Anda di halaman 1dari 17

INDONESIAN OPEN SOURCE AWARD 2010

3D Animation Workshop for Beginner

WELCOME TO BLENDER WORLD


Adhicipta R. Wirawan
Co-Founder Komunitas Blender Indonesia
http://blenderindonesia.org/forum

1. WHAT IS A BLENDER 3D?


• Ton Roosendaal
• Open Movie >> Elephant Dream, Big Buck Bunny, & Sintel
• Free Forever
• Rich Fitures
• Comparison with other 3D apps
• Installer

2. BASIC INTERFACE
• Mouse Fuction
• right click for object selection & multiple object selection
• Scroll >> Zoom In & Zoom Out
• Scroll + Drag >> Free Panning
• Scroll + Shift + Drag >> Limit Panning
• File > User Preferences:
• laptop setting
• 3D Max User

• Basic Keyboard Shortcut


• TAB (for active 3D object) >> switch between object mode and edit
mode
• Select/Deselect All : A
• Layer: M >> `,1,2,3,4,5,6,7,8,9,
• Undo: ctrl + z
• Redo: ctrl + shift + z
• Save As: F2
• Open file: F1
• Selection: C lalu gunakan left click untuk memilih obyek atau gunakan

Adhicipta R. Wirawan – http://blenderindonesia.org


Hal. 1
INDONESIAN OPEN SOURCE AWARD 2010
3D Animation Workshop for Beginner

scroll click untuk deselection


• Area Selection: B lalu gunakan left click + drag pada area yg akan
diseleksi atau gunakan scroll click untuk deselection
• Limit View: Alt +B
• Menghapus obyek: x atau delete

Adhicipta R. Wirawan – http://blenderindonesia.org


Hal. 2
INDONESIAN OPEN SOURCE AWARD 2010
3D Animation Workshop for Beginner

3. BANGUNAN SEDERHANA – TELPON UMUM (Polygonal Modelling)

1. Buka blender 2.5.2

2. Ubah tampilan menjadi front view: arahkan pointer mouse ke viewport blender,
tekan angka 1 pada numpad. Lalu tekan 5 untuk menjadi front orthogonal.
3. Seleksi obyek cube (klik kanan), lalu masuk ke edit mode (tekan TAB).
4. Obyek secara default sedang terseleksi semua vertexnya → warna orange.
Dalam cube terdapat:
• vertex: titik yang membentuk obyek 3d
• edge: garis yang dibentuk setidaknya 2 vertex
• face: sisi obyek yang dibentuk 3 atau lebih edge
• Gunakan Ctrl + Tab: untuk memilih vertex/edge/face
4. Basic manipulation obyek:
• Grab (shortcut: G): untuk mengeser obyek → klik kiri untuk konfirmasi

Adhicipta R. Wirawan – http://blenderindonesia.org


Hal. 3
INDONESIAN OPEN SOURCE AWARD 2010
3D Animation Workshop for Beginner

atau klik kanan untuk membatalkan.


• Rotate (shortcut: R): untuk memutar obyek → klik kiri untuk konfirmasi
atau klik kanan untuk membatalkan.
• Scale (shortcut: S): untuk memperbesar/kecil obyek → klik kiri untuk
konfirmasi atau klik kanan untuk membatalkan.
• Grab, Rotate, dan Scale pada constraint → gunakan shortcut sumbu x,
y, dan z. misal: grab pada sumbu z maka tekan shortcut: G lalu Z dan
gerakkan mouse. TIPS: Agar perubahan obyek lebih terkendali saat
menggerakkan mouse sambil menekan Ctrl.
• Grab, Rotate, dan Scale dengan ukuran fix → tekan angka yg ditentukan
atau gunakan navigator transform (tekan N → pointer mouse aktif di
viewport. Misal: pilih vertex > tekan G > tekan Z > ketik angka 2.

