Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH KIMIA KLINIK

TES FUNGSI HATI

Nama : Yulianti Estivan Harry

NIM : PO 530333314746

JURUSAN ANALIS KESEHATAN

POLTEKKES KEMENKES KUPANG

2016
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan berkatNya Saya selaku
penulis dapat menyelesaikan makalah dengan judul Tes Fungsi Hati dengan baik. Makalah ini
dibuat sebagai salah satu tugas prasyarat. Dengan makalah ini penulis berharap mampu berbagi
ilmu khususnya di bidang kimia klinik untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan tentang
materi yang akan disampaikan oleh penulis.
Dengan Makalah ini penulis juga berharap dapat mengembangkan ilmu dan wawasan
penulis, sehingga baik penulis ataupun pembaca akan mendapat manfaat yang positif dari
makalah ini. Makalh ini dipersembahkan khusus untuk rekan-rekan analis kesehatan untuk
meningkatkan pengetahuan dan kompetensi dalam topik yang akan disampaikan penulis.
Makalah ini tidak lepas dari kerjasama dari banyak pihak yang terlibat, oleh karena itu
penulis mengucap terima kasih untuk semua pihak yang terkait dalam pembuatan makalah ini.
Penulis sangat menyadari bahwa makalah ini jauh dari kesempurnaan karena itu penulis dengan
tangan terbuka menerima kritik dan saran yang membangun dari semua pihak.

KUPANG, FEBRUARI 2016

PENULIS
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Hati merupakan kelenjar terbesar di dalam tubuh terletak dalam rongga perut sebelah
kanan, tepatnya di bawah diafragma.

Hati merupakan salah satu organ yang paling besar dalam tubuh manusia. Berlokasi di
abdomen (perut) bagian atas kanan dan di balik rusuk-rusuk bagian bawah. Hati memetabolisme
dan mendetoksifikasi obat-obatan dan unsur-unsur yang berbahaya bagi tubuh. Ia juga
menghasilkan faktor-faktor, protein dan enzim pembekuan darah, membantu keseimbangan
hormon, serta menyimpan vitamin dan mineral. Empedu, suatu cairan yang dibentuk oleh hati,
dialirkan melalui saluran langsung ke usus halus untuk membantu mencerna lemak atau ke
kandung empedu untuk disimpan dan digunakan untuk keperluan kemudian.

Pelbagai penyakit & infeksi dapat menyebabkan kerusakan akut maupun kronis pada hati,
menyebabkan peradangan, luka, sumbatan saluran empedu, kelainan pembekuan darah, dan
disfungsi hati. Alkohol, obat-obatan, dan beberapa suplemen herbal, serta racun juga bisa
memberikan ancaman. Jika besarnya kerusakan cukup bermakna, maka akan menimbulkan
gejala-gejala jaundice, urine gelap, tinja berwarna keabuan terang, pruritus, mual, kelelahan,
diare, dan berat badan yang bisa berkurang atau bertambah secara tiba-tiba. Deteksi dini penting
untuk diagnosis lebih awal guna minimalisasi kerusakan dan menyelamatkan fungsi hati.

Berdasarkan fungsinya, hati juga termasuk sebagai alat ekskresi. Hal ini dikarenakan hati
membantu fungsi ginjal dengan cara memecah beberapa senyawa yang bersifat racun dan
menghasilkan amonia, urea, dan asam urat dengan memanfaatkan nitrogen dari asam amino.
Proses pemecahan senyawa racun oleh hati disebut proses detoksifikasi.
Tes fungsi hati atau lebih dikenal dengan liver panel atau liver function test adalah
sekelompok tes darah yang mengukur enzim atau protein tertentu di dalam darah anda. Tes
fungsi hati umumnya digunakan untuk membantu mendeteksi, menilai dan memantau penyakit
atau kerusakan hati.

Biasanya jika untuk memantau kondisi hati, tes ini dilakukan secara berkala. Atau
dilakukan juga ketika Anda memiliki risiko perlukaan hati, ketika Anda memiliki penyakit hati,
atau muncul gejala-gejala tertentu seperti jaundice (ikterus).

