Anda di halaman 1dari 290

KURRIKULUM 2013

DOKUMEN 1
Program Keahlian Teknik Alat Berat

SMK NEGERI 3 MANDAU


ALAMAT SEKOLAH

JALAN : RAYA DURI DUMAI KM.18 SEBANGAR


KECAMATAN MANDAU KABUPATEN BENGKALIS
TELP/HP : 081276310787 / Website : smkn3mandau.sch.id
e-Mail: smkn3mandau@gmail.com

SMK NEGERI 3 MANDAU


DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN BENGKALIS
TP. 2016 / 2017

i
PEMERINTAH PROPINSI RIAU
DINAS PENDIDIKAN
SMK NEGERI 3 MANDAU
KELOMPOK TEKNOLOGI DAN REKAYASA
Jl. Raya Duri Dumai, KM. 18Sebangar,
Hp. 081365906623 NPSN : 69773566E-mail : smkn3mandau@gmail.com

LEMBAR PENETAPAN

Setelah Memperhatikan Pertimbangan Dari Komite Sekolah Maka Dengan


Ini Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 3 Mandau Kompetensi Keahlian
Teknik Pemesinan ditetapkan untuk diberlakukan mulai tahun pelajaran 2016/2017

Ditetapkan di : Mandau
Tanggal : 11 Juli 2016
Ketua Komite Sekolah Kepala SMK Negeri 3 Mandau

NASIR SYABAN Agus Subagiyo, ST


NIP. 196411281988031003

Mengetahui
Kepala Dinas Pendidikan
Propinsi Riau

Dr. H. KAMSOL
Nip : 19650314 199403 1 002

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT sehingga kami dapat
menyelesaikan penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), Silabus,
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Modul Pembelajaran. Penyusunan
materi tersebut dimaksudkan untuk membuat suatu Sruktur pengembangan
kurikulum yang sudah ada untuk dijadikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
pada masing masing Sekolah.
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, Silabus, Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran dan Modul Pembelajaran ini diharapkan bisa menjadi acuan
pengembangan kurikulum yang kemudian diadopsi sesuai keperluan dan kondisi di
masing-masing sekolah khususnya di wilayah Riau.
Ucapan terima kasih disampaikan kepada Bidang SMK Dinas Pendidikan Propinsi
Riau yang telah memberikan kepercayaan kepada tim penyusun untuk
menyelesaikan tugas ini.
Saran dan kritik akan selalu kami terima untuk penyempurnaan Penyusunan
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ini

Mandau, 11 Juli 2016


Kepala SMKN.3 Mandau.

Agus Subagiyo, ST
NP. 197408012007011004

ii
DAFTAR ISI
Halaman Judul
Lembar Penetapan/Pengesahan ............................................................................ i
Kata Pengantar....................................................................................................... ii
Daftar Isi ................................................................................................................. iii
BAB 1. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang .............................................................................. 1
B. Landasan Kurikulum 2013............................................................ 4
C. Prinsip-prinsip Penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan .... 10
D. Mekanisme Pengelolaan KTSP ..................................................... 12
E. Tujuan Kurikulum 2013 ................................................................ 14

BAB 2. TUJUAN SATUAN PENDIDIKAN


A. Tujuan Pendidikan Nasional ......................................................... 15
B. Tujuan Pendidikan Menengah Kejuruan .................................... 15
C. Visi Pendidikan ............................................................................... 15
D. Misi Pendidikan .............................................................................. 15
E. Tujuan Pendidikan SMK .............................................................. 16
F. Tujuan Pendidikan Kompetensi Keahlian................................... 16

BAB 3. STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM


A. Analisis Kebutuhan Siswa ............................................................. 17
B. Struktur Kurikulum SMK ............................................................ 18
C. Muatan Kurrikulum ...................................................................... 25
D. Bimbingan konseling ...................................................................... 224
E. Pengaturan Beban Belajar ............................................................ 234
F. Pratikum kerja Industri ................................................................ 235
G. Peraturan Akademik ..................................................................... 238

BAB 4 PEDOMAN UMUM PEMBELAJARAN


A. Konsep Dan Strategi Pembelajaran ............................................. 242
B. langkah pembelajaran pada kegiatan belajar kompetensi ....... 247
C. Kalender Pendidikan...................................................................... 238

iii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
1. Pengertian Kurikulum
Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
menyebutkan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai
tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman
penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
Berdasarkan pengertian tersebut, ada dua dimensi kurikulum, yang pertama adalah
rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran, sedangkan yang
kedua adalah cara yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran.
Kurikulum 2013 yang diberlakukan mulai tahun ajaran 2013/2014 memenuhi
kedua dimensi tersebut.

2. Rasional Pengembangan Kurikulum 2013


Kurikulum 2013 dikembangkan berdasarkan faktor-faktor sebagai berikut:
a. Tantangan Internal
Tantangan internal antara lain terkait dengan kondisi pendidikan dikaitkan
dengan tuntutan pendidikan yang mengacu kepada 8 (delapan) Standar Nasional
Pendidikan yang meliputi standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan,
standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar
pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan.
Tantangan internal lainnya terkait dengan perkembangan penduduk Indonesia
dilihat dari pertumbuhan penduduk usia produktif. Saat ini jumlah penduduk Indonesia
usia produktif (15-64 tahun) lebih banyak dari usia tidak produktif (anak-anak berusia
0-14 tahun dan orang tua berusia 65 tahun ke atas). Jumlah penduduk usia produktif ini
akan mencapai puncaknya pada tahun 2020-2035 pada saat angkanya mencapai
70%.Oleh sebab itu tantangan besar yang dihadapi adalah bagaimana mengupayakan
agar sumberdaya manusia usia produktif yang melimpah ini dapat ditransformasikan

1
menjadi sumberdaya manusia yang memiliki kompetensi dan keterampilan melalui
pendidikan agar tidak menjadi beban.

b. Tantangan Eksternal
Tantangan eksternal antara lain terkait dengan arus globalisasi dan berbagai isu
yang terkait dengan masalah lingkungan hidup, kemajuan teknologi dan informasi,
kebangkitan industri kreatif dan budaya, dan perkembangan pendidikan di tingkat
internasional. Arus globalisasi akan menggeser pola hidup masyarakat dari agraris dan
perniagaan tradisional menjadi masyarakat industri dan perdagangan modern seperti
dapat terlihat di World Trade Organization (WTO), Association of Southeast Asian
Nations (ASEAN) Community, Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC), dan
ASEAN Free Trade Area (AFTA). Tantangan eksternal juga terkait dengan pergeseran
kekuatan ekonomi dunia, pengaruh dan imbas teknosains serta mutu, investasi, dan
transformasi bidang pendidikan. Keikutsertaan Indonesia di dalam studi International
Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS) dan Program for
International Student Assessment (PISA) sejak tahun 1999 juga menunjukkan bahwa
capaian anak-anak Indonesia tidak menggembirakan dalam beberapa kali laporan yang
dikeluarkan TIMSS dan PISA. Hal ini disebabkan antara lain banyaknya materi uji yang
ditanyakan di TIMSS dan PISA tidak terdapat dalam kurikulum Indonesia.

c. Penyempurnaan Pola Pikir


Kurikulum 2013 dikembangkan dengan penyempurnaan pola pikir sebagai berikut:
a) Pola pembelajaran yang berpusat pada guru menjadi pembelajaran berpusat
pada peserta didik. Peserta didik harus memiliki pilihan-pilihan terhadap
materi yang dipelajari untuk memiliki kompetensi yang sama;
b) Pola pembelajaran satu arah (interaksi guru-peserta didik) menjadi
pembelajaran interaktif (interaktif guru-peserta didik-masyarakat-
lingkungan alam, sumber/ media lainnya);

2
c) Pola pembelajaran terisolasi menjadi pembelajaran secara jejaring (peserta
didik dapat menimba ilmu dari siapa saja dan dari mana saja yang dapat
dihubungi serta diperoleh melalui internet);
d) Pola pembelajaran pasif menjadi pembelajaran aktif-mencari (pembelajaran
siswa aktif mencari semakin diperkuat dengan model pembelajaran
pendekatan sains);
e) Pola belajar sendiri menjadi belajar kelompok (berbasis tim);
f) Pola pembelajaran alat tunggal menjadi pembelajaran berbasis alat
multimedia;
g) Pola pembelajaran berbasis massal menjadi kebutuhan pelanggan (users)
dengan memperkuat pengembangan potensi khusus yang dimiliki setiap
peserta didik;
h) Pola pembelajaran ilmu pengetahuan tunggal (monodiscipline) menjadi
pembelajaran ilmu pengetahuan jamak (multidisciplines); dan
i) Pola pembelajaran pasif menjadi pembelajaran kritis.

3. Penguatan Tata Kelola Kurikulum


Pelaksanaan kurikulum selama ini telah menempatkan kurikulum sebagai
daftar Mata pelajaran. Pendekatan Kurikulum 2013 untuk Sekolah Menegah
Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan diubah sesuai dengan kurikulum satuan
pendidikan. Oleh karena itu dalam Kurikulum 2013 dilakukan penguatan tata kelola
sebagai berikut:
a. Tata kerja guru yang bersifat individual diubah menjadi tata kerja yang bersifat
kolaboratif;
b. Penguatan manajeman sekolah melalui penguatan kemampuan manajemen
kepala sekolah sebagai pimpinan kependidikan (educational leader); dan
c. Penguatan sarana dan prasarana untuk kepentingan manajemen dan proses
pembelajaran.
d. Penguatan materi dilakukan dengan cara pendalaman dan perluasan materi
yang relevan bagi peserta didik.
3
4. Karakteristik Kurikulum 2013
Kurikulum 2013 dirancang dengan karakteristik sebagai berikut:
1) Mengembangkan keseimbangan antara pengembangan sikap spiritual dan
sosial, rasa ingin tahu, kreativitas, kerja sama dengan kemampuan intelektual
dan psikomotorik;
2) Sekolah merupakan bagian dari masyarakat yang memberikan pengalaman
belajar terencana dimana peserta didik menerapkan apa yang dipelajari di
sekolah ke masyarakat dan memanfaatkan masyarakat sebagai sumber belajar;
3) Mengembangkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan serta menerapkannya
dalam berbagai situasi di sekolah dan masyarakat;
4) Memberi waktu yang cukup leluasa untuk mengembangkan berbagai sikap,
pengetahuan, dan keterampilan;
5) Kompetensi dinyatakan dalam bentuk kompetensi inti kelas yang dirinci lebih
lanjut dalam kompetensi dasar mata pelajaran;
6) Kompetensi inti kelas menjadi unsur pengorganisasi (organizing elements)
kompetensi dasar, dimana semua kompetensi dasar dan proses pembelajaran
dikembangkan untuk mencapai kompetensi yang dinyatakan dalam kompetensi
inti;
7) Kompetensi dasar dikembangkan didasarkan pada prinsip akumulatif, saling
memperkuat (reinforced) dan memperkaya (enriched) antarmata pelajaran dan
jenjang pendidikan (organisasi horizontal dan vertikal).

B. Landasan Kurikulum 2013


a. Landasan Filosofis
Landasan filosofis dalam pengembangan kurikulum menentukan kualitas
peserta didik yang akan dicapai kurikulum, sumber dan isi dari kurikulum, proses
pembelajaran, posisi peserta didik, penilaian hasil belajar, hubungan peserta didik
dengan masyarakat dan lingkungan alam di sekitarnya.

4
Kurikulum 2013 dikembangkan dengan landasan filosofis yang memberikan
dasar bagi pengembangan seluruh potensi peserta didik menjadi manusia Indonesia
berkualitas yang tercantum dalam tujuan pendidikan nasional.
Pada dasarnya tidak ada satupun filosofi pendidikan yang dapat digunakan
secara spesifik untuk pengembangan kurikulum yang dapat menghasilkan manusia yang
berkualitas. Berdasarkan hal tersebut, Kurikulum 2013 dikembangkan menggunakan
filosofi sebagai berikut:
a. Pendidikan berakar pada budaya bangsa untuk membangun kehidupan
bangsa masa kini dan masa mendatang. Pandangan ini menjadikan
Kurikulum 2013 dikembangkan berdasarkan budaya bangsa Indonesia
yang beragam, diarahkan untuk membangun kehidupan masa kini, dan
untuk membangun dasar bagi kehidupan bangsa yang lebih baik di masa
depan. Mempersiapkan peserta didik untuk kehidupan masa depan selalu
menjadi kepedulian kurikulum, hal ini mengandung makna bahwa
kurikulum adalah rancangan pendidikan untuk mempersiapkan kehidupan
generasi muda bangsa. Dengan demikian, tugas mempersiapkan generasi
muda bangsa menjadi tugas utama suatu kurikulum. Untuk
mempersiapkan kehidupan masa kini dan masa depan peserta didik,
Kurikulum 2013 mengembangkan pengalaman belajar yang memberikan
kesempatan luas bagi peserta didik untuk menguasai kompetensi yang
diperlukan bagi kehidupan di masa kini dan masa depan, dan pada waktu
bersamaan tetap mengembangkan kemampuan mereka sebagai pewaris
budaya bangsa dan orang yang peduli terhadap permasalahan masyarakat
dan bangsa masa kini.
b. Peserta didik adalah pewaris budaya bangsa yang kreatif. Menurut
pandangan filosofi ini, prestasi bangsa di berbagai bidang kehidupan di
masa lampau adalah sesuatu yang harus termuat dalam isi kurikulum untuk
dipelajari peserta didik. Proses pendidikan adalah suatu proses yang
memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi
dirinya menjadi kemampuan berpikir rasional dan kecemerlangan
5
akademik dengan memberikan makna terhadap apa yang dilihat, didengar,
dibaca, dipelajari dari warisan budaya berdasarkan makna yang ditentukan
oleh lensa budayanya dan sesuai dengan tingkat kematangan psikologis
serta kematangan fisik peserta didik. Selain mengembangkan kemampuan
berpikir rasional dan cemerlang dalam akademik, Kurikulum 2013
memposisikan keunggulan budaya tersebut dipelajari untuk menimbulkan
rasa bangga, diaplikasikan dan dimanifestasikan dalam kehidupan pribadi,
dalam interaksi sosial di masyarakat sekitarnya, dan dalam kehidupan
berbangsa masa kini.
c. Pendidikan ditujukan untuk mengembangkan kecerdasan intelektual dan
kecemerlangan akademik melalui pendidikan disiplin ilmu. Filosofi ini
menentukan bahwa isi kurikulum adalah disiplin ilmu dan pembelajaran
adalah pembelajaran disiplin ilmu (essentialism). Filosofi ini mewajibkan
kurikulum memiliki nama Mata pelajaran yang sama dengan nama disiplin
ilmu, selalu bertujuan untuk mengembangkan kemampuan intelektual dan
kecemerlangan akademik.
d. Pendidikan untuk membangun kehidupan masa kini dan masa depan yang
lebih baik dari masa lalu dengan berbagai kemampuan intelektual,
kemampuan berkomunikasi, sikap sosial, kepedulian, dan berpartisipasi
untuk membangun kehidupan masyarakat dan bangsa yang lebih baik
(experimentalism and social reconstructivism). Dengan filosofi ini,
Kurikulum 2013 bermaksud untuk mengembangkan potensi peserta didik
menjadi kemampuan dalam berpikir reflektif bagi penyelesaian masalah
sosial di masyarakat, dan untuk membangun kehidupan masyarakat
demokratis yang lebih baik.

Dengan demikian, Kurikulum 2013 menggunakan filosofi sebagaimana di atas


dalam mengembangkan kehidupan individu peserta didik dalam beragama, seni,
kreativitas, berkomunikasi, nilai dan berbagai dimensi inteligensi yang sesuai dengan
diri seorang peserta didik dan diperlukan masyarakat, bangsa dan umat manusia.
6
b. Landasan Teoritis
Kurikulum 2013 dikembangkan atas teori pendidikan berdasarkan standar
(standard-based education), dan teori kurikulum berbasis kompetensi (competency-
based curriculum). Pendidikan berdasarkan standar menetapkan adanya standar
nasional sebagai kualitas minimal warganegara yang dirinci menjadi standar isi, standar
proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar
sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian
pendidikan. Kurikulum berbasis kompetensi dirancang untuk memberikan pengalaman
belajar seluas-luasnya bagi peserta didik dalam mengembangkan kemampuan untuk
bersikap, berpengetahuan, berketerampilan, dan bertindak.

Kurikulum 2013 menganut: (1) pembelajaan yang dilakukan guru (taught


curriculum) dalam bentuk proses yang dikembangkan berupa kegiatan pembelajaran di
sekolah, kelas, dan masyarakat; dan (2) pengalaman belajar langsung peserta didik
(learned-curriculum) sesuai dengan latar belakang, karakteristik, dan kemampuan awal
peserta didik. Pengalaman belajar langsung individual peserta didik menjadi hasil
belajar bagi dirinya, sedangkan hasil belajar seluruh peserta didik menjadi hasil
kurikulum.

c. Landasan Yuridis
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 (UU 20/2003)
tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia
Nomor 19 tahun 2005 (PP 19/2005) yang sudah diubah dengan Peraturan Pemerintah
(PP) No. 32 tentang Standar Nasional Pendidikan mengamanatkan Kurikulum Tingkat
Satuan Pendidikan (KTSP) jenjang pendidikan dasar dan menengah disusun oleh satuan
pendidikan dengan mengacu kepada Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi, Standar
Proses, dan Standar Penilaian serta berpedoman pada Pedoman Penyusunan dan
Pengelolaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (Lampiran 1 Permendikbud no. 81a)
tentang Implementasi Kurikulum 2013
7
a. Pasal 36 Ayat (2) menyebutkan bahwa kurikulum pada semua jenjang dan jenis
pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan
pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik.
b. Pasal 36 Ayat (3) menyebutkan bahwa kurikulum disusun sesuai dengan jenjang
pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan
memperhatikan: (a) peningkatan iman dan takwa; (b) peningkatan akhlak mulia;
(c) peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat peserta didik; (d) keragaman
potensi daerah dan lingkungan; (e) tuntutan pembangunan daerah dan nasional;
(f) tuntutan dunia kerja; (g) perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan
seni; (h) agama; (i) dinamika perkembangan global; dan (j) persatuan nasional
dan nilai-nilai kebangsaan.
c. Pasal 38 Ayat (2) mengatur bahwa kurikulum pendidikan dasar dan menengah
dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan
pendidikan dan komite sekolah/madrasah di bawah koordinasi dan supervisi
dinas pendidikan atau kantor departemen agama kabupaten/kota untuk
pendidikan dasar dan provinsi untuk pendidikan menengah.
d. Dari amanat undang-undang tersebut ditegaskan bahwa:
Kurikulum dikembangkan secara berdiversifikasi dengan maksud agar
memungkinkan penyesuaian program pendidikan pada satuan pendidikan
dengan kondisi dan kekhasan potensi yang ada di daerah serta peserta didik; dan
e. Kurikulum dikembangkan dan dilaksanakan di tingkat satuan pendidikan.
f. Kurikulum operasional yang dikembangkan dan dilaksanakan oleh satuan
pendidikan diwujudkan dalam bentuk Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
(KTSP).
Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang beragam
mengacu pada standar nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan
pendidikan nasional. Standar nasional pendidikan terdiri atas Standar
Kiompetensi Lulusan, Standar Isi, Standar Proses, Standar Penilaian, Standar
Tenaga Pendidik dan Kependidikan, Standar Sarana dan Prasarana, Standar
Pengelolaan, dan Standar Pembiayaan. Empat dari kedelapan standar nasional
8
pendidikan tersebut, yaitu Kompetensi Lulusan, Standar Isi (SI), Standar Proses,
dan Standar Penilaian merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam
mengembangkan kurikulum.
Landasan Yuridis pengembangan Kurikulum 2013 sebagai berikut:
1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional.
2) Ketentuan dalam UU 20/2003 yang mengatur KTSP, adalah Pasal 1 ayat
(19); Pasal 18 ayat (1), (2), (3), (4); Pasal 32 ayat (1), (2), (3); Pasal 35 ayat
(2); Pasal 36 ayat (1), (2), (3), (4); Pasal 37 ayat (1), (2), (3); Pasal 38 ayat
(1), (2).
3) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang
Standar Nasional Pendidikan yang telah diubah dengan Peraturan
Pemerintah No, 32 tahun 2013.
4) Permendikbud No.54 tahun 2013 tetang Standar Kompetensi Lulusan.
5) Permendikbud No.64 tahun 2013 tentang Standar Isi
6) Permendikbud No.65 tahun 2013 tentang Standar Proses.
7) Permendikbud No. 66 tahun 2013 tentang Standar Penilain
8) Permendikbud No. 70 tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur
Kurikulum
9) Permendikbud No. 81a tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum 2013
10) Keputusan Direktur Pembinaan SMK tentang Spektrum SMK Kurikulum
2013
11) Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 323/U/1997
12) Tentang Penyelenggaraan Pendidikan Sistem Ganda pada Sekolah
Menengah Kejuruan
13) Peraturan Gubernur Provinsi Jawa Barat No. 25 tahun 2007 Tentang Mata
pelajaran Muatan Lokal bahasa Sunda
14) Peraturan Wali Kota No. 15 tahun 2008 tentang Muatan Lokal Pendidikan
Lingkungan Hidup

9
C. Prinsip-prinsip Penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan
Dalam menyusun KTSP perlu memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut:
1. Peningkatan Iman, Takwa, dan Akhlak Mulia
Iman, takwa, dan akhlak mulia menjadi dasar pembentukan kepribadian peserta
didik secara utuh. KTSP disusun agar semua mata pelajaran dapat menunjang
peningkatan iman, takwa, dan akhlak mulia.
2. Kebutuhan Kompetensi Masa Depan
Kemampuan peserta didik yang diperlukan yaitu antara lain kemampuan
berkomunikasi, berpikir kritis dan kreatif dengan mempertimbangkan nilai dan moral
Pancasila agar menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggungjawab, toleran
dalam keberagaman, mampu hidup dalam masyarakat global, memiliki minat luas
dalam kehidupan dan kesiapan untuk bekerja, kecerdasan sesuai dengan
bakat/minatnya, dan peduli terhadap lingkungan. Kurikulum harus mampu menjawab
tantangan ini sehingga perlu mengembangkan kemampuan-kemampuan ini dalam
proses pembelajaran.
3. Peningkatan Potensi, Kecerdasan, dan Minat sesuai dengan Tingkat Perkembangan
dan Kemampuan Peserta Didik
Pendidikan merupakan proses sistematik untuk meningkatkan martabat
manusia secara holistik yang memungkinkan potensi diri (afektif, kognitif, psikomotor)
berkembang secara optimal. Sejalan dengan itu, kurikulum disusun dengan
memperhatikan potensi, tingkat perkembangan, minat, kecerdasan intelektual,
emosional, sosial, spritual, dan kinestetik peserta didik.
4. Keragaman Potensi dan Karakteristik Daerah dan Lingkungan
Daerah memiliki keragaman potensi, kebutuhan, tantangan, dan karakteristik
lingkungan. Masing-masing daerah memerlukan pendidikan yang sesuai dengan
karakteristik daerah dan pengalaman hidup sehari-hari. Oleh karena itu, kurikulum perlu
memuat keragaman tersebut untuk menghasilkan lulusan yang relevan dengan
kebutuhan pengembangan daerah.
5. Tuntutan Pembangunan Daerah dan Nasional

10
Dalam era otonomi dan desentralisasi, kurikulum adalah salah satu media
pengikat dan pengembang keutuhan bangsa yang dapat mendorong partisipasi
masyarakat dengan tetap mengedepankan wawasan nasional. Untuk itu, kurikulum perlu
memperhatikan keseimbangan antara kepentingan daerah dan nasional.
6. Tuntutan Dunia Kerja
Kegiatan pembelajaran harus dapat mendukung tumbuh kembangnya pribadi
peserta didik yang berjiwa kewirausahaan dan mempunyai kecakapan hidup. Oleh sebab
itu, kurikulum perlu memuat kecakapan hidup untuk membekali peserta didik
memasuki dunia kerja. Hal ini sangat penting terutama bagi satuan pendidikan kejuruan
dan peserta didik yang tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.
7. Perkembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni
Pendidikan perlu mengantisipasi dampak global yang membawa masyarakat
berbasis pengetahuan di mana IPTEKS sangat berperan sebagai penggerak utama
perubahan. Pendidikan harus terus menerus melakukan adaptasi dan penyesuaian
perkembangan IPTEKS sehingga tetap relevan dan kontekstual dengan perubahan. Oleh
karena itu, kurikulum harus dikembangkan secara berkala dan berkesinambungan
sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
8. Agama
Kurikulum dikembangkan untuk mendukung peningkatan iman, taqwa, serta
akhlak mulia dan tetap memelihara toleransi dan kerukunan umat beragama. Oleh
karena itu, muatan kurikulum semua matapelajaran ikut mendukung peningkatan iman,
takwa, dan akhlak mulia.
9. Dinamika Perkembangan Global
Kurikulum menciptakan kemandirian, baik pada individu maupun bangsa,
yang sangat penting ketika dunia digerakkan oleh pasar bebas. Pergaulan antarbangsa
yang semakin dekat memerlukan individu yang mandiri dan mampu bersaing serta
mempunyai kemampuan untuk hidup berdampingan dengan suku dan bangsa lain.
10. Persatuan Nasional dan Nilai-Nilai Kebangsaan
Kurikulum diarahkan untuk membangun karakter dan wawasan kebangsaan
peserta didik yang menjadi landasan penting bagi upaya memelihara persatuan dan
11
kesatuan bangsa dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Oleh
karena itu, kurikulum harus menumbuhkembangkan wawasan dan sikap kebangsaan
serta persatuan nasional untuk memperkuat keutuhan bangsa dalam wilayah NKRI.
11. Kondisi Sosial Budaya Masyarakat Setempat
Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik sosial budaya
masyarakat setempat dan menunjang kelestarian keragaman budaya. Penghayatan dan
apresiasi pada budaya setempat ditumbuhkan terlebih dahulu sebelum mempelajari
budaya dari daerah dan bangsa lain.
12. Kesetaraan Jender
Kurikulum diarahkan kepada pengembangan sikap dan perilaku yang berkeadilan
dengan memperhatikan kesetaraan jender.
13. Karakteristik Satuan Pendidikan
Kurikulum dikembangkan sesuai dengan kondisi dan ciri khas satuan pendidikan.

D. Mekanisme Pengelolaan KTSP


KTSP dikelola berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut.
1. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan
lingkungannya.
Kurikulum dikembangkan berdasar-kan prinsip bahwa peserta didik memiliki
posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang
beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu,
cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung
jawab. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi
peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan
peserta didik serta tuntutan lingkungan. Memiliki posisi sentral berarti bahwa kegiatan
pembelajaran harus berpusat pada peserta didik.
2. Beragam dan terpadu
Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kebutuhan nasional sesuai
tujuan pendidikan, keragaman karakteristik peserta didik, kondisi daerah, jenjang dan
jenis pendidikan, serta menghargai dan tidak diskriminatif terhadap perbedaan agama,
12
suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan jender. Kurikulum meliputi
substansi komponen muatan wajib dan muatan lokal.
3. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni
Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan,
teknologi, dan seni berkembang secara dinamis. Oleh karena itu, semangat dan isi
kurikulum memberikan pengalaman belajar peserta didik untuk mengikuti dan
memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
4. Relevan dengan kebutuhan kehidupan
Pengembangan kurikulum satuan pendidikan dilakukan dengan melibatkan
pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan
kebutuhan kehidupan, termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan, dunia usaha
dan dunia kerja. Oleh karena itu, pengembangan kurikulum perlu memperhatikan
keseimbangan antara hard skills dan soft skills pada setiap kelas antarmata pelajaran,
dan memperhatikan kesinambungan hard skills dan soft skills antarkelas.
5. Menyeluruh dan berkesinambungan
Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi (sikap,
pengetahuan, dan keterampilan), bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang
direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antar jenjang pendidikan.
6. Belajar sepanjang hayat
Kurikulum diarahkan pada proses pengembangan, pembudayaan, dan
pemberdayaan kemampuan peserta didik untuk belajar sepanjang hayat. Kurikulum
mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal, nonformal, dan
informal dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu
berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya.
7. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah.
Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan
daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Kepentingan nasional dan daerah saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan
prinsip Bhinneka Tunggal Ika dalam kerangka NKRI.

13
E. Tujuan Kurikulum 2013
Kurikulum 2013 bertujuan untuk mempersiapkan manusia Indonesia agar
memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang beriman, produktif,
kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat,
berbangsa, bernegara, dan peradaban dunia.

14
BAB II
TUJUAN SATUAN PENDIDIKAN

A. Tujuan Pendidikan Nasional


Sesuai dengan bunyi Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional, No. 20
tahun 2003 Bab II pasal 3, tujuan pendidikan nasional adalah sebagai berikut:
Untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan
bertakwa kepada Tuhan Yang Mahaesa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif,
mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

B. Tujuan Pendidikan Menengah Kejuruan


Tujuan pendidikan menengah kejuruan adalah meningkatkan kecerdasan,
pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan
mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai kejuruannya

C. Visi SMK Negeri 3 Mandau


Menjadikan sekolah kejuruan yang bertaraf internasional yang menghasilkan
tamatan yang profesional, mampu berwirausaha, beriman dan bertaqwa yang
berwawasan lingkungan.

D. Misi SMK Negeri 3 Mandau


1. Melaksanakan sistem manajemen sekolah yang bermutu.
2. Meningkatkan kualitas tenaga pendidik dan kependidikan yang memenuhi
kualifikasi dan kompetensi dasar.
3. Meningkatkan fasilitas dan lingkungan belajar yang nyaman memenuhi
standar kualitas dan kuantitas.
4. Mengembangkan kurikulum, metodologi pembelajaran dan sistem penilaian
berbasis kompetensi.
5. Membangun kemitraan dengan lembaga yang relevan baik dalam maupun
luar negeri.
6. Menyelenggarakan kegiatan ekstrakurikuler agar peserta didik mempu
mengembangakan kecakapan hidup (life skill) dan berakhlak mulia.

15
E. Tujuan Pendidikan SMK N 3 Manau
1) Membekali peserta didik dengan wawasan agama yang memadai agar menjadi
manusia yang berakhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari maupun
dalam dunia kerja.
2) Membekali peserta didik dengan kompetensi-kompetensi yang sesuai dengan
kompetensi keahlian yang dipilihnya.
3) Mempersiapkan peserta didik agar menjadi manusia produktif, mampu
bekerja mandiri, mengisi lowongan pekerjaan yang ada di DU/DI atau di
instansi sebagai tenaga kerja tingkat menengah sesuai dengan kompetensi
yang dimilkinya.
4) Mempersiapkan peserta didik dengan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni
agar mampu mengembangkan diri di kemudian hari baik secara mandiri
maupun melalui jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

F. Tujuan Pendidikan Kompetensi Keahlian Teknik PemesinanSMK N 3


Mandau
Membekali peserta didik dengan ilmu pengetahuan dan teknologi,
keterampilan, dan sikap agar kompeten dalam keahlian teknik Pemesinandengan
dilandasi iman, takwa, dan akhlakul karimah

16
BAB III
STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM SMK NEGERI 3 MANDAU
PAKET KEAHLIAN TEKNIK KENDARAAN RINGAN

A. Analisis Kebutuhan Siswa


Sesuai dengan Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi maka prinsip
pembeajaran yang digunakan sebagai berikut:
1. Dari peserta didik diberi tahu menuju peserta didik mencari tahu
2. Dari guru sebagai satu-satunya sumber belajar menjadi belajar berbasis aneka
sumber belajar
3. Dari pendekatan tekstual menuju proses sebagai penguatan penggunaan
pendekatan ilmiah
4. Dari pembelajaran berbasis konten menuju pewmbelajaran berbasis kompetensi
5. Dari pembelajaran parsial menuju pembelajaran terpadu
6. Dari pembelajaran yang menekankan jawaban tunggal menuju pembelajaran
denganjawaban yang kebenarannya multi dimensi
7. Dari pembelajaran verbalisme menuju keterampilan aplikatif
8. Peningkatan dan keseimbangan antara keterampilan fisikal (hardskill) dan
keterampilan mental (softskill)
9. Pembelajaran yang mengutamakan pembudayaan dan pemberdayaan peserta
didik sebagai pembelajar sepanjang hayat
10. Pembelajaran yang menerapkan nilai-nilai dengan memberi nketeladanan (ing
ngarso sung tulodo), membangun kemauan (ing madyo mangun karso), dan
membangunkreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran (tut wuri
handayani)
11. Pembelajaran yang berlangsung di rumah, di sekolah, dan di masyarakat
12. Pembelajaran yang menerapkan prinsip bahwa siapa saja adalah guru , siapa
saja adalah siswa, dan di mana saja dalah kelas
13. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan efisiensi
dan efektivitas pembelajaran, dan
17
14. Pengakuan atas perbedaan individual dan latar belakang budayan peserta didik.

B. Struktur Kurikulum SMK


1. Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Sekolah Menengah
1.1. Latar Belakang
a. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 31
ayat(3) mengamanatkan bahwa pemerintah mengusahakan dan
menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan
keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan
kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang. Atas dasar amanat
tersebut telah diterbitkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang
Sistem Pendidikan Nasional.
b. Sesuai dengan Pasal 2 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang
Sistem Pendidikan Nasional, bahwa pendidikan nasional berdasarkan
Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun
1945. Sedangkan Pasal 3 menegaskan bahwa pendidikan nasional
berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta
peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan
kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik
agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang
Mahaesa , berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan
menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
c. Untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional tersebut diperlukan profil
kualifikasi kemampuan lulusan yang dituangkan dalam standar kompetensi
lulusan. Dalam penjelasan Pasal 35 Undang-Undang Nomor 20 Tahun
2003 disebutkan bahwa standar kompetensi lulusan merupakan kualifikasi
kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan
peserta didik yang harus dipenuhinya atau dicapainya dari suatu satuan
pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.

18
1.2. Pengertian
Standar Kompetensi Lulusan adalah kriteria mengenai kualifikasi kemampuan
lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

1.3. Tujuan
Standar Kompetensi Lulusan digunakan sebagai acuan utama pengembangan
standar isi, standar proses, standar penilaian pendidikan, standar pendidik dan
tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, dan
standar pembiayaan.

1.4. Ruang Lingkup


Standar Kompetensi Lulusan terdiri atas kriteria kualifikasi kemampuan
peserta didik yang diharapkan dapat dicapai setelah menyelesaikan masa
belajarnya di satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.

1.5. Monitoring dan Evaluasi


Untuk mengetahui ketercapaian dan kesesuaian antara Standar Kompetensi
Lulusan dan lulusan dari masing-masing satuan pendidikan dan kurikulum
yang digunakan pada satuan pendidikan tertentu perlu dilakukan monitoring
dan evaluasi secara berkala dan berkelanjutan dalam setiap periode. Hasil yang
diperoleh dari monitoring dan evaluasi digunakan sebagai bahan masukan bagi
penyempurnaan Standar Kompetensi Lulusan di masa yang akan datang.

19
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN SMA/MA/SMK/MAK/SMALB/Paket C

Dimensi Kualifikasi Kemampuan


Sikap Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap orang
beriman, berakhlak mulia, berilmu, percaya diri, dan
bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif
dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam
pergaulan dunia.
Pengetahuan Memiliki pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan
metakognitif dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan
budaya dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab serta dampak
fenomena dan kejadian.
Keterampilan Memiliki kemampuan pikir dan tindak yang efektif dan
kreatif dalam ranah abstrak dan konkret sebagai
pengembangan dari yang dipelajari di sekolah secara
mandiri.

2. Kompetensi Inti
Kompetensi inti dirancang seiring dengan meningkatnya usia peserta didik
pada kelas tertentu. Melalui kompetensi inti, integrasi vertikal berbagai kompetensi
dasar pada kelas yang berbeda dapat dijaga.
Rumusan kompetensi inti menggunakan notasi sebagai berikut:
1. Kompetensi Inti-1 (KI-1) untuk kompetensi inti sikap spiritual;
2. Kompetensi Inti-2 (KI-2) untuk kompetensi inti sikap sosial;
3. Kompetensi Inti-3 (KI-3) untuk kompetensi inti pengetahuan; dan
4. Kompetensi Inti-4 (KI-4) untuk kompetensi inti keterampilan.

20
Uraian tentang Kompetensi Inti untuk jenjang Sekolah Menengah
Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan dapat dilihat pada Tabel berikut.

KOMPETENSI INTI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN/


MADRASAH ALIYAH KEJURUAN
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI INTI KOMPETENSI INTI
KELAS X KELAS XI KELAS XII
1. Menghayati dan 1. Menghayati dan 1. Menghayati dan
mengamalkan ajaran mengamalkan ajaran mengamalkan ajaran
agama yang dianutnya. agama yang dianutnya. agama yang dianutnya.

2. Menghayati dan 2. Menghayati dan 2. Menghayati dan


Mengamalkan mengamalkan Mengamalkan
perilaku jujur, perilaku jujur, perilaku jujur,
disiplin, tanggung- disiplin, tanggung- disiplin, tanggung-
jawab, peduli (gotong jawab, peduli (gotong jawab, peduli (gotong
royong, kerjasama, royong, kerjasama, royong, kerjasama,
toleran, damai), toleran, damai), toleran, damai),
santun, responsif dan santun, responsif dan santun, responsif dan
pro-aktif dan pro-aktif dan pro-aktif dan
menunjukan sikap menunjukan sikap menunjukan sikap
sebagai bagian dari sebagai bagian dari sebagai bagian dari
solusi atas berbagai solusi atas berbagai solusi atas berbagai
permasalahan dalam permasalahan dalam permasalahan dalam
berinteraksi secara berinteraksi secara berinteraksi secara
efektif dengan efektif dengan efektif dengan
lingkungan sosial dan lingkungan sosial dan lingkungan sosial dan
alam serta dalam alam serta dalam alam serta dalam
menempatkan diri menempatkan diri menempatkan diri
sebagai cerminan sebagai cerminan sebagai cerminan

21
bangsa dalam bangsa dalam bangsa dalam
pergaulan dunia. pergaulan dunia. pergaulan dunia.
3. Memahami, 3. Memahami, 3. Memahami, menerapkan,
menerapkan dan menerapkan, dan menganalisis, dan
Menganalisis menganalisis Mengevaluasi
pengetahuan faktual, pengetahuan faktual, pengetahuan faktual,
konseptual, dan konseptual, konseptual,
prosedural prosedural, dan prosedural, dan
berdasarkan rasa metakognitif metakognitif dalam
ingin tahunya tentang berdasarkan rasa ilmu pengetahuan,
ilmu pengetahuan, ingin tahunya tentang teknologi, seni,
teknologi, seni, ilmu pengetahuan, budaya, dan
budaya, dan teknologi, seni, humaniora dengan
humaniora dalam budaya, dan humaniora wawasan kemanusiaan,
wawasan kemanusiaan, dalam wawasan kebangsaan,
kebangsaan, kenegaraan kemanusiaan, kenegaraan, dan
, dan peradaban terkait kebangsaan, peradaban terkait
penyebab fenomena kenegaraan, dan penyebab fenomena
dan kejadian dalam peradaban terkait dan kejadian dalam
bidang kerja yang penyebab fenomena bidang kerja yang
spesifik untuk dan kejadian dalam spesifik untuk
memecahkan masalah. bidang kerja yang memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, spesifik untuk
dan menyaji dalam memecahkan masalah.

22
ranah konkret dan 4. Mengolah, menalar, 4. Mengolah, menalar,
ranah abstrak terkait dan menyaji dalam menyaji, dan
Dengan ranah konkret dan mencipta dalam
pengembangan dari ranah abstrak terkait ranah konkret dan
yang dipelajarinya di dengan pengembangan ranah abstrak terkait
sekolah secara dari Dengan
mandiri, dan mampu yang dipelajarinya di pengembangan dari
melaksanakan tugas sekolah secara yang dipelajarinya di
spesifik di bawah mandiri, bertindak sekolah secara
pengawasan langsung. secara efektif dan mandiri, dan mampu
kreatif, dan mampu melaksanakan tugas
melaksanakan tugas spesifik di bawah
spesifik di bawah pengawasan langsung.
pengawasan langsung.

3. Kompetensi Dasar
Kompetensi dasar dirumuskan untuk mencapai kompetensi inti. Rumusan
kompetensi dasar dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik peserta didik,
kemampuan awal, serta ciri dari suatu mata pelajaran. Kompetensi dasar dibagi
menjadi empat kelompok sesuai dengan pengelompokkan kompetensi inti sebagai
berikut:
Kelompok 1: kelompok kompetensi dasar sikap spiritual dalam rangka
menjabarkan KI-1
Kelompok 2: kelompok kompetensi dasar sikap sosial dalam rangka
menjabarkan KI-2;
Kelompok 3: kelompok kompetensi dasar pengetahuan dalam rangka
menjabarkan KI-3;
Kelompok 4: kelompok kompetensi dasar keterampilan dalam rangka
menjabarkan KI-4.

23
4. Struktur Kurikulum
STRUKTUR KURIKULUM SMK NEGERI 3 MANDAU
BIDANG KEAHLIAN : TEKNOLOGI DAN REKAYASA
PROGRAM KEAHLIAN : TEKNIK MESIN
PAKET KEAHLIAN : TEKNIK PEMESINAN

KELAS
MATA PELAJARAN X XI XII
1 2 1 2 1 2
A. Muatan Nasional
1. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 3 3 3 3 3 3
2. PendidikanPancasiladanKewargane
2 2 2 2 2 2
g araan
3. Bahasa Indonesia 4 4 3 3 3 3
4. Matematika 4 4 4 4 4 4
5. Sejarah Indonesia 3 3 - - - -
6. Bahasa Inggris dan Bahasa Asing
3 3 3 3 4 4
Lainnya
B. Muatan Kewilayahan
1. Seni Budaya 3 3 - - - -
Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan
2. 2 2 2 2 - -
Kesehatan
Jumlah A dan B 24 24 17 17 16 16
C. Muatan Peminatan Kejuruan
C1. Dasar Bidang Keahlian
1. Simulasi dan Komunikasi Digital 3 3 - - - -
2. Fisika 3 3 - - - -
3. Kimia 3 3 - - - -
C2. DasarKeahlian
1. Gambar Teknik Mesin 4 4 - - - -

24
2. Dasar Teknik Mesin 5 5 - - - -
Teknologi Mekanik, Mekanika
3. 4 4 - - - -
Tehnik dan Elemen Mesin
C3. KompetensiKeahlian
1. Gambar Teknik Manufaktur - - 4 4 4 4
2. Teknik Pemesinan Bubut - - 7 7 5 5
3. Teknik Pemesinan Frais - - 7 7 6 6
4. Teknik Pemesinan Gerinda - - - - 4 4
5. Teknik Pemesinan NC/CNC dan - - 6 6 6 6
CAM
6. Produk Kreatif dan Kewirausahaan - - 5 5 5 5
Jumlah C (C1, C2, dan C3) 22 22 29 29 30 30
T 46 46 46 46 46 46
o
t
C. Muatan Kurikulum
a
1. Mata Pelajaran l
Mata pelajaran untuk SMK terdiri dari dua kelompok mata pelajaran, yaitu
kelompok mata pelajaran Wajib dan kelompok mata pelajaran pilihan. Kelompok mata
pelajaran Wajib terdiri dari dua jenis yaitu 6 mata pelajaran Wajib A dan 3 mata
pelajaran wajib B dengan jumlah jam pelajaran sebanyak 24 jam per minggu. Kelompok
mata pelajaran Pilihan (C) terdiri dari 3 jenis yang merupakan mata pelajaran pilihan
akademik dan vokasional terdiri dari kelompok mata pelajaran Dasar Bidang Keahlian
(C1), kelompok mata pelajaran Dasar Program Keahlian (C2),dan kelompok mata
pelajaran Paket Keahlian (C3) dengan jumlah jam 24 jam pelajaran per minggu.
Sehingga jumlah jam pelajaran perminggu untuk SMK sebanyak 48 jam ditambah
Muatan Lokal Bahasa Sunda 2 jam dan Pendidikan Lingkungan Hidup 1 jam. Jumlah
total 51 jam pelajaran per rombel per minggu. Dengan adanya kekompok mata
pelajaran pilihan itu, peserta didik dapat memilih program keahlian dan paket keahlian
yang sesuai dengan minatnya karena peserta didik itu merupakan subjek pendidikan.
Nama-nama mata pelajaran untuk Paket Keahlian Teknik PemesinanSMK
Negeri 3 Mandau sebagaimana tercantum pada struktur kurikulum, yaitu: Kelompok
25
mata pelajaran Wajib A: Pendidikan Agama, Pendidikan Pancasila dan
Kewarganegaraan, bahasa Indonesia, Matematika, Sejarah Indonesia, dan Bahasa
Inggris; Kelompok mata pelajaran Wajib B: Seni Budaya, Pendidikan jasmani Olahraga
dan Kesehatan, dan Prakarya dan Kewirausahaan; Kelompok mata pelajaran Pilhan C1 :
Simulasi dan Komunikasi Digital, Fisika, Kimia; C2 : Gambar Teknik Mesin, Dasar
Teknik Mesin, Teknologi Mekanik, Mekanika Tehnik dan Elemen Mesin, C3 : Gambar
Teknik Manufaktur, Teknik Pemesinan Bubut, Teknik Pemesinan Frais, Teknik
Pemesinan Gerinda, Teknik Pemesinan NC/CNC dan CAM, Produk Kreatif dan
Kewirausahaan
Berikut ini Kompetensi Inti dan Kompetensi dasar setiap mata pelajaran :

KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR


KELOMPOK MATA PELAJARAN WAJIB A dan B
1. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Pendidikan Agama
Islam dan Budi Pekerti
KELAS : X

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR


1. Menghayati dan mengamalkan ajaran 1.1. Menghayati nilai-nilai keimanan kepada
agama yang dianutnya. Malaikat-malaikat Allah SWT.
1.2. Berpegang teguh kepada Al-Quran,
Hadits dan Ijtihad sebagai pedoman
hidup.
1.3. Meyakini kebenaran hukum Islam.
1.4. Berpakaian sesuai dengan ketentuan
syariat Islam dalam kehidupan sehari-
hari.

26
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
2. Menghayati dan mengamalkan 2.1. Menunjukkan perilaku jujur dalam
perilaku jujur, disiplin,tanggung- kehidupan sehari-hari sebagai
jawab, peduli (gotong royong, implementasi dari pemahaman Q.S. Al-
kerjasama, tolera n,damai), santun, Maidah (5): 8, dan Q.S. At-Taubah
responsive dan pro-aktif dan (9):119 dan hadits terkait.
menunjukkan sikap sebagai bagian 2.2. Menunjukkan perilaku hormat dan patuh
dari solusi atas berbagai kepada orang tua dan guru sebagai
permasalahan dalam berinteraksi implementasi dari pemahaman Q.S. Al-
secara efektif Isra (17): 23 dan hadits terkait.
dengan lingkungan sosial dan alam 2.3. Menunjukkan perilaku kontrol diri
serta dalam menempatkan diri (mujahadah an-nafs), prasangka baik
sebagai cerminan bangsa (husnuzzhan),dan persaudaraan.(ukhuwa
dalam pergaulan dunia. h) sebagai implementasi dari pemahaman
Q.S. Al-Anfal (8): 72; Q.S.Al-Hujurat
(49): 12 dan 10 serta hadits yang terkait.
2.4. Menunjukkan perilaku menghindarkan
diri dari pergaulan bebas dan perbuatan
zina sebagai implementasi dari
pemahaman Q.S. Al-Isra (17): 32, dan
Q.S. An-Nur (24): 2, serta hadits yang
terkait.
2.5. Menunjukkan sikap semangat menuntut
ilmu dan menyampaikannya kepada
sesama sebagai implementasi dari
pemahaman Q.S. At-Taubah (9): 122 dan
hadits terkait.
2.6. Menunjukkan sikap keluhuran budi,
kokoh pendirian, pemberi rasa aman,
tawakkal dan perilaku adil sebagai
27
implementasi dari pemahaman Asmaul
Husna al-Kariim, al-Mumin, al-Wakiil,
al-Matiin, al-Jaami, al-Adl, dan al-
Akhiir.
2.7. Menunjukkan sikap tangguh dan
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
3. Memahami, menerapkan, 3.1. Menganalisis Q.S. Al-Anfal (8) : 72);
menganalisis pengetahuan faktual, Q.S. Al-Hujurat (49) : 12; dan QS Al-
konseptual, prosedural berdasarkan Hujurat (49) : 10; serta hadits tentang
rasa ingin tahunya tentang ilmu kontrol diri (mujahadah an-nafs),
pengetahuan, teknologi, seni, prasangka baik (husnuzzhan), dan
budaya, dan humaniora dengan persaudaraan(ukhuwah).
wawasan kemanusiaan, kebangsaan, 3.2. Memahami manfaat dan hikmah control
kenegaraan, dan peradaban terkait diri (mujahadah an-nafs), prasangka baik
kejadian, serta menerapkan (husnuzzhan) dan persaudaraan
pengetahuan prosedural pada bidang (ukhuwah), dan menerapkannya dalam
kajian yang spesifik sesuai dengan kehidupan.
bakat dan minatnya untuk 3.3. Menganalisis Q.S. Al-Isra (17) : 32,
memecahkan masalah. dan Q.S. An-Nur (24) : 2, serta hadits
tentang
3.4. Memahami manfaat dan hikmah
larangan pergaulan bebas dan perbuatan
zina
3.5. Memahami makna Asmaul Husna: al-
Kariim, al-Mumin, al-Wakiil, al-Matiin,
al-Jaami, al-Adl, dan al-Akhiir.
3.6. Memahami makna beriman kepada
malaikat malaikat Allah SWT.
3.7. Memahami Q.S. At-Taubah (9): 122 dan
hadit terkait tentang semangat menuntut
ilmu, menerapkan dan
menyampaikannya kepada sesama
3.8. Memahami kedudukan Alquran, Hadits,
dan Ijtihad sebagai sumber hukum Islam

28
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
3.9. Memahami pengelolaan wakaf.
3.10. Memahami substansi dan strategi da
Rasullullah saw. di Mekah.
3.11. Memahami substansi dan strategi
dakwa Rasulullah saw. di Madinah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji 4.1 Membaca Q.S. Al-Anfal (8): 72); Q.S. Al
dalam ranah Hujurat (49): 12; dan Q.S. Al-Hujurat
konkret dan ranah abstrak terkait (49) : 10, sesuai dengan kaidah tajwid
dengan pengembangan dari yang dan makhrajul huruf.
dipelajarinya di sekolah 4.2 Mendemonstrasikan hafalan Q.S. Al-
secara mandiri, dan mampu Anfal (8) : 72); Q.S. Al-Hujurat (49) :
menggunakan metoda 12; QS Al-Hujurat (49) : 10 dengan
sesuai kaidah keilmuan. lancar.
4.2.1 Membaca Q.S. Al-Isra (17): 32, dan
Q.S. An-Nur (24): 2 sesuai dengan
kaidah Tajwid dan makhrajul huruf.
4.3 Mendemonstrasikan hafalan Q.S. Al-
Isra (17) : 32, dan Q.S. An-Nur (24): 2
dengan lancar.
4.4 Berperilaku yang mencontohkan
keluhuran budi, kokoh pendirian,
pemberi rasa aman, tawakal dan perilaku
Adil sebagai implementasi dari
pemahaman makna Asmaul Husna al-
Kariim, al-Mumin, al-Wakiil, al-Matiin,
al-Jaami, al-Adl, dan al-Akhiir
4.5 Berperilaku yang
mencerminkankesadaran beriman kepada

29
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
malaikat-malaikat Allah SWT
4.6 Menceritakan tokoh-tokoh teladan dalam
semangat mencari ilmu
4.7 Menyajikan macam-macam sumber
hukum Islam
4.8 Menyajikan dalil tentang ketentua Wakaf
4.9 Menyajikan pengelolaan wakaf
4.10 Mendeskripsikan substansi dan strategi
dakwah Rasullullah SAW di Mekah
4.11 Mendeskripsikan substansi dan strategi
dakwah Rasulullah SAW di Madinah

KELAS XI

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR


1. Menghayati dan mengamalkan ajaran
1.1. Menghayati nilai-nilai keimanan
agama yang dianutnya.
kepada Kitab-kitab Allah SWT.
1.2. Menghayati nilai-nilai keimanan
kepada Rasul-rasul Allah SWT.
1.3. Berperilaku taat kepada aturan.
1.4. Menerapkan ketentuan syariat Islam
dalam penyelenggaraan jenazah.
1.5. Menerapkan ketentuan syariat Islam
dalam pelaksanaan khutbah, tabligh dan
dakwah di masyarakat.

