Anda di halaman 1dari 9

Kesenian Dari

Bahan Bekas

Nama Kelompok :
1. Krisna Oktavia (18)
2. Mella Frandista K (21)
Contoh Kesenian Dari Bahan Bekas
Kami akan membuat tempat pensil dari bahan bekas:
1. Siapkan benda-benda menurut gambar di bawah ini

2. Jika sudah, ambil kain flanel dan botol bekasgulungan tisu tadi.
Bungkus gulungan tisu itu dengan kain flannel menggunakan lem
fox.Lihat gambar

3. Setelah itu waktunya membuat kotak kecil untuk message yang


disampingnya.
Ukur dan garis dos bekas dengan ukuran panjang berturut.. 4 1/2 cm, 8
1/2 cm, 4 1/2 cm, 8 1/2 cm.Kalau tingginya terserah . Perhatikan
gambar
4. Sekarang potong kardusnya.

Begini jadinya.

5. Lipat dus tadi sesuai garis yang telah dibuat. Dan rekatkan dengan lem.
6. Buat garis di sisi kotak tadi..untuk sisi kiri dan kanan agak dimiringkan
(lihat gambar)

Beginilah jadinya

7. Kotak yang tadi dibungkus bagian luarnya dengan kain flanel hijau muda.
Bagian dalamnya flannel hijau tua.

Hasilnya kayak gambar di atas.


8. Sekarang ke bagian alasnya.

Potong dus dengan ukuran yang sesuai dengan tempat pensil dan kotak
message yang tadi.. Setelah itu gunting.
Lem permukaan dus dengan lem fox. Tempelkan ke kain flanel hijau tua.. Dan
gunting sesuai dengan gambar.

9. Hasilnya seperti ini.

10. Beri lem di ujung kain.Rekatkan lipatan ke dalam.Hingga seperti gambar.


11. Setelah selesai alas.. Tempelkan stand tempat pensil tadi dan juga
kotaknya seperti gambar.Gunakan lem untuk merekatkannya.

12. Beri tali kur pada bagian atas stand tempat pensil dan kotak tadi.

13. Setelah itu hias sesuka hati.


Kesenian dari Barang Bekas

1. Pengertian
Kesenian dari barang bekas adalah salah satu jenis hasil karya seni oleh
individu ataupun kelompok di mana bahan - bahannya terdiri dari barang-barang
bekas. Kesenian barang bekas pertama kali dikenalkan oleh Wensislaus Makur,
seorang kelahiran Flores. Beliau merupakan bekas buruh bangunan di Bali.
Wensislaus Makur membuat tas unik dari limbah karung plastik beras, sampai
menembus pasar konsumen di Eropa.
Barang-barang bekas yang dijadikan karya seni ini adalah bentuk
pemanfaatan, penghematan, dan gerakan untuk menjaga lingkungan. Banyak orang
yang sering membuang barang-barang bekas ke tempat sampah, padahal sebagian
masih dapat dimanfaatkan. Barang-barang ini sebenarnya layak untuk orang lain,
oleh sebab itu kita harus jeli memanfaatkan barang tersebut. Pemanfaatan
barang bekas perlu dilakukan karena selain untuk menghemat,kita juga telah
turut menjaga lingkungan.
Tak ada rotan, akarpun jadi, begitulah bunyi salah satu peribahasa
Indonesia yang mengandung makna dalam keadaan terpaksa, kita harus kreatif
untuk bisa memecahkan masalah yang sedang dihadapi dengan menggunakan alat
atau cara - cara yang tidak biasa. Peribahasa ini tepat digunakan untuk kesenian
dari barang bekas, karena barang yang unik itu tidak hanya dibuat dengan
menggunakan bahan dan teknologi yang tinggi, tetapi kita bisa memanfaatkan
barang bekas dengan cara yang sangat sederhana. Beberapa contoh barang
bekas yang ada di sekitar kita, seperti plastik, bungkus sabun, bungkusan
permen, kardus bekas, kertas bekas atau koran bekas, gelas retak, gelas plastik,
sedotan minuman, benang, boneka, celengan, kaleng bekas, kapas dapat
dimanfaatkan menjadi barang yang mempunyai nilai estetika.

