Anda di halaman 1dari 6

PERSEPSI IBU POSTPARTUM YANG MENYUSUI DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN

NUTRISI: SUATU STUDI ETHNOGRAPHY PADA SUKU JAWA

(The Perception of Breastfeeding Mothers in Fulfilling the Needs of Nutrition: an Ethnography


Study on Javanese)

Ratna Hidayati*

*STIKES Karya Husada Kediri, Jl. Soekarno-Hatta no 07 Pare, Kediri. Kode pos 64227
Telp. (0354-399912), Hp. 081359303299
Email: wildanss@yahoo.com

ABSTRAK
Pendahuluan: Ppersepsi ibu postpartum yang menyusui dalam memenuhi kebutuhan nutrisi pada suku Jawa berasal
dari budaya turun temurun yang diajarkan keluarganya dan tokoh-tokoh yang berpengaruh di masyarakat. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tentang persepsi ibu postpartum yang menyusui dalam memenuhi
kebutuhan nutrisi pada suku Jawa. Metode: Ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan yang berprinsip pada studi
dalam situasi yang alamiah (naturalistic inquiry), dalam arti peneliti tidak memanipulasi target penelitian, melainkan
melakukan studi terhadap persepsi dalam situasi apa adanya. Informasi diperoleh dari 8 partisipan yang dipilih sesuai
dengan prinsip pengambilan sampel, yaitu kesesuaian dan kecukupan yang menggambarkan fenomena dan keterkaitan
dengan topik penelitian. Hasil: Hasil penelitian persepsi dalam memenuhi kebutuhan nutrisi ibu menyusui dengan cara:
menambah porsi makan, pantang makan telor dan ayam. Alasan menghindari makanan tersebut karena membuat luka
radang/infeksi. Selain itu usaha untuk meningkatkan produksi ASI dengan cara mandi wuwung, ngemil kacang-kacangan
dan minum jamu gendongan. Semua partisipan menuruti anjuran orang tua, namun partisipan yang berpendidikan tinggi
memiliki kemampuan untuk bernegosiasi dengan orang tua, sehingga tidak menimbulkan konflik jika berbeda persepsi
dengan orang tua dalam hal pemenuhan nutrisi. Analisis dan diskusi: Saran bagi perawat harus memiliki kemampuan
komunikasi interpersonal yang baik, memahami aspek sosial budaya, keunikan individu terhadap persepsi yang diyakini,
sehingga tidak menimbulkan konflik dalam merubah persepsi yang berkaitan dengan pemenuhan nutrisi dan perlu
dikembangkan kelompok untuk saling memberikan dukungan (support group) dengan melibatkan tenaga kesehatan,
keluarga dan klien.
Kata Kunci: Persepsi, nutrisi, menyusui.

ABSTRACT
Introduction: The perception that establish breastfeeding mothers in fulfilling the nutrition needs on Javanese culture is
derived from hereditary taught by their family and influential figures in the community. The purpose of this study is to
know about the perception of Javanese breastfeeding postpartum mothers fulfilling nutritional needs. Method: This is
qualitative research with a principled approach to the study of the naturalistic inquiry. Information was obtained from 8
participants selected according to the principle of sampling, those are the suitability and sufficiency which describe
phenomena and linkages to research topics. Result: Perception research results in fulfilling nutritional needs of
breastfeeding mothers by adding the eating portion; forbid eating eggs and chicken. It is because they can cause wound
inflammation/infection. Moreover, they try to increase their milk production by wuwung bathing, snacking the nuts
and drinking jamu gendongan. Discussion: All participants follow their parents suggestion, but high educated
participants have the ability to negotiate with the parents. Nurses should have good interpersonal communication skills,
understand the socio-cultural aspects and the uniqueness of the individual against the perception that is believed in
order to avoid conflicts in changing perceptions related to nutrition, to develop and support the group including health
personnel, family and clients.
Keywords: Perception, nutrition, breastfeed

