraian sebanyak 4 soal yang berstruktur. di validasi oleh para penimbang yang terdiri Dalam penelitian ini ada 2 macam tes yang dari 3 orang yaitu 2 pakar dalam pendidikan digunakan yaitu: tes kemampuan awal matematika dan 1 dosen pengampuh mata matematika (TKAM) dan tes kemampuan kuliah trigonometri setelah di validasi dan revisi pemecahan masalah matematis (TKPMM) TKPMM tersebut diuji cobakan . hasil ini masalah matematis dalam penelitian ini adalah memberikan kesimpulan bahwa mahasiswa untuk mengukur kemampuan pemecahan pada kedua kelas sampel penelitian yaitu A dan masalah matematis (KPPM) mahasiswa. Kelas Sampel Uji Mann-Whitney Rombongan F Sig Ho belajar (Kelas) Rombongan belajar N Sig Ho (Kelas) A 0. Tes Kemampuan Pemecahan Masalah Lebih besar dari taraf signifikasi 0.05. Menentukan kelas yang akan dijadikan kelas berdasarkan indikator kemampuan pemecahan eksprimen dan kelas kontrol.337 Diterima A 36 0. ringkasan hasil uji mann whitney dapat Uji Homogenitas Data TKAM Berdasarkan pada tabel berikut.360 Diterima B B 34 Ket: H0=Varians data homogen Tabel menunjukan bahwa nilai sig.05. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 hasil uji normalitas dat TKAM disajikan pada Dari tabel dapat dilihat nilai tabel dan hasil uji homogenitas pada tabel probabilitas (sig) data TKAM kelas A dan B dibawah ini. Pemilihan masalah dalam penelitian ini.250 0. sehingga Matematis (TKPMM) H0 diterima. metode tes digunakan untuk mengetahui pemecahan masalah matematis terlebih dahulu dan mengevalusi kemampuan mahasiswa. Soal yang di berikan di susun d. sehingga H0 ditolak. lebih kecil dari taraf signifikan 0. berdasarkan hasil acak kelas matematik dari suatu masalah dan terpilih kelas A sebagai kelas eksperimen dan menyelesaikanya. 116 . ini juga berarti bahwa namun belajar ini tidak berarti karena uji normalitasnya sudah (Kelas) menunjukan bahwa data tidak berdistribusi normal.001 Ditolak berdistribusi normal dan homogen maka untuk mengetahui kesetaraan rerata kelas A dan B B 34 0. Ini berarti data tersebut berdistribusi Uji Normalitas Data TKAM Berdasarkan tidak normal. (4) Teknik Pengumpulan dan Analisis Data menjelaskan dan atau memeriksa kebenaran Metode pengumpulan data yang digunakan jawaban .soal tes kemampuan Tes. Untuk uji homogenitas diketahui Kelas Sampel bahwa data TKAM juga lebih besar dari taraf Rombongan N K-S Sig H0 signifikan 0.05.934 0.000 Ditolak digunakan statistik non parametrik yaitu uji Ket: H0= Data berdistribusi tidak normal mann-whitney test dengan hipotesis sebagai berikut. Materi B memiliki kemampuan awal mahasiswa yang yang diujikan dalam TKPMM disusun dalam sama. Dengan demikian karena data tidak A 36 0.195 0. (2) membuat model kelas A dan B.

1999) analisis data adalah sebagai berikut: Menginterprestasikan hasil perhitungan n-gain Mengitung besar peningkatan dengan rumus dengan menggunakan klasifikasi dari Hake gain ternomalisasi( normalized gain).152 Diterima generative berbantuan blended learning Ket: H0=Varians data homogen (PGBBL) lebih baik daripada mahasiswa yang mendapat pembelajaran Konvensional. Berdasarkan hasil analisis uji Uji Homogenitas Data KPMM Berdasarkan perbedaan rerata peningkatan KPMM Kelas Sampel mahasiswa yang mendapatkan pembelajaran PGBBL dan mahasiswa yang mendapatkan Rombongan F Sig Ho pembelajaran konvensional. yaitu: (1999) yang dapat dilihat pada Tabel Tabel data Statistik Deskriftif Data Data peningkatan KPMM pada Kemampuan Pemecahan Masalah kelompok PGBBL meningkat dan lebih dari Matematis alpa 0. Rangkuman hasil uji mann- 77 6 whitney test dapat dilihat pada Tabel berikut: Uji Normalitas Data KPMM Berdasarkan Kelas Sampel Uji Mann-Whitney Rombongan N K-S Sig H0 belajar Rombongan belajar N Sig Ho (Kelas) (Kelas) A 36 0.001 Ditolak B 34 Ket: H0= Data peningkatan KPMM Ket: H0= Tidak terdapat perbedaan rerata berdasarkan pembelajaran berdistribusi skor peningkatan KPMM antara kedua tidak normal kelompok data. Langkah-langkah (Hake. Untuk mengetahui besarnya peningkatan KPMM pada kelas eksperimen (PR) dan Kelas kontrol (PK). Pengujian seluruh hipotesis menggunakan bantuan Software SPSS 17 for Windows. dapat disimpulkan belajar (Kelas) bahwa dari tabel peningkatan KPMM mahasiswa yang mendapatkan pembelajaran A 2.101 0. disimpulkan bahwa (1) kemampuan awal sedang dan rendah) mungkin akan saya trigonometri dan kemampuan pemecahan jabarkan lagi.0 0.00 0.1145 34 whitney test. untuk penelitian Min Maks baku mengetahui apakah terdapat perbedaan rerata A 0.33 0.05 sedangkan PK kecil dari alpa 0. masalah mateatis mahasiswa semester dua 117 .1635 36 peningkatan KPMM antara kedua kelompok 92 2 pembelajaran (PGBBL dan PK) dapat dilakukan dengan menggunakan uji mann- B 0. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 Jenis pengujian statistik tertentu yang sesuai dengan permasalahan.61 0.000 Ditolak B 34 0.209 0.136 0.05 Kelas Skor Rer Simpa N maka data berdistribusi tidak normal walaupun Sampel ata ngan variansnya homogen.13 0.20 1. Karena itu.089 Diterima A 36 0. Dari table nilai skor maksimalnya adalah 30 tidak saya konversikan dengan nilai Kesimpulan dan Saran skor 100 mungkin pada data pengkajian saya Berdasarkan hasil analisis data dapat yang lain yang akan membahas KAM(tinggi.

Rajawali Pers. W. B. Jurnal Universitas Negeri malang. Kolaboratif Berbasis Masalah dalam Disertasi Pendidikan Matematika SPS Mengembangkan Kemampuan UPI. Jurnal FMIPA UNIMED dalam ISSN 0853-0203 118 . Sugiyono. Analizing Change/Gain Scores. Hasil uji analisis peningkatan KPMM Kemampuan Berpikir Matematik Siswa mahasiswa yang mendapatkan pembelajaran SMU Melalui Pembelajaran Berbasis generative berbantuan blended learning Masalah. Pembelajaran penjas Sugiyono. telah diketahui kemampuan awal trigonometri Riski. Magister Pendidikan Matematika Program Pascasarjana Unsyiah Banda Aceh. (2016). 1999. A. Karena Bandung.edu/~sdi?an alyyzingChaange-Gain.. Yunita E. dan Keyakinan Pemecahan Masalah Matematik Siswa terhadap Pembelajaran Matematika. Analisis Belajar Matematika pada Mahasiswa Implementasi Strategi Perkuliahan melalui pembelajaran generatif. Pengantar Evaluasi berbasis blended learning. Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematis.(2010). D. ISSN: 2302-515883 Jayanti dan Lusiana (2016). Volume 1. Jurnal Peluang. FMIPA UNIMED ISSN 0853-0203 Ratnaningsih. Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia. Pada Proseding Digital SEMIRATA MIPA UNSRI. Dalam Pendidikan. Desain Pembelajaran Menggunakan Model Pembelajaran Generatif (MPG) Pada Mata Kuliah Trigonometri Di FKIP Universitas PGRI Palembang. 2011.. (Online) Tersedia http://www. Pengaruh Penerapan sudah cukup baik maka disarankan kepada Model Pembelajaran Kooperatif Tipe tenaga pengajar/Dosen untuk dapat menerapkan Think-Pair-Share terhadap Kemampuan suatu metode yang lain aga dapat meningkatkan Komunikasi Matematis Siswa. N. (2012).pdf (18 November 2012) Husna. Berpikir Kritis dan kemandirian Widjajanti. N0 Daftar Pustaka 1 2013 Dwiyogo . Tesis Sekolah Pascasarjana (PGBBL) lebih baik daripada mahasiswa yang Universitas Pendidikan Indonesia.pysics.indiana. dkk (2013). Pada Penelitian Dosen LP2KMK UPGRI Palembang Rajaguguk.Jurnal lagi hasil belajar trigonometri. (2003). April 2013. Meningkatkan Kemampuan Pendidikan. (2014). Jakarta. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 pendidikan matematika universitas PGRI Jurusan Matematika pada fakultas adalah cukup dan baik. Kemampuan Fakhrudin.. Hake. Mengembangkan (2). R. Metode Penelitian Fahinu. W (2011).R. (2009). Jayanti dan Lestari. Melalui Pembelajaran dengan Disertasi Pendidikan Matematika SPS Pendekatan Open Ended. (2007). Bandung : Alfabeta. Nomor 2. Vol 1. Tesis Sekolah UPI. mendapat pembelajaran Konvensional. Pengaruh Model Pembelajaran Blended Learning Terhadap Hasil Belajar Mahasiswa Pada Mata Kuliah Persamaan Diferensial. (2010). Bandung. Pendidikan Matematika Unila. Pemecahan Masalah .

dengan temannya. Guru tersebut sehari-hari di masyarakat. Anak-anak di Sekolah Dasar tugas guru Pendidikan Agama Islam saja tetapi sering berkata sesuatu yang kasar. pembelajaran nilai-nilai karakter tidak hanya Penanaman nilai religious. Materi Pembentukan karakter sebaiknya dilakukan pembelajaran yang berkaitan dengan norma sejak kecil. bahkan ada membentuk karakter siswa. toleransi. Hal ini memiliki pengaruh yang besar untuk menumbuhkan karakter anak agar mampu berfikir dan bersikap lebih baik. dan dapat menumbuhkan karakter siswa. tetapi menyentuh pada dianggap menjadi tugas guru agama melalui pengamalan nyata dalam kehidupan siswa Pendidikan Agama Islam. kualitas sumber daya manusia suatu bangsa. melainkan dapat karakter sangat diperlukan untuk meningkatkan diintegrasikan kedalam setiap mata pelajaran. moral pada ranah kognitif. guru dapat mengajarkan karakter positif dan menyampaikan pesan moral dengan memberikan slogan-slogan pada kartu tersebut. memiliki keterbatasan baik dalam alokasi waktu Prabowo (2010) menjelaskan bahwa maupun kapasitas untuk mengaitkan dengan pembelajaran matematika tidak hanya sekedar kehidupan sehari-hari.com Kata Kunci ABSTRAK Karakter Keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari kemampuan Active Learning kognitif siswa. seperti permainan kartu umbul. berkelahi menjadi tugas dan tanggung jawab bersama. Oleh karena itu. dan suka meminta uang termasuk guru matematika. pembentukan satu mata pelajaran. Pelajaran matematika Sekolah Dasar mendapatkan porsi jam pelajaran cukup banyak diharapkan dapat membentuk karakter siswa melalui proses pembelajarannya. menyenangkan. jawab dan wewenang guru-guru tertentu. siswa belajar menjumlahkan bilangan. Melalui permainan kartu umbul ini. bukan hanya pada anak-anak. Akibatnya pembentukan mengajarkan materi matematika. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA MELALUI PEMBELAJARAN MATEMATIKA ACTIVE LEARNING BERBANTUAN MEDIA KARTU UMBUL Rissa Prima Kurniawati Universitas PGRI Madiun rissaprimakurniawati14@gmail. Permainan kartu umbul ini dapat dijadikan sebagai media pembelajaran matematika yang menarik. Oleh karena itu. Pembelajaran matematika yang aktif dapat meningkatkan kemampuan siswa dan memotivasi siswa untuk belajar matematika. Dalam suatu proses pembelajaran. Siswa Sekolah Dasar sering melakukan berbagai jenis permainan. dan juga untuk secara paksa kepada temannya. tetapi juga 119 . diharapkan Media Kartu Umbul dapat membawa siswa tidak hanya sekedar memiliki nilai akademis yang bagus tetapi juga memiliki karakter yang bagus yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian. tulisan ini akan mengkaji tentang karakter dan pesan moral pada pembelajaran matematika Active Learning melalui Media Kartu Umbul PENDAHULUAN karakter dan penanaman nilai relatif kurang Dewasa ini sering dibicarakan berhasil. penurunan karakter manusia di Indonesia. Pembentukan dan penanaman nilai Buruknya perilaku moral bangsa tidak hanya karakter yang baik pada diri siswa perlu terjadi pada orang dewasa tetapi juga terjadi dilakukan secara terus-menerus. termasuk pelajaran matematika. atau nilai-nilai moral pada setiap mata pelajaran Pembentukan karakter dan penanaman perlu dikembangkan dan dikaitkan dengan nilai selama ini dianggap menjadi tanggung kehidupan sehari-hari. tidak harus melalui yang berjudi. Dalam permainan kartu umbul.

siswa aktif dalam proses (core ethical values) sebagai basis bagi karakter pembelajaran dikelas. nilai-nilai etika dasar. sesama. dkk (2011) menjelaskan siswa yang mengarah pada peningkatan kualitas bahwa karakter adalah nilai yang diwujudkan pendidikan dan pengembangan budi harmoni dalam bentuk perilaku. maka dapat disimpulkan pendidikan Pendidikan Karakter karakter adalah suatu usaha untuk mendidik Kesuma. kualitas pendidikan dan pengembangan budi perhatian. berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa. matematika yang menarik dan menyenangkan. Dari beberapa pendapat Active Learning melalui Media Kartu Umbul. budaya. untuk mendukung pengembangan ranah Muslich (2011) menyatakan bahwa karakter kognitif saja tetapi juga untuk mengembangkan merupakan nilai-nilai perilaku manusia yang ranah afektif dan psikomotor. sesama manusia. sikap. dan adat istiadat. dan kebangsaan yang terwujud pelajaran yang sulit dipahami oleh siswa. 2012) mengungkapkan bahwa membina setiap manusia untuk memiliki 120 . hukum. bangsa dan merupakan suatu sarana untuk perasaan. Matematika memberikan kontribusi diri sendiri. lingkungan. perasaan. tata karma. sehingga mereka dikaji dalam makalah ini adalah karakter dan dapat memberikan nilai yang positif kepada pesan moral pada pembelajaran matematika lingkungan sekitarnya. guru sebaiknya norma agama. dan Negara. baik dalam lingkungan sehingga pembelajaran matematika tidak hanya keluarga. Dalam model Active dengan menanamkan nilai-nilai etika dasar Learning. tetapi juga siswa agar dapat mengambil keputusan dengan adanya perubahan sikap dan karakter siswa. Yang Maha Esa. dan Media pembelajaran ini berguna untuk layak diperjuangkan sebagai pedoman mempermudah siswa dalam memahami materi bertingkah laku bagi kehidupan pribadi matematika. kita sebagai guru harus berhadapan dengan dirinya. Pengembangan karakter dilakukan model Active Learning. Melalui model Active yang baik. 2009). kemampuan. Tujuannya adalah terbentuknya Learning. luhur. hukum. Dari satu mata pelajaran yang penting dan sering pendapat beberapa ahli di atas dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. merangsang pikiran. dan ketrampilan yang menarik. Sedangkan Suyanto yang selalu mengajarkan. membangun karakter bangsa. perasaan. diri sendiri. diatas. penjumlahan bilangan. misalnya media kartu umbul. masyarakat. Untuk dalam pikiran. karakter adalah cara berfikir dan berperilaku Pembelajaran matematika dijadikan sebagai yang menjadi ciri khas tiap individu untuk suatu media untuk pembentukan karakter. dan perbuatan itu dalam mengajar matematika. bijak dan mengaplikasikan hal tersebut dalam Dari uraian diatas. dan membina setiap manusia umbul ini dapat digunakan sebagai media untuk memiliki kompetensi intelektual. Matematika juga merupakan salah satu lingkungan. serta tindakan atas dasar Selain memerlukan pembelajaran inti nilai etika yang murni. dan perbuatan norma agama. bangsa. pendidikan mengantarkan siswa untuk meningkatkan karakter adalah suatu usaha untuk mendidik keberhasilan belajar matematika. nilai yang dianggap sebagai baik. Matematika salah tata karma. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 mendidik untuk membangun karakter. dan menggunakan model yang menarik. dan yang sangat besar terhadap kemajuan suatu kebangsaan yang terwujud dalam pikiran. Sujono disimpulkan bahwa karakter merupakan nilai- mengemukakan bahwa matematika merupakan nilai perilaku yang menjadi ciri khas setiap cabang ilmu pengetahuan yang eksak dan individu yang berhubungan dengan Tuhan terorganisir secara sistematik (Fathani. siswa diharapkan akan mampu karakter yang baik. permasalahan yang kehidupan sehari-harinya. budaya. harmoni yang selalu mengajarkan. dan ketrampilan siswa. seperti adat istiadat. hidup dan bekerja sama. dan Tuhan memberikan pembelajaran yang menyenangkan Yang Maha Esa. matematika diharapkan tidak hanya mampu Menurut Megawangi (2007). Media kartu membimbing. Indikator karakter yang baik mengenal dan mengembangkan kapasitas terdiri dari pemahaman dan kepedulian pada belajar dan potensi yang mereka miliki. sikap. Sehingga pembelajaran karakter. dan menumbuhkan karakter positif yaitu pendidikan karakter merupakan suatu proses dengan menggunakan media pembelajaran kegiatan yang mengarah pada peningkatan yang menarik. Menurut Khan (2010). dan (dalam Zubaedi. Menurut Albertus (2010). membimbing. sesama manusia. pendidikan guru dalam mengajar juga memerlukan media karakter merupakan diberikannya tempat bagi pembelajaran yang dapat memberikan kebebasan individu dalam menghayati nilai- pendidikan karakter yang lebih baik bagi siswa. Untuk itu.

Disiplin termasuk tantangan untuk berhasil secara Tindakan yang menunjukkan perilaku akademis. 121 . g. saling menghormati dan berwatak jika telah berhasil menyerap nilai dan menghargai terhadap pelaksanaan ibadah keyakinan yang dikehendaki masyarakat serta agama lain. merasakan/mencintai. pendapat. dan hidup rukun serta damai digunakan sebagai kekuatan dalam hidupnya. suku. tertib dan patuh pada berbagai ketentuan Ada Sembilan karakter yang berhasil dan peraturan. secara utuh. Mandiri Kesembilan karakter itu. 7) kepemimpinan dan keadilan. 2012). Perilaku yang didasarkan pada upaya mencintainya. Kerja Keras cinta Tuhan dan segenap ciptaan-Nya. dengan pemeluk agama lain. dan kesatuan (Lickona. anak dapat memahami. 2014). universal yang mana seluruh agama. Begitu tumbuh dalam karakter produktif. d. Dimana tujuan budi pekerti adalah segalanya dengan benar. feeling the good. dan kreatif. Toleransi menjadi cerdas emosinya. Pendidikan karakter dimaknai sebagai penyelenggaraan dan hasil pendidikan di pendidikan yang mengembangkan nilai-nilai sekolah yang mengarah pada pencapaian karakter pada siswa sehingga mereka memiliki pembentukan karakter dan akhlak mulia siswa nilai dan karakter sebagai karakter dirinya. 2) Tindakan yang menunjukkan perilaku kemandirian dan tanggung jawab. dan seimbang. Nilai-nilai karakter yang perlu dan sekaligus melaksanakan nilai-nilai ditanamkan kepada siswa adalah nilai-nilai kebajikan. suka menolong. 5 ) dermawan. dari nilai-nilai luhur universal. dan Tujuan Pendidikan karakter yang budaya pasti menjunjung tinggi nilai-nilai pertama adalah untuk meningkatkan mutu tersebut. mampu menghadapi segala macam tantangan. yaitu 1) karakter e. Kreatif gotong royong/kerjasama. kedamaian. karakter. dan cenderung untuk mengembangkan watak atau tabi’at siswa memiliki tujuan hidup. terpadu. perlu ditanamkan Sikap dan perilaku yang tidak mudah dalam pendidikan dengan menggunakan tergantung pada orang lain dalam metode knowing the good. kerjasama yang menekankan ranah efektif Beberapa nilai-nilai pendidikan karakter (perasaan. Jujur dengan pemahaman karakter yang baik. 9) karakter toleransi. yang baik. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 kompetensi intelektual. Hal tersebut diperlukan agar ketrampilan yang menarik. sesuai menerapkan nilai-nilai tersebut dalam standar kompetensi lulusan. sebagai anggota masyarakat karakter yang kedua adalah mendorong lahirnya dan warga negara yang relegius. dapat dipercaya. sesuatu yang telah dimiliki. terampil mengolah Sikap dan perilaku yang patuh dalam data. sistematis dan berkelanjutan. dan pelaksanaan atau menjadikan dirinya sebagai orang yang peneladanan atas karakter baik itu. dan tindakan orang lain. dengan cara menghayati nilai-nilai keyakinan Seluruh pendidikan di Indonesia harus masyarakat sebagai kekuatan moral hidupnya menyisipkan nilai-nilai pendidikan berkarakter melalui kejujuran. yaitu: kognitif (berfikir rasional) dan ranah a. siswa yang baik. nasionalis. dan kepada para siswa dalam proses pendidikannya. Religius psikomotorik (ketrampilan. 6) percaya diri dan Berpikir dan melakukan sesuatu untuk pekerja keras. Keberhasilan pendidikan karakter dimulai b. mempersiapkan anak di masa depan dan sikap. dan menyelesaikan tugas-tugas. anak-anak akan tumbuh dengan Zuhriyah (2008) mengatakan bahwa kapasitas dan komitmennya untuk melakukan pendidikan karakter sama dengan pendidikan berbagai hal yang terbaik dan melakukan budi pekerti. tradisi. pendidikan karakter yang diterapkan secara tindakan. dan f. mengemukakan pendapat dan kerjasama). menghasilkan cara atau hasil baru dari 8) baik dan rendah hati. dan santun. 3) tertib dan patuh pada berbagai ketentuan kejujuran/amanah dan diplomatis. dan pekerjaan. Tujuan pendidikan kehidupan dirinya. sikap) tanpa meninggalkan ranah (Syaifudien. etnis. melaksanakan perintah dan ajaran agama Seseorang dapat dikatakan berkarakter atau yang dianutnya. Dengan selalu dapat dipercaya dalam perkataan. Karena kecerdasan Sikap dan tindakan yang menghargai emosi ini menjadi bekal penting dalam perbedaan agama. dan acting the good. 4) hormat dan peraturan. seorang anak akan c.

anything course-related that students do besides i. lain. melakukan sesuatu yang lebih dari sekedar j. lingkungan (alam. Meskipun terdapat beberapa definisi yang seharusnya dia lakukan. bersikap. dan mengembangkan terhadap pengalaman dan informasi. dan bertindak yang active learning diantaranya Felder (2001) yang menilai sama terhadap hak dan kewajiban memaparkan bahwa “ active learning is dirinya dan orang lain. yang upaya-upaya untuk memperbaiki dilakukan oleh si pembelajar serta menganggap kerusakan alam yang sudah terjadi. dapat m. tanggung jawab belajar si pembelajar sehingga n. Demokratis Ada beberapa pendapat mengenai Cara berfikir. tersebut membuat dunia pendidikan di 2. Pengalaman berusaha untuk memperbaiki atau Para siswa akan belajar lebih banyak dengan memperbaharui dunia pendidikan kita. Menghargai Prestasi mendengarkan. memberikan kebajikan bagi dirinya. dan didengar. Gemar Membaca pengetahuannya perlu suatu kegiatan yang Kebiasaan menyediakan waktu untuk dapat menstimulus siswa untuk mengolah dan membaca berbagai bacaan yang memahami suatu pengetahuan. saling bertanya dan Salah satu pembelajaran yang yang telah mempertanyakan atau saling menjelaskan. negara dan Tuhan siswa dalam belajar atau mengoptimalkan Yang Maha Esa. dan mengakui. Dari beberapa pendapat di atas. diadopsi dari negara luar adalah active learning. as long as it is something Sikap dan tindakan yang selalu berupaya other than watching and listening to me”. Berdiskusi atau bertukar gagasan akan 122 . Sikap dan tindakan yang mendorong Menurut Silberman (1996) active dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang learning merupakan proses belajar bagi siswa berguna bagi masyarakat. cara keterlibatan secara aktif dibanding Beberapa model pembelajaran yang telah dengan bila siswa hanya melihat atau diterapkan oleh negara lain dan membawa hasil mendengarkan guru menjelaskan suatu yang baik bagi dunia pendidikan di negara materi/konsep. Pembelajaran Matematika Active Learning Sukandi dkk (2003) memaparkan bahwa Banyak sekali model pembelajaran dalam belajar aktif terdapat empat komponen yang mewarnai dunia pendidikan di Indonesia yaitu : tentunya dengan tujuan yang sama yakni 1. berdiskusi. terhadap diri mengenai active learning namun secara konsep sendiri. pikirannya. melihat guru menjelaskan sesuatu atau k. Rasa Ingin Tahu listening to a lecture. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 h. Interaksi Indonesia melirik model pembelajaran yang Belajar akan terjadi dan meningkat telah diterapkan di negara luar dan menjadikan kualitasnya bila berlangsung dalam suasana model pembelajaran tersebut sebagai alternatif interaksi dengan orang lain seperti dalam memperbaharui pendidikan di Indonesia. Tanggung Jawab berkeinginan terus untuk belajar selama Sikap dan perilaku seseorang untuk hidupnya dan tidak bergantung pada guru/orang melaksanakan tugas dan kewajibannya. bahwa dalam active learning siswa harus dilihat. keterlibatan intelektual-emosional siswa dalam proses belajar. yang lebih dari sekedar mendengarkan dan serta menghormati keberhasilan orang lain. untuk mengetahui lebih mendalam dan Bonwel dan Eison (2001) juga berpendapat meluas dari sesuatu yang dipelajarinya. bermakna dan membangun pengetahuan dalam serta menghormati keberhasilan orang lain. Peduli Lingkungan dan Sosial disimpulkan bahwa active learning adalah cara Sikap dan tindakan yang selalu berupaya pandang yang menganggap belajar sebagai mencegah kerusakan pada lingkungan kegiatan membangun makna/pengertian alam di sekitarnya. serta mengajar sebagai kegiatan menciptakan selalu ingin memberi bantuan pada orang suasana yang mengembangkan inisiatif dan lain dan masyarakat yang membutuhkan. adalah bagaimana mengoptimalkan keaktifan sosial dan budaya). Agar siswa bisa membangun sendiri l. Bersahabat/Komunikatif menjejali sesuatu dalam benak siswa tetapi Sikap dan tindakan yang mendorong siswa sendirilah yang menata apa yang mereka dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang dengar dan lihat menjadi satu kesatuan yang berguna bagi masyarakat. masyarakat. dan mengakui.

matematika sebaiknya tidak disajikan dalam Otak kita perlu mengaitkan antara apa yang bentuk yang sudah tersusun secara final. Refleksi dapat terjadi sebagai akibat membicarakan dan menemukan jawaban dari interaksi dan komunikasi. Kartu umbul biasanya mendapatkan pengetahuan baru siswa bisa dijadikan permainan dengan cara masing mengkaitkan dengan pengetahuan yang terlebih masing anak mempunyai 2 jagoan gambar. tentu akan sulit untuk memahami materi jagoan gambar yang terlihat gambarnya diadu selanjutnya. dipelajari. dan Pada saat kita ingin menggunakan komputer latar belakang alamiah anak untuk terlebih dahulu kita harus meng-”on”-kan. diajarkan kepada kita dengan apa yang telah kita melainkan siswa dapat terlibat aktif dalam ketahui dan dengan cara kita berfikir. sehingga memiliki gagasan yang menyusun pertanyaan. dikempit dengan belajar matematika karena jika siswa tidak telunjuk dan jari tengah kemudian dilentingkan memahami suatu materi yang telah diajarkan ke atas. Guru berusaha Dalam banyak hal. mengajukan pertanyaan. Guru menempatkan anak kepada pusat maka orang itu akan merenungkan kembali kegiatan belajar. Selain itu tujuan yang sesuai agar dapat mengolah data yang kita pengajaran matematika mengharapkan siswa masukkan dan setelah itu kita perlu menyimpan dapat belajar berpatisipasi aktif dan kreatif. membuktikan Pengungkapan pikiran baik dalam rangka semua dalil-dalilnya dan memberikan contoh- mengemukakan gagasan sendiri maupun contohnya. mempraktikannya dengan siswa lain. Jadi (Silberman. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 membantu anak mengenal hubungan. berusaha membantu dan (refleksi) gagasannya kemudian melakukan mendorong anak untuk belajar. Sehingga ketika ukuran 4 ×6 cm. Guru langsung 3. kita juga perlu meng-“on”-kannya. Dalam pembelajaran aktif suasana belajar 4. bagaimana mantap. Tanpa peluang untuk matematika dibutuhkan peran aktif siswa untuk mendiskusikan. tidak jauh berbeda dengan cara kerja komputer. pengetahuanpengetahuan yang telah ada. bagaimana perbaikan. mendengarkan dengan tenang dan memantapkan pemahaman seseorang berusaha meniru cara-cara guru membuktikan tentang apa yang sedang dipikirkan atau dalil dan cara guru mengerjakan soal-soal. dari guru aktif ke siswa kepada orang lain dan mendapat tanggapan. guru bertindak otoriter baik. gambar berhamburan jatuh ketanah. seorang guru matematika dianggap membantu memiliki pemahaman yang lebih sebagai sumber ilmu. persoalan-persoalan. struktur-struktur jika proses belajar bersifat pasif maka otak tidak sampai kepada teorema-teorema. seorang guru tidak serta merta memaksakan Begitu juga pada saat mempelajari siswanya agar mendengarkan dan menghafal matematika. siswa tidak cukup hanya rumus-rumus dari materi yang disampaikan. dan mendominasi kelas. data tersebut agar bisa mengaksesnya kembali Menurut Suherman dan Karso (1986) pada saat kita butuhkan. Demikian halnya agar proses belajar matematika terjadi. akan dengan rapi. cara kerja otak kita memanfaatkan pengalaman-pengalaman. Refleksi mengajar diubah dari pengalaman guru ke Bila seseorang mengungkapkan gagasannya pengalaman siswa. Komunikasi mengajar materi matematika. bahasa dengan otak. Hal ini sangat penting dalam dikumpulkan jadi satu. Dalam model mengajar yang hubungan baru tentang sesuatu dan tradisional. 1996). Dari kedua dapat mengaitkan dengan sofware pikiran kita pendapat yang telah dikemukakan tersebut dan akhirnya kita tidak bisa menyimpan dapat digaris bawahi bahwa untuk mempelajari informasi yang diberikan. menghafal rumus dan mendengarkan penjelasan dari guru tetapi siswa perlu melakukan suatu Media Kartu Umbul aktivitas yang berkaitan dengan proses belajar Media kartu umbul merupakan agar siswa menjadi aktif dan mampu permainan tradisional yang biasanya dimainkan mengoptimalkan kerja otak serta siswa bisa lebih dari dua orang. dahulu didapat. Kartu umbul ini memiliki menyimpannya dalam ingatan. atau membangun sendiri pengetahuannya. Namun menemukan konsep-konsep. Sebaliknya murid harus duduk menilai gagasan orang lain. aktif. mengembangkan dan memahami konsep atau selain itu komputer juga memerlukan sofware prinsip matematika. kembali sedangkan yang telungkup/tidak 123 . proses sedangkan seorang guru hanya membantu siswa belajar sesungguhnya tidak akan terjadi dalam memperoleh pengetahuan tersebut.