2. Pemanfaatan Barang Bekas


Mengetahui info dan berita mengenai berbagai hal sudah menjadi
kebutuhan setiap manusia. Untuk mengetahui isi dunia, kita tidak perlu
berkeliling dunia. Kemudahan akses informasi sekarang ini memudahkan orang
untuk mengetahui kabar terkini bahkan hingga ke tempat yang jauh sekalipun.
Ada banyak media informasi misalnya televisi, radio, internet, majalah, buku,
maupun koran. Koran merupakan salah satu media informasi yang tidak pernah
hilang dalam kehidupan manusia. Sampai saat ini koran merupakan salah satu
media informasi yang cukup diminati masyarakat. Bahkan tidak sedikit orang
yang berlangganan koran untuk mengetahui informasi terbaru. Namun, setelah
dibaca, orang sering mengabaikan koran tersebut,bahkan membuangnya. Jika
koran itu diabaikan, maka lama-kelamaan akan menumpuk dan mengotori rumah.
Biasanya, orang akan menjualnya ke tukang loak. Hal ini memang merupakan
sebuah solusi praktis yang cukup baik.Tetapi, koran-koran bekas yang awalnya
hanya mengotori rumah itu dapat kita olah menjadi barang-barang yang memiliki
fungsi sehingga bisa dipakai serta mempunyai nilai seni dan nilai ekonomis yang
tinggi. Koran bekas tersebut dapat diolah menjadi berbagai macam produk
kerajinan seperti kap lampu, vas bunga, tempat tisu, tempat majalah, keranjang
buah, tempat pensil, baki, keranjang sampah, dompet, wadah perhiasan, wadah
telepon genggam, tempat pakaian kotor, asbak, dan hiasan dinding.
Selain memanfaatkan koran bekas, plastik bekas pun dapat dimanfaatkan.
Banyak pihak yang mengungkapkan Jakarta adalah kota metropolitan yang
modern. Kota metropolitan ini memiliki bangunan bertingkat dan pusat-pusat
perbelanjaan modern yang menawarkan berbagai produk modern. Namun dari
segi kebersihan lingkungan, Jakarta belum memenuhi kriteria tersebut. Data
terakhir dari Dinas Kebersihan DKI Jakarta menunjukkan, jumlah sampah di
Jakarta mencapai hampir 28.000 meter kubik setiap hari. Komposisinya terdiri
dari 65 persen sampah organik dan 35 persen sampah nonorganik. Penyumbang
terbesar sampah itu berasal dari sampah rumah tangga yang mencapai sekitar
60 persen dari total sampah yang terdapat di Jakarta setiap harinya. Jumlah
sampah plastik tergolong cukup besar. Padahal, sampah plastik membutuhkan
waktu 200 sampai 1.000 tahun untuk dapat terurai. Data dari Environment
Protection Body, sebuah lembaga lingkungan hidup di Amerika Serikat,
mencatat ada sekitar 500 miliar sampai 1 triliun tas plastik digunakan di seluruh
dunia setiap tahunnya. Ini berarti, sampah plastik jumlahnya terhitung cukup
banyak. Itulah sebabnya, Yayasan Unilever Indonesia bekerja sama dengan
sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat, mencoba memberikan penyadaran
bahaya sampah plastik tersebut dengan melakukan kegiatan Jakarta Green &
Clean yang melibatkan banyak ibu rumah tangga di lima wilayah. Ibu-ibu rumah
tangga itu diajak untuk mengubah sampah plastik bekas bungkusan sabun cuci,
pewangi busana, pengharum ruangan, dan sebagainya, menjadi karya kreatif
yang berguna. Mulai dari dompet berbagai ukuran, tas, sampai payung, dan
berbagai pernak-pernik bermanfaat lainnya. Ibu-ibu yang menjadi kader
lingkungan di kedua tempat itu, terlihat antusias mengumpulkan plastik-plastik
bekas bungkusan dan dijahit menjadi dompet, tas, payung, dan barang-barang
berguna lainnya. Mengetahui info dan berita mengenai berbagai hal sudah
menjadi kebutuhan setiap manusia.Untuk mengetahui isi dunia, kita tidak perlu
berkeliling dunia.Kemudahan akses informasi sekarang ini memudahkan orang
untuk mengetahui kabar terkini bahkan hingga ke tempat yang jauh
sekalipun.Ada banyak media informasi misalnya televisi, radio, internet,
majalah, buku, maupun Koran.Koran merupakan salah satu media informasi yang
