Anda di halaman 1dari 19

BAB I

LAPORAN PENDAHULUAN

A. Definisi
Psoriasis berasal dari kata psora yang merupakan bahada Yunani yang
berarti sisik. Psoriasis adalah penyakit kulit kronik residif dengan lesi yang khas
berupa bercak-bercak bercak-bercak eritema berbatas tegas, kering ditutupi oleh
skuama tebal berlapis-lapis berwarna putih mengkilat disertai dengan fenomena
tetesan lilin, Auspitz dan koebner. Kemunculan penyakit ini terkadang dalam
waktu yang lama atau kamabuh dalam waktu yang tidak menentu.

B. Epidemiologi
Kasus Psoriasis yang paling sering terjadi pada usia antara 20-30 tahun
dan yang lebih sedikit pada usia antar 50-60 tahun. Insiden pada orang kulit putih
lebih tinggi dari pada penduduk kulit berwarna gelap. Factor-faktor lain yang
diduga menimbulkan penyakit ini antara lain genetik, imunologi. Frekuensi terjadi
penyakit pada pria dan wanita.

C. Etiologi
Etiologi belum diketahui, yang jelas ialah waktu pulih (turn over time)
epidermis dipercepat menjadi 3-4 hari, sedangkan pada kulit normal lamanya 27
hari.Berbagai penyelidikan yang lebih mendalam untuk mengetahui penyebabnya
yang pasti masih banyak dilakukan. Beberapa faktor penting yang disangka
menjadi penyebab timbulnya Psoriasis adalah :

Genetik
Imunologik
Stres Psikik
Infeksi fokal. Umumnya infeksi disebabkan oleh Kuman Streptococcus
Faktor Endokrin. Puncak insidens pada waktu pubertas dan menopause,
pada waktu kehamilan membaik tapi menjadi lebih buruk pada masa
pascapartus.
Gangguan Metabolik, contohnya hipokalsemia dan dialisis.
Obat-obatan misalnya beta-adrenergic blocking agents, litium, antimalaria,
dan penghentian mendadak korikosteroid sistemik.

Psoriasis Page 1
Alkohol dan merokok.

D. Patofisiologi
Penyebab psoriasis belum diketahui secara pasti. Namun predisposisi
genetik mungkin bisa menjadi pemicu terjadinya psoriasis. Karean adanya
peningkatan prevelensi penyakit ini pada anggota keluraga. Psoriasis berkaitan
dengna antigen manusia spesifik. Psoriasis secara jelas melibatkan proliferasi
berlebih dari keratinosit. Dan pada dasarnya mengurangi waktu yang diperlukan
untuk pembelahan sel sel epidermal yang terjadi dalam plak psoriasik. Psoriasis
mungkin juga melibatkan perubahan mekanisme imun karena sel T teraktivasi.
Serta Upregulation molekul adhesi yang dimediasi imun pada kreatinosit telah
diobservasi.
Psoriasis berhubungan dengan petanda peradangan sistemik seperti
peningkatan kadar CRP (C-reactive protein). Gangguan imunologik yang terjadi
pada penderita psoriasis diperkirakan meningkatkan risiko penyakit lain yang
berhubungan dengan gangguan imunologik tersebut. Hal ini bisa terjadi karena
GENETIK
aktifasi sel T, sitokin dan peningkatan petanda peradangan sistemik seperti CRP,
yang berhubungan dengan proses artheroskelrosis dan pada akhirnya berhubungan
AUTOinfark
dengan penyakit kardiovaskular seperti IMUNmiokard.

