Anda di halaman 1dari 43

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Peningkatan mutu pendidikan merupakan fokus perhatian dengan cara
melaksanakan program pengajaran yang akan meningkatkan prestasi belajar dan
upaya peningkatan mutu pendidikan ini banyak terkait dengan penggunaan media.
Media adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan informasi dari sumber
informasi kepada penerima informasi (Rahadi, 2004: 7). Dengan media proses
belajar mengajar akan lebih menarik untuk menunjang peran guru dalam mengajar
karena memberikan gambaran langsung yang lebih jelas dan nyata kepada siswa
sehingga media berperan sangat penting dalam pembelajaran.
Penggunaan media gambar sebagai alat bantu dalam proses balajar
mengajar merupakan suatu hal yang sangat penting bagi siswa karena dengan
mengunakan media gambar berwarna siswa akan lebih cepat menyerap materi
pelajaran dengan melihat media yang dipakai oleh guru dalam belajar mengajar,
sehingga siswa akan semakin tertarik dengan materi yang dibahas, oleh karena itu
siswa tidak akan merasa cepat bosan dalam menerima suatu materi yang
disampaikan oleh gurunya dan siswa selain hanya tau dengan melihat dibuku
pelajaran saja, akan tetapi siswa akan mendapat suatu pengetahuan serta
pemahaman dalam belajar mengenai hewan dan tumbuhan langka dengan
menggunakan media.
Pembelajaran yang optimal ditunjukkan dengan dikuasainya materi oleh
siswa sesuai dengan tingkatan kelas yang diduduki, oleh karena itu guru
merupakan bagian yang memiliki peran sangat penting sebagai fasilitator untuk
mencapai keberhasilan dalam pendidikan. Jadi guru merupakan sentral dari segala
upaya pendidikan dan pemahaman peserta didik yang menyatakan penguasaan
siswa terhadap materi pelajaran dengan nilai dan penerapan dalam kehidupan
sehari-hari.
Melalui mata pelajarn IPA di kelas VI (enam) semester I (satu) dengan
menggunakan Kompetensi Dasar Mengidentifikasi jenis hewan dan tumbuhan
yang mendekati kepunahan berpedoman kepada Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP) dalam silabus dengan materi pokok hewan dan tumbuhan
yang terancam punah. Setelah dilakukan langkah-langkah pembelajaran dan
dievaluasi ternyata dari 15 orang siswa kelas VI SDN 24 Koto Anau yang

1
mencapai tingkat penguasaan materi hanya 10 orang siswa yang mendapat nilai di
atas KKM sedangkan 5 orang siswa mendapatkan nilai di bawah KKM.
Masalah yang teridentifikasi oleh peneliti sehubungan dengan
pembelajaran di sekolah ini antara lain :
1. Kurangnya media yang digunakan guru
2. Guru tidak memajang media gambar
3. Penjelasan guru terlalu cepat
Bila masalah ini tidak segera diatasi dikhawatirkan akan berakibat
bertambah buruk / kurangnya minat siswa dan rendahnya tingkat pemahaman
siswa kelas VI terhadap mata pelajaran IPA dengan materi pokok hewan dan
tumbuhan yang terancam punah, maka penulis perlu mengadakan PTK dan
merancang Rencana Perbaikan Pembelajaran tersebut dengan judul Pengaruh
Penggunaan Media Gambar Berwarna untuk Meningkatkan Pemahaman
Siswa Kelas VI SDN 24 Koto Anau Tentang Hewan dan Tumbuhan yang
Terancam Punah.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, dapat dirumuskan masalah sebagai
berikut: Apakah Ada Pengaruh Penggunaan Media Gambar Berwarna Terhadap
Peningkatan Pemahaman Siswa Kelas VI SDN 24 Koto Anau Tentang Hewan dan
Tumbuhan yang Terancam Punah?

C. Tujuan Penelitian Perbaikan Pembelajaran


Tujuan yang dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Mengidentifikasi penggunaan media gambar berwarna terhadap

peningkatan pemahaman siswa kelas VI SDN 24 Koto Anau.

2. Ingin mengetahui pengaruh penggunaan media gambar berwarna

terhadap peningkatan pemahaman siswa kelas VI SDN 24 Koto Anau

tentang hewan dan tumbuhan yang terancam punah.

2
D. Manfaat Penelitian Perbaikan Pembelajaran

Adapun manfaat dari penulisan laporan ini adalah :

1. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dipedomani oleh kepala sekolah

dalam menyediakan media gambar berwarna dalam proses belajar

mengajar pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

2. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan dasar pijak bagi para guru

kelas VI memilih media gambar berwarna sebagai alat bantu dalam upaya

meningkatkan pemahaman siswa kelas VI tentang hewan dan tumbuhan

yang terancam punah.

3
BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. Deskripsi Teori
1. Media Gambar
a. Pengertian Media Gambar
Setiap ahli memberikan pengertian yang berbeda terhadap media
gambar, meskipun secara esensial terhadap suatu kesamaan yakni sebagai alat
bantu atau sarana yang digunakan untuk membantu proses komunikasi pada
saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.
Remiszewski (Subana, 2002: 289) mengartikan media sebagai pembawa
pesan (dapat berupa benda/orang) kepada penerima pesan. Dalam proses
belajar mengajar penerima pesan adalah siswa. Melalui indranya siswa
dirangsang oleh media untuk menggunakan kombinasi dari beberapa indranya
sehingga mampu menerima pesan secara lengkap.
Sedangkan menurut (Anitah, 2008: 11) media adalah setiap orang,
bahan, alat, atau peristiwa yang dapat menciptakan kondisi yang
memungkinkan pembelajaran untuk menerima pengetahuan, keterampilan dan
sikap.
Dalam buku media intruksional edukatif dijelaskan bahwa yang
dimaksud dengan media: Media gambar adalah sarana pendidikan yang
digunakan sebagai perantara dalam proses belajar mengajar yang dapat berupa
foto dan lukisan (Rohani, 1997: 21). Sedangkan ahli lain mengatakan bahwa:
Media gambar adalah alat atau sarana yang merupakan reproduksi bentuk asli
dalam dua dimensi yakni lukisan maupun foto sebagai perantara dalam
berkomunikasi dalam proses belajar mengajar (Nasution, 1992: 11).
Dari pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa media gambar itu
merupakan sarana pendidikan yang digunakan sebagai perantara dalam proses
belajar mengajar yang dapat berupa foto dan lukisan.

b. Fungsi Media Gambar/Foto.