bagaimanapun hasilnya ketika jatuh Sebagai contoh ada tiga siswa bermain ketanah maka sisi depan yang selalu kartu umbul. pembelajaran matematika active learning Pada kartu umbul ini terdapat gambar berbantuan media pembelajaran yang nyata dan kartun berkarakter yang memberikan karakter mengasyikkan. Oleh sebab itu dengan pertama terdapat angka 24 dan kartu umbul bermain kartu umbul maka akan yang kedua terdapat angka 17. Pemain yang mendapat khusus kartu gambar tersbut ditempel angka terakhir yang paling besar yang akan bolak-balik depan semua. dan oleh dua siswa atau lebih. Berkaitan menang. (kedua sisi sama-sama kartu umbul. jika gambar kena mengubahnya menjadi konteks nyata yang maka akan keluar berantakan dari dalam mudah dipahami oleh siswa dan dapat membuat lingkaran. Siswa mengumpulkan modal dengan jumlah yang belajar untuk membilang. diantaranya: pada dua kartu umbul tersebut menghasilkan 2 1. masing-masing ini secara langsung karena masalah ini masih berkompetisi dengan melempar tumpakan dalam bentuk yang abstrak. membasmi kejahatan. Membangun keceriaan anak. Untuk itu diperlukan suatu itulah yang menjadi hak milik pelemparnya. kemudian ditumpuk jadi satu mengurangkan bilangan 1 hingga 100. Belajar jujur. ketika sekaligus. kartu umbul mencari teman. baik dari 41 adalah 1. kemudian masing-masing anak Matematika Active Learning berbantuan dibagikan 2 buah gambar kemudian angka Media Kartu Umbul belakang gambar dijumlahkan. angka dari 24 dan 17 adalah 41. Guru harus gambar dengan batu pipih. siswa pertama mendapatkan dua berada di atas. Sebagian dalam lingkaran kecil. kartu hal tersebut. Selain terdapat gambar kartun berkarakter. Permainan ini dapat dimainkan menolong teman. dan lain-lain. upin. Kartu umbul ini dimainkan dengan cara slogan yang dapat memotivasi siswa untuk mengocok gambar seperti kartu bridge. misalnya permainan kartu yang baik untuk siswa misalnya doraemon. anak-anak yang tidak sebaya /seumuran Kartu umbul ini juga bisa dimainkan dengan cara mengocok gambar seperti kartu Pendidikan Karakter pada Pembelajaran bridge. umbul. ipin. dan terdapat kartun. jika hasil Matematika merupakan ilmu abstrak. kadang bisa sportifitas. jika menang 2 jagoan berbeda dibanding bermain dengan gambar masing-masing anak setor 10 gambar. Manfaat bermain kartu dijumlahkan. jadi mau menang. boboiboy. slogan. jika hasil penjumalahan 2 angka umbul ini. dan sudah ditentukan. pertumbuhan anak diperlukan untuk Angka terakhir dari 26 adalah 6. karena ada beberapa atau 1 digit angka. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 terlihat gambarnya tidak disertakan lagi. berkarakter baik dan juga pada kartu ini terdapat kemudian masing-masing anak dibagikan 2 nomor. Belajar menerima keputusan. siswa mulai mengenal membilang umbul juga bisa dimainkan dengan cara dan konsep penjumlahan serta pengurangan “gacukan” yaitu masing-masing anak ketika berada di kelas 1 di sekolah dasar. kemudian pada jarak besar siswa tidak dapat menjawab pertanyaan tertentu dengan batas garis. gambar yang berhamburan keluar siswa lebih aktif. siswa yang ketiga menang ataupun kalah itu bukan mendapatkan dua kartu umbul dengan angka 14 124 . kesulitan dalam belajar matematika misalnya maka angka terakhir yang paling besar yang dalam konsep penjumlahan bilangan. Belajar bersosialisasi. juga menang dengan 2 gambar jagoan 4. Sehingga dapat membantu siswa untuk buah gambar kemudian angka belakang gambar belajar menghitung. kartu umbul pertama terdapat gambar depan) angka 12 dan kartu umbul kedua terdapat angka 2. siswa kedua bermain dan bersosialisasi untuk mendapatkan dua kartu umbul. jadi jumlah angka dari 12 dan 14 adalah 26. Boboiboy ini Kartu umbul termasuk suatu permainan sangat digemari anak-anak kecil karena suka tradisional. Angka terakhir 3. Selain dimainkan seperti diatas. kartu umbul ini juga terdapat angka. Pada kartu umbul ini memiliki jurus-jurus pamungkas. jadi jumlah menambah teman. Jika menang 1 jagoan gambar bermain dengan anak seumurnya maka biasanya akan dibayar oleh masing-masing ia akan mendapatkan keceriaan yang anak 5 lembar gambar. penjumalahan 2 angka pada dua kartu umbul Terkadang masih ada siswa yang merasa tersebut menghasilkan 2 atau 1 digit angka. penjumlahan. hingga masalah yang penting adalah akhirnya diperoleh pemenangnya. dalam 14.

menarik dan menyenangkan. Media kartu umbul ini dapat ini akan lebih menarik bagi siswa karena bermanfaat sebagai media pembelajaran dalam mereka dapat melakukan aktivitas bermain dan mengkontruksi pengalaman belajar siswa dan juga belajar menghitung. serta 3. Albertus. Pendidikan 4. Permainan yaitu nilai jujur. James A. Character Mendidik untuk Membentuk bermoral. Dalam permainan ini dapat membantu Fathani. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 dan 15. peran seorang guru sangat penting dalam Jakarta: Bumi Aksara membentuk karakter pada siswa. Angka terakhir dari 29 adalah 9. Kerja keras sekolah. H. menyenangkan. saat proses pembelajaran maupun pada saat di 2.html. (2011).asu. Dengan pendidikan karakter Lickona. Dan juga sebaiknya guru permainan kartu umbul ini. Thomas. siswa harus matematika dalam mengajar menggunakan bekerja keras dalam menghitung dan model pembelajaran yang menarik. jujur dalam Untuk guru matematika. Pendidikan Karakter Pendidikan karakter sangat penting Berbasis Potensi Diri. dan bervariasi. (2010). toleransi antar kartu umbul ini sangat tepat untuk media pemain atau antar siswa. (2010). memiliki sopan santun. A. Maret 2006. Active and dengan anak seumurnya maka ia akan Cooperative Learning.my/buletin. demokratis. permainan ini melatih siswa untuk saling menghormati dan menghargai Daftar Pustaka antar siswa.edu/ active/felder- dibanding bermain dengan anak-anak transcript.. Bandung: Rosda. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media. Yahya. Hormat dan Bertanggung Jawab. http://ctl. (2009). dan Memberikan Pendidikan tentang Sikap berinteraksi dengan masyarakat. siswa dapat membantu siswa memahami konsep belajar membilang dan menjumlahkan suatu membilang dan menjumlahkan bilangan. dalam mempelajari matematika. Dharma. contohnya kartu Permainan kartu umbul ini diharapkan umbul. dan jujur dalam agar lebih peduli pada aspek afektif siswa pada mengambil kartu. terutama pada 125 . diakses 5. Jujur Pada permainan kartu umbul ini Saran melatih siswa untuk jujur. Pendidikan Simpulan dan Saran Karakter Di Sekolah. dan dapat melatih pengalaman belajar siswa dan dapat siswa dalam menghadapi kegagalan dan mengembangkan karakter siswa. disarankan menghitung. Untuk mempermudah adalah 29. Hal bilangan. (2001). mengatasi semua hambatan. maupun yang kalah. saling Karakter: Bagaimana Sekolah dapat menghormati. Dalam hal ini. 1. Pada media kartu umbul ini ini. maka Sehingga dari ketiga siswa tersebut yang diperlukan suatu media pembelajaran yang menang adalah siswa yang ketiga. jadi jumlah kedua kartu umbul tersebut pelajaran matematika. C and Eison. dkk. yang banyak dan ketika bermain Felder.utm. Matematika Hakikat dan siswa untuk meniliki teman/sahabat Logika. bukan hanya mengutamakan aspek Untuk mendapatkan kemenangan pada kognitif saja. (online). Bersahabat/komunikatif tanggal 21 Maret 2006. diakses tanggal 21 yang tidak sebaya/seumuran. Yogyakarta untuk membentuk generasi penerus yang :Pelangi Publishing. kerja keras. Toleransi menggunakan media yang menarik. (online). Richard. Educating For diharapkan siswa mampu bersaing. Kesuma. selain itu semua siswa cocok dalam mengembangkan karakter siswa akan aktif dalam aktivitas belajar. saling menghargai. Jakarta: PT Grasindo siswa dalam menghadapi suatu Bonwel. berbudi luhur. pembelajaran dalam mengkostruksi bersahabat/komunikatif. mendapatkan keceriaan yang berbeda http://clte. (2001). Doni Koesoema. yaitu kemenangan. beretika. Simpulan Khan. Demokratis Karakter Strategi Mendidik Anak di Dalam permainan ini dapat melatih Zaman Global. Active kegagalan dan kemenangan serta Learning: Creating Excitement in the menghormati teman yang menang Classroom. (2012).

Terjemahan oleh Raisul Zuhriyah. Group. Pendidikan Karakter: Sukandi. http://www. 126 . Nurul. Proceedings tipspendidikan. Jakarta. (2010). (2008). Agus dan Purnomo Didi.site/2014/07/pengertian of The 4𝑡ℎ International Conference on -tujuan-dan-18-nilai. Jakarta : Mengajar Matematika. html. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 Megawangi. (2011). (1996). Karunika Universitas Terbuka Muslich. dan 18 Nilai Pendidikan Memahat Karakter melalui Karakter. (online). (2014). (2007). Bandung. Ratna. (2003). Join Conference tanggal 25 Maret 2016. ujang.1996. Erman dan Karso. Jakarta: Bumi Pustaka. dan Nuansa. Jakarta: Kencana Prenada Media Silberman. Jakarta: PT Bumi Aksara. II. Desain Pendidikan Karakter. Melvin L. Interaksi Belajar Membangun Bangsa. Ahmad. 8-10 Zubaedi. Active Learning. Surabaya: Duta Graha Multidimensional. Aksara. Belajar Aktif & Menjawab Tantangan Krisis Terpadu. Prabowo. Syaifudien. November 2010. Indonesia heritage Foundation. dkk. Pembelajaran Matematika. Indonesia. Nusamedia Budi Pekerti. UPI & UPSI. diakses pada Teacher Education. Mansur. Bandung. (2012). Cet. Pendidikan Suherman. Tujuan. Pengertian. Karakter Solusi Yang Tepat Untuk (1986). Pendidikan Moral dan Muttaqien.

Data-data yang digunakan bersumber dari literatur-literatur kepustakaan yang relevan. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI PEMBELAJATRAN MATEMATIKA Supardi U. menghargai daya manusia Indonesia yang: bertakwa prestasi. Dalam undang-undang tersebut akhirnya akan diperoleh sumber daya manusia dicantumkan secara eksplisit ada 9 (sembilan) Indonesia yang memiliki daya saing dan karakter kualitas sumber daya manusia produktif. Proses mengembangkan nilai-nilai karakter bangsa pendidikan yang baik harus mampu melalui 4 sumber nilai/karakter yaitu: Agama.com Kata Kunci ABSTRAK Pendidikan Karakter Pembelajaran Matematika dapat menumbuhkan kemampuan Pembelajaran Matematika berpikir analitik. Universitas Indraprasta PGRI Jakarta supardiuki@yahoo. Pancasila. peduli mulia. (2012) menuliskan bahwa sosial. (3) sehat. maka pada pendidikan. (2) sikap adil dan demokratik. mandiri. kreatif. peduli lingkungan. cinta tanah air.208) menyatakan bahwa. (4) potensi Sementara itu Hasan dkk (2010: 7-10) raga/kinestetik. Pendekatan penelitian yang dilakukan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis metode deskriptif teoretik. Secara garis bsar ada 5 kreatif. (3) potensi karsa. (5) cakap. (2) potensi rasa. (7) mandiri. toleransi. dan (9) bertanggung jawab. pendidikan nilai/karakter tersebut ditetapkan minimal 18 merupakan upaya untuk mengembangkan budi 127 . (4) sikap disiplin. (5) sikap konsisten. Pendidikan Matematika. dan (5) potensi spiritual. jujur. (4) berilmu. mengembangkan semua potensi tersebut. (2) berakhlak pengembangan atau pendewasaan semua mulia. Hasil kajian yang dilakukan. cinta damai.S. bersahabat/komunikatif. Berdasarkan keempat sumber p. karakter kualitas sumber daya manusia Apabila potensi-potensi karakter ini dapat Indonesia yang ingin dihasilkan melalui dikembangkan dengan baik. dan (7) sikap tanggung jawab PENDAHULUAN karakter yang dapat dikembangkan melalui Undang-undang nomor 20 tahun 2003 pendidikan yaitu: religius. (6) potensi peserta didik. Supardi U. kritik dan kreatif peserta didik. Budaya dan Tujuan pendidikan Dewantara dalam Warli dan Yuliana (2011. berakhlak gemar membaca. (8) menjadi warga Negara (lima) potensi manusia yaitu (1) potensi pikir. Kajian ini bertujuan untuk mendeskripikan dan mengembangkan karakter peserta didik melalui pembelajaran matematika. Melalui pembelajaran Matematika dapat pula dikembangkan karakter peserta didik. dan tanggung jawab. tentang Sistem Pendidikan Nasional disiplin. Nasional. Data-data yang bersumber dari literatur tersebut digunakan untuk membahas permasalahan. semangat nasional bertujuan untuk menghasilkan sumber kebangsaan. Indonesia yaitu: (1) beriman dan bertakwa Pendidikan merupakan proses kepada Tuhan yang Masa Esa. Karakter tersebut dalam Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 merupakan ciri keunggulan sebagai indikator tentang Sistem Pendidikan Nasional ciri-ciri kualitas sumber daya manusia Indonesia. ada beberapa karakter sebagai perwujudan dari potensi rasa dan karsa peserta didik yang dapat dikembangkan melalui pembelajaran Matematika antara lain kemampuan bersikap: (1) sikap keimanan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. terhadap Tuhan Yang Maha`Esa. (3) sikap ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. kerja keras. (6) sikap mandiri. Permasalahan yang ada dikaji secara teoretik dengan penalaran secara logi.S. yang demokratis. rasa ingin tahu. mengamanatkan bahwa tujuan pendidikan demokratis. analitik dan deskriptif yang didukung dengan data-data literatur terkait.

dan dapat dibuktikan dengan kebenaran ilmiah. p. 2012). Juga. Mengembangkan Karakter Sikap kreatif yang produktif. pembelajaran seperti pembelajaran matematika. Data-data yang bersumber dari literatur tersebut Pelajaran Matematika memiliki peran yang digunakan untuk membahas permasalahan. Defini iman yaitu pendidikan melalui pembelajaran Matematika? sesuatu yang diyakini di dalam hati. Kekuatan temuan-temuannya tidak diperoleh melalui batin dimaksud meliputi kekuatan rasa. kelompok. ada dalam potensi rasa dan karsa seorang model Matematika sebagai simplikasi manusia. karsa dan spiritual) peserta pembelajaran Matematika yang baik maka otak didik akan dapat berkembang optimal melalui (brain) peserta didik akan dilatih dan pembelajaran Matematika yang efektif. dalam. dan (6) Esa kemampuan problem solving (pemecahan Dalam salah satu hadist yang masalah) yang baik. Miles and keyakinan hati. (2) kemampuan didik yang dapat dikembangkan melalui bernalar yang logik. Matematika memiliki objek 128 . literatur terkait. diucapkan dengan lisan dan dilakukan dalam METODE PENELITIAN amal perbuatan (Syahruddin Chari. Dalam proses pembelajaran dikembangkan karakter keimanan dan Matematika yang baik tidak hanya sekedar ketakwaan terhadap Tuhan Yang Mahasa Esa menghasilkan peserta didik yang mengetahui sebagai perwujudan dari potensi spiritual dan memahami konsep-konsep Matematika. Rasulullah SAW bersabda: Al-Iimaanu pertanyaan yang akan dibahas dalam makalah ‘aqdun bil qalbi waiqraarun billisaani ini. kritik dan kreatif peserta didik. bahwa hakikat keimanan yaitu pendekatan penelitian kualitatif dengan yaitu adanya kekonsistenan antara jenis metode deskriptif teoretik. Bagaimana mengembangkan karakter wa’amalun bil arkaan. masyarakat. (4) kemampuan berpikir 1. karakter). Berdasarkan paparan di atas. karsa prosedur statistik atau bentuk hitungan lainnya. Nilai Huberman (1994) dalam Sukidin (2002:2) konsistensi merupakan hal yang mutlak pendekatan kualitatif berusaha mengungkap dalam Matematika agar konsep-konsep berbagai keunikan yang terdapat dalam dalam Matematika memiliki nilai individu. perwujudan dari potensi rasa dan karsa peserta permasalahan yang komplek. Melalui pembelajaran Matematika dapat pula dikembangkan sikap spiritual dan sosial peserta PENGEMBANGAN PENDIDIKAN didik. strategis dalam mengembangkan sumber daya Permasalahan yang ada dikaji secara teoretik manusia yang berkualitas. dengan pembelajaran Proses pembelajaran Matematika yang baik Matematika yang efektif akan mampu akan menghasilkan sumber daya manusia yang mengembangkan beberapa nilai karakter yang memiliki: (1) kemampuan membuat model. KARAKTER MELALUI Matematika memiliki peran yang PEMBELAJARAN MATEMATIKA strategik untuk mengembangkan potensi pikir Pembelajaran Matematika yang baik manusia. organisasi dalam kehidupan sehari-hari secara Kebenaran Matematika tidak dapat menyeluruh. diriwayatkan Ibnu Majah Atthabrani. Dengan dikembangkan sehingga memiliki fungsi yang proses pembelajaran Matematika akan dapat optimal. Beberapa karakter sebagai (penyederhanaan) dari permasalahan. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 pekerti (kekuatan batin. Potensi kemampuan berpikir manusia. Pembelajaran dengan penalaran secara logi. Menurut dalam Matematika tidak memiliki objek Strauss dan Corbin (2003. rinci. dan/atau kebenaran. Pada hakekatnya pembelajaran akan dapat pula dikembangkan nilai-nilai matematika berfungsi untuk mengasah karakter (kekuatan batin) peserta didik. Melalui kekuatan batin (rasa.231). Penelitian yang nyata. Untuk mengembangkan potensi Data-data yang digunakan bersumber dari peserta didik dapat pula dilakukan pada proses literatur-literatur kepustakaan yang relevan. peserta didik. analitik dan Matematika dapat menumbuhkan kemampuan deskriptif yang didukung dengan data-data berpikir analitik. ucapan dan perbuatan. dan spiritual. (3) kemampuan berpikir pembelajaran Matematika antara lain: kritik yang konstruktif. Pendekatan penelitian yang digunakan Dalam hal ini. (5) kemampuan berpikir Keimanan Terhadap Tuhan Yang Maha anatilik yang sistemik dan sistematik. pikiran kualitatif merupakan jenis penelitian yang (intellect) dan tubuh (raga) anak. karena dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

menjauhi pada “dua”. dalam Matematika selalu taat atau patuh terhadap semua dinyatakan bahwa ” lima” lebih besar dari ketentuan-ketentuan Allah SWT. Matematika. siapakah aritmetika “+” didefinisikan sebagai operasi keluarga Muhammad itu?. menjaga dan memelihara diri dari siksa dan konsep Matematika. maka secara evolutif akan maka tidak mungkin Matematika akan tumbuh dan berkembang perilaku peserta menjadi eksak. Fenomena ini mungkin dapat bertakwa kepada Allah SWT dan takwa itu berbeda dalam ilmu alam atau ilmu sosial. gagasan atau konsep-konsep agama maka akan konsep-konsep teoretik dalam pemikiran menumbuhkan rasa keimanan terhadap manusia. antara ucapan. menjawabnya : "Orang yang desimal. Ketakwaan Terhadap Tuhan Yang Maha Agar memperoleh kebenaran maka Esa seorang peserta didik harus belajar konsisten Menurut syara' "Takwa" itu berarti dalam meyakini dan menerapkan konsep. kepada Allah SWT. Karena hakikat dari dapat dibuktikan dengan kebenaran iman yaitu adanya konsistensi seseorang konsistensi atau kebenaran koherensi. Bila ditulis dalam bahasa simbol larangan-Nya dan melaksanakan perintah- Matematika. bukan ukuran nilai eksak dalam Matematika akan terjadi gambar/simbol. Mengembangkan Karakter Sikap (3) kebenaran pragmatik. Sumardyono (2008: 4) menyatakan bahwa dalam dunia ilmu terdapat 3 jenis kebenaran yaitu: (1) kebenaran koherensi atau konsistensi. Karena dalam dan kedisiplinan dari yang bersangkutan. merupakan suatu kumpulan perbuatan baik. dan 2. Rasulullah SAW pernah ditanya oleh jika tidak didefinisikan lain maka operasin seseorang : "Wahai Rasulullah. didik yang memiliki sikap istikomah Matematika akan menjadi eksak (konsisten). misalkan: “lima” = 5 dan perintah-Nya. peraturan maupun kesepakatan yang sudah Dalam hal ini jangan sampai dikatakan ada menunjukkan adanya sikap komitmen bahwa ”2 lebih besar dari 5”. Manusia yang bertakwa yaitu orang yang Contoh lain. Dengan demikian dapat kemudian kalau kita buka lubang tersebut dipahami bahwa inti atau esensi dari takwa bisa saja didapati banyaknya tikus berjumlah yaitu adanya ketaatan atau kepatuhan. maka konsep matematika dan kedisiplinan sebagai perwujudan dari akan memiliki nilai kebenaran. maka dalam beberapa waktu Bagian II. Dalam suatu hadits. Dengan berpegang teguh hanya karena adanya kesetiaan. 2013). Sikap ini apabila menjadi landasan dari perkembangan diimplementasikan dalam penerapan Matematika. nilai ketaatan/kepatuhan manusia terhadap Pembiasaan peserta didik dalam Matematika. kebiasaan peserta didik yang selalu ajeg dan Dalam hal ini konsep teori himpunan dapat dipercaya. tindakan dan keyakinan. Oleh karenanya pemikiran manusia. keseharian bahwa dalam kondisi apapun dan menjauhi semua kemaksiatan dan taat dimanapun harus meyakini “1 + 1= 2”. Secara konvensi bahwa dalam Matematika. “dua” = 2. 2 ekor atau bukan 2 ekor. Lalu Rasulullah “penjumlahan” pada sistem bilangan SAW. Misalkan kalau sudah murka Allah SWT dengan jalan memahami bahwa “1 + 1 = 2”. komitmen pada konsistensi. supaya sadar dan lubang kemudian dimasukan 1 (satu) ekor terhindar dari siksa-Nya (Mari’fatullah tikus lagi. hal ini bahwa yang dimaksud “dua” dan Matematika sarat dengan muatan-muatan “lima” adalah nilai kuantitas dalam kesepakatan atau konvensi. maka konsep melaksanakan perintah-perintah-Nya serta ini harus terus diyakini dan diamalkan dalam menjauhi semua larangan-larangan-Nya. Dengan bantuan teori 129 . Karena dalam ilmu alam kalau kita sedangkan esensinya adalah selalu taat memasukan 1 (satu) ekor tikus dalam suatu kepada Allah SWT. (2) kebenaran korelasional. Kebenaran Matematika hanya Tuhan Yang Maha Esa. Tanpa adanya ketaatan memahami dan menerima kebenaran terhadap konvensi-konvensi yang sudah ada. maka kita pun harus tetap Kepatuahan seseorang terhadap suatu konsisten bahwa “5 lebih besar dari 2”. Melalui sikap istikomah hanya karena sikap rigor (kekakuan) dalam (konsistensi) maka akan berimplikasi pada menerima dan mengimplementasikannnya. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 yang abstrak berupa ide.

Contoh-contoh fakta tersebut didefinisikan dalam semesta dalam Matematika antara lain: “2” sebagai pembicaraan operasi penjumlahan dalam simbol dari bilangan “dua”. (3) Operasi dan relasi. Karakter ketaatan penjumlahan”. Nilai eksak (tepat) dalam pembagian. dipahami sebagai simbol “tiga ditambah Kemungkinan ketiga bernilai benar. “bilangan prima”. maka yang ada. berpasang-pasangan. Kemungkinan semuanya abstrak. Keempat objek Matematika tersebut Sistem Bilangan Desimal. mengimplementasikan konsep Matematika. Agar Matematika menjadi dari Matematika. orang bisa Untuk itu. positif berpasangan dengan negatif. dan lain-lain. “akar kuadrat”. atau bisa juga Esa.. Mengembangkan Karakter Sikap Adil 10. tindakan. penjumlahan berpasangan dengan Matematika hanya memiliki sifat eksak pengurangan. “3 + 2” Sistem Bilangan Jam Duabelasan. agar Matematika memiliki membedakan sesuatu termasuk konsep atau nilai eksak maka harus jelas batasan definisi bukan konsep. ada penyakit dan ada obat. apabila penjumlahan ada 4 objek Matematika yaitu (1) Fakta. karena hanya ada dalam kedua bernilai benar. serta (4) pembicaraan operasi penjumlahan dalam Prinsip.. Contoh- rigor. kalau tidak jelas malam.. atau bisa juga dan Demokratik c) Kemungkinan ketiga. 11+11 = Tuhan menciptakan isi dunia ini 110. Misalkan dalam “operasi komitmen. perkalian berpasangan dengan (tepat). semuannya benar. Dalam berpasang-pasangan. Dalam Matematika harus jelas akan melahirkan sumber daya manusia yang ruang lingkup atau definisi semesta memiliki karakter taat/patuh dengan pembicaraan. b) Kemungkinan kedua.14” semesta pembicaraan operasi penjumlahan dan lain-lain. (2) tersebut didefinisikan dalam semesta Konsep. Batasan semesta pembicaraan ini Operasi dalam Matematika terdiri atas selanjutnya harus ditindaklanjuti secara operasi uner dan operasi biner. akan timbul dan ada buruk. penuh komitmen dan disiplin sebagai contoh opersai dalam Matematika yaitu: perwujudan dari nilai ketaatan atas konvensi “penjumlahan”. Dalam Matematika. Dalam belajar harus menjadi jelas dan tidak akan terjadi selalu taat/patuh terhadap peraturan- tumpang-tindih (overlaping) antara satu peraturan yang berlaku sebagai konvensi dengan lainnya. antara lain: daya manusia yang memilki karakter berupa a) Kemungkinan pertama.?” Untuk menjawab dalam penerimaan terhadap ketentuan- permasalahan ini harus jelas batasan sistem ketentuan Allah SWT seperti yang pembicaraannya. ada pertanyaan berapakah semacam ini apabila diimplementasikan hasil dari “11 + 11 = . integral berpasangan dengan Matematika akan terjadi karena adanya sifat diferensial. 11+11 sikap takwa terhadap Tuhan Yang Maha = 22. dan Ketiga hasil operasi penjumlahan dari 11 + seterusnya. Konsep sangat terkait dengan dalam Sistem Bilangan Biner. atau bisa juga kemungkinan lainnnya. Dalam Matematika hasil tercantum dan Al Qur’an dan Hadits (bagi dari pertanyaan di atas. dimensi-dimensinya antara lain: rigor. Fakta dan ilmu pasti? Jawabnya memanglah benar. Contoh konsep yaitu: dari himpunan semesta pembicaraan setiap “segitiga”. operasi dalam Matematika pun dibuat Matematika bukan ilmu pasti.. Dengan pengetahuan yang eksak maka peserta didik ketaatan/kepatuhan terhadap semua harus taat/patuh terhadap konvensi-konvensi ketententuan-ketentuan yang ada. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 himpunan maka konsep-konsep Matematika pada Matematika. pangkat berpasanagn dengan rigor (kekakuan) dalam akar. Melalui definisi. bisa terjadi beberapa umat Islam) maka akan melahirkan sumber kemungkinan. Kemungkinan Sumardyono (2008: 30) menyatakan pertama benilai benar. definisi. ada pria ada dan wanita. Ada siang dan ada Dalam masalah ini. Kenapa demikian? serta fenomena-fenomena lainnya Tuhan Kalau demikian berarti matematika bukan ciptakan berpasang-pasangan.. dan disiplin. 11 =. ada baik batasan semesta pembicaraan . 11+11 = 3.  dipahami sebagai simbol dari penjumlahan tersebut didefinisikan dalam “bilangan irasional yang mendekati 3. apabila dua”. genap berpasangan dengan ganjil.. dan lain- 130 . apabila penjumlahan pemikiran manusia. Matematika tidak ada sifat pasti (mutlak). banyak pertanyaan.

