Anda di halaman 1dari 5

MENINGKATKAN RESPON PSIKOLOGIS TENAGA KERJA INDONESIA YANG

TERINFEKSI HIV MELALUI DUKUNGAN KELUARGA


DAN PEER GROUP SUPPORT
(Improving Psychological Response on Indonesians Migrant Worker (TKI) Infected by
HIV Through Family and Peer Group Support)

*Tintin Sukartini, *Nursalam, *Eka Mishbahatul M.Has, *Candra Panji Asmoro,


**Misutarno
*Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga Kampus C Mulyorejo Surabaya
**RSUD Dr. Soetomo Surabaya
Email: dopaminsirup@gmail.com

ABSTRAK
Pendahuluan: Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah sebuah retrovirus yang menginfeksi sel-sel sistem imun,
menghancurkan atau merusak fungsi dari sel-sel sistem imun. Isu yang beredar telah banyak penderita HIV baru yang
terdeteksi sumber penularannya berasal dari mantan TKI yang bekerja di luar negeri. Tantangannya adalah bagaimana
memperbaiki respon psikologis ODHA agar mampu percaya diri bersosialisasi dan tidak khawatir dengan stigma. Tujuan dari
penelitian ini adalah melaksanakan model dukungan keluarga Tenaga Kerja Indonesia yang terinfeksi HIV dan Peer Group
Support melalui modul yang dilaksanakan oleh keluarga dan kelompok sebaya. Metode: Penelitian ini menggunakan desain
pre-experiment. Populasinya adalah ODHA yang tertular semasa kerja di luar negeri sebagai TKI di wilayah Jawa Timur.
Sampel dipilih dengan menggunakan teknik simple random sampling. Variabel independennya adalah peer group support
dan keluarga, variabel dependennya adalah respon psikologis responden. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner
yang telah diuji validitas dan reliabilitas didukung dengan pelaksanaan focus group discussion responden sebagai penguat
hasil secara kualitatif. Hasil kuantitatif diuji menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test dengan 0,05. Hasil: Hasil
menunjukkan bahwa metode ini dapat meningkatkan respon psikologis klien yang terinfeksi HIV semasa kerja sebagai TKI
di luar negeri dengan nilai signifikansi p=0,040. Hasil kualitatif menyatakan bahwa sebagian besar responden menemukan
makna hidup yakni berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. Diskusi: Dukungan keluarga dan peer group support dapat
digunakan untuk meningkatkan respon psikologis penderita HIV yang terinfeksi semasa kerja di luar negeri menjadi TKI.
Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menggunakan sampel yang lebih besar sehingga mempunyai kelompok kontrol.

Kata kunci: dukungan keluarga, peer group support, respon psikologis, TKI (Tenaga Kerja Indonesia), Human
Immunodeficiency Virus (HIV)

ABSTRACT
Introduction: Human Immunodeficiency Virus (HIV) is a retrovirus that infects cells of the immune system, destroying or
damaging the function of cells of the immune system. A lot of new detected HIV transmission source comes from former
workers who work abroad. The challenge is how to improve the psychological response of people living with HIV (PLWHA)
to be able to socialize confident and not worry about the stigma. The purpose of this study is to implement the model of
family support Indonesian Workers who are infected with HIV and Peer Support Group through modules implemented by
families and peer groups. Methods: This study was used a quasy-experimental. Population in this study were the PLWHA
who contracted during work abroad as migrant workers in East Java. Samples were selected using simple random sampling
technique. The independent variable were the family and peer group support, the dependent variable was the psychological
response of respondents. Data were collected using a questionnaire that has been tested for validity and reliability and results
were tested using the Wilcoxon Signed Rank Test with alpha 0.05 and supported by the implementation of the focus group
respondents as a reinforcement of the qualitative results. Results: The results showed that this method can improve
psychological response of the PLWHA during labor as migrant workers abroad with a significance value of p=0.040.
Qualitative results stated that the majority of respondents found the meaning of life that is surrendered to God Almighty.
Discussion: Family and peer group support can be used to increase the psychological response of the PLWHA during work
abroad as migrant workers. Future studies are expected to use a larger sample so as to have a control group.