PENDAHULUAN konsep ethnosentrisme dan relativesme


dalam kebudayaan keluarga dalam
Air susu ibu merupakan pilihan
masyarakat multicultural (Mcauliffe et al.
utama untuk bayi. Menyusui memberi
2012). Jika keyakinan tersebut tidak
banyak keuntungan: nutrisi, imunologi, dan
membahayakan kesehatan, perawat dapat
psikologis. Selama laktasi, terjadi
memvalidasi keyakinan budaya tersebut.
peningkatan kebutuhan energi, protein,
Tetapi, jika keyakinan budaya tersebut
mineral, dan vitamin (Latuga et al. 2014)
bertentangan dan membahayakan kesehatan,
sedangkan dalam memenuhinya, ibu banyak
maka perawat harus berhati-hati dalam
dipengaruhi oleh kebiasaan turun temurun.
menggali keyakinan tersebut dan
Dalam hal ini, perawat perlu memahami

195
Jurnal Ners Vol. 11 No. 2 Oktober 2016: 195-200

menggunakan keyakinan tersebut dalam makan banyak ibunya biar tidak kehabisan
proses reedukasi dan modifikasi. ASI....(P2)
Ibu partisipan : ya iyalah ........ supaya
METODE sumber ASInya banyak .......... kalau lauk ya
secukupnya........(P2)
Pendekatan kualitatif berprinsip pada
Ya sengaja saya tambahi bu ...... kadang
studi dalam situasi yang alamiah (naturalistic
mudah lapar karena disedot bayi ya bu.......
inquiry) dalam arti peneliti tidak
Cuma minumnya saya kurangi bu...takut kaki
memanipulasi target penelitian, melainkan
bengkak....(P3)
melakukan studi terhadap persepsi ibu
Sehari tidak lebih dari 8 gelas bu.itu sudah
postpartum yang menyusui bayinya dalam
cukup bu....(P3).
memenuhi kebutuhan nutrisi dari suku Jawa
Ya makan nasi dan sayurannya
dalam situasi apa adanya (Bowen 2008).
diperbanyak....(P4)
Informan pada penelitian ini berjumlah 8
Sepemahaman mereka umumnya ya makan
orang ibu postpartum yang sedang menyusui
banyak bu...karbohidratnya yang
bayinya yang berumur dibawah 1 tahun dan
diperbanyak.............(IK)
tinggal di desa Darungan Pare Kabupaten
Kediri Jawa Timur. Cara mendapatkan 2) Tekad untuk menyusui
informan tersebut, peneliti meminta Dulu hanya 3 minggu saja bu...ASI saya
informasi dari petugas kesehatan (bidan) sedikit....jadi saya sadur dengan susu,
sebagai informan kunci, pada informan kunci eh....lama-lama koq malah suka susu....jd ASI
