Anda di halaman 1dari 4

6.

Diet rendah protein dan tinggi karbohidrat

Diet rendah protein (0,4-0,8 gram/kg BB) bisa memperlambat perkembangan


gagal ginjal kronis. Tambahan vitamin B dan C diberikan jika penderita menjalani
diet ketat atau menjalani dialisa.Pada penderita gagal ginjal kronis biasanya kadar
trigliserida dalam darah tinggi. Hal ini akan meningkatkan resiko terjadinya
komplikasi, seperti stroke dan serangan jantung.Untuk menurunkan kadar
trigliserida, diberikan gemfibrozil.

7. Pembatasan asupan natrium

Natrium dapat menyebabkan penumpukan cairan dalam tubuh. Jumlah Natrium


ini harus dibatasi dalam diet pasien Gagal Ginjal, bisa diberikan diuretik
(misalnya furosemid, bumetanid dan torsemid).

Diet rendah protein menguntungkan untuk mencegah atau mengurangi toksin


azotemia, tetapi untuk jangka lama dapat merugikan terutama gangguan
keseimbangan negatif nitrogen. 8 Pembatasan asupan protein dalam makanan
pasien gagal ginjal kronik dapat mengurangi gejala anoreksia, mual, dan muntah.
Pembatasan ini juga telah terbukti menormalkan kembali dan memperlambat
terjadinya gagal ginjal. Asupan rendah protein mengurangi beban ekskresi ginjal
sehingga menurunkan hiperfiltrasi glomerulus, tekanan intraglomerulus, dan
cedera sekunder pada nefron intak. 2 Beberapa penelitian telah menunjukkan
bahwa pasien penyakit ginjal kronis akan secara spontan membatasi asupan
protein mereka. Jumlah protein yang diperbolehkan kurang dari 0,6 g protein/Kg
/hari dengan LFG kurang dari 10 ml / menit

Diet Asupan Energi yang direkomendasikan untuk penderita gagal ginjal kronis
dengan LFG
2. Kebutuhan Protein Kebutuhan protein pada pasien gagal ginjal sangat
bergantung pada jenis gagal ginjal yang dialami oleh pasien dan jenis dialisis
yang dilakukan oleh pasien. Pada pasien dewasa dengan gagal ginjal kronis
yang tidak menerima dialisis, maka konsumsi nitrogen per kilogram bahan
makanan adalah 0,6 gram apabila kebutuhan kalori terpenuhi dan protein
yang dikonsumsi harus berasal dari protein dengan nilai biologis yang tinggi.
Penurunan asupan protein dapat mereduksi sindrom uremik dan
menghambat dialisis pada pasien dengan gagal ginjal kronis yang stabil.
Akan tetapi, penurunan asupan protein ini tidak diharapkan karena dapat
menimbulkan malnutrisi atau intake kalori yang tidak adekuat. Kebutuhan
protein pada pasien dengan gagal ginjal akut adalah sekitar 0,6- 0,8 gram
per kilogram berat badan tubuh apabila fungsi ginjal sudah menurun dan
tidak mengalami dialisis. Sedangkan apabila fungsi ginjal sudah membaik
dan terdapat perlakuan dialisis maka lebutuhan protein adalah 1,2-1,3 gram
per kilogram berat badan. Pada pasien dengan hemodialisis, maka lebutuhan
kalori sebesar 1,2 gram per kilogram berat badan per hari untuk pasien
dengan dialisis yang stabil dan sebesar 1,2-1,3 gram untuk pasien dengan
heodialisis peritoneal yang stabil. Pasien dengan malnutrisi, acute catabolic
illness atau luka postoperatif sebaiknya mendapat protein lebih dari 1,3
gram per kilogram berat badan per hari. Sebuah studi menunjukkan
konsumsi protein sebesar 2-2,5 gram per kilogram berat badan per hari
dapat memperbaiki keseimbangan Nitrogen pada pasien dengan gagal ginjal
akut. Akan tetapi, konsumsi protein diatas 1,5-1,6 gram per hari per
kilogram berat badan akan meningkatkan frekuensi dari dialisis.
1. Energi cukup, yaitu 35 kkal/kg BB.

2. Protein rendah, yaitu 0,6 1,5 g/kgBB. Sebagian harus


bernilai biologik tinggi.