Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN PENDAHULUAN

BAYI BARU LAHIR (BBL)

A. KONSEP DASAR
1. Definisi
Bayi Baru Lahir (Neonatus/BBL) adalah bayi yang baru lahir sampai
usia 4 minggu dan lahir dari umur kelahiran 37 minggu sampai 42
minggu dengan berat lahir 2.500 gram (Saifudin, 2007). Bayi Baru Lahir
adalah hasil konsepsi yang baru lahir dari rahim seorang wanita melalui
jalan lahir normal atau dengan alat tertentu sampai umur satu bulan
(FKUI, 2008). Asuhan segera bayi baru lahir adalah asuhan yang diberikan
pada bayi tersebut selama jam pertama setelah kelahiran sebagian besar
bayi baru lahir akan menunjukkan usaha napas pernapasan spontan dengan
sedikit bantuan atau gangguan (Wiknjosostro, 2011).
Jadi, asuhan keperawatan pada bayi baru lahir adalah asuhan
keperawatan yang diberikan pada bayi yang baru mengalami proses
kelahiran dan harus menyesuaikan diri dari kehidupan intra uteri
kekehidupan ekstra uteri hingga mencapai usia 37-42 minggu dan dengan
berat 2.500-4.000 gram.

2. Manifestasi atau Tanda-tanda


a. Berat Badan 2.500 - 4.000 gram
b. Panjang Badan 48 - 52 gram
c. Lingkar dada 30 - 38 cm
d. Lingkar kepala 33 - 35 cm
e. GDS 45 g/dl - 130 g/dl
f. Bunyi jantung dalam menit pertama-tama 180 x/menit lalu menurun
120 - 140 x/menit
g. Pernafasan pada menit-menit pertama 140 x/menit
h. Kulit kemerah-merahan dan licin karena jaringan subkutan cukup dan
diliputi vernik caseosa
i. Rambut lanugo tidak terlihat, rambut kepala biasanya telah sempurna

1
j. Kuku agak panjang dan lemas
k. Genetalia perempuan labia mayora sudah menutupi labia minora, untuk
laki-laki testis sudah menurun
l. Reflek hisap dan menelan sudah terbentuk dengan baik
m. Graps reflek baik, bila diletakan suatu benda diatas tangan bayi akan
menggenggam
n. Reflek moro sudah baik, urin dan mekoneum akan keluar dalam 24 jam
pertama, mekoneum hitam kecoklatan. (Prawirohardjo, 2011).

3. Adaptasi Fisiologi Bayi Baru Lahir


Pada bayi baru lahir (BBL) terjadi perubahan fungsi organ yang
meliputi :
a. Sistem pernapasan
Selama dalam uterus janin mendapat oksigen dari pertukaran
melalui plasenta. Setelah bayi lahir pertukaran gas terjadi pada paru-paru
(setelah tali pusat dipotong). Rangsangan untuk gerakan pernapasan
pertama ialah akibat adanya tekanan mekanis pada toraks sewaktu
melalui jalan lahir, penurunan tekanan oksigen dan peningkatan
karbondioksida merangsang kemoreseptor pada sinus karotis. Usaha bayi
pertama kali untuk mempertahankan tekanan alveoli adanya surfaktan
adalah menarik nafas, mengeluarkan dengan menjerit sehingga oksigen
tertahan di dalam. Fungsi surfaktan untuk mempertahankan ketegangan
alveoli.Masa alveoli akan kolaps dan paru-paru kaku. Pernapasan pada
neonatus biasanya pernapasan diafragma dan abdominal. Sedangkan
respirasi beberapa saat setelah kelahiran yaitu 30-60 x/menit.
b. Sistem cardiovaskuler
Di dalam rahim darah yang kaya akan oksigen dan nutrisi berasal
dari plasenta masuk ke dalam tubuh janin melalui vena umbilikalis,
sebagian besar masuk ke vena kava inferior melalui duktus dan vena
sasaranti, darah dari sel-sel tubuh yang miskin oksigen serta penuh
dengan sisa-sisa pembakaran dan sebagian akan dialirkan ke plasenta
melalui arteri umbilikalis, demikian seterusnya.