tidak dilakukan wawancara, melainkan untuk tiba-tiba habis sendiri. Tapi kali ini saya
mendapatkan informasi tentang budaya ibu menyusui aja bu....susu mahal.......(P1)
postpartum yang menyusui bayinya dalam Ya...paling tidak 2 tahun lah bu......(P2-8)
memenuhi kebutuhan nutrisinya (Wojcieszak
3) Pantang makan telor dan ayam
& Price 2009). Analisis data diawali dari
Saya makannya cukup banyak bu..... semua
comparehending, synthesizing, theorizing,
mau... tapi sama emak gak boleh makan telor
dan analisa colaizzi. Penelitian ini sudah
dan ayam.... kalau daging masih boleh sama
mendapatkan persetujuan etik dari Komisi
emak.... tapi daging mahal, hehehe.....(P1)
Etik Penelitian STIKES KH no.
Ya.katanya ikan-ikanan bikin ASI amis.
01/EC/KEPK/09/2014.
nanti bayi saya tidak mau nyusu lagi. ya
HASIL lebih baik saya hindari bu.. telor dan ayam
katanya membuat kandungan infeksi atau
Penelitian ini menghasilkan 3 tema tidak sembuh-sembuh.. makanya benar-
utama yaitu persepsi dalam memenuhi benar saya hindari........(P3)
kebutuhan nutrisi bagi ibu menyusui, alasan
Memang gampang-gampang susah bu
menghindari makanan tertentu, dan usaha
mereka itu .... kalau dikasih penyuluhan
untuk meningkatkan produksi ASI.
jawab iya... iya ... tapi kalau sampai di
Tema 1: persepsi memenuhi kebutuhan rumah ya..balik lagi dengan apa kata ibu
nutrisi bagi ibu menyusui atau neneknya....ya takut beneran bu makan
protein hewani........(IK)
Terdapat beberapa sub tema yang
Banyak bu...... ya seperti orang-orang
mendukung munculnya tema ini, seperti yang
itu....saya hanya makan sayuran yang
dikemukakan oleh beberapa responden
direbus dan krupuk saja ...... (P4)
sebagai berikut:
4) Tidak pantang makan
1) Porsi makan ditambah
Hehehe.....tidak bu...... apa yang disiapkan
Nafsu makan saya baik bu.....kadang malam-
ibuk saya makan saja.........(P2)
malam saya makan lagi biar ASInya
Ibu partisipan: saya diberitahu bu bidan,
banyak.....(P1)
katanya tidak usah pantang bu....ya saya
Yang pasti ibuk kalau ngambilkan makanan
selalu banyak nasi dan sayurannya bu....(P2) nurut saja.....(P2)
Ibu partisipan ikut menyela: iya bu, Iya bu ...... Alhamdulillah tidak apa-apa
minumnya kuat banget....sampai saya suruh koq.....kalau orang dulu tidak boleh ya bu?

