Alief Kurniawan LT 1a Laporan 1

Anda mungkin juga menyukai

Anda di halaman 1dari 10

JOBSHEET 1

PRAKTIKUM LISTRIK DASAR

DisusunOleh :

ALIEF KURNIAWAN
3.31.16.0.04
LT-1A

PROGRAM STUDI TEKNIK LISTRIK


JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI SEMARANG
2017
PENGGUNAAN MULTIMETER

1. DasarTeori

1.1. MULTIMETER
Multimeteradalahalat yang berfungsi untuk mengukur Voltage (Tegangan), Ampere
(ArusListrik), dan Ohm (Hambatan/resistansi) dalamsatu unit. Multimeter sering disebut juga
dengan istilah Multitester atau AVOMeter (singkatan dari Ampere Volt Ohm Meter).
Terdapat 2 jenis Multimeter dalam menampilkan hasil pengukurannya yaitu Analog
Multimeter (AMM) dan Digital Multimeter (DMM). Masing-masing kategori dapat
mengukur listrik AC, maupun listrik DC.
Sehubungan dengan tuntutan akan keakurasian nilai pengukuran dan kemudahan
pemakaiannya serta didukung dengan harga yang semakin terjangkau, Digital Multimeter
(DMM) menjadi lebih popular dan lebih banyak dipergunakan oleh para Teknisi Elektronika.
Dengan perkembangan teknologi, kini sebuah Multimeter atau Multitester tidak hanya
dapat mengukur Ampere, Voltage dan Ohm atau disingkat dengan AVO, tetapi dapat juga
mengukur Kapasitansi, Frekuensi dan Induksi dalam satu unit (terutama padaMultimeter
Digital). Beberapa kemampuan pengukuran Multimeter yang banyak terdapat di pasaran
antara lain :
Voltage (Tegangan) AC dan DC satuan pengukuran Volt
Current (ArusListrik) satuan pengukuran Ampere
Resistance (Hambatan) satuan pengukuran Ohm
Capacitance (Kapasitansi) satuan pengukuran Farad
Frequency (Frekuensi) satuan pengukuran Hertz
Inductance (Induktansi) satuan pengukuran Henry
Pengukuran atau Pengujian Dioda
Pengukuran atau Pengujian Transistor

Multimeter atau multitester pada umumnya terdiri dari 3 bagian penting, diantanya adalah :
1. Display
2. Saklar Selektor
3. Probe

1
1.2. VOLTMETER
Voltmeter adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur besara tegangan atau
bedapotensial listrik antara dua titik pada suatu rangkaian listrik yang dialiri arus listrik. Pada
alat ukur voltmeter ini biasanya ditemukan tulisan voltmeter (V), milivoltmeter (mV),
mikrovoltmeter, dan kilovolt (kV). Sekarang ini, voltmeter ditemukan dalam dua jenis yaitu
voltmeter analog (jarum penunjuk) dan voltmeter digital. Voltmeter memiliki batas ukur
tertentu, yakni nilai tegangan maksimum yang dapat diukur oleh voltmeter tersebut. Jika
tegangan yang diukur oleh voltmeter melebihi batas ukurnya, voltmeter akan rusak.
Voltmeter disusun secara parallel terhadap letak komponen yang diukur dalam rangkaian.
Alat ini terdiri dari tiga buah lempengan tembaga yang terpasang pada sebuah bakelite yang
dirangkai dalam sebuah tabung kaca atau plastik. Lempengan luar berperans ebagai anode
sedangkan yang di tengah sebagai katode. Umumnya tabung tersebut berukuran 15 x 10 cm
(tinggi x diameter).

1.3. AMPEREMETER
Amperemeter adalah alat untuk mengukur kuat arus listrik dalamrangkaian tertutup.
Amperemeter biasanya dipasang secara seri (berderet) dengan elemen listrik. Dalam
praktikum sumber listrik arus searah, amperemeter biasanyadigunakan untuk mengukur
besarnya arus yang mengalir pada kawat penghantar. Alat ini sering digunakan oleh teknisi
elektronik yang biasanya menjadi satudalam multitester atau Avometer.