2. maka para fungsi. bersikap. “sifat” atau 1 1 “corollary”.. proses pembelajaran diperlukan sikap Konsep operasi Matematika harus disiplin secara rigor agar sifat eksak pada berlaku secara adil dan demokratik pada Matematika dapat terwujud. Melalui dan akar kuadrat juga memiliki objek definisi ini. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 lain. Konsep peraturan atau kesepakatan yang telah bilangan imajiner dengan mendefinisikan i = dibuat. Operasi dalam Matematika Misalkan: berlaku adil dan demoktarik pada semua √-1 = ?. terdiri atas beberapa fakta atau berlaku penuh menyeluruh tanpa hambatan. Lalu kalau begitu untuk Hal ini menunjukkan bahwa konsep apa dimunculkan konsep bilangan imajiner? Matematika mengandung nilai keadilan dan Bukankah konsep-konsep Matematika demokratik.  . Dalam demokratik . Seperti telah dijelaskan di atas. muncul dan dikembangkan agar bahwa disiplin merupakan bagian atau Matematika memiliki sifat adil dan dimensi dari ketaatan/kepatuhan. dua) dapat berlaku secara demokratik pada secara konvensi telah disepakati bersama setiap anggota R# tanpa diskriminatif. dan lainnya. Masing-masing simbol disepakati dalam Matematika yang saling berpasangan. 5. “lima”. sebagai bilangan bernilai “satu”. dan seterusnya. Hasan (2010: 10 ) menyatakan bahwa 4 2 demokratik dapat didefinisikan sebagai cara √0 = 0. maka permasalahan akar kuadrat bilangan atau fungsi.414.7.  2  (1)2  i 2  1. “empat”. operasi kuadrat (pangkat “delapan”. dan bertindak yang Permasalahan terjadi pada saat menghitung menilai sama hak dan kewajioban dirinya akar kuadrat dari bilangan-bilangan negatif. Peserta didik harus menjiwai dikembangkan dalam rangka memecahkan karakter adil dan demokratik dari permasalahan-permasalahan praksis dalam Matemtika.414. dan “nol”. implementasinya. √-3 = ?. Apabila peserta didik mampu kehidupan nyata? menjiwai karakteristik Matematika Matematika tidak saja merupakan semacam ini. Oleh karenanya dalam adil dan demokratik. “tujuh”. Selain itu. dan orang lain. Operasi integral dan =?. Dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sampai saat ini.. semua anggota objek operasi dalam Berabad-abad telah terjadi konvensi himpunan semesta pembicaraannya. 1. 8. operasi akar pangkat dua kompleks. √-1. “enam”. Angka 131 . bilangan real (R#). √1 = 1.. maka akan melahirkan sumber ilmu pengetahuan. bahwa bilangan/angka yang digunakan Permasalahan justru terjadi pada operasi dalam operasi Matematika yaitu akar pangkat dua. 4.. dan 0” kuadrat (pangkat dua) dan operasi akar sebagai bilangan/angka dalam huruf Arab- kuadrat merupakan dua buah jenis operasi Latin. dari bilangan R# negatif dapat diselesaikan. Dalam semesta pembicaraan himpunan “tiga”. Operasi kuadrat (pangkat dua) dengan mendefinisikan √-1 = i. diferensial memiliki objek yang sama yaitu Melihat permasalahan ini. Prinsip adalah objek Matematika yang positif dan nol. √3 = 1. Untuk setiap bilangan real menggunakan angka Arab-Latin. 7. berpikir. √4 = 2. √-4 objek operasinya. dan seterusnya. konsep bilangan imajiner belum ada  4  2i ... Dalam perkembangan konsep teori Dengan demikian akan diperoleh: bilangan dikenal adanya bilangan khayal  1  (1)1  i 1  i . Prinsp dapat berupa “aksioma”. “sembilan”. Operasi bahwa simbol “1. (imajiner). √-2 = ?. √2 = “teorema” atau “dalil”.i . 3.. perkembangannya Matematika tidak saja hanya sekedar untuk melayani 4. “dua”. konsep yang dikaitkan dengan suatu relasi Misalkan: atau operasi. tetapi juga dalam rangka sikap kepatuhan seseorang terhadap melayani Matematika itu sendiri. 9. Mengembangkan Karakter Sikap Displin permasalahan-permasalahan praksis dalam Disiplin dapat didefinisikan sebagai kehidupan nyata.. 6. Operasi penjumlahan dan Matematikawan bersepakat untuk membuat pengurangan mempunyai objek bilangan konvensi tentang konsep bilangan imajiner atau fungsi. tetapi sekaligus juga daya manusia yang memiliki karakter sifat sebagai seni berpikir.

terjadi karena kebenaran konsistensi atau Kalau setiap orang menafsirkan sendiri. dapat dipercaya. sudah disepakati akan terus dipatuhi dan maka Matematika tidak akan punya nilai dipakai selamanya. (2) Orang yang memiliki tingkat konsistensi Matematika sebagai alat (tool). Hanya dengan artifisial. angka Romawi. ucapan dan perbuatan. Hal ini karena dalam angka keyakinan hati. bahwa sikap kreatif. (4) merupakan sumber daya manusia yang dapat Matematika sebagai cara bernalar (the way dipercaya. maka hal tersebut menunjukkan konsistensi hakikatnya merupakan bahwa Matematika memiliki sifat yang perwujudan konkrit dari bentuk Keimanan divergen. sesuatu yang sendiri terhadap fakta bilangan tersebut. muka. Mengembangkan Karakter Sikap memiliki karakter sikap disiplin. (3) yang tinggi dalam ucapan dan perbuatan Matematika sebagai pola pikir deduktif. Ada 6 (enam) deskripsi sikap keajegan atau keistikomahan tentang Matematika yaitu: (1) Matematika seseorang dalam berperilaku atau berucap. Dalam Matematika. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 Romawi tidak digunakan untuk operasi kekonsistenan atau kesesuaian antara Matematika. (5) Matematika sebagai bahasa diperlukan sikap konsistensi. dalam Matematika simbol “2” = “lima” dan “5” = “dua” tidak ada teori yang diganti. Hal ini akan menimbulkan kekacauan. dan (6) Matematika sebagai seni konsistensi Matematika memiliki nilai berpikir yang kreatif. Seperti telah dijelaskan di orang tidak boleh menafsirkan sendiri. Karena tanpa maka lambang “5” memiliki nilai kebenaran kesetian dan kedisiplinan maka Matematika sebagai ‘lima”. Terhadap Tuhan Yang Maha Esa. konvensi yang sudah ada. Karena kesetiaan dan kedisiplinan terhadap hanya melalui pemakaian secara konsisten. Matematika sebagai seni berpikir yang Seperti dijelaskan di atas. Mengembangkan Karakter Sikap bahwa para ahli mendeskripsikan Konsisten Matematika berdasarkan sudut pandang Konsisten dapat didefinisikan sebagai yang berbeda-beda. dan Matematika menjadi tidak eksak. Masing-masing Matematika. maka si B akan menuliskan simbol ini akan digunakan terus menerus di bahwa “2 + 3 = 5” (bukan 8). maka akan dihasilkan tidak langsung sudah membiasakan dirinya sumber daya manusia yang memiliki untuk selalu disiplin pada aturan-aturan karakter sifat konsisten. koherensi. Semua orang juga Dari contoh di atas sangat jelas bahwa akan loyal menggunakan simbol “5” sebagai dalam Matematika diperlukan adanya pemahaman terhadap nilai “lima”. Sikap konsistensi seseorang dapat Konvensi dalam Matematika harus dikembangkan melalui pembelajaran dipatuhi oleh semua orang. sekalipun telah muncul teori-teori baru. bahwa kebenaran dalam Matematika sendiri terhadap fakta Matematika tersebut. kita akan mendapat kesulitan untuk konsisten akan ajeg dan istikomah dalam menuliskan bilangan 304. maka dan “5”=“lima”. esensi dari iman adalah adanya Sumardyono (2008:5) menyatakan bahwa 132 .501 dalam berperilaku dan berpendirian.627. Untuk tinjauan kebenaran. Dalam belajar Matematika of thinking). Misalkan. Kondisi semacam ini akan melahirkan sumber daya manusia yang 6. Berbeda dengan ilmu eksak (tepat). sebagai struktur yang terorganisir. Melalui pembiasaan tidak punya makna. Romawi tidak dikenal adanya nilai tempat Orang yang dapat berperilaku konsisten dan tidak efektif untuk digunakan dalam akan menjadi sumber daya manusia yang menyatakan bilangan yang nilainya tinggi. sudah disepakati secara Sementara orang lain. si B berpegang teguh konvensi bahwa untuk melambangkan nilai pada konvensi bahwa simbol “2” = “dua” dari “lima” menggunakan simbol “5”. Karena Matematika meliputi hasil dan proses. Misalkan si A menafsirkan alam atau ilmu sosial. Dalam sedangkan simbol angka lainnya sama Matematika semua teori sudah seperti di atas. mana saja dan kapan saja. Seorang peserta didik memaknai Matematika secara taat dan ketat yang terbiasa belajar Matematika secara dalam setiap saat. Mandiri Sumardyono (2004: 28) menyatakan 5. yang ada. maka akan didapatkan “2 + 3 ditemukan/disepakati tetap berlaku = 8”. Sumber daya manusia yang Contoh.

dengan cara yang berbeda-beda. Dari menuliskan: x = 5 – 2 dan x = 3. yang belajar Matematika. bahwa setiap langkah atau prosedur yang b. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 Matematika merupakan hasil (produk) terjadi seni berpikir kreatif dari masing- pemikiran intelektual manusia. masing-masing kelompok ini. Lalu peserta didik yang sama banyak jumlahnya. Ada apabila berpindah ruas berganti nilai. caranya masing-masing. Langkah 4: x = 3 (hasil asumsi dan teorema yang berlaku. Kemungkinan ketiga. menunjukkan Melalui proses Matematika seperti di bahwa dalam proses Matematika dapat atas. Apakah setiap bilangan buah persamaan linear sebagai berikut. maka Matematika bersifat dengan pemikiran ini. misalkan diberikan dua menjadi “-2”. misalkan seorang c. ditekankan dari pada sekedar ketrampilan a. Disamping masing orang. Dalam kapasitas Matematika dimensi dari kemandirian. permen berhitung atau hapalan. seorang ibu mempunyai 27 bahwa dalam proses Matematika peserta permen dan akan dibagikan pada 3 orang didik harus menjawab pertanyaan anaknya. setiap tindakan. Dengan tersebut dapat dilakukan. permen tersebut dilakukan harus dipahami alasan diambil 3 buah. Kemungkinan kedua. Matematika memberikan memiliki kebebasan dalam proses berpikir kesempatan pada setiap individu untuk seperti ini dimungkinkan akan terbentuk melakukan proses Matematika dalam rangka sumber daya manusia yang memiiki karakter memecahkan suatu permasalahan dengan sifat kemandirian. Dalam proses tersebut dibagi satu persatu pada Matematika seorang peserta didik harus masing-masing anaknya. Matematika juga atas mengindikasikan adanya sifat dapat dipandang sebagai proses berpikir itu kedivergenan sebagai perwujudan suatu sendiri. Dalam Matematika. permen tersebut dapat dilakukan dengan pemahaman terhadap pengertian lebih beberapa cara. bilangan “2” yang tadinya ada di ruas d. Melalui sifat divergensi proses Matematika maka akan 7. Sebagai contoh. berapakah nilai x dan y Proses penyelesaian persamaan yang memenuhi kedua persamaan tersebut? tersebut sesungguhnya dilakukan dengan Untuk menyelesaikan permasalahan mengikuti kaidah-kaidah dalam Matematika ini. Setiap Langkah 3: x + 0 = 5 – 2 (sifat orang dapat melakukan dengan caranya identitas penjumlahan) masing-masing sesuai dengan kaidah. Bagaimanakah cara membagikan “mengapa” bukan hanya sekedar permen tersebut? Maka cara membagikan “bagaimana”. Hal ini memahami setiap langkah dan prosedur dilakukan terus sampai permen yang dilakukannnya. Langkah 1: x + 2 = 5 Permasalahan tersebut dapat diselesaikan (masalah/soal) dengan cara grafik atau dengan cara Langkah 2: x + 2 + (–2) = 5 + (-2) eliminasi atau dengan cara subtitusi atau (sifat invers dalam penjumlahan) dengan cara matrik atau cara lain. Mengembangkan karakter Sikap dihasilkan nilai kemandirian bagi orang Tanggung Jawab. diperoleh berapa banyaknya permen Hanya saja timbul pertanyaan. Kemungkinan cara pertama. masing-masing orang dapat melakukan seperti berikut. sebelah kiri dipindah ke sebelah kanan dan Contoh lain. Kemungkinan cara lainnya. orang yang terbiasa divergen. Dalam proses Matematika di sebagai produk pemikiran. masing 1 buah dan seterusnya. Oleh karenanya sebagai proses. maka secara tidak langsung melatih 133 . permen tersebut peserta didik diminta untuk menyelesaikan langsung dibagi dalam 3 kelompok persamaan: x + 2 = 5. Dengan ketentuan dimaksud habis terbagi. mengapa yang didapat masing-masing anak. dari 2 (dua) buah persamaan linear: x + 2y = 6 positif menjadi negatif atau sebaliknya? dan 3x + 2y = 10. maka hal ini asumsi kalau diambil 3 buah berarti menunjukkan adanya tanggung jawab dari setiap anaknya akan kebagian masing. Ruseffendi (1982: 3) menyatakan Misalkan. lalu diambil lagi 3 buah (reasoning) yang memungkinkan prosedur dan seterusnya sampai habis. akan Hasil dari penyelesaian tersebut benar. penyelesaian) Kedua contoh di atas.

Dalam pengembangan potensi mendapatkan sumber daya manusia yang spritual. Simpulan dan Saran Ruseffendi. (2008). (2012). Saran 134 . Dasar-Dasar Simpulan Matematika Modern untuk Guru.blogspot. pembelajaran Matematika dapat unggul dalam menghadapi MEA. 2(2).com.VdA9Nx7ECL1. Dengan sumber Mari’fatullah Bagian II.com/2013/0 sehingga dapat membawa kesejahteraan dan 1/arti-taqwa-menurut-syara-dan- kemakmuran. dan karsa) perbuatan sangat diperlukan agar manusia. U. p. dikembangkan kualitas sumber daya manusia Yogyakarta: Pusat Pengembangan yang unggul dan kompetitif. html#.T.Sesuai Yogyakarta: Pustaka Pelajar dengan permasalahan dalam pendahuluan. Diakses 16 Agustus 2015. Nasional Implementasi Kurikulum dan (6) kemampuan problem solving 2013. melalui Matematika. juga dapat berfungsi untuk mengembangkan Tangung jawab dalam setiap langkah dan potensi batin (spiritual. dengan bangga dan penuh kepercayaan diri http://islamiwiki. “Arti Taqwa daya manusia yang berkualitas diharapkan menurur Syara’ dan Macamnya”. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 peserta didik agar terbiasa untuk Pembelajaran Matematika yang efektif bertanggung jawab dalam setiap bertindak. (2014). Anselm & Juliet Corbin. (2) disiplin. ISSN 2088 simplikasi (penyederhanaan) dari 351. (pemecahan masalah) yang baik. permasalahan-permasalahan yang komplek. “Pengembangan kemampus bernalar yang logik. Jurnal Formatif membuat model-model Matematika sebagai Pendidikan MIPA. teoretik yang disampaikan oleh para ahli. ISBN 978-608-602-70135-0-6. dkk. Karakteristik Matematika dapat disampaikan simpulan bahwa melalui dan Implikasinya Terhadap pembelajaran Matematika yang efektif dapat Pembelajaran Matematika. Said Hamid. Karakter dalam potensi rasa perbuatannnya. potensi pikir manusia yang dapat Supardi. macamnya. dan (2) Ketakwaan Terhadap Tuhan dengan memahami alasan atas Yang Maha Esa. Paparan di atas hanya sebagain dari nilai-nilai karakter positif kualitas sumber Daftar Pustaka daya manusia yang dapat dikembangkan Hasan. (2) __________. Kemampuan Nasional. Paparan di atas didukung oleh fakta-fakta Dasar-dasar Penelitian Kualitatif. (2013). E. (4) jawab. “Arah Pendidikan di dikembangkan melalui pembelajaran Indonesia dalam Tataran Kebijakan dan Matematika antara lain: (1) kemampuan Implementasi”. Dengan demikian Pengembangan Pendidikan Budaya menunjukkan bahwa Matematika memiliki dan karakter Bangsa. Pembelajaran penataran Guru Matematika Dirjen Matematika berfungsi untuk mengembangkan Dikdasmen Departemen Pendidikan potensi pikir (brain) manusia. disampaikan suatu simpulan sebagai penutup. Strauss. (2003). Kualitas sumber daya manusia Membentuk Daya saing dan Karakter yang unggul dan memiliki daya saing sangat Bangsa. Jakarta: Pusat Kurikulum diperlukan untuk memasuki Masyarakat Balitbang Kemendiknas. Berdasarkan paparan di atas dapat Bandung: Tarsito. mandiri. (5) kemampuan Adversitas) Siswa”. (4) kemampuan Ketahanmalangan (Kecerdasan berpikir kreatif yang produktif. Peserta berfungsi untuk mengembangkan karakter (1) didik yang sudah terbiasa bertindak dengan Keimanan. Sumardyono. rasa. bangsa Indonesia dapat memasuki era MEA Blogspot. Prosiding Seminar berpikir anatilik yang sistemik dan sistematik. (1982). Bahan Pelatihan peran yang penting dalam pengembangan Penguatan Metodologi Pembelajaran sumber daya manusia yang unggul dan Berdasarkan Nilai-Nlai Budaya Untuk kompetitif.111 – 121. dan (5) bertanggung jawab. Ekonomi Asean (MEA). (3) konsisten. maka sangat dimungkinkan dan karsa yang dapat dikembangkan melalui akan dapat dihasilkan sumber daya manusia pembelajaran Matematika antara lain: (1) adil yang memiliki karakter sifat bertanggung dan demokratik.S. (3) kemampuan Instrumen Pengukuran berpikir kritik yang konstruktif. (2010).

Syahruddin Chari. 135 . “Pengertian Iman dan Taqwa”. Metode Penelitian Kualitatif Perspektif Mikro.602. Diakses: 8 Agustus 2015.361. (2015).html. (2015).ums. ISBN: 978.blogspot. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 Sukidin. p. “Strategi Guru Matematika dalam Menghadai Asean Economic Community (AEC) Melalui Implementasi Kurikulum 2013”.id /publikasi/artikel/150-artikel- keuangan-umum/20545-masyarakat- ekonomi-asean-mea-dan- perekonomian-indonesia.ac. Prosiding Seminar Nasional Matematika dan pendidikan Matematika UMS. 1(3). Surabaya: Insan Cendikia Suroso.0. (2012). Blogspot.kemenkeu. http:// syahruddinchariik20.id/ bitstream/handle/11617/6007/1_16%2 0PROF% 20WIDODO. “Masyarakan Ekonomi Asean dan Perekonomian Indonesia”.T.go.pdf?sequence=1&isAllo wed=y. “Peningkatan Kreativitas Pemecahan Masalah Melalui Metode ‘What’s Another Way’ pada materi bangun datar Siswa Kelas VII SMP”. Warli dan Epa Yuliana. Jurnal Formatif Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA.com. (2002). 208- 222. Diakses: 10 Agustus 2015.bppk. Badan Pendidikan dan Pelatihan Kementrian Keuangan. G. diakses 16 Agustus 2015. (2011).002.com/201 2/09/pengertian-iman-dan-taqwa. http://www. htps://publikasiilmiah. Widodo.

bahan Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan LKS materi ajar matematika. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa LKS yang dikembangakan valid dan praktis. desain produk. sehingga respon siswa terhadap LKS pembelajaran praktis dan mudah digunakan oleh siswa. efisien. sekolah tentang mata pelajaran yang tidak melakukan manipulasi matematika dalam 136 . Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS PMRI PADA MATERI SEGIEMPAT UNTUK SISWA SMP KELAS VII Yeli Arista. kebanyakan para siswa menjawab mata Pendidikan adalah pengaruh. maka hasil akhir yang berupa LKS pembelajaran yang valid dan praktis dengan tahap revisi yang telah dilakukan sebanyak dua kali. Tahapan tersebut meliputi: potensi dan masalah. akurat. Karena keterbatasan waktu. menjelaskan keterkaitan antar hapalan saja.2 untuk siswa SMP kelas VII siap di ujicobakan ke skala besar PENDAHULUAN sukai. Kemudian LKS diujicobakan terbatas dan diperoleh angket respon siswa dengan skor total 77%. dan prosedur yang pelajaran matematika tingkat SMP/MTs saling mempengaruhi mencapai tujuan matematika bertujuan agar peserta didik pembelajaran. Lusiana dan Marhamah Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Palembang marhamah. validasi desain. 2006. disiplin dan memajukan daya pikir manusia. serta tanggung satunya mengelola kegiatan pembelajaran jawab yang dilakukan oleh orang dewasa matemtaika secara kontekstual atau realistik.6. dan jawaban dari permasalahan yang ada. Model pengembangan yang digunakan diadaptasi dari model pengembangan menurut Sugiyono yang terdiri dari 7 tahap. dan biaya. PMRI Jenis penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (development research). pengumpulan data. revisi desain. Jika tepat dalam pemecahan masalah. Menurut Oemar (2014) pembelajaraan Tujuan pembelajaran matematika di Indonesia adalah salah suatu kombinasi yang tersusun termuat dalam Permendiknas Nomor 22 Tahun meliputi unsur-unsur manusiawi. revisi produk. sehingga bahan ajar berbasis PMRI pada materi segiempat KD. segiempat. tenaga. ujicoba produk. Hasil validasi menunjukkan rata-rata sebesar 88.id Kata Kunci ABSTRAK pengembangan. kepada anak sehingga timbul interaksi dari Matematika merupakan ilmu universal keduanya agar anak tersebut mencapai mendasari perkembangan teknologi modern. Hal ini menyebabkan terbatasnya konsep dan mengaplikasikan konsep atau pemikiran siswa dalam menemukan suatu algoritma secara luwes. Pendidikan di sekolah pada berkemampuan untuk (1) memahami konsep proses pembelajaran lebih menekankan pada matematika. material. (2) seorang pendidik bertanya kepada siswa di menggunakan penalaran pada pola dan sifat. Ada banyak cara untuk mewujudkan Pendidikan pada hakekatnya suatu kegiatan tujuan pembelajaran matematika tersebut salah yang secara sadar dan disengaja. bantuan pelajaran matematika mungkin dipengaruhi atau tuntutan yang diberikan oleh orang yang oleh proses pembelajaran dan materi ajar. LKS pembelajaran telah divalidasi oleh 2 dosen pendidikan matematika dan 1 guru matematika. bertanggung jawab kepada anak didik. Permendiknas tersebut tertulis mata fasilitas.rustam@yahoo. perlengkapan. segiempat yang valid dan praktis menggunakan pendekatan PMRI.7% dan masuk kedalam kriteria validasi yaitu valid. kedewasaan yang dicita-citakan dan mempunyai peran penting dalam berbagai berlangsung terus menerus.co.

sifat-sifat persegi panjang. Beberapa penyebab siswa di sekolah. aktif dan kreatif dalam proses memperjelas keadaan ataumasalah. diagram.91% siswa yang dimasukkan di dalam LKS dapat berupa menyatakan bahwa persegi bukan merupakan pengerjaan soal-soal. matematika realistik atau realistic mathematics Maka dari itu. maka perlu yang dilakukan di SMP Negeri 19 Palembang dimodifikasi terhadap proses pembelajaran. persegi. akibatnya bila mereka diberi dalam setiap kesempatan pembelajaran soal-soal bentuk lain dari soal contoh yang matematika hendaknya dimulai dengan diberikan gurunya dan siswa juga mengalami mengenal masalah yang sesuai dengan situasi. Sesuai dengan kurikulum drill atau latihan soal. (5) belajar mengajar disebabkan oleh materi yang memiliki sikap menghargai kegunaan menarik karena dilengkapi dengan matematika dalam kehidupan. Zulkardi. yaitu memiliki gambargambar yang berhubungan dengan rasa ingin tahu. seorang penulis. kreatif banyak para peneliti mengembangkan Salah satu materi yang kurang Lembar Kerja Siswa (LKS) yang didesain untuk memahami kelas VII sekolah menengah mendukung proses pembelajaran mereka. menyusun bukti. Cecil. kesusah dalam memahami konsep matematika depdiknas (dalam Diba. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 membuat generalisasi. Nama institute diambil dari kehidupan sehari-hari dan mampu membuat nama pendirinya yaitu professor Hans peserta didik aktif dalam mengkonstruksi Freudenthal (1905-1990). kurang memahami pada materi segiempat untuk Dan berdasarkan hasil pengamatan mengatasi permasalahan siswa.33% siswa menyatakan perintah untuk menyimpulkan data. dua sisi yang berhadapan kreativitas dan pengembangan imajinasi siswa saling tegaklurus. serta sikap ulet dan Agar tercipta siswa yang aktif dan percaya diri dalam pemecahan masalah. hal ini merupakan panduan bagi siswa untuk ditunjukkan dari pengamatan Sunardi (didalam mengerjakan pekerjaan tertentu yang dapat Zulkardi:2008) menyatakan bahwa dari 443 meningkatkan hasil belajar siswa. 2009 ) mengemukakan siswa bahwa salah satu upaya untuk mereformasi Materi yang dijadikan kajian dalam pendidikan matematika di Indonesia adalah pengembangan ini adalah segitiga dan melalui pengembangan dan implementasi segiempat pokok bahasan Mengindentifikasi Pendidikan Matematika Realistik (PMR). atau media lain untuk termotivasi. tabel. langkah- bahwa belahketupat bukan merupakan langkah untuk menemukan rumus dan lain jajargenjang dan 36. dan menafsirkan solusi yang diperoleh. menyelesaikan Sungaiselan Bangka Belitung ditemukan hasil model.34% siswa menyatakan sebagainya.S (dalam matematika dianggap sulit dan ditakuti oleh Fahriza. Maka dari itu materi yang disajikan dan pendekatan pembelajaran yang dimaksud kurangnya keterkaiatan antara pembelajaran adalah pendekaten Pendidikan Matematika matematika disekolah dengan dunia nyata dan Realistik Indonesia (PMRI) yang meningkatkan kehidupan sehari-hari sehingga mata pelajaran kemampua siswa. positif dalam penggunaan materi PMRI dalam (4) mengkomunikasikan gagasan dengan pembelajaran matematika.Menurut Hadi. 2009) itu sendiri. atau pendidik dan matematikawan berkebangsaan menjelaskan gagasan dan pernyataan Jerman/Belanda. 2005) matematika. Haryono (2011) terhadap siswa SMP 1 merancang model matematika. (Hadi. sehingga siswa dilatih tingkat kesatuan (KTSP) yang menekankan mengerjakan soal. diperoleh masalah-masalah yang dihadapi Menurut Freundenal (dalam Wijaya. persegipanjang. Siswa menjadi lebih symbol. berada di bawah Utrecht dengan hal-hal yang nyata/real dalam University Belanda. dengan menggunakan education (RME) yang tidak dapat dipisahkan pendekatan PMRI pada materi segiempat siswa dari Institude Freudenthal. mempelajari matematika. LKS pertama (SMP) yaitu segiempat. 2012) seperti guru pada umumnya terbiasa suatu ilmu pengetahuan akan bermakna bagi menggunakan pendekatan konvensional dalam pembelajaran jika proses belajar melibatkan proses pembelajaran. yang menekankan cara masalah realistik. sendiri pengetahuannya. perhatian dan minat dalam Bangka Belitung.Institut inidirikan mampu menghubungkan materi tersebut pada tahun 1971. (3) memecahkan masalah yang Penelitian yang dilakukan oleh Giri meliputi kemampuan memahami masalah. yang bertujuan mendorong bahwa pada persegi. 137 . pertanyaan latihan. Saleh. Zukardi. Pekerjaan siswa kelas tiga SMP terdapat 86. 64. belah PMRI merupakan adopsi dari pendidikan ketupat.