Pada hakekatnya kegiatan belajar mengajar adalah suatu proses
komunikasi. Proses komunikasi harus diciptakan/diwujudkan melalui kegiatan
penyampaian tukar-menukar pesan/informasi antara guru dan peserta didik.
Media gambar memiliki fungsi yang sangat penting didalam kegiatan proses
4
belajar mengajar dimana penggunaan media gambar dalam pendidikan dapat
mengantisipasi sikap positif dan dapat membantu meningkatkan kegairahan
belajar para peserta didik. Berkaitan dengan hal berikut ini akan dikutip
beberapa pendapat para ahli tentang fungsi media gambar.
Dalam buku media intruksional edukatif dijelaskan fungsi media
gambar dalam pendidikan adalah sebagai berikut:
1. Menyampaikan informasi dalam proses belajar mengajar
2. Memperjelas informasi pada waktu tatap muka dalam proses belajar
mengajar
3. Melengkapi dan memperkaya informasi dalam kegiatan belajar mengajar,
4. Mendorong motivasi belajar
5. Meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam menyampaikannya
6. Menambah variasi dalam menyajikan materi
7. Menambah pengertian nyata tentang suatu pengetahuan
8. Memungkinkan peserta didik memilih kegiatan belajar-mengajar sesuai
dengan kemampuan bakat dan sesuai dengan minatnya (Rohani, 1997: 9).
Sementara itu menurut Ahli lain dalam buku media pembelajaran
dijelaskan bahwa fungsi media gambar dalam proses belajar mengajar adalah:
1. Penggunaan media gambar dalam proses belajar mengajar dapat
membangkitkan motivasi dan minat siswa
2. Mengembangkan kemampuan siswa
3. Membantu siswa menafsirkan serta mengingatkan sisi pelajaran yang
berkaitan dengan foto tersebut (Arsyad, 2007: 127).
Dari pendapat tersebut diatas, maka media gambar berfungsi sebagai
sarana penyampaian informasi dalam proses informasi dalam proses belajar
mengajar sebagai alat bantu dalam memperjelas informasi pada waktu tatap
muka dalam proses belajar mengajar, melengkapi dan memperkaya informasi,
sebagai motivasi peserta didik, dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi
dalam penyampaian materi pelajaran, menambah variasi dalam menyajikan
materi, dapat mempertinggi pemahaman siswa, menambah pengertian nyata
tentang suatu pengetahuan, serta memungkinkan peserta didik memiliki
kegiatan belajar sesuai dengan kemampuan bakat dan minatnya.

5
c. Macam-Macam Media Dalam Pembelajaran
1. Gambar /Foto
Gambar/Foto adalah media yang paling umum dipakai. Dia
merupakan bahasa yang umum yang dapat dimengerti dan dinikmati
dimana-mana.
Kelebihan Media Gambar/Foto yaitu:
a. Sifat kongkrit: gambar/Foto kelihatannya realitis menunjukkan
pokok masalah dibandingkan dengan media verbal media.
b. Gambar dapat mengatasi batas, ruang dan waktu. Tidak semua
benda objek atau pariwisata dapat dibawa ke kelas dan tidak selalu
bisa anak-anak dibawa ke objek/pariwisata tersebut.
c. Media Gambar/Foto dapat mengatasi keterbatasan pengamatan
kita.
d. Foto dapat memperjelas suatu masalah dalam bidang apa saja dan
dalam tingkat usia berapa saja, sehingga dapat mencegah dan
membetulkan kesalahfahaman.
2. Sketsa
Sketsa adalah gambaran yang sederhana atau draf kasar yang
melukiskan bagian-bagian pokoknya tanpa detail.
Kelebihan Sketsa yaitu:
a. Dapat menarik perhatian siswa.
b. Menghindari verbalisme.
c. Dapat memperjelas penyampaian pesan.
d. Harganya pun tak perlu dipersoalkan sebab media ini dibuat
langsung oleh guru.
3. Diagram
Diagram adalah suatu gambar sederhana yang menggunakan
garis-garis dan simbol, diagram atau skema menggambarkan struktur
dari objek secara garis besar.
Ciri-ciri diagram antara lain:
a) Diagram bersifat simbolis dan abstrak sehingga kadang-kadang
sulit dimengerti.
b) Untuk dapat membaca diagram seseorang harus mengetahui latar
belakang tentang apa yang didiagramkan.

6
c) Walaupun sulit dimengerti, karena sifatnya yang padat, diagram
dapat memperjelas diri.
d) Karakteristik Media Gambar
Media gambar adalah salah satu alat yang penting bagi
pengajaran dan pendidikan. Oleh sebab itu media gambar yang
hendak dipergunakan hendaknya memenuhi karakteristik-
karakteristik tertentu, sehingga seorang guru akan memilih
menggunakan serta memamfaatkan media gambar tersebut secara
efektivitas dan efisiensi.
Dalam buku media intruksional edukatif bahwa karakteristik
yang ada pada media gambar adalah :
1. Sederhana dan mudah dilihat
2. Warna-warna yang digunakan harus menarik dan
menambah kejelasan
3. Tidak terlalu banyak ragam dan jenisnya (Rohani,
1997: 35)
Sedangkan ahli lain mengatakan :
1. Sederhana dan mudah pembuatannya.
2. Relatif murah di tinjau dari segi biaya.
3. Dapat menarik perhatian peserta didik. (Sadiman, 2007:
29).
Dari kedua pendapat para ahli di atas, maka dapat ditarik
suatu kesimpulan media gambar harus memiliki karakteristik
sebagai berikut: Bentuknya sederhana dan mudah dilihat, warna-
warnanya dapat menarik para peserta didik, mudah digunakan serta
tidak terlalu banyak ragam jenisnya. Dengan demikian media
bergambar harus memenuhi karakteristik-karakteristik seperti
tersebut di atas, sehingga dapat memperlancar proses belajar,
sehingga dapat membantu meningkatkan pemahaman siswa
tentang hewan dan tumbuhan yang terancam punah.

e) Mamfaat Media Gambar


Mamfaat yang dimiliki media gambar didalam proses belajar
mengajar adalah sebagai berikut:
1. Media gambar dapat membantu tumbuhnya
pengertian yang dapat membantu meningkatkan
7
pemahaman siswa dalam materi hewan dan
tumbuhan langka.
2. Media gambar dapat memberikan pengalaman
nyata yang dapat menumbuhkan kegiatan berusaha
sendiri dikalangan siswa.
3. Media gambar dapat memberikan pengalaman yang
tidak mudah diperoleh dengan cara lain, dan
membantu efisiensi dan keragaman yang lebih
banyak belajar (Hamalik, 1994: 25).
Ada beberapa alasan media pembelajaran dapat
mempertinggi proses belajar siswa berkaitan dengan mamfaat
media pengajaran dalam proses belajar siswa antara lain:
1. Pembelajaran akan lebih menarik perhatian siswa,
sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar.
2. Bahan pengajaran akan lebih jelas maknanya sehingga
dapat lebih dipahami oleh para siswa dan memungkinkan siswa
dalam menguasai tujuan, pengajaran yang lebih baik
3. Siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar, sebab
tidak hanya mendengarkan uraian guru, tetapi juga aktifitas lain
seperti: mengamati, melakukan, mendemonstarsikan dan lain-lain
(Sudjana dan Rifai, 1994: 24).
Dari kedua pendapat para ahli diatas, dapat disimpulkan
bahwa media gambar sangat bermamfaat untuk menghindari
terjadinya verbalisme, membangkitkan minat, menimbulkan
motivasi, menarik perhatian, siswa dapat mengatasi keterbatasan
ruang, waktu dan ukuran serta mengaktifkan siswa dalam kegiatan
belajar dan mengaktifkan pemberian ransangan untuk belajar.
2. Pembelajaran IPA di SD
Pembelajaran IPA di SD merupakan interaksi anatara siswa dan
lingkungan sekitar hal ini diperlukan peran siswa dalam kegiatan belajar mengajar
sehingga pembelajaran yang terjadi adalah yang berpusat pada siswa dan guru
sebagai fasilitator pembelajaran tersebut guru berkewajiban untuk meningkatkan
pengalaman belajar siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran IPA, tujuan itu
tidak terlepas dari hakikat IPA sebagai produk, proses dan sikap ilmiah, oleh sebab
itu pembelajaran IPA perlu menerapkan prinsip-prinsip pembelajaran yang tepat.