KARATINUSIT MENINGKAT

PEMBELAHAN SEL EPIDERMAL MENURUN

PERUBAHAN IMUN KARENA SEL T. TERAKTIVITAS

AMP abnormal GMP abnormal

E. Pathway
EPIDERMIS TEBAL DAN DILIPUTI
KARATIN

Psoriasis Page 2

PSORIOSIS
F. Manifestasi Klinis
Plak eritematosa berbatas tegas ditutupi oleh skuama putih keperakan,
terutama di lutut, siku, kulit kepala, dan lipatan kulit
Lesi dapat timbul secara perlahan tanpa diketahui, awalnya satu atau dua
lesi, lalu bergabung menjadi banyak lesi
Sering dijumpai pemisahan kuku atau nail pit
Gejala meningkat pada musim panas dan memburuk pada musing dingin
Kulit bersisik
Kulit terasa gatal

G. Pemeriksaan Medis
Pemeriksaan medis yang dapat membantu menguatkan diagnosis psoriasis
tidak banyak. Namun ada beberapa pemeriksan yang dapt membantu diantaranya :

Psoriasis Page 3
Biopsy kulit
Apabila diperlukan menunjukan hyperplasia epidermis yang irregular,
penipisan lapisan suprapapiler, penebalan rete ridges, infiltrasi, leukosit,
dan pustulosa epidermis
Histopatologi
Kelainan histopatologi yang dapat dijumpai pada lesi psoriasis ialah
hyperkeratosis, parakeratosis, akantosis dan hilangnya stratum
granulosum.Papilomatosis ini dapat memberi beberapa variasi bentuk
seperti gambaran pemukul bola kasti atau pemukul bola golf.

Aktivitas mitosis sel epidermis tampak begitu tinggi, sehingga pematangan


keratinisasi terlalu cepat dan stratum korneum tampak menebal.Di dalam sel-sel
tanduk ini masih dapat ditemukan inti-inti sel yang disebut parakeratosis.Di dalam
stratum korneum dapat ditemukan kantong-kantong kecil yang berisikan sel
radang polimorfonuklear yang dikenal sebagai mikro abses Munro.Pada puncak
papil dermis didapati pelebaran pembuluh darah kecil yang disertai oleh sebukan
sel-sel radang limfosit dan monosit.

H. Penatalaksanaan Medis

Tujuan penatalaksanaan adalah untuk memperlambat pergantian


epidermis, meningkatkan resolusi lesi psoriatik dan mengendalikan penyakit
tersebut. Pendekatan terapeutik harus berupa pendekatan yang dapat dipahami
oleh pasien, pendekatan ini harus bisa diterima secara kosmetik dan tidak
mempengaruhi cara hidup pasien. Terapi psoriasis akan melibatkan komitmen
waktu dan upaya oleh pasien dan mungkin pula keluarganya.

Ada tiga terapi yang standar: topikal, intralesi dan sistemik.

Terapi topical
Preparat yang dioleskan secara topikal digunakan untuk melambatkan
aktivitas epidermis yang berlebihan tanpa mempengaruhi jaringan lainnya.
Obat-obatannya mencakup preparat ter, anthralin, asam salisilat dan
kortikosteroid. Terapi dengan preparat ini cenderung mensupresi
epidermopoisis (pembentukan sel-sel epidermis).