5. Tekan A untuk mengaktifkan seluruh vertex > grab pada sumbu Z > 1 unit.
6. Ubah tampilan obyek menjadi transparant → tekan Z. Hal ini bertujuan untuk
memudahkan seleksi pada bagian sisi lain obyek yg tidak tampak.
7. Lakukan deselection (tekan A) lalu gunakan selection area untuk memilih
seluruh vertex di atas (Anda bisa berganti dari vertex mode ke face mode).
Gunakan Pan untuk memastikan hanya vertex atau face di atas saja yg
terseleksi.
8. Lakukan grab pada sumbu Z sebesar 2 unit.
9. Tekan A untuk deselection. Lakukan loopcut vertical sebanyak 4x (lihat
gambar). Klik kiri untuk konfirmasi loopcut. Dan tekan A untuk deselection.

10. Ubah viewport dari front ortho menjadi right ortho dengan menekan angka:3.
Ulangi kembali langkah 10.
11. Sekarang lakukan loopcut horizontal sebanyak 6x.
12. Ubah view obyek dari transparant menjadi solid dengan menekan Z. Maka
seluruh obyek telah memiliki loopcut, dimana kita bisa membuat jendela.

Adhicipta R. Wirawan – http://blenderindonesia.org


Hal. 4
INDONESIAN OPEN SOURCE AWARD 2010
3D Animation Workshop for Beginner

13. Mengatur ukuran jendela dengan menggunakan ring loop selection (lihat
gambar).

14. Dengan melakukan 2x ring loop selection maka seluruh face bagian tengah akan
terseleksi. Lalu lakukan SCALE pada sumbu Y dan gerakkan mouse sambil
menekan ctrl (scale 0.3 along Y). Klik kiri untuk konfirmasi dan lakukan
deselection.
15. Berganti dari vertex mode ke face mode. Lakukan ring loop selection secara
horizontal. Ubah pivot point menjadi individual point lalu lakukan scale pada
sumbu Z.

16. Kemudian seleksi seluruh jendela dengan multiple selection.

Adhicipta R. Wirawan – http://blenderindonesia.org


Hal. 5
INDONESIAN OPEN SOURCE AWARD 2010
3D Animation Workshop for Beginner

17. Lakukan extrude individual untuk membuat ronggo kaca dgn menggerakkan face
ke arah dalam lalu klik kiri untuk konfirmasi.

18. Lakukan seleksi face atas gedung dan lakukan extrude region dan lakukan skala.

19. Pada pivot point kembalikan dari individual origin ke bounding box center
lalu lakukan kembali proses extrude. Sehingga bangunan memiliki penutup.

Adhicipta R. Wirawan – http://blenderindonesia.org


Hal. 6
INDONESIAN OPEN SOURCE AWARD 2010
3D Animation Workshop for Beginner

20. Ubah edit mode ke object mode. Sekarang akan membuat obyek plane sebagai
pondasi gedung. Pastikan 3D cursor tepat ditengah (tekan Shift+C), lalu buka
jendela add obyek (Shift + A) atau masuk Add>Mesh>Plane

21. Dalam kondisi plane masih aktif, lakukan scale sebanyak 15 unit.
22. Seleksi gedung kemudian kita beri multiple texture pada obyek. Buat 3 jenis
material untuk atap, kaca, dan dinding.

23. Lalu tekan 0 pada numpad untuk mengubah viewport menjadi Camera view.

Adhicipta R. Wirawan – http://blenderindonesia.org


Hal. 7
INDONESIAN OPEN SOURCE AWARD 2010
3D Animation Workshop for Beginner

24. Atur konfigurasi WORLD, ubah warna sky, cek environment lighting, & raytrace.

25. Atur render setting dan tekan F12 untuk render.

26. Simpan Gambar hasil Render.

Adhicipta R. Wirawan – http://blenderindonesia.org


Hal. 8
INDONESIAN OPEN SOURCE AWARD 2010
3D Animation Workshop for Beginner

Adhicipta R. Wirawan – http://blenderindonesia.org


Hal. 9
INDONESIAN OPEN SOURCE AWARD 2010
3D Animation Workshop for Beginner

4. MEMBUAT PETA INDONESIA (UV Unwrap)

1. Buka file baru.


2. Hapus cube dan buat obyek plane dengan ukuran 10 x 8 (gunakan jendela
transform (tekan N).
3. Tambahkan material dan beri map.