30
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
2. Menghayati dan mengamalkan 2.1. Menunjukkan perilaku jujur dalam
perilaku jujur, disiplin, tanggung- kehidupan sehari-hari sebagai implentasi
jawab, peduli (gotong dari pemahaman Q.S. At Taubah (9) :
royong, kerjasama, toleran,damai), 119 dan hadits terkait.
santun, responsive dan pro-aktif dan 2.2. Menunjukkan perilaku hormat dan
menunjukkan sikap sebagai bagian patuh kepada orang tua dan guru sebagai
dari solusi atas berbagai implentasi dari pemahaman Q.S. Al Isra
permasalahan dalam berinteraksi (17) : 23-24 dan hadits terkait.
secara efektif 2.3. Menunjukkan perilaku kompetitif
dengan lingkungan social dan alam dalam kebaikan dan kerja keras sebagai
serta dalam implementasi dari pemahaman QS. Al
menempatkan diri sebagai cerminan dan Q.S. At Taubah (9): 105 serta Hadits
bangsa dalam pergaulan dunia. yang terkait.
2.4. Menunjukkan sikap toleran, rukun dan
menghindarkan diri dari tindak
kekerasan sebagai implementasi dari
pemahaman Q.S. Yunus (10) : 40-41 dan
Q.S. Al-Maidah (5) : 32, serta hadits
terkait.
2.5. Menunjukkan sikap semangat
menumbuh- kembangkan ilmu
pengetahuan dan kerja keras sebagai
implementasi dari masa kejayaan Islam.
2.6. Menunjukkan perilaku kreatif,
inovatif,dan produktif sebagai
implementasi dari sejarah peradaban
Islam di era modern.

31
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
3. Memahami, menerapkan,dan 3.1. Menganalisis Q.S. Al-Maidah (5) :
menganalisis 48;Q.S. Az-Zumar (39) : dan Q.S. At-
pengetahuan faktual,konseptual, Taubah (9) : 105, serta hadits tentang
prosedural, dan metakognitif taat, kompetisi dalam kebaikan, dan etos
berdasarkan rasa ingin tahunya kerja.
tentang ilmu pengetahuan, teknologi, 3.2. Menganalisis Q.S. Yunus (10) : 40-41
seni, budaya, dan humaniora dan Q.S. Al-Maidah (5) : 32, serta hadits
denganwawasan tentang toleransi dan menghindarkan diri
kemanusiaan,kebangsaan, dari tindak kekerasan.
kenegaraan,dan peradaban terkait 3.3. Memahami makna iman kepada Kitab-
penyebab fenomena dan kitab Allah SWT.
kejadian, serta menerapkan 3.4. Memahami makna iman kepada Rasul-
pengetahuan procedural pada bidang rasul Allah SWT.
kajian yang 3.5. Memahami makna taat kepada aturan,
spesifik sesuai dengan bakat dan kompetisi dalam kebaikan, dan bekerja
minatnya untuk keras.
memecahkan masalah 3.6. Memahami makna toleransi dan
kerukunan.
3.7. Memahami bahaya perilaku tindak
kekerasan dalam kehidupan.
3.8. Menelaah prinsip-prinsip dan praktik
ekonomi dalam Islam.
3.9. Memahami pelaksanaan tatacara
penyelenggaraan jenazah.
3.10. Memahami pelaksanaan khutbah,
tabligh dan dakwah.
3.11. Menelaah perkembangan peradaban
Islam pada masa kejayaan.
3.12. Menelaah perkembangan Islam pada
masa modern (1800- sekarang). 32
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
4. Mengolah, menalar, dan menyaji 4.1. Membaca Q.S. An-Nisa (4) : 59; Q.S.
dalam ranah konkret dan ranah Al Maidah (5) : 48; Q.S. At Taubah (9) :
abstrak terkait dengan 105 sesuai dengan kaidah tajwid dan
pengembangan dari yang makhrajul huruf.
dipelajarinya di sekolah secara 4.2. Mendemonstrasikan hafalan Q.S. An-
mandiri, bertindak secara efektif dan Nisa (4) : 59; Q.S. Al-Maidah (5) : 48;
kreatif, serta mampu menggunakan Q.S. At-Taubah (9) : 105 dengan lancar.
metoda sesuai kaidah keilmuan. 4.3. Membaca Q.S. Yunus (10) : 40-41 dan
Q.S. Al -Maidah (5) : 32sesuai dengan
kaidah tajwid dan makhrajul huruf.
4.4. Mendemonstrasikan hafalan Q.S.
Yunus(10): 40-41 dan Q.S. Al-Maidah
(5) : 32 dengan lancar.
4.5. Berperilaku yang mencerminkan
kesadaran beriman kepada Kitab-kitab
Suci Allah SWT.
4.6. Berperilaku yang mencerminkan
kesadaran beriman kepada Rasul-rasul
Allah SWT.
4.7. Menampilkan perilaku taat kepada
aturan, kompetisi dalam kebaikan, dan
bekerja keras.
4.8. Menampilkan contoh perilaku
toleransi dan kerukunan.
4.9. Mendeskripsikan bahaya perilaku
tindak kekerasan dalam kehidupan.
4.10. Mempresentasikan praktik-praktik
ekonomi Islam.
4.11. Memperagakan tata cara
penyelenggaraan jenazah. 33

4.12. Mempraktikkan khutbah, tabligh, dan


dakwah.
4.13. Mendiskripsikan perkembangan Islam
pada masa kejayaan.
KELAS: XII

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR


1. Menghayati dan mengamalkan 1.1. Menghayati nilai-nilai keimanan kepada
ajaran agama yang dianutnya hari akhir.
1.2. Menghayati nilai-nilai keimanan kepada
qada dan qadar.
1.3. Menerapkan ketentuan syariat Islam
dalam melaksanakan pernikahan.
1.4. Menerapkan ketentuan syariat Islam
dalam melakukan pembagian harta
warisan.

34
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
2. Menghayati dan mengamalkan 2.1. Menunjukkan perilaku jujur dalam
perilaku jujur, disiplin, tanggung - kehidupan sehari-hari sebagai
jawab, peduli (gotong royong , implementasi dari pemahaman Q.S. At-
kerjasama, toleran, damai), santun, Taubah (9) : 119 dan Q.S. Lukman (31):
responsif dan pro-aktif dan 14 serta hadits terkait.
menunjukkan sikap sebagai bagian 2.2. Menunjukkan perilaku hormat dan
dari solusi atas berbagai berbakti kepada orangtua dan guru Q.S.
permasalahan dalam berinteraksi Al-Isra (17): 23 dan hadits terkait.
secara efektif dengan lingkungan 2.3. Menunjukkan sikap kritis dan
social dan alam serta dalam demokratis sebagai implementasi dari
menempatkan diri sebagai pemahaman Q.S. Ali Imran (3) : 190-191
cerminan bangsa dalam pergaulan dan 159, serta hadits terkait.
dunia 2.4. Menunjukkan perilaku saling menasihati
. dan berbuat baik (ihsan)sebagai
implementasi dari pemahaman Q.S.
Luqman (31) : 13-14 dan Q.S. Al-
Baqarah (2): 83, serta hadits terkait.
2.5. Menunjukkan sikap mawas diri dan taat
beribadah sebagai cerminan dari
kesadaran beriman kepada hari akhir.
2.6. Menunjukkansikap optimis, berikhtiar
dan bertawakal sebagasi cerminan dari
kesadaran beriman kepada Qadha dan
Qadar Allah SWT.
2.7. Menunjukkansika semangat melakukan
penelitian di bidang ilmu pengetahuan
sebagai implementasi dari pemahaman
dan perkembangan Islam di dunia.

35
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
3. Memahami, menerapkan, 3.1. Menganalisis Q.S. Ali Imran (3): 190-
menganalisis dan mengevaluasi 191, dan Q.S. Ali Imran (3): 159, serta
pengetahuan faktual, konseptual , haditstentang berpikir kritis dan bersikap
prosedural, dan metakognitif demokratis.
berdasarkan rasa ingin tahunya 3.2. Menganalisis Q.S. Luqman (31): 13-14
tentang ilmu pengetahuan, dan Q.S. Al-Baqarah (2): 83, serta hadits
teknologi, seni, budaya, dan tentang saling menasihati dan berbuat
humaniora dengan wawasan baik (ihsan).
kemanusiaan, humaniora dengan 3.3. Memahami makna iman kepada hari
kebangsaan, kenegaraan, akhir.
kebangsaan, kenegaraan,dan 3.4. Memahami makna iman kepada Qadha
peradaban terkait dan peradaban dan Qadar.
terkaitpenyebab fenomena dan 3.5. Memahami hikmah dan manfaat saling
kejadian, serta menerapkan menasihati dan berbuat baik (ihsan)
penyebab fenomena dan kejadian, dalam kehidupan
serta menerapkan pengetahuan 3.6. Memahami ketentuan pernikahan dalam
prosedural pada bidang kajian Islam
yang spesifik sesuai dengan bakat 3.7. Memahami hak dan kedudukan wanita
dan minatnya untuk memecahkan dalam keluarga berdasarkan hukum
masalah. Bakat dan minatnya untuk Islam
3.8. Memahami ketentuan waris dalam Islam.
3.9. Memahami strategi dakwah dan
perkembangan Islam di Indonesia.
perkembangan Islam di Indonesia.
3.10. Menganalisis faktor-faktor kemajuan dan
3.11. Memahami ketentuan waris dalam Islam.
3.12. Memahami strategi dakwah dan
perkembangan Islam di Indonesia.
3.13. Memahami strategi dakwah dan
perkembangan Islam di Indonesia. 36

3.14. Menganalisis faktor-faktor kemajuan dan


3.15. Memahami strategi dakwah dan
perkembangan Islam di Indonesia.
3.16. Menganalisis faktor-faktor kemajuan dan
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
4. Mengolah, menalar, menyaji, dan 4.1. Membaca Q.S. Ali Imran (3): 190-191
menciptaalam ranah konkret dan dan Q.S. Ali Imran (3): 159; sesuai
ranah abstradk terkait dengan dengan kaidah tajwid dan makhrajul
pengembangan dari yang huruf.
dipelajarinya di sekolah secara 4.2. Mendemonstrasikan hafalan Q.S. Ali
mandiri serta bertindak secara Imran (3): 190-191 dan Q.S. Ali Imran
efektif dan kreatif, dan (3): 159 dengan lancar.
mampu menggunakan metoda 4.3. Membaca Q.S. Luqman (31): 13-14 dan
sesuai kaidah keilmuan. Q.S. Al Baqarah (2): 83 sesuai dengan
kaidah tajwid dan makhrajul huruf.
4.4. Mendemonstrasikan hafalan
Q.S.Luqman (31): 13-14 dan Q.S Al-
Baqarah (2): 83 dengan lancar
4.5. Berperilaku yang mencerminkan
kesadaran beriman kepada Hari Akhir .
4.6. Berperilaku yang mencerminkan
kesadaran beriman kepada Qadha dan
Qadar Allah SWT.
4.7. Menyajikan hikmah dan manfaat saling
menasihati dan berbuat baik (ihsan)
dalam kehidupan.
4.8. Memperagakan tata cara pernikahan
dalam Islam.
4.9. Menyajikan hak dan kedudukan wanita
dalam keluarga berdasarkan hokum
Islam.
4.10. Mempraktikkan pelaksanaan pembagian
waris dalam Islam.
4.11. Mendeskripsikan strategi dakwah dan
perkembangan Islam di Indonesia. 37

4.12. Mendeskripsikan faktor-faktor kemajuan


dan kemunduran peradaban Islam di
dunia.
2. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
dan Kewarganegaraan
KELAS : X
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
1. Menghayati dan mengamalkan 1.1. Menghayati nilai-nilai ajaran agama dan
ajaran agama yang dianutnya kepercayaan dalam kehidupan
bermasyarakat.

1.2. Menghayati isi dan makna pasal 28E dan


29 ayat (2) Undang-Undang Dasar
Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

38
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
2. Menghayati dan mengamalkan 2.1. Menghayati nilai-nilai Pancasila dalam
perilaku jujur, disiplin, kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan
tanggungjawab, peduli (gotong Bernegara
royong, kerjasama, toleran, damai), 2.2. Mengamalkan nilai-nilai yang
santun, responsif dan pro-aktif dan terkandung dalam Pembukaan Undang-
menunjukkan sikap sebagai bagian Undang Dasar Negara Republik
dari solusi atas berbagai Indonesia Tahun 1945 dalam kehidupan
permasalahan dalam berinteraksi berbangsa dan bernegara.
secara efektif dengan lingkungan 2.3. Menghayati nilai-nilai yang terkandung
sosial dan alam serta dalam dalam pasal-pasal Undang-Undang
menempatkan diri sebagai Dasar Negara Republik Indonesia Tahun
cerminan bangsa dalam pergaulan 1945 dalam berbagai aspek kehidupan
dunia. ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya,
pertahanan dan keamanan, serta hukum.
2.4. Mengamalkan sikap toleransi antarumat
beragama dan kepercayaan dalam hidup
bermasyarakat, berbangsa, dan
bernegara..
2.5. Mengamalkan perilaku toleransi dan
harmoni keberagaman dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara
Indonesia.
2.6. Mengamalkan nilai dan budaya
demokrasi dengan mengutamakan
prinsip musyawarah mufakat dalam
kehidupan sehari-hari dalam konteks
Negara Kesatuan Republik Indonesia
(NKRI).

39
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
3. Memahami ,menerapkan, 3.1. Menganalisis kasus-kasus pelanggaran
menganalisis pengetahuan faktual, HAM dalam rangka pelindungan dan
konseptual, prosedural berdasarkan pemajuan HAM sesuai dengan nilai-nilai
rasa ingintahunya tentang ilmu Pancasila dalam kehidupan
pengetahuan, teknologi, seni, bermasyarakat, berbangsa, dan
budaya, dan humaniora dengan bernegara.
wawasan kemanusiaan kebangsaan, 3.2. Memahami pokok pikiran yang
kenegaraan dan peradaban terkait terkandung dalam Pembukaan Undang-
penyebab fenomena dan kejadian, Undang Dasar Negara Republik
serta menerapkan pengetahuan Indonesia Tahun 1945
procedural pada bidang kajian yang 3.3. Memahami hubungan struktural dan
spesifik sesuai dengan bakat dan fungsional pemerintahan pusat dan
minatnya untuk memecahkan daerah menurut Undang- Undang Dasar
masalah Negara Republik Indonesia Tahun 1945
, 3.4. Memahami sistem hukum dan peradilan
, nasional dalam lingkup NKRI.
3.5. Menganalisis kasus pelanggaran hakdan
pengingkaran kewajiban sebagai warga
negara
3.6. Menganalisis indikator ancaman
terhadap negara dalam membangun
integrasi nasional dengan bingkai
BhinnekaTunggal Ika.
3.7. Memahamipentingnya kesadaran
berbangsa dan bernegara dilihat dari
konteks sejarah dan geopolitik
Indonesia.

40
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
4. Mengolah, menalar, dan menyaji 4.1. Menyaji kasuskasus pelanggaran HAM
dalam ranah konkret dan ranah dalam rangka perlindungan dan
abstrak terkait pemajuan HAM sesuai dengan nilai-nilai
denganpengembangan dari yang Pancasila dalam kehidupan
dipelajarinya di sekolah secara bermasyarakat, berbangsa, dan
mandiri, dan mampu menggunakan bernegara.
metoda sesuai kaidah keilmuan 4.2. Menyaji hasil telaah pokok-pokok
pikiran Pembukaan Undang-Undang
Dasar Negara Republik Indonesia Tahun
1945.
4.3. Menyaji hasil telaah bentuk dan
kedaulatan negara sesuai dengan
Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945.
4.4. Menyaji hasil telaah hubungan struktural
dan fungsional pemerintahan pusat dan
daerah menurut Undang- Undang Dasar
Negara Republik Indonesia Tahun 1945
4.5. Menyaji hasil telaah sistem hukum dan
peradilan nasional dalam lingkup NKRI
4.6. Menyaji analisis penanganan kasus
pelanggaran hak dan pengingkaran
kewajiban sebagai warga Negara
4.7. Menyaji hasil analisis tentang indicator
ancaman terhadap negara dalam
membangun integrasi nasional dengan
bingkai Bhinneka Tunggal Ika.
4.8. Menyaji analisis tentang pentingnya
kesadaran berbangsa dan bernegara
dilihat dari konteks sejarah dan 41

geopolitik Indonesia
4.9. Berinteraksi dengan teman dan orang
lain berdasarkan prinsip saling
menghormati, dan menghargai dalam
KELAS: XI

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR


1. Menghayati dan mengamalkan 1.1. Menghayati perilaku yang sesuai dengan
ajaran agama yang dianutnya prinsip-prinsip solidaritas yang dilandasi
ajaran agama dan kepercayaan yang
Dianutnya
1.2. Mengamalkan isi pasal 28E dan 29 ayat
2 Undang-Undang Dasar Negara
Republik Indonesia Tahun 1945dalam
kehidupan berbangsa dan bernegara
1.3. Menghayati persamaan kedudukan
warga negara tanpa membedakan ras,
agama dan kepercayaan, gender,
golongan, budaya, dan suku dalam
kehidupanbermasyarakat, berbangsa, dan
bernegara

42
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
2. Menghayati dan mengamalkan 2.1. Mengamalkan nilai-nilai Pancasila
perilaku jujur, disiplin dalam kehidupan bermasyarakat,
tanggungjawab, peduli ,(gotong berbangsa dan bernegara.
royong, kerjasama, toleran, damai), 2.2. Menghayati nilai-nilai yang terkandung
santun, responsif dan pro-aktif dan dalam Pembukaan Undang-Undang
menunjukkan sikap sebagai bagian Dasar Negara Republik Indonesia Tahun
dari solusi atas berbagai 1945dalam kehidupan berbangsa dan
permasalahan dalam berinteraksi bernegara.
secara sosial dan alam serta dalam 2.3. Mengamalkan nilai-nilai yang
menempatkan diri sebagai terkandung dalam pasal-pasal Undang-
cerminan bangsa dalam pergaulan Undang Dasar Negara Republik
dunia Indonesia Tahun 1945 dalam berbagai
aspek kehidupan (ipoleksosbudhankam
dan hukum).
2.4. Menghayati berbagai dampak dan bentuk
ancaman terhadap negara dalam
mempertahankan Bhinneka Tunggal Ika.
2.5. Menghayati budaya demokrasi dengan
mengutamakan prinsip musyawarah,
mufakat dan kesadaran bernegara
kesatuan dalam konteks NKRI.

43
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
3. Memahami, menerapkan, dan 3.1. Menganalisis kasus pelanggaran HAM
menganalisis pengetahuan faktual, dalam rangka pelindungan, pemajuan,
konseptual, prosedural, dan dan pemenuhan HAM
metakognitif berdasarkan rasa 3.2. Menganalisis pasal-pasal yang mengatur
ingin tahunya tentang ilmu tentang wilayah negara, warga negara
pengetahuan, teknologi, seni, dan penduduk, agama dan kepercayaan,
budaya , dan humaniora dengan pertahanan dan keamanan
wawasan kemanusiaan, 3.3. Menganalisis perkembangan demokrasi
kebangsaan, kenegaraan, dan dalam kehidupan bermasyarakat,
peradaban terkait penyebab berbangsa dan bernegara
fenomena dan kejadian, serta 3.4. Menganalisis sistem pembagian
menerapkan kekuasaan pemerintahan negara,
pengetahuan prosedural pada kementerian negara, dan pemerintahan
bidang kajian yang spesifik sesuai daerah menurut Undang-Undang Dasar
dengan bakat dan minatnya untuk Negara Republik Indonesia Tahun 1945
memecahkan masalah 3.5. Menganalisis praktik perlindungan dan
penegakan hukum dalam masyarakat
untuk menjamin keadilan dan kedamaian
3.6. Menganalisis kasus pelanggaraan hak
dan pengingkaran kewajiban sebagai
warga Negara
3.7. Menganalisisstrategi yang telah
diterapkan oleh negara dalam mengatasi
ancaman untuk membangun integrasi
nasional dalam bingkai Bhinneka
Tunggal Ika
3.8. Menganalisis dinamika kehidupan
bernegara sesuai konsep NKRI dan
bernegara sesuai konsep federal dilihat
dari konteks geopolitik 44

3.9. Menganalisis macam-macam budaya


politik di Indonesia
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
4. Mengolah, menalar, dan menyaji 4.1. Menyaji hasil anlisis tentang kasus
dalam ranah konkret dan ranah pelanggaran HAM dalam pelindungan,
abstrak terkait dengan pemajuan, dan pemenuhan HAM
pengembangan dari yang 4.2. Menyaji hasil kajian pasal-pasal yang
dipelajarinya di sekolah secara mengatur tentang wilayah negara, warga
mandiri, bertindak secara efektif negara dan penduduk, agama dan
dan kreatif, serta mampu kepercayaan, pertahanan dan keamanan
menggunakan 4.3. Menyaji hasil anlisis tentang
metoda sesuai kaidah keilmuan perkembangan demokrasi dalam
kehidupan bermasyarakat, berbangsa,
dan bernegara
4.4. Menyaji hasil analiasis tentang system
pembagian kekuasaan pemerintahan
negara, kementerian negara dan
pemerintahan daerah menurut Undang-
Undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945
4.5. Menyaji hasil analisis praktik
perlindungan dan penegakan hokum
untuk menjamin keadilan dan kedamaian
dalam kehidupan bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara
4.6. Menyaji hasil analisis kasus pelanggaran
hak dan pengingkaran kewajiban sebagai
warga Negara
4.7. Menyaji hasil anlisis tentang strategi
untuk mengatasi ancaman terhadap
negara dalam membangun integrasi
nasional dengan bingkai Bhinneka
Tunggal Ika 45

4.8. Menyaji hasil anlisis tentang dinamika


kehidupan bernegara sesuai konsep
NKRI dan bernegara sesuai konsep
federal dilihat dari konteks geopolitik
KELAS: XII
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
1. Menghayati dan mengamalkan 1.1. Mengamalkan ketaatan terhadap agama
ajaran agama dan kepercayaan yang dianut dalam
yang dianutnya kehidupan berbangsa dan bernegara.
1.2. Mengamalkan nilai-nilai yang
terkandung dalam pasal 28E dan 29 ayat
2 Undang Undang Dasar Negara
Republik Indonesia Tahun 1945.
1.3. Menghayati jiwa toleransi antarumat
beragama dalam kehidupan berbangsa
dan bernegara.
1.4. Menghargai karakter berakhlak mulia
dalam memperkuat komitmen Negara
kesatuan.

46
2. Menghayati dan mengamalkan 2.1. Mengamalkan nilai-nilai Pancasila
perilaku jujur, disiplin, sebagai pandangan hidup dan ideology
tanggungjawab, peduli (gotong nasional dalam kehidupan
royong, kerjasama, toleran, damai), bermasyarakat, berbangsa dan
santun, responsif dan pro-aktif dan bernegara.
menunjukkan sikap sebagai bagian 2.2. Mengamalkan kesadaran berkonstitusi
dari solusi atasberbagai berdasarkan pemahaman latar belakang,
permasalahan dalam berinteraksi proses perumusan dan pengesahan, serta
secara efektif dengan lingkungan perkembangan aktualisasi Undang-
sosial dan alam serta dalam Undang Dasar Negara Republik
menempatkan diri sebagai Indonesia Tahun 1945
cerminan bangsa dalam 2.3. Mengamalkan nilai-nilai yang
pergaulan dunia terkandung dalam Pembukaan Undang-
Undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945dalam kehidupan
berbangsa dan Bernegara
2.4. Mengamalkan tanggungjawab warga
negara untuk mengatasi ancaman
terhadap Negara
2.5. Mengamalkan budaya demokrasi dengan
mengutamakan prinsip musyawarah,
mufakat, dan integrasi nasional dalam
konteks NKRI.

47
3. Memahami, menerapkan, 3.1. Menganalisis berbagai kasus
menganalisis dan mengevaluasi pelanggaran HAM secara argumentatif
pengetahuan faktual, dan saling keterhubungan antara aspek
konseptual,prosedural, dan ideal, instrumental dan praksis sila-sila
metakognitif berdasarkan rasa Pancasila
ingin tahunya tentang ilmu 3.2. Memahami pelaksanaan pasal-pasal
pengetahuan, teknologi, seni, yang mengatur tentang keuangan, BPK,
budaya, dan humaniora dengan dan kekuasaan kehakiman
wawasan kemanusiaan, 3.3. Menganalisis dinamika pengelolaan
kebangsaan, kenegaraan, dan kekuasaan negara di pusat dan daerah
peradaban terkait penyebab berdasarkan Undang-Undang Dasar
fenomena dan kejadian, serta Negara Republik Indonesia Tahun
menerapkan pengetahuan 1945dalam mewujudkan tujuan negara
procedural pada bidang kajian yang 3.4. Menganalisis kasus pelanggaran hak dan
spesifik sesuai dengan bakat dan pengingkaran kewajiban sebagai warga
minatnya untukmemecahkan mas Negara
alah 3.5. Mengevaluasi peran Indonesia dalam
hubungan Internasional
3.6. Menganalisis strategi yang diterapkan
negara Indonesia dalam menyelesaikan
ancaman terhadap negara dalam
memperkokoh persatuan dengan bingkai
Bhinneka Tunggal Ika
3.7. Menganalisis dinamika penyelenggaraan
negara dalam konsep NKRI dan konsep
negara federal

48
4. Mengolah, menalar, menyaji, dan 4.1. Menyaji pembahasan kasus pelanggaran
mencipta dalam ranah konkret dan HAM secara argumentatif dan saling
ranah abstrak terkait dengan keterhubungan antara aspek ideal,
pengembangan dari yang instrumental dan praksis sila-sila
dipelajarinya di sekolah secara Pancasila
mandiri serta bertindak secara 4.2. Menyaji pelaksanaan pasal-pasal yang
efektif dan kreatif, dan mampu mengatur tentang keuangan, BPK, dan
menggunakan metoda sesuai kekuasaan kehakiman
kaidah keilmuan 4.3. Menyaji hasil analisis dinamika
pengelolaan kekuasaan negara di pusat
dan daerah berdasarkan Undang-Undang
Dasar Negara Republik Indonesia Tahun
1945 dalam mewujudkan tujuan negara
4.4. Menyaji analisis penanganan kasus
pelanggaran hak dan pengingkaran
kewajiban sebagai warga negara
4.5. Menyaji hasil evaluasi dari berbagai
media massa tentang peran Indonesia
dalam hubungan internasional.
4.6. Menyaji hasil analisis strategi yang
diterapkan negara Indonesia dalam
menyelesaikan ancaman terhadap
Negara dalam memperkokoh persatuan
bangsa.
4.7. Menyaji hasil analisis dinamika
penyelenggaraan negara dalam konsep
NKRI dan konsep negara federal
4.8. Berinteraksi dengan teman dan orang
lain berdasarkan prinsip saling

49
menghormati, dan menghargai dalam
keberagaman suku, agama, ras, budaya,
dan gender.
4.9. Menyaji bentuk partisipasi
kewarganegaraan yang mencerminkan
komitmen terhadap keutuhan nasional.

3. Komkpetensi Inti dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Bahasa Indonesia


KELAS : X
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
1. Menghayati dan mengamalkan 1.1. Mensyukuri anugerah Tuhan akan
ajaran agama yang dianutnya keberadaan bahasa Indonesia dan
menggunakannnya sesuai dengan kaidah
dan konteks untuk mempersatukan
Bangsa
1.2. Mensyukuri anugerah Tuhan akan
keberadaan bahasa Indonesia dan
menggunakannya sebagai sarana
komunikasi dalam memahami,
menerapkan, dan menganalisis informasi
lisan dan tulis melalui teks anekdot,
eksposisi, laporan hasil observasi,
prosedur kompleks, dan negosiasi
1.3. Mensyukuri anugerah Tuhan akan
keberadaan bahasa Indonesia dan
menggunakannya sebagai sarana
komunikasi dalam mengolah, menalar,
dan menyajikan informasi lisan dan
tulis melalui teks anekdot, eksposisi,
50
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
laporan hasil observasi, prosedur
kompleks, dan Negosiasi
2. Menghayati dan mengamalkan 2.1. Menunjukkan sikap tanggung jawab,
perilaku jujur, disiplin, peduli, responsif, dan santun dalam
tanggungjawab, peduli (gotong menggunakan bahasa Indonesia untuk
royong, kerjasama, toleran, damai), membuat anekdot mengenai
santun, responsif dan pro-aktif dan permasalahan sosial, lingkungan, dan
menunjukkan sikap sebagai bagian kebijakan public
dari solusi atas berbagai 2.2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin,
permasalahan dalam berinteraksi tanggung jawab, dan proaktif dalam
secara efektif dengan lingkungan menggunakan bahasa Indonesia untuk
sosial dan alam serta dalam melaporkan hasil observasi
menempatkan diri sebagai 2.3. Menunjukkan perilaku jujur, tanggung
cerminan bangsa dalam pergaulan jawab, dan disiplin dalam menggunakan
dunia. bahasa Indonesia untuk menunjukkan
tahapan dan langkah yang telah
Ditentukan
2.4. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin,
peduli, dan santun dalam menggunakan
bahasa Indonesia untuk bernegosiasi
dalam perundingan
2.5. Menunjukkan perilaku jujur, peduli,
santun, dan tanggung jawab dalam
penggunaan bahasa Indonesia untuk
memaparkan pendapat mengenai konflik
sosial, politik, ekonomi, dan kebijakan
Public

51
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
3. Memahami ,menerapkan, 3.1. Memahami struktur dan kaidah teks
menganalisis pengetahuan faktual, anekdot, eksposisi, laporan hasil
konseptual, prosedural berdasarkan observasi, prosedur kompleks, dan
rasa ingintahunya tentang ilmu negosiasi baik melalui lisan maupun
pengetahuan, teknologi, seni, Tulisan
budaya, dan humaniora dengan 3.2. Membandingkan teks anekdot, laporan
wawasan kemanusiaan, hasil observasi, prosedur kompleks, dan
kebangsaan, kenegaraan, dan negosiasi baik melalui lisan maupun
peradaban terkait penyebab Tulisan
fenomena dan kejadian, serta 3.3. Menganalisis teks anekdot, laporan hasil
menerapkan pengetahuan observasi, prosedur kompleks, dan
prosedural pada bidang kajian yang negosiasi baik melalui lisan maupun
spesifik sesuai dengan bakat dan Tulisan
minatny untuk memecahkan 3.4. Mengevaluasi teks anekdot, eksposisi,
Masalah laporan hasil observasi, prosedur
kompleks, dan negosiasi berdasarkan
kaidah-kaidah teks baik melalui lisan
maupun tulisan

52
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
4. Mengolah, menalar, dan menyaji 4.1. Menginterpretasi makna teks anekdot,
dalam ranah konkret dan ranah eksposisi, laporan hasil observasi,
abstrak terkait dengan prosedur kompleks, dan negosiasi baik
pengembangan dari yang secara lisan maupun tulisan
dipelajarinya di sekolah secara 4.2. Memproduksi teks anekdot, eksposisi,
mandiri, dan mampu menggunakan laporan hasil observasi, prosedur
metoda sesuai kaidah keilmuan kompleks, dan negosiasi yang koheren
sesuai dengan karakteristik teks yang
akan dibuat baik secara lisan mupun
Tulisan
4.3. Menyunting teks anekdot, eksposisi,
laporan hasil observasi, prosedur
kompleks, dan negosiasi sesuai dengan
struktur dan kaidah teks baik secara lisan
maupun tulisan
4.4. Mengabstraksi teks anekdot, eksposisi,
laporan hasil observasi, prosedur
kompleks, dan negosiasi baik secara
lisan maupun tulisan
4.5. Mengonversi teks anekdot, eksposisi,
laporan hasil observasi, prosedur
kompleks, dan negosiasi ke dalam
bentuk yang lain sesuai dengan struktur
dan kaidah teks baik secara lisan
maupun tulisan

53
KELAS: XI
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
1. Menghayati dan mengamalkan 1.1. Mensyukuri anugerah Tuhan akan
ajaran agama yang dianutnya keberadaan bahasa Indonesia dan
menggunakannnya sesuai dengan kaidah
dan konteks untuk mempersatukan Bangsa
1.2. Mensyukuri anugerah Tuhan akan
keberadaan bahasa Indonesia dan
menggunakannya sebagai sarana
komunikasi dalam memahami,
menerapkan, dan menganalisis informasi
lisan dan tulis melalui cerita pendek,
pantun, cerita ulang, eksplanasi kompleks,
dan ulasan/reviu film/drama
1.3. Mensyukuri anugerah Tuhan akan
keberadaan bahasa Indonesia dan
menggunakannya sebagai sarana
komunikasi dalam mengolah, menalar, dan
menyajikan informasi lisan dan tulis
melalui cerita pendek, pantun, cerita
ulang, eksplanasi kompleks, dan
ulasan/reviu film/drama

54
2. Menghayati dan mengamalkan 2.1. Menunjukkan perilaku tanggung
perilaku jujur, disiplin, jawab,responsif dan imajinatif dalam
tanggungjawab, peduli (gotong menggunakan bahasa Indonesia untuk
royong, kerjasama, toleran, Berekspresi
damai), santun, responsif dan pro- 2.2. Menunjukkan perilaku tanggung jawab,
aktif dan menunjukkan sikap peduli, dan proaktif dalam menggunakan
sebagai bagian dari solusi atas bahasa Indonesia untuk memahami dan
berbagai permasalahan dalam menyampaikan permasalahan
berinteraksi secara efektif dengan 2.3. Menunjukkan perilaku jujur, tanggung
lingkungan sosial dan alam serta jawab, dan disiplin dalam menggunakan
dalam bahasa Indonesia untuk bercerita ulang
menempatkan diri sebagai 2.4. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin,
cerminan bangsa dalam peduli, dan santun dalam menggunakan
pergaulan dunia bahasa Indonesia untuk menyampaikan
Paparan
2.5. Menunjukkan perilaku jujur,
peduli,santun, dan tanggung jawab dalam
penggunaan bahasa Indonesia untuk
menyampaikan penjelasan

55
3. Memahami, menerapkan, dan 3.1. Memahami struktur dan kaidah teks cerita
menganalisis pengetahuan faktual, pendek, pantun, cerita ulang, eksplanasi
konseptual, prosedural, dan kompleks, dan ulasan/reviu film/drama
metakognitif berdasarkan rasa baik melalui lisan maupun Tulisan
ingin tahunya tentang ilmu 3.2. Membandingkan teks cerita pendek,
pengetahuan, teknologi, seni, pantun, cerita ulang, eksplanasi kompleks,
budaya, dan humaniora dengan dan ulasan/reviu film/drama baik melalui
wawasan kemanusiaan, lisan maupun tulisan
kebangsaan, kenegaraan, dan 3.3. Menganalisis teks cerita pendek, pantun,
peradaban terkait penyebab cerita ulang, eksplanasi kompleks, dan
fenomena dan kejadian, serta ulasan/reviufilm/drama baik melalui lisan
menerapkan pengetahuan maupun tulisan
prosedural pada bidang kajian 3.4. Mengevaluasi teks
yang spesifik sesuai dengan bakat cerita pendek,pantunceritaulang,
dan minatnya untuk memecahkan eksplanasi kompleks, dan ulasan/reviu
masalah film/dramaberdasarkan kaidah-kaidah
baik melalui lisan maupun tulisan

56
4. Mengolah, menalar, dan menyaji 4.1. Menginterpretasi makna teks cerita
dalam ranah konkret dan ranah pendek, pantun, cerita ulang, eksplanasi
abstrak terkait dengan kompleks, dan ulasan/reviu film/drama
pengembangan dari yang baik secara lisan maupun tulisan
dipelajarinya di sekola secara
mandiri, bertindak secara efektif 4.2. Memproduksi teks cerita pendek, pantun,
dan kreatif, serta mampu cerita ulang, eksplanasi kompleks, dan
menggunakan metoda sesuai ulasan/reviu film/drama yang koheren
kaida keilmuan sesuai dengan karakteristik yang
akandibuat baik secara lisan mupun tulisan
4.3. Menyunting teks cerita pendek, pantun,
cerita ulang, eksplanasi kompleks, dan
ulasan/reviu film/drama sesuai dengan
struktur dan kaidah baik secara lisan
maupun tulisan
4.4. Mengabstraksi teks cerita pendek,pantun,
cerita ulang, eksplanasi kompleks, dan
ulasan/reviu film/drama baik secara lisan
maupun tulisan
4.5. Mengonversi teks cerita pendek, pantun,
cerita ulang, eksplanasi kompleks, dan
ulasan/reviu film/drama ke dalam bentuk
yang lain sesuai dengan strukturdan kaidah
baik secara lisan maupun Tulisan

57
KELAS: XII
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
1. Menghayati dan mengamalkan 1.1. Mensyukuri anugerah Tuhan akan
ajaran agama yang dianutnya keberadaan bahasa Indonesia dan
menggunakannnya sesuai dengan kaidah
dan konteks untuk mempersatukan
Bangsa
1.2. Mensyukuri anugerah Tuhan akan
keberadaan bahasa Indonesia dan
menggunakannya sebagai sarana
komunikasi dalam memahami,
menerapkan, dan menganalisis informasi
lisan dan tulis melalui teks cerita sejarah,
berita, iklan, editorial/opini, dan cerita
fiksi dalam novel
1.3. Mensyukuri anugerah Tuhan akan
keberadaan bahasa Indonesia dan
menggunakannya sebagai sarana
komunikasi dalam mengolah, menalar,
dan menyajikan informasi lisan dan tulis
melalui teks cerita sejarah, berita, iklan,
editorial/opini, dan cerita fiksi dalam
Novel

58
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
2. Menghayati dan mengamalkan 2.1 Menunjukkan perilaku jujur, responsive
perilaku jujur, disiplin, dan santun dalam menggunakan bahasa
tanggungjawab, peduli (gotong Indonesia untuk menyampaikan cerita
royong, kerjasama, toleran, damai), sejarah tentang tokoh-tokoh nasional dan
santun, responsif dan pro-aktif dan Internasional
menunjukkan sikap sebagai bagian 2.2 Menunjukkan perilaku tanggung jawab,
dari solusi atas berbagai peduli, dan santun dalam menggunakan
permasalahan dalam berinteraksi bahasa Indonesia untuk memahami dan
secara efektif dengan lingkungan menyampaikan berita
sosial dan alam serta dalam 2.3 Menunjukkan perilaku jujur, tanggung
menempatkan diri sebagai cerminan jawab, dan disiplin dalam menggunakan
bangsa dalam pergaulan dunia bahasa Indonesia untuk memahami dan
menyampaikan penjelasan dan ajakan
2.4 Menunjukkan perilaku jujur, disiplin,
peduli, dan santun dalam menggunakan
bahasa Indonesia untuk memaparkan
editorial/opinin tentang konflik sosial,
politik, ekonomi, kebijakan publik, dan
lingkungan hidup
2.5 Menunjukkan perilaku jujur,
peduli,santun, dan tanggung jawab dalam
penggunaan bahasa Indonesia
untukmemahami dan menyajikan cerita
fiksi dalam novel

59
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
3. Memahami, menerapkan, 3.1. Memahami struktur dan kaidah teks
menganalisis dan mengevaluasi cerita sejarah, berita, iklan,
pengetahuan faktual, konseptual, editorial/opini, dan cerita fiksi dalam
prosedural, dan metakognitif novel baik melalui lisan maupun tulisan
berdasarkan rasa ingin tahunya 3.2. Membandingkan teks cerita sejarah,
tentang ilmu pengetahuan, berita, iklan, editorial/opini, dan cerita
teknologi, seni, budaya, dan fiksi dalam novel baik melalui lisan
humaniora dengan wawasan maupun tulisan
kemanusiaan, kebangsaan, 3.3. Menganalisis teks cerita sejarah, berita,
kenegaraan, dan peradaban terkait iklan, editorial/opini, dan cerita fiksi
penyebab fenomena dan kejadian, dalam novel baik melalui lisan maupun
serta menerapkan pengetahuan tulisan
prosedural pada bidang kajian 3.4. Mengevaluasi teks cerita sejarah, berita,
yang spesifik sesuai dengan bakat iklan, editorial/opini, dan cerita fiksi
dan minatnya untuk memecahkan dalam novel berdasarkan kaidah-kaidah
baik melalui lisan maupun tulisan

60
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
4. Mengolah, menalar,menyaji, dan 4.1. Menginterpretasi makna teks cerita
mencipta dalam ranah konkret dan sejarah, berita, iklan, editorial/opini, dan
abstrak dengan pengembangan dari cerita fiksi dalam novel baik secara lisan
yang dipelajarinya di sekolah maupun tulisan
secara mandiri serta bertindak 4.2. Memproduksi teks cerita sejarah, berita,
secara efektif dan kreatif, dan iklan, editorial/opini, dan cerita fiksi
mampu menggunakan metoda dalam novel yang koheren sesuai dengan
sesuai karakteristik teks baik secara lisan
maupun tulisan

4.3. Menyunting teks cerita sejarah, berita,


iklan editorial/opini, dan cerita fiksi
dalam novel sesuai dengan struktur dan
kaidah teks baik secara lisan maupun
tulisan,
4.4. Mengabstraksi teks cerita sejarah,
berita,iklan, editorial/opini, dan cerita
fiksi dalam novel baik secara lisan
maupun tulisan
4.5. Mengonversi teks cerita sejarah,
berita, iklan,editorial/opini, dan cerita
fiksi dalam novel ke dalam bentuk
yang lain sesuai dengan struktur dan
kaidah teks baik secara lisan maupun
tulisan

61
4. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Matematika
KELAS:X
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran 1.1. Menghayati dan mengamalkan ajaran
agama yang dianutnya agama yang dianutnya

2. Menghayati dan mengamalkan 2.1. Memilikimotivasiinternal, kemampuan


perilaku jujur, disiplin, bekerjasama, konsisten, sikap disiplin,
tanggungjawab, peduli (gotong rasa percayadiri, dan sikap toleransi
royong, kerjasama, toleran, damai), dalam perbedaan strategi berpikir
santun, responsif dan pro-aktif dan dalammemilih dan menerapkan strategi
menunjukkan sikap sebagai bagian menyelesaikan masalah.
dari solusi atas berbagai 2.2. Mampu mentransformasi diri dalam
permasalahan dalam berinteraksi berpilaku jujur, tangguh mengadapi
secara efektif dengan lingkungan masalah, kritis dan disiplin dalam
sosial dan alam serta dalam melakukan tugas belajar matematika.
menempatkan diri sebagai cerminan 2.3. Menunjukkan sikap bertanggung jawab,
bangsa dalam pergaulan dunia rasa ingin tahu, jujur dan perilaku peduli
lingkungan.

62
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
3. Memahami ,menerapkan, 3.1. Memilih dan menerapkan aturan
menganalisis pengetahuan eksponen dan logaritma sesuai
faktual, konseptual, procedural dengankarakteristik permasalahanyang
berdasarkan rasa ingintahunya akandiselesaikan dan
tentang ilmu pengetahuan, memeriksakebenaran langkah-
teknologi, seni, budaya, dan langkahnya..
humaniora dengan wawasan 3.2. Mendeskripsikan dan
kemanusiaan, kebangsaan, menganalisiskonsep nilai mutlak dalam
kenegaraan, dan peradaban terkait persamaandan pertidaksamaan
penyebab fenomena dan kejadian, sertamenerapkannyadalam pemecahan
serta menerapkan pengetahuan masalah nyata.
prosedural pada bidang kajian yang 3.3. Mendeskripsikan konsep system
spesifik sesuai dengan bakat dan persamaanlinierdua dan tigavariable
minatnya untuk memecahkan Serta pertidaksamaan linier dua variable
masalah. dan mampu menerapkan berbagai
Strategi yang efektif dalam menentukan
Himpunan Penyelesaiannya serta
memeriksa kebenaran jawabannyadalam
pemecahan masalah matematika.
3.4. Mendeskripsikan konsep perbandingan
trigonometri pada segitiga siku-siku
melalui penyelidikan dan diskusi
tentang hubungan perbandingan sisi-sisi
yang bersesuaian dalam beberapa
segitiga siku- siku sebangun.
3.5. Menemukan sifat-sifat dan hubungan
anta perbandingan trigonometri dalam
segitiga siku- siku.

63
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
3.6. Mendeskripsikan dan menentukan
hubungan perbandingan Trigonometri
dari sudut disetiap kuadran, memilih
dan menerapkan dalam penyelesaian
masalah nyata dan matematika.
3.7. Mendeskripsikan konsep fungsi
Trigonometri dan menganalisis grafik
fungsinya serta menentukan hubungan
nilai fungsi Trigonometri dari sudut-
sudut istimewa.
3.8. Mendeskripsikan konsep limit fungsi
aljabar
dengan menggunakan konteks nyata dan
menerapkannya.
3.9. Merumuskan aturan dansifat limitfungsi
aljabar melaluipengamatan contoh-
contoh.
3.10. Mendeskripsikan berbagai penyajian
data dalam bentuk tabel atau
diagram/plotyangsesuai untuk
mengomunikasikan informasi dari suatu
kumpulan data melalui analisis
perbandingan berbagai variasi penyajian
data.
3.11. Mendeskripsikan data dalam bentuk
table atau
diagram/plottertentuyangsesuai dengan
informasi yang ingin dikomunikasikan.

64
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
3.12. Mendeskripsikan konsep peluangsuatu
kejadian menggunakan berbagai objek
nyata dalam suatu percobaan
menggunakan frekuensi relatif.
3.13. Mendeskripsikan dan
menganalisisaspek- aspek sederhana
argumentasi logis yang digunakan dalam
matematikayangsudah dipelajari, seperti
penalaran induktif dan deduktif,
hipotesis dan simpulan dalam deduksi
logis, dan contoh penyangkal

65
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
4. Mengolah, menalar, dan menyaji 4.1. Menyajikan masalah nyata
dalam ranah konkret dan ranah abstr menggunakanoperasi aljabar
akterkait dengan pengembangan dari berupaeksponen dan Logaritma
yang dipelajarinya di sekolah secara Sertamenyelesaikannyamenggunakan
mandiri, dan mampu menggunakan sifat- sifat dan aturanyangtelah terbukti
metoda sesuai kaidah keilmuan. kebenarannya.
4.2. Menerapkan konsep nilaimutlak dalam
persamaan dan pertidaksamaan
linierdalam memecahkan masalah nyata.
4.3. Membuat model
matematikaberupapersamaan dan
pertidaksamaan linear duavariabelyang
melibatkan nilai mutlak dari situasi
nyatadan matematika, sertamenentukan
jawab dan menganalisismodel sekaligus
jawabnya.
4.4. Menggunakan SPLDV, SPLTV dan
system pertidaksamaan linear
duavariabel (SPtLDV) untuk menyajikan
masalah kontekstual dan menjelaskan
maknatiapbesaran secaralisan maupun
tulisan.
4.5. Membuat model Matematikaberupa
SPLDV, SPLTV dan SPtLDV dari
situasi nyata dan matematika, Serta
menentukan jawab dan menganalisis
model sekaligus jawabnya.
4.6. Menyajikan model matematika dari
suatu masalah nyata yang berkitan
dengan matriks.
66
4.7. Menerapkan daerah asal, dan daerah
hasil fungsi dalam menyelesaikan
masalah.
4.8. Menyajikan hasilmenemukan pola
barisan dan deret dan
KELAS: XI
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
1. Menghayati dan mengamalkan 1.1. Menghayati dan mengamalkan ajaran
ajaran agama yang dianutnya agama yang dianutnya

2. Menghayati dan mengamalkan 2.1 Memiliki motivasi internal, kemampuan


perilaku jujur, disiplin, bekerjasama, konsisten, sikap disiplin, rasa
tanggungjawab, peduli (gotong percaya diri, dan sikap toleransi dalam
royong, kerjasama, toleran, perbedaan strategi berpikir dalam memilih
damai), santun, responsif dan dan menerapkan strategi menyelesaikan
pro-aktif dan menunjukkan masalah.
sikap sebagai bagian dari 2.2 Mampu mentransformasi diri dalam berpilaku
solusi atas berbagai jujur, tangguh mengadapi masalah, kritis dan
permasalahan dalam disiplin dalam melakukan tugas belajar
berinteraksi secara efektif matematika.
dengan lingkungan sosial dan 2.3 Menunjukkan sikap bertanggung jawab, rasa
alam serta dalam ingin tahu, jujur dan perilaku peduli
menempatkan diri sebagai lingkungan.
cerminan bangsa dalam
pergaulan dunia.

67
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
3. Memahami, menerapkan, dan 3.1. Mendeskripsikan konsep system persamaan
menganalisis pengetahuan dan pertidaksamaan linierduavariabel dan
faktual, konseptual, menerapkannyadalam pemecahan masalah
prosedural, dan metakognitif program linear.
berdasarkan rasa ingin tahunya 3.2. Menerapkan proseduryangsesuai untuk
tentang ilmu pengetahuan, menyelesaikan masalah program linear terkait
teknologi, seni, budaya, dan masalah nyata dan menganalisiskebenaran
humaniora dengan wawasan langkah- langkahnya.
kemanusiaan, kebangsaan, 3.3. Menganalisisbagaimanamenilai validitas
kenegaraan, dan peradaban argumentasi logisyangdigunakan dalam
terkait penyebab fenomena dan matematikayangsudah dipelajari terkait
kejadian, serta menerapkan pemecahan masalah program linier.
pengetahuan procedural pada 3.4. Mendeskripsikan dan menganalisis konsep
bidang kajian yang spesifik dasar operasi matriks dan sifat- sifat operasi
sesuai dengan bakat dan matriks serta menerapkannya dalam
minatnya untuk memecahkan pemecahan masalah
masalah. 3.5. Mendeskripsikan konsep fungsi dan
menerapkan operasi aljabar (penjumlahan,
pengurangan, perkalian, dan pembagian)pada
fungsi.
3.6. Menganalisiskonsep dan sifat suatu fungsi
dan melakukan manipulasi aljabar dalam
menentukan invers fungsi dan fungsi invers.
3.7. Mendeskripsikan dan menganalisissifat suatu
fungsi sebagai hasil operasi dua atau lebih
fungsi yang lain.
3.8. Mendeskripsikan konsep komposisi fungsi
dengan menggunakan konteks sehari-hari dan
menerapkannya.
3.9. Mendeskripsikan konsep barisan tak hingga 68
sebagai fungsi dengan daerah asal himpunan
bilangan asli.
3.10 Menganalisis sifat dua garis sejajar dan saling
tegak
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
4. Mengolah, menalar, dan 4.1. Merancang dan mengajukan masalah nyata
menyaji dalam ranah konkret berupa masalah program linear, dan
dan ranah abstrak terkait menerapkan berbagai konsep dan
dengan pengembangan dari aturanpenyelesaian system pertidaksamaan
yang dipelajarinya di sekolah linier dan menentukan nilai optimum dengan
secara mandiri, bertindak menggunakan fungsi selidik yang ditetapkan..
secara efektif dan kreatif, serta 4.2. Memadu berbagai konsep dan aturan operasi
mampu menggunakan metoda matriks dan menyajikanmodel matematika
sesuai kaidah keilmuan. dari suatu masalah nyata dengan
memanfaatkan nilai determinan atau invers
matriks dalam pemecahannya.
4.3. Mengolah data masalah nyata dengan
menerapkan aturan operasi dua fungsi atau
lebih dan menafsirkan nilai variable yang
digunakan untuk memecahkan masalah.
4.4. Memilih strategi yang efektif dan menyajikan
model matematika dalammemecahkan
masalah nyataterkaitfungsiinvers dan invers
fungsi.
4.5. Merancangdan mengajukan masalah dunia
nyatayangberkaitan dengan komposisifungsi
dan menerapkan berbagai aturan dalam
menyelesaikannya.
4.6. Menerapkan konsep barisan dan deret tak
hingga dalam penyelesaian masalah
sederhana.
4.7. Menganalisiskurva-kurvayangmelalui
beberapatitik untuk menyimpulkan berupa

69
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
garis lurus, garis-garis sejajar, ataugaris-garis
tegaklurus.
4.8. Merancangdan mengajukan masalah nyata
terkaitluas segitiga danmenerapkan aturan
sinusdan kosinus untukmenyelesaikannya.
4.9. Menyajikan dan mengolah data statistik
deskriptif kedalam tabel distribusi dan
histogram untuk memperjelas dan
menyelesaikan masalah yang berkaitan
dengan kehidupan nyata.
4.10.Memilih dan menggunakan aturan
pencacahan yangsesuai dalam pemecahan
masalah nyata serta memberikan alasannya.
4.11.Mengidentifikasi masalah nyatadan
menerapkan aturan perkalian, permutasi, dan
kombinasi dalam pemecahan masalah
tersebut.
4.12.Mengidentifikasi, menyajikan model
matematika dan menentukan peluangdan
harapan suatu kejadian dari masalah
kontektual.
4.13.Mengolah informasi darisuatu masalah nyata, t.
mengidentifikasi sebuahtitik sebagai pusat
lingkaranyangmelaluisuatu titik tertentu,
membuat model matematikaberupapersamaan
lingkaran da menyelesaikan masalah tersebut.
4.14.Merancangdan mengajukan masalah nyata
terkaitgaris singgunglingkaran serta

70
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
menyelesaikannyadengan melakukan
manipulasi aljabar dan menerapkan berbagai
konsep lingkaran.
4.15.Menyajikan objek kontekstual, menganalisis
informasi terkait sifat-sifat objek dan
menerapkan. aturan transformasi geometri
(refleksi, translasi, dilatasi, dan rotasi) dalam
memecahkan masalah.
4.16.Memilih strategiyang efektif dan menyajikan
model matematika dalammemecahkan
masalah nyata tentang turunanfungsi aljabar.
4.17.Memilih strategiyang efektif dan menyajikan
model matematika dalammemecahkan
masalah nyata tentangfungsi naikdan fungsi
turun.
4.18.Merancangdan mengajukan masalah
nyatasertamenggunakan konsep dan sifat
turunan
4.19.fungsi terkaitdalam titik stasioner (titik
maximum, titik minimum dan titik belok)
4.20.Menyajikan data dari situasinyata, memilih
variabel dan mengkomunikasikannyadalam
bentuk model matematikaberupapersamaan
fungsi, sertamenerapkan konsep dan sifat
turunan fungsi dalam memecahkan masalah
maximum dan minimum.
4.21.Memilih strategiyang efektif dan menyajikan
model matematika dalammemecahkan

71
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
masalah nyata tentang integral taktentu dari
fungsi aljabar.