Psoriasis Page 4
Formulasi ter mencakup losion, salep, pasta, krim dan sampo. Rendaman
ter dapat menimbulkan retardasi dan inhibisi terhadap pertumbuhan jaringan
psoriatik yang cepat. Terapi ter dapat dikombinasikan dengan sinar
ultraviolet-B yang dosisnya ditentukan secara cermat sehingga menghasilkan
radiasi dengan panjang gelombang antara 280 dan 320 nanometer (nm).
Selama fase terapi ini pasien dianjurkan untuk menggunakan kacamata
pelindung dan melindungi matanya. Pemakaian sampo ter setiap hari yang
diikuti dengan pengolesan losion steroid dapat digunakan untuk lesi kulit
kepala. Pasien juga diajarkan untuk menghilangkan sisik yang berlebihan
dengan menggosoknya memakai sikat lunak pada waktu amndi.
Anthralin adalah preparat (Anthra-Derm, Dritho-Crme, Lasan) yang
berguna untuk mengatasi plak psoriatik yang tebal yang resisten terhadap
preparat kortikosteroid atau preparat ter lainnya.
Kortikosteroid topikal dapat dioleskan untuk memberikan efek
antiinflamasi. Setelah obat ini dioleskan, bagian kulit yang diobati ditutup
dengan kasa lembaran plastik oklusif untuk menggalakkan penetrasi obat dan
melunakkan plak yang bersisik.
Terapi intralesi
Penyuntikan triamsinolon asetonida intralesi (Aristocort, Kenalog-10,
Trymex) dapat dilakukan langsung kedalam berck-bercak psoriasis yang
terlihat nyata atau yang terisolasi dan resisten terhadap bentuk terapi lainnya.
Kita harus hati-hati agar kulit yang normal tidak disuntuik dengan obat ini.
Terapi sistemik
Metotreksat bekerja dengan cara menghambat sintesis DNA dalam sel
epidermis sehingga mengurangi waktu pergantian epidermis yang psoriatik.
Walaupun begitu, obat ini bisa sangat toksik, khususnya bagi hepar yang
dapat mengalamim kerusakan yang irreversible. Jadi, pemantauan melalui
pemeriksaan laboratorium harus dilakukan untuk memastikan bahwa sistem
hepatik, hematopoitik dan renal pasien masih berfungsi secara adekuat.
Pasien tidak boleh minum minuman alkohol selama menjalani pengobatan
dengan metotreksat karena preparat ini akan memperbesar kemungkinan
kerusakn hepar. Metotreksat bersifat teratogenik (menimbulkan cacat fisik
janin) pada wanita hamil.

Psoriasis Page 5
Hidroksiurea menghambat replikasi sel dengan mempengaruhi sintesis
DNA. Monitoring pasien dilakukan untuk memantau tanda-tanda dan gejal
depresi sumsum tulang.
Siklosporin A, suatu peptida siklik yang dipakai untuk mencegah rejeksi
organ yang dicangkokkan, menunjukkan beberapa keberhasilan dalam
pengobatan kasus-kasus psoriasis yang berat dan resisten terhadap terapi.
Kendati demikian, penggunaannya amat terbatas mengingat efek samping
hipertensi dan nefroktoksisitas yang ditimbulkan (Stiller, 1994).
Retinoid oral (derivat sintetik vitamin A dan metabolitnya, asam vitamin
A) akan memodulasi pertumbuhan serta diferensiasi jaringan epiterial, dan
dengan demikian pemakaian preparat ini memberikan harapan yang besar
dalam pengobatan pasien psoriasis yang berat.
Fotokemoterapi. Terapi psoriasis yang sangat mempengaruhi keadaan
umum pasien adalah psoralen dan sinar ultraviolet A (PUVA). Terapi PUVA
meliputi pemberian preparat fotosensitisasi (biasanya 8-metoksipsoralen)
dalam dosis standar yang kemudian diikuti dengan pajanan sinar ultraviolet
gelombang panjang setelah kadar obat dalam plasma mencapai puncaknya.
Meskipun mekanisme kerjanya tidak dimengerti sepenuhnya, namun
diperkirakan ketika kulit yang sudah diobati dengan psoralen itu terpajan
sinar ultraviolet A, maka psoralen akan berkaitan dengan DNA dan
menurunkan proliferasi sel. PUVA bukan terapi tanpa bahaya; terapi ini
disertai dengan resiko jangka panjang terjadinya kanker kulit, katarak dan
penuaan prematur kulit.
Terapi PUVA mensyaratkan agar psoralen diberikan peroral dan setelah 2 jam
kemudian diikuti oleh irradiasi sinar ultraviolet gelombang panjang denagn
intensitas tinggi. (sinar ultraviolet merupakan bagian dari spektrum
elektromagnetik yang mengandung panjang gelombang yang berkisar dari
180 hingga 400 nm).
Terapi sinar ultraviolet B (UVB) juga digunakan untuk mengatasi plak yang
menyeluruh. Terapi ini dikombinasikan dengan terapi topikal terbatubara
(terapi goeckerman). Efek sampingnya serupa dengan efek samping pada
terapi PUVA.
Etretinate (Tergison) adalah obat yang relatif baru (1986). Ia adalah derivat
dari Vitamin A. Bisa diminum sendiri atau dikombinasi dengan sinar

Psoriasis Page 6
ultraviolet. Hal ini dilakukan pada penderita yang sudah bandel dengan obat
obat lainnya yang terdahulu.

