Anda di halaman 1dari 2

PENDAHULUAN

Meskipun asma telah dikenal sejak ribuan tahun yang


lalu, para ahli masih belum sepaPENDAHULUAN
Meskipun asma telah dikenal sejak ribuan tahun yang
lalu, para ahli masih belum sepakat mengenai definisi
penyakit tersebut. Dari waktu ke waktu definisi asma
terus mengalami perubahan. Definisi asma ternyata
tidak mempermudah membuat diaPENDAHULUAN
Meskipun asma telah dikenal sejak ribuan tahun yang
lalu, para ahli masih belum sepakat mengenai definisi
penyakit tersebut. Dari waktu ke waktu definisi asma
terus mengalami perubahan. Definisi asma tePENDAHULUAN
Meskipun asma telah dikenal sejak ribuan tahun yang
lalu, para ahli masih belum sepakat mengenai definisi
penyakit tersebut. Dari waktu ke waktu definisi asma
terus mengalami perubahan. Definisi asma ternyata
tidak mempermudah membuat diagnosis asma,
sehingga secara praktis para ahli berpendapat: asma
adalah penyakit paru dengan karakteristik: 1). obstruksi
saluran napas yang reversibel (tetapi tidak lengkap pada
beberapa pasien) baik secara spontan maupun dengan
pengobatan; 2). inflamasi saluran napas; 3). peningkatan
respon saluran napas terhadap berbagai rangsangan
(h iperea ktivitas).
Obstruksi saluran napas ini memberikan gejala-gejala
seperti batuk, mengi, dan sesak napas. Penyempitan
saluran napas pada asma dapat terjadi secara bertahap,
perlahan-lahan dan bahkan menetap dengan pengobatan
tetapi dapat pula terjadi mendadak, sehingga menimbulkan
kesulitan bernapas yang akut. Derajat obstruksi dipengaruhi
oleh diameter lumen saluran napas, edema dinding
bronkus, produksi mukus, kontraksi dan hipertrofi otot
polos bronkus. Diduga baik obstruksi maupun peningkatan
respon terhadap berbagai rangsanganrnyata
tidak mempermudah membuat diagnosis asma,
sehingga secara praktis para ahli berpendapat: asma
adalah penyakit paru dengan karakteristik: 1). obstruksi
saluran napas yang reversibel (tetapi tidak lengkap pada
beberapa pasien) baik secara spontan maupun dengan
pengobatan; 2). inflamasi saluran napas; 3). peningkatan
respon saluran napas terhadap berbagai rangsangan
(h iperea ktivitas).
Obstruksi saluran napas ini memberikan gejala-gejala
seperti batuk, mengi, dan sesak napas. Penyempitan
saluran napas pada asma dapat terjadi secara bertahap,
perlahan-lahan dan bahkan menetap dengan pengobatan
tetapi dapat pula terjadi mendadak, sehingga menimbulkan
kesulitan bernapas yang akut. Derajat obstruksi dipengaruhi
oleh diameter lumen saluran napas, edema dinding
bronkus, produksi mukus, kontraksi dan hipertrofi otot
polos bronkus. Diduga baik obstruksi maupun peningkatan
respon terhadap berbagai rangsangangnosis asma,
sehingga secara praktis para ahli berpendapat: asma
adalah penyakit paru dengan karakteristik: 1). obstruksi
saluran napas yang reversibel (tetapi tidak lengkap pada
beberapa pasien) baik secara spontan maupun dengan
pengobatan; 2). inflamasi saluran napas; 3). peningkatan
respon saluran napas terhadap berbagai rangsangan
(h iperea ktivitas).
Obstruksi saluran napas ini memberikan gejala-gejala
seperti batuk, mengi, dan sesak napas. Penyempitan
saluran napas pada asma dapat terjadi secara bertahap,
perlahan-lahan dan bahkan menetap dengan pengobatan
tetapi dapat pula terjadi mendadak, sehingga menimbulkan
kesulitan bernapas yang akut. Derajat obstruksi dipengaruhi
oleh diameter lumen saluran napas, edema dinding
bronkus, produksi mukus, kontraksi dan hipertrofi otot
polos bronkus. Diduga baik obstruksi maupun peningkatan
respon terhadap berbagai rangsangankat mengenai definisi
penyakit tersebut. Dari waktu ke waktu definisi asma
terus mengalami perubahan. Definisi asma ternyata
tidak mempermudah membuat diagnosis asma,
sehingga secara praktis para ahli berpendapat: asma
adalah penyakit paru dengan karakteristik: 1). obstruksi
saluran napas yang reversibel (tetapi tidak lengkap pada
beberapa pasien) baik secara spontan maupun dengan
pengobatan; 2). inflamasi saluran napas; 3). peningkatan
respon saluran napas terhadap berbagai rangsangan
(h iperea ktivitas).
Obstruksi saluran napas ini memberikan gejala-gejala
seperti batuk, mengi, dan sesak napas. Penyempitan
saluran napas pada asma dapat terjadi secara bertahap,
perlahan-lahan dan bahkan menetap dengan pengobatan
tetapi dapat pula terjadi mendadak, sehingga menimbulkan
kesulitan bernapas yang akut. Derajat obstruksi dipengaruhi
oleh diameter lumen saluran napas, edema dinding
bronkus, produksi mukus, kontraksi dan hipertrofi otot
polos bronkus. Diduga baik obstruksi maupun peningkatan
respon terhadap berbagai rangsangan