KELAS: XII

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR


1. Menghayati dan mengamalkan 1.1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama
ajaran agama yang dianutnya yang dianutnya

2. Menghayati dan 2.1. Menghayati perilaku disiplin, sikap


mengamalkanperilaku jujur, kerjasama, sikap kritis dan cermat dalam
disiplin, tanggungjawab, peduli bekerja menyelesaikan masalah kontekstual.
(gotong royong, kerjasama, 2.2. Memiliki dan menunjukkan rasa ingin tahu,
toleran, damai), santun, motivasi internal, rasa senang dan tertarik
responsif dan pro-aktif dan dan percaya diri dalam melakukan kegiatan
menunjukkan sikap sebagai belajar ataupun memecahkan masalah nyata.
bagian dari solusi atas berbagai
permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif
dengan lingkungan sosial dan
alam serta dalam menempatkan
diri sebagai cerminan bangsa
dalam pergaulan dunia.

72
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
3. Memahami, menerapkan, 3.1. Menganalisis konsep, nilai determinan dan
menganalisis dan mengevaluasi sifat operasi matriks serta menerapkannya
pengetahuan faktual, dalam menentukan invers matriks dan dalam
konseptual, prosedural, dan memecahkan masalah.
metakognitif berdasarkan rasa 3.2. Mendeskripsikan konsep barisan dan deret
ingin tahunya tentang ilmu padakonteksdunia nyata, seperti bunga,
pengetahuan, teknologi, seni, pertumbuhan, dan peluruhan.
budaya, dan humaniora dengan 3.3. Mendeskripsikan prinsip induksi matematika
wawasan kemanusiaan, dan menerapkannya dalam membuktikan
kebangsaan, kenegaraan, dan rumus jumlah deret persegi dan kubik.
peradaban terkait penyebab 3.4. Menganalisis konsep dan sifat diagonal
fenomena dan ruang, diagonal bidang, dan bidang diagonal
kejadian, serta menerapkan dalam bangun ruang dimensi tiga serta
pengetahuan procedural pada menerapkannya dalam memecahkan
bidang kajian yang spesifik masalah.
sesuai dengan bakat dan 3.5. Memahami konsep jumlah Rieman dan
minatnya untuk integral tentu suatu fungsi dengan
menggunakan fungsi- fungsi sederhananon-
negatif.
3.6. Menggunakan Teorema Fundamental
Kalkulus untuk menemukan hubungan antara
integral dalam integral tentu dan dalam
integral tak tentu.

73
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
4. Mengolah, menalar, menyaji, 4.1. Menyajikan dan menyelesaikan model
dan mencipta dalam ranah matematika dalam bentuk persamaan matriks
konkret dan ranah abstrak dari suatu masalah nyatayangberkaitan
terkait dengan pengembangan dengan persamaan linear.
dari 4.2. Mengidentifikasi, menyajikan model
yang dipelajarinya di sekolah matematika dan menyelesaikan masalah
secara mandiri serta bertindak keseharianyang berkaitan dengan barisandan
secara efektif dan kreatif, dan deretaritmetika, geometri danyanglainnya.
mampu menggunakan metoda 4.3. Mengidentifikasi, menyajikan model
sesuai kaidah keilmuan. matematika dan menyelesaikan masalah
keseharianyang berkaitan dengan barisandan
deretaritmetika, geometri danyanglainnya.
4.4. Menggunakan berbagai prinsip konsep dan
sifat diagonal ruang, diagonal bidang, dan
bidang diagonal dalam bangun ruangdimensi
tigaserta menerapkannya dalam
memecahkan.
4.5. Mengolah data dan membuat model fungsi
sederhananon negatif darimasalah nyata serta
menginterpretasikan masalah dalamgambar
dan menyelesaikan masalah dengan
mengunakan konsep dan aturan integral
tentu.

74
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR

4.6. Mengajukan masalah nyata dan


mengidentikasi sifat fundamental kalkulus
dalam integral tentu fungsi
sederhanasertamenerapkannyadalam
pemecahan masalah.

3. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Sejarah Indonesia


KELAS : X

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR


1. Menghayati danmengamalkan 1.1. Menghayati keteladanan para pemimpin
ajaran agama yang dianutnya dalam mengamalkan ajaran agamanya.
1.2. Menghayati keteladanan para pemimpin
dalam toleransi antar umat beragama dan
mengamalkannya dalam kehidupan sehari-
hari

75
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
2. Menghayati dan mengamalkan 2.1 Menunjukkan sikap tanggung jawab, peduli
perilaku jujur, disiplin, terhadap berbagai hasil budaya pada zaman
tanggungjawab, peduli (gotong praaksara, Hindu-Buddha dan Islam.
royong, kerjasama, toleran, 2.2 Meneladani sikap dan tindakan cinta damai,
damai), santun, responsif dan responsif dan pro aktif yang ditunjukkan oleh
pro-aktif dan menunjukkan tokoh sejarah dalam mengatasi masalah sosial
sikap sebaga bagian dari solusi dan lingkungannya.
atas berbagai permasalahan 2.3 Berlaku jujur dan bertanggungjawab dalam
dalam berinteraksi secara mengerjakan tugas-tugas dari pembelajaran
efektif dengan lingkungan sejarah.
sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam
pergaulan dunia.
3. Memahami ,menerapkan, 3.1. Memahami dan menerapkan konsep berpikir
menganalisis pengetahuan kronologis (diakronik), sinkronik, ruang dan
faktual, konseptual, prosedural waktu dalam sejarah.
berdasarkan rasa ingintahunya 3.2. Memahami corak kehidupan masyarakat pada
tentang ilmu pengetahuan, zaman praaksara.
teknologi, seni, budaya, dan 3.3. Menganalisis asal-usul nenek moyang
humaniora dengan wawasan bangsa Indonesia (Proto, Deutero Melayu dan
kemanusiaan, kebangsaan, Melanesoid).
kenegaraan, dan peradaban 3.4. Menganalisis berdasarkan tipologi hasil
terkaitpenyebab fenomena dan budaya Praaksara Indonesia termasukyang
kejadian, serta menerapkan berada di lingkungan terdekat.
pengetahuan procedural pada

76
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
bidang kajian yang spesifik 3.5. Menganalisis berbagai teori tentang proses
sesuai dengan bakat dan masuk dan berkembangnya agama dan
minatnya untuk kebudayaan Hindu-Buddha di Indonesia.
memecahkan masalah
3.6. Menganalisis karakteristik kehidupan
masyarakat, pemerintahan, dan kebudayaan
pada masa kerajaan- kerajaan Hindu-Buddha
di Indonesia serta menunjukkan contoh bukti-
bukti yang masih berlaku pada kehidupan
masyarakat Indonesia masa kini.

3.7. Menganalisis berbagai teori tentang proses


masuk dan berkembangnya agama dan
kebudayaan Islam di Indonesia.

3.8. Menganalisis karakteristik kehidupan


masyarakat, pemerintahan dan kebudayaan
pada masa kerajaan- kerajaan Islam di
Indonesia dan menunjukan contoh bukti-bukti
yang masih berlaku pada kehidupan
masyarakat Indonesia masa kini.

4. Mengolah, menalar, dan 4.1. Menyajikan informasi mengenai keterkaitan


menyaji dalam ranah konkret antara konsep berpikir kronologis (diakronik )
dan ranah abstrak terkait , sinkronik, ruang, dan waktu dalam sejarah .
dengan pengembangan dari

77
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
yang 4.2. Menyajikan hasil penalaran mengenai corak
dipelajarinya di sekolah secara kehidupan masyarakat pada zaman praaksara
mandiri, dan mampu dalam bentuk tulisan.
menggunakan metoda sesuai 4.3. Menyajikan kesimpulan-kesimpulan dari
kaidah keilmuan informasi mengenai asal-usul nenek moyang
bangsa Indonesia (Proto, Deutero Melayu
dan Melanesoid) dalam bentuk tulisan
4.4. Menalar informasi mengenai hasil budaya
Praaksara Indonesia termasuk yang berada di
lingkungan terdekat dan menyajikannya
dalam bentuk tertulis.
4.5. Mengolah informasi mengenai proses masuk
dan perkembangan kerajaan Hindu-Buddha
dengan menerapkan cara berpikir kronologis,
dan pengaruhnya pada kehidupan masyarakat
Indonesia masa kini serta mengemukakannya
dalam bentuk tulisan.
4.6. Menyajikan hasil penalaran dalam bentuk
tulisan tentang nilai-nilai dan unsur budaya
yang berkembang pada masa kerajaan Hindu-
Buddha dan masih berkelanjutan dalam
kehidupan bangsa Indonesia pada masa kini.

78
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
4.7. Mengolah informasi mengenai proses masuk
dan perkembangan kerajaan Islam dengan
menerapkan cara berpikir kronologis, dan
pengaruhnya pada kehidupan masyarakat
Indonesia masa kini serta mengemukakannya
dalam bentuk tulisan.
4.8. Menyajikan hasil penalaran dalam bentuk
tulisan tentang nilai-nilai dan unsur budaya
yang berkembang pada masa kerajaan Islam
dan masih berkelanjutan dalam kehidupan
bangsa Indonesia pada masa kini.

KELAS : XI

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR


1. Menghayati dan mengamalkan 1.1. Menghayati nilai-nilai persatuan dan
ajaran agama yang dianutnya keinginan bersatu dalam perjuangan
pergerakan nasional menuju
kemerdekaan bangsa sebagai karunia Tuhan
Yang Maha Esa terhadap bangsa dan negara
Indonesia.

79
2. Menghayati dan 2.1 Mengembangkan nilai dan perilaku
mengamalkan perilaku mempertahankan harga diri bangsa dengan
jujur, disiplin, bercermin pada kegigihan para pejuang
tanggungjawab, peduli dalam melawan penjajah.
(gotong royong, kerjasama, 2.2 Meneladani perilaku kerjasama, tanggung
toleran, damai), santun, jawab, cinta damai para pejuang dalam
responsif dan pro-aktif dan mewujudkan cita-cita mendirikan Negara
menunjukkan sikap sebagai dan bangsa Indonesia dan menunjukkannya
bagian dari solusi atas dalam kehidupan sehari-hari.
berbagai permasalahan 2.3 Meneladani perilaku kerjasama, tanggung
dalam berinteraksi secara jawab, cinta damai para pejuang untuk
efektif dengan lingkungan meraih kemerdekaan dan menunjukkannya
sosial dan alam serta dalam dalam kehidupan sehari-hari.
menempatkan diri sebagai 2.4 Meneladani perilaku kerjasama, tanggung
cerminan bangsa dalam jawab, cinta damai para pejuang untuk
pergaulan dunia mempertahankan kemerdekaan dan
menunjukkannya dalam kehidupan sehari-
hari.
2.5 Berlaku jujur dan bertanggungjawab dalam
mengerjakan tugas-tugas dari pembelajaran
sejarah.
3. Memahami, menerapkan, 3.1. Menganalisisperubahan,dan peristiwa
dan menganalisis Keberlanjutan sejarah pada masa penjajahan
pengetahuan faktual, asing hingga proklamasi kemerdekaan
konseptual, prosedural, dan Indonesia.
metakognitif berdasarkan 3.2. Menganalisis proses masuk dan
rasa ingin tahunya tentang perkembangan penjajahan bangsa Barat
ilmu pengetahuan, (Portugis, Belanda, Inggris) di Indonesia.
teknologi, seni, budaya, dan 3.3. Menganalisis strategi perlawanan bangsa

80
dan peradaban terkait Indonesia terhadap penjajahan bangsa Barat
penyebab fenomena dan di Indonesia sebelum dan sesudah abad ke-
kejadian, serta menerapkan 20.
pengetahuan procedural 3.4. Menganalisis persamaan dan perbedaan
pada bidang kajian yang pendekatan dan strategi pergerakan nasional
spesifik sesuai dengan di Indonesia pada masa awal kebangkitan
bakat dan minatnya untuk nasional, Sumpah Pemuda dan sesudahnya
memecahkan masalah sampai dengan Proklamasi Kemerdekaan.
3.5. Menganalisis peran tokoh-tokoh nasional
dan daerah dalam perjuangan menegakkan
negara Republik Indonesia.
3.6. Menganalisis dampak politik, budaya,
sosial-ekonomi dan pendidikan pada masa
penjajahan Barat dalam kehidupan bangsa
Indonesia masa kini.
3.7. Menganalisis peristiwa proklamasi
kemerdekaan dan maknanya bagi kehidupan
sosial, budaya, ekonomi, politik dan
pendidikan bangsa Indonesia.
3.8. Menganalisis peristiwa pembentukan
pemerintahan pertama Republik Indonesia
dan maknanya bagi kehidupan kebangsaan
Indonesia masa kini.
3.9. Menganalisis peran Bung Karno dan Bung
Hatta sebagai proklamator serta tokoh-tokoh
proklamasi lainnya.
3.10. Menganalisis perubahan dan perkembangan
politik masa awal kemerdekaan.
3.11. Menganalisis perjuangan bangsa Indonesia

81
dalam upaya mempertahankan kemerdekaan
dari ancaman Sekutu dan Belanda.

4. Mengolah, menalar, dan 4.1. Mengolah informasi tentang peristiwa


menyaji dalam ranah sejarah pada masa penjajahan bangsa
konkret dan ranah abstrak Barat berdasarkan konsep perubahan
terkait dengan dan keberlanjutan, dan menyajikannya
pengembangan dari yang dalam bentuk cerita sejarah.
dipelajarinya di sekolah 4.2. Mengolah informasi tentang proses
secara mandiri, bertindak masuk dan perkembangan penjajahan
secara efektif dan kreatif, bangsa Barat di Indonesia dan
serta mampu menggunakan menyajikannya dalam bentuk cerita
metoda sesuai kaidah sejarah.
Keilmuan 4.3. Mengolah informasi tentang strategi
perlawanan bangsa Indonesia terhadap
penjajahan bangsa Barat di Indonesia
sebelum dan sesudah abad ke-20 dan
menyajikannya dalam bentuk cerita
sejarah.
4.4. Mengolah informasi tentang persamaan
dan perbedaan pendekatan dan strategi
pergerakan nasional di Indonesia pada
masa awal kebangkitan nasional, pada
masa Sumpah Pemuda, masa
sesudahnya sampai dengan Proklamasi
Kemerdekaan dan menyajikannya dalam
bentuk cerita sejarah.
4.5. Menulis sejarah tentang satu tokoh
nasional dan tokoh dari daerahnya yang

82
berjuang
melawan penjajahan kolonial Barat
4.6. Menalar dampak politik, budaya, sosial-
ekonomi dan
pendidikan pada masa penjajahan Barat
dalam
kehidupan bangsa Indonesia masa kini dan
menyajikannya dalam bentuk cerita sejarah.
4.7. Menalar peristiwa proklamasi kemerdekaan
dan
maknanya bagi kehidupan sosial, budaya,
ekonomi,
politik, dan pendidikan bangsa Indonesia
dan
menyajikannya dalam bentuk cerita sejarah.
4.8. Menalar peristiwa pembentukan
pemerintahan
pertama Republik Indonesia dan maknanya
bagi
kehidupan kebangsaan Indonesia masa kini
dan
menyajikannya dalam bentuk cerita sejarah.
4.9. Menulis sejarah tentang perjuangan
Bung Karno dan Bung Hatta.serta tokoh-
tokoh
proklamasi lainnya.
4.10. Menalar perubahan dan perkembangan
politik masa
awal proklamasi dan menyajikannya dalam

83
bentuk
cerita sejarah.
4.11. Mengolah informasi tentang perjuangan
bangsa
Indonesia dalam upaya mempertahankan
kemerdekaan dari ancaman, Sekutu, Belanda
dan h.
menyajikannya dalam bentuk cerita sejara

KELAS: XII
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
1. Menghayati dan 1.1. Mengamalkan hikmah kemerdekaan
mengamalkan ajaranagama sebagai tanda syukur kepada Tuhan YME,
yang dianutnya dalam kegiatan membangun
kehidupan berbangsa dan bernegara
2. Menghayati dan 2.1. Meneladani perilaku kerjasama, tanggung
mengamalkan perilaku jujur, jawab, cinta damai para pejuang dalam
disiplin, tanggungjawab, mempertahankan kemerdekaan dan
peduli(gotong royong, menunjukkannya dalam kehidupan sehari-
kerjasama hari.
toleran, damai), santun, , 2.2. Berlaku jujur dan bertanggungjawab dalam
responsif dan pro-aktif dan mengerjakan tugas-tugas dari pembelajaran
menunjukkan sikap sebagai sejarah
bagian dari solusi atas 2.3. Menunjukkan sikap peduli dan proaktif
berbagai yang dipelajari dari peristiwa dan para
permasalahan dalam pelaku sejarah dalam menyelesaikan
berinteraksi secara permasalahan bangsa dan negara
efektif dengan lingkungan Indonesia.
sosial dan alam serta dalam

84
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam
pergaulan dunia
3. Memahami, menerapkan, 3.1. Mengevaluasi upaya bangsa Indonesia
menganalisis dan dalam menghadapi ancaman disintegrasi
mengevaluasi pengetahuan bangsa terutama dalam bentuk
faktual, konseptual, pergolakan dan pemberontakan (antara
prosedural, dan lain: PKI Madiun 1948, DI/TII, APRA,
metakognitif berdasarkan Andi Aziz, RMS, PRRI, Permesta, G-30-
rasa ingin tahunya tentang S/PKI).
ilmu pengetahuan, teknologi, 3.2. Mengevaluasi peran tokoh Nasional dan
seni, budaya, dan humaniora Daerah yang berjuang mempertahankan
dengan wawasan kemanusiaan, keutuhan negara dan bangsa Indonesia pada
kebangsaan, kenegaraan, dan masa 1948 1965.
peradaban terkait 3.3. Mengevaluasi perkembangan kehidupan
penyebab fenomena dan politik dan ekonomi bangsa Indonesia pada
pengetahuan procedural pada masa Demokrasi Liberal.
bidang kajian yang spesifik 3.4 Mengevaluasi perkembangan kehidupan
sesuai dengan politik dan ekonomi bangsa Indonesia
bakat dan minatnya untuk pada masa Demokrasi Terpimpin.
memecahkan masalah 3.5 Mengevaluasi kehidupan politik dan
ekonomi bangsa Indonesia pada masa
Orde Baru.
3.6 Mengevaluasi kehidupan politik dan
ekonomi bangsa Indonesia pada masa
awal Reformasi.

85
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR

3.7 Mengevaluasi peran pelajar, mahasiswa


dan tokoh masyarakat dalam perubahan
politik dan ketatanegaraan Indonesia.
3.8 Mengevaluasi kontribusi bangsa
Indonesia dalam perdamaian dunia
diantaranya : ASEAN, Non Blok, dan Misi
Garuda.
3.9 Mengevaluasi perubahan demokrasi
Indonesia dari tahun 1950 sampai
dengan era Reformasi.
4. Mengolah, menalar, 4.1 Merekonstruksi upaya bangsa Indonesia
menyaji, dan mencipta dalam menghadapi ancaman disintegrasi
dalam ranah konkret dan bangsa terutama dalam bentuk
ranah abstrak terkait pergolakan dan pemberontakan (antara
dengan pengembangan dari lain: PKI Madiun 1948, DI/TII, APRA,
yang dipelajarinya di Andi Aziz, RMS, PRRI, Permesta, G-30-
sekolah secara mandiri S/PKI) dan menyajikannya dalam bentuk
serta bertindak secara cerita sejarah.
efektif dan kreatif, dan 4.2 Menulis sejarah tentang tokoh nasional
mampu menggunakan dan daerah yang berjuang
metoda sesuai kaidah mempertahankan keutuhan negara dan
Keilmuan bangsa Indonesia pada masa 1948 1965
4.3 Merekonstruksi perkembangan kehidupan
politik dan
ekonomi bangsa Indonesia pada masa
Demokrasi
Liberal dan menyajikannya dalam bentuk

86
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
laporan tertulis.

4.4 Melakukan penelitian sederhana tentang


kehidupan
politik dan ekonomi bangsa Indonesia pada
masa
Demokrasi Terpimpin dan menyajikannya
dalam
bentuk laporan tertulis.
4.5 Melakukan penelitian sederhana tentang
kehidupan
politik dan ekonomi bangsa Indonesia pada
masa
Orde Baru dan menyajikannya dalam
bentuk laporan
tertulis.
4.6 Melakukan penelitian sederhana tentang
kehidupan
politik dan ekonomi bangsa Indonesia pada
masa
awal Reformasi dan menyajikannya dalam
bentuk.
laporan tertulis
4.7 Menulis sejarah tentang peran
pelajarmahasiswadan
masyarakat dalam perubahan politik dan
ketatanegaraan Indonesia 1950 sampai
dengan era Reformasi dalam bentuk

87
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
laporan tertulis.
4.8 Membuat studi komparasi tentang ide dan
gagasan perubahan demokrasi
4.9 Menyajikan hasil telaah tentang kontribusi
bangsa
Indonesia dalam perdamaian dunia
diantaranya : ASEAN, Non Blok, dan Misi
Garuda serta

3. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Bahasa inggris


KELAS : X

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR


1. Menghayati dan 2.1. Mensyukuri kesempatan dapat mempelajari
mengamalkan ajaran agama bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar
yang dianutnya komunikasi internasional yang diwujudkan
dalam semangat belajar
2.Menghayati dan engamalkan 2.1. Menunjukkan perilaku santun dan
perilaku jujur, disiplin, tangg peduli dalam melaksanakan komunikasi
ungjawab, peduli interpersonal dengan guru dan teman.
(gotong royong, kerjasama, 2.2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, percaya
toleran, damai), santun, diri, dan bertanggung jawab dalam
responsif dan pro-aktif dan melaksanakan komunikasi transaksional
menunjukkan sikap sebagai dengan guru dan teman.
bagian dari solusi atas
berbagai permasalahan 2.3. Menunjukkan perilaku tanggung jawab,
dalam berinteraksi secara peduli, kerjasama, dan cinta damai,
sosial dan alam serta dalam dalam komunikasi fungsional

88
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam
pergaulan dunia.
3. Memahami ,menerapkan,
3.1. Menganalisis fungsi sosial, struktur teks,
menganalisis pengetahuan
dan unsur kebahasaan pada teks
faktual, konseptual,
pemaparan jati diri, sesuai dengan
prosedural berdasarkan
konteks penggunaannya.
rasa ingintahunya tentang
3.2. Menganalisis fungsi sosial, struktur teks,
ilmu pengetahuan,
dan unsur kebahasaan pada ungkapan
teknologi, seni, budaya, dan
memuji bersayap (extended), serta
kemanusiaan, kebangsaan,
responnya, sesuai dengan konteks
kenegaraan, dan peradaban
penggunaannya.
terkait penyebab fenomena
3.3. Menganalisis fungsi sosial, struktur teks,
dan kejadian, serta
dan unsur kebahasaan pada ungkapan
menerapkan pengetahuan perhatian (care), serta responnya, sesuai
prosedural pada bidang dengan konteks penggunaannya.
kajian yang spesifik sesuai 3.4. Menganalisis fungsi sosial, struktur teks,
dengan bakat dan minatnya dan unsur kebahasaan untuk
untuk memecahkan menyatakan dan menanyakan tentang
Masalah niat melakukan suatu tindakan/kegiatan,
sesuai dengan konteks penggunaannya.
3.5. Menganalisis fungsi sosial, struktur teks,
dan unsur kebahasaan dari ungkapan
ucapan selamat bersayap (extended),
serta responnya, sesuai dengan konteks
penggunaannya.
3.6. Menganalisis fungsi sosial, struktur teks,

89
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
dan unsur kebahasaan untuk
menyatakan dan menanyakan tentang
tindakan/kegiatan/ kejadian yang
dilakukan/terjadi di waktu lampau yang
merujuk waktu terjadinya dengan yang
merujuk pada kesudahannya, sesuai
dengan konteks penggunaannya.
3.7. Menganalisis fungsi sosial, struktur teks,
dan unsur kebahasaan dari teks
deskriptif sederhana tentang orang,
tempat wisata, dan bangunan bersejarah
terkenal, sesuai dengan konteks
penggunaannya.
3.8. Menganalisis fungsi sosial, struktur teks,
dan unsur kebahasaan dari teks
pemberitahuan (announcement), sesuai
dengan konteks penggunaannya.
3.9. Menganalisis fungsi sosial, struktur teks, dan
unsur kebahasaan dari teks recount tentang
pengalaman, kejadian, dan peristiwa,
sederhana, sesuai dengan konteks
penggunaannya
3.10. Menganalisis fungsi sosial, struktur teks,
dan unsur kebahasaan pada teks naratif
sederhana berbentuk legenda rakyat,
sesuai dengan konteks penggunaannya.
3.11. Menyebutkan fungsi sosial dan unsur
kebahasaan dalam lagu sederhana.

90
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
4. Mengolah, menalar, dan 4.1. Menangkap makna pemaparan jati diri
menyaji dalam ranah lisan dan tulis.
konkret dan ranah abstrak 4.2. Menyusun teks lisan dan tulis untuk
terkait dengan memaparkan, menanyakan, dan merespon
pengembangan dari yang pemaparan jati diri, dengan
dipelajarinya di sekolah 4.3. memperhatikan fungsi sosial, struktur
secara mandiri, dan mampu teks, dan unsur kebahasaan yang benar
menggunakan metoda dan sesuai konteks.
sesuai kaidah keilmuan

4.3. Menyusun teks lisan dan tulis untuk


mengucapkan dan merespon pujian
Bers ayap (extended), dengan
Memperhatikan fungsi sosial, struktur
teks, dan unsur kebahasaan yang benar
dan sesuai konteks.
4.4. Menyusun teks lisan dan tulis untuk
mengucapkan dan merespon ungkapan
perhatian (care), dengan memperhatikan
fungsi sosial, struktur teks, dan unsur
kebahasaan yang benar dan sesuai konteks.
4.5. Menyusun teks lisan dan tulis untuk
menyatakan dan menanyakan tentang niat
melakukan suatu tindakan/kegiatan, dengan
memperhatikan fungsi sosial, struktur teks,
dan unsur kebahasaan yang benar dan sesuai
konteks.

91
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
4.6. Menyusun teks lisan dan tulis untuk
mengucapkan dan merespon ucapan
selamat bersayap (extended), dengan
memperhatikan fungsi sosial, struktur teks,
dan unsur kebahasaan yang benar dan sesuai
konteks.

4.7. Menyusun teks lisan dan tulis untuk


menyatakan dan menanyakan tentang
tindakan/kegiatan/kejadian yang
dilakukan/terjadi di waktu lampau yang
merujuk waktu terjadinya dengan yang
merujuk pada kesudahannya,
dengan memperhatikan fungsi sosial,
struktur teks, dan unsur kebahasaan
yang benar dan sesuai konteks.
4.8. Menangkap makna dalam teks deskriptif,
lisan dan tulis, sederhana, tentang orang,
tempat wisata, dan bangunan bersejarah
terkenal.
4.9. Menyunting teks deskriptif tulis, sederhana,
tentang orang, tempat wisata, dan bangunan
bersejarah terkenal, dengan memperhatikan
fungsi sosial, struktur teks, dan unsur
kebahasaan yang benar dan sesuai konteks.

4.10. Menyusun teks deskriptif lisan dan tulis,


sederhana, tentang orang, tempat wisata,
dan bangunan bersejarah terkenal, dengan

92
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
memperhatikan fungsi sosial, struktur teks,
dan unsur kebahasaan yang benar dan
sesuai konteks.
4.11. Menangkap makna pemberitahuan
(announcement).
4.12. Menyusun teks tulis pemberitahuan
(announcement). sangat pendek dan
sederhana, dengan memperhatikan fungsi
sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan
yang benar dan sesuai konteks.
4.13. Menangkap makna teks recount lisan dan
tulis, sederhana, tentang pengalaman
4.14. Menyusun teks recount lisan dan tulis,
sederhana, tentang kegiatan, kejadian,
peristiwa, dengan memperhatikan fungsi
sosial, struktur teks, dan unsur
kebahasaan yang benar dan sesuai
konteks
4.15. Menangkap makna teks naratif lisan dan tulis
berbentuk cerita pendek sederhana.
4.16. Menangkap makna lagu sederhana.

KELAS XI

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR


1. Menghayati dan mengamalkan 1.1. Mensyukuri kesempatan dapat
ajaranagama yang dianutnya mempelajari bahasa Inggris
sebagai bahasa pengantar

93
komunikasi international yang
diwujudkan dalam semangat
belajar.
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku 2.1. Menunjukkan perilaku santun
jujur, disiplin , tanggung- jawab, peduli dan peduli dalam melaksanakan
(gotong royong, kerjasama, toleran, komunikasi interpersonal dengan
damai), santun, guru dan teman
responsif dan pro-aktif dan
menunjukkan sikap sebagai bagian dari 2.2. Menunjukkan perilaku jujur,
solusi atas berbagai permasalahan disiplin, percaya diri, dan
dalam berinteraksi secara efektif dengan bertanggung jawab dalam
lingkungan sosial dan alam serta dalam melaksanakan komunikasi
menempatkan diri sebagai cerminan transaksional dengan guru dan
bangsa dalam pergaulan dunia teman
2.3. Menunjukkan perilaku tanggung
jawab, peduli, kerjasama, dan
cinta damai, dalam melaksanakan
komunikasi fungsional.
3. Memahami, menerapkan, dan 3.1. Menganalisis fungsi sosial,
menganalisis pengetahuan faktual, struktur teks, dan unsur
konseptual, prosedural, dan kebahasaan pada ungkapan
metakognitif berdasarkan memberi saran dan tawaran, serta
rasa ingin tahunya tentang ilmu responnya, sesuai dengan konteks
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, penggunaannya.
dan humaniora dengan wawasan 3.2. Menganalisis fungsi sosial,
kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, struktur teks, dan unsur
dan peradaban terkait penyebab kebahasaan untuk menyatakan
fenomena dan kejadian, dan menanyakan tentang
serta menerapkan pengetahuan pendapat dan pikiran, sesuai

94
prosedural pada bidang kajian yang dengan konteks penggunaannya.
spesifik sesuai dengan bakat dan 3.3. Menganalisis fungsi sosial,
minatnya untuk memecahkan masalah struktur teks, dan unsur
masalah kebahasaan pada ungkapan
harapan dan doa bersayap
(extended), serta responnya,
sesuai dengan konteks
penggunaannya.
3.4. Menganalisis fungsi sosial,
struktur teks,
dan unsur kebahasaan dari teks
undangan
resmi, sesuai dengan konteks
penggunaannya.
3.5. Menganalisis fungsi sosial,
struktur teks,
dan unsur kebahasaan dari teks
surat
pribadi, sesuai dengan konteks
penggunaannya.
3.6. Menganalisis fungsi sosial,
struktur teks,
dan unsur kebahasaan dari teks
prosedur
berbentuk manual dan kiat-kiat
(tips), sesuai
dengan konteks penggunaannya.
3.7. Menganalisis fungsi sosial,
struktur teks,

95
dan unsur kebahasaan untuk
menyatakan
dan menanyakan tentang
tindakan/kegiatan/kejadian tanpa
perlu
menyebutkan pelakunya dalam
teks ilmiah,
sesuai dengan konteks
penggunaannya.
3.8. Menganalisis fungsi sosial,
struktur teks,
dan unsur kebahasaan untuk
menyatakan
dan menanyakan tentang
pengandaian jika
terjadi suatu
keadaan/kejadian/peristiwa di
waktu yang akan datang, sesuai
dengan
konteks penggunaannya.
3.9. Menganalisis struktur teks dan
unsur
kebahasaan untuk melaksanakan
fungsi
sosial teks factual report dengan
menyatakan
dan menanyakan tentang teks
ilmiah faktual
tentang orang, binatang, benda,

96
gejala dan
peristiwa alam dan sosial,
sederhana, sesuai
dengan konteks pembelajaran di
pelajaran
lain di Kelas XI.
3.10. Menganalisis fungsi sosial,
struktur teks,
dan unsur kebahasaan dari teks
eksposisi
analitis tentang topik yang hangat
dibicarakan umum, sesuai dengan
konteks
penggunaannya.
ganalisis fungsi sosial, struktur
teks,
dan unsur kebahasaan dari teks
biografi
pendek dan sederhana tentang
tokoh
terkenal, sesuai dengan konteks
penggunaannya.
3.11. Menyebutkan fungsi sosial dan
unsur
kebahasaan dalam lagu.
4. Mengolah, menalar, dan 4.1. Menyusun teks lisan dan tulis
menyaji dalam ranah untuk
konkret dan ranah abstrak menyatakan, menanyakan, dan
terkait dengan merespon

97
pengembangan dari yang ungkapan memberi saran dan
dipelajarinya di sekolah tawaran,
secara mandiri, bertindak dengan memperhatikan fungsi
secara efektif dan kreatif, sosial,
serta mampu menggunakan struktur teks, dan unsur
metoda sesuai kaidah kebahasaan yang
Keilmuan benar dan sesuai konteks.
4.2. Menyusun teks lisan dan tulis
untuk
menyatakan dan merespon
ungkapan
menyatakan pendapat dan pikiran,
dengan
memperhatikan fungsi sosial,
struktur teks,
dan unsur kebahasaan yang benar
dan sesuai konteks.

4.3. Menyusun teks lisan dan tulis


untuk
mengucapkan dan merespon
ungkapan
harapan dan doa bersayap
(extended),
dengan memperhatikan fungsi
sosial,
struktur teks, dan unsur
kebahasaan yang
benar dan sesuai konteks.

98
4.4. Menangkap makna teks undangan
resmi.
4.5. Menyunting undangan resmi
dengan
memperhatikan fungsi sosial,
struktur teks,
dan unsur kebahasaan yang benar
dan
sesuai konteks.
4.6. Menyusun teks tulis undangan
resmi,
dengan memperhatikan fungsi
sosial,
struktur teks, dan unsur
kebahasaan yang
benar dan sesuai konteks.
4.7. Menangkap makna teks surat
pribadi.
4.8. Menyusun teks surat pribadi,
dengan
memperhatikan fungsi sosial,
struktur teks,
dan unsur kebahasaan yang benar
dan sesuai konteks.

4.9. Menangkap makna teks prosedur,


lisan dan
tulis, berbentuk manual dan kiat-
kiat (tips).

99
4.10. Menyunting teks prosedur
berbentuk manual
dan kiat-kiat (tips), dengan
memperhatikan
fungsi sosial, struktur teks, dan
unsur
kebahasaan yang benar dan sesuai
konteks.
4.11. Menyusun teks lisan dan tulis,
untuk
menyatakan dan menanyakan
tentang
tindakan/kegiatan/kejadian tanpa
perlu
menyebutkan pelakunya dalam
teks ilmiah,
dengan memperhatikan fungsi
sosial,
struktur teks, dan unsur
kebahasaan yang
benar dan sesuai konteks.
4.12. Menyusun teks lisan dan tulis
untuk
menyatakan dan menanyakan
tentang
pengandaian jika terjadi suatu
keadaan/kejadian/peristiwa di
waktu yang
akan datang, dengan

100
memperhatikan fungsi
sosial, struktur teks, dan unsur
kebahasaan
yang benar dan sesuai konteks.
4.13. Menangkap makna dalam teks
ilmiah faktual
(factual report), lisan dan tulis,
sederhana,
tentang orang, binatang, benda,
gejala dan
peristiwa alam dan sosial, terkait
dengan
mata pelajaran lain di Kelas XI.
4.14. Menangkap makna dalam teks
eksposisi
analitis tentang topik yang hangat
dibicarakan umum.
4.15. Menangkap makna teks biografi
pendek dan
sederhana tentang tokoh terkenal.
4.16. Menangkap pesan dalam lagu.

101
7. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Seni Budaya

KELAS X
SENI RUPA

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR


1. Menghayati dan mengamalkan 1.1. Menunjukkan sikap penghayatan dan
ajaran agama yang dianutnya pengamalan serta bangga terhadap karya
seni rupa sebagai bentuk rasa syukur
terhadap anugerah Tuhan
2. Menghayati dan mengamalkan 2.1 Menunjukkan sikap kerjasama,
perilaku jujur, disiplin, tanggung bertanggung jawab, toleran, dan disiplin
jawab, peduli, (gotong royong, melalui aktivitas berkesenian
kerjasama, toleran, damai), 2.2 Menunjukkan sikap santun, jujur, cinta
santun, damai dalam mengapresiai seni dan
responsif dan proaktif, dan pembuatnya
menunjukkan sikap sebagai 2.3 Menunjukkan sikap responsif dan pro-
bagian aktif, peduli terhadap lingkungan dan
dari solusi atas berbagai sesama, serta menghargai karya seni dan
permasalahan dalam berinteraksi pembuatnya
secara efektif dengan lingkungan
sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai
cerminan
bangsa dalam pergaulan dunia
3. Memahami, menerapkan, 3.1 Memahami bahan, media dan teknik
menganalisis pengetahuan faktual, dalam proses berkarya seni rupa.
konseptual, prosedural 3.2 Menerapkan jenis, simbol dan nilai
berdasarkan estetis dalam konsep seni rupa.

102
rasa keingintahuannya tentang 3.3 Memahami pameran karya seni rupa
ilmu 3.4 Memahami jenis, simbol, fungsi dan
pengetahuan, teknologi, seni, nilai
budaya, dan humaniora dengan estetis dalam kritik karya seni rupa.
wawasan kemanusiaan,
kebangsaan,
kenegaraan,dan peradaban terkait
fenomena dan,kejadian serta
menerapkan pengetahuan
prosedural
pada bidang kajian yang spesifik
sesuai dengan bakat dan minatnya
untuk memecahkan masalah
4. Mengolah, menalar dan menyaji 4.1 Membuat karya seni rupa dua dimensi
dalam ranah konkret dan ranah berdasarkan melihat model
abstrak terkait dengan 4.2 Membuatkarya seni rupa tiga dimensi
pengembangan dari yang berdasarkan melihat model
dipelajarinya di sekolah secara 4.3 Memamerkan hasil karyaseni rupa
secara mandiri, dan mampu 4.4 Membuat tulisan kritik karya seni rupa
menggunakan metoda mengenai jenis, fungsi, simbol dan nilai
estetis berdasarkan hasil pengamatan

SENI MUSIK

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR

1. Menghayati dan mengamalkan 1.1 Menunjukkan sikap penghayatan dan


ajaran agama yang dianutnya pengamalan serta bangga terhadap seni
musik sebagai bentuk rasa syukur

103
terhadap anugerah Tuhan

2. Menghayati dan mengamalkan 2.1 Menunjukkan sikap kerjasama,


perilaku jujur, disiplin, tanggung bertanggung jawab, toleran, dan disiplin
jawab, peduli, (gotong royong, melalui aktivitas berkesenian
kerjasama, toleran, damai), santun, 2.2 Menunjukkan sikap santun, jujur, cinta
responsif dan proaktif, dan damai dalam mengapresiai seni dan
menunjukkan sikap sebagai bagian pembuatnya
dari solusi atas berbagai 2.3 Menunjukkan sikap responsif dan pro-
permasalahan dalam berinteraksi aktif, peduli terhadap lingkungan dan
secara efektif dengan lingkungan sesama, serta menghargai karya seni dan
sosial dan alam serta dalam Pembuatnya
menempatkan diri sebagai cerminan
bangsa dalam pergaulan dunia
3. Memahami, menerapkan, 3.1 Memahami karya musik berdasarkan
menganalisis pengetahuan faktual, simbol, jenis nilai estetis dan fungsinya
konseptual, prosedural berdasarkan 3.2 Menganalisis karya musik berdasarkan
rasa keingintahuannya tentang ilmu simbol, jenis nilai estetis dan fungsinya
pengetahuan, teknologi, seni, 3.3 Memahami rancangan pergelaran musik
budaya, dan humaniora dengan 3.4 Menganalisis karya-karya musik dan
wawasan kemanusiaan, kebangsaan kegiatan pergelaran musik
fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan prosedural
pada bidang kajian yang spesifik
sesuai dengan bakat dan minatnya
untuk memecahkan masalah
4. Mengolah, menalar dan menyaji 4.1 Menyanyikan lagu- lagu berdasarkan
dalam ranah konkret dan ranah jenisnya
abstrak terkait dengan 4.2 Menampilkan permainan musik
berdasarkan jenisnya

104
4.3 Mempergelarkan musik dengan
memperhatikan nilai-nilai estetis
Membuat tulisan tentang beragam
4.4 musik
dan lagu-lagunya

SENI TARI

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR


1. Menghayati dan mengamalkan
ajaran agama yang dianutnya 1.1 Menunjukkan sikap penghayatan dan
pengamalan serta bangga terhadap
karya
seni tari sebagai bentuk rasa syukur
terhadap anugerah Tuhan

2. Menghayati dan mengamalkan 2.1 Menunjukkan sikap kerjasama,


perilaku jujur, disiplin, tanggung bertanggung jawab, toleran, dan disiplin
jawab, peduli, (gotong royong, melalui aktivitas berkesenian
kerjasama, toleran, damai), 2.2 Menunjukkan sikap santun, jujur, cinta
damai dalam mengapresiai seni dan
santun, responsif dan proaktif, dan pembuatnya
menunjukkan sikap sebagai bagian 2.3 Menunjukkan sikap responsif dan pro-
dari solusi atas berbagai aktif, peduli terhadap lingkungan dan
sesama, serta menghargai karya seni
permasalahan dalam berinteraksi dan
secara efektif dengan lingkungan pembuatnya
sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai
cerminan
bangsa dalam pergaulan dunia

3. Memahami, menerapkan, 3.1 Memahami konsep, teknik dan prosedur


menganalisis pengetahuan faktual, dalam meniru ragam gerak dasar tari
Menerapkansimbol, jenis, dan nilai
konseptual, prosedural berdasarkan 3.2 estetis
rasa keingintahuannya tentang
ilmu dalam meniru ragam gerak dasar tari
105
pengetahuan, teknologi, seni, 3.3 Memahami konsep, teknik dan prosedur
budaya, dan humaniora dengan dalam pergelaran meniru ragam gerak
wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, dasar tari
kenegaraan, dan peradaban terkait 3.4 Memahami simbol, jenis, nilai estetis
fenomena dan kejadian, serta dan fungsinya dalam kritik tari
menerapkan pengetahuan
prosedural
pada bidang kajian yang spesifik
sesuai dengan bakat dan minatnya
untuk memecahkan masalah

Menirukan ragam gerak dasar tari


4. Mengolah, menalar dan menyaji 4.1 sesuai
dalam ranah konkret dan ranah dengan hitungan/ketukan
abstrak terkait dengan 4.2 Menampilkan ragam gerak dasar tari
pengembangan dari yang sesuai dengan iringan
dipelajarinya di sekolah secara 4.3 Mempergelarkanragam gerak dasar tari
mandiri, dan mampu sesuai dengan unsur pendukung
menggunakan pertunjukan
Membuat tulisan kritik karya seni tari
metoda sesuai kaidah keilmuan 4.4 mengenai
jenis, fungsi, simbol dan nilai estetis
berdasarkan
hasil pengamatan

SENI TEATER

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR


1. Menghayati dan mengamalkan 1.1 Menunjukkan sikap penghayatan dan
ajaran agama yang dianutnya pengamalan serta bangga terhadap karya
seni teater sebagai bentuk rasa syukur
terhadap anugerah Tuhan

106
2. Menghayati dan mengamalkan 2.1 Menunjukkan sikap kerjasama,
perilaku jujur, disiplin, tanggung bertanggung jawab, toleran, dan disiplin
jawab, peduli, (gotong royong, melalui aktivitas berkesenian
kerjasama, toleran, damai), santun, 2.2 Menunjukkan sikap santun, jujur, cinta
responsif dan proaktif, dan damai dalam mengapresiai seni dan
menunjukkan sikap sebagai bagian pembuatnya
dari solusi atas berbagai 2.3 Menunjukkan sikap responsif dan pro-
permasalahan dalam berinteraksi aktif, peduli terhadap lingkungan dan
secara efektif dengan lingkungan sesama, serta menghargai karya seni dan
sosial dan alam serta dalam pembuatnya
menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam
pergaulan dunia
3. Memahami, menerapkan, 3.1 Memahami konsep, teknik dan prosedur
menganalisis pengetahuan faktual, berkarya teater
konseptual, prosedural berdasarkan 3.2 Menerapkansimbol, jenis, dan nilai estetis
rasa keingintahuannya tentang dalam konsep teater
ilmu 3.3 Memahami pergelaran teater
pengetahuan, teknologi, seni, berdasarkan konsep, teknik dan
budaya, dan humaniora dengan prosedur.
wawasan kemanusiaan, 3.4 Memahami simbol, jenis, nilai estetis
kebangsaan, dan fungsinya dalam kritik teater.
kenegaraan, dan peradaban terkait
fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan
prosedural
pada bidang kajian yang spesifik
sesuai denganbakat dan minatnya
untuk memecahkan masalah

107
4. Mengolah, menalar dan 4.1Menerapkan watak tokoh sesuai dengan
menyaji dalam ranah naskah yang dibaca
konkret dan ranah abstrak 4.2 Menampilkan teater berdasarkan naskah
terkait dengan 4.3 Mempergelarkan teater sesuai dengan
pengembangan dari yang tata pentas
dipelajarinya di sekolah 4.4 Membuat tulisan kritik teater mengenai
secara mandiri, dan mampu jenis, fungsi, simbol dan nilai estetis
menggunakan metoda berdasarkan hasil pengamatan
sesuai kaidah keilmuan

KELAS XI
SENI RUPA
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR

1. Menghayati dan 1.1Menunjukkan sikap penghayatan dan


mengamalkan ajaran pengamalan serta bangga terhadap
agama yang dianutnya karya
seni rupa sebagai bentuk rasa syukur
terhadap anugerah Tuhan

2. Menghayati dan mengamalkan 2.1 Menunjukkan sikap kerjasama,


perilaku jujur, disiplin, tanggung bertanggung jawab, toleran, dan disiplin
jawab, peduli, (gotong royong, melalui aktivitas berkesenian
2.2 Menunjukkan sikap santun, jujur, cinta
kerjasama, toleran, damai), santun,
damai dalam mengapresiai seni dan
responsif dan proaktif, dan pembuatnya
menunjukkan sikap sebagai bagian 2.3 Menunjukkan sikap responsif dan pro-
dari solusi atas berbagai aktif, peduli terhadap lingkungan dan
permasalahan dalam berinteraksi sesama, serta menghargai karya seni dan
secara efektif dengan lingkungan pembuatnya
sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai

108
cerminan bangsa dalam
pergaulan dunia
3. Memahami, menerapkan dan 3.1 Menganalisis bahan, media, teknik dan
menganalisis pengetahuan faktual, proses berkarya dalam seni rupa.
konseptual, prosedural dan 3.2 Mengevaluasi karya seni rupa
metakognitif berdasarkan rasa berdasarkan jenis, simbol, fungsi,
ingin tahunya tentang ilmu teknik dan nilai estetisnya
pengetahuan, teknologi, seni, 3.3 Menganalisis hasil pameran karya seni
budaya, dan humaniora dengan rupa
wawasan kemanusiaan,kebangsaan 3.4 Menganalisis jenis, simbol, fungsi,
, kenegaraan, dan peradaban terkait tokoh
penyebab fenomena dan kejadian, dan nilai estetis,dalam kritik karya seni
serta menerapkan pengetahuan rupa sesuai dengan konteks budaya
prosedural pada bidang kajian
yang spesifik sesuai dengan bakat
dan minatnya untuk memecahkan
masalah

4. Mengolah, menalar dan menyaji 4.1 Membuat karya seni rupa dua
dalam ranah konkret dan ranah dimensihasil modifikasi.
abstrak terkait dengan 4.2 Membuat karya seni rupa tiga dimensi
pengembangan dari yang
hasil modifikasi.
dipelajarinya di sekolah secara
mandiri, bertindak secara efektif 4.3 Memamerkan karya seni rupa hasil
dan kreatif , serta mampu modifikasi
menggunakan metoda sesuai 4.4 Membuat tulisan kritik karya seni
kaidah keilmuan rupa mengenai
jenis, fungsi, simbol, nilai estetis dan
tokoh
berdasarkan hasil analisa

SENI MUSIK
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
1. Menghayati dan mengamalkan 1.1 Menunjukkan sikap penghayatan dan
ajaran agama yang dianutnya pengamalan serta bangga terhadap karya
seni musik sebagai bentuk rasa syukur

109
terhadap anugerah Tuhan
2. Menghayati dan mengamalkan 2.1 Menunjukkan sikapkerjasama,bertanggung
perilaku jujur, disiplin, jawab, toleran, dan disiplin melalui aktivitas
tanggungjawab, peduli, (gotong berkesenian
royong, kerjasama, toleran, 2.2Menunjukkan sikap santun, jujur,
damai), santun, cinta damai dalam mengapresiai seni
responsif dan proaktif, dan danpembuatnya
menunjukkan sikap sebagai 2.3 Menunjukkan sikap responsif dan pro-
bagian aktif, peduli terhadap lingkungan dan
dari solusi atas berbagai sesama, serta menghargai karya seni
permasalahan dalam berinteraksi dan pembuatnya
secara efektif dengan lingkungan
sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai
cerminan
bangsa dalam pergaulan dunia

3. Memahami, menerapkan 3.1 Menganalisis konsep, teknik dan


dan menganalisis pengetahuan prosedur dalam proses berkarya
faktual, 3.2 Mengevaluasi karya musik berdasarkan
konseptual, prosedural dan bentuk, teknik, jenis karya, dan
metakognitif berdasarkan rasa estetisnya
ingin 3.3 Menganalisis hasil penampilan pergelaran
tahunya tentang ilmu musik berdasarkan konsep, teknik dan
pengetahuan, prosedur yang digunakan
teknologi, seni, budaya dan 3.4 Menganalisis hasil pergelaran musik
humaniora dengan berdasarkan konsep, teknik. prosedur,
wawasan kemanusiaan, dan tokoh pada kritik musik sesuai
kebangsaan, konteks budaya

110
kenegaraan, dan peradaban
terkait
penyebab fenomena dan
kejadian,
serta menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian
yang
spesifik sesuai dengan bakat
danminatnya untuk
memecahkanmasalah.