2
Ketika janin dilahirkan segera, bayi menghirup dan menangis kuat,
dengan demikian paru-paru akan berkembang, tekanan paru-paru
mengecil dan darah mengalir ke paru-paru, dengan demikian foramen
ovale, duktus arterious dan duktus venosus menutup. Arteri umbilikalis,
vena umbilikalis dan arteri hepatika menjadi ligamen.
c. Sistem hematopoiesis
Volume darah bayi baru lahir bervariasi dari 80-110 ml/kg selama
hari pertama dan meningkat dua kali lipat pada akhir tahun pertama.
Nilai rata-rata hemoglobin dan sel darah merah lebih tinggi dari nilai
normal orang dewasa.
Hb bayi baru lahir 14,5-22,5 gr/dl, Ht 44-72%, SDM 5-7,5
juta/mm3 dan Leukosit sekitar 18000/mm3. Darah bayi baru lahir
mengandung sekitar 80% Hb janin. Presentasi Hb janin menurun sampai
55% pada minggu kelima dan 5% pada minggu ke 20.
d. Sistem Pencernaan
Pada kehamilan 4 bulan, pencernaan telah cukup terbentuk dan janin
telah dapat menelan air ketuban dalam jumlah yang cukup banyak.
Absorpsi air ketuban terjadi melalui mukosa seluruh saluran pencernaan,
janin minum air ketuban dapat dibuktikan dengan adanya mekonium (zat
yang berwarna hitam kehijauan). Mekonium merupakan tinja pertama
yang biasanya dikeluarkan dalam 24 jam pertama.
e. Hepar
Hepar janin pada kehamilan 4 bulan mempunyai peranan dalam
metabolisme hidrat arang, dan glikogen mulai disimpan di dalam hepar,
setelah bayi lahir simpanan glikogen cepat terpakai, vitamin A dan D
juga sudah disimpan dalam hepar.Fungsi hepar janin dalam kandungan
segera setelah lahir dalam keadaan imatur (belum matang). Hal ini
dibuktikan dengan ketidakseimbangan hepar untuk meniadakan bekas
penghancuran darah dari peredaran darah. Enzim hepar belum aktif benar
pada neonatus, misalnya enzim UDPGT (Uridin Disfosfat Glukoronide
Transferase) dan enzim GGFD (Glukosa 6 Fosfat Dehidrogerase) yang

3
berfungsi dalam sintesis bilirubin sering kurang sehingga neonatus
memperlihatkan gejala ikterus fisiologis.
f. Metabolisme
Pada jam-jam pertama energi didapat dari pembakaran karbohidrat
dan pada hari kedua energi berasal dari pembakaran lemak. Energi
tambahan yang diperlukan neonatus pada jam-jam pertama sesudah lahir
diambil dari hasil metabolisme lemak sehingga kadar gula darah dapat
mencapai 120 mg/100 ml.
g. Sistem termogenik
Pada neonatus apabila mengalami hipotermi, bayi mengadakan
penyesuaian suhu terutama dengan NST (Non Sheviring Thermogenesis)
yaitu dengan pembakaran Brown Fat (lemak coklat) yang memberikan
lebih banyak energi daripada lemak biasa. Cara penghilangan tubuh
dapat melalui konveksi aliran panas mengalir dari permukaan tubuh ke
udara sekeliling yang lebih dingin. Radiasi yaitu kehilangan panas dari
permukaan tubuh ke permukaan benda yang lebih dingin tanpa kontak
secara langsung. Evaporasi yaitu perubahan cairan menjadi uap seperti
yang terjadi jika air keluar dari paru-paru dan kulit sebagai uap dan
konduksi yaitu kehilangan panas dari permukaan tubuh ke permukaan
benda yang lebih dingin dengan kontak secara langsung.
h. Kelenjar endokrin
Selama dalam uterus fetus mendapatkan hormon dari ibu, pada
waktu bayi baru lahir kadang-kadang hormon tersebut masih berfungsi
misalkan pengeluaran darah dari vagina yang menyerupai haid
perempuan. Kelenjar tiroid sudah terbentuk sempurna sewaktu lahir dan
mulai berfungsi sejak beberapa bulan sebelum lahir.
i. Keseimbangan air dan ginjal
Tubuh bayi baru lahir mengandung relatif banyak air dan kadar
natrium relatif lebih besar daripada kalium. Hal ini menandakan bahwa
ruangan ekstraseluler luas. Fungsi ginjal belum sempurna karena jumlah
nefron matur belum sebanyak orang dewasa dan ada ketidakseimbangan
antara luas permukaan glomerulus dan volume tubulus proksimal, renal