8
Asyari Muslicat (2006:25) memaparkan beberapa prinsip pembelajaran
IPA di SD sebagai berikut :
1. Empat Pilar Pendidikan Global yang meliputi :
- Learning to know : meningkatkan interaksi siswa dalam lingkungan fisik
sosialnya dan mampu membangun pemahaman, pengetahuan tentang alam
sekitarnya
- Learning to do : Tidak hanya menjadikan siswa pendengar tapi juga
memperdayakan agar mau dan mampu memperkaya pengalaman
belajarnya.
- Learning to be : dapat membangun rasa percaya diri dan dapat membentuk
jati diri.
- Learning to live together : membangun sikap positif dan toleransi terhadap
kemajemukan.

2. Prinsip inkuiri
Beberapa komponen inkuiri yang terdapat dalam pembelajaran antara lain :
- Akan lebih lama diingat apabila siswa menemukan sendiri.
- Informasi lebih mantap dengan bukti-bukti atau data yang ditemukan
sendiri oleh siswa.
- Siklus inkuiri adalah observasi bertanya, mengajukan dugaan,
pengumpulan data dan menyimpulkan.
3. Prinsip kontruktivisme
Guru dalam mengajar tidak memindahkan pengetahuan kepada siswa tetapi
perlu dibangun sendiri oleh siswa.
4. Prinsip salingtemas
Sains, lingkungan, teknologi, dan masyarakat.
5. Prinsip pemecahan masalah siswa terlatih untuk memecahkan masalah.
6. Prinsip pembelajaran bermuatan nilai masyarakat dan linkungan memiliki
nilai yang terpelihara dan perlu dihargai oleh karena itu pembelajaran IPA
perlu kebijaksanaan agar tidak berdampak buruk terhadap lingkukngan atau
kontradiksi dengan nilai di masyarakat.
7. Prinsip PAIKEM (Pembelajaran, Aktif, Interaktif, Kreatif, Efektif, dan
Menyenangkan) siswa aktif dalam melakukan kegiatan baik berfikir maupun
motorik.

9
Ketujuh prinsip itu perlu dikembangkan dalam pembelajaran IPA di SD,
bertujuan agar pembelajaran IPA lebih bermakna dan menyenangkan bagi
siswa sehingga belajar diperoleh siswa maksimal

3. Penggunaan Media Gambar Berwarna Terhadap Peningkatan


Pemahaman Siswa dalam Materi Hewan dan Tumbuhan yang Terancam
Punah.
Dari uraian secara teoritis di atas, dapat disimpulkan bahwa media gambar
berwarna adalah alat bantu yang dipergunakan di dalam pembelajaran IPA untuk
mempermudah siswa dalam, Sehingga judul berbunyi: Apakah ada Pengaruh
Penggunaan Media Gambar Berwarna Terhadap Peningkatan Pemahaman Siswa
Kelas VI SDN 24 Koto Anau Tentang Hewan dan Tumbuhan yang Terancam
Punah? Dapat mengandung maksud atau kesan yang ditimbulkan akibat
mempergunakan media/perangkat khusus dalam suatu peristiwa yang dilakukan
secara sengaja dalam rangka mencapai tujuan, keterampilan, dan sikap perilaku
yang selanjutnya perubahan itu akan memberikan kesan-kesan yang sangat positif
terhadap perkembangan intlektualitas siswa yang diharapkan dapat meningkatkan
pemahaman siswa atau dengan kata lain bahwa pembelajaran yang dilakukan
dengan menggunakan media gambar berwarna dalam mata pelajaran IPA Siswa
Kelas VI SDN 24 Koto Anau Tahun Pelajaran 2012/2013.
Hal ini dapat diperjelas sesuai dengan pendapat yang menyatakan bahwa,
telah banyak penelitian yang membuktikan bahwa para siswa yang dibantu
dengan menggunakan alat peraga akan cenderung mendapatkan nilai yang tinggi
dibandingkan dengan siswa yang tidak menggunakan alat peraga (Arsyad, 1997:
67).
Dengan demikian para siswa yang dibantu dengan media gambar akan
mampu meningkatkan kemampuan membaca dalam mata pelajaran IPA.

B. Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Alam


Pada setiap tahap pemebelajaran ilmu pengetahuan alam, sudah
mempunyai gambaran akan hasil-hasil yang diharapkan. Mengembangkan tujuan
pendidikan yang mencakup pengembangan pengetahuan, keterampilan dan sikap
sesuai dengan tingkat kematangan anak. Sedangkan dalam pengembangkan materi
ilmu pengetahuan alam diharabkan materi tersebut berfungsi dan mencapai tujuan.
Materi tersebut diurutkan secara logis dan sistematis.

10
C. Kerangka Berpikir
Dalam penelitian ini tidak ditarik sampel, karena populasi relatif tidak
terlalu banyak yaitu 15 siswa yang terdiri dari siswa kelas VI SDN 24 Koto Anau
Tahun Pelajaran 2012/2013. Dengan demikian, maka dalam penelitian ini
menggunakan metode sebagai berikut :
1. Metode Ceramah
Metode ceramah adalah penerangan secara lisan atas bahan pelajaran
kepada sekelompok pendengar untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu.
Seperti ditunjukkan oleh MC leish (1976) melalui ceramah guru dapat
mendorong timbulnya inspirasi bagi pendengarnya.

2. Metode diskusi
Metode diskusi adalah suatu cara mengajarkan yang dicirikan oleh
suatu keterkaitan pada suatu topik atau pokok, pertanyaan atau problema,
dimana para peserta diskusi dengan jujur berusaha untuk mencapai dan
memperoleh suaru keputusan atau pendapat yang disepakati bersama
(Djajadisastra, 198:33).
Davies (1981:302) lebih lanjut menyebutkan bahwa metode diskusi
dalam dunia pendidikan yang semakin demokratis ini mendapat perhatian
besar karena memiliki arti penting dalam merancang para siswa berfikir dan
mengekspresikan pendapatnya secara bebas. Berdasarkan pemaparan tersebut
ditarik kesimpulan bahwa metode diskusi adalah cara yang digunakan untuk
mencari pemecahan masalah secara bersama-sama dan apabila dikaitkan
dengan proses belajar mengajar maka metode diskusi kelompok dapat
diartikan sebagai cara penyampaian pelajaran melalui proses pertukaran
pikiran untuk memecahkan sebuah masalah.
Sejalan dengan yang diungkapkan oleh Giltrap dan Mortin dalam
(Moedjiono, 1992:51) metode diskusi merupakan suatu kegiatan dimana
sejumlah orang membicarakan secara bersama-sama melalui tukar pendapat
tentang suatu topik atau masalah, atau untuk mencari jawaban dari suatu
masalah berdasarkan semua fakta yang memungkinkan untuk itu.

