Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN TETAP PRAKTIKUM KIMIA FISIKA

KONSTANTA KECEPATAN REAKSI

DISUSUN OLEH KELOMPOK 2:

1. Anis Wahyu Ningsih (061640421613)

2. Djulius Aman Wijaya (061640421616)

3. Letri Yose Desmellani (061640421620)

4. M. Bagas Pratama (061640421621)

5. M. Hadiid Fadhlillah (061640421625)

6. Nabila Febiola (061640421627)

7. Rahmad Fajar (061640421630)

8. Sakinah Luthfiah (061640421632)

9. Winda Andea Utami (061640421635)

10. Muhammad Habib Yahya (061640421952)

11. Ulfa Meila Anggriani (061640421961)

KELAS : 2 KIA
INSTRUKTUR : Meilianti, S.T, M.T

PROGRAM STUDI DIV TEKNOLOGI KIMIA INDUSTRI


JURUSAN TEKNIK KIMIA
POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
TAHUN AKADEMIK 2016/2017
KONSTANTA KECEPATAN REAKSI

I. TUJUAN
Setelah melakukan percobaan ini mahasiswa diharapkan :
- Menggunakan salah satu manfaat metode titrasi, yakni untuk penentuan
konstanta reaksi .

II. DASAR TEORI


Kecepatan suatu reaksi kimia berbanding lurus terhadap konsentrasi dari
reaktan dan biasanya dinyatakan dalam bentuk konsentrasi dari salah satu reaktan
atau salah satu produk .


Dimana :
c = konsentrasi salah satu reaktan
x = konsentrasi salah satu produk
t = waktu
secara umum :
A + B + C produk
Persamaan kecepatan reaksi dapat dinyatakan dalam bentuk :

= ()1 ()2 ()3 (1)

Dimana :
k = konstanta kecepatan reaksi
n = orde ( tingkatan ) reaksi , yakni jumlah pangkat dalam persamaan kecepatan
reaksi .
n = n1 + n2 + n3 + .
Untuk reaksi tingkat dua minsalnya oksidasi dari yodida dengan persulfat .
2I - + S2O32- I2 + 2SO42-
Persamaan reaksi nya dapat ditulis sebagai berikut :

= 2 ( )( 2) (2)

Dimana :
a = konsentarsi mula - mulau dari persulfat
b = konsentrasi mula - mulau dari yodida

jika salah satu dari reaktan sangat berlebih , maka konsentrasinya dapat dianggap
tetap selama berlangsungnya reaksi , maka reaksi akan mengikuti reaksi tingkat
satu
minsal konsentrasi ini dianggap tetap ( tidak berubah )
persamaan ( 2 ) akan berubah menjadi

= 2 ( ) (3)

Hasil intergral dengan batas - batas t = 0 dan x = 0 , akan diperoleh :
1
2 =

atau ln ( a - x ) = ln a kt
Dimana :
K = bk2
Jika dibuat grafik log ( a - x ) versus t akan didapat garis lurus dan harga K
diperoleh dari harga slope.

Teori Tambahan
Kecepatan reaksi adalah kecepatan perubahan konsentrasi per satuan
waktu, dapat ditulis dengan dc/dt. Di dalam reaksi kimua, zat-zat kimia dapat
bereaksi menjadi dua macam yaitu : reaktan adalah zat yang bereaksi. Produk
adalah zat hasil reaksi.
Beberapa faktor yang mempengaruhi kecepatan reaksi antara lain konsentrasi sifat
zat yang bereaksi, suhu dan katalisator.

a. Konsentrasi
Dari berbagai percobaan menunjukkan bahwa makin besar konsentrasi zat-zat
yang bereaksi maka makin cepat reaksinya berlangsung, makin besar konsentrasi
makin banyak zat yang bereaksi sehingga semakin besar kemungkinan terjadinya
tumbukan dengan demikian makin besar pula kemungkinan terjadinya reaksi.

b. Sifat zat yang bereaksi


Sifat mudah sukarnya suatu zat bereaksi akan menentukan kecepatan
berlangsungnya reaksi.

c. Suhu
Pada umumnya reaksi akan berlangsung lebih cepat bila suhu dinaikkan.

d. Katalisator
Katalisator adalah zat yang ditambahkan ke dalan suatu reaksi dengan maksud
memperbesar kecepatan reaksi.

Kecepatan reaksi dapat ditinjau dari segi reaktan maupun produk artinya
lambang C pada dc/dt dapat dipilih untuk reaktan atau produk. Hanya pada saat
reaksi berjalan konsentrasi reaktan selalu berkurang sedangkan konsentrasi
produk sehingga selalu bertambah.