4
blood flow (aliran darah ginjal) pada neonatus relatif kurang bila
dibandingkan dengan orang dewasa.
j. Susunan saraf
Jika janin pada kehamilan sepuluh minggu dilahirkan hidup maka
dapat dilihat bahwa janin tersebut dapat mengadakan gerakan spontan.
Gerakan menelan pada janin baru terjadi pada kehamilan empat bulan.
Sedangkan gerakan menghisap baru terjadi pada kehamilan enam bulan.
Pada triwulan terakhir hubungan antara saraf dan fungsi otot-otot
menjadi lebih sempurna. Sehingga janin yang dilahirkan diatas 32
minggu dapat hidup diluar kandungan. Pada kehamilan 7 bulan maka
janin amat sensitif terhadap cahaya.
k. Sistem imunitas
Pada sistem imunologi Ig gamma A telah dapat dibentuk pada
kehamilan 2 bulan dan baru banyak ditemukan segera sesudah bayi
dilahirkan. Khususnya pada traktus respiratoris kelenjar liur sesuai
dengan bakteri dapat alat pencernaan, imunoglobolin G dibentuk
banyak dalam bulan kedua setelah bayi dilahirkan. Ig A, Ig D dan Ig E
diproduksi secara lebih bertahap dan kadar maksimum tidak dicapai
sampai pada masa kanak-kanak dini. Bayi yang menyusui mendapat
kekebalan pasif dari kolostrum dan ASI.

l. Sistem integumen
Stuktur kulit bayi sudah terbentuk dari sejak lahir, tetapi masih
belum matang. Epidermis dan dermis tidak terikat dengan baik dan
sangat tipis. Vernik kaseosa juga berfungsi sebagai lapisan pelindung
kulit. Kulit bayi sangat sensitif dan dapat rusak dengan mudah. Bayi baru
lahir yang cukup bulan memiliki kulit kemerahan yang akan memucat
menjadi normal beberapa jam setelah kelahiran.
Kulit sering terlihat bercak terutama sekitar ektremitas. Tangan
dan kaki sedikit sianotik (Akrosianotik). Ini disebabkan oleh
ketidakstabilan vosomotor. Stasis kapiler dan kadar hemoglobin yang

5
tinggi. Keadaan ini normal, bersifat sementara dan bertahan selama 7-10
hari. Terutama jika terpajan pada udara dingin.
m. Sistem skelet
Arah pertumbuhan sefalokaudal terbukti pada pertumbuhan tubuh
secara keseluruhan. Kepala bayi cukup bulan berukuran seperempat
panjang tubuh. Lengan sedikit lebih panjang daripada tungkai. Wajah
relatif kecil terhadap ukuran tengkorak yang jika dibandingkan lebih
besar dan berat. Ukuran dan bentuk kranium dapat mengalami distorsi
akibat molase.
Pada bayi baru lahir lutut saling berjauhan saat kaki diluruskan
dan tumit disatukan sehingga tungkai bawah terlihat agak melengkung.
Saat baru lahir tidak terlihat lengkungan pada telapak kaki. Ekstremitas
harys simetris, terdapat kuku jari tangan dan kaki, garis-garis telapak
tangan dan sudah terlihat pada bayi cukup bulan.
n. Sistem neuromuskuler
Reflek bayi baru lahir diantaranya :
Reflek pada Mata
Berkedip atau Refleks korneal
Reflek Pupil
Mata boneka
Reflek pada Hidung
Bersin
Glabela: ketukan halus pada glabela (bagian dahi antara dua alis
mata)
menyebabkan mata menutup dengan rapat.
Reflek pada mulut dan Tenggorokkan
Menghisap
Muntah
Rooting
Menyentuh atau menekan dagu sepanjang sisi mulut akan
menyebabkan bayi membalikan kepala ke arah sisi tersebut dan