4. Mengolah, menalar dan 4.1 Mengubah musik secara sederhana


menyaji dalam ranah konkret dengan partiturnya
dan ranah 4.2 Menulis karya musik sederhana
abstrak terkait dengan 4.3 Menampilkan musik idividual.
pengembangan dari yang Kelompok atau paduan suara
dipelajarinya di sekolah 4.4 Membuat tulisan tentang karya-
secara mandiri, bertindak secara karyamusik dan pencipta
efektif dan kreatif, serta
mampu menggunakan
metoda sesuai kaidah keilmuan

111
SENI TARI
KOMPETENSI DASAR
1. Menghayati dan mengamalkan 1.1 Menunjukkan sikap penghayatan dan
ajaran agama yang dianutnya pengamalan serta bangga terhadap
karya
seni tari sebagai bentuk rasa syukur
terhadap anugerah Tuhan
Menunjukkan sikap

2. Menghayati dan mengamalkan 2.1 kerjasama,


perilaku jujur, disiplin, tanggung bertanggung jawab, toleran,
jawab, peduli, (gotong royong melalui aktivitas
kerjasama, toleran, damai), santun, berkesenian
responsif dan proaktif, dan dan disiplin
menunjukkan sikap sebagai bagian 2.2 Menunjukkan sikap santun, jujur, cinta
dari solusi atas berbagai damai dalam mengapresiai seni dan
permasalahan dalam berinteraksi pembuatannya
secara efektif dengan lingkungan 2.3 Menunjukkan sikap responsif dan pro-
sosial dan alam serta dalam aktif, peduli terhadap lingkungan dan
menempatkan diri sebagai cerminan sesama, serta menghargai karya seni
bangsa dalam pergaulan dunia dan
pembuatnya

3. Memahami, menerapkan dan 3.1 Menganalisis konsep, teknik dan


menganalisis pengetahuan faktual, prosedur dalam proses berkarya tari
konseptual, prosedural dan 3.2 Mengevaluasi karya tari berdasarkan
metakognitif berdasarkan rasa ingin fungsi, teknik, simbol, jenis dan nilai
tahunya tentang ilmu pengetahuan, estetisnya

112
teknologi, seni, budaya, dan 3.3 Menganalisis hasil pergelaran tari
humaniora dengan wawasan berdasarkan konsep, teknik dan
kemanusiaan, kebangsaan, prosedur
kenegaraan, dan peradaban terkait Menganalisis simbol, jenis, nilai
spesifik sesuai dengan bakat dan 3.4 estetis,
mi-natnya untuk memecahkan fungsi dan tokohnya dalam kritik tari
masalah

4. Mengolah, menalar dan menyaji 4.1 Berkarya seni tari melalui modifikasi
dalam ranah konkret dan ranah sesuai dengan hitungan
abstrak terkait dengan 4.2 Berkarya seni tari melaui modifikasi
pengembangan dari yang sesui dengan
dipelajarinya di sekolah secara iringan
mandiri, bertindaksecara efektif dan 4.3 Mempergelarkan karya seni tari hasil
dan kreatif , serta mampu modifikasi sendiri/kelompok sesuai
menggunakan metoda sesuai kaidah dengan tata
keilmuan. pentas
4.4 Membuat tulisan kritik tari mengenai
simbol, jenis, nilai estetis, fungsi dan
tokohnya berdasarkan hasil analisis

113
SENI TEATER
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
1. Menghayati dan mengamalkan 1.1 Menunjukkan sikap penghayatan dan
ajaran agama yang dianutnya pengamalan serta bangga terhadap
karya
seni teater sebagai bentuk rasa syukur
terhadap anugerah Tuhan
2. Menghayati dan 2.1 Menunjukkan sikap kerjasama,
mengamalkan perilaku bertanggung jawab, toleran, dan disiplin
jujur, disiplin, tanggung melalui aktivitas berkesenian
jawab, peduli, (gotong 2.2 Menunjukkan sikap santun, jujur, cinta
royong, kerjasama, damai dalam mengapresiai seni dan
toleran, damai), santun, pembuatnya
responsif dan proaktif, 2.3 Menunjukkan sikap responsif dan pro-
dan menunjukkan sikap aktif, peduli terhadap lingkungan dan
sebagai bagian dari solusi sesama, serta menghargai karya seni dan
atas berbagai permasalahan dalam pembuatnya
berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam serta
dalam menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam
pergaulan dunia.
3. Memahami, menerapkan 3.1 Menganalisis konsep, teknik dan
dan menganalisis pengetahuan prosedur
faktual, konseptual, procedural dan berkarya teater
metakognitif berdasarkan rasa ingin 3.2 Mengevaluasiteater berdasarkan fungsi,
tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknik, simbol, jenis karya, dan nilai
teknologi, seni, budaya, dan estetisnya
humaniora dengan wawasan 3.3 Menganalisis hasil pergelaran teater

114
kemanusiaan, kebangsaan, berdasarkan konsep, teknik dan
kenegaraan, dan peradaban terkait prosedur.
penyebab fenomena dan kejadian, Menganalisis simbol, jenis, nilai estetis,
3.4
serta menerapkan pengetahuan kritik,
prosedural pada bidang kajian yang fungsi dan tokohnya dalam
spesifik sesuai dengan bakat dan teater
minatnya untuk memecahkan
masalah

4. Mengolah, menalar dan menyaji 4.1 Memodifikasi naskahdrama


dalam ranah konkret dan ranah 4.2 Memodifikasi naskah drama dan
abstrak terkait dengan penampilan teater
pengembangan dari yang 4.3 Mempergelarkan teater hasil
dipelajarinya di sekolah memodifikasi sesuai tata pentas
secara mandiri, bertindak secara 4.4 Membuat tulisan kritik teater mengenai
efektif dan kreatif , serta mampu simbol, jenis, nilai estetis, fungsi dan
menggunakan metoda sesuai tokohnya berdasarkan hasil analisis
kaidah keilmuan

KELAS XII
SENI RUPA
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
1. Menghayati dan mengamalkan 1.1 Menunjukkan sikap penghayatan dan
ajaran agama yang dianutnya pengamalan serta bangga terhadap karya
seni rupa sebagai bentuk rasa syukur
terhadap anugerah Tuhan

2. Menghayati dan mengamalkan 2.1 Menunjukkan sikap


perilaku jujur, disiplin, tanggung kerjasama,

115
jawab, peduli, (gotong royong, bertanggung jawab, toleran, dan disiplin
kerjasama, toleran, damai), santun, melalui aktivitas berkesenian
responsif dan proaktif, dan 2.2 Menunjukkan sikap santun, jujur, cinta
menunjukkan sikap sebagai bagian damai dalam mengapresiai seni dan
dari solusi atas berbagai pembuatnya
permasalahan dalam berinteraksi 2.3 Menunjukkan sikap responsif dan pro-
secara efektif dengan lingkungan aktif, peduli terhadap lingkungan dan
sosial dan alam serta dalam sesama, serta menghargai karya seni dan
menempatkan diri sebagai cerminan pembuatnya
bangsa dalam pergaulan dunia

3. Memahami, menerapkan dan 3.1 Mengevaluasi bahan, media dan teknik


menganalisis dan mengevaluasi yang digunakan dalam berkarya seni
pengetahuan faktual, konseptual, rupa.
prosedural dan metakognitif 3.2 Mengkreasi karya seni rupa
berdasarkan rasa ingin tahunya berdasarkan
tentang ilmu pengetahuan, jenis, simbol dan fungsi dalam beragam
teknologi, seni, budaya, dan media dan teknik.
humaniora dengan wawasan 3.3 Mengevaluasi hasil pameran karya seni
kemanusiaan, kebangsaan, rupa.
kenegaraan, dan peradaban terkait
penyebab fenomena dan kejadian, 3.4 Mengevaluasi karya berdasarkan

serta menerapkan pengetahuan simbol,

prosedural pada bidang kajian yang jenis, fungsi dan nilai estetis serta

spesifik sesuai dengan bakat dan tokohnya dalam kritik karya seni rupa

minatnya untuk memecahkan sesuai dengan konteks

masalah budaya

4. Mengolah, menalar, menyaji dan 4.1 Berkreasi karya seni rupa dua dimensi

116
mencipta dalam ranah konkret dan 4.2 Berkreasi karya seni rupa tiga dimensi
ranah abstrak terkait dengan 4.3 Memamerkan karya seni rupa hasil
pengembangan dari yang kreasi sendiri
dipelajarinya di sekolah secara
mandiri, bertindak secara efektif 4.4 Membuat tulisan kritik karya seni rupa

dan kreatif , dan mampu Mengenai jenis, fungsi, simbol, nilai

menggunakan metoda sesuai kaidah estetis

keilmuan dan tokoh berdasarkan hasil


evaluasi.

SENI MUSIK
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
1. Menghayati dan mengamalkan 1.1 Menunjukkan sikap penghayatan dan
ajaran agama yang dianutnya pengamalan serta bangga terhadap karya
seni musik sebagai bentuk rasa syukur
terhadap anugerah Tuhan
2.1 Menunjukkan sikap
2. Menghayati dan mengamalkan kerjasama,
perilaku jujur, disiplin, tanggung bertanggung jawab, toleran, dan disiplin
jawab, peduli, (gotong royong, melalui aktivitas berkesenian
kerjasama, toleran, damai), santun, 2.2 Menunjukkan sikap santun, jujur, cinta
responsif dan proaktif, dan damai dalam mengapresiai seni dan
menunjukkan sikap sebagai bagian pembuatnya
dari solusi atas berbagai 2.3 Menunjukkan sikap responsif dan pro-
permasalahan dalam berinteraksi aktif, peduli terhadap lingkungan dan
secara efektifdengan lingkungan sesama, serta menghargai karya seni dan
sosial dan alam serta dalam pembuatnya
menempatkan diri sebagai cerminan
bangsa dalam pergaulan dunia.
117
3. Memahami, menerapkan dan 3.1 Memahami musik kreasi berdasarkan
menganalisis dan mengevaluasi jenis dan fungsi
pengetahuan faktual, konseptual, 3.2 Menganalisis musik kreasi berdasarkan
prosedural dan metakognitif
berdasarkan rasa ingin tahunya 3.3 Menganalisis penulisan partitur musik
tentang ilmu pengetahuan, sesuai makna, simbol, dan nilai estetis
teknologi, seni, budaya, dan 3.4 Menganalisis pergelaran musik
humaniora dengan wawasan berdasarkan hasil kreasi sendiri
kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait
penyebab fenomena dan kejadian,
serta menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian
yang spesifik sesuai dengan bakat
minatnya untuk memecahkan
masalah
4. Mengolah, menalar, menyaji 4.1 Menampilkan musik kreasi berdasarkan
dan mencipta dalam ranah pilihan sendiri
konkret dan ranah abstrak 4.2 Menampilkan musik kreasi dengan
terkait dengan dengan membaca partitur lagu
pengembangan dari yang 4.3 Menampilkan musik kreasi dengan partitur
dipelajarinya di sekolah lagu karya sendiri
secara mandiri, bertindak 4.4 Membuat tulisan tentang musik
secara efektif dan kreatif , berdasarkan jenisnya
dan mampu menggunakan
metoda sesuai kaidah
keilmuan

118
SENI TARI
1. Menghayati dan mengamalkan 1.1 Menunjukkan sikap penghayatan
ajaran agama yang dianutnya danpengamalan serta bangga
terhadap karya seni tari sebagai bentuk
rasa syukur terhadap anugerah Tuhan

2. Menghayati dan mengamalkan 2.1 Menunjukkan sikap


perilaku jujur, disiplin, tanggung kerjasama,bertanggung jawab, toleran,
jawab, peduli, (gotong dan disiplin melalui aktivitas
royong, kerjasama, toleran, berkesenian
damai), santun, responsif 2.2 Menunjukkan sikap santun, jujur, cinta
dan proaktif, dan damai dalam mengapresiai seni dan
menunjukkan sikap pembuatnya
sebagai bagian dari solusi 2.3 Menunjukkan sikap responsif dan pro-
atas berbagai aktif, peduli terhadap lingkungan dan
permasalahan dalam sesama, serta menghargai karya seni
berinteraksi secara efektif dan pembuatnya
dengan lingkungan sosial
dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam
pergaulan dunia
3. Memahami, menerapkan dan 3.1 Mengevaluasi konsep, teknik dan
menganalisis dan mengevaluasi prosedur yang digunakan dalam
pengetahuan faktual, konseptual, berkarya tari
prosedural dan metakognitif 3.2 Mengkreasi karya tari
berdasarkan rasa ingin tahunya berdasarkansimbol, jenis, dan fungsi
tentang ilmu pengetahuan, dengan beragam
teknologi, seni, budaya, dan teknik.
humaniora dengan wawasan 3.3 Mengevaluasi hasil pergelaran tari
119
kemanusiaan, kebangsaan, berdasarkan konsep, teknik dan prosedur
kenegaraan, dan peradaban terkait
penyebab fenomena dan kejadian,serta 3.4 Mengevaluasi karya tari
menerapkan pengetahuan berdasarkansimbol, jenis, fungsi dan
prosedural pada bidang kajian nilai estetis serta tokohnya dalam
yang spesifik sesuai dengan bakat kritik tari
danminatnya untuk memecahkan
masalah.
4. Mengolah, menalar, menyaji 4.1 Berkreasikarya tari sesuai dengan
dan mencipta dalam ranah konkret hitungan
dan ranah abstrak terkait dengan 4.2 Berkreasi karya tari sesuai dengan
pengembangan dari yang iringan
dipelajarinya di sekolah secara 4.3 Mempergelarkan karya seni tari hasil
mandiri, bertindak secara efektif kreasi sendiri/kelompok sesuai dengan
dan kreatif , dan mampu mengguna- tata pentas
kan metoda sesuai kaidah keilmuan 4.4 Membuat tulisan kritik tari mengenai
symbol jenis, nilai estetis, fungsi dan
tokohnya berdasarkan hasil evaluasi.

SENI TEATER
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
1. Menghayati dan mengamalkan 1.1 Menunjukkan sikap penghayatan dan
ajaran agama yang dianutnya pengamalan serta bangga terhadap karya
seni teater sebagai bentuk rasa syukur
terhadap anugerah Tuhan
2. Menghayati dan mengamalkan 2.1 Menunjukkan sikap kerjasama,

120
perilaku jujur, disiplin, tanggung bertanggung jawab, toleran, dan disiplin
jawab, peduli, (gotong royong, melalui aktivitas berkesenian
kerjasama, toleran, damai), santun 2.2 Menunjukkan sikap santun, jujur, cinta
, responsif dan proaktif, dan damai dalam mengapresiai seni dan
menunjukkan sikap sebagai bagian pembuatnya
dari solusi atas berbagai 2.3 Menunjukkan sikap responsif dan
permasalahan dalam berinteraksi pro-aktif,
secara efektif dengan lingkungan peduli,terhadap lingkungan dan
sosial dan alam serta dalam sesama, serta
menempatkan diri sebagai cerminan menghargai karya seni dan pembuatnya.
bangsa dalam pergaulan dunia.

3.1 Mengevaluasi konsep, teknik dan


3. Memahami, menerapkan dan
prosedur berkarya teater
menganalisis dan mengevaluasi
pengetahuan faktual, konseptual, 3.2 Mengkreasi teaterberdasarkan simbol,

prosedural dan metakognitif jenis, dan fungsi dengan beragam teknik.

berdasarkan rasa ingin tahunya 3.3 Mengevaluasi hasil pergelaran teater

tentang ilmu pengetahuan, teknologi, berdasarkan konsep, teknik dan

seni, budaya, dan humaniora dengan prosedur.

wawasan kemanusiaan, kebangsaan, 3.4 Mengevaluasi naskah drama dan


kenegaraan, dan peradaban terkait pergelaran teater berdasarkan simbol,
penyebab fenomena dan kejadian, jenis, fungsi dan nilai estetis serta
serta menerapkan pengetahuan tokohnya dalam kritik teater.
prosedural pada bidang kajian yang
spesifik sesuai dengan bakat dan
minatnya untuk memecahkan masalah

121
4. Mengolah, menalar, 4.1 Mengkreasi naskahdrama
menyaji dan mencipta 4.2 Mengkreasi naskah drama dan
dalam ranah konkret dan penampilan teater
ranah abstrak terkait 4.3 Mempergelarkan teater hasil kreasi sesuai
dengan pengembangan dari tata pentas
yang dipelajarinya di 4.4 Membuat tulisan kritik teater mengenai
sekolah secara mandiri, simbol, jenis, nilai estetis, fungsi dan
bertindak secara efektif dan tokohnya berdasarkan hasil evaluasi
kreatif , dan mampu
menggunakan metoda
sesuai kaidah keilmuan

8. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani,


Olahraga, dan Kesehatan

KELAS: X

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR


1. Menghayati dan 1.1 Menghargai tubuh dengan seluruh
mengamalkan ajaran agama perangkat gerak dan kemampuannya
yang dianutnya sebagai anugrah Tuhan yang tidak
ternilai.
1.2 Tumbuhnya kesadaran bahwa tubuh
harus dipelihara dan dibina, sebagai
wujud syukur kepada sang Pencipta.

122
2. Menghayati dan mengamalkan
perilaku jujur, disiplin, tanggung
jawab, peduli (gotong royong,
kerjasama, toleran, damai), santun
responsif dan pro-aktif dan
menunjukkan sikap sebagai bagian
dari solusi atas berbagai
permasalahan dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingkungan
sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai
cerminan
bangsa dalam pergaulan dunia.

3. Memahami ,menerapkan, 3.1 Menganalisis variasi dan kombinasi


menganalisis pengetahuan keterampilan gerak salah satu permainan
faktual, konseptual, bola besar untuk menghasilkan
prosedural berdasarkan koordinasi gerak yang baik.
rasa ingintahunya tentang 3.2 Menganalisis variasi dan kombinasi
ilmu pengetahuan, keterampilan permainan bola kecil
teknologi, seni, budaya, dan untuk menghasilkan koordinasi gerak
humaniora dengan yang baik.
wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, 3.3 Menganalisis variasi dan kombinasi
dan peradaban terkait keterampilan salah satu nomor atletik
penyebab fenomena dan (jalan cepat, lari, lompat dan lempar)
kejadian, serta menerapkan untuk menghasilkan koordinasi gerak
pengetahuan prosedural yang baik.
pada bidang kajian yang

123
spesifik sesuai dengan 3.4 Menganalisis variasi dan kombinasi
bakat dan minatnya untuk keterampilan olahraga beladiri untuk
memecahkan masalah menghasilkan koordinasi gerak yang
baik.
3.5 Menganalisis konsep latihan,pengukuran
dan hasilpengembangan komponen
kebugaran jasmani.
3.6 Menganalisis dua jenis rangkaian
keterampilan senam. lantai untuk
menghasilkan koordinasi gerak yang
baik.
3.7 Menganalisis variasi dan kombinasi
keterampilan rangkaian aktivitas gerak
ritmik untuk menghasilkan koordinasi
gerak yang baik.
3.8 Menganalisis keterampilan tiga gaya
renang yang berbeda, dan
mengidentifikasi teknik dan peralatan
yang digunakan untuk tindakan
penyelamatan di air. *
3.9 Menganalis berbagai jenis makanan dan
minuman yang bermanfaat terhadap
kesehatan, pertumbuhan dan
perkembangan tubuh.
3.10 Menganalisis peran aktivitas fisik dalam
pencegahan penyakit dan pengurangan
biaya perawatan kesehatan.
3.11 Mengidentifikasi jenis-jenis dan
menganalisis bahaya penggunaan

124
NARKOBA dan psikotropika terhadap
diri
sendiri, keluarga dan masyarakat luas.

4. Mengolah, menalar, dan 4.1 Mempraktikkan variasi dan kombinasi


menyaji dalam ranah keterampilan dalam memainkan salah
konkret dan ranah abstrak satu permainan bola besar dengan
terkait dengan koordinasi gerak yang baik.
pengembangan dari yang 4.2 Mempraktikkan variasi dan kombinasi
dipelajarinya di sekolah keterampilan dalam memainkan salah
secara mandiri, dan mampu satu permainan bola kecil dengan
menggunakan metoda koordinasi gerak yang baik.
sesuai kaidah keilmuan 4.3 Mempraktikkan variasi dan kombinasi
keterampilan salah satu nomor atletik
(jalan cepat, lari, lompat dan lempar)
dengan koordinasi gerak yang baik.
4.4 Mempraktikkan variasi dan kombinasi
keterampilan olahraga beladiri dengan
koordinasi gerak yang baik.
4.5 Mempraktikkan latihan, pengukuran, dan
analisis hasil latihan pengembangan
komponen kebugaran jasmani.
4.6 Mempraktikkan dua jenis rangkaikan
keterampilan senam lantai dengan
koordinasi gerak yang baik.
4.7 Mempraktikkan variasi dan kombinasi
rangkaian aktivitas gerak ritmik dengan
koordinasi gerak yang baik.

125
4.8 Mempraktikkan keterampilan tiga gaya
renang yang berbeda dengan koordinasi
yang baik, dan teknik penyelamatan
kecelakaan di air dengan menggunakan
peralatan yang ada (tali, pelampung,
galah, skoci dan lain sebagainya).*
4.9 Menyajikan hasil analisis berbagai jenis
makanan dan minuman yang bermanfaat
terhadap kesehatan, pertumbuhan dan
perkembangan tubuh.
4.10 Menyajikan hasil analisis peran aktivitas
fisik dalam pencegahan penyakit dan
pengurangan biaya perawatan kesehatan.
4.11 Menyajikan hasil identifikasi dan analisis
bahaya penggunaan NARKOBA dan
psikotropika terhadap dirinya, keluarga
dan masyarakat luas.

KELAS: XI

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR

1. Menghayati dan mengamalkan 1.1 Menghargai tubuh dengan seluruh


ajaran agama yang dianutnya perangkat gerak dan kemampuannya
sebagai anugrah Tuhan yang tidak
ternilai.
1.2 Tumbuhnya kesadaran bahwa tubuh
harus dipelihara dan dibina, sebagai
wujud syukur kepada sang Pencipta.

2. Menghayati dan mengamalkan 2.1 Berperilaku sportif dalam bermain.

126
perilaku jujur, disiplin, tanggung 2.2 Bertanggung jawab terhadap keselamatan
jawab, peduli(gotong royong, dan kemajuan diri sendiri, orang lain,
kerjasama, toleran, damai), santun, dan
responsif dan pro-aktif dan lingkungan sekitar, serta dalam
menunjukkan sikap sebagai bgian
penggunaan sarana dan prasarana
dari solusi atas berbagai
pembelajaran.
permasalahan dalam berinteraksi
2.3 Menghargai perbedaan karakteristik
secara efektif dengan lingkungan
sosial dan alam serta dalam individual dalam melakukan berbagai
menempatkan diri sebagai aktivitas fisik.
cerminan 2.4 Menunjukkan kemauan bekerjasama
bangsa dalam pergaulan dunia.
dalam melakukan berbagai aktivitas
fisik.

2.5 Toleransi dan mau berbagi dengan teman


dalam penggunaan peralatan dan
kesempatan.
2.6 Disiplin selama melakukan berbagai
aktivitas fisik.
2.7 Menerima kekalahan dan kemenangan
dari suatu permainan.

2.8 Memiliki perilaku hidup sehat untuk


tidak merokok, mengkonsumsi alkohol
dan narkoba/psikotropika, serta
menghindari perilaku seks bebas, dan
HIV/AIDS.

3. Memahami, menerapkan, 3.1 Menganalisis dan mengkategorikan

127
dan menganalisis keterampilan gerak salah satu
pengetahuan faktual, permainan bola besar serta menyusun
konseptual, prosedural, dan rencana perbaikan.
metakognitif berdasarkan
rasa ingin tahunya tentang 3.2 Menganalisis dan mengkategorikan

ilmu pengetahuan, keterampilan gerak salah satu

teknologi, seni, budaya, dan permainan bola kecil serta menyusun


humaniora dengan rencana perbaikan.
wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, 3.3 Menganalisis dan mengkategorikan

dan peradaban terkait keterampilan gerak salah satu nomor

penyebab fenomena dan atletik (jalan cepat, lari, lompat, dan

kejadian, serta menerapkan lempar) serta menyusun rencana

pengetahuan prosedural perbaikan.


pada bidang kajian yang 3.4 Menganalisis strategi dalam pertarungan
spesifik sesuai dengan bayangan (shadow fighting) olahraga
bakat dan minatnya untuk beladiri.
memecahkan masalah
3.5 Menganalisis konsep pengukuran
komponen kebugaran jasmani terkait
kesehatan dan keterampilan
menggunakan instrumen terstandar.
3.6 Menganalisis dan mengkategorikan
keterampilan gerak senam ketangkasan
menggunakan meja lompat serta
menyusun rencana perbaikan.
3.7 Menganalisis dan mengkategorikan
keterampilan rangkaian gerak (koreo)
aktivitas gerak ritmik.
3.8 Menganalisis dan mengkategorikan
128
keterampilan dasar empat gaya renang,
dan keterampilan dasar penyelamatan,
serta tindakan pertolongan
kegawatdaruratan di air.*
3.9 Memahami upaya pencegahan dan
penanggulangan bahaya NARKOBA dan
psikotropika terhadap diri sendiri,
keluarga, lingkungan, bangsa dan
negara.
3.10 Memahami dampak seks bebas terhadap
diri sendiri, keluarga dan masyarakat
luas.
3.11 Memahami bahaya, penularan, dan cara
mencegah HIV dan AIDS.
3.12 Menganalisis perencanaan program
kesehatan pribadi.

4. Mengolah, menalar, dan 4.1 Mempraktikkan perbaikan keterampilan


menyaji dalam ranah salah satu permainan bola besarsesuai
konkret dan ranah abstrak hasil analisis dan kategorisasi.
terkait dengan
4.2 Mempraktikkan perbaikan keterampilan
pengembangan dari yang
salah satu permainan bola kecilsesuai
pengembangan dari yang
salah satu permainan bola kecilsesuai
dipelajarinya di sekolah
hasil analisis dan kategorisasi.
dipelajarinya di sekolah
hasil analisis dan kategorisasi.
secara mandiri, bertindak
secara mandiri, bertindak
4.3 Mempraktikkan perbaikan keterampilan
secara efektif dan kreatif,
salah satu nomor atletik (jalan cepat, lari,
secara efektif dan kreatif,
salah satu nomor atletik (jalan cepat, lari,
129
serta mampu menggunakan lompat, dan lempar) sesuai hasil analisis
serta mampu menggunakan lompat, dan lempar) sesuai hasil analisis
metoda sesuai kaidah dan kategorisasi. dan kategorisasi
metoda sesuai kaidah
keilmuan 4.4 Mempraktikkan strategi dalam
keilmuan pertarungan bayangan (shadow fighting)
olahraga beladiri dengan lancar dan
koordinasi gerak yang baik.
4.5 Mempraktikkan pengukuran derajat
komponen kebugaran jasmani terkait
kesehatan dan keterampilan
menggunakan instrumen terstandar.
4.6 Mempraktikkan perbaikan keterampilan
dua jenis gerak dasar senam ketangkasan
menggunakan meja lompat sesuai hasil
analisis dan kategorisasi.
4.7 Mempraktikkan perbaikan keterampilan
rangkaian gerak (koreo) aktivitas gerak
ritmik sesuai hasil analisis dan
kategorisasi.
4.8 Mempraktikkan keterampilan dasar
empat gaya renang dengan koordinasi
yang baik, dan keterampilan dasar
penyelamatan, serta tindakan
pertolongan kegawatdaruratan di air.*
4.9 Menyajikan informasi berkaitan dengan
upaya pencegahan dan penanggulangan
bahaya NARKOBA dan
psikotropika.terhadap diri sendiri,

130
keluarga, lingkungan, bangsa dan
negara.
4.10 Menyajikan informasi tentang dampak
seks bebas terhadap diri sendiri, keluarga
dan masyarakat luas.
4.11 Menyajikan informasi berkaitan dengan
bahaya, penularan, dan cara mencegah
HIV dan AIDS.
4.12 Merancangprogram perencanaan
kesehatan pribadi untuk 1 semester

KELAS: XII
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR

1. Menghayati dan mengamalkan 1.1 Menghargai tubuh dengan seluruh


ajaran agama yang dianutnya. perangkat gerak dan kemampuannya
sebagai anugrah Tuhan yang tidak
ternilai
1.2 Tumbuhnya kesadaran bahwa tubuh
harus dipelihara dan dibina, sebagai
wujud syukur kepada sang Pencipta

2. Menghayati dan 2.1 Berperilaku sportif dalam bermain.


mengamalkan perilaku 2.2 Bertanggung jawab terhadap
jujur, disiplin,
tanggungjawab, peduli keselamatan dan kemajuan diri sendiri,

(gotong royong, kerjasama, orang lain, dan lingkungan sekitar, serta

toleran, damai), santun, dalam penggunaan sarana dan prasarana


responsif dan pro-aktif dan pembelajaran.
menunjukkan sikap sebagai
2.3 Menghargai perbedaan karakteristik

131
bagian dari solusi atas individual dalam melakukan berbagai
berbagai permasalahan aktivitas fisik.
dalam berinteraksi secara 2.4 Menunjukkan kemauan bekerjasama
efektif dengan lingkungan
dalam melakukan berbagai aktivitas
sosial dan alam serta dalam
fisik.
menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam 2.5 Toleransi dan mau berbagi dengan
pergaulan dunia teman
dalam penggunaan peralatan dan
kesempatan.
2.6 Disiplin selama melakukan berbagai
aktivitas fisik.
2.7 Menerima kekalahan dan kemenangan
dari suatu permainan.
2.8 Memiliki perilaku hidup sehat.

3. Memahami, menerapkan, 3.1 Menganalisis, merancang, dan


menganalisis dan mengevaluasi taktik dan strategi
mengevaluasi pengetahuan permainan (pola menyerang dan
faktual, konseptual, bertahan) salah satu permainan bola
prosedural, dan besar.
metakognitif berdasarkan 3.2 Menganalisis, merancang, dan
rasa ingin tahunya tentang
ilmu pengetahuan, mengevaluasi taktik dan strategi
teknologi, seni, budaya, dan permainan (pola menyerang dan
humaniora dengan bertahan) salah satu permainan bola
wawasan kemanusiaan, kecil.
kebangsaan, kenegaraan, 3.3 Menganalisis, merancang, dan
dan peradaban terkait
mengevaluasi taktik dan strategi dalam

132
penyebab fenomena dan simulasi perlombaan salah satu nomor
kejadian, serta menerapkan atletik (jalan cepat, lari, lompat dan
pengetahuan prosedural lempar)yang disusun sesuai peraturan.
pada bidang kajian yang 3.4 Menganalisis, merancang, dan
spesifik sesuai dengan
mengevaluasi strategi dan taktik
bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah menyerang dan bertahan dalam olahraga
beladiri yang disusun sesuai peraturan
permainan.

3.5 Menganalisis konsep penyusunan


program peningkatan serta
mengevaluasiderajat kebugaran jasmani
terkaitkesehatan dan keterampilan
secara
pribadi berdasarkan instrument yang
dipakai.
3.6 Menganalisis, merancang, dan
mengevaluasi beberapa rangkaian
senam
lantai
3.7 Menganalisis, dan merancang koreografi
aktivitas gerak ritmik, serta
mengevaluasi
kualitas gerakan (execution).
3.8 Menganalisis keterampilan 4 gaya
renang
untuk memperbaiki keterampilan gerak,
dan keterampilanrenang
penyelamatan/pertolongan

133
kegawatdaruratan di air, serta tindakan
lanjutan di darat.
3.9 Memahami berbagai peraturan
perundangan serta konsekuensi hukum
bagi para pengguna dan pengedar
NARKOBA dan psikotropika.
3.10 Memahami beberapa faktor yang dapat
mencegah perilaku terkait yang
menjurus
kepada STDS (Sexually Transmitted
Disease), AIDS dan kehamilan.
3.11 Memahami dampak dan
penanggulangan
Penyakit Menular Seksual (PMS)
terhadap
diri sendiri, keluarga dan masyarakat.

4. Mengolah, menalar, 4.1 Memperagakan dan mengevaluasi taktik


menyaji, dan mencipta dan strategi permainan (menyerang dan
dalam ranah konkret dan bertahan) salah satu permainan bola
ranah abstrak terkait besar dengan peraturan terstandar.
dengan pengembangan dari
yang dipelajarinya di 4.2 Memperagakan dan mengevaluasi taktik

sekolah secara mandiri dan strategi permainan (menyerang dan

serta bertindak secara bertahan) salah satu permainan bola


efektif dan kreatif, dan kecil
mampu menggunakan dengan peraturan terstandar.
metoda sesuai kaidah
keilmuan 4.3 Memperagakan dan mengevaluasi taktik
dan strategi dalam perlombaan salah

134
satu
nomor atletik (jalan cepat, lari, lompat,
dan lempar) dengan peraturan
terstandar.
4.4 Memperagakan dan mengevaluasi taktik
dan strategi menyerang dan bertahan
pada simulasi pertarungan olahraga bela
diri.
4.5 Memperagakan beberapa rangkaian
senam lantai.
4.6 Memperagakan dan mengevaluasi
rangkaian aktivitas gerak ritmik
(masing-
masing tiga hingga lima gerak).
4.7 Menyusun program peningkatan serta
Mengevaluasi derajat kebugaran
jasmani
terkaitkesehatan dan keterampilan
secara
pribadi berdasarkan instrument yang
dipakai.
4.8 Mempraktikkan keterampilan 4
gaya
renang,dan keterampilanrenang
penyelamatan/pertolongan
kegawatdaruratan di air, serta tindakan
lanjutan di darat (contoh:
tindakanresusitasi jantung dan paru
(RJP)).

135
4.9 Menyajikan berbagai peraturan
perundangan serta konsekuensi hukum
bagi para pengguna dan pengedar
NARKOBA dan psikotropika.
4.10 Menyajikan berbagai upaya untuk
mencegah
perilaku terkait yang menjurus kepada
STDS
(Sexually Transmitted Disease), AIDS
dan kehamilan.
4.11 Menyajikan dampak dan penanggulangan
Penyakit
Menular Seksual (PMS) terhadap diri
sendiri,
keluarga, dan masyarakat.

9. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Prakarya dan


Kewirausahaan

KELAS: X
KERAJINAN
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
1. Menghayati dan mengamalkan 1.1 Menghayati keberhasilan dan kegagalan
ajaran agama yang dianutnya wirausahawan dan keberagaman produk
kerajinan di wilayah setempat dan
lainnya sebagai anugerah Tuhan

2. Menghayati dan 2.1 Menunjukkan motivasi internal dan


mengamalkan perilaku peduli lingkungan dalam menggali

136
jujur, disiplin, informasi tentang keberagaman produk
tanggungjawab, peduli kerajinan dan kewirausahaan di wilayah
(gotong royong, kerjasama, setempat dan lainnya
toleran, damai), santun, 2.2 Menghayati perilaku jujur, percaya diri,
responsif dan pro-aktif dan dan mandiri dalam memperkenalkan
menunjukkan sikap sebagai karya kerajinan di wilayah setempat dan
bagian dari solusi atas lainnya dan menerapkan wirausaha
berbagai permasalahan 2.3 Menghayati sikap bekerjasama, gotong
dalam berinteraksi secara royong, bertoleransi, disiplin,
efektif dengan lingkungan bertanggung jawab, kreatif dan inovatif
sosial dan alam serta dalam dalam memahami kewirausahaan dan
menempatkan diri sebagai membuat karya kerajinan di wilayah
cerminan bangsa dalam setempat dan lainnya dengan
pergaulan dunia. memperhatikan estetika produk akhir
untuk membangun semangat usaha

3. Memahami ,menerapkan, 3.1 Mengidentifikasi desain produk dan


menganalisis pengetahuan pengemasan karya kerajinan tekstil
faktual, konseptual, berdasarkan konsep berkarya dengan
prosedural berdasarkan pendekatan budaya setempat dan lainnya
rasa ingintahunya tentang 3.2 Mengidentifikasi sumber daya yang
ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya, dan dibutuhkan dalam mendukung proses

humaniora dengan produksi kerajinan tekstil


wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, 3.3 Memahami proses produksi kerajinan
dan peradaban terkait tekstil di wilayah setempat melalui
penyebab fenomena dan pengamatan dari berbagai sumber
kejadian, serta menerapkan
3.4 Memahami konsep kewirausahaan dalam

137
pengetahuan prosedural menjalankan sebuah wirausaha kerajinan
pada bidang kajian yang tekstil
spesifik sesuai dengan
3.5 Mengidentifikasi desain produk dan
bakat dan minatnya untuk
pengemasan karya kerajinan limbah
memecahkan masalah
tekstil berdasarkan konsep berkarya
dengan pendekatan budaya setempat dan
lainnya
3.6 Memahami sumber daya yang
dibutuhkan dalam mendukung proses
produksi kerajinan limbah tekstil
3.7 Menganalisis proses produksi kerajinan
limbah tekstil di wilayah setempat
melalui
pengamatan dari berbagai sumber
3.8 Menganalisis sikap dan perilaku
wirausaha kerajinan limbah tekstil yang
dapat mendukung keberhasilan dalam
menjalankan sebuah usaha

4. Mengolah, menalar, dan 4.1 Mendesain produk dan pengemasan


menyaji dalam ranah karya kerajinan tekstil berdasarkan
konkret dan ranah abstrak konsep berkarya dengan pendekatan
terkait dengan budaya setempat dan lainnya
pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah 4.2 Mendesain prosesproduksi karya

secara mandiri, dan mampu kerajinan tekstil berdasarkan identifikasi

menggunakan metoda kebutuhan sumberdaya dan


sesuai kaidah keilmuan prosedurberkarya dengan pendekatan
budaya setempat dan lainnya

138
4.3 Membuat karya kerajinan tekstil yang
berkembang di wilayah setempat dan
lainnya sesuai teknik dan prosedur
4.4 Menyajikan konsep kewirausahaan
berdasarkan pengalaman keberhasilan
tokoh-tokoh wirausaha kerajinan tekstil
4.5 Mendesain produk dan pengemasan
karya kerajinan limbah tekstil
berdasarkan konsep berkarya dengan
pendekatan budaya setempat dan lainnya
4.6 Mendesain prosesproduksi karya
kerajinan limbah tekstil berdasarkan
identifikasi kebutuhan sumberdaya dan
prosedur berkarya dengan pendekatan
budaya setempat dan lainnya
4.7 Membuat karya kerajinan limbah tekstil
yang berkembang di wilayah setempat
dan lainnya sesuai teknik dan prosedur.
4.8 Menyajikan hasil analisa sikap dan
perilaku wirausaha kerajinan limbah
tekstil

BUDIDAYA

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR


1. Menghayati dan mengamalkan 1.1 Menghayati keberhasilan dan kegagalan
ajaran agama yang dianutnya wirausahawan dan keberagaman produk
budidaya di wilayah setempat dan lainnya
sebagai anugerah Tuhan

139
2. Menghayati dan 2.1 Menunjukkan motivasi internal dan
mengamalkan perilaku peduli lingkungan dalam menggali
jujur, disiplin, informasi tentang keberagaman produk
tanggungjawab, peduli budidaya dan kewirausahaan di wilayah
(gotong royong, kerjasama, setempat dan lainnya
toleran, damai), santun, 2.2 Menghayati perilaku jujur, percaya diri,
responsif dan pro-aktif dan dan mandiri dalam memperkenalkan
menunjukkan sikap sebagai produk budidaya di wilayah setempat dan
bagian dari solusi atas
lainnya dan menerapkan wirausaha
berbagai permasalahan
2.3 Menghayati sikap bekerjasama, gotong
dalam berinteraksi secara
royong, bertoleransi, disiplin,
efektif dengan lingkungan
bertanggung jawab, kreatif dan inovatif
sosial dan alam serta dalam
dalam memahami kewirausahaan dan
menempatkan diri sebagai
melaksanakan budidaya di wilayah
cerminan bangsa dalam
pergaulan dunia. setempat dan lainnya dengan
memperhatikan estetika produk akhir
untuk membangun semangat usaha

3. Memahami ,menerapkan, 3.1 Mengidentifikasi desain produk dan


menganalisis pengetahuan pengemasan hasil budidaya tanaman
faktual, konseptual, hias berdasarkan konsep berkarya
prosedural berdasarkan dengan pendekatan budaya setempat dan
rasa ingintahunya tentang lainnya
ilmu pengetahuan,
3.2 Mengidentifikasi sumber daya yang
teknologi, seni, budaya, dan
dibutuhkan dalam mendukung proses
humaniora dengan
produksi budidaya tanaman hias
wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan,
3.3 Memahami proses produksi budidaya
dan peradaban terkait
tanaman hias di wilayah setempat melalui
140
penyebab fenomena dan pengamatan dari berbagai sumber
kejadian,
3.4 Memahami konsep kewirausahaan dalam
serta menerapkan pengetahuan
menjalankan sebuah wirausaha budidaya
prosedural pada bidang kajian
yang
spesifik sesuai dengan bakat dan
tanaman hias
minatnya untuk memecahkan
Masalah. 3.5 Mengidentifikasi desain produk dan
pengemasan hasil budidaya tanaman
pangan berdasarkan konsep berkarya
dengan pendekatan budaya setempat dan
lainnya
3.6 Mengidentifikasi sumber daya yang
dibutuhkan dalam mendukung proses
produksi budidaya tanaman pangan
3.7 Memahami proses produksi budidaya
tanaman pangan di wilayah setempat
melalui pengamatan dari berbagai sumber
3.8 Menganalisis sikap dan perilaku
wirausaha budidaya tanaman pangan
yang dapat mendukung keberhasilan
dalam menjalankan sebuah usaha

4. Mengolah, menalar, dan 4.1 Mendesain produk dan pengemasan hasil


menyaji dalam ranah budidaya tanaman hias berdasarkan
konkret dan ranah abstrak konsep berkarya dengan pendekatan
terkait dengan budaya setempat dan lainnya
pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah 4.2 Mendesain prosesproduksiusaha
budidaya tanaman hias berdasarkan

141
secara mandiri, dan mampu identifikasi kebutuhan sumberdaya dan
menggunakan metoda prosedurberkarya dengan pendekatan
sesuai kaidah keilmuan budaya setempat dan lainnya
4.3 Mempraktikan budidaya tanaman hias
yang berkembang di wilayah setempat
dan lainnya sesuai teknik dan prosedur
4.4 Menyajikan konsep kewirausahaan
berdasarkan pengalaman keberhasilan
tokoh-tokoh wirausaha budidaya
tanaman hias
4.5 Mendesain produk dan pengemasan hasil
budidaya tanaman pangan berdasarkan
konsep berkarya dengan pendekatan
budaya setempat dan lainnya

4.6 Mendesain prosesproduksibudidaya


tanaman pangan berdasarkan identifikasi
kebutuhan sumberdaya dan prosedur
berkarya dengan pendekatan budaya
setempat dan lainnya
4.7 Mempraktikan budidaya tanaman pangan
sesuai teknik dan prosedur.
4.8 Menyajikan hasil analisa sikap dan
perilaku wirausaha budidaya tanaman
pangan

142
PENGOLAHAN

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR


1. Menghayati dan mengamalkan 1.1 Menghayati keberhasilan dan kegagalan
ajaran agama yang dianutnya wirausahawan dan keberagaman produk
pengolahan di wilayah setempat dan
lainnya sebagai anugerah Tuhan
2. Menghayati dan 2.1 Menunjukkan motivasi internal dan
mengamalkan perilaku peduli lingkungan dalam menggali
jujur, disiplin, informasi tentang keberagaman produk
tanggungjawab, peduli pengolahan dan kewirausahaan di
(gotong royong, kerjasama, wilayah setempat dan lainnya
toleran, damai), santun, 2.2 Menghayati perilaku jujur, percaya diri,
responsif dan pro-aktif dan dan mandiri dalam memperkenalkan
menunjukkan sikap sebagai produk pengolahan di wilayah setempat
bagian dari solusi atas dan lainnya dan menerapkan wirausaha
berbagai permasalahan 2.3 Menghayati sikap bekerjasama, gotong
dalam berinteraksi secara
royong, bertoleransi, disiplin,
efektif dengan lingkungan
bertanggung jawab, kreatif dan inovatif
sosial dan alam serta dalam
dalam memahami kewirausahaan dan
menempatkan diri sebagai
membuat produk pengolahan di wilayah
cerminan bangsa dalam
setempat dan lainnya dengan
pergaulan dunia.
memperhatikan estetika produk akhir
untuk membangun semangat usaha

3. Memahami ,menerapkan, 3.1 Mengidentifikasi desain produk dan


menganalisis pengetahuan pengemasan karya pengawetan bahan
faktual, konseptual, nabati dan hewani berdasarkan konsep
prosedural berdasarkan berkarya dengan pendekatan budaya
rasa ingintahunya tentang setempat dan lainnya
143
ilmu pengetahuan, 3.2 Mengidentifikasi sumber daya yang
teknologi, seni, budaya, dan dibutuhkan dalam mendukung proses
humaniora dengan produksi pengawetan bahan nabati dan
wawasan kemanusiaan, hewani
kebangsaan, kenegaraan, 3.3 Memahami proses produksi pengawetan
dan peradaban terkait
penyebab fenomena dan bahan nabati dan hewani di wilayah
kejadian, serta menerapkan setempat melalui pengamatan dari
pengetahuan procedural pada berbagai sumber
bidang kajian yang spesifik 3.4 Memahami konsep kewirausahaan dalam
sesuai
menjalankan sebuah wirausaha
dengan bakat dan minatnya
untuk pengawetan bahan nabati dan hewani

memecahkan masalah. 3.5 Mengidentifikasi desain produk dan


pengemasan karya pengolahan bahan
pangan nabati dan hewani menjadi
produk pembersih berdasarkan konsep
berkarya dengan pendekatan budaya
setempat dan lainnya
3.6 Mengidentifikasi sumber daya yang
dibutuhkan dalam mendukung proses
produksi pengolahan bahan pangan
nabati dan hewani menjadi produk
pembersih
3.7 Memahami proses produksi pengolahan
bahan pangan nabati dan hewani menjadi
produk pembersih di wilayah setempat
melalui pengamatan dari berbagai sumber
3.8 Menganalisis sikap dan perilaku

144
wirausaha pengolahan bahan pangan
nabati dan hewani menjadi produk
pembersih yang dapat mendukung
keberhasilan dalam menjalankan sebuah
usaha.
4. Mengolah, menalar, dan 4.1 Mendesain produk dan pengemasan
menyaji dalam ranah pengawetan bahan nabati dan hewani
konkret dan ranah abstrak yang diawetkan berdasarkan konsep
terkait dengan berkarya dengan pendekatan budaya
pengembangan dari yang setempat dan lainnya
dipelajarinya di sekolah 4.2 Mendesain prosesproduksi pengawetan
secara mandiri, dan mampu
menggunakan metoda bahan nabati dan hewani berdasarkan
sesuai kaidah keilmuan identifikasi kebutuhan sumberdaya dan
prosedurberkarya dengan pendekatan
budaya setempat dan lainnya
4.3 Membuat karya pengolahan pengawetan
bahan nabati dan hewani yang
berkembang di wilayah setempat dan
lainnya sesuai teknik dan prosedur
4.4 Menyajikan konsep kewirausahaan
berdasarkan pengalaman keberhasilan
tokoh-tokoh wirausaha pengawetan
bahan nabati dan hewani.
4.5 Mendesain produk dan pengemasan
karya pengolahan bahan pangan nabati
dan hewani menjadi produk pembersih
berdasarkan konsep berkarya dengan
pendekatan budaya setempat dan lainnya

145
4.6 Mendesain prosesproduksi karya
pengolahan bahan pangan nabati dan
hewani menjadi produk pembersih
berdasarkan identifikasi kebutuhan
sumberdaya dan prosedur berkarya
dengan pendekatan budaya setempat dan
lainnya
4.7 Membuat karya pengolahan bahan
pangan nabati
dan hewani menjadi produk pembersih
yang
berkembang di wilayah setempat dan
lainnya sesuai teknik dan prosedur.

4.8 Menyajikan hasil analisa sikap dan


perilaku
wirausaha karya pengolahan bahan
pangan nabati dan hewani menjadi
produk pembersih.