Untuk tes ini diperlukan contoh darah yang diambil dari pembuluh balik (vena) umumnya
pada lengan pasien. Dan sebelum tes dilakukan, tidak diperlukan persiapan khusus, kecuali tes
dilakukan bersamaan dengan tes lain yang mungkin memerlukan persiapan khusus.

Tes fungsi hati, seperti yang disampaikan sebelumnya, mengukur enzim, protein dan
unsur yang dihasilkan atau dilepaskan oleh hati dan dipengaruhi oleh kerusakan hati. Beberapa
dihasilkan oleh sel-sel hati yang rusak dan beberapa mencerminkan kemampuan hati yang
menurun dalam melakukan satu atau beberapa fungsinya. Ketika dilakukan bersamaan, tes ini
memberikan dokter gambaran kondisi kesehatan hati, suatu indikasi keparahan akan kerusakan
hati, perubahan status hati dalam selang waktu tertentu, dan merupakan batu loncatan untuk tes
diagnosis selanjutnya.

B. TUJUAN
Tujuan yang ingin dicapai pada penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
Untuk mengetahui pengertian dan fungsi hati
Untuk mengetahui tentang penyakit dan gejala penyakit hati
Untuk mengetahui tentang test fungsi hati dan makna dari hasil tes fungsi hati serta
perawatan penyakit hati
BAB II
PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN HATI ( LIVER)


Liver adalah istilah kedokteran untuk hati. Penyebab sakit liver itu bermacam-macam,
bisa dikarenakan virus, bisa dikarenakan keracunan dan hal ini akan mengakibatkan peradangan.
Peradangan yang terjadi pada hati disebut dengan Hepatitis. Apapun jenis peradangannya
istilahnya tetap sama yaitu Hepatitis.
Hati memiliki fungsi utama yaitu sebagai Filter Darah. Darah yang beredar di tubuh kita
akan dibersihkan dan disaring dari bahan-bahan beracun yang masuk ke tubuh melalui makanan
atau pernafasan.
Dalam pekerjaannya, hati kita membuat beberapa produk, termasuk jenis protein yang
disebut sebagai enzim. Produk ini dapat keluar dari hati dan masuk ke aliran darah. Tingkat
produk tersebut dapat diukur dalam darah.
Fungsi utama hati pada orang dewasa :

Menyimpan berbagai bentuk glukosa, vit B12, dan zat besi


Penyediaan tenaga (zat gula) dan protein
Pengeluaran hormon-hormon dan insulin.
Pembentukan dan pengeluaran Lemak dan Kolesterol
Penyaring dan pembuang bahan bahan beracun di dalam darah mealalui proses
pembongkaran hemoglobin.
Merubah amonia menjadi urea.

B. PENYAKIT HATI / LIVER


Penyakit hati adalah suatu istilah untuk sekumpulan kondisi-kondisi, penyakit-penyakit
dan infeksi-infeksi yang mempengaruhi sel-sel, jaringan-jaringan, struktur dan fungsi dari hati.
Jika hati menjadi radang atau terinfeksi, maka kemampuan hati untuk melaksanakan
fungsi-fungsi ini jadi melemah. Penyakit hati dan infeksi-infeksi disebabkan oleh suatu kondisi
yang bervariasi termasuk infeksi virus, serangan bakteri, dan perubahan kimia atau fisik di dalam
tubuh. Penyebab yang paling umum dari kerusakan hati adalah kurang gizi (malnutrition),
terutama yang terjadi dengan kecanduan alkohol.
Gejala-gejala penyakit hati mungkin akut, terjadi tiba-tiba, atau kronis, berkembang
perlahan melalui suatu periode waktu yang lama. Penyakit hati kronis jauh lebih umum daripada
yang akut. Angka dari penyakit hati kronis dari laki-laki dua kali lebih tinggi dari wanita.
Penyakit hati dapat menjangkau dari ringan sampai berat tergantung dari tipe penyakit yang
hadir.

