Anda di halaman 1dari 17

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Globalisasi merupakan tren di seluruh dunia mengenai perekonomian dunia yang


menjadi tanpa batas dan perusahaan yang saling terkait tidak lagi dibatasi oleh batas-batas
negeri mereka dan dapat melakukan kegiatan bisnis di mana saja di dunia. Globalisasi
berarti bahwa perusahaan lebih cenderung untuk bersaing dimanapun. Banyak perusahaan
saat ini menjual produk mereka dimanapun, memperoleh bahan baku mereka atau
mengadakan penelitian dan pengembangan (R&D), dan melakukan produksi dimanapun.

Globalisasi mungkin merupakan alasan utama mengapa kita harus mempelajari


strategi internasional. Seperti yang sudah marak akhir-akhir ini, banyaknya perusahaan yang
mulai meramba bisnisnya di dunia internasional, seperti yang dilakukan pula oleh PT.
Unilever.

PT. Unilever Indonesia Tbk. adalah Perusahaan multinasional yang memasarkan


berbagai barang konsumen di berbagai negara untuk memenuhi kebutuhan akan nutrisi,
kesehatan dan perawatan pribadi sehari-hari dengan produk-produk yang membuat para
pemakainya merasa nyaman, berpenampilan baik dan lebih menikmati kehidupan.

Di dalam menghadapi persaingan antar perusahaan, PT. Unilever Indonesia Tbk


sudah menyiapkan strategi dan taktik dalam menghadapi persaingan-persaingan antar
perusahaan. Mengingat banyaknya pesaing yang berkiprah di dunia internasional, maka
sangat diperlukan adanya strategi yang sangat jitu dari perusahaan yang mampu
mengangkat namanya di benak para konsumen di berbagai Negara.

Dalam hal ini, kami akan menganalisis beberapa point penting dari PT. Unilever
tentang strategi yang digunakan dalam memenangkan persaingan internasional.
1.2 Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud strategi internasional?


2. Apa saja macam-macam strategi internasional?
3. Bagaimana sejarah dan perkembangan PT. Unilever Indonesia Tbk.?
4. Bagaimana visi dan misi PT. Unilever Indonesia Tbk.?
5. Apa saja produk dan brand PT. Unilever Indonesia Tbk.?
6. Termasuk dalam tipe perusahaan apakah PT. Unilever Indonesia Tbk.?
7. Apa saja strategi internasional yang diterapkan PT. Unilever Indonesia Tbk.?

1.3 Tujuan

1. Mengetahui apa itu strategi internasional


2. Mengetahui macam-macam strategi internasional
3. Mengetahui sejarah dan perkembangan PT. Unilever Indonesia Tbk.
4. Mengetahui visi dan misi PT. Unilever Indonesia Tbk.
5. Mengetahui produk dan brand PT. Unilever Indonesia Tbk.
6. Untuk menganalisa tipe perusahaan dari PT. Unilever Indonesia Tbk. dalam
persaingan antar perusahaan internasional
7. Mengetahui strategi internasional yang diterapkan PT. Unilever Indonesia Tbk.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Strategi Internasional

Strategi internasional berkaitan dengan cara perusahaan membuat pilihan-pilihan


fundamental mengenai pengembangan dan penggunaan sumber daya yang langka secara
internasional (Porter, 1996: 61). Keefektifan strategi internasional suatu perusahan dapat
dilihat dari seberapa konsisten antara fungsi, produk, dan unit regional perusahaan dengan
tuntunan dari lingkungan internasional yang semakin kompetitif. Sasaran dari strategi
internasional adalah untuk mencapai dan mempertahankan posisi kompetitif yang unik dan
bernilai baik di dalam suatu negara maupun secara global, posisi yang disebut sebagai
keunggulan kompetitif atau competitive advantage (Ball, 2007: 169). Keunggulan
kompetitif tersebut perlu dikembangkan untuk menghadapi beragam tantangan, baik dalam
hal sumber daya, waktu, bakat, dan uang yang tergolong langka.