Adhicipta R. Wirawan – http://blenderindonesia.org


Hal. 10
INDONESIAN OPEN SOURCE AWARD 2010
3D Animation Workshop for Beginner

4. Render gambar (tekan F12). Jika dilihat posisi gambar peta tampak sempurna.
Ubah layout menjadi UV editing. Ubah setting seperti gambar di bawah ini.

5. Pilih obyek plane dan masuk ke edit mode.

6. Ubah viewport shading menjadi textured.

Adhicipta R. Wirawan – http://blenderindonesia.org


Hal. 11
INDONESIAN OPEN SOURCE AWARD 2010
3D Animation Workshop for Beginner

7. Lakukan unwrap dan atur posisi vertex sehingga gambar peta tidak terbalik dan
terpotong lagi. Lakukan Render untuk melihat hasilnya.

8. Ubah layout dari UV editing ke default. Buat plane baru ukuran 10 x 10 dan
turunkan posisi plane di bawah obyek peta.
9. Lalu Render, maka hasilnya tampak bayangan peta menjadi solid tidak ada
sobekan kertas. Untuk memperbaikinya, pilih obyek peta, beri material &
aktifkan receive transparant pada group shadows.

10. Untuk membuat peta memiliki banyak lekukan kertas. Pilih obyek peta dan
masuk ke edit mode. Beri loopcut secara horizontal dan vertikal sehingga
tampak seperti grid.

Adhicipta R. Wirawan – http://blenderindonesia.org


Hal. 12
INDONESIAN OPEN SOURCE AWARD 2010
3D Animation Workshop for Beginner

11. Kembali ke obyek mode lalu pilih sculpt mode.

12. Gunakan brush: grab pada peta > klik kiri dan drag secara perlahan (Tekan F
untuk ukuran brush dan shift+F untuk kekuatan brush).
13. Lakukan Render dan jika sudah puas dengan hasilnya lakukan penyimpanan.

Adhicipta R. Wirawan – http://blenderindonesia.org


Hal. 13
INDONESIAN OPEN SOURCE AWARD 2010
3D Animation Workshop for Beginner

5. MEMBUAT LOGO IOSA (NURBS Modelling)

1. Buka file baru dan hapus cube. Tampilkan gambar referensi sebagai panduan
modelling logo IOSA.

Adhicipta R. Wirawan – http://blenderindonesia.org


Hal. 14
INDONESIAN OPEN SOURCE AWARD 2010
3D Animation Workshop for Beginner

2. Buat obyek Bezier melalui menu Add>Curve>Bezier

3. Buat obyek Bezier melalui menu Add>Curve>Bezier dan atur posisi vertex
bezier beserta handlenya (Cukup membuat separuh logo saja).

4. Seleksi 2 vertex awal dan akhir lalu gunakan toggle cyclic.

Adhicipta R. Wirawan – http://blenderindonesia.org


Hal. 15
INDONESIAN OPEN SOURCE AWARD 2010
3D Animation Workshop for Beginner

5. Ubah shape dari 3d menjadi 2d sehingga permukaan curve akan tertutup.

6. Beri modifier mirror pada obyek.

7. Lakukan extrude dan bevel sehingga logo memiliki dimensi.

8. Buat obyek circle sebagai mata dan gerakkan ke posisinya sesuai gambar logo.

9. Ubah merge limit sampai 0.5 sehingga tidak ada double vertex yang muncul.

Adhicipta R. Wirawan – http://blenderindonesia.org


Hal. 16
INDONESIAN OPEN SOURCE AWARD 2010
3D Animation Workshop for Beginner

10. Buat obyek nurbs baru lalu atur bentuknya menjadi segitiga. Lakukan duplikasi
untuk kaki dan mulutnya. Dan atur posisi dari setiap segitiga tadi.

11. Beri material warna pada setiap obyek maka logo IOSA telah selesai. Atur posisi
camera dan setting render.

Adhicipta R. Wirawan – http://blenderindonesia.org


Hal. 17