C. TANDA DAN GEJALA PENYAKIT


Gejala-gejala sebagian tergantung dari tipe dan jangkauan penyakit hatinya. Pada banyak
kasus, mungkin tidak terdapat gejala. Tanda-tanda dan gejala-gejala yang umum pada sejumlah
tipe-tipe berbeda dari penyakit hati termasuk:

Jaundice atau kekuningan kulit


Urin yang coklat seperti teh
Mual
Hilang selera makan
Kehilangan atau kenaikan berat tubuh yang abnormal
Muntah
Diare
Warna tinja (feces)yang pucat
Nyeri abdomen (perut) pada bagian kanan atas perut
Tidak enak badan (malaise) atau perasaan sakit yang kabur
Gatal-gatal
Varises (pembesaran pembuluh vena)
Kelelahan
Hipoglikemia (kadar gula darah rendah)
Demam ringan
Sakit otot-otot
Libido berkurang (gairah sex berkurang)
Depresi
Penyakit parah yang jarang dari infeksi hati disebut acute fulminant hepatitis,
menyebabkan gagal hati. Gejala-gejala dari gagal hati :

Aplastic anemia, suatu keadaan dimana sumsum tulang (bone marrow) tidak dapat
membuat sel-sel darah
Ascites, terkumpulnya cairan di dalam abdomen
Edema atau bengkak di bawah kulit
Encephalopathy, kelainan yang mempengaruhi fungsi-fungsi otak
Hati yang membesar dan perih (sakit)
Limpa membesar
Perubahan dalam status mental atau tingkat kesadaran

D. TEST FUNGSI HATI


Kerusakan pada hati yang disebabkan oleh penyakit dapat memungkinkan produk
tersebut masuk ke aliran darah dalam tingkat yang lebih tinggi. Jadi, tes yang mengukur tingkat
produk ini, yang disebut sebagai tes fungsi hati (liver function test/LFT), dapat menunjukkan
tingkat kerusakan pada hati.
Bila dokter mencurigai kita mempunyai masalah atau penyakit hati, dia akan meminta
kita melakukan tes fungsi hati untuk membantu diagnosis. Kemudian, tes fungsi hati dapat
dilakukan untuk memantau hati kita, untuk melihat apakah kerusakan dapat menjadi lebih berat
atau pun pulih.
Tes fungsi hati, seperti yang disampaikan sebelumnya, mengukur enzim, protein dan
unsur yang dihasilkan atau dilepaskan oleh hati dan dipengaruhi oleh kerusakan hati. Beberapa
dihasilkan oleh sel-sel hati yang rusak dan beberapa mencerminkan kemampuan hati yang
menurun dalam melakukan satu atau beberapa fungsinya. Ketika dilakukan bersamaan, tes ini
memberikan dokter gambaran kondisi kesehatan hati, suatu indikasi keparahan akan kerusakan
hati, perubahan status hati dalam selang waktu tertentu, dan merupakan batu loncatan untuk tes
diagnosis selanjutnya.
Tes ini biasanya berisi beberapa tes yang dilakukan bersamaan pada contoh darah yang
diambil. Ini bisa meliputi:
Alanine Aminotransferase (ALT) suatu enzim yang utamanya ditemukan di hati,
paling baik untuk memeriksa hepatitis. Dulu disebut sebagai SGPT (Serum Glutamic
Pyruvate Transaminase). Enzim ini berada di dalam sel hati/hepatosit. Jika sel rusak,
maka enzim ini akan dilepaskan ke dalam aliran darah.
Alkaline Phosphatase (ALP) suatu enzim yang terkait dengan saluran empedu; sering-
kali meningkat jika terjadi sumbatan.
Aspartate Aminotransferase (AST) enzim ditemukan di hati dan di beberapa tempat
lain di tubuh seperti jantung dan otot. Dulu disebut sebagai SGOT (Serum Glutamic
Oxoloacetic Transaminase), dilepaskan pada kerusakan sel-sel parenkim hati, umumnya
meningkat pada infeksi akut.
Bilirubin biasanya dua tes bilirubin digunakan bersamaan (apalagi pada jaundice):
Bilirubin total mengukur semua kadar bilirubin dalam darah; Bilirubin direk untuk meng-
ukur bentuk yang terkonjugasi.
Albumin mengukur protein yang dibuat oleh hati dan memberitahukan apakah hati
membuat protein ini dalam jumlah cukup atau tidak.
Protein total mengukur semua protein (termasuk albumin) dalam darah, termasuk
antibodi guna memerangi infeksi.