Tantangan-tantangan itu membuat banyak perusahaan merasa perlu adanya suatu


perencanaan strategis global secara formal untuk mengidentifikasi peluang dan ancaman
yang ada, serta strategi untuk menanggulanginya. Dalam hal ini, perusahaan perlu
menetapkan tujuannya. Tujuan dapat mengarahkan tindakan perusahaan, menjaganya agar
tetap berada dalam batasan visi dan misinya, serta memastikan bahwa keberadaan
perusahaan akan terus berlanjut (Ball, 2007: 177). Bagaimana tujuan ini akan dicapai
ditentukan oleh formulasi strategi. Pada umumnya, peserta dalam proses perencanaan
strategis akan memformulasikan strategi kompetitif dengan mempertimbangkan arah yang
diambil oleh lingkungan eksternalnya. Strategi kompetitif itu sendiri adalah rencana
tindakan untuk memungkinkan perusahaan atau organisasi dalam mencapai tujuannya.
(Ball, 2007: 179).

Perusahaan pada dasarnya memiliki dua strategi berbeda yang dapat digunakan
untuk bersaing secara internasional, yaitu strategi multinasional dan strategi global. Strategi
multinasional cenderung digunakan ketika terdapat tekanan yang kuat terhadap perusahaan
untuk menyesuaikan produk atau jasanya dengan pasar lokal (Ball, 2007: 181). Dalam hal
ini, pengambilan keputusan cenderung didesentralisasi untuk memungkinkan perusahaan
memodifikasi produknya dan merespon secara cepat terhadap persaingan dan permintaan
lokal (Ball, 2007: 181).
2.2 Macam-macam Strategi Internasional

Strategi tentu saja berubah seiring waktu sesuai dengan kondisi lingkungan, namun
agar tetap kompetitif Richard L. Daft membuat strategi perusahaan yang berfokus kepada 3
hal yaitu pemanfaatan kompetensi dasar, mengembangkan sinergi, dan menciptkan nilai
bagi pelanggan.

Dalam bukunya (freddy Rangkuti : 153) Keberhasilan suatu strategi yang telah
ditetapkan sangat ditentukan oleh seberapa besar tingkat kesesuaian strategi tersebut
dengan perubahan lingkungan, pesaing, serta situasi organisasi. Adapun pemahaman yang
perlu diperdalam dalam merumuskan strategi ialah Dalam Kondisi Posisi Persaingan yang
Kuat Membanggun Kekuatan Kompetitif

Untuk mengetahui daya saingnya disetiap kekuatan, Porter menyarankan perusahaan


untuk mengunakan salah satu dari tiga strategi : diferensiasi, kepemimpinan biaya, atau
fokus. Karkteristik perusahaan yang bias dikaitkan dengan setiap strategi ialah
Strategi Diferensiasi
Pesaing baru melalui loyalitas pelanggan yang sulit diatasi.
Strategi Kepemimpinan
Strategi Fokus

Cara yang efektif untuk merumuskan strategi adalah lima kekuatan dan strategi
kompetitif (Porter. Michael E Porter :259) meneliti sejumlah perusahaan dan menyatakan
bahwa strategi tingkat-usaha merupakan hasil dari lima kekuatan kompetitif dilingkungan
perusahaan. Lima Kekuatan Kompetitif Porter yaitu potensi pesaing baru, daya tawar
pembeli, daya tawar pemasok, ancaman produk pengganti, pesaing antarkompetitor.

Kekuatan kekuatan kompetitif yang ada dilingkungan perusahaan dan menunjukan


pengaruh teknologi internet terhadap setiap kekuatan. Kekuatan-kekuatan ini membantu
menentukan posisi perusahaan versus pesaingnya di dunia industri.
BAB III
PEMBAHASAN SERTA ANALISA STRATEGI INTERNASIONAL PADA PT. UNILEVER
INDONESIA TBK.

