Anda di halaman 1dari 9

ACARA I

PENGENALAN ALAT

LAPORAN
UNTUK MEMENUHI TUGAS MATAKULIAH
Praktikum Handasah
yang dibina oleh Bapak AKA Agustinus, S.Pd., M.Si

Oleh:
Muhamad Faqih Hidayatullah
120722403888
Offering G

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS ILMU SOSIAL
JURUSAN GEOGRAFI
September 2013

ACARA I
PENGENALAN ALAT

I. Dasar Teori
Ilmu ukur tanah merupakan ilmu, seni, dan teknologi untuk
menyajikan bentuk permukaan bumi, baik unsur alam maupun unsur buatan
manusia pada bidang yang dianggap datar. Ilmu ukur tanah merupakan bagian dari
ilmu geodesi. Berdasarkan ketelitian pengukurannya, ilmu Geodesi terbagi atas
dua macam, yaitu :
1. Geodetic Surveying, yaitu suatu survey yang memperhitungkan
kelengkungan bumi atau kondisi sebenarnya. Geodetic Surveying ini
digunakan dalam pengukuran daerah yang luas dengan menggunakan
bidang hitung yaitu bidang lengkung (bola/ellipsoid).
2. Plane Surveying, yaitu suatu survey yang mengabaikan kelengkungan
bumi dan mengasumsikan bumi adalah bidang datar. Plane Surveying ini
digunakan untuk pengukuran daerah yang tidak luas dengan menggunakan
bidang hitung yaitu bidang datar.

Terdapat 3 metode dalam ilmu ukur tanah, diantaranya yaitu :


pengukuran kerangka dasar vertical (KDV), pengukuran kerangka dasar
horizontal (KDH), dan pengukuran titik-titik detail. Pada pengukuran terdapat dua
jenis unsur pengukuran, yaitu jarak dan sudut. Selanjutnya unsur jarak dapat
dibagi dua pula, yaitu unsur jarak mendatar (d) dan beda tinggi (h).

Sedangkan unsur sudut dibagi menjadi sudut sudut horizontal, vertical


dan sudut jurusan. Sudut ini berperan penting dalam kerangka dasar pemetaan
yang datanya diperoleh dari lapangan dengan alat yang dirancang sedemikian rupa
konstruksinya sesuai dengan ketelitian. Alat ini dikenal sebagai alat ukur ruang
(Theodolit). Sedangkan untuk mengukur beda tinggi antara dua titik atau lebih
dipermukaan bumi digunakan alat ukur penyipat datar (waterpass). Untuk
pengukuran jarak dari suatu titik ke titik lain dapat digunakan pita ukur, waterpass
dengan bantuan rambu ukur, atau dengan metoda Tachymetri.

II. Tujuan
1. Agar mahasiswa dapat memahami berbagai macam alat ukur tanah
2. Agar mahasiswa dapat mengoperasikan (menggunakan) berbagai alat ukur
tanah
III. Alat dan Bahan
1. Meteran
2. Kompas magnet / kompas geologi
3. GPS (Global Positioning System)
4. Yalon
5. Rambu ukur
6. Theodolit
7. Tripod / kaki theodolite

IV. LANGKAH KERJA


1. Melihat dan mengidentifikasi definisi, cara kerja, dan fungsi alat bantu ilmu ukur
tanah yaitu meteran
2. Melihat dan mengidentifikasi definisi, cara kerja, dan fungsi alat bantu ilmu ukur
tanah yaitu kompas geologi
3. Melihat dan mengidentifikasi definisi, cara kerja, dan fungsi alat bantu ilmu ukur
tanah yaitu GPS (Global Positioning System)
4. Melihat dan mengidentifikasi definisi, cara kerja, dan fungsi alat bantu ilmu ukur
tanah yaitu rambu ukur dan yalon
5. Melihat dan mengidentifikasi definisi, cara kerja, dan fungsi alat bantu ilmu ukur
tanah yaitu tripod
6. Melihat dan mengidentifikasi definisi, cara kerja, dan fungsi alat bantu ilmu ukur
tanah yaitu Theodolit

V. HASIL PRAKTIKUM
Dari kegitan praktikum pengenalan alat yang telah dilakukan didapatkan hasil sebagai
berikut :

No. Nama Alat Gambar Fungsi

Mengukur tinggi
Meteran alat dan jarak
1.
antar titik
Menunjukkan
2. arah utara
Kompas Geologi
magnetik

Menentukan titik
GPS
3. koordinat/ titik
(Global Positioning System)
referensi/ ikat.