Tergantung pada pertimbangan dokter, beberapa tes tambahan mungkin diperlukan untuk
melengkapi seperti GGT (gamma-glutamyl transferase), LDH (lactic acid dehydrogenase) dan
PT (prothrombine time).

E. MAKNA HASIL TEST FUNGSI HATI


Hasil tes fungsi hati bukanlah sebuah media diagnostik untuk kondisi spesifik; mereka
mengindikasikan bahwa terdapat kemungkinan ada suatu masalah pada hati. Pada orang yang
tidak memperlihatkan gejala atau tidak terindentifikasi adanya faktor risiko, hasil tes fungsi hati
yang abnormal bias mengindikasikan adanya perlukaan hati sementara atau sesuatu yang terjadi
di lokasi lain di dalam tubuh seperti pada otot, pankreas atau jantung. Namun juga bisa menan-
dakan penyakit hati tahap awal dan memerlukan tes lebih lanjut dan / atau pemantauan secara
berkala.
Hasil-hasil tes fungsi hati biasanya dievaluasi secara bersama-sama. Jadi beberapa set tes
dalam periode tertentu dilihat apakah memiliki pola tertentu. Setiap orang akan memiliki sebuah
set tes fungsi hati yang unik yang biasanya berubah-ubah seiring berjalannya waktu. Seorang
dokter mengamati kombinasi hasil-hasil tes ini guna mendapatkan petunjuk tentang kondisi yang
mendasarinya. Seringkali, tes lebih lanjut diperlukan untuk menentukan apa sebenarnya yang
menyebabkan penyakit dan / atau kerusakan hati tersebut.
Tabel berikut menunjukkan beberapa kombinasi hasil yang mungkin ditemukan pada
beberapa tipe kondisi / penyakit hati tertentu.

Jenis Kon- Bilirubin ALT & ALP Albumin PT


disi AST

Kerusakan Normal Biasanya Normal Normal Biasanya


hati akut atau sangat atau hanya normal
(infeksi, meningkat mening- meningkat
racun, obat) biasanya kat; ALT sedikit
setelah umumnya
pening- lebih
katan ALT tinggi
& AST daripada
AST

Penyakit hati Normal Sedikit Normal Normal Normal


kronis atau meningkat atau
meningkat sedikit
meningkat

Hepatitis Normal AST Normal Normal Normal


alkoholik atau biasanya atau
meningkat dua kali lumayan
kadar ALT meningkat

Sirosis Bisa jadi AST Normal Biasanya Biasanya


meningkat biasanya atau menurun meman-
tapi hanya lebih meningkat jang
pada kon- tinggi dari
disi yang ALT,
sudah namun
berlanjut kadarnya
biasanya
lebih ren-
dah
daripada
penyakit
alkoholik

Obstruksi Normal Normal Mening- Biasanya Biasanya


duktus atau hingga kat, sering normal, normal
biliaris, mening- lumayan lebih namun
kolestasis kat; meningkat tinggi 4 jika ber-
meningkat kali dari langsung
pada obs- nilai kronis,
truksi normal kadar
penuh dapat
menurun

Kanker yang Biasanya Normal Biasanya Normal Normal


sudah normal atau sangat
menyebar ke sedikit meningkat
hati meningkat
(metastases)

Kanker yang Mungkin AST lebih Normal Biasanya Biasanya


asli berasal mening- tinggi dari atau menurun meman-
dari hati kat, ALT, meningkat jang
(hepatoselular umumnya namun
karsinoma) jika kadar lebih
penyakit rendah
progresif daripada
penyakit
alkoholik

Autoimmune Normal Lumayan Normal Normal Normal


atau meningkat atau atau
meningkat sedikit menurun
meningkat

F. PERAWATAN PENYAKIT

Perawatan untuk penyakit hati termasuk:

Istirahat di tempat tidur


Minum banyak air untuk mencegah dehidrasi
Hindari obat-obatan yang tidak perlu
Hindari alkohol
Makan diet yang berimbang untuk penyakit hati
Minum obat anti mual jika diperlukan