196
Persepsi Ibu Postpartum (Ratna Hidayati)

tapi kata bapaknya, kita kan orang sekarang, 2) Menuruti nasehat orang tua karena
hehehe....(P5) berbakti
Dari anak pertama tidak pernah pantang- Itu kan orang dulu mak.... lha aku kan orang
pantangan kayak orang jaman dahulu sekarang mak...pasti beda..... iya kan bu ?
bu....hehehe.....(P7) tapi kalau gak manut emak pasti perang bu
di rumah... saya memilih mengalah saja bu,
5) Tetap mengkonsumsi protein hewani hehehe.......(sambil tertawa lebar) ....(P1)
Ibu partisipan:....tapi untuk makan daging Saya harus manut kakak saya bu....lha
ayam potong tetap saya larang bu...kalau nyatanya orang dulu sehat-sehat ......
ayam kampung sih tidak masalah.... .....(P2) hehehe..............(P3)
Ibu partisipan: iya bu....tidak boleh makan
ayam, telor, ikan laut....lha kemarin di RS 3) Pantang makan karena patuh orang
malah menunya otak tua
sapi...hati....ayam...berarti kan boleh makan Ibu partisipan menyela lagi: lha opo pingin
itu....perawat dan dokternya kan ya lebih sak rumah tidak makan hanya mikir kamu
pinter-pinter, hehehe.....(P8) thok to nduk..... yang penting kan makan
sayur banyak...... ASI akan keluar banyak....
6) Menghindari pedas dan es selain itu makan telor dan ayam opo pingin
Kecuali pedas dan minum es bu....takut luka perut dan kandunganmu gak sembuh-
bayinya pilek...........(P2). sembuh ? iya to bu ? ....(P1)
Hehehe ...... tidak ada bu ..... semua saya Hanya mengikuti kata orang tua (dukun
makan ....... kecuali pedas dan minum es ..... bayi).............(P4)
takut bayinya mencret dan pilek............(P5)
4) Cepat masa nifas dan ASI banyak
7) Nasi dan sayur Ya nanti malah berkepanjangan bu
Banyak bu ....... ya seperti orang-orang itu nifasnya....... biar cepat sembuh saja.... dan
.... saya hanya makan sayuran yang direbus katanya biar ASInya rasanya enak dan
dan krupuk saja......(P4) banyak.....(P4)
Ya nanti malah berkepanjangan bu
Tema 2: alasan menghindari mengkonsumsi nifasnya....... biar cepat sembuh saja.... dan
makanan tertentu katanya biar ASInya rasanya enak dan
Beberapa sub tema yang mendukung banyak.....(P5)
alasan menghindari makanan tertentu
dikemukakan oleh beberapa responden Tema 3: Usaha untuk meningkatkan
sebagai berikut: produksi ASI
1) Pengaruh orang tua Beberapa responden menyampaikan
Ibu partisipan yang menjawab: Ah...orang kalimat yang terangkum dalam sub tema
jaman dulu kalau ada luka apapun dan habis sebagai berikut:
melahirkan harus pantang makan itu bu..... 1) Mandi wuwung
telor, ayam itu membuat luka becek....berair Harusnya mandi wuwung bu.....(kepala
dan lama sembuhnya.... enak dimulut saja, diguyur air berkali-kali)....tapi karena saya
tapi jadi penyakit. apalagi kalau menyusui operasi ya gak bisa.....nanti saja kalau sudah
...... ASI menjadi amis .... arus ..... jadi bayi sembuh....(P1)
tidak suka menyusu...... Ya sama dengan orang-orang bu.mandi
Lihat orang dahulu umurnya panjang- wuwung..segerjadi sumbernya jadi
panjang, sehat dan tidak ada penyakit aneh- besar.(P3)
aneh to bu....(P1)
Kakak partisipan yang menjawab: orang 2) Ngemil kacang-kacangan
jaman dulu kalau habis melahirkan harus 3 sampai 4 kali bu......disela-sela itu ngemil
pantang makan itu bu.....telor, ayam, ikan kacang-kacangan......(P2)
laut akan membuat kandungan lama Ibu partisipan: kacang-kacangan itu kalau
pulihnya....apalagi ikan laut, ASI menjadi orangdulu supaya ASInya banyak.....buktinya
amis .... arus ..... .jadi bayi tidak suka ASInya sekarang juga banyak......ya kan bu ?
menyusu......(P3)