Kemudian informasi yang dapat digunakan sebagai bahan merancang LKS sesuai dengan tujuan untuk perencanaan produk yang diharapkan pembelajaran. maka menentukan fitur-fitur yang akan disajikan selanjutnya perlu dikumpulkan berbagai dalam LKS pembelajaran tersebut. revisi desain. Selain itu peneliti SMP Negeri 19 Palembang. b. Pengumpulan Desain LKS Validasi Potensi dan Menggunakan Ujicoba Revisiproduk Ujicoba Revisi Desain Produksi Masal Revisi produk Sugiyono (2015) Gambar 1 Model Pengembangan Sugiyono PROSEDUR PENGEMBANGAN dapat mengatasi permasalahan tersebut. ujicoba produk. dikarenakan pembelajaran yang digunakan c. pengumpulan data. dalam 1) Identifikasi potensi dan masalah hal ini peneliti mengumpulkan berbagai Potensi yang diidentifikasi dalam informasi yang berkaitan dengan pembelajaran. desain produk. pembelajaran. Akan tetapi. dan ketertarikan belajar matematika siswa yang tersedia sebagai sumber belajar yang khususnya materi segiempat kelas VII SMP digunakan dalam pembelajara matematika di selama proses pembelajaran. Buku tentang pengembangan LKS. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 METODE validasi desain. Model penelitian pengembangan (development pengembangannya dapat dilihat pada gambar 1 research). 3) Desain Produk 2) Pengumpulan data Untuk memudahkan peneliti dalam Setelah menentukan potensi dan membuat LKS. Pendesaian LKS pada materi 138 . kelas VII (Kurikulum Tingkat Satuan penggunaan sumber belajar berupa LKS dalam Pendidikan). Buku-buku tentang materi segitiga. Tahapan tersebut meliputi: potensi dan masalah. Berdasarkan mengumpulkan informasi yang mendukung observasi awal diketahui bahwa pembelajaran pembentukan LKS pembelajaran antara lain: matematika di SMP Negeri 19 Palembang a. Model pengembangan yang berikut: digunakan diadaptasi dari model pengembangan menurut Sugiyono yang terdiri dari 7 tahap. Karya ilmiah tentang pengembangan kurang aktif dalam mengikuti proses LKS. kegiatan pembelajaran belum maksimal. dan sumber lainnya. penelitian ini antara lain bahan ajar berupa LKS LKS. belum berpusat pada siswa sehingga siswa d. maka peneliti harus permasalahan yang ada di lapangan. Penelitian ini merupakan jenis revisi produk (produk akhir). Silabus pembelajaran matematika berlangsung cukup baik.

para pakar juga Setelah LKS/purwarupa pertama selesai menelaah berdasarkan content. Namun dilakukan kepada siswa kelas VII SMP Negeri jika produk telah dinilai baik dan layak untuk 19 Palembang yang telah mempelajari materi digunakan. serta sesuai dengan EYD 3. oleh pakar. lembar validasi dan 139 .. maka tahap selanjutnya adalah validasi bahasa dari masing-masing purwarupa. Hasil revisi produk merupakan ujicoba terbatas. pada kesesuaian LKS dengan karakteristik dan 4) Validasi Desain prinsip PMRI. 3 Prinsip PMRI 2. Ujicoba terbatas II disebut dengan purwarupa III. Indikator pembelajaran Konstruk Bahan ajar berupa LKS pada materi segiempat yang dikembangkan harus sesuai dengan : 1. 5 Karakteristik PMRI 3. Pada tahapan ini LKS difokuskan sebagai purwarupa pertama. Standar Kompentensi 2. Revisi produk II dilakukan berdasarkan 6) Ujicoba Produk dari hasil angket kepraktisan dan evaluasi pada Ujicoba produk dalam penelitian ini ujicoba produk skala kecil. Rumusan kalimat komunikatif 2. digunakan dalam pembelajaran. Kalimat menggunakan bahasa yang baik dan benar. konstruk dan dibuat. Selain itu. pendahuluan ini dilakukan dengan Dalam ujicoba terbatas. pembimbing dan guru Peneliti mengkasilkan produk yang disebut matematika. Subjek ujicoba LKS belum sesuai dengan kriteria yang ada. Kompetensi dasar 3. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 segitiga dengan menggunakan pendekatan mengkonsultasikan desain purwarupa pertama PMRI akan dilakukan oleh peneliti sendiri. Selain itu. maka proses pengembangan LKS segiempat berjumlah 8 orang. bertujuan untuk melihat kepraktisan LKS dan untuk menganalisis apakah perlu diadakan perbaikan pada bagian-bagian LKS yang sulit HASIL PENELITIAN DAN dipahami oleh siswa tersebut. Proses validasi pakar adalah proses evaluasi yang dilakukan dengan Tabel 1 Karakteristik yang Menjadi Fokus Purwarupa Content Isi materi relevan dengan pencapaian 1. Konsep yang akan dikuasai siswa Bahasa 1. Hasil dari 7) Revisi Produk II (Revisi Akhir) revisi tahap 1 disebut sebagai purwarupa II. ujicoba PEMBAHASAN juga bertujuan untuk mencari respon siswa Pengumpulan data dalam studi bukan untuk mengukur kemampuan siswa. Revisi dan produk dilakukan kepada kelompok kecil perbaikan akan dilakukan jika produk tersebut sebagai pengguna produk. Rumusan kalimat tidak menimbulkan penafsiran ganda atau salah pengertian 4. kepada pakar. siswa diminta untuk menilai sebagai bahan untuk merevisi produk awal agar produk tersebut dengan angket yang telah dihasilkan produk yang baik dan dapat dibagikan. Ujicoba ini dapat dikatakan berhasil. setelah siswa menggunakan walkthrough. Rumusan kalimat tidak mengandung kata-kata yang dapat menyinggung perasaan peserta didik 5) Revisi Tahap I menggunakan produk berupa LKS Hasil validasi oleh pakar digunakan pembelajaran.

Selain itu. LKS ini dapat dikatakan baik apabila pembelajaran bisa diujicobakan dengan melalui bahan ajar berupa LKS dapat digunakan dalam beberapa revisi. pengembangan LKS. 140 . warna dan gambar yang memperoleh rata-rata sebesar 88. bahan ajar yang digunakan oleh guru kembali secara terbimbing dan matematika dan siswa saat ini hanya berupa buku teks saja progresif (Guided Reinvention and Progressive dimana dalam kegiatan pembelajaran belum Mathematization). Models). Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 angket. Perbaikan pada aktivitas Pada gambar 3 berikut ini adalah contoh perbaikan pada aktivitas purwarupa pertama. Seperti yang telah belum maksimal dalam pembelajaran dikatakan Muchlis (2011) bahwa PMRI matematika di SMP Negeri 19 palembang.7% masuk menarik serta telah dibuat dengan sebaik kedalam criteria validasi yaitu valid dan LKS mungkin. peneliti mengembangkan LKS ini diharapkan dapat membantu siswa sebuah LKS pembelajaran pada materi segitiga untuk lebih memahami materi segiempat yang telah divalidasi oleh tiga validator yaitu 2 dengan kemampuannya masing-masing dan dosen matematika dan 1 guru matematika. LKS ini Berdasarkan hasil perhitungan lembar validasi juga telah dirancang dengan menggunakan yang telah diberikan kepada validator bahasa yang sederhana. peneliti memperhatikan Gambar 2 Perbaikan pada petunjuk kerja b. perbaikan pada petunjuk kerja yang Berdasarkan permasalahan dan dilakukan selama proses validasi kebutuhan yang diperlukan siswa dalam berlangsung pada purwarupa pertama. Perbaikan pada petunjuk kerja permasalahan. Hasil revisi yang dilakukan pembelajaran dan pada saat ujicoba produk sesuai dengan masukan validator yaitu : (terbatas) LKS tidak menimbulkan a. Berdasarkan identifikasi awal telah beberapa hal yang harus ada dalam LKS yang diketahui bahwa penggunaan sumber belajar dikembangkan yaitu LKS yang dikembangkan berupa LKS dalam kegiatan pembelajaran sesuai dengan prinsip PMRI. serta LKS memperoleh respon Pada gambar 2 berikut ini adalah contoh yang positif dari siswa. lebih memotivasi siswa dalam belajar. fenomena yang bersifat maksimal sehingga pembelajaran belum mendidik (Didactical Phenomenology) dan berpusat pada siswa dan siswa banyak bersikap pengembangan model sendiri (Self Developed pasif dalam mengikuti proses pembelajaran. memiliki tiga prinsip utama yaitu penemuan Selain itu.

namun pada tahap setelah dilakukan beberapa revisi maka ini siswa diminta mengerjakan aktivitas dan menghasilkan produk jadi yang siap sebagai latihan soal hanya sebagai landasan siswa untuk bahan untuk pembelajaran mandiri. mengisi angket respon siswa yang akan Gambar 5 Produk akhir 141 . contoh dari diujicobakan kepada 8 orang siswa kelas VII produk akhir tertera pada gambar 5 dimana SMP Negeri 19 Palembang. Gambar 4 perbaikan pada latihan soal Produk yang telah divalidasi kemudian diberikan disetiap akhir kegiatan. Perbaikan pada latihan soal Pada gambar 4 berikut ini adalah contoh perbaikan pada latihan soal purwarupa pertama. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 Gambar 3 perbaikan pada aktivitas c.

2010. Zainal. Januari angket setelah menggunakan produk yang telah 2009.7% Bandung : Remaja Rosdakarya. Pengembangan Materi dengan pendekatan PMRI yang valid dan Integral Untuk Sekolah Menengah praktis untuk siswa kelas VII SMP. penggunaan bahasa Bandung: CV Yrama Widya. Prastowo. No. dilihat dari hasil respon siswa berupa Matematika. 2013. di validasi dari pakar. 3. pembelajaran matematika pada materi segitiga Misdalina. 2014. Jakarta: siswa mengetahui tingkat penguasaan materi. Awwalunita. 77% dan termasuk kedalam kategori praktis. Sedangkan Palembang. PT Asdi Mahasatya.ac.2011. Valid Keatas (SMA) Menggunakan dihasilkan dari penilaian validator dimana Pendekatan Pendidikan Matematika semua validator menyatakan valid berdasarkan Realistik Indonesia (PMRI) di isi. yang sederhana dan komunikatif serta terdapat Djamarah.7% serta menghasilkan BumiAksara. tingkat kelayakan yang sangat valid. Sedangkan Nurhayati. 2015.ump. Strategi Belajar Mengajar. 2012. Pengembangan Perangkat digemari oleh siswa sehingga respon siswa Pembelajaran Matematika dengan terhadappembelajaran dengan menggunakan Pendekatan Kontekstual pada Pokok LKS dapat dikatakan baik. Skripsi. Bandung: Pustaka Setia. 2011. LKS yang dikembangkan mudah dipahami dan Indiani. hlm 61-74. Pengembangan Bahan siswa SMP kelas VII dapat digunakan dalam Ajar Materi Aritmatika Sosial pembelajaran serta menarik untuk dipelajari. Kelas X. Yogyakarta materi yang digunakan sudah sesuai dengan SK Daryanto. 2014. Syaiful Bahri. Tesis “Pengembangan Modul kepraktisan LKS yang dikembangkan dilihat Pada Pokok Bahasan Prisma dan dari hasil ujicoba angket yang diberikan kepada Limas Tegak dengan Model siswa dan menunjukkan bahwa siswa Pembelajaran Inkuiri untuk Siswa memberikan sikap positif terhadap Kelas VIII SMP”. Palembang. dan bahasa dari LKS. LKS pembelajaran telah Muslich. Selain itu. nurhayati-242&q=Pembelajaran layak digunakan. 2009. Daftar Pustaka 142 . Evaluasi Pembelajaran. Yogyakarta: Diva Press. dikatakan bahwa LKS yang dikembangkan Hafiz. Skripsi”Pengaruh dapat diujicobakan. konstruk. Belajar dan saran dan komentar dari validator dan dapat Pembelajaran. dan termasuk pada criteria validasi yaitu valid . Setelah LKS diujicobakan Pendekatan Matematika Realistik kepada 8 orang siswa pada ujicoba terbatas. LKS juga telah direvisi berdasarkan Dimyati dan Mudjiono. Pengembangan LKS yang dikembangkan sedah sesuai dengan Perangkat Pembelajaran Dengan prinsip dan karakteristik PMRI serta sesuai Pendekatan PMRI Pada Materi dengan karakteristik penyusunan LKS Dimensi Tiga Untuk Siswa Sma/Ma diantaranya memuat rangkaian kegiatan belajar. Jakarta: PT rata-rata sebesar 88. dkk. [Online] pembelajaran matematika berdasarkan data Tersedia hasil analisis angket respon siswa dengan skor http://digilib. Menggunakan Konteks Bahan Bakar Minyak dengan Pendekatan Simpulan dan Saran Pendidikan Matematika Realistik Penelitian ini telah menghasilkan materi Indonesia di SMP. 1. Vol. 2015. Venti. Guru dan Anak umpan balik atas penilaian siswa sehingga Didik dalam Interaksi Edukatif. Sehingga dapat Bahasan TrigonometriUntuk SMA disimpulkan bahwa pengembangan bahan ajar Kelas X. Panduan Kreatif Bahan Ajar Inovatif. Terhadap Sikap Siswa dalam hasil analisis data angket respon siswa yang Pembelajaran Matematika”. Inovasi Pembelajaran Efektif. Naafi. Andi . Abdul. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 Secara keseluruhan hasil lembar validasi dari Arifin. 2009.id/gdl. Jurnal Pendidikan praktis. Skripsi. dan menarik untuk dipelajari. validator menunjukkan rata-rata sebesar 88. Yogyakarta : UNY berbasis PMRI pada materi segiempat untuk Kesumawati. Dasar Pemahaman divalidasi oleh tiga validator dan menunjukkan dan Pengembangan. dan KD yang digunakan. 2012. Dapat dikatakan bahwa LKS browse&op=read&id=jhptump-a- pembelajaran yang dikembangkan praktis.php?mod= total 77%. 2007. [Online] didapatlah rata-rata hasil respon siswa sebesar Hamdani. Jakarta : Rineka Cipta. Mansur.

Zulkardi. Ekonimis.ac. Andriani. Pendidikan Matematika Realistik.com/doc/28815686 3 Wijaya. Sosial. 2014. Dasar-Dasar Penelitian Pendidikan dan Bidang Eksakta Lainnya.scribd. dkk. Suzana. 2015. Ariyadi. Jurnal Pendidikan Matematika. 2013. Sugiyono. 2015. Pengantar Statistika untuk Penelitian Pendidikan. [Online] Tersedia https://www. Metode Penelitian Pendidikan. Penerapan pendekatan pendidikan matematika realistic Indonesia untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar matematika siswa kelas V SD. “Pengembangan Modul Matematika Program Bilingual Pada Materi Segiempat dengan Pendekatan PMRI untuk Siswa Kelas VII Semester Genap”. 2012. Pengembangan Bahan Ajar Tematik. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 2013. Pengembangan Materi Pembelajaran Bilangan Berdasarkan Pendidikan Matematika Realistik Untuk Siswa Kelas V Sekolah Dasar.uny. Yogyakarta: Diva Press. Validitas Bahan Ajar Berbasis Metakognitif Pada Materi Anabolisme Karbohidrat.1 Tahun 2014. Bandung: Alfabeta. Yogyakarta: Graha Ilmu. 2009. Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif. dkk. Bandung: Tarsito Suarjana. dkk. Hanifah Mustika.id/9151/ Wati. Bandung : Alfabeta Ruseffendi. 2012. Komunikasi.1 januari 2009. No. Vilume 3. . [Online] Tersedia http://eprints.2 No. dan Bisnis. 2014. Yogjakarata : Diva Press Riduwan dan Sunarto. 143 . vol. 2005. Jurnal Mimbar PGSD Universitas Pendidikan Ganesha.

translasi. 2004: 23). pembelajaran. maka akan semakin tinggi pula kemampuan prosedural. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh.89% dengan kategori kuat. sangatlah 144 . PENDAHULUAN penting bagi seorang dosen untuk meneliti dan Pembelajaran merupakan seni. menangkap makna dari bahan yang dipelajari. yaitu kemampuan mengidentifikasi dosen harus senantiasa melakukan penelitian atau memahami ide-ide utama yang tercakup terkait dengan proses pengajaran yang dalam suatu komunikasi permasalahan. yang didalamnya melibatkan dosen. Metode penelitian yang Karakter digunakan dalam penelitian ini adalah ex post the facto dengan bentuk korelasional. Oleh sebap itu. Dosen adalah seorang pencari atau peneliti. pertama. (3) Semakin tinggi Kemampuan pamahaman konseptual mahasiswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling yang berjumlah 122 mahasiswa. oleh Kemampuan internal yang dituntut dalam karena itu dosen sendiri merupakan subyek pemahaman antara lain. Menurut Bloom (1971). (2) Kemampuan pamahaman prosedural mahasiswa diperoleh 17. salah satu yang tersebut.com Kata Kunci ABSTRAK Pemahaman Konseptual Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan hubungan dan Prosedural kontribusi pemahaman konseptual dengan prosedural mahasiswa Kemampuan Matematis terhadap kemampuan matematis. ekstrapolasi yaitu kemampuan harus dikuasai dalam belajar matematika adalah memperluas kecenderungan atau tendensi di pemahaman. (4) Kontribusi kemampuan konseptual terhadap kemampuan prosedural matematis mahasiswa calon guru program studi pendidikan matematika sebesar 68. Untuk itu diperlukan berbagai pemahaman adalah kemampuan untuk penelitian. yaitu untuk mengetahui hubungan variabel kemampuan pemahaman koseptual dengan prosedural mahasiswa dipandang dari aspek berkarakter. dalam pengajaran suatu mata kuliah. supaya sukses luar data yang diketahui.93 dengan kategori cukup. IKIP-PGRI Pontianak. Rahman Haryadi2. seorang interpelasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu pengujian prasyarat analisis berupa uji normalitas dan dilanjutkan dengan pengujian hipotesis uji korelasi product moment dan koefisien determinasi untuk melihat kontribusi hubungan antar variabel. Jalan Ampera No.78 dengan kategori baik. Dengan kesadaran bahwa dosen yaitu kemampuan menterjemahkan atau tidak mengetahui sesuatu maka dia berusaha mengubah ide-ide dari bentuk yang satu ke mencarinya melalui kegiatan penelitian bentuk yang lain yang ekivalen. disimpulkan bahwa: (1) Kemampuan pamahaman konseptual mahasiswa diperoleh 14. yang mengindentifikasi pemahaman apa saja yang dalam pelaksanaannya memerlukan perlu dimiliki oleh mahasiswa dalam mengikuti penyesuaian-penyesuaian dengan kondisi mata kuliah tersebut. lingkungan. Kedua.2. Oleh sebap itu. pengertian tentang hubungan antara ide-ide Pada aspek kognitif. maupun dilakukannya. 88 Pontianak yudidarmamtk@gmail. Abdillah3 1. Alat pengumpul data yang digunakan berupa soal tes kemampuan konseptual dan prosedural dan mengacu pada konsep pemecahan masalah. (Mulyasa. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 HUBUNGAN ANTARA PEMAHAMAN KONSEPTUAL DENGAN PROSEDURAL MAHASISWA (Studi Korelasional Terhadap Kemampuan Matematis dipandang dari aspek Karakter) Yudi Darma1.3 Prodi Pendidikan Matematika. Ketiga.

aspek kognitif juga mesti Jenis penelitian yang digunakan dalam mempertimbangkan peranan penting pada penelitian ini deskriptif dengan bentuk studi aspek afektif dan psikomotorik. pemahaman penafsiran dan kejadian-kejadian relatif. pengetahuan prosedural ini banyak dengan cepat dan tepat. (pemahaman prosedural matematis). karena procedures that studens possess probably salah satu karakteristik matematika adalah are chains of prescriptions for obyek matematika. Jenis penelitian kontibusi matematika dalam mengembangkan tersebut digunakan karena sangat cocok dengan karakter mahasiswa menjadi bagian dalam tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini setiap skenario pembelajaran dengan harapan yaitu untuk mengetahui hubungan antar akan berimplikasi pada lulusan yang cerdas. Sedangkan operasi adalah penelitian ini akan melihat sejauh/sebesar apa suatu aturan untuk mendapatkan elemen kontribusi pemahaman konseptual terhadap tunggal dari satu atau lebih elemen yang pemahaman prosedural mahasiswa. konseptual matematis) dengan variabel terikat Menurut Nasution (2006: 161). dan hasil penelitian ini nantinya dapat menjadi menentukan gabungan atau irisan dari beberapa pertimbangan kepada para pendidik dalam himpunan obyek merupakan contoh mengembangkan/menigkatkan pemahaman keterampilan. Dari Mahasiswa (Studi Korelasional Terhadap pernyataan tersebut. di kategorikan menjadi dua jenis pemahan yaitu pemahaman konseptual dan pemahaman METODE PENELITIAN prosedural. jenis-jenis pemahan dapat Kemampuan Matematis)”. Apakah mungkin convention for acceptable perubahan satu variabel berhubungan dengan configurations of symbols. Atas yang dikemukakan oleh Hudojo (1990) bahwa dasar inilah yang membuat penulis tertarik keterampilan dimaksudkan agar peserta didik untuk melakukan penelitian tentang “Hubungan mampu menjalankan prosedur dan operasi Antara Pemahaman Konseptual dan Prosedural dalam matematika secara cepat dan benar. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 Dalam mempelajari matematika perlu ng mathematical problems. Adapun Pemahaman konsep adalah kemampuan alasan lain peneliti menggunakan metode individu untuk memahami suatu konsep survey seperti ini karena metode survey tertentu.” dalam matematika diklasifikasikan atas fakta. distribusi. berwujud urutan prosedur tertentu yang disebut Berdasarkan hal tersebut. 1986: 7-8) menyatakan dalam penelitian ini. mengemukakan bahwa melibatkan penggunaan simbol serta suatu keterampilan (skill) matematika merupakan pengetahuan yang melibatkan peraturan dan operasi dan prosedur di mana matematikawan langkah-langkah penyelesaian masalah diharapkan dapat menyelesaikan persoalan matematik. Hal tersebut senada dengan apa konseptual dan prosedural mahasiswa. Seorang mahasiswa telah memiliki merupakan penelitian yang dilakukan pada pemahaman konsep apabila telah menangkap populasi besar atau kecil. obyek manipulating symbols. Many of the mengklasifikasikan obyek matematika. tetapi data yang makna atau arti dari suatu konsep. Dari pernyataan tersebut pemahaman keterampilan. Bentuk dari dipelajari adalah data dari sampel yang diambil pemahaman konsep berupa pemahaman dari populasi tersebut sehingga ditemukan terjemahan. Sedangkan hubungan-hubungan antar variabel yang terkait menurut (Hiebert. Kemudian prosedural adalah suatu pengetahuan yang Bell (1978). Sehingga survey dan teknik korelasional. yaitu variabel bebas (pemahaman kritis dan juga benar (berkarakter). Menurut Bell (1978). dan prinsip. Berbagai keterampilan melibatkan manipulasi simbol. Sehingga diketahui. kind of procedural knowledge Subjek Penelitian consistsof rules or procedures for solvi Selaras dengan tujuan penelitian yang 145 . membagi sudut. Jenis dan Bentuk Penelitian Selain itu. konsep. The second perubahan variabel lainnya. misalnya penjumlahan pecahan. variabel. dan pemahaman ekstrapolasi. secara strategis informasi yang diperoleh dari perkalian pecahan desimal. dalam dengan algoritma. bahwa: Selanjutnya metode survey dengan “One k ind of procedural knowledge is teknik korelasional adalah “penelitian yang a familiarity with the individual symbols mencoba melihat hubungan antara beberapa of the system and with the syntactic variabel” (Kountur: 2004).

8 – 1. Teknik Pengumpul Data dilakukan selanjutnya dilakukan analisis sesuai Suatu penelitian memerlukan teknik dengan rumusan masalah.4 – 0. 15. karena itu.599 Sedang dalam bidang tertentu.5 Baik 7.399 Rendah lain-lain dibandingkan norma tertentu.00 Sangat Kuat mengetahui suatu keadaan berupa 0. 17. maka teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teknik Analisis Data purposive sampling. Adapun interpretasi kontribusi menurut Teknik pengumpul data yang Sugiyono (2011: 184) sebagai berikut.6 – 0.1 – 22.199 Sangat Rendah Teknik pengukuran yang digunakan dalam Sedangkan interpretasi deskriptif untuk penelitian ini menggunakan alat tes. data penelitian yang essay yang akan disesuaikan dengan digunakan dalam pembahasan ini adalah data pemahaman konseptual dan prosedural 146 .20 – 0. Alat Pengumpul Data < 7. digunakan dalam penelitian ini adalah Tabel 1. 2010: 196). pemahaman konseptual dan pemahaman prosedural yang akan dihitung sesuai dengan Teknik dan Alat Pengumpul Data indikator penilaian. Rekapitulasi yang 1. teknik pengukuran ini digunakan untuk memperoleh data pemahaman konseptual Interval Keterangan matematis dan pemahaman prosedural > 22. panjang.6 Rendah Berdasarkan teknik pengumpulan data yang digunakan berupa penskoran. 0. HASIL PENELITIAN DAN maka alat pengumpul data yang sesuai dan PEMBAHASAN akan digunakan dalam penelitian ini Deskripsi Data adalah tes. Adapun rumusan masalah 1 dan 2 sebagai berikut.6 – 15 Cukup 2. Adapun sampel ada atau tidaknya kekeliruan peserta didik yang digunakan dalam penelitian adalah (mahasiswa) yang belum mengembalikan mahasiswa aktif yang menempuh mata kuliah jawaban dari soal yang didistibusikan. “Analisis korelasi tertentu untuk memperlancar proses merupakan sekumpulan teknik statistika yang penelitian dan teknik tersebut harus digunakan untuk mengukur keeratan hubungan sesuai dengan pencapaian tujuan antara dua variabel dengan tujuan utama penelitian. karena peneliti menentukan subjek kuliah statistik deskriptif dan inferensial. Penetapan teknik yang tepat menentukan seberapa erat hubungan fungsional dalam penelitian akan berdampak positif antar variabel” (Arikunto. statistik deskriptif dan inferensial yang Selanjutnya untuk hasil tes kemampuan berjumlah 122 orang. guna mengetahui penelitian yang akan diperoleh. berat.799 Kuat kecerdasan. dengan alasan tertentu. kecakapan nyata (achievement) 0. Oleh melihat kontribusi hubungan antar variabel.5 Sangat Baik matematis mahasiswa. Interpretasi kontribusi teknik pengukuran. Data yang diperoleh melalui pengujian hipotesis uji korelasi product moment kegiatan penelitian merupakan faktor (normal) atau uji korelasi rank spaerman (tidak yang sangat penting dalam upaya untuk normal) dan koefisien determinasi untuk memecahkan masalah penelitian. sebab semua yang akan didata. dan memiliki arti penting yang sangat Adapun perhitungan yang dilakukan strategis. Menurut Nawawi Interval Keterangan (2003: 133) pengukuran berarti usaha untuk 0. data yang diperoleh haruslah Semua perhitungan dilakukan dengan jasa data yang akurat dan dapat dipertanggung bantuan microsoft excel dan program minitab jawabkan secara ilmiah. dan 0. yaitu pengambilan Data yang dikumpulkan kemudian sampel/subjek penelitian sesuai dengan tujuan peneliti periksa satu persatu.00 – 0. diantaranya: pengujian prasyarat analisis dianalisis dan diinterpretasikan akan berupa uji normalitas dan dilanjutkan dengan menjadi tepat. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 notabenenya merupakan penelitian ex post the mahasiswa dalam sub materi pada mata facto. Adapun tes yang digunakan Karena penelitian ini merupakan dalam penelitian ini adalah tes dalam bentuk penelitian expost de facto.

010 Tidak mahasiswa calon guru program studi Normal pendidikan matematika. disajikan pada Lampiran. Belajar dan Kemampuan Pemecahan Masalah maka untuk uji hipotesis selanjutnya Matematika menggunakan korelasi rank spearman test Tendensi Variabilitas yang dalam hal ini menggunakan jasa Kemam bantuan minitab 17. dan standar prosedural mahasiswa. e o in ks d 1 sedangkan perhitungan selengkapnya Konsept 14. Oleh karena hasil deviasi (Sd). HA : Terdapat hubungan yang signifikan 1 Konseptua H0 ditolak < 0. Uji Normalitas b.05 Dari tabel di atas tampak bahwa 3) rhitung = 0. semua keputusan uji H0 ditolak. Adapun hasil N M M M Ma S puan perhitungan disajikan pada Tabel 4. Rangkuman Hasil Uji Korelasi 2 1 Hasil Hasil Prosedu 17. Rangkuman hasil uji normalitas data Berdasarkan data dari r tabel dengan n = 122 disajikan pada Tabel 3. dan ukuran antara variebal bebas dan terikat. yaitu variabilitas data yang meliputi data minimum kemampuan konseptual dan kemampuan (Min). a. Hal ini berarti untuk setiap sampel baik kategori 147 .176. Dalam kemampuan konseptual dengan kemampuan penelitian ini uji normalitas dilakukan prosedural mahasiswa. 1 1 4.83 dan rtabel = 0. signifikan antara kemampuan Tabel 3.010 Tidak antara kemampuan konseptual l Normal dengan kemampuan prosedural 2 Prosedural H0 ditolak < 0. 2) α = 0. akan berdasarkan variabel kemampuan dilihat/dibandingkan dengan nilai r tabel konseptual dan kemampuan prosedural. Rangkuman Hasil Uji Normalitas konseptual dengan kemampuan N Kemamp Keputusa P (α = Kesimpul prosedural mahasiswa calon guru o uan n Uji 0. median (Me) dan modus (Mo). sedangkan dan α = 0. 2 8 30 Rho (rank spearman) 0. pokok bahasan pengujian hipotesis untuk mahasiswa calon guru (Program Studi Pengujian Hipotesis Pendidikan Matematika IKIP PGRI Pontianak). Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 kemampuan pemahaman konseptual dan kemampuan konseptual dan kemampuan kemampuan prosedural mahasiswa dalam mata prosedural berasal dari populasi yang tidak kuliah Statistik Deskriptif dan Inferensial pada berdistribusi normal. perhitungan selengkapnya disajikan pada 1) H0 : Tidak terdapat hubungan yang lampiran. data maksimum (Maks). dengan menggunakan taraf signifikansi 5%. Uji Signifikansi Uji normalitas dilakukan untuk Berdasarkan rekapitulasi pada mengetahui apakah sampel berasal dari perhitungan korelasi rank spearman populasi yang berdistribusi normal. Deskripsi Data Kemandirian populasi yang tidak berdistribusi normal. uji yang digunakan dalam uji normalitas Selanjutnya untuk mengetahui apakah adalah Kolmogrov Smirnov dengan terdapat hubungan yang signifikan antara mengguanakan jasa bantuan minitab. 2 6 26 ual (X) 93 5 2 15 Tabel 4.05 diperoleh nilai rtabel = 0.000 Analisis Data 1.83.176. 1 1 4. Deskripsi data disajikan pada dari uji prasyarat analisis berupa uji Tabel 2 sebagai berikut: normalitas dinyatakan sampel berasal dari Tabel 2. Statistik diperoleh bahwasanya rhitung = 0.833 ral (Y) 78 8 8 82 2 P-Value 0.05) an program studi pendidikan matematika. Uji Korelasi Product Moment Dari data kemampuan konseptual dan Tujuan dari uji korelasi product kemampuan prosedural mahasiswa dicari moment adalah untuk mengetahui nilai r ukuran tendensi sentral yang meliputi rata-rata ( (korelasi) sebagai signifikansi hubungan ).