tidak pernah hilang dalam kehidupan manusia. Sampai saat ini koran merupakan
salah satu media informasi yang cukup diminati masyarakat.Bahkan tidak sedikit
orang yang berlangganan koran untuk mengetahui informasi terbaru.Namun,
setelah dibaca, orang sering mengabaikan koran tersebut,bahkan
membuangnya.Jika koran itu diabaikan, maka lama-kelamaan akan menumpuk dan
mengotori rumah.Biasanya, orang akan menjualnya ke tukang loak. Hal ini
memang merupakan sebuah solusi praktis yang cukup baik.Tetapi, koran-koran
bekas yang awalnya hanya mengotori rumah itu dapat kita olah menjadi barang-
barang yang memiliki fungsi sehingga bisa dipakai serta mempunyai nilai seni dan
nilai ekonomis yang tinggi.Koran bekas tersebut dapat diolah menjadi berbagai
macam produk kerajinan seperti kap lampu, vas bunga, tempat tisu, tempat
majalah, keranjang buah, tempat pensil, baki, keranjang sampah, dompet, wadah
perhiasan, wadah telepon genggam, tempat pakaian kotor, asbak, dan hiasan
dinding.
Selain memanfaatkan koran bekas, plastik bekas pun dapat
dimanfaatkan.Banyak pihak yang mengungkapkan Jakarta adalah kota
metropolitan yang modern.Kota metropolitan ini memiliki bangunan bertingkat
dan pusat-pusat perbelanjaan modern yang menawarkan berbagai produk
modern.Namun dari segi kebersihan lingkungan, Jakarta belum memenuhi
kriteria tersebut.Data terakhir dari Dinas Kebersihan DKI Jakarta
menunjukkan, jumlah sampah di Jakarta mencapai hampir 28.000 meter kubik
setiap hari.Komposisinya terdiri dari 65 persen sampah organik dan 35 persen
sampah nonorganik.Penyumbang terbesar sampah itu berasal dari sampah rumah
tangga yang mencapai sekitar 60 persen dari total sampah yang terdapat di
Jakarta setiap harinya.Jumlah sampah plastik tergolong cukup besar.Padahal,
sampah plastik membutuhkan waktu 200 sampai 1.000 tahun untuk dapat
terurai.Data dari Environment Protection Body, sebuah lembaga lingkungan
hidup di Amerika Serikat, mencatat ada sekitar 500 miliar sampai 1 triliun tas
plastik digunakan di seluruh dunia setiap tahunnya.Ini berarti, sampah plastik
jumlahnya terhitung cukup banyak.Itulah sebabnya, Yayasan Unilever Indonesia
bekerja sama dengan sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat, mencoba
memberikan penyadaran bahaya sampah plastik tersebut dengan melakukan
kegiatan Jakarta Green & Clean yang melibatkan banyak ibu rumah tangga di
lima wilayah.Ibu-ibu rumah tangga itu diajak untuk mengubah sampah plastik
bekas bungkusan sabun cuci, pewangi busana, pengharum ruangan, dan
sebagainya, menjadi karya kreatif yang berguna.Mulai dari dompet berbagai
ukuran, tas, sampai payung, dan berbagai pernak-pernik bermanfaat lainnya.Ibu-
ibu yang menjadi kader lingkungan di kedua tempat itu, terlihat antusias
mengumpulkan plastik-plastik bekas bungkusan dan dijahit menjadi dompet, tas,
payung, dan barang-barang berguna lainnya.
Banyak pengusaha kesenian dari barang bekas ini memulai usahanya hanya
karena hobi. Misalnya, orang yang hobi menjahit, akhirnya menjual aneka tas
dan dompet jahitan sendiri yang terbuat dari kain dilengkapi dengan pernak-
pernik. Selain itu, produk dari barang bekas juga tidak mengeluarkan modal
besar, karena hanya memanfaatkan barang bekas. Usaha kesenian dari barang
bekas ini merupakan kategori dalam menjual keahlian, sehingga yang diperlukan
kreativitas untuk merancang kesenian tersebut. Selain itu, tidak mudah menjadi
pengusaha produk ini, karena harus dapat membaca situasi lingkungan eksternal.
Hal ini adalah kunci pokok untuk berhasil. Kesenian dari barang bekas
digolongkan dalam alternatif mencari penghasilan tambahan dengan membuka
usaha sendiri. Akan tetapi, diperlukan pengorbanan waktu, tenaga dan biaya
apabila ternyata sistem yang dibangun gagal.