Di antara pengobatan tersebut diatas, yang paling efektif untuk mengobati


psoriasis adalah dengan ultraviolet (fototerapi), karena dengan fototerapi penyakit
psoriasis dapat lebih cepat mengalami clearing atau almost clearing (keadaan
dimana kelainan / gejala psoriasis hilang atau hampir hilang). Keadaan ini disebut
remisi. Masa remisi fototerapi tersebut bisa bertahan lebih lama dibandingkan
dengan pengobatan lainnya.
Pengobatan fotokemoterapi, yaitu dengan menggunakan kombinasi radiasi
ultraviolet dan oral psoralen (PUVA), namun kelemahannya adalah untuk jangka
panjang dapat menimbulkan kanker kulit.
Fototerapi UVB konvensional dengan menggunakan sinar UVB
broadband dengan panjang gelombang 290-320 nm. Terapi kurang praktis karana
pasien harus masuk ke dalam light box.

Jaga kulit agar tetap berminyak. Minyak, cream, dan petroleum jelly
adalah moisturizer yang baik. Gunakan pelembab bila udara terasa panas.
Penyinaran dengan sinar matahari akan menghilangkan psoriasis pada
beberapa orang, namun kulit terlebih dulu diolesi dengan minyak dan
dilakukan lubrikasi.
Mandi dengan air panas akan mengurangi sisik yang timbul. Penggunaan
moisturizer segera setelah mandi akan berguna. Meminimalisasi kontak
dengan sabun dan bahan kimia. Gunakan sabun yang sangat lembut,
sabun moisturizing, atau sabun yang bebas pembersih.
Lindungi kulit dari cidera, sebab cidera dapat memperparah plaque yang
timbul.

BAB II
ASUHAN KEPERAWATAN
DENGAN GANGGUAN PENYAKIT HIPERPARATIROID

Kasus

Psoriasis Page 7
Psoriasis Page 8
ASUHAN KEPERAWATAN
DENGAN GANGGUAN PENYAKIT HIPERPARATIROID

Tanggal MRS : 09 05 2016

Tanggal pengkajian : 10 05 2016

A. Pengkajian
1. Identitas
Pasien
Nama :Tn. Rafsian Zahni :
Usia : 20 tahun
Jenis kelamin : laki-laki
Alamat : jln.d. purbo rt 21 kec. Pematang salur
Pekerjaan : wiraswasta
Penanggung jawab:
Nama :Ny.x
Usia :20 tahun
Jenis kelamin :perempuan
Alamat :jln D.Purwo. Rt 21 kec.pematang salur
Pekerjaan :wiraswasta
2. Keluhan utama:pasien mengatakan kalau tubuhnya timbul Bercak-bercak
kemerahan pada kulit dan gatal
3. Riwayat penyakit sekarang
Pasien mengeluhkan bercak kemerahan Pada kulit, pasien juga mengeluh
dengan keadaannya.
4. Riwayat penyakit masa lalu
- Pasien pernah mengalami keluhan seperti ini sebelumnya 3 bulan yang
lalu
- Tidak ada riwayat diabetes
5. Riwayat penyakit keluarga
- Tidak ada keluarga yang mengalami keluhan yang sama seperti pasien
6. Riwayat alergi

7. Genogram

Psoriasis Page 9
: laki-laki meninggal

: perempuan meninggal

: laki-laki hidup

: perempuan hidup

: garis keturunan

: garis pernikahan

: pasien

Psoriasis Page 10
8. Pola kebiasaan sehari-hari

Pola kebiasaan Sebelum sakit Saat sakit


Nutrisi Pasien makan 3x/ hari 1 Makan :/ hari setiap kali
pporsi nasi,sayur,,lauk makan tersisa porsi