6 – 0.83. sehingga kontribusi Berkenaan dengan hal tersebut dapat diperoleh sebagai berikut: fleksibilitas antar variabel menyatakan (rxy)2 x 100% = (0. pemerhati. Dengan demikian. diterima. Hubungan positif antara 5) Simpulan: pemahaman konseptual dengan prosedural Terdapat hubungan yang signifikan Hal tersebut selaras dengan Wearne & antara kemampuan konseptual dengan Hiebert dalam Eisenhart (1993: 10) yang kemampuan prosedural mahasiswa menyatakan bahwa pengetahuan prosedural dan calon guru program studi pendidikan konseptual adalah aspek yang diperlukan dalam matematika. hubungan kemampuan konseptual dengan kemampuan prosedural mahasiswa berbanding Pembahasan Hasil Penelitian lurus atau dengan kata lain positif (+).799 dengan Berdasarkan perolehan hasil penelitian kategori Kuat. pemahaman matematika. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 4) Karena rhitung > rtabel diperoleh meningkatkan/ mengembangkan kemampuan bahwasanya H0 ditolak dan HA pemahaman prosedural mahasiswa. bahwasanya kontribusi hubungan antara Kemampuan pemahaman konseptual juga dapat kemampuan konseptual dengan kemampuan membantu mengembangkan kemampuan prosedural mahasiswa sebesar 68. disimpulan bahwa: 148 . artinya Berdasarkan hasil perhitungan pada uji semakin tinggi tingkat kemampuan pemahaman korelasional dan koefisien determinasi konseptual belajar seseorang. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Sesuai dengan tujuan penelitian dan berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh. khususnya dalam bidang pemahaman prosedural mahasiswa (Gambar 1). maka akan diperoleh bahwasanya terdapat hubungan yang semakin baik pula kemampuan prosedural. kategori Kuat. Perhitungan Kontribusi matematika haruslah mencakup pengajaran Untuk menjawab sub masalah kedua pengetahuan konseptual dan prosedural. akan mampu mengembangkan/meningkatkan Berdasarkan perhitungan didapatkan kemampuan matematik mahasiswa. berada pada interval 0. Selain berkenaan dengan kontribusi kemandirian itu hasil penelitian ini menunjukan bahwa belajar terhadap kemampuan pemecahan dalam upaya meningkatkan kemampuan masalah matenatis mahasiswa dianalisis matematika mahasiswa maka pemahaman menggunakan koefisien determinasi dan konseptual mesti diajarkan (diinternaslisasi) selanjutnya disesuaikan dengan interpretasi secara optimal sehingga kemampuan prosedural yang ada. sedangkan sisanya dipengaruhi Semakin tinngi kemampuan pemahaman oleh faktor lain. pendidikan matematika yang concern pada tidak dipungkiri bahwasanya kemampuan kemampuan matematis.89% dengan pemahaman prosedural mahasiswa.6889 x 100% mahasiswa memiliki hubungan yang signifikan = 68. diketahui pemahaman prosedural mahasiswa. Tinjauan dari berbagai pemahaman konseptual menjadi salah satu hal aspek yang relevan agar dapat juga menjadi yang sangat mendasar (penting) dalam pertimbangan dan dasar sebagai upaya peningkatan kemampuan matematis mahasiswa. bahwasanya rxy = 0. signifikan dan positif antara kemampuan Selain itu pula berdasarkan teori dan hasil pemahaman konseptual dengan kemampuan penelitian yang diperoleh.89% terhadap kemampuan prosedural mahasiswa. Gambar 1. Sejalan dengan hasil ini pula konseptual matematis seorang mahasiswa maka kiranya dapat menjadi perhatian kepada para akan semakin tinggi pula kemampuan pendidik. untuk mengajarkan pemahaman akan 2.83)2 x 100% bahwasanya kemampuan konseptual = 0.

2. Strategi Mengajar Belajar signifikan antara kemampuan konseptual Matematika. Metode Penelitian dengan hasil penelitian. (2006). 4. khususnya dalam bidang pendidikan matematika agar dapat mempertimbangkan aspek-aspek yang lain terhadap kausalitas variabel dan dapat ditinjau dengan variabel kemampuan matematis lainnya.Kurikulum Berbasis kemampuan prosedural matematis Kompetensi. Kepada para peneliti yang concern pada kemampuan matematis. ketika hendak Sugiyono. dengan kategori kuat. Berdasarkan kesimpulan di atas. Hadari. Brown Company Publisher. Konsep. (1992). (1978). R. Conceptual and Pocedural Knawledge The Case Of Mathematics. (h. Grouws (Ed. F. ada Jakarta: Bumi Aksara. Bell. Kemampuan pamahaman konseptual Hiebert. Iowa: Wm. (1986). Terdapat hubungan yang positif dan Hudojo. (2004). T. (2010). (2003). Daftar Pustaka Arikunto. (2011). PPM. Penerbit PT. London: Lawrence Erbaum Associates Publishers. J. Malang: IKIP Malang. S. H. Karakteristik dan mahasiswa calon guru program studi Implementasi.78 dengan Learning. Macmillan Publishing Company. 149 . S. Metode Penelitian untuk calon guru program studi pendidikan Penulisan Skripsi dan Tesis. Kualitatif dan Research and matematik mahasiswa sebaiknya Development. mengoptimalkan terlebih dahulu kemampuan pemahaman konseptual mahasiswa. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 1. Dan mampu mengoptimalkan pengembangan karakter dalam setiap pembelajaran matematika. Jakarta: matematika. Teaching and Learning Mathematics (In Secondary School). Nasution. Graw Hill Book Company Hiebert.93 dengan and Teaching with Understanding. S. kemampuan matematis. & Carpenter P. Metode Penelitian meningkatkan kemampuan prosedural Kuantitatif. Handbook on Formative and Sumative Evaluation of Student Learning. 3. Remaja pendidikan matematika sebesar 68. kategori cukup. J. dengan kemampuan prosedural mahasiswa Kountur. Learning mahasiswa adalah sebesar 14. New York: Mc. Berbagai Pendekatan Saran dalam Proses Belajar & Mengajar.) Handbook of 2. Bloom. (2004). (1971). 65 – 100). A. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Kemampuan pamahaman prosedural Research on Mathematics Teaching and mahasiswa adalah sebesar 17. Dalam D. C.New York: kategori baik. (1990). Kepada tenaga pendidik dan pemerhati University Press. beberapa saran yang disampaikan terkait Nawawi. H. Bandung: Alfabeta. Jakarta: Rineka Cipta. Kontribusi kemampuan konseptual terhadap Mulyasa.89% Rosdakarya Offset-Bandung. diantaranya: Bidang Sasial.Yogyakarta: Gajah Mada 1.

lalu memberikan soal ataupun psikologis dan sosial kultural pembentukan 150 . Dari hasil pengamatan dan kajian.Proses pembelajaran memerlukan persiapan sesuai dengan situasi pebelajar.id Kata Kunci ABSTRAK Disain didaktis Makalah ini bertujuan menambah wawasan Mahasiswa Calon Aplikasi Integral Guru dan Guru dalam menyiapkan pembelajaran aplikasi Integral Volume Benda Putar pada materi volume benda putar agar tujuan yang direncanakan Learning Obstacle tercapai lebih optimal. Sedangkan hambatan yang di alami pebelajar dalam proses pembelajaran disebut (learning obstacle) yang dapat menyebabkan kegagalan atau kurang berhasilnya dalam mencapai tujuan pembelajaran. menjadi memecahkan suatu permaslahan dalam tanggung jawab mereka seperti yang dikatakan pembelajaran matematika akan menghabiskan dalam Kemendiknas (2010) pendidikan waktu pembelajaran dan tujuan pembelajaran karakter merupakan segala sesuatu yang tidak akan tercapai. ditemukan beberapa learning obstacle dalam proses pembelajaran Aplikasi Integral pada materi volume benda putar. dilakukan guru . Tidak jarang mahasiswa mahasiswa calon guru matematika ?.Disain didaktis disusun berdasarkan hambatan atau kesulitan yang dialami oleh pebelajar seperti kesulitan jika mnghadapi konteks sedikit berbeda. kemudian memberikan dikembangkan Kemendiknas tersebut. mereka calon guru matematikapun menemukan nantinya akan menjadi guru.tentu karakter- kesulitan dalam memahami suatu konsep yang karakter yang menjadi tujuan pembelajaran dipelajari. Guru membantu mengartikan bahwa pembelajaran matematika membentuk watak peserta didik . Hal ini disebut Hambatan Epistimologis. penting juga dikaitkan dengan pembentukan karakter apa yang akan dikembangkan. PENDAHULUAN pertanyaan. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 DISAIN DIDAKTIS APLIKASI INTEGRAL UNTUK PERKEMBANGAN KARAKTER MAHASISWA CALON GURU PADA VOLUME BENDA PUTAR Lusiana Dosen PNSD pada FKIP UPGRI Palembang luu_sii_ana@yahoo. Namun yang namanya belajar kita harapkan sesuai karakter yang diinginkan. Dalam penyusunan disain Didaktis selain memperhatikan hambatan yang ditemui. Bagi mahasiswa program studi Perkembangan karakter dalam suatu pendidikan matematika. tinggi. jika itu terjadi tentu kesulitan yang diharapkan dari kurikulum 2013. tentu mereka akan pelaksanaan pembelajaran pada setiap konsep menstranfer pengetahuan matematika yang matematika yang akan dipahami. Perkembangan dan pembentukan karakter diantaranya memerlukan pengembangan melalui proses pembelajaran. tentu dapat mereka dapat. yang mampu mempengaruhi Penafsiran yang terjadi dilapangan karakter peserta didik. Hal tersebut tidak Mahasiswa calon guru dipersiapkan akan membuat terjadi atau terbentuknya untuk dapat mmentransfer ilmu yang mereka karakter yang diinginkan dari pembelajaran peroleh selama mereka belajar di perguruan yang dilakukan. yang mana siswa atau pebelajar Latar Belakang mendengarkan secara pasif. yang dilakukan secara konsisten.co. merupakan kegiatan yang dilakukan dengan Berdasarkan grand design yang mengenalkan subjek. secara contoh. matematika banyak factor yang Tetapi bagaimana perkembangan karakter mempengaruhinya. Proses perkembangan karakter pada Perkembangan Karakter seseorang dipengaruhi oleh faktor bawaan (nature) dan lingkungan (nurture) dimana orang tersebut tumbuh dan .

secara umum dan Aplikasi Integral khusus dalam perkuliahan Aplikasi integral banyak pada Volume Benda Putar. mempersiapkan penyusunnan disain didaktis Berdasarkan pengamatan dilapangan. dengan perkembangan karakter afektif. hal nya siswa SMA. untuk mempersiapkan siswa agar dapat Kesulitan dan hambatan yang dihadapi mempelajari matematika oleh siswa/mahasiswa calon guru ini di kenal Tugas tersebut berada dipundak dengan learning obstacle. ini artinya.Sama terkait dengan pembahasan makalah ini. Materi ini juga calon guru. serta dapat dijadikan konsep awal yang perlu dipahami untuk referensi untuk melaksanakan penelitian yang memahami konsep volume benda putar. mahasiswa calon guru harus memahaminya. Sebagai mahasiswa calon guru. konaktif. di dan mendeskripsikan hubungan disain didaktis dalamnya ada materi Aplikasi Integral dengan dengan perkembangan karakter mahasiswa sub materi Volume Benda putar. didaktis (pengajaran guru atau konsep matematika. membantu guru/calon guru dalam menyusun Untuk melaksanakan pembelajaran disain didaktis aplikassi integral yaitu hambatan matematika seperti yang diharapkan. menyampaikan hal-hal yang penting diketahui Dalam perkuliahan di Prodi pendidikan oleh guru/mahasiswa calon guru dalam matematika. dan psikomotorik) dalam mahasiswa calon guru? konteks interaksi sosial kultural (dalam Tujuan keluarga. yang juga mengalami pembelajaran di perguruan 151 . berfikir kreatif. 2009) disebabkan oleh tiga dalam pembelajaran matematika secara umum . siswa. guna mengurangi munculnya integral? learning obstacle. berdasarkan kurikulum KKNI mempersiapkan disain didaktis aplikasi Integral salah satu mata kuliahnya Kalkulus Integral. factor. yang penyusunannya berdasarkan sifat penyusunan disain didaktisnya. dengan Rumuasan Masalah mempertimbangkan learning obstacle yang di 1.Suryadi dalam proses pembelajaran ini sering di sebut (2010). dan hambatan epistimologis ( menggunakan mengaplikasikan matematika pengetahuan siswa yang memiliki konteks tersebut untuk menyelesaikan permasalahan- aplikasi yang terbatas) permasalahan yang lebih kompleks dan yang Salah satu factor munculnya learning membutuhkan kemampuan tingkat tinggi obstacle yang penting diketahui untuk seperti pemecahan masalah. Dari permasalahan yang telah membutuhkan persiapan melakukan disebutkan dan dihadapi mahasiswa calon guru penyusunan disain didaktis. Timbulnya learning seorang Guru/Calon Guru yang menjadi obstacle seperti yang dikemukakan oleh pentransfer materi matematika kepada siswa Brousseo (Suratno. Maka dirumuskan tentang bahan ajar yang memperhatikan respon permasalahan yang terkait dengan persiapan siswa. mahasiswa calon guru dalam pembelajaran jika diminta PEMBAHASAN menyelesaikan permasalahan sedikit berbeda Disain Didaktis dari contoh yang diberikan mereka tidak dapat Pada dasarnya pembelajaran menyelesaikannya mereka menghadapi matematika berkaitan dengan Guru. hambatan yang dialami Materi Matematika . Manfaat agar dalam pembelajaran yang dilakukan di Dapat dijadikan langkah awal SMA dapat mengembangkan karakter siswa guru/mahasiswa calon guru dalam sesuai yang diharapkan. sekolah. namun harus juga mampu bahan ajar). dipelajari di tingkat SMA. konsep yang akan disajikan. Apa hubungan disain didaktis dari seluruh potensi individu manusia (kognitif. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 karakter dalam diri individu merupakan fungsi 2. dan masyarakat) dan Adapun tujuan makalah ini yaitu berlangsung sepanjang hayat. yaitu hambatan ontogeny (kesiapan bukan saja agar mampu memahami suatu mental belajar). Dimana disain dalam pembelajaran Aplikasi Integral pada didaktis merupakan rancangan sajian tertulis materi volume benda putar. dan hambatan epistimologi. epistimologinya. Apa yang penting diketahui untuk indentifikasi dari pembelajaran yang dialami mempersiapkan disain didaktis aplikasi sebelumnya.Pembelajaran Matematika bertujuan learning obstacle.

Untuk menggunakan bahwa pada dasarnya pembelajaran matematika metode mana yang dipakai. perlu diketahui berkaitan dengan Guru. Dengan sub volume benda putar. x= 2 dan y  masalah. banyak materi pembelajaran b matematika yang mereka terima dalam Menurut Purcell (2008) volume benda perkuliahan. dapat mempelajarinya sebagai pola fikir dalam Berdasarkan pengalaman memberi kehidupan sehari-hari. namun juga tidak tepat. x0 dan y =4. akan menemui hambatan dengan Dosen. yang membutuhkan kemampuan berfikir Contoh soal yang diberikan Diketahui tingkat tinggi seperti kemampuan pemecahan daerah R dibataasi oleh x =  y . Siswa dan materi posisi bidang rata yang akan diputar. Dari hasil pengamatan. artinya matematika. siswa dan materi atau kesulitan menetapkan batas integrasi. tinggi benda putar adalah panjang selang [a. pendidik dan siswa sebagai anak didik dalam Metode –metode yang disebutkan di kegiatan pengajaran materi matematika dengan atas digunakan untuk menghitung volume menggunakan sarana dan fasilitas pendidikan. di temukan beberapa pertanyaan 1) gambarkan daerah R. bila luas dinyatakan dengan A(x) dan perhitungan juga salah. bagian dari pembelajaranat mateematika. karena salah menggambarkan daerah dapat dicontohkan dengan sebuah tabung. matematika. 2) Aplikasi Integral Hitung volume benda putar terhadap sumbu x !. seperti aljabar. variabel yang digunakan juga harus mampu menggunakannya dalam terkadang keliru. dan Kalkulus Integral. dan menyebabkan kesalahan perhitungan Adapun tujuannya mempersiapkan siswa agar integralnya. pertanyaan selanjutnya Danang Mursita (2011:115) mangatakaan mereka juga salah . Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 tinggi seperti mahasiswa program pendidikan menggunakan integral tentu sebagai berikut V= a A(x) dx. Suryadi (2010) berpendapat ataupun sejajar sumbu y. Selanjutnya Dalam Pembelajaran matematika yang dikatakan untuk mencari volume benda putar terjadi di kelas maupun dalam perkuliahan pada dengan banyak persoalan metode kulit tabung dasarnya merupakan rangkaian kegiatan yang yang lebih mudah digunakan ketimbang metode dilaksanakan oleh guru/calon guru sebagai cakram dan cincin. trigonometri. bidang ratanya (R). cakram dan kulit tabung. terletak pada gambar daerah yang akan diputar Volume benda putar secara sederhana ( R). maka volume benda putar dpat dihitung Tidak ada hukum yang mengatakan bahwa kita 152 . putar dapat dicari dengan menggunakan metode kalkulus dan lain-lain. jika akan menjadi penstransfer materi kepada sedikit saja permasalahan diubah. Kesalahan atau hambatan ini menyelesaikan permasalahan-permasalahan sering disebut dengan hambatan epistimologi. Ditanya : 1) gambarkan daerah R! . Tugas ini tentunya ada perkuliahan aplikasi integral pada volume pada pundak seorang guru/calon guru yang benda putar. Pada tingkat aplikasi Integral. calon guru. mereka tidak dapat lagi Dalam perkuliahan kalkulus Integral menetapkan yang akan diputar. karena salah menetapkan bahwa volume benda putar secara umum dapat daerah R. benda putar jika bidang rata diputar terhadap guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan sumbu x. Yang mana tinggi sangat di butuhkan. batas daerahnya. terkait dengan pengagunaan dalam aplikasi Kesalahan yang ditemukan banyak integral. hal ini akan mahasiswa calon guru dituntut untuk tidak mengakibatkan batas integrasi yng digunakan hanya sekedar memahami konsepnya . 1 . misalnya pebelajar. Dari hasil kajian dan sebelumnya soal yang diberikan Diketahui pengamatan menunjuk bahwa khususnya pada daerah R dibatasi y = x2 . juga berkaitan putarnya. sehingga batas integrasi yang dihitung dari hasil kali antara luas alas dan digunakan juga akan salah dan tentunya tinggi. sumbu y.b] Memang dikatakan oleh Purcell (2008). dan 3) Hitunglah Volume benda putar terhadap menunjukan penggunaan pemikiran tingkat x =2 ! . Artinya pembelajaran kalkulus paling tidak diketahui terlebih dulu posisi Integral yang merupakan bagian dari bidang yang akan diputar dengan sumbu pembelajaran matematika . sumbu yang sejajar sumbu x dalam kurikulum. Yang mana merupakan akan terjadi kesalahan variabel yang digunakan. cicin. hambatan yang sering terjadi. Jika tidak. 2) Hitung kesulitan yang di alami mahasiswa calon guru volume jika R di putar terhadap sumbu x dan 3 dalam menyelesaikan permasalahan yang ) hitung volume jika R diputar terhadap x = 0.

pantang menyerah. Namun biasanya melakukan pengintegralan. dampak pengiring saja (by chance) Dalam mempelajari Aplikasi Integral Mahasiswa calon guru matematika. Siswono (2012) belajar sebelumnya dalam makalah Semnas Pendidikan Matematika Learning obstacle mengatakan bahwa Pendidikan Matematika Untuk menyusun Disain didaktis terlebih memiliki peran tidak hanya membekali nilai dahulu dilakukan identifikasi kesulitan. didaktis (pengajaran Perencanaan pembelajaran yang memuat tujuan guru atau bahan ajar). disiplin. pada volume benda putar . belum optimal. Proses pembelajaran Perkembangan Karakter. yang akan diputar . batas-batas daerah sehingga kesulitan melalui kebiasaan-kebiasaan yang baik yang menentukan luas daerah yang akan diputar 2. pembelajaran terjadi. pendidikan. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 harus menggambarkan suatu benda untuk dapat implicit untuk melakukan subtitusi dalam menghitung volumenya. Tujuan untuk disebut Learning Obstacle membangun karakter siswa itu tidaklah mudah. berkembang saat meeka kuliah di perguruan Kurang paham akan letak atau gambar daerah tinggi. perlu di pertimbangkan rancangan bahan Jika terjadi kesalahan pada penetapan ajar yang akan disusun dengan tujuan yang daerah rata yang akan diputar . teliti. seperti itu dapat dilakukan dengan Bagi generasi dewasa ini membangun menggunakan Model Pembelajaran Generatif. banyak ditemukan agar nanti pada saat melakukan praktek hambatan belajar (learning Obstacle). taat aturan. edukasi yang bersifat mencerdaskan siswa kesulitan yang dialami pebelajar sebelumnya tetapi juga nilai edukasi yang membantu kesulitan dan hambatan yang dialami pebelajar membentuk karakter siswa. karakter memang sangat mendesak. kreatif. Karena jika karakter- karakter tersebut tidak ada pada mahasiswa 153 . harus dimunculkan atau diingat serta betul-betul dipahami terlebih dahulu. putar. sebuah gambar bidang dapat membantu asal Setelah diketahui hambatan-hambatan kita dapat memvisualisasikan benda yang dalam aplkasi integral pada volume benda berpadanan dalam pikiran kita. sehingga muncul kesulitan Karakter yang dapat di bangun melalui atau pun kesalahan dalam menentukan batas pembelajran matematika diantaranya. Hal ini Karena Model Pembelajaran generatif pada disebabkan fenomena-fenomena yang terjadi pelaksanaannya guru perlu menggali dan tantangan masa depan yang dihadapi kemampuan awal si pebelajar. taat aturan. integral pada volume benda putar. disiplin. seperti yang di dapat membekali dirinya melalui perkuliahan. kontinu. Sebagai bukti adalah maraknya upaya-upaya Untuk menyusun disain didaktis mencontek ataupun plagiasi di lingkungan Aplikasi Integral pada volume benda putar. dan obstacle ada 3 faktor yaitu hambatan ontogeny sistematis dalam pembelajaran matematika. hambatan belajar yang dialami dalam proses Menurut Tatag Y. jelaskan dibagian terdahulu . Kurang paham mengubah rajin. kesadaran untuk berlaku jujur. kritis. ini berarti ingin dicapai serta model pembelajaran apa pemahaman konsep menentukan luas daerah yang cocok untuk mengaplikasikan nya nanti. akibatnya kemampuan awal Sehingga learning obstacle dapat diminimalisir yang diperlukan untuk mengaplikasikan atau sama sekali tidak muncul lagi. akan dapat secara tidak ditemukan: 1 Kurang paham menggambarkan langsung ditransfer kepada siswa-siswanya. Karakter-karakter umum informasi baru dengan informasi lama terjalin seperti jujur.E.ini menunjukkan kurangnya perlu diketahui terlebih dahulu hambatan. Menurut Brousseo dalam apalagi dalam waktu yang singkat. bertanggung sehingga kontruktivis yang melandasi model jawab dan bekerja sama sudah semakin hilang. berani menghadapi sehingga kesulitan melakukan diferensial tantangan dan lain-lain. persamaan ataupun menyederhanakan variabel. dari hasil lapangan karakter-karakter yang baik yang identifikasi hambatan-hambatan yang sering mendukung tugasnya. jujur. (kesiapan mental belajar). Untuk itu Suratno(2009)penyebab munculnya learning diperlukan suatu upaya terencana. dan hambatan membentuk karakter siswa harus dengan epistimologis ( pengetahuan siswa yang disengaja (by design) bukan sekedar sebagai memiliki konteks aplikasi ). Agar keterkaitan semakin kompleks. 3. integrasi.

Simpulan dan Saran Kemendiknas Simpulan Lusi Siti Aisah. Matematika untuk yang hanya terbatas pada konteks tertentu saja. Jurnal Matematika penyusunan disain didaktis aplikasi integral. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 calon guru matematika. (2009). seperti Model Pembelajaran perkuliahan aplikasi integral volume benda Generatif. Memahami Kompleksitas sehingga muncul kesulitan atau pun kesalahan Pengajaran-Pembelajaran dan dalam menentukan batas integrasi. Kurang paham menggambarkan batas-batas Conference on Mathematics daerah sehingga kesulitan menentukan luas Education (Yogya karta. seperti krakter kejujuran. Suratno. 2016. tanggung jawab. hubungan disain didaktis aplikassi integral Agar disain didaktis yang dirancang untuk perkembangan karakter mahasiswa calon dapat membangun karakter mahasiswa calon guru pada volume benda putar. semangat dengan persiapan yang terencana. Universitas aplikasi integral khususnya pada volume benda Widraloka putar. dan Pendidikan Matematika dengan cara mengetahui learning obstacle yang MATHLINE. gigih pantang Nyoman Susila). Rigdon. berbeda dia mengalami kesulitan dan kesalahan Kemendiknas (2010) Pendidikan Karakter di Sekolah Menengah Pertama. yang dikenal dengan istilah disusun dapat mencapai tujuan yang optimal. kediplinan. Membangun guna memunculkan learning obstacle yang karakter melalui Pembelajaran dialami dalam aplikasi integral khususnya Matematika.2011. hambatan epistimologis. semangat belajar yang (edisi kedelapan). Suryadi. (Terjemahan I tinggi .Euis (2011) Hambatan epistimologis adalah Daftar Pustaka suatu keadaan dimana pengetahuan seseorang Danang Mursita. T. 1 No. sehingga kesulitan the2the. International Integral pada materi volume benda putar adalah Seminar and the Fourth National 1.1 Februari sering dialami dalam proses pembelajaran 2016. dkk.E Siswono (2012). Didactical design Saran research (DDR) dalam Untuk melakukan penyusunan Disain pengembangan Didaktis Aplikasi Integral hendaknya dilkukan pembelajaran matematika. July 21-23 daerah yang akan diputar 2. ISSN 2502-5872. perlu juga sistematis. [Online]. Didi. Bandung: Rekayasa sehingga saat ia dihadapkan pada situasi yang . 3. Vol. Modul analisis situasi didaktis sebelum pembelajaran. Seperti yang dikatakan S. Varberg. Kurang paham akan 2011) . sehingga disain didaktis yang putar yang terjadi. 2010. Tersedia : menyederhanakan variabel. Euis. Jakarta. Yang mana tidak terlepas dari hasil dipertimbangkan model pembelajaran yang identifikasi learning obstacle dalam akan digunakan. Disain Didaktis Dari hasil pembahasan menunjukkan bahwa Konsep Luas Permukaan dan Volume pengembangnan karakter mahasiswa calon guru Prisma dalam Pembelajaran salah satunya dapat dilakukan melalui Matematika SMP. Semnas MIPA 2010 seperti melakukan tes kemampuan responden Tatag Y.Makalah Semnas 154 . Jakarta: Erlangga menyerah serta kerjasama S. Kurang Kondisi Pendidikan dan Pekerjaan paham mengubah persamaan ataupun Guru. (2004) Kalkulus kejujuran. tentu mahasiswa hambatan epistimologi yang dialami tersebut perkuliahan yang dia jalani akan mahasiswa calon guru dalam menyelesaaikan banyak mendapatkan kesulitan.Hambatan Epistimologis Learning Obstacle yang dapat (Epistimological Obstacle) dijadikan persiapan awal yang akan digunakan Persamaan kuadrat pada dalam menyusun disain didaktis Aplikasi siswaMadrasah Aliyah.com/eunice/document/TSurat melakukan diferensial implicit untuk no_complex_syndrome. Karakter yang dimaksud adalah Purcell. kontinu dan belajar yang tinggi dan lain-lain.(2011).793 letak atau gambar daerah yang akan diputar . maka akan dibuat disain didaktisnya.pdf [14 menggunakan subtitusi dalam melakukan Desember 2012] pengintegralan. tes kemampuan responden pada materi yang Sejalan dengan pendapat Tatag. Perguruan Tinggi. dapat dilakukan guru.

Bandung: UPI. 155 . Skripsi FPMIPA Universitas Pendidikan Indonesia.P. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 Pendidikan Matematika 7 April 2012 di Banjarmasin :Universitas Lambung Mangkurat : Wiraldy.Hsb (2013).Kajian Learning Obstacle (Khususnya Hambatan Epistimologis)dan Repersonalisasi Pada Materi Peluang Di SMP.