III. ALAT DAN BAHAN YANG DIGUNAKAN


1. Alat yang digunakan :
Thermostat ( pendingin )
Gelas kimia ( beker gelas ) 250 ml
Labu konis ( Erlenmeyer bertutup ) 250 ml
Thermometer 100 oc
Stop watch
Pipet ukur 10 ml , 25 ml
Bola karet
Spatula
Batang pengaduk
Magnetic stirrer

2. Bahan kimia yang digunakan


Larutan jenuh K2S2O8
Larutan 0,4 M KI
Larutan 0,01 N Na2S2O3
Kanji 3 %

IV. LANGKAH KERJA


1. Memasukan 50 ml larutan 0,4 N KI ke dalam labu konis (labu Erlenmeyer)
, kemudian masukan kedalam thermostat (pendingin) dan suhu
dipertahankan pada 25oC .
2. Mengencerkan 20 ml larutan K2S2O8 dengan menggunakan 80 ml air , dan
mengambil 50 ml hasil pengenceran tersebut , letakkan ke dalam labu
konis (labu Erlenmeyer) dan masukan kedalam thermostat .
3. Apabila temperature sudah konstan pada 25 oC , menuangkan larutan KI
kedalam K2S2O8 dan stop watch secara serentak dijalankan . menutup
secepatnya labu yang berisi reaktan untuk menghindari lepasnya ion
iodida.
4. Pada pengukuran dan pencatatan pada interval waktu (3 , 8 , 15 , 20 , 30 ,
40 , 50 , 60 menit) mengambil 10 ml sampel dari masing masing
campuran dan memasukkan kedalam sejumlah air yang besar .
pengenceran ini menyebabkan reaksi berjalan sangat lambat .
5. Masing masing 10 ml sampel titrasi dengan 0,01N Natrium Tio Sulfat (
x ml ) menggunakan indicator kanji .
6. Mencampurkan 50 ml larutan KI dengan sisa larutan encer Kalium Peri
Sulfat dan menutup labu serta temperature dipertahankan 60 oC selama
beberapa saat
7. Mendinginkan larutan tersebut dan mempertahankan pada suhu 25 oC.
Selama paling tidak 15 ,menit kemudian dengan langkah yang sama
pseperti prosedur 3 , melakukan titrasi dengan Natrium Tio Sulfat ( a ml ) .
8. Mencatat semua hasil pada table .

V. DATA PENGAMATAN

Waktu (menit) Titrasi (a ml) Titrasi (x ml) (a-x) Log(a-x)


5 5,3 3,0 2,3 0,3617
10 5,5 3,2 2,3 0,3617
15 5,6 3,9 1,7 0,2304
20 5,7 4,5 1,2 0,0791
25 5,8 5,0 0,8 -0,0969

x ( t = menit ) y(log(a-x)) x.y(t-log(a-x)) x2


5 0,3617 1,8085 25
10 0,3617 3,617 100
15 0,2304 3,456 225
20 0,0791 1,582 400
25 -0,0969 -2,4225 625
x = 75 y = 0,936 x . y = 8,041 x2 = 1375
VI. PERHITUNGAN
a. Pembuatan Larutan
1. Larutan KI 0,4 N 100 ml
=
= 0,4 0,1 166 /
= 6,64
2. Larutan Kanji 3 % 50 ml

= 3 % 50

= 1,5
3. Larutan Na2S2O3 0,01 N 500 ml
=
= 0,01 0,25 248,21 /
= 1,24

b. Perhitungan Konsentrasi pada suhu 25oC (Titrasi x ml)


1. t = 5 menit

=

3,0 0,01
=
10
= 0,003
2. t = 10 menit

=

3,2 0,01
=
10
= 0,032
3. t = 15 menit

=

3,9 0,01
=
10
= 0,039
4. t = 20 menit

=

4,5 0,01
=
10
= 0,0045
5. t = 25 menit

=

5,0 0,01
=
10
= 0,005

c. Perhitungan konsentrasi pada suhu 60oC (Titrasi a ml)


1. t = 5 menit

=

5,3 0,01
=
10
= 0,053
2. t = 10 menit

=

5,5 0,01
=
10
= 0,055
3. t = 15 menit

=

5,6 0,01
=
10
= 0,056
4. t = 20 menit

=

5,7 0,01
=
10
= 0,057
5. t = 25 menit

=

5,8 0,01
=
10
= 0,058

d. Perhitungan Slope dan Intersept


xy (xy)
=
x 2 (x)2
5(8,041) (75 0,936)
=
5(1375) (75)2
40,205 70,2
=
6875 5625
29,995
=
1250
= 0,0239