Perawatan lanjutan tergantung dari tipe dan luasnya penyakit. Contohnya, merawat
hapatitis B, hepatitis C dan hepatitis D dapat melibatkan penggunaan obat-obatan seperti obat-
obatan anti virus (antiviral) alpha interferon. Obat-obat lain yang digunakan untuk merawat
penyakit hepatitis dapat termasuk ribavirin, lamivudine, steroids, dan antibiotik-antibiotik.
Acute fulminant hepatitis dapat menyebabkan gagal hati yang mengancam nyawa .Ini
memerlukan tinggal di rumah sakit dan perawatan untuk kelainan perdarahan, encephalopathy,
dan persoalan-persoalan nutrisi.
Biliary atresia mungkin dirawat dengan suatu prosedur yang disebut Kasai surgery,
suatu prosedur dimana dokter operasi menggantikan saluran empedu dengan bagian dari usus
halus bayi.
Hemochromatosis dirawat dengan cara mengeluarkan 0,5 liter darah satu atau dua kali
dalam seminggu untuk beberapa bulan sampai satu tahun, tergantung dari keparahan kondisinya.
Ini akan menghabiskan secara efektif kelebihan zat besi.
Supplemen vitamin dan mineral diberikan untuk mencegah komplikasi dari primary
biliary cirrhosis. Ini termasuk vitamin A, vitamin D, vitamin E, vitamin K, dan kalsium.
Cholestyramine dapat juga diberikan untuk meringankan gatal-gatal.
Untuk merawat Wilson's disease dokter dapat meresepkan obat trientine atau
penicillamine. Jika obat-obat ini tidak dapat ditoleransi oleh pasien, maka dia mungkin diminta
untuk minum obat zinc acetate.

G. CONTOH HASIL LABORATORIUM HATI YANG NORMAL


DARAH
Ukuran Satuan Nilai Rujukan :
Eritrosit ( juta/l ) : 4,0 4,9 (P), 4,5 5,5 (L)
Haemoglobin ( g/dL ) : 12,0 16,0 (P), 13,0 18,0 (L),
Hematokrit ( % ) : ,0 45,0 (P), 40,0 48,0 (L)
Hitung jenis :
Basofil ( % ) : 0,0 1,0
Eosinofil ( % ) : 1,0 3,0
Batang 1 ( % ) : 2,0 6,0
Segmen 1 ( % ) : 50,0 70,0
Limfosit ( % ) : 20,0 40,0
Monosit ( % ) :2,0 8,0
LED ( mm ) : < 25 (P, usia< 50), < 30 (P, usia = 50) ,< 15 (L, usia< 50), < 20 (L, usia =50
Lekosit ( 103 / l ) : 5,0 10,0
MCH/HER ( pg ) : 27,0 31,0
MCHC/KHER( g/dL ) : 32,0 36,0
MCV/VER( fl ) : 82,0 , 92,0
Trombosit ( 103/l ) : 150 400
BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Liver adalah istilah kedokteran untuk hati. Penyebab sakit liver itu bermacam-macam,
bisa dikarenakan virus, bisa dikarenakan keracunan dan hal ini akan mengakibatkan peradangan.
Peradangan yang terjadi pada hati disebut dengan Hepatitis. Kerusakan pada hati yang
disebabkan oleh penyakit dapat memungkinkan produk tersebut masuk ke aliran darah dalam
tingkat yang lebih tinggi. Jadi, tes yang mengukur tingkat produk ini, yang disebut sebagai tes
fungsi hati (liver function test/LFT), dapat menunjukkan tingkat kerusakan pada hati. Tes fungsi
hati meliputi tes Alanine Aminotransferase (ALT), Alkaline Phosphatase (ALP), Aspartate
Aminotransferase (AST), Bilirubin, Albumin, Protein total.

B. SARAN
Adapun saran yang ingin diajukan pada penulisan makalah ini adalah agar kita semua
selalu menjaga kesehatan dan pola hidup kita, hindari konsumsi alcohol serta konsumsi alcohol
serta konsumsi banyak air
DAFTAR PUSTAKA

Joyce LeFever Kee. 2007. Pedoman Pemeriksaan Laboratorium & Diagnostik, edisi 6, EGC:
Jakarta.

https://sukawatisehat.files.wordpress.com/2012/05/10-04-tes-hati.pdf

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/20831/4/Chapter%20II.pdf

http://phutrie449.blogspot.co.id/2012/03/v-behaviorurldefaultvmlo.html