Keywords: family support, peer group support, psychological response, TKI (Indonesian Labor), Human
Immunodeficiency Virus (HIV)

PENDAHULUAN fungsi dari sel-sel sistem imun. Sebagai


progress dari infeksi, sistem imun menjadi
Human Immunodeficiency Virus (HIV)
lemah, dan manusia menjadi lebih rentan
adalah sebuah retrovirus yang menginfeksi sel-
terkena infeksi. Stadium yang paling lanjut
sel sistem imun, menghancurkan atau merusak
dari infeksi HIV adalah Acquired Immune

251
Jurnal Ners Vol. 11 No. 2 Oktober 2016: 251-255

Deficiency Syndrome (AIDS) (WHO 2013). Virus sebanyak 1700-an, dengan 10% diantaranya
tersebut merusak kekebalan tubuh manusia dan adalah mantan Tenaga Kerja Indonesia (News
mengakibatkan turun dan hilangnya daya tahan 2011)
tubuh sehingga mudah terjangkit penyakit infeksi Individu dengan HIV&AIDS yang
lainnya (Nursalam, & Kurniawati 2007) Penurunan mendapat perawatan di rumah sakit akan
imunitas dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor mengalami kecemasan dan stres pada semua
yang perlu diperhatikan oleh tenaga kesehatan adalah tingkat usia. Penyebab kecemasan yang
stresor psikososial. Lingkup terkecil dari lingkungan dialami pasien tersebut salah satu faktor yang
sosial pasien adalah keluarga. mempengaruhi selain dari petugas kesehatan
Dukungan sosial terutama dari keluarga adalah keluarga. Keluarga juga sering merasa
adalah penting, dan sangat menentukan cemas dengan perkembangan keadaan pasien,
perkembangan penyakit yang dapat pengobatan, dan biaya perawatan. Meskipun
menurunkan kondisi kesehatan pasien, dampak tersebut tidak secara langsung kepada
mempercepat progresivitas penyakit hingga pasien, tetapi secara psikologis pasien akan
timbul kematian. Pada penelitian lainnya oleh merasakan perubahan perilaku dari keluarga
tim diperoleh hasil bahwa pengembangan model yang menungguinya selama perawatan (Marks,
dukungan keluarga dan dukungan sebaya 1998). Pasien menjadi semakin stres dan
mampu meningkatkan kemandirian keluarga berpengaruh terhadap proses penyembuhannnya
dalam tindakan perawatan anggota keluarga karena penurunan respon imun. Robert Ader
yang terinfeksi HIV ketika bekerja sebagai (1885) telah membuktikan bahwa individu
TKI di luar negeri. Berdasarkan hasil tersebut yang mengalami kegoncangan jiwa akan
peneliti merasa perlu mengimplementasikan mudah terserang penyakit, karena pada kondisi
suatu modul hasil penelitian sebelumnya untuk stres akan terjadi penekanan sistem imun
melihat pengaruhnya terhadap respon (Subowo 1992).
psikologis responden. Respon psikologis ini Penelitian ini merupakan lanjutan dari
yang perlu diketahui terlebih dahulu karena penelitian sebelumnya yang mencari
merupakan manifestasi awal dari keyakinan pengembangan model dari kerangka konsep
responden sebelum muncul adanya interaksi yang dibuat terhadap dampaknya bagi
sosial dengan yang lain dan juga kekhawatiran dari kemandirian perawatan anggota keluarga
adanya stigma oleh masyarakat. ODHA terhadap ODHA. Penelitian tahun
Pada tahun 2013 ini, Ditjen PP & PL berikutnya ini mengambil fenomena yang
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia ditemukan selama penelitian tahun sebelumnya, yakni
merilis data tentang penemuan kasus baru HIV melihat pengaruh intervensi yang dikembangkan
pada tahun 2012 mencapai 21.511. Data ini terhadap respon psikologis responden. Ada
meningkat daripada tahun sebelumnya pada keterkaitan antara lingkungan sosial (keluarga
2011 sejumlah 21.031. Jumlah penderita HIV dan teman sebaya) pasien HIV&AIDS dengan
khusus Propinsi Jawa Timur, seperti yang progresifitas penyakit tersebut, membuat
disampaikan oleh Dinas Kesehatan Propinsi penulis ingin mengetahui bagaimana gambaran
Jawa Timur pada tahun 2011 tercatat sebanyak reaksi psikologis (respon stres) pada Tenaga
2646 jiwa, terjadi peningkatan dari tahun Kerja Indonesia (TKI) yang terinfeksi virus
sebelumnya sejumlah 2233 jiwa. Data hingga HIV. Dukungan dari lingkungan sosial
Juni 2012 menunjukkan bahwa Kabupaten (keluarga) sangat dibutuhkan pasien
Kediri dan Kabupaten Tulungagung termasuk HIV&AIDS sehubungan dengan rasa putus asa
dalam zona merah distribusi kasus AIDS di yang dialami pasien sejak pasien tersebut
Propinsi Jawa Timur. Data secara nasional dinyatakan terinfeksi virus HIV. Harapannya,
mengenai TKI yang positif terinfeksi dengan adanya respons emosi yang positif dari
HIV&AIDS belum terdokumentasi dengan keluarga dapat mengurangi stres yang dialami
baik. Namun, terdapat sumber menyatakan pasien.
bahwa terjadi kewaspadaan oleh pihak Dinas
Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Kependudukan BAHAN DAN METODE
(Disnakertransduk) Jawa Timur mengenai
Penelitian ini merupakan jenis penelitian pre-
penyebaran kasus HIV&AIDS di Propinsi
experiment dengan pre-post test design.
Jawa Timur adalah dari mantan tenaga kerja-
Populasi terjangkau adalah TKI yang terinfeksi HIV
tenaga kerja Indonesia. Data jumlah pekerja di
Jawa timur yang terjangkit HIV&AIDS di Kabupaten Tulungagung. Pengambilan sampel