KELAS: XI
KERAJINAN

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR


1. Menghayati dan mengamalkan 1.1 Menghayati keberhasilan dan kegagalan
ajaran agama yang dianutnya wirausahawan dan keberagaman produk
kerajinan di wilayah setempat dan
lainnya sebagai anugerah Tuhan

146
2. Menghayati dan 2.1 Menunjukkan motivasi internal dan
mengamalkan perilaku peduli lingkungan dalam menggali
jujur, disiplin, informasi tentang keberagaman produk
tanggungjawab, peduli kerajinan dan kewirausahaan di wilayah
(gotong royong, kerjasama, setempat dan lainnya
toleran, damai), santun, 2.2 Menghayati perilaku jujur, percaya diri,
responsif dan pro-aktif dan dan mandiri dalam memperkenalkan
menunjukkan sikap sebagai karya kerajinan di wilayah setempat dan
bagian dari solusi atas lainnya dan menerapkan wirausaha
berbagai permasalahan 2.3 Menghayati sikap bekerjasama, gotong
dalam berinteraksi secara
royong, bertoleransi, disiplin,
efektif dengan lingkungan
bertanggung jawab, kreatif dan inovatif
sosial dan alam serta dalam
dalam memahami kewirausahaan dan
menempatkan diri sebagai
membuat karya kerajinan di wilayah
cerminan bangsa dalam
setempat dan lainnya dengan
pergaulan dunia
memperhatikan estetika produk akhir
untuk membangun semangat usaha
3. Memahami, menerapkan, 3.1 Memahami desain produk dan
dan menganalisis pengemasan karya kerajinan dari bahan
pengetahuan faktual, lunak berdasarkan konsep berkarya
konseptual, prosedural, dan dengan pendekatan budaya setempat dan
metakognitif berdasarkan lainnya
rasa ingin tahunya tentang
ilmu pengetahuan, 3.2 Memahami sumber daya yang

teknologi, seni, budaya, dan dibutuhkan dalam mendukung proses


humaniora dengan produksi kerajinan dari bahan lunak
wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, 3.3 Memahami proses produksi kerajinan
dari bahan lunak di wilayah setempat

147
dan peradaban terkait melalui pengamatan dari berbagai
penyebab fenomena dan sumber
kejadian, serta menerapkan 3.4 Menganalisis peluang usaha kerajinan
pengetahuan prosedural dari bahan lunak berdasarkan
pada bidang kajian yang pengamatan pasar di lingkungan wilayah
spesifik sesuai dengan setempat
bakat dan minatnya untuk
3.5 Memahami desain produk dan
memecahkan masalah
pengemasan karya kerajinan dari bahan
keras berdasarkan konsep berkarya dan
peluang usaha dengan pendekatan
budaya setempat dan lainnya
3.6 Memahami sumber daya yang
dibutuhkan dalam mendukung proses
produksi usaha kerajinan dari bahan
keras
3.7 Menganalisis proses produksi usaha
kerajinan dari bahan keras di wilayah
setempat melalui pengamatan dari
berbagai sumber
3.8 Menganalisis aspek-aspek perencanaan
usaha kerajinan dari bahan
kerasberdasarkan pengamatan peluang
usaha

4. Mengolah, menalar, dan 4.1 Mendesain produk dan pengemasan


menyaji dalam ranah karya kerajinan dari bahan lunak
konkret dan ranah abstrak berdasarkan konsep berkarya dengan
terkait dengan pendekatan budaya setempat dan lainnya

148
pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah 4.2 Mendesain prosesproduksi karya

secara mandiri, bertindak kerajinan dari bahan lunak berdasarkan

secara efektif dan kreatif, identifikasi kebutuhan sumberdaya dan

serta mampu menggunakan prosedurberkarya dengan pendekatan

metoda sesuai kaidah budaya setempat dan lainnya


keilmuan
4.3 Membuat karya kerajinan dari bahan
lunak yang berkembang di wilayah
setempat dan lainnya sesuai teknik dan
prosedur
4.4 Menciptakan peluang usaha sesuai
dengan produk kerajinan dari bahan
lunak yang dihasilkan berdasarkan
pengamatan pasar
4.5 Mendesain produk dan pengemasan
karya dari bahan keras berdasarkan
konsep berkarya dan peluang usaha
dengan pendekatan budaya setempat dan
lainnya
4.6 Mendesain proses produksi usaha
kerajinan dari bahan keras berdasarkan
identifikasi kebutuhan sumberdaya dan
prosedur berkarya dengan pendekatan
budaya setempat dan lainnya
4.7 Menciptakan usaha karya kerajinan dari
bahan keras yang berkembang di wilayah
setempat dan lainnya sesuai teknik dan
prosedur

149
4.8 Menyusun aspek perencanaan usaha
kerajinan dari bahan keras

BUDIDAYA
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
1. Menghayati dan mengamalkan 1.1 Menghayati keberhasilan dan kegagalan
ajaran agama yang dianutnya wirausahawan dan keberagaman produk
budidaya di wilayah setempat dan lainnya
sebagai anugerah Tuhan

2. Menghayati dan 2.1 Menunjukkan motivasi internal dan


mengamalkan perilaku peduli lingkungan dalam menggali
jujur, disiplin, tanggungjawab, informasi tentang keberagaman produk
peduli(gotong royong, kerjasama, budidaya dan kewirausahaan di wilayah
toleran, damai), santun, responsif setempat dan lainnya
dan pro-aktif dan menunjukkan
sikap sebagai bagian dari solusi 2.2 Menghayati perilaku jujur, percaya diri,

atas berbagai permasalahan dan mandiri dalam memperkenalkan


dalam produk budidaya di wilayah setempat dan
berinteraksi secara efektif dengan lainnya dan menerapkan wirausaha
lingkungan sosial dan alam serta
dalam menempatkan diri sebagai 2.3 Menghayati sikap bekerjasama, gotong

cerminan bangsa dalam royong, bertoleransi, disiplin,

pergaulan dunia. bertanggung jawab, kreatif dan inovatif


dalam memahami kewirausahaan dan
melaksanakan kegiatan budidaya di
wilayah setempat dan lainnya dengan
memperhatikan estetika produk akhir
untuk membangun semangat usaha

150
3. Memahami, menerapkan, 3.1 Memahami desain produk dan
dan menganalisis pengemasan hasil budidaya pembenihan
pengetahuan faktual, ikan konsumsi berdasarkan konsep
konseptual, prosedural, dan berkarya dengan pendekatan budaya
metakognitif berdasarkan setempat dan lainnya
rasa ingin tahunya tentang
ilmu pengetahuan, 3.2 Memahami sumber daya yang

teknologi, seni, budaya, dan dibutuhkan dalam mendukung proses


humaniora dengan produksi budidaya pembenihan ikan
wawasan kemanusiaan, konsumsi
kebangsaan, kenegaraan,
dan peradaban terkait 3.3 Menganalisis proses produksi budidaya

penyebab fenomena dan pembenihan ikan konsumsi di wilayah

kejadian, serta menerapkan setempat melalui pengamatan dari


pengetahuan prosedural berbagai sumber
pada bidang kajian yang
3.4 Menganalisis peluang usahabudidaya
spesifik sesuai dengan
pembenihan ikan konsumsi berdasarkan
bakat dan minatnya untuk
pengamatan pasar di lingkungan wilayah
memecahkan masalah
setempat

3.5 Memahami desain produk dan


pengemasan hasil budidaya pembenihan
ikan hias berdasarkan konsep berkarya
dan peluang usaha dengan pendekatan
budaya setempat dan lainnya
3.6 Memahami sumber daya yang
dibutuhkan dalam mendukung proses
produksi usaha budidaya pembenihan
ikan hias

151
3.7 Menganalisis proses produksi usaha
budidaya pembenihan ikan hias di
wilayah setempat melalui pengamatan
dari berbagai sumber
3.8 Menganalisis aspek-aspek perencanaan
usaha budidaya pembenihan ikan hias
berdasarkan pengamatan peluang usaha

4. Mengolah, menalar, dan 4.1 Mendesain produk dan pengemasan hasil


menyaji dalam ranah budidaya pembenihan ikan konsumsi
konkret dan ranah abstrak berdasarkan konsep berkarya dengan
terkait dengan pendekatan budaya setempat dan lainnya
pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah 4.2 Mendesain prosesproduksibudidaya

secara mandiri, bertindak pembenihan ikan konsumsiberdasarkan

secara efektif dan kreatif, identifikasi kebutuhan sumberdaya dan


serta mampu menggunakan prosedurberkarya dengan pendekatan
metoda sesuai kaidah keilmuan. budaya setempat dan lainnya

4.3 Mempraktikkan budidaya pembenihan


ikan konsumsi yang berkembang di
wilayah setempat dan lainnya sesuai
teknik dan prosedur
4.4 Menciptakan peluang usaha sesuai
dengan produkbudidaya pembenihan
ikan konsumsi yang dihasilkan
berdasarkan pengamatan pasar
4.5 Mendesain produk dan pengemasan hasil
budidaya pembenihan ikan hias

152
berdasarkan konsep berkarya dan
peluang usaha dengan pendekatan
budaya setempat dan lainnya
4.6 Mendesain proses produksiusaha
budidaya pembenihan ikan hias
berdasarkan identifikasi kebutuhan
sumberdaya dan prosedur berkarya
dengan pendekatan budaya setempat dan
lainnya
4.7 Mempraktikanbudidaya pembenihan ikan
hias yang berkembang di wilayah
setempat dan lainnya sesuai teknik dan
prosedur
4.8 Menyusun aspek perencanaan usaha
budidaya pembenihan ikan hias

PENGOLAHAN

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR

1. Menghayati dan mengamalkan 1.1 Menghayati keberhasilan dan kegagalan


ajaran agama yang dianutnya wirausahawan dan keberagaman produk
pengolahan di wilayah setempat dan
lainnya sebagai anugerah Tuhan

2. Menghayati dan 2.1 Menunjukkan motivasi internal dan


mengamalkan perilaku peduli lingkungan dalam menggali
jujur, disiplin, informasi tentang keberagaman produk
tanggungjawab, peduli pengolahan dan kewirausahaan di
(gotong royong, kerjasama, wilayah setempat dan lainnya

153
toleran, damai), santun,
2.2 Menghayati perilaku jujur, percaya diri,
responsif dan pro-aktif dan
dan mandiri dalam memperkenalkan
menunjukkan sikap sebagai
produk pengolahan di wilayah setempat
bagian dari solusi atas dan lainnya dan menerapkan wirausaha
berbagai permasalahan 2.3 Menghayati sikap bekerjasama, gotong
dalam berinteraksi secara
royong, bertoleransi, disiplin,
efektif dengan lingkungan
bertanggung jawab, kreatif dan inovatif
sosial dan alam serta dalam
dalam memahami kewirausahaan dan
menempatkan diri sebagai
membuat produk pengolahan di wilayah
cerminan bangsa dalam
setempat dan lainnya dengan
pergaulan dunia
memperhatikan estetika produk akhir
untuk membangun semangat usaha

3. Memahami, menerapkan, 3.1 Memahami desain produk dan


dan menganalisis pengemasan pengolahan dari bahan
pengetahuan faktual, nabati dan hewani menjadi makanan
konseptual, prosedural, dan khas daerah berdasarkan konsep
metakognitif berdasarkan berkarya dengan pendekatan budaya
rasa ingin tahunya tentang setempat dan lainnya
ilmu pengetahuan, 3.2 Memahami sumber daya yang
teknologi, seni, budaya, dan dibutuhkan dalam mendukung proses
humaniora dengan produksi usaha pengolahan dari bahan
wawasan kemanusiaan, nabati dan hewani menjadi makanan
kebangsaan, kenegaraan, khas daerah
3.3
dan peradaban terkait Menganalisis proses produksi
penyebab fenomena dan pengolahan dari bahan nabati dan hewani
kejadian, serta menerapkan menjadi makanan khas daerah di
pengetahuan prosedural wilayah setempat melalui pengamatan
pada bidang kajian yang dari berbagai sumber

154
spesifik sesuai dengan 3.4 Menganalisis peluang usahapengolahan
bakat dan minatnya untuk dari bahan nabati dan hewani menjadi
memecahkan masalah makanan khas daerah berdasarkan
pengamatan pasar di lingkungan wilayah
setempat
3.5 Memahami desain produk dan
pengemasan pengolahan dari bahan
nabati dan hewani menjadi produk
kosmetik berdasarkan konsep berkarya
dan peluang usaha dengan pendekatan
budaya setempat dan lainnya
3.6 Memahami sumber daya yang
dibutuhkan dalam mendukung proses
produksi usaha pengolahan dari bahan
nabati dan hewani menjadi produk
kosmetik
3.7 Memahami proses produksi usaha
pengolahan dari bahan nabati dan hewani
menjadi produk kosmetik di wilayah
setempat melalui pengamatan dari
berbagai sumber
3.8 Menganalisis aspek-aspek perencanaan
usaha pengolahan dari bahan nabati dan
hewani menjadi produk kosmetik
berdasarkan pengamatan peluang usaha
4. Mengolah, menalar, dan 4.1 Mendesain produk dan pengemasan
menyaji dalam ranah pengolahan dari bahan nabati dan hewani
konkret dan ranah abstrak menjadi produk kosmetik berdasarkan
terkait dengan konsep berkarya dengan pendekatan

155
pengembangan dari yang budaya setempat dan lainnya
dipelajarinya di sekolah 4.2 Mendesain prosesproduksipengolahan
secara mandiri, bertindak dari bahan nabati dan hewani menjadi
secara efektif dan kreatif, produk kosmetikberdasarkan identifikasi
serta mampu menggunakan kebutuhan sumberdaya dan
metoda sesuai kaidah keilmuan. prosedurberkarya dengan pendekatan
budaya setempat dan lainnya
4.3 Membuat karya pengolahan dari bahan
nabati dan hewani menjadi produk
kosmetik yang berkembang di wilayah
setempat dan lainnya sesuai teknik dan
prosedur
4.4 Menciptakan peluang usaha sesuai
dengan produkpengolahan dari bahan
nabati dan hewani menjadi produk
kosmetikyang dihasilkan berdasarkan
pengamatan pasar
4.5 Mendesain produk dan pengemasan
pengolahan dari bahan nabati dan hewani
menjadi produk kosmetik berdasarkan
konsep berkarya dan peluang usaha
dengan pendekatan budaya setempat dan
lainnya
4.6 Mendesain proses produksi usaha
pengolahan dari bahan nabati dan hewani
menjadi produk kosmetik berdasarkan
identifikasi kebutuhan sumberdaya dan
prosedur berkarya dengan pendekatan
budaya setempat dan lainnya

156
4.7 Membuat pengolahan dari bahan nabati
dan hewani menjadi produk kosmetik
yang berkembang di wilayah setempat
dan lainnya sesuai teknik dan prosedur
4.8 Menyusun aspek perencanaan usaha
pengolahan dari bahan nabati dan hewani
menjadi produk kosmetik

KELAS: XII
KERAJINAN
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
1. Menghayati dan mengamalkan 1.1 Menghayati keberhasilan dan kegagalan
ajaran agama yang dianutnya wirausahawan dan keberagaman produk
kerajinan di wilayah setempat dan
lainnya sebagai anugerah Tuhan
2. Menghayati dan 2.1 Menunjukkan motivasi internal dan
mengamalkan perilaku peduli lingkungan dalam menggali
jujur, disiplin, informasi tentang keberagaman produk
tanggungjawab, peduli kerajinan dan kewirausahaan di wilayah
(gotong royong, kerjasama, setempat dan lainnya
toleran, damai), santun, 2.2 Menghayati perilaku jujur, percaya diri,
responsif dan pro-aktif dan dan mandiri dalam memperkenalkan
menunjukkan sikap sebagai karya kerajinan di wilayah setempat dan
bagian dari solusi atas lainnya dan menerapkan wirausaha
berbagai permasalahan 2.3 Menghayati sikap bekerjasama, gotong
dalam berinteraksi secara royong, bertoleransi, disiplin,
efektif dengan lingkungan bertanggung jawab, kreatif dan inovatif
sosial dan alam serta dalam dalam memahami kewirausahaan dan
menempatkan diri sebagai membuat karya kerajinan di wilayah

157
cerminan bangsa dalam setempat dan lainnya dengan
pergaulan dunia memperhatikan estetika produk akhir
untuk membangun semangat usaha
3. Memahami, menerapkan, 3.1 Memahami desain produk dan
menganalisis dan pengemasan karya kerajinan fungsi hias
mengevaluasi pengetahuan dari berbagai bahan limbah berdasarkan
faktual, konseptual, konsep berkarya dan peluang usaha
prosedural, dan dengan pendekatan budaya setempat dan
metakognitif berdasarkan lainnya
rasa ingin tahunya tentang 3.2 Memahami sumber daya yang

ilmu pengetahuan, dibutuhkan dalam mendukung proses

teknologi, seni, budaya, dan produksi usaha kerajinan fungsi hias dari
berbagai bahan limbah

humaniora dengan

wawasan kemanusiaan,
3.3 Menganalisis proses produksi usaha
kebangsaan, kenegaraan,
kerajinan fungsi hias dari berbagai bahan
dan peradaban terkait
limbah di wilayah setempat melalui
penyebab fenomena dan
pengamatan dari berbagai sumber
kejadian, serta menerapkan
3.4 Memahami pembuatan proposal
pengetahuan prosedural
usahakerajinan fungsi hias dari berbagai
pada bidang kajian yang
bahan limbah
spesifik sesuai dengan
3.5 Memahami desain produk dan
bakat dan minatnya untuk pengemasan karya kerajinan fungsi
memecahkan masalah pakai dari berbagai bahan limbah
berdasarkan konsep berkarya dan
peluang usaha dengan pendekatan
budaya setempat dan lainnya

158
3.6 Memahami sumber daya yang
dibutuhkan dalam mendukung proses
produksi usaha kerajinan fungsi pakai
dari berbagai bahan limbah
3.7 Menganalisis proses produksi usaha
kerajinan fungsi pakai dari berbagai
bahan limbah di wilayah setempat
melalui pengamatan dari berbagai sumber.
3.8 Menganalisis hasil usaha kerajinan fungsi
pakai dari berbagai bahan limbah
berdasarkan kriteria keberhasilan usaha

4. Mengolah, menalar, menyaji, dan


4.1 Mendesain produk dan pengemasan
mencipta dalam ranah konkret dan
karya kerajinan fungsi hias dari berbagai
ranah abstrak terkait dengan
bahan limbah berdasarkan konsep
pengembangan dari yang
berkarya dan peluang usaha dengan
dipelajarinya di sekolah secara
pendekatan budaya setempat dan
mandiri serta bertindak secara lainnya
efektif dan kreatif, dan mampu 4.2 Mendesain prosesproduksi usaha
menggunakan metoda sesuai kerajinan fungsi hias dari berbagai bahan limbah
kaidah keilmuan. berdasarkan
identifikasi kebutuhan sumberdaya dan
prosedur berkarya dengan pendekatan budaya
setempat dan lainnya
4.3 Mencipta karya kerajinan fungsi hias dari
berbagai bahan limbah yang berkembang
di wilayahsetempat dan lainnya sesuai
teknik dan p rosedur
4.4 Membuat proposal dan mempraktekkan
usaha kerajinan fungsi hias dari
159
berbagai limbah
4.5 Mendesain produk dan pengemasan
karya kerajinan fungsi pakai dari
berbagai bahan limbah berdasarkan konsep
berkarya dan peluang usaha
dengan pendekatan budaya setempat
dan lainnya.
4.6 Mendesain prosesproduksi usaha
kerajinan fungsi pakai dari berbagai bahan limbah
berdasarkan identifikasi kebutuhan
sumberdaya dan prosedur berkarya dengan
pendekatan budaya setempat
dan lainnya
4.7 Mencipta karya kerajinan fungsi pakai
dari berbagai bahan limbah yang
berkembang di wilayah setempat dan dari
berbagai bahan limbah yang
Sesuai teknik dan prosedur.
4.8 Menyajikan hasil evaluasi usaha
kerajinan fungsi pakai dari berbagai bahan limbah
berdasarkan
kriteria keberhasilan usaha

BUDIDAYA

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR


1. Menghayati dan mengamalkan 1.1 Menghayati keberhasilan dan kegagalan
ajaran agama yang dianutnya wirausahawan dan keberagaman produk
budidaya di wilayah setempat dan lainnya

160
sebagai anugerah Tuhan

2. Menghayati dan 2.1 Menunjukkan motivasi internal dan


mengamalkan perilaku peduli lingkungan dalam menggali
jujur, disiplin, informasi tentang keberagaman produk
tanggungjawab, peduli budidaya dan kewirausahaan di wilayah
(gotong royong, kerjasama, setempat dan lainnya
toleran, damai), santun, 2.2 Menghayati perilaku jujur, percaya diri,
responsif dan pro-aktif dan
menunjukkan sikap sebagai dan mandiri dalam memperkenalkan
bagian dari solusi atas produk budidaya di wilayah setempat dan
berbagai permasalahan lainnya dan menerapkan wirausaha
dalam berinteraksi secara
efektif dengan lingkungan 2.3 Menghayati sikap bekerjasama, gotong

sosial dan alam serta dalam royong, bertoleransi, disiplin,

menempatkan diri sebagai bertanggung jawab, kreatif dan inovatif

cerminan bangsa dalam dalam memahami kewirausahaan dan

pergaulan dunia melaksanakan kegiatan budidaya di


wilayah setempat dan lainnya dengan
memperhatikan estetika produk akhir
untuk membangun semangat usaha

3. Memahami, menerapkan, 3.1 Memahami desain produk dan


menganalisis dan pengemasan hasilbudidaya ternak unggas
mengevaluasi pengetahuan petelur berdasarkan konsep berkarya dan
faktual, konseptual, peluang usaha dengan pendekatan
prosedural, dan budaya setempat dan lainnya
metakognitif berdasarkan 3.2 Memahami sumber daya yang
rasa ingin tahunya tentang
dibutuhkan dalam mendukung proses
ilmu pengetahuan,
produksi usaha budidaya ternak unggas
teknologi, seni, budaya, dan
petelur
161
humaniora dengan 3.3 Menganalisis proses produksi usaha
wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, budidaya ternak unggas petelur di
dan peradaban terkait wilayah setempat melalui pengamatan
penyebab fenomena dan dari berbagai sumber
kejadian, serta menerapkan 3.4 Memahami pembuatan proposal usaha
pengetahuan prosedural
budidaya ternak unggas petelur
pada bidang kajian yang
spesifik sesuai dengan 3.5 Memahami desain produk dan
bakat dan minatnya untuk pengemasan budidaya ternak unggas
memecahkan masalah pedaging berdasarkan konsep berkarya
dan peluang usaha dengan pendekatan
budaya setempat dan lainnya
3.6 Memahami sumber daya yang dibutuhkan
dalam
mendukung proses produksi usaha budidaya
ternak
ternak unggas pedaging
3.7 Menganalisis proses produksi usaha
budidaya ternak
unggas pedaging di wilayah setempat
melalui
pengamatan dari berbagai sumber
3.8 Menganalisis hasil usaha budidaya ternak unggas
pedaging berdasarkan kriteria keberhasilan
usaha
4. Mengolah, menalar, menyaji, dan 4.1 Mendesain produk dan pengemasan hasil
mencipta dalam ranah konkret dan budidaya ternak unggas petelur berdasarkan
ranah abstrak terkait dengan konsep

162
pengembangan dari yang berkarya dan peluang usaha dengan
dipelajarinya di sekolah secara pendekatan
mandiri serta bertindak secara budaya setempat dan lainnya
efektif dan kreatif, dan mampu 4.2 Mendesain prosesproduksiusahabudidaya
menggunakan metoda sesuai kaidah ternak
keilmuan. unggas petelur berdasarkan identifikasi
kebutuhan
sumberdaya dan prosedur berkarya dengan
pendekatan budaya setempat dan lainnya.
4.3 Mempraktikkan usahabudidaya ternak
unggas
petelur yang berkembang di wilayah
setempat dan
lainnya sesuai teknik dan prosedur.
4.4 Mengevaluasi proposal dan mempraktikkan
usaha
budidaya ternak unggas petelur.
4.5 Mendesain produk dan pengemasan hasil
budidaya
ternak unggas pedaging berdasarkan konsep
berkarya
dan peluang usaha dengan pendekatan
budaya
setempat dan lainnya.
4.6 Mendesain prosesproduksiusaha budidaya
ternak
unggas pedaging berdasarkan identifikasi
kebutuhan
sumberdaya dan prosedur berkarya dengan

163
pendekatan budaya setempat dan lainnya.
4.7 Mempraktikkan usaha budidaya ternak
unggas
pedaging yang berkembang di wilayah
setempat dan
lainnya sesuai teknik dan prosedur.
4.8 Menyajikan hasil evaluasi usaha
budidaya ternak
unggas pedaging berdasarkan kriteria
keberhasilan
usaha

PENGOLAHAN

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR


1. Menghayati dan mengamalkan 1.1 Menghayati keberhasilan dan kegagalan
ajaran agama yang dianutnya wirausahawan dan keberagaman produk
pengolahan di wilayah setempat dan
lainnya sebagai anugerah Tuhan
2. Menghayati dan 2.1 Menunjukkan motivasi internal dan
mengamalkan perilaku peduli lingkungan dalam menggali
jujur, disiplin, informasi tentang keberagaman produk
tanggungjawab, peduli pengolahan dan kewirausahaan di
(gotong royong, kerjasama, wilayah setempat dan lainnya
toleran, damai), santun, 2.2 Menghayati perilaku jujur, percaya diri,
responsif dan pro-aktif dan dan mandiri dalam memperkenalkan
menunjukkan sikap sebagai karya produk pengolahn di wilayah
bagian dari solusi atas setempat dan lainnya dan menerapkan
berbagai permasalahan wirausaha

164
dalam berinteraksi secara
efektif dengan lingkungan
sosial dan alam serta dalam 2.3 Menghayati sikap bekerjasama, gotong
menempatkan diri sebagai royong, bertoleransi, disiplin,
cerminan bangsa dalam bertanggung jawab, kreatif dan inovatif
pergaulan dunia dalam memahami kewirausahaan dan
membuat produk pengolahan di wilayah
setempat dan lainnya dengan
memperhatikan estetika produk akhir
untuk membangun semangat usaha
3. Memahami, menerapkan, 3.1 Memahami desain produk dan
menganalisis dan pengemasan pengolahan dari bahan
mengevaluasi pengetahuan nabati dan hewani menjadi makanan
faktual, konseptual, khas daerah yang dimodifikasi
prosedural, dan berdasarkan konsep berkarya dan
metakognitif berdasarkan peluang usaha dengan pendekatan
rasa ingin tahunya tentang budaya setempat dan lainnya
ilmu pengetahuan, 3.2 Memahami sumber daya yang
teknologi, seni, budaya, dan dibutuhkan dalam mendukung proses
humaniora dengan produksi usaha pengolahan dari bahan
wawasan kemanusiaan, nabati dan hewani menjadi makanan
kebangsaan, kenegaraan, khas daerah yang dimodifikasi
dan peradaban terkait 3.3 Menganalisis proses produksi usaha

165
penyebab fenomena dan pengolahan dari bahan nabati dan hewani
kejadian, serta menerapkan menjadi makanan khas daerah yang
pengetahuan prosedural dimodifikasi di wilayah setempat melalui
pada bidang kajian yang pengamatan dari berbagai sumber
spesifik sesuai dengan 3.4 Memahami pembuatan proposal usaha
bakat dan minatnya untuk pengolahan dari bahan nabati dan hewani
memecahkan masalah menjadi makanan khas daerah yang
dimodifikasi
3.5 Memahami desain produk dan
pengemasan pengolahan dari bahan
nabati dan hewani menjadi produk
kesehatan berdasarkan konsep berkarya
dan peluang usaha dengan pendekatan
budaya setempat dan lainnya
3.6 Memahami sumber daya yang
dibutuhkan dalam mendukung proses
produksi usaha pengolahan dari bahan
nabati dan hewani menjadi produk
kesehatan
3.7 Memahami proses produksi usaha
pengolahan dari bahan nabati dan hewani
menjadi produk kesehatan di wilayah
setempat melalui pengamatan dari
berbagai sumber
3.8 Menganalisis hasil usaha pengolahan dari

bahan nabati dan hewani menjadi produk


kesehatan berdasarkan kriteria
keberhasilan usaha
4. Mengolah, menalar, 4.1 Mendesain produk dan pengemasan

166
menyaji, dan mencipta pengolahan dari bahan nabati dan hewani
dalam ranah konkret dan menjadi makanan khas daerah yang
ranah abstrak terkait dimodifikasi berdasarkan konsep
dengan pengembangan dari berkarya dan peluang usaha dengan
yang dipelajarinya di pendekatan budaya setempat dan lainnya
sekolah secara mandiri 4.2 Mendesain prosesproduksi usaha
serta bertindak secara pengolahan dari bahan nabati dan hewani
efektif dan kreatif, dan menjadi makanan khas daerah yang
mampu menggunakan metode sesuai dimodifikasi berdasarkan identifikasi
kaidah keilmuan. kebutuhan sumberdaya dan prosedur
berkarya dengan pendekatan budaya
setempat dan lainnya
4.3 Mencipta pengolahan dari bahan nabati
dan hewani menjadi makanan khas
daerah yang dimodifikasi yang
berkembang di wilayah setempat dan
lainnya sesuai teknik dan prosedur
4.4 Mengevaluasi proposal dan
mempraktikkan usaha pengolahan dari
bahan nabati dan hewani menjadi
makanan khas daerah yang dimodifikasi
4.5 Mendesain produk dan pengemasan
pengolahan dari bahan nabati dan hewani
menjadi produk kesehatan berdasarkan
konsep berkarya dan peluang
usahadengan pendekatan budaya
setempat dan lainnya
4.6 Mendesain prosesproduksi usaha
pengolahan dari bahan nabati dan hewani

167
menjadi produk kesehatan berdasarkan
identifikasi kebutuhan sumberdaya dan
prosedur berkarya dengan pendekatan
budaya setempat dan lainnya
4.7 Mencipta karya pengolahan dari bahan nabati
dan hewani menjadi produk kesehatan yang
berkembang di wilayah setempat dan lainnya
sesuai teknik dan prosedur
4.8 Menyajikan hasil evaluasi usaha pengolahan
produk kesehatan berdasarkan kriteria keberhasilan
usaha

KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR PADA


KELOMPOK MATA PELAJARAN DASAR
BIDANG KEAHLIAN TEKNOLOGI DAN REKAYASA
10. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar pada Mata Pelajaran Fisika
KELAS: X

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR


1. Menghayati dan mengamalkan 1.1 Menambah keimanan dengan menya
ajaran agama yang dianutnya dari hubungan keteraturan dan
kompleksitas alam terhadap
kebesaran Tuhan yang

168
2. Menghayati dan mengamalkan 2.1 Menyadari kebesaran Tuhan yang
perilaku jujur, disiplin,tanggung menciptakan dan mengatur
jawab, peduli(gotong royong, karakteristik
kerjasama, fenomena gerak, fluida, dan kalor
toleran, damai), santun, responsive 2.2 Menunjukkan perilaku ilmiah
dan (memilikirasa ingin tahu; objektif;
pro-aktifdan menunjukan sikap jujur; teliti;
sebagai cermat; tekun; hati-hati; bertanggung
bagian dari solusi atasberbagai jawab; terbuka; kritis; kreatif; inovatif dan
permasalahan dalam berinteraksi peduli lingkungan) dalam aktivitas
secara sehari- hari sebagai wujud
efektif dengan lingkungan sosial dan implementasi sikap dalam melakukan
alam serta dalam menempatkan diri percobaan dan diskusi
sebagai cerminan bangsa dalam 2.3 Menghargai kerja individu dan
pergaulan dunia kelompok dalam aktivitas sehari-hari sebagai
wujud implementasi melaksanakan
percobaan dan melaporkan hasil
percobaan

3. Memahami, menerapkan dan


3.1 Memahami konsep besaran pokok, besaran
menganalisis pengetahuan faktual,
turunan, dan satuan.
konseptual, dan prosedural
3.2 Menerapkan prinsip penjumlahan
berdasarkan rasa ingin tahunya
vektor
tentang
3.3 Memahami konsep gerak benda titik
pengetahuan, teknologi, seni,
budaya, melalui besaran-besaran fisika yang
dan humaniora dalam wawasan terkait

169
kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, 3.4 Menerapkan konsep gerak lurus
dan peradaban terkait penyebab Dengan kecepatan tetap dan gerak lurus
fenomena dan kejadian dalam
dengan percepatan tetap
bidang
3.5 Memahami gerak melingkar dengan
kerja yang spesifik untuk
laju tetap dan gerak melingkar dengan
memecahkan
percepatan sudut tetap.
masalah.
3.6 Menerapkan hukum Newton dan
konsep gaya
3.7 Menerapkan konsep usaha, energi
dan daya

3.8 Memahami hukum kekekalan energi


3.9 Memahami konsep impuls dan hukum
kekekalan momentum
3.10 Menganalisis gerak translasi dan rotasi
3.11 Menerapkan konsep kesetimbangan
benda tegar
3.12 Menerapkan konsep elastisitas bahan
3.13 Menerapkan hukum-hukum yang
Berhubungan dengan fluida statik dan
3.14 Menerapkan konsep suhu dan kalor
3.15 Memahami pengaruh kalor terhadap
zat
3.16 Memahami sifatsifat gas ideal dan
persamaan keadaan gas
3.17 Menerapkan hukum-hukum
termodinamika

170
4. Mengolah, menalar, dan menyaji 4.1 Menyaji hasil pengukuran besaran
dalam ranah konkret dan ranah fisis menggunakan alat ukur dan
abstrak teknik yang tepat
terkait dengan pengembangan dari 4.2 Menyaji hasil pengamatan terhadap
yang gerak benda kedalam grafik
dipelajarinya di sekolah secara 4.3 Menganalisis gerak lurus berubah
mandiri, Beraturan menggunakan hokum
dan mampu melaksanakan tugas Newton
spesifik di bawah pengawasan 4.4 Menyaji hasil percobaan
langsung. Menggunakan konsep usaha,
Energidandaya

4.5 Menganalisis hubungan impuls dan


Mmomentum dalam perhitungan
4.6 Menyaji hasil analisis gerak benda
berdasarkan konsep translasi dan
rotasi

4.7 Memecahkan masalah


kesetimbangan benda tegar
4.8 Memecahkan masalah yang berkaitan
dengan tumbukan
4.9 Merencanakan dan melaksanakan
Percobaan untuk menentukan elastisitas bahan
4.10 Memecahkan persoalan dalam
teknologi

dan rekayasa yang berkaitan dengan


hukum-
hukum fluida static dan dinamik.

171
4.11 Mengolah hasil penyelidikan yang
Berkaitan dengan suhu dan kalor
4.12 Menyaji hasil penyelidikan mengenai
cara perpindahan kalor
4.13 Melakukan perhitungan berbagai proses
berdasarkan hokum termodinamika

KELAS: XI

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR


1. Menghayati dan mengamalkan 1.1 Menambah keimanan dengan
ajaran agama yang dianutnya menyadari
hubungan keteraturan dan
kompleksitas
alam terhadap kebesaran Tuhan yang
menciptakannya
1.2 Menyadari kebesaran Tuhan yang
menciptakan dan mengatur
karakteristik
fenomena kelistrikan, kemagnetan,
optika,
dan gelombang

172
2. Menghayati dan mengamalkan 2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah
perilaku jujur, disiplin, (memiliki
tanggungjawab, peduli (gotong rasa ingin tahu; objektif; jujur; teliti;
royong, kerjasama, toleran, damai), cermat; tekun; hati-hati; bertanggung
santun, responsif dan pro-aktif dan jawab; terbuka; kritis; kreatif; inovatif
menunjukan sikap sebagai bagian dan
dari solusi atas berbagai peduli lingkungan) dalam aktivitas
permasalahan dalam berinteraksi sehari-
secara efektif dengan lingkungan hari sebagai wujud implementasi
dalam menempatkan diri sebagai sikap
cerminan bangsa dalam pergaulan dalam melakukan percobaan dan
dunia. diskusi
2.2 Menghargai kerja individu dan
kelompok
dalam aktivitas sehari-hari sebagai
wujud
implementasi melaksanakan
percobaan dan melaporkan hasil
percobaan

173
3. Memahami, menerapkan, dan 3.1 Memahami konsep dan prinsip getaran
Menganalisispengetahuan faktual, dan gerak harmonik sederhana
konseptual, prosedural, dan 3.2 Menerapkan konsep dan prinsip energy
metakognitif berdasarkan rasa dalam gerak harmonik sederhana
ingin Tahunya tentang ilmu 3.3 Memahami konsep dan prinsipprinsip
pengetahuan, teknologi, seni, gejala gelombang
budaya, dan humaniora dalam 3.4 Menganalisis perbedaan jenis-jenis
wawasan kemanusiaan, Gelombang
kebangsaan, kenegaraan, dan 3.5 Memahami konsep listrik statis
peradaban terkait penyebab dandinamis
fenomena dan kejadian dalam 3.6 Menerapkan konsep listrik statis
bidang kerja yang spesifik untuk 3.7 Menerapkan hukum kelistrikan arus
memecahkan masalah. searah
3.8 Memahami gejala kemagnetan
3.9 Menerapkan hukum-hukum
kemagnetan
dengan melakukan perhitungan
sederhana
3.10 Menerapkan hukum kelistrikan arus
bolak-balik
3.11 Menganalisis hubungan antara
tegangan,
hambatan, dan kuat arus pada rangkaian
listrik arus searah
3.12 Menganalisis hubungan antara
tegangan,
impedansi, dan kuat arus pada listrik
bolak-balik
3.13 Memahami ciriciri cermin dan lensa
3.14 Menerapkan konsep alatalat optik
dalam
teknologi dan rekayasa
3.15 Memahami konsep radiasi benda hitam
3.16 Memahami teori relativitas khusus
174
Einstein dan penerapannya secara
kualitatif
3.17 Memahami gejala-gejala fisis yang
mendorong timbulnya konsep-konsep
kuantum secara kualitatif
4. Mengolah, menalar, dan menyaji 4.1 Menyajikan hasil penyelidikan
dalam ranah konkret dan ranah fenomena
abstrak terkait dengan gelombang (interferensi, resonansi,
pengembangan dari yang efek
dipelajarinya di sekolah secara doppler, dan/atau gelombang kejut)
mandiri, bertindak secara efektif 4.2 Mengolah informasi yang berkaitan
dan kreatif, dan mampu dengan listrik statis dan dinamis
melaksanakan tugas spesifik di 4.3 Memecahkan masalah teknologi dan
bawah pengawasan langsung. rekayasa yang berkaitan dengan daya
dan
energi listrikarussearah
4.4 Merencanakan dan melaksanakan
percobaan yang berkaitan dengan
konsep
kemagnetan dan elektromagnet
4.5 Menyajikan hasil analisis yang
berkaitan
dengan daya dan energi
listrikarusbolak-
balik
4.6 Mengolah informasi yang berkaitan
dengan hukum pemantulan dan
pembiasancahaya
4.7 Merencanakan pembuatan alatalat
optik
sederhana dengan menerapkan prinsip
pemantulan dan pembiasan pada
cermin
dan lensa

175
4.8 Menyajikan gagasan mengenai
konsep
fisika modern dan radioaktivitas
dalam
teknologi dan rekayasa

11. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Kimia

KELAS: X

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR

1. Menghayati dan 1.1 Menyadari adanya keteraturan struktur partikel


mengamalkan materi sebagai wujud kebesaran Tuhan YME dan
ajaran agama yang dianutnya pengetahuan tentang struktur partikel materi
sebagai
hasil pemikiran kreatif manusia yang
kebenarannya bersifat tentatif.
1.2 Menyadari keteraturan dalam semua interaksi
persenyawaan kimia sebagai wujud kekuasaan
Tuhan YME
1.3 Menyadari keberadaan energi yang tidak dapat
diciptakan dan dimusnahkan oleh manusia sebagai
wujud kekuasaan Tuhan YME

2.Menghayati dan 2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki


mengamalkan
perilaku jujur, disiplin, rasa ingin tahu, disiplin, jujur, objektif,

tanggung terbuka, mampu membedakan fakta dan

jawab, peduli(gotong opini, ulet, teliti, bertanggung jawab,

royong, kritis, kreatif, inovatif, demokratis,


komunikatif) dalam merancang dan
176
kerjasama, toleran, damai),
santun, melakukan percobaan serta berdiskusi

responsif dan pro-aktif dan yang diwujudkan dalam sikap sehari-hari.

menunjukan sikap sebagai 2.2 Menunjukkan perilaku kerjasama,

bagian santun, toleran, cinta damai dan peduli

dari solusi atas berbagai lingkungan serta hemat dalam

permasalahan dalam memanfaatkan sumber daya alam.

berinteraksi 2.3 Menunjukkan perilaku responsif dan pro-

secara efektif dengan aktif serta bijaksana sebagai wujud

lingkungan kemampuan memecahkan masalah dan

sosial dan alam serta dalam membuat keputusan

menempatkan diri sebagai


cerminan
bangsa dalam pergaulan
dunia.
3. Memahami, menerapkan 3.1 Memahami peran kimia dalam kehidupan
dan menganalisis 3.2 Menganalisis struktur atom berdasarkan
pengetahuan faktual, model atom Bohr dan teori atom modern
konseptual, dan prosedural 3.3 Menganalisis hubungan konfigurasi
berdasarkan rasa ingin
elektron untuk menentukan letak unsur
tahunya tentang ilmu
dalam tabel periodik
pengetahuan, teknologi,
3.4 Memahami proses pembentukan ikatan
seni, budaya, dan
ion, ikatan kovalen,dan ikatan logam
humaniora dalam wawasan
serta interaksi antar partikel (atom, ion,
kemanusiaan, kebangsaan,
molekul) materi dan hubungannya dengan sifat
kenegaraan, dan peradaban
fisik materi.
terkait penyebab fenomena
dan kejadian dalam bidang
kerja yang spesifik untuk
3.5 Menganalisis sifat larutan elektrolit dan
177
memecahkan masalah. larutan non-elektrolit berdasarkan daya
hantar listriknya.
3.6 menganalisis perkembangan konsep
reaksi oksidasi- reduksi serta
menentukan bilangan oksidasi atom
dalam molekul atau ion.
3.7 Menerapkan aturan IUPAC untuk
penamaan senyawa anorganik dan
organik sederhana.
3.8 Menerapkan konsep massa molekul
relatif, persamaan reaksi, hukum-hukum
dasar kimia, dan konsep mol untuk
menyelesaikan perhitungan kimia.
3.9 Memahami gejala atau proses yang terjadi
dalam contoh sel volta yang digunakan
dalam kehidupan.
3.10 Menganalisis faktor-faktor yang
mempengaruhi terjadinya korosi dan
mengajukan ide/gagasan untuk
mengatasinya.
3.11 Memahami gejala atau proses yang terjadi
dalam contoh sel elektrolisis yang
digunakan dalam kehidupan.
4. Mengolah, menalar, dan 4.1 Mengevaluasi berbagai peran kimia
menyaji dalam ranah dalam kehidupan.
konkret dan ranah abstrak 4.2 Menalar terjadinya kasus-kasus
terkait dengan pembentukan senyawa dengan
pengembangan dari yang menggunakan konsep atom
dipelajarinya di sekolah 4.3 Mengevaluasi hubungan konfigurasi

178
secara mandiri, dan elektron dengan letak unsur dalam table periodik
mampu melaksanakan 4.4 Mengklasifikasi ikatan kimia dan ikatan
tugas spesifik di bawah ion berdasarkan sifat fisis senyawa, dan
pengawasan langsung. proses pembentukannya
4.5 Membuktikan sifat-sifat larutan
elektrolit dan larutan non elektrolit
4.6 Membuktikan peristiwa I
oksidasi
4.7 Menalar aturan IUPAC untuk penamaan
senyawa anorganik dan organik
sederhana.
4.8 Mengolah data terkait konsep massa
molekul relatif, persamaan reaksi,
hukum-hukum dasar kimia, dan konsep
mol untuk menyelesaikan perhitungan
kimia.
4.9 Menggunakan sel volta untuk
memecahkan kasus-kasus kehidupan.
4.10 Membuktikan proses terjadinya korosi
untuk mengatasi masalah
4.11 Membuktikan proses terjadinya sel elektrolisis.

179
KELAS: XI

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR

1. Menghayati dan 1.1 Menyadari adanya keteraturan dari sifat


mengamalkan hidrokarbon, termokimia, laju reaksi,
ajaran agama yang dianutnya kesetimbangan kimia, larutan, koloid,
senyawa karbon dan polimer sebagai
wujud kebesaran Tuhan YME dan
pengetahuan tentang adanya keteraturan
tersebut sebagai hasil pemikiran kreatif
manusia yang kebenarannya bersifat
tentatif.

1.2 Mensyukuri kekayaan alam Indonesia


berupa minyak bumi, batubara dan gas
alam sebagai anugerah Tuhan YME dan
dapat digunakan untuk kemakmuran
rakyat Indonesia.

2. Menghayati dan 2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki

mengamalkan perilaku rasa ingin tahu, disiplin, jujur, objektif,

jujur, disiplin, terbuka, mampu membedakan fakta dan

tanggungjawab, peduli opini, ulet, teliti, bertanggung jawab,

(gotong royong, kerjasama, kritis, kreatif, inovatif, demokratis,

toleran, damai), santun, komunikatif) dalam merancang dan

responsif dan pro-aktifdan melakukan percobaan serta berdiskusi

menunjukan sikap sebagai yang diwujudkan dalam sikap sehari-hari.

bagian dari solusi atas 2.2 Menunjukkanperilaku kerjasama, santun,

berbagai permasalahan toleran, cinta damai dan peduli

dalam berinteraksi secara lingkungan serta hemat dalam


memanfaatkan sumber daya alam.
180
efektif dengan lingkungan
sosial dan alam serta 2.3 Menunjukkan perilaku responsif dan pro-

dalam menempatkan diri aktif serta bijaksana sebagai wujud

sebagai cerminan bangsa kemampuan memecahkan masalah dan

dalam pergaulan dunia. membuat keputusan

3. Memahami, menerapkan, 3.1 Menganalisis struktur dan sifat senyawa


dan menganalisis hidrokarbon berdasarkan kekhasan atom
pengetahuan faktual, karbon dan penggolongan senyawanya
konseptual, prosedural, 3.2 Memahami proses pembentukan dan
dan metakognitif teknik pemisahan fraksi-fraksi minyak
berdasarkan rasa ingin bumi serta kegunaannya
tahunya tentang ilmu
3.3 Memahami dampak pembakaran senyawa
pengetahuan, teknologi,
hidrokarbon terhadap lingkungan dan
seni, budaya, dan
kesehatan serta cara mengatasinya.
humaniora dalam wawasan
3.4 Membedakan reaksi eksoterm dan reaksi
kemanusiaan,
endoterm berdasarkan hasil percobaan
kebangsaan, kenegaraan,
dan diagram tingkat energi.
dan peradaban terkait
penyebab fenomena dan 3.5 Memahami H reaksi berdasarkan
kejadian dalam bidang hukum Hess
kerja yang spesifik untuk 3.6 Memahami teori tumbukan (tabrakan)
memecahkan masalah. untuk menjelaskan reaksi kimia.
3.7 Menganalisis faktor-faktor yang
mempengaruhi laju reaksi
3.8 Menganalisis faktor-faktor yang
mempengaruhi pergeseran arah
kesetimbangan yang diterapkan dalam
industri.

181
3.9 Menganalisis sifat larutan berdasarkan
konsep asam basa dan/atau pH larutan.
3.10 Menganalisis peran koloid dalam
kehidupan berdasarkan sifat-sifatnya
3.11 Menganalisis struktur, tata nama, sifat dan
kegunaan senyawa karbon (halo alkana,
alkanol, alkoksi alkana, alkanal, alkanon,
asam alkanoat,dan alkil alkanoat)
3.12 Menganalisis struktur, tata nama, sifat dan
penggolongan polimer
4 Mengolah, menalar, dan 4.1 Mengklasifikasi senyawa hidrokarbon
menyaji berdasarkan struktur, sifat senyawa , dan
Dalam ranah konkret dan ranah kekhasan atom karbon
abstrak terkait 4.2 Membuktikan proses pembentukan dan
dengan pengembangan dari pemisahan fraksi-fraksi minyak
yang dipelajarinya disekolah se 4.3 Menyusun rencana penyehatan
cara mandiri, bertindak lingkungan akibat pembakaran senyawa
Secara efektif dan kreatif,dan m hidrokarbon di suatu daerah
ampu melaksanakan tugas 4.4 Membuktikan proses terjadinya reaksi
spesifik di bawah eksoterm dan reaksi endoterm
pengawasan langsung. 4.5 Menggunakan Hukum Hess untuk
menghitung H suatu reaksi
4.6 Mengevaluasi terjadinya reaksi kimia
dengan menggunakan teori tumbukan
(tabrakan)
4.7 Membuktikan proses laju reaksi dari
berbagai factor yang mempengaruhinya
4.8 Membuktikan faktor-faktor yang
mempengaruhi pergeseran arah

182
kesetimbanganyang diterapkan dalam
industri.
4.9 Mengukur derajat keasaman larutan
4.10 Membuat larutan koloid
4.11 Mengklasifikasi berbagai senyawa karbon
(halo alkana, alkanol, alkoksi alkana,
alkanal, alkanon, asam alkanoat, dan
alkil alkanoat) berdasarkan sifat-sifatnya
4.12 Memilih bahan polimer berdasarkan
sifat-sifatnya.

11. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Simulasi Digital

KELAS : X
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
1. Menghayati dan mengamalkan 1.1. Mensyukuri karunia Tuhan Yang Maha Esa
ajaran agama yang dianutnya atas pemberian amanah untuk mengelola
administrasi keuangan entitas.
1.2. Mengamalkan ajaran agama dalam
memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi
untuk menghasilkan informasi keuangan yang
mudah dipahami, relevan, andal dan dapat
diperbandingkan.
2. Mengembangkan perilaku 2.1. Memiliki motivasi internal dan menunjukkan
(jujur, disiplin, tanggung jawab, rasa ingin tahu dalam pembelajaran etika
peduli, santun, ramah profesi
lingkungan, gotong royong, 2.2. Menunjukkan perilaku ilmiah (jujur , disiplin,
kerjasama, cinta damai, tanggung jawab, peduli, santun, ramah
responsif, dan proaktif) dan lingkungan, gotong royong) dalam melakukan
183
menunjukkan sikap sebagai pembelajaran sebagai bagian dari profesional
bagian dari solusi atas berbagai 2.3. Menghargai kerja individu dan kelompok
permasalahan bangsa dalam dalam pembelajaran sehari-hari sebagai wujud
berinteraksi secara efektif implementasi sikap kerja
dengan lingkungan sosial dan
alam serta dalam menempatkan
diri sebagai cerminan bangsa
dalam pergaulan dunia
3 Memahami dan menerapkan 3.1. Mengidentifikasi jejaring sosial pendidikan
pengetahuan factual, 3.2. Mengidentifikasi materi digital
konseptual, dan procedural 3.3. Mengidentifikasi persyaratan hardware
dalam pengetahuan, teknologi, 3.4. Mengidentifikasi jenis aplikasi untuk
seni, budaya, dan humaniora pembuatan materi bentuk digital
dengan wawasan 3.5. Menjelaskan interaksi online
kemanusiaan, kebangsaan, 3.6. Menjelaskan komunikasi online
kenegaraan, dan peradaban 3.7. Menjelaskan jenis layanan aplikasi
terkait penyebab phenomena komunikasi online
dan kejadian dalam bidang 3.8. Menjelaskan persyaratan penggunaan
kerja yang spesifik untuk layanan aplikasi
memecahkan masalah 3.9. Mengidentifikasi jenis materi audio visual
3.10. Mengidentifikasi Jenis aplikasi pembuat
materi bentuk audio visual
3.11. Menjelaskan persyaratan kebutuhan
hardware
3.12. Menjelaskan konsep simulasi visual
3.13. Mengidentifikasi jenis simulasi visual
4. Mengolah, menyaji, dan 4.1. Melakukan Pendaftaran
menalar dalam ranah konkret 4.2. Memanfaatkan Fitur
dan ranah abstrak terkait 4.3. Melaksanakan ujian online bersama
4.4. Memformat materi digital
184
dengan pengembangan dari 4.5. Menggunakan aplikasi untuk membuat
yang dipelajarinya di sekolah materi digital
secara mandiri, bertindaj 4.6. Membuat materi dalam bentuk digital
secara efektif dan kreatif, dan 4.7. Memanfaatkan fitur layanan komunikasi
mampu melaksanakan tugas online
spesifik di bawah pengawasan 4.8. Melakukan interaksi dan komunikasi secara
langsung online
4.9. Menggunakan aplikasi editing video
4.10. Melakukan proses render menjadi bentuk
video
4.11. Membuat simulasi visual
4.12. Mempublikasi hasil karya simulasi visual

KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR KELOMPOK MATA


PELAJARAN DASAR PROGRAM KEAHLIAN (C2) TEKNIK OTOMOTIF

12. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Gambar Teknik
Otomotif
KELAS: X
KOMPETENSI INTI (KELAS X) KOMPETENSI DASAR
KI 1 : 1.1. Menambah keimanan dengan
menyadari hubungan keteraturan dan
Menghayati dan mengamalkan ajaran kompleksitas alam terhadap
agama yang dianutnya kebesaran Tuhan yang
menciptakannya
1.2. Menyadari kebesaran Tuhan yang
menciptakan dan mengatur
karakteristik yang berkaitan dengan

185
konsep dasar-dasar mesin
KI 2 2.1. Menunjukkan perilaku ilmiah
(memiliki rasa ingin tahu; objektif;
Menghayati dan mengamalkan perilaku teliti; cermat; tekun; terbuka; kritis;)
jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli dalam aktivitas sehari-hari sebagai
(gotong-royong, kerja sama, toleran, wujud implementasi sikap dalam
damai), santun, responsif dan proaktif dan melakukan diskusi dan menggali
menunjukkan sikap sebagai bagian dari informasi
solusi atas berbagai permasalahan dalam 2.2. Menghargai kerja individu dan
berinteraksi secara efektif dengan kelompok dalam aktivitas sehari-hari
lingkungan sosial dan alam serta dalam sebagai wujud implementasi
menempatkan diri sebagai cerminan melaksanakan diskusi
bangsa dalam pergaulan dunia

KI 3 : 3.1 Memahami peralatan dan


kelengkapan gambar teknik
Memahami, menerapkan dan menganalisis 3.2 Memahami garis-garis gambar teknik
pengetahuan faktual, konseptual, dan sesuai bentuk dan fungsi garis
prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya 3.3 Memahami huruf, angka dan etiket
tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, gambar teknik
budaya, dan humaniora dalam wawasan 3.4 Memahami gambar konstruksi
kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, geometris berdasarkan bentuk
dan peradaban terkait penyebab fenomena konstruksi
dan kejadian dalam bidang kerja yang 3.5 Memahami sketsa gambar benda 3D
spesifik untuk memecahkan masalah. sesuai aturan proyeksi piktorial
3.6 Memahami sketsa gambar benda 2D
secara sesuai aturan proyeksi
orthogonal
3.7 Menganalisis gambar potongan

186
berdasar jenis potongan
3.8 Memahami pembuatan ukuran sesuai
fungsi dan pandangan utama gambar
teknik
3.9 Memahami pemberian ukuran
berantai, sejajar, kombinasi,
berimpit, koordinat dan ukuran
khusus
KI 4 : 4.1 Memilih peralatan dan kelengkapan
gambar teknik
Mengolah, menalar, dan menyaji dalam 4.2 Membedakan garis-garis gambar
ranah konkret dan ranah abstrak terkait teknik sesuai bentuk dan fungsi garis
dengan pengembangan dari yang 4.3 Menyajikan huruf, angka dan etiket
dipelajarinya di sekolah secara mandiri, gambar teknik
dan mampu melaksanakan tugas spesifik 4.4 Mengelompokkan gambar konstruksi
di bawah pengawasan langsung geometris berdasarkan bentuk
konstruksi
4.5 Menyajikan sketsa gambar benda 3D
sesuai aturan proyeksi piktorial
4.6 Menyajikan sketsa gambar benda 2D
sesuai aturan proyeksi orthogonal
4.7 Menyajikan jenis gambar potongan
berdasar jenis potongan
4.8 Menyajikan ukuran sesuai fungsi dan
pandangan utama gambar teknik
4.9 Menggunakan ukuran berantai,
sejajar, kombinasi, berimpit,
koordinat dan ukuran khusus

187
13. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Teknologi Dasar Otomotif
KELAS: X
KOMPETENSI INTI (KELAS X) KOMPETENSI DASAR
KI 1 : 1.1. Menambah keimanan dengan
menyadari hubungan keteraturan dan
Menghayati dan mengamalkan ajaran kompleksitas alam terhadap
agama yang dianutnya kebesaran Tuhan yang
menciptakannya
1.2. Menyadari kebesaran Tuhan yang
menciptakan dan mengatur
karakteristik yang berkaitan dengan
konsep dasar-dasar mesin
KI 2 2.1. Menunjukkan perilaku ilmiah
(memiliki rasa ingin tahu; objektif;
Menghayati dan mengamalkan perilaku teliti; cermat; tekun; terbuka; kritis;)
jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli dalam aktivitas sehari-hari sebagai
(gotong-royong, kerja sama, toleran, wujud implementasi sikap dalam
damai), santun, responsif dan proaktif dan melakukan diskusi dan menggali
menunjukkan sikap sebagai bagian dari informasi
solusi atas berbagai permasalahan dalam 2.2. Menghargai kerja individu dan
berinteraksi secara efektif dengan kelompok dalam aktivitas sehari-hari
lingkungan sosial dan alam serta dalam sebagai wujud implementasi
menempatkan diri sebagai cerminan melaksanakan diskusi
bangsa dalam pergaulan dunia

KI 3 : 3.1 3.1 Memahami dasar-dasar mesin


3.2 3.2 Memahami proses dasar
Memahami, menerapkan dan menganalisis pembentukan logam
pengetahuan faktual, konseptual, dan 3.3 3.3 Memahami proses mesin

188
prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya konversi energi
tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, 3.4 Menganalisis berbagai bearing, seal
budaya, dan humaniora dalam wawasan dan gasket
kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, 3.5 Menganalisis berbagai jenis jacking,
dan peradaban terkait penyebab fenomena blocking dan lifting
dan kejadian dalam bidang kerja yang 3.6 Menerapkan sistem hidrolik
spesifik untuk memecahkan masalah. 3.7 Menerapkan sistem pneumatik
3.8 Menerapkan cara penggunaan OMM
(operation maintenance manual),
service manual dan part book sesuai
peruntukannya
3.9 Memahami treaded, fasterner, sealant
dan adhesive
3.10 Memahami rangkaian kelistrikan
sederhana
3.11 Memahami dasar-dasar elektronika
sederhana
3.12 Memahami dasar-dasar kontrol
3.13 Memahami dasar-dasar sensor
3.14Menerapkan baterai
Mengolah, menalar, dan menyaji dalam 4.1 Melakukan perhitungan dasar-dasar
ranah konkret dan ranah abstrak mesin
terkait dengan pengembangan 4.2 Melaksanakan proses dasar
dari yang dipelajarinya di pembentukan logam
sekolah secara mandiri, dan 4.3 Mendemontrasikan mesin konversi
mampu melaksanakan tugas energi
spesifik di bawah pengawasan 4.4 Merawat berbagai bearing, seal dan
langsung gasket
4.5 Merawat peralatan jacking, blocking

189
dan liffting sesuai operation manual
4.6 Mensimulasikan sistem hidrolik
4.7 Mensimulasikan sistem pneumatik
4.8 Menggunakan OMM (operation
maintenance manual), service manual
dan part book sesuai peruntukannya
4.9 Menggunakan treaded, fastener,
sealant dan adhesive
4.10 Membuat rangkaian listrik sederhana
4.11 Membuat rangkaian elektronika
sederhana
4.12 Membuat rangkaian kontrol
sederhana
4.13 Menguji sensor
4.14 Merawat baterai

14. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Pekerjaan Dasar Otomotif


Kelas: X
KOMPETENSI INTI (KELAS X) KOMPETENSI DASAR
KI 1 : 1.1. Menambah keimanan dengan
menyadari hubungan keteraturan dan
Menghayati dan mengamalkan ajaran kompleksitas alam terhadap
agama yang dianutnya kebesaran Tuhan yang
menciptakannya
1.2. Menyadari kebesaran Tuhan yang
menciptakan dan mengatur
karakteristik yang berkaitan dengan
konsep dasar-dasar mesin

190
KI 2 2.1. Menunjukkan perilaku ilmiah
(memiliki rasa ingin tahu; objektif;
Menghayati dan mengamalkan perilaku teliti; cermat; tekun; terbuka; kritis;)
jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli dalam aktivitas sehari-hari sebagai
(gotong-royong, kerja sama, toleran, wujud implementasi sikap dalam
damai), santun, responsif dan proaktif dan melakukan diskusi dan menggali
menunjukkan sikap sebagai bagian dari informasi
solusi atas berbagai permasalahan dalam 2.2. Menghargai kerja individu dan
berinteraksi secara efektif dengan kelompok dalam aktivitas sehari-hari
lingkungan sosial dan alam serta dalam sebagai wujud implementasi
menempatkan diri sebagai cerminan melaksanakan diskusi
bangsa dalam pergaulan dunia

KI 4 : 3.1 Mengklasifikasi jenis-jenis hand


tools
Memahami, menerapkan dan menganalisis 3.2 Mengklasifikasi jenis-jenis power
pengetahuan faktual, konseptual, dan tools
prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya 3.3 Mengklasifikasi jenis-jenis special
tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, service tools
budaya, dan humaniora dalam wawasan 3.4 Menerapkan workshop equipment
kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, 3.5 Menerapkan alat ukur mekanik serta
dan peradaban terkait penyebab fenomena fungsinya
dan kejadian dalam bidang kerja yang 3.6 Menerapkan alat ukur elektrik serta
spesifik untuk memecahkan masalah. fungsinya
3.7 Menerapkan alat ukur elektronik
serta fungsinya
3.8 Menerapkan alat ukur hidrolik serta
fungsinya
3.9 Menerapkan alat ukur pneumatik

191
serta fungsinya
3.10 Menganalisis kontaminasi pada
bahan bakar dan oli
3.11 Menerapkan alat pemadam api
ringan
3.12 Menerapkan cara pengangkatan
benda kerja
KI 3 : 4.1 Menggunakan macam-macam hand
tools
Mengolah, menalar, dan menyaji dalam 4.2 Menggunakan macam-macam power
ranah konkret dan ranah abstrak terkait tools
dengan pengembangan dari yang 4.3 Menggunakan macam-macam
dipelajarinya di sekolah secara mandiri, special service tools
dan mampu melaksanakan tugas spesifik 4.4 Menggunakan workshop equipment
di bawah pengawasan langsung 4.5 Menggunakan alat-alat ukur
mekanik
4.6 Menggunakan alal-alat ukur elektrik
4.7 Menggunakan alal-alat ukur
elektronik
4.8 Menggunakan alat-alat ukur hidrolik
4.9 Menggunakan alat-alat ukur
pneumatik
4.10 Mengendalikan kontaminasi pada
bahan bakar dan oli
4.11 Mendemontrasikan penggunaan alat
pemadaman api ringan
4.12 Mendemontrasikan pengangkatan
benda kerja

192
KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR KELOMPOK MATA
PELAJARAN PAKET KEAHLIAN (C3) TEKNIK KENDARAAN RINGAN

15. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Engine dan Unit Alat Berat

KELAS XI
KOMPETENSI INTI (KELAS XI) KOMPETENSI DASAR
KI 1 : 1.1. Menambah keimanan dengan
menyadari hubungan keteraturan dan
Menghayati dan mengamalkan ajaran kompleksitas alam terhadap
agama yang dianutnya kebesaran Tuhan yang
menciptakannya
1.2. Menyadari kebesaran Tuhan yang
menciptakan dan mengatur
karakteristik yang berkaitan dengan
konsep dasar-dasar mesin
KI 2 2.1. Menunjukkan perilaku ilmiah
(memiliki rasa ingin tahu; objektif;
Menghayati dan mengamalkan perilaku teliti; cermat; tekun; terbuka; kritis;)
jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli dalam aktivitas sehari-hari sebagai
(gotong-royong, kerja sama, toleran, wujud implementasi sikap dalam
damai), santun, responsif dan proaktif dan melakukan diskusi dan menggali
menunjukkan sikap sebagai bagian dari informasi
solusi atas berbagai permasalahan dalam 2.2. Menghargai kerja individu dan
berinteraksi secara efektif dengan kelompok dalam aktivitas sehari-hari
lingkungan sosial dan alam serta dalam sebagai wujud implementasi
menempatkan diri sebagai cerminan melaksanakan diskusi
bangsa dalam pergaulan dunia

KI 3 : 3.1 Memahami prinsip kerja turbo

193
charger
Memahami, menerapkan, dan 3.2 Menjelaskan komponen turbo
menganalisis pengetahuan faktual, charger
konseptual, prosedural, dan metakognitif 3.3 Memahami kerja engine system
berdasarkan rasa ingin tahunya tentang 3.4 Menjelaskan prosedur perbaikan
ilmu pengetahuan, teknologi, seni, pada engine system
budaya, dan humaniora dengan wawasan 3.5 Memahami prosedur perbaikan small
kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, component engine
dan peradaban terkait penyebab fenomena 3.6 Memahami teknikal analisis 1 pada
dan kejadian dalam bidang kerja yang engine
spesifik untuk memecahkan masalah.. 3.7 Memahami teknik pelepasan dan
pemasangan cylinder head group
3.8 Memahami teknik pemeriksaan
cylinder head group
3.9 Memahami Bahan bakar diesel
3.10 Memahami prisip kerja fuel injection
pump dan unit injector
3.11 Memahami pemasangan fuel
injection pump dan unit injector.
3.12 Menjelaskan media pendingin yang
digunakan pada engine
3.13 Menjelaskan prinsip kerja system
pendingin
3.14 Memahami melepas radiator assy.
3.15 Memahami pemasangan radiator assy
3.16 Memahami serial number pada unit
alat berat
3.17 Memahami sales number pada unit
alat berat.

194
3.18 Memahami Arrangement number
rat pada unit alat
3.19 Memahami pengoperasian unit Alat
Berat.
3.20 Memahami Preventive maintenance
pada unit alat berat.
3.21 Memahami ISO symbol dalam
preventive maintenance
3.22 Menjelaskan Maintenance Interval
schedule unit alat berat
3.23 Menjelaskan Tugas tugas dalam
perawatan.
3.24 Menjelaskan pemeriksaan kelilinjg
sebelum engine start (semua unit alat
berat).
3.25 Menjelaskan pemeriksaan engine saat
hidup.
3.26 Menjelaskan pemeriksaan unit/mesin
saat dioperasikan.
KI 4 : 4.1 Mengamati kerja komponen turbo
charger sesuai dengan buku literatur
Mengolah, menalar, dan menyaji dalam 4.2 Merawat komponen turbo charger
ranah konkret dan ranah abstrak terkait 4.3 Mengamati kerja engine system
dengan pengembangan dari yang sesuai dengan buku literature
dipelajarinya di sekolah secara mandiri, 4.4 Mengamati prosedur perbaikan pada
bertindak secara efektif dan kreatif, dan engine system
mampu melaksanakan tugas spesifik di 4.5 Memperbaiki small component
bawah pengawasan langsung. engine .
4.6 Melakukan teknikal analisis 1 pada

195
engine .
4.7 Mengidentifikasi teknik pelepasan
dan pemasangan cylinder head group
sesuai buku service
4.8 Melakukan pemeriksaan cylinder
head group sesuai buku literature
4.9 Mengidentifikasi bahan bakar diesel
sesuai dengan buku literatur
4.10 Mengamati kerja fuel injection pump
dan unit injector .
4.11 Memasang fuel injection pump dan
unit injector
4.12 Mengidentifikasi media pendingin
sesuai dengan bukku literature
4.13 Mengidentifikasi prinsip kerja
system pendingin sesuai dengan
buku literature
4.14 Melepas radiator assy .
4.15 Memasang radiator assy .
4.16 Mengidentifikasi serial number unit
alat berat sesuai dengan buku
literature
4.17 Mengidentifikasi sales number sesuai
dengan buku literature
4.18 Menghidentifikas Arrangement
number sesuai dengan buku literature
4.19 Mengoperasikan unit Alat Berat
4.20 Mengidentifikasi Preventive
maintenance sesuai dengan buku

196
literature
4.21 Mengidentifikasi ISO symbol dalam
preventive maintenance
4.22 Membuat Maintenance Interval
schedule sesuai dengan buku
literature
4.23 Mengidentifikasi Tugas tugas
dalam perawatan .
4.24 Memeriksa keliling sebelum engine
start (semua unit alat berat) .
4.25 Memeriksa engine saat hidup .
4.26 Memeriksa unit/mesin saat
dioperasikan .

KELAS XII
KOMPETENSI INTI (KELAS XII) KOMPETENSI DASAR
KI 1 : 1.1. Menambah keimanan dengan
menyadari hubungan keteraturan dan
Menghayati dan mengamalkan ajaran kompleksitas alam terhadap
agama yang dianutnya kebesaran Tuhan yang
menciptakannya
1.2. Menyadari kebesaran Tuhan yang
menciptakan dan mengatur
karakteristik yang berkaitan dengan
konsep dasar-dasar mesin
KI 2 : 2.1. Menunjukkan perilaku ilmiah
(memiliki rasa ingin tahu; objektif;
Menghayati dan mengamalkan perilaku teliti; cermat; tekun; terbuka; kritis;)
jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli dalam aktivitas sehari-hari sebagai

197
(gotong-royong, kerja sama, toleran, wujud implementasi sikap dalam
damai), santun, responsif dan proaktif dan melakukan diskusi dan menggali
menunjukkan sikap sebagai bagian dari informasi
solusi atas berbagai permasalahan dalam 2.2. Menghargai kerja individu dan
berinteraksi secara efektif dengan kelompok dalam aktivitas sehari-hari
lingkungan sosial dan alam serta dalam sebagai wujud implementasi
menempatkan diri sebagai cerminan melaksanakan diskusi
bangsa dalam pergaulan dunia

KI 3 : 3.1 Memahami Preventive maintenance


pada unit alat berat.
Memahami, menerapkan, dan 3.2 Memahami ISO simbol dalam
menganalisis dan mengevaluasi preventive maintenance
pengetahuan faktual, konseptual, 3.3 Memahami Maintenance Interval
prosedural dan metakognitif dalam ilmu schedule unit alat berat.
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan 3.4 Menjelaskan Tugas tugas dalam
humaniora dengan wawasan kemanusiaan, perawatan ( Preventive maintenance
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban )
terkait penyebab fenomena dan kejadian 3.5. Menjelaskan pemeriksaan kelilinjg
dalam bidang kerja yang spesifik untuk sebelum engine start (semua unit alat
memecahkan masalah.. berat).
3.6 Memahami pemeriksaan engine saat
hidup.
3.7 Memahami pemeriksaan unit/mesin
saat dioperasikan
3.8 Memahami pemeriksaan keliling
sebelum engine start (semua unit alat
berat)
3.9 Memahami pemeriksaan engine saat

198
dihidupkan
3.10 Memahami pemeriksaan unit/mesin
saat dioperasikan
3.11 Memahami pelumasan grease
fittings (semua unit alat berat) sesuai
dengan SOP Memahami kerja
engine system
3.12 Memahami pemeriksaan unit/mesin
sambil dioperasikan
3.13 Memahami pemeriksaan power train
alat berat
3.14 Memahami pemeriksaan under
carriage alat berat
3.15 Memahami sistem hidraulic system
(semua unit) alat berat
KI 4 : 4.1 Mengamati Preventive maintenance
sesuai dengan buku literatur
Mengolah, menalar, menyaji dan 4.2 Mengamati ISO simbol dalam
mencipta dalam ranah konkret dan ranah preventive maintenance
abstrak terkait dengan pengembangan 4.3 Membuat Maintenance Interval
dari yang dipelajarinya di sekolah secara schedule sesuai dengan buku literatur
mandiri, dan mampu melaksanakan tugas 4.4 Mengamati Tugas tugas dalam
spesifik di bawah pengawasan langsung perawatan Sesuai dengan SOP
4.5 Memeriksa keliling sebelum engine
start (semua unit alat berat) sesuai
dengan SOP
4.6 Memeriksa engine saat hidup sesuai
dengan SOP
4.7. Memeriksa unit/mesin saat

199
dioperasikan sesuai dengan SOP
4.8. Memeriksa keliling sebelum engine
start (semua unit alat berat) sesuai
dengan SO
4.9 Memeriksa engine saat dihidupkan
sesuai dengan SOP
4.10 Memeriksa unit/mesin saat
dioperasikan sesuai dengan SOP
4.11 Melakukan pelumasan grease fittings
(semua unit alat berat) sesuai dengan
SOP
4.12 Memeriksa unit/mesin sambil
dioperasikan sesuai dengan SOP
4.13 Memeriksa power train alat berat
sesuai dengan SOP
4.14 Memeriksa under carriage alat berat
sesuai dengan SOP
4.15 Memeriksa sistem hidraulic system
(semua unit alat berat) sesuai dengan
SOP

16. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Kelistrikan dan Sistem Kontrol Alat
Berat
KELAS : XI
KOMPETENSI INTI (KELAS XI) KOMPETENSI DASAR

KI 1 : 1.1. Menambah keimanan dengan


menyadari hubungan keteraturan dan
kompleksitas alam terhadap
Menghayati dan mengamalkan ajaran
agama yang dianutnya kebesaran Tuhan yang

200
menciptakannya
1.2. Menyadari kebesaran Tuhan yang
menciptakan dan mengatur
karakteristik yang berkaitan dengan
konsep dasar-dasar mesin

KI 2 : 2.1. Menunjukkan perilaku ilmiah


(memiliki rasa ingin tahu; objektif;
teliti; cermat; tekun; terbuka; kritis;)
Menghayati dan mengamalkan perilaku
dalam aktivitas sehari-hari sebagai
jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli
wujud implementasi sikap dalam
(gotong-royong, kerja sama, toleran,
melakukan diskusi dan menggali
damai), santun, responsif dan proaktif dan
informasi
menunjukkan sikap sebagai bagian dari
solusi atas berbagai permasalahan dalam 2.2. Menghargai kerja individu dan
berinteraksi secara efektif dengan kelompok dalam aktivitas sehari-hari
lingkungan sosial dan alam serta dalam sebagai wujud implementasi
menempatkan diri sebagai cerminan melaksanakan diskusi
bangsa dalam pergaulan dunia

KI 3 : 3.1. Memahami prinsip kerja sistem


starter sesuai buku literatur
3.2. Menjelaskan komponen-komponen
Memahami, menerapkan, dan
sistem starter sesuai buku literature
menganalisis pengetahuan faktual,
3.3. Mengkategorikan gangguan system
konseptual, dan prosedural, berdasarkan
starter dan komponen-komponennya.
rasa ingin tahunya tentang ilmu
3.4. Menjelaskan sistem starter dan
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
komponen-komponennya
humaniora dengan wawasan
kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, 3.5. Menjelaskan kerja Alternator
dan peradaban terkait penyebab fenomena charging system sesuai buku literatur

201
dan kejadian dalam bidang kerja yang 3.6. Mengidentifikasi komponen-
spesifik untuk memecahkan masalah.. komponen Alternator charging
system sesuai buku literatur
3.7. Memahami gangguan Alternator
charging system dan komponen-
komponennya
3.8. Memahami perbaikan Alternator
charging system dan komponen-
komponennya.

KI 4 : 4.1 Mengidentifikasikan prinsip kerja


sistem starter sesuai buku literatur
4.2 Mengidentifikasikan komponen-
Mengolah, menalar, dan menyaji dalam
komponen sistem starter sesuai buku
ranah konkret dan ranah abstrak terkait
literature
dengan pengembangan dari yang
4.3 Mendiagnosa gangguan system
dipelajarinya di sekolah secara mandiri,
starter dan komponen-komponennya
dan mampu melaksanakan tugas spesifik
sesuai SOP
di bawah pengawasan langsung.
4.4 Memperbaiki sistem starter dan
komponen-komponennya.
4.5 Mengidentifikasi kerja Alternator
charging system sesuai buku literatur
4.6 Mengidentifikasikan komponen-
komponen Alternator charging
system sesuai buku literatur
4.7 Mendiagnosa gangguan Alternator
charging system dan komponen-
komponennya
4.8 Memperbaiki Alternator charging

202
system dan komponen-komponennya
sesuai SOP

KELAS : XII
KOMPETENSI INTI (KELAS XII) KOMPETENSI DASAR
KI 1 : 1.1. Menambah keimanan dengan
menyadari hubungan keteraturan dan
Menghayati dan mengamalkan ajaran kompleksitas alam terhadap
agama yang dianutnya kebesaran Tuhan yang
menciptakannya
1.2. Menyadari kebesaran Tuhan yang
menciptakan dan mengatur
karakteristik yang berkaitan dengan
konsep dasar-dasar mesin
KI 2 : 2.1. Menunjukkan perilaku ilmiah
(memiliki rasa ingin tahu; objektif;
Menghayati dan mengamalkan perilaku teliti; cermat; tekun; terbuka; kritis;)
jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli dalam aktivitas sehari-hari sebagai
(gotong royong, kerjasama, toleran, wujud implementasi sikap dalam
damai), santun, responsif dan pro-aktif melakukan diskusi dan menggali
dan menunjukkan sikap sebagai bagian informasi
dari solusi atas berbagai permasalahan 2.2. Menghargai kerja individu dan
dalam berinteraksi secara efektif dengan kelompok dalam aktivitas sehari-hari
lingkungan sosial dan alam serta dalam sebagai wujud implementasi
menempatkan diri sebagai cerminan melaksanakan diskusi
bangsa dalam pergaulan dunia.

KI 3 : 3.1 Menjelaskan prinsip kerja sistem

203
penerangan alat berat.
Memahami, menerapkan , menganalisis 3.2 Memahami wiring diagram sistem
dan mengevaluasi pengetahuan faktual, penerangan alat berat sesuai dengan
konseptual, prosedural, dan metakognitif buku literatur
dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, 3.3 Menentukan teknik perbaikan ringan
budaya, dan humaniora dalam wawasan pada sistem penerangan alat berat.
kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, 3.4 Menjelaskan kerja sistem asessories
dan peradaban terkait penyebab fenomena alat berat
dan kejadian dalam bidang kerja yang 3.5 Memahami wiring diagram sistem
spesifik untuk memecahkan masalah. asessories alat berat sesuai dengan
buku literatur
3.6 Mengidentifikasi kerusakan pada
sistem asessories alat berat
KI 4 : 4.1 Mensimulasi prinsip kerja sistem
penerangan alat berat.
Mengolah, menalar, menyaji dan 4.2 Mensimulassikan wiring diagram
mencipta dalam ranah konkret dan ranah sistem penerangan alat berat sesuai
abstrak terkait dengan pengembangan dengan buku literatur
dari yang dipelajarinya di sekolah secara 4.3 Memperbaiki kerusakan ringan pada
mandiri, dan mampu melaksanakan tugas sistem penerangan alat berat sesuai
spesifik di bawah pengawasan langsung. dengan SOP
4.4 Mengamati kerja sistem asessories
alat berat
4.5 Mengamati wiring diagram sistem
asessories alat berat sesuai dengan
buku literatur
4.6 Mensimulasi kerusakan pada sistem
asessories alat berat

204
17. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Hidrolick Alat Berat
KELAS : XI
KOMPETENSI INTI (KELAS XI) KOMPETENSI DASAR
KI 1 : 1.3. Menambah keimanan dengan
menyadari hubungan keteraturan dan
Menghayati dan mengamalkan ajaran kompleksitas alam terhadap
agama yang dianutnya kebesaran Tuhan yang
menciptakannya
1.4. Menyadari kebesaran Tuhan yang
menciptakan dan mengatur
karakteristik yang berkaitan dengan
konsep dasar-dasar mesin
KI 2 : 2.3. Menunjukkan perilaku ilmiah
(memiliki rasa ingin tahu; objektif;
Menghayati dan mengamalkan perilaku teliti; cermat; tekun; terbuka; kritis;)
jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli dalam aktivitas sehari-hari sebagai
(gotong royong, kerjasama, toleran, wujud implementasi sikap dalam
damai), santun, responsif dan pro-aktif melakukan diskusi dan menggali
dan menunjukkan sikap sebagai bagian informasi
dari solusi atas berbagai permasalahan 2.4. Menghargai kerja individu dan
dalam berinteraksi secara efektif dengan kelompok dalam aktivitas sehari-hari
lingkungan sosial dan alam serta dalam sebagai wujud implementasi
menempatkan diri sebagai cerminan melaksanakan diskusi
bangsa dalam pergaulan dunia.

205
KI 3 : 3.1 Menjelaskan dasar system hidraulic
3.2 Menjelaskan cara kerja sistem
Memahami, menerapkan, dan hidraulik
menganalisis pengetahuan faktual, 3.3 Menjelaskan symbol symbol
konseptual, prosedural, dan metakognitif hidraulik
berdasarkan rasa ingin tahunya tentang 3.4 Menjelaskan fungsi komponen pada
ilmu pengetahuan, teknologi, seni, sistem hidraulik
budaya, dan humaniora dalam wawasan 3.5 Menjelaskan cara kerja komponen
kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, pada system hidraulic
dan peradaban terkait penyebab fenomena 3.6 Menjelaskan sirkuit hidraulic
dan kejadian dalam bidang kerja yang 3.7 Mendiaganosa jenis-jenis kerusakan
spesifik untuk memecahkan masalah. pada sistem hidraulik
3.8 Menentukan jenis perbaikan yang
tepat pada kerusakan sistem hidraulik
3.9 Menentukan pengujian pada sistem
hidraulik
. KI 4 : 4.1 Menggunakan dasar sistem hydraulic
4.2 Merawat sistem hydraulic
Mengolah, menalar, dan menyaji dalam 4.3 Menggunakan simbol-simbol untuk
ranah konkret dan ranah abstrak terkait perawatan pada sistim hidraulik
dengan pengembangan dari yang 4.4 Merawat pada komponen system
dipelajarinya di sekolah secara mandiri, hidraulic
bertindak secara efektif dan kreatif, dan 4.5 Merawat cara kerja komponen pada
mampu melaksanakan tugas spesifik di system hydraulic
bawah pengawasan langsung. 4.6 Merawat sirkuit hydraulic.
4.7 Merawat jenis-jenis kerusakan pada
sistem hidraulik
4.8 Merawat jenis perbaikan yang tepat
pada kerusakan sistem hidraulik
4.9 Melakuan pengujian pada sistem
hidraulik 206
KELAS : XII

KOMPETENSI INTI (KELAS XII) KOMPETENSI DASAR


KI 1 : 1.1. Menambah keimanan dengan
menyadari hubungan keteraturan dan
Menghayati dan mengamalkan ajaran kompleksitas alam terhadap kebesaran
agama yang dianutnya Tuhan yang menciptakannya
1.2. Menyadari kebesaran Tuhan yang
menciptakan dan mengatur
karakteristik yang berkaitan dengan
konsep dasar-dasar mesin
KI 2 : 2.1. Menambah keimanan dengan
menyadari hubungan keteraturan dan
Menghayati dan mengamalkan perilaku kompleksitas alam terhadap kebesaran
jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli Tuhan yang menciptakannya
(gotong-royong, kerja sama, toleran, 2.2. Menyadari kebesaran Tuhan yang
damai), santun, responsif dan proaktif dan menciptakan dan mengatur
menunjukkan sikap sebagai bagian dari karakteristik yang berkaitan dengan
solusi atas berbagai permasalahan dalam konsep dasar-dasar mesin
berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan
bangsa dalam pergaulan dunia

KI 3 : 3.1 Memahami proses kerja under


carriage system
Memahami, menerapkan, dan 3.2 Memahami cara kerja suspensi unit
menganalisis dan mengevaluasi alat berat
pengetahuan faktual, konseptual, 3.3 Memahami perawatan under carriage
prosedural dan metakognitif dalam ilmu system

207
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan 3.4 Memahami sistem kemudi alat berat
humaniora dengan wawasan jenis track.
kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, 3.5 Memahami fluida sistem kemudi alat
dan peradaban terkait penyebab fenomena berat.
dan kejadian dalam bidang kerja yang 3.6 Memahami penyetelan steering
spesifik untuk memecahkan masalah.. linkage
3.7 Memahami komponen sistem rem
alat berat.
3.8 Memahami komponen sistem rem alat
berat.
3.9 Memahami sistem rem hidraulik dan
peneumatik pada unit alat berat
3.10 Memahami proses Technical
KI 4 : 4.1 Mengamati proses kerja under
carriage system .
Mengolah, menalar, menyaji dan 4.2 Mengamati cara kerja suspensi unit
mencipta dalam ranah konkret dan ranah alat berat.
abstrak terkait dengan pengembangan 4.3 Merawat under carriage system
dari yang dipelajarinya di sekolah secara 4.4 Mengamati kerja sistem kemudi alat
mandiri, dan mampu melaksanakan tugas berat jenis track.
spesifik di bawah pengawasan langsung. 4.5 Mengamati fluida sistem kemudi alat
berat.
4.6 Melakukan penyetelan steering
linkage
4.7 Mengamati kerja komponen sistem
rem alat berat.
4.8 Mengidentifikasi komponen sistem
rem alat berat
4.9 Mengamati kerja sistem rem

208
hidraulik dan peneumatik pada unit
alat berat
4.10 Melakukan proses Technical

18. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Powertrain dan undercarriega Alat
Berat
Kelas XI
KOMPETENSI INTI ( KELAS XI ) KOMPETENSI DASAR
KI-1 1.1 Mengamalkan nilai-nilai ajaran
agama dalam perancangan
Menghayati dan mengamalkan ajaran
agama yang dianutnya
KI-2 2.1 Memiliki motivasi internal,
kemampuan bekerjasama, konsisten,
Menghayati dan mengamalkan perilaku rasa percaya diri, dan sikap toleransi
jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli dalam perbedaan konsep berpikir, dan
(gotong royong, kerjasama, toleran, strategi menyelesaikan masalah
damai), santun, responsif dan proaktif, dalam power train dan hidrolik alat
dan menunjukkan sikap sebagai bagian berat.
dari solusi atas berbagai permasalahan 2.2 Mampu mentransformasi diri dalam
dalam berinteraksi secara efektif dengan berperilaku: teliti, kritis, disiplin,
lingkungan sosial dan alam serta dalam dan tangguh mengadapi masalah
menempatkan diri sebagai cerminan dalam melakukan tugas yang
bangsa dalam pergaulan dunia berkaitan dengan power train dan
hidrolik alat berat.
2.3 Menunjukkan sikap bertanggung
jawab, rasa ingin tahu, santun, jujur,
dan perilaku peduli lingkungan dalam
melakukan tugas dan pekerjaan yang

209
berkaitan dengan power train dan
hidrolik alat berat.
KI-3 3.4. Memahami Prinsip-prinsip sistem
hidrolik alat berat .
Memahami, menerapkan dan 3.5. Memahami tindakan pencegahan
menganalisis pengetahuan faktual, kecelakaan yang umum dilaksanakan
konseptual, prosedural, dan metakognitif saat bekerja pada sistem hidrolik
berdasarkan rasa ingin tahunya tentang bertekanan
ilmu pengetahuan, teknologi, seni, 3.6. Menjelaskan komponen-komponen,
budaya, dan humaniora dalam wawasan sirkuit hidrolik alat berat .
kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, 3.7. Memahami hose dan fitting pada alat
dan peradaban terkait penyebab fenomena berat .
dan kejadian dalam bidang kerja yang 3.8. Memahami sistem kemudi (steering)
spesifik untuk memecahkan masalah. yang terpasang pada machine jenis
roda .
3.9. Menjelaskan pelumas yang
digunakan pada sistem hidrolik dan
kandungannya.
3.10. Memahami proses perawatan pada
sistem hidrolik .
3.11. Memahami pelepasan dan
pemasangan komponen sistem
hidrolik pada unit alat berat .
3.9 Memahami proses Technical
Analysis-1 pada sistem hidrolik.
3.10. Memahami cara kerja power train
system.
3.11 Meahami cara kerja drive line
assembly .

210
3.12 Memahami cara kerja Torque
Converter.
3.13 Memahami cara kerja Differential
assembly .
3.14 Memahami cara kerja Final Drive
assembly.
3.15 Memahami perawatan power train
system.
3.16 Memahami teknikal analisis pada
power train.
3.17 Memahami proses kerja under
carriage system .
3.18 Memahami cara kerja suspensi unit
alat berat.
3.19 Memahami perawatan under carriage
system .
3.20 Memahami sistem kemudi alat berat
jenis track.
3.21 Memahami fluida sistem kemudi alat
berat.
3.22 Memahami penyetelan steering
linkage .
3.23 Memahami sistem rem pada alat
berat.
3.24 Memahami komponen sistem rem
alat berat.
3.25 Memahami sistem rem hidraulik dan
peneumatik pada unit alat berat
KI-4 4.1 Mengamati kerja sistem hidrolik alat

211
berat .
Mengolah, menalar, dan menyaji dalam 4.2 Mengamati tindakan pencegahan
ranah konkret dan ranah abstrak terkait kecelakaan yang umum dilaksanakan
dengan pengembangan dari yang saat bekerja pada sistem hidrolik
dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertekanan
bertindak secara efektif dan kreatif, dan 4.3 Mengidentifikasi komponen-
mampu melaksanakan tugas spesifik di komponen, sirkuit hidrolik alat berat
bawah pengawasan langsung. 4.4 Mengidentifikasi hose dan fitting
pada alat berat .
4.5 Mengidentifikasi sistem kemudi
(steering) yang terpasang pada
machine jenis roda .
4.6 Mengidentifikasi pelumas yang
digunakan pada sistem hidrolik dan
menjelaskan kandungannya .
4.7 Melakukan perawatan pada sistem
hidrolik .
4.8 Mendemonstrasikan pelepasan dan
pemasangan komponen hidrolik pada
unit alat berat .
4.9 Mendemonstrasikan proses Technical
Analysis-1 pada sistem hidrolik.
4.10 Mengamati cara kerja power train
system .
4.11 Mengamati cara kerja drive line
assembly.
4.12 Mengamati cara kerja Torque
Converter .
4.13 Mengiamati cara kerja Differential

212
assembly .
4.14 Mengamati cara kerja Final Drive
assembly.
4.15 Merawat power train system
4.16 Melakukan teknikal analisis pada
power train system.
4.17 Mengamati cara kerja under carriage
system.
4.18 Mengamati cara kerja suspensi unit
alat berat.
4.19 Merawat under carriage system .
4.20 Mengamati sistem kemudi alat berat
jenis track.
4.21 Memeriksa fluida sistem kemudi alat
berat.
4.22 Menyetel steering linkage
4.23 Mengamati kerja sistem rem pada
alat berat.
4.24 Mengganti komponen sistem rem
alat berat.
4.25 Merawat sistem rem hidraulik dan
peneumatik pada unit alat berat.

KELAS XII
KOMPETENSI INTI ( KELAS XI ) KOMPETENSI DASAR
KI-1 1.2 Mengamalkan nilai-nilai ajaran
agama dalam perancangan
Menghayati dan mengamalkan ajaran
agama yang dianutnya

213
KI-2 2.4 Memiliki motivasi internal,
kemampuan bekerjasama, konsisten,
Menghayati dan mengamalkan perilaku rasa percaya diri, dan sikap toleransi
jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli dalam perbedaan konsep berpikir, dan
(gotong royong, kerjasama, toleran, strategi menyelesaikan masalah
damai), santun, responsif dan proaktif, dalam power train dan hidrolik alat
dan menunjukkan sikap sebagai bagian berat.
dari solusi atas berbagai permasalahan 2.5 Mampu mentransformasi diri dalam
dalam berinteraksi secara efektif dengan berperilaku: teliti, kritis, disiplin,
lingkungan sosial dan alam serta dalam dan tangguh mengadapi masalah
menempatkan diri sebagai cerminan dalam melakukan tugas yang
bangsa dalam pergaulan dunia berkaitan dengan power train dan
hidrolik alat berat.
2.6 Menunjukkan sikap bertanggung
jawab, rasa ingin tahu, santun, jujur,
dan perilaku peduli lingkungan dalam
melakukan tugas dan pekerjaan yang
berkaitan dengan power train dan
hidrolik alat berat.
KI-3 3.12. Memahami Prinsip-prinsip sistem
hidrolik alat berat .
Memahami, menerapkan dan 3.13. Memahami tindakan pencegahan
menganalisis pengetahuan faktual, kecelakaan yang umum dilaksanakan
konseptual, prosedural, dan metakognitif saat bekerja pada sistem hidrolik
berdasarkan rasa ingin tahunya tentang bertekanan
ilmu pengetahuan, teknologi, seni, 3.14. Menjelaskan komponen-komponen,
budaya, dan humaniora dalam wawasan sirkuit hidrolik alat berat .
kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, 3.15. Memahami hose dan fitting pada alat
dan peradaban terkait penyebab fenomena berat .

214
dan kejadian dalam bidang kerja yang 3.16. Memahami sistem kemudi (steering)
spesifik untuk memecahkan masalah. yang terpasang pada machine jenis
roda .
3.17. Menjelaskan pelumas yang
digunakan pada sistem hidrolik dan
kandungannya.
3.18. Memahami proses perawatan pada
sistem hidrolik .
3.19. Memahami pelepasan dan
pemasangan komponen sistem
hidrolik pada unit alat berat .
3.10 Memahami proses Technical
Analysis-1 pada sistem hidrolik.
3.11. Memahami cara kerja power train
system.
3.11 Meahami cara kerja drive line
assembly .
3.26 Memahami cara kerja Torque
Converter.
3.27 Memahami cara kerja Differential
assembly .
3.28 Memahami cara kerja Final Drive
assembly.
3.29 Memahami perawatan power train
system.
3.30 Memahami teknikal analisis pada
power train.
3.31 Memahami proses kerja under
carriage system .

215
3.32 Memahami cara kerja suspensi unit
alat berat.
3.33 Memahami perawatan under carriage
system .
3.34 Memahami sistem kemudi alat berat
jenis track.
3.35 Memahami fluida sistem kemudi alat
berat.
3.36 Memahami penyetelan steering
linkage .
3.37 Memahami sistem rem pada alat
berat.
3.38 Memahami komponen sistem rem
alat berat.
3.39 Memahami sistem rem hidraulik dan
peneumatik pada unit alat berat
KI-4 4.9 Mengamati kerja sistem hidrolik alat
berat .
Mengolah, menalar, dan menyaji dalam 4.10 Mengamati tindakan pencegahan
ranah konkret dan ranah abstrak terkait kecelakaan yang umum dilaksanakan
dengan pengembangan dari yang saat bekerja pada sistem hidrolik
dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertekanan
bertindak secara efektif dan kreatif, dan 4.11 Mengidentifikasi komponen-
mampu melaksanakan tugas spesifik di komponen, sirkuit hidrolik alat berat
bawah pengawasan langsung. 4.12 Mengidentifikasi hose dan fitting
pada alat berat .
4.13 Mengidentifikasi sistem kemudi
(steering) yang terpasang pada
machine jenis roda .

216
4.14 Mengidentifikasi pelumas yang
digunakan pada sistem hidrolik dan
menjelaskan kandungannya .
4.15 Melakukan perawatan pada sistem
hidrolik .
4.16 Mendemonstrasikan pelepasan dan
pemasangan komponen hidrolik pada
unit alat berat .
4.9 Mendemonstrasikan proses Technical
Analysis-1 pada sistem hidrolik.
4.12 Mengamati cara kerja power train
system .
4.13 Mengamati cara kerja drive line
assembly.
4.26 Mengamati cara kerja Torque
Converter .
4.27 Mengiamati cara kerja Differential
assembly .
4.28 Mengamati cara kerja Final Drive
assembly.
4.29 Merawat power train system
4.30 Melakukan teknikal analisis pada
power train system.
4.31 Mengamati cara kerja under carriage
system.
4.32 Mengamati cara kerja suspensi unit
alat berat.
4.33 Merawat under carriage system .
4.34 Mengamati sistem kemudi alat berat

217
jenis track.
4.35 Memeriksa fluida sistem kemudi alat
berat.
4.36 Menyetel steering linkage
4.37 Mengamati kerja sistem rem pada
alat berat.
4.38 Mengganti komponen sistem rem
alat berat.
4.39 Merawat sistem rem hidraulik dan
peneumatik pada unit alat berat.

2.2 Pendidkan Lingkungan Hidup


a. Latar Belakang

Lingkungan hidup merupan lingkungan dimana semua makhluk hidup berada,


tinggal dan saling berinteraksi, oleh karena itu maka lingkungan hidup harus selalu
dijaga keseimbangannya, dalam berbagai hal agar interaksi yang dilakukan dapat terus
berjalan tanpa mengalami gangguan yang berarti, hal ini bukan hanya tanggung jawab
pemerintah saja melainkan tanggung jawab bersama terutama masyarakat yang hidup
dilingkungan tersebut. Pendidikan Lingkungan Hidup diharapkan dapat menjadi wahana
bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan lingkungan sekitarnya, serta
mengimplementasikan prospek pengembangan lebih lanjut dalam kehidupan sehari-hari.

Mata pelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup berhubungan dengan bagaimana


memahami, memelihara dan menjaga lingkungan Hidup dengan baik, juga merupakan
wahana bagi peserta didik untuk memahami diri dan lingkungan sekitar sekitar, serta
bagaimana memperlakukan lingkungan sekitar guna menjaga keseimbangannya.

Mata pelajaran Lingkungan Hidup merupakan mata pelajaran Muatan Lokal,


yang bertujuan membekali peserta didik dasar pengetahuan tentang bagaimana
mencipatakan kebersihan dan ketertiban dalam lingkungan dimana peserta didik tinggal,

218
dan membiasakan diri agar selalu memelihara dan menciptakan keapatuhan terhadap
aspek lingkungan hidup di sekolah, keluarga dan lingkungan masyarakat pada
umumnya.

b. Tujuan

Mata pelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup bertujuan agar peserta didik


memiliki kemampuan sebagai berikut.

1) Meningkatkan keyakinan terhadap kebesaran Tuhan Yang Maha


Esa berdasarkan keberadaan, keindahan dan keteraturan alam
ciptaanNya
2) Membiasakan diri agar selalu patuh terhadap aturan-aturan yang
berlaku baik di sekolah, keluarga, maupun di masyarakat dalam
menjalankan kehidupan sehari-hari.
3) Meningkatkan kesadaran untuk berperanserta dalam memelihara,
menjaga, dan melestarikan lingkungan hidup yang merupakan tempat
tinggal bersama.

c. Ruang Lingkup
Ruang lingkup mata pelajaran Lingkungan Hidup meliputi aspek-aspek sebagai
berikut.
1) Konsep dasar lingkungan hidup
2) Nilai-nilai ketertiban, kebersihan dan keindahan dalam kehidupan di
rumah, sekolah dan di masyarakat
3) Berbudaya bersih pada lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat.
4) Nilai-nilai keindahan pada lingkungan keluarga, sekolah dan
masyarakat
5) Nilai dan Penggunaan IPTEK dalam pengelolaan lingkungan hidup.

219
d. Arah Pengembangan
Standar kompetensi dan kompetensi dasar menjadi arah dan landasan untuk
mengembangkan materi pokok, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian
kompetensi untuk penilaian. Dalam merancang kegiatan pembelajaran dan penilaian
perlu memperhatikan Standar Proses dan Standar Penilaian.

e. Standar Kompetensi Lulusan

1) Memahami konsep dasar lingkungan hidup


a. Menerapkan nilai-nilai ketertiban, kebersihan dan keindahan dalam
kehidupan di rumah, sekolah dan di masyarakat
b. Membiasakan diri berbudaya tertib pada lingkungan keluarga, sekolah
dan masyarakat.
c. Membiasakan diri berbudaya bersih pada lingkungan keluarga, sekolah
dan masyarakat.
d. Menerapkan nilai-nilai keindahan pada lingkungan keluarga, sekolah dan
masyarakat
e. Menerapkan konsep pembibitan, penanaman, perawatan/pemeliharaan
dan pengawasan lingkungan hidup (P4LH).
f. Melakukan pembibitan tanaman sebagai upaya nyata untuk pengelolaan
lingkungan hidup.
g. Membiasakan diri menanam tanaman di setiap jengkal lahan di rumah,
sekolah dan di tempat lain.

h. Melakukan pemeliharaan/perawatan setiap aspek lingkungan hidup


dilingkungan kelurga, sekolah dan masyarakat.

i. Membiasakan diri berpartisipasi dalam pengawasan terhadap kepatuhan


aturan aspek lingkungan hidup dilingkungan keluarga, sekolah dan
masyarakat.

j. Menilai IPTEK dalam pengelolaan Lingkungan hidup.


220
k. Menerapkan IPTEK dalam pengelolaan lingkungan hidup.

f. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar

STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR


1. Memahami konsep dasar 1.1 Menjelaskan hubungan timbal balik
lingkungan hidup antara manusia dengan lingkungan
1.2 Menjelaskan kegiatan yang
mengakibatkan dampak negatif terhadap
lingkungan
2. Menerapkan nilai-nilai 2.1 Menjelaskan nilai-nilai ketertiban,
ketertiban, kebersihan dan kebersihan, dan keindahan
keindahan dalam kehidupan di 2.2 Menerapkan budaya tertib, budaya
rumah, sekolah dan di bersih dan nilai-nilai keindahan dalam
masyarakat kehidupan.
3. Membiasakan diri 3.1 Membiasakan diri tertib pada
berbudaya tertib pada lingkungan keluarga.
lingkungan keluarga, sekolah 3.2 Membiasakan diri tertib pada
dan masyarakat lingkungan sekolah
3.3 Membiasakan diri tertib pada
lingkungan masyarakat
3.4 Membiasakan diri tertib pada
lingkungan Kota Bandung

221
4. Membiasakan diri 4.1 Membiasakan diri bersih pada
berbudaya bersih pada lingkungan keluarga
lingkungn keluarga, sekolah 4.2 Membiasakan diri bersih pada
dan masyarakat lingkungan sekolah
4.3 Membiasakan diri bersih pada
lingkungan masyarakat
4.4 Membiasakan diri bersih pada
lingkungan Kota Bandung

5. Menerapkan nilai-nilai 5.1 Memelihara keindahan pada


keindahan pada lingkungan lingkungan keluarga
keluarga, sekolah dan 5.2 Memelihara keindahan pada
masyarakat. lingkungan sekolah
5.3 Memelihara keindahan pada
lingkungan masyarakat
5.4 Memelihara keindahan pada
lingkungan Kota Bandung

6. Menerapkan konsep 6.1 Menerima konsep P4LH


pembibitan, penanaman, 6.2 Mencintai jenis-jenis tanaman yang ada
perawatan/ pemeliharaan dan di lingkungan sekitar
pengawasan lingkungan hidup
(P4LH)
7. Melakukan pembibitan 7.1. Memilih bibit tanaman
tanaman sebagai upaya nyata 7.2 Menyiapkan lahan pembibitan
untuk pengelolaan lingkungan 7.3 Melakukan pembibitan tanaman
hidup

222
8. Membiasakan diri 8.1 Melakukan penanaman tanaman di
menanam tanaman di setiap lingkungan rumah
jengkal lahan di rumah, 8.2 Melakukan penanaman tanaman di
sekolah dan ditempat lain. lingkungan sekolah
8.3. Melakukan penanaman tanaman di
lingkungan ditempat lain

9. Melakukan pemeliharaan/ 9.1 Memelihara tanaman dalam lingkungan


perawatan setiap aspek keluarga
lingkungan hidup di 9.2 Memelihara tanaman pada lingkungan
lingkungan keluarga, sekolah sekolah
dan masyarakat. 9.3 Memelihara tanaman pada lingkungan
masyarakat
9.4 Memelihara tanaman pada lingkungan
Kota Bandung

10. Membiasakan diri 10.1 Membiasakan diri dalam pengawasan


berpartisipa-si dalam tanaman pada lingkungan keluarga
pengawasan terhadap 10.2 Membiasakan diri dalam pengawasan
kepatuhan aturan aspek ling- tanaman pada lingkungan sekolah
kungan hidup di lingkungan 10.3 Membiasakan diri dalam pengawasan
keluarga, sekolah dan masya- tanaman pada lingkungan masyarakat
rakat. 10.4 Membiasakan diri dalam pengawasan
tanaman pada lingkungan Kota Bandung

223
11. Menilai IPTEK dalam 11.1 Menyenangi proses pengelolaan
pengelolaan lingkungan hidup Lingkungan Hidup dengan menggunakan
IPTEK
11.2 Menerima perkembangan IPTEK
dalam pengelolaan Lingkungan Hidup
12. Menerapkan IPTEK 12.1 Melakukan upaya pelestarian
dalam pengelolaan lingkungan dengan menggunakan IPTEK
Lingkungan Hidup 12.2 Melakukan pengelolaan dan
pemberdayaan sumber aya alam dan
energi dengan menggunakan IPTEK
12.3 Melakukan penanganan polusi udara
dengan menggunakan IPTEK
12.4 Meniru perkembangan IPTEK dari
daerah yang sudah maju
12.5 Membiasakan diri dalam pengelolaan
lingkungan hidup dengan menggunakan
IPTEK

D. BIMBINGAN DAN KONSELING

a. Konsep Layanan Bimbingan dan Konseling


Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor adalah guru yag mempunyai
tugas, tanggung jawab, wewenang, dan hak secara penuh dalam kegiatan pelayanan
bimbingan dan konseling terhadap sejumlah siswa.
Layanan bimbingan dan konseling adalah kegiatan Guru Bimbingan dan
Konseling atau Konselor dalam menyusun rencana pelayanan bimbingan dan konseling,
melaksanakan pelayanan bimbingan dan konseling, mengevaluasi proses dan hasil

224
pelayanan bimbingan dan konseling serta melakukan perbaikan tindak lanjut
memanfaatkan hasil evaluasi.
b. Komponen Layanan Bimbingan dan Konseling
Pedoman bimbingan dan konseling mencakup komponen-komponen berikut ini.
a) Jenis Layanan meliputi :
1) Layanan Orientasi yaitu layanan bimbingan dan konseling yang membantu
peserta didik memahami lingkungan baru, seperti lingkungan satuan
pendidikan bagi siswa baru, dan obyek-obyek yang perlu dipelajari, untuk
menyesuaikan diri serta mempermudah dan memperlancar peran di
lingkungan baru yang efektif dan berkarakter.
2) Layanan Informasi yaitu layanan bimbingan dan konseling yang membantu
peserta didik menerima dan memahami berbagai informasi diri, sosial,
belajar, karir/ jabatan, dan pendidikan lanjutan secara terarah, objektif dan
bijak.
3) Layanan Penempatan dan Penyaluran yaitu layanan bimbingan dan
konseling yang membantu peserta didik memperoleh penempatan dan
penyaluran yang tepat di dalam kelas, kelompok belajar, peminatan/lintas
minat/pendalaman minat, program latihan, magang, dan kegiatan
ekstrakurikuler secara terarah, objektif dan bijak.
4) Layanan Penguasaan Konten yaitu layanan bimbingan dan konseling yang
membantu peserta didik menguasai konten tertentu, terutama kompetensi
dan atau kebiasaan dalam melakukan, berbuat atau mengerjakan sesuatu
yang berguna dalam kehidupan di sekolah/madrasah, keluarga, dan
masyarakat sesuai dengan tuntutan kemajuan dan berkarakter-cerdas yang
terpuji, sesuai dengan potensi dan peminatan dirinya.
5) Layanan Konseling Perseorangan yaitu layanan bimbingan dan konseling
yang membantu peserta didik dalam mengentaskan masalah pribadinya
melalui prosedur perseorangan.
6) Layanan Bimbingan Kelompok yaitu layanan bimbingan dan konseling
yang membantu peserta didik dalam pengembangan pribadi, kemampuan
225
hubungan sosial, kegiatan belajar, karir/jabatan, dan pengambilan
keputusan, serta melakukan kegiatan tertentu sesuai dengan tuntutan
karakter yang terpuji melalui dinamika kelompok.
7) Layanan Konseling Kelompok yaitu layanan bimbingan dan konseling yang
membantu peserta didik dalam pembahasan dan pengentasan masalah yang
dialami sesuai dengan tuntutan karakter-cerdas yang terpuji melalui
dinamika kelompok.
8) Layanan Konsultasi yaitu layanan bimbingan dan konseling yang
membantu peserta didik dan atau pihak lain dalam memperoleh wawasan,
pemahaman, dan cara-cara dan atau perlakuan yang perlu dilaksanakan
kepada pihak ketiga sesuai dengan tuntutan karakter-cerdas yang terpuji.
9) Layanan Mediasi yaitu layanan bimbingan dan konseling yang membantu
peserta didik dalam menyelesaikan permasalahan dan memperbaiki
hubungan dengan pihak lain sesuai dengan tuntutan karakter-cerdas yang
terpuji.
10) Layanan Advokasi yaitu layanan bimbingan dan konseling yang membantu
peserta didik untuk memperoleh kembali hak-hak dirinya yang tidak
diperhatikan dan/atau mendapat perlakuan yang salah sesuai dengan
tuntutan karakter-cerdas yang terpuji.

b) Kegiatan Pendukung Layanan meliputi:


1) Aplikasi Instrumentasi yaitu kegiatan mengumpulkan data tentang diri
siswa dan lingkungannya, melalui aplikasi berbagai instrumen, baik tes
maupun non-tes.
2) Himpunan Data yaitu kegiatan menghimpun data yang relevan dengan
pengembangan peserta didik, yang diselenggarakan secara berkelanjutan,
sistematis, komprehensif, terpadu, dan bersifat rahasia.
3) Konferensi Kasus yaitu kegiatan membahas permasalahan peserta didik
dalam pertemuan khusus yang dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat

226
memberikan data, kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah
peserta didik melalui pertemuan, yang bersifat terbatas dan tertutup.
4) Kunjungan Rumah yaitu kegiatan memperoleh data, kemudahan dan
komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik melalui pertemuan
dengan orang tua dan atau anggota keluarganya.
5) Tampilan Kepustakaan yaitu kegiatan menyediakan berbagai bahan pustaka
yang dapat digunakan peserta didik dalam pengembangan pribadi,
kemampuan sosial, kegiatan belajar, dan karir/ jabatan.
6) Alih Tangan Kasus yaitu kegiatan untuk memin-dahkan penanganan
masalah peserta didik ke pihak lain sesuai keahlian dan kewenangan ahli
yang dimaksud.

c) Format Layanan meliputi:


1) Individual yaitu format kegiatan bimbingan dan konseling yang melayani peserta
didik secara perorangan.
2) Kelompok yaitu format kegiatan bimbingan dan konseling yang melayani
sejumlah peserta didik melalui suasana dinamika kelompok.
3) Klasikal yaitu format kegiatan bimbingan dan konseling yang melayani sejumlah
peserta didik dalam satu kelas rombongan belajar.
4) Lapangan yaitu format kegiatan bimbingan dan konseling yang melayani seorang
atau sejumlah peserta didik melalui kegiatan di luar kelas atau lapangan.
5) Pendekatan Khusus/Kolaboratif yaitu format kegiatan bimbingan dan konseling
yang melayani kepentingan peserta didik melalui pendekatan kepada pihak-pihak
yang dapat memberikan kemudahan.
6) Jarak Jauh yaitu format kegiatan bimbingan dan konseling yang melayani
kepentingan siswa melalui media dan/ atau saluran jarak jauh, seperti surat dan
sarana elektronik.