6
mulai menghadap: harus hilang kira-kira pada usia 3-4 bulan,
tetapi dapat menetap selama 12 bulan.
Ekstrusi
Bila lidah disentuh atau ditekan, bayi berespon dengan
mendorongnya keluar: harus menghilang pada usia 4 bulan.
Menguap
Batuk
Reflek pada Ekstremitas
Menggenggam
Babinski
Klonus, Pergelangan kaki: Dorsofleksi telapak kaki yang cepat
ketika menopang lutut pada posisi fleksi parsial mengakibatkan
munculnya satu sampai dua gerakan oskilasi (denyut). Akhirnya
tidak boleh ada denyut yang teraba.
Refleks pada Massa/Moro
Startle : Suara keras yang tiba-tiba menyebabkan abduksi lengan
dengan fleksi siku: tangan tetap tergenggam: harus hilang pada
usia 4 bulan. (Mc Closky & Bulechek, (2000), Mitayani, (2009),
Wiknjosostro, (2011), Doengoes, (2010).

7
4. Pathway

5. Pemantauan Bayi Baru Lahir


Tujuan pemantauan bayi baru lahir adalah untuk mengetahui aktivitas bayi
normal atau tidak dan diidentifikasi, masalah kesehatan bayi baru lahir yang
memerlukan perhatian keluarga dan penolong persalinan serta tindak lanjut
petugas keperawatan.
a. 2 jam pertama sesudah kelahiran
Hal-hal yang dinilai waktu pemantauan bayi pada jam pertama sesudah
lahir meliputi :
Kemampuan menghisap lemah atau kuat
Bayi tampak aktif atau lunglai
BAyi kemeraqhan atau biru

8
b. Sebelum penolong persalinan meninggalkan ibu dan bayinya
Penolong persalinan melakukan pemeriksaan dan penilaian terhadap
ada tidaknya kesehatan yang memerlukan tindak lanjut, seperti :
Gangguan pernafasan
Hipotermia
Infeksi
Cacat bawaan dan trauma lahir. (Sarwono,2011).

6. Penatalaksanaan Medis
a. Tes diagnostik
Jumlah sel darah putih (SDP) : 18000/mm3, neutrofil meningkat
sampai 23.000-24.000/mm3, hari pertama setelah lahir (menurun
bila ada sepsis).
Hemoglobin (Hb) : 15-20 gr/dl (kadar lebih rendah berhubungan
dengan anemia atau hemolisis berlebihan).
Hematokrit (Ht) 43-61% (peningkatan sampai 65% atau lebih
menandakan polisitemia, penurunan kadar menunjukkan anemia
atau hemoragi prenatal/perinatal).
Bilirubin total : 6mg/dl pada hari pertama kehidupan, lebih besar
8mg/dl 1-2 hari dan 12mg/dl pada 3-5 hari.
Golongan darah dan RH.(Marllyn. E, Doenges, 2010).
b. Terapi
1) Non Farmakologi
- Pengukuran nilai APGAR Score (pada menit pertama dan menit
kelima setelah dilahirkan)
- Kontrol suhu, suhu rektal sekali kemudian suhu aksila
- Penimbangan BB setiap hari
- Jadwal menyusui
- Higiene dan perawatan tali pusat
2) Farmakologi
- Suction dan oksigen
- Vitamin K

9
- Perawatan mata (obat mata entromisin 0,5% atau tetrasimin 1%,
perak nitral atau neosporin)
- Vaksinasi hepatitis B
Vaksinasi hepatitis B direkomendasikan untuk semua bayi.
Tempat yang biasa dipakai untuk menyuntikkan obat ini pada
bayi baru lahir adalah muskulus vastus lateralis. (Mitayani,
2009).