2) & 3) FKIP Universitas PGRI Palembang yunika. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui tes kemampuan awal matematika dan tes hasil belajar Metode Statistika. dan (7) Mahasiswa berpusat pada mahasiswa.pgri@gmail. (3) Masih ada konfigurasi laptop atau komputer 156 . (2) ini adalah mengoptimalkan pengintegrasian Mahasiswa memiliki kesempatan untuk komunikasi lisan yang ada pada pembelajaran berdiskusi dengan dosennya atau dengan tatap muka dengan komunikasi tertulis pada mahasiswa lain di luar jam tatap muka. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 MODEL PEMBELAJARAN BLENDED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MAHASISWA PADA MATA KULIAH METODE STATISTIKA Yunika Lestaria Ningsih 1). Blended learning dapat berbagi files dengan mahasiswa yang lain. (6) Dosen blended learning disebabkan karena model ini dapat menangani quiz. Kelas eksperimen diberikan pembelajaran Blended learning. Marhamah 3) 1). et al (2012) menyatakan mahasiswa untuk membaca atau mengerjakan bahwa keberhasilan model pembelajaran tugas sebelum proses pembelajaran. (2) kepada mahasiswa untuk berkompetisi dalam Batas waktu untuk mengumpulkan tugas online. Lebih lanjut. Misdalina 2). (4) Dosen dapat ini dapat memberikan pengalaman belajar yang memperkaya materi pembelajaran melalui efektif dan efisien kepada mahasiswa. dengan keterlibatan dan (1) Tidak semua wilayah terdapat jaringan partisipasi dalam proses pembelajaran. adanya interaksi dalam model pembelajaran yang buruk dan lambat mempengaruhi blended learning menciptakan suatu motif mahasiswa dalam membuat tugas online. 2015. Selain internet yang bagus. sampel dibedakan dalam dua kelas. Hasil analisis data menunjukkan bahwa peningkatan hasil belajar mahasiswa yang mendapat pembelajaran Blended learning lebih baik daripada mahasiswa yang mendapat pembelajaran biasa PENDAHULUAN Beberapa kelebihan penggunaan model Blended learning merupakan model pembelajaran Blended learning menurut Seidl pembelajaran yang menggabungkan antara (Suryani. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif. dapat 2012) menyatakan bahwa model pembelajaran dikontrol oleh dosen. juga memberikan kesempatan kepada Sedangkan kekurangan model ini mahasiswa untuk bertanggung jawab terhadap menurut Hande (2014) adalah sebagai berikut: materi pembelajaran. kelas eksperimen dan kelas kontrol. Sehingga jaringan internet itu. Sampel dalam penelitian ini mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika pada salah satu PTS di kota Palembang. Tayebinik & Puteh. mahasiswa di luar kelas tatap muka. Garrison & Kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh Kanuka (Hapizah. 2013) adalah sebagai berikut : (1) pembelajaran tatap muka di kelas dan Mahasiswa dapat mengakses dan mempelajari pembelajaran online (Garrison & Vaughan. (5) Dosen dapat meminta Vernadakis. menyediakan umpan mampu menciptakan proses pembelajaran balik dengan lebih efektif. tak jarang membuat mahasiswa stress. Prinsip dasar dari model pembelajaran pembelajaran online dengan bebas.com Kata Kunci ABSTRAK Blended learning Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji peningkatan hasil Hasil belajar mahasiswa belajar mahasiswa pada mata kuliah Metode Statistika melalui Metode Statistika model pembelajaran Blended learning. Berdasarkan pembelajaran. fasilitas internet. materi pelajaran yang tersedia pada 2008). yang terdiri dari 40 orang. (3) pembelajaran online. Penelitian ini menggunakan metode quasi-experimental dengan nonequivalent pre-test and post-test control-group design. sedangkan kelas kontrol diberikan pembelajaran biasa. belajar.

merupakan aspek yang lebih dilakukan oleh dosen dalam pelaksanaan model tinggi dari pengetahuan. (3) Memberikan latihan. yang menyatakan bahwa mahasiswa Subjek penelitian berjumlah 49 orang mempunyai hasil belajar yang tinggi pada mahasiswa yang terdiri dari 2 kelas paralel. teori. sedangkan kelas Hasil belajar mahasiswa menurut lainnya sebagai kelas kontrol (25 orang). Adapun tujuan yang ingin dicapai pada kemudian dapat juga didiskusikan baik pada penelitian ini adalah untuk mengkaji pertemuan tatap muka maupun dalam kelas peningkatan hasil belajar mahasiswa setelah online. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 yang tidak dapat mengakses Blended Learning Sudjana (2008) menjelaskan ketiga tipe hasil Systems. penilaian mendapat pembelajaran blended learning dan merupakan umpan balik terhadap proses pembelajaran biasa. namun hasil belajar mahasiswa jika berada di luar wilayah kampus. Untuk aspek pengetahuan. kelas eksperimen (24 orang). Subjek blended learning dalam pembelajaran adalah penelitian ini adalah mahasiswa semester ganjil Rovai & Jordan (2004) yang mengemukakan tahun akademik 2016/2017 di Program Studi bahwa model pembelajaran Blended learning Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap Ilmu Pendidikan tingkat strata 1. khususnya pada mata kuliah tes dinyatakan telah memenuhi karakteristik Metode Statistika. Sudjana (2008) adalah kemampuan. eksperimen dengan tipe Quasi-Experimental. atau petunjuk Menyediakan informasi. pembelajaran. materi pembelajaran yang ada pada dalam penelitian ini adalah apakah peningkatan e-learning dapat dibahas pada pertemuan tatap hasil belajar mahasiswa yang mendapat muka maupun dalam forum diskusi pada kelas pembelajaran blended learning lebih baik online.Group Design. yang memadai untuk digunakan dalam Adapun hasil belajar Metode Statistika penelitian. menggunakan statistik inferensial. permasalahan mahasiswa. ini merupakan prasarat bagi tipe hasil belajar Alessi & Trollip (Suryani. Penerepan model pembelajaran blended yang digunakan dalam penelitian ini sudah diuji learning diharapkan dapat meningkatkan hasil validitas dan reliabilitasnya. Setelah diuji soal belajar mahasiswa. Model pembelajaran blended learning Desain eksperimen yang digunakan adalah berpotensi untuk meningkatkan hasil belajar desain kelompok kontrol pretes dan postes mahasiswa. Instrumen tes terjadi secara berkesinambungan dan tidak KAM dan tes hasil belajar Metode Statistika statis. Aspek pengetahuan. 2013) selanjutnya yang lebih tinggi. dan (4) Melakukan penilaian. Kemampuan Awal Matematika (KAM). Kusumawati (2007) perguruan tinggi swasta (PTS) kota Palembang. pembelajaran Blended learning yaitu: (1) penggunaan abtraksi (ide. dan (3) Aspek aplikasi. dengan internet sebelum pembelajaran tatap Berpedoman pada latar belakang yang muka dilaksanakan. penilaian dapat dilakukan pada pertemuan tatap muka berupa quiz. merupakan tipe hasil yang mungkin tidak tersedia bagi seluruh belajar kognitif terendah. dosen mempersiapkan teknis) pada situasi kongkret atau situasi materi pembelajaran yang diintegrasikan khusus. Sebelum dilakukan penelitian kedua kelas ini kemampuan yang dimiliki oleh mahasiswa terlebih dahulu diuji kesetaraannya dengan tes setelah ia menerima pengalaman belajarnya. pemahaman dan aplikasi. pembahasan METODE PENELITIAN soal quiz dan diskusi dapat dilakukan pada kelas Penelitian ini merupakan penelitian online. Data Slameto (2010) menambahkan bahwa hasil hasil belajar mahasiswa dikumpulkan melalui belajar merupakan perubahan tingkah laku yang tes yang terdiri dari 5 soal uraian. (2) Membimbing telah dikemukakan sebelumnya. (2) Aspek mengemukakan empat tahap yang dapat pemahaman. dan (4) Proses pembelajaran online belajar kognitif tersebut sebagai berikut: (1) tergantung dari teknologi yang masih mahal. mengetahui besarnya peningkatan hasil belajar 157 . latihan bisa daripada mahasiswa yang mendapat diberikan dalam pertemuan tatap muka untuk pembelajaran biasa? memperjelas materi yang telah dipelajari. model pembelajaran Blended learning. Beberapa kajian yang telah nonekuivalen atau Nonequivalent Pre-Test and dilakukan sebelumnya tentang implementasi Post-Test Control. yang dikaji dalam penelitian ini dibatasi pada Data tes hasil belajar dianalisis dengan ranah kognitif yang terdiri dari 3 aspek yaitu. pada salah satu hasil belajar mahasiswa.

31 Skor maksimal ideal : 20 Tabel 3.685 0. H0 Blended learning 0.824 Diterima H0: Data berdistribusi normal Tabel 4. Uji Perbedaan Rerata Data KAM Kelas Sig. Selanjutnya dilakukan uji asumsi. 3 < g  0. Uji Normalitas Data KAM Pembelajaran N K-S Sig.7 Sedang g  0. sehingga homogen maka untuk mengetahui kesetaraan H0 diterima. H0 Blended learning 24 0.629 0. Matematika (KAM) Mahasiswa yaitu uji normalitas dan uji homogenitas varians Tes KAM digunakan untuk mengetahui data KAM yang hasilnya dapat dilihat pada kesetaraan subjek sampel penelitian. Deskripsi Data Kemampuan Awal Tabel 2. H0 Lavene Blended learning 24 0. Kategori n-gain (g) n-Gain (g) Interpretasi g > 0.3 dapat dilihat nilai probabilitas (sig.12 2. Untuk uji homogenitas parametrik yaitu uji t.7 Tinggi 0.640 Diterima Biasa H0: Tidak terdapat perbedaan rerata antar kelompok data 158 .181 0. Ringkasan hasil uji t pada Tabel 4 diketahui bahwa data KAM juga dapat dilihat pada Tabel 5. Dengan data KAM kelas Blended learning dan biasa demikian karena data berdistribusi normal dan lebih besar dari taraf signifikasi 0.05.) berarti bahwa varians data homogen.737 Diterima Biasa 25 0. Ini berarti data tersebut rerata dua kelas tersebut digunakan statistik berdistribusi normal. Tabel 1. Tabel 3 dan Tabel 4.3 Rendah HASIL PENELITIAN DAN Rangkuman hasil analisis deskriptif data KAM PEMBAHASAN berdasarkan pembelajaran disajikan pada 1. Tabel 5.41 2.672 Diterima Biasa 25 H0: Varians data antarkelompok homogen Dari Error! Reference source not lebih besar dari taraf signifikansi 0.08 Biasa 25 7 16 11. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 Metode Statistika dilakukan dengan dengan interpretasi kategori n-gain seperti menghitung besar peningkatan dengan rumus pada tabel berikut: gain ternomalisasi (n-gain) dari Hake (1999). Uji Homogenitas Data KAM Pembelajaran N Statistik Sig. Tabel 2.05 ini juga found. Statistik Deskriptif Data Tes KAM Skor Simpangan Pembelajaran N Rerata Min Maks Baku Blended learning 24 8 16 11.

pembelajaran blended learning adalah sebesar 2.36 0.44 9.71 dan termasuk dalam kategori sedang. sehingga H0 mahasiswa dapat dilihat pada Gambar 1.15 S 1. Pretes Postes <g> n Stat. aplikasi.34 2.23 Skor Maksimal Ideal = 20 Gambar 1. Rata-rata sampel memiliki kemampuan awal matematika peningkatan hasil belajar mahasiswa pada yang sama. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 Tabel 5 menunjukkan bahwa nilai sig.39 kesimpulan bahwa mahasiswa pada kedua kelas sedangkan mahasiswa yang mendapatkan pembelajaran biasa sebesar 9.21 24 25 S 1.35 0. Statistik Deskriptif Data Hasil Belajar Mahasiswa Pembelajaran Blended Learning Pembelajaran Biasa N Stat. Grafik Pretes. Hasil ini memberikan pembelajaran blended learning sebesar 15.39 0. dan Statistik deskriptif data hasil belajar rerata peningkatan hasil belajar mahasiswa Metode Statistika mahasiswa dapat dilihat pada pembelajaran biasa adalah 0. aspek pemahaman dan aspek 2. diterima.05.00 15.61 3. termasuk dalam kategori rendah . tidak terdapat perbedaan Pada Tabel 6 terlihat bahwa rata-rata postes yang signifikan pada rerata data KAM kelas keseluruhan mahasiswa yang mendapatkan sampel penelitian. Artinya.71 6.36. lebih postes dan peningkatan hasil belajar besar dari taraf signifikasi 0.21 dan pada Tabel 6. Pretes Postes <g> 5.33 0. Tabel 6. Postes dan Peningkatan Hasil Belajar Mahasiswa Hasil belajar mahasiswa dibatasi pada ranah mahasiswa berdasarkan aspek kognitif untuk kognitif dengan 3 aspek yang diukur yaitu aspek masing-masing kelas dapat dilihat pada Gambar pengetahuan. Adapun data postes hasil belajar 159 . Sedangkan grafik pretes. Deskripsi Data Hasil Belajar Mahasiswa 0.

386 Diterima H0: Data berdistribusi normal Tabel 8. 160 . Hasil uji t dapat dilihat pada Tabel mahasiswa berdistribusi normal dan homogen.380 0. Hasil Postes Aspek Kognitif Mahasiswa 3. Uji Normalitas Data Peningkatan Hasil Belajar Mahasiswa Pembelajaran N K-S Sig.905 0. Mahasiswa Pengujian hipotesis tersebut diawali dengan melakukan uji prasyarat terlebih dahulu yaitu Untuk mengetahui apakah peningkatan uji normalitas dan homogenitas data hasil belajar mahasiswa yang mendapat peningkatan hasil belajar. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 Gambar 2. 9. H0 Blended learning 24 0.798 Diterima Biasa 25 0.072 Diterima Biasa 25 H0: Varians data antarkelompok homogen Berdasarkan Tabel 7 dan Tabel 8 oleh karena itu pengujian hipotesis dilanjutkan diketahui bahwa data peningkatan hasil belajar dengan uji t. diajukan hipotesis sebagai berikut: mahasiswa yang mendapat pembelajaran blended learning memperoleh peningkatan hasil belajar lebih baik daripada Tabel 7. Analisis Data Peningkatan Hasil Belajar mahasiswa yang mendapat pembelajaran biasa. H0 Lavene Blended learning 24 3. pembelajaran biasa. Uji Homogenitas Data Peningkatan Hasil Belajar Mahasiswa Pembelajaran N Statistik Sig. Hasil uji normalitas pembelajaran blended learning lebih baik dan homogenitas dapat dilihat pada Tabel 7 dan daripada mahasiswa yang mendapat Tabel 8.646 0.

Dengan demikian dapat disimpulkan dosen. mahasiswa dapat mahasiswa yang mendapatkan pembelajaran menerima sumber belajar yang lebih banyak blended learning dan yang mendapatkan dan terarah melalui pembelajaran online. learning lebih baik daripada mahasiswa yang sebagaimana yang diungkapkan oleh Azizan mendapat pembelajaran biasa. Uji Perbedaan Rerata Data Peningkatan Hasil Belajar Mahasiswa Pembelajaran t Sig.05 sehingga hipotesis nol ditolak. Dari Tabel 9 terlihat bahwa nilai pada tahap-tahap pelaksanaan pembelajaran signifikansi statistik uji-t sebesar 0. komunikasi dan pembelajaran blended learning secara kolaborasi antara dosen dan mahasiswa dalam signifikan lebih baik dalam meningkatkan hasil pembelajran.05. Tayebinik & Puteh. yang belum diajarkan di kelas tatap muka. diketahui bahwa mahasiswa telah menyediakan Dengan kata lain melalui pembelajaran blended 161 . Pada pembelajaran biasa pada taraf signifikansi α = tahap pembimbingan yang dilakukan oleh 0.000 Ditolak Biasa H0: tidak terdapat perbedaan rerata antar kelompok data Apabila diperhatikan secara seksama. pengalaman belajar yang efektif dan efisien. Komunikasi dalam pembelajaran belajar mahasiswa. pembelajaran tatap muka) pada forum diskusi 2012) model ini memberikan kesempatan online untuk pokok bahasan analisis korelasi kepada mahasiswa untuk mendapatkan dapat dilihat pada Gambar 3. H0 Blended Learning 9. Cuplikan tampilan forum diskusi online Berdasarkan cuplikan diskusi mahasiswa yang waktu untuk belajar di rumah. Model pembelajaran blended learning salah satunya dilakukan dalam blended learning dapat meningkatkan hasil forum diskusi online. dengan materi dilakukan secara online pada forum diskusi. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 Tabel 9.000. Nilai Blended learning terdapat beberapa hal yang signifikansi ini lebih kecil dari taraf signifikansi dapat membantu mahasiswa dalam 0. Cuplikan diskusi belajar mahasiswa karena menurut Garrison & mahasiswa (yang dilakukan sebelum Kanuka (Hapizah 2015. mahasiswa mempunyai lebih banyak bahwa peningkatan hasil belajar mahasiswa waktu untuk berkomunikasi dengan dosen dan yang mendapatkan pembelajaran blended berkomunikasi dengan teman sekelasnya. Gambar 3. bahwa terdapat perbedaan yang signifikan 2013) menyebutkan bahwa pada tahap antara rerata data peningkatan hasil belajar pemberian informasi.404 0. Seidl (Suryani. (2010) yaitu blended learning dapat Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa meningkatkan interaksi sosial. Ini berarti meningkatkan hasil belajarnya.

selain itu dosen juga dapat mengoreksi apakah tugas yang dibuat oleh mahasiswa itu merupakan pekerjaan sendiri atau hanya menyalin pekerjaan temannya. Salah satu contoh sistem ini dalam blended learning yang dilaksanakan Gambar 4. 2010) sistem penilaian online ini sangat efektif dalam pembelajaran. Selain itu. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 learning ini. Tugas mahasiswa online diunggah oleh mahasiswa sebelum tatap muka. Kelebihan pembelajaran blended learning lainnya adalah model pembelajaran ini mampu memberikan evaluasi terhadap kemampuan mahasiswa sebelum pembelajaran tatap muka dimulai. tugas yang berupa lembar kerja mahasiswa yang harus dilakukan secara individual dan batas waktu pengumpulan tugas online. Contoh tugas yang diunggah mahasiswa untuk pokok bahasan Anova 1 jalur dapat dilihat pada Gambar 4. dosen dapat memantau mahasiswa mana yang telah mengumpulkan dan yang tidak mengumpulkan tugas tepat pada waktunya. contoh sederhana dari diskusi yang mahasiswa lakukan adalah dengan bertanya tentang hal-hal yang belum dimengerti terkait materi yang dipelajari. mahasiswa dikondisikan untuk belajar mandiri. Tindakan lanjutan dapat diambil dosen dalam pembelajaran tatap muka selanjutnya. Pada saat pengumpulan tugas online. Menurut Abraham (Razali & Yahya. Mulai dari materi yang diunggah. Cuplikan jawaban tugas online dalam penelitian adalah tugas online. fasilitas forum diskusi online ini membantu mahasiswa untuk aktif berdiskusi. 162 . Pada tahap ini dosen dapat menentukan materi atau pokok bahasan mana yang masih belum bisa dipahami oleh mahasiswa dan menentukan pula mana mahasiswa yang memiliki kemampuan tinggi atau sebaliknya.

(Versi Elektronik). Jakarta: Rineka Tersedia: Cipta.. et al./Peningkatan%20Kemandirian%20d Saran an%20Hasil%20Belajar%20Mahasiswa Adapun saran peneliti terkait dengan hasil %20pada%20Pembelajaran%20Matema penelitian yaitu (1) dosen dapat menerapkan tika%20Ekonomi%20melalui%20Model pembelajaran blended learning dalam upaya %20Pembelajaran%20Online.Sc.pdf Tersedia: Vernadakis. Tersedia: learning lebih baik daripada mahasiswa yang http://staff. N. S. comparative analysis with traditional and tidak hanya terpaku pada pembahasan materi fully online graduate courses. A..physics. Tersedia: Opportunities and Threats of Blended https://arxiv.pdf. (1999). Mempengaruhinya.uny. M.P. (2013). 163 .nih. 5(2). & Yahya. Procedia Hapizah.%20M . 439-443 Penalaran Matematis. 1- http://www. Peningkatan Kemampuan Technology.gov/pmc/articl and Traditional Instruction in Students’ es/PMC4071729.semanticscholar. H. Blended Learning in Higher Slameto. (2007). (2014). N. Tayebinik. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 Simpulan dan Saran Kusumawati. Komunikasi Matematis. & Vaughan. R. untuk meningkatkan hasil belajar mahasiswa (2) Razali. Disertasi.ac. & Puteh.my/14929/1/Blended_ b) diskusi pada pembelajaran online hendaknya Learning.indiana. N. Indonesia. R. Hake. (2010). R.edu/. http://eprints. F. (2012). (2010). Bandung: Remaja c.org/9c32/77 Sudjana. Analizing Change/Gain Scores. 306. Performance. principles and guidelines. Peningkatan Simpulan Kemandirian dan Hasil Belajar Berdasarkan hasil penelitian diperoleh Mahasiswa pada Pembelajaran simpulan bahwa peningkatan hasil belajar Matematika Ekonomi Melalui Model mahasiswa yang mendapat pembelajaran blended Pembelajaran Online. N. Strengths Weaknesses Learning or E-learning?. Bandung: SPs UPI. Azizan. Suryani. Blended peneliti lain ataupun dosen yang akan Learning: Overcome the weakness of e- menerapkan pembelajaran blended learning learning and traditional approach. D.nlm. enelitian/Rosita%20Kusumawati.pdf Rosdakarya. disarankan untuk: a) memberikan banyak waktu Tersedia: untuk mamantau kegiatan pembelajaran online.4085. (2010).S.pdf juga mengarah pada pengembangan kemampuan Rovai.id/sites/default/files/p mendapat pembelajaran biasa. Volume 1..utm. D. Blended matematis mahasiswa (misalnya kemampuan Learning and Sense of Community: A penalaran atau pemecahan masalah matematis). Z. The Impact of Blended http://www. (2012). 1-12. & Jordan. (2008). N. sdi/AnalyzingChange-Gain. Volume 1.M. (2008). M. International Journal of Tersedia : Education and Research.ncbi. International Review of Research in Daftar Pustaka Open and Distance Learning. Solo. (2004). dan Kemandirian Belajar Mahasiswa Calon Guru Matematika Melalui Blended Learning dengan Strategi Probing-Prompting. Improving Quality of Blended Learning in Higher Education : Learning at University Through Framework. Application of Blended Learning : a case San Fransisco : Josey-Bass study at sebelas maret university..org/ftp/arxiv/papers/1306/1 Learning: Students’ Perceptions. Blended Hande. Penilaian Hasil Proses d83acc61d0f30d79c8dd4a999720d38b3 Belajar Mengajar. (2015). Belajar dan Faktor-faktor yang Education Institution in Malaysia. yang dipelajari. https://pdfs. 12. Garrison.M.pdf.

hal-hal konkrit . dan segala macam benda yang digunakan untuk Fisika merupakan ilmu dimana memperagakan materi pelajaran. Alat peraga dipelajari konsep-konsep gejala-gejala alam disini mengandung pengertian bahwa segala dan bersifat abstrak.1 Volt. Alat peraga kurikulum agar dapat mempengaruhi siswa dalam mengajar memegang peranan penting mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Arus listrik yang dihasilkan rendah yaitu berkisar antara 0.5 . dipandang. Hal ini jika dijelaskan pada sesuatu yang masih bersifat abstrak.com Kata Kunci ABSTRAK Alat peraga Belajar aktif perlu diterapkan kepada siswa agar dapat Arus listrik mengembangkan karakter peserta didik. kentang. dan bermutu. nanas. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 PENGGUNAAN BAHAN ORGANIK SEBAGAI ALAT PERAGA SEDERHANA PADA MATERI ARUS LISTRIK SEARAH Patricia Lubis Dosen Fisika Universitas PGRI Palembang patricia_lubis@yahoo. 2013:24). sehingga aman untuk digunakan pada tingkatan Sekolah Menengah Pertama. Dalam hal ini. Pendidikan merupakan salah satu Salah satu media pembelajaran yang dapat upaya untuk meningkatkan kualitas sumber membantu menjelaskan konsep-konsep fisika daya manusia. dimana pembelajaran membawa konsep-konsep dari materi yang merupakan suatu kegiatan melaksanakan dipelajari (Wicaksoni. tentunya pembelajaran juga harus 2013:99). siswa diharapkan dapat memahami bahwa bahan organik dapat menghasilkan arus listrik. Untuk yaitu sebagai alat bantu untuk menciptakan memperoleh hasil pembelajaran yang proses belajar mengajar yang efektif (Sudjana. seperti apel. Salah satu cara untuk Bahan organik dapat meningkatkan belajar aktif dengan cara penggunaan alat Elektrolit peraga. belimbing dan salak. maksimal. Untuk menciptakan minat belajar Dalam pembuatan dan pengembangan alat siswa terhadap pelajaran fisika maka diperlukan peraga IPA ada beberapa kriteria penting yang suatu media pembelajaran yang dapat harus diperhatikan. Siswa Sekolah Menengah dapat dijangkau dengan pikiran sederhana dan masih dalam tahap perkembangan yang perlu dapat dilihat. Penggunaan alat peraga arus listrik menggunakan bahan organik masih belum diperkenalkan pada siswa. Kemendikbud (2011:7) membantu agar proses pembelajaran menjadi menjelaskan kriteria dalam pembuatan dan 164 . efektif dan efisien. Selain itu bahan organik yang digunakan adalah bahan yang tidak mengandung racun atau bahan berbahaya lainnya. Agar penyelenggaraan yaitu dengan menggunakan media bantu dalam pendidikan berhasil menciptakan sumber daya pembelajaran seperti menggunakan media manusia yang berkualitas maka pembelajaran (media model) berupa alat penyelenggaraanya harus dikelola dengan baik peraga. respon siswa untuk menerima pelajaran. dan dirasakan. PENDAHULUAN mudah. Alat peraga merupakan media Proses pendidikan dapat dilalui melalui pembelajaran yang mengandung atau proses pembelajaran. Menurut Azhar Arsyad (2015:9 ) alat maksimal mulai dari materi yang diberikan dan peraga adalah media alat bantu pembelajaran. Alat peraga dalam pembelajaran Fisika khususnya pada arus listrik searah masih menggunakan bahan-bahan anorganik seperti baterei dan aki. Bahan organik yang dapat dimanfaatkan adalah buah-buahan. menyenangkan. kemudian siswa Sekolah Menengah Pertama akan dikonkretkan dengan menggunakan alat agar mengalami kesulitan.

atau 2. selnicad. Akumulator berbahaya ketika digunakan. karena TEORI dalam bentuk cair atau larutannya zat Berdasarkan arus yang dihasilkan sumber arus elektrolit terurai menjadi ion. Sumberarus DC (Direct Curent) membuat baterai dari buah-buahan yaitu adalahsumberaruslistrik yang belimbing. tinggi ke titik berpotensial rendah. mudah 3. Contoh: accumulator. Elektrolitadalahzatkimia yang meningkatkan pemahaman siswa. Dalam buah apel terdapat cairan asam yang dapat berfungsi sebagai elektrolit. Misalnya : Alat peraga initerdiri dari 3elemen yaitu elemen Generator. meningkatkan motivasi peserta b. diperlukan untuk mempertahankan muatan elemendaniel. nanas. Dispolarisator terbuat dari mangan memperjelas/menunjukkan konsep dengan dioksida (MnO2) lebih baik. salak. Agar arus Berdasarkan sifat bahan yang digunakan terus mengalir dalam rangkaian harus ada alat elemen dibedakan menjadi : yang dapat mempertahankan beda potensial a. menarik. kering. tidak elektrolitnyaberupacairan. listrik yaitu apel. listrik terus mengalir secara kontinyu. Misalnya diukur tegangan nya melalui multimeter. Elemenbasahyaituelemen yang didik. dan kentang dan menghasilkanarussearah. diminta. nanas. Sumber kimia didalamnya tidak dapat diperbaharui gaya gerak listrik adalah suatu alat yang dapat lagi. elemen basah dan elektrolit dengan b. gerak atau energi habis tidak dapat dimuati lagi atau diisi lagi bentuk lain ke bentuk energi listrik yang (sekali pakai). Elemen primer adalah elemen yang reaksi yang disebut sumber gaya gerak listrik. kehidupan sehari-hari sebagai pengganti asam sulfat. dapatmenghantarkanaruslistrik. Sumberarus AC (Alternating Curent) listrik. maka alat peraga timbal dan timbal dioksida. sehingga jika energi listriknya telah mengubah energi kimia. Kutub positif ( anode) terbuat dari berikut:Bahan mudah diperoleh (diantaranya batang karbon dengan memanfaatkan limbah. belimbing. Elemenkeringyaituelemen yang yang digunakan pada alat peraga sumber arus elektrolitnyaberupacampuranseperti pasta. Ion adalah dibedakan menjadi : atom atau gugus atom yang bermuatan a. 165 . daya disebut juga elemen basah. Kutub negatif ( katode ) terbuat dari dibeli dengan harga relatif murah). elemenkering (baterai ). c. Elemenadalahsumberaruslistriksearah Aruslistrikmengalirdalam suatu rangkaian yang berasaldarireaksikimia. salak. Bagian kentang utama elemen kering adalah : a. dan Elemen kering disebut juga baterai. Larutan elektrolit terbuat dari amonium dalam perakitannya (tidak memerlukan klorida (NH4Cl) keterampilah khusus). :elemen . Contoh :elemenvolta. b. apel. dinamosepeda. adalahsumberaruslistrik yang menghasilkanarusbolak-balik. Terdapat ergilistriknyatelahhabisdapatdiisiulang beberapa bahan yang bisa ditemukan di dalam (dicharge). Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 pengembangan alat peraga yaitu sebagai 1. Berdasarkan hal ini. karena adanya beda potensial antara dua titik Ketikadigunakanelemenmengubahenergik dalam rangkaian yaitu dari titik berpotensial imiamenjadienergilistrik. Akumulator tahan alat cukup baik (lama pakai). mudah seng dalam perancangan dan pembuatannya. akurasi cukup dapat diandalkan. Elemensekunderadalahelemen yang Untuk membuat alat peraga arus listrik reaksikimia di berbahan dasar organik tidak beresiko seperti dalamnyadapatdiperbaharuisehinggajikaen penggunaanlarutan asam sulfat. Bahan organik a. mudah dioperasikannya. sederhana dapat dibuat oleh guru untuk c. Berikut ini akan dijabarkan beberapa Berdasarkan bentuk bahan elektrolit yang bahan dan alat alat yang digunakan untuk digunakan: membuat sel volta sederhana. inovatif dan terdiri atas pasangan-pasangan keping kreatif. 4.

kemampuan timbangan. kesesuaian alat peraga dengan lingkungan belajar. ketertarikan 166 . seng berukuran sekitar 5 cm. kemudahan alat peraga dalam praktik belajar pembelajaran. kemampuan Produk yang alat dan bahan terdiri dari gelas alat peraga dalam menarik perhatian siswa.8 tinggi. buah-buahan yaitu apel. air/ aquades. mengingat informasi. yang kemudian dicairkan dengan pengembangkan dari buah-buahan tersebut menggunakan aquades. Belimbing bisa menghantarkan listrik tembaga dan menghidupkan sebuah lampu hanya seng dengan menggunakan gelas tanah. Menurut penelitian kentang mengandung Cairan air dan garam. e. Gambar 1. 40 ml hingga 50 ml. alternatif yang mudah didapat. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 b. tembaga yang berukuran kemampuan alat peraga untuk dapat sekitar 5 cm. lem. efisiensi alat peraga dalam kaitannya dengan tenaga. c. ukur berukuran 50 ml. kemampuan alat peraga sebagai alat bantu pencapaian indikator/tujuan pembelajaran.05 volt. belimbing dan salak yang telah untuk mengulang apa yang dipelajari. 20 ml. alat peraga untuk alat bantu memahami dan multimeter. Kesesuaian waktu yang tersedia dalam pembelajaran dengan kemudahan pengoperasian alat peraga. efisiensi alat peraga dalam kaitannya dengan biaya. kemampuan alat peraga dalam menggalakkan latihan yang serasi. Arus buahan tersebut tumbuh di Indonesia sangat listrik yang dihasilkan pun bervariasi dari 0. dapat alat peraga dengan karakteristik alat peraga. d. Salak dapat menghasilkan listrik karena bersifat asam. seperti pada gambar 1. Sehingga. sehingga buah yang bersifat dapat menjadi elektrolit. dikumpulkan. serta lempeng tembaga dan seng sebagai elektroda. 30 ml. menciptakan rasa senang siswa. Alat Peraga Arus listrik searah Cairan buah ini merupakan hasil dari Berdasarkan hasil penelitiandiatas. kesesuaian praktisi layaknya baterai. kesesuaian alat peraga dengan karakteristik siswa. kemampuan alat peraga dalam PEMBAHASAN mengembangkan motivasi siswa. dimana suatu garam buah apabila bereaksi dengan air akan menjadi larutan garam yang dapat menghasilkan listrik atau disebut dengan larutan elektrolit. kemampuan alat peraga kentang. dikembangkan sebagai salah satu energi kemampuan alat peraga sebagai sumber belajar. Adapun bentuk sebagai sumber energi alternatif dan pengenceran buah dengan aqudes sebanyak 10 seterusnya dikembangkan karena potensi ml. Sehingga nantinya setelah hingga 1. nanas. jus belimbing. blender. kemampuan alat peraga untuk umpan balik dengan segera. energi listrik alternatif ini dapat Pada seluruh indikator yaitu kesesuaian alat dikemas dalam bentuk produk energi yang peraga dengan tujuan pembelajaran. ekstrak buah. Buah nanas terdapat cairan asam yang multimeter dapat berfungsi sebagai elektrolit. berkembang. kemampuan alat peraga sebagai stimulasi belajar. keamanan alat peraga bagi siswa.

Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 siswa ketika belajar dengan memanfaatkan alat Daftar Pustaka peraga yang dikembangkan. kemampuan alat peraga aterai dari buah salak diakses tanggal 29 Juni dalam memicu kreativitas siswa. alat peraga untuk mengaktifkan siswa dalam Sudjana. alat Maftukhin.b memahami informasi. diakses tanggal 29 Juni 2016 kemampuan alat peraga membantu siswa http://nasional. Jurnal Pendidikan Fisika FPMIPA UPI (online) pengemb alat peraga pemb Simpulan fisika. sedang diajar dinilai sangat valid oleh Sutrisno.id/2010/05/05 secara berulang-ulang. 2013. Radiasi. H T. peraga menciptakan rasa senang siswa.ac. 2011. kemampuan alat peraga untuk dapat digunakan http://ulfamfadli. Bunyi Kelas XII SMA. kemampuan alat peraga tinjauan pustaka dari asam buah menjadi dalam menciptakan motivasi belajar siswa. 2013. Pengembangan Alat peraga ini dapat dijadikan alternatif batere. pengguna. Dasar-dasar Proses Belajar membangun pengetahuan sendiri dan Mengajar. Pdf diakses tanggal 12 Mei 2016.com/read/2008/07/07. Media Pembelajaran. listrik. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. Pengembangan Alat Peraga. Alat peraga ini dapat digunakan sebagai media Wicaksoni. Selain itu.kompas. Bandung: Sinar Baru kesesuaian alat peraga dengan dunia siswa yang Algensindo. kemampuan 2016. Peraga Selain itu jika dikembangkan lebih lanjut.blog. alat Resonator Sebagai Alternatif Media peraga ini dapat bermanfaat sebagai salah satu Pembelajaran pada Materi Gelombang energi alternatif bagi masyarakat. 2015.uns. Jurnal Universitas Muhammadyah Purworejo. E S Kurniawan & H A pembelajaran arus listrik searah. kemampuan alat Azhar Arsyad. 167 . Volume 3. Nomor 2: 24-144.

Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS LECTORA INSPIRE DALAM PEMBELAJARAN FISIKA Dasmo. Metode TI yang dikembangkan mulai meluas.0 dengan persentase sebesar 80 % dengan kategori “kuat”. Hal lain yang juga mempengaruhi komprehensif. menggunakan metode konvensional. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa media pembelajaran interaktif berbasis lectora inspire layak digunakan sebagai media pembelajaran fisika berdasarkan penilaian oleh validator. dunia pendidikan senantiasa terlalu banyak rumus. interaktif dan sehari-hari. Ini berarti respon siswa positif terhadap media pembelajaran lectora inspire. Irnin Agustina Dwi Astuti. Namun demikian. Implementation dan Evaluation). Kondisi ini terjadi karena bergerak maju secara dinamik. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Obyek penelitian ini adalah media pembelajaran interaktif berbasis Lectora Inspire yang dirancang sesuai dengan standar kompetensi pada kurikulum 2013.50 termasuk pada kriteria “layak” untuk digunakan dan hasil penilaian ahli media memperoleh rata- rata skor 2. pelajaran fisika harus memaknai hukum-hukum alam dengan segala didesain sedemikian rupa melalui media keteraturannya sehingga membentuk alam pembelajaran interaktif agar siswa dapat lebih semesta yang sempurna. Design. Pada hakikatnya yang berakibat terhadap penurunan prestasi fisika merupakan ilmu yang mengajarkan kepada belajarnya. Metode ini dunia pendidikan sudah semakin canggih. memahami.89 termasuk pada kriteria “layak” untuk digunakan. manusia untuk mengetahui. fisika tertarik dalam belajar. mata pelajaran Seiring dengan kemajuan sistem Teknologi IPA khususnya fisika masih dianggap sulit dan Informasi (TI). media pembelajaran yang dapat memvisuali- Berdasarkan hasil wawancara dengan sasikan konsep fisika yang masih abstrak. pembelajaran ini membuat siswa jenuh dalam bahkan akhir-akhir ini perkembangan TI dalam memahami konsep-konsep fisika. Ria Asep Sumarni Universitas Indraprasta PGRI amo0903unindra@gmail. khususnya untuk siswa masih menganggap fisika sebagai konsep menciptakan media. Hasil penilaian ahli materi memperoleh rata-rata skor 3. siswa SMP Negeri 252 Jakarta. sektor pendidikan kesulitan siswa dalam belajar fisika adalah model harus mampu memanfaatkan TI untuk pembelajaran yang dilakukan guru masih mengembangkan sistem pendidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Research and Development (R&D) dengan proses pengembanganya menggunakan model ADDIE (Analysis. PENDAHULUAN juga membuat proses berpikir kreatif siswa Fisika merupakan bagian dari sains atau menjadi rendah terhadap masalah-masalah fisika. Pembelajaran fisika masih saja dipandang sebagai mata pelajaran sebaiknya dilakukan dengan menghadirkan yang sulit bagi siswa. Respon siswa terhadap media pembelajaran interaktif berbasis lectora inspire diperoleh rata-rata 4. Oleh karena itu. dan Atas dasar itu. Development. metode dan materi abstrak dan sulit dihubungkan dengan kejadian pendidikan yang semakin menarik.com Kata Kunci ABSTRAK Lectora Inspire Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media Media Pembelajaran pembelajaran interaktif berbasis Lectora Inspire dalam Fisika pembelajaran fisika. Media 168 .

peneliti melakukan mutu teknis”. situasi dan METODE PENELITIAN kondisi. dan 4) menyampaikan informasi dan pesan pem. 2) meningkatkan efisiensi Media pembelajaran adalah sebuah alat yang proses pembelajaran. dan presentasi bertahan. 169 . dan media berbasis lectora inspire. Hasil penelitian tersebut menyimpulkan bahwa dan soal evaluasi interaktif. “kriteria yang pengembangan konten e-learning yang harus diperhatikan di antaranya adalah dikembangkan oleh Trivantis Corporation. materi pembelajaran result that Computer Assisted Instruction was dapat dikemas secara praktik dan menarik. praktis. pengelompokkan sasaran. suatu media pembelajaran fisika berbasis lectora lajaran tradisional dalam fisika. penilaian. Tujuan media belajar. media yang dimaksud juga tujuan untuk menghasilkan produk tertentu dan mampu mensimulasikan konsep-konsep materi menguji keefektifan produk tersebut. membantu konsentrasi pembelajar dalam proses belajaran. dan menguji keefektifan produk diperlukan sebuah alat bantu media yang dapat tersebut. Lectora inspire adalah interaktif sudah banyak bermunculan dalam tool (alat) pengembangan belajar elektronik (e- dunia pendidikan. contoh soal dan teaching in students’ achievement in physics”. keterampilan guru dalam dengan cepat dan sederhana”. Berdasarkan menggunakan. “beberapa faktor dan kriteria yang berbasis lectora inspire dalam pembelajaran IPA. audio-visual. pembelajaran. kesesuaian dengan tujuan yang ingin dicapai. Dalam materi pelajaran ini. serta penjelasan tersebut. pembahasannya. serta kualitas teknis”. Sedangkan Winastiti (2012:28) pengembangan media pembelajaran interaktif menjelaskan. Dalam membuat atau menetapkan media Mas’ud (2012: 1-2) mengatakan. 2012). Selain itu. juga dikenal sebagai perangkat lunak Hasil penelitian Tambade dan Wagh authoring. peneliti membuat lebih efektif daripada menggunakan pembe. Menurut Utami (2014:336) media pembelajaran lectora inspire sebagai alat bantu diartikan sebagai suatu perantara atau penyampai pembelajaran adalah: 1) mempermudah proses informasi dari komunikator kepada komunikan. pembelajaran di kelas. kesesuaian program pengajaran. luwes dan pelatihan online. Target/Subyek Penelitian Salah satu perkembangan ilmu Subjek dalam penelitian ini adalah media pengetahuan dan teknologi yang dapat pembelajaran interaktif berbasis Lectora Inspire dimanfaatkan sebagai media belajar yang efektif pada bahasan Tekanan. tersebut. animasi. tertentu. yaitu suatu metode penelitian pendidik hanya menggunakan metode yang digunakan untuk menghasilkan produk konvensional saja. learning). Lectora Inspire mampu membuat kursus mendukung isi pelajaran. Inspire adalah authoring tool untuk Arsyad (2009:15) mengatakan. “Lectora perlu memperhatikan kriteria pemilihan media. pembelajaran dengan menggunakan komputer Atas dasar hal tersebut. inspire yang dapat digunakan siswa sehingga Media adalah segala alat fisik yang dapat dapat mengubah konsep-konsep fisika yang menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk abstrak menjadi lebih nyata. pretty much more effective than traditional karena dapat memuat materi. 3) menjaga relevansi antara berfungsi dan dapat digunakan untuk materi pelajaran dengan tujuan belajar. Jenis penelitian yang digunakan adalah materi tekanan yang berhubungan erat dengan jenis penelitian dan pengembangan (Research kehidupan sehari-hari tidak bisa diajarkan oleh and Development). harus diperhatikan yaitu obyektifitas. sasaran program. Jenis Penelitian Pada mata pelajaran IPA terutama fisika. yang dikembangkan oleh Perusahaan (2011:132) tentang penggunaan komputer Trivantis (Else. Menurut Sugiyono (2011:297) meringkas konsep karena terbatasnya waktu penelitian dan pengembangan (research and sementara materi yang harus disampaikan cukup development) adalah metode penelitian dengan banyak. video pembelajaran. Materi bahan ajar dan efisien dalam pembelajaran fisika yaitu mengacu pada kurikulum 2013. Dengan menggunakan menunjukkan bahwa : ” This research showed the program lectora inspire. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 pembelajaran yang dikembangkan mulai dari dengan membuat media pembelajaran interaktif jenis audio. visual.

terbagi menjadi 2 yaitu: (Analisis). yaitu model media pembelajaran.99 % Kurang Baik / Observasi yang dilakukan adalah dengan Kurang Valid melakukan pengamatan secara langsung tentang 4 0 – 49. Development (pengembangan) Tingkat kelayakan produk hasil penelitian pengembangan diidentikkan dengan presentasi skor. Evaluation (evaluasi) Tabel 1.1 Tahap Pengembangan Pembelajaran No Persentase Keterangan Data. data yang diperoleh yaitu berupa dokumentasi Implementation (implementasi) dan Evaluating foto implementasi. yakni dengan cara menghitung persentase nilai hasil validasi. Implementation (Implemen- lectora untuk validator. Development 1) angket validasi media pembelajaran berbasis (Pengembangan). Instrumen. juga dilakukan pendokumen- yang terdiri dari Analysis (analisis). Penelitian media dan ahli materi dengan tujuan mengetahui pengembangan model ADDIE yang dilakukan kelayakan media pembelajaran sebelum hanya sampai tahap Development (Pengem- 170 . Sementara angket digunakan memiliki 5 tahapan antara lain: Analysis untuk mendapatkan data. Data yang dikumpulkan digunakan sebagai bukti sehingga penelitian Analysis (analisis) pengembangan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 diujicobakan di sekolah dan 2) angket respon Prosedur siswa yang diisi oleh siswa dengan tujuan Prosedur penelitian ini mengadaptasi mengetahui respon siswa setelah menggunakan model pengembangan ADDIE. Alur penelitian media pembelajaran.100 % Baik/Valid Data 2 60 % – 79. data angket validasi ahli. Design (Desain). data respon siswa setelah menggunakan media pembelajaran. 3 50 % . dijabarkan dalam skema berikut. dan Teknik Pengumpulan 1 80 % .99 % Tidak Baik keadaan sekolah yang akan digunakan sebagai (diganti) tempat implementasi produk media pembelajaran. angket. dan dokumentasi. Kriteria Kelayakan Media Gambar 4. Keadaan sekolah yang diamati HASIL DAN PEMBAHASAN berupa fasilitas sekolah. 2013:54). Development (pengembangan).59. pengembangan yang terdiri dari lima tahapan Selain itu. Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan dalam Design (desain) penelitian ini adalah analisis deskriptif. Kriteria dalam mengambil keputusan dalam validasi media pembelajaran lectora dapat dilihat pada tabel 1. data angket pengembangan (evaluasi) (Martha. model pembelajaran Pengembangan media pembelajaran ini yang digunakan dan karakteristik siswa sebagai menggunakan model perancangan ADDIE yang subyek penelitian. Design tasian dengan mengumpulkan dan menyimpan (desain).99 % Cukup Baik/ Cukup Data dalam penelitian ini diperoleh Valid melalui observasi. Semakin besar presentasi skor hasil analisis Implementation data maka semakin baik tingkat kelayakan (implementasi) produk hasil penelitian pengem-bangan. Angket ini diisi oleh ahli tasi) dan Evaluation (Evaluasi).

171 .67 validator. kategori “kuat” dengan persentase 80%. lectora inspire. 2) karena pokok bahasan tersebut membutuhan menambahkan animasi flash pada materi hukum hal-hal yang konkret untuk memudahkan archimedes.89 pada tahap analisis. b. Analysis (analisis).67 bangan tersebut dijelaskan seperti di bawah ini: Rata-rata total 3. Hasil Validasi Ahli Materi sebatas mengembangkan dan menghasilkan suatu No Indikator Rata-rata media pembelajaran yang valid untuk 1. rata gambar dan video yang sesuai dan tepat 1. proses validasi produk. Dari hasil analisis Uji kelayakan media pembelajaran lectora respon siswa terhadap media pembelajaran inspire divalidasi oleh ahli materi yang terdiri diperoleh rata-rata total sebesar 4.0 dengan dari Dosen Fisika Universitas Indraprasta PGRI. 3) memperbesar ukuran font huruf.89 masuk pada pelajaran IPA SMP Negeri 252 Jakarta.44 diimplementasikan berdasarkan penilaian 2. 3) Lembar validasi 2.33 ahli media dan ahli materi. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 bangan). Aspek kebahasaan 3. siswa memahami materi tersebut. diskusi dengan validator dan guru mata Rata-rata perolehan skor adalah 2. Aspek kesesuaian materi 3. Aspek penggunaan 3. 3) merubah c. 3. Ini Berikut adalah analisis data penilaian validasi berarti hampir semua siswa menanggapi respon ahli materi. kemudian peneliti Berdasarkan tabel kriteria analisis data melakukan perancangan (design) media penilaian validasi ahli materi didapatkan rata-rata pembelajaran lectora inspire dan melakukan skor total sebesar 2. karena tujuan penelitian ini hanya Tabel 2. tahap analisis terhadap Berdasarkan tabel kriteria analisis data pengembangan produk yang dilakukan terdiri penilaian validasi ahli materi didapatkan rata-rata dari analisis materi dan analis media skor total sebesar 3. Development. Proses validasi ini Setelah hasil media pembelajaran di revisi dilakukan oleh dosen ahli materi dan dosen kemudian tahap selanjutnya uji coba kelas kecil ahli media.50 masuk pada dihasilkan materi yang membutuhkan bantuan kriteria “layak”. Dari analisis tersebut Rata-rata perolehan skor adalah 3. Aspek pengolahan program 2. Hasil Validasi Ahli Media antara lain yaitu: 1) mendesain aplikasi media No Indikator Rata- pembelajaran berbasis android. pembelajaran. Tahap-tahap penelitian pengem. Desain. guru dapat memberikan Uji kelayakan media pembelajaran lectora penjelasan secara konkret dari materi yang inspire ini divalidasi oleh ahli media. Perbaikan dilakukan Adapun hasil yang diperoleh dari tahap ini berdasarkan saran atau komentar ahli media adalah rancangan skenario pembelajaran dan yaitu: 1) merubah kecepatan pemrosesan storyboard. Berikut bersifat abstrak tersebut.19 dengan materi tekanan). 4) menambahkan intro pembelajaran yang telah dibuat kemudian pembuka dan penutup 5) pemberian suara dikembangkan sesuai media pembelajaran pengantar pada setiap materi dengan volume lectora inspire yang diharapkan melalui yang tinggi. Kemudian diujicobakan pada ke beberapa siswa di SMP Negeri 252 Jakarta siswa SMP Negeri 252 Jakarta untuk melihat untuk mengetahui respon siswa terhadap media respon siswa terhadap media pembelajaran. Perbaikan dilakukan media sebagai alat bantu guru dalam berdasarkan saran atau komentar ahli materi yaitu menyampaikan materi dan siswa untuk belajar 1) menambahkan konsep mengenai tekanan dan mandiri yang dipilih adalah materi tekanan. positif terhadap media pembelajaran lectora inspire. 2) merubah warna huruf. pembelajaran lectora inspire.50 a. 2) Materi. Pada tahap desain yang dilakukan Tabel 3. analisis data penilaian validasi ahli media. program. Setelah didapatkan 3. Dengan 4) soal evaluasi pada no 7 sudah diganti pilihan menggunakan aplikasi media pembelajaran ganda dalam bentuk gambar. kriteria “layak”.50 pada 15 butir pernyataan.89 pada 11 butir pernyataan. Aspek ilustrasi 3. contoh dalam kehidupan sehari-hari. Aspek grafika 3. Pada tahap ini media warna background.17 bahan untuk membuat media pembelajaran Rata-rata total 2.

Rizki Bayu Aji. Membuat Media Pembelajaran Interaktif dengan Lectora. Halaman Materi Pada Media Fatimah. maka saran Lectora Inspire yang dapat disampaikan adalah sebagai berikut.50 pada berbagai elektronik baik komputer. lectora inspire layak digunakan sebagai terdapat animasi flash dan video pembelajaran media pembelajaran fisika berdasarkan yang mampu menarik siswa dalam belajar. 2012. Selain itu. Azhar. 2) lectora inspire yang akan dikembangkan selanjutnya disesuaikan dengan standar kompetensi yang sesuai dengan materi. Halaman Depan Media Pembelajaran pembahasan yang telah diuraikan. Daftar Pustaka Aji. Media pembelajaran interaktif berbasis belajar dimana pun dan kapan pun. Jurnal Kaunia Vol. Halaman Evaluasi Pada Media http://nenyjos. Media penilaian oleh validator. 2001.id/2012/10/me Pembelajaran Lectora Inspire mbuat-media-pembelajaran- interaktif.co.0 dengan persentase 80 % dengan kategori “kuat”. 1) Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan dengan sampel lebih besar untuk melihat pengaruh hasil belajar siswa dengan media pembelajaran lectora inspire. dan Siti Gambar 2. maupun smartphone. Neny. Arsyad. Gambar 3. 1. 2009. Membuat Media Pembelajaran Interaktif Menggunakan 172 . Pengembangan Media Pembelajaran Lectora Inspire Pembelajaran Fisika Berbasis Adobe Flash CS6 Dengan Pendekatan Contextual Teaching And Learning (CTL). Simpulan Ena.html. digunakan dan hasil penilaian ahli media memperoleh rata-rata skor 2. Hasil penilaian ahli pembelajaran lectora ini juga bisa digunakan materi memperoleh rata-rata skor 3.89 termasuk pada kriteria “layak” untuk digunakan di SMP negeri 252 Jakarta. media pembelajaran lectora inspire karena dapat 1. Norma Sidik R. Ini berarti respon siswa positif terhadap media pembelajaran lectora inspire. Jakarta: Rajawali Pers. maka diperoleh simpulan sebagai merasa interaktif belajar dengan menggunakan berikut. Else.blogspot. April 2015/1436: ISSN 1829-5266 (print) ISSN 2301-8550 (online). Siswa pembahasan. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 Ini menunjukkan bahwa respon siswa Berdasarkan analisis dan hasil positif terhadap media pembelajaran. Media Pembelajaran. laptop.. XI No. Ouda Teda. 3) Pembuatan soal evaluasi lebih bervariasi lagi jenis soalnya seperti esei pendek dan benar salah. Respon siswa terhadap media pembelajaran interaktif berbasis lectora inspire diperoleh rata-rata sebesar 4. 2. Diakses tanggal 30 Simpulan dan Saran Agustus 2016. 2015. termasuk pada kriteria “layak” untuk tablet. Saran Berdasarkan hasil penelitian dan Gambar 1.

Assessing the Effectiveness of Computer Assisted Instructions in Physics at Undergraduate Level. 127-136. Winastiti. Popat Savaleram & Wagh. Isti.1. dan Arif Maftukhin. 3.D. 2012. G. Tutorial Lectora 1 Membuat Multimedia Pembelajaran dengan Lectora.No. Mas’ud. 173 . 2011. Yogyakarta: Pustaka Shonif. 2003. Martha. Peningkatan Motivasi Belajar Fisika Melalui Pemanfaatan Media Pembelajaran Animasi Yang Diproduksi Pustekkom Pada Siswa Kelas VIII SMP Setya Budi Purworejo Tahun Pelajaran 2011/2012. Jurnal Radiasi. 26 April 2014 ISSN : 0853-0823. Prosiding Pertemuan Ilmiah XXVIII HFI Jateng & DIY. Eurasian Journal of Physics and Chemistry Education. Vol.A. Analisis dan Desain Aplikasi Multimedia untuk Pemasaran. dan R & D.1.Yogyakarta: Indonesia Language and Culture Intensive Course Universitas Sanata Dharma. Suyanto. 2012. Jurnal Edutech 1(2): 51-60. Desnaeni Dyah.P. Yogyakarta: Andi. 2012. Efektivitas Pemanfaatan Media Pembelajaran Animasi untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Fisika Siswa Madarasah Aliyah Negeri Wonosobo. M. Putu. Yogyakarta. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 Piranti Lunak Presentasi. 2014. 2013. Eko Setyadi Kurniawan. Vol. S. P. Sugiyono. Tambade. Bandung: Alfabeta. Bhiva Gobji. Kualitatif. Muhamad. Wawan.. Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Multimedia Interaktif pada Mata Pelajaran IPA untuk Siswa Kelas VIII Semester 1 di SMP Negeri 3 Singaraja Tahun Pelajaran 2012/2013. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif. Utami.

Kecenderungan pendidikan karakter di mandiri. berakhlak mulia. karakter mahasiswa dapat dilakukan secara terpadu melalui Jujur. daya apresiasi. PENDAHULUAN membangun kompetensi dan kemadirian ilmu Indonesia memerlukan sumberdaya pengetahuan dan teknologi. daya tahan. yaitu bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta memadukan dan mengoptimalkan kegiatan didik agar menjadi manusia yang beriman dan pendidikan informal lingkungan keluarga bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. teknologi atau Olahhati untuk memperteguh keimanan dan seni. skeptisme. dan pendidikan kewarganegaraan dan mata Potensi kuliah lain hanya mengajarkan pengetahuan mahasiswa tersebut dikembangkan melalui: (1) sesuai dengan bidangnya ilmu. dan Untuk memenuhi sumberdaya manusia (4) Olahraga untuk meningkatkan kesehatan. budi nilai-nilai karakter idealnya diintegrasikan di pekerti. ketekunan. yang menyebutkan menyentuh pada tingkatan pengenalan norma bahwa pendidikan nasional berfungsi atau nilai-nilai. cakap. Pendidikan nasional melalui pendidikan karakter terpadu. pembelajaran IPA materi pemanasan global. dan belum pada tingkatan mengembangkan kemampuan dan internalisasi dan tindakan nyata dalam membentuk karakter serta peradaban bangsa kehidupan sehari-hari. daya sebagai pendukung utama dalam pembangunan. Nilai-nilai tersebut muncul dari sisi hakikat IPA.ac. Tulisan ini bertujuan mengemukakan alternatif pembentukan Pendidikan Karakter. RASA INGIN TAHU. Pendidikan karakter Keterbukaan. pendidikan memiliki peran yang kebugaran. yang serikali disebut sikap ilmiah. dan penginternalisasian nilai-nilai ke dalam tingkah laku mahasiswa sehari-hari melalui proses pembelajaran. dan menjadi warga negara yang sekolah dibebankan pada mata kuliah agama demokratis serta bertanggung jawab. dan entrepreneurship. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 PEMBELAJARAN IPA MATERI PEMANASAN GLOBAL UNTUK PEMBENTUKAN KARAKTER MAHASISWA (JUJUR. berilmu. rasa ingin tahu. fasilitasi diperolehnya kesadaran akan pentingnya nilai-nilai. dan kesigapan fisik serta sangat penting. atau moral. tersebut. Salah satu alternatif yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah kehidupan bangsa. yakni integritas. Rasa Ingin Tahu. dan imajinasi. keterbukaan terhadap ide-ide baru. Padahal seharusnya proses pembelajaran ketakwaan. Skeptis secara terpadu di dalam pembelajaran adalah pengenalan nilai- nilai. kreasi. dan nilai sehari-hari yang selaras IPA. KETERBUKAAN. DAN SKEPTIS) Intan Indiati Universitas PGRI Semarang intanindiati@upgris. Hal ini sesuai dengan UU No 20 keterampilan kinestetis. membangun kepemimpinan nilai-nilai karakter ke dalam antar mata kuliah. (2) Olahpikir untuk 174 . kreatif. budaya masyarakat IPA. dengan pendidikan formal di sekolah. kejujuran. membentuk kepribadian dalam setiap mata kuliah atau mengintegrasikan unggul. serta daya ekspresi seni dan budaya. (3) Olahrasa untuk manusia dalam jumlah dan mutu yang memadai meningkatkan sensitifitas. meningkatkan akhlak mulia. antara lain menghargai nilai- nilai kemanusiaan yang relevan dengan pengembangan IPA. sehat. IPA membentuk nilai- nilai tertentu.id Kata Kunci ABSTRAK Pembelajaran IPA. baik yang berlangsung di dalam maupun di luar kelas. Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Pendidikan karakter selama ini baru Nasional pada Pasal 3.

Kebajikan terdiri kebanyakan saintis bersikap skeptis (ragu atas sejumlah nilai. keterbukaan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai terhadap ide-ide baru. berpikir. Beberapa nilai makhluk hidup dan ekosistem di dalamnya? tersebut berbeda dalam jenis atau intensitasnya Apa yang dapat kita lakukan sebagai individu. terjadi?. 
 (virtues) yang diyakini dan digunakan IPA dicirikan oleh keseimbangan sebagai landasan untuk cara pandang. ketekunan. Nilai-nilai itu (YME). akhlak. moral. 175 . dari hasil internalisasi berbagai kebajikan dan imajinasi. Di dalam IPA. rasa ingin tahu. Karakter adalah watak. kejujuran. tabiat. sesama. sehingga pada terbatas pada pengetahuan saja. peraturan/hukum. Seseorang yang akhirnya mahasiswa dapat menginternalisasi memiliki pengetahuan kebaikan belum tentu nilai-nilai tersebut dan menjadi bagian dari mampu bertindak sesuai dengan karakter siswa. perkataan. Interaksi pembelajaran IPA dikembangkan seseorang dengan orang lain keseimbangan antara skeptisme dan menumbuhkan karakter masyarakat dan keterbukaan. dan kebiasaan (habit). Karakter tidak dalam pembelajaran IPA. pula dampak dari pemanasan bumi bagi yang disebut sikap ilmiah. skeptisme. sikap. hukum. adat istiadat. memiliki cukup nilai-nilai perilaku manusia dalam sandang. dan ketekunan. dan pasti akan diverifikasi oleh ilmuwan yang lain. Karakter dikembangkan melalui Nilai-nilai tersebut tidak lain adalah sikap tahap pengetahuan (knowing). dan perbuatan berdasarkan norma. sesama manusia. Bumi sebagai tempat hidup bagi semua norma-norma sosial. dari nilai-nilai kegiatan manusia lainnya. Temuan baru norma agama. atau kepribadian seseorang yang terbentuk keterbukaan terhadap ide-ide baru. Lingkup Materi Pemanasan Global Berdasarkan kajian nilai-nilai agama. dan apa IPA membentuk nilai-nilai tertentu. Karena bersikap. pangan. Melalui dan hormat kepada orang lain. merupakan nilai IPA yang harus dimiliki oleh maupun kebangsaan sehingga menjadi manusia setiap warga negara (values of science for all). lingkungan. diri sendiri. dan seni. telah dijaga keseimbangannya agar generasi masa teridentifikasi butir-butir nilai yang depan tetap dapat menghirup oksigen dengan dikelompokkan menjadi lima nilai utama. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 Mempertimbangkan uraian di atas. Pendidikan Karakter. kesadaran atau kemauan. insan kamil. tata krama. yaitu leluasa. seperti maka makalah ini akan membahas bisnis. masyarakat IPA. pengetahuan. mengapa hal ini dapat serta kebangsaan. budaya untuk pembentukan karakter mahasiswa. yakni integritas. dapat dipercaya. budaya. mahasiswa maupun masyarakat. dan kemanusiaan yang relevan dengan Nilai-nilai Karakter pengembangan IPA. dan skeptisme tersebut. dan prinsip-prinsip HAM. Pembelajaran IPA paling tidak dapat warga sekolah yang meliputi komponen mengembangkan nilai-nilai kejujuran. dan lingkungan mengalami peningkatan. Nilai-nilai tersebut pembelajaran IPA materi pemanasan global muncul dari sisi hakikat IPA. dan papan. antara skeptisme dan keterbukaan. berani bertindak. dan kebangsaan yang tersebut secara produktif akan berguna bagi terwujud dalam pikiran. dengan dilandasi kejujuran dan karakter bangsa. hukum. perasaan. baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa (Rutherford dan Ahlgren. pelaksanaan ilmiah. etika makhluk yang ada di permukaan bumi perlu akademik. 1990). antara lain menghargai nilai-nilai Konsep Karakter. Pada hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa. dan jika temuan tersebut didasarkan atas Pendidikan karakter adalah suatu ketidakjujuran. menikmati air bersih. teori biasanya melalui proses verifikasi. maka penerimaan jujur. jika tidak terlatih (menjadi kebiasaan) untuk melakukan kebaikan tersebut. dan nilai sehari-hari yang selaras IPA. kenyataannya suhu bumi semakin lama diri sendiri. dan norma. cepat atau lambat pasti akan sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada ketahuan. Karakter merupakan nilai-nilai rasa ingin tahu. sesama mahasiswa untuk menyalurkan rasa ingin tahu manusia. dan seyogyanya menjadi tujuan afektif (acting). lingkungan. Pendidikan IPA yang mampu perilaku manusia yang berhubungan dengan menumbuhkan rasa ingin tahu dan mengajarkan Tuhan Yang Maha Esa. apa yang menjadi penyebab?. rasa ingin tahu. seperti terhadap semua teori baru). dan bertindak. diri sendiri. pengetahuannya. kejujuran adalah segala-galanya.