Eliminasi Pasien BAK 3-4/hari Pasien BAK sulit untuk


warnanya kuning berkemih
Passien BAB 1x2/hari Pasien BAB susah
warnanya kuning
Istirahat tidur Pasien istirahat 7-8 / jam Pasien istirahat 4-6 / jam
Aktivitas Pasien Kerjan dan rutin Pasien tidak melakukan
olahraga setiap hari aktivitas selama sakit

9. Pemeriksaan umum
Pemeriksaan head to toe
Kepala
Inspeksi : normachepali
Palpasi :
Mata
Inspeksi :konjungtiiva anemis(-/-)
Sklera ikterik
Pupil isokor kiri kanan
Hidung
Inspeksi:septum deviasi(-),sekret(-)
Telinga
Inspeksi :normal,tanda radang(-)
Mulut bibir kering
Dinding faring hiperemis(-)
Inspeksi :
Leher
Inspeksi pembesaran kelenjar getah beninng(-
Palpasi :
Dada
Inspeksi :
Auskultasi :
Perkusi : sonor
Palpasi :
Abdomen
Inspeksi :datar,tampak lesi kulit
Palpasi : hepar dan lien tidak teraba membesar
Perkusi : timpani
Auskultasi:bising usus (+)normal
Genetalia

Psoriasis Page 11
Inspeksi : tidak dilakukan pemeriksaan secara langsung
Ekstermitas Atas dan bawah
Inspeksi : akral hangat oedem(-),sinosis(-)
Akral hangat,oedem(-),sinosis(-)
10. Pemeriksaan penunjang
- Belum terkaji

Psoriasis Page 12
B. Analisa Data

Tanggal No DATA Etiologi Masalah


DX
4 April 1 DS: Perubahan imun Kerusakan
pasien mengatakan kalau
2016 karena sel T integritas kulit
ditubuhnya timbul
teraktivitas
Bercak-bercak kemerahan
AMP abnormal
pada kulit
DO: Epidermis tebal
Abdomen diliputi karatin
Inspeksi :datar,tampak lesi
Bercak merah
kulit
Palpasi : hepar dan lien
tidak teraba membesar
Perkusi : timpani
Auskultasi:bising usus
(+)normal

4 April 2 DS Timbul bercak merah Gangguan


2016 Pasien mengeluhkan citra diri
Ansietas karena
bercak kemerahan Pada keadaan
kulit, pasien juga
mengeluh dengan Malu dengan diri

keadaannya
DO:
Abdomen
Inspeksi :datar,tampak lesi
kulit
Palpasi : hepar dan lien
tidak teraba membesar
Perkusi : timpani
Auskultasi:bising usus
(+)normal

Psoriasis Page 13
4 April 3 DS: GMP abnormal Gangguan
2016 Pasien mengeluhkan rasa nyaman
Epidermis tebal
bercak kemerahan Pada berkaratin
kulit, pasien juga
mengeluh dengan Timbul bercak merah

keadaannya gatal
DO:
Pasien tampak bergaruk
garuk area bercak
merahnya.

Psoriasis Page 14
C. Intervensi

No Diagnose NOC NIC


1 Kerusakan integritas Setelah dilakukan Pressure management
kulit tindakan keperawatan 1 x Anjurkan pasien
Definisi : perubahan 7 jam maka kerusakan untuk menggunakan
atau gangguan integritas kulit dapat pakaian yang
epidermis dan /dermis teratasi dengan kriteria longgar
Hindari kerutan
hasil :
pada tempat tidur
Tissue integrity: skin and
Jaga kebersihan
mucous
kulit agr tetap bersih
Intergritas kulit yang
dan kering
baik bisah di Mobilisasi
pertahankan pasien( ubah posisi
(sensasi,elastisitas,te pasien) setiap 2 jam
mperatur,hidrasi,pig sekali
Monitor kulit akan
mentasi)
Tidak ada luka/lesi adanya kemerahan
Oleskan lotion atau
pada kulit
Perfusi jaringan baik minyak/ baby oil
Menunjukkan
pada daerah yang
pemahaman dalam
tertekan
proses perbaikan Memandikan pasien
kulit dan mencegah dengan sabun dan
terjadinya cedera air hangat Inssision
berulang site care
Mampu melindungi Membersihkan,mem
kulit dan antau,dan
mempertahankan meningkatkan
kelembaban kulit proses
dan perawatan penyembuhan.
Pada luka yang
alami.
ditutupdengan
jahitan,klip atau
straples