Sebagai alat
4. Yalon & Rambu Ukur bantu membaca
ukuran/ tinggi

Sebagai kaki/
5. Tripod penyangga dari
Teodolit

Sebagai alat
6. Theodolit utama dalam
ilmu ukur tanah

VI. Pembahasan
Theodolit
Teodolit adalah alat yang digunakan untuk mengukur sudut pada
pengukuran tanah baik untuk menentukan besar sudut suatu lokasi ataupun untuk
mengetahui luasan dari suatu lokasi pengukuran.Teodolit memiliki 2 macam
bentuk dilihat dari penggunaanya yaitu teodolit manual dan teodolit digital
(Digital Teodolit biasanya tertulis pada DT). Keterangan dan fungsi bahagian-
bahagian Theodolit (EDT).
Garis Bidik kasar / vizier (Vizier / alat bidik) = Untuk membidik objek secara
kasar, yaitu untuk membidik objek agar bayangan objek masuk dalam
teropong.
Cincin Fokus = Untuk mengatur diafragma, dengan memutar ke kiri atau ke
kanan untuk memperjelas objek / memfokuskankan bayangan.
Lensa Okuler = Untuk melihat objek dengan mata, dan dengan memutar lensa
ke kiri atau ke kanan dapat memperjelas garis salib sumbu.
Mikrosekrup vertikal/Sekrup penyetel halus untuk gerak vertical
Untuk memutar teropong secara vertikal (apabila klem pengunci vertikel telah
dikencangkan) untuk memposisikan objek pada perpotongan benang silang
(jika keras, jangan dipaksa)
Klem pengunci vertical = Untuk mengunci teropong agar tidak dapat
digerakkan secara vertikal
Nivo tabung = Untuk menyetel posisi sumbu II pesawat secara horizontal, dan
dapat diatur dengan 3 sekrup penyama rata.
Monitor / Layar digital = Untuk pembacaan skala lingkaran vertikal (V) dan
horizontal (H).
Tombol tombol untuk pengaturan
Klem pengunci gerakan horizontal = Untuk mengunci badan pesawat agar
tidak dapat diputar secara horizontal.
Dasar pesawat theodolite = Untuk bertumpunya pesawat theodolit.
Klep pembuka tutup baterai = Untuk membuka dan memasang kotak baterai.
Kotak baterai = Tempat baterai yang berjumlah 4 buah, dengan jenis baterai
A2 (sebelum pesawat dimasukkan ke kotaknya pastikan baterainya telah
dikosongkan).
Lensa Objektif = Untuk mendekatkan bayangan objek agar terlihat lebih jelas.
Badan pesawat = Untuk menempatkan bahagian bahagian pesawat.
Alat duga Optik = Untuk melihat dan memposisikan sumbu I berimpit dengan
titik berdiri pesawat atau titik tertentu dibumi
Tombol (switch) ON / OFF = Untuk menghidupkan dan mematikan pesawat
Penutup Tombol Pengatur
Nivo kotak = Berfungsi untuk menyetel posisi sumbu I berada pada posisi
vertical.
Tiga sekrup penyama rata = Untuk mengatur posisi gelembung nivo berada
pada titik tengah / puncak.
Kompas magnetic = Untuk menentukan arah utara, dan dapat digunakan untuk
mencari azimuth

Cara pemasangan dan penyetelan Theodolit

Langkah langkah atau cara kerja pemasangan dan penyetelan pesawat theodolit
adalah sebagai berikut :

1. Pasang statip diatas titik yang tentu dipermukaan tanah sedemikian rupa sehingga
kaki-kakinya membentuk piramida sama sisi, kencangkan sekrup statip, tancapkan
dengan cukup kuat kedalam tanah, dan usahakan kepala statip sedatar mungkin,
untuk memudahkan pengaturan nivo tabung dan nivo kotak dan pastikan titik
tengah kepala statip berimpit dengan titik /patok.
2. Ambil pesawat theodolit dengan hati hati dan pasang pada kepala statip.
3. Posisikan theodolit pada titik yang tentu (jika ada) dengan memasang unting
unting atau melihat alat duga optik.
4. Jika posisi tidak tepat, kendurkan kunci kepala statip dan geser pada posisi yang
dikehendaki, jika terlalu jauh, statip harus dicabut kembali dan dipindahkan.
5. Ketengahkan gelembung nivo tabung dengan 3 sekrup penyama rata, dengan cara
sbb:
a. Arahkan nivo tabung sejajar dengan garis penghubung sekrup A dan B
b. Ketengahkan gelembung nivo tabung dengan memutar sekrup A dan B secara
bersamaan keluar sama keluar kedalam sama kedalam
c. Setelah presisi, putar badan pesawat 90
d. Ketengahkan kembali gelembung nivo tabung hanya dengan sekrup C saja,
(nivo kotak akan mengikut seimbang)
e. Pastikan gelembung nivo tabung dan nivo kotak tetap ditengah-tengah
walaupun pesawat diputar ke segala arah.
f. Bila ternyata belum seimbang, ulangi penyetelan 5a s/d 5e.
6. Bila kedua nivo telah seimbang, tekan tombol power (switch) pada keadaan ON,
dan pesawat theodolit sudah siap digunakan(sumbu I sudah vertical dan sumbu II
sudah horizontal).