(2) Menyajikan data dan informasi tentang pemanasan global dan memberikan usulan penanggulangan masalah. Kompetensi Dasar di SMA tentang pemanasan global adalah (1) Menganalisis gejala pemanasan global dan dampaknya bagi kehidupan dan lingkungan. Topik Pemanasan global juga dipelajari di SMP/MTs dan SMA/MA. mengungkapkan penyebab apa saja yang memicu pemanasan global dan dampak yang ditimbulkan. ruang lingkup materi yang akan dikaji melalui perkuliahan ini dapat dilihat pada gambar 1 176 . Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 warga negara dan warga komunitas dunia untuk menyelamatkan agar panas bumi tidak terus menhttps://dioneg. serta upaya pengendaliannya. Kompetensi Dasar di SMP yang membelajarkan pemanasan global adalah (1) Mendeskripsikan tentang penyebab terjadinya pemanasan global dan dampaknya bagi ekosistem. Secara garis besar.com/education/character- education-at-schools-in-indonesia/ingkat? Salah satu topik dalam pembelajaran IPA adalah pemanasan global. yang dimaksudkan agar mahasiswa dapat memahami fenomena pemanasan global. (2) Menyajikan ide/gagasan pemecahan masalah gejala pemanasan global dan dampaknya bagi kehidupan dan lingkungan.

keterbukaan. mengubah hal-hal negatif dalam aktivitas sehari-hari sebagai menjadi nilai positif. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 embelajaran IPA Materi Pemanasan Global fase elaborasi. dan penginternalisasian agar mahasiswa memiliki kompetensi sikap nilai-nilai ke dalam tingkah laku peserta didik ilimiah jujur. 5. Mendeskripsikan tentang penyebab menggunakan lagu-lagu dan musik untuk terjadinya pemanasan global dan mengintegrasikan nilai-nilai. merencanakan belajar. Memfasilitasi mahasiswa memiliki rasa pembelajaran di mana setiap fase terdapat fokus ingin tahu dengan memberi kesempatan pembelajaran. menggunakan cerita untuk melakukan pengamatan. dan Kegiatan pembelajaran dirancang dengan mengembangkan kurikulum. percobaan memunculkan nilai-nilai. Menulis makalah dengan tema fase dalam pembelajaran. keterbukaan. pengintegrasian langsung di mana nilai-nilai kakater menjadi bagian terpadu dari IPA. Langkah-langkah langkah-langkah sebagai berikut: pembelajaran IPA merupakan suatu fase 1. menggunakan dampaknya bagi kehidupan drama untuk melukiskan kejadian-kejadian 3. dan menginternalisasi nilai. Semester /Bobot sks: 4 / Ada banyak cara mengintergrasikan 2sks nilai-nilai karakter ke dalam mata Materi Pokok pelajaran IPA. Menunjukkan sikap ilmiah (jujur. rasa dengan kejadian-kejadian serupa dalam hidup ingin tahu. Pada dasarnya kegiatan pembelajaran. dan skeptis) para mahasiswa. dan sehari-hari melalui proses pembelajaran. rasa ingin tahu. Mata Kuliah nilai dan menjadikannya perilaku sehingga : Kapita Selekta IPA mereka memiliki kompetensi sikap. 2. untuk memperoleh gambar dan cerita dan hasil belajar. PEMBELAJARAN 1 selain untuk menjadikan mahasiswa memiliki kompetensi pengetahuan dan keterampilan Fakultas/Prodi yang ditargetkan. Mengidentifikasi cara pengendalian pelayanan. menceritakan kisah dan/atau berdiskusi.1993: 96 . Mendeskripsikan pentingnya yang berisikan nilai-nilai. antara lain: mengungkapkan : Pemanasan Global nilai-nilai yang ada dalam IPA. field trip dan klub-klub atau pemanasan global. Dalam setiap fase Mahasiswa (Jujur. Fisika menyadari/peduli. merencanakan pembelajaran. IPA. fase eksplanasi. kegiatan yang dilakukan pendidik. hidup ahli atau penemu dalam bidang IPA. wujud implementasi sikap dalam nilai melalui diskusi. fasilitasi diperolehnya kesadaran akan pembelajaran (RPP) materi pemanasan global pentingnya nilai-nilai. baik skeptis. mengungkapkan nilai. Berikut ini contoh rencana pelaksanaan nilai. kegiatan yang dilakukan melakukan eksplorasi melalui internet mahasiswa. pada pelaksanaan pembelajaran tersirat nilai Keterbukaan. kelompok kegiatan untuk memunculkan nilai. dalam pembelajaran adalah pengenalan nilai. dan Skeptis) atau karakter yang akan dikembangkan pada Pendidikan karakter secara terpadu di mahasiswa. dilakukan untuk menekan Dalam melaksanakan pembelajaran penebangan hutan. yang berlangsung di dalam maupun di luar RENCANA PELAKSANAAN kelas. dan fase evaluasi (Collette & Untuk Pembentukan Karakter Chiappetta.97). 177 . INDIKATOR perumpamaan dan membuat perbandingan 1. Menulis naskah kampanye yang bisa nilai kemanusiaan. fase eksplorasi. menggunakan pengendalian pemanasan global berbagai kegiatan seperti kegiatan 4. pendidik menggunakan tahap-tahap atau 6. juga dirancang untuk : FPMIPATI/Pendidikan menjadikan mahasiswa mengenal. menggunakan A. Rasa Ingin Tahu. Fase-fase pembelajaran IPA terkait pemanasan global yang terjadi di tersebut mencakup fase menarik perhatian wilayah Indonesia (engagement). Fase pembelajaran “Pandangan Skeptis Terhadap IPA adalah langkah-langkah dalam Pemanasan Global” merencanakan pelajaran.

diperoleh. itupun sebagai 8. Mitigasi reduksi pelepasan karbon dan sebagai sedekah baginya sampai hari konservasi energi kiamat. Memberi kesempatan kepada mahasiswa apabila lautan menjadikan meluap. Sebab jika dilihat membandingkan hasil eksplorasi serta fungsinya. Mitigasi keseimbangan alam. Adaptasi kehidupan terhadap yang lain lagi diterangkan: "Tidaklah pemanasan global
 seseorang muslim itu menanam sesuatu 4. ataupun living.a. tumbuh-tumbuhan. Melakukan diskusi untuk mengambil sedekah baginya. yaitu: kemudian dari hasil tanamannya itu 1. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 2. faktor mengatasi pemanasan global adalah penyebabnya. 6. Meminta mahasiswa duduk dalam tatanan selama ini telah menjadi pelindung kelompok dan menjelaskan kegiatan yang kehidupan bumi. kehidupan di bumi. dan apabila itu semuanya dari riwayat Anas r. Sikap apa yang harus dimiliki melainkan apa saja yang dapat dimakan terkait upaya yang dilakukan tersebut dari hasil tanamannya itu. Melalui model kooperatif tipe disebutkan: "Maka tidaklah seseorang Jigsaw. memiliki sikap seperti tersebut di atas. Dan tidak pula dikurangi tindakan memperlambat atau oleh seseorang lain. setiap kelompok membagi diri muslim itu menanam sesuatu tanaman. bahwa langit telah dijadikan pemanasan global? Faktor apa yang Allah sebagai atap (pelindung) yang menyebabkan pemanasan global? terjaga. "Tiada seorang berdasarkan gambar dan cerita yang muslimpun yang menanam suatu tanaman. melainkan itupun mengendalikan pemanasan global. Meminta mahasiswa berdiskusi dan pada atmosfer bumi. Kelas sebagai sedekah baginya. (QS. binatang. Meminta siswa berdiskusi dan bumi" melalui penanaman pohon membandingkan hasil mencari pengertian merupakan tanggungjawab seluruh umat pemanasan global (elaborasi) manusia sebagai klialifat Allah fi al-ardi. untuk menuangkan rasa ingin tahunya Al-Infithar : 1-3). penanaman pohon tidak 178 . kemudian dari hasil 9. Dalam hal ini dapat dipahami Bagaimana dampak pemanasan global bahwa langit yang dijadikan pelindung dan terhadap kehidupan di bumi? atap tersebut adalah lapisan ozon yang ada 4. misal: Mengapa terjadi Anbiya’ : 32. dan memandang. Hal ini seperti yang dilakukan melalui curah pendapat tentang difirmankan Allah pada al-Qur’an surat al- pemanasan global. dan apa saja hasilnya. Kegiatan nyata untuk memperlambat tanaman." (Hadits dibagi menjadi beberapa kelompok." Dan dalam riwayat Imam Muslim 3. Mendiskusikan secara kelompok. yang tercuri daripadanya. serta dampaknya terhadap “menghijaukan bumi”. Riwayat Muslim). Islam bintang-bintang jatuh berserakan." Berikut adalah apa yang harus dilakukan untuk hadits yang berhubungan dengan menyelamatkan wilayah Indonesia penanaman pohon. green dimakan oleh manusia. melainkan itu adalah sebagai al-Qur’an yang memberikan isyarat sedekah baginya. Dari ayat tersebut dalam bentuk menuliskan beberapa sekiranya sudah bisa dijadikan sebuah pertanyaan terkait yang sudah dibaca dan alasan bahwa akibat adanya pemanasan yang dicatat hasil dari eksplorasi global telah mampu membelah langit yang 3. Kita temukan juga masing-masing kelompok beranggotakan 4 dalam riwayat Imam Muslim yang lain mahasiswa. untuk membahas 4 topik. tidak pula ia menanam sesuatu pemanasan global. maka itu adalah 7. Kewajiban untuk "menghijaukan 5. upaya "wakil Tuhan di bumi. Melakukan penguatan agar mahasiswa tanamannya itu dimakan oleh manusia. ozon melindungi bumi dari curah pendapat untuk memperoleh pancaran sinar ultraviolet yang kesepakatan dalam kelompok tentang dipancarkan matahari. clean technology burung." Imam Bukhari dan tentang pemanasan global yang artinya : Imam Muslim meriwayatkan hadits-hadits apabila langit terbelah. kecuali semuanya itu adalah 2. Salah satu upaya alasan terjadinya pemanasan global. ataupun oleh binatang ataupun oleh apa yaitu dengan menunjukkan salah satu ayat saja. Setiap kelompok mempresentasikan sebagai sedekah baginya.

apabila selalu melakukan seluruh negeri. manfaat diniyah.3. bermanfaat untuk semua sesuai pengamatan
 manusia berupa buah-buahan. kadang juga dimakan 2. Pertama. Tindakan apa saja yang akan Toleransi lain Anda lakukan untuk 179 . Menghormati pendapat orang b. Melakukan evaluasi saat proses 3. serangga. adanya makanan. Tindakan apa saja yang pernah tepat Anda lakukan untuk Peduli 11. Berbeda dengan dirham yang 2 = kadang-kadang. ayam memakan melakukan dari tanaman walaupun hanya sebutir biji saja. Peka terhadap isu lingkungan pengendalian pemanasan global Lingkunga yang terjadi disekitar kampus atau rumah n anda ? 12. Menghindari tindakan menekan penebangan hutan. Menghindari kecurangan pada mahasiswa berupa menulis naskah pelaksanaan ulangan kampanye yang bisa dilakukan untuk 2. Menggunakan alat ukur dengan a. an 10. tumbuhnya 3 = sering. Sikap hidup sehari-hari Bertanggu 6. munculnya sesuai pernyataan dan kadang-kadang perkumpulan kebaikan. Apa yang Anda lakukan ketika melakukan sedekah kepada orang lain. plagiarisme 11.2. Menunjukkan sikap antusias 
penyebab dan dampak yang tahu dalam pembelajaran ditimbulkannya. Evaluasi 7. Lembar Observasi Penilaian Sikap burung. mendapati orang membuang Pohon yang ditanam akan menghasilkan sampah sembarangan? buah yang mana buah tersebut dimakan penanamnya. kerindangan tidak 
melakukan
 lingkungan. Melakukan pengamatan sesuai lingkungan) Hati-hati prosedur dan hati-hati Pertanyaan yang diajukan: 10. apabila sering melakukan kecintaan. Mengembalikan barang yang dilakukan dengan menggunakan beberapa dipinjam instrumen seperti contoh berikut ini: 8. apabila tidak pernah burung. merpati. usahanya ia mendapat manfaat yang lebih Berilah skor 4. Memberikan tugas projek kepada Jujur 1. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 hanya berfungsi sebagai peneduh rumah mengendalikan pemanasan dan penghasil buah belaka. Karena pohon dan dengan kriteria berikut: tanaman bermanfaat bagi diri penanamnya. apabila kadang- hanya diletakkan dalam kotak dan kadang melakukan dan sering tidak bermanfaat bagi diri pemiliknya saja. dan 1 sesuai besar daripada dirham. melakukan Kedua. Meminta maaf atas kesalahan 1. yakni jika 1 = tidak pernah. Melaksanakan tugas dengan menghindari kegiatan yang berkontribusi ng jawab tekun dan tepat waktu pada pemanasan 
global. 4 = selalu. orang yang menanam akan Aspek Indikator Skor mendapatkan pahala sedekah. Siapa saja dari global? Berikan alasan mengapa umat Islam yang menanam pohon akan Anda memilih tindakan tersebut! mendapatkan pahala seperti orang yang c. apa saja yang dihasilkan dari mahasiswa. ataukah binatang lainnya. Menuliskan data sesuai dengan Global. Sosial Penanaman pohon mendatangkan dua Lembar ini diisi oleh dosen untuk manfaat sekaligus. baik Pengamat disengaja disedekahkan atau tidak. manfaat menilai sikap sosial dan karakter duniawi. Kemampuan mengidentifikasi hasil pengamatan fenomena pemanasan global beserta faktor Rasa ingin 5. Mengakui kesalahan atau pembelajaran mau pun hasil belajar yang kekurangan yang dimiliki meliputi Penguasaan konsep Pemanasan 4. Jurnal Refleksi/Akademik (digunakan yang dilakukan untuk menilai sikap peduli Teliti dan 9.

Jakarta: Depdiknas. Inc 180 . Trowbridge. Teaching Secondary School Science: Strategies for Developing Scientific Literacy. E.New York: Bantam Books. Jakarta: Kencana pribadi yang bermoral yaitu pribadi yang Prenada Media Goup. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 United States Agency for International Development (USAID) Prioritizing 13. (2003).. Bybee. L. dan yang melaksanakan hal-hal yang baik. (2000). Dan untuk dapat mengaktualisasikan nilai-nilai karakter tersebut maka perlu adanya intervensi dan habituasi (pemberdayaan dan pembudayaan) dan juga adanya komponen pendukung lainnya. Patta Bundu.Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. R. and Students pandangan. How Our Schools can Teach Respect and Responsibility. dan keyakinan (PRIORITAS) Pembelajaran IPA Jumlah SMP Di LPTK Wina Sanjaya. New York: Macmillan Publishing Company. keberagaman latar belakang.T. A. W. mengenal kebaikan. C. Innovation. and Opprtunities siapapun yang memiliki for Reaching Indonesia’s Teachers. Penilaian Keterampilan Proses dan Sikap Ilmiah dalam Pembelajaran IPA Sekolah Dasar. Pusat Kurikulum Balitbang Kemendiknas. T.wordpress. & Chiappetta.com/2010/ 07/02/global-warming-dalam- pandangan-islam/ Lickona. J. Global Warming Dalam Pandangan Islam https://fahreena. menginginkan kebaikan. & Powell. New Jersey: Prentice Hall. Science Instruction in The Middle and Secondary Schools. W. (1991). Jakarta: Kemendiknas. (2010). (2008). Pembentukan pribadi yang berkarakter tidak terjadi dalam jangka waktu yang singkat tetapi memerlukan waktu yang lama. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Perencanaan dan Simpulan dan Saran Desain Sistem Pribadi yang berkarakter adalah Pembelajaran. (1993). Educating for Character.Jakarta Fahreena. Administrators. Mampu bekerja sama dengan Reform.. (2006). Depdiknas. I. Daftar Pustaka Collette.

kreatif. merupakan kemampuan metakognisi. bertanggung jawab serta berkomunikasi dengan baik melalui kegiatan yang direncanakan. cerminan untuk memperhatikan karakter (2011) menunjukkan bahwa pengaturan sebagai landasan dalam setiap kegiatan kemampuan metakognisi akan berdampak pembelajaran sehingga akan didapatkan langsung pada pembelajaran dan individu berkarakter di masa depan. Dalam untuk terus dikembangkan dengan baik artikel tersebut dinyatakan konsep seperti alon. disiplin. Banyak alon waton kelakon yang mengajarkan untuk peneliti psikologi dengan penelitian dalam menekankan kesabaran dalam belajar untuk kurun waktu yang lama menunjukkan bahwa meraih cita-cita menjadi satu bentuk penekanan metakognisi adalah komponen penting yang karakter yang baik. Penekanan pentingnya karakter et al (2015) menunjukkan dalam reviewnya termasuk poin penting yang diperhatikan dalam bahwa metakognisi terkait erat dengan pembelajaran sains di perguruan tinggi. karakter di Indonesia sudah diterapkan. melaksanakan Banyaknya kasus sosial yang terjadi menjadi kemudian melakukan evaluasi. melalui kegiatan merencanakan. Bran & Balas. ingin tahu merupakan beberapa jenis karakter Mahasiswa sains memiliki yang dapat dikembangkan dalam pembelajaran kecenderungan akademik yang baik akan tetapi sains. saling menghargai. yang merupakan kunci yang saat ini banyak diperbincangkan kemampuan untuk mengenali potensi diri dalam dunia pendidikan di Indonesia. Salah satu bentuk konsep karakter yang belum tentu dalam hal karakter.ac. pembelajaran sehingga didapatkan hasil tanggung jawab serta mengembangkan rasa optimal. perlu dilatihkan dalam pembelajaran. Pendidikan mempersiapkan diri yang berkorelasi dengan di sekolah yang mengusung konsep kearifan rasa tanggung jawab sebagai karakter local sebagai dasar menyampaikan konsep utamanya. kesadaran seseorang yang terhubung dengan Karakter mau dan mampu bekerja keras. disiplin. Melalui Elektronik portofolio peningkatan kemampuan metakognisi dalam pembelajaran sains berbasis elektronik portofolio dapat diintegrasikan banyak jenis karakter sehingga membawa dampak positif bagi mahasiswa. Dalam artikel ini peneliti menyajikan konteks fungsional e- portofolio sebagai sarana penting dalam pembelajaran sains yang akan membantu mahasiswa untuk berperilaku jujur. Sikap 181 . Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 PENGEMBANGAN KARAKTER MAHASISWA SAINS MELALUI PENINGKATAN KEMAMPUAN METAKOGNISI DALAM PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN E- PORTOFOLIO Marheny Lukitasari dan Jeffrey Handhika Universitas PGRI Madiun marheny@unipma. Baddaren.id Kata Kunci ABSTRAK Karakter Pengembangan karakter untuk mahasiswa sains sangat dibutuhkan Kemampuan metakognisi sebagai bekal menunjang kehidupan di masyarakat. tanggung jawab dalam mencapai tujuan kejujuran. dilaksanakan serta dievaluasi secara terus menerus PENDAHULUAN erat kaitannya dengan rasa tanggung jawab Pendidikan karakter merupakan kata adalah metakognisi. Ferdiawan & Putra (2013) menunjukkan bahwa Metakognisi dan Karakter dalam konsep kultur jawa sangat kental dengan Kemampuan seseorang untuk filosofi yang mampu membangun karakter mengenali potensi diri sendiri serta menyadari siswa apabila diterapkan di sekolah.

maka karakter kerja keras. dengan nilai dapat tercapai dengan baik. Hal tersebut mahasiswa bersangkutan. saat seseorang mampu mengontrol melalui keaktifan serta kolaborasi yang akan kondisi kognitifnya dengan baik maka saat menjadi dasar pengembangan pengetahuan itulah tujuan pembelajaran yang direfleksikan mereka. namun di sisi lain didapati metakognisi yang memanfaatkan juga karakter yang mungkin kurang terbangun perkembangan TIK untuk menunjang yaitu rasa empati. sehingga perlu terus dilatihkan agar dapat 2014). komunikasi. sebenarnya menunjukkan bahwa penggunaan TIK berdasar karakter jujur dan bekerja keras sangat pengembangan elektronik portofolio mampu ditekankan. Dalam e-portofolio juga difasilitasi menjadi perilaku positif dalam berinteraksi bagi menu komunikasi berbasis virtual. Terdapat banyak bentuk aplikasi diterapkan. dengan langkah metode ilmiahnya. jujur. Saat berbasis teknologi. kemudian (TIK) sebagai bekal hidup di abad 21. membaca ulang. bahwa konten Hampir seluruh tujuan pembelajaran sharing untuk komunikasi serta kolaborasi disusun dan dilaksanakan untuk meningkatkan dapat dilakukan tanpa terbatas waktu dan hasil belajar yang paling mudah ditinjau dari tempat. serta toleransi. Pinheiro & Simoes (2012) nilai yang didapatkan oleh mahasiswa. yang dibutuhkan dalam belajar sains. Dalam konteks memberikan pengalaman baru bagi mahasiswa metakognisi. dengan penyajian data serta analisis yang akurat Sebagai bentuk hasil teknologi yang relative untuk mendapatkan hasil sesuai tujuan. karakter rasa ingin tahu menjadi komunikasi dengan lebih baik. et al (2014) proses belajar sains tersebut. Era kemajuan yang ada saat ini terintegrasi. pembelajaran telah tervalidasi (Lukitasari. e-portofolio sudah dirancang pula untuk dibutuhkan kerja keras dan kejujuran. elektronik portofolio (e-portofolio). maka baru. Telah dilaporkan oleh banyak peneliti bahwa penggunaan e-portofolio dalam kegiatan pembelajaran mampu meningkatkan kemampuan siswa maupun mahasiswa. telaten dan E-portofolio Metakognisi untuk bertanggungjawab akan terbiasa dilakukan. Gambaran interaksi perkembangan teknologi serta modifikasinya dalam karakter dijelaskan pada Gambar 1 sebagai pembelajaran dan salah satu diantaranya adalah berikut. 182 . Pertanyaan penting lainnya adalah Artinya control diri yang kuat dari mahasiswa bagaimana dengan karakter? Khusus untuk melalui terlatihnya kemampuan metakognisi mahasiswa sains yang dalam pembelajaranya akan berdampak signifikan terhadap hasil terbiasa mempergunakan kegiatan inquiry belajarnya. Konsep menyampaikan bahwa penggunaan TIK dalam tersebut tentu saja tidak salah akan tetapi juga pembelajaran memang pada dasarnya dapat belum seluruhnya benar. Dalam Hasil penelitian Lukitasari. disiplin. menjadi kelebihan tersendiri. Mengembangkan Karakter Penggunaan e-portofolio yang dirancang Pengembangan karakter dengan dengan memperhatikan aspek karakter tersebut peningkatan kemampuan metakognisi tersebut secara tidak langsung turut membantu serta perlu diimbangi dengan kegiatan pembelajaran meningkatkan karakter dengan baik. Contoh nyata yang dilaksanakan membangun rasa percaya diri mahasiswa seperti menyusun laporan kegiatan praktikum karena mampu mengerjakan tugas dengan baik. dengan kegiatan saintik yang dilakukan berkolaborasi sehingga membantu karakter sehari-hari. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 individual cenderung lebih menonjol sebagai meskipun dalam proses pengajarannya konsekuensi dari tuntutan keseriusan dan focus dibutuhkan banyak waktu serta kesabaran. Dilannjutkan dengan melalukan dibangun serta didasarkan pada perkembangan upload tugas tersebut dalam e-portofolio sesuai teknologi dalam banyak bidang termasuk waktu kesepakatan maka karakter disiplin juga pendidikan. kunci penting untuk membangun keinginan Penggunaan sarana e-portofolio belajar mahasiswa. informasi dan komunikasi mahasiswa menyusun tugas. Selain memfasilitasi pengguna dalam berinteraksi dan itu. menyesuaikan serta Penggunaan teknologi saat ini menjadi bagian melakukan evaluasi untuk perbaikan tugas yang tidak terelakkan dalam kehidupan tersebut menjadikan karakter telaten manusia.

pembelajaran yang ingin dicapai sekaligus merencanakan dengan teliti kegiatan belajar seperti apa yang akan dilakukan. masing individu.portofolio metakognisi dalam hal. Tujuan Pada dasarnya penanaman karakter pembelajaran yang terutama memuat karakter mahasiswa sains melalui penggunaan e. menjadi poin penting meningkatkan motivasi Gambar 1 menunjukkan bahwa kegiatan dalam mencapai tujuan pembelajaran. Sari & Mahmutoglu (2013) membuat mahasiswa menggunakan sarana menunjukkan bahwa penggunaan TIK dalam tersebut dengan optimal dan melatihkan pengajaran di Pendidikan tinggi. mampu Indonesia. Dalam hal ini.Kompilasi tugas .Tanggung jawab . 5) meningkatkan keterampilan penggunaan TIK dengan landasan refleksi melalui pemilihan hasil kerja yang akan karakter yang kuat akan menjadi asset investasi dipublish dan 6) menyampaikan penghargaan masa depan bagi Pendidikan di negara terhadap hasil kerja yang disampaikan. lingkungan dan budaya berpikir positif. 2) menyusun koleksi Penggunaan TIK untuk membantu berdasar sumber belajar yang relevan. salah satu kemampuan metakognisi sekaligus contohnya adalah e-portofolio akan membentuk mengembangkan karakter dengan baik. Komponen serta ketekunan sebagai bentuk karakter yang yang dibangun dan terdiri dari 1) merencanakan dibangun. tujuan pembelajaran.Diskusi . Tentu Pendidikan di perguruan tinggi melalui saja termasuk karakter unggul yang dapat proses pembelajaran yang dilaksanakan akan dirancang serta ditanamkan melalui membantu mahasiswa untuk membangun penggunaan e-portofolio tersebut. Kerangka konseptual pengembangan karakter melalui peningkatan metakognisi dengan memanfaatkan TIK pada penggunaan elektronik portofolio Kemampuan metakognisi yang dirancang mahasiswa sains untuk merencanakan serta dalam e-portofolio didasarkan pada tugas yang melaksanakan kegiatan belajarnya tersebut sudah tersusun dalam rencana pembelajaran. 3) mengembangkan karakter mahasiswa menjadi membaca dan melaksanakan pembelajaran bagian yang tidak terelakkan. Kombinasi dengan aktif.Cek tugas . Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 Pembelajaran berbasis Peningkatan kemampuan e.Disiplin .Rasa ingin tahu . kemampuan diri sekaligus karakter. 4) refleksi. .Melaksanakan .Merencanakan .Komunikasi Gambar 1.Evaluasi . .Variasi hasil upload tugas . et al (2012) apabila kegiatan tersebut terjadi secara terus menunjukkan bahwa penggunaan e-portofolio menerus dengan pengecekan pada e-portofolio signifikan untuk mengaktifkan proses maka akan menanamkan perlaku kesabaran pembelajaran yang dilaksanakan.Sharing . Huang.Cek kemajuan belajar Pengembangan dan peningkatan karakter. Kesadaran 183 . Fitur- merencanakan pengerjaan suatu tugas. fitur yang disajikan dalam e-portofolio sangat kemudian melaksanakan dan melakukan mendukung untuk menyesuaikan kondisi yang evaluasi mandiri yang dilakukan secara terus diinginkan dalam kegiatan belajar masing- menerus dan berkesinambungan. dapat diterjemahkan dalam rencana portofolio akan membantu mereka untuk pembelajaran yang detail dan sistematis serta menyusun dan menyesuaikan kembali tujuan konsisten untuk dijalankan.

Ghaith. 2012. 392-401. 2013. Sari. e-portofolio dengan aktifitas merencanakan.. C. The Development of Teaching Pengembangan karakter mahasiswa Pattern for Promoting The Building up of sains dapat dilakukan selama kegiatan Character Education Based on pembelajaran dengan mempergunakan sarana Sufficiency Economy Philosophy in e-portofolio. melaksanakan dan melakukan evaluasi menanamkan karakter disiplin. M. 2013.. Self-Efficacy. N.. 191. & Simoes. 2012.. L. Yang. C. Tzeng.. S. A. H. J. kolaborasi dan komunikasi. 2012. 69.. Metacognitive Regulation and in-dept Learning. H. Ferdiawan. E. Seminar Nasional Pendidikan PGRI 2017 Simpulan dan saran Silanoi.. Potential Issues and Impacts of ICT Applications Throught Learning Process in Higher Education. S. F. 184 . P.. A. D. 2068- 2073. & Balas. 2014. and Metacognition as Predicators of Academic Motivation. Daftar Pustaka Baddareen. & Akour. M. E. & Mahmutoglu. Procedia-Social and Behavioral