252
Meningkatkan Respon Psikologis TKI yang Terinfeksi HIV (Nursalam, dkk)

dilakukan dengan teknik simple random Data di atas menunjukkan bahwa


sampling dan diperoleh sampel sebanyak 11 sebagian besar responden penderita HIV
responden. sebelum intervensi respon psikologisnya
Penelitian ini menggunakan dua variabel, yaitu berada dalam tahap bargaining. Sebagian kecil
variabel independen dukungan keluarga dan peer responden sebelum intervensi respon
group support, serta variabel dependen berupa psikologisnya berada dalam tahap depresi.
respon psikologis responden yang terinfeksi Respon psikologis dalam tahap menerima
HIV dari semasa kerja sebagai TKI di luar dialami oleh sebagian kecil responden. Setelah
negeri. Instrumen yang digunakan adalah mulai dilakukan intervensi, sebagian kecil saja
instrumen respon psikologis yang evaluasinya responden yang respon psikologisnya berada
diperkuat dengan focus group discussion dalam tahap bargaining dan tingkat psikologis
(FGD) dengan pertanyaan terstruktur pada depresi. Respon psikologis acceptance dialami
pasien yang terinfeksi HIV dari semasa kerja oleh sebagian besar responden.
sebagai TKI di luar negeri. Kuesioner telah Pengaruh intervensi dapat dilihat dari
diuji validitas dan reliabilitasnya. signifikansi perubahan respon psikologis
sebelum dan sesudah intervensi. Hasil analisis
HASIL PENELITIAN statistik menunjukkan terdapat pengaruh
intervensi dukungan keluarga dan teman
Penelitian sampai jurnal ini diterbitkan telah
sebaya terhadap respon psikologis ODHA.
menyelesaikan intervensi dan pengambilan data post-test
di Tulungagung. Jumlah responden selama penelitian
PEMBAHASAN
berlangsung sebanyak 11 responden. Responden
lainnya gugur karena keluarga tidak mengikuti Respon adaptasi psikologis terhadap
koordinasi bentuk intervensi. Tingkat respon stresor menurut Kubler Ross (1974)
psikologis responden yang terinfeksi HIV dari menguraikan lima tahap reaksi emosi
semasa kerja menjadi TKI di luar negeri seseorang terhadap stresor yakni 1)
ditunjukkan dalam tabel di bawah. pengingkaran; 2) marah; 3) tawar menawar; 4)
depresi; dan 5) menerima. Tidak ada cara yang
Respon psikologis TKI penderita HIV paling tepat dan cepat untuk menjalani proses
sebelum intervensi Juni -September 2016 di berduka. Konsep dan teori berduka hanyalah
Kabupaten Tulungagung lebih dari separoh alat yang hanya dapat digunakan untuk
memiliki respon psikologis mengantisipasi kebutuhan emosional klien dan
bargaining sebesar 62,5%. juga rencana intervensi untuk membantu
mereka memahami kesedihan mereka dan
Tabel 1 Tabel respon psikologis penderita mengatasinya.
HIV tertular saat TKI setelah Dukungan keluarga merupakan sebuah
intervensi Juni -September 2016 di proses yang terjadi sepanjang masa kehidupan,
Kabupaten Tulungagung sifat dan jenis dukungan berbeda dalam setiap
Respon Psikologis
Tot
tahap siklus kehidupan. Dukungan keluarga
Res Den Ang Barg Depr Acc dapat berfungsi dengan kepandaian akal.
% % % % % % Sebagai akibatnya, hal ini meningkatkan
TKI - - 12,5 25 62,5 100 kesehatan dan adaptasi keluarga. Keberadaan
dukungan keluarga yang adekuat terbukti
Tabel 2 Tingkat respon psikologis berhubungan dengan menurunnya angka
responden sebelum dan setelah mortalitas (Friedman, 2010).
intervensi di Kabupaten Satu penelitian tentang dukungan
Tulungagung pada bulan Juni- kelompok sebaya yang dilakukan untuk
September 2016 mengetahui bagaimana perubahan kepatuhan
Tingkat Respon Pre Post pengelolaan/perawatan pada pasien dengan
Psikologis % % diabetes mellitus didapatkan hasil bahwa dengan peer
Kurang 62,5 12,5 group support mampu meningkatkan kepatuhan
Cukup 12,5 25 responden dalam menjalankan latihan fisik dan
Baik 25 62,5
konsumsi obat pada penderita diabetes
Total 100 100
mellitus, namun tidak mampu meningkatkan
Wilcoxon Signed
Rank Test
p=0,040 kepatuhan akan diit penderita. Saran yang

