Anda di halaman 1dari 3

PROPOSAL DISENFEKTAN

DI RSU PREMAGANA

TAHUN 2017

A. LATAR BELAKANG
Dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan di Rumah Sakit, perlu dilakukan
pengendalian infeksi, diantaranya adalah pengendalian infeksi nosokomial. Infeksi
nosokomial masih banyak dijumpai di rumah sakit dan biasanya merupakan indikator
bagi pengukuran tentang seberapa jauh rumah sakit tersebut telah berupaya
mengendalikan infeksi nosokomial

Dekontaminasi merupakan langkah pertama dalam menangani alat bedah dan sarung
tangan yang telah tercemar. Hal penting sebelum membersihkan adalah
mendekontaminasi alat dan benda lain yang mungkin terkena darah atau duh tubuh.
Segera setelah digunakan, alat harus direndam di larutan klorin 0,5% selama 10 menit.
Langkah ini dapat menginaktivasi HBV, HCV, dan HIV serta dapat mengamankan
petugas yang membersihkan alat tersebut (AORN 1990; ASHCSP 1986).

Sudah lebih dari 20 tahun, dekontaminasi terbukti dapat mengurangi derajat


kontaminasi oleh kuman pada instrumen bedah. Misalnya, studi yang dilakukan oleh
Nystrm (1981) menemukan kurang dari 10 mikroorganisme pada 75% dari alat yang
tadinya tercemar dan dari 100 mikroorganisme pada 98% alat yang telah dibersihkan dan
didekontaminasi. Berdasarkan penemuan ini, sangat dianjurkan agar alat dan benda-
benda lain yang dibersihkan dengan tangan, didekontaminasi terlebih dulu untuk
meminimalkan risiko infeksi.
B. TUJUAN

Untuk menyediakan Disenfektan di lingkungan Rumah Sakit Premagana

C. RENCANA PENGADAAN

No Alat Jumlah
1 Handrub 20/bulan
2 Washcrub 15/bulan
3 Alkohol 20/bulan
4 First Aid 15/bulan
5 Clorin 20/bulan
D. PERKIRAAN BIAYA

No Jenis Alat Biaya Keterangan


1 Handrub 20botol x12x Rp.33.000
=Rp.7.920.000
2 First Aid 15botol x12xRp.186.000
=Rp.33.480.000
3 Washrub 15 botol x12xRp.79.200
=Rp.14.256.000
4 Alkohol 20 botol x12xRp.41.800
=Rp.10.032.000
5 clorin 20 botol 4liter
x12xRp.52.000=Rp7.488.000

E. PENUTUP

Demikian permohonan ini kami sampaikan, besar harapan kami agar Bapak/ibu sudi
kiranya mengabulkan permohonan ini.

Mengetahui Batubulan,11 Januari 2017


KetuaKomite PPI Koordinator IPCN

dr. Putra Nur Arta Ni Made Kartini Santi, AmKeb