Anda di halaman 1dari 1

Adaptasi tanaman dan resistensi terhadap temperatur rendah

a. Pengaruh temperatur rendah tergadap tanaman


Pengaruh primer pemdinginan tanaman di bawah kisaran temperatur optimumnya adalah
berkurangnya kecepatan pertumbuhan dan proses metabolisme.
Pendinginan tanaman-tanaman subtropics dan tropis sampai pada kisaran temperatur 0-10 oC
cenderung menyebabkan penurunan aktivitas proses metabolisme dengan sangat cepat
(terutama respirasi) dan dapat menyebabkan kerusakan yang sangat membahayakan dan
kematian di dalam beberapa jam atau hari.
Bukti yang menunjukkan bahwa pendinginan spesies ini menyebabkan perubahan fase (cair ke
padat) pada lipida membran yang menyebabkan tidak aktifnya enzim-enzim yang terikat pada
membran seperti enzim di dalam alat pernafasan yang melekat pada membran mitokondria.
Tanaman daerah iklim sedang tidak peka terhadap terjadinya gangguan karena pendinginan
pada temperatur di atas 0 oC dan cenderung memperlihatkan tanda-tanda kerusakan hanya
sesudah es terbentuk di dalam jaringannya.
Dalam keadaan kecepatan pendinginan yang relatif rendah (kurang dari 1oC per jam), es
cenderung terbentuk secara preferensial di dalam apoplast dari jaringan tanaman sebab
konsentrasi terlarut di dalam sitoplasma dan vacuola lebih besar.
Selama periode pembekuan semacam itu tidak diperpanjang dan kecepatan pencairan tidak
terlalu cepat, pembentukan es ekstraseluler tidak dapat mnyebabkan kerusakan jaringan yang
berarti di dalam tanaman keras.
Tetapi, bila es di luar sel tetap ada, gradient tekanan uap air antara apoplast dan sel
menyebabkan air bergerak keluar dari sel dan masuk ke dalam apoplast, di mana kemudian
membeku, karenanya meningkatkan jumlah es di dalam jaringan tanaman.
Proses ini mengakibatkan dehidrasi secara cepat dari isi sel dan suatu peningkatan konsentrasi
cairan sel. Akibatnya, keadaan biokimia sitoplasma sangat terganggu; protein, termasuk enzim
mengalami denaturasi, berbagai macam komponen diendapkan, bahan-bahan kompartementasi
seperti enzim hidrolitik dilepaskan masuk ke dalam sitoplasma, system penyangga menjaditidak
mampu mengendalikan pH, dan mungkin terjadi perapatan molekul-molekul makro apabila
saling berdesakankarena dehidrasi sitoplasma.