3. Metode Tanya jawab


a. Pengertian metode Tanya jawab
Metode Tanya jawab adalah suatu teknik untuk memberikan
motivasi pada siswa agar bangkit pemikirannya untuk bertanya, selama

11
mendengarkan pelajaran, atau guru yang mengajukan pertanyaan-
pertanyaan itu, siswa menjawab.
Metode ini hampir mirip metode diskusi hanya perbedaan dalam
cara, jenis pertanyaan yang dikemukakan guru, dan sifat partisipasi yang
diharapkan dari siswa. Dalam metode Tanya jawab, guru pada umumnya
berusaha menyakan apa siswa telah mengetahui fakta tertentu yang sudah
diajarkan atau proses pemikiran yang dipakai oleh siswa.

b. Tujuan menggunakan metode Tanya jawab


Tujuan menggunakan metode Tanya jawab adalah :
- Siswa dapat mengerti atau memahami tentang fakta yang dipelajari,
didengar, atau dibaca sehingga mereka memiliki pengetahuan yang
mendalam tentang fakta tersebut.
- Siswa mampu menjelaskan langkah-langkah berfikir atau proses yang
ditimbulkan dalam pemecahan masalah.
- Menyimpulkan atau mengikhtiarkan pelajaran atau apa yang dibaca.
Dengan dibantu tanya jawab siswa akan tersusun jalan pikirannya
sehingga mencapai perumusan yang lebih baik dan tepat.

D. Hipotesis Penelitian
Penelitian ini bertujuan mencari kebenaran hipotesis yang di ajukan:
Hipotesis adalah suatu jawaban yang bersifat sementara oleh karena itu perlu
dibuktikan kebenarannya.
Ada pendapat ahli menyatakan: Hipotesis adalah jawaban sementara
terhadap rumusan masalah penelitian, di mana rumusan masalah penelitian telah
dinyatakan dalam bentuk kalimat pertanyaan. (Sugiyono,2011: 64). Sedangkan
ahli lain menyatakan: Hipotesis adalah pernyataan yang masih lemah
kebenarannya dan perlu dibuktikan kenyataaannya (Hadi, 2000: 257).
Dari kedua pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa hipotesis adalah
jawaban sementara yang masih lemah dan perlu dibuktikan kebenarannya.
Adapun hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah: Hipotesis
alternatif (Ha) sebagai berikut: Adakah Pengaruh Penggunaan Media Gambar
Berwarna Terhadap Peningkatan Pemahaman Siswa Kelas VI SDN 24 Koto Anau
Tentang Hewan dan Tumbuhan yang Terancam Punah?.

12
BAB III
PELAKSANAAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN

A. Subjek, Tempat, dan Waktu Penelitian


1. Subjek Penelitian
Subjek penulis pada penelitian ini adalah siswa kelas VI SDN 24 Koto
Anau Kecamatan Lembang Jaya Kabupaten Solok dengan jumlah siswa 15
orang terdiri dari 9 orang laki-laki dan 6 orang perempuan.
2. Tempat Penelitian
Tempat penelitian adalah sekolah tempat penulis mengajar yaitu di SDN
24 Koto Anau.
3. Waktu Penelitian
Penelitian ini penulis laksanakan dalam 2 siklus
- Siklus I dilaksanakan pada tanggal 03 Oktober 2012
- Siklus II dilaksanakan pada tanggal 04 Oktober 2012
Dengan tahapan sebagai berikut :

No Mata Waktu Tahapan Teman Sejawat


Pelajaran

1. IPA Kelas 03 Oktober Siklus I Yunita,S.Pd


VI 2012

IPA Kelas 04 Oktober


2. Siklus II Yunita,S.Pd
VI 2012

4. Mata Pelajaran

Penelitian ini dilaksanakan untuk mata pelajaran Eksakta


yaitu Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dengan materi pokok
hewan dan tumbuhan yang terancam punah dan Kompetensi
Dasar Mengidentifikasi jenis hewan dan tumbuhan yang
mendekati kepunahan.

5. Kelas dan Karakteristik Siswa

13
Penelitian ini dilaksanakan di kelas VI, ruangan kelas dengan ukuran
panjang 8 meter dan lebar 7 meter dengan konstruksi permanen dan
jumlah siswa 14 orang yang berasal dari keluarga yang 50 % berekonomi
lemah.

B. Desain Prosedur Perbaikan Pembelajaran


Deskripsi Per Siklus
Menurut Kemmis dan Tanggar (1988) Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
dilaksanakan 3 tahap untuk satu siklus.
Berdasarkan teori di atas penulis melaksanakan penelitian yang dapat
digambarkan sebagai berikut :
1. Perencanaan (Planning)
2. Tindakan/ Pelaksanaan (Action)
3. Pengamatan (Observasi)
4. Refleksi ( Reflection)

I. Siklus 1
1. Perencanaan (Planning)
- Memperbaiki RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran)
- Menyiapkan media pembelajaran
- Pengembangan materi pembelajaran
- Menyiapkan alat test/ soal
- Menyiapkan lembar observasi

2. Tindakan/ Pelaksanaan (Action)


Pelaksanaan pada penelitian ini difokuskan pada penggunaan
media gambar berwarna untuk meningkatkan pemahaman siswa dengan
langkah-langkah sebagai berikut :
a. Siswa mengamati macam-macam gambar berwarna tentang hewan dan
tumbuhan langka yang dipajang guru di depan kelas
b. Dengan media gambar berwarna tadi siswa dan guru mengadakan
Tanya jawab tentang isi gambar
c. Siswa dibagi menjadi 3 kelompok yang masing-masing kelompok
beranggotakan 5 orang siswa

14
d. Guru memberikan LKS 1 dan LKS 2 pada masing-masing kelompok
dengan lembaran hasil diskusinya.
e. Guru memberikan penjelasan mengenai pengisian LKS
f. Guru membimbing siswa menyelesaikan tugas dan LKS sambil
menjalankan penilaian kelompok dan indifidu
g. Meminta siswa perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusi
pada LKS 1 dan LKS 2
h. Meminta siswa lain menanggapi hasil diskusi kelompok yang telah
dipresentasikan
i. Guru meluruskan jawaban dan pertanyaan dari masing-masing
kelompok dengan memberikan penguatan
j. Guru mengadakan tes dan evaluasi

3. Pengamatan (Observasi)
Pengamatan dilakasanakan oleh teman sejawat yaitu Ibuk Yunita,S.Pd
dengan menggunakan lembaran observasi sebagai berikut :
Tabel 1 Lembar observasi aktifitas guru dalam pembelajaran IPA pada kelas
VI SDN 24 Koto Anau

KEMUNCULAN
PERILAKU GURU YANG
NO Tidak KOMENTAR
DIOBSERVASI Ada
ada
1. Menyediakan pijakan (keterampilan
membuka pelajaran)
2. Memberikan tuntunan, serta
melibatkan siswa sebanyak mungkin
dalam kegiatan pembelajaran
(keterampilan bertanya)
3. Menciptakan suasana belajar yang
nyaman pembelajaran (keterampilan
mengelola kelas)
4. Penjelasan konsep serta penguasaan
materi pembelajaran oleh guru
(keterampilan menjelaskan pelajaran)
5. Menjelaskan pembelajaran dengan
menggunakan metode yang bervariasi
dan memberikan pengalaman
langsung kepada siswa (keterampilan

15
mengadakan variasi)
6. Memberikan contoh (keterampilan
mengadakan variasi)
7. Menggunakan media yang tepat
(keterampilan mengadakan variasi)
8. Memberikan penguatan
(keterampilan memberikan
penguatan)
9. Membimbing diskusi (keterampilan
membimbing diskusi kelompok besar
dan kecil)
10. Melakukan penilaian hasil proses
belajar (keterampilan menutup
pelajaran)
11. Memberikan umpan balik,
rangkuman materi, pemberian
tugas/PR (keterampilan menutup
pelajaran)