2
1.4. OHMMETER
Ohm-meter adalah alat pengukur hambatan listrik, yaitu daya untuk menahan
mengalirnya arus listrik dalam suatu konduktor. Besarnya satuan hambatan yang diukur oleh
alat ini dinyatakan dalam ohm (). Alat ohm-meter ini menggunakan galvanometer untuk
mengukur besarnya arus listrik yang lewat pada suatu hambatan listrik (R), yang kemudian
dikalibrasikan kesatuan ohm.
Desain asli dari ohmmeter menyediakan baterai kecil untuk menahan arus listrik. Skala
dari galvanometer ditandai pada ohm, karena voltase tetap dari baterai memastikan bahwa
hambatan menurun, arus yang melalui meter akan meningkat. Ohmmeter dari sirkuit itu
sendiri, oleh karena itu mereka tidak dapat digunakan tanpa sirkuit yang terakit. Tipe yang
lebih akurat dari ohmmeter memiliki sirkuit elektronik yang melewati arus constant (I)
melalui hambatan, dan sirkuti lainnya yang mengukur voltase (V) melalui hambatan.
Menurut persamaan berikut, yang berasal dari hukum Ohm, nilai dari hambatan (R) dapat
ditulis dengan:

R=V/I

3
2. RANGKAIAN PERCOBAAN

Gambar2.1PengukuranArusDC

Gambar2.2PengukuranTegangan DC

Gambar2.3PengukuranResistansipada Resistor

4
3. LANGKAH PERCOBAAN

3.1. PengukuranArus DC

1. Susunlah rangkaian seperti pada gambar2.1 dengan R= 47


2. Pindahkan selector switch multimeter pada posisi Ampere meter untuk pengukuran
arus DC. Pilihlah pada batas ukur yang sesuai (misal DCA 0.5A).
3. Atur tegangan pada PSU (Power Supply Unit) pada 5V.
4. Amati jarum multimeter, atur selector switch sehingga jarum multimeter menunjuk
sampai setengah display atau lebih.
5. Catatlah hasil pembacaan pada multimeter.
6. Matikan PSU dan gantilah resistor (beban R) tersebut dengan resistor lainnya.
7. Ulangi langkah no.4
8. Lakukan percobaan tersebut dengan 8 resistor yang berbeda resistansinya.

3.2. Percobaan Tegangan DC

1. Susunlah rangkaianseperti gambar 2.2 dengan R1= 47 dan R2= 220.


2. Pindahkan selector switch multimeter untuk pengukuran tegangan DC pada batas ukur
DC 10V.
3. Atur tegangan pada PSU sebesar 5V.
4. Ukur tegangan pada R1 dan R2.
5. Amati jarum multimeter, kemudian catatlah hasil pembacaan.
6. Matikan PSU dan gantilah R1 dan R2 dengan resistor lainnya
7. Ulangi langkah no.4
8. Lakukan percobaansebanyak 8 kali, sehingga mendapatkan 8 hasil variasi resistansi
yang berbeda-beda.

3.3. Percobaan Pengukuran Resistansi

1. Pindahkans elector switch pada posisi ohmmeter.


2. Ukurlah nilai resistansi dari 8 buah resistor yang berbeda.
3. Aturlah selector switch sehingga jarum menunjuk setengah dari display.
4. Mulailah mengukur dari resistor 47 sampai yang terbesar.
5. Amati jarum multimeter dan catatlah hasil pembacaan.

5
4. HASIL PERCOBAAN

Tabel 1PengukuranArus DC
VS ArusBeban (mA)
No. Beban R () (v) SS Fs C (mA)
1 47 5 0.3A 30 10 mA 4,2 42
2 100 5 0.3A 30 10 mA 4 40
3 120 5 0.3A 30 10 mA 3,8 38
4 220 5 0.3A 30 10 mA 2,1 21
5 300 5 0.3A 30 10 mA 2,1 21
6 470 5 0.3A 30 10 mA 1 10
7 820 5 0.3A 30 10 mA 0,6 6
8 1K 5 0.3A 30 10 mA 0,5 5

Keterangan :

Vs TeganganSumber
SS Selector Switch
C FaktorPengali ( C = SS/FS )
FS SkalaPenuh
HasilPembacaan
mA ArusBeban