197
Jurnal Ners Vol. 11 No. 2 Oktober 2016: 195-200

bukankah kebiasaan nenek moyang dulu ada umumnya tidak tahu alasannya mengapa
yang baik ? ......(P2) harus pantang pada makanan tersebut
Kata mbah parni ngemil marning jagung bu melainkan hanya menuruti nasehat saja.
biar sumbernya banyak......(P4)
4) Tidak pantang makan
3) Mengutamakan nasi dan sayuran
Sebagian ibu post partum yang
Yang penting nasi dan sayurnya
meyusui memang tidak pantang terhadap
banyak.untuk lauk saya pilih yang aman
makanan apapun, kecuali pedas. Ibu yang
saja bu.tahu dan tempe..(P3)
tidak pantang tersebut umumnya
berpendidikan tinggi (SMU dan PT) dan
4) Minum jamu gendongan
memiliki kemampuan negosiasi dengan
Iya bu..yang penting sayuran hijau atau
orang tuanya untuk beralasan logis terhadap
kulupan dan 2 hari sekali saya minum jamu
pemenuhan nutrisi bagi ibu menyusui.
gendongan pahitan itu bu, supaya ASI
saya banyak...........(P3)
5) Tetap mengkonsumsi protein hewani
Sebagian ibu post partum yang
5) Hanya nurut tanpa tahu alasannya
meyusui juga tetap mengkonsumsi protein
Iya sih bu...tapi kata mbah parni masih lebih
hewani walaupun pantang terhadap telur dan
baik marning bu....jadi ya saya beli
daging ayam. Ibu tersebut umumnya
marning....(P4)
memiliki alasan logis terhadap pentingnya
protein hewani untuk pemulihan kondisi post
PEMBAHASAN
partum namun supaya tidak bertentangan
Persepsi memenuhi kebutuhan nutrisi dengan persepsi yang sudah diyakini
bagi ibu menyusui masyarakat terhadap pantang makanan
Persepsi memenuhi kebutuhan nutrisi tertentu (Dror & Allen 2011).
bagi ibu menyusui dipengaruhi oleh persepsi 6) Menghindari pedas dan es
ibu itu sendiri maupun orang tuanya (ibu), Makanan pedas dan minuman dingin
tokoh yang dianggap mampu (dukun bayi) (es) diyakini ibu-ibu post partum yang
dan juga pendapat masyarakat pada menyusui bayinya karena dikhawatirkan
umumnya (Appoh & Krekling 2005; Parker pedas bisa membuat bayi yang disusuinya
2012). diare dan minum dingin/es dapat membuat
1) Porsi makan ditambah ibu maupun bayinya menderita pilek.
Untuk meningkatkan produksi ASInya,
masyarakat pada umumnya berpersepsi 7) Nasi dan sayur
dengan meningkatkan porsi makan. Persepsi Selain meningkatkan porsi makannya
ini selain dipengaruhi oleh pendapat- (nasi), mereka juga meningkatkan porsi
pendapat sebelumnya (orang tua, nenek atau sayurnya. Sayur diyakini banyak mengandung
tetangga) juga dipengaruhi faktor yang vitamin dan mineral yang dibutuhkan untuk
dirasakan ibu menyusui yaitu rasa lapar jika meningkatkan kualitas ASI. Namun, pada
ASInya sudah banyak disusui bayinya suku Jawa berpersepsi, cara memasak sayur
(Kanade et al. 2008). hanyalah dengan direbus saja (kulupan)
supaya nilai gizinya (vitamin) lebih
2) Tekad untuk menyusui bagus/tidak rusak/tidak tercampur dengan
Pada dasarnya wanita Suku Jawa bumbu lain yang bisa berpengaruh pada
setelah melahirkan memiliki keinginan untuk produksi ASI yang membuat bayi mereka
menyusui bayinya sendiri. Kalaupun ada diare/mencret seperti akibat ada cabe
kendala pada pengalaman sebelumnya telah pedasnya. Kadang pilihan mengolah hanya
gagal menyusui, hati kecilnya tetap ingin merebus ini (kulupan) membuat rasa dari
menyusui sampai tuntas minimal 2 tahun. sayur yang kurang mengugah selera sehingga
3) Pantang makan telor dan ayam menurunkan nafsu makan ibu sendiri.
Ibu post partum suku Jawa menyakini Alasan menghindari konsumsi makanan
makan telur dan daging ayam akan tertentu
menghambat proses penyembuhan luka Beberapa alasan menghindari konsumsi
perineum dan uterus. Namun mereka pada makanan tertentu diungkapkan ibu menyusui