3.1 Sejarah dan Perkembangan PT. Unilever Indonesia Tbk.

PT Unilever adalah perusahaan multinasional yang memproduksi barang konsumen


yang bermarkas di Rotterdam, Belanda. Perusahaan ini didirikan tahun 1930. Perusahaan ini
mempekerjakan 206.000 pekerja. Memproduksi makanan, minuman, pembersih, dan
konsumen pribadi. Beberapa merek terkenal milik Unilever adalah: Rinso, Sunsilk, Dove,
dan Clear.

Unilever memiliki beberapa perusahaan lain di Indonesia:


PT Anugrah Lever - didirikan pada tahun 2000 dan bergerak di bidang pembuatan,
pengembangan, pemasaran dan penjualan kecap, saus cabe dan saus-saus lain dengan merk
dagang Bango, Parkiet dan Sakura dan merek-merek lain
PT Technopia Lever - didirikan pada tahun 2002 dan bergerak di bidang distribusi,
ekspor dan impor barang-barang dengan menggunakan merk dagang Domestos Nomos
PT Knorr Indonesia - diakuisisi pada 21 Januari 2004

PT Unilever Indonesia Tbk (perusahaan) didirikan pada 5 Desember 1933 sebagai


Zeepfabrieken N.V. Lever dengan akta No. 33 yang dibuat oleh Tn.A.H. van Ophuijsen,
notaris di Batavia. Akta ini disetujui oleh Gubernur Jenderal van Negerlandsch-Indie
dengan surat No. 14 pada tanggal 16 Desember 1933, terdaftar di Raad van Justitie di
Batavia dengan No. 302 pada tanggal 22 Desember 1933 dan diumumkan dalam Javasche
Courant pada tanggal 9 Januari 1934 Tambahan No. 3.

Dengan akta No. 171 yang dibuat oleh notaris Ny. Kartini Mulyadi tertanggal 22
Juli 1980, nama perusahaan diubah menjadi PT Unilever Indonesia. Dengan akta no. 92
yang dibuat oleh notaris Tn. Mudofir Hadi, S.H. tertanggal 30 Juni 1997, nama perusahaan
diubah menjadi PT Unilever Indonesia Tbk. Akta ini disetujui oleh Menteri Kehakiman
dengan keputusan No. C2-1.049HT.01.04TH.98 tertanggal 23 Februari 1998 dan
diumumkan di Berita Negara No. 2620 tanggal 15 Mei 1998 Tambahan No. 39.
Kronologi Perkembangan

1920-30 Import oleh van den Bergh, Jurgen and Brothers

1933 Pabrik sabun Zeepfabrieken NV Lever Angke, Jakarta

1936 Produksi margarin dan minyak oleh Pabrik van den Bergh NV - Angke, Jakarta

1941 Pabrik komestik Colibri NV, Surabaya

1942-46 Kendali oleh unilever dihentikan (Perang Dunia II)

1965-66 Di bawah kendali pemerintah

1967 Kendali usaha kembali ke Unilever berdasarkan UU penanaman modal asing

1981 Go public dan terdaftar di Bursa Efek Jakarta

1982 Pembangunan pabrik Ellida Gibbs di Rungkut, Surabaya

1988 Pemindahan Pabrik Sabun Mandi dari Colibri ke Rungkut, Surabaya

1990 Terjun di bisnis teh

1992 Membuka pabrik es krim

1995 Pembangunan pabrik deterjen dan makanan di Cikarang, Bekasi

1996-98 Penggabungan instalasi produksi Cikarang, Rungkut

1999 Deterjen Cair NSD Cikarang

2000 Terjun ke bisnis kecap

2001 Membuka pabrik teh Cikarang

2002 Membuka pusat distribusi sentral Jakarta

2003 Terjun ke bisnis obat nyamuk bakar

2004 Terjun ke bisnis makanan ringan

2005 Membuka pabrik sampo cair Cikarang

2008 Terjun ke bisnis minuman sari buah


3.2 Visi dan Misi PT. Unilever Indonesia Tbk.

Visi yang dimiliki oleh sebuah perusahaan merupakan suatu cita-cita tentang
keadaan di masa datang yang diinginkan untuk terwujud oleh seluruh personel perusahaan,
mulai dari jenjang yang paling atas sampai yang paling bawah, bahkan pesuruh sekalipun.
Misi adalah penjabaran secara tertulis mengenai visi agar visi menjadi mudah dimengerti
atau jelas bagi seluruh staf perusahaan.