253
Jurnal Ners Vol. 11 No. 2 Oktober 2016: 251-255

diberikan yakni membuat sebuah peer group masing-masing mulai merasa malas untuk
support antar penderita dan keluarga sebagai datang dengan berbagai alasan. Tim peneliti
wadah interaksi dan saling memberi dukungan memberi arahan dalam intervensi peer group
baik berupa pengetahuan maupun emosional support yakni merubah strategi menjadi jemput
(Diantiningsih , Y, Kusnanto, & Bakar 2012) bola dan tidak perlu menunggu adanya
Pemberian materi berupa dukungan kegiatan formal. Kelompok sebaya juga diberi
keluarga selain aspek intensitas dalam materi tentang peran mereka dalam
pemberiannya, namun juga perlu diperhatikan memperbaiki respon psikologis responden oleh
aspek kedalaman dalam penanaman Tim Peneliti menggunakan modul. Pertemuan-
pentingnya peran keluarga secara bersama- pertemuan informal seperti misal saat keluarga
sama. Peneliti dalam memberikan materi penderita maupun penderita bertemu di rumah
pentingnya dukungan keluarga memperhatikan sakit untuk mengambil obat ARV seringkali
tingkat pendidikan dan pengetahuan yang menjadi ajang bertukar informasi dan
dimiliki oleh keluarga yang merawat. memberikan dukungan, serta memberikan
Penerimaan keluarga akan sakit yang diderita pengetahuan terkini mengenai HIV oleh Tim
anggota keluarga yang terinfeksi HIV juga Peneliti. Peneliti melihat fungsi dari dilakukan
diperhatikan. Hal ini menjadi perhatian peneliti peer group support pada responden sudah
karena dibutuhkan komitmen sebelum terlaksana setelah diberikan materi dan strategi
membentuk intensi yang kuat dari anggota pendampingan melalui observasi. Dukungan
keluarga untuk mau dan mampu merawat keluarga dan dukungan kelompok sebaya yang
anggota keluarga yang terinfeksi HIV, dimana terus menerus tentu menjadi tantangan bagi
penyakit ini akan selamanya diidap oleh Tim Peneliti untuk menjaga konsistensi
anggota keluarga yang terifeksi HIV tersebut. intervensinya terhadap responden. Oleh karena
Aspek kemampuan keluarga dalam memenuhi itu, tim peneliti lebih sering memantau dengan
peran sebagai perawat dilakukan pengidentifikasian berkomunikasi melalui telepon. Kunjungan
terlebih dahulu oleh peneliti. Sebagian besar langsung kepada keluarga dan kelompok
responden tahu apa yang harus diperbuat atau sebaya dilakukan untuk pemberian materi
perannya selama anggota keluarga yang kepada mereka. Antusias responden juga
terinfeksi HIV sedang sehat maupun ketika menjadi bahan evaluasi kami. Melalui
sakit. Hal ini menjadi potensi yang perlu wawancara, dukungan antar kelompok sebaya
ditingkatkan oleh peneliti dengan menggunakan diakui oleh beberapa responden mampu
modul yang dibuat oleh Tim Peneliti. Peneliti memberikan solusi dari setiap permasalahan
memberikan materi berupa manfaat-manfaat psikologis yang muncul. Kekhawatiran-
yang bisa diperoleh penderita HIV jika dirawat kekhawatiran dalam kegiatan bersosialisasi di
dengan kasih sayang oleh keluarga. Adanya masyarakat baik pada saat di rumah maupun di
dukungan seperti hal tersebut dengan tidak tempat kerja mereka mampu ditemukan solusi
disadari oleh keluarga maupun penderita yang mana solusi tersebut muncul dari
memberi stimulus yang positif bagi penderita keluarga responden lain yang pernah
sehingga penderita tidak stres. Tim peneliti mengalami dan anggota keluarga penderita lain
mempunyai pendapat bahwa materi yang telah menguatkan solusi tersebut sehingga timbul
diberikan kepada anggota keluarga ODHA dukungan antar kelompok sebaya untuk
mampu diterapkan dengan baik oleh keluarga, kemudian dipraktikkan kepada responden
sehingga tingkat respons psikologis responden yakni ODHA TKI.
juga meningkat dibuktikan dengan signifikasi
analisis data yang telah dikerjakan. SIMPULAN DAN SARAN
Kombinasi intervensi dukungan keluarga oleh
Simpulan
keluarga mereka sendiri bersama dengan peer
group support membawa tim peneliti beropini Dukungan keluarga dan peer group
bahwa intervensi tersebut juga berperan besar support mampu meningkatkan tingkat respon
dalam hasil respon psikologis responden yang psikologis TKI yang terinfeksi HIV dari
didapat. Kegiatan pertemuan rutin yang semasa kerja di luar negeri di wilayah
diadakan pihak terkait yang menangani ODHA Kabupaten Tulungagung. Dukungan keluarga
di wilayah tempat penelitian sering kali dan peer group support dalam hal ini
diadakan, namun peserta pertemuan yang mencakup peran keluarga dan teman sebaya
merupakan penderita maupun keluarganya dalam perawatan secara biologis (ketika