(x 2 . y) (x. xy)
=
x 2 (x)2
(1375 0,936) (75 8,041)
=
5(1375) (75)2
683,925
=
1250
= 0,54714
y = mx + c
y = -0,0239x + 0,54714

e. Perhitungan Harga Konstanta Kecepatan Reaksi


k = slope = -0,0239
b = konsentrasi analit
1. Pada suhu 25oC
t = 5 menit

2 =

0,0239
=
0,003
= 7,9667
t = 10 menit

2 =

0,0239
=
0,0032
= 7,4688
t = 15 menit

2 =

0,0239
=
0,0039
= 6,1282
t = 20 menit

2 =

0,0239
=
0,0045
= 5,3111
t = 25 menit

2 =

0,0239
=
0,0050
= 4,78
2. Pada suhu 60oC
t = 5 menit

2 =

0,0239
=
0,0053
= 4,5094
t = 10 menit

2 =

0,0239
=
0,0055
= 4,3454
t = 15 menit

2 =

0,0239
=
0,0056
= 4,2678
t = 20 menit

2 =

0,0239
=
0,0057
= 4,1929
t = 25 menit

2 =

0,0239
=
0,0658
= 4,1206
Grafik Hubungan log(a-x) Terhadap
Waktu
0.5
y = -0.024x + 0.5471
R = 0.9277
0.4

0.3

0.2
log (a-x)

log (a-x)
Linear (log (a-x))
0.1
Linear (log (a-x))

0
0 5 10 15 20 25 30

-0.1

-0.2
Waktu (menit)
VII. ANALISIS PERCOBAAN

Praktikum konstanta kecepatan reaksi ini bertujuan untuk menentukan


konstanta reaksi sebagai salah satu penerapan metode titrasi. Pada praktikum ini,
mula-mula dilakukan pembuatan empat larutan yaitu larutan KI 0.4 N, K2S2O8
jenuh, Na2S2O3 0.01 N dan kanji 3%. Larutan KI dibuat lebih pekat karena terkait
Natrium Tiosulfat harus lebih banyak mengikat iod-iod. K2S2O8 sebagai oksidator
yang akan membebaskan iod-iod KI. Na2S2O3 sebagai titran sekaligus sebagai
penangkap iod-iod berlebih. Pada saat titrasi indikator yang digunakan adalah
kanji.
Kemudian mencampurkan larutan KI dan larutan K2S2O8 jenuh, yang
dibuat perlakuan berbeda, yaitu pada suhu 25C dan pada suhu 60C.
Pemanasan ini bertujuan untuk mempercepat laju reaksinya. Dengan pemanasan,
molekul-molekul yang ada dalam larutan bergerak semakin cepat, tumbukan
semakin cepat. Variasi suhu ini bertujuan untuk melihat dan membandingkan
pengaruh tingginya suhu terhadap laju reaksi. Pada pencampuran suhu 25C
terbentuk warna cokelat kemerahan, sementara pada suhu 60C terbentuk warna
merah anggur. Adapun reaksi yang terjadi adalah :
2I- + S2O32- I2 + 2SO42-
Pengukuran dan pencatatan campuran pada interval waktu 5,10,15,20, dan
2 menit. Setiap interval waktu diambil 10 ml sampel dan diencerkan. Dari hasil
pengenceran, diambil lagi 10 ml untuk dititrasi dengan Na2S2O3 0.01 N.
Sebelum dilakukan titrasi, analit diteteskan dengan larutan kanji 3% dan
terjadi perubahan warna dari kuning menjadi biru gelap atau kehitaman. Setelah
titik ekivalen tercapai, dimana konsentrasi analit sama dengan konsentrasi titran,
warna larutan menjadi bening. Reaksi yang terjadi adalah :
I2 + 2NaS2O3 2NaI + Na2S4O6
Dari grafik yang telah digambarkan, dapat dianalisis bahwa konsentrasi
pereaksi dan laju reaksinya menurun secara eksponensial seiring waktu.
Dari perhitungan konstanta reaksi, dapat dianalisis bahwa semakin besar
konsentrasi, maka semakin besar konstanta reaksi dan semakin cepat laju
reaksinya. Semakin lama reaksi berlangsung, maka semakin kecil konstanta reaksi
dan semakin lambat laju reaksi. Tanda minus (-) pada konsentrasi reaktan per
satuan waktu.

VIII. KESIMPULAN
Dari percobaan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa :
1. Semakin tinggi suhu reaksi, maka semakin cepat laju reaksi
2. Semakin tinggi konsentrasi reaktan, maka semakin cepat laju reaksi
3. Semakin lama reaksi berlangsung, maka semakin kecil konstanta reaksi dan
semakin lambat pula laju reaksi
4. Reaksi adalah KI dan K2S2O8 adalah reaksi orde satu. Sesuai dengan grafik,
konsentrasi pereaksi terhadap waktu menurun secara eksponensial seiring
dengan waktu

IX. DAFTAR PUSTAKA


- Kasie Laboratorium Kimia Fisika. 2017. Penuntun Praktikum Kimia
Fisika. Palembang : Politeknik Negeri Sriwijaya
- http://www.academia-edu/6806963/iqmal-kinetika-03-penentuan-
konstanta-laju-reaksi.html. Diakses pada 8 Juni 2017
LAMPIRAN (GAMBAR ALAT)

Gelas Kimia Erlenmeyer

Spatula Batang Pengaduk

Pipet Ukur
Kaca Arloji
Bola Karet Corong

Hot Plate

Buret

Neraca Analitik
Termometer

Anda mungkin juga menyukai