Visi Unilever adalah To become the first choice of consumer, costumer and community

Misi Unilever adalah :

Menjadi yang pertama dan terbaik di kelasnya dalam memenuhi kebutuhan dan
aspirasi konsumen
Menjadi rekan yang utama bagi pelanggan, konsumen dan komunitas.
Menghilangkan kegiatan yang tak bernilai tambah dari segala proses.
Menjadi perusahaan terpilih bagi orang-orang dengan kinerja yang tinggi.
Bertujuan meningkatkan target pertumbuhan yang menguntungkan dan memberikan
imbalan di atas rata-rata karyawan dan pemegang saham.
Mendapatkan kehormatan karena integritas tinggi, peduli kepada masyarakat dan
lingkungan hidup.
3.3 Produk dan Brand PT. Unilever Indonesia Tbk.

Beberapa produk Unilever : Surf, Rinso, Buavita, Sunsilk, Taro, Pepsodent, Molto,
Lifebuoy, Clear, Close Up, Citra, Axe, Royco, Kecap Bango, SariWangi, Blue Band,
Wall's, Sunlight, Pond's, Lux, Rexona, Pure It, CIF, Vaseline, Dove, Domestos Nomos,
Viso, Wipol, Vixal, Lipton, She, Molto, SASEBU.

Bango: Bango, benar-benar kecap.


Blue Band: Blue band satukan hati bersama anak-anak.
Buavita: Buavita jus buah yang enak dan berkualitas
Royco: Memberdayakan wanita Indonesia dan membantu memenuhi kebutuhan gizi
keluarga
Sariwangi: Hangatnya kebersamaan bersama Sariwangi.
Wall's: Walls membawa keceriaan dan kegembiraan dalam kebersamaan.

Kesetiaan pelangaan menjadi kunci sukses tidak hanya dalam jangka pendek tetapi
keunggulan bersaing yang berkelanjutan. Contohnya seperti sabun kecantikan merek Lux,
yang merupakan sabun kecantikan pertama yang masuk ke pasaran di Indonesia. Sabun
kecantikan merek Lux memperluas jenis produk sabun mandinya, yang tidak hanya sabun
mandi yang berupa batangan padat tetapi juga berupa sabun mandi cair.

Merek perlu dipersepsikan sebagai produk yang berkualitas tinggi, sehingga


konsumen dapat memahami sebuah produk hanya melalui eksistensi, fungsi, citra dan
mutu.Kualitas di mata konsumen lebih bersifat subyektiif, tergantung bagaimana persepsi
konsumen terhadap produk itu.Ketika kemudian jumlah merek yang dikenal konsumen
semakin banyak, maka peranan merek dapat diperluas sehingga mampu memberikan
asosiasi tertentu dibenek konsumen. Seuah merek akan sering dihubungkan dengan fungsi
dan citra khusus. Nilai yang didasari merek sering kali didasari pada asosiasi-asosiasi
spesifik yang berkaitan dengannya.
3.4 Tipe Perusahaan PT. Unilever Indonesia Tbk.

PT Unilever adalah perusahaan multinasional yang memproduksi barang konsumen


yang bermarkas di Rotterdam, Belanda. Perusahaan ini didirikan tahun 1930. Perusahaan ini
mempekerjakan 206.000 pekerja. Memproduksi makanan, minuman, pembersih, dan
konsumen pribadi. Mengapa bisa dikategorikan sebagai tipe perusahaan multinasional ?