198
Persepsi Ibu Postpartum (Ratna Hidayati)

baik dengan alasan logis dan ilmiah 1. Mandi wuwung


maupun tanpa tahu alasannya menghindari Mandi wuwung yaitu mandi di pagi
makanan tersebut. Yang dilakukan oleh hari (sebelum matahari terbit) disertai dengan
ibu yang tidak tahu alasannya menghindari keramas, dengan menguyur rambut secara
konsumsi makanan tertentu tersebut oleh berulang-ulang menggunakan air sumur (air
karena kepatuhannya pada pendapat orang- dingin) yang dilakukan oleh ibu post partum,
orang yang diyakini benar. dan diyakini oleh mereka akan menyegarkan
dan membuat ASInya banyak.
1. Pengaruh orang tua
2. Ngemil kacang-kacangan
Orang tua atau ibu dari partisipan
Ngemil merupakan kegiatan makan
merupakan orang yang paling berpengaruh
makanan kecil (camilan) sambil melakukan
terhadap perilaku ibu post partum.
aktifitas yang lain (misalnya sambil ngobrol,
Kebudayaan yang ada di masyarakat Suku
bercengkeraman, nonton TV, dll), sehingga
Jawa bila ada anak/menantunya yang akan
tanpa disadari telah menghabiskan banyak
melahirkan, maka orang tua menjelang
camilan (kalori) yang masuk.
kelahiran sudah berada di rumah anaknya
3. Mengutamakan nasi dan sayuran
tersebut untuk menyambut kehadiran
Wanita suku Jawa lebih mengutamakan
cucunya sampai dengan cucunya tersebut
makan nasi dan sayuran dari pada yang lain
berusia 1 (satu) bulan. Selama itu, nenek
karena tidak terlepas dari status sosial
akan mensupport keluarga anaknya tersebut
ekonomi masyarakat Jawa pada umumnya
baik secara finansial maupun tenaga. Selama
selain faktor makanan tersebut relatif aman
itu pula persepsi yang sudah dianut nenek
dan tidak menyebabkan alergi seperti halnya
tersebut akan diajarkan secara turun temurun
protein hewani tertentu
pada anak-anaknya.
4. Minum jamu gendongan
2. Menuruti nasehat orang tua karena ingin
Selain persepsi tersebut diatas guna
berbakti
memenuhi kebutuhan nutrisi semasa
Karakter suku Jawa sangat menghormati
menyusui, partisipan juga menunjang dengan
orang tua dengan menuruti apa yang telah
minum jamu gendongan yang merupakan sari
disarankan oleh orang yang lebih tua. Mereka
dari empon-empon (herbal) untuk
tidak/jarang menolak saran karena tidak mau
meningkatkan produksi ASI.
beranggapan menjadi anak yang tidak
6) Hanya nurut tanpa tahu alasannya
berbakti, minimal ketika didepan orang yang
Karakter wanita Suku Jawa adalah
lebih tua, namun bisa jadi berbeda ketika
patuh dan menurut pada nasehat orang tua,
sudah tidak berhadapan lagi.
tanpa memerlukan alasan logis, mereka
3. Pantang makan karena patuh orang tua
langsung menuruti nasehat orang tua, seperti
Karakter wanita Suku Jawa merupakan
ungkapan partisipan sebagai berikut:
anak yang berbakti pada orang tua dan
menurut terhadap anjuran mereka.
SIMPULAN DAN SARAN
4. Cepat masa nifas dan ASI banyak
Kadang karena karakter wanita Suku Simpulan
Jawa yang patuh dan menurut pada nasehat
Persepsi memenuhi kebutuhan nutrisi
orang tua, tanpa melalui alasan logis kenapa
bagi ibu menyusui dengan cara: menambah
dan mengapa harus menuruti anjuran
banyak porsi makan, pantang makan telor
tersebut, maka mereka cenderung yakin
dan ayam. Sedangkan alasan menghindari
bahwa apa yang telah terjadi dan dilewati
mengkonsumsi makan telor dan ayam adalah
orang tuanya dulu merupakan pengalaman
karena makanan tersebut akan membuat luka
yang ingin diikuti.
becek/berair (radang/infeksi) dan lama
sembuhnya. Selain itu ibu post partum pada
Usaha-usaha untuk meningkatkan
suku Jawa memiliki usaha-usaha untuk
produksi ASI
meningkatkan produksi ASI seperti halnya
Ibu-ibu menyusui melakukan upaya dengan cara mandi wuwung, ngemil kacang-
untuk meningkatkan produksi ASInya baik kacangan dan minum jamu gendongan.
dengan alasan yang dia pahami maupun Hampir semua partisipan bertekad untuk
tidak. Sub tema yang mendukung munculnya menyusui anaknya sampai dengan usia 2
tema ini adalah: (dua) tahun. Semua partisipan pada dasarnya