Koto Anau, 03 Oktober 2012


Mengetahui Teman Sejawat
Kepala Sekolah

YUNITA, S.Pd YUNITA, S.Pd


NIP. 19640203 198603 2 004 NIP. 19640203 198603 2 004

Tabel 2 Lembar observasi aktifitas siswa dalam pembelajaran IPA pada kelas
VI SDN 24 Koto Anau

N Aspek yang Jumlah Siswa Komentar


o diamati muncul tidak

1 Siswa termotivasi
untuk belajar

Siswa aktif saat


2
berdiskusi

16
Siswa duduk diam
saja saat berdisusi
3
Siswa menangkap
pertanyaan guru
4
Siswa tidak mau
menunjuk saat guru
mengajukan
5
pertanyaan

Siswa dapat menja


wab pertanyaan
guru dengan benar

Siswa dapat menja


6
wab pertanyaan
guru dengan benar

4. Refleksi (Reflection)

Berdasarkan pengamatan teman sejawat dan hasil renungan guru setelah


melaksanakan pembelajaran ilmu pengetahuan alam siklus I diperoleh hasil
sebagai berikut :

Guru belum terampil menggunakan alat peraga


Perhatian guru pada siswa hanya sebagian / tidak keseluruhan

Alat peraga yang digunakan sangat terbatas hanya 1 jenis

Kurang adanya media yang menunjang atau relevan dengan materi


pelajaran

Setelah melaksanakan siklus I penulis tutup dengan mengadakan


refleksi, tujuan refleksi ini untuk menemukan kelebihan dan kekurangan guna
melangkah ke siklus II.
17
II. Siklus II

Sesuai dengan perencanaan awal penelitian ini dilakasanakan dalam 2


siklus. Siklus yang kedua ini penulis lakukan juga dengan melaksanakan 4
langkah yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi.
1. Perencanaan (Planning)
- Membuat rencana perbaikan pembelajaran
- Menyiapkan media pembelajaran
- Pengembangan materi pembelajaran
- Menyiapkan alat test/ soal
- Menyiapkan hasil observasi
- Mendiskusikan hasil observasi 1 dengan teman sejawat

2. Tindakan/ Pelaksanaan (Action)


Pelaksanaan pada penelitian ini difokuskan pada penggunaan alat
peraga yaitu media gambar berwarna dengan langkah-langkah sebagai berikut:
a. Siswa mengamati macam-macam gambar berwarna tentang hewan dan
tumbuhan langka yang dipajang guru di depan kelas
b. Dengan media gambar berwarna tadi siswa dan guru mengadakan tanya
jawab tentang isi gambar
c. Siswa dibagi menjadi 3 kelompok yang masing-masing kelompok
beranggotakan 5 orang siswa
d. Guru memberikan LKS 1 dan LKS 2 pada masing-masing kelompok
dengan lembaran hasil diskusinya.
e. Guru memberikan penjelasan mengenai pengisian LKS
f. Guru memotivasi siswa yang sedang melaksanakan diskusi
g. Guru membimbing siswa menyelesaikan tugas dan LKS sambil
menjalankan penilaian kelompok dan indifidu
h. Meminta siswa perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusi
pada LKS 1 dan LKS 2
i. Meminta siswa lain menanggapi hasil diskusi kelompok yang telah
dipresentasikan
j. Guru meluruskan jawaban dan pertanyaan dari masing-masing kelompok
dengan memberikan penguatan
k. Guru mengadakan tes dan evaluasi

18
3. Pengamatan (Observasi)
Pengamatan dilakasanakan oleh teman sejawat yaitu Ibuk Yunita,S.Pd dengan
menggunakan lembaran observasi sebagai berikut :

Tabel 3 Lembar observasi aktifitas guru dalam pembelajaran IPA pada kelas
VI SDN 24 Koto Anau

KEMUNCUL
PERILAKU GURU YANG AN
NO KOMENTAR
DIOBSERVASI Tidak
Ada
ada
1. Menyediakan pijakan (keterampilan
membuka pelajaran)
2. Memberikan tuntunan, serta
melibatkan siswa sebanyak mungkin
dalam kegiatan pembelajaran
(keterampilan bertanya)
3. Menciptakan suasana belajar yang
nyaman pembelajaran (keterampilan
mengelola kelas)
4. Penjelasan konsep serta penguasaan
materi pembelajaran oleh guru
(keterampilan menjelaskan pelajaran)
5. Menjelaskan pembelajaran dengan
menggunakan metode yang bervariasi
dan memberikan pengalaman
langsung kepada siswa (keterampilan
mengadakan variasi)
6. Memberikan contoh (keterampilan
mengadakan variasi)
7. Menggunakan media yang tepat
(keterampilan mengadakan variasi)
8. Memberikan penguatan (keterampilan
memberikan penguatan)
9. Membimbing diskusi (keterampilan
membimbing diskusi kelompok besar
dan kecil)
10. Melakukan penilaian hasil proses
belajar (keterampilan menutup
pelajaran)
19
11. Memberikan umpan balik, rangkuman
materi, pemberian tugas/PR
(keterampilan menutup pelajaran)

Koto Anau, 04 Oktober 2012

Mengetahui Teman Sejawat


Kepala Sekolah

YUNITA, S.Pd YUNITA, S.Pd


NIP. 19640203 198603 2 004 NIP. 19640203 198603 2 004

Tabel 4 Lembar observasi aktifitas siswa dalam pembelajaran IPA pada kelas
VI SDN 24 Koto Anau

N Aspek yang Jumlah Siswa Komentar


o diamati muncul tidak

1 Siswa termotivasi
untuk belajar

Siswa aktif saat


2
berdiskusi

Siswa duduk diam


3 saja saat berdisusi

Siswa menangkap
pertanyaan guru
4
Siswa tidak mau
menunjuk saat guru
5 mengajukan
pertanyaan

Siswa dapat menja


wab pertanyaan

20
6 guru dengan benar

Siswa dapat menja


wab pertanyaan
guru dengan benar

4. Refleksi (Reflection)

Berdasarkan pengamatan teman sejawat dan hasil renungan guru setelah


melaksanakan pembelajaran ilmu pengetahuan alam siklus II diperoleh hasil
sebagai berikut :

Dalam proses pembelajaran anak telah termotivasi karena guru telah


mampu menata dan mengendalikan kelas dengan baik.
Guru memperhatikan dan mengawasi anak didiknya selama proses
mengajar secara merata.

Media pembelajaran yang digunakan sudah sesuai dengan materi yang


diberikan sehingga menarik perhatian siswa.

Dalam proses PBM guru telah terampil menggunakan alat peraga dan juga
menggunakan metode pendukung sebagai upaya berhasilnya proses
pembelajaran yang telah dilakukan.

Guru aktif membimbing siswanya dalam kelompok diskusi sehingga siswa


merasa terdorong dan termotivasi dalam mengerjakan tugas.

Bahasa yang digunakan guru dalam menjelaskan materi bahasan telah jelas
dan mudah dimengerti oleh siswa sehingga sebagian besar dari mereka
bisa menjawab pertanyaan guru dengan lengkap dan rinci.