7. Dampak Penyakit Terhadap Kebutuhan Dasar Manusia


a. Kebutuhan Oksigenasi
Pada proses persalinan ketika kepala melewati jalan lahir, banyak
cairan amnion yang masuk kesaluran napas, reflek menghisap dan
menelan belum sempurna, terjadi akumulasi secret pada jalan napas
mengakibatkan bersihan jalan napas dan pola napas tidak efektif.
b. Kebutuhan Cairan dan Elektrolit
Peningkatan pengeluaran cairan melalui insisible water loss (IWL)
dan reflek menghisap dan menelan belum sempurna merupakan resiko
tinggi terhadap gangguan pemenuhan kebutuhan cairan.
c. Kebutuhan Sirkulasi
Adaptasi terhadap perubahan suhu tubuh dari suhu intra uterin yang
stabil ke suhu ruangan dan adanya pengeluaran suhu tubuh melalui
proses konveksi, radiasi dan evaporasi merupakan faktor resiko tinggi
terjadinya hipothermi.
d. Kebutuhan Nutrisi
Reflek menghisap dan menelan yang belum sempurna, merupakan
faktor resiko tinggi pemenuhan kebutuhan nutrisi kurang dari
kebutuhan tubuh .
e. Kebutuhan Rasa Aman
Adanya luka pemotongan tali pusat yang belum kering merupakan
faktor resiko tinggi terjadinya infeksi. (Abdul Bahri, 2007).

10
B. ASUHAN KEPERAWATAN
1. Pengkajian
1) Aktivitas/Istirahat
Status sadar mungkin 2-3 jam beberapa hari pertama, bayi tampak semi
koma saat tidur, meringis atau tersenyum adalah bukti tidur dengan
gerakan mata cepat, tidur sehari rata-rata 20 jam.
2) Pernapasan dan peredaran darah
Bayi normal mulai bernapas 30 detik sesudah lahir, untuk menilai
status kesehatan bayi dalam kaitannya dengan pernapasan dan
peredaran darah dapat digunakan metode APGAR Score. Namun secara
praktis dapat dilihat dari frekuensi denyut jantung dan pernapasan serta
wajah, ekstremitas dan seluruh tubuh, frekwensi denyut jantung bayi
normal berkisar antara 120-140 kali/menit (12 jam pertama setelah
kelahiran), dapat berfluktuasi dari 70-100 kali/menit (tidur) sampai 180
kali/menit (menangis).
Pernapasan bayi normal berkisar antara 30-60 kali/menit warna
ekstremitas, wajah dan seluruh tubuh bayi adalah kemerahan. Tekanan
darah sistolik bayi baru lahir 78 dan tekanan diastolik rata-rata 42,
tekanan darah berbeda dari hari ke hari selama bulan pertama kelahiran.
Tekanan darah sistolik bayi sering menurun (sekitar 15 mmHg) selama
satu jam pertama setelah lahir. Menangis dan bergerak biasanya
menyebabkan peningkatan tekanan darah sistolik.
3) Suhu Tubuh
Suhu inti tubuh bayi biasanya berkisar antara 36,50C-370C.
Pengukuran suhu tubuh dapat dilakukan pada aksila atau pada rektal.
4) Kulit
Kulit neonatus yang cukup bulan biasanya halus, lembut dan padat
dengan sedikit pengelupasan, terutama pada telapak tangan, kaki dan
selangkangan. Kulit biasanya dilapisi dengan zat lemak berwara putih
kekuningan terutama di
daerah lipatan dan bahu yang disebut verniks kaseosa.