Psoriasis Page 15
Monitor proses
kesembuhan area
insisi
Ganti balutan pada
interval waktu yang
sesuai atau biarkan
luka tetap terbuka
( tidak di balut)
sesuai program
Dialysis acces
maintenante
2 Gangguan citra tubuh Setelah dilakukan Body image
Definisi : konfusi tindakan keperawatan 1 x enhancemen
dalam gambaran 7 jam maka Gangguan Kaji secara verbal
mental tentang diri- citra tubuh dapat teratasi dan non verbal
fisik individu. dengan kriteria hasil : respon klien
Body image terhadap tubuhnya
Monitor frekuensi
Mampu
mengkritik dirinya
mengindentifikasi
Jelaskan tentang
kekuatan personal
pengobatan,perawat
Mendiskripsikan
an,kemajuan dan
secara faktual
prognosis penyakit
perubahan fungsi
Dorong klien
tubuh
mengungkapkan
Mempertahankan
perasaannya
interaksi sosial
Identifikasi arti
pengurangan
melalui pemakaian
alat bantu
Fasilitasi kontak
dengan individu lain
dalam kelompok
kecil.
3 Gangguan rasa Setelah dilakukan Anxiety reduction

Psoriasis Page 16
nyaman tindakan keperawatan 1 x ( penurunan kecemasan)
Definisi : Merasa 7 jam maka Gangguan Gunakan
kurang rasa nyaman dapat pendekatan yang
senang,lega,dan teratasi dengan kriteria menenangkan
Nyatakn dengan
sempurna dalam hasil :
jelas harapan
dimensi Ansiety
terhadap pelaku
fisik,psikospritual,ling Mampu mengontrol
pasien
kungan,dan cosial kecemasan
Jelaskan prosedur
Status lingkungan
dan ap yang
yang nyaman
Mengontrol nyeri dirasakan selama
Kualita tidur dan
prosedur
istirahat adekuat Identifikasi tingkat
Agresi pengendalian
kecemasan
diri Bantu pasien
Respon terhadap
mengenal situasi
pengobatan
yang menimbulkan
Keinginan untuk
kecemasan
hidup
Dorong pasien
untuk
mengungkapkan
perasaan,
ketakutan,persepsi
Instruksikan pasien
menggunakan
teknik relaksasi.

Psoriasis Page 17
D. Implementasi
Tanggal No Implementasi Paraf
/ jam DX
1 menJaga kebersihan kulit agar tetap bersih
dan kering
Monitor kulit akan adanya kemerahan
Memandikan pasien dengan sabun dan air
hangat Inssision site care
Membersihkan,memantau,dan
meningkatkan proses penyembuhan.
Monitor proses kesembuhan area insisi
menggantikan balutan pada interval waktu
yang sesuai atau biarkan luka tetap terbuka
( tidak di balut) sesuai program Dialysis
acces maintenante
2 E. Kaji secara verbal dan non verbal respon
klien terhadap tubuhnya
F. Jelaskan tentang
pengobatan,perawatan,kemajuan dan
prognosis penyakit
G. Fasilitasi kontak dengan individu lain
dalam kelompok kecil.
3 Gunakan pendekatan yang
menenangkan
Jelaskan prosedur dan ap yang
dirasakan selama prosedur
Dorong pasien untuk mengungkapkan
perasaan, ketakutan,persepsi

DAFTAR PUSTAKA

NANDA. 2012. Diagnose keperawatan: Definisi dan Klasifikasi 2012-2014.


Jakarta :EGC

Psoriasis Page 18
https://www.scribd.com/doc/39093168/Psoriasis

https://www.scribd.com/doc/39093168/Psoriasis

http://asuhankeperawatanklien.blogspot.co.id/2009/12/askep-psoriasis.html

Psoriasis Page 19

Anda mungkin juga menyukai