C. Teknik Analisis Data

Patton menjelaskan bahwa analisis data adalah proses mengatur urutan


data, mengorganisasikanya ke dalam suatu pola, kategori, dan satuan uraian dasar.
Sedangkan menurut Taylor, mendefinisikan analisis data sebagai proses yang
merinci usaha secara formal untuk menemukan tema dan merumuskan hipotesis
(ide) seperti yang disarankan dan sebagai usaha untuk memberikan bantuan dan
tema pada hipotesis. Jika dikaji, pada dasarnya definisi pertama lebih menitik
21
beratkan pengorganisasian data sedangkan yang ke dua lebih menekankan maksud
dan tujuan analisis data. Dengan demikian definisi tersebut dapat disintesiskan
menjadi : Analisis data proses mengorganisasikan dan mengurutkan data ke dalam
pola, kategori dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dapat
dirumuskan hipotesis kerja seperti yang didasarkan oleh data.
Dari uraian tersebut di atas dapatlah kita menarik garis bawah analisis data
bermaksud pertama-tama mengorganisasikan data. Data yang terkumpul banyak
sekali dan terdiri dari catatan lapangan dan komentar peneliti, gambar, foto,
dokumen, berupa laporan, biografi, artikel, dan sebagainya. Pekerjaan analisis
data dalam hal ini ialah mengatur, mengurutkan, mengelompokkan, memberikan
kode, dan mengategorikannya. Pengorganisasian dan pengelolaan data tersebut
bertujuan menemukan tema dan hipotesis kerja yang akhirnya diangkat menjadi
teori substantif.
Akirnya perlu dikemukakan bahwa analisis data itu dilakukan dalam suatu
proses. Proses berarti pelaksanaannya sudah mulai dilakukan sejak pengumpulan
data dilakukan dan dikerjakjan secara intensif, yaitu sudah meninggalkan
lapangan. Pekerjaan menganalisis data memerlukan usaha pemusatan perhatian
dan pengerahan tenaga, pikiran peneliti. Selain menganalisis data. Peneliti juga
perlu dan masih perlu mendalami kepustakaan guna mengkonfirmasikan teori atau
untuk menjastifikasikan adanya teori baru yang barangkali ditemukan.

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Hasil Penelitian Perbaikan Pembelajaran


Dengan melakukan perbaikan pembelajaran sebanyak dua kali
pembelajaran dan hasil observasi, dilaksanakan mulai dari satu dan kedua kali
perbaikan pembelajaran diperoleh hasil sebagai berikut :
22
I. Siklus 1
a. Hasil Tes
Analisis Hasil Evaluasi Pembelajaran

Mata Pelajaran : IPA


Kelas/ semester : VI / I
Materi : Hewan dan tumbuhan yang terancam punah
Jumlah soal : 5 butir
Jumlah peserta : 15 orang

% % KETUNTASAN
SKOR PEROLEHAN
NO NAMA PESERTA KETUNTASAN BELAJAR
1 2 3 4 5 PERORANGAN YA TIDAK
1 Syafril - 10 20 10 20 60 -
2 Diki Wahyudi 20 10 10 - 20 60 -
3 Ispardi 10 10 10 10 20 60 -
4 Yola Silvia 20 20 20 20 20 100 -

5 Vira Anisah 10 20 20 10 20 80 -

6 Roki Pratama 10 10 20 10 20 70 -

7 Maisa Putri 20 20 20 20 20 100 -

8 Roni Firjatullah 20 10 10 - 20 60 -
9 Ayu Andira 20 20 10 - 20 70 -

10 Misradeni 20 20 20 10 10 80 -

11 Alfiansyah 20 10 20 20 20 90 -

12 Pito Candra 20 20 20 20 20 100 -

13 Rio Adrian 20 - 20 10 10 60 -
14 Fitri Zakiah 10 20 20 10 20 80 -

15 Hulrianto 20 20 20 10 10 80 -

Jumlah Skor 240 220 260 160 170 1.150


Skor Maksimal 300 300 300 300 300
Ketuntasan Kelas 80 73 87 53 57 76,6

23
Dari tabel di atas yang dilaksanakan pada siklus 1 yaitu dari 15 orang
siswa di kelas VI yang tuntas hanya 10 orang dan yang tidak tuntas ada 5 orang,
sehingga memperoleh nilai rata rata 76,6.

b. Hasil Observasi

Tabel 5 Lembar Observasi Aktivitas Guru dalam Kegiatan Pembelajaran


IPA Kelas VI SDN 24 Koto Anau Siklus I

Di bawah ini adalah tabel observasi yang dilakukan oleh teman sejawat pada
siklus I

KEMUNCULAN
PERILAKU GURU YANG
NO Tidak KOMENTAR
DIOBSERVASI Ada
ada
1. Menyediakan pijakan Sudah baik
(keterampilan membuka
pelajaran)
2. Memberikan tuntunan, serta Sudah mulai baik,
melibatkan siswa sebanyak tapi masih perlu
mungkin dalam kegiatan peningkatan
pembelajaran (keterampilan
bertanya)
3. Menciptakan suasana belajar Sudah baik
yang nyaman pembelajaran
(keterampilan mengelola
kelas)
4. Penjelasan konsep serta Masih perlu
peningkatan
penguasaan materi
pembelajaran oleh guru
(keterampilan menjelaskan
pelajaran)
5. Menjelaskan pembelajaran Sudah baik
dengan menggunakan metode
yang bervariasi dan
memberikan pengalaman
langsung kepada siswa
(keterampilan mengadakan
variasi)
24
6. Memberikan contoh Sudah baik
(keterampilan mengadakan
variasi)
7. Menggunakan media yang Guru tidak
memajang media
tepat (keterampilan
gambar di papan
mengadakan variasi) tulis
8. Memberikan penguatan Sudah baik
(keterampilan memberikan
penguatan)
9. Membimbing diskusi Sudah baik
(keterampilan membimbing
diskusi kelompok besar dan
kecil)
10. Melakukan penilaian hasil Sudah baik
proses belajar (keterampilan
menutup pelajaran)
11. Memberikan umpan balik, Sudah baik
rangkuman materi, pemberian
tugas/PR (keterampilan
menutup pelajaran)

Kesimpulan : Pada kegiatan PBM berlangsung suasana belajar cukup baik,


tapi terdapat beberapa kekurangan, sebaiknya guru memajang media gambar di
papan tulis dan melakukan tanya jawab dengan siswa, sehingga tujuan yang ingin
dicapai dapat terlaksana dengan baik.
Usahakan siswa banyak yang aktif bertanya dan menjawab pertanyaan
yang diberikan guru.