Karena PT. Unilever termasuk perusahaan yang memproduksi produk yang


disesuaikan dengan selera local. Salah satu contohnya, untuk lebih dikenal oleh masyarakat
indonesia dan bisa mendapat hati masyarakat Indonesia maka Unilever membuat produk
yang sesuai dengan cita rasa Indonesia seperi kecap Bango. Kecap merupakan makanan
yang terbuat dari kacang kedelai. Bisa dibilang kecap merupakan makanan yang khas dari
Indonesia.

Untuk itu Unilever membuat produk kecap bango untuk di konsumsi masyarakat
Indonesia. Walau kecap bango bukan produk asli buatan unilever namun nama Unilever
lebih terkenal karena kecap bango sekarang ini merupakan produk yang dikembangkan oleh
Unilever. Terlebih iklan yang ditampilkan di media tentang produk kecap bango sangat
mencerminkan negara Indonesia. Dengan model-model yang berasal dari Indonesia, ini
akan lebih membangun image Unilever dimata konsumen di Indonesia. Konsumen akan
mempunyai keinginan untuk membeli produk kecap bango karena terkesan melihat iklan
yang ditampilkan tersebut. Walaupun konsumen hanya coba-coba membeli merek tersebut
namun setidaknya produk tersebut sangat dikenal oleh masyarakat.
3.5 Strategi Internasional yang Diterapkan PT. Unilever Indonesia Tbk.

Strategi adalah pendekatan (cara) umum yang dilakukan suatu organisasi atau
perusahaan untuk mencapai dan memperoleh tujuan. Sedangkan taktik adalah cara-cara
yang bersifat spesifik yang dilakukan untuk menerapkan strategi yang dipilih. Nah,setelah
kita mengetahui perbedaan dari kedua kata tersebut saya akan membahas penerapan
Manajemen Strategi dan taktik di perusahaan PT. Unilever Indonesia Tbk.

PT. Unilever Indonesia Tbk. adalah Perusahaan multinasional yang memasarkan


berbagai barang konsumen untuk memenuhi kebutuhan akan nutrisi, kesehatan dan
perawatan pribadi sehari-hari dengan produk-produk yang membuat para pemakainya
merasa nyaman, berpenampilan baik dan lebih menikmati kehidupan.

Di dalam menghadapi persaingan antar perusahan, PT. Unilever Indonesia Tbk


sudah menyiapkan strategi dan taktik dalam menghadapi persaingan-persaingan antar
perusahaan, untuk memudahkan kita memahami bagaimana PT.Unilever melakukan
penestrasi pada pasar, saya membagi ada beberapa cara unggulan yang di lakukan
perusahaan ini ,antara lain :

Ada beberapa cara jitu yang di lakukan perusahaan ini agar dapat tetap bersaing di
tengah ketat nya pasar terutama dari pesaing-pesaing mereka, pesaing utama unilever adalah
Prector & Gamble dan Kraft Foods memiliki penjualan di kira-kira 140-150 negara yang
berbeda pada tahun 2003 dan Nestle, termasuk saingan utama unilever, memiliki penetrasi
pasar di hampir setiap negara di dunia( bukti bahwa perusahaaan unilever merupakan
perusahaan global ). Pesaing-pesaing lainnya :PT Wings, PT Kao, PT Mandom, PT Johnson
& Jhonson. Selain itu, Unilever harus mempunyai kemampuan untuk mengantisipasi trend
dan kebutuhan konsumen dan kemudian memenuhi kebutuhan mereka dengan berbagai cara
yang bisa di terima masyarakat antara lain dengan strategi pemasaran. Berikut strategi
internasional yang diterapkan PT. Unilever Indonesia Tbk.
1) Differensiasi Produk

Deferensiasi produk adalah strategi bersaing yang dimana menekankan pada


Kreativitas yang tinggi dalam menciptakan keunikan produk yang lebih menarik, sejuk,
aman, nyaman, menyenangkan, karyawan yang ramah, terampil, berwawasan, dan mampu
mewujudkan dalam keseharian sehingga lebih diminati oleh konsumen dibandingkan
dengan produk pesaing lainnya.