227
c. Strategi Layanan Bimbingan dan Konseling
a) Program Layanan
Dari segi unit waktu sepanjang tahun ajaran pada satuan pendidikan, ada lima
jenis program layanan yang disusun dan diselenggarakan dalam pelayanan bimbingan
dan konseling, yaitu sebagai berikut :
1) Program Tahunan yaitu program pelayanan bimbingan dan konseling
meliputi seluruh kegiatan selama satu tahun ajaran untuk masing-masing
kelas rombongan belajar pada satuan pendidikan.
2) Program Semesteran yaitu program pelayanan bimbingan dan konseling
meliputi seluruh kegiatan selama satu semester yang merupakan jabaran
program tahunan.
3) Program Bulanan yaitu program pelayanan bimbingan dan konseling
meliputi seluruh kegiatan selama satu bulan yang merupakan jabaran
program semesteran.
4) Program Mingguan yaitu program pelayanan bimbingan dan konseling
meliputi seluruh kegiatan selama satu minggu yang merupakan jabaran
program bulanan.
5) Program Harian yaitu program pelayanan bimbingan dan konseling yang
dilaksanakan pada hari-hari tertentu dalam satu minggu. Program harian
merupakan jabaran dari program mingguan dalam bentuk Satuan Layanan
atau Rencana Program Layanan dan/atau Satuan Kegiatan Pendukung atau
Rencana Kegiatan Pendukung pelayanan bimbingan dan konseling.

b) Penyelenggaraan Layanan
Sebagai pelaksana pelayanan bimbingan dan konseling, Guru Bimbingan dan
Konseling atau Konselor bertugas dan berkewajiban menyelenggarakan layanan yang
mengarah pada (1) pelayanan dasar, (2) pelayanan pengembangan, (3) pelayanan
peminatan studi, (4) pelayanan teraputik, dan (5) pelayanan diperluas.

228
1) Pelayanan Dasar, yaitu pelayanan mengarah kepada terpenuhinya kebutuhan
siswa yang paling elementer, yaitu kebutuhan makan dan minum, udara segar,
dan kesehatan, serta kebutuhan hubungan sosio-emosional. Orang tua, guru dan
orang-orang yang dekat (significant persons) memiliki peranan paling dominan
dalam pemenuhan kebutuhan dasar siswa. Dalam hal ini, Guru Bimbingan dan
Konseling atau Konselor pada umumnya berperan secara tidak langsung dan
mendorong para significant persons berperan optimal dalam memenuhi
kebutuhan paling elementer siswa.
2) Pelayanan Pengembangan, yaitu pelayanan untuk mengembangkan potensi
peserta didik sesuai dengan tahap-tahap dan tugas-tugas perkem-bangannya.
Dengan pelayanan pengembangan yang cukup baik siswa akan dapat menjalani
kehidupan dan perkembangan dirinya dengan wajar, tanpa beban yang
memberatkan, memperoleh penyaluran bagi pengembangan potensi yang
dimiliki secara optimal, serta menatap masa depan dengan cerah. Upaya
pendidikan pada umumnya merupakan pelaksanaan pelayanan pengembangan
bagi peserta didik. Pada satuan-satuan pendidikan, para pendidik dan tenaga
kependidikan memiliki peran dominan dalam penyelenggaraan pengembangan
terhadap siswa. Dalam hal ini, pelayanan bimbingan dan konseling yang
dilaksanakan oleh Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor selalu diarahkan
dan mengacu kepada tahap dan tugas perkembangan siswa.
3) Pelayanan Arah Peminatan/Lintas Minat/Pendalaman Minat Studi Siswa, yaitu
pelayanan yang secara khusus tertuju kepada peminatan/lintas
minat/pendalaman minat peserta didik sesuai dengan konstruk dan isi kurikulum
yang ada. Arah peminatan/lintas minat/pendalaman minat ini terkait dengan
bidang bimbingan pribadi, sosial, belajar, dan karir dengan menggunakan
segenap perangkat (jenis layanan dan kegiatan pendukung) yang ada dalam
pelayanan Bimbingan dan Konseling. Pelayanan peminatan/lintas
minat/pendalaman minat peserta didik ini terkait pula dengan aspek-aspek
pelayanan pengembangan tersebut di atas.

229
4) Pelayanan Teraputik, yaitu pelayanan untuk menangani pemasalahan yang
diakibatkan oleh gangguan terhadap pelayanan dasar dan pelayanan
pengembangan, serta pelayanan pemi natan. Permasalahan tersebut dapat
terkait dengan kehidupan pribadi, kehidupan sosial, kehidupan keluarga,
kegiatan belajar, karir. Dalam upaya menangani permasalahan peserta didik,
Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor memiliki peran dominan. Peran
pelayanan teraputik oleh Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor dapat
menjangkau aspek-aspek pelayanan dasar, pelayanan pengembangan, dan
pelayanan peminatan.
5) Pelayanan Diperluas, yaitu pelayanan dengan sasaran di luar diri siswa pada
satuan pendidikan, seperti personil satuan pendidikan, orang tua, dan warga
masyarakat lainnya yang semuanya itu terkait dengan kehidupan satuan
pendidikan dengan arah pokok terselenggaranya dan suskesnya tugas utama
satuan pendidikan, proses pembelajaran, optimalisasi pengembangan potensi
peserta didik. Pelayanan diperluas ini dapat terkait secara langsung ataupun tidak
langsung dengan kegiatan pelayanan dasar, pengembangan peminatan, dan
pelayanan teraputik tersebut di atas.

c) Waktu dan Posisi Pelaksanaan Layanan


1) Semua kegiatan mingguan (kegitan layanan dan/ atau pendukung bimbingan dan
konseling) diselenggarakan di dalam kelas (sewaktu jam pembelajaran
berlangsung) dan/atau di luar kelas (di luar jam pembelajaran)

i Di dalam jam pembelajaran:


Kegiatan tatap muka dilaksanakan secara klasikal dengan
rombongan belajar siswa dalam tiap kelas untuk
menyelenggarakan layanan informasi, penempatan dan
penyaluran, penguasaan konten, kegiatan instrumentasi, serta
layanan/kegiatan lain yang dapat dilakukan di dalam kelas.

230
Volume kegiatan tatap muka klasikal adalah 2 (dua) jam per
kelas (rombongan belajar per minggu dan dilaksanakan secara
terjadwal.
Kegiatan tatap muka nonklasikal diselenggarakan dalam
bentuk layanan konsultasi, kegiatan konferensi kasus,
himpunan data, kunjungan rumah, tampilan kepustakaan, dan
alih tangan kasus.

ii Di luar jam pembelajaran:


Kegiatan tatap muka nonklasikal dengan siswa dilaksanakan
untuk layanan orientasi, konseling perorangan, bimbingan
kelompok, konseling kelompok, mediasi, dan advokasi serta
kegiatan lainnya yang dapat dilaksana-kan di luar kelas.
Satu kali kegiatan layanan/pendukung bimbingan dan
konseling di luar kelas/di luar jam pembelajaran ekuivalen
dengan 2 (dua) jam pembelajaran tatap muka dalam kelas.
Kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling di luar jam
pembe-lajaran satuan pendidikan maksimum 50% dari seluruh
kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling, diketahui dan
dilaporkan kepada pimpinan satuan pendidikan.
2) Program pelayanan bimbingan dan konseling pada masing-masing satuan
pendidikan dikelola oleh Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor
dengan memperhatikan keseimbangan dan kesi-nambungan program
antarkelas dan antarjenjang kelas, dan mensinkronisasikan program
pelayanan bimbingan dan konseling dengan kegiatan pembelajaran mata
pelajaran dan kegiatan ekstra kurikuler dengan mengefektifkan dan
mengefisienkan penggunaan fasilitas satuan pendidikan.

231
d. Pihak Yang Terlibat
Pelaksana utama pelayanan bimbingan dan konseling adalah Guru Bimbingan
dan Konseling atau Konselor. Penyelenggara pelayanan bimbingan dan konseling di
SMK/MAK adalah Guru Bimbingan dan Konseling.
1) Pada satu SMK/MAK diangkat sejumlah Guru Bimbingan dan
Konseling atau Konselor dengan rasio 1 : 150 (satu Guru bimbingan
dan konseling atau Konselor melayani 150 orang siswa) pada setiap
tahun ajaran.
2) Jika diperlukan Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor yang
bertugas di SMP/MTs dan/atau SMA/MA/SMK tersebut dapat diminta
bantuan untuk menangani permasalahan peserta didik SD/MI dalam
rangka pelayanan alih tangan kasus.
3) Sebagai pelaksana utama kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling
di satuan pendidikan, Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor
wajib menguasai spektrum pelayanan pada umumnya, khususnya
pelayanan profesional bimbingan dan konseling, meliputi:
a. Pengertian, tujuan, prinsip, asas-asas, paradigma, visi dan misi
pelayanan bimbingan dan konseling profesional
b. Bidang dan materi pelayanan bimbingan dan konseling, termasuk
di dalamnya materi pendidikan karakter dan arah peminatan siswa
c. Jenis layanan, kegiatan pendukung dan format pelayanan
bimbingan dan konseling
d. Pendekatan, metode, teknik dan media pelayanan bimbingan dan
konseling, termasuk di dalamnya pengubahan tingkah laku,
penanaman nilai-nilai karakter dan peminatan peserta didik.
e. Penilaian hasil dan proses layanan bimbingan dan konseling
f. Penyusunan program pelayanan bimbingan dan konseling
g. Pengelolaan pelaksanaan program pelayanan bimbingan dan
konseling
h. Penyusunan laporan pelayanan bimbingan dan konseling
232
i. Kode etik profesional bimbingan dan konseling
j. Peran organisasi profesi bimbingan dan konseling
1) Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor merumuskan dan
menjelaskan kepada pihak-pihak terkait, terutama peserta didik,
pimpinan satuan pendidikan, Guru Mata Pelajaran, dan orang tua,
sebagai berikut:
a) Sejak awal bertugas di satuan pendidikan, Guru Bimbingan dan
Konseling atau Konselor merumuskan secara konkrit dan jelas
tugas dan kewajiban profesionalnya dalam pelayanan bimbingan
dan konseling, meliputi:
i. Struktur pelayanan bimbingan dan konseling
ii. Program pelayanan bimbingan dan konseling
iii. Pengelolaan program pelayanan bimbingan dan konseling
iv. Evaluasi hasil dan proses pelayanan bimbingan dan
konseling
v. Tugas dan kewajiban pokok Guru Bimbingan dan
Konseling atau Konselor.
a) Hal-hal sebagaimana tersebut pada butir a di atas dijelaskan kepada
siswa, pimpinan, dan sejawat pendidik (Guru Mata pelajaran dan Wali
Kelas) pada satuan pendidikan, dan orang tua secara profesional dan
proporsional.
b) Kerjasama
i. Dalam melaksanakan tugas pelayanan bimbingan dan
konseling Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor
bekerjasama dengan berbagai pihak di dalam dan di luar satuan
pendidikan untuk suksesnya pelayanan yang dimaksud.
ii. Kerjasama tersebut di atas dalam rangka manajemen
bimbingan dan konseling yang menjadi bagian integral dari
manajemen satuan pendidikan secara menyeluruh.

233
4. KEGIATAN EKSTRA KURIKULER
Kegiatan ekstra kurikuler yang dilaksanakian di SMK Negeri 3 Mandaumeliputi:
1. Kegiatan ekstra kurikuler wajib yaitu Pramuka, semua peserta didik kelas X
diwajibkan mengikuti pendidikan kepramukaan baik teori maupaun berupa
kegiatan fisik atau praktik.
2. Kegiatan ekstra kurikuler pilihan, yang terdiri dari:
1) Bola basket
2) Bola Voli
3) Futsal
4) Bulu Tangkis
5) Prisai Diri (Silat)
6) English Conversation Club
7) Nashid
8) Ikatan Remaja Masjid

E. PENGATURAN BEBAN BELAJAR


Beban belajar pada SMK Negeri 3 Mandause bagaimana tercantum pada
Permendibud No. 70 tahun 2013 sebagai berikut:
1) Durasi per jam pelajaran 45 menit
2) Jumlah jam pelajaran per minggu per rombongan belajar 48 jam
pelajaran wajib dengan rincian ; 24 jam pelajaran Wajib A dan B, 24
jam pelajaran pilihan (C1 + C2 + C3 ) dan 3 jam pelajaran muatan lokal
(Mulok Bahasa Sunda 2 jam ditambah Pendidikan Lingkungan Hidup 1
jam pelajaran). Jadi jumlah total 51 jam pelajaran per minggu.
3) Jumlah minggu efektif selama satu tahun ajaran antara 36 sampai 40
minggu

234
4) Selain jam tatap muka peserta didik dikenakan juga jam Penugasan
Terstruktur dan Kegiatan mandiri tidak Terstruktur yang jumlah jamnya
maksimal 60% dari jam tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan.
5) Peserta didik wajib menyelesaikan mata pelajaran yang tertuang dalam
Struktur Kurikulum.
6) Ketuntasan minimal untuk seluruh kompetensi dasar pada kompetensi
pengetahuan dan kompetensi keterampilan yaitu 2.66 (B-)
7) Pencapaian minimal untuk kompetensi sikap adalah B.
8) Untuk kompetensi yang belum tuntas, kompetensi tersebut dituntaskan
melalui pembelajaran remedial sebelum melanjutkan pada kompetensi
berikutnya.
9) Untuk mata pelajaran yang belum tuntas pada semester berjalan,
dituntaskan melalui pembelajaran remedial sebelum memasuki semester
berikutnya.
10) Peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan di SMK/MAK
setelah:
a) menyelesaikan seluruh program pembelajaran;
b) memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk
seluruh mata pelajaran;
c) lulus ujian sekolah/madrasah; dan
d) lulus Ujian Nasional.

F. PRAKTIK KERJA INDUSTRI


Pendidikan Sistem Ganda (PSG) adalah suatu pola penyelenggaraan
pendidikan yang dikelola bersama-sama antara SMK dengan dunia usaha/industri
(DU/DI) sebagai institusi pasangan (IP), mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan,
hingga tahap evaluasi dan sertifikasi. Salah satu kegiatan pembelajaran dalam
pendidikan sistem ganda (PSG) adalah praktik kerja industri yang merupakan satu
kesatuan program pembelajaran dengan menggunakan berbagai bentuk alternatif
pelaksanaan, seperti day release, block release, dan lain sebagainya. Durasi praktik
235
kerja industri di SMK SMK Negeri 3 Mandau dilaksanakan selama 2 (dua) bulan pada
semester 5 bulan Juli dan Agustus, Pola pendidikan sistem ganda diterapkan dalam
proses penyelenggaraan SMK dalam rangka lebih mendekatkan mutu lulusan dengan
kemampuan yang diminta oleh dunia usaha/industri.

Ciri / operasionalisasi pembelajaran di dunia kerja/industri adalah sebagai


berikut :
Peserta diklat yang mengikuti pelatihan di industri adalah mereka yang memenuhi
persyaratan minimal yang telah ditetapkan , baik pada saat penerimaan maupun pada
saat pemilihan program diklat.
Industri dapat melakukan pemilihan peserta dan meberikan pembekalan kemampuan
tambahan, agar benar-benar siap dan memenuhi standar minimal sesuai dengan
persyaratn kerja yang ada.
Kegiatan pelatihan di industri dilaksanakan sesuai dengan program bersama yang telah
disepakati.
Kegiatan peserta di industri merupakan kegiatan bekerja langsung pada pekerjaan yang
sesungguhnya, untuk menguasai kompetensi yang benar dan terstandar, sekaligus
menginternalisasi sikap dan etos kerja yang positif sesuai dengan persyaratan tenaga
kerja propesional pada bidangnya.

Lamanya peserta didik berada di industri, ditentukan atas dasar jumlah waktu
latihan yang dipersyaratkan untuk menguasai kompetensi yang akan dipelajarinya.
Pelaksanaan pembelajaran di industri dilengkapi dengan perangkat antara lain : jurnal
kegiatan peserta, termasuk daftar kemajuan hasil belajar peserta; perangkat monitoring;
kontrak kerja/perjanjian peserta (jika diperlukan); asuransi kecelakaan kerja bagi
peserta; lain-lain yang dianggap perlu.
Kegiatan pembelajaran berbasis kompetensi dilakukan setelah penyiapan komponen-
komponen/sarana pemelajaran dipastikan kesiapannya, untuk mengantisipasi terjadinya
hambatan dalam pelaksanaan proses pembelajaran.

236
Hasil pelaksanaan pembelajaran, baik di SMK maupun di industri, adalah dicapainya
penguasaan sejumlah kompetensi yng telah direncanakan dalam program pembelajaran
oleh peserta didik. Semua perolehan dan hal-hal penting yang terkait, terekam dalam
data base pendidikan
SMK Negeri 3 Mandau melaksanakan Praktik Kerja Industri dimulai bulan
Juli sampai dengan bulan Agustus. Peserta didik yang melaksanakan prakti kerja
industri adalah peserta didik kelas XII. Mereka dilengkapi dengan Buku Jurnal Prakerin
yang harus diisi oleh peserta didik dan diketahui serta ditandatangani oleh pembimbing
dan pimpinan perusahaan. Dalam Buku Jurnal Prakerin dilengkapi dengan daftar mata
pelajaran dan kompetensi-kompetensi yang ada pada paket keahlian Teknik
Pemesinansebagai acuan dalam melaksanakan pembelajaran dan pelatihan. Penilaian
dilakukan oleh pembimbing setiap akhir pembelajaran satu kompetensi. Penilaian akhir
prakerin harus diketahui pimpinan perusahaan/industri. Setelah menyelsaikan prakerin
yang diakhiri dengan penilaian akhir prakerin serta dinyatakan Lulus, peserta didik
mendapatkan Sertifikat Prakerin yang ditandatangani oleh pembimbing, pemimpin
perusahaan, dan kepala sekolah.

Dunia Usaha / Dunia Industri sebagai institusi pasangan dalam melaksanakan


kerjasama dalam hal pendidikan sistem ganda diusahakan diikat dalam bentuk naskah
kesepakatan atau MoU ( Memorandum of Understanding ).
Adapun perusahaan yang sudah melaksanakan kerjasama dalam kegiatan praktik kerjka
industri, adalah sebagai berikut :

DAFTAR NAMA DAN ALAMAT PERUSAHAAN TEMPAT PRAKERIN


PAKET KEAHLIAN TEKNIK KENDARAAN RINGAN
SMK AL FALAH KOTA BANDUNG

NO NAMA PERUSAHAAN ALAMAT PERUSAHAAN


1 PT. Pipa Mas Km 4 jl. Duri dumai
2 PT. Orbit Abadi Sakti Km 6 jl. Duri Dumai
237
3 PT. Bawafi Gazali Asrama Trabrata Duir
4 PT. Ridho Ilaahi Hangtuah Duri
5 PT. Multi Teknik Desa Harapan Duri
6 PT.Wilmar Group Dumai
7 PT. Pertamina UP 2 Dumai Dumai
8 PT. PA 3 Garoga Duri
9 CV. Widiya Jaya Km 125 Duri
10 PT. Murni Samsam 2 Pelitung Dumai
11 PT. Murni Samsam 2 Pelitung Dumai
12 PT. Murni Samsam 2 Pelitung Dumai
13 PT. Murni Samsam 2 Pelitung Dumai
14 PT. Besmindo Andalas km 8 jl. Duir Dumai
15 CV. Serba Karet Mandiri km 5 jl.Duri Dumai
16 Bengkel Perjuangan 18 Teknik Km 4 jl. Duri dumai
17 CV. Jejfa Engergy km 2 jl.Duri Dumai

G. PERATURAN AKADEMIK
1) Peminatan/Pemilihan Program Keahlian/Paket Keahlian
Peminatan/Pemilihan Progrma Keahlian/Paket Keahlian di SMK Negeri 3
Mandauberpedoman pada spektrum keahlian Pendidikan Menengah Kejuruan,
berdasarkan keputusan Direktur Pembinaan SMK no. 2873/C5.3/MN/2008, tanggal 22-
09-2008 dan Keputusan Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
Depdiknas no.251/C/Kep/MN/2008, tanggal 22 Agustus 2008. Pemilihan Program
Keahlian dan Paket Keahlian dilaksanakan pada saat siswa melakukan pendaftaran
(PPDB) masuk SMK Negeri 3 Mandaupada kelas X melalui angket pemilihan program
keahlian karena setiap Program Keahlian di SMK Negeri 3 Mandauhyanya memilki
satu Paket Keahlian, yaitu Program Keahlian Teknik Otomotif dengan paket
keahliannya Teknik Kendaraan Ringan, Program Keahlian Teknik Mesin dengan paket
keahlainnya Teknik Pemeliharaan Mekanik Mesin Industri, dan Program Keahlian

238
Teknik Ketenaga Listrikan dengan paket kieahliannya Teknik Instalasi Pemanfaatan
Tenaga Listrik. Dalam menentukan peminatan/pemilihan program keahlian, selain
berdasarkan minat peserta didik, juga hasil Tes khusus atau wawancara dan persetujuan
orang tua peserta didik menjadi bahan pertimbangan.

2) Kriteria Ketuntasan Belajar


Ketuntasan belajar setiap kompetensi dasar adalah 2,66 yang merupakan
ketentuan nasional. Sehingga nilai ketuntasan belajar setiap mata pelajaran pun 2,66.
Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) untuk setiap mata pelajaran di SMK Negeri 3
Mandausesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Kementrian Pendidikan dan
Kebudayaan yaitu 2,66.

3) Kenaikan Kelas
Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun ajaran. Kriteria Penentuan
Kenaikan Kelas diatur sesuai dengan ketentuan yaitu apabila kegiatan penilaian
kenaikan kelas dilakukan secara berkesinambungan sehingga tindakan perbaikan dan
pengayaan diberikan saat dini dan tepat waktu diharapkan tidak ada peserta didik yang
tidak mencapai kompetensi yang ditargetkan walaupun dengan kecepatan dan gaya
belajar yang berbeda satu dengan yang lainnya. Kalau setiap peserta didik bisa dibantu
secara optimal sesuai dengan keperluannya mencapai kompetensi tertentu, maka tidak
perlu ada peserta didik yang tidak naik kelas ( automatic promotion ). Namun apabila
karena alasan yang kuat, misalnya karena gangguan kesehatan fisik, emosi atau mental
sehingga tidak mungkin bisa berhasil dibantu mencapai kompetensi yang ditargetkan,
maka hasil penilaian kelas bisa menjadi dasar peserta didik tersebut tinggal kelas.

Automatic Promotion adalah semua indikator, konpetensi dasar, dan


kompetensi inti suatu mata pelajaran telah terpenuhi ketuntasannya, maka peserta didik

239
dianggap telah layak naik ke kelas berikutnya. Jika seorang peserta didik dinyatakan
tidak naik kelas, maka peserta didik tersebut harus mengulang di kelas yang sama.
Secara lebih rinci, seorang peserta didik di SMK Negeri 3 Mandaudinyatakan
naik kelas ke tingkat yang lebih tinggi apabila memenuhi Kriteria Kenaikan Kelas
sebagai berikut:
a) Sudah menyelesaikan seluruh program pembelajaran pada kelas tersebut di
tahun tersebut yang dibuktikan dengan telah tercapainya kriteria
ketuntasan belajar dengan nilai minimal 2,66 untuk aspek pengetahuan dan
aspek keterampilan setiap mata pelajaran yang diprogramkan pada tahun
tersebut.
b) Memilki nilai minimal BAIK untuk aspek sikap pada setiap mata pelajran
c) Presentase kehadiran selama satu tahun berjalan minimal 90%.

Peserta didik yang tidak memenuhi syarat/kriteria seperti tersebut di atas


dinyatakan tidak naik kelas dan harus mengulang semua mata pelajaran yang diajarkan
pada tingkat yang sama.

4) Kelulusan
Seorang peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan pada SMK
Negeri 3 Mandausetelah memenuhi Kriteria Kelulusan sebagai berikut :
a) Menyelesaikan seluruh program pembelajaran;
Hal ini berarti peserta didik telah mengikuti program pembelajaran seluruh
mata pelajaran yang terdapat pada kurikulum yang digunakan dan semua
nilainya sudah memenuhi KKM. Pemenuhan persyaratan ini diwujudkan
dalam bentuk nilai yang tercantum dalam Buku Induk Siswa dan pada buku
laporan pendidikan yang dimiliki peserta didik mulai semester 1 sampai
semester 6.

b) Memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata
pelajaran, baik penilaian sikap, pengetahuan, maupun keterampilannya.
240
c) Lulus Ujian Sekolah
i. Kriteria Kelulusan Ujian sekolah sebagai berikut:
ii. Seorang peserta didik dinyatakan Lulus Ujian sekolah apabila
memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

a) Nilai terendah mata pelajaran yang diujikan 2,66


b) Nilai rata-rata seluruh mata pelajaran yang diujikan minimal 2,70
c) Presentase Kehadiran pada tahun terakhir minimal 90%
d) Nilai seluruh mata pelajaran yang diujikan harus minimal baik untuk
penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilannya.

e) Lulus Ujian Nasional


Kriteria Kelulusan Ujian Nasional ditentukan oleh Kementrian Pendidikan
dan Kebudayaan melalui BSN

241
BAB IV
PEDOMAN UMUM PEMBELAJARAN

A. KONSEP DAN STRATEGI PEMBELAJARAN

1. Pandangan Tentang Pembelajaran

Secara prinsip, kegiatan pembelajaran merupakan proses pendidikan yang


memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi
mereka menjadi kemampuan yang semakin lama semakin meningkat dalam
sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang diperlukan dirinya untuk hidup dan
untuk bermasyarakat, berbangsa, serta berkontribusi pada kesejahteraan hidup
umat manusia. Oleh karena itu, kegiatan pembelajaran diarahkan untuk
memberdayakan semua potensi peserta didik menjadi kompetensi yang
diharapkan.
Lebih lanjut, strategi pembelajaran harus diarahkan untuk memfasilitasi
pencapaian kompetensi yang telah dirancang dalam dokumen kurikulum agar
setiap individu mampu menjadi pebelajar mandiri sepanjang hayat. dan yang
pada gilirannya mereka menjadi komponen penting untuk mewujudkan
masyarakat belajar. Kualitas lain yang dikembangkan kurikulum dan harus
terealisasikan dalam proses pembelajaran antara lain kreativitas, kemandirian,
kerja sama, solidaritas, kepemimpinan, empati, toleransi dan kecakapan hidup
peserta didik guna membentuk watak serta meningkatkan peradaban dan
martabat bangsa.
Untuk mencapai kualitas yang telah dirancang dalam dokumen kurikulum,
kegiatan pembelajaran perlu menggunakan prinsip yang: (1) berpusat pada
peserta didik, (2) mengembangkan kreativitas peserta didik, (3) menciptakan
kondisi menyenangkan dan menantang, (4) bermuatan nilai, etika, estetika,
logika, dan kinestetika, dan (5) menyediakan pengalaman belajar yang beragam
melalui penerapan berbagai strategi dan metode pembelajaran yang
menyenangkan, kontekstual, efektif, efisien, dan bermakna.
242
Di dalam pembelajaran, peserta didik didorong untuk menemukan sendiri dan
mentransformasikan informasi kompleks, mengecek informasi baru dengan yang
sudah ada dalam ingatannya, dan melakukan pengembangan menjadi informasi
atau kemampuan yang sesuai dengan lingkungan dan jaman tempat dan waktu ia
hidup. Kurikulum 2013 menganut pandangan dasar bahwa pengetahuan tidak
dapat dipindahkan begitu saja dari guru ke peserta didik. Peserta didik adalah
subjek yang memiliki kemampuan untuk secara aktif mencari, mengolah,
mengkonstruksi, dan menggunakan pengetahuan. Untuk itu pembelajaran harus
berkenaan dengan kesempatan yang diberikan kepada peserta didik untuk
mengkonstruksi pengetahuan dalam proses kognitifnya. Agar benar-benar
memahami dan dapat menerapkan pengetahuan, peserta didik perlu didorong
untuk bekerja memecahkan masalah, menemukan segala sesuatu untuk dirinya,
dan berupaya keras mewujudkan ide-idenya.

Guru memberikan kemudahan untuk proses ini, dengan mengembangkan


suasana belajar yang memberi kesempatan peserta didik untuk menemukan,
menerapkan ide-ide mereka sendiri, menjadi sadar dan secara sadar
menggunakan strategi mereka sendiri untuk belajar. Guru mengembangkan
kesempatan belajar kepada peserta didik untuk meniti anak tangga yang
membawa peserta didik kepemahaman yang lebih tinggi, yang semula dilakukan
dengan bantuan guru tetapi semakin lama semakin mandiri. Bagi peserta didik,
pembelajaran harus bergeser dari diberi tahu menjadi aktif mencari tahu.

Di dalam pembelajaran, peserta didik mengkonstruksi pengetahuan bagi dirinya.


Bagi peserta didik, pengetahuan yang dimilikinya bersifat dinamis, berkembang
dari sederhana menuju kompleks, dari ruang lingkup dirinya dan di sekitarnya
menuju ruang lingkup yang lebih luas, dan dari yang bersifat konkrit menuju
abstrak. Sebagai manusia yang sedang berkembang, peserta didik telah, sedang,
dan/atau akan mengalami empat tahap perkembangan intelektual, yakni sensori

243
motor, pra-operasional, operasional konkrit, dan operasional formal. Secara
umum jenjang pertama terjadi sebelum seseorang memasuki usia sekolah, jejang
kedua dan ketiga dimulai ketika seseorang menjadi peserta didik di jenjang
pendidikan dasar, sedangkan jenjang keempat dimulai sejak tahun kelima dan
keenam sekolah dasar.

Proses pembelajaran terjadi secara internal pada diri peserta didik. Proses
tersebut mungkin saja terjadi akibat dari stimulus luar yang diberikan guru,
teman, lingkungan. Proses tersebut mungkin pula terjadi akibat dari stimulus
dalam diri peserta didik yang terutama disebabkan oleh rasa ingin tahu. Proses
pembelajaran dapat pula terjadi sebagai gabungan dari stimulus luar dan dalam.
Dalam proses pembelajaran, guru perlu mengembangkan kedua stimulus pada
diri setiap peserta didik.

Di dalam pembelajaran, peserta didik difasilitasi untuk terlibat secara aktif


mengembangkan potensi dirinya menjadi kompetensi. Guru menyediakan
pengalaman belajar bagi peserta didik untuk melakukan berbagai kegiatan yang
memungkinkan mereka mengembangkan potensi yang dimiliki mereka menjadi
kompetensi yang ditetapkan dalam dokumen kurikulum atau lebih. Pengalaman
belajar tersebut semakin lama semakin meningkat menjadi kebiasaan belajar
mandiri dan ajeg sebagai salah satu dasar untuk belajar sepanjang hayat.

Dalam suatu kegiatan belajar dapat terjadi pengembangan sikap, pengetahuan,


dan keterampilan dalam kombinasi dan penekanan yang bervariasi. Setiap
kegiatan belajar memiliki kombinasi dan penekanan yang berbeda dari kegiatan
belajar lain tergantung dari sifat muatan yang dipelajari. Meskipun demikian,
pengetahuan selalu menjadi unsur penggerak untuk pengembangan kemampuan
lain.

244
2. Pembelajaran Langsung dan Tidak Langsung
Kurikulum 2013 mengembangkan dua modus proses pembelajaran yaitu proses
pembelajaran langsung dan proses pembelajaran tidak langsung. Proses
pembelajaran langsung adalah proses pendidikan di mana peserta didik
mengembangkan pengetahuan, kemampuan berpikir dan keterampilan
psikomotorik melalui interaksi langsung dengan sumber belajar yang dirancang
dalam silabus dan RPP berupa kegiatan-kegiatan pembelajaran. Dalam
pembelajaran langsung tersebut peserta didik melakukan kegiatan belajar
mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi atau
menganalisis, dan mengkomunikasikan apa yang sudah ditemukannya dalam
kegiatan analisis. Proses pembelajaran langsung menghasilkan pengetahuan dan
keterampilan langsung atau yang disebut dengan instructional effect.
Pembelajaran tidak langsung adalah proses pendidikan yang terjadi selama
proses pembelajaran langsung tetapi tidak dirancang dalam kegiatan khusus.
Pembelajaran tidak langsung berkenaan dengan pengembangan nilai dan sikap.
Berbeda dengan pengetahuan tentang nilai dan sikap yang dilakukan dalam
proses pembelajaran langsung oleh mata pelajaran tertentu, pengembangan sikap
sebagai proses pengembangan moral dan perilaku dilakukan oleh seluruh mata
pelajaran dan dalam setiap kegiatan yang terjadi di kelas, sekolah, dan
masyarakat. Oleh karena itu, dalam proses pembelajaran Kurikulum 2013,
semua kegiatan yang terjadi selama belajar di sekolah dan di luar dalam kegiatan
kokurikuler dan ekstrakurikuler terjadi proses pembelajaran untuk
mengembangkan moral dan perilaku yang terkait dengan sikap.

Baik pembelajaran langsung maupun pembelajaran tidak langsung terjadi secara


terintegrasi dan tidak terpisah. Pembelajaran langsung berkenaan dengan
pembelajaran yang menyangkut KD yang dikembangkan dari KI-3 dan KI-4.
Keduanya, dikembangkan secara bersamaan dalam suatu proses pembelajaran
dan menjadi wahana untuk mengembangkan KD pada KI-1 dan KI-2.

245
Pembelajaran tidak langsung berkenaan dengan pembelajaran yang menyangkut
KD yang dikembangkan dari KI-1 dan KI-2.

Proses pembelajaran terdiri atas lima pengalaman belajar pokok yaitu:


a. mengamati;
b. menanya;
c. mengumpulkan informasi;
d. mengasosiasi; dan
e. mengkomunikasikan.
Kelima pembelajaran pokok tersebut dapat dirinci dalam berbagai kegiatan
belajar

Langkah pembelajaran Kegiatan belajar Kompetensi yang dikembangkan


(dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik)
untuk hidup cerdas dan belajar sepanjang hayat
- mengumpulkan informasi/ eksperimen
- melakukan eksperimen
- membaca sumber lain selain buku teks
- mengamati objek/ kejadian/
- aktivitas
- wawancara dengan nara sumber

Mengembangkan sikap teliti, jujur,sopan, menghargai pendapat orang lain,


kemampuan berkomunikasi, menerapkan kemampuan mengumpulkan informasi
melalui berbagai cara yang dipelajari, mengembangkan kebiasaan belajar dan
belajar sepanjang hayat.
Mengasosiasikan/mengolah informasi, yaitu mengolah informasi yang sudah
dikumpulkan baik terbatas dari hasil kegiatan mengumpulkan/eksperimen mau
pun hasil dari kegiatan mengamati dan kegiatan mengumpulkan informasi.
Pengolahan informasi yang dikumpulkan dari yang bersifat menambah keluasan
246
dan kedalaman sampai kepada pengolahan informasi yang bersifat mencari
solusi dari berbagai sumber yang memiliki pendapat yang berbeda sampai
kepada yang bertentangan.
Mengembangkan sikap jujur, teliti, disiplin, taat aturan, toleransi, kerja keras,
kemampuan berpikir sistematis, kemampuan menerapkan prosedur dan
kemampuan berpikir induktif serta deduktif dalam menyimpulkan dan
kemampuan mengungkapkan pendapat yang logis dengan lancar dan mudah
dipahami.
Mengkomunikasikan adalah menyampaikan hasil pengamatan, kesimpulan
berdasarkan hasil analisis secara lisan, tertulis, atau media lainnya

B. LANGKAH PEMBELAJARAN PADA KEGIATAN BELAJAR


KOMPETENSI

1. PERENCANAAN PEMBELAJARAN
Tahap pertama dalam pembelajaran menurut standar proses yaitu perencanaan
pembelajaran yang diwujudkan dengan kegiatan penyusunan rencana
pelaksanaan pembelajaran (RPP).
1) Hakikat RPP
Rencana pelaksanaan pembelajaran adalah rencana pembelajaran yang
dikembangkan secara rinci dari suatu materi pokok atau tema tertentu yang
mengacu pada silabus. RPP mencakup: (1) data sekolah, matapelajaran, dan
kelas/semester; (2) materi pokok; (3) alokasi waktu; (4) tujuan
pembelajaran, KD dan indikator pencapaian kompetensi; (5) materi
pembelajaran; metode pembelajaran; (6) media, alat dan sumber belajar; (6)
langkah-langkah kegiatan pembelajaran; dan (7) penilaian.
Setiap guru di setiap satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP untuk
matapelajaran yang diampunya. Pengembangan RPP dapat dilakukan pada
setiap awal semester atau awal tahun pelajaran, dengan maksud agar RPP
telah tersedia terlebih dahulu dalam setiap awal pelaksanaan pembelajaran.
Pengembangan RPP dapat dilakukan secara mandiri atau secara
247
berkelompok. Pengembangan RPP yang dilakukan oleh guru secara mandiri
dan/atau secara bersama-sama melalui musyawarah guru mata pelajaran
(MGMP) di dalam suatu sekolah tertentu difasilitasi dan disupervisi kepala
sekolah atau guru senior yang ditunjuk oleh kepala sekolah.
Pengembangan RPP yang dilakukan oleh guru secara berkelompok melalui
MGMP antarsekolah atau antarwilayah dikoordinasikan dan disupervisi oleh
pengawas atau dinas pendidikan.

2) Prinsip-Prinsip Pengembangan RPP


Berbagai prinsip dalam mengembangkan atau menyusun RPP adalah
sebagai berikut.
a. RPP disusun guru sebagai terjemahan dari ide kurikulum dan berdasarkan
silabus yang telah dikembangkan di tingkat nasional ke dalam bentuk
rancangan proses pembelajaran untuk direalisasikan dalam pembelajaran.
b. RPP dikembangkan guru dengan menyesuaikan apa yang dinyatakan
dalam silabus dengan kondisi di satuan pendidikan baik kemampuan
awal peserta didik, minat, motivasi belajar, bakat, potensi, kemampuan
sosial, emosi, gaya belajar,kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar
belakang budaya, norma, nilai, dan/atau lingkungan peserta didik.
c. Mendorong partisipasi aktif peserta didik
d. Sesuai dengan tujuan Kurikulum 2013 untuk menghasilkan peserta didik
sebagai manusia yang mandiri dan tak berhenti belajar, proses
pembelajaran dalam RPP dirancang dengan berpusat pada peserta didik
untuk mengembangkan motivasi, minat, rasa ingin tahu, kreativitas,
inisiatif, inspirasi, kemandirian, semangat belajar, keterampilan belajar
dan kebiasaan belajar.
e. Mengembangkan budaya membaca dan menulis
f. Proses pembelajaran dalam RPP dirancang untuk mengembangkan
kegemaran membaca, pemahaman beragam bacaan, dan berekspresi
dalam berbagai bentuk tulisan.
248
g. Memberikan umpan balik dan tindak lanjut.
h. RPP memuat rancangan program pemberian umpan balik positif,
penguatan, pengayaan, dan remedi. Pemberian pembelajaran remedi
dilakukan setiap saat setelah suatu ulangan atau ujian dilakukan, hasilnya
dianalisis, dan kelemahan setiap peserta didik dapat teridentifikasi.
Pemberian pembelajaran diberikan sesuai dengan kelemahan peserta
didik.
i. Keterkaitan dan keterpaduan.
j. RPP disusun dengan memperhatikan keterkaitan dan keterpaduan antara
KI dan KD, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian, dan
sumber belajar dalam satu keutuhan pengalaman belajar. RPP disusun
dengan mengakomodasikan pembelajaran tematik, keterpaduan lintas
matapelajaran untuk sikap dan keterampilan, dan keragaman budaya.
k. Menerapkan teknologi informasi dan komunikasi
l. RPP disusun dengan mempertimbangkan penerapan teknologi informasi
dan komunikasi secara terintegrasi, sistematis, dan efektif sesuai dengan
situasi dan kondisi.

3) Komponen dan Sistematika RPP


RPP paling sedikit memuat: (i) tujuan pembelajaran, (ii) materi
pembelajaran, (iii) metode pembelajaran, (iv) sumber belajar, dan (v)
penilaian.
Komponen-komponen tersebut secara operasional diwujudkan dalam bentuk
format berikut ini.
Sekolah :
Matapelajaran :
Kelas/Semester :
Materi Pokok :
Alokasi Waktu :
I. Kompetensi Inti (KI)
249
II. Kompetensi Dasar dan Indikator
1. _____________ (KD pada KI-1)
2. _____________ (KD pada KI-2)
3. _____________ (KD pada KI-3)
Indikator: __________________
4. _____________ (KD pada KI-4)
Indikator: __________________
Catatan: KD-1 dan KD-2 dari KI-1 dan KI-2 tidak harus dikembangkan
dalam indikator karena keduanya dicapai melalui proses pembelajaran
yang tidak langsung. Indikator dikembangkan hanya untuk KD-3 dan KD-4
yang dicapai melalui proses pembelajaran langsung.
III. Tujuan Pembelajaran
IV. Materi Pembelajaran (rincian dari Materi Pokok)
V. Metode Pembelajaran (Rincian dari Kegiatan Pembelajaran)
VI. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran
1. Media
2. Alat/Bahan
3. Sumber Belajar
VII. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
1. Pertemuan Kesatu:
a. Pendahuluan/Kegiatan Awal (menit)
b. Kegiatan Inti (...menit)
c. Penutup (menit)
2. Pertemuan Kedua:
a. Pendahuluan/Kegiatan Awal (menit)
b. Kegiatan Inti (...menit)
c. Penutup (menit), dan seterusnya.
VIII. Penilaian
1. Jenis/teknik penilaian
2. Bentuk instrumen dan instrumen
250
3. Kunci Jawaban
4. Pedoman penskoran/penilaian

4) Langkah-Langkah Pengembangan RPP


a. Mengkaji Silabus
Secara umum, untuk setiap materi pokok pada setiap silabus terdapat 4 KD
sesuai dengan aspek KI (sikap kepada Tuhan, sikap diri dan terhadap
lingkungan, pengetahuan, dan keterampilan). Untuk mencapai 4 KD
tersebut, di dalam silabus dirumuskan kegiatan peserta didik secara umum
dalam pembelajaran berdasarkan standar proses. Kegiatan peserta
didik ini merupakan rincian dari eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi,
yakni: mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengolah dan
mengkomunikasikan. Kegiatan inilah yang harus dirinci lebih lanjut di
dalam RPP, dalam bentuk langkah-langkah yang dilakukan guru dalam
pembelajaran, yang membuat peserta didik aktif belajar. Dalam pengkajian
silabus juga harus dilakukan penyusunan/perumusan indikator KD dan
penilaiannya.

b. Menentukan Tujuan
Tujuan dapat diorganisasikan mencakup seluruh KD atau diorganisasikan
untuk setiap pertemuan. Tujuan mengacu pada indikator, paling tidak
mengandung dua aspek: Audience (peserta didik) dan Behavior (aspek
kemampuan), tetapi, sebaiknya lengkap A, B, C, D yaitu Audience (peserta
didik), Behaveour (aspek kemampuan), Condition (syarat tercapainya
kemampuan tersebut), dan Degree (tingkat kemampuan yang akan dicapai)

c. Mengidentifikasi Materi Pembelajaran


Mengidentifikasi materi pembelajaran yang menunjang pencapaian KD
dengan mempertimbangkan:
a) potensi peserta didik;
251
b) relevansi dengan karakteristik daerah,
c) tingkat perkembangan fisik, intelektual, emosional, sosial, dan spritual
peserta didik;
d) kebermanfaatan bagi peserta didik;
e) struktur keilmuan;
f) aktualitas, kedalaman, dan keluasan materi pembelajaran;
g) relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan; dan
h) alokasi waktu.

d. Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran


Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar
yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antar peserta
didik, peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya
dalam rangka pencapaian KD. Pengalaman belajar yang dimaksud dapat
terwujud melalui penggunaan pendekatan pembelajaran yang bervariasi
dan berpusat pada peserta didik (Student Centred Approach). Pengalaman
belajar memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengembangkan kegiatan
pembelajaran adalah sebagai berikut.
a) Kegiatan pembelajaran disusun untuk memberikan bantuan kepada
para pendidik, khususnya guru, agar dapat melaksanakan proses
pembelajaran secara profesional.
b) Kegiatan pembelajaran memuat rangkaian kegiatan manajerial yang
dilakukan guru, agar peserta didik dapat melakukan kegiatan seperti di
silabus.
c) Kegiatan pembelajaran untuk setiap pertemuan merupakan skenario
langkah-langkah guru dalam membuat peserta didik aktif belajar.
Kegiatan ini diorganisasikan menjadi kegiatan: Pendahuluan, Inti, dan
Penutup. Kegiatan inti dijabarkan lebih lanjut menjadi rincian dari
kegiatan
252
eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi, yakni: mengamati, menanya,
mengumpulkan informasi, mengasosiasikan, dan
mengkomunikasikan. Untuk pembelajaran yang bertujuan menguasai
prosedur untuk melakukan sesuatu, kegiatan pembelajaran dapat
berupa pemodelan/demonstrasi oleh guru atau ahli, peniruan oleh
peserta didik, pengecekan dan pemberian umpan balik oleh guru, dan
pelatihan lanjutan.

e. Penjabaran Jenis Penilaian


Di dalam silabus telah ditentukan jenis penilaiannya. Penilaian pencapaian
KD peserta didik dilakukan berdasarkan indikator. Penilaian dilakukan
dengan menggunakan tes dan nontes dalam bentuk tertulis maupun lisan,
pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas,
proyek dan/atau produk, penggunaan portofolio, dan penilaian diri. Oleh
karena pada setiap pembelajaran peserta didik didorong untuk
menghasilkan karya, maka penyajian portofolio merupakan cara penilaian
yang harus dilakukan untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah.
Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh,
menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar
peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan,
sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan
keputusan.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam merancang penilaian yaitu sebagai
berikut:
a) Penilaian diarahkan untuk mengukur pencapaian kompetensi yaitu
KD-KD pada KI-3 dan KI-4.
b) Penilaian menggunakan acuan kriteria; yaitu berdasarkan apa yang
bisa dilakukan peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran,
dan bukan untuk menentukan posisi seseorang terhadap kelompoknya.

253
c) Sistem yang direncanakan adalah sistem penilaian yang
berkelanjutan. Berkelanjutan dalam arti semua indikator ditagih,
kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan KD yang telah
dimiliki dan yang belum, serta untuk mengetahui kesulitan peserta
didik.
d) Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut. Tindak
lanjut berupa perbaikan proses pembelajaran berikutnya, program
remedi bagi peserta didik yang pencapaian kompetensinya di bawah
ketuntasan, dan program pengayaan bagi peserta didik yang telah
memenuhi ketuntasan.
e) Sistem penilaian harus disesuaikan dengan pengalaman belajar yang
ditempuh dalam proses pembelajaran. Misalnya, jika pembelajaran
menggunakan pendekatan tugas observasi lapangan maka evaluasi
harus diberikan baik pada proses misalnya teknik wawancara, maupun
produk berupa hasil melakukan observasi lapangan.

f. Menentukan Alokasi Waktu


Penentuan alokasi waktu pada setiap KD didasarkan pada jumlah minggu
efektif dan alokasi waktu matapelajaran per minggu dengan
mempertimbangkan jumlah KD, keluasan, kedalaman, tingkat kesulitan,
dan tingkat kepentingan KD. Alokasi waktu yang dicantumkan dalam
silabus merupakan perkiraan waktu rerata untuk menguasai KD yang
dibutuhkan oleh peserta didik yang beragam. Oleh karena itu, alokasi
tersebut dirinci dan disesuaikan lagi di RPP.

g. Menentukan Sumber Belajar


Sumber belajar adalah rujukan, objek dan/atau bahan yang digunakan
untuk kegiatan pembelajaran, yang berupa media cetak dan elektronik,
nara sumber, serta lingkungan fisik, alam, sosial, dan budaya.