Koto Anau, 03 Oktober 2012


Mengetahui Teman Sejawat
Kepala Sekolah

YUNITA, S.Pd YUNITA, S.Pd


NIP. 19640203 198603 2 004 NIP. 19640203 198603 2 004

Dari tabel di atas dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

25
Guru belum terampil menggunakan alat peraga
Perhatian guru pada siswa hanya sebagian / tidak keseluruhan

Alat peraga yang digunakan sangat terbatas hanya 1 jenis

Kurang adanya media yang menunjang atau relevan dengan materi


pelajaran

Tabel 6 Lembaran observasi aktifitas siswa dalam pembelajaran IPA pada


kelas VI SDN 24 Koto Anau siklus I

N Aspek yang Jumlah Siswa Komentar


o diamati muncul tidak

26
1 Siswa termotivasi Siswa belum semuanya
untuk belajar termotivasi
14 1

Siswa aktif saat Perlu bimbingan guru


2 11 4
berdiskusi

Siswa duduk diam


Perlu arahan dan bimbi
3 saja saat berdisusi 11 4
ngan guru

4 Siswa menangkap
pertanyaan guru Pertanyaan yang diberi
12 3
kan agar diperjelas lagi

Siswa mau menun


5
juk saat guru me
Siswa yang menjawab
ngajukan perta 12 3
pertanyaan agar diberi
nyaan
semangat

Siswa dapat menja


6 12 3 Materi agar difahami
wab pertanyaan
lagi
guru dengan benar

II. Siklus II
a. Hasil Tes

Analisis Hasil Evaluasi Pembelajaran

Mata Pelajaran : IPA


Kelas/ semester : VI / I
27
Materi : Hewan dan tumbuhan yang terancam punah
Jumlah soal : 5 butir
Jumlah peserta : 15 orang

% % KETUNTASAN
SKOR PEROLEHAN
NO NAMA PESERTA KETUNTASAN BELAJAR
1 2 3 4 5 PERORANGAN YA TIDAK
1 Syafril 20 20 - 10 10 60

2 Diki Wahyudi 20 20 10 - 20 70 -

3 Ispardi 20 20 20 10 10 80 -

4 Yola Silvia 20 20 20 20 20 100 -

5 Vira Anisah 20 20 20 10 10 80 -

6 Roki Pratama 20 20 20 20 20 100 -

7 Maisa Putri 20 20 20 20 20 100 -

8 Roni Firjatullah 20 20 20 10 - 70 -

9 Ayu Andira 20 20 20 20 10 90 -

10 Misradeni 20 20 20 20 20 100 -

11 Alfiansyah 20 20 20 20 20 100 -

12 Pito Candra 20 20 20 20 20 100 -

13 Rio Adrian 20 20 20 10 - 70 -

14 Fitri Zakiah 20 20 20 20 - 80 -

15 Hulrianto 20 20 - 10 20 70 -

Jumlah Skor 300 300 250 220 190 1.270


Skor Maksimal 300 300 300 300 300
Ketuntasan Kelas 100 100 83 73 63 85

Dari tabel hasil belajar pada siklus II pemahaman siswa terhadap materi
sudah baik ini dibuktikan dengan nilai siswa yang tuntas sudah 14 orang siswa
28
dan yang tidak tuntas hanya 1 orang siswa, sehingga memperoleh nilai rata rata
85.

c. Hasil Observasi

Tabel 7 Lembar Observasi Aktivitas Guru dalam Kegiatan Pembelajaran


IPA Kelas VI SDN 24 Koto Anau Siklus II

Di bawah ini adalah tabel observasi yang dilakukan oleh teman sejawat
pada siklus II

KEMUNCULAN
PERILAKU GURU YANG
NO Tidak KOMENTAR
DIOBSERVASI Ada
ada
1. Menyediakan pijakan Sudah baik
(keterampilan membuka
pelajaran)
2. Memberikan tuntunan, serta Sudah ada
peningkatan
melibatkan siswa sebanyak
mungkin dalam kegiatan
pembelajaran (keterampilan
bertanya)
3. Menciptakan suasana belajar Sudah baik
yang nyaman pembelajaran
(keterampilan mengelola
kelas)
4. Penjelasan konsep serta Sudah baik dan
sesuai
penguasaan materi
pembelajaran oleh guru
(keterampilan menjelaskan
pelajaran)
5. Menjelaskan pembelajaran Sudah baik
dengan menggunakan metode
yang bervariasi dan
memberikan pengalaman
langsung kepada siswa
(keterampilan mengadakan

29
variasi)
6. Memberikan contoh Sudah sesui
(keterampilan mengadakan
variasi)
7. Menggunakan media yang Sudah baik dan
sesui dengan materi
tepat (keterampilan
mengadakan variasi)
8. Memberikan penguatan Sudah baik
(keterampilan memberikan
penguatan)
9. Membimbing diskusi Sudah baik
(keterampilan membimbing
diskusi kelompok besar dan
kecil)
10. Melakukan penilaian hasil Sudah baik
proses belajar (keterampilan
menutup pelajaran)
11. Memberikan umpan balik, Sudah baik
rangkuman materi, pemberian
tugas/PR (keterampilan
menutup pelajaran)

Koto Anau, 04 Oktober 2012


Mengetahui Teman Sejawat
Kepala Sekolah

YUNITA, S.Pd YUNITA, S.Pd


NIP. 19640203 198603 2 004 NIP. 19640203 198603 2 004

Dari tabel di atas dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :


Guru ada menyediakan pijakan (keterampilan membuka pelajaran)
Dalam proses pembelajaran anak telah termotivasi karena guru telah
mampu menata dan mengendalikan kelas dengan baik.

Guru memperhatikan dan mengawasi anak didiknya selama proses


mengajar secara merata.
30
Media pembelajaran yang digunakan sudah sesuai dengan materi yang
diberikan sehingga menarik perhatian siswa.

Dalam proses PBM guru telah terampil menggunakan alat peraga atau
media gambar berwarna yang lebih baik dan juga menggunakan metode
pendukung sebagai upaya berhasilnya proses pembelajaran yang telah
dilakukan.

Guru aktif membimbing siswanya dalam kelompok diskusi sehingga siswa


merasa terdorong dan termotivasi dalam mengerjakan tugas.

Bahasa yang digunakan guru dalam menjelaskan materi pembelajaran


telah jelas dan mudah dimengerti oleh siswa sehingga sebagian besar dari
mereka bisa menjawab pertanyaan guru dengan lengkap dan rinci.

Guru melakukan penilaian hasi proses belajar (keterampilan menutup


pelajaran) dan memberikan umpan balik, rangkuman materi, pemberian
tugas/PR (keterampilan menutup pelajaran).

31
Tabel 8 Lembaran observasi aktifitas siswa dalam pembelajaran IPA pada
kelas VI SDN 24 Koto Anau Siklus II

N Aspek yang Jumlah Siswa Komentar


o diamati muncul tidak

1 Siswa termotivasi Sudah semua


untuk belajar termotivasi
15 -

Siswa aktif saat Sudah semua aktif


2 15 -
berdiskusi beriskusi

Siswa duduk diam Sudah semua aktif


3 saja saat berdisusi 15 - beriskusi

4 Siswa menangkap 15 Sudah semua faham de


pertanyaan guru
- ngan pertanyaan yang

diberikan guru
Siswa mau menun
5 15 - Sudah semua siswa
juk saat guru me
mau menunjuk
ngajukan pertaya an

6 Siswa dapat menja


wab pertanyaan Sudah semua siswa
15 -
guru dengan baik dapat menjawab
dan benar pertanyaan guru

B. Pembahasan Hasil Penelitian Perbaikan Pembelajaran


32
1. Hasil Tes
Setelah diadakan penelitian pada pembelajaran yang dilaksanakan 2 siklus maka
dapat kita lihat peningkatan nilai siswa, nilai siswa tersebut dapat kita lihat pada
tabel di bawah ini
Rekapitulasi Nilai IPA dari 2 Siklus Pembelajaran