11
5) Keadaan dan Kelengkapan Ekstremitas
Dilihat apakah ada cacat bawaan berupa kelainan bentuk, kelainan
jumlah atau tidak sama sekali pada semua anggota tubuh dari ujung
rambut sampai ujung kaki juga lubang anus (rektal) dan jenis kelamin.
6) Tali Pusat
Pada tali pusat terdapat dua arteri dan satu vena umbilikalis.
Keadaan tali pusat harus kering, tidak ada perdarahan, tidak ada
kemerahan disekitarnya.
7) Refleks
Beberapa refleks yang terdapat pada bayi :
a. Refleks moro (refleks terkejut). Bila diberi rangsangan yang
mengagetkan akan terjadi refleks lengan dan tangan terbuka.
b. Refleks menggenggam (palmer graps). Bila telapak tangan
dirangsang akan memberi reaksi seperti menggenggam. Plantar
graps, bila telapak kaki dirangsang akan memberi reaksi.
c. Refleks berjalan (stepping). Bila kakinya ditekankan pada bidang
datang atau diangkat akan bergerak seperti berjalan.
d. Refleks mencari (rooting). Bila pipi bayi disentuh akan menoleh
kepalanya ke sisi yang disentuh itu mencari puting susu.
e. Refleks menghisap (sucking). Bila memasukan sesuatu ke dalam
mulut bayi akan membuat gerakan menghisap.
8) Berat Badan
Pada hari kedua dan ketiga bayi mengalami berat badan fisiologis.
Namun harus waspada jangan sampai melampaui 10% dari berat
badan lahir. Berat badan lahir normal adalah 2500 sampai 4000 gram.
9) Mekonium
Mekonium adalah feces bayi yang berupa pasta kental berwarna
gelap hitam kehijauan dan lengket. Mekonium akan mulai keluar
dalam 24 jam pertama.
10) Antropometri
Dilakukan pengukuran lingkar kepala, lingkar dada, lingkar
lengan atas dan panjang badan dengan menggunakan pita pengukur.

12
Lingkar kepala fronto-occipitalis 34cm, suboksipito-bregmantika
32cm, mento occipitalis 35cm. Lingkar dada normal 32-34 cm.
Lingkar lengan atas normal 10-11 cm. Panjang badan normal 48-50
cm.
11) Seksualitas
Genetalia wanita ; Labia vagina agak kemerahan atau edema,
tanda vagina/himen dapat terlihat, rabas mukosa putih (smegma) atau
rabas berdarah sedikit mungkin ada. Genetalia pria ; Testis turun,
skrotum tertutup dengan rugae, fimosis biasa terjadi. (Doengoes, dkk.,
2010)

2. Diagnosa keperawatan yang sering muncul


1) Risiko tinggi perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
berhubungan dengan refleks hisap tidak adekuat.
2) Resiko tinggi perubahan suhu tubuh berhubungan dengan adaptasi
dengan lingkungan luar rahim, keterbatasan jumlah lemak.
3) Resiko tinggi terjadi infeksi berhubungan dengan trauma jaringan
(pemotongan tali pusat), tali pusat masih basah.
4) Resiko tinggi kekurangan volume cairan berhubungan dengan
hilangnya air (IWL), keterbatasan masukan cairan.
5) Kurangnya pengetahuan orangtua berhubungan dengan kurang
terpaparnya informasi.

3. Intervensi keperawatan
No Diagnosa NOC NIC
1 Risiko tinggi Status nutrisi Monitoring nutrisi
perubahan nutrisi KH : Pantau intake dan out put
kurang dari kebutuhan - Penurunan BB tidak cairan
tubuh berhubungan lebih dari 10% BB Kaji payudara ibu tentang
dengan refleks hisap lahir kondisi putting
tidak adekuat. - Intake dan output Lakukan breast care pada
makanan seimbang ibu secara teratur
- Tidak ada tanda- Lakukan pemberian makan
tanda hipoglikemi. oral awal dengan 5-15 ml
air steril kemudian dextrosa
dan PASI