254
2. PROSES PEMBELAJARAN
Tahap kedua dalam pembelajaran menurut standar proses yaitu pelaksanaan
pembelajaran yang meliputi kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan
penutup.
1) Kegiatan Pendahuluan
Dalam kegiatan pendahuluan, guru:
a. menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses
pembelajaran;
b. mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang materi yang sudah dipelajari dan
terkait dengan materi yang akan dipelajari;
c. mengantarkan peserta didik kepada suatu permasalahan atau tugas yang akan
dilakukan untuk mempelajari suatu materi dan menjelaskan tujuan
pembelajaran atau KD yang akan dicapai; dan
d. menyampaikan garis besar cakupan materi dan penjelasan tentang kegiatan
yang akan dilakukan peserta didik untuk menyelesaikan permasalahan atau
tugas.
2) Kegiatan Inti
Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai tujuan, yang
dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi
peserta didik untuk secara aktif menjadi pencari informasi, serta memberikan
ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan
bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.
Kegiatan inti menggunakan metode yang disesuaikan dengan karakteristik
peserta didik dan matapelajaran, yang meliputi proses observasi, menanya,
mengumpulkan informasi, asosiasi, dan komunikasi. Untuk pembelajaran yang
berkenaan dengan KD yang bersifat prosedur untuk melakukan sesuatu, guru
memfasilitasi agar peserta didik dapat melakukan pengamatan terhadap
pemodelan/demonstrasi oleh guru atau ahli, peserta didik menirukan,
selanjutnya guru melakukan pengecekan dan pemberian umpan balik, dan
latihan lanjutan kepada peserta didik.
255
Dalam setiap kegiatan guru harus memperhatikan kompetensi yang terkait
dengan sikap seperti jujur, teliti, kerja sama, toleransi, disiplin, taat aturan,
menghargai pendapat orang lain yang tercantum dalam silabus dan RPP. Cara
pengumpulan data sedapat mungkin relevan dengan jenis data yang
dieksplorasi, misalnya di laboratorium, studio, lapangan, perpustakaan,
museum, dan sebagainya. Sebelum menggunakannya peserta didik harus tahu
dan terlatih dilanjutkan dengan menerapkannya.
Berikutnya adalah contoh aplikasi dari kelima kegiatan belajar (learning event)
yang diuraikan dalam tabel 1 di atas.
a. Mengamati
Dalam kegiatan mengamati, guru membuka secara luas dan bervariasi
kesempatan peserta didik untuk melakukan pengamatan melalui kegiatan:
melihat, menyimak, mendengar, dan membaca. Guru memfasilitasi peserta
didik untuk melakukan pengamatan, melatih mereka untuk memperhatikan
(melihat, membaca, mendengar) hal yang penting dari suatu benda atau
objek.
b. Menanya
Dalam kegiatan mengamati, guru membuka kesempatan secara luas kepada
peserta didik untuk bertanya mengenai apa yang sudah dilihat, disimak,
dibaca atau dilihat. Guru perlu membimbing peserta didik untuk dapat
mengajukan pertanyaan: pertanyaan tentang yang hasil pengamatan objek
yang konkrit sampai kepada yang abstra berkenaan dengan fakta, konsep,
prosedur, atau pun hal lain yang lebih abstrak. Pertanyaan yang bersifat
faktual sampai kepada pertanyaan yang bersifat hipotetik.
Dari situasi di mana peserta didik dilatih menggunakan pertanyaan dari
guru, masih memerlukan bantuan guru untuk mengajukan pertanyaan
sampai ke tingkat di mana peserta didik mampu mengajukan pertanyaan
secara mandiri.

256
Dari kegiatan kedua dihasilkan sejumlah pertanyaan. Melalui kegiatan
bertanya dikembangkan rasa ingin tahu peserta didik. Semakin terlatih
dalam bertanya maka rasa ingin tahu semakin dapat dikembangkan.
Pertanyaan terebut menjadi dasar untuk mencari informasi yang lebih lanjut
dan beragam dari sumber yang ditentukan guru sampai yang ditentukan
peserta didik, dari sumber yang tunggal sampai sumber yang beragam.
c. Mengumpulkan dan mengasosiasikan
Tindak lanjut dari bertanya adalah menggali dan mengumpulkan informasi
dari berbagai sumber melalui berbagai cara. Untuk itu peserta didik dapat
membaca buku yang lebih banyak, memperhatikan fenomena atau objek
yang lebih teliti, atau bahkan melakukan eksperimen. Dari kegiatan tersebut
terkumpul sejumlah informasi.
Informasi tersebut menjadi dasar bagi kegiatan berikutnya yaitu memeroses
informasi untuk menemukan keterkaitan satu informasi dengan informasi
lainnya, menemukan pola dari keterkaitan informasi dan bahkan mengambil
berbagai kesimpulan dari pola yang ditemukan.
d. Mengkomunikasikan hasil
Kegiatan berikutnya adalah menuliskan atau menceritakan apa yang
ditemukan dalam kegiatan mencari informasi, mengasosiasikan dan
menemukan pola. Hasil tersebut disampikan di kelas dan dinilai oleh guru
sebagai hasil belajar peserta didik atau kelompok peserta didik tersebut.

3) Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru bersama-sama dengan peserta didik dan/atau
sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran, melakukan penilaian dan/atau
refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan
terprogram, memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran,
merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi,
program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas
individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik, dan
257
menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya. Perlu
diingat, bahwa KD-KD diorganisasikan ke dalam empat KI. KI-1 berkaitan
dengan sikap diri terhadap Tuhan Yang Maha Esa. KI-2 berkaitan dengan
karakter diri dan sikap sosial. KI-3 berisi KD tentang pengetahuan terhadap
materi ajar, sedangkan KI-4 berisi KD tentang penyajian pengetahuan. KI-1,
KI-2, dan KI-4 harus dikembangkan dan ditumbuhkan melalui proses
pembelajaran setiap materi pokok yang tercantum dalam KI-3, untuk semua
matapelajaran. KI-1 dan KI-2 tidak diajarkan langsung, tetapi indirect teaching
pada setiap kegiatan pembelajaran.

3. PENILAIAN HASIL BELAJAR


Tahap ketiga dalam proses pembelajaran adalah Penilaian hasil Belajar yang
bertujuan untuk mengukur sampai sejauh mana ketercapaian Kompetensi Dasar,
Kompetensi Inti dan Standar Kompetensi Lulusan. Penilaian dilakukan oleh
Pendidik, Satuan Pendidikan, dan Pemerintah. Penilaian oleh pendidik
dilakukan berupa ulangan harian, sedangkan penilaian oleh Satuan Pendidikan
adalah Ujian Akhir Semester, Ujian Kenaiakan Kelas, dan Ujian Sekolah, dan
Ujian yang diselenggarakan oleh Pemerintah, dalam hal ini Pemerintah Pusat,
adalah Ujian Nasional
1) Definisi Operasional
Pengertian penilaian sama dengan asesmen. Terdapat tiga kegiatan yang
perlu didefinisikan, yakni pengukuran, penilaian, dan evaluasi. Ketiga
istilah tersebut memiliki makna yang berbeda, walaupun memang saling
berkaitan. Pengukuran adalah kegiatan membandingkan hasil pengamatan
dengan suatu kriteria atau ukuran. Penilaian adalah proses mengumpulkan
informasi/bukti melalui pengukuran, menafsirkan, mendeskripsikan, dan
menginterpretasi bukti-bukti hasil pengukuran. Evaluasi adalah proses
mengambil keputusan berdasarkan hasil-hasil penilaian.

258
2) Cakupan Penilaian
Dalam Kurikulum 2013, kompetensi inti (KI) dirumuskan sebagai berikut:
a) KI-1: kompetensi inti sikap spiritual.
b) KI-2: kompetensi inti sikap sosial.
c) KI-3: kompetensi inti pengetahuan.
d) KI-4: kompetensi inti keterampilan.
Untuk setiap materi pokok tertentu terdapat rumusan KD untuk setiap aspek
KI. Jadi, untuk suatu materi pokok tertentu, muncul 4 KD sebagai berikut:
1) KD pada KI-1: aspek sikap spiritual (untuk matapelajaran tertentu
bersifat generik, artinya berlaku untuk seluruh materi pokok).
2) KD pada KI-2: aspek sikap sosial (untuk matapelajaran tertentu bersifat
relatif generik, namun beberapa materi pokok tertentu ada KD pada KI-3
yang berbeda dengan KD lain pada KI-2).
3) KD pada KI-3: aspek pengetahuan
4) KD pada KI-4: aspek keterampilan

3) Metode dan instrumen penilaian


Berbagai metode dan instrumen baik formal maupun nonformal digunakan
dalam penilaian untuk mengumpulkan informasi. Informasi yang
dikumpulkan menyangkut semua perubahan yang terjadi baik secara
kualitatif maupun kuantitatif. Penilaian dapat dilakukan selama
pembelajaran berlangsung (penilaian proses) dan setelah pembelajaran usai
dilaksanakan (penilaian hasil/produk).
Penilaian informal bisa berupa komentar-komentar guru yang
diberikan/diucapkan selama proses pembelajaran. Saat seorang peserta didik
menjawab pertanyaan guru, saat seorang peserta didik atau beberapa peserta
didik mengajukan pertanyaan kepada guru atau temannya, atau saat seorang
peserta didik memberikan komentar terhadap jawaban guru atau peserta
didik lain, guru telah melakukan penilaian informal terhadap performansi
peserta didik tersebut.
259
Penilaian proses formal, sebaliknya, merupakan suatu teknik pengumpulan
informasi yang dirancang untuk mengidentifikasi dan merekam pengetahuan
dan keterampilan peserta didik. Berbeda dengan penilaian proses informal,
penilaian proses formal merupakan kegiatan yang disusun dan dilakukan
secara sistematis dengan tujuan untuk membuat suatu simpulan tentang
kemajuan peserta didik.

4) Komponen Penilaian Hasil Belajar


Komponen penilaian hasil belajar meliputi: Prinsip, Pendekatan, dan
Karakteristik Penilaian
a. Prinsip Penilaian
Penilaian hasil belajar peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan
menengah didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut:
a) Sahih, berarti penilaian didasarkan pada data yang mencerminkan
kemampuan yang diukur.
b) Objektif, berarti penilaian didasarkan pada prosedur dan kriteria
yang jelas, tidak dipengaruhi subjektivitas penilai.
c) Adil, berarti penilaian tidak menguntungkan atau merugikan
peserta didik karena berkebutuhan khusus serta perbedaan latar
belakang agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi,
dan gender.
d) Terpadu, berarti penilaian oleh pendidik merupakan salah satu
komponen yang tak terpisahkan dari kegiatan pembelajaran.
e) Terbuka, berarti prosedur penilaian, kriteria penilaian, dan dasar
pengambilan keputusan dapat diketahui oleh pihak yang
berkepentingan.
f) Menyeluruh dan berkesinambungan, berarti penilaian oleh
pendidik mencakup semua aspek kompetensi dengan menggunakan
berbagai teknik penilaian yang sesuai, untuk memantau
perkembangan kemampuan peserta didik.
260
g) Sistematis, berarti penilaian dilakukan secara berencana dan
bertahap dengan mengikuti langkah-langkah baku.
h) Beracuan kriteria, berarti penilaian didasarkan pada ukuran
pencapaian kompetensi yang ditetapkan.
i) Akuntabel, berarti penilaian dapat dipertanggungjawabkan, baik
dari segi teknik, prosedur, maupun hasilnya.
j) Edukatif, berarti penilaian dilakukan untuk kepentingan dan
kemajuan pendidikan peserta didik

b. Pendekatan Penilaian
Penilaian menggunakan pendekatan sebagai berikut:
1) Acuan Patokan
Semua kompetensi perlu dinilai dengan menggunakan acuan patokan
berdasarkan pada indikator hasil belajar. Sekolah menetapkan acuan
patokan sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya.
2) Ketuntasan Belajar
Ketuntasan belajar ditentukan sebagai berikut:

Predikat Nilai Kompetensi


Pengetahuan Keterampilan Sikap
A 4 4 SB
A- 3,66 3,66
B+ 3,33 3,33 B
B 3 3
B- 2,66 2,66
C+ 2,33 2,33 C
C 2 2
C- 1,66 1,66
D+ 1,33 1,33 K

261
D 1 1

Keterangan:
a) Untuk KD pada KI-3 dan KI-4, seorang peserta didik dinyatakan belum
tuntas belajar untuk menguasai KD yang dipelajarinya apabila menunjukkan
indikator nilai < 2.66 dari hasil tes formatif.
b) Untuk KD pada KI-3 dan KI-4, seorang peserta didik dinyatakan sudah tuntas
belajar untuk menguasai KD yang dipelajarinya apabila menunjukkan
indikator nilai 2.66 dari hasil tes formatif.
c) Untuk KD pada KI-1 dan KI-2, ketuntasan seorang peserta didik dilakukan
dengan memperhatikan aspek sikap pada KI-1 dan KI-2 untuk seluruh
matapelajaran, yakni jika profil sikap peserta didik secara umum berada
pada kategori baik (B) menurut standar yang ditetapkan satuan pendidikan
yang bersangkutan.

Implikasi dari ketuntasan belajar tersebut adalah sebagai berikut.


a) Untuk KD pada KI-3 dan KI-4: diberikan remedial individual sesuai dengan
kebutuhan kepada peserta didik yang memperoleh nilai kurang dari 2.66;
b) Untuk KD pada KI-3 dan KI-4: diberikan kesempatan untuk melanjutkan
pelajarannya ke KD berikutnya kepada peserta didik yang memperoleh nilai
2.66 atau lebih dari 2.66; dan
c) Untuk KD pada KI-3 dan KI-4: diadakan remedial klasikal sesuai dengan
kebutuhan apabila lebih dari 75% peserta didik memperoleh nilai kurang dari
2.66.
d) Untuk KD pada KI-1 dan KI-2, pembinaan terhadap peserta didik yang secara
umum profil sikapnya belum berkategori baik dilakukan secara holistik
(paling tidak oleh guru matapelajaran, guru BK, dan orang tua).

262
c. Karakteristik Penilaian
a) Belajar Tuntas
Untuk kompetensi pada kategori pengetahuan dan keterampilan (KI-3
dan KI-4), peserta didik tidak diperkenankan mengerjakan pekerjaan
berikutnya, sebelum mampu menyelesaikan pekerjaan dengan prosedur
yang benar dan hasil yang baik. Asumsi yang digunakan dalam belajar
tuntas adalah peserta didik dapat belajar apapun, hanya waktu yang
dibutuhkan yang berbeda. Peserta didik yang belajar lambat perlu waktu
lebih lama untuk materi yang sama, dibandingkan peserta didik pada
umumnya.
b) Otentik
Memandang penilaian dan pembelajaran secara terpadu. Penilaian otentik
harus mencerminkan masalah dunia nyata, bukan dunia sekolah.
Menggunakan berbagai cara dan kriteria holistik (kompetensi utuh
merefleksikan pengetahuan, keterampilan, dan sikap). Penilaian otentik
tidak hanya mengukur apa yang diketahui oleh peserta didik, tetapi lebih
menekankan mengukur apa yang dapat dilakukan oleh peserta didik.
c) Berkesinambungan
Tujuannya adalah untuk mendapatkan gambaran yang utuh mengenai
perkembangan hasil belajar peserta didik, memantau proses, kemajuan,
dan perbaikan hasil terus menerus dalam bentuk penilaian proses, dan
berbagai jenis ulangan secara berkelanjutan (ulangan harian, ulangan
tengah semester, ulangan akhir semester, atau ulangan kenaikan kelas).
d) Berdasarkan acuan kriteria
Kemampuan peserta didik tidak dibandingkan terhadap kelompoknya,
tetapi dibandingkan terhadap kriteria yang ditetapkan, misalnya
ketuntasan minimal, yang ditetapkan oleh satuan pendidikan masing-
masing.

263
e) Menggunakan teknik penilaian yang bervariasi
Teknik penilaian yang dipilih dapat berupa tertulis, lisan, produk,
portofolio, unjuk kerja, projek, pengamatan, dan penilaian diri.

2) Strategi Penilaian Hasil Belajar


Strategi penilaian hasil belajar dengan menggunakan Metode dan Teknik
Penilaian sebagai berikut:
a. Metode Penilaian
Penilaian dapat dilakukan melalui metode tes maupun nontes. Metode tes
dipilih bila respons yang dikumpulkan dapat dikategorikan benar atau
salah (KD-KD pada KI-3 dan KI-4). Bila respons yang dikumpulkan tidak
dapat dikategorikan benar atau salah digunakan metode nontes (KD-KD
pada KI-1 dan KI-2). Metode tes dapat berupa tes tulis atau tes kinerja.
a) Tes tulis dapat dilakukan dengan cara memilih jawaban yang tersedia,
misalnya soal bentuk pilihan ganda, benar-salah, dan menjodohkan;
ada pula yang meminta peserta menuliskan sendiri responsnya,
misalnya soal berbentuk esai, baik esai isian singkat maupun esai
bebas.
b) Tes kinerja juga dibedakan menjadi dua, yaitu prilaku terbatas, yang
meminta peserta untuk menunjukkan kinerja dengan tugas-tugas
tertentu yang terstruktur secara ketat, misalnya peserta diminta
menulis paragraf dengan topik yang sudah ditentukan, atau
mengoperasikan suatu alat tertentu; dan prilaku meluas, yang
menghendaki peserta untuk menunjukkan kinerja lebih komprehensif
dan tidak dibatasi, misalnya peserta diminta merumuskan suatu
hipotesis, kemudian diminta membuat rancangan dan melaksanakan
eksperimen untuk menguji hipotesis tersebut.
Metode nontes digunakan untuk menilai sikap, minat, atau motivasi.
Metode nontes umumnya digunakan untuk mengukur ranah afektif (KD-
KD pada KI-1 dan KI-2). Metode nontes lazimnya menggunakan
264
instrumen angket, kuisioner, penilaian diri, penilaian rekan sejawat, dan
lain-lain.Hasil penilaian ini tidak dapat diinterpretasi ke dalam kategori
benar atau salah, namun untuk mendapatkan deskripsi tentang profil sikap
peserta didik.

b. Teknik dan Instrumen Penilaian


Untuk mengumpulkan informasi tentang kemajuan peserta didik dapat
dilakukan berbagai teknik, baik berhubungan dengan proses maupun hasil
belajar. Teknik mengumpulkan informasi tersebut pada prinsipnya adalah
cara penilaian kemajuan belajar peserta didik terhadap pencapaian
kompetensi. Penilaian dilakukan berdasarkan indikator-indikator
pencapaian hasil belajar, baik pada domain kognitif, afektif, maupun
psikomotor. Ada tujuh teknik yang dapat digunakan, yaitu :
a) Penilaian Unjuk Kerja
Penilaian unjuk kerja merupakan penilaian yang dilakukan dengan
mengamati kegiatan peserta didik dalam melakukan sesuatu. Penilaian
digunakan untuk menilai ketercapaian kompetensi yang menuntut
peserta didik melakukan tugas tertentu seperti: praktek di laboratorium,
praktek sholat, praktek olahraga, bermain peran, memainkan alat musik,
bernyanyi, membaca puisi/deklamasi dll. Penilaian unjuk kerja perlu
mempertimbangkan hal-hal berikut:
i. Langkah-langkah kinerja yang diharapkan dilakukan peserta didik
untuk menunjukkan kinerja dari suatu kompetensi.
ii. Kelengkapan dan ketepatan aspek yang akan dinilai dalam kinerja
tersebut.
iii. Kemampuan-kemampuan khusus yang diperlukan untuk
menyelesaikan tugas.
iv. Upayakan kemampuan yang akan dinilai tidak terlalu banyak,
sehingga semua dapat diamati.

265
v. Kemampuan yang akan dinilai diurutkan berdasarkan urutan
pengamatan.
Penilaian unjuk kerja dapat menggunakan daftar cek dan skala
penilaian.
i. Daftar Cek
Daftar cek dipilih jika unjuk kerja yang dinilai relatif sederhana,
sehingga kinerja peserta didik representatif untuk diklasifikasikan
menjadi dua kategorikan saja, ya atau tidak.
ii. Skala Penilaian
Ada kalanya kinerja peserta didik cukup kompleks, sehingga sulit
atau merasa tidak adil kalau hanya diklasifikasikan menjadi dua
kategori, ya atau tidak, memenuhi atau tidak memenuhi. Oleh karena
itu dapat dipilih skala penilaian lebih dari dua kategori, misalnya 1,
2, dan 3. Namun setiap kategori harus dirumuskan deskriptornya
sehingga penilai mengetahui kriteria secara akurat kapan mendapat
skor 1, 2, atau 3. Daftar kategori beserta deskriptor kriterianya itu
disebut rubrik. Di lapangan sering dirumuskan rubrik universal,
misalnya 1 = kurang, 2 = cukup, 3 = baik. Deskriptor semacam ini
belum akurat, karena kriteria kurang bagi seorang penilai belum
tentu sama dengan penilai lain, karena itu deskriptor dalam rubrik
harus jelas dan terukur. Berikut contoh penilaian unjuk kerja dengan
skala penilaian beserta rubriknya.

Contoh Rubrik Penilaian Kinerja Melakukan Praktikum

Penilaian
No. Aspek yang dinilai
1 2 3
1. Merangkai alat
2. Pengamatan

266
3. Data yang diperoleh
4. Kesimpulan

Keterangan:
Rubrik: Aspek yang dinilai Penilaian 1 2 3
Merangkai alat
Rangkaian alat tidak benar (Nilai 1)
Rangkaian alat benar, tetapi tidak rapi atau tidak memperhatikan keselamatan
kerja (Nilai 2)
Rangkaian alat benar, rapi, dan memperhatikan keselamatan kerja (Nilai 3)
Pengamatan
Pengamatan tidak cermat (Nilai 1)
Pengamatan cermat, tetapi mengandung interpretasi (2)
Pengamatan cermat dan bebas interpretasi (3)
Data yang diperoleh
Data tidak lengkap (Nilai 1)
Data lengkap, tetapi tidak terorganisir, atau ada yang salah tulis (Nilai 2)
Data lengkap, terorganisir, dan ditulis dengan benar (Nilai 3)
Kesimpulan
Tidak benar atau tidak sesuai tujuan (Nilai 1)
Sebagian kesimpulan ada yang salah atau tidak sesuai tujuan (Nilai 2)
Semua benar atau sesuai tujuan (Nilai 3)

b) Penilaian Sikap
Sikap bermula dari perasaan (suka atau tidak suka) yang terkait dengan
kecenderungan seseorang dalam merespons sesuatu/objek. Sikap juga
sebagai ekspresi dari nilai-nilai atau pandangan hidup yang dimiliki oleh
seseorang. Sikap terdiri dari tiga komponen, yakni: afektif, kognitif, dan
konatif/perilaku. Komponen afektif adalah perasaan yang dimiliki oleh
seseorang atau penilaiannya terhadap sesuatu objek. Komponen kognitif
267
adalah kepercayaan atau keyakinan seseorang mengenai objek. Adapun
komponen konatif adalah kecenderungan untuk berperilaku atau berbuat
dengan cara-cara tertentu berkenaan dengan kehadiran objek sikap.
Secara umum, objek sikap yang perlu dinilai dalam proses pembelajaran
adalah:
i. Sikap terhadap materi pelajaran. Peserta didik perlu memiliki sikap
positif terhadap matapelajaran. Dengan sikap`positif dalam diri
peserta didik akan tumbuh dan berkembang minat belajar, akan lebih
mudah diberi motivasi, dan akan lebih mudah menyerap materi
pelajaran yang diajarkan.
ii. Sikap terhadap guru/pengajar. Peserta didik perlu memiliki sikap
positif terhadap guru. Peserta didik yang tidak memiliki sikap positif
terhadap guru akan cenderung mengabaikan hal-hal yang diajarkan.
Dengan demikian, peserta didik yang memiliki sikap negatif terhadap
guru/pengajar akan sukar menyerap materi pelajaran yang diajarkan
oleh guru tersebut.
iii. Sikap terhadap proses pembelajaran. Peserta didik juga perlu
memiliki sikap positif terhadap proses pembelajaran yang
berlangsung. Proses pembelajaran mencakup suasana pembelajaran,
strategi, metodologi, dan teknik pembelajaran yang digunakan. Proses
pembelajaran yang menarik, nyaman dan menyenangkan dapat
menumbuhkan motivasi belajar peserta didik, sehingga dapat
mencapai hasil belajar yang maksimal.
iv. Sikap berkaitan dengan nilai atau norma yang berhubungan dengan
suatu materi pelajaran. Misalnya, masalah lingkungan hidup (materi
Biologi atau Geografi). Peserta didik perlu memiliki sikap yang tepat,
yang dilandasi oleh nilai-nilai positif terhadap kasus lingkungan
tertentu (kegiatan pelestarian/kasus perusakan lingkungan hidup).
Misalnya, peserta didik memiliki sikap positif terhadap program
perlindungan satwa liar.
268
v. Teknik Penilaian Sikap
Penilaian sikap dapat dilakukan dengan beberapa cara atau teknik.
Teknik-teknik tersebut antara lain: observasi perilaku, pertanyaan
langsung, dan laporan pribadi.
Teknik-teknik tersebut secara ringkas dapat diuraikan sebagai berikut.
a) Observasi perilaku
Perilaku seseorang pada umumnya menunjukkan kecenderungan
seseorang dalam sesuatu hal. Guru dapat melakukan observasi
terhadap peserta didiknya. Hasil observasi dapat dijadikan sebagai
umpan balik dalam pembinaan. Observasi perilaku di sekolah dapat
dilakukan dengan menggunakan buku catatan khusus tentang
kejadian-kejadian berkaitan dengan peserta didik selama di
sekolah.
b) Pertanyaan langsung
Guru juga dapat menanyakan secara langsung tentang sikap peserta
didik berkaitan dengan sesuatu hal. Misalnya, bagaimana
tanggapan peserta didik tentang kebijakan yang baru diberlakukan
di sekolah mengenai Peningkatan Ketertiban. Berdasarkan
jawaban dan reaksi lain yang tampil dalam memberi jawaban dapat
dipahami sikap peserta didik itu terhadap objek sikap. Dalam
penilaian sikap peserta didik di sekolah, guru juga dapat
menggunakan teknik ini dalam menilai sikap dan membina peserta
didik.
c) Laporan pribadi
Teknik ini meminta peserta didik membuat ulasan yang berisi
pandangan atau tanggapannya tentang suatu masalah, keadaan, atau
hal yang menjadi objek sikap. Misalnya, peserta didik diminta
menulis pandangannya tentang Kerusuhan Antaretnis yang
terjadi akhir-akhir ini di Indonesia. Dari ulasan yang dibuat peserta

269
didik dapat dibaca dan dipahami kecenderungan sikap yang
dimilikinya.

Contoh Format Lembar Pengamatan Sikap Peserta Didik:

No. Nama S I K A P
Ketekun. Bljr

Ramah Tman

Hormat Ortu
Kedisiplinan
Keterbukaan

Tengg. Rasa

Tngg.Jawab
Kepedulian
Tepat Janji
Kerjasama

Kejujuran
Kerajinan

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
dst

Keterangan:
Skala penilaian sikap dibuat dengan rentang antara 1 s.d 5.
1 = sangat kurang;
2 = kurang konsisten;
3 = mulai konsisten;
4 = konsisten; dan
5 = selalu konsisten.
270
c) Tes Tertulis
i. Pengertian
Tes Tertulis merupakan tes dimana soal dan jawaban yang diberikan
kepada peserta didik dalam bentuk tulisan. Dalam menjawab soal peserta
didik tidak selalu merespon dalam bentuk menulis jawaban tetapi dapat
juga dalam bentuk yang lain seperti memberi tanda, mewarnai,
menggambar, dan lain sebagainya.

ii. Teknik Tes Tertulis


Ada dua bentuk soal tes tertulis, yaitu:
i) Soal dengan memilih jawaban (selected response), mencakup: pilihan
ganda, benar-salah, dan menjodohkan.
ii) Soal dengan mensuplai jawaban (supply response), mencakup: isian
atau melengkapi, uraian objektif, dan uraian non-objektif.
Dalam penyusunan instrumen penilaian tertulis perlu dipertimbangkan
hal-hal berikut.
i) materi, misalnya kesesuaian soal dengan KD dan indikator
pencapaian pada kurikulum tingkat satuan pendidikan;
ii) konstruksi, misalnya rumusan soal atau pertanyaan harus jelas dan
tegas.
iii)bahasa, misalnya rumusan soal tidak menggunakan kata/kalimat yang
menimbulkan penafsiran ganda.
iv) kaidah penulisan, harus berpedoman pada kaidah penulisan soal yang
baku dari berbagai bentuk soal penilaian.

d) Penilaian Proyek
i. Pengertian
Penilaian proyek merupakan kegiatan penilaian terhadap suatu tugas
yang harus diselesaikan dalam periode/waktu tertentu. Tugas tersebut
271
berupa suatu investigasi sejak dari perencanaan, pengumpulan data,
pengorganisasian, pengolahan dan penyajian data. Penilaian proyek dapat
digunakan untuk mengetahui pemahaman, kemampuan mengaplikasikan,
kemampuan penyelidikan dan kemampuan menginformasikan peserta
didik pada matapelajaran tertentu secara jelas.
Pada penilaian proyek setidaknya ada 3 (tiga) hal yang perlu
dipertimbangkan yaitu:
i) Kemampuan pengelolaan
Kemampuan peserta didik dalam memilih topik, mencari informasi
dan mengelola waktu pengumpulan data serta penulisan laporan.
ii) Relevansi
Kesesuaian dengan mata pelajaran, dengan mempertimbangkan tahap
pengetahuan, pemahaman dan keterampilan dalam pembelajaran.
iii) Keaslian
Projek yang dilakukan peserta didik harus merupakan hasil karyanya,
dengan mempertimbangkan kontribusi guru berupa petunjuk dan
dukungan terhadap proyek peserta didik.
ii. Teknik Penilaian Proyek
Penilaian proyek dilakukan mulai dari perencanaan, proses pengerjaan,
sampai hasil akhir proyek. Untuk itu, guru perlu menetapkan hal-hal atau
tahapan yang perlu dinilai, seperti penyusunan disain, pengumpulan data,
analisis data, dan penyiapkan laporan tertulis.
Laporan tugas atau hasil penelitian juga dapat disajikan dalam bentuk
poster. Pelaksanaan penilaian dapat menggunakan alat/instrumen
penilaian berupa daftar cek ataupun skala penilaian.
Contoh Teknik Penilaian Proyek:
Matapelajaran : __________________________________
Nama Proyek : __________________________________
Alokasi Waktu : __________________________________
Guru Pembimbing : __________________________________
272
Nama Peserta didik : __________________________________
NIS : __________________________________
Kelas/SMT : __________________________________

Skor
No. Aspek yang dinilai
1 2 3 4 5
1. PERENCANAAN
i. Persiapan
ii. Rumusan Judul
2. PELAKSANAAN
a. Sistematiak Penulisan
b. Keakuratan Sumber Data/Informasi
c. Kuantitas Sumber data
d. Analisis Data
e. Penarikan Kesimpulan
3. LAPORAN PROYEK
a. Performans/Penampilan
b. Presentasi (Penguasaan Materi)
TOTAL SKOR

Penilaian Proyek dilakukan mulai dari perencanaan, proses pengerjaan sampai


dengan akhir proyek. Untuk itu perlu memperhatikan hal-hal atau tahapan yang
perlu dinilai. Pelaksanaan penilaian dapat juga menggunakan skala penilaian
dan daftar cek

e) Penilaian Produk
Penilaian produk adalah penilaian terhadap proses pembuatan dan kualitas
suatu produk. Penilaian produk meliputi penilaian kemampuan peserta didik

273
membuat produk-produk teknologi dan seni, seperti: makanan, pakaian, hasil
karya seni (patung, lukisan, gambar), barang-barang terbuat dari kayu,
keramik, plastik, dan logam. Pengembangan produk meliputi 3 (tiga) tahap dan
setiap tahap perlu diadakan penilaian yaitu:
i. Tahap persiapan, meliputi: penilaian kemampuan peserta didik dan
merencanakan, menggali, dan mengembangkan gagasan, dan mendesain
produk.
ii. Tahap pembuatan produk (proses), meliputi: penilaian kemampuan peserta
didik dalam menyeleksi dan menggunakan bahan, alat, dan teknik.
iii. Tahap penilaian produk (appraisal), meliputi: penilaian produk yang
dihasilkan peserta didik sesuai kriteria yang ditetapkan.
Teknik Penilaian Produk biasanya menggunakan cara holistik atau analitik.
i. Cara holistik, yaitu berdasarkan kesan keseluruhan dari produk, biasanya
dilakukan pada tahap appraisal.
ii. Cara analitik, yaitu berdasarkan aspek-aspek produk, biasanya dilakukan
terhadap semua kriteria yang terdapat pada semua tahap proses
pengembangan.

Contoh Penilaian Produk:


Mata Pelajaran : _______________________________________
Nama Proyek : _______________________________________
Alokasi Waktu : _______________________________________
Nama Peserta didik : _______________________________________
Kelas/SMT : _______________________________________

Skor
No. Tahapan
1 2 3 4 5
1. Tahap Perencanaan Bahan
2. Tahap Proses Pembuatan

274
a. Persiapan alat dan bahan
b. Teknik Pengolahan
c. K3 (Keselamatan kerja, keamanan dan
kebersihan)
3. Tahap Akhir (Hasil Produk)
a. Bentuk fisik
b. Inovasi
TOTAL SKOR

Catatan :
Skor diberikan dengan rentang skor 1 (satu) sampai dengan 5 (lima), dengan
ketentuan semakin lengkap jawaban dan ketepatan dalam proses pembuatan maka
semakin tinggi nilainya.

f) Penilaian Portofolio
i. Pengertian
Penilaian portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan
pada kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan
peserta didik dalam satu periode tertentu. Informasi tersebut dapat berupa
karya peserta didik dari proses pembelajaran yang dianggap terbaik oleh
peserta didik.
Penilaian portofolio pada dasarnya menilai karya-karya peserta didik secara
individu pada satu periode untuk suatu matapelajaran. Akhir suatu periode
hasil karya tersebut dikumpulkan dan dinilai oleh guru dan peserta didik.
Berdasarkan informasi perkembangan tersebut, guru dan peserta didik
sendiri dapat menilai perkembangan kemampuan peserta didik dan terus
melakukan perbaikan. Dengan demikian, portofolio dapat memperlihatkan
perkembangan kemajuan belajar peserta didik melalui karyanya, antara lain:
karangan, puisi, surat, komposisi, musik.

275
Hal-hal yang perlu diperhatikan dan dijadikan pedoman dalam penggunaan
penilaian portofolio di sekolah, antara lain:
i) Karya peserta didik adalah benar-benar karya peserta didik itu sendiri.
Guru melakukan penelitian atas hasil karya peserta didik yang dijadikan
bahan penilaian portofolio agar karya tersebut merupakan hasil karya
yang dibuat oleh peserta didik itu sendiri.
ii) Saling percayaantara guru dan peserta didik
Dalam proses penilaian guru dan peserta didik harus memiliki rasa
saling percaya, saling memerlukan dan saling membantu sehingga
terjadi proses pendidikan berlangsung dengan baik.
iii) Kerahasiaan bersama antara guru dan peserta didik
Kerahasiaan hasil pengumpulan informasi perkembangan peserta didik
perlu dijaga dengan baik dan tidak disampaikan kepada pihak-pihak
yang tidak berkepentingan sehingga memberi dampak negatif proses
pendidikan.
iv) Milik bersama antara peserta didik dan guru
Guru dan peserta didik perlu mempunyai rasa memiliki berkas
portofolio sehingga peserta didik akan merasa memiliki karya yang
dikumpulkan dan akhirnya akan berupaya terus meningkatkan
kemampuannya.
v) Kepuasan
Hasil kerja portofolio sebaiknya berisi keterangan dan atau bukti yang
memberikan dorongan peserta didik untuk lebih meningkatkan diri.
vi) Kesesuaian
Hasil kerja yang dikumpulkan adalah hasil kerja yang sesuai dengan
kompetensi yang tercantum dalam kurikulum.
vii) Penilaian proses dan hasil
Penilaian portofolio menerapkan prinsip proses dan hasil. Proses belajar
yang dinilai misalnya diperoleh dari catatan guru tentang kinerja dan
karya peserta didik.
276
viii) Penilaian dan pembelajaran
Penilaian portofolio merupakan hal yang tak terpisahkan dari proses
pembelajaran. Manfaat utama penilaian ini sebagai diagnostik yang
sangat berarti bagi guru untuk melihat kelebihan dan kekurangan
peserta didik.

ii. Teknik Penilaian Portofolio


Teknik penilaian portofolio di dalam kelas memerlukan langkah-langkah
sebagai berikut:
i) Jelaskan kepada peserta didik bahwa penggunaan portofolio, tidak hanya
merupakan kumpulan hasil kerja peserta didik yang digunakan guru untuk
penilaian, tetapi digunakan juga oleh peserta didik sendiri. Dengan melihat
portofolio peserta didik dapat mengetahui kemampuan, keterampilan, dan
minatnya.
ii) Tentukan bersama peserta didik sampel-sampel portofolio apa saja yang
akan dibuat. Portofolio antara peserta didik yang satu dan yang lain bisa
sama bisa berbeda.
iii) Kumpulkan dan simpanlah karya-karya peserta didik dalam satu map atau
folder di rumah masing atau loker masing-masing di sekolah.
iv) Berilah tanggal pembuatan pada setiap bahan informasi perkembangan
peserta didik sehingga dapat terlihat perbedaan kualitas dari waktu ke
waktu.
v) Tentukan kriteria penilaian sampel portofolio dan bobotnya dengan para
peserta didik. Diskusikan cara penilaian kualitas karya para peserta didik.
vi) Minta peserta didik menilai karyanya secara berkesinambungan. Guru dapat
membimbing peserta didik, bagaimana cara menilai dengan memberi
keterangan tentang kelebihan dan kekurangan karya tersebut, serta
bagaimana cara memperbaikinya. Hal ini dapat dilakukan pada saat
membahas portofolio.

277
vii) Setelah suatu karya dinilai dan nilainya belum memuaskan, maka peserta
didik diberi kesempatan untuk memperbaiki. Namun, antara peserta didik
dan guru perlu dibuat kontrak atau perjanjian mengenai jangka waktu
perbaikan, misalnya 2 minggu karya yang telah diperbaiki harus
diserahkan kepada guru.
viii) Bila perlu, jadwalkan pertemuan untuk membahas portofolio. Jika perlu,
undang orang tua peserta didik dan diberi penjelasan tentang maksud serta
tujuan portofolio, sehingga orang tua dapat membantu dan memotivasi
anaknya.

Contoh Penilaian Portofolio:

Nama Sekolah : ___________________________________


Matapelajaran : ___________________________________
Durasi Waktu : ___________________________________
Nama Peserta didik : ___________________________________
NIS : ___________________________________
Kelas/SMT : ___________________________________

No. KI/KD/PI Waktu Kriteria Keterangan


Berbicara Tata Kosa Ucapan
Bahasa Kata
1. Pengenalan 16/07/14
24/07/14
17/08/14
2. Penulisan 12/09/14
22/09/14
15/10/14
3. Ingatan 15/10/14

278
terhadap
kosakata
12/12/14

Catatan:
PI = Pencapaian Indikator
Untuk setiap karya peserta didik dikumpulkan dalam satu file sebagai bukti
pekerjaan yang masuk dalam portofolio. Skor yang digunakan dalam
penilaian portofolio menggunakan rentang antara 0 -10 atau 10 100. Kolom
keterangan diisi oleh guru untuk menggambarkan karakteristik yang
menonjol dari hasil kerja tersebut.
g) Penilaian Diri
i. Pengertian
Penilaian diri adalah suatu teknik penilaian di mana peserta didik diminta
untuk menilai dirinya sendiri berkaitan dengan status, proses dan tingkat
pencapaian kompetensi yang dipelajarinya. Teknik penilaian diri dapat
digunakan untuk mengukur kompetensi kognitif, afektif dan psikomotor.
Penilaian konpetensi kognitif di kelas, misalnya: peserta didik diminta
untuk menilai penguasaan pengetahuan dan keterampilan berpikirnya
sebagai hasil belajar dari suatu matapelajaran tertentu. Penilaian dirinya
didasarkan atas kriteria atau acuan yang telah disiapkan. Penilaian
kompetensi afektif, misalnya, peserta didik dapat diminta untuk membuat
tulisan yang memuat curahan perasaannya terhadap suatu objek tertentu.
Selanjutnya, peserta didik diminta untuk melakukan penilaian berdasarkan
kriteria atau acuan yang telah disiapkan. Berkaitan dengan penilaian
kompetensi psikomotorik, peserta didik dapat diminta untuk menilai
kecakapan atau keterampilan yang telah dikuasainya berdasarkan kriteria
atau acuan yang telah disiapkan. Untuk menentukan pencapaian
kompetensi tertentu, peniaian diri perlu digabung dengan teknik lain.

279
Penggunaan teknik ini dapat memberi dampak positif terhadap
perkembangan kepribadian seseorang. Keuntungan penggunaan penilaian
diri di kelas antara lain:
(a) dapat menumbuhkan rasa percaya diri peserta didik, karena mereka
diberi kepercayaan untuk menilai dirinya sendiri;
(b) peserta didik menyadari kekuatan dan kelemahan dirinya, karena
ketika mereka melakukan penilaian, harus melakukan introspeksi
terhadap kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya;
(c) dapat mendorong, membiasakan, dan melatih peserta didik untuk
berbuat jujur, karena mereka dituntut untuk jujur dan objektif dalam
melakukan penilaian.

ii. Teknik Penilaian Diri


Penilaian diri dilakukan berdasarkan kriteria yang jelas dan objektif. Oleh
karena itu, penilaian diri oleh peserta didik di kelas perlu dilakukan melalui
langkah-langkah sebagai berikut.
(a) Menentukan kompetensi atau aspek kemampuan yang akan dinilai.
(b) Menentukan kriteria penilaian yang akan digunakan.
(c) Merumuskan format penilaian, dapat berupa pedoman penskoran, daftar
tanda cek, atau skala penilaian.
(d) Meminta peserta didik untuk melakukan penilaian diri.
(e) Guru mengkaji sampel hasil penilaian secara acak, untuk mendorong
peserta didik supaya senantiasa melakukan penilaian diri secara cermat
dan objektif.
(f) Menyampaikan umpan balik kepada peserta didik berdasarkan hasil kajian
terhadap sampel hasil penilaian yang diambil secara acak.

Contoh Format Penilaian Konsep Diri Peserta Didik:

280
Nama sekolah : _______________________________________________
Mata Pelajaran : _______________________________________________
Nama Peserta didik : _______________________________________________
Kelas/SMT : _______________________________________________

No. Pernyataan Alternatif


1. Saya berusaha meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Ya Tidak
Tuhan YME agar mendapat ridlo-Nya dalam belajar
2. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh
3. Saya optimistis bisa meraih prestasi
4. Saya bekerja keras untuk meraih cita-cita
5. Saya berperan aktif dalam kegiatan sosial di sekolah dan
masyarakat

6. Saya suka membahas masalah politik, hukum dan pemerintahan


7. Saya berusaha mematuhi segala peraturan yang berlaku
8. Saya berusaha mematuhi segala peraturan yang berlaku
9. Saya rela berkorban demi kepentingan masyarakat, bangsa dan
Negara
10. Saya berusaha menjadi warga negara yang baik dan bertanggung
jawab
Jumlah Skor

Inventori digunakan untuk menilai konsep diri peserta didik dengan tujuan
untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan diri peserta didik.Rentangan nilai
yang digunakan antara 1 dan 2. Jika jawaban YA maka diberi skor 2, dan jika
jawaban TIDAK maka diberi skor 1. Kriteria penilaianya adalah jika rentang
nilai antara 05 dikategorikan tidak positif; 610, kurang positif; 11 5 positif
dan 1620 sangat positif

281
h) Penilaian Berdasarkan Standar
Sebuah standar, serendah apapun diperlukan karena ia berperan sebagai patokan
dan sekaligus pemicu untuk memperbaiki aktivitas hidup. Dalam konteks
pendidikan, standar diperlukan sebagai acuan minimal (dalam hal kompetensi)
yang harus dipenuhi oleh seorang lulusan dari suatu lembaga pendidikan sehingga
setiap calon lulusan dinilai apakah yang bersangkutan telah memenuhi standar
minimal yang telah ditetapkan. Dengan diterapkannya standar dalam bentuk SKL,
KI, dan KD sebagai acuan dalam proses pendidikan, diharapkan semua komponen
yang terlibat dalam pengelolaan pendidikan di semua tingkatan, termasuk anak
didik itu sendiri akan mengarahkan upayanya pada pencapaian standar dimaksud.
Diharapkan dengan pendekatan ini guru memiliki orientasi yang jelas tentang apa
yang harus dikuasai anak di setiap tingkatan dan jenjang, serta pada saat yang
sama memiliki kebebasan yang luas untuk mendesain dan melakukan proses
pembelajaran yang ia pandang paling efektif dan efisien untuk mencapai standar
tersebut. Dengan demikian, guru didorong untuk menerapkan prinsip-prinsip
pembelajaran tuntas (master learning) serta tidak berorientasi pada pencapaian
target kurikulum semata.

i) Penilaian Kelas Otentik


Seperti dijelaskan di atas, implikasi diterapkannya SKL adalah proses penilaian
yang dilakukan oleh guru, baik yang bersifat formatif maupun sumatif harus
menggunakan acuan kriteria. Untuk itu, guru harus mengembangkan penilaian
otentik berkelanjutan yang menjamin pencapaian dan penguasaan kompetensi.
Penilaian otentik adalah proses pengumpulan informasi oleh guru tentang
perkembangan dan pencapaian pembelajaran yang dilakukan anak didik melalui
berbagai teknik yang mampu mengungkapkan, membuktikan, atau menunjukkan
secara tepat bahwa tujuan pembelajaran dan kemampuan (kompetensi) telah
benar-benar dikuasai dan dicapai.
Berikut adalah prinsip-prinsip penilaian otentik.
282
i. Proses penilaian harus merupakan bagian yang tak terpisahkan dari proses
pembelajaran, bukan bagian terpisah dari proses pembelajaran. Penilaian harus
mencerminkan masalah dunia nyata, bukan masalah dunia sekolah
ii. Penilaian harus menggunakan berbagai ukuran, metoda dan kriteria yang sesuai
dengan karakteristik dan esensi pengalaman belajar,
iii.Penilaian harus bersifat holistik yang mencakup semua aspek dari tujuan
pembelajaran (sikap, keterampilan, dan pengetahuan).
Karakteristik penilaian kelas:
i. Pusat belajar. Penilaian kelas berfokus perhatian guru dan peserta didik pada
pengamatan dan perbaikan belajar, daripada pengamatan dan perbaikan
mengajar. Penilaian kelas memberi informasi dan petunjuk bagi guru dan
peserta didik dalam membuat pertimbangan untuk memperbaiki hasil belajar.
ii. Partisipasi-aktif peserta didik. Karena difokuskan pada belajar, maka penilaian
kelas memerlukan partisipasi aktif peserta didik. Kerjasama dalam penilaian,
peserta didik memperkuat penilaian materi matapelajaran dan skill dirinya.
Guru memotivasi peserta didik agar meningkat dengan tiga pertanyaan bagi
guru: (1) apakah kemampuan dasar dan pengetahuan saya sudah tepat untuk
mengajar?; (2) bagaimana saya dapat menemukan bahwa peserta didik sedang
belajar?; (3) bagaimana saya dapat membantu peserta didik belajar lebih baik?
Karena guru bekerja lebih dekat dengan peserta didik untuk menjawab
pertanyaan ini,maka guru dapat memperbaiki skill mengajarnya.
iii. Formatif. Tujuan penilaian kelas adalah untuk memperbaiki mutu hasil belajar
peserta didik.
iv. Kontekstual spesifik. Pelaksanaan penilaian kelas adalah jawaban terhadap
kebutuhan khusus bagi guru dan peserta didik. Kebutuhan khusus berada dalam
kontekstual guru dan peserta didik yangharus bekerja dengan baik dalam kelas.
v. Umpan balik. Penilaian kelas adalah suatu alur proses umpan balik di kelas.
Dengan sejumlah TPK, guru dan peserta didik dengan cepat dan mudah
menggunakan umpan balik dan melakukan saran perbaikan belajar berdasarkan
hasil-hasil penilaian. Untuk mengecek pemanfaatan saran tersebut,pimpinan
283
sekolah menggunakan hasil penilaian kelas,dan melanjutkan pengecekan alur
umpan balik. Karena pendekatan umpan balik ini dalam kegiatan di kelas
setiap hari,maka komunikasi alur hubungan antara pimpinan sekolah, guru dan
peserta didik dalam KBM akan menjadi lebih efisien dan lebih efektif.
vi. Berakar dalam praktek mengajar yang baik. Penilaian kelas adalah suatu usaha
untuk membangun praktek mengajar yang lebih baik dengan melakukan umpan
balik pada pembelajaran peserta didik lebih sistimatik, lebih fleksibel, dan
lebih efektif. Guru siap menanyakan dan mereaksi pertanyaan peserta didik,
memonitor bahasa badan dan ekspresi wajah peserta didik, mengerjakan
pekerjaan rumah dan tes peserta didik,dan seterusnya. Penilaian kelas memberi
suatu cara untuk melakukan penilaian secara menyeluruh dan sistematik dalam
proses pembelajaran di kelas.

C. KALENDER PENDIDIKAN

Satuan pendidikan dasar dan menengah dapat menyusun kalender pendidikan


sesuai dengan kebutuhan daerah, karakteristik sekolah, kebutuhan peserta didik
dan masyarakat, dengan memperhatikan kalender pendidikan sebagaimana yang
dimuat dalam Standar Isi, sebagai berikut:

No Kegiatan Alokasi Waktu Keterangan


Minimum 36 minggu Digunakan untuk kegiatan
Minggu efektif
1. dan maksimum 40 pembelajaran efektif pada setiap
belajar
minggu satuan pendidikan
Jeda
2. Maksimum 2 minggu Antara semester I dan II
antarsemester
Libur akhir tahun Digunakan untuk penyiapan
3. Maksimum 3 minggu
pelajaran kegiatan dan administrasi akhir dan

284
No Kegiatan Alokasi Waktu Keterangan
awal tahun pelajaran
Daerah khusus yang memerlukan
libur keagamaan lebih panjang
Hari libur dapat mengaturnya sendiri tanpa
4. 2 4 minggu
keagamaan mengurangi jumlah minggu efektif
belajar dan waktu pembelajaran
efektif
Hari libur umum/ Disesuaikan dengan Peraturan
5 Maksimum 2 minggu
nasional Pemerintah
Untuk satuan pendidikan sesuai
6. Hari libur khusus Maksimum 1 minggu dengan ciri kekhususan masing-
masing
Digunakan untuk kegiatan yang
diprogramkan secara khusus oleh
Kegiatan khusus sekolah/madrasah tanpa
7. Maksimum 3 minggu
sekolah/madrasah mengurangi jumlah minggu efektif
belajar dan waktu pembelajaran
efektif

Penetapan kalender pendidikan harus mempertimbangkan :


Permulaan tahun pelajaran adalah adalah bulan Juli setiap tahun dan berakhir
pada bulan Juni tahun berikutnya. Hari libur sekolah ditetapkan berdasarkan
Keputusan Menteri Pendidikan dan Kabudayaan, dan/atau Menteri Agama
dalam hal ini terkait dengan hari raya keagamaan,kepala daerah tingkat
kabupaten/kota, dan/atau organisasi penyelenggara pendidikan dapat
menetapkan hari libur khusus. Pemerintah Pusat/Provinsi/Kabupaten/Kota dapat
menetapkan hari libur serentak untuk satuan-satuan pendidikan.

285
Kalender pendidikan untuk setiap satuan pendidikan disusun oleh masing-
masing satuan pendidikan berdasarkan alokasi waktu sebagaimana tersebut pada
dokumen Standar Isi dengan memperhatikan ketentuan dari
pemerintah/pemerintah daerah.Untuk tahun ajaran 2014 / 2015 kalender
pendidikan SMK Al Falah Kota Bandung dibuat setelah mendapatkan kalender
pendidikan dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dan Dinas Pendidikan
Kota Bandung, sebagai berikut:

286