Alat Ukur Penyipat Datar / Konstruksi Waterpass


Dalam pemakaian waterpass ini dibutuhkan alat bantu lain, yaitu baak
ukur. Bagian bagian dari alat penyipat datar (waterpass) secara sederhana terdiri
dari :

1. Lensa objektif
2. Nivo

3. Lensa okuler

4. Garis bidik

5. Kaki penyangga

6. Dasar alat

7. Sekrup pengunci

8. Garis arah nivo

9. Sekrup koreksi nivo (nivo konsuidensi)

10. Sekrup koreksi diafragma (memperjelas objek)

11. Sekrup pengunci dengan kaki tiga (statip)

12. Sekrup pengatur (penyama rata)

Cara Pemasangan dan Penyetelan Waterpass

Pada dasarnya pemasangan pesawat Water pass ini hampir sama dengan
pengaturan pemasangan pesawat Theodolit. Cuma saja pada Water pass yang
digunakan pada praktikum ini tidak mempunyai 3 sekrup penyama rata. Tapi
pengaturannya, yaitu dengan mengatur nivo (gelembung nivo) agar berada di
tengah-tengah dengan sekrup pengontrol yang terdapat di dasar alat. Seandainya
gelembung nivo sudah berada di tengah-tengah, kemudian sekrup pengunci
(pengontrol) pada kaki tiga dikuatkan. Dan pesawat Water pass sudah siap untuk
dipakai.

Alat Bantu Pengukuran


1. Statip
Berguna sebagai tempat diletakkannya theodolit, waterpass dll. ketiga kaki
statip ini dapat dinaik turunkan dengan melonggarkan sekrup pengatur kaki.

2. Yalon dan Rambu Ukur


Dua alat yang dalam ilmu ukur tanah dan bidang-bidang ilmu lainnya
mempunyai fungsi yang sama yaitu sebagai alat yang berfungsi untuk
membaca tinggi dari data-data bacaan benang dan mengetahui ukuran
ketinggian dari garis mendatar yang disorot theodolit atau waterpass.

3. Unting-unting
Unting-unting berguna dalam penyentringan alat ukur yang tidak memiliki alat
duga optik , unting-unting ini terdiri dari benang yang diberi pemberat.

4. Kompas
Berguna untuk menentukan arah mata angin, agar memudahkan kita dalam
menyelesaikan pengukuran, dan membantu mencari sudut azimuth.

5. GPS
Sebagai system satelit navigasi penentuan posisi atau suatu jaringan satelit
yang secara terus menerus memancarkan sinyal radio dengan frekuensi yang
sangat rendah. Alat penerima GPS secara pasif menerima sinyal ini, dan akan
bekerja jika menerima sinyal dari sedikitnya 4 buah satelit GPS, sehingga
posisinya dalam tiga dimensi bisa dihitung.

6. Meteran
Suatu alat yang dapat digunakan untuk mengukur tinggi alat, jarak antara titik
yang satu dengan yang lain dan berbagai hal lain. Cara kerja dari meteran
gulung adalah dengan menarik sisi yang berangka nol kearah yang dituju
kemudian dapat dibaca hasilnya pada pita dari meteran tersebut.

VII. KESIMPULAN
Dari hasil praktikum dan pembahasan dapat diambil kesimpulan bahwa semua
alat dalam kajian ilmu ukur tanah sangat bersifat kolektif artinya setiap alat tidak bisa
berdiri sendiri akan tetapi saling berkaitan antara alat yang satu dengan yang lain.
Pengenalan alat sangat penting untung mendukung kelancaran dari sebuah
pembelajaran mengenai alat ilmu ukur tanah baik itu secara definisi, fungsi, manfaat,
cara kerja alat dan bagian-bagian dari alat yang digunakan
Theodolite merupakan alat utama yang sangat penting untuk mendukung
kegiatan plan surveying, dimulai dari cara mendirikan, cara peletakan dan
keterkaitannya dengan alat-alat yang lain.

VIII. Daftar Pustaka


Wongsotjitro, Soetomo. 1967. Ilmu Ukur Tanah. Penerbit Swada. Jakarta
Darfis, Irwan. 1995. Penuntun Praktikum Ilmu Ukur Tanah. Faperta Universitas
Andalas. Padang.