Pada Differensiasi produk Unilever mempunyai strategi winning with brand and
innovation, kuncinya adalah pengembangan produk baru dan tepat guna, terutama pada
kategori hair, male grooming, home and personal, serta food and beverages di tahun lalu.
Di samping factor keunikan produk, perusahaan yang memiliki keunggulan bersaing juga
menerapkan strategi marketing mix yangmeliputi harga yang mampu bersaing, tempat atau
lokasi strategis, dan promosi yang memadai.Simpulan yang dapat ditarik dari konsep
keunggulan bersaing melalui diferensiasi produk adalah bagaimana perusahaan dapat
menciptakan produk unik yang memberikan tingkat keuntungan diatas rata-rata yang
mampu diraih oleh industri melalui kombinasi manusia, lingkungan, dan proses.

Produk Unilever terus memperkenalkan kemasan-kemasan yang terbaru, tetapi


Unilever tetap mempertahankan kualitas produknya. Baik itu kemasan yang botol kaca,
sachet, botol kecil dan masih banyak lagi kemasannya.

2) Segmentasi Produk

Unilever menciptakan brand masing-masing pada setiap produk, sehingga membagi


pasar produk sabunnya dalam 3 merek, yaitu Lux (untuk kecantikan wanita dengan segala
manfaat dari sabun Lux), Lifebuoy (Kesehatan-keluarga) dan Dove (kecantikan sejati
karena cantik itu tidak mengenal usia, ras dan batasan yang lain serta menonjolkan
keistimewaan formulanya yang hingga kini belum bisa dicontoh oleh produsen sabun
dimanapun), atau bagaimana Sosro membagi konsumennya berdasarkan jenis produk teh
botol Sosro (umum), Estea (menyukai volume/isi lebih banyak) dan Fruit tea (anak
muda/khususnya anak sekolah yang menyukai teh rasa buah & cenderung suka rasa manis).
Unilever tidak saja menjawab kebutuhan pasarnya tetapi juga memastikan
kempetitornya untuk berfikir beberapa kali sebelum menyemplungkan diri kekancah
persaingan tersebut. Pendekatan penjualan dan promosi penjualan akan efektif dan efisien
apabila dirancang dengan menerapkan pola regionalisasi atau diterapkan di daerah-daerah
atau kawasan tertentu. Unilever sudah menerapkan pola regionalisasi karena Unilever telah
memiliki pabrik-pabrik atau juga cabang perusahaan di tiap-tiap negara. Hal ini dilakukan
agar setiap negara dapat membeli produk yang sesuai dengan keinginan dan kebiasaan
mengkonsumsi produk yang sangat erat hubungannya dengan cita rasa negaranya.

3) Berfokus Pada Peluang Pasar

Produk Unilever menggunakan sistem informasi pelanggan yang berbeda dengan


yang lain, produk masuk kedalam pasar dengan cara mempromosikan barang-barangnya
dengan cara terjun langsung ke masyarakat dengan bukti-bukti kualitas secara real,
misalnya dengan diadakannya perlombaan-perlombaan kepada masyarakat perbandingan
antara produk Unilever dengan produk-produk pesaing lainnya.

4) Kepemimpinan Harga Rendah

Dengan menjaga harga yang rendah dan rak-rak diisi dengan baik menggunakan
sistim pengisian kembali persediaan yang melegenda. Sistem ini mampu membuat Unilever
mempertahankan biaya rendah sembari menyesuaikan persediaannya untuk memenuhi
permintaan pelanggan.

5) Menguatkan Keakraban dengan Pelanggan dan Pemasok

Menggunakan sistem informasi untuk memfasilitasi akses langsung dari pemasok


terhadap jadwal produksi dan bahkan mengizinkan pemasok untuk memutuskan bagaimana
dan kapan mengirim pasokan kepada pemasok. Selain itu Unilever juga melakukan tanya
jawab konsumen dan membuat suara konsumen tempat para konsumen mengeluh dalam
PT.Unilever Indonesia, promosi yang dilakukan paling banyak melalui media elektronik.
Namun dalam kehidupan sehari-hari promosi yang dilakukan PT. Unilever Indonesia tidak
hanya lewat media elektronik tetapi banyak juga melalui media cetak, sponsorship, dan
mengadakan event-event.
6) Strategi Penjualan atau Promosi