13
Intruksikan ibu cara dan
posisi menyusui yang tepat
secara mandiri
Instruksikan pada ibu agar
mengkonsumsi susu ibu
menyusui
Pantau warna, konsentrasi,
dan frekuensi berkemih

2 Resiko tinggi Hidrasi Pengaturan suhu


perubahan suhu tubuh Status infeksi Pertahankan suhu
berhubungan dengan KH : lingkungan dalam zona
adaptasi dengan Suhu tubuh dalam termoneural yang
lingkungan luar rahim, batas normal ditetapkan dengan
keterbatasan jumlah mempertimbangkan berat
lemak. badan neonatus, usia gestasi
Pantau aksila bayi kulit,
suhu timpatik dan
lingkungan sedikitnya
setiap 30-60 mnt
Kaji frekuensi pernapasan
perhatikan takipnea
(frekuensi > 60/mnt)
Tunda mandi pertama
sampai suhu 36,50 C
Mandikan bayi dengan
cepat untuk menjaga agar
bayi tidak kedinginan
Perhatikan tanda-tanda
dehidrasi (turgor kulit
buruk, pelambatan
berkemih, membrane
mukosa kering)

3 Resiko tinggi terjadi Status imune Kontrol infeksi


infeksi berhubungan Kontrol resiko Observasi tanda-tanda
dengan trauma kH : infeksi
jaringan (pemotongan Bebas dari tanda dan Pertahankan teknik septic
tali pusat) tali pusat gejala infeksi dan aseptic.
masih basah. Jumlah leukosit Lakukan perawatan tali
dalam batas normal pusat setiap hari setelah
mandi satu kali perhari.
Observasi tali pusat dan
area sekitar kulit dari tanda-
tanda infeksi.

14
4 Kurangnya Pengetahuan : Pengajaran : perawatan bayi
pengetahuan orangtua perawatan bayi baru baru lahir
berhubungan dengan lahir Tentukan tingkat
kurang terpaparnya KH : pemahaman ibu atau orang
informasi Orang tua mengerti tua tentang kebutuhan
tentang perawatan fisiologis bayi dan adaptasi
bayi baru lahir terhadap kehidupan
ekstrauterus
Lakukan pemeriksaan fisik
bayi saat orang tua ada.
Berikan informasi tentang
variasi normal dan
karakteristik seperti :
pseudomentruasi,
pembesaran payudara.
Demonstrasikan dan awasi
aktivitas perawatan bayi
yang berhubungan dengan
posisi menyusui dan
menggendong
Diskusikan kebutuhan
nutrisi bayi, variabilitas
napsu makan dari satu
pemberian makan ke
berikutnya dan cara
mengkaji keadekuatan
hidarasi dan nutrisi
Tekanan kebutuhan bayi
baru lahir untuk tindak
evaluasi degan pemberi
pelayanan kesehatan.

15
DAFTAR PUSTAKA

Saifudin, Abdul Bahri.(2007). Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal.


Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono
FKUI. (2008). Kapita Selekta Kedokteran Jilid 2. Jakarta: Media Aesculapius.
Gary dkk. (2006). Obstetri Williams, Edisi 21. Jakarta, EGC.
Mc Closky & Bulechek. (2000). Nursing Intervention Classification (NIC). United States
of America: Mosby.
Mitayani. (2009). Asuhan Keperawatan Anak. Jakarta: EGC
Wiknjosostro. (2011). Ilmu Kebidanan Edisi III. Jakarta: Yayasan Bima pustaka Sarwana
Prawirohardjo.
Prawirohardjo, Sarwono. (2011). Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal
Dan Neonatal. Jakarta : Bina Pustaka
Nurarif, Amin Husda & Kusuma Hardhi. (2016). Asuhan Keperawatan Praktis,
berdasarkan penerapan diagnosa Nanda, NIC, NOC dalam berbagai kasus, Edisi
revisi jilid 2. Yogyakarta: Mediaction.

16