NO NAMA KKM PRA KE SIKLU KE SIK KET


SISWA SIKLUS T SI T LUS
II
1 Syafril 70 50 TT 60 TT 60 TT
2 Diki 70 60 TT 60 TT 70 T
Wahyudi
3 Ispardi 70 60 TT 60 TT 80 T
4 Yola Silvia 70 90 T 100 T 100 T
5 Vira Anisah 70 80 T 80 T 80 T
6 Roki 70 70 T 70 T 100 T
Pratama
7 Maisa Putri 70 90 T 100 T 100 T
8 Roni 70 60 TT 60 TT 70 T
Firjatullah
9 Ayu Andira 70 60 TT 70 T 90 T
10 Misradeni 70 70 T 80 T 100 T
11 Alfiansyah 70 80 T 90 T 100 T
12 Pito Candra 70 80 T 100 T 100 T
13 Rio Adrian 70 60 TT 60 TT 70 T
14 Fitri Zakiah 70 70 T 80 T 80 T
15 Hulrianto 70 60 TT 80 T 70 T
JUMLAH 1.100 1.150 1.
NILAI 270
RATA- 73,3 76,6 84,6
RATA
PERSENTA 53% 67% 93%
SE
TUNTAS
PERSENTA 47% 33% 7%
SE TIDAK
TUNTAS

Pembahasan hasil penelitian di atas berfokus pada penggunaaan media gambar


berwarna materi hewan dan tumbuhan yang terancam punah pada kelas VI SDN
24 Koto Anau Kecamatan Lembang Jaya Kabupaten solok. Dari pembahasan hasil
pembelajaran dapat digambarkan bahwa aktifitas siswa dan guru dari setiap siklus
33
dapat meningkat dengan otomatis hasil belajar siswa pun dapat meningkat secara
signifikan. Hal ini dapat dilihat dari pembahasan setiap siklus sebagai berikut :

1. Pembahasan Pra siklus

Pada pembahasan Pra siklus, proses belajar mengajar belum dapat


membangkitkan minat dan memotivasi siswa untuk aktif dalam belajar. Hal ini
disebabkan oleh guru belum dapat menggunakan metode yang tepat. Hasil yang
diperoleh pada pembelajaran Pra siklus dapat digambarkan sebagai berikut :

Grafik hasil observasi pra siklus pembelajaran IPS kelas VI

34
2. Pembahasan siklus I

Berdasarkan hasil belajar pada pra siklus , terlihat pembelajaran


belum sesuai dengan apa yang diharapkan. Untuk itu pada siklus I
perbaikan pembelajaran dipersiapkan dengan bantuan teman
sejawat. Pada pembelajaran siklus I penggunaan metode diskusi
lebih ditingkatkan lagi dengan cara terus memotivasi siswa
sehingga mereka aktif dalam belajar. Hasil yang diperoleh pada
pembelajaran siklus I bila dibandingkan dengan pra siklus secara
umum sudah ada peningkatan yaitu pada pra siklus rata-rata kelas
hanya 73,3 sedangkan pada siklus I mengalami peningkatan

35
menjadi 76,6. Tabel hasil pembelajaran Pra siklus dan siklus I
dapat digambarkan dengan grafik sebagai berikut :

Grafik hasil observasi pra siklus dan siklus I pembelajaran IPS Kls V

Rata-rata 73,3 Rata-rata 76,6

b. Pembahasan Siklus II

Pada perbaikan pembelajaran siklus II, RPP dipersiapkan


sedemikian rupa dengan tetap menggunakan media gambar
berwarna, segala kendala yang timbul pada siklus I dicoba
diperbaiki pada siklus II, dan memang terlihat adanya peningkatan
hasil pembelajaran secara signifikan, ini terlihat dari rata-rata kelas
pada pra siklus 73,3 pada siklus I meningkat menjadi 76,6
sedangkan pada siklus II meningkat lagi menjadi 84,6 dengan
demikian tujuan dari PTK ini dapat terwujud melalui media
gambar berwarna yang penulis pakai. Adapun hasil pembelajaran
tersebut dapat dilihat melalui grafik sebagai berikut :

36
Grafik hasil observasi pra siklus, siklus I dan Siklus II pembelajaran IPA Kls VI

Rata-rata 73,3 Rata-rata 76,6 Rata-rata 84,6

37
38
39
Berdasarkan table di atas dapat penulis jabarkan sebagai berikut :
- Dengan KKM 70 dari 15 orang siswa pada siklus I terdapat 5
(lima) orang siswa yang tidak tuntas.
- Pada siklus II terdapat 14 orang siswa yang tuntas ini membuktikan
bahwa dengan penggunaan media gambar berwarna pemahaman
siswa meningkat.
2. Hasi Observasi
Hasil observasi dapat digambarkan sebagai berikut :

KEMUNCULAN
PERILAKU GURU YANG
NO Tidak KOMENTAR
DIOBSERVASI Ada
ada
1. Menyediakan pijakan
(keterampilan membuka
pelajaran)

2. Memberikan tuntunan, serta


melibatkan siswa sebanyak
mungkin dalam kegiatan
pembelajaran (keterampilan
bertanya)
3. Menciptakan suasana belajar
yang nyaman pembelajaran

(keterampilan mengelola
kelas)
4. Penjelasan konsep serta
penguasaan materi
pembelajaran oleh guru
(keterampilan menjelaskan
pelajaran)
5. Menjelaskan pembelajaran
dengan menggunakan metode
yang bervariasi dan
memberikan pengalaman
langsung kepada siswa
(keterampilan mengadakan
variasi)
6. Memberikan contoh
(keterampilan mengadakan
variasi)

7. Menggunakan media yang


tepat (keterampilan
mengadakan variasi)
8. Memberikan penguatan
40
(keterampilan memberikan
penguatan)
9. Membimbing diskusi
(keterampilan membimbing
diskusi kelompok besar dan
kecil)
10. Melakukan penilaian hasil
proses belajar (keterampilan
menutup pelajaran)
11. Memberikan umpan balik,
rangkuman materi, pemberian
tugas/PR (keterampilan
menutup pelajaran)

Koto Anau, 04 Oktober 2012


Mengetahui Teman Sejawat
Kepala Sekolah

YUNITA, S.Pd YUNITA, S.Pd


NIP. 19640203 198603 2 004 NIP. 19640203 198603 2 004

Dari tabel di atas dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :


Guru ada menyediakan pijakan (keterampilan membuka pelajaran)
Dalam proses pembelajaran anak telah termotivasi karena guru telah
mampu menata dan mengendalikan kelas dengan baik.

Guru memperhatikan dan mengawasi anak didiknya selama proses


mengajar secara merata.

Media pembelajaran yang digunakan sudah sesuai dengan materi yang


diberikan sehingga menarik perhatian siswa.

Dalam proses PBM guru telah terampil menggunakan alat peraga atau
media gambar berwarna yang lebih baik dan juga menggunakan metode
pendukung sebagai upaya berhasilnya proses pembelajaran yang telah
dilakukan.

Guru aktif membimbing siswanya dalam kelompok diskusi sehingga siswa


merasa terdorong dan termotivasi dalam mengerjakan tugas.

41
Bahasa yang digunakan guru dalam menjelaskan materi pembelajaran
telah jelas dan mudah dimengerti oleh siswa sehingga sebagian besar dari
mereka bisa menjawab pertanyaan guru dengan lengkap dan rinci.

Guru melakukan penilaian hasi proses belajar (keterampilan menutup


pelajaran) dan memberikan umpan balik, rangkuman materi, pemberian
tugas/PR (keterampilan menutup pelajaran).

42
43