Strategi Promosi yang dapat dilakukan oleh PT. Unilever yaitu:

Periklanan semua bentuk penyajian nonpersonal dan promosi ide, barang atau jasa yang
dibayar oleh suatu sponsor tertentu.
Promosi Penjualan Berbagai insentif jangka pendek untuk mendorong keinginan
mencoba atau membeli suatu produk atau jasa.
Hubungan Masyarakat dan Publisitas berbagai program untuk mempromosikan dan
atau melindungi citra perusahaan atau produk individualnya.
Penjualan Secara Pribadi interaksi langsung dengan satu calon pembeli atau lebih untuk
melakukan presentasi, menjawab pertanyaan, dan menerima pesan
Pemasaran Langsung penggunaan surat, telepon, faksimili, e-mail, dan alat
penghubung non personal lain untuk berkomunikasi secara langsung dengan atau
mendapatkan tanggapan langsung dari pelanggan tertentu dan calon pelanggan.

7) Strategi Sumber Daya Manusia

Kegiatan manajemen sumber daya manusia berkisar pada pengadaan, penggunaan


dan pemeliharaan sumber daya manusia. Agar ketiga pokok kegiatan tersebut berjalan
lancar perlu disiapkan sistem yang handal.Tahap pengadaan mencakup perencanaan SDM,
rekrutmen, seleksi dan orientasi. Tahap penggunaan perlu memperhatikan kesesuaian antara
kemampuan SDM dan apa yang menjadi tugas serta tanggung jawabnya. Juga perlu
diperhatikan hal-hal mengenai kesempatan memperoleh pelatihan dan pendidikan,
supervisi, penilaian kinerja, imbalan serta jaminan perlindungan dan kesehatan kerja.
Terakhir, pada tahapan pemeliharaan sumber daya manusia tujuannya adalah bagaimana
agar karyawan merasa puas bekerja.

Salah satu kekuatan Unilever ada pada kualitas sumber daya manusia. Unilever
secara rutin merekrut lulusan baru dari universitas terkemuka.Setelah itu diberikan pelatihan
sistem produksi, pemasaran dan keuangan selama tiga bulan.Mereka tidak langsung kerja
tetapi ditraining terlebih dahulu di berbagai bidang seperti manufaktur, pemasaran,
penelitian dan pengembangan.Saat ini tenaga kerja yang diserap oleh Unilever secara
langsung berjumlah 3.000 orang ini belum termasuk tenaga kerja tidak langsung. Total
tenaga kerja yang terserap berjumlah 25.000 orang. Jika diansumsikan satu orang memiliki
empat anggota keluarga maka perusahaan menanggung nasib sekitar 100.000 orang.

8) Strategi Operasi

Di sisi operasi, Unilever Indonesia memperhatikan efisiensi dan efektivitas


penggunaan air di pabrik Rungkut, Jawa Timur dalam strategi winning with continous
improvement. Isu kelangkaan air dan sanitasi tidak luput dari perhatian Unilever Indonesia.
Dengan menurunkan jumlah limbah produksi, kami menciptakan efisiensi dan menurunkan
biaya, yang pada akhirnya akan meningkatkan marjin dan menurunkan resiko.

9) Strategi Teknologi Informasi

Banyak strategi yg digunakan perusahaan khususnya dibidang teknologi informasi


untuk meningkatkan efisiensi perusahaan. PT. Unilever menjalankan Komunikasi pasar
terpadu (Integrated Marketing Communication/IMC). Strategi ini merupaka upaya
perusahaan untuk memadukan dan mengkoordinasikan semua saluran komunikasi untuk
menyampaikan pesannya secara jelas, konsisten dan berpengaruh kuat tentang organisasi-
organisasi produknya.

