Anda di halaman 1dari 6

TUGAS

MATA KULIAH

PENYEDIAAN ENERGI 2

Oleh

Vivi Iriani (2311131065)

Indra Jaya (2311131074)

Rizal Durahman (2311131078)

Astri Meida N (2311131082)

Fuji Paluvi (2311131089)

JURUSAN TEKNIK KIMIA

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS JENDERAL ACHMAD YANI

CIMAHI

2017
Biomassa yang digunakan adalah wood chips dengan hasil analisa ultimate (basis kering) sebagai berikut:

C = 48,10%; H = 5,99%; O = 45,74%; N = 0,08%

LHV= 19,916 MJ/kg

Basis perhitungan yang digunakan pada neraca massa sebesar 1 kg wood chips

1. Akumulasi Data Hasil Perhitungan

Berikut data hasil perhitungan simulasi gasifikasi dengan menggunakan aplikasi Ms.Excell :

Komposisi gas producer (dasar kering) LHVpg


No. MC ER Frg cg (%) Tpg (K)
H2 CO CH4 CO2 N2 (kJ/Nm3)
1 30 0,60 32,104% 34,925% 0,481% 5,646% 26,844% 8692,65 94,25 1046,00
2 35 0,51 30,060% 34,197% 0,317% 5,490% 29,935% 8664,77 94,09 956,00
3 10% 40 0,45 27,631% 33,547% 0,099% 5,565% 33,158% 8275,19 94,57 1082,00
4 45 0,40 24,540% 32,499% 0,020% 5,715% 37,225% 7982,06 91,16 1118,00
5 50 0,36 23,301% 31,427% 0,022% 5,850% 39,400% 7797,98 92,90 1213,00
6 30 0,60 32,412% 32,692% 1,021% 6,967% 26,908% 7551,13 89,93 1178,00
7 35 0,51 30,133% 31,993% 0,257% 6,984% 30,633% 7239,15 89,23 1376,89
8 15% 40 0,45 28,100% 31,026% 0,132% 6,827% 33,914% 6906,43 84,76 1400,00
9 45 0,40 24,291% 30,114% 0,021% 7,025% 38,549% 6946,58 90,17 1400,01
10 50 0,36 22,815% 29,311% 0,016% 7,003% 40,854% 6613,46 84,81 1429,27
2. Pembahasan
Berdasarkan hasil perhitungan yang ditunjukan pada tabel di atas, berikut
ditunjukan hubungan antara rasio bahan bakar per udara relatif gasifikasi (Frg) terhadap
heating value gas producer (LHVpg).
9000
MC_10
8500
MC_15
8000
LHVpg (kJ/Nm3)

7500

7000

6500

6000
0.35 0.40 0.45 0.50 0.55 0.60
Frg

Gambar 2.1 Kurva hubungan antara rasio bahan bakar per udara relatif gasifikasi
(Frg) terhadap heating value gas producer (LHVpg).

Dapat dilihat pada Gambar 2.1

Sementara di bawah ini ditunjukan hubungan antara rasio bahan bakar per udara
relatif gasifikasi (Frg) terhadap cold gas efficiency (cg).

96

94

92
cg (%)

90

88

86
MC_10
84
MC_15
82
0.35 0.40 0.45 0.50 0.55 0.60
Frg
Gambar 2.2 Kurva efisiensi gas dingin (cold effisiency) terhadap rasio bahan bakar per
udara relatif gasifikasi (Frg) dengan kandungan moisture content 10% & 15%

Untuk mengoptimalkan efisiensi gasifikasi moisture content yang digunakan


harus kurang dari 25%, gasification relative fuel/air ratio (Fgr) meningkatkan efisiensi
gas dingin (cg (%)). Semakin besar nilai Frg maka effisiensi gas dinginnya akan terus
meningkat, dan semakin besar moisture content maka efisiensi gas dingin akan
meningkat dilihat dari grafik 2.2 dengan moisture content 15%, efisiensi tertinggi pada
Frg 0,59 sebesar 94,09%.

0.45 0.01
0.40 H2_10

0.35 0.008 H2_15


Komposisi gas producer

CO_10

Komposisi CH4
0.30
0.006 CO_15
0.25
CO2_10
0.20 CO2_15
0.004
0.15 N2_10

0.10 0.002 N2_15

0.05 CH4_10
CH4_15
0.00 0
0.35 0.40 0.45 0.50 0.55 0.60
Frg

Gambar 2.3 Kurva komposisi gas produser terhadap rasio bahan bakar per udara relatif
gasifikasi (Frg) dengan kandungan moisture content 10% & 15%

Distribusi komposisi gas produser berbeda tergantung pada komposisi kimia antar
bahan biomassa, yang secara tidak langusng dipengaruhi pula oleh temperatur reaksi,
rasio bahan bakar per udara relatif (Frg) dan moisture content dalam biomassa. Dapat
dilihat dari Gambar 2.3 untuk kadar air rendah, kandungan karbon monoksida (CO)
meningkat dengan Frg yang tinggi karena pada saat udara di gasifier kurang pembakaran
menjadi tidak sempurna dan akan menghasilkan lebih banyak CO.
Namun, rasio bahan bakar dan kadar kelembaban yang tinggi pada biomassa,
menyebabakan pergeseran air pada saat reaksi cenderung membentuk hidrogen dan
karbon dioksida. Pergeseran air pada saat reaksi cenderung untuk mengurai air menjadi
hidrogen yang lebih tinggi. Tapi ketika temperatur reaksi turun pada Frg yang tinggi dan
kadar kelembaban air dalam biomassa juga tinggi, bagian dari hidrogen akan di
konversi menjadi metana hal ini sesuai dengan kurva yang ditunjukan pada Gambar,
sehingga Pembentukan metana selama proses gasifikasi secara langsung bergantung
pada temperatur reaksi dan kadar kelembaban air dalam biomassa.
Kandungan air di gas produser hasil penguapan kelembaban biomassa dan
pembakaran dalam zona oksidasi. Pada rasio bahan bakar dan air yang tinggi, bagian
dari air bereaksi dengan CO untuk membentuk hidrogen.
Konsentrasi metana dalam gas produser disebabkan oleh kadar kelembaban dalam
biomassa, kualitas bahan bakar mesin berkurang secara signifikan karena untuk
menghasilkan sejumlah energi, metana membutuhkan jumlah udara yang besar untuk
pembakaran stoikiometri daripada karbon monoksida.