199
Jurnal Ners Vol. 11 No. 2 Oktober 2016: 195-200

wanita yang selalu menurut dengan anjuran and birth size among urban affluent and
orang tua, namun partisipan yang memiliki rural women in India. Journal of the
pendidikan tinggi relatif memiliki kemampuan American College of Nutrition, 27(1),
untuk bernegosiasi dengan persepsi orang pp.13745. Available at:
tua, sehingga tidak menimbulkan konflik jika http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/1
tidak sesuai dengan persepsi orang tua dalam 8460492 [Accessed October 17, 2016].
hal pemenuhan nutrisi selama menyusui. Latuga, M.S., Stuebe, A. & Seed, P.C., 2014.
A review of the source and function of
Saran microbiota in breast milk. Seminars in
reproductive medicine, 32(1), pp.6873.
Saran bagi perawat maternitas, sebagai
Available at:
profesional harus memiliki kemampuan
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/2
komunikasi interpersonal yang baik untuk
4390923 [Accessed October 17, 2016].
mampu memahami keunikan individu dalam
Mcauliffe, G.J. et al., 2012. Assessing and
merespon masalah termasuk kemampuan
Promoting Cultural Relativism in
mengidentifikasi persepsi yang diyakini di
Students of Counseling. International
masyarakat, sehingga perawat masuk tanpa
Journal for the Advancement of
menimbulkan konflik dalam merubah persepsi
Counselling, 34(2), pp.118135.
yang berkaitan dengan pemenuhan nutrisi dan
Available at:
perawatan selanjutnya. Pemahaman tentang
http://link.springer.com/10.1007/s10447
aspek sosial budaya perlu dimiliki oleh
-011-9142-4 [Accessed October 17,
perawat maternitas sehingga mampu merubah
2016].
persepsi masyarakat. Perlunya dikembangkan
Parker, I., 2012. Discursive social
di pelayanan kesehatan suatu kelompok
psychology now. British Journal of
dengan pengalaman yang sama untuk saling
Social Psychology, 51(3), pp.471477.
berbagi dan memberikan dukungan (support
Available at:
group) dengan melibatkan tenaga kesehatan,
http://doi.wiley.com/10.1111/j.2044-
keluarga dan klien.
8309.2011.02046.x [Accessed October
17, 2016].
KEPUSTAKAAN
Wojcieszak, M. & Price, V., 2009. What
Appoh, L.Y. & Krekling, S., 2005. Maternal Underlies the False Consensus Effect?
nutritional knowledge and child How Personal Opinion and
nutritional status in the Volta Region of Disagreement Affect Perception of
Ghana. Maternal and Child Nutrition, Public Opinion. International Journal of
1(2), pp.100110. Available at: Public Opinion Research, 21(1), pp.25
http://doi.wiley.com/10.1111/j.1740- 46. Available at:
8709.2005.00016.x [Accessed October http://ijpor.oxfordjournals.org/cgi/doi/10
17, 2016]. .1093/ijpor/edp001 [Accessed October
Bowen, G.A., 2008. Naturalistic inquiry and 17, 2016].
the saturation concept: a research note.
Qualitative Research, 8 (1), pp.137
152. Available at:
http://qrj.sagepub.com/cgi/doi/10.1177/1
468794107085301 [Accessed October
17, 2016].
Dror, D.K. & Allen, L.H., 2011. The
Importance of Milk and other Animal-
Source Foods for Children in Low-
Income Countries. Food and Nutrition
Bulletin, 32(3), pp.227243. Available
at:
http://fnb.sagepub.com/lookup/doi/10.11
77/156482651103200307 [Accessed
October 17, 2016].
Kanade, A.N. et al., 2008. Maternal nutrition

200