Table 2PengukuranTegangan DC
BEBAN () VS VR1 VR2
No. R1 R2 (v) SS C1 Fs1 (v) C2 Fs2 (v)
1 47 100 5 10 1 10 1,8 1 10 3,3
2 120 220 5 10 1 10 1,8 1 10 3,4
3 300 470 5 10 1 10 1,8 1 10 2,9
4 820 1K 5 10 1 10 2,1 1 10 2,5
5 1K 120 5 10 1 10 4,2 1 10 0,4
6 220 300 5 10 1 10 4,3 1 10 0,3
7 820 470 5 10 1 10 3 1 10 1,7
8 1K 47 5 10 1 10 4.6 1 10 0,3
Keterangan :
Vs TeganganSumber
SS Selector Switch
C FaktorPengali ( C = SS/FS )
FS SkalaPenuh
VR TeganganBeban
HasilPembacaan

6
Table 3PengukuranResistansi
Ohmmeter
No. R () SS (Ohm)
1 47 1 45 45
2 82 1 85 85
3 100 10 10,3 103
4 120 10 12,2 122
5 220 10 23 230
6 300 10 31 310
7 470 10 45,2 452
8 1K 10 99,2 992

Keterangan :

() Resistansi yang terterapadatahanan


SS Selector Switch
HasilPembacaan
(Ohm) Resistansihasilpembacaandengan Ohmmeter

5. PEMBAHASAN HASIL PERCOBAAN

Dari tabel 1 yaitu pengukuran arus DC, dapat diamati bahwa resistor yang pertama
sebesar 47, dalam rangkaian tersebut mengalir arus sekitar 100mA dan setelah diganti
dengan beberapa resistansi dapat terlihat perbedaannya. Semakin besar nilai suatu resistor
maka semakin kecil arus yang mengalir pada rangkaian tersebut. Ini berarti besarnya arus
berbanding terbalik dengan besarnya resistansi.
Kemudian pada tabel 2 yaitu pengukuran tegangan DC, dapat kita lihat terdapat 8
variasi resistor yang terdapat pada rangkaian tersebut. Masing-masing variasi tersebut
menghasilkan tegangan yang berbeda-beda juga. Dari tabel 2 terdapat dua hal yang perlu
diperhatikan. Pertama, jumlah tegangan dari masing-masing resistor yang diukur
berjumlah 5Volt atau dengan kata lain sama dengan tegangan sumber. Karena dalam
rangkaian tersebut juga berlaku pembagian tegangan. Kedua, nilai resistansi yang terbesar
dari dua resistor yang disusun seri memiliki tegangan yang terbesar ketika diukur.
Lalu, pada tabel 3 yaitu pengukuran resistansi pada resistor dapat diamati bahwa nilai
resistansi yang tercantum pada resistor ketika diuku rmenggunakan multimeter/ohmmeter
tidak selalu sama. Hal initerjadi karena masing-masing resistor memiliki toleransi yang
berbeda-beda. Namun, kebanyakan resistor memiliki toleransi sebesar 5-10% .

7
6. PERTANYAAN dan JAWABAN

Mengapa pembacaan hasil pengukuran dilakukan saat penunjukkan jarum pada posisi
setengah dari skala penuh
Agar dapat dengan mudah mengamati jarum pada multimeter dan dapat menentukan
hasil pembacaan dengan baik dan tepat, serta dapat mengetahui perubahan yang
terjadi.

7. KESIMPULAN

Dari tiga percobaan yang dilakukan pada jobsheet pertama yaitu dengan judul
PenggunaanMultimeter kita dapat mengoperasikan multimeter sesuai dengan fungsi dengan
ketelitian optimal. Selain itu kita juga dapat mengukur arus dan tegangan DC. Kita juga dapat
mengukur resistansi sebuah resistor yang masing-masing resistor mempunyai resistansi dan
batas toleransi yang berbeda-beda.

8
DAFTAR PUSTAKA
https://rangkaianlistrik.blogspot.com/dc
https://id.wikipedia.org/wiki/Amperemeter
https://id.wikipedia.org/wiki/Multimeter
https://id.wikipedia.org/wiki/Ohm-meter
https://id.wikipedia.org/wiki/Voltmeter
teknikelektronika.com

Anda mungkin juga menyukai