254
Meningkatkan Respon Psikologis TKI yang Terinfeksi HIV (Nursalam, dkk)

penderita mengalami atau tidak penyakit WHO, 2013. HIV/AIDS. diakses tanggal 19
penyerta HIV), psikososial, dan spiritual. Desember 2013 pukul 18.00.
<http://www.who.int/topics/hiv_aids/en/
Saran >
Dinkes Provinsi Jawa Timur. 2012. Program
Peningkatan respon psikologis hanya
pengendalian penyakit menular di Jawa
mencakup pada pada ODHA yang menjadi
Timur. Diakses tanggal 22 Desember
kriteria penetapan responden penelitian.
2013 pukul 17.33
Penambahan cakupan jumlah responden
<http://dinkes.jatimprov.go.id/userimage
dengan penentuan kriteria diharapkan dapat
/P2.pdf>
menambah jumlah responden dan diharapkan
Depkes. 2013. Profil kesehatan Indonesia
desain penelitian yang diambil adalah quasy-
2012. diakses tanggal 19 Desember 2013
experiment. Pihak terkait juga melakukan kunjungan
pukul 18.16.
rumah penderita tanpa menggunakan identitas dari
<http://www.depkes.go.id/downloads/Pr
instansi mana untuk melakukan pengawasan atau
ofil%20Kesehatan_2012%20%284%20S
pengkajian bagaimana respon psikologis
ept%202013%29.pdf>
berubah setiap saat karena manusia sangat
Depkes, 2003. Pedoman nasional perawatan,
unik.
dukungan dan pengobatan bagi ODHA:
buku pedoman untuk petugas kesehatan
dan petugas lainnya. Jakarta: Ditjen
KEPUSTAKAAN
PPM dan PL Depkes
Diantiningsih , Y, Kusnanto, & Bakar, A., Nursalam, Yusuf, Ah, Widyawati Y I, &
2012. Peer group support terhadap Asmoro , C P, 2015. Pengembangan
perubahan kepatuhan pengelolaan Model Pemberdayaan Keluarga Tenaga
penyakit diabetes mellitus tipe 2. Kerja Indonesia (TKI) yang Terinfeksi
News, A., 2011. JATIM tertinggi kasus HIV dan Peer Group Support dalam
HIV/AIDS. Available at: Kemandirian Perawatan Tenaga Kerja
<http://www.antarajatim.com/lihat/berita/ Indonesia (TKI) yang Terinfeksi HIV.
77591/jatim-tertinggi-kasus-hivaids >. Jurnal Ners, Vol. 2 2015
Nursalam, & Kurniawati, N., 2007. Asuhan Stewart, G., 1997. Managing HIV. Sydney:
Keperawatan pada Pasien terinfeksi HIV, MJA Publisher
Jakarta: Salemba Medika.
Subowo, 1992. Histologi umum, Jakarta: Bumi
aksara.

255