IMC (menurut buku Advertising Management; chapter 3) adalah sebuah konsep dari
perencanaan komunikasi pemasaran yang memperkenalkan nilai tambah dari rencana
komprehensif yang mengevaluasi peran strategis dari berbagai disiplin komunikasi
misalnya periklanan umum, respon langsung, sales promotion, dan PRdan
mengombinasikan disiplin-disiplin ini untuk memberikan kejelasan, konsistensi dan
dampak komunikasi yang maksimal.

Secara sederhana-nya IMC dapat diartikan sebagai Proses dari pengelolaan


customer relationships yang menggerakkan brand value. Sedangkan secara spesifik, IMC
dapat diartikan sebagai proses yang mempunyai fungsi bersilang dalam menciptakan dan
memelihara hubungan yang menguntungkan dengan customer dan stakeholder lainnya
dengan mengontrol dan mempengaruhi secara strategis semua pesan yang terkirim kepada
kelompok ini serta menggerakkan dialog dengan maksud tertentu kepada mereka.
Integrated Marketing Communication (IMC) adalah satu dari sekian proses yang
tersedia guna membina hubungan dengan customer. Apa yang membedakan IMC dengan
proses customer-centric lainnya adalah dasar dari proses tersebut adalah komunikasi, yang
merupakan jantung dari semua hubungan, dan juga merupakan proses yang sirkuler.

Seperti yang sudah disebutkan diatas, konsep dasar dari IMC adalah
komunikasi.Dengan komunikasi ini, IMC berusaha untuk memaksimalkan pesan positif dan
meminimalkan pesan negatif dari suatu brand, dengan sasaran menciptakan dan menyokong
brand relationship.Untuk membangun hubungan jangka panjang, IMC juga digunakan
untuk membangun dan memperkuat brand. Brand relationship yang positif juga akan
menghasilkan keuntungan dan meningkatkan nilai dari pemegang saham perusahaan
tersebut.
BAB IV
PENUTUP
Kesimpulan

Strategi internasional berkaitan dengan cara perusahaan membuat pilihan-pilihan


fundamental mengenai pengembangan dan penggunaan sumber daya yang langka secara
internasional (Porter, 1996: 61).

Ada tiga strategi utama dalam persaingan internasional yakni : differensiasi, kepemimpinan
biaya, dan strategi fokus kepemimpinan.

PT Unilever adalah perusahaan multinasional yang memproduksi barang konsumen yang


bermarkas di Rotterdam, Belanda. Perusahaan ini didirikan tahun 1930. PT Unilever Indonesia Tbk
(perusahaan) didirikan pada 5 Desember 1933 sebagai Zeepfabrieken N.V. Lever dengan akta No.
33 yang dibuat oleh Tn.A.H. van Ophuijsen, notaris di Batavia. Perusahaan ini mempekerjakan
206.000 pekerja. Memproduksi makanan, minuman, pembersih, dan konsumen pribadi.

Strategi internasional yang digunakan oleh PT. Unilever Indonesia Tbk. adalah sebagai berikut :
Differensiasi produk
Kepemimpinan Harga Rendah
Segmentasi Pasar
Berfokus pada peluang pasar
Menguatkan hubungan dengan pelanggan dan pemasok
Strategi penjualan atau promosi
Strategi sumber daya manusia
Strategi operasi
Strategi Teknologi Informasi
DAFTAR PUSTAKA

Ball, Donald E. 2007. International Business: Bisnis Internasional, Tantangan Persaingan Global.
Jakarta: Penerbit Salemba Empat.

Daft, Richard L. 2010. Era Baru Manajemen. Jakarta: Penerbit Salemba Empat.

Porter, Michael E. 1996. What is Strategy? Harvard Business Review.

Rangkuti, Freddy. 2004. Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis. Jakarta: PT Graedia.

Sukmawati, Anggraini dan Windarti. 2011. Faktor-Faktor Kunci Kesuksesan Implementasi


Manajemen Pengetahuan pada PT Unilever Indonesia Tbk. Jurnal Manajemen dan Organisasi,
2(1): 13-